Artikelilmiahs
Menampilkan 5.861-5.880 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5861 | 15680 | G1A012071 | PERBEDAAN KADAR KREATININ SERUM PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENGOBATAN ANTIHIPERTENSI GOLONGAN ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER DAN CALCIUM CHANNEL BLOCKER | Hipertensi adalah suatu keadaan di mana tekanan darah mengalami peningkatan di atas normal. Hipertensi dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan organ tubuh secara permanen. Salah satu organ target yang sering mengalami kerusakan akibat hipertensi adalah ginjal. Obat antihipertensi diketahui memiliki efek protektif pada fungsi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar kreatinin serum antara pasien hipertensi dengan pengobatan antihipertensi golongan ARB dan CCB. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian melibatkan 46 pasien hipertensi esensial. Uji t tidak berpasangan digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar kreatinin serum yang signifikan antara pasien hipertensi dengan pengobatan ARB dan CCB. Hasil penelitian ini adalah, rerata kadar kreatinin serum pada pasien hipertensi dengan pengobatan ARB sebesar 1.06 ± 0.12 mg/dL, sedangkan rerata kadar kreatinin serum pada pasien hipertensi dengan pengobatan CCB sebesar 1.17 ± 0.17 mg/dL. Hasil uji t tidak berpasangan bernilai p = 0.015, yang menunjukkan adanya perbedaan kadar kreatinin serum yang signifikan secara statistik (p < 0.05) antara pasien hipertensi dengan pengobatan ARB dan CCB. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar kreatinin serum yang signifikan secara statistik antara pasien hipertensi dengan pengobatan antihipertensi golongan ARB dan CCB. | Hypertension is a condition in which blood pressure elevated above normal level. Permanent organ damage occurs in long term hypertension. Kidney is one of common target of hypertension-induced organ damage. It is known that the antihypertensive drugs have a protective effects on kidney function. The aim of this study was to determine the difference of serum creatinine level between hypertension patients with ARB and CCB treatment. This is an observational analytic study with cross sectional design. Sample was taken from 46 patients with essential hypertension. Independent t-test was used to determine the significant difference of serum creatinine level between hypertension patients with ARB and CCB treatment. The result is, mean of serum creatinine level in hypertension patients with ARB treatment was 1.06 ± 0.12 mg/dL, while mean of serum creatinine level in hypertension patients with CCB treatment was 1.17 ± 0.17 mg/dL. Independent t-test’s result was p = 0.015, showing there is a statistically significant (p < 0.05) difference of serum creatinine level between hypertension patients with ARB and CCB treatment. In conclusion, there is a statistically significant difference of serum creatinine level between hypertension patients with ARB and CCB treatment. | |
| 5862 | 15693 | E1A012197 | BENTUK DAKWAAN ALTERNATIF SEBAGAI STRATEGI PEMBUKTIAN DALAM TINDAK PIDANA TERHADAP NYAWA (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Klas IB Tasikmalaya Nomor: 246/Pid.B/2015/PN.Tsm) | Dalam proses penyelesaian suatu perkara, salah satu wewenang utama penuntut umum adalah melakukan penuntutan. Apabila penuntut umum berpendapat bahwa dari hasil penyidikan dapat dilakukan penuntutan, ia segera membuat surat dakwaan, dan kemudian melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan yang berwenang mengadili. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisa alasan Jaksa Penuntut Umum menyusun dakwaan alternatif pada Putusan Nomor : 246/Pid.B/2015/PN.Tsm.Selain itu ditujukan pula untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana akibat hukum bentuk dakwaan alternatif pada Putusan Nomor : 246/Pid.B/2015/PN.Tsm. Berdasarkan hasil penelitian, alasan Jaksa Penuntut Umum menyusun dakwaan alternatif dalam kasus pidana Nomor : 246/Pid.B/2015/PN.Tsm dan akibat hukum menyusun dakwaan alternatif ini, adalah intinya merupakan strategi Jaksa Penuntut Umum untuk membuktikan kesalahan Terdakwa, karena adanya keraguan penuntut umum mengenai ketentuan hukum pidana yang akan didakwakan, sehingga untuk menghindari pelaku terlepas atau terbebas dari pertanggung jawaban hukum pidana, dirumuskanlah dakwaan yang berbentuk alternatif..Dan akibat hukumnya Jaksa Penuntut Umum telah berhasil mebuktikan kesalahan Terdakwa sesuai Pasal 351 ayat (3) KUHP yaitu penganiayaan yang mengakibatkan matinya korban sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada terdakwa, dan pada akhirnya dijatuhi hukuman berdasarkan hukum yang berlaku. | In the process of the settlement of a case, one of the main authority of the prosecutor is to prosecute. If the public prosecutor believes that the results of the investigation to do the prosecution, he immediately made the indictment, and then assign the case to the competent Court judge. This research was conducted in order to identify and analyze the reasons Prosecution arrange alternative charges in Decision No. 246 / Pid.B / 2015 / PN.Tsm. In addition it also aimed to identify and analyze how the legal consequences of alternative charges in the form of Decision No. 246 / Pid.B / 2015 / PN.Tsm. Based on the results of the study, the reason the Prosecution arrange alternative charges in criminal case No. 246 / Pid.B / 2015 / PN.Tsm and the legal consequences arrange alternative charges, it is essentially the strategy of the Prosecution to prove the guilt of the defendant, for their doubts prosecutors regarding criminal law provisions to be indicted, so as to avoid the perpetrator detached or free from criminal liability, dirumuskanlah charges in alternative forms. And the legal consequences Prosecution has successfully mebuktikan errors defendant in accordance with Article 351 paragraph (3) Criminal Code, namely the persecution that resulted in the death of the victim so that it can be justified to the defendant, and ultimately sentenced under applicable law. | |
| 5863 | 15722 | A1L112028 | Aplikasi Metabolit Sekunder Dua Isolat Trichoderma harzianum Secara Tunggal dan Gabungan Terhadap Penyakit Busuk Kering Pada Pepaya Lepas Panen | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan dan pengaruh metabolit sekunder dua isolat Trichoderma harzianum yaitu isolat jahe dan bawang merah secara tunggal maupun gabunganya, dalam menekan penyakit busuk kering pada buah pepaya lepas panen. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai Desember 2015 sampai Maret 2016. Penelitian menggunakan uji in vitro dengan Rancangan Acak Lengkap dan uji in vivo dengan Rancangan Acak Kelompok masing-masing enam ulangan dan empat perlakuan, terdiri atas kontrol, metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe dan bawang merah, serta gabungan metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe dan bawang merah. Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi, luas serangan, intensitas penyakit, kekerasan buah, kadar gula, warna, rasa, aroma, tekstur, dan kesukaan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe, bawang merah, dan gabungannya mampu menekan pertumbuhan patogen in vitro masing-masing sebesar 42,89; 58,75; dan 45,19%, menekan luas serangan masing-masing sebesar 59,33; 62,73; dan 58,82%, serta menekan intensitas penyakit masing-masing sebesar 38,2; 39,72; dan 36,15%. Perlakuan metabolit sekunder T. harzianum isolat gabungan memiliki tingkat penurunan kekerasan paling rendah yaitu sebesar 59%. Perlakuan metabolit sekunder T. harzianum isolat bawang merah menunjukkan peningkatan kadar gula tertinggi sebesar 12%. Perlakuan metabolit sekunder T. harzianum berpengaruh terhadap rasa, aroma dan kesukaan, tetapi tidak berpengaruh terhadap warna dan tekstur buah. Namun demikian, metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe dan bawang merah secara tunggal lebih baik dibandingkan dengan gabungan. | This research aimed to study the effectiveness and the effect of secondary metabolites from two T. harzianum isolates, i.e.,ginger and shallot isolates, alone or in combination to suppress dry rot of postharvest papaya. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from December 2015 to March 2016. Randomised block design on in vitro test and completely randomised design on in vivo test was used respectively six replicates and four treatments, i.e., control, secondary metabolites from T. harzianum ginger, shallot, and the combination between ginger and shallot isolates. Variables observed were incubation period, attack area, disease intensity, hardness fruit, sugar content, color, taste, aroma, texture, and preferred. Result of the research showed that the secondary metabolites of T. harzianum ginger, shallot, and the combination isolates could suppress the pathogen growth in vitro as 42.89, 58.75, and 45.19%, respectively, the attack area as 59.33, 62.73, and 58.82%, respectively, and the disease intensity as 38.2, 39.72, and 36.15%, respectively. The secondary metabolites from the combination isolates could decrease highly fruit hardness as 59%. The secondary metabolite of T. harzianum shallot isolates indicated the highest sugar content as 12%. All treatments affected the taste, aroma and preferred, but not in color and texture. The secondary metabolites of T. harzianum ginger and shallots isolates alone, however, was better than the combination isolates. | |
