Artikelilmiahs

Menampilkan 6.921-6.940 dari 48.871 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
69218120C1A009086FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENERIMAAN PAJAK REKLAME DI BARLINGMASCAKEBRINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Faktor- Faktor Yang Memengaruhi Penerimaan Pajak Reklame Di Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen (Barlingmascakeb)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak reklame di Barlingmascakeb. Yaitu meliputi PDRB per kapita, inflasi dan jumlah penduduk.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pengelolaan Pendapatan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) di wilayah Barlingmascakeb. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linerar berganda data panel menggunakan metode random effect dan uji statistik.
Berdasarkan hasil analisis regresi PDRB per kapita, inflasi dan jumlah penduduk secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak reklame. Dan hasil regresi secara parsial PDRB per kapita berpengaruh signifikan dan positif terhadap penerimaan pajak reklame. Hal ini dikarenakan PDRB per kapita berpengaruh terhadap daya beli masyarakat sehingga para pelaku usaha akan memasang reklame guna mempromosikan barang dan jasanya, dan akan meningkatkan penerimaan pajak reklame. Jumlah penduduk juga mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif karena dengan jumlah penduduk yang meningkat akan menaikan kegiatan produksi dan konsumsi, sehingga akan memengaruhi penerimaan pajak reklame yang bersumber dari pelaku usaha yang berusaha mempromosikan barang jasanya kepada masyarakat. Sedangkan inflasi mempunyai pengaruh yang tidak signifikan.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu hendaknya terdapat kerjasama yang baik antara pihak swasta dan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dan fasilitas guna mendukung kegiatan perekonomian. Apabila kegiatan perekonomian masyarakat semakin baik maka akan menimbulkan potensi pasar yang baik pula, dan ini akan meningkatkan penerimaan di sektor pajak reklame.

Kata Kunci : data panel,pajak reklame, PDRB per kapita, inflasi, jumlah penduduk.
SUMMARY

This study entitled "Factors That Affecting Advertising Tax Receipts In Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen (Barlingmascakeb)". The purpose of this study was to know the factors affecting advertising tax receipts. That includes GDP each capital, inflation and population.
This research used secondary data derived from Statistic Central Bureau (BPS) and the Department of Revenue Wealth and Asset Management Areas (DPPKAD) in Barlingmascakeb region. Analysis method that used in this research was linear multiple regression panel data with random effect approach and statistical tests.
Based on data analysis GDP each capit, inflation and a population of jointly influence significantly on advertisement tax revenue. And result in partial regression GDP each capita has a significant and positive influnce. Because GDP each capita affect the people purchasing power, so the businessmen will be presenting ads to promote their good and service, this will increase in the revenue tax advertising. Population also has a significant and positive influence because with the population increase will raise production and consumption, so will affect tax revenue advertising sourced from the businessman who promote their good and service. While inflation have insignificant influence.
The implications of the conclusions, Should there are on good cooperation between the private sector and the government to providing infrastructure and facilities in order to support the economic activities. If the activities of the community's economy is getting betterIt will cause the market potential good too. And this will increase in the revenue tax advertising


Keywords: Panel data, advertisement tax, GDP each capita, inflation, population.
69228122C1A009087ANALISIS SOSIAL EKONOMI PETANI MELATI GAMBIR TAHUN 2013
(Studi Kasus: Desa Situwangi, Pingit, dan Kincang Kecamatan Rakit
Kabupaten Banjarnegara)
Penelitian ini berjudul “Analisis Sosial Ekonomi Petani melati Gambir
Tahun 2013 (Studi Kasus Desa Situwangi, Pingit, Dan Kincang Kecamatan Rakit
Kabupaten Banjarnegara”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan
sosial ekonomi seperti luas lahan, pendidikan dan lama usaha, seberapa besar
kontribusi pendapatan usahatani melati gambir terhadap pendapatan rumah tangga
dan untuk mengetahui apakah pendapatan perkapita keluarga petani melati gambit
sudah bisa mememnuhi kriteria Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL)
Kabupaten Banjarnegara Tahun 2013.
Jumlah responden pada penelitian ini adalah 84 responden. Metode
pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Alat analisis yang
digunakan adalah analisis tabulasi.
Berdasarkan hasil penelitian, kebanyakan petani memiliki luas lahan 163
hektar, pendidikan rata-rata petani lulusan SD, dan rata-rata petani sudah
menjalankan usahatani melati gambir selama 15-20 tahun. Kontribusi pendapatan
usahatani melati gambir terhadap pendapatan rumah tangga kecil atau sekitar
13,02 persen. Keluarga petani melati gambir masih belum dikatakan sejahtera
karena pendapatan perkapita keluarga kebanyakan masih berada dibawah Standar
KHL Kabupaten Banjarnegara Tahun 2013.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah diperlukan intensivikasi
penggunaan faktor produksi, pendidikan petani pada harus ditingkatkan dengan
pendidikan non formal untuk peningkatan sumber daya manusia. Dibutuhkan
bantuan dari pemerintah daerah agar menyediakan teknologi dan subsidi input
usahatani. Kelompok tani harus dihidupkan kembali untuk meningkatkan
pengetahuan petani tentang usahataninya dan pengolahan usahatani melati gambir
sesuai Standar Operasional Prosedur. Kebanyakan petani belum sejahtera karena
terlalu banyak jumlah tanggungan, disini diperlukan kesadaran dari warga desa
bahwa anak yang sudah menikah tidak tinggal di satu rumah untuk me ngurangi
jumlah tanggungan keluarga.
This study, entitled “Analysis of Social Economic Spanish Jasmine Farmer
in 2013 (Case Study: Situwangi, Pingit and Kincang Village Rakit District
Banjarnegara Regency”. The goal of this research was to determine the social
economic circumstances such as land, education and long effort, the contribution
of Spanish jasmine farming income on household income, and to know per capita
income family can accomplish Standard Criteria Living Needs (KHL)
Banjarnegara Regency in 2013.
Total respondent in this research was 84 respondents. Samples taking in
this research utilize simple random sampling method. T he analysis method that
used in this research was tabulation.
Based on the result of the research, the majority of farmer has land area
0,163 hectares, average education of the farmer is primary school graduates, and
average farmers had run spanish jasmine farming for 15-20 years. The
contribution of Spanish Jasmine farm income was small to household incomes or
approximately 13,02 percent. Family of Spanish Jasmine farm cannot be said
prosperous because per capita income family is below the sta ndard of
Banjarnegara Regency KHL in 2013.
The implications of the above conclusion is required intensification of
production factor using, the level of farmer’s education should be improve by
non-formal education for human resources improvement . It takes the help of local
government to provide technology and farm input subsidy. Group of farmers must
be revive to improve farmer’s knowledge and processing of spanish jasmine
farming according to Operational Procedure Standard. Most of farmer haven’t
prosper because there are too many dependent, Here is needed of awareness from
the villagers to deny their son to live together with them for decrease the amount
of family dependents.
692311644F1A010082Eksistensi Seni Tato
( Studi Kasus Tentang Pemaknaan dan Motivasi Penggunaan Tato di Kalangan Remaja Purwokerto)

