Artikelilmiahs

Menampilkan 5.881-5.900 dari 48.839 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
588115706D1E012026KECERNAAN BAHAN KERING DAN ORGANIK SAPI SUMBA ONGOLE YANG DIBERI JERAMI PADI AMONIASI DAN KONSENTRAT YANG DITAMBAHKAN TEPUNG DAUN WARUPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara penambahan tepung daun waru dengan imbangan jerami padi amoniasi dan konsentrat yang berbeda terhadap kecernaan bahan kering (KBK) dan bahan organik (KBO) secara in vivo. Penelitian menggunakan 18 ekor sapi Sumba Ongole (SO) jantan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) umur ±2 tahun dengan bobot badan awal rata-rata 218,67 Kg ± 17,62 (KK= 8,06%). Terdapat dua faktor yang diujikan. Faktor pertama adalah level tepung daun waru (Hibiscus tiliaceus) 0% (W1), 0,24% W2), dan 0,48% (W3). Faktor kedua adalah imbangan jerami padi amoniasi dan konsentrat 35 : 65 (I1) dan 30 : 70 (I2). Penelitian ini menggunakan pola faktorial 3x2 yang dirancang sesuai dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menghasilkan kombinasi I1W1, I1W2, I1W3, I2W1, I2W2, dan I2W3 sebagai perlakuan. Jumlah bahan kering yang diberikan adalah 3,3% dari bobot hidup dengan pemberian pakan sebanyak enam kali sehari. Peubah yang diukur adalah KBK dan KBO.This research aimed at assessing the interaction between adding hibiscus leaf meal in cattle rations with different ratios of ammoniated rice straw to concentrates and its effects on the digestibilities of its dry matter (DMD) and organic matter (OMD) by in vivo. It used 18 male Sumba Ongole (SO) cattle from East Nusa Tenggara of two year old and whose average initial body weight was 21,67Kg ± 17.62 (KK= 8,06%). There were two factors to be examined. The first factor was the levels of hibiscus leaf meal (Hibiscus tiliaceus) addition, which were 0% (W1), 0,24% (W2), and 0,48% (W3). The second factor was the ratios of ammoniated rice straw to concentrate, which were 35 : 65 (I1) and 30 : 70 (I2). By using 3x2 factorial within a Completely Randomized Design (CRD), the experiment had I1W1, I1W2, I1W3, I2W1, I2W2, and I2W3 as the combined treatmens. The amount of dry matter was 3.3% of the cattle live weight and was fed six times a day. The measured variabels were DMD and OMD.
588215709B1J012058SUPLEMENTASI IMUNOSTIMULAN Spirulina platensis :
EFEK TERHADAP AKTIVITAS GLUTATHIONE
PEROXIDASE (GPx) MENCIT YANG
DIUJI TANTANG DENGAN CCl4
Spirulina platensis merupakan mikroorganisme fotosintetik yang dapat berperan sebagai imunostimulan. Spirulina platensis mengandung berbagai antioksidan seperti Glutathione (GSH), flavonoid, asam folat, senyawa pigmen, vitamin, dan mineral. Enzim Glutathione peroxsidase (GPx) berperan penting sebagai penangkal radikal bebas. Karbontetraklorida (CCl4) bersifat radikal dalam bentuk CCl3- sehingga diperlukan sistem pertahanan tubuh berupa antioksidan yang cukup untuk membantu mengurangi dampak kerusakan yang terjadi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi suplementasi imunostimulan S. platensis dalam pakan untuk meningkatkan aktivitas GPx mencit sebelum diuji tantang dengan CCl4 dan mendapatkan dosis pemberian S. platensis yang efektif dalam menstimulasi aktivitas GPx pada mencit yang diuji tantang dengan CCl4. Metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan pada penelitian ini dengan 5 perlakuan (kontrol, 8 g/kg pakan, 12 g/kg pakan, 16 g/kg pakan, dan 20 g/kg pakan) dan 5 kali ulangan. Suplementasi S. platensis diberikan selama 14 hari dan pada hari ke-15 dilakukan uji tantang dengan CCl4 dengan dosis 0,072 ml/kg BB (20% dari nilai LD50 mencit). Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dengan tingkat kesalahan 5%. Perlakuan yang memberikan pengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan uji Latin Square Design (LSD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis suplementasi imunostimulan S. platensis pada pakan berpengaruh nyata terhadap aktivitas Gpx darah mencit. Semakin tinggi dosis S. platensis yang diberikan, maka aktivitas GPx juga semakin meningkat. Dosis suplementasi imunostimulan S. platensis 8 g/kg pakan adalah dosis paling efektif dalam menstimulasi aktivitas GPx darah mencit.



Kata kunci: Spirulina platensis, Imunostimulan, Glutathione peroxsidase (GPx)
Spirulina platensis is a photosynthetic microorganism that can act as an immunostimulant. Spirulina platensis consist a variety of antioxidants such as glutathione (GSH), flavonoids, folic acid, a compound pigments, vitamins, and minerals. The Glutathione peroxsidase (GPx) act an important role as an antidote the free radicals. Carbon tetrachloride (CCl4) can be radical such as CCl3- so that needing the body’s defense system in the form of enough antioxidants to help reduce the impact of the damage.
This study aimed to evaluate the immunostimulatory supplementation S. platensis in the diet to increase the activity of GPx enzymes before and after tested mice exposured by CCl4 and got effective doses of S. platensis in stimulating the GPx activity in mice exposure by CCl4. Experimental method Completely Randomized Design (CRD) used in this study with 5 treatments (control, 8 g, 12, 16, and 20 g/kg of feed) and 5 times replications. Supplementation of S. platensis was given for 14 days and on the 15th day challenge test performed with CCl4 at a dose of 0.072 ml / kg (20% of the value of LD50 mice).
The result were analysed using Analysis Of Variance (ANOVA) with a 5% chance of error. Treatment which resulted in significant or highly significant continuely tested by Latin Square Design (LSD) Test. The results showed that the variation doses of supplementation S. platensis given rael effect for GPx activity of mice blood. The increase dose of S. platensis provided, so the GPx activity increased too. Doses supplementation imunostimulant S. platensis 8 g of feed is the most effective dose in stimulating activity of GPx mice blood.


Keywords: Spirulina platensis, Immunostimulants, Glutathione peroxsidase (GPx)
588315710H1E012010PENGARUH TEMPERATUR SINTERING TERHADAP MATERIAL PENYERAP GELOMBANG MIKRO BERBAHAN LANTANUM STRONSIUM FERITLa-Sr Ferit dibuat menggunakan metode reaksi padatan pada temperatur 900, 1000, dan 1200 ℃. Fe_2 O_3 yang dihasilkan dari oksidasi Fe_3 O_4, komersial SrO dan La_2 O_3 yang digunakan sebagai bahan baku. Perbandingan komposisi menggunakan metode mol yaitu 0,8SrO : 0,2La_2 O_3 : 6Fe_2 O_3. Uji XRD, VSM, dan VNA digunakan untuk mengkarakterisasi struktur, sifat kemagnetan bahan dan kemampuan bahan dalam menyerap gelombang mikro pada frekuensi tinggi. Dari data XRD diketahui bahwa temperatur sintering berpengaruh pada perubahan fasa dan ukuran kristalit La-Sr Ferit yaitu ukuran kristal membesar seiring dengan naiknya temperatur sintering namun mengecil pada temperatur 1200 ℃. Berdasarkan kurva histerisis yang diperoleh dari uji VSM, nilai magnetisasi remanen dan saturasi semakin besar saat temperatur sintering meningkat sehingga membuat frekuensi resonansi semakin tinggi, namun medan koersivitas (H_c) semakin menurun. Hal tersebut berpengaruh terhadap nilai reflection loss yang semakin menurun seiring meningkatnya temperatur sintering. Sehingga diperoleh penyerapan gelombang mikro paling tinggi berada pada frekuensi 9,84 GHz dengan nilai reflection loss -22,11 dB pada temperatur sintering 900 ℃.