| 5864 | 15687 | H1A012041 | PENURUNAN KADAR TDS, TSS DAN FENOL LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI ECENG GONDOK DENGAN ADITIF FORMAMIDA | Tanaman hama eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan nata de Eichornia Crassipes. Serbuk selulosa microbial dari nata de Eichornia Crassipes selanjutnya diubah menjadi selulosa asetat melalui proses asetilasi. Selulosa asetat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan membran dengan aditif formamida yang kemudian diaplikasikan untuk menurunkan nilai TDS, TSS dan fenol pada limbah cair industri tahu. Karakterisasi selulosa asetat dilakukan dengan analisis menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra-Red), bobot molekul relatif, dan kadar asetil. Karakterisasi membran dengan aditif formamida dilakukan dengan mengukur nilai fluks dan rejeksi. Hasil analisis FTIR (Fourier Transform infra-red) menunjukkan serapan gugus karbonil (C=O) pada 1640,19 cm-1 dan serapan gugus asetil (C–O) pada 1033,25 cm-1. Bobot molekul relatif yang diperoleh sebesar 7,4 x 104 g/mol dengan kadar asetil sebesar 42,3%. Nilai fluks air membran selulosa asetat dan SA-formamida sebesar 30,66 L/(m2.jam) dan 50,87 L/(m2.jam) sedangkan nilai fluks limbah membran selulosa asetat dan SA-formamida sebesar 14,76 L/(m2.jam) dan 21,58 L/(m2.jam). Membran tersebut mampu menurunkan kadar TDS, TSS dan fenol sebesar 80,504 , 84,77, 80,67%. | Plant pests hyacinth can be used as raw material for making nata de Eichornia crassipes. Microbial cellulose powder of nata de Eichornia crassipes IS converted into cellulose acetate by acetylation. Cellulose acetate is used as the base of making membranes with formamide as additive which is applied to reduce the value of TDS, TSS and phenol in tofu industry liquid waste. Characterization of cellulose acetate made by analyzing the functional groups using FTIR (Fourier Transform Infra-Red), determining the relative molecular weight, and determine acetyl content. Characterization of the membrane on the variation of the composition of formamide is done by measuring the flux and rejection. The results of the analysis of FTIR showed absorption carbonyl (C = O) at 1640.19 cm-1 and the uptake of acetyl group (C-O) at 1033.25 cm-1. Relative molecular weights were obtained at 7.4 x 104 g / mol with acetyl content of 42.3%. Value cellulose acetate membrane water flux and SA-formamide of 30.66 L / (m2. hour) and 50.87 L / (m2.jam) while the value of waste cellulose acetate membrane flux and SA-formamide at 14.76 L / ( m2. hour) and 21.58 L / (m2.hour). The membranes can lower the levels of TDS, TSS and phenol at 80.504, 84.77, 80.67%. | |
| 5865 | 15688 | H1A012022 | PENURUNAN KADAR METHYL ORANGE PADA LIMBAH BATIK MENGGUNAKAN MEMBRAN KOMPOSIT PS-PEG-SA DARI SERAT DAUN NANAS | Daun nanas merupakan limbah dari pertanian nanas yang dapat dimanfaatkan seratnya sebagai bahan dasar dalam pembuatan membran seluloa asetat. Serat daun nanas terlebih dahulu dibuat menjadi pulp kemudian diubah menjadi selulosa asetat melalui proses asetilasi yang terdiri atas empat tahap yaitu aktivasi, asetilasi, hidrolisis dan pemurnian. Selulosa asetat kemudian digunakan sebagai bahan dasar pembuatan membran komposit dengan penambahan polistirena dan poli(etilen glikol) sebagai porogen. Membran dibuat dengan menggunakan teknik inversi fasa dengan pelarut diklorometana-aseton. Hasil analisis FTIR (Fourier Transform infra-red) menunjukkan serapan gugus karbonil (C=O) pada 1643,10 cm-1 dan serapan gugus asetil (C–O) pada 1227,01 cm-1, dengan massa molekul relatif sebesar 8,05 x 104 g/mol dan kadar asetil 37,31%. Membran komposit PS-PEG-SA juga telah dikarakterisasi dengan mengukur nilai fluks air dan aplikasinya untuk penurunan kadar methyl orange pada limbah batik. Hasil pengukuran diperoleh nilai fluks air sebesar 25,62 L/(m2.jam) dan persentase penurunan kadar methyl orange pada limbah batik sebesar 71,53%. | Pineapple leaves are agricultural waste from the pineapple that the fibers can be utilized as raw material in cellulose acetate membranes. First, making pineapple leaf fibers are into pulp and then converted into cellulose acetate by acetylation process in four stages consisting of activation, acetylation, hydrolysis and purification. Cellulose acetate then used as the raw material to manufacture composite membrane with addition of polystyrene and poly (ethylene glycol) as porogen. Composite membrane is made using phase inversion method with dichloromethane-acetone as a solvent. The result of FTIR analysis (Fourier transform infra-red) showed that the absorption of the carbonyl group (C=O) is at 1643.10 cm-1 and acetyl group (C–O ) at 1227.01 cm-1, with a molecular weight of 8.05 x 104 g/mol and the contents (rate) of acetyl is 37.31%. PS-PEG-CA composite membrane had also been characterized by measuring the water flux values and its application to decrease methyl orange content (level) in batik waste. The results showed that the water flux value is of 25.62 L/(m2.hour), and the decrease percentage of methyl orange content in batik waste is 71.53%. | |
| 5866 | 15689 | C1C012092 | Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pelatihan dan Pengalaman Kerja Terhadap Pemahaman Standar Akuntansi Pemerintah Basis Akrual (Studi Empiris Pada Pemerintah Kabupaten Pati) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara statistik pengaruh variabel tingkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman kerja terhadap pemahaman Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) basis akrual. Sampel dalam penelitian ini adalah 79 pegawai bagian keuangan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pati. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan survei kuesioner. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regeresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman secaa berasama-sama dan parsial berpengaruh signifikan terhadap pemahaman Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) basis akrual. Pengalaman kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap pemahaman Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) basis akrual. | This study aims to determine the statistical effect of educational level, training, and working period to the understanding of Government Accounting Standar accrual-based. The sample in this study were 79 financial employees of department in Pati government. Data collection in this study using a questionnaire survey. The data collected were processed using multiple regression analysis. The results of this study indicate that educational level, training, and working period simultaneously and partially significant effect to the understanding of Government Accounting Standard accrual-based. Working period has the biggest influence on the understanding of Government Accounting Standar accrual-based | |
