Artikelilmiahs

Menampilkan 7.001-7.020 dari 48.874 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
70018169C1K010037DETERMINANTS OF THE EQUITY BASED FINANCING VOLUME: A CASE OF ISLAMIC BANKS IN INDONESIAThe aims of this research were to examine the influence of Third Party Funds, Profitability (Return on Assets), Risk (Non Performing Finance) and Cost Efficiency (Operational Cost Efficiency Ratio) on Equity Based Financing Volume of Islamic banks in Indonesia. The research population was Islamic banks registered in the Central Bank of Indonesia (BI). Chosen by using purposive sampling method, this research used 13 banks as sample. This study used multiple regression analysis as the method. The result of this research indicates that: (1) Third Party Funds has positive effect on Equity Based Financing Volume; (2) Profitability has no influence on Equity Based Financing Volume; (3) Risk has no significant influence on Equity Based Financing Volume; (4) Cost Efficiency has positive effect on Equity Based Financing Volume.
The aims of this research were to examine the influence of Third Party Funds, Profitability (Return on Assets), Risk (Non Performing Finance) and Cost Efficiency (Operational Cost Efficiency Ratio) on Equity Based Financing Volume of Islamic banks in Indonesia. The research population was Islamic banks registered in the Central Bank of Indonesia (BI). Chosen by using purposive sampling method, this research used 13 banks as sample. This study used multiple regression analysis as the method. The result of this research indicates that: (1) Third Party Funds has positive effect on Equity Based Financing Volume; (2) Profitability has no influence on Equity Based Financing Volume; (3) Risk has no significant influence on Equity Based Financing Volume; (4) Cost Efficiency has positive effect on Equity Based Financing Volume.
70028170E1A008322PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA ATM AKIBAT PEMBOBOLAN ATM DI PT BANK BRI (PERSERO) Tbk CABANG PURBALINGGA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMENBank mempunyai fungsi sebagai penghimpun dana masyarakat. Kasus pembobolan atm membuktikan bahwa hak-hak nasabah selaku konsumen terutama hak atas keamanan masih belum terpenuhi oleh pihak bank. Dengan kesadaran adanya ketidakseimbangan kedudukan antara nasabah selaku konsumen dan pihak bank selaku pelaku usaha maka dibutuhkan peraturan-peraturan untuk melindungi kepentingan nasabah. penelitian hukum ini adalah penelitian hukum normatif yang berbasis pada analisis norma hukum dan bersikap deskriptif dengan menggunakan studi kepustakaan. hasil penelitian ini berupa analisis dan saran mengenai bentuk-bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada nasabah pembobolan atm ditinjau dari Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen serta menjelaskan siapakah pihak yang bertanggung jawab memberikan ganti rugi kepada nasabah pembobolan atm.Bank have the main function as a money storage for society. Realizing the unbalance position between customer as a consumer, and bank as businees player, some rules which give protection to the customer is needed. This research is a normative and descriptive law research which uses study to literature. The result of the research is analysis and suggestion on how to give legal protection for victim of money fraud to automatic teller machine based on Act number 8 year 1999 about costomer law protection, in addition, the research explains which party have a reponsibility to compensate financial loss to the victims of money fraud to automatic teller machine.
70038172B1J010155AKTIVITAS ENZIM PEROKSIDASE DAN KADAR KLOROFIL PADA DAUN ANGSANA (Pterocarpus indicus) SEBAGAI PENEDUH JALAN YANG TERPAPAR TIMBALSalah satu emisi kendaraan bermotor di udara adalah timbal (Pb) yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Besarnya dampak negatif yang ditimbulkan maka diperlukan penanggulangan dalam mereduksi logam tersebut dengan cara fitoremediasi. Tumbuhan yang berperan sebagai agen fitoremediasi diantaranya adalah angsana (Pterocarpus indicus Willd). Penelitian dilakukan untuk mengetahui kandungan timbal daun Angsana di 4 jalan yang berbeda, mengetahui pengaruh paparan timbal terhadap aktivitas enzim peroksidase serta kadar klorofil pada daun Angsana. Pengambilan sampel dilakukan di empat lokasi di Kota Purwokerto yaitu (1) Jalan H.R Bunyamin, (2) Jalan Ovis Isdiman, (3) Jalan Gerilya, dan (4) Jalan dr. Angka. Metode pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Sampel daun dianalisa menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dengan metode destruksi basah untuk mengukur timbal P. indicus. Aktivitas enzim peroksidase dan kadar klorofil diukur menggunakan spektrofotometer Uv vis. Hasil penelitian yang didapat yaitu kadar timbal daun pada keempat jalan berkisar 0,1 – 0, 25 mg/L, aktivitas enzim peroksidase 600- 1250 unit/g dan kadar klorofil 9,0- 21,0 mg/L. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa adanya hubungan kadar timbal daun dengan aktivitas enzim peroksidase denganderajat keeratan yang rendah dan tidak ada hubungan kadar klorofil dengan kadar timbal daun. Hal tersebut berarti kadar timbal daun Angsana belum melampaui ambang batas toksisitas tanaman yaitu 1000 mg/L.

Kata kunci : Enzim Peroksidase, Pterocarpus indicus, Kadar Klorofil, Timbal (Pb).
One of emissions in the air that’s harmful to human health is lead ( Pb ). The negative effects caused by lead and then required solutions for reducing the metal, its called phytoremediation. The Plant which acts as an agent of phytoremediation is Angsana (Pterocarpus indicus Willd.). Research to find out the lead content in Angsana’s leaf at four locations, knowing the influence of exposure to lead against the activity of an enzyme peroxydases and chlorophyll content in the Angsana’s leaf. The location for collection of samples conducted in four location at Purwokerto (1) H.R Bunyamin, (2) Ovis Isdiman, (3) Gerilya, and (4) Dr. Soeharso. A method of the sample used purposive sampling. Sample were analysed using wet digestion method, then were analysed using Atomic Absorbance Spectrofotometer (AAS). The activity of peroxydases and levels of chlorophyll were analysed using spectrophotometer Uv Vis. Result showed that the lead content in Angsana’s leaf is 0,1 – 0, 25 mg/L, the activity of peroxidases is 600- 1250 unit/g and chlorophyll content is 9,0- 21,0 mg/L. The conclusion was no relations about chlorophyll content with levels of lead content and the relations about activity of enzymes peroxydases and lead content is low . Content of lead on Angsana’s leaf of research has been done do not reach 1000 mg/L.

Key words: Enzim Peroksidase, Pterocarpus indicus, Kadar Klorofil, Timbal (Pb).
