Artikelilmiahs
Menampilkan 7.041-7.060 dari 48.886 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 7041 | 11238 | G1A008073 | HUBUNGAN ANTARA TEKANAN DARAH DENGAN SKOR APGAR BAYI BARU LAHIR PADA IBU PREEKLAMSIA DENGAN SEKSIO SESAREA YANG MENGGUNAKAN ANESTESI SPINAL DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | ABSTRAK Preeklampsia adalah sindrom spesifik kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel dan merupakan salah satu dari tiga penyebab utama kematian ibu disamping perdarahan dan infeksi. Pada pasien preeklamsia berat pengakhiran kehamilan dapat dilakukan dengan seksio sesarea maupun induksi persalinan pervaginam. Seksio sesarea terbukti dapat menyebabkan kematian ibu sebesar 15,6%, kejadian asfiksia sedang dan berat sebesar 8,7% dari 1.000 kelahiran hidup, dan kematian neonatal dini sebesar 26,8% per 1.000 kelahiran hidup. Asfiksia neonatorum sendiri dapat menyebabkan skor APGAR (Appearance Pulse Grimace Activity Respiration) yg rendah. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara tekanan darah dengan skor APGAR bayi baru lahir pada ibu preeklamsia dengan seksio sesarea yang menggunakan anestesi spinal di RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dan didapatkan 30 pasien yang memenuhi kriteria inklusi: ibu hamil yang menjalani operasi seksio sesarea dengan umur kehamilan aterm, jumlah bayi yang dikandung tunggal, ibu hamil dengan diagnosis preeklamsia, dan menggunakan anestesi spinal pada seksio sesarea. Analisis data yang digunakan adalah tes Spearman. Hasil uji korelasi spearman diperoleh nilai r = -0,55 (p 0,774), r = -0,14 (p 0,460), r = -0,34 ( p 0,0,62) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara MAP dengan skor APGAR menit ke-1, 5, dan 10. Tidak terdapat hubungan antara tekanan darah dengan skor APGAR bayi baru lahir pada ibu preeklamsia dengan seksio sesarea yang menggunakan anetesi spinal di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Preeclampsia is a spesific syndrome in pregnancy. It can reduces organ perfusion due to vasospasm and endothelial activation and it is one of the three main causes of maternal mortality in addition to bleeding and infection. In patients with severe preeclampsia, pregnancy termination can be done by sectio caesarea or induction of vaginal delivery. Sectio caesarea can causes maternal mortality (15.6%), moderate and severe asphyxia (8.7% from 1,000 live births), and early neonatal mortality (26.8% per 1,000 live births). Neonatal asphyxia can be the cause of the low APGAR (Appearance Pulse Grimace Activity Respiration) scores that low. To know the correlation between blood pressure with APGAR scores of newborns in mothers with preeclampsia sectio caesaria in spinal anesthesia at RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto. This study used an analytic observational design with cross-sectional approach. This study also used consecutive sampling technique and found 30 patients who fulfilling the inclusion criteria: pregnant women who underwent sectio caesarea at term gestation age, single fetus, pregnant women with preeclampsia diagnosis, and the use of spinal anesthesia in sectio caesarea. Data was analysed with the Spearman test. Spearman correlation test results obtained the value of r = -0.55 (p 0.774), r = -0,14 (p 0,460), r = -0,34 ( p 0,0,62) which means there is no significant relationship between the MAP with APGAR scores the minute 1, 5, and 10. There was no significant relationship between blood pressure with APGAR scores of newborns in mothers with preeclampsia sectio caesarea in spinal anesthesia in RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto. | |
| 7042 | 8191 | F1G010008 | KETIDAKADILAN JENDER DALAM NOVEL SURGA SANG PRAMURIA KARYA ULLAN PRALIHANTA | Penelitian ini berjudul “Ketidakadilan Jender dalam Novel Surga Sang Pramuria Karya Ullan Pralihanta” yang berlatarbelakang tema kehidupan seorang pramuria dengan segala permasalahannya yang kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Alur yang menarik, karakter tokoh beragam, dan penggunaan latar yang mengambil daerah perkotaan dengan keadaan ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah membuat pembaca tertarik membaca novel ini. Novel Surga Sang Pramuria menceritakan tentang ketidakadilan jender yang dialami tokoh utama bernama Rasti yang didapat dari orang di sekelilingnya. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah keterjalinan antarunsur intrinsik yang meliputi alur atau plot, penokohan, dan latar dalam novel Surga Sang Pramuria karya Ullan Pralihanta, serta bagaimanakah ketidakadilan jender yang dialami tokoh utama wanita novel Surga Sang Pramuria karya Ullan Pralihanta. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterjalinan antarunsur intrinsik yang meliputi alur, penokohan, dan latar yang terdapat pada novel Surga Sang Pramuria karya Ullan Pralihanta, serta mendeskripsikan bentuk ketidakadilan jender yang dialami tokoh utama wanita novel Surga Sang Pramuria karya Ullan Pralihanta. Alur yang digunakan adalah alur campuran. Hal tersebut terlihat pada awal cerita yang menggunakan alur sorot-balik, tengah cerita menggunakan alur lurus, dan di akhir cerita menggunakan alur sorot-balik. Tokoh utama dalam novel adalah Rasti, yang memiliki sifat tidak mudah terpengaruh dan menyerah dengan situasi yang sedang dihadapinya, sangat menyayangi anak, berpendirian teguh, dan bertanggungawab. Latar tempat yang mendominasi adalah rumah kontrakan Rasti, rumah sakit Pelita Jiwa, dan lokalisasi tempat Rasti bekerja. Ketidakadilan jender yang dialami tokoh utama dalam novel Surga Sang Pramuria karya Ullan Pralihanta ialah berupa stereotip dan kekerasan terhadap perempuan. Rasti sebagai tokoh utama mendapatkan berbagai bentuk ketidakadilan itu, baik dari tokoh laki-laki, perempuan, maupun masyarakat. Ketidakadilan jender tersebut timbul karena adanya perbedaan jenis kelamin, perbedaan pandangan atau pemikiran, dan kebutuhan ekonomi. Rasti yang kerap mendapat konflik dan perlakuan tidak adil dari orang di sekelilingnya mengakibatkan timbulnya keletihan batin yang menjadikannya mengalami gangguan kejiwaan di akhir cerita. | This research is entitled “Ketidakadilan Jender dalam Novel Surga Sang Pramuria Karya Ullan Pralihanta”. The novel is so interesting to be read because of the plots, the characters and the settings, several places in a city where the middle class society lives. Moreover, this novel, Surga Sang Pramuria tells about gender’s injustice conducted by people around the main character of the novel named Rasti. The research questions of the research are how intrinsic elements, such as, plots, characters, and settings in the novel, Surga Sang Pramuria, written by Ullan Pralihanta are tied in; and how injustice treatment experienced by the major female character in the novel, Surga Sang Pramuria, written by Ullan Pralihanta are depicted. Therefore, the purpose of this research is to describe the interrelation of the intrinsic elements, for example, plots, characters, and settings in the novel, Surga Sang Pramuria, written by Ullan Pralihanta; and to describe kinds of gender’s injustice faced by the main female character in the novel, Surga Sang Pramuria, written by Ullan Pralihanta. The plot which is applied in the novel is mixed plot. In the beginning of the story, the plot is flashback plot; in the middle, the plot is dramatic or progressive plot, and in the end, the plot is flashback plot. The main character of the novel is Rasti who is independent, consistent, lovable, persistent, and responsible. The setting of the novel is Rasti’s rental house, a hospital named Pelita Jiwa, and the place where Rasti works. The gender’s injustices faced by the main character of the novel entitled Surga Sang Pramuria written by Ullan Pralihanta are stereotype and violence toward women. Rasti is the major character who gets those injustices from male characters, female characters, and her society. The injustices emerge because of gender, different point of views, and economic needs. Thus, Rasti who gets inappropriate treatments becomes mentally very sick in the ending of the story. | |