| 5867 | 15690 | F1I011040 | Implementasi Perjanjian Forest Law Enforcement, Governance and Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT-VPA) dalam Penanggulangan Illegal Logging di Indonesia Tahun 2009-2014 | Abstrak Penelitian yang berjudul “Implementasi Perjanjian Forest Law Enforcement Governance and Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT-VPA) dalam Penanggulangan Illegal Logging di Indonesia Tahun 2009-2014 ini merupakan penelitian yang menganalisa mengenai perjalanan perjanjian FLEGT-VPA hingga diterapkan di Indonesia, serta dampak-dampak yang ditimbulkan dari perjannian tersebut guna menganggulangi masalah illegal logging di Indonesia. Fokus penelitian ini adalah implementasi perjanjian FLEGT-VPA yang dilihat dari konsep legalisasi dan Green Thought. Konsep legalisasi digunakan untuk mengukur kekuatan dan karakter dari perjanjian internasional. Sedangkan Green Thought digunakan untuk menilai apakah perjanjian FLEGT-VPA sesuai dengan konsep lingkungan dan tidak berpandangan antroposentris. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah perjanjian FLEGT-VPA memiliki dampak yang cukup signifikan dalam menurunkan kasus illegal logging di Indonesia. Jika dilihat menggunakan konsep legalisasi maka perjanjian FLEGT-VPA masuk dalam kategori hard law dimana perjanjian ini bersifat mengika bagi kedua Negara. Berdasarkan perspektif green thought, implementasi perjanjian FLEGT-VPA berdampak besar dalam meningkatkan perdagangan kayu, namun dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan eksploitasi lingkungan yang berlebihan (antroposentris). | A research entitled “Implementasi Perjanjian Forest Law Enforcement, Governance and Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT-VPA) dalam Penanggulangan Illegal Logging di Indonesia Tahun 2009-2014” is a research which is analyzed about the agreement of FLEGT-VPA up to be applied in Indonesia, and impact of the agreement in order to overcome the problem of illegal logging in Indonesia. This research focused on the agreement implementation of FLEGT-VPA based on The Legalization Concept and Green Thought. The Legalization Concept is used to measure the power and the character of the International Agreement. Whereas, Green Thought is used to avaluate whether the agreement of FLEGT-VPA is appropriate with the environmental concept and have not an anthropocentric view. The conclusion of this research is the agreement of FLEGT-VPA has significant impacts to decrease the case of illegal logging in Indonesia. The agreement of FLEGT-VPA, seen from The Legalization Concept, is included on hard law category in which it is linked for both countries. Based on Green Thought perspective, the agreement implementation of FLEGT-VPA has great impact in increasing lumber trade, however it is not causing excessive exploitation of the environment (anthropocentric). | |
| 5868 | 15694 | H1F010001 | GEOLOGI DAN GENESA BREKSI HIDROTERMAL BERDASARKAN DATA GEOKIMIA DAN MINERAGRAFI DAERAH WONODADI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BUAYAN, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH | Daerah penelitian berada di daerah Wonodadi, secara administratif termasuk kedalam kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui genesa pembentukan breksi hidrotermal dengan menggunakan metode analisa petrografi, mineragrafi, x-ray diffraction, dan x-ray fluorescene. Genesa pembentukan breksi hidrotermal di daerah penelitian dapat diinterpretasikan terbentuk akibat kontrol fluida hidrotermal. Breksi hidrotermal pada daerah penelitian termasuk ke dalam kelompok Fluid-Assisted Brecciation. Keberadaan fluida sangat melimpah, terutama di bagian yang lebih rapuh pada sistem hidrotermal. Proses breksiasi yang terjadi adalah hydrofacturing. Proses ini berhubungan dengan variasi pada tekanan fluida. Larutan hidrotermal membawa unsur silika dan karbonat yang cukup melimpah. Gejala mineralisasi daerah penelitian berupa mineral sulfida yaitu pyrite dan chalcopyrite. Dalam breksiasi yang dibantu oleh fluida fragmen berbentuk angular dan mempunyai ukuran yang seragam, hal ini berkaitan dengan rendahnya energi yang dibutuhkan pada saat hydrofracturing. | The research area is located in Wonodadi Area, Buayan District, Kebumen Regency, Central Java. The goal of this research is to know the hydrothermal breccia genesis based on petrographic analysis method, mineragraphy, x-ray diffraction, and x-ray fluorenscene. Hydrothermal breccia genesis in the research area can be interpretated by hydrothermal fluid control. Hydrothermal breccia genesis in the research area included to fluid-assisted brecciation group. The fluid existence is abundant especially at the fragile area in the hydrothermal system. The brecciation process is hydrofracturing. Which is related with fluid pressure variation. Hydrothermal fluid brings so much the silica and carbonat element. The sign of mineralization is formed by sulphide mineral pyrite and chalcopyrite. In the brecciation that helped by the angular shaped fluid fragment and has the same grain. This is related by the low energy needed at the hydrofracturing process. | |
| 5869 | 15695 | C1G014064 | “Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Pemanfaatan Portal Pengguna Jasa Pada Aplikasi CEISA terhadap Penerimaan Negara” (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Pratama Purwokerto)” | RINGKASAN Penelitian ini membahas tentang pengaruh kualitas pelayanan dan pemanfaatan portal pengguna jasa pada aplikasi Customs Excise Information System and Automation (CEISA) terhadap penerimaan negara di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Purwokerto. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dimana peneliti menggunakan instrumen kuesioner dan wawancara dalam mengetahui hubungan antar variabel pengaruh kualitas pelayanan dan pemanfaatan portal pengguna jasa pada aplikasi Customs Excise Information System and Automation (CEISA) terhadap penerimaan negara. Populasi penelitian ini adalah para pengguna jasa dengan jumlah sampel adalah 37 responden. Pengolahan data dalam penelitian ini dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Science) versi 21 yang menunjukkan bahwa: (1) kualitas pelayanan berpengaruh terhadap penerimaan negara dan (2) pemanfaatan portal pengguna jasa pada aplikasi Customs Excise Information System and Automation (CEISA) berpengaruh terhadap penerimaan negara. Dengan demikian penelitian ini menerima hipotesis 1 dan hipotesis 2. Adapun implikasi praktis dari penelitian ini adalah (1) agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada para pengguna jasa, (2) agar mengusulkan kepada Kantor Pusat DJBC terkait penyempurnaan secara berkelanjutan atas aplikasi untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pada sistem yang dapat menyebabkan timbulnya keluhan dari para pengguna jasa. | SUMMARY This research discusses the effect of quality service and use of Portal Pengguna Jasa on the application of Customs Excise Information System and Automation (CEISA) to the state revenue of Customs and Excice Office of Purwokerto. The purpose of this research is to determine effect of the quality service and use of Portal Pengguna Jasa to the state revenue. This research is a quantitative research in which researchers used a questionnaire and interviews in knowing the relationship between variables of quality service and use of Portal Pengguna Jasa. The research population was composed of the users of services with the sample size was 37 respondents. The data in this study was processed by using SPSS (Statistical Package for the Social Science) version 21, which the conclusion were: (1) the quality service affect on the state revenue and (2) the use of the Portal Pengguna Jasa on the application of Customs Excise Information System and Automation (CEISA) affect on the state revenue. This research accepted both of the hypothesis 1 and 2. The practical implications of this research were: (1) to maintain and improve the quality of service provided to the users of services, (2) in order to propose to the Directorate General Of Customs and Excise related improvements on an ongoing basis on the application to anticipate disruptions in the system that can cause complaints of the users of services . | |