Eksistensi tato selama ini dianggap sebagai bagian dari penyimpangan. Purwokerto sendiri sedang menuju masyarakat industri, sedang mengalami proses perubahan perilaku masyarakat akibat dari adanya pengaruh dari globalisasi dan modernisasi yang berkembang secara cepat. Purwokerto Berdasarkan hal tersebut, topik yang diangkat adalah mengenai pemaknaan dan motivasi dari remaja Purwokerto memakai tato di tubuhnya. Hasil penelitian terhadap pemaknaan tato pada remaja di Purwokerto menunjukkan tiga poin penting. Pertama, di kalangan remaja di Purwokerto, motif yang sering digunakan dan menjadi tren adalah gambar sayap, motif, dan kata-kata yang merepresentasikan si pemakai tentang makna kebebasan, kedamaian, dan sifat pemberontak yang dimiliki oleh remaja secara umum. Kedua, terdapat beberapa macam motivasi remaja Purwokerto menggunakan tato antara lain; ‘Tato Membentuk Ingatan Mengenai Masa Lalu. Tato merupakan salah cara untuk mengabadikan kenangan seseorang, dengan tubuh sebagai medianya. Kedua, tato, sebuah Ekspresi Perasaan, beberapa pengguna tato di mana desain yang dibuatnya mencerminkan ekspresi dari perasaan sayang dan cinta, terhadap anak, istri, maupun ungkapan sayang dan sakit hati karena cinta. Ketiga, tato sebagai Identitas. Identitas meliputi upaya mengungkapkan dan menempatkan individu-individu dengan menggunakan isyarat- isyarat nonverbal seperti pakaian dan penampilan.Existence tattoos have been considered as part of the deviation. Purwokerto itself as one of the cities that are toward the industrial society, is undergoing the process of behavioral change as a result of the influence of globalization and modernization are growing rapidly. Based on this, the topics raised was regarding the meaning and motivation of adolescents Purwokerto wear tattoos on his body. The study of the meaning of a tattoo on teenagers in Purwokerto shows three important points. First, among adolescents in Purwokerto, motifs that are often used, and the trend is drawing wings, motives, and words that represent the wearer of the meaning of freedom, peace, and the properties owned by the teen rebel general. Secondly, there are some some kind of adolescent motivation Purwokerto using tattoos, among others; 'Shaping Memory Tattoos On The Past. Tattooing is one way to perpetuate the memory of a person, the body as a medium. Secondly, tattoos, an Expression of Feelings, some users where the tattoo design made reflect the expression of affection and love, for children, a wife, as well as expression of affection and hurt by love. Third, the tattoo as Identity. Identity includes efforts to reveal and put individuals using nonverbal cues such as clothing and appearance.
69248124D1E010228PENGARUH SUPLEMENTASI EKSTRAK KULIT BAWANG PUTIH
DALAM PAKAN SAPI POTONG TERHADAP POPULASI PROTOZOA DAN PRODUKSI GAS TOTAL SECARA IN-VITRO
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan taraf optimum suplementasi ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum) terhadap Populasi Protozoa dan Produksi Gas Total secara in-vitro. Penelitian menggunakan metode eksperimental secara in-vitro dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk perhitungan populasi protozoa dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk perhitungan produksi gas total. Perlakuan penelitian R0: pakan kontrol sapi potong (PK: 13,41 %, SK: 23,82 % dan TDN: 65,32 %), R1: R0 + Chromium organik 1,5 ppm + Zn lysinat 40 ppm + ekstrak kulit bawang putih 0 ppm, R2: R1 + ekstrak kulit bawang putih 15 ppm, R3: R1 + ekstrak kulit bawang putih 30 ppm, R4: R1 + ekstrak kulit bawang putih 45 ppm, R5: R1 + ekstrak kulit bawang putih 60 ppm. Peubah yang diukur adalah populasi protozoa dan produksi gas total. Data yang diperoleh diolah dengan metode analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) dan uji orthogonal polynomial.The objective of the study was determined the effect and optimum level of garlic husk extract (Allium sativum) supplementation in diet beef cattle on the population of protozoa and total gas production by in-vitro. The research using experimental methods in-vitro with 6 treatments and 4 replications, using a completely randomized design (CRD) for the calculation of the protozoa population and randomized block design (RBD) for the calculation of the total gas production The treatments were R0: Feed control (CP: 13.41 %, CF: 23.82 % dan TDN: 65.32 %), R1: R0 + 1.5 ppm Chromium + 40 Zn lysinat, R2: R1 + Garlic Husk (Allium sativum) extract 30 ppm, R5: R1 + Garlic Husk (Allium sativum) extract 45 ppm, R6: R1 + Garlic Husk (Allium sativum) extract 60 ppm. The variable is protozoa population and total gas production. The data were analyzed using analysis of variance followed by Orthogonal polinomyal test and Honestly Significant Difference test.
69258123B1J009194PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN Sargassum polycystum YANG DITANAM MENGGUNAKAN SISTEM JARING DAN WARING DI PERAIRAN TELUK PENYU CILACAP
Rumput laut Sargassum polycystum sangat potensial menghasilkan algin, tannin dan phenol yang banyak dimanfaatkan dalam industri farmasi dan kosmetik. Hingga saat ini, Sargassum masih diambil dari alam (belum dibudidayakan), sehingga ketersediaannya di alam semakin berkurang. Peningkatan pertumbuhan rumput laut S. polycystum dapat dilakukan dengan sistem penanaman yang sesuai dengan tempat budidya rumput laut. Penelitian ini dilakukan di pantai Teluk Penyu Cilacap dengan tujuan mengetahui pengaruh sistem jaring dan waring dengan jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan S. polycystum sehingga dapat ditentukan sistem budidaya dan jarak tanam yang dapat menghasilkan pertumbuhan S. polycystum tertinggi di perairan Teluk Penyu Clacap. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok pola faktorial. Sebagai faktor I adalah sistem jaring dan sistem waring, dan faktor II jarak tanam 30x30 cm, 40x40 cm dan 50x50 cm. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Pertumbuhan tertinggi diperoleh S. polycystum menggunakan sistem waring dengan jarak tanam 50x50 cm (S2J3) sebesar 27,238 g.hari-1.Sargassum polycystum seaweed potentially as a producer of algin, tannins and phenols are widely used in the pharmaceutical and cosmetic industries. Until now, Sargassum still taken from the wild (not farmed), thus diminishing its availability in nature. Increased growth of seaweed S. polycystum planting can be done with the system that suits the place budidya seaweed. This research was conducted along Teluk Penyu beach-Cilacap in order to know the effect net system and waring with different spacing on the growth of S. polycystum so it can be determined cultivation and spacing system that can generate the highest growth in S. polycystum at the Teluk Penyu beach-Cilacap. The study was conducted using an experimental method with a Randomized Complete Block Design (RCBD) factorial pattern. As the first factor is the net system and system waring, and factor II spacing 30x30 cm, 40x40 cm and 50x50 cm. Each treatment combination was replicated 3 times to obtain 18 experimental units. Interaction culture systems and plant spacing significantly affect growth. The highest growth was obtained using S. polycystum waring system with a spacing of 50x50 cm (S2J3) at 27.238 g.hari-1.
69268125C1A010030PRODUKTIVITAS DAN PERAN WANITA PEMBATIK DI DESA PAPRINGAN KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMASRINGKASAN



Penelitian ini berjudul “PRODUKTIVITAS DAN PERAN WANITA PEMBATIK DI DESA PAPRINGAN KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis produktivitas tenaga kerja wanita serta faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja wanita meliputi pendidikan, pengalaman bekerja, umur dan status perkawinan dan menganalisis kontribusi pendapatan pembatik wanita terhadap pendapatan keluarga.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa produktivitas wanita pembatik di Desa Papringan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas terbilang masih rendah. Sebanyak 58 wanita pembatik atau sebesar 96,67 persen memiliki produktivas dibawah 0,50. Serta kontribusi pendapatan dari wanita pembatik terhadap pendapatan rumah tanggaya hanya sebesar 26,17 persen atau dapat dikatakan kontribusinya masih tergolong rendah.
Menurut hasil analisis SPSS 11.0 diperoleh bahwa model regresi yang digunakan lulus uji asumsi klasik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa, model persamaan regresi dalam penelitian dapat digunakan sebagai pemerkira atau estimator yang baik. Hasil analisis SPSS 11.0 juga menunjukkan bahwa variabel Pendidikan (X1) , Pengalaman Bekerja (X2) , Umur (X3), dan Status Perkawinan (X4) berpengaruh signifikan terhadap variabel produktivitas (Y) baik secara simultan maupun parsial. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar adalah variabel pengalaman kerja. Sedangkan variabel yang memiliki pengaruh terkecil adalah variabel tingkat pendidikan. Pengaruh variabel Pendidikan (X1) , Pengalaman Kerja (X2) , Umur (X3) , dan Status Perkawinan (X4) berpengaruh terhadap variabel produktivitas (Y) adalah sebesar 67 persen sedangkan sisanya adalah 33 persen yang dijelaskan oleh faktor lain
Implikasi dari penelitian ini adalah Pemerintah daerah harus berperan aktif dalam memberikan motivasi baik melalui pembinaan, pelatihan dan pameran batik di Desa Papringan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas agar wanita pembatik dapat menjadi pembatik yang mandiri. Namun hal ini juga harus didukung dengan adanya peran serta dari wanita pembatik itu sendiri. Wanita pembatik yang berusia muda juga diharapkan dapat menambah pengalaman dalam membatik dan memanfaatkan kemampuan fisiknya untuk meningkatkan produktivitas, sehingga dapat meningkatkan produk batik yang dihasilkan.