| 7043 | 8192 | C1A010075 | ANALISIS WILLINGNES TO PAY PENCEMARAN UDARA AKIBAT PENGKONSUMSI ROKOK DI PURWOKERTO TAHUN 2013 | Penelitian ini berjudul “ Analisis Willingnes To Pay Pencemaran Udara Akibat Pengkonsumsi Rokok di Purwokerto Tahun 2013”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesediaan membayar (Willingnes To Pay) dari pengkonsumsi rokok yang mencemari udara di kota Purwokerto. Penelitian ini merupakan survey terhadap masyarakat mengunakan metode kontingensi (Contingent Valuation Methods). Populasi dalam penelitian ini adalah para pengkonsumsi rokok di Kota Purwokerto dengan 158 perokok aktif menjadi sampelnya. Metode pengambilan sampel adalah perpaduan antara area sampling dan simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diperoleh: (1) adanya kesediaan membayar (Willingnes To Pay) para pengkonsumsi rokok di Kota Purwokerto, (2) nilai rata-rata WTP dari para pengkonsumsi rokok di kota Purwokerto yaitu sebesar Rp10.565,00/bulan/orang, (3) faktor yang mempengaruhi besar kecilnya nilai WTP adalah tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat pemahaman mengenai dampak asap rokok. Variabel yang tidak mempengaruhi besar kecil nilai WTP adalah tingkat usia, tabungan, dan lamanya merokok. (4) tingkat pemahaman para pengkonsumsi rokok di Purwokerto tentang dampak asap rokok terhadap udara di sekitar dan kesehatan orang-orang yang ikut menghisap asap rokok sudah cukup tinggi. Sebesar 77 persen dari total responden menyatakan tahu tentang dampak asap rokok terhadap udara di sekitar dan kesehatan orang- orang yang ikut menghisap asap rokok. Implikasi dari hasil penelitian adalah : (1) adanya kesediaan membayar berarti masyarakat peduli terhadap lingkungan dan kesehatan orang lain, tinggal bagaimana adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Bagi para perokok hendaknya lebih peka dengan keadaan sekitar, apabila akan merokok hendaknya di tempat terbuka agar asap lebih cepat terurai, (2) melihat nilai WTP yang besar tidak ada salahnya jika pemerintah benar-benar membuat peraturan tentang pajak lingkungan ini, karena ketika sudah menjadi peraturan masyarakat tentunya tidak akan bisa menolak lagi. Hasil dari pembayaran pajak lingkungan ini bisa digunakan untuk dana subsidi pada orang-orang yang sakit karena dampak asap rokok, (3) pajak lingkungan ini bisa digunakan untuk menunjang pelaksanaan PP No.109 tahun 2012 pasal 51 ayat 1 yakni penyediaan tempat khusus yang disediakan untuk merokok dan pembuatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang terdapat pada pasal 49 PP No.109 tahun 2012, (4) perlu adanya sosialisasi tentang PP No.109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengadung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan karena banyak responden yang tidak mengetahui tentang peraturan pemerintah tersebut. | This research entitled “Analysis of Willingness To Pay of Air Pollution By Smoker in Purwokerto in 2013”. The aim of this research is to find out the willingness to pay from smoker that pollutes the air in Purwokerto. This research is a survey on people using contingency (contingent valuation methods) method. Population in this research is smokers in Purwokerto City with 158 active smokers being the sample. The method of sample collection is mixture between area sampling and purposive sampling. based on research result, obtained: (1) There is willingness to pay by smokers in Purwokerto City, (2) The average value of WTP from smokers in Purwokerto City is by Rp. 10.565,00/month/person, (3) Factors affecting the number of WTP are income level, education level and understanding level on the impact of cigarette smoke. Variables that don’t affect the number of WTP are age, savings, and length of being a smoker, (4) Understanding level of smokers in Purwokerto on the impact of cigarette smoke on the air around and the health of people that also inhales the smoke is already high enough. Abourt 77 percent from total respondent state already knew about the impact of cigarette smoke on the air around and the health of people that inhales the smoke. | |
| 7044 | 8194 | C1B010124 | PENGARUH KREDIBILITAS MEREK PERUSAHAAN, PERSEPSI NEGARA ASAL MEREK, DAN KESESUAIAN CITRA DIRI KONSUMEN DENGAN PRODUK TERHADAP NIAT PEMBELIAN DENGAN PENGETAHUAN MEREK SEBAGAI MODERASI PADA PRODUK MEREK APPLE | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Kredibilitas Merek Perusahaan, Persepsi Negara Asal Merek, dan Kesesuaian Citra Diri konsumen terhadap Niat Pembelian dengan Pengetahuan Merek sebagai moderasi pada alat komunikasi Apple di Purwokerto. Sampel yang digunakan adalah 100 sampel kemudian dianalisis dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modeling). Hasil dari 6 hipotesis yang diusulkan peneliti menunjukkan bahwa 3 hipotesis memiliki hubungan positif signifikan dan 3 hipotesis lainnya memiliki hubungan positif tidak signifikan. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk lebih meningkatkan pengembangan produk-produknya di Pasar Global secara keseluruhan, Apple perlu melakukan inovasi secara periodik terkait dengan diferensiasi produk dan keunikan produk mereka dibandingkan dengan kompetitor lain kemudian menambahkan sejumlah promosi yang intensif dan iklan di untuk memperkuat minat konsumen terhadap Apple, hal ini bertujuan agar prestasi dan citra Apple akan meningkat melebihi pencapaian yang ada saat ini. | The purpose of this study is to analyze the effect of the Corporate Brand Credibility , Brand Origin , and Self-Image Congruence that impact to Purchase Intention with Brand Knowledge as a moderating variable on Apple gadgets in Purwokerto . The samples used were 100 samples then analyzed by using SEM ( Structural Equation Modeling ) . The results of this study indicate that 6 hypothesis which researchers proposed have positive relationship for all , which 4 of them are significant while 2 others are not significant The implication of this research is to improve further the development of its products in Global Market as a whole , Apple need to innovate products related with the differentiation and uniqueness of their product compared to other competitors then add more an amount of promotion intensively and advertisement in order to strengthen consumen interest to Apple, more than a lot of achievements and image that Apple already has nowadays. | |
| 7045 | 8195 | B1J010221 | KARAKTERISTIK MORFOLOGI DUKU (Lansium domesticum Corr.) DESA KALIKAJAR KECAMATAN KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA | Duku (Lansium domesticum Corr.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki rasa manis yang khas dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Salah satu sentral tanaman duku yang terkenal di daerah Purbalingga adalah Desa Kalikajar. Duku yang berasal dari Kalikajar sudah terkenal akan rasanya yang khas, yaitu lebih manis dan ukuran buahnya lebih besar jika dibandingkan duku dari daerah lainnya. Tidak hanya terkenal di kawasan lokal Purbalingga, duku dari Kalikajar sudah banyak dikenal dan digemari oleh masyarakat dari luar Kabupaten Purbalingga. Duku dari Kalikajar memiliki potensi yang besar untuk dijadikan komoditi utama Kabupaten Purbalingga, tetapi hal ini belum dapat terealisasi karena kurangnya informasi dan penelitian mengenai duku Kalikajar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1).mengetahui karakteristik morfologi duku di Desa Kalikajar Purbalingga, 2). mengetahui perkembangan populasi duku di Desa Kalikajar Purbalingga. Metode yang digunakan adalah survey. Cara pengambilan sampel secara acak terpilih (Purposive random sampling) di enam gerumbul Desa Kalikajar, yaitu Trenggiling, Kayu Ares, Duku Tengah, Kalikajar Kulon, Kutareja, dan Tambangan. Parameter morfologi yang diamati, yaitu tinggi pohon, sifat morfologi batang, daun, bunga, buah, dan biji. Sedangkan populasi duku diamati dengan menggunakan kuisioner dan wawancara kepada pemilik duku. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa duku dari Kalikajar memiliki karakteristik yang khas, yaitu tinggi tanaman relatif pendek antara 7-13 meter, pola percabangan monopodial dengan cabang batang yang bervariasi, yaitu sejajar dan berlekuk, pangkal dan ujung daun memiliki variasi, yaitu bulat, membulat, meruncing, dan runcing, buah yang relatif besar, dan memiliki diameter 27,40-38,35 mm, warna buahnya kuning cerah tanpa ada bintik hitam, ukuran kulit buah tipis, yaitu 1,05-2,50 mm, daging buahnya tebal, yaitu 2-10,5 mm, bijinya berbentuk lonjong dengan diameter 5-14,4 mm dan hanya terdapat 1-2 biji dalam satu buah duku. Populasi duku yang berada di wilayah Kalikajar mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan sudah ada upaya perbanyakan oleh warga baik secara biji maupun cangkok. | Duku (Lansium domesticum Corr .) was a horticultural crop that had spesial sweet flavor and had a fairly high economic value . One of the central plant that had been well known in Purbalingga was duku of Kalikajar. Duku from Kalikajar was famous for its distinctive taste, which was sweeter and larger fruit size than duku from other regions . Not only well-known in the local area Purbalingga, but also duku of Kalikajar already widely known and loved by people from outside Purbalingga. Duku from Kalikajar had big potential to be main commodity of Purbalingga, but it seems yet to be realized due to lack of information and research on duku Kalikajar. This study aims to: 1 ). determine the morphological characteristics duku in the Kalikajar village of Purbalingga, 2). for knowing the population growth of duku in Kalikajar village of Purbalingga. The method used survey. The sample randomly selected (purposive random sampling) in the group of six villages Kalikajar, namely Trenggiling, Kayu Ares, Duku Tengah, Kalikajar Kulon, Kutareja, and Tambangan. Morphological parameters were observed , namely, tree height, stem, leaves , flowers, fruits, and seeds. Population of duku was observed by using questionnaires and interviews to the owner duku. Data were analyzed descriptivel. The results showed that duku of Kalikajar had special characteristics, for examples: height of plant relatively short between 7-13 meters, monopodial branching pattern with varying stem branches, namely parallel and grooved, base and tip of the leaf has a variation, such as: spherical , rounded , tapered , and cuneiform, and had 27.40 to 38.35 mm in diameter, fruit had bright yellow color without any black spots, the rind of fruit thin, between 1.05 to 2.50 mm, the flesh thick, namely 2-10,5 mm, oval -shaped seeds with a diameter of 5 - 14.4 mm and contained only 1-2 seeds in one fruit duku. Duku population residing in the area Kalikajar increased. This is due to the multiplication of efforts by citizens either seeds or grafting . | |