70048173E1A010034Pemberlakuan Klausula Baku pada Tiket Promo Kereta Api Indonesia (Tinjauan Yuridis Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen)Perjanjian baku merupakan salah satu bentuk perjanjian yang isi dan ketentuannya telah ditentukan oleh salah satu pihak yang biasanya memiliki posisi dominan baik secara ekonomi maupun psikis. Praktik perjanjian baku ditandai dengan lahirnya klausula baku yang harus dipatuhi oleh kedua belah pihak dalam posisinya sebagai subjek hukum. Klausula baku dapat ditemui dalam tiket promo kereta api Indonesia, yang bertuliskan “Tiket tidak dapat dialihkan dan atau dibatalkan”. Adanya klausula tersebut menimbulkan pertanyaan bagaimana keabsahan klausula baku jika ditinjau dari ketentuan Pasal 1320 KUH Perdata dan asas kebebasan berkontrak, serta bagaimana pemberlakuan klausula baku tersebut jika ditinjau dari Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, mengingat Pasal tersebut melarang adanya pencantuman klausula baku oleh pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan mendasarkan pada data sekunder serta lokasi penelitian dilakukan pada PII Fakultas Hukum UNSOED, UPT Perpustakaan UNSOED, serta Kantor PT KAI Daop 5 Purwokerto.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa klausula baku yang tercantum pada tiket promo kereta api tidaklah melanggar ketentuan Pasal 1320 KUH Perdata, karena perjanjian baku yang lahir antara PT KAI dan calon penumpang didasarkan atas kesepakatan yang merupakan syarat mutlak untuk lahirnya perjanjian. Berdasarkan kesepakatan tersebut, klausula baku yang tercantum pada tiket promo kereta api pada hakikatnya tidak merugikan kedua belah pihak sehingga penerapan klausula baku tersebut tetap berlaku meskipun secara formal hal tersebut bertentangan dengan ketentuan Pasal 18 UUPK khususnya pada ayat 1 huruf b.
Standard contract is one form of agreement that the contents and provisions have been determined by one of the parties that usually have a dominant position both economically and psychologically. Practice standard contract is characterized by the establishment of standard clause that must be adhered to by both parties in a position as a legal subject. Standard clause can be found in Indonesian train ticket promo, which reads “Tickets are not transferable and or canceled". The existence of such a clause raises the question of how the validity of the standard clause if the terms of the provisions of Article 1320 KUH Perdata and the principle of freedom of contract, as well as how the application of the standard clause if the terms of Article 18 of Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 about Perlindungan Konsumen, considering that Article prohibits the inclusion standard clauses by businesses. This study used a normative approach by basing on secondary data as well as the location of the research conducted at the Faculty of Law UNSOED PII, UNSOED Library Unit, and the Office of PT KAI Daop 5 Purwokerto .
The results showed that the standard clause which printed on the ticket promo train does not violate the provisions of Article 1320 KUH Perdata, because of the standard contract that was born between PT KAI and passengers based on an agreement which is a necessary condition for the birth of the agreement. Under the agreement, standard clause which printed on the ticket promo train not essentially harm both parties so that the application of the standard clause remains valid even though formally it is contrary to the provisions of Article 18 Undang-Undang Perlindungan Konsumen particularly in paragraph 1 letter b.
70058174C1C010051PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN AKUNTANSI PADA MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI DI PURWOKERTOPenelitian ini merupakan penelitian survey pada mahasiswa jurusan akuntansi di Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi Pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Di Purwokerto”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional yang terdiri dari pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial secara parsial terhadap tingkat pemahaman akuntansi yang dilihat dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 13 mata kuliah yang berhubungan dengan akuntansi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 jurusan akuntansi angkatan 2010 di Purwokerto. Jumlah responden yang diambil berdasarkan rumus Slovin dalam penelitian ini sebanyak 72 responden dengan metode Quote Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert. Analisis data yang digunakan antara lain: uji kualitas data, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji goodness of fit, serta uji hipotesis.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS 17 for Windows menunjukkan bahwa: (1) pengenalan diri tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi, (2) pengendalian diri tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi, (3) motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi, (4) empati tidak berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi (5) keterampilan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
This research is a survey of accounting students in Purwokerto. This research takes the title: "The Effect of Emotional Intelligence On The Level Understanding of Accounting of Student Accounting Department in Purwokerto".
The aims of this study is to determine the effect of emotional intelligence that composed of self-awareness, self-control, motivation, empathy, and social skills partially on the level understanding of accounting that views of cummulative achievement index (ipk) of 13 subjects related to accounting. The population in this research are all students of S1 department accounting class of 2010 in Purwokerto. Total of respondents that were taken by Slovin formula in this research were 72 respondents with Quote Sampling methods. Data collection method used is questionnaire with Likert scale. Analysis of the data used include: data quality test, classic assumption test, multiple regression analysis, goodness of fit test, and hypotheses test.
Based on the results of research and data analysis using SPSS 17 for Windows shows that: (1) self-awareness has no effect on the level understanding of accounting, (2) self-control has no effect on the level understanding of accounting, (3) motivation have a significant positive effect on the level understanding of accounting, (4) empathy has no effect on the level understanding of accounting, (5) social skills have a significant positive effect on the level understanding of accounting.
70068151D1E010002Penggunaan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya) dalam Pakan terhadap Konsumsi Pakan dan Pertumbuhan Ayam Kampung SuperPenelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dan level optimal penggunaan tepung daun pepaya (Carica papaya) terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan ayam Kampung Super. Materi penelitian adalah ayam Kampung Super unsex umur lima minggu sebanyak 60 ekor dengan rataan bobot badan awal seragam berdasarkan uji homogenitas, yakni 170,12 ± 34,10 gram. Perlakuan penelitian, yaitu R0 = pakan basal (tanpa penggunaan tepung daun pepaya), R1 = pakan basal + tepung daun pepaya 2%, R2 = pakan basal + tepung daun pepaya 4%, dan R3 = pakan basal + tepung daun pepaya 6%. Peubah yang diamati yaitu, konsumsi pakan, pertumbuhan absolut, dan pertumbuhan relatif. Penelitian dilakukan menggunakan metode experimental in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun pepaya dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertumbuhan absolut, dan pertumbuhan relatif. Rataan konsumsi pakan, yaitu 1275,38 ± 176,42 g/ekor, rataan pertumbuhan absolut, yaitu 64,05 ± 8,78 g/ekor/minggu, dan rataan pertumbuhan relatif, yaitu 38,59 ± 6,33%. Kesimpulan yang diperoleh penggunaan tepung daun pepaya sampai kadar 6% dalam pakan menghasilkan pengaruh terhadap konsumsi pakan, pertumbuhan absolut, dan pertumbuhan relatif yang relatif sama pada ayam Kampung Super sampai umur 10 minggu.The research aimed to evaluate the effect of uses and optimum level uses of papaya leaf meal (Carica papaya) on feed consumption and growth of Super Native chicken since age of 5-10 weeks. The materials of research were five-week old unsex Super Native chicken as many as 60 chickens with uniform first body weight average based on homogeneity test, namely 170.12 ± 34.10 gram. The treatments of research were R0 = basal feed (without uses papaya leaf meal), R1 = basal feed + papaya leaf meal 2%, R2 = basal feed + papaya leaf meal 4%, and R3 = basal feed + papaya leaf meal 6%. The variables measured were feed consumption, absolute growth, and relative growth of Super Native chicken. The research was performed using in vivo experimental method with Completely Randomized Design (CRD). The analysis of variance results showed that the uses of papaya leaf meal did not significantly (P>0.05) affect feed consumption, absolute growth, and relative growth. The mean of feed consumption was 1275.38 ± 176.42 g/chicken , the mean of absolute growth was 64.05 ± 8.78 g/chicken/week, and the mean of relative growth was 38.59 ± 6.33%. The conclusion of this research is, the use of papaya leaf meal until 6% in feed resulting in similar feed consumption, absolute growth, and relative growth of Super Native chicken until 10-week old.