Kata Kunci : Produktivitas, Peran Wanita, Pendapatan, Desa Papringan
ABSTRACT


This research is entitled " PRODUCTIVITY AND THE ROLE OF PEMBATIK WOMEN IN PAPRINGAN VILLAGE DISTRICT BANYUMAS REGENCY BANYUMAS ". The purpose of this research is to analyze the labor productivity of women and the factors that affect the productivity of labor in women include education , work experience , age and marital status and analyze the contribution labor of women income to the family income.
Based on the results of the analysis shows that the productivity of pembatik women in the Papringan village District Banyumas Regency Banyumas is still fairly low . A total of 58 labor of women or by 96.67 percent have produktivity below 0.50 . As well as the revenue contribution of women to household family income was only 26.17 percent , or may be its contribution is still low .
According to the analysis of SPSS 11.0 was obtained that the regression model is used to pass the classical assumption test . It can be concluded that , in a regression model can be used as a good estimator . SPSS 11.0 analysis results also showed that the variables Education (X1) , Work Experience (X2) , Age (X3) , and Marital Status (X4) significantly affects the productivity variable (Y) either simultaneously or partially. The variable that has the most impact is variable work experience. While the variables that have the smallest impact is variable education. Impact educational variables (X1), Work Experience (X2) , Age (X3), and Marital Status (X4) effect on productivity variable (Y) is equal to 67 percent while the remaining 33 percent is explained by other factors
The implication of this research is the local government should take action an role in providing motivation through coaching , training and exhibition of batik in Papringan Village District Banyumas Regency Banyumas batik that women can be independent labor. But it must also be supported by the participation of women batik it self. Batik young woman who is also expected to add to the experience in batik and take advantage of his physical ability to improve productivity and increasing the batik products.