| 7046 | 8196 | F1F009008 | TABOO LANGUAGE IN SCOTT PILGRIM VS. THE WORLD MOVIE An Analysis of Gender Differences in Using Taboo Language in Conversation | Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan analisis bahasa tabu di film Scott Pilgrim vs World, untuk mengetahui jenis, fungsi, dan kemudian perbedaan gender dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan data yang diambil dari percakapan di film Scott Pilgrim vs World. Alasan peneliti memilih bahasa tabu karena meskipun bahasa tabu tidak patut untuk digunakan, banyak orang menggunakan bahasa tabu, bahkan di media. Hal ini dapat memperbesar pengetahuan peneliti dan pembaca mengenai kajian studi semacam ini. Metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif . Peneliti menjawab pertanyaan penelitian dalam bentuk paragraf dengan menggambarkan konteks dan analisis. Terdapat 32 data yang digunakan sebagai sampel, dan berdasarkan klasifikasi jenis bahasa tabu, peneliti menemukan 20 data yang dimasukkan sebagai kata tabu, 8 eufemisme , dan 4 kata netral. Berdasarkan klasifikasi fungsi bahasa tabu , peneliti menemukan 6 fungsi positif, dan 26 fungsi negatif. Kemudian, berdasarkan klasifikasi perbedaan gender dalam penggunaan bahasa tabu, peneliti menemukan 11 bahasa tabu dalam percakapan pria, 8 dalam percakapan perempuan, dan terakhir di campuran percakapan gender, 13 bahasa tabu ditemukan. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa pada film Scott Pilgrim vs World, baik para pemeran pria dan wanita menggunakan semua jenis bahasa tabu, dan perbedaan gender tidak ditemukan dalam penggunaan bahasa tabu. | This research was conducted to describe the analysis of taboo language in Scott Pilgrim vs. the World Movie, to find out the types, the functions and then the gender differences in using it. This research used the data that were taken from conversations in Scott Pilgrim vs. the World Movie. The reason why the researcher chooses taboo language is because even it is inappropriate to use, many people use taboo language even in the media. It can enlarge the knowledge of the researcher and the reader about this kind of study. The method is qualitative. The researcher answers the research question in form of paragraphs by describing the contexts and analyses. There were 32 data used as the samples. Then, based on the classification of types of taboo language, the researcher found 20 data that are included as taboo words, 8 euphemisms, and 4 neutral words. Based on the classification of taboo language functions, the researcher found 6 positive functions, and 26 negatives function. Then, based on the classification of gender differences in using taboo language, the researcher found 11 words in men’s conversations, 8 in women’s conversations, and lastly in mixed gender conversation, 13 words of taboo language found. To sum up, both male and female characters use all types of taboo related language, and the gender differences does not exist in the use of different types of taboo words. | |
| 7047 | 8197 | E1A010129 | PENERAPAN TRANSPARANSI INFORMASI PRODUK BANK PADA PRODUK TABUNGAN BNI TAPLUS DAN REKSA DANA DI PT.BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG PURWOKERTO | Menurut Pasal 28 F Undang-Undang Dasar 1945 tercantum bahwa setiap orang mempunyai hak atas informasi, sebagaimana juga diatur dalam Pasal 29 ayat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 atas perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan tercantum bahwa untuk kepentingan nasabah, bank wajib menyediakan informasi mengenai kemunkinan timbulnya risiko kerugian bagi basabah. Hak atas informasi bagi nasabah tersebut diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/6/PBI/2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah. Tujuan pengaturan tersebut adalah untuk memberikan perlindungan hukum bagi nasabah dalam mendapatkan informasi secara jelas, jujur, dan lengkap tentang segala karakteristik produk bank, serta untuk meningkatkan good corporate governance bagi bank dan menghindarkan timbulnya risiko hukum dan risiko reputasi. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan kepustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan transparansi informasi produk bank pada produk tabungan BNI Taplus dan reksa dana di PT.BNI (Persero) Tbk Cabang Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. BNI (Persero) Tbk Cabang Purwokerto dalam penerapan transparansi informasi produk tabungan BNI Taplus dan reksa dana telah menerapkan sebagian besar ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/6/PBI/2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah, namun berkaitan dengan pemberian informasi risiko produk tabungan BNI Taplus secara tertulis belum dicantumkan dalam leaflet atau brosur. | According to Article 28 F Act of 1945 stated that every people has the right to get information, as well as regulated in Article 29 paragraph ( 4 ) of Law No. 10 of 1998 for the change of Act No. 7 of 1992 stated that for the sake of customers, banks are required to provide information about the risk that will be gotten by customer . The right to information for these customers are further regulated in Bank Indonesia Regulation No. 7/6/PBI/2005 on Transparency Product Information and Use of Customer Personal Data. The purpose of this regulation is to provide legal protection for the customers in getting the information in a clear, honest , and full of all the characteristics of bank products, as well as to enhance good corporate governance for banks and prevent the emergence of legal risk and reputation risk. This research is a descriptive normative . The type of data used are secondary data is data obtained from literature. This research is conduct to determine the application of the transparency of bank product information on BNI Taplus savings products and mutual funds in PT.BNI ( Persero ) Tbk Branch Purwokerto. The result showed that PT . BNI ( Persero ) Tbk Branch Purwokerto of transparency in the application of information BNI Taplus savings products and mutual funds have implemented most of the provisions of Bank Indonesia Regulation on Transparency 7/6/PBI/2005 Product Information and Use of Customer Personal Data, however relates to the provision of information BNI Taplus risk savings products in writing not included in the leaflet or brochure . | |
| 7048 | 10233 | H1D009014 | ANALISIS RISIKO BENCANA TSUNAMI DI WILAYAH KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP | Cilacap, sebagai salah satu kabupaten yang berada di pesisir selatan Jawa Tengah tergolong dalam daerah rawan bencana tsunami menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal ini dikarenakan Cilacap mempunyai bentuk berupa teluk yang menyempit yang merupakan salah satu ciri daerah yang rawan terhadap tsunami.. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan zonasi tingkat risiko daerah rawan bencana tsunami berdasarkan bahaya alam dan kerentanan di Kecamatan Cilacap Selatan. Variabel kerentanan tsunami dalam studi ini diwakili oleh 5 jenis variable yaitu Kelas Penggunaan Lahan (Land use), Kelas Ketinggian, Kelas Jarak dari Pantai, Kelas Kemampuan Evakuasi, dan Kelas Kepadatan Penduduk. Nilai kerentanan yang diperoleh dipengaruhi oleh kelima jenis variabel tersebut di atas. Daerah rawan bencana tsunami diidentifikasikan sebagai daerah yang berpotensi terkena rayapan gelombang tsunami dan merupakan daerah yang terendam oleh gelombang tsunami ketika terjadi bencana tsunami. Faktor – faktor yang mempengaruhi kerawanan tsunami antaralain, jarak maksimum rendaman, tinggi rayapan maksimum (run-up), dan daerah rendaman (inundasi). Dalam studi ini, dilakukan analisis untuk kerawanan dengan cara overlay citra Landsat dengan Innundation modelling, analisis kerentanan dengan pembobotan kriteria kerentanan (AHP) dan kemudian output dari analisis kerawanan dan kerentanan kembali dianalisis dengan metode Weight Overlay sehingga didapat peta resiko. Dari penelitian didapat luas area dengan keriteria sangat rawan seluas 892492 m² atau 7.325 % sedangkan luas total area dengan keriteria rawan memiliki luas 2370436 m² atau 19.455 % dari luas total Kecamatan Cilacap Selatan. Untuk tingkat desa diketahui bahwa desa Tegalkamulyan memiliki daerah sangat rawan seluas 676917 m² dan luas