Artikelilmiahs
Menampilkan 5.841-5.860 dari 48.844 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5841 | 15436 | A1M012003 | HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SANITASI DENGAN KARAKTERISTIK MUTU GULA KELAPA KRISTAL DI DESA KEDUNGURANG, KECAMATAN GUMELAR, KABUPATEN BANYUMAS | Permasalahan yang sering terjadi ditingkat pengrajin gula kelapa kristal adalah tingginya keragaman dan tingkat penyimpangan mutu gula kelapa kristal sehingga menghasilkan produk yang tidak sesuai dengan SNI. Faktor yang mempengaruhi mutu gula kelapa kristal antara lain tingkat sanitasi pengrajin. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik mutu gula kelapa kristal di Desa Kedungurang dibandingkan dengan SNI 01-3743-1995, 2) Mengetahui hubungan antara tingkat sanitasi pengrajin dengan karaktristik mutu gula kelapa kristal di Desa Kedungurang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah responden 21 pengrajin gula kelapa kristal. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik mutu gula kelapa kristal di Desa Kedungurang, uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel, uji Spearman Rank untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antar variabel tersebut dengan menggunakan program SPSS 16 for windows serta uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui validitas dan reliabilitas kuisioner yang digunakan. Hasil penelitian menunjukan:1) Gula kelapa kristal di Desa Kedungurang memiliki karakteristik mutu sensori dan kadar abu yang sesuai dengan SNI yaitu tekstur yang sedikit halus sampai halus, aroma agak khas sampai khas, warna kuning kecoklatan sampai coklat dan kadar abu sebesar 1,53% bb, tetapi untuk bahan tidak larut air 1,40% bb, kadar air 4,25% bb, kadar gula reduksi 6,56% bb, dan kadar sukrosa 74,36% bb belum sesuai SNI, karena nilai tersebut berada diluar standar spesifikasi yang telah ditetapkan, 2) Ada hubungan yang kuat antara tingkat sanitasi pengrajin dengan karakteristik mutu khususnya kadar abu dan kadar gula reduksi gula kelapa kristal di Desa Kedungurang. | Problems that often occur at the level of crystal brown sugar producer is the high level of diversity and deviations crystal brown sugar quality so resulting product lack reached standard. Factors affecting crystal brown sugar quality are the level of sanitation of producer. The aims of this study are: 1) To determine the quality characteristics of crystal brown sugar in the Kedungurang village compared with SNI 01-3743-1995, 2) To determine the relationship between the level of sanitation crystal brown sugar producer with quality characteristics crystal brown sugar Kedungurang village. Sampling was done by purposive sampling method with the number of respondents 21 crystal brown sugar producer. Analysis of the data used in this research using descriptive analysis to determine of the quality characteristics of crystal brown sugar, Chi-Square test to determine the relationship between variables, Spearman Rank test to determine how strong the relationship between these variables using SPSS 16 for windows, and the validity and reliability test to determine the validity of the questionnaire were used. The result shows that: 1) Crystal brown sugar in the Kedungurang village have sensory quality characteristics and ash content in accordance with the SNI is slightly smoother texture until smooth, flavor like coconut sap, brownish yellow color to brown and ash content of 1,53% bb, but for water insoluble materials 1,40% bb, water content 4,25% bb, reduction sugar content 6,56% bb and sucrose content 74.36% bb is not appropriate with SNI because the value is beyond the standard specification has been set, 2) there is a strong relationship between the level of sanitation producer with the quality characteristics especially ash content and reduction sugar content crystal brown sugar in the Kedungurang village. | |
| 5842 | 18782 | F1I013039 | UPAYA INTEGRASI KAWASAN ASIA TENGGARA UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DAN STABILITAS REGIONAL | Keamanan regional merupakan tanggungjawab bersama negara-negara yang berada dalam satu kawasan tersebut. Untuk mempertahankan stabilitas regional dibutuhkan suatu konsep keamanan yang tidak hanya menitikberatkan pada isu militer, namun juga isu – isu non militer. ASEAN telah melaksanankan berbagai kerjasama dan konsolidasi dalam upaya mencapai integrasi sehingga dapat menciptkan keamanan dan stabilitas regional dalam menghadapi tantangan politik internasional. | Regional security is a shared responsibility of countries that are in one of the region. To maintain regional stability requires a concept of security that is not only focused on military issues, but also non-military issues. ASEAN implement the various cooperation and consolidation in order to achieve integration and create security and regional stability to face the challenges of international politics. | |