La-Sr Ferrite has been made using solid state reaction at a gradually temperature sintering of 900, 1000, and 1200 ℃. Fe_2 O_3 is obtained from Fe_3 O_4, commercial SrO and La_2 O_3 which are used as raw materials. Mixture of raw materials used a mol method that is 0,8SrO : 0,2〖La〗_2 O_3 : 6〖Fe〗_2 O_3. XRD, VSM and VNA are used to characterization of structure, magnetic properties and characterization of microwave absorption. Sintering temperature affect phase changes and crystallite of La-Sr ferrite. The intensity, crystallite, and remanence magnetic (M_r) also magnetic saturation (M_s) was increase, but the coersivity (H_c) decreased with increasing sintering temperature. It caused the frequency of resonance will increase by increasing the magnetic saturation. The higher of microwave absorption at frequency 9,84 GHz with the reflection loss values -22,11 dB in temperature of sintering 900 ℃.
588415711A1L012061UJI PENGARUH PELAPISAN KITOSAN DAN PENYIMPANAN UDARA SECARA TERKENDALI TERHADAP UMUR SIMPAN DAN MUTU CABAIPenelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui konsentrasi optimal kitosan untuk mempertahankan umur simpan dan kualitas cabai. 2) Mengetahui pengaruh perlakuan penyimpanan udara terkendali terhadap umur simpan dan kualitas cabai. 3) Mengetahui kombinasi terbaik antara perlakuan kitosan dan perlakuan penyimpanan udara terkendali terhadap umur simpan dan kualitas cabai. Percobaan dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada 9 Mei sampai 25 Mei 2016. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama ialah konsentrasi kitosan dengan 4 taraf yaitu 0%, 1,5%, 2% dan 2,5%. Faktor kedua adalah penyimpanan udara terkendali dengan 3 taraf yaitu penyimpanan udara normal, penyimpanan pasif dan penyimpanan aktif. Variabel yang diamati adalah susut bobot, kadar air, kekerasan buah, kandungan vitamin C, warna dan umur simpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perlakuan kitosan 1,5% berpegaruh nyata terhadap variabel susut bobot dan umur simpan cabai. Perlakuan kitosan 1,5% mampu memperpanjang umur simpan cabai selama 2,55 hari lebih lama dibanding dengan kontrol. 2) Perlakuan penyimpanan udara terkendali aktif berpengaruh nyata terhadap variabel kekerasan, kadar vitamin C, warna dan umur simpan. 3) Interaksi antara kitosan dan penyimpanan udara terkendali berpengaruh nyata terhadap umur simpan saja. Perlakuan K1A3 (kitosan 1,5% dan penyimpanan aktif) merupakan kombinasi perlakuan terbaik untuk mempertahankan umur simpan cabai.This research aims to 1.) Determine the optimal concentration chitosan for the shelf-life and the qualities of chili 2.) Determine the effect of the controlled atmosphere storage treatment for shelf-life and the qualities of chili 3.) Determine the optimal combination of chitosan treatment and the controlled atmosphere storage treatment for shelf-life and the qualities of chili. The experiments was conducted in the Agronomy and Horticulture laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Karangwangkal Village, District of North Purwokerto, Banyumas. The research was conducted on May 9 to May 25, 2016. The design of the experiment that is used was completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor is the concentration of chitosan with 4 level namely 0%, 1,5%, 2% and 2,5%. The second factor is controlled atmosphere storage with 3 levels, there are normal storage, passive storage and active storage. The observed variable is weight loss, moisture content, firmnesst fruit, vitamin C, colors and shelf-life. The results showed that: 1) the treatment of chitosan having an apparent effect on variable weight loss and shelf-life of chili. The treatment of 1,5% chitosan is able to extend the shelf-life of chili 2,55 days longer than the control. The Treatment of active controlled atmosphere storage having an apparent effect on violence variables, the levels of firmnesst fruit, vitamin C, color and shelf-life of chili. 3) The interaction between chitosan and controlled atmosphere storage just effect on the shelf-life. Then, treatment K1A3 (1,5% chitosan and active storage) is the best combinations treatment to maintain shelf-life of chili.
588515713G1G012037PENGARUH PENAMBAHAN NANOSILIKA TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN PERLEKATAN CANDIDA ALBICANS PADA
BASIS GIGI TIRUAN NILON TERMOPLASTIK DERAJAT
KRISTALIN TINGGI
Bahan basis gigi tiruan terus berkembang, salah satunya adalah nilon termoplastik derajat kristalin tinggi. Nilon termoplastik derajat kristalin tinggi memiliki kekuatan fleksural yang rendah dan permukaan yang kasar, permukaan yang kasar dapat menyebabkan kolonisasi Candida albicans, untuk dapat menghasilkan basis gigi tiruan yang baik, maka dibutuhkan penambahan nanopartikel silika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan nanopartikel silika 3%, 5% dan 7% terhadap sifat mekanik dan perlekatan C. albicans pada basis gigi tiruan nilon termoplastik derajat kristalin tinggi. Jenis penelitian ini adalah experimental laboratorium dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan 72 sampel yang dibagi menjadi 9 kelompok yaitu 4 kelompok untuk uji efektifitas silika terhadap kekuatan fleksural dan 5 kelompok untuk uji efektifitas silika terhadap perlekatan C.albicans pada nilon termoplastik derajat kristalin tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan uji Three Point Bending pada penambahan nanopartikel silika 3% 5% dan 7% pada nilon termoplastik derajat kristalin tinggi meningkatkan nilai kekuatan fleksural dan hasil uji FTIR serta karakterisasi morfologi sampel nilon termoplastik derajat kristalin tinggi terlihat terjadi pengurangan perlekatan C. albicans. Simpulan penelitian ini adalah penambahan nanopartikel silika 5% dan 7% dapat meningkatkan kekuatan fleksural sesuai dengan standar ISO 20795-1 dan penambahan nanopartikel silika 3%, 5% dan 7% mampu mengurangi perlekatan C. albicans.Denture base materials continue to expand, one of them is a high degree crystalline thermoplastic nylon. High degree crystalline thermoplastic nylon has a low flexural strength and a rough surface, rough surface can cause Candida albicans colonization, to be able to produce a good denture base, then additional silica nanoparticles is needed. The purpose of this study was to determine the effect of silica nanoparticles 3%, 5% and 7% of the mechanical properties and adhesion of C. albicans in crystalline high degree nylon thermoplastic denture base. This type of research is a laboratory experimental research with post-test only control group design. This study used 72 samples were divided into 9 groups: 4 groups to test the effectiveness of silica to flexural strength and 5 groups to test the effectiveness of silica to the adhesion of C.albicans in the high degree of crystalline thermoplastic nylon. These results indicate Three Point Bending test on the addition of silica nanoparticles 3% to 5% and 7% in high degree of crystalline thermoplastic nylon improve the flexural strength and value of test results of FTIR and also morphological characterization of of high degree of crystalline thermoplastic nylon samples which are seen a reduction in adhesion of C. albicans. The conclusions of this study is the addition of silica nanoparticles 5% and 7% can improve the flexural strength in accordance with ISO standard 20795-1 and the addition of silica nanoparticles 3%, 5% and 7% are able to reduce the adhesion of C. albicans.