Key Words : Produktivity, Women Roles, Income, Papringan Village
692711231A1M011013PEMBUATAN TIWUL INSTAN TINGGI PROTEIN MENGGUNAKAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI DAN BAHAN PENGENYAL KOMERSIAL (FOOD GRADE)Tiwul, hasil olahan ubi kayu, merupakan makanan pokok tradisional masyarakat di beberapa daerah di Jawa Tengah. Namun, seiring berjalannya waktu dan perubahan gaya hidup masyarakat konsumsi tiwul semakin berkurang karena dianggap kurang menarik. Dengan demikian pada penelitian ini dilakukan upaya modifikasi dalam pembuatan tiwul menjadi tiwul instan yang lebih mudah untuk disajikan. Penambahan tepung kedelai ditujukan untuk meningkatkan kandungan protein tiwul instan yang tergolong rendah sehingga dapat dihasilkan tiwul instan tinggi protein sebagai alternatif makanan pokok. Sementara untuk memperbaiki tekstur tiwul instan yang kurang kenyal dilakukan penambahan bahan pengenyal komersial (food grade). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi tepung ubi kayu-tepung kedelai-tapioka dan penambahan bahan pengenyal yang tepat untuk menghasilkan tiwul instan dengan kandungan protein tertinggi dan kekenyalan terbaik, serta disukai oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik ditinjau dari kadar protein terlarut tertinggi adalah perlakuan proporsi berat tepung ubi kayu-tepung kedelai-tapioka (70:20:10) dan penambahan bahan pengenyal 0,75% (P2B2). Produk memiliki koefisien rehidrasi 3,87; kadar air 4,05% bb; kadar abu 1,05% bk (1,01% bb); kadar protein terlarut 0,038% bk (0,037% bb); kadar protein total 7,31% bk (7,01% bb); kadar lemak 1,84% bk (1,77% bb); kadar karbohidrat (by difference) 89,35%bk (85,73% bb); warna cokelat kekuningan (2); flavor agak enak (2,42); bau tepung kacang agak terasa (2,50); tekstur (kekenyalan) kenyal (2,91); nilai kesukaan agak suka (2,42).Tiwul is one of the processed cassava which is a main traditional food society in some Central Java areas. But, with the passage of time and changes in people’s lifestyles, the consumption level of tiwul is decreasing because it is considered less attractive. Thus, this research will modify the procedure in making instant tiwul which easier to be served. Addition of soybeans flour is intended to improve the protein content of instant tiwul which is lower, so it can be produced high protein instant tiwul as an alternative of main food. Whilst, to improve the texture of instant tiwul which less chewy can be solved by addition of commercial chewy agent.This research aimed to determine the best proportion of cassava flour-soybeans flour-cassava starch and the optimum addition of commercial chewy agent which produced instant tiwul with the highest protein content and best chewyness, also prefered by consumers. The result showed that the best treatment in terms of highest soluble protein content derived from the weight proportion of cassava flour- soybeans flour- cassava starch (70: 20:10) and the addition of commercial chewy agent of 0.75% (P2B2). The product had a rehydration coefficient of 3.87; moisture of 4.05%, ash content of 1.05% db (1.01% wb); soluble protein content of 0.038% db (0.037% wb); totaly protein content of 7.31% db (7.01% wb); fat content of 1.84% db (1.77% wb); carbohydrate (by difference) of 89.35% db (85.73% wb); yellowish brown color (2); rather tasty flavour (2,42); rather smelled of substitued flour(2.50); chewy texture (2.91); and the preference was rather liked (2.42).
692811232A1M011009PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KORO PEDANG PRAGERMINASI DAN PENAMBAHAN SUSU SKIM TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN SENSORI TIWUL INSTANTiwul merupakan makanan tradisional yang berbahan baku ubi kayu. Hingga saat ini, tiwul dipandang sebelah mata dikarenakan tiwul dianggap makanan yang ‘miskin’ gizi. Oleh sebab itu, diperlukan adanya inovasi yang dapat meningkatkan zat gizi dalam tiwul. Peningkatan zat gizi salah satunya dapat dilakukan dengan subtitusi tepung tinggi protein diantaranya tepung koro pedang pragerminasi dan penambahan susu skim. Pada penelitian ini dibuat tiwul instan dengan proporsi berat tepung ubi kayu-tepung koro pedang pragerminasi-tapioka yang berbeda serta penambahan susu skim dengan konsentrasi yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Menetapkan proporsi berat tepung ubi kayu-tepung kacang koro pedang pragerminasi-tapioka yang memberikan sifat fisik, kimia dan sensori tiwul instan yang baik; 2. Menetapkan persentase susu skim terhadap total tepung yang tepat untuk menghasilkan tiwul instan dengan kandungan protein yang tinggi dan memiliki sifat fisik, kimia dan sensori yang baik; 3. Mengetahui ada-tidaknya interaksi dari proporsi berat tepung ubi kayu-tepung kacang koro pedang pragerminasi-tapioka dengan persentase susu skim terhadap sifat fisik, kimia dan sensori tiwul instan yang dihasilkan. Tiwul instan dengan proporsi 65:25:10 dan susu skim 4% (P3M2) merupakan tiwul instan terbaik yaitu tiwul dengan kadar protein terlarut tertinggi. Hasil analisis fisik, kimia dan sensori menunjukkan tiwul instan perlakuan terbaik memiliki koefisien rehidrasi sebesar 4,26, kadar air sebesar 4,25% bb, kadar abu 1,11% bk, kadar protein terlarut 0,06% bk, kadar lemak 0,67% bk, kadar protein total 6,01% bk, kadar karbohidrat by difference 92,48% bk, dengan warna kuning kecokelatan (2,08), bau khas koro agak terasa (2,40), flavor (cita rasa) enak (2,51), tekstur agak kenyal (1,93) dan tingkat kesukaan agak suka (2,33).Tiwul is a traditional food made from cassava. Until now, tiwul is underestimated because tiwul considered as 'poor' nutrition. Therefore, it is necessary to increase the nutrients in tiwul. A high-protein flour for substitution namely pregerminated jackbean flour and the addition of skimmed milk were conducted in this study. Different weight proportions cassava flour-pregerminated jackbean flour-tapioca and the addition of skimmed milk with different concentrations were studied on the quality of instant tiwul. This study aimed to: 1. Establish the weight proportion of cassava flour-pregerminated jackbean flour-tapioca that give the good physical, chemical and sensory properties of instant tiwul; 2. Establish a percentage of the skimmed milk to produce instant tiwul with high protein content and give the good physical, chemical and sensory properties; 3. Evaluate the presence or absence of the interaction of weight proportion of cassava flour-pregerminated jackbean flour-tapioca with skimmed milk percentage on the physical, chemical and sensory properties instant tiwul. The results showed that the best unit combination of tiwul which had highest soluble protein was P3M2 (cassava flour-pregerminated jackbean flour-tapioca 65:25:10 and 4% skimmed milk). The instant tiwul had rehydration coefficient of 4.26, water content of 4.25% wb, ash content of 1.11% db (1,06% wb), soluble protein of 0,06% db (0,05% wb), fat content of 0,67% db (0,64% wb), total protein content of 6.01% db (5,75% wb), carbohydrate by difference of 92.48% db (88,55% wb), with tanned yellow color (2.08), jackbean smell was rather noticeably (2.40), flavor was good (2.51), slightly chewy texture (1.93) and the level of preference was “rather liked” (2.33).
69298126D1E010115SUPLEMENTASI EKSTRAK KULIT BAWANG PUTIH (Allium sativum) DALAM PAKAN SAPI POTONG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN KONSENTRASI VFA
SECARA IN-VITRO
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan taraf optimum suplementasi ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum) terhadap kecernaan bahan kering (KBK), bahan organik (KBO) dan konsentrasi Volatille Fatty Acid (VFA) secara in-vitro. Penelitian menggunakan metode eksperimental secara in-vitro dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian R0: pakan kontrol sapi potong (PK: 13,41 %, SK: 23,82 % dan TDN: 65,32 %), R1: R0 + Chromium organik 1,5 ppm + Zn lysinat 40 ppm + ekstrak kulit bawang putih 0 ppm, R2: R1 + ekstrak kulit bawang putih 15 ppm, R3: R1 + ekstrak kulit bawang putih 30 ppm, R4: R1 + ekstrak kulit bawang putih 45 ppm, R5: R1 + ekstrak kulit bawang putih 60 ppm. Peubah yang diukur adalah kecernaan bahan kering, bahan organik dan konsentrasi VFA. The objective of the study was determined the effect and optimum level of supplementation and the influence of husk extract of garlic (Allium sativum) in diet of beef cattle on the digestibility of dry matter, organic matter and the total concentration volatille fatty acids (VFA) by in-vitro. The research method was experimental by using in-vitro with Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments and 4 replications. The treatments were R0: Control feed (CP: 13,41 %, CF: 23,82 % dan TDN: 65,32 %), R1: R0 + 40 Zn lysinat + 1,5 ppm Chromium, R2: R1 + Garlic Husk (Allium sativum) extract 30 ppm, R5: R1 + Garlic Husk (Allium sativum) extract 45 ppm, R6: R1 + Garlic Husk (Allium sativum) extract 60 ppm. The variable is measured digestibility of dry matter, organic matter and VFA concentration.