| 5843 | 15675 | G1G010052 | PERBANDINGAN EFEKTIVITAS GEL EKSRAK BEE POLLEN DAN TRIAMSINOLON ASETONID TERHADAP PENGHAMBATAN EKSPRESI COX-2 PADA TIKUS GALUR Sprague Dawley MODEL STOMATITIS AKUT | Stomatitis akut merupakan salah satu kondisi peradangan pada mukosa mulut yang ditandai dengan adanya rasa sakit dan ulkus. COX-2 merupakan protein yang berperan dalam proses inflamasi akut, dengan terhambatnya COX-2 dapat meredakan inflamasi pada stomatitis akut. Bee pollen dapat berperan sebagai antiinflamasi dan dan penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian gel ekstrak bee pollen dan triamsinolon asetonid terhadap penghambatan ekspresi COX-2 pada tikus galur Sprague dawley model stomatitis akut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Sprague dawley yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok I adalah kelompok tikus stomatitis akut dan diberi plasebo sebagai kontrol negatif, kelompok II adalah kelompok tikus stomatitis akut yang diberi triamsinolon asetonid sebagai kontrol positif, dan kelompok III adalah kelompok tikus stomatitis akut dengan pemberian gel esktrak bee pollen 100%. Ekspresi COX-2 dihitung dengan metode Allred scoring. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-whitney dan menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol negatif dan positif dengan ekspresi COX-2 yang paling rendah. Simpulan penelitian ini adalah pemberian gel ekstrak bee pollen 100% efektif menurunkan ekspresi COX-2 pada stomatitis akut lebih baik dibandingkan dengan triamsinilon asetonid. | Stomatitis is one of acute inflammation of the oral mucosa condition and characterized by pain and ulcers. COX-2 is a protein that plays a role in acute inflammatory process, with inhibition of COX - 2 may alleviate inflammation in acute stomatitis . Bee pollen can act as anti-inflammation and wound healing. The purpose of this study was to compare the efficacy of gel bee pollen extract and triamcinolone acetonide on the inhibition of COX-2 expression in rats (Sprague dawley) model of acute stomatitis. This study is other research laboratory experimental design with post test only control group design. This study used 30 male Sprague dawley rats were divided into 3 groups . Group I is a acute stomatitis groups of rats were treated with placebo, group II is a group of acute stomatitis rat treated with triamcinolone acetonide as a positive control , and group III is a group of acute stomatitis rats treated with bee pollen extract gel 100 %. The expression of COX-2 was calculated by Allred scoring method. Results were analyzed using the Mann-Whitney test . The results showed significant differences between the treatment group and control group with the lowest expression of COX- 2. The conclusions of this study is bee pollen extract gel 100 % effectively decreased the expression of COX-2 in acute stomatitis better than triamcinolone acetonide | |
| 5844 | 15663 | E1A012191 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA PENERBANGAN ATAS KERUGIAN AKIBAT DARI ADANYA PENGGANTIAN PESAWAT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 (STUDI TERHADAP PUTUSAN NOMOR 441/PDT.G/2013/PN.JKT.PST) | Transportasi merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting dalam kehidupan masyarakat untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. banyak perusahaan yang berbeda bersaing untuk memberikan layanan di bidang transportasi udara. Adanya berbagai perusahaan angkutan udara, sehingga lebih mudah untuk memilih layanan transportasi udara publik. Pembelian tiket dilakukan oleh penumpang akan menimbulkan ada kesepakatan antara operator dengan penumpang mengakibatkan hubungan hukum antara pihak-pihak yang saling menguntungkan. Salah satu kasus yang ada adalah tentang penundaan hingga menggantikan kapal induk PT Lion Air. Penumpang dapat mengajukan permohonan untuk kompensasi kepada operator tentang penundaan sampai pesawat pengganti sesuai dengan UUPK dan Pasal 1365 KUHPerdata. Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan perlindungan hukum yang rendah konsumen diatur dalam UUPK dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 141 dengan Pasal 149 tentang tanggung jawab pengangkut penumpang, dan diteruskan dengan Peraturan Menteri No. 92 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Perhubungan Udara | Transportation is one of the most important needs in the life of society to facilitate carrying out its activities in daily life. many different companies competing to provide services in the field of air transport. The existence of a wide variety of air transport companies, making it easier to choose a public air transport services. Purchase tickets carried by passengers will poses no agreement between the carrier by passengers resulted in the legal relationship between the parties that