70077694B1J009119Isolasi Jamur Endofit dari Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Deteksi Senyawa FlavonoidnyaJamur endofit merupakan kelompok jamur yang sebagian atau seluruh hidupnya berada dalam jaringan tumbuhan hidup dan biasanya tidak merugikan bagi inangnya. Jamur endofit dapat tumbuh pada berbagai jenis tumbuhan, termasuk tumbuhan berkayu, yang banyak tumbuh di Indonesia dan dimanfaatkan dalam bentuk ekstrak sebagai obat. Jamur-jamur endofit pada umumnya memproduksi beberapa senyawa metabolit sekunder serupa dengan yang dihasilkan oleh tumbuhan inang. Senyawa flavonoid merupakan senyawa yang secara alami dihasilkan oleh tanaman manggis (Garcinia mangostana). Senyawa aktif yang dihasilkan dari tanaman manggis dapat diperoleh (dari sumbernya) dengan memanfaatkan jamur endofitnya tanpa harus melakukan penebangan pohon terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur endofit yang berasal dari akar, batang, daun, dan buah manggis serta melakukan deteksi flavonoidnya secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai. Jamur endofit diisolasi dari akar, batang, daun dan buah tumbuhan manggis. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan mengidentifikasi jamur endofit yang diperoleh. Kandungan flavonoid selanjutnya dideteksi dari isolat yang diperoleh secara kualitatif menggunakan teknik reaksi warna. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan 15 isolat jamur endofit tanaman manggis meliputi 13 isolat yang sudah teridentifikasi serta 2 isolat yang belum diketahui identitasnya. 3 isolat berasal dari akar yaitu Chrysosporium sp., Aspergillus sp., dan Blastomyces sp., 4 isolat dari batang meliputi Pestalotiopsis sp., Penicillium sp., Colletotrichum sp., dan Botryosphaeria sp, 6 isolat yang berasal dari daun adalah Phoma sp., Acremonium sp., Geotrichum sp., Penicillium sp. dan 2 isolat yang belum diketahui identitasnya, serta 2 isolat yang berasal dari buah yaitu Phyllosticta sp., dan Fusarium sp. Jamur endofit tanaman manggis hasil isolasi yang terdeteksi menghasilkan flavonoid yaitu Aspergillus sp., Phyllosticta sp., dan Fusarium sp. Endophytic fungi is a group of fungus that part or all of its life is in plants tissue, it is usually not harmful for its host . Endophytic fungi can grow on a variety of plants , including woody plants , that’s grow in Indonesia and used in extract as a medicine . Endophytic fungi generally produce several secondary metabolites, compounds similar to those produced by the host plants . Flavonoid compound is a compound that is naturally produced by plants mangosteen (Garcinia mangostana) . The resulting active compounds from mangosteen can be obtained ( from the source ) by utilizing endophytes without having to chope the host plants. This study aimed to isolate and identify endophytic fungi from the roots , stems , leaves , and fruit mangosteen and perform qualitative detection of flavonoids . The research was conducted by survey method . Endophytic fungi isolated from roots , stems , leaves and fruit of the mangosteen plant . The analytical method used was a descriptive analytic methods to identify endophytic fungi. The next flavonoid detected from isolates obtained qualitatively using the technique of color reaction . The results of this study were obtained 15 isolates of endophytic fungi mangosteen include 13 isolates were identified and 2 isolates was not identitified. 3 isolates was found from the roots are Chrysosporium sp . , Aspergillus sp., and Blastomyces sp., 4 isolates from the branch are Pestalotiopsis sp., Penicillium sp., Colletotrichum sp., and Botryosphaeria sp., 6 isolates from the leaves are Phoma sp., Acremonium sp., Penicillium sp., Geotrichum sp., and 2 isolated was not identified, and 2 isolates from the fruits are Phyllosticta sp. and Fusarium sp. Flavonoid was detected producing by Aspergillus sp., Phyllosticta sp ., and Fusarium sp .
70088175F1G009027TINDAK ILOKUSI PADA NASKAH DRAMA TELAH PERGI IA TELAH KEMBALI IA KARYA ARIFIN CHAIRIN NOERPenelitian ini berjudul “Tindak Ilokusi Pada Naskah Drama Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia Karya Arifin Chairin Noer”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak ilokusi yang terdapat pada naskah drama Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia karya Arifin Chairin Noer.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan data yaitu berupa wacana tertulis yang terdapat pada naskah drama Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia karya Arifin Chairin Noer, pada naskah drama tersebut terdapat 40 adegan. Penelitian ini menggunakan metode simak dalam mengumpulkan data. Pada metode simak, teknik yang digunakan adalah teknik sadap dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode padan pragmatis yang alat penentunya berupa lawan tutur yaitu, pendengar atau penyimak.
Tindak ilokusi berdasarkan jenis terdiri atas jenis ilokusi asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Hanya satu kategori jenis tindak ilokusi yang tidak ditemukan pada penelitian ini, yaitu tindak ilokusi deklarasi. Terdapat empat fungsi tindak ilokusi yang ditemukan pada penelitian ini, yaitu fungsi kompetitif, fungsi menyenangkan, fungsi bekerja sama, dan fungsi bertentangan.
Jenis tindak ilokusi asertif yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi asertif melaporkan dan asertif menyatakan, jenis tindak ilokusi direktif yang ditemukan meliputi direktif memohon dan direktif memberikan nasihat, jenis tindak ilokusi komisif yang ditemukan meliputi komisif menjanjikan dan komisif menawarkan, dan jenis tindak ilokusi ekspresif yang ditemukan hanya ekspresif mengancam.
Fungsi tindak ilokusi kompetitif yang ditemukan dalam penelitian ini hanya kompetitif meminta, fungsi tindak ilokusi menyenangkan yang ditemukan hanya menyenangkan mengajak, fungsi tindak ilokusi bekerja sama yang ditemukan meliputi bekerja sama melaporkan dan bekerja sama menyatakan, dan fungsi tindak ilokusi bertentangan yang ditemukan meliputi bertentangan menuduh, bertentangan menyumpahi, dan bertentangan memarahi.
This research is entitled “Illocution Action in the Drama Script Arifin Chairin Noer’s Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia” (Tindak Ilokusi Pada Naskah Drama Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia by Arifin Chairin Noer). This research is aimed to describe the type and function of illocution act that found in the drama script of Arifin Chairin Noer’s Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia.
This research is included in descriptive qualitative by using data of written discourse existed in drama script of Arifin Chairin Noer’s Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia. In the script, there are 40 scenes. This research uses observation method to collect the data. In this method, it uses tapping and note technique. The data are analyzed by using pragmatics identity method whose determinant instrument the speech opponent is named listener.
The illocution act based on the type consists of assertive, directive, commissives, and expressive illocutions. There is only declarative type of illocution act which is not found in this research. There are 4 functions of illocution act found in this research. They are competitive, enjoyable, team work, and contradictory functions.