693010206H1C010049PERANCANGAN SISTEM DATA MONITORING DAN DATA LOGGING
UNTUK TEGANGAN DAN ARUS DC BERBASIS WEB SERVER
MENGGUNAKAN ARDUINO DAN RASPBERRY PI
Suatu proses pada sistem monitoring dan logging untuk tegangan dan arus DC dapat dilakukan dengan Arduino. Arduino merupakan suatu perangkat mikro single-board yang bersifat open source. Namun, Arduino belum mampu melakukan proses sistem tersebut melalui web server. Munculnya Raspberry Pi yang merupakan sebuah single board computer (Mini PC) berukuran sebesar kartu kredit, dapat berfungsi monitoring dan logging data tegangan dan arus DC berbasis web. Pada penelitian yang dilakukan ini, Arduino dimanfaatkan untuk Analog to Digital Converter (ADC) dari sensor tegangan DFR0051 dan arus ACS712, kemudian hasilnya disimpan di SD Card dan dikirimkan ke Raspberry Pi melalui komunikasi UART. Dari hasil penelitian terhadap data yang diujikan, yaitu tegangan dan arus DC, didapatkan nilai error atau kesalahan pada monitoring dan logging data tegangan mencapai 2.8545 % sedangkan data arus mencapai 2.8792 %. Nilai kesalahan monitoring dan logging data tegangan disebabkan oleh penetapan nilai referensi bernilai 25V, sedangkan pada data arus disebabkan oleh pengaruh nilai sensitivitas sensor.The process of monitoring and logging system for DC voltage and current can be finished by Arduino. Arduino is a single-board micro device that was open source. However, Arduino has not been able to process these system through a web server. The appearance of the Raspberry Pi is a single-board Computer (Mini PC) wich has a size of a credit card and has function of monitoring and logging the data of voltage and DC current through web server. In the research has been done, the Arduino is used for Analog to Digital Converter (ADC) for the sensor of voltage DFR0051 and current ACS712, then the result will stored in the SD Card and will sent to Raspberry Pi via UART communication. From the results of a study from the tested, the DC voltage and current, it is obtained an error value in the data of monitoring and logging for voltage reaches 2.8545% and current 2.8792%. These value of monitoring and logging of data,the errors are caused by the determination of the voltage reference value is less than 25V , while the current data is caused by the influence of the sensor sensitivity.
693110205C1A011011KEPUTUSAN SESEORANG MENJADI TENAGA KERJA WANITA (TKW) DAN POLA PENGGUNAAN REMITAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul “Keputusan Seseorang Menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan Pola Penggunaan Remitan Di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang menjadi TKW dan pola penggunaan remitan keluarga TKW di daerah asal (Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar) . Penelitian ini menggunakan data primer dengan 96 tenaga kerja di Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantatif dengan data primer yang diperoleh dengan wawancara langsung dan pengisian kuesioner, dimana terlebih dahulu dilakukan tabulasi data untuk mengetahui pola penggunaan remitan dan dijelaskan dalam bentuk deskriptif kemudian dilakukan perhitungan dengan alat analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang menjadi TKW. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu logistic biner untuk menjelaskan hubungan variabel dependen yang bersifat dikotomik (variabel dummy) dan variabel independen.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan (1) secara keseluruhan variabel independen mempengaruhi variabel dependen, namun secara parsial hanya variabel independen EDUC, AGE, dan JOBVILL yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen MIGRATE (2) variabel independen AGE yang berpengaruh paling besar terhadap keputusan seseorang menjadi TKW (MIGRATE) (3) Sebanyak 75,4 persen responden memutuskan untuk bekerja kembali ke luar negeri (4) Remitan yang dikirim responden ke daerah asal di Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar sebanyak 72,9 persen dan 83,1 persen digunakan untuk kegiatan konsumtif.
Variabel independen INCOME, NODEPI, dan MARRY tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan seseorang menjadi TKW dikarenakan, di Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar bekerja di luar negeri sebagai TKW merupakan trend, sehingga setiap perempuan di Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar sebagian besar ingin bekerja di luar negeri. Karena kemampuan pendidikan dan keahlian yang rendah para TKW di Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Gumelar hanya dapat bekerja di sektor informal sebagai pembantu rumah tangga, pengasuh anak dan orang jompo. Penggunaan remitan secara konsumtif menyebabkan mereka terjebak dalam siklus migrasi.
Pemerintah Pusat (BNP2TKI) diharapkan dapat meningkatkan kualitas keahlian dan pendidikan calon TKW di Kecamatan Gumelar dan Kecamatan Sokaraja pada khususnya dan di Banyumas pada umumnya dengan cara meningkatkan persyaratan calon TKW khususnya dalam hal pendidikan agar dapat bekerja di sektor formal. Pemerintah Daerah (Dinsoskertrans) disarankan dapat mengadakan penyuluhan tentang pengelolaan remitan, sehingga TKW tidak hanya menggunakan remitan untuk kegiatan konsumtif tapi juga kegiatan produktif.
This research was entitled “someone’s decision become be as woman labor (TKW) and the form of use of remittances in Banyumas”. This research uses primary data from 96 women labors (TKW) in Sokaraja and Gumelar. This research aims to determine factors which affect the someone’s decision become be as woman labor (TKW) and the form of use remittances. This research was descriptive quantitative with primary data obtained by direct interview and filling in the questionnaire. Then the first thing to do is tabulating data to know about the form of use of remittances and described descriptively. Then calculations with analysis tools to know someone’s decision become be as woman labor (TKW). The analytical tool used in this research is binary logistic to explain dikotomik dependent variable (dummy variable) and independent variables.
Binary Logistic Regression model analysis shows: (1) overall test shows independent variables does significantly influence the dependent variable, but partial test shows independent variables EDUC, AGE, and JOBVILL does significantly influence the dependent variable (MIGRATE). (2) AGE variable of greatest influence on someone’s decision become be as woman labor (MIGRATE). (3) 75,4 percent of respondents decided to go back to work is a TKW. (4) remittance’s responden Sokaraja and Gumelar 72,9 percent and 83,1 percent used for consumption.
The independent variables INCOME, NODEPI, and MARRY does not significantly influence a someone’s decision become be as woman labor (TKW) because in Sokaraja and Gumelar working as TKW is trend, so every women in Sokaraja and Gumelar most wanted become be as TKW. They are can only work in the informal sector as maid house, baby sitter, or caretaker because they only have low education and low skill. TKW just used remittance to consumptive, therefore TKW trapped in a cycle migration’s trap.
Central Government ( BNP2TKI ) is expected to improve the quality of the prospective migrant worker (TKW) skills and education in the district and sub-district Gumelar and Sokaraja in particular and Banyumas in general by increasing the requirements of prospective migrant workers, especially in terms of education in order to work in the formal sector. Local Government ( Dinsoskertrans ) suggested may hold remittance management extension, so that migrant remittances are not only used for consumptive activity but also productive activities.