area rawan 1426352 m².Berdasarkan tingkat kerentanan, Kecamatan Cilacap Selatan memiliki daerah sangat rentan seluas 2316216 m² atau 19.01% dan daerah rentan seluas 8364818 m² atau 68.653 % dari luas total Kecamatan Cilacap Selatan. Untuk tingkat desa, Tegalreja merupakan daerah dengan tingkat kerentanan terbesar yaitu seluas 563213 m² rentan dan 2195087 m² sangat rentan. Berdasarkan resiko bahaya, desa yang paling beresiko adalah desa Tegalkamulyan dengan daerah yang cukup beresiko seluas 643761 m² dan daerah yang beresiko seluas 1764435m². | Cilacap, as one of the districts in the southern coast of Central Java belong to the tsunami disaster prone areas according to the National Disaster Management Agency (BNPB). This is because Cilacap has narrowed the form of the bay which is one of the characteristics of the tsunamiprone areas .Under these conditions, it is necessary to risk level zoning tsunami prone areas based on natural hazards and vulnerability in District south of cilacap. The tsunami vulnerability variable in this study is represented by a variable that is five Class types of land use (Land use), Height Class, Class Distance from the beach, Evacuation Capability Class, and Class Population Density. Values obtained are affected by the vulnerability of the five types of these variables. Tsunamiprone areas identified as potentially affected areas creep tsunami waves and is an area submerged by the tsunami when the tsunami. Factors factors affecting vulnerability antaralain tsunami, the maximum distance of immersion, high maximum creep (runup), and the immersion area (inundation). In this study, an analysis of vulnerability by means of Landsat imagery overlaid with Innundation modeling, vulnerability analysis by weighting the criteria of vulnerability (AHP), and then the output of insecurity and vulnerability analysis re-analyzed by the methods of Weight Overlay in order to get a map of risk. From the study area with the criteria obtained very vulnerable area of 892492 m² or 7.325%, while the total area of the cartilage has a broad criteria of 2,370,436 m² or 19.455% of the total area of Cilacap District of South. For the village level the village Tegalkamulyan have known that the area is prone area of 676917 m² and the area is prone 1,426,352 m².Based on vulnerability level, District of South Cilacap has a very vulnerable area or an area of 2316216 m² and 19.01% area vulnerable area of 8364818 m² or 68,653% of the total South Cilacap Sub-district. For the village level, Tegalreja is an area with a level of vulnerability that is most vulnerable area of 563213 m² and 2195087 m² very vulnerable. Based on the risk, the risk that the village is the village Tegalkamulyan with relatively high risk area covering 643761 m² and the area at risk 1764435m² area. | |
| 7049 | 10234 | H1D009045 | ZONASI TINGKAT RISIKO DAERAH RAWAN BENCANA TSUNAMI BERDASARKAN BAHAYA DAN KERENTANAN DI KECAMATAN BINANGUN KABUPATEN CILACAP | Cilacap, sebagai salah satu kabupaten yang berada di pesisir selatan Jawa Tengah mempunyai bentuk berupa teluk yang menyempit yang merupakan salah satu ciri daerah yang rawan terhadap tsunami. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan zonasi tingkat risiko daerah rawan bencana tsunami berdasarkan bahaya alam dan kerentanan di Cilacap terutama Kecamatan Binangun. Daerah rawan bencana tsunami diidentifikasikan sebagai daerah yang berpotensi terkena rayapan gelombang tsunami, faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain, jarak maksimum rendaman, tinggi rayapan maksimum, dan daerah rendaman. Sedangkan variabel kerentanan tsunami dalam studi ini diwakili oleh 5 jenis variable yaitu Kelas penggunaan lahan (landuse), ketinggian, jarak dari pantai, kemampuan evakuasi, dan kepadatan penduduk. Sistem informasi geografis (SIG) merupakan perangkat yang memiliki kemampuan untuk memvisualisasikan tingkat resiko tsunami. Salah satu metode aplikasi SIG yang sering digunakan saat ini adalah metode Cell Based Modelling (CBM). Dalam studi ini, dilakukan analisis untuk kerawanan dengan cara overlay data elevasi dari SRTM DEM dengan Innundation modelling yang berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2009 tentang Pedoman Perencanaan Umum Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Rawan Tsunami.). Faktor kerentanan didapatkan dari weight overlay semua parameter kerentanan, masing-masing parameter dihitung menggunakan metode AHP. Peta Resiko didapatkan dari weight overlay antara peta kerawanan dan peta kerentanan dengan bobot yang sama. Dari penelitian didapat luas area dengan keriteria sangat rawan seluas 672.300 m² atau 1,305 % sedangkan luas total area dengan keriteria rawan memiliki luas 9.971.100 m² atau 19,3675 % dari luas total Kecamatan Binangun. Berdasarkan tingkat kerentanan, Kecamatan Binangun memiliki daerah sangat rentan seluas 160.200 m² atau 0,031% dan daerah rentan seluas 39.455.100 m² atau 76,6362% dari luas total Kecamatan Binangun. Sedangkan luas area dengan tingkat resiko sangat tinggi di Kecamatan Binangun seluas 656.100 m² atau 1,27439% dan luas area dengan tingkat resiko tinggi 1.789.200 m² atau 34,7546% dari luas Kecamatan Binangun. | Cilacap, as one of the districts in the southern coast of Central Java. This is because Cilacap has narrowed the form of the bay which is one of the characteristics of the tsunamiprone areas. Under these conditions, it is necessary to risk level zoning tsunami prone areas based on natural hazards and vulnerability in District Binangun. Tsunamiprone areas are identified as potentially affected occured creep tsunami waves and they are areas submerged by the tsunami when the tsunami. Some factor affecting vulnerability e.i tsunami, the maximum distance of immersion, high maximum creep (runup), and the immersion area (inundation). While the tsunami vulnerability variable in this study is represented by a variable that is five Class types of land use (Land use), Height Class, Class Distance from the beach, Evacuation Capability Class, and Class Population Density. Values obtained are affected by the vulnerability of the five types of these variables. Geographic information system (GIS) is a device that has the ability to visualize the level of risk and vulnerability to tsunami hazard. Cell Based Modeling (CBM) is a GIS modeling method in this study to present the complexities and interactions in nature with a simplification. In this study, the tsunami risk mapping is determined by hazard factor and vulnerability factors. Hazard factors obtained from modeling tsunami inundation areas with high creep comparing with land elevation data from the SRTM DEM where high creep calculation is based on a return period of tsunami events in the Minister of Public Works No. 06 / PRT / M / 2009 on the General Planning Guidelines for Infrastructure Development in Tsunami Prone Regions. Vulnerability factors obtained from the method of weight overlay all parameters vulnerabilities that consists of land elevation, land use, population density, distance from shore and land slope with respective weights - each parameter is calculated using the AHP method. Risk map obtained from the weight overlay between map insecurity and vulnerability maps with balanced weight Area of research obtained with the criteria of a very vulnerable of 672.300 m² or 1.305%, while the total area of the cartilage has a broad criteria of 9.9711 million m² or 19.3675% of the total District of Binangun. Based on vulnerability level, District Binangun have a very vulnerable area or an area of 160.200 m² or 0.031% and covering vulnerable areas 39.455.100 m² or 76.6362% of the total District of Binangun. For the village level, widarapayung kulon is an area with a level of vulnerability that is most vulnerable area and 324.000 m² 2.737.800 m² quite vulnerable. Based on the risk of danger, villages most at risk are Widarapayung Kulon village with an area of relatively high risk areas and areas at risk 364.500 m² 1.304.100 m² area. | |