| 5870 | 15696 | E1A011262 | TURUT SERTA MENGGADAIKAN BENDA YANG MENJADI OBYEK JAMINAN FIDUSIA TANPA PERSETUJUAN DARI PENERIMA JAMINAN FIDUSIA (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purbalingga No. 118/Pid.Sus/2015/PN. Pbg) | Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga dalam menerapkan unsur-unsur Pasal 36 Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam putusan Nomor: 118/Pid. Sus/2015/PN. Pbg; Untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga dalam menjatuhkan pidana kepada terdakwa dalam putusan perkara Nomor : 118/Pid. Sus/2015/PN. Pbg. Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga dalam menerapkan unsur-unsur Pasal 36 Undang-undang RI Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam putusan Nomor: 118/Pid. Sus/2015/PN. Pbg. Bahwa pada sekira akhir Tahun 2014, saksi Jundan Laksono bersama dengan Terdakwa Suroto Als. Woto Bin Mulyareja, telah menggadaikan 1 (satu) unit Sepeda Motor Honda Beat CW FI No Pol R 4978 DV beserta STNK-nya yang merupakan objek jaminan fidusia, kepada saksi Ahmad Sutrisno sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah). Kedudukan Terdakwa adalah sebagai yang turut serta mengalihkan, menggadaikan benda yang menjadi objek jaminan fidusia yang dilakukan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari penerima fidusia. Pihak PT. FIF GROUP selaku penerima fidusia dari saksi Jundan Laksono, memang tidak pernah memberi persetujuan tertulis kepada saksi Jundan Laksono untuk mengalihkan, menggadaikan atau menyewakan objek jaminan fidusia. Seluruh unsur-unsur telah terbukti dan terpenuhi, kepada Terdakwa harus dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana tersebut dalam dakwaan Alternatif Pertama Penuntut Umum. Dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga dalam menjatuhkan pidana kepada terdakwa dalam putusan perkara Nomor : 118/Pid. Sus/2015/PN. Pbg. Seluruh unsur-unsur dalam Dakwaan Alternatif Pertama telah terbukti dan terpenuhi. Selanjutnya unsur-unsur tersebut dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap Terdakwa. Dasar pertimbangannya, yaitu : Pembuktian dengan mendasarkan pada alat-alat bukti yang sah yang diatur dalam Pasal 184 KUHAP, yang berupa: Keterangan saksi; Barang bukti, dan Keterangan terdakwa. Pertimbangan lain tidak terlepas dari hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Selama pemeriksaan perkara berlangsung ternyata tidak ditemukan adanya alasan pembenar maupun alasan pemaaf dalam diri Terdakwa, perbuatannya dapat dipertanggungjawabkan menurut hukum pidana, seseorang yang bertanggungjawab secara hukum atas perbuatan tertentu dapat dikenakan suatu sanksi karena bertentangan dengan hukum. | Target of research is to know Judge of district court Purbalingga consideration in applying Section elements 36 Law Number 42 Year 1999 about Guarantee Fidusia jo. Section 55 sentence (1) first KUHP in Number decision: 118 / Pid. Sus/2015/Pn. Pbg; To know consideration base punish Judge of district court Purbalingga in dropping crime to defendant in Number verdict : 118 / Pid. Sus/2015/Pn. Pbg. Consideration Judge of district court Purbalingga in applying Section elements 36 Law RI Number 42 Year 1999 about Guarantee Fidusia jo. Section 55 sentence (1) first KUHP in Number decision: 118 / Pid. Sus/2015/Pn. Pbg. That at estimating year-end 2014, Jundan Laksono eyewitness together with Defendant Suroto Als. Woto Bin Mulyareja, have mortgaged 1 (one) unit Motorbike Honda Beat CW FI No Pol R 4978 DV along with STNK representing fidusia guarantee object, to Ahmad Sutrisno eyewitness to Rp. 3.000.000,- (three million rupiah). Dimiciling Defendant is as which have a share to transfer, mortgaging object becoming conducted fidusia guarantee object without written permission beforehand from fidusia receiver. PT. FIF GROUP as fidusia receiver from Jundan Laksono eyewitness, it is true have never given written permission to Jundan Laksono eyewitness to transfer, to mortgaging or renting fidusia guarantee object. All elements have proven and fufilled, to Defendant have to be expressed by have proven to conduct doing an injustice as the in First Alternative assertion of Publik Prosecutor. Consideration base punish Judge of district court Purbalingga in dropping crime to defendant in Number verdict : 118 / Pid. Sus/2015/Pn. Pbg. All elements in First Assertion Alternative have proven and fufilled. Hereinafter the elements made as consideration base to drop crime decision to Defendant. Elementary is its consideration, that is : Verification by relying on valid evidence appliance which arranged in Section 184 KUHAP, which in the form of: Eyewitness boldness; Goods Evidence, and Boldness defendant. Other consideration is not quit of things weighing against and lightening defendant. During session of the court take place in the reality do not be found by the existence of the reason of forgiveful reason and also correctness, in Defendant x'self, its deed can be justified according to criminal law, someone which is responsibility judicially to the certain deed can be imposed by an sanction because illegaling. | |
| 5871 | 15697 | A1L012072 | APLIKASI DOSIS PUPUK HAYATI MIKORIZA BENTUK TABLET DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM PADA TANAMAN JAHE | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe, mengetahui komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe, mengetahui kombinasi perlakuan dari pupuk hayati mikoriza dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, mulai Januari 2016 sampai dengan Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor yang masing-masing terdiri dari 3 taraf. Faktor pertama yaitu dosis pupuk hayati mikoriza bentuk tablet yang terdiri dari 0 tablet (tanpa mikoriza), 4 tablet (20 spora), dan 8 tablet (40 spora). Faktor kedua yaitu komposisi media tanam yang berisi tanah, pupuk kandang, dan cocopeat dengan perbandingan 1:1:1, 2:1:1, dan 2:2:1. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot rimpang segar, bobot rimpang kering, dan persen infeksi mikoriza. Data dianalisis dengan uji F, apabila terdapat keragaman dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kesalahan 5% dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk hayati mikoriza sebanyak 3,8 tablet (19 spora) mampu meningkatkan bobot akar kering hingga 1,34 gram. Media tanah : pupuk kandang : cocopeat (2:1:1) menunjukkan hasil terbaik dengan rerata tinggi tanaman 44,7 cm. Penambahan dosis pupuk hayati mikoriza bentuk tablet pada media 1:1:1 menurunkan pertumbuhan dan hasil rimpang jahe, namun pada media 2:1:1 dengan pemberian pupuk hayati mikoriza hingga 8 tablet (40 spora) menunjukkan peningkatan pertumbuhan dan hasil rimpang jahe. Media 2:2:1 dengan penambahan dosis pupuk hayati mikoriza 4-7 tablet (20-36 spora) mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil yang meliputi bobot tajuk dan rimpang jahe. | This research aimed to: 1) examine effect of mycorrhiza biofertilizer at various doses to growth and yield of ginger, 2) examine effect of planting medium with various compositions to growth and yield of ginger, 3) examine combination treatments between of mycorrhiza biofertilizer at various doses and composition of planting medium to ginger plants. This research was conducted at Greenhouse, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from January, 2016 until May, 2016. This research used a complete randomized block design (RCBD) with 2 factors each consisting of 3 levels. First factor is dosage mycorrhiza biofertilizer tablet form consist of 0 tablet (without mycorrhiza), 4 tablets (20 spores), 8 tablets (40 spores). Second factor is composition of planting medium containing soil, manure, amd cocopeat with comparasion 1:1:1, 2:1:1, and 2:2:1. The observed variables were plant height, number of leaves, number of tillers, weight of fresh crown, weight of dry crown, weight of fresh root, weight of dry root, weight of fresh rhizome, weight of dry rhizome, and percent mycorrhizal infection. Data were analyzed with F test, if there were variations, then it was followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) with standar error 5%. and regression.The results showed that 3,8 tablets (19 spore) of mycorrhiza biofertilizer can improve weight of dry root until 1.34 gram. Soil : manure : cocopeat media (2:1:1) shows the best results with an average plant height is 44,7 cm. Addition of dose mycorrhiza biofertilizer tablet form on the media 1:1:1 can lower growth and yield of ginger rhizome, but on media 2:1:1 with mycorrhizal biological fertilizer up to 8 tablets (40 spores) showed increased growth and yield of ginger rhizome. Media 2:2:1 with the addition of a dose of 4-7 tablets mycorrhizal biofertilizers (20-36 spores) were able to increase the growth and results that include crown weight and ginger rhizome. | |