Assertive illocution act type that found in this research consists of reporting assertive and stating assertive. The directive illocution act type surrounds asking directive and giving advice directive. The type of commissivesillocution act covers promising commissivesand offering commissives. Meanwhile, the type of expressive illocution act is only found threatening expressive.
The function of competitive illocution act found in this research is only asking competitive. The enjoyable illocution act function is only inviting enjoyable. Team work illocution act function covers reporting team work and stating team work. Meanwhile, the contradictory illocution act function consists of blaming contradictory, swearing contradictory, and scolding contradictory.
700910942G1D011049Hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan perilaku caring mahasiswa selama mengikuti kegiatan Early Clinical Exposure (ECE)Latar Belakang: Early Clinical Exposure (ECE) merupakan suatu kegiatan dimana mahasiswa dapat menerapkan perilaku caring yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku caring adalah motivasi. Namun, kebanyakan penelitian baru meneliti motivasi dan perilaku caring pada perawat, dan kurangnya bukti penelitian yang memfokuskan pada mahasiswa keperawatan. Sedangkan memiliki motivasi selama menjalani pendidikan keperawatan menjadi lebih penting karena pada masa inilah perilaku caring dibentuk.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan perilaku caring mahasiswa selama mengikuti kegiatan ECE.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan studi penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Besarnya sampel adalah 86 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis menggunakan uji statistik Spearman.
Hasil: Mayoritas responden memiliki motivasi menjadi perawat yang baik (51,2%) dan perilaku caring selama mengikuti kegiatan ECE pada responden juga baik (62,8%). Hasil uji Spearman didapatkan nilai r = 0, 536 dengan tingkat kemaknaan p = 0,000 (p < α = 0,05). Sehingga, terdapat korelasi yang berkekuatan sedang dan bermakna antara motivasi menjadi perawat dengan perilaku caring mahasiswa selama mengikuti ECE.
Kesimpulan: Ada hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan perilaku caring mahasiswa selama mengikuti kegiatan ECE.
Background: Early Clinical Exposure (ECE) is an activity in which students can apply caring behavior that has been learned in the learning process. One of the factors that influence the behavior of is motivation. However, most studies investigated the nurses’ motivation and caring behavior, and lack of evidence focused on the nursing students. Whereas, investigating the nursing students’ motivation important as this is when caring behavior is formed.
Purpose: This study aimed to find out the relationship between motivation to be a nurse with students’ caring behavior during ECE.
Methods: This study used a correlation design with cross sectional study. Sampling using total sampling technique. The sample is 86 respondents who meet the inclusion and exclusion criteria. The data analysis used statistical Spearman test.
Results: There is a significant correlation between the motivation to become a nurse and nursing students’ caring behavior with positive direction and strong correlation (r=0,536; p value=0.000). The majority of respondents have a good motivation to become nurses (51.2%) and their caring behavior during the ECE also good (62,8%)
Conclusion: There is a relationship between motivation to be a nurse and nursing students’ caring behavior during ECE.
701012714F1D008020MODEL PENANGGULANGAN EPIDEMI HIV-AIDS UNTUK
MITIGASI BENCANA SOSIAL DI KOTA SURAKARTA
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya penanggulangan epidemi HIV-AIDS di Kota Surakarta yang selama ini telah dilakukan serta mendeskripsikan proses model penanggulangan epidemi HIV-AIDS untuk mitigasi bencana sosial di Kota Surakarta. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivis, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa komitmen Pemerintah Daerah Kota Surakarta dalam penanggulangan epidemi HIV-AIDS masih lemah. Hal ini dapat dilihat dari, temuan kasus pertama kali di Kota Surakarta yang didorong oleh adanya pengaruh dukungan anggaran dari lembaga donor untuk penanggulangan HIV-AIDS serta belum terwujudnya suatu kebijakan untuk mengatasi masalah HIV-AIDS di Kota Surakarta. Kondisi tersebut dapat menjadi sebuah ancaman bencana sosial di kemudian hari. Berdasarkan pelaksanaan penanggulangan epidemi HIV-AIDS yang dilaksanakan di Kota Surakarta tersebut, maka dapat disusun sebuah model penanggulangan epidemi HIV-AIDS yang dapat dilaksanakan sebagai langkah mitigasi bencana sosial di Kota Surakarta. Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan adalah melaksanakan seluruh langkah-langkah strategis yang telah diberikan, sehingga pembuatan model ini dapat dicapai untuk lebih memaksimalkan upaya penanggulangan HIV-AIDS dari upaya yang selama ini telah dilakukan.This research-based paper aims at 1) To understand and describe models of prevention through HIV-AIDS epidemic for social disaster mitigation in Surakarta; 2) To identify and explain about HIV-AIDS epidemic that has the potential to cause social disaster in Surakarta; 3) To identify and describe efforts to control of HIV-AIDS epidemic in Surakarta during this time; 4) To understand and explain the contextual factors that support and hamper response to the epidemic of HIV-AIDS in Surakarta. By using qualitative methods and case study approach in the frame of the structuralist perspective and the constructivist paradigm, the results of the study revealed that the Surakarta City Government's commitment in the response to of HIV-AIDS epidemic is still weak. It can be seen from, the findings of the first case in Surakarta driven by the effects of budget support from donors for HIV-AIDS, and yet the realization of a policy to address the problem of HIV-AIDS in Surakarta. The condition can be a social disaster threat in the future. Based on the implementation of the HIV-AIDS prevention held in Surakarta, it can be prepared a model of policy implementation system response to the epidemic of HIV-AIDS that can be implemented as a social disaster mitigation measures in Surakarta. Model of policy implementation system mitigation to the epidemic of HIV-AIDS is composed of three parts, the actors involved in the implementation of HIV-AIDS epidemic prevention, the role and influence of the actors in the implementation of the policy response to the epidemic of HIV-AIDS as a social disaster mitigation measures in Surakarta.
701112783G1F011064FORMULASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOLIK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) Daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tween 80 dan span 80 terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan krim ekstrak etanolik daun alpukat dan persen peredaman formula terbaik terhadap radikal DPPH.
Pembuatan ekstrak etanol daun alpukat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Formula sediaan krim dibuat dengan membandingkan konsentrasi emulgator tween 80 dan span 80 yaitu Formula 1 (75%:25%), Formula 2 (85%:15%) dan Formula 3 (95%:5%). Krim yang terbentuk diuji sifat fisik dan stabilitasnya. Formula terbaik yang memenuhi syarat uji sifat fisik dan stabilitas selama penyimpanan 28 hari diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Data hasil evaluasi organoleptik, homogenitas dan pH dianalisis secara deskriptif. Sedangkan hasil pengukuran viskositas, daya sebar, daya lekat dan persen peredaman dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%, bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji LSD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tween 80 dan penurunan konsentrasi span 80 menyebabkan viskositas semakin meningkat, daya sebar semakin rendah dan daya lekat semakin tinggi. Formula terbaik terdapat pada Formula 3 dengan nilai viskositas sebesar 25.220-43.960 cps, daya sebar sebesar 4,90-5,50 cm, daya lekat sebesar 1,41-4,65 detik dan persen peredaman radikal DPPH sebesar 69,33%.