588615714C1B009112ANALISIS PENGARUH HARGA KUALITAS PRODUK DAN PERIKLANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PONSEL SAMSUNG
(Studi Kasus Pada Mashasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga, kualitas produk, dan periklanan terhadap keputusan pembelian ponsel Samsung dengan permasalahan yang telah diidentifikasi sebagai berikut : bahwa untuk meningkatkan keputusan pembelian ponsel Samsung, perusahaan harus mempertimbangkan beberapa factor seperti harga, kualitas produk, dan periklanan.
Penelitian ini merupakan studi kasus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, metode survey yang digunakan untuk pengumpulan data dan informasi dari responden adalah dengan wawancara dan kuesioner. Responden dari penelitian ini adalah Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang menggunakan ponsel Samsung berjumlah 100 orang. Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda.
Kesimpulan penelitian ini adalah 1) harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian ponsel Samsung, 2) kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian ponsel Samsung, 3) periklanan berpengauh signifikan terhadap keputusan pembelian ponsel Samsung.
This study purpose to determine the effect of price, product quality, and advertising on purchase decision Samsung phone with issues that have been identified as follows : that in order to improve purchase decision Samsung phone, company should consider several factors such as price, product quality, and advertising.
This research is a case study in Economics and Bussiness Faculty Jenderal Soedirman University, the survey method used for collecting data and information of the respondent is by interview and quesionare. Respondent of this research is Undergraduate Student Economics and Bussiness Faculty Jenderal Soedirman University already using Samsung phnone amounted to 100 people. The analytical method uses in this study is multiple regression analysis.
The conclusion of this study is 1) price has a significant effect on the purcase decision Samsung phone, 2) product quality has a significant effect on the purcase decision Samsung phone, 3) advertising has a significant effect on the purcase decision Samsung phone.
588715715G1B012023PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM UPAYA PERBAIKAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUMAS KABUPATEN BANYUMASABSTRAK
Latar belakang: Tokoh masyarakat dilibatkan dalam perbaikan status gizi balita karena mempunyai pengaruh sangat besar dalam pembangunan kesehatan masyarakat. D/S Puskesmas Banyumas adalah kedua tertinggi di Kabupaten Banyumas, akan tetapi pada triwulan I 2016 menunjukkan prevalensi BB/U gizi buruk balita sebesar 0,62%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran tokoh masyarakat dalam upaya perbaikan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Banyumas Kabupaten Banyumas.
Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif exploratif. Subyek penelitian adalah tokoh masyarakat (kepala desa) di wilayah kerja Puskesmas Banyumas. Keabsahan data melalui triangulasi sumber. Analisis data dengan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan).
Hasil Penelitian: Tokoh masyarakat (kepala desa) mengetahui tentang perbaikan gizi. Motivasinya adalah untuk ibadah dan berharap peningkatan gizi untuk mencegah gizi buruk. Peran penyuluh dengan pemberian informasi. Peran motivator dengan memberi motivasi keluarga balita, kader, dan masyarakat. Peran fasilitator yaitu kerjasama puskesmas, dukungan penyelenggaraan posyandu, pengawasan dan pemantauan posyandu, akses surat jamkesda untuk balita bermasalah gizi.
Kesimpulan : Peran tokoh masyarakat dalam perbaikan gizi balita adalah sebagai penyuluh, motivator dan fasilitator.
ABSTRACT
Background: Community leaders involved in the improvement of nutritional status of children because it has enormous influence in the development of public health. D/S Puskesmas Banyumas is the second highest in Banyumas, but in the first quarter of 2016 showed the prevalence of BB/U malnutrition children under five was 0.62%. The study aims to determine the role of community leaders in efforts to improve the nutritional status of children in Puskesmas Banyumas.
Methods: This research is qualitative with descriptive explorative approach. Subjects were community leaders in Puskesmas Banyumas. The validity of data by triangulation. Analysis of data by Miles and Huberman models of (reduction, presentation and conclusion).
Result: Community leaders to knew about nutrition. The motivation is to worship and hope improved nutrition to prevent malnutrition. The role of extension with the provision of information. The role of motivator to motivate the family of children, cadres and the public. The role of facilitators including cooperation on health centers, Posyandu implementation support, supervision and monitoring of the Posyandu, access Jamkesda to children malnutrition problems.
Conclusion: The role of community leaders in infant nutritional improvement as educator, motivator and facilitator.
588815716E1A012059PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENUMPANG DIFABEL SEBAGAI KONSUMEN JASA PENERBANGAN AKIBAT DARI ADANYA DISKRIMINASI DI PT. LION MENTARI AIRLINES BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR 231.PDT.G/2011/PN.JKT.PST)ABSTRAK
Pengangkut sebagai Pelaku Usaha terkadang mengabaikan hak-hak Konsumen sebagai pengguna jasanya, terutama Konsumen yang memiliki keterbatasan fisik (difabel). Seperti yang dialami Ridwan Sumantri, seorang difabel berkursi roda, ia diperlakukan secara diskriminatif oleh PT. Lion Mentari Airlines. Bagaimanakah perlindungan hukum terhadap penumpang difabel sebagai konsumen jasa penerbangan akibat dari adanya diskriminasi dalam Putusan Nomor 231.PDT.G/2011/PN.JKT.PST
Metode penelitian yang dipakai adalah yuridis -normatif dengan spesifikasi penelitan deskriptif – Analitis. Sumber data yang dipakai adalah data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang pengumpulan datanya menggunakan metode studi kepustakaan dan selanjutnya disusun secara sistematis dengan metode analisis data secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian maka perlindungan Hukum yang diberikan terhadap penumpang difabel sebagai akibat dari adanya diskriminasi berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Nomor 231.PDT.G/2011/PN.JKT/PST adalah dengan menetapkan bahwa PT. Lion Mentari Airlines telah melakukan suatu Perbuatan Melawan Hukum Usaha karna ia telah melanggar hak orang lain khususnya hak Ridwan Sumantri sebagai penumpang difabel, sekaligus juga melanggar apa yang menjadi kewajibannya sebagai Pelaku Usaha. Perlindungan hukum lainnya adalah pemberian ganti rugi yang dibayarkan secara tanggung rentang oleh para Tergugat kepada Ridwan Sumantri.
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Konsumen, Difabel,PT. Lion Mentari Airlines
ABSTRACT
The carriers as businessmen sometimes ignore the rights of consumers as users of services, especially to the consumer who have physical limitations (disabilities). As experienced by Ridwan Sumantri, a disabled who use wheelchair, he was treated in a discriminatory manner by PT. Lion Mentari Airlines. How does legal protection towards the passengers with disabilities as consumers of aviation services that caused by discrimination in court judgement number 231.PDT.G/2011/PN.JKT.PST.
This research used the juridical-normative method with descriptive-analytical research specifications. Sources of data that used is secondary data, which consist of primary legal material and secondary legal material that collected by literary study method and then arranged systematically with normative-qualitative data analysis method.