| 5872 | 15698 | C1B012007 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA, KUALITAS INFORMASI, DAN NILAI PELANGGAN TERHADAP KEPUASAN KOSUMEN JASA TRANSPORTASI KERETA API SERAYU DAOP V PURWOKERTO | Penelitian yang berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, Kualitas Informasi dan Nilai Pelanggan Terhadap Kepuasan Konsumen Jasa Transportasi Kereta Api Serayu Daop V Purwokerto" adalah bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, Kualitas Informasi dan Nilai Pelanggan Terhadap Kepuasan Konsumen pada jasa transportasi Kereta Api Serayu Daop V Purwokerto. Penelitian dilakukan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 120 responden dari penumpang Kereta Api Serayu Daop V Purwokerto. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan uji t sebagai metode pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, harga, kualitas informasi dan nilai pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Merujuk pada hasil penelitian ini, para manajer disarankan peningkatan kualitas pelayanan terhadap konsumen dengan lebih memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen seperti kebersihan toilet di dalam Kereta Api Serayu supaya konsumen merasa nyaman dan puas. Untuk penetapan harga kereta api akan lebih baik jika penetapan harga di bagi menjadi harga untuk jarak menengah dan jarak jauh sehingga dapat meningkatkan jumlah penumpang. Untuk mendukung kualitas informasi yang baik dan memadai bisa di tambahkan semacam layar GPS (Global Positioning System) atau sarana tambahan yang lebih baik bagi penumpang bila ingin mengetahui arah dan waktu tempuh pada saat perjalanan. Untuk meningkatkan penilaian yang baik bagi Kereta Api Serayu, pengelola Kereta Api Serayu bisa lebih meningkatkan fasilitas dan pelayanannya agar konsumen kembali menggunakan Kereta Api Serayu.. Penelitian ini juga terbatas pada skala penelitian yang dilakukan hanya dalam lingkup penumpang Kereta Api Serayu Daop V Puwokerto berdasarkan variabel pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, Kualitas Informasi dan Nilai Pelanggan Terhadap Kepuasan Konsumen. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan lokasi penelitian, subyek dan obyek penelitian, metode penelitian serta variabel penelitian. | This research with tittle “Quality of service , Price, Quality of information and Customer value to Customer satisfication of Serayu Train Operational Area V Purwokerto transportation service” has purpose to analyze Quality of service , Price, Quality of information and Customer value to Customer satisfication of Serayu train operational area V Purwokerto transportation service. The research did with 120 respondents samples of questionnaire from Serayu Train Operational Area V Purwokerto passengers. The data is analyzed using multiple linier regression with t check as hypothesis testing method. Result of this research showing that quality of service effect, price, quality of information and customer value give positive effect and significant to customer satisfication. Refer to this research result, manager in operational arean V Purwokerto are suggested to increase quality of service to customer with give more attention customers needs and desires like toilet cleanliness in Serayu train for customer satisfication and comfort. For the price better if the price fix by medium mileage and long mileage to increase number of passengers. Additional GPS (Global Positioning System) screen on the train can support better quality of information for customer who want to know their destination and travelling time.. The research scale is limited to scope of Serayu train operational area V Purwokerto based on quality of service, price, quality of information and customer value to customer satisfication. For further research suggest to develop research location, research subject and object, research methods and research varibel. To enhance the good judgment fpr Serayu train, Serayu train operator can further improve the facilities and service so that consumers re-use Serayu train. | |
| 5873 | 15699 | C1A012079 | ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB), INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DAN PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA BARAT (Periode 2010-2014) | Kemiskinan merupakan masalah yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, hal ini karena kemiskinan merupakan masalah kompleks yang disebabkan dari berbagai dimensi (dimensi ekonomi, dimensi pendidikan, dimensi kesehatan, dimensi sosial politik, dan lain sebagainya). Salah satu faktor yang menyumbang indeks kemiskinan di Indonesia adalah besarnya rasio pengangguran dibanding dengan jumlah angkatan kerja di Indonesia. Penelitian ini menganalisa pengaruh faktor jumlah penduduk, produk domestik regional bruto, indeks pembangunan manusia, dan pengangguran pada kemiskinan khususnya di Provinsi Jawa Barat pada periode 2010 – 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh variable jumlah penduduk, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pengangguran secara parsial dan simultan terhadap kemiskinan di Jawa Barat, untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap kemiskinan di Jawa Barat, serta untuk mengetahui trend kemiskinan di Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode survey dan merupakan penelitian deskriptif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi data panel, uji elastisitas dan analisis trend. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan, PDRB berpengaruh negatif dan tidak signifikan, IPM berpengaruh negatif dan signifikan, pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Jawa Barat. Dari variabel jumlah penduduk, PDRB, IPM, dan pengangguran berpengaruh secara bersama-sama terhadap kemiskinan di Jawa Barat. IPM merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kemiskinan di Jawa Barat. Perkembangan trend kemiskinan di Jawa Barat menunjukkan keadaan yang semakin menurun. Implikasi dari kesimpulan di atas, Untuk mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi, serta perlu adanyasosialisasi program KB untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga danuntuk menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran. Untuk pertumbuhan PDRB yang terus meningkat, perluadanya kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia, upaya yang dapat dilakukan pemerintah diantaranya memberikan pelayanan di sektor pendidikan secara gratis khususnya bagi masyarakat miskin, sedangkan dibidang kesehatan dapat dilakukan pelayanan kesehatan gratis, memperbanyak puskesmas khususnya pada masyarakat desa miskin dan tertinggal. Untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah yaitu dengan menurunkan tingkat suku bunga acuan, sehingga diharapkan akan memacu para produsen untuk melakukan pinjaman guna ekspansi usaha. | Poverty is a problem that cannot be solved in a short time, because it is a complex problem that caused by many dimensions (economic dimension, the dimension of education, health, social political dimension, etc). The main factor contributes poverty is the higher unemployment index than employment index in labor market Indonesia. This studies will analyze the influence of the total population, gross domestic regional product, human development index, and unemployment on poverty index in West Java, period 2010-2014. The purpose of this research is to analyze the influence of variable population, the gross domestic product, the human development index, and unemployment partially and simultaneously on poverty index in West Java area, to analyze which variable is the most influential of poverty index in West Java area, and to analyze trend of poverty index in West Java area. Methodology for this research is using survey and descriptive research. Analytical tools used in this research is a model test panel data regression, elasticity, and analysis of data trends. The research implied that there are positiverelation and significant between population and poverty, and there are negative relation and insignificant between three other independent variables (gross domestic product, human development index, and unemployment) and poverty index. The result shows that the most influential factor of poverty index in West Java is Human Development Index. And this research proofs that trend of poverty in West Java is declining. Implication of this research are to decrease the population density, government launch transmigration program, socialization regarding “Keluarga Berencana” program and release rule of minimum age for marriage to decrease amount of birth rate. The growth of gross domestic product is increasing, so Government should issue the policies related to improve National Income. To improve the human development index, Government provide free education and health facilities for poor families, revitalize undeveloped village. To reduce the unemployment rate, Government lower interest rate to leverage credit to producers to expands their business. | |
