Artikel Ilmiah : F1B010020 a.n. ARIA PUSPITA

Kembali Update Delete

NIMF1B010020
NamamhsARIA PUSPITA
Judul ArtikelMANAJEMEN KOLABORATIF DALAM PENGEMBANGAN INTERNATIONAL BATIK CENTER (IBC) DI KABUPATEN PEKALONGAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)International Batik Center (IBC) adalah sebuah kompleks yang dirancang untuk menampung kegiatan transaksi perdagangan, pemasaran batik, dan merupakan pasar batik modern yang mempunyai fasilitas mewah dan memadai. Pada kenyataannya hingga sekarang IBC belum diminati masyarakat luas, sehingga IBC masih sepi pengunjung terutama pada hari-hari biasa. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama diantara pihak yang terkait dalam upaya pengembangan IBC. Pemerintah Kabupaten Pekalongan, pihak swasta selaku pengelola IBC dan pedagang Paguyuban Badan Perwakilan Duta (BPD) menerapkan manajemen kolaboratif dalam upaya pengembangan IBC. Kerjasama yang telah dilakukan yaitu mengadakan kegiatan untuk promosi dan mengangkat nama IBC. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk melihat permasalahan yang dikaji secara mendalam. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa manajemen kolaboratif dalam pengembangan International Batik Center (IBC) di Kabupaten Pekalongan belum mencapai keberhasilan. Manajemen kolaboratif yang terjalin selama ini hanya sebatas mengadakan kegiatan bersama. Kegagalan manajemen kolaboratif dapat dilihat dari aspek-aspek manajemen kolaboratif yang meliputi aspek operasional, pola kerjasama dan sumber daya. Pertama, aspek operasional yaitu dalam pembagian tugas dan wewenang dalam manajemen kolaboratif yang telah dilaksanakan tidak memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Kedua, aspek pola kerjasama dalam manajemen kolaboratif yang bersifat temporer. Ketiga, aspek sumber daya yang ada belum digunakan secara maksimal, seperti fasilitas di IBC dan teknologi internet dalam hal promosi yang belum memberikan hasil yang optimal bagi pengembangan IBC.
Abtrak (Bhs. Inggris)International Batik Center (IBC) is a complex that has been designed to accommodate the activity of trade transaction batik marketing, and a modern batik market that has luxury facilities and adequate. In reality until now, IBC has not being interested by large society, so IBC still quite of visitors especially in the ordinary day. Because of hat, it is needed the cooperation between the stakeholders that relates with the effort of IBC development. The government of the Regency of Pekalongan, private side as the operator of IBC and trader of Ambassador Representative Board Association (BPD) implement the collaborative management in the effort of IBC development. The cooperation that has been conducted it is by conducting the activity together to promote and increase the name of IBC. This research uses the method of descriptive qualitative to see the problem that has been examined deeply. The result of research in the field shows that the collaborative management in the development of International Batik Center (IBC) in the Regency of Pekalongan has not reached the success. Collaborative management that has been built along this time it is just to do the activity together. The failure of collaborative management can be seen from the aspects in the collaborative management that involves the operational aspect, cooperation pattern and resources. First, operational aspect that is in the dividing of duty and authority in the collaborative management that has been conducted it does not has the Standard Operational Procedure (SOP). Second, aspect of cooperation pattern in the collaborative management that has temporary characteristic. Third, aspect of resources that has not been used maximally like facility in IBC and internet technology in the promotion matter that has not given the optimal result for the development of IBC.
Kata kunciinternational batik center, manajemen kolaboratif, pengembangan
Pembimbing 1Tobirin, S.Sos, M.Si
Pembimbing 2Drs. Mahmud Setiahadi, M.Si
Pembimbing 3Drs. Swastha Dharma, M.Si
Tahun2014
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2014-05-15 18:12:54.453437
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.