Based on the result of the research showed that the legal protection towards the passengers with disabilities as consumers of aviation services that caused by discrimination in court judgement number 231.PDT.G/2011/PN.JKT.PST is decide that PT. Lion Mentar Airlines has done an act against the business law because they have against the rights of others especially rights of Ridwan Sumantri as passengers with disabilities, at once also against their responsibility as a businessmen.

Keywords: Legal Protection, Consumer, Disabilities, PT. Lion Mentari Airlines
588915712A1H012009PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG ATLANTIK PADA SISTEM GULUDAN HORIZONTAL DAN TUMPANGSARI TEH DENGAN VARIASI PUPUK DAN MULSABudidaya kentang di dataran tinggi Indonesia umumnya menggunakan guludan vertikal dan pupuk kimia secara terus menerus, sehingga menyebabkan erosi dan penurunan kesuburan tanah. Penerapan guludan horizontal dengan kombinasi mulsa dan pupuk organik, dalam sistem tumpangsari dengan tanaman tahunan berpotensi efektif mengendalikan erosi dan menjaga kesuburan tanah pada lahan kentang serta meningkatkan produktivitas kentang. Namun, hal tersebut belum banyak dikaji dan dipublikasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pertumbuhan tanaman dan hasil kentang atlantik yang ditanam pada sistem guludan horizontal dan tumpangsari teh dengan variasi pupuk dan jenis mulsa. Penelitian tersebut dilaksanakan di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes dan di Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan UNSOED. Dua faktor perlakuan yang diteliti adalah jenis pupuk dan jenis mulsa, dengan kombinasi sebagai berikut: pupuk organik-mulsa plastik (P1M1), pupuk organik-mulsa jerami (P1M2), pupuk organik-tanpa mulsa (P1M0), pupuk anorganik-mulsa plastik (P2M1), pupuk anorganik-mulsa jerami (P2M2) dan pupuk anorganik-tanpa mulsa (P2M0). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun majemuk, jumlah batang, leaf area index (LAI), bobot basah biomasa, bobot kering biomasa, bobot dan jumlah umbi segar hasil panen. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji F. Kombinasi P1M0 menunjukan hasil tertinggi terhadap tinggi tanaman sebesar 67,17 cm dan jumlah daun majemuk sebanyak 19 helai dan kombinasi P2M0 menunjukan hasil tertinggi terhadap jumlah batang sebanyak 3,7 batang, berat umbi segar hasil panen sebesar 3376,05 g, berat basah biomasa sebesar 923,58 g dan berat kering biomasa sebesar 350,52 g.Potato cultivations in the highlands of Indonesia generally use vertical ridge and chemical fertilizer continusly resulting in erosion and decreased soil fertility. The application of horizontal ridge with the combination of mulch and organic fertilizer, in the intercropping system with annual crops have an effective potential in controling erosion and maintaining soil fertility in the potato farms, and also improving crop productivity. However, it has not been widely studied and published. The purpose of this study was to identify the growth of the plants and the result of atlantic potato using horizontal ridge system and tea intercropping system. The study located in the Pandansari Village, Paguyangan, Brebes and in the Laboratory of Soil and Land Resources of UNSOED. The treatment factors studied in this research were the type of the fertilizer and the type of the mulch, with a combination: organic fertilizer-plastic mulch (P1M1), organic fertilizer-rice straw mulch (PIM2), organic fertilizer-without mulch (P1M0), inorganic fertilizer-plastic mulch (P2M1), inorganic fertilizer-rice straw mulch (P2M2), inorganic fertilizer-without mulch (P2M0). The variables measured were plant height, stem diameter, the number of leaves, the number of stem, leaf area index (LAI), wet weight biomass, dry weight biomass, the weight and the amount of fresh tuber crops. The data analysis used in this research is F-test. The combination of P1M0 showed the highest result on the plant height (67,17cm) and the number of leaves (19 strands of leaf). The combination of P2M0 showed the highest result on the number of the stem which is 3,7 cm and the weight of freshly havested tuber crops yield by up to 3376.05 g, with wet weight biomass of 923.58 g and dry weight biomass of 350.52 g.
589015718E1A011095GUGATAN CERAI KARENA SUAMI MELANGGAR TA’LIK TALAK (Studi Putusan Pengadilan Agama Yogyakarta Nomor 0542/PDT.G/2009/PA.YK)
Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, menyebutkan “Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pelanggaran ta’lik talak oleh pihak suami dapat menimbulkan hak kepada pihak istri untuk menggunakan hak Khulu’. Pihak istri yang sudah tidak rela dengan pelanggaran yang dilakukan dapat menghadap pejabat yang berwenang menangani masalah ini, yang dalam hal ini Kantor Urusan Agama. Pihak istri kemudian membayar sejumlah uang ‘iwadl melalui pejabat yang berwenang sebagai pernyataan tidak senang terhadap sikap yang dilakukan oleh suami terhadapnya. Pada kenyataannya meskipun ta’lik talak telah disetujui oleh pihak suami dan tidak boleh dilanggar selama pernikahan tetap saja masih ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, seperti yang peneliti temukan dalam Putusan No. 0542/Pdt.G/2009/PA.Yk, dalam proses persidangannya ditemukan fakta bahwa pihak tergugat selaku suami dari penggugat tidak memberikan nafkah kepada penggugat, suka minum-minuman keras, berhubungan sesama jenis, dan telah meninggalkan tergugat selama lebih dari 2 (dua) tahun lamanya, sehingga pihak isteri mengajukan gugatan cerai.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis ingin mengkaji mengenai pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan perceraian talak satu khulu dan merumuskan dalam judul “GUGATAN CERAI KARENA SUAMI MELANGGAR TA’LIK TALAK (Studi Putusan Pengadilan Agama Yogyakarta Nomor 0542/PDT.G/2009/PA.YK)”.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis. Menggunakan data sekunder serta metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Metode penyajian data menggunakan naratif dan dianalisis dengan normatif kualitatif.
Taklik Talak bertujuan untuk melindungi istri dari tindak sewenang-wenang suami, sehingga suami tidak akan berbuat sewenang-wenang terhadap istri. Dalam hal ini, maka pemerintah Republik Indonesia (RI) memberlakukan sistem Taklik Talak seperti yang terdapat dalam buku nikah yang diterbitkan oleh Kementrian Agama yang bertujuan untuk melindungi istri dari tindakan sewenang-wenang suami. Jika suami menyianyiakan istri sehingga istri sengsara, maka istri dapat mengadu kepada hakim agar perkawinannya diputuskan. Dengan adanya janji yang terwujud dalam bentuk Taklik Talak, maka masing-masing lebih terdorong untuk melaksanakan hak dan kewajibannya. Penerapan hukum Majelis Hakim dalam kasus Putusan Nomor 0542/Pdt.G/2009/PA.YK dirasa oleh peniliti sudah tepat di titik beratkan kepada masalah pelanggaran Taklik Talak. Karena untuk alasan lain membutuhkan waktu lebih lama dalam membuktikan pada persidangan cerai.