693211343C1C011026Analisis Window Dressing pada Perusahaan Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi yang Terdaftar di Bursa Efek IndonesiaPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi praktik window dressing pada perusahaan sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan 15 perusahaan yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, uji Kolmogorov-Smirnov, uji levene test f, dan paired-samples t test untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan antara kuartal 1 dan kuartal 4, kuartal 2 dan kuartal 4, serta kuartal 3 dan kuartal 4 pada variabel cash holding dan financial leverage.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan nilai cash holding antara kuartal 1 dan kuartal 4, kuartal 2 dan kuartal 4, kuartal 3 dan kuartal 4 serta tidak terdapat perbedaan nilai financial leverage antara kuartal 1 dan kuartal 4, kuartal 2 dan kuartal 4, kuartal 3 dan kuartal 4. Dengan demikian dapat diketahui bahwa perusahaan sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi tidak terindikasi melakukan praktik window dressing pada tahun 2010 hingga 2013. Hal tersebut mencerminkan perilaku etis dan dapat menjadi sinyal positif yang menunjukkan bahwa perusahaan menyampaikan informasi-informasi keuangan yang akurat. Penelitian mendatang diharapkan dapat menggunakan atau menambah variabel-variabel lain yang memiliki kemungkinan berpengaruh terhadap praktik window dressing.
This research was conducted to analyze whether the practice of window dressing in the infrastructure, utilities, and transportation companies listed in Indonesia Stock Exchange. This research used 15 companies that has been selected using purposive sampling method. Analysis methods used descriptive analysis, kolmogorov-smirnov, levene test f, and paired-samples t test to find the difference between Q1 and Q4, Q2 and Q4, Q3 and Q4 in the variable cash holding and financial leverage.
The result of this research show that there are no difference between cash holding in the Q1 and Q4, Q2 and Q4, Q3 and Q4 and also no difference between financial leverage in the Q1 and Q4, Q2 and Q4, Q3 and Q4. The infrastructure, utilities, and transportation companies not practice window dressing in the period of 2010-2013. It reflects the ethical behavior and can be a positive signal which shows that the companies submit accurate financial information. Further research can be done by looking at other variables in addition to the cash holding and financial leverage which has the possibility of an effect on window dressing.
69338127H1G009015Tingkat Eutrofikasi Waduk PB. Soedirman, Banjarnegara Pada Musim KemarauAktivitas di sekitar Waduk PB. Soedirman menyebabkan waduk menghadapi ancaman kerusakan ekosistem dan masuknya sumber hara yang akan mendorong terjadinya eutrofikasi. Penelitian ini berjudul “Tingkat Eutrofikasi Di Waduk PB Soedirman, Banjarnegara Saat Kemarau”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi faktor penentu eutrofikasi (N-Total dan P-Total, Klorofil-a, dan Penetrasi cahaya) serta mengetahui tingkat kesuburan Waduk PB. Soedirman, Banjarnegara. Penelitian ini dilaksanakan pada musim kemarau yakni bulan Juli-September 2013. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel menggunakan “Purposive Random Sampling”. Lokasi penelitian dibagi menjadi 4 stasiun dengan pengambilan sampel sebanyak 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan deskriptif komparatif dengan bantuan diagram balok dan dibandingkan dengan standar tingk at eutrofikasi perairan menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no. 28 tahun 2009. Hasil penelitian menunjukan bahwa kisaran kandungan unsur hara Waduk PB. Soedirman untuk N-total 0,52-1,28 mg/L dan nilai kisaran P-total 2,59-4,52 mg/L; nilai kisaran klorofil-a 0,189-2,212 mg/m3; nilai kisaran penetrasi cahaya 37,5-126 cm. Tingkat kesuburan Waduk PB. Soedirman berada pada tingkat oligotrofik sampai hipereutrofik.Activity around Soedirman Reservoir endangers reservoir ecosystem and threatens input of nutrient sources promoting eutrophication. A research, entitled "Eutrophication Level in Soedirman Reservoir, Banjarnegara on Dry Season", was to determine the condition of determinant factors of eutrophication (total-N and total-P, Chlorophyll-a, and light penetration), and also to determine fertility level of Soedirman Reservoir, Banjarnegara. This research was conducted in during dry season of July-September 2013. A survey method applied Purposive Random Sampling techniques. Research site was divided into 4 stations with triplicates of sampling. Data were analyzed descriptively and comparatively with the block diagram and compared with the standard rate of water eutrophication according to the Minister of Environment Decree number 28 in 2009. Results showed that nutrient contents Soedirman reservoir for N-total was 0.52-1.28 mg/L, and P-total was 2.59-4.52 mg/L; chlorophyll-a was 0.189-2.212 mg/m3. Light penetration was 37.5-126 cm. Soedirman Reservoir fertility rates were included as oligotrophic until hipereutrophic.
69348129F1F008111REGISTER ANALYSIS OF THE JAKARTA POST’S READER FORUMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur register yang digunakan di dalam kolom suara pembaca pada koran Jakarta Pos. Penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan implikasi dari register di dalam kolom suara pembaca pada koran Jakarta Pos. Penelitian ini membahas mengenai kajian discourse, sebuah kajian tentang analisis wacana. Fokus penelitian ini adalah analisis wacana yang terdapat pada teks di dalam suara pembaca pada koran Jakarta pos. Peneliti mengunakan teori register dari Eggin yang dapat diklasifikasikan menjadi field, mode, dan tenor. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif, menganalisis data berdasarkan teori register dari Eggin dan penutup dari penelitian tersebut dijelaskan berdasarkan realisasi dari field, mode, dan tenor. Hasil penelitian menunjukan bahwa tiga teks yang diambil dari kolom suara pembaca pada koran Jakarta Pos dapat diklasifikasikan ke dalam 3 kategori berdasarkan analisis register pada text tersebut. Teks yang di ambil dari kolom suara pembaca memiliki struktur register sepeerti field, mode, dan tenor. Realisasi dari field di dalam isi teks cenderung mengunakan keunggulan bahasa yang teknis dan keunggulan bahasa yang umum. Sementara itu, realisasi dari mode di dalam isi teks ialah peran dari bahasa yang digunakan oleh penulis cenderung mengunakan gaya bahasa tertulis. Kemudian, realisasi dari tenor yang ditemukan di dalam isi teks ialah cenderung menggunakan gaya bahasa tidak resmi.