| 5874 | 15701 | E1A012171 | KEWENANGAN DENSUS 88 DALAM MENCEGAH DAN MENANGGULANGI TERORISME DI INDONESIA | ABSTRAK Terorisme merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban serta merupakan salah satu ancaman serius terhadap kedaulatan setiap negara sehingga perlu dilakukan pemberantasan secara berencana dan berkesinambungan. Densus 88 memiliki peran yang sangat besar dalam mencegah dan menanggulangi tindak pidana terorisme namun aturan hukum yang ada saat ini belum memadai untuk mengantisipasi perkembangan aksi terorisme di Indonesia. Penelitian ini mengambil rumusan masalah sebagai berikut (1)Bagaimana kewenangan Densus 88 dalam mencegah dan menanggulangi terorisme di Indonesia? (2)Faktor apa saja yang mendorong dan menghambat dalam mencegah dan menanggulangi tindak pidana terorisme di Indonesia? Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data primer berupa wawancara. Data diuraikan dalam bentuk teks naratif. Metode analitis data yang digunakan ialah metode normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan: (1)Kewenangan Densus 88 dalam pencegahan meliputi kontraradikalisasi, kontranaratif, deradikalisasi, penangkapan terhadap terduga teroris sebelum melakukan teror dan bekerjasama dengan tokoh masyarakat sedangkan kewenangan Densus 88 dalam menanggulangi meliputi penyelidikan, penyidikan, penindakan, pencegahan dan melakukan kerjasama internasional. (2)Faktor pendukung berupa adanya kerjasama antara Densus 88 dengan instansi lain dan tokoh masyarakat sedangkan faktor penghambat yaitu banyaknya partisipan, luasnya wilayah Indonesia, kuatnya ideologi para teroris, kurangnya personel, dana, sarana dan prasarana. Penelitian ini menyarankan: Segera mengesahkan undang-undang terorisme yang baru dan mengatur secara jelas tentang pelaku penyebar paham radikal. Kata Kunci: Densus 88, Kewenangan, Terorisme | ABSTRACT Terrorism is a crime against humanity and civilization also as one of serious threats toward the sovereignty of every country so that it needs to be done a planned eradication and sustainable. Densus 88 has a very big role in preventing and combating terrorism, but the law at this time are not yet sufficient to anticipate the development of terrorism in Indonesia. In this research there were two problems as follows (1) How does the authority of Densus 88 in preventing and combating terrorism in Indonesia? (2) What are the factors that encourage and also hamper in preventing and combating terrorism in Indonesia? This research used sociological-juridical method that is an analytical descriptive. The Sources of primary data in form of interview. The data described in narrative text form. Data analytical method used a normative-qualitative method. This research conclude that: (1) The authority of Densus 88 in prevention covers contraradicalization, contranarrative, deradicalization, the arrest of suspected terrorists before terror and also cooperate with community leaders, whereas the authority of Densus 88 in combating terrorism covers investigation, initial investigation, prosecution, prevention, and do an international cooperation. (2) The supporting factors such as the cooperation between Densus 88 with other institutions and community leaders, whereas the hampering factors are the number of participants, the vast area of Indonesia, the strong ideology of the terrorist, the lack of personnel, funds, facilities, and infrastructure. This Research suggest: Immediately to approve the new constitution of terrorism and clearly regulate about the actors who spreading radicaly understanding. Keyword: Densus 88, Authority, Terrorism | |
| 5875 | 15702 | E1A012118 | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA WALI NIKAH YANG TIDAK SAH (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Palembang Nomor : 1322/Pdt.G/2012/PA.Plg.) | “PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA WALI NIKAH YANG TIDAK SAH (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Palembang Nomor : 1322/Pdt.G/2012/PA.Plg.)” Oleh: Candra Maheswara Putra ABSTRAK Perkawinan menurut Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya. Dari pasal tersebut dapat dinyatakan bahwa perkawinan yang sah adalah perkawinan yang bukan hanya memenuhi aturan dalam hukum nasional saja namun juga harus memenuhi aturan dalam hukum keagamaan. Sebelum melangsungkan suatu perkawinan menurut hukum Islam terdapat syarat dan rukun yang harus dipenuhi oleh pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan perkawinan tersebut. Salah satu bentuk perkawinan yang tidak sesuai dengan rukun dan syarat perkawinan yaitu perkawinan dengan wali yang tidak sah. Hal ini dapat dimohonkan pembatalan perkawinan lewat putusan Pengadilan. Seperti halnya dalam kasus PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA WALI NIKAH YANG TIDAK SAH (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Palembang Nomor : 1322/Pdt.G/2012/PA.Plg). Metode penelitian dalam penulisan hukum ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi pemikiran Hakim dalam mengabulkan pembatalan perkawinan yaitu hakim menerapkan: Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 26 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Pasal 71 huruf (e ) , Pasal 73 Kompilasi Hukum Islam, serta Buku II Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan Agama Edisi Revisi Tahun 2010 halaman 146 angka 5 huruf ( a dan b) dan Hadis Rasullullah SAW . Ketentuan tersebut menjelaskan apabila perkawinan bukan dilakukan oleh wali yang berhak dan perkawinan tersebut juga dicatat oleh pegawai pencatat nikah yang tidak berwenang maka perkawinan tersebut harus dibatalkan dan diperbaharui supaya sah. Penulis memberikan saran bahwa seharusnya hakim dalam membuat pertimbangan hukum tidak hanya menggunakan pasal-pasal yang ada di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, tetapi juga menggunakan pasal-pasal yang ada di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 dan Pegawai pencatat nikah dalam menerima,memeriksa suatu izin nikah seharusnya lebih teliti dan cermat serta di umumkan di tempat yang orang dapat membacanya sehingga dapat dicegah adanya perkawinan yang kurang memenuhi syarat-syarat. Kata Kunci : Pembatalan Perkawinan. | "NULLIFICATION OF MARRIAGE BECAUSE UNAUTHORIZED MARRIAGE GUARDIAN (Study to Judgment of Religion Court Number: 1322 / Pdt.G / 2012 / PA.Plg.)" By : Candra Maheswara Putra E1A012118 ABSTRACT Marriages under Article 2 subsections 1 Wedding Act Number 1 of 1974 is valid, if done according to the law of each religion and belief. From the article it can be stated that legal marriage is a valid marriage not only meet the rules into national law, but also must meet the rules in religious law. Prior to perpetuate a marriage according to Islamic law are the terms and the pillars that should be fulfilled by the parties who have a relationship with the marriage. One form of marriage that is not in accordance with the terms of marriage is harmonious and mating with unauthorized guardian. It can be applied for annulment of marriage through the Court's decision. Just as in the case of NULLIFICATION OF MARRIAGE BECAUSE UNAUTHORIZED MARRIAGE GUARDIAN (Study to Judgment of Religion Court Number: 1322 / Pdt.G / 2012 / PA.Plg.Methods of research in writing this law is normative juridical approach cases. The results showed that the construction of thought Judge in granting marriage annulment that judges apply: Article 2 (1) jo. Article 26 of Law No. 1 of 1974, Article 71 letter (e), Article 73 Compilation of Islamic Law, and Book II Guidelines for the Implementation of Duties and Administration of Religious Courts Revised Edition Year 2010 page 146 paragraph 5 letter (a and b) and Hadith Rasullullah SAW. The provision is explained if the marriage is not done by a trustee who has the right and the marriage was also noted by an employee who is not authorized marriage registrar, the marriage had to be withdrawn and updated so legitimate. The authors suggest that it should be the judge in making legal considerations are not only using the provisions contained in the Act No. 1 of 1974 and the Compilation of Islamic Law, but also to use clauses that exist in Government Regulation No. 9 of 1975 and Employees marriage registrar in receiving, inspecting a marriage license should have been more thorough and meticulous, and announced at a place that people can read so as to prevent their marriage did not meet the requirements. Keyword : nullification of marriage. | |