Avocado leaves (Persea americana Mill.) was known contain flavonoids that have antioxidant activity. This study aimed to determine the effect of tween 80 and span 80 on the physical properties and stability of cream ethanolic extract from avocado leaves and to know the antioxidant activity by DPPH radical scavenging activity.
The extract of Avocado leaves was made by maseration using 70% ethanol. Cream formula preparation was done by comparing the emulsifiers concentration tween 80 and span 80 were Formula 1 (75%:25%), Formula 2 (85%:15%) and Formula 3 (95%:5%). Cream was tested the physical properties and stability. The best formula that qualified in physical properties and stability during storage for 28 days was examined antioxidant activity by DPPH method. The organoleptic data, homogenity and pH were analyzed descriptively. While the data of viscosity, adhesion, dispersive power and DPPH radical scavenging activity were analyzed by one-way ANOVA with 95% confidence level, them were followed by LSD test.
The results showed that increasing concentrations of tween 80 and decreasing concentration of span 80 would increase viscosity and adhesion but decrease the dispersive power. The best formula was Formula 3 with viscosity range 25220-43960 cp, dispersive power range 4.90 to 5.50 cm, adhesion range 1.41 to 4.65 seconds and DPPH radical scavenging activity was 69.33%.
70128178P2CA11006STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN UMKM KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus Produk Unggulan Gula Kelapa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produk unggulan UMKM dan menentukan strategi pengembangan produk unggulan UMKM tersebut di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Untuk menentukan produk unggulan dilakukan terlebih dahulu analisis sektor-sektor perekonomian kecamatan di Kabupaten Banyumas yang merupakan sektor ekonomi unggulan, prospektif, andalan dan tertinggal menggunakan metode Static Location Quotient (SLQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ). Berdasarkan analisis gabungan DLQ dan SLQ serta analisis Tipologi Klassen, maka penelitian dilakukan di Kecamatan Cilongok.
Penentuan produk unggulan UMKM di Kabupaten Banyumas dilakukan dengan metode analisis Location Quotient (LQ), pertumbuhan proporsional, pertumbuhan pangsa wilayah, pertumbuhan bersih dan gabungan keempat analisis tersebut sebagai analisis superimpose bagi produk UMKM. Berdasarkan analisis superimpose maka produk UMKM yang merupakan produk unggulan pada mayoritas kecamatan di Kabupaten Banyumas adalah produk gula kelapa. Pada beberapa kecamatan khususnya Kecamatan Patikraja dan Purwojati produk gula kelapa merupakan produk UMKM sangat unggul. Penentuan produk unggulan UMKM juga dilakukan dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) di mana produk unggulan UMKM di Kabupaten Banyumas adalah produk gula kelapa dengan skor nilai 6213.
Strategi pengembangan produk unggulan gula kelapa dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan analisis Internal Factor Evaluation (IFE) skor nilai produk gula kelapa di Kecamatan Cilongok adalah 3,18 lebih tinggi di atas nilai rata-rata IFE yang seharusnya 2,5, yang menunjukkan bahwa secara internal produk gula kelapa memiliki kedudukan industrial yang kuat. Adapun nilai External Evaluation Factor (EFE) produk gula kelapa adalah 3,18 lebih tinggi di atas nilai rata-rata EFE sebesar 2,5, yang menunjukkan bahwa secara eksternal peluang produk gula kelapa masih luas untuk tumbuh dan berkembang. Berdasarkan nilai IFE dan EFE produk gula kelapa, maka letak koordinat nilai IFE dan EFE produk gula kelapa pada matriks Internal External (IE) berada pada sel I, II, atau IV di mana secara industrial produk UMKM gula kelapa dapat dikembangkan dengan strategi pertumbuhan dan pembangunan. Adapun berdasarkan metode QSPM maka strategi pertumbuhan dan pembangunan produk UMKM gula kelapa yang menarik untuk diterapkan adalah penguatan kelembagaan dengan memperbaiki manajemen produksi, keuangan dan pemasaran untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dan bermerek.
This study aims to analyze competitive products and competitive product development strategy the SMEs in Banyumas. This descriptive study uses quantitative and qualitative methods. To determine the competitive product, the first analyzes the economic sectors subdistricts in Banyumas which is the leading economic sector, prospective, prominent and lagging sector using Static Location Quotient (SLQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ) methods. Based on the combined analysis of SLQ and DLQ and Klassen Typologi, the research was conducted in the Cilongok subdistrict.
Determination of the competitive product of SMEs in Banyumas analysis was conducted using Location Quotient (LQ), proportional growth, regional compartment growth, net growth and they are combined being superimposed for products such as SMEs. Based on the analysis, product in almost of every subdistrict in Banyumas is a palm sugar product. In some sudistricts area, especially in subdistrict Patikraja and Purwojati the product of palm sugar the most competitive. The determination competitive products of SMEs also use Exponential Comparison Method (MPE) in which the competitive products of SMEs in Banyumas is palm sugar with a score value of 6213.
To analyze palm sugar development strategy uses SWOT method. Based on the analysis of Internal Factor Evaluation (IFE) scores the value of the product of palm sugar in the subdistrict Cilongok (3.18) is higher than the average value (2.5), it indicates that the palm sugar product internally has a strong industrial position. The value of External Factor Evaluation (EFE) palm sugar product is 3.18 higher above the average value 2.5, which indicates that the opportunities of external palm sugar product are growing positively. Based on the IFE and EFE palm sugar products, the value of the location coordinates of IFE and EFE matrix product of palm sugar on the Internal External (IE) is in cell I, II, or IV which are industrial products of palm sugar SMEs can be developed with the growth and development strategy. The method is based on QSPM the growth strategy and product development of SMEs palm sugar is interesting to apply institutional strengthening to improve the management of production, finance and marketing to produce quality products and branded.
70138176D1E010027KOMBINASI SUSU SKIM DAN LIDAH BUAYA TERHADAP WAKTU PELELEHAN
DAN OVERRUN PADA ES KRIM
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi susu skim dan lidah buaya
terhadap waktu leleh dan overrun pada es krim. Pengambilan sampel dilaksanakan mulai tanggal 13
Januari sampai 29 Januari 2014 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan
Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan 4 perlakuan yaitu ; (T0) sebagai kontrol 11% susu skim dan 0% lidah buaya; (T1) 9% susu skim
dan 2% lidah buaya; (T2) 7% susu skim dan 4% lidah buaya; (T3) 5% susu skim dan 6% lidah buaya,
masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Analisis yang digunakan adalah analisis variansi dan
dilanjutkan dengan pengujian Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Peubah yang diamati dalam penelitian ini
adalah waktu pelelehan dan overrun pada es krim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi
lidah buaya pada pembuatan es krim tidak berpengaruh terhadap waktu leleh dan overrun pada es
krim. Nilai rataan waktu pelelehan dan overrun pada es krim kombinasi susu skim dan lidah buaya
masing-masing adalah sebesar 36,93 menit/ 50 g dan 34,34%. Kesimpulan penelitian ini adalah Pemberian lidah buaya sebagai pengganti susu skim tidak berpengaruh memperlambat waktu pelelehan dan overrun pada es krim karena hasil waktu pelelehan dan overrun antar kombinasi relative sama, oleh karena itu lidah buaya dapat digunakan sebagai pengganti susu skim dalam pembuatan es krim.