Article 1 of Constitution number 1 in 1974 about the marriages , said “Marriage is born inward ties between a man and a woman as their spouse with the aim of forming family ( households ) happy and lasting based on Belief In The One”. Offense of ta’lik talak will divorce by the husband can give rights to the wife for the right use Khulu’. .The woman who has not be content with violation could be overlooking officials which has the authority in this problem , which in this case the office of religious affairs . Wive then pay an amount of money ‘ iwadl through the authorized official as of a statement not happy to the attitudes by husband against him .In fact although ta’lik talak will divorce been approved by the husband and not be infringed for marriage still there are still these violations that done , as researchers found in a verdict number 0542 /PDT.G/2009/PA.YK , in the process of trial has found the fact that by the defendant as husband of the plaintiff has not give provisions to the plaintiff , like drunk, related same-sex , and have left a defendant for more than 2 ( two ) years , so the wife of filed a lawsuit divorce .
Based on the background of the problem , writer would like study on judicial consideration the judge in dropped decisions of first divorce khulu and formulated in the title “divorce filing that husbands breaking the ta’lik talak (study of judicial decisions of Religion Court yogyakarta number 0542/PDT.G/2009/PA.YK )”.
This research using the methodology normative juridical to specification descriptive analytical.Using secondary data and data collection method used literature study.The presentation of data using narrative and analyzed by normative qualitative.
Taklik talak aims to protect the wife of of arbitrary husband , so that husband will not do arbitrary against the wife .In this case , the government of the republic of indonesia make a taklik talak such as one found in marriage book issued by the ministry of religion aimed to protect the wife from act of arbitrary husband .If husband dissipate wife until miserable , so wife can complained to judge decided that marital. With of this stand in the form of taklik talak , so each one was more encouraged to carry out their rights and duties .The application of the laws the judge in in the case of decisions number 0542/PDT.G/2009/PA.YK it is by writer was accurate in a emphasis point to a breaking taklik talak . Due to another reason takes more time in prove to trial divorce.
589115719A1C012005PERBANDINGAN BIAYA DAN PENDAPATAN PENGRAJIN GULA KELAPA KRISTAL ANGGOTA DAN NON ANGGOTA KOPERASI NIRA PERWIRA
DESA CANDINATA KECAMATAN KUTASARI, PURBALINGGA
Hadirnya koperasi nira perwira di Desa Candinata diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pengrajin gula kristal terutama pengrajin yang menjadi anggota koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya dan pendapatan pengrajin gula kristal anggota koperasi, 2) Besarnya biaya dan pendapatan pengrajin gula kristal non anggota koperasi, 3) Perbedaan biaya dan pendapatan pengrajin gula kristal antara anggota dan non anggota koperasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan sejak April hingga Mei 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan menggunakan metode random sampling dalam menentukan responden pengrajin. Responden yang diperoleh sebanyak 32 orang anggota koperasi dan 30 orang non anggota koperasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis finansial yang meliputi analisis biaya dan pendapatan serta uji komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) berdasarkan analisis finansial besarnya biaya dan pendapatan pengrajin anggota koperasi yaitu masing – masing Rp642.109,00 per bulan dan Rp1.632.344,00 per bulan 2) berdasarkan analisis finansial besarnya biaya dan pendapatan pengrajin non anggota koperasi yaitu masing – masing Rp692.693,00 per bulan dan Rp1.459.157,00 per bulan, dan 3) Hasil uji komparatif dalam analisis finansial menunjukkan bahwa pendapatan pengrajin gula kristal anggota koperasi lebih besar daripada pendapatan pengrajin gula kristal non anggota koperasi.The presence of cooperatives Nira Perwira in Candinata village expected to increase revenue craftsmen of crystal Sugar. This study aims to find out that : 1) calculate amount cost and revenue craftman crystal sugar a member Cooperative Nira Perwira Purbalingga, 2) calculate amount cost and revenue craftman crystal sugar non member Cooperative Nira Perwira Purbalingga, and 3) analyzing whether there is a difference in cost and revenue between craftman crystal sugar a member Cooperative Nira Perwira Purbalingga and craftman crystal sugar non member Cooperative Nira Perwira Purbalingga. This research was conducted at Candinata Village Kutasari District of Purbalingga. This research implemented since April – Mei 2016. The method uses in research is survey and uses random sampling method in the determined respondents craftsmen. Respondents who obtained a total of 32 people a member of cooperative and 30 people non member of cooperative. The method analysis uses is analysis financial and comparison test. The results showed that : 1) based on Financial analysis amount of cost and revenue craftsmen a member cooperative respectively Rp642.109,00 per month and Rp1.632.344,00 per month, 2) based on Financial analysis amount of cost and revenue craftsmen a non member cooperative respectively Rp692.693,00 per month and Rp1.459.157,00 per month, and 3) the results comparison test in financial analysis showed that revenue sugar crystal craftsmen a member cooperative greater than sugar crystal non member cooperative.
589215717F1A012085PEMBANGUNAN TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN PERKOTAAN PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMASUndang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mensyaratkan adanya ketersediaan luas ruang terbuka hijau minimal sebesar 30% dari luas wilayah kawasan perkotaan, dibagi menjadi ruang terbuka hijau publik minimal 20% dan ruang terbuka hijau privat minimal 10%. Adanya amanat Undang-Undang tersebut, maka setiap daerah wajib menyediakan ruang terbuka hijau dan di bawah naungan Dinas Cipta Karya, Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk memenuhi kuota minimal 30% Perkotaan Purwokerto melalui pembangunan taman. Meskipun pemerintah sudah mengupayakan pembangunan taman, namun ruang terbuka hijau di Kawasan Perkotaan Purwokerto belum memenuhi kuota minimal dan hingga saat ini baru mencapai 11%. Berangkat dari kenyataan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat serta mengetahui pemanfaatan ruang terbuka hijau yang tersedia untuk masyarakat di Kawasan Perkotaan Purwokerto Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan dan penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan dua teknik yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan) dan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan taman kota, terdapat faktor pendorong serta penghambat yang mempengaruhi. Faktor pendorong meliputi adanya kebutuhan masyarakat, adanya amanat Undang-Undang, dan sebagai konsep kota berkelanjutan. Faktor penghambat dalam pelaksanaan pembangunan taman kota meliputi keterbatasan lahan, keterbatasan anggaran dan sulitnya pembebasan lahan. Dampak yang terjadi dengan adanya pembangunan taman kota, meliputi dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif pembangunan taman kota selain berfungsi untuk estetika dan menciptakan lingkungan yang sehat, juga mempunyai fungsi sosial seperti untuk melakukan kegiatan wisata, baik wisata hiburan, wisata hijau, wisata pendidikan, bahkan dapat meningkatkan pendapatan daerah maupun masyarakat. Dampak negatif pembangunan taman kota, meliputi munculnya perilaku-perilaku negatif seperti perusakan fasilitas taman, kurangnya kesadaran untuk turut menjaga kebersihan taman, hingga alih fungsi taman sebagai tempat sasaran untuk aktivitas orang berpacaran sehingga seringkali menimbulkan beberapa pandangan-pandangan negatif terhadap keberadaan taman kota itu sendiri.


Kata kunci: pembangunan, ruang terbuka hijau, pemanfaatan, dampak.


Act No. 26 of 2007 on Spatial Planning requires the broad availability of green open space of at least 30% of the area of urban area is divided into green open space of at least 20% of public and private green open space of at least 10%. The existence of the mandate of the Act, every region must provide open green space and under the auspices of the Department of Human Settlements, Sanitation and Spatial (DCKKTR) that the commitment of the Government of Banyumas to meet the minimum quota of 30% Urban Purwokerto is through the construction of the park. Although the government has been working on the construction of the park, but the green open space in Urban Area Purwokerto not meet the minimum quota and to date has only reached 11%. Departing from this fact, this study aims to identify factors driving and inhibiting and examine the use of green open space that is available to the public in Urban Area Purwokerto, Banyumas Regency.