ABSTRACT
The purposes of the research are to find out the structure of register used in The Jakarta Post’s Readers Forum, and to explain the implication of register occupied in The Jakarta Post’s Readers Forum. This research belongs to discourse study which is a study of discourse analysis. The focus of this research is discourse analysis of the text in column of Readers Forum in The Jakarta Post Newspaper. Eggin’s theory is used in analyzing register which can be classified into field, mode, and tenor. It belongs to qualitative research design and the conclusion of the research is explained based on the realization of field, mode, and tenor. The result shows that three texts collected from column of Readers Forum in The Jakarta Post Newspaper can be classified into three classifications based on register analysis in the text above. The structure of register found in column of “Readers Forum” in The Jakarta Post Newspaper contains field, mode, and tenor. The realization of field in the text tends to use technical language feature and commonsense language feature. Meanwhile, the realization of mode in the text role of language used by the writer and tends to use written language style. Finally, the realization of tenor found in the text tends to use informal language style.
69358130H1K009042SEBARAN BIVALVIA PADA BERBAGAI KERAPATAN MANGROVE DI TRITIH KULON KABUPATEN CILACAP
Ekosistem mangrove merupakan habitat bagi bivalvia sebagai tempat mencari makan, pengasuhan, dan berlindung. Penelitian tersebut telah dilaksanakan dengan judul “Sebaran Bivalvia Pada Berbagai Kerapatan Mangrove di Tritih Kulon Kabupaten Cilacap”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sebaran bivalvia pada beberapa tingkat kerapatan ekosistem mangrove di Desa Tritih Kulon, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan stasiun dilakukan secara stratified sampling yaitu berdasarkan tingkat kerapatan mangrove sebagai faktor sampling. Data sebaran bivalvia dan kerapatan mangrove dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran bivalvia yaitu bersifat mengelompok (id>1) dan spesies bivalvia yang ditemukan ada 3 yaitu Polymesoda erosa, Anadara granosa, dan Hiatula chinensis. Rata-rata sebaran bivalvia tertinggi terdapat pada stasiun II sebanyak 2,71 ind/m2 diikuti stasiun I sebanyak 2,64 ind/m2 dan sebaran terendah terdapat pada stasiun III sebanyak 2,08 ind/m2. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kerapatan mangrove tertinggi ditemukan pada stasiun II sebanyak 2.540 ind/Ha, diikuti stasiun I sebanyak 1.380 ind/Ha dan kerapatan terendah pada stasiun III sebanyak 940 ind/Ha. Hubungan sebaran bivalvia dengan kerapatan mangrove pengaruhnya kuat (r = 0,673).Mangrove ecosystem acts as habitat for bivalvia including feeding ground, nursery ground, and shelter. This study entitled “Distribution of Bivalves on Mangrove Density in Tritih Kulon Cilacap” dealing with determination of bivalve distribution from different density levels of mangrove trees in Tritih Kulon, Cilacap, Central Java. A survey method applied stratified sampling to determine stations considering mangrove density. Data on bivalve distribution and mangrove density were F-tested (analysis of variances) and were then discussed descriptively. The results showed that bivalves were grouped distributed (id>1). There were 3 bivalve species namely Polymesoda erosa, Anadara granosa, and Hiatula chinensis. The average distribution of bivalves was highest at station II (2.71 ind/m2), however at station I was 2.64 ind/m2. The lowest distribution was at the station III (2.08 ind/m2). The highest density of mangrove was found at station II (2.540 ind/Ha), while at stasiun I was 1.380 ind/Ha. The lowest density was at stasiun III (940 ind/Ha). The relationship of bivalves distribution and mangrove density was potentially correlated (r = 0.673).
693610210C1C007058PENGARUH SISTEM PERPAJAKAN MODERN DAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PELAYANAN PAJAK SERTA KAMPANYE SADAR DAN PEDULI PAJAK TERHADAP KEBERHASILAN PENERIMAAN PAJAK DENGAN KESADARAN WAJIB PAJAK SEBAGAI VARIABEL INTERVERNINGPenelitian ini merupakan penelitian survey pada wajib pajak perseorangan yang terdaftar pada KPP Pratama Purwokerto pada tahun 2013. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Sistem Perpajakan Modern Dan Teknologi Informasi Dalam Pelayanan Pajak Serta Kampanye Sadar Dan Peduli Pajak Terhadap Penerimaan Pajak Dengan Kesadaran Wajib Pajak Sebagai Variabel Intervening (Survei Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwokerto 2013)”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem perpajakan modern dan teknologi informasi dalam pelayanan pajak serta kampanye sadar dan peduli pajak terhadap penerimaan pajak dengan kesadaran wajib pajak sebagai variabel intervening.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua wajib pajak perseorangan yang terdaftar pada KPP Pratama Purwokerto tahun 2013. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 80 responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Analisis Jalur (Path Analysis) menunjukkan bahwa : (1) Sistem perpajakan modern dan teknologi informasi dalam pelayanan pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak. (2) Kampanye sadar dan peduli pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak. (3) Penggunaan sistem perpajakan modern dan teknologi informasi dalam pelayanan pajak melalui kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak sebesar 1.29 persen. Sedangkan kampanye sadar dan peduli pajak berpengaruh positif terhadap penerimaan pajak sebesar 0,085 persen.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam usaha meningkatkan penerimaan pajak secara optimal dan berkesinambungan, pihak pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Jendral Pajak sebaiknya menerapkan sistem perpajakan modern dan teknologi informasi secara penuh dan total pada semua segmen pelayanan pajak pada kantor-kantor pelayanan pajak serta mensosialisasikannya melalui kampanye sadar dan peduli pajak dengan harapan wajib pajak akan tumbuh kesadarannya sehingga tercipta kepatuhan yang berpengaruh pada penerimaan pajak.
The purpose of this research was to analyze modern taxes effect and information technology on the taxes services and also conciousness campaign and taxes payment effort with fully toward tax income KPP Pratama Purwokerto with awareness tax payer as an interverning variable. The object of this research is personel tax payer who registered at KPP Pratama Purwokerto in 2012. The research data were analyzed using regresy analyse and path analytion with using SPSS programe. Result of th research in 2013 the modern taxes analysis system and information technology on the taxes servises and also conciousness campaign and taxes payment effort with fully awareness tax payer is significantly affected toward awareness tax payer. Awareness tax payer have positively relation between modern taxes effect and informatin technology on the taxes services and also conciousness campaign and taxes payment effort with fully awareness tax payer.
693710207B1J010122POTENSI EKSTRAK METANOL DAN N-HEKSAN MISELIUM Ganoderma sp. ISOLAT BANYUMAS 1 SEBAGAI PENGHASIL ANTIOKSIDANGanoderma sp. adalah salah satu jenis jamur yang biasanya tumbuh pada kayu atau batang pohon dan menjadi parasit bagi inangnya. Berdasarkan senyawa yang terkandung di dalamnya, Ganoderma sp. juga dikenal sebagai jamur berkhasiat obat (medicinal mushroom). Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 (B1) merupakan isolat yang diisolasi di Banyumas dan masih digali potensinya. Jamur ini diduga mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti jenis Ganoderma sp. lainnya. Senyawa bioaktif tersebut memiliki potensi di antaranya sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak miselium Ganoderma sp. isolat B1 sebagai penghasil antioksidan dengan pelarut ekstraksi berbeda, serta untuk mengetahui jenis pelarut yang tepat untuk menarik senyawa antioksidan dalam miselium Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 sehingga didapat kadar antioksidan yang maksimal. Metode yang digunakan yakni eksperimental deskriptif kuantitatif. Ganoderma sp. isolat B1 yang telah diisolasi dan dimurnikan kemudian diremajakan pada medium Potato Dextrose Agar (PDA). Miselium hasil peremajaan ditumbuhkan pada medium kultivasi Mushroom Complex Medium (MCM). Miselium hasil kultivasi diekstrak dengan pelarut berbeda yakni metanol dan n-heksan. Ekstrak dibuat konsentrasi 125, 250, 500, 1000, dan 2000 ppm, kemudian diuji dengan uji 1,1-Diphenyl-2- picrylhidrazyl (DPPH) dan uji total fenol sebagai data utama, serta uji terpenoid dan flavonoid sebagai data pendukung.
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol miselium Ganoderma sp. isolat B1 memiliki rendemen yang lebih tinggi (45,95%) dibandingkan dengan ekstrak n-heksan (3,79%). Uji fitokimia antara kedua ekstrak menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut metanol positif mengandung senyawa flavonoid sedangkan ekstrak dengan pelarut n-heksan positif mengandung senyawa terpenoid. Uji total fenol dari kedua ekstrak menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki rata-rata total fenol yang lebih tinggi (30,69 mg/g) dibandingkan dengan ekstrak n-heksan (0,36 mg/g). Uji DPPH menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki %DPPH lebih baik dibandingkan dengan ekstrak n-heksan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata IC50 ekstrak metanol yang lebih kecil (1098,20 ppm) dibandingkan dengan ekstrak n-heksan (1613,90 ppm).
Ganoderma sp. is one kind of fungi that usually growth on the wood or tree and be a parasite for their substrate. On the other side, Ganoderma sp. also known as medicinal mushroom because their compounds. Ganoderma sp. isolates Banyumas 1 ( B1 ) was isolated in Banyumas and still being quarried the potential. These fungi containing various bioactive compounds as others species of Ganoderma sp. That bioactive compound may have many potential, likes antioxidant potential. Antioxidant is a compound that can be protect our body from free radicals.
The purpose of this research was to examine the antioxidant potential of Ganoderma sp. isolates B1 with different solvent extraction, and knowing the influence of the solvent extraction type against mycelium extract of Ganoderma sp. isolates B1. This research executed with the quantitative descriptive experimental methods. Ganoderma sp. isolates B1 that has been isolated and purified, then growth on Potato Dextrose Agar (PDA) medium. Mycelium cultivated on Mushroom Complex Medium (MCM) and extracted with different solvents, methanol and n-heksan. This assay used some concentrations of Ganoderma sp. isolates B1 mycelia extract and standard tocoferol (125, 250, 500, 1000, and 2000 ppm) then tested by 1,1-diphenyl-2- picrylhidrazyl (DPPH) test as main data and total phenol, terpenoid, flavonoid test as supporting data.
The result of this research showed that the rendemen of extract with methanol was higher (45,95%) than extract with n-heksan (3,79%). The phytochemical test showed that extract with methanol positive contained of flavonoid and extract with n-heksan positive contained of terpenoid. The total phenol test showed that the total phenol average of extract with methanol was higher (30,69 mg/g) than extract with n-heksan (0,36 mg/g). The DPPH scavenging activity of extract with methanol was greater (IC50 = 1098,20 ppm) than extract with n-heksan (IC50 = 1613,90 ppm).
69388131E1A008034pemungutan dan pengelolaan pajak reklame di kabupaten ciamisKabupaten Ciamis memberlakukan Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Pajak Reklame sebagai dasar hukum dalam pemungutan dan pengelolaan pajak reklame di Kabupaten Ciamis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pemungutan pajak reklame di Kabupaten Ciamis berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame dan menganalisis pengelolaan pajak reklame di Kabupaten Ciamis berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame. Kegunaan penelitian ini yaitu dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan yang berguna dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum administrasi negara pada umumnya dan hukum pajak pada khususnya serta dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan bermanfaat bagi pemerintah daerah khususnya Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah terkait Pajak Reklame di Kabupaten Ciamis.
Metode pendekatan yang digunakan penelitian ini yaitu pendekatan analisa adalah pendekatan dengan menganalisa bahan hukum untuk mengeta
hui makna yang dikandung oleh istilah-istilah yang digunakan dalam peraturan perundang-undangan dan menggunakan tipe penelitian yuridis normative. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah preskriptif. Penelitian ini dilakukan di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Ciamis. Metode penyajian bahan hukum dalam penyusunan penelitian ini akan disajikan dalam bentuk teks naratif.
Pemungutan pajak reklame di Kabupaten Ciamis diatur di dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame. Mekanisme pemungutan pajak reklame di Kabupaten Ciamis dimulai dari penetapan wajib pajak diperoleh melalui dua sistem yaitu Official Assessment dan Self Assessment System. Pengelolaan pajak reklame di Kabupaten Ciamis diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame dan Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 21 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Reklame.
Counties of ciamis enact local regulation ciamis district no.7 of 2011 on the billboqrd tax as a legal basis in the collection and management of advertisement tax in the distric ciamis.
This study aims to determine mechanism of tax collectionin the district ciamis advertaisement under the rules of the district ciamis no.7 of 2011 on the billboard tax and to analyze the management of advertaisement tax in the district ciamis under the rules of district ciamis no7 of 2011 on the billboard tax. Usefulness of nthis study is of the presence of research is expected to provide information dan input useful and beneficial for the development of state administration law in general and in particular the tax law, as well as with the research is expected to contribute ideas and useful for local goverments in particular dinas pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah related of advertisement tax in district ciamis.
Methode approach used in this study is the analysis approach is an approach to analyzing legal materials to determine the meaning contained by the terms used in the legislation and use the type of normative research. Specification used in this study is a prescription. This study conducted in Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah of district ciamis. Method of presentiation of legal materials in the preparation of this study will be presented in the form narrative text.
Tax collection in the district ciamis advertaisement in local legislation number 7 of 2011 on the billboard tax. Advertaisment tax collection mechanism in distric ciamis began taxpayer obtained from the determination of the two system, namely the official assessment system and self assessment system. Management of advertaisement tax in the district ciamis is regulated in ciamis district Number 7 of 2011 on billboard tax and regulatory district ciamis Number 21 of 2011 on the implementation of the billboard.
69398132F1G010045REPRESENTASI ADAT ISTIADAT BALI
DALAM NOVEL PUTRI KARYA PUTU WIJAYA
(Representation Bali’s Customs in Novel Putri by Putu Wijaya)