| 7050 | 10235 | C1C007084 | PENGARUH EKSPEKTASI KINERJA, EKSPEKTASI USAHA, FAKTOR SOSIAL DAN KONDISI YANG MEMFASILITASI TERHADAP MINAT PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (Studi pada UMKM di Wilayah Kabupaten Banyumas) | Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan unit usaha yang mempunyai peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, sebab selain memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, juga dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Secara praktis, unit usaha ini merupakan tulang punggung perekonomian negara. Sejauh ini, minat masyarakat terhadap UMKM cukup besar sehingga dapat dikatakan bahwa perkembangan UMKM di Indonesia cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah UMKM dari tahun 2005 (47.017.062) sampai dengan tahun 2012 (56.534.592) dengan kenaikan sebesar 16.83 persen (Data Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas, 2012). Sektor UMKM berkontribusi sampai dengan 97 persen terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Selain itu, sektor UMKM menyumbang 56 persen dari seluruh nilai transaksi perekonomian Indonesia (PDB) pada tahun 2013 (Syarief Hasan, 2013). Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengukur pengaruh persepsi Ekspektasi Kinerja, Ekspektasi Usaha, Faktor Sosial dan Kondisi yang Memfasilitasi terhadap Minat Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi 100 responden pemilik/pengelola UMKM (yang dipilih dengan metode convenience sampling) di wilayah Kabupaten Banyumas. Hasilnya menunjukkan bahwa Ekspektasi Kinerja dan Ekspektasi Usaha berpengaruh positif terhadap Minat Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi, sementara Faktor Sosial dan Kondisi yang Memfasilitasi berpengaruh negatif terhadap Minat Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi. Pemahaman tentang Ekspektasi Usaha, Faktor Sosial dan Kondisi yang Memfasilitasi dapat ditingkatkan dengan cara memberikan pelatihan maupun penyuluhan tentang penggunaan sistem informasi akuntansi pada lingkup UMKM, sehingga pemilik/ pengelola UMKM dapat memahami fungsi dan manfaat sistem informasi akuntansi pada usaha yang dijalankan. | Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) is a business unit that has a strategic role in the development of the national economy, as well as contributing to national economic growth, it can also provide employment in large numbers. In practical terms, this business unit is the backbone of the state economy. So far, the public interest in MSMEs is quite large so it can be said that the development of MSMEs in Indonesia is quite significant. This is proven by the increasing number of MSMEs from the year 2005 (47.017.062) until 2012 (56.534.592) with an increase of 16.83 percent (Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas, 2012). MSME sector contributes up to 97 percent of employment in Indonesia. In addition, the SME sector contributed up to 56 percent of all transaction value of the Indonesian economy (GDP) in 2013 (Syarif Hasan, 2013). Multiple linear regression analysis was used to measure the perception of Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Factor and Facilitating Conditions toward Behavioral Intention of Accounting Information Systems 100 respondents, owners / managers of MSMEs (selected by convenience sampling method) in the district of Banyumas. The results show that the performance expectancy and efforts have a positive expectation of Interest Utilization of Accounting Information Systems, while Social Factors and Facilitating Conditions that adversely affect the Behavioral Intention of Accounting Information Systems. Understanding of the expectations of Business, Social factors and Facilitating Conditions can be improved by providing training and education about the use of accounting information systems in the scope of MSMEs, so that the owners / managers of MSMEs are able to understand the functions and benefits of accounting information systems efforts. | |
| 7051 | 10236 | G1B010072 | EFEKTIVITAS MEDIA LEAFLET DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KOMPLIKASI OBSTETRI (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibagor dan Puskesmas II Sokaraja Kabupaten Banyumas) | Angka kematian ibu merupakan indikator derajat kesehatan masyarakat. Salah satu pencegahan kematian ibu adalah mencegah kondisi berbahaya pada ibu hamil melalui pendidikan kesehatan tentang komplikasi obstetri dengan memberikan media leaflet tentang komplikasi obstetri pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media leafleat terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang komplikasi obstetri. Metode yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan rancangan pre and post test design with control group design. Lokasi pengambilan sampel adalah di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibagor dan Puskesmas II Sokaraja. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Stratified random sampling with proportional design diperoleh 31 ibu hamil pada kelompok perlakuan dan 31 ibu hamil pada kelompok pembanding. Analisis data yang digunakan untuk melihat perbedaan pada pre test dan post test adalah uji paired-sampel t-test untuk data berdistribusi normal dan uji wilcocxon untuk data yang tidak berdistribusi normal. Analisis perbedaan antara kelompok perlakuan dan pembanding menggunakan uji Independen-sampel t-test untuk data berdistribusi normal dan Uji U Mann Whitney untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan komplikasi obstetri dan sikap terhadap komplikasi obstetri setelah pendidikan kesehatan dengan media leaflet tentang komplikasi obstetri. Ada perbedaan pengetahuan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok pembanding dan perbedaan sikap yang signifikan antara kelompok perlakuan dan pembanding setelah pendidikan kesehatan dengan media leaflet pada kelompok perlakuan. Media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil. Leaflet dapat digunakan sebagai media dalam pendidikan kesehatan kepada ibu hamil. | The maternal mortality rate is an indicator of society health status. One of the ways to prevent maternal deaths is to prevent a dangerous condition on pregnant women through health education about obstetric complications is given by providing leaflets media about obstetric complications on pregnant women. The purpose of this study was to examine the effectiveness of media leaflet to increase the knowledge and attitudes of pregnant women about obstetric complications. The method used was Quasi Experiment with pre and post test design with control group design. Sampling site is at Community Health Center Kalibagor and Community Health Center unit II Sokaraja. The technique sampling used was stratified random sampling design with proportional obtained 31 pregnant women in the treatment group and 31 pregnant women in the comparison group. Analysis data to see the difference in pre test and post test was used paired sample t-test for normal distribution of data and wilcocxon test for not normally distributed data. Analysis of differences between treatment and comparison groups using independent-sample t test for normal distribution of data and U Mann Whitney test for data not normally distributed. The research result indicated that there was significant difference on the knowledge about obstetric complication and attitude toward obstetric complication after health education with leaflet media about obstetric complication. There was a significant difference on knowledge between the treatment group and the comparison group and a significant difference on attitude between the treatment group and the comparison group after the health education with leaflet media on the treatment group. Thus leaflets media can increase the knowledge and attitudes of pregnant women. So that the leaflets can be used as media in health education to pregnant women. | |
| 7052 | 8198 | D1E010150 | PENGARUH SUSU SAPI DENGAN TOTAL PADATAN YANG BERBEDA TERHADAP KADAR AIR, pH, DAN YIELD YOGHURT CHEESE (EFFECTS OF DIFFERENT TOTAL SOLIDS IN COW’S MILK ON MOISTURE CONTENT, pH, AND YIELD OF YOGHURT CHEESE) | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh susu sapi dengan total padatan yang berbeda terhadap kadar air, pH, dan yield yoghurt cheese. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Febuari sampai 14 Maret 2014 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah susu sapi segar, starter bakteri komersial (Yogourmet) yang berisi Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus acidophilus, dan susu skim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas P0: total padatan susu sapi 12%, P1: total padatan susu sapi 14%, P2: total padatan susu sapi 16%, dan P3: total padatan susu sapi 18%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diukur terdiri atas kadar air, pH, dan yield yoghurt cheese. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur dan uji ortoghonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan total padatan susu mampu menurunkan kadar air dan meningkatkan yield yoghurt cheese, sedangkan pH tidak dipengaruhi oleh total padatan susu. Hasil terbaik ditunjukkan oleh yoghurt cheese yang dibuat dari total padatan susu paling tinggi (18%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan total padatan susu mampu meningkatkan kualitas karakteristik produk yaitu kadar air dan yield yoghurt cheese yang dihasilkan, tetapi tidak mempengaruhi pH. | This research aimed to the evaluate the effects of cow’s milk with different total solids on moisture content , pH , and yield of yogurt cheese. The experiment was conducted from February, 25th until March 14th, 2014 at the Laboratory of Animal Products Technology and Laboratory of Nutrition and Feed Science, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University Purwokerto. The materials used were cow's milk, commercial bacterial starter (Yogourmet) that containsed Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus and Lactobacillus acidophilus, and skim milk. The method used in this research was experimental method using a Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of P0: milk with total solids of 12%, P1: milk with total solids of 14%, P2: milk with total solids of 16%, and P3: milk with total solids of 18%. Each treatment was repeated 5 times. Variables measured were moisture content (%), pH and yield of yogurt cheese (%). The data were analyzed using analysis of variance followed by Honestly Significant Difference Test (HSD) and Orthogonal Polynomials. The result showed the increase of total milk solids decreased the moisture content and increased yield of yoghurt cheese, while pH was not affected. The best yoghurt cheese was made from milk with total solids of 18%. In conclusion, the increase in total solids of milk improves the quality characteristics of yoghurt cheese, in term of moisture content and yield, without significant differences in pH. | |