Through a series of in-depth interviews to several informants selected, the results of this study indicate that in the implementation of the construction of a city park, there are factors driving and inhibiting influence. The driving factors include the need for the community, the mandate of the Constitution, and as the concept of sustainable cities. While inhibiting factor in the building of a city park includes land constraints, budget constraints and the difficulty of land acquisition. Impacts that occur with the construction of city parks, including the impact of positive and negative impacts. The positive impact of the construction of a city park in addition serves for aesthetic and create a healthy environment, it also has a social function to perform activities such as travel, entertainment travel well, green travel, educational travel, and even be able to generate income and to society. The negative impact of the construction of city parks, including the emergence of negative behaviors such as destruction of park facilities, the lack of awareness to maintain the cleanliness of the park, the transfer functions of the park as a target for the activity of a relationship that often creates some views negatively to the presence of city parks itself .


Keywords: construction, green open space, utilization, impact
589315720C1K012031THE INFLUENCE OF EMMOTIONAL INTELLIGENCE ON INDIVIDUAL INNOVATIVENESS: THE ROLE OF SELF EFFICACY AS MEDIATORRINGKASAN
Manajemen sumber daya manusia merupakan pendekatan strategis untuk pengelolaan hubungan kerja, yang menekankan untuk memaksimalkan kemampuan seseorang. Salah satu cara untuk mendukung kemampuan individu adalah dengan meningkatkan tingkat inovasi individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosi dan efikasi diri pada inovasi individu. Penelitian ini dilakukan di 3 perusahaan yang namanya di rahasiakan sebagai X, Y, Z perusahaan. 50 kuesioner dibagikan kepada karyawan divisi penelitian dan pengembangan. Dengan menggunakan metode kausal dan sobel untuk menguji model. Hasil penelitian ini menunjukkan kecerdasan emosional memiliki pengaruh signifikan positif terhadap inovasi individu di perusahaan, kecerdasan emosional memiliki pengaruh signifikan positif terhadap percaya diri di perusahaan, percaya Diri berpengaruh signifikan positif terhadap inovasi individu di perusahaan, percaya Diri berpengaruh signifikan positif sebagai mediator pada hubungan antara kecerdasan emosional dan inovasi.
Human resource management is a strategic approach to managing employment relations, which emphasizes that leveraging people’s capabilities one of the way to support the individual capabilities is with increasing the level of individual innovativeness. The purpose of this research is to investigate the influence of emotional intelligence and self efficacy on individual innovativeness. The research was examine in 3 companies secretly named as X, Y, Z company. 50 questionaires were distributed among research and development department employees. Using causal method and sobel to test the model. The result show Emotional intelligence has a positive significant influence on individual innovativeness at the companies, Emotional intelligence has a positive significant influence on self efficacy at the companies, Self efficacy has positive significant influence on individual innovativeness at the companies, Self efficacy has positive significan influence as mediator on the relationship between emotional intelligence and innovativeness.
589415721D1E011246FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT ADOPSI PEMANFAATAN LIMBAH SEBAGAI BIOGAS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KABUPATEN BOYOLALIPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji tingkat adopsi inovasi pemanfaatan limbah sebagai biogas oleh peternak sapi, (2) mengkaji tingkat kerumitan dan kesesuaian inovasi biogas bagi peternak sapi perah, dan untuk (3) menganalisis hubungan antara faktor sifat inovasi intrinsik (kerumitan) dan sifat inovasi ektrinsik (kesesuaian) dengan keputusan adopsi pemanfaatan limbah sebagai biogas di Kecamatan Cepogo, Musuk, dan Mojosongo di Kabupaten Boyolali. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan sasaran peternak sapi perah yang tergabung dan masih aktif di kelompok ternak di Kabupaten Boyolali. Teknik pengambilan sampel wilayah yang digunakan adalah Purposive Sampling (secara sengaja), yaitu dengan memilih wilayah di Kabupaten Boyolali yang memiliki populasi sapi terbanyak sehingga terpilihlah Kecamatan Cepogo, Musuk, dan Mojosongo. Penetapan sampel responden dilakukan dengan cara memilih 30 orang secara acak (Non Proporsional) di setiap kecamatan terpilih sehingga diperoleh 90 orang responden. Analisis data menggunakan Rank Spearman yang hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian berhubungan dengan tingkat adopsi inovasi pemanfaatan limbah sebagai biogas, sedangkan tingkat kerumitan tidak berhubungan. This study aims (1) to assess the rate of adoption of innovation of waste-based biogas technology by cattle farmers and the rate of innovation complexities and suitabilities of the technology for dairy farmers, and (2) to analyze the correlation between the nature of intrinsic innovation (complexity) and that of extrinsic innovation (suitability) with the adoption-decision of utilization of the technology in sub-district Cepogo, Musuk, and Mojosongo of district Boyolali. The research was conducted by a survey method targetting the dairy farmers who have been and are active members of dairy farmer communities in the district. The sites that were chosen as the sample areas were selected with purposive sampling (intentionally). The three sub-districts were selected based on the consideration that those are the areas having the largest cattle populations in the district. The 90 respondents were obtained by selecting at random (non proportional) 30 dairy farmers from each sub-district. By using Rank Spearman correlation test to analyse the data, the analysis shows that the rate of conformity is related to the rate of adoption of innovation of biogas technology, while the level of complexity is not.
589515807A1L011107PENINGKATAN KETERSEDIAAN FOSFOR PADA ANDISOL MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK SPESIFIK (POS)ABSTRAK
Tanah Andisol memiliki retensi fosfat >85% yang menyebabkan P tidak tersedia bagi tanaman. Pemberian pupuk organik spesifik (POS) diharapkan dapat melarutkan fosfat menjadi tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: jenis dan dosis pupuk organik spesifik (POS) dengan komposisi yang paling baik dalam meningkatkan ketersediaan fosfor pada Andisol. Penelitian dilakukan di Laboratorium Tanah dan Sumber Daya Lahan Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Juli sampai Desember 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga faktor perlakuan, 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis POS dengan kandungan humat-fulvat (HF): 2% HF, 4% HF, 6% HF, 8% HF dan 10% HF. Faktor kedua adalah dosis POS: 1%, 2% dan 3%. Faktor ketiga adalah waktu pemberian P: sumber P diberikan bersamaan dengan POS dan dua minggu setelah pemberian POS. Pengujian di Andisol dengan bobot tanah 200 g/pot tanah kering mutlak. Variabel yang diamati adalah pH Andisol, P terlarut dan efisiensi P. Pengamatan dilakukan dua kali yaitu masa inkubasi dua minggu dan empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi POS paling baik yaitu jenis POS 2% HF dengan kelarutan P sebesar 67,89 ppm P dengan efisiensi P 94,55% pada inkubasi dua minggu dan dosis yang paling baik pengaplikasian POS sebanyak 3% dengan kelarutan P sebanyak 48,94 ppm P.