| 5876 | 15703 | E1A012266 | EKSISTENSI KONTRAK KARYA PT. FREEPORT INDONESIA DENGAN PEMERINTAH INDONESIA SETELAH DIUNDANGKANNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG MINERAL DAN BATUBARA | Pada tahun 1991 antara PT.Freeport Indonesia dengan Pemerintah Indonesia telah sepakat untuk memperpanjang Kontrak Karya sampai pada tahun 2021. Sebelum Kontrak Karya tersebut berakhir, pada tahun 2009 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara dan pada Pasal 169 tentang Peralihan yang pada intinya menegaskan bahwa memang undang-undang tersebut tetap mengakui adanya Kontrak Karya yang telah berlaku. Walaupun telah diundangkan atau telah berlaku tetapi pada ayat duanya menyatakan bahwa setelah undang-undang tersebut berlaku selama satu tahun atau tepatnya pada tahun 2010 maka Kontrak Karya yang sedang berlaku harus disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Minerba dan ketentuan tersebut diantaranya: Pelepasan Wilayah Kontrak Karya/PKP2B sesuai dengan peraturan perundang-undangan, Penggunaan Barang dan Jasa Pertambangan Dalam Negeri, PNBP, Kewajiban Divestasi Saham, Status Hukum Kelanjutan Operasi Produksi. Dengan adanya ketentuan itu maka keberadaan Kontrak Karya seakan perlu disesuaikan dengan ketentuan Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara tersebut. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui tindakan PT.Freeport Indonesia yang belum menyesuaikan Kontrak Karya dengan Ketentuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 apakah dapat dibenarkan atau tidak menurut hukum Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif, konsep dan analisis. Hasil penelitian menemukan beberapa fakta yang mengarah pada suatu kesimpulan bahwa penyesuaian harus dilakukan berdasarkan renegosiasi yang membutuhkan kesepakatan para pihak dalam perjanjian. | In 1991 between PT Freeport Indonesia and the Government of Indonesia has agreed to extend the contract of work until 2021. Before the Work Contract expires, in 2009 the Government of Indonesia issued Undang-Undag nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara and Article 169 of the Transitional which basically confirmed that indeed the law still recognizes thework of contract still be valid. Although it has valid or enacted but in paragraph both stated that after the law is valid for one year or more precisely in 2010, the Contract of Work in force must be adapted to the provisions of mining law and regulations include: Release of Contract of Work area / PKP2B in accordance with the legislation, use of Goods and Services Mining of the Interior, non-tax revenues, Divestment Obligations Stocks, Continuing Legal Status of Production Operations. With the stipulation that the existence contract if necessary adjusted to the provisions of Law No. 4 of 2009 on Mineral and Coal them. The purpose of this study is to determine the actions that have not yet adapted PT Freeport Indonesia Contract with the provisions of Law No. 4 of 2009 whether justifiable or not under Indonesian law. This study uses normative approaches, concepts and analysis. The study found some facts that lead to the conclusion that adjustments should be made based on the renegotiation requires the agreement of the parties to the agreement. | |
| 5877 | 15592 | E1A012192 | TANGGUNG JAWAB PT. GO-JEK INDONESIA SEMARANG SEBAGAI PELAKU USAHA PENYEDIA JASA APLIKASI TERHADAP PERLINDUNGAN KONSUMEN PENGGUNA JASA ONLINE MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | PT. GO-JEK Indonesia memanfaatkan kemajuan teknologi dengan mengeluarkan sebuah aplikasi GO-JEK. PT.GO-JEK Indonesia Semarang mendapat respon positif dari masyarakat Semarang. Masyarakat yang akan menggunakan jasa aplikasi PT.GO-JEK Indonesia harus mengunduh aplikasi GO-JEK di smartphone. Dalam mengunduh aplikasi tersebut, pelanggan diharuskan untuk mengisi data identitas diri, alamat rumah, nomor telepon. Pengisian identitas secara otomatis data tersebut, driver akan mengetahui semua identitas pelanggan. Kejadian yang pernah terjadi menimpa salah satu pelanggan PT.GO-JEK Indonesia Semarang berdasarkan keterangan yang didapat Ria (bukan nama sebenarnya) yang memilih menggunakan jasa GO-JEK mendapat teror ancaman dari driver karena memberikan komentar setelah menggunakan jasa GO-JEK, hal ini tentu sangat merugikan pelanggan di mana identitas yang diberikan kepada PT.GO-JEK Indonesia disalahgunakan oleh pihak yang beritikad tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab PT.GO-JEK Indonesia Semarang terhadap kerugian yang ditimbulkan dalam hal kerahasian identitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif kualitatif yaitu metode pendekatan dengan Undang-undang. Spesifikasi penelitian adalah spefikasi deskriptif dengan menguraikan secara jelas kemudia dikaitkan dengan teori hukum dan praktek hukum positif yang dihubungkan dengan penelitian yang dilakukan. Tanggung jawab PT.GO-JEK Indonesia Semarang terhadap pelanggan telah diupayakan oleh Perusahaan dengan cara membuat software yang terbaru untuk menjaga identitas pelanggan terkait mengenai ganti kerugian Perusahaan memberikan ganti rugi sesuai dengan aturan dan ketentuan yang telah dibuat Perusahaan. Penerapan Tanggung jawab dan ganti kerugian sesuai dengan aturan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. | PT. GO-JEK Indonesia take advantage of technological advances by issuing a GO-JEK application. PT.GO-JEK Indonesia Semarang received a positive response from the community of Semarang. People who will use the services PT.GO application-JEK Indonesia must download the GO-JEK applications on smartphones. In downloading the app, the customer is required to fill the data of identity, home address, telephone number. Charging automatically identity data, all the drivers will know the identity of the customer. Events that have occurred happened to one customer PT.GO-JEK Indonesia Semarang based on information obtained Ria (not her real name) who choose to use the services GO-JEK received terror threats from drivers for comment after using the services of GO-JEK, this is certainly highly detrimental to customers where the identity given to PT.GO-JEK Indonesia misused by the party bad faith. This study aims to determine the responsibility of PT.GO-JEK Indonesia Semarang against losses incurred in secret the identity of customers. This study uses normative approach qualitative approach with the Act. Specifications spefikasi research is descriptive outline clearly later associated with legal theory and practice of positive law that is linked to the research conducted. Responsibility PT.GO-JEK Indonesia Semarang to customers have been pursued by the Company by making the latest software to keep the identity of the customer-related damages to indemnify the Company in accordance with the rules and regulations that have made the Company. Application of responsibility and compensation in accordance with the rules of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection, Law Number 11 Year 2008 on Information and Electronic Transactions. | |