| 7053 | 8199 | G1A010052 | Identifikasi Dokter Umum Puskesmas Mengenai Skrining Deteksi Carrier Thalassemia Sebagai Upaya Pencegahan Thalassemia di Kabupaten Banyumas | ABSTRAK Latar Belakang. Penyakit thalassemia merupakan kelainan genetik bersifat autosomal resesif tersering di dunia. Skrining bagi carrier thalassemia menjadi penting karena telah terbukti dapat menurunkan insidensi thalassemia. Skrining ini dapat dilakukan di pelayanan kesehatan primer seperti: puskesmas. Dokter umum puskesmas mempunyai kewajiban menanggulangi kejadian penyakit secara preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Tujuan. Mengidentifikasi persepsi dokter umum puskesmas mengenai skrining deteksi carrier thalassemia sebagai upaya pencegahan thalassemia di Kabupaten Banyumas. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas wilayah Kabupaten Banyumas. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil dan Pembahasan. Persepsi dokter puskesmas mengenai skrining deteksi carrier thalassemia sebagai upaya pencegahan thalassemia di Kabupaten Banyumas pada kategori baik (75,9%) dan lainnya pada kategori cukup (24,1%). Persepsi dokter pada kategori kurang tidak ada (0,0%). Kesimpulan. Persepsi dokter puskesmas mengenai skrining deteksi carrier thalassemia sebagai upaya pencegahan thalassemia di Kabupaten Banyumas sudah baik.. Kata Kunci: Persepsi, dokter umum, skrining, thalassemia | ABSTRACT Background. Thalassemia disease is the most common genetic disorder in the world. Screening for thalassemia carrier is important because it has been proven to reduce the incidence of thalassemia. This screening can be carried out in primary health care such as public health centers. As such general practitioners have an obligation tackling health centers incidence of disease preventive, promotive, curative, and rehabilitative. Objective. Identify the general practitioners perceptions about thalassemia carrier detection screening for prevention of thalassemia in Banyumas. Methods. This research is a descriptive study using cross-sectional. This research was conducted in the public health center area Banyumas. Analysis of data using frequency distributions. Results. Perception general practitioners clinic about thalassemia carrier detection screening for prevention of thalassemia in Banyumas in both categories (75.9 %) and the other sufficient category (24.1 %). Perceptions of general practitioners on no less category (0.0 %). Conclusion. Perception general practitioners clinic about thalassemia carrier detection screening for prevention of thalassemia in Banyumas is good. Keywords: Perception, general practitioners, screening, thalassemia | |
| 7054 | 8200 | F1F008095 | THE ITALIAN WOMEN’S ROLES IN SOCIETY AND THEIR STRUGGLES FOR THEIR RIGHTS IN RENAISSANCE ERA AS REFLECTED IN THE MAIN CHARACTER OF SARAH DUNANT’S NOVEL THE BIRTH OF VENUS | Penelitian berjudul “The Italian Women’s Roles in Society and Their Struggles for Their Rights in Renaissance Era as Reflected in the Main Character of Sarah Dunant’s Novel The Birth of Venus” dianalisis dengan menggunakan feminisme sosialis dan sosiologi gender sebagai teorinya. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan wanita dan perjuanganya di era renaissance dalam masyarakat Italia sebagaimana digambarkan dalam novel berjudul the Birth of Venus karya Sarah Dunant. Selain itu, metode deskriptif kualitatif, juga dipergunakan untuk mengolah data yang telah didapat. Berdasarkan analisis, menunjukkan bahwa novel ini menggambarkan kehidupan masyarakat di era renaissance melalui peranan para wanita dan perjuangan mereka ketika dituntut untuk menguasai keterampilan dalam bidang domestik, menjadi objek secara umum dan dalam hal seni. Sebagai subjek dalam hal domestik, mereka terdiskriminasi dalam area publik; diharuskan terampil dalam urusan yang berkaitan dengan perempuan; diharuskan untuk melakukan pekerjaan domestik dan mendapat label sebagai wanita yang baik. Selain itu, para wanita juga menjadi objek dari ilmu pengetahuan dan seni. Dalam ilmu pengetahuan, mereka terbatas hanya sebagai pendukung; terbatas dalam mempelajari ilmu pengetahuan (termasuk agama) dan seni; tidak memiliki hak dalam menentukan pasangan, pekerjaan dan hobi. Kemudian, sebagai objek dari seni, para wanita hanya sebagai model; ditempatkan sebagai sekunder dari para pria dalam hal seni; diperlakukan sebagai asisten; mendapat kesulitan dalam mempelajari seni; dan mendapat perlakuan tidal adil sebagai artis wanita Berdasar semua peranan yabg merendahkan para wanita tersebut, Alessandra berjuang dengan diam-diam mempelajarai ilmu pengetahuan (termasuk agama) dan seni; dan melakukan perjanjian dengan pernikahanya demi kebebasan, hak dan mimpinya. Para wanita menyadari akan takdir mereka sendiri dan berjuang untuk mimpi dan posisi yang mereka inginkan. Karakter dari Alessandra merujuk pada aksi dari para wanita yang memiliki karakter berbeda dari wanita pada umumnya di era tersebut. Hal itu membuktikan bahwa wanita tidak serta merta secara pasif menerima perlakuan diskriminasi yang terjadi kepada mereka di era renaissance. Mereka berjuang melawan diskriminasi terhadap peranan dari wanita di masa renaissance. | The research is entitled “The Italian Women’s Roles in Society and Their Struggles for Their Rights in Renaissance Era as Reflected in the Main Character of Sarah Dunant’s Novel The Birth of Venus.” It employs socialist feminism and sociology of gender theory to analyze the novel. This research is aimed to figure out the portrayal of society in renaissance era focusing on Italian women roles and struggles as depicted in Sarah Dunant’s The Birth of Venus. In addition, descriptive qualitative method is used as the method. Based on the analysis, the novel shows that women in renaissance era were attributed on domestic subject, objects and objects of arts. As domestic subject, they were limited in public sphere; obligated to master feminine affairs and to do domestic works; and expected to get good women label. Other than that, women also became objects, in the realm of knowledge and art. In knowledge, they were expected to be supporting person; limited in education, art and couple; limited for gaining religion sermons; had no right for deciding their own destiny (jobs, hobbies, and so on); got unequal treatment and position. Then, as objects of arts, women were previously presented as model; determined to be lost from men in art subject; treated as assistant; got difficulty in learning art; and got unequal treatment as women artist. Those attributes were experienced by the main character of the novel The Birth of Venus. To struggle against the inferior roles, Alessandra secretly learned art and knowledge (including religion); and bargained her marriage with her dream, right and freedom. Women realized their own destiny and effort for their dreams and positions. Alessandra’s character represented women’s action that had different characteristics from the ordinary women in that era. It confirms that women were not passively accepted the discrimination occurred to them in renaissance era. They struggled against discrimination about role of women in that era. | |