The aim of this research was find out the combination of skim milk and Aloe vera on the melting
time and overrun of ice cream. The experiment was carried out from January 13th 2014 to January
29th 2014 at Laboratory of Animal Products Technology, Animal Science Faculty, Jenderal Soedirman
University Purwokerto. The research used the Completely Randomized Design (RAL) with 4
treatments that were; (T0) as the control 11% of skim milk and 0% Aloe vera; (T1) 9% skim milk and
2% Aloe vera; (T2) 7% skim milk and 4% Aloe vera; (T3) 5% skim milk and 6% Aloe vera. Each of
treatment are repeated 5 times. Analysis in this research used the variance analysis that subsequently
followed up by Honestly Significant Different. The variables observed were melting time and overrun
of ice cream. The result showed that substitution Aloe vera to skim milk had no effect on the melting
time and overrun in ice cream, because melting time and overrun relatively similar for all treatments.
Therefore Aloe vera can be used to replace skim milk in the manufacture of ice cream.
70148177P2PA11023KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN PERSEPSI MASYARAKAT SEKITARNYA DI PANTAI RANCABABAKAN CILACAP
Penentuan lokasi budidaya rumput laut yang tepat dipengaruhi dari faktor-faktor lingkungan yang saling terkait satu sama lain seperti kualitas perairan, keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut, serta persepsi masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut di Pantai Rancababakan; mengetahui keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut di Pantai Rancababakan; mengetahui persepsi masyarakat tentang kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut, serta keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut di Pantai Rancababakan; menganalisis hubungan antara kesesuaian lahan budidaya rumput laut; keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut; persepsi masyarakat tentang kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut, serta keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut di Pantai Rancababakan. Data yang diperoleh menggunakan metoda survey meliputi suhu, kedalaman, kecepatan arus, kecerahan, salinitas, substrat dasar, pH, nitrat, fosfat, dan sampel rumput laut. Pengambilan sampel kualitas air dan rumput laut dilakukan dengan cara purposive sampling pada empat stasiun dengan tiga kali ulangan (April-Juni 2013). Pengumpulan data persepsi masyarakat didapatkan melalui wawancara dengan metode sensus terhadap kelompok tani rumput laut yang berjumlah 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun 1 dan 2 merupakan lokasi yang paling sesuai untuk pertumbuhan alami rumput laut karena habitatnya berupa substat karang, sedangkan Stasiun 3 dan 4 tidak sesuai untuk pertumbuhan rumput laut karena wilayah tersebut berupa substrat pasir. Indeks keanekaragaman (H’) di Stasiun 1 lebih tinggi dibandingkan dengan Stasiun 2. INP tertinggi di Stasiun 1 yaitu T. conoides dan G. coronipifolia di Stasiun 2. Hasil perhitungan indeks asosiasi ditemukan dua pasangan yang memiliki asosiasi bersifat nyata. Pasangan G. arculata dan S. plagyophyllum memiliki asosiasi positif. Pasangan G. gigas dan P. Australis memiliki asosiasi negatif. Masyarakat memiliki persepsi sangat baik tentang kualitas air di Pantai Rancababakan, sehingga masyarakat juga setuju bahwa Pantai Rancababakan dapat dijadikan lokasi budidaya rumput laut pada Stasiun 1 dan 2. Secara umum, kualitas fisik-kimiawi air yang masih baik menyebabkan keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut yang tinggi di Pantai Rancababakan, sehingga membentuk persepsi masyarakat yang sangat baik tentang kesesuaian lahan budidaya rumput laut serta keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut pada Stasiun 1 dan 2 di Pantai RancababakanDetermining an accurate location of seaweed cultivation is influenced by environmental factors which are related from one to another such as water quality, diversity and association of sea weed varieties along with the people’s perception. This research aims at determining the conformity of seaweed cultivation area in Rancababakan Coast; determining the diversity and association of seaweed varieties; determining people’s perception on the conformity of seaweed cultivation area and the diversity and association of seaweed varieties; and analyzing the correlation among the conformity of seaweed cultivation area, the diversity and association of seaweed varieties along with the people’s perception on the seaweed cultivation area and the diversity and association of seaweed varieties in Rancababakan Coast. Data were taken by applying Survey method including temperature, depth, stream velocity, light penetration, salinity, basic substrate, pH, nitrate, phosphate, and seaweed samples. Sample of water quality and seaweed was done by purposive sampling in four stations by three times repetition (April-June 2013). To collect the people’s perception, interview was conducted by census on 15 seaweed farmers. The result showed that Station 1 and 2 are the most appropriate areas to the seaweed growth since the habitat was coral substrate while Station 3 and 4 are not since both have sand substrate. Diversity index (H’) in Station 1 is higher than Station 2. The highest INP of Station 1 is T. Conoides while Station 2 is G. coronipifolia. The results of association index are found in two pairs which have real association. G. arculata and S. plagyophillum at positive association. G. Harvey and P. australis has negative association. In the meantime, people’s perception on the water quality in Rancababakan Coast is very good, therefore, they agree that Rancababakan Coast becomes the location of seaweed cultivation at Station 1 and 2. In general, the quality of water both physically and chemically is good that enables high diversity and association of seaweed in Rancababakan Coast. Consequently, it builds a good people’s perception on the conformity of seaweed cultivation area and diversity and association of seaweed at station 1 and 2 of Rancababakan Coast.
70158179C1A010091FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA PENGRAJIN MAKANAN OLAHAN
(Studi Kasus Kelompok Wanita Tani Sri Rahayu Desa Kuntili, Kec. Sumpiuh, Kab. Banyumas)
Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Pendapatan Dan Tingkat Kesejahteraan Pengrajin Makanan Olahan (Studi
Kasus Kelompok Wanita Tani Sri Rahayu Desa Kuntili, Kec. Sumpiuh, Kab.
Banyumas)”. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kemiskinan dan
kesejahteraan keluarga sebelum menjalankan usaha, menganalisis pengaruh
variabel modal, biaya produksi, harga jual dan lama produksi terhadap
pendapatan, mengukur kontribusi pendapatan pengrajin terhadap pendapatan
keluarga, mengetahui kendala usaha yang dialami dan mengukur tingkat
kemiskinan dan kesejahteraan Pengrajin Makanan Olahan.
Penelitian ini merupakan penelitian survei terhadap pengrajin makanan
olahan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Sri Rahayu, populasi
berjumlah 52 orang yang diambil secara keseluruhan. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu uji asumsi klasik, regresi linier berganda, rumus
kontribusi, membandingkan pendapatan perkapita keluarga dengan garis
kemiskinan dan standar KHL.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diperoleh: (1) sebelum
menjalankan usaha makanan olahan, keluarga di Desa Kuntili sebagian besar
dalam keadaan miskin yaitu 80,77 persen dan belum sejahtera yaitu 90,38 persen.