ABSTRACT
Andisol has >85% phosphate adsorption that causes P is not available to plant. Phosphate application of specific organic fertilizer (sof) is expected to dissolve phosphate so it available to plants. This research aims were to find out the: the best type and dosage of specific organic fertilizer (sof) in improving the availability of phosphorus in andisol. Research was done in the laboratory of soil sciences and Land resources of Jenderal Soedirman University from July until December 2015. Research was using Complete Randomized Design with three factors of treatment and 4 replications. The first factor was the type of SOF: 2% HF, 4% HF, 6% HF, 8% HF and 10% HF. The second factor was the dose of SOF:1%, 2% and 3%. The third factor was application time of the P: P source was given concurrently with SOF and two weeks after of SOF. Test was done in Andisol with weights 242 g/pot. The observed variables were pH Andisol, P dissolved and efficiency of P. Observations was done twice the incubation period of two weeks and four weeks. The results showed that the best type of SOF was SOF 2% HF this type of SOF gave 67.89 ppm P, P solubility with P efficiency of 94.55% at a two-week incubation and the best doses of SOF application was 3% (gave 48.94 ppm P, P solubility).
589615729H1L011061RANCANG BANGUN
SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS (SIPBI)
BERBASIS WEBSITE
DI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman merupakan suatu instansi pendidikan yang memiliki beberapa inventaris antara lain 19 ruang kuliah, 1 Aula dan 11 laboratorium disertai dengan beberapa fasilitas yang tersedia didalamnya seperti LCD, backdrop, komputer, whiteboard, AC, spidol, penghapus, meja, kursi, mikroskop, cawan, tabung reaksi, microphone dll. Jumlah tersebut, terkadang membuat proses peminjaman fasilitas untuk kegiatan mahasiswa maupun kegiatan lain mengalami kendala karena untuk proses peminjamannya masih menggunakan buku peminjaman dan peralatan ala kadarnya. Berdasarkan permasalahan tersebut memunculkan gagasan untuk membuat suatu sistem berbasis web, yang di dalamnya dapat meminimalisir kekurangan dalam proses peminjaman. Sistem ini dibangun dengan menggunakan metode waterfall, menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman, MySQL sebagai database sistem, dan black-box testing sebagai metode pengujiannya. Pembuatan sistem ini dibatasi untuk lingkup di Fakultas Pertanian UNSOED. User dalam sistem ini terdiri dari dua user, yaitu Administrator dan Peminjam. Didukung dengan tersedianya jaringan internet dan barcode scanner sistem ini dapat memudahkan admin dalam mengelola data peminjaman serta memudahkan peminjam dalam meminjam.Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University is one of educational institutions that has some inventories like 19 classrooms, 1 hall, and 11 laboratoriums. Those have several facilities such as LCDs, backdrops, computers, whiteboards, ACs, markers, erasers, tables, chairs, microscops, cups, test tube, microphones, etc. Hence, those make the process of either borrowing facilities for students or other student activities running badly since the borrowing and lending process is still using book also rudimentary equipment. Based on those problems, the writer finds the idea to create a system based on web in which can minimize deficiencies in the borrowing process. The system is built using waterfall method, using PHP as a programming language, MySQL as the database system, and black-box testing as a method of testing. The making of this system is limited just for Faculty of Agriculture UNSOED. The Users in this system consist of two users, namely Administrators and the Borrower. Supported by the availability of the Internet connection and the barcode scanner system can simplify admin to manage data and facilitate the borrower's loan borrowing.
589715724H1G012006ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KERAPATAN MANGROVE DENGAN POTENSI ABRASI DI PESISIR INDRAMAYU JAWA BARATPesisir Indramayu merupakan salah satu wilayah pesisir di Jawa Barat, letak topografi berhadapan langsung dengan Laut Jawa. Hal tersebut menyebabkan Pesisir Indramayu mengalami abrasi cukup parah. Penelitian berjudul “Analisis Hubungan Antara Kerapatan Mangrove Dengan Potensi Abrasi Di Pesisir Indramayu Jawa Barat” bertujuan mengetahui tingkat kerapatan mangrove, lebar abrasi, dan hubungan antara tingkat kerapatan mangrove dengan lebar abrasi. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2016. Metode penelitian adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel stratified sampling. Analisa data secara deskriptif komparatif, uji F, dan uji regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan kerapatan mangrove tingkat pancang di Indramayu dikategorikan buruk (<2000 ind/ha) dan kerapatan tingkat pohon juga dikategorikan buruk (>1000 ind/ha). Abrasi di Pesisir Indramayu termasuk kategori amat berat berkisar 150,3-771,2 m. Hubungan antara kerapatan mangrove dengan lebar abrasi memiliki keeratan yang sangat kuat (-0,936), yang artinya semakin tinggi kerapaatan mangrove maka lebar abrasi akan semakin rendah.Indramayu’s coastal is one of the coastal areas in West Java. Indramayu’s coastal has location direct opposite with Java Sea. This condition caused abrassion of coast line in Indramayu’s coastal was criticaly. This research entitled "Analysis of Correlation Between the Mangrove density with the Potential of Abrasion in Indramayu’s Coastal West Java" which had propose to determine density of the mangrove, the width of abrasion, and the correlation between the density of the mangrove with a width of abrasion. This research was conducted on May 2016. The research method used survey methode with stratified sampling. The data was analyzed by descriptive comparative, F test, and regression correlation test. The results of this research showed that density of mangrove saplings in Indramayu was categorized as poor (<2000 ind / ha) and density of tree level also was categorized as poor (> 1000 ind / ha). Abrasion in Indramayu Coast included a very severe category ranged from 150.3 to 771.2 m. The correlation between the density of mangroves with a width of abrasion had a very strong connection (-0,936), which means that the higher density of mangrove so the widht of abrasion would be lower.