Penelitian ini berjudul “Representasi Adat Istiadat Bali dalam Novel Putri Karya Putu Wijaya”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan adat istiadat Bali yang terdapat dalam novel Putri karya Putu Wijaya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, dengan memfokuskan penelitian kepada adat istiadat Bali dalam novel Putri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah membaca dan memahami isi novel, kemudian mencatat data-data penting yang berkaitan dengan adat istiadat Bali berdasarkan struktur novel yang ada. Selanjutnya data dianalisis dengan pendekatan antropologi sastra.
Hasil dari penelitian tersebut kemudian dijelaskan secara deskriptif mengenai adat istiadat Bali yang meliputi upacara Ngaben, Nyepi, Potong Gigi, Nyentana, Upacara Pelukatan, dan upacara Penebusan. Semua adat istiadat tersebut mengarah kepada upacara adat yang dianut oleh masyarakat beragama Hindu. Berdasarkan hal tersebut, dapat dihasilkan gambaran mengenai adat istiadat Bali sebagai cerminan adat istiadat agama Hindu yang telah dilukiskan oleh Putu Wijaya dalam novel Putri.
Kata kunci: struktur novel, adat istiadat Bali, antropologi sastra.

This research is entitled “Representasi Adat Istiadat Bali dalam Novel Putri Karya Putu Wijaya”. The purpose of the research is to describe Bali’s customs in a novel, Putri written by Putu Wijaya.
This research uses descriptive analysis method, and the focus of this research is about Bali’s customs in Putri. Reading and understanding are technique of data collection. Then, relevant data about Bali’s customs are noted based on the structure of the novel. Finally, data is analyzed using anthropology literature.
The result of the research is descriptively explained about Bali’s customs, for example, Ngaben, Nyepi, Potong Gigi, Nyentana, Pelukatan, and Penebusan. All of those customs are customs of Hindus people. Therefore, the descriptions which are represented Bali’s customs can be illustrated well by Putu Wijaya in Putri.
Kata kunci: structure the novel, Bali’s customs, anthropology literature.
694010209C1A010048ANALISIS DAMPAK KENAIKAN HARGA KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN TAHU DI SENTRA TAHU DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOKPenelitian ini berjudul “ANALISIS DAMPAK KENAIKAN HARGA KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN TAHU DI SENTRA TAHU DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOK”. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis pengaruh harga bahan baku kedelai, biaya penggilingan sendiri dan sewa mesin, kayu bakar dan tenaga kerja terhadap pendapatan pengrajin tahu di sentra tahu Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dan menganalisis dampak kenaikan harga kedelai terhadap pendapatan yang diterima pengrajin tahu di sentra tahu Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan alat analisis General Linear Model dan Uji Statistik yaitu Uji R², Uji F dan Uji t.
Berdasarkan hasil analisis General Linear Model (GLM) pendapatan pengrajin tahu berjenis kelamin perempuan sebelum dan setelah kenaikan harga kedelai dengan penggilingan sendiri memberikan dampak yang negatif terhadap pendapatan. Sedangkan untuk pendapatan pengrajin tahu berjenis kelamin laki-laki sebelum dan setelah kenaikan harga kedelai dengan penggilingan sendiri dan sewa mesin, dan pendapatan pengrajin tahu berjenis kelamin perempuan sebelum dan setelah kenaikan harga kedelai dengan menggunakan jenis penggilingan sewa mesin, memberikan dampak yang positif terhadap pendapatan pengrajin tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Dikarenakan kenaikan biaya produksi tahu lebih kecil dari pada kenaikan pendapatan sehingga secara keseluruhan pendapatan pengrajin tahu khususnya pengrajin tahu laki-laki yang menggunakan jenis penggilingan solar dan sewa mesin mengalami peningkatan rata-rata pendapatan setelah adanya kenaikan harga kedelai sebesar Rp712.329,00. Rata-rata pendapatan pengrajin tahu laki-laki dan perempuan sebelum kenaikan harga kedelai sebesar Rp 598.955,00 dan setelah kenaikan harga kedelai, rata-rata pendapatan pengrajin tahu laki-laki dan perempuan sebesar Rp 671.328,00
Berdasarkan uji F menunjukan bahwa pada selang kepercayaan 95% dalam variabel periode harga (WP), jenis penggilingan (X21), jenis kelamin (X5), penggilingan (X2), tenaga kerja (X4), dan jenis penggilingan (X21)* jenis kelamin (X5) menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan (Y) pengrajin tahu di sentra tahu Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Sedangkan untuk variabel kayu bakar (X3) tidak menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan (Y) pengrajin tahu di sentra tahu Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Berdasarkan uji t menunjukan bahwa pada selang kepercayaan 95% dalam variabel periode harga (WP), penggilingan (X2), tenaga kerja (X4), jenis penggilingan (X21)*jenis kelamin (X5) menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan (Y) pengrajin tahu di sentra tahu Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Sedangkan untuk variabel jenis penggilingan (X21), jenis kelamin (X5) dan kayu bakar (X3) tidak menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan (Y) pengrajin tahu di sentra tahu Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.
Implikasi dari penelitian ini adalah Pengrajin tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas hendaknya memperhatikan faktor harga bahan baku kedelai karena berpengaruh terhadap produksi tahu. Bahan baku dapat ditingkatkan dengan mengadakan kerjasama dengan petani kedelai sekitar dan membentuk kelompok pengrajin tahu untuk mempermudah memperoleh bahan produksi tahu sehingga kenaikan harga bahan baku bisa ditekan seminimal mungkin. Pemerintah juga perlu memusatkan perhatiannya pada industri kecil tahu seperti ini karena seringkali produsen tahu mengalami kesulitan produksi akibat adanya kenaikan harga bahan baku kedelai impor sehingga pengrajin tahu pun mengalami kesulitan modal untuk membeli bahan baku kedelai. Jika masalah ini masih berkelanjutan maka banyak pengrajin tahu yang akan gulung tikar. Maka dari itu, pemerintah perlu memberikan subsidi kedelai impor kepada para pengrajin tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok pada saat terjadi kenaikan harga bahan baku kedelai agar usaha pengrajin tahu terus berjalan dan ketersediaan tahu di pasaran tetap ada.

Kata Kunci: Bahan Baku, Periode Harga, Penggilingan, Jenis Penggilingan, Kayu Bakar, Tenaga Kerja, Jenis Kelamin, Pendapatan, GLM.
This research is entitled "IMPACT ANALYSIS OF SOYBEAN PRICE INCREASE REVENUE TOFU KNOW IN THE CENTER VILLAGE DISTRICT KALISARI CILONGOK". The purpose of this study was to analyze the effect of soy raw material prices, the cost of diesel and milling machine rental, firewood and labor to the production of income out in the village center Kalisari know Cilongok District of Banyumas and analyze the impact of price increases to income derived soybean tofu in The village centers know Kalisari District of Banyumas Cilongok. This study using the General Linear Model analysis tools and test statistics that R ² test, F test and t test.
Based on the analysis of General Linear Model (GLM) income tofu female before and after the increase in the price of soybeans by grinding it self a negative impact on income. As for revenue tofu male sex before and after the rise in soybean prices and rents with its own milling machine , and income tofu female before and after the rise in soybean prices from the type milling machine rental , have a positive impact on the income of artisans out in the Village District of Cilongok Kalisari Banyumas . Due to the increase in production costs out smaller than the overall increase in revenue that revenue tofu tofu especially men who use diesel and lease type milling machines increased average revenue after the price increase soybean by Rp712.329,00 . The average income of artisans know men and women before the rise in soybean prices Rp 598,955.00 and after the rise in soybean prices , the average income of artisans know men and women of Rp 671,328.00
Based on the F test showed that the 95% confidence interval in the variable period (WP), grinding type (X21), sex (X5), milling (X21), labor (X2), (X4) and the type of milling (X21)*sex (X5), showed a significant effect on income (Y) tofu in the center of the village know Kalisari Cilongok District of Banyumas. As for the firewood variable (X3) showed no significant effect on income (Y) tofu in the center of the village know Kalisari Cilongok District of Banyumas. Based on t-test showed that the 95% confidence interval in the variable period (WP), milling (X2), labor (X4), grinding type (X21)*sex (X5), showed a significant effect on income (Y) craftsmen out in the center of the village know Kalisari Cilongok District of Banyumas. As for the variable type of milling (X21), sex (X5), and firewood (X3) showed no significant effect on income (Y) tofu in the center of the village know Kalisari Cilongok District of Banyumas.
The implication of this research is of tofu in the Village Craftsmen Kalisari District of Banyumas Cilongok should consider factors the price of soybeans as raw materials which affect the production of tofu. The raw material can be enhanced by having cooperation with soybean farmers around and form groups to make it easier obtaining tofu materials so that raw material price increases could be minimized. The government also needs to focus its attention on small industries know this because often producers of tofu having production difficulties due to rising prices of raw materials so that the imported soybean tofu was having a hard capital to buy raw materials soybean. If the problem is still ongoing so many craftsmen of tofu who will go out of business. Therefore, the government should provide subsidies to soybean imports the tofu craftmens in the Village District of Cilongok Kalisari in the event of rising prices of raw materials soy tofu to continue running the business and for tofu the availability in the market remain.

Keywords : Raw Materials, Period, Milling, Grinding type, Firewood, Labor, Gender, Income, GLM.