(2) variabel modal, biaya produksi, harga jual dan lama produksi secara bersamasama
maupun parsial mempengaruhi pendapatan pengrajin. (3) Kontribusi
pendapatan pengrajin terhadap pendapatan keluarga cukup tinggi yaitu sebesar
89,99 persen. (4) kendala usaha terbesar yang dialami pengrajin makanan olahan
adalah kendala pemasaran yaitu sebesar 37,14 persen. (5) setelah menjalankan
usaha makanan olahan, keluarga Pengrajin Makanan Olahan berada di atas garis
kemiskinan sebesar 80,77 persen dan di atas standar KHL sebesar 71,15 persen.
Implikasi dari hasil penelitian adalah : (1) dengan bergabung menjadi
anggota Kelompok Wanita Tani Sri Rahayu sebagai pengrajin makanan olahan
dapat meningkatkan pendapatan keluarga. (2) para pengrajin lebih giat dalam
menjalankan usahanya karena dapat memberikan kontribusi yang tinggi. (3)
pemerintah hendaknya memberikan perhatian dan dukungan baik permodalan,
pelatihan untuk meningkatkan sumber daya serta dalam peralatan. (4) promosi
lebih ditingkatkan agar produknya dapat dikenal masyarakat sehingga dapat
memperluas pemasaran dan dapat meningkatkan permintaan.
ABSTRACT
The purpose of this study was to measure the level of poverty and economic welfare the family before running the business, analyze the effect of capital, cost of production, price of selling and production periode variables the as dependent variable, measure the contribution of revenue family income, know the constraints of the businesses and measure the levels of poverty and economi welfare Craftsmen Processed Foods.
This study is a survey of processed food artisans who are members of the Women Farmers Group Sri Rahayu and population of 52 people was taken as a whole. The method used in this study is the classical assumption test, multiple linear regression, the contribution formula, comparie of the per capita family income to the poverty line and a standard of KHL.
Based on the research results, it can be obtained : (1) before running the business processed foods, families in the village Kuntili were mostly in a poor condition that is 80,77 percent and 90,38 percent are not prosperous. (2) capital, cost of production, selling price and production periode variables together and partially affect to income of artisans. (3) The revenue contribution to the family income artisans is reklively high at 89,99 percent. (4) business constraints to processed foods is equal to 37,14 percent. (5) after running the business processed food, the were then families above from the poverty line, it was 80,77 percent and above the KHL standard is 71,15 percent .
70168181C1A010088PENGARUH KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP PENDAPATAN PENYADAP GETAH PINUS
DI KECAMATAN RAWALO, KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Karakteristik Demografi dan Sosial Ekonomi terhadap Pendapatan Penyadap Getah Pinus di Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usia, jumlah tanggungan keluarga, jumlah pohon yang disadap, umur pohon, curahan waktu kerja dan pengalaman kerja baik secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap pendapatan penyadap getah pinus di Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas, serta untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan dan untuk mengetahui besaran total pendapatan penyadap yang dibandingkan dengan nilai Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Banyumas.
Metode survey digunakan dalam penelitian ini dengan mengambil sampel dari semua populasi yang berjumlah 59 orang responden. Analisis data menggunakan persamaan regresi linier berganda pada variabel karakteristik demografi dan sosial ekonomi yang diduga mempengaruhi pendapatan penyadap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah tanggungan keluarga, jumlah pohon yang disadap, dan pengalaman kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan penyadap, sedangkan variabel usia, umur pohon dan curahan waktu kerja secara parsial berpengaruh positif namun tidak signifikan. Hasil pengujian secara bersama-sama menyatakan bahwa variabel usia, jumlah tanggungan keluarga, jumlah pohon yang disadap, umur pohon, curahan waktu kerja dan pengalaman kerja secara bersama-sama mempengaruhi pendapatan penyadap, dan variabel yang paling berpengaruh adalah variabel jumlah pohon yang disadap. Presentase besaran pendapatan masing-masing responden yang di atas UMR hanya sebesar 11,86 persen dan sisanya 88,14 persen memiliki pendapatan dibawah UMR Kabupaten Banyumas.
Implikasi dari Penelitian ini adalah bahwa peningkatan pendapatan penyadap getah pinus dapat dilakukan dengan menambah jumlah pohon pinus yang disadap. Serta mengurangi kesalahan dalam proses penyadapan atas dasar pengalaman kerja yang dimiliki. Serta bagi pihak pemerintah dalam hal ini Perum Perhutai lebih memberikan sosialisasi tentang penggunaan teknologi penyadapan dan penetapan harga yang adil untuk tercapai kesejahteraan kedua pihak.
This research entitled “The effect of demographic and socioeconomic characteristics toward income of rubber tappers in Rawalo District Banyumas Regency”. This study aimed to determine the effect of age, number of dependents family, number of trees tapped, age of trees, working time, and work experience either partially or jointly toward income of rubber tappers in Rawalo District Banyumas Regency, then how to know which variable are the most effect of income of rubber tappers, and also total income value of rubber tappers compared with standard of regional minimum salary in Banyumas Regency.
Survey method are used in this research with take sample by total population were 59 respondents. Data analysis method is used multiple linear regression equation on variable of demographic and socioeconomic characteristics that can be thought to income tappers effect.
The analysis showed that the variable of number of dependents family, number of trees tapped, and work experience are partially positive and significant effect on income tappers, while the variable age, age of trees and working time partially positive but not significant effect on income tappers. The test results taken together states that the variable which are age, number of dependents family, number of trees tapped, age of trees, working time, and work experience are jointly significant effect on the income of rubber tappers. And variable which is the most effect is number of trees tapped. The percentage of the income value from each respondents, that the only 11,86 percent up to the standard of regional minimum salary, and 88,14 percent down to the standard of regional minimum salary in Banyumas Regency.
The implication of this research is the income of rubber tappers can be increased by increasing the number of pine trees that are tapped. And less missing in the process of tapped base on work experience that own are. And also for government in this stage Perum Perhutani give more socialization about technology in tapped and for making price are fair to get peace both of party.
70178182P2CC11069FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KONFLIK PADA PEGAWAI DI PERTAMINA HOSPITAL CILACAPPenelitian ini...This Study....
70188180H1K009040POTENSI LAMUN Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii DAN Cymodocea rotundata SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU PEMBUATAN KERTASLamun merupakan tumbuhan laut yang memiliki kandungan serat selulosa sehingga dapat dijadikan alternatif bahan baku pembuatan kertas. Penelitian dengan judul “Potensi Lamun Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii dan Cymodocea rotundata sebagai Alternatif Bahan Baku Pembuatan Kertas” telah dilaksanakan pada bulan Juni 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan serat selulosa pada jenis lamun Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii dan Cymodocea rotundata serta mengetahui jenis lamun yang paling baik digunakan sebagai alternatif bahan baku pembuatan kertas diantara ketiga jenis tersebut. Kandungan serat selulosa pada lamun diamati dengan metode Chesson dan proses pembuatan kertas dilakukan secara manual dengan mengikuti metode dari Gunawan yang telah dimodifikasi. Pengujian kualitas kertas dilakukan dengan menguji gramatur, indeks tarik, indeks retak dan daya serap air. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan selulosa paling tinggi ditemukan pada lamun Enhalus acoroides (51.86%), sedangkan kandungan selulosa terkecil diperoleh pada Thalassia hemprichii (39.9%). Jenis lamun yang paling baik digunakan sebagai bahan baku pembuatan kertas adalah lamun Enhalus acoroides karena memiliki gramatur (150 g/m2), indeks tarik (310 g/m2) dan indeks retak (281.3 Pa.m/g) paling tinggi serta memiliki daya serap air paling rendah (0.022 ml/s).