| 7055 | 8201 | F1C007053 | PEREMPUAN MENJADI KOMANDAN Studi Kasus tentang Latar Belakang Personil tidak Memilih Komandan Perempuan di Resimen Mahasiswa Satuan 904/Kalayudha Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRAK Universitas Jenderal Soedirman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Komunikasi 2014 Meta Fajar Wallinda F1C007053 PEREMPUAN MENJADI KOMANDAN Studi Kasus tentang Penyebab Personil Tidak Memilih Komandan Perempuan di Resimen Mahasiswa Satuan 904/Kalayudha Universitas Jenderal Soedirman Penelitian ini berjudul “Perempuan Menjadi Komandan”. Penelitian ini merupakan studi kasus tentang latar belakang personil tidakk memilih komandan perempuan di Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 904/Kalayudha Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendapat personil dan alumni tentang rendahnya kepercayaan untuk memilih komandan dari kalangan perempuan. Kasus ini telah terjadi selama tiga puluh lima tahun berdirinya Resimen Mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Melalui teknik pemilihan informan dengan purposive sampling, didapat 16 orang personil sebagai responden utama, Pembina organisasi, Komanda Tahun Anggaran 2012 dan 10 alumni sebagai informan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik kuesioner, wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif, dan dilakukan triangulasi sumber untuk mengetahui validitas data. Hasil penelitian yang didapat, Pertimbangan personil untuk tidak memilih perempuan sebagai komandan adalah sebagai berikut : adanya ketidakadilan gender dalam organisasi seperti pelabelan negatif dan peminggiran, sejarah organisasi yang belum pernah ada komandan perempuan selama tiga puluh lima tahun, dan kesan tersendiri yang ditunjukkan oleh personil perempuan dalam kehidupan berorganisasi. | ABSRTACT Jenderal Soedirman University Social and Politics Faculty Communication Department 2014 Meta Fajar Wallinda F1C007053 Woman as The Leader A Study about Background Personnel not Choosing a Woman Leader in Resimen Mahasiswa Satuan 904/Kalayudha Jenderal Soedirman University This research entitled “Perempuan Menjadi Komandan.” This research is a study case about the background of personnel not choosing a woman leader in Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 904/Kalayudha Jenderal Soedirman University. The objective of this research is to know the opinion of the personnel and also the alumni about the low of the trusty in choosing a woman leader. This case has happened for 35 years since the Resimen Mahasiswa in Jenderal Soedirman University was established. The methodology that was used is qualitative method with study case approach and then purposive sampling technique in choosing the informants. There are 16 personnel as the main informants, the builder of the organization, the “Tahun Anggaran 2012”, and 10 alumni as the informants. The technique of the collecting data is questionnaire technique, interview technique, observation, and documentation. The technique of data analysis is analysis and interactive technique, and triangulation source was done to know the validity of the data. The result of this research was got The considerations in not choosing woman as a leader are: gender diversity in organization such as stereotype gender and marginalization, the history of the organization that no woman who leads in 35 years, and the personal impression that is shown by woman in the organization life. | |
| 7056 | 8202 | E1A009170 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP CITIZEN JOURNALIST (Tinjauan Yuridis Terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers) | Kemajuan teknologi membuat arus pertukaran informasi menjadi lebih mudah. Dengan ditemukannya internet, akses terhadap berita dan informasi dari seluruh penjuru dunia menjadi lebih cepat dan singkat. Internet juga telah memberikan konsep baru dalam dunia jurnalistik, yaitu yang sering kita kenal dengan jurnalisme warga. Munculnya konsep baru tersebut dapat menjadi masalah apabila hukum yang seharusnya menjamin hal tersebut masih belum bisa mengantisipasi dan menjangkau kemunculan konsep baru tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan konsep. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian preskriptif dengan menggunakan sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan metode normatif kualitatif. Metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan studi kepustakaan dan inventarisasi peraturan perundang-undangan. Metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers telah memberikan jaminan perlindungan hukum terhadap para pelaku jurnalisme warga atau pewarta warga. Hal tersebut secara tersirat terdapat dalam Pasal 1 angka 4 Undang-Undang tersebut, karena definisi wartawan yang terdapat dalam pasal tersebut telah mencakup definisi pewarta warga, karena masyarakat yang melakukan kegiatan jurnalistik dianggap sama dengan kegiatan jurnalistik yang dilakukan wartawan pada umumnya. Namun jaminan yang diberikan Undang-Undang Pers ini masih belum bisa mengakomodasi perlindungan yang dibutuhkan oleh para pewarta warga, karena hanya memuat penjelasan yang kurang spesifik dengan memuat ketentuan pidana yang terdapat pada Pasal 18 ayat (1). | Technological advances make flow exchange of information becomes much easier. With the invention of the internet, access to news and information from around the world became more rapid and brief. The Internet has also provided a new concept in the world of journalism, namely that we often know with citizen journalism. The emergence of a new concept that can be an issue if the law should guarantee that still have not been able to anticipate the emergence of new concepts and reach. The methods used in this research is the juridical normative by statute approach, and conceptual approach. Specification of research used is prescriptive research using source material primary law, secondary, and tertiary normative qualitative methods. Legal materials collection method is done with the study of librarianship and an inventory of legislation. Method of presentation of the materials presented in the form of legal text narrative. Results of the study concluded that the Act No. 40 of 1999 concerning the press has provided a guarantee of legal protection of the citizen journalist. It is implied in article 1 paragraph 4 of the Act, since the definition of a journalist which is contained in the article had included a definition of citizen journalist, because people who do journalistic activity is deemed to be equal to the journalistic activity undertaken journalists in general. But the assurances given this Press laws have still not been able to accommodate the protection required by the citizen journalist, because it only contains explanations that are less specific criminal provisions contained in Article 18 paragraph (1). | |
| 7057 | 8203 | E1A009155 | PEMBERIAN SANKSI BAGI POLISI YANG MELAKUKAN PELANGGARAN DEMI UNTUK MENCAPAI KINERJA KEPOLISIAN YANG LEBIH BAIK (STUDI DI WILAYAH HUKUM POLRES BANYUMAS) | ABSTRAK Sesuai dengan bunyi Pasal 2 Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menyatakan bahwa fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi Pemerintahan Negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakkan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Melihat dari fungsi dan kewenangan Polri yang sangat besar dalam rangka untuk menciptakan masyarakat yang aman dan tertib, maka akibat dari kewenangan yang besar itu tidak menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan kewenangan dari oknum Polri sehingga dapat merugikan masyarakat. Perlu adanya mekanisme aturan untuk menjamin adanya pengawasan dan pemberian sanksi bagi anggota Polri apabila melakukan pelanggaran terhadap aturan. Oleh karena anggota Polri dalam menjalankan tugasnya maupun dalam kegiatan pribadi sehari-hari perlu diatur baik diatur dalam peraturan yang bersifat umum seperti hukum pidana maupun dalam peraturan yang bersifat khusus yaitu peraturan Kode Etik Profesi Polri. Pengaturan mengenai pemberian sanksi bagi Polri yang melanggar peraturan hukum pidana dan yang melanggar Kode Etik Profesi Polri berbeda baik dalam hal mekanisme dalam pemberian sanksinya maupun kewenangan lembaga yang memberikan sanksinya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mekanisme pemberian sanksi bagi anggota Polri yang melakukan pelanggaran pidana serta lembaga yang berwenang untuk memberikan sanksi pidana. Dan mekanisme pemberian sanksi bagi anggota Polri yang melanggar Kode Etik Profesi Polri serta lembaga yang berwenang untuk memberikan sanksi Kode Etik Profesi Polri. Kata kunci: Polisi, sanksi pidana, dan sanksi kode etik profesi. | Abstract According to article 2 Law number 2 of 2002 on the law of Police of Republic Indonesia which state the function of police is one of public administration function in the term of security and social order, law enforcement, protection, and social service. Based on huge function and power of Police of Republic Indonesia in order to create security and social order, the huge power tend to abuse of power by several disobey member and it will harm society. Creating strict regulation to assure supervise and punishment to police is one kind of way to avoid abuse of power. Therefore, criminal law and ethics code is necessary to be done. Regulating of punishment towards police who set the criminal law at defiance and ethics code at defiance will be different neither the mechanism of punishment nor the competence of the institution which punish. Therefore, the aim of this research is to explain the mechanism punishment towards Police of Republic Indonesia who has abused criminal act and the institution which competence to punish and mechanism of punishment towards Police of Republic Indonesia who has abused ethics code and the institution which competence to implemented Police of Republic Indonesia has ethics code. . | |
