| NIM | G1B009081 |
| Namamhs | DEDI ARIS SETIAWAN |
| Judul Artikel | Prevalensi Kecacingan yang Ditularkan Melalui Tanah Pada Murid Sekolah Dasar Kelas 1 Diwilayah Kerja Puskesmas II Kemranjen Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penyakit kecacingan dapat menginfeksi semua golongan umur, tetapi prevalensi tertinggi terdapat pada kelompok umur sekolah dasar. Penyakit kecacingan masih dianggap sebagai hal sepele oleh sebagian besar masyarakat, padahal jika dilihat dampak jangka panjangnya, kecacingan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi penderita. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan prevalensi kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada murid Sekolah Dasar kelas 1 di wilayah kerja Puskesmas II Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan jumlah sampel 74 responden. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Infeksi cacing dibuktikan dengan uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 anak (16,2%) infeksi positif, dengan rincian A. lumbricoides (13.5%), T. trichiura (2.7%). Prevalensi berdasarkan variabel orang, pendidikan orang tua SD (91,7%), pekerjaan orang tua, tidak bekerja (41,7%), pendapatan < Rp 877.500., (100,0%). Usia anak 6 tahun (58,4%), jenis kelamin perempuan (95,0%), status gizi kurang (100,0%), personal hygiene buruk (83,4%), makan obat > 6 bulan (100,0%). Prevalensi berdasarkan variabel lingkungan, tidak ada jamban (100,0%), membuang tinja dikebun (66,7%), suber air sumur (66,7%), observasi air tidak memenuhi syarat (100,0%), lantai tidak memenuhi syarat (91,7%), jamban tidak memenuhi syarat (100,0%). Saran dalam penelitian ini agar Dinas Kesehatan wilayah setempat senantiasa memberikan pengetahuan pentingnya personal higiene, penyediaan sarana air bersih dan jamban, yang sesuai dengan syarat kesehatan untuk mencegah terjadinya infeksi kecacingan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Helminthiasis can infect all the age, but the highest prevalence found in the elementary school age. Helminthiasis is still considered trivial by most of the community, but if the long-term impact seen, helminthiasis cause harm to the patient. The purpose of this study was to describe the prevalence of soil transmitted helminthes in students primary school class 1 in the working area Puskesmas II Kemranjen Kabupaten Banyumas. This research uses the method descriptive, with the total sampel 74 respondents. The data obtained through the interview and observation. Worm infections attested by laboratory test. The research results indicate that 12 childrens (16,2%) positive infection, with details A. lumbricoides (13.5%), T. trichiura (2.7%). The prevalence based on host variable, parent education primary school 91,7%, job of parent 41,7%, income < Rp 877.500., (100,0%), age of child 6 years (58,4%), gender female (95,0%), nutritional status is less (100,0%), bad personal hygiene (83,4%), packed drugs > 6 months (100,0%). The prevalence based on environment variable, there was no toilets (100,0%), defecation in the garden (66,7%), source of water from the well (66,7%), observation water does not qualify (100,0%), floor does not qualify (91,7%), toilets does not qualify (100,0%). Suggestions in this researching order to local area health office always provide the knowledge importance personal hygiene, provision of water supply and latrines, in accordance with the terms of health to prevent the occurrence of helminth infection. |
| Kata kunci | Prevalensi, Kecacingan, Murid Sekolah Dasar |
| Pembimbing 1 | Devi Octaviana S.Si, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Drs. Kuswanto M.Kes |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2014-11-25 09:05:39.577497 |
|---|