Seagrass is a marine plants that have cellulose fiber content so that can be used as an alternative raw material for paper making. A study, entitled "Potential of Seagrass Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii and Cymodocea rotundata as Alternative Raw Materials for Paper making" has been done on June 2014. Aiming to determine cellulose fibre content of seagrass Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii and Cymodocea rotundata and to investigate the most potent seagrass as raw material in paper making. Cellulose content of seagrass was observed by using Chesson method and paper making process was done manually using Gunawan modified method. Paper quality testing has been conducted by grammage test, tensile index, cracks index and water absorption. Data were analyzed descriptively and presented using graphs. The results showed that the highest seagrass cellulose content was found in Enhalus acoroides (51.86%), while the lowest content from Thalassia hemprichii (39.9%). The best seagrass as a raw material for paper making was Enhalus acoroides, due to its highest grammage content (150 g/m2), tensile index (310 g/m2) and cracks index (281.3 Pa.m/g) and also the lowest water absorption (0.022 ml/s).
701910229G1A010114EFEK PAPARAN KADMIUM TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA PETANI TANAMAN HIAS DI BATURADENEFEK PAPARAN KADMIUM TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA PETANI TANAMAN HIAS DI BATURADEN



ABSTRAK

Anemia merupakan masalah kesehatan utama masyarakat terutama di Indonesia. Anemia dapat terjadi ketika seseorang terpapar bahan beracun. Salah satu bahan beracun yang dapat menyebabkan anemia adalah kadmium. Petani tanaman hias di Baturaden banyak menggunakan pupuk fosfat yang mengandung kadmium, sehingga mereka beresiko untuk terpapar kadmium dan menderita anemia akibat paparan kadmium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek paparan kadmium terhadap kejadian anemia pada petani tanaman hias di Baturaden. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 40 petani tanaman hias di Baturaden. Setiap responden mengumpulkan urin untuk kemudian dilakukan analisis pengukuran kadar kadmium dan sampel darah untuk pengukuran kadar hemoglobin. Pengukuran kadar kadmium urin menggunakan Graphic Furnace Atomic Absorption Spectrophotometer (GFAAS) dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan metode cyanmethemoglobin. Analisis data menggunakan uji Fisher Exact. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan kandungan kadmium dalam urin responden yang meningkat sebanyak 37 orang (92,5%). Responden yang menderita anemia sebanyak 2 orang (5,0%). Tidak ada efek yang signifikan dari paparan kadmium terhadap kejadian anemia pada Petani Tanaman Hias di Baturaden (p = 0,854). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada efek paparan kadmium terhadap kejadian anemia pada Petani Tanaman Hias di Baturaden.

Kata Kunci: Anemia, Kadmium, Petani
THE EFFECT OF CADMIUM EXPOSURE ON THE INCIDENCE OF ANEMIA AMONG ORNAMENTAL PLANTS FARMER IN BATURADEN.


ABSTRACT

Anemia is a major public health problem, particularly in Indonesia. Anemia can occur when people exposed to toxicant. One of toxicant that causes anemia is cadmium. The ornamental plants farmers in Baturaden used many phosphate fertilizers containing cadmium, so they are at risk for cadmium exposure and suffering to anemia due to cadmium exposure. The aim of this study was to determine the effects of cadmium exposure on the incidence of anemia among ornamental plant farmers in Baturaden. This study used observational analytic with cross-sectional design. Samples of this study were 40 ornamental plants farmers in Baturaden. The research data were collected by urine sample for cadmium concentration analysis and blood sample for haemoglobin concentration. Graphite furnace atomic absorption spectrophotometer (GFAAS) was used to analyze urine samples and cyanmethemoglobin methods was used to analyze blood samples. Data were analyzed using fisher exact test. Study results showed cadmium urine level increased in 37 respondent (92.5%) and respondents suffered from anemia were 2 people (5.0%). There was no significant effect of cadmium exposure on the incidence of anemia among ornamental plants farmer in Baturaden (p = 0.854). This study results shows, there is no effect of cadmium exposure on the incidence of anemia among ornamental plants farmer in Baturaden.

Keywords: Anemia, Cadmium, Farmer
702011236E1A109091PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 8 TAHUN 2008 ATAS PERUBAHAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 8 TAHUN 2002 YAITU TENTANG PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN KHAMAR ATAU MINUMAN BERALKOHOL.ABSTRAK
Peraturan perundang-undangan merupakan peraturan tertulis yang memuat norma hukum yang mengikat secara umum dan dibentuk atau ditetapkan oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang melalui prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan . Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dalam pasal 7 ayat 1 menyebutkan jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan yang terdiri dari :
a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
b. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
c. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
d. Peraturan Pemerintah
e. Peraturan Presiden
f. Peraturan Daerah Provinsi
g. Peraturan Daerah Kabupaten
Berkaitan dengan jenis peraturan perundang-undangan tersebut diatas bahwa peraturan daerah Kabupaten Banjarnegara tentang Pengawasan dan pengendalian khamar atau minuman beralkohol sesuai / efektif. Adanya tim yang ditunjuk langsung oleh Bupati untuk melakukan pengawasan dan pengendalian khamar atau minuman beralkohol sesuai yang diamanatkan Pasal 7 peraturan daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 8 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 8 Tahun 2002 tentang Pengawasan dan Pengendalian Khamar atau Minuman Beralkohol, dimana tim yang ditunjuk oleh Bupati.
Kata kunci : rancangan, peraturan perundang-undangan, peraturan daerah, DPRD.
ABSTRACT
Regulations are written rules that contains a binding legal norms in general and established or determined by the state agency or official authorized by the procedures set out in the legislation. Law Number 12 Year 2011 About Establishment of Legislation in article 7, paragraph 1 states the type and hierarchy of legislation consists of:
a. Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945
b. People's Consultative Assembly Decree
c. Undang-Undang/Peraturan in Lieu of Law
d. Government Regulation
e. Presidential Regulation
f. Provincial Regulation
g. District Regulations
Associated with this type of legislation mentioned above that local regulations banjarnegara on monitoring and control of wine or an aperitif appropriate or effective. Their team appointed by the regent to conduct surveilance and control wine or alcoholic beverages as mandate article 7 banjarnegara local regulation number 8 year 2008 on the amendment banjarnegara district regulations number 8 0f 2002 on supervision and control of alcoholic beverages alcoholic or, where. The team appointed by the regent.

Keywords: design,legislation,laws and regulations, Parlement