| 7058 | 10237 | G1B010002 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) PENDERITA TUBERKULOSIS PARU (Studi di Puskesmas I Sokaraja, Puskesmas II Sokaraja dan Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas) | Munculnya kasus putus berobat (default) dan TB MDR (Tuberculosis Multi Drug Resistant) merupakan indikator ketidakefektifan peran Pengawas Menelan Obat (PMO). Sebagian besar PMO berasal dari anggota keluarga penderita. Keluarga sebagai orang terdekat penderita TB Paru mempunyai peran strategis dalam upaya mencapai keberhasilan pengobatan TB Paru. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran keluarga sebagai PMO penderita TB Paru di Puskesmas I Sokaraja, Puskesmas II Sokaraja, dan Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 33 PMO dari anggota keluarga penderita TB Paru dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Berdasarkan hasil analisis bivariat, ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p=0,009), sikap (p=0,009), dan keterpaparan informasi (p=0,046) dengan peran keluarga sebagai PMO. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan, kedekatan tempat tinggal, pekerjaan, dan persepsi keterjangkauan tempat pelayanan kesehatan dengan peran keluarga sebagai PMO. Saran bagi pihak puskemas adalah perlu adanya pembentukan kelompok PMO di masing-masing desa dan penambahan media informasi mengenai TB Paru dan PMO dalam bentuk media cetak untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap PMO. | The emergence of cases of people stop taking medication (default) and TB MDR (Tuberculosis Multi Drug Resistant) is an indication of the inefficiency of the role of the PMO. Most of the PMO come from family members of the patients. Family members as the closests people of Pulmonary TB patients is considered as having a strategic role in the effor of reaching the success of medication treatment.The objective of this research is to reveal the factors that affects the role of family as PMO of Pulmonary TB patients in Health Center unit I Sokaraja, Health Center unit II Sokaraja, and Health Center Kalibagor in Banyumas District. The type of the research used is an analytical research with cross sectional approach. The samples in this research are 33 PMO from the family members of Pulmonary TB patients, using the technique of total sampling. The data analysis using the univariat and bivariat method and tested with Chi Square method. Based on the result of the bivariat analysis, the relation between the knowledge level (p=0,009), attitude (p=0,009), and exposure to information (p=0,046) with the role of family as PMO. There is no relation between the level of education, the distance from house, profession, and perception of affordability to the health center with the role of family as PMO. Suggestion for the health centers is to form PMO groups in each villages, and adding more information media about Pulmonary TB and materials about PMO in a printed media to increase knowledge and attitude of PMO. | |
| 7059 | 13041 | H1K011044 | KARAKTERISTIK LINGKUNGAN PENGENDAPAN SECARA FISIK SEDIMEN DASAR LAUT DI PERAIRAN SELAT DURIAN PADA TAHUN 1955, 1994, 1995, 2001, DAN 2005 | Penelitian ini bertujuan menjelaskan perbandingan karakteristik sedimen dan kondisi lingkungan pengendapan di sekitar perairan Selat Durian pada tahun 1955, 1994, 1995, 2001, dan 2005 serta mengetahui jumlah volume sedimen yang terendapkan di perairan Selat Durian tahun tersebut. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pendekatan pemetaan menggunakan software Mapinfo 8.0, ArcGis 10.1 dan Surfer 8.0. Hasil menunjukkan Sebaran lumpur pasiran mendominasi daerah perairan Selat Durian pada tahun 2005 sedangkan, untuk tahun 1995 sedimen lanau daerah Perairan Selat Durian. Secara umum sedimen permukaan daerah penelitian pada tahun 2005 disusun oleh fraksi lumpur (0-89,5%) sedangkan untuk yang terkecil (0-8,5%) yakni fraksi sedimen kerikil. Nilai sortasi pada daerah penelitian dalam kategori very poorly sorted. Daerah penelitian didominasi oleh kategori coarse skewed, sedangkan untuk kategori kurtosis pada daerah penelitian dominan terhadap kategori Very leptokurtic. Hasil dari sebaran sedimen pada tahun 1995 dan 2005 menunjukkan bahwa Selat Durian termasuk dalam kategori lingkungan pengendapan nearshore dan shelf modern. Berdasarkan jumlah volume sedimen rata-rata yang dihasilkan pada tahun 1955 maka, didapatkan volume sebesar 217.167.600 m³, pada tahun 1994 sebesar 189.105.300 m³, pada tahun 2001 sebesar 470.178.000 m³, dan tahun 2005 sebesar 414.169.800 m³. | The aim of this study was to described the comparison of the sediment deposition characteristics and water’s environmental conditions of the Durian Strait in 1955, 1994, 1995, 2001 and 2005 and determined the volume of water’s sediment deposition in the Durian Strait of years repectically. Descriptive method was used with the mapping approach by using Mapinfo 8.0 software, ArcGIS 10.1 and Surfer 8.0. Results showed the distribution of sandy silt dominate in 2005 while, for 1995 sediment silt Durian Strait area. In general, the surface sediment study area in 2005 composed by silt fraction (0 to 89.5%) while the smallest (0 to 8.5%) composed by gravel fraction. Sorting values in the study area within the category of very poorly sorted. The study area is dominated by coarse skewed category, while for the category of kurtosis in the research area was dominant by very leptokurtic category. Results of sediment distribution in 1995 and 2005 showed that the depositional environment of Durian Strait included to nearshore and shelf modern. Based on the amount of the average volume of sediment produced in 1955 then, obtained a volume of 217.167.600 m³, in 1994 amounted to 189.105.300 m³, in 2001 amounted to 470.178.000 m³, and in 2005 amounted to 414.169.800 m³. | |
| 7060 | 8204 | G1F010042 | EFEK KOMBINASI EKSTRAK TEMULAWAK, KUNYIT DAN JAHE MERAH TERHADAP EKSPRESI INTERLEUKIN-10 PADA SEL RAW 264,7 YANG DIINDUKSI LIPOPOLISAKARIDA | Inflamasi merupakan respon imun saat menghadapi patogen. Pada kondisi akut inflamasi bertujuan baik akan tetapi bila terjadi berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan. Interleukin-10 (IL-10) merupakan sitokin antiinflamasi yang memiliki peran penting dalam mencegah inflamasi. Temulawak, kunyit, dan jahe merah telah diketahui sebagai agen antiinflamasi dan anti kanker baik secara in vitro maupun in vivo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kombinasi ekstrak temulawak, kunyit dan jahe merah pada sel RAW 264,7 yang diinduksi lipopolisakarida berdasarkan parameter ekspresi Interleukin-10. Ekstrak dari temulawak, kunyit dan jahe merah diperoleh dengan cara maserasi 3 x 24 jam dengan pelarut etanol 96 % kemudian dikombinasikan dengan perbandingan 1:1:1. Penelitian ini dilakukan secara in vitro menggunakan metode imunositokimia dengan model sel RAW 264,7 yang diinduksi lipopolisakarida dengan pemberian kombinasi ekstrak temulawak, kunyit dan jahe merah. Sel RAW 264,7 diinduksi dengan lipopolisakarida lalu diberikan ekstrak 250µg/ml dan 500µg/ml. Sebagai kontrol adalah sel RAW 264,7 tanpa perlakuan apapun dan sel RAW 264,7 yang ditambah dengan antibodi. Sel yang mengeskpresikan IL-10 berwarna coklat. Data dihitung per 100 sel pada lima kali lapang pandang. Hasil penelitian ini menunjukkan kombinasi ekstrak temulawak, kunyit dan jahe merah dapat meningkatkan ekspresi IL-10 pada sel RAW. Persentase ekspresi IL-10 pada sel yang diberi perlakuan ekstrak 250µg/ml dan 500µg/ml (87,5%; 85,42%) lebih besar dibandingkan sel tanpa perlakuan ekstrak (41 %). Hasil ini menunjukkan bahwa ekspresi IL-10 dapat bertambah dengan pemberian kombinasi ekstrak temulawak, kunyit dan jahe merah. | Inflammation is an immune response against the pathogen. But if it happens continuously can cause damage. Interleukin-10 (IL - 10) is an anti-inflammatory cytokine that has an important role in preventing inflammation. Ginger, turmeric, and red ginger has been known as an anti-inflammatory and anti- cancer agents in vitro and in vivo .The aimed of this study was to determine the effect of ginger, turmeric and red ginger extract combination interleukin-10 expression in RAW cell 264,7 LPS-induced. Extracts of ginger, turmeric and red ginger obtained by maceration of 3 x 24 hours with 96% ethanol and then combined at a ratio of 1:1:1. Imunomodulatory activity was examined used immunocytochemistry with RAW 264.7 cell lipopolysaccharide induced by treatment ginger, turmeric and red ginger extract combination. RAW 264.7 cells induced by lipopolysaccharide and given 250μg/ml and 500μg/ml extract. As the control cells without any treatment of RAW 264.7 and RAW 264.7 cells were added to the antibody. Cells that express IL-10 was brown. Data calculated per 100 cells at five times the field of view . The results showed that ginger, turmeric and red ginger extract combination increase production of IL–10. The percentage that express IL-10 on cells stimulated extract 250µg/ml and 500µg/ml were higher (87,5%; 85,42%) than cells did’nt stimulated with extract (41%). These results suggest that ginger, turmeric and red ginger extract combination can increase production of IL-10. |