| 5878 | 15704 | A1L012060 | KAJIAN PENAMBAHAN IAA PADA PELAPISAN KITOSAN TERHADAP UMUR SIMPAN DAN MUTU BUAH JAMBU BIJI | Tujuan penelitian ini adalah : 1) mengkaji konsentrasi optimal kithosan terhadap umur simpan dan mutu buah jambu biji, 2) mengkaji konsentrasi iaa optimal pada pelapisan kitosan terhadap umur simpan dan mutu buah jambu biji, 3) mengetahui kombinasi yang optimal kitosan dan iaa terhadap umur simpan dan mutu buah jambu biji. Percobaan dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama ialah konsentrasi kitosan dengan 4 taraf yaitu 0%, 1%, 2% dan 3%. Faktor kedua ialah konsentrasi IAA dengan 3 taraf yaitu 0 μM, 5 μM dan 10 μM. Variable yang diamati adalah susut bobot, kadar vitamin C, kekerasan buah, total padatan terlarut, umur simpan, warna dan rasa buah. Perlakuan kitosan berpegaruh nyata terhadap variabel susut bobot, kadar vitamin C, kekerasan buah, umur simpan , total padatan terlarut dan warna buah jambu biji. Perlakuan kitosan 3% mampu memperpanjang umur simpan buah jambu biji selama 3 hari lebih lama dibanding dengan kontrol. Perlakuan IAA berpengaruh nyata terhadap variabel kadar vitamin C dan kekerasan saja, tetapi tidak berpengaruh terhadap susut bobot, umur simpan, total padatan terlarut, warna dan rasa buah jambu biji. Interaksi antara kitosan dan IAA berpengaruh nyata terhadap umur simpan, kadar vitamin C buah, kekerasan buah dan rasa buah jambu biji. Perlakuan terbaik untuk mempertahankan mutu buah dan umur simpan jambu biji adalah perlakuan K2A1 (kitosan 2% dan IAA 5 μM). | The research aims to : 1) assay the optimal concentration of chitosan to shelf-life and the quality of guava to shelf-life and the quality of guava, 2) assay the optimal concentration of IAA on the chitosan coating to shelf-life and the quality of guava, 3) knowing the optimal combination of chitosan and IAA to shelf-life and the quality of guava. The research was conducted in the Laboratory of Agronomi dan Hortikultura , Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas on march-april 2016. The research was conducted in the Laboratory of Agronomi dan Hortikultura , Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas on march-april 2016. This research used a Randomized Block Design with two factors. The first factor was chitosan concentration with four levels : 0%, 1%, 2% dan 3%. The second factor was the IAA concentration with three levels : 0 μM, 5 μM and 10 μM. The observed variables were shrinkage of weight, vitamin C degree, fruit hardness, total soluble solid, shelf-life, color, and taste of the fruit. Results of the research showed that chitosan application significantly affected variables of were shrinkage of weight, vitamin C degree, fruit hardness, shelf-life, total soluble solid, and color. The chitosan-coated guava of 3% can be preserved for at least 3 days longer than controled. The IAA treatment significantly affected variables of were vitamin C degree andfruit hardness. However, the IAA treatment no significantly affected variables of were shrinkage of weight, shelf-life, total soluble solid, color, and taste of the fruit. The interaction between chitosan ans IAA significantly affected variables of were shelf-life, vitamin C degree, fruit hardness, and taste of the fruit. The treatment of the best to maintain the quality and shelf-life of guava is chitosan 2% and IAA 5 μM | |
| 5879 | 15705 | C1C012037 | PENGARUH RISIKO SISTEMATIK, STRUKTUR MODAL, DAN PERSISTENSI LABA TERHADAP RESPONS OPINI AUDIT | Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif berjudul “Pengaruh Risiko Sistematik, Struktur Modal, dan Persistensi Laba Terhadap Respons Opini Audit”, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh risiko sistematik, struktur modal, dan persistensi laba terhadap respons opini audit. Jumlah sampel yang dipilih sebanyak 52 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2012 sampai dengan 2014 dipilih dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian dengan analisis data menggunakan regresi data panel menunjukkan bahwa : (1)secara simultan risiko sistematik, struktur modal, dan persistensi laba berpengaruh signifikan terhadap respons opini audit, (2) risiko sistematik tidak berpengaruh signifikan terhadap respons opini audit, (3) struktur modal berpengaruh negatif signifikan terhadap respons opini audit, dan (4) persistensi laba tidak berpengaruh signifikan terhadap respons opini audit. Implikasi dari hasil penelitian yaitu peningkatan respons opini audit (yang menggunakan proksi ERC) dapat dilakukan antara lain dengan mengurangi jumlah pendanaan dari luar serta menyeimbangkannya dengan modal sendiri. | This research is quantitative descriptive entitled “The Effect of Systematic Risk, Capital Structure, and Earnings Persistence Against Audit Opinion Response”, the purpose of this study was to determine the effect of systematic risk, capital structure, and the persistence of earnings of the responses to the audit opinion. The number of samples that have as many as 52 manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2012 through 2014using purposive sampling to select a sample. Based on the result and analysis of data using panel data regression showed that: (1) simultaneous systematic risk, capital structure, and the persistence of earnings significantly influence the response to the audit opinion, (2) the systematic risk does not significantly influence the response audit opinion, (3) capital structure significant negative effect on response to the audit opinion, and (4) the persistence of earnings not significantly influence the response to the audit opinion. The implications of the conclusion above is that the increase in response to the audit opinion that using proxy ERC can be done for example by reducing the amount of external funding and balance with their own capital. | |
| 5880 | 15673 | E1A012054 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN INDONESIA DIGITAL HOME PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DI KABUPATEN BANYUMAS | Perlindungan hukum merupakan salah satu upaya agar tujuan hukum dapat tercapai. Tujuan hukum yang dimaksud yaitu terpeliharanya keamanan dan ketertiban sehingga dapat menjamin kepastian hukum, dengan demikian dapat menghindarkan tindakan kesewenangan pelaku usaha dalam melakukan kegiatan usahanya. Perlindungan hukum diberikan kepada konsumen dalam dunia perdagangan antara konsumen dan pelaku usaha harus dalam keadaan yang seimbang. Peraturan dasar yang mengatur tentang perlindungan konsumen dan pelaku usaha dalam melakukan kegiatan dibidang perdagangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlindungan hukum bagi konsumen dalam bidang pelayanan pertelekomunikasian yang menyediakan layanan telepon rumah, akses internet berkecepatan tinggi, layanan TV interaktif sekaligus dengan berbagai konten seperti layanan portal musik digital dan Home Automation. Salah satu pelaku usaha yang mengeluarkan produk-produk tersebut adalah PT Telkom Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan yang didukung dengan data primer dari hasil wawancara. Metode analitis data yang digunakan ialah metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT Telkom Purwokerto secara normatif pada dasarnya telah sesuai dengan ketentuan Pasal 4 huruf a dan huruf h UUPK, PT Telkom telah memberikan pelayanan konsumen (customer service) untuk menangani keluhan yang dialami pelanggan dan PT Telkom juga memberikan kompensasi bagi konsumen yang dirugikan dengan kriteria bahwa kerugian tersebut bukan disebabkan oleh pelanggan, namun dalam praktiknya terdapat kendala-kendala yang dialami PT Telkom Purwokerto sehingga sering ada keluhan-keluhan konsumen yang tidak dapat ditangani secara langsung. | The legal protection is one of the efforts that the purpose of law can be achieved. The purpose of law is that the maintenance of security and order so as to ensure legal certainty, thereby avoiding arbitrariness action business actors in conducting business activities. The legal protection given to consumers in the world of commerce between consumers and businesses should be in a state of balance. Basic rules governing the protection of consumers and businesses in conducting activities in the field of trade. The purpose of this study to determine the legal protection for consumers in the field of telecommunications services that provide home phone service, high speed internet access, interactive TV services as well with a variety of content such as digital music portal service and Home Automation. One of the businesses that emit these products are PT Telkom Indonesia. This research used normative juridical approach to legislation that is descriptive analytical. Sources of data in this study using secondary data from the literature are supported by primary data from interviews. Data analytical method used is a qualitative normative method. The results showed that PT Telkom Purwokerto normatively accordance with Article 4 paragraph a and h UUPK. PT Telkom Purwokerto has provided customer service to handle complaints experienced by consumers who are disadvantaged, the criteria that the loss was not caused by consumers. However, in practice there are constraints experienced by PT Telkom Purwokerto so often there are complaints of consumers that cannot be handled directly. |