589815725G1G012009PENGARUH PEMBERIAN PER ORAL EKSTRAK KULIT KACANG TANAH (Arachys hypogaea L.) TERHADAP JUMLAH OSTEOKLAS DAN KETEBALAN TULANG
ALVEOLAR PADA TIKUS Sprague dawley MODEL PERIODONTITIS
Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit dalam rongga mulut dengan angka prevalensi yang tinggi. Perawatan untuk penyakit periodontal membutuhkan tiga bahan aktif yaitu antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri, salah satu bahan yang mengandung ketiga bahan aktif itu adalah ekstrak kulit kacang tanah. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh pemberian per oral ekstrak kulit kacang tanah terhadap jumlah osteoklas dan ketebalan tulang alveolar pada tikus model periodontitis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris. Sampel pada penelitian ini menggunakan 35 tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu: 3 kelompok perlakuan dengan ekstrak kulit kacang tanah dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB, kelompok kontrol negatif dengan NaCl, dan kelompok kontrol positif dengan natrium diklofenak, pada semua kelompok diinduksi periodontitis dengan bakteri A. actinomycetemcomitans selama 8 hari, pada hari ke 14 setelah periodontitis dilakukan euthanasia sesuai kelompoknya. Tulang alveolar dibuat preparat histologis kemudian dilakukan pengamatan jumlah osteoklas dan ketebalan tulang alveolar. Hasil dari uji one way ANOVA (p<0,05) menunjukan bahwa kelompok perlakuan dan kontrol positif memiliki jumlah osteoklas yang lebih sedikit, dan ketebalan tulang alveolar lebih besar dibanding kelompok kontrol negatif. Simpulan dari hasil penelitian ini bahwa terdapat pengaruh pemberian per oral ekstrak kulit kacang tanah terhadap jumlah osteoklas dan ketebalan tulang alveolar pada tikus model periodontitis dan terdapat pengaruh antara penurunan jumlah osteoklas dengan peningkatan ketebalan tulang alveolar. Ekstrak kulit kacang tanah dengan dosis 400 mg/kgBB paling tinggi dalam menurunkan jumlah osteoklas dan meningkatkan ketebalan tulang alveolar dibandingkan dengan ekstrak kulit kacang tanah dosis 100 dan 200 mg/kgBB, NaCl, dan natrium diklofenak dosis 4,5 mg/kgBB pada tikus model periodontitis. Periodontal disease is an one of inflammation disease on oral cavity with a high prevalence rate. Treatment for periodontal disease requires three active ingredients are antiinflammatory, antioxidant, and antibacterial, one of the ingredient which is contain the three active ingredients is a peanut skin extract. The aim of this study is to prove the effect of orally administered peanut skin extract to the number of osteoclast and alveolar bone thickness in rats model of periodontitis. These research was an experimental laboratory. Sample in this research using 35 rats were divided into 5 groups: 3 groups treated with peanut skin extract with a dose of 100, 200, and 400 mg/kgBB, negative control group using NaCl, and positive control group using diclofenac natrium, all groups was performed the induction of periodontitis with A. actinomycetemcomitans for 8 days, the rats were euthanasia in the day 14th after periodontitis. Histological preparation was made, the observation was performed to count the number of osteoclast and alveolar bone thickness. The result from one way ANOVA test (p<0.05) showed that the treatment group and positive control group has a fewer number of osteoclast and alveolar bone thickness is higher than negative control group. Conclusions from this research that there is effect of orally administered peanut skin extract to the number of osteoclast and alveolar bone thickness in rats model of periodontitis and there is effect of reducing the number of osteoclast with increasing the thickness of the alveolar bone in rats model of periodontitis. Peanut skin extract with dose 400 mg/kgBB is highest in reducing the number of osteoclast and increasing the thickness of the alveolar bone compared with peanut skin extract dose 100 and 200 mg/kgBB, NaCl, and diclofenac sodium dose 4,5 mg/kgBB in rats model of periodontitis.
589915700A1C012068ANALISIS PRODUKTIVITAS, PENDAPATAN, DAN EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADI SAWAH DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASPadi sawah merupakan komoditas yang sangat penting dan strategis kedudukannya sehingga perlu upaya untuk meningkatkan produksinya. Upaya ini terganjal oleh fluktuasi produktivitas padi sawah akibat penggunaan faktor produksi yang kurang optimal. Perlu adanya upaya peningkatan produktivitas padi sawah yang akan meningkatkan produksi padi sawah dan berlanjut pada peningkatan keamanan pangan, pendapatan, dan kesejahteraan petani. Petani dalam berusahatani bertujuan untuk meningkatkan pendapatan. Pendapatan dapat dimaksimalkan dengan cara menggunakan faktor produksi secara efisien, sehingga biaya yang dikeluarkan petani dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghitung produktivitas dan pendapatan bersih usahatani padi sawah 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah 3) Menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi padi sawah. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangtengah, Desa Panembangan, dan Desa Gununglurah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas pada bulan Februari sampai April 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Sasaran penelitian adalah petani yang melakukan usahatani padi sawah pada musim tanam tahun 2015. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan teknik wawancara menggunakan kuisioner. Metode analisis yang digunakan adalah: 1) Analisis produktivitas 2) Analisis biaya dan pendapatan 3) Analisis fungsi produksi Cobb-Douglas 4) Analisis efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata produktivitas padi sawah sebesar 5.018,73 kg per hektar dan rata-rata pendapatan bersih usahatani padi sawah sebesar Rp 5.820.826,15 per hektar 2) Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani padi sawah adalah luas lahan dan benih, sedangkan faktor produksi pupuk organik, pupuk anorganik, pestisida, dan tenaga kerja berpengaruh tidak nyata 3) Penggunaan faktor produksi luas lahan belum efisien sedangkan benih tidak efisien.Lowland rice represents most important commodity and has strategic position so that needed effort to increase it production. It his effort inhibited by fluctuation of lowland rice productivity caused by least optimally of production factor usage. Needed an effort to increase lowland rice that will increase lowland rice production and followed at increase food safety, income, also farmer welfare. The farmer in their farming aimed to increase income. Income can be maximized by using production factor efficiently, so that cost spent by the farmer can be minimized. This research aimed to: 1) To calculate productivity and neto income of lowland rice farming 2) To analyze factors that influenced lowland rice production 3) To analyze efficiency production factor usage of lowland rice. This research was conducted in Karangtengah, Panembangan, and Gununglurah Cilongok subdistrict Banyumas regency on February to April 2016. This research methods used was survey method. Research target was farmer who conducted lowland rice farming in planting season of 2015. Data collection was conducted by conservation and interview technique by using questionnaire. Analysis methods used were 1) Productivity analysis 2) Cost and income analysis 3) Analysis of Cobb-Douglas production function 4) Analysis efficiency of production factors usage. Research result showed that: 1) Average lowland rice productivity was 5,018.73 kg per hectare and average neto income lowland rice farming was Rp 5,820,826.15 kg per hectare 2) Production factors that influence lowland rice production was the broad of land area and seeds, while production factors organic fertilizers, anorganic fertilizers, pesticides, and labor did not influence 3) The usage production factors the broad of land area haven’t efficient, while seed not efficient.
590015727E1A012050PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENGGUNA JASA E-BANKING DI PT BANK BJB CABANG CIBINONG KABUPATEN BOGOR
Keberadaan lembaga perbankan memiliki konstribusi yang cukup dominan dalam menjaga roda perekonomian. Dalam memajukan usaha perbankan peranan nasabah selaku pengguna jasa perbankan sangat besar. Dengan memanfaatkan kemajuan tekhnologi, bank berusaha untuk memberikan fasilitas yang baik dalam melayani nasabah. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas kartu Elektronik Banking (E-Banking). Penggunaan E-Banking memberikan berbagai kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi, tetapi selain kemudahan yang didapat ada juga kelemahan dan kekurangan dari fasilitas E-Banking ini. Permasalahan terkait fasilitas E-Banking sangat banyak, namun perlindungan hukum bagi penggunanya masih lemah. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk perlindungan hukum nasabah bank pengguna E-Banking.
Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, peraturan lain diluar undang-undang buku-buku literatur, dokumen resmi, dan dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data primer yang digunakan adalah berupa hasil wawancara dengan staff bank. Data-data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
The existence of banking institutions have a dominant contribution in keeping the wheels of the economy. In promoting the role of the banking business customers, the users of banking services is very large. By utilizing technological advances, banks are trying to provide good facilities in serving customers. One of them by providing Electronic Banking facility. The use of Electronic Banking provideconvenience for the customer in the transaction of funds, but in addition to convenience gained, there is also the weaknesses and shortcomings of this Electronic Banking facility. There are so many problem about using this Electronic Banking, but unfortunately the legal protection of costumer is still weak. This research aims to find out how the forms of legal protection of bank customers Electronic Banking users.
This research is compiled using normative juridical approach to describe an object or event. The data used are secondary data from literature books, legislation, official documents, and by way of literature, namely the inventory of these data is then presented in the form of systematic description. The data obtained were analyzed and elaborated by legal norms relating to the object of research. The primary data is the result of an interview with the bank’s staff.
From these results it can be seen that the legal protections for users of e-banking services in PT Bank BJB Branch Cibinong , Bogor regency are in accordance with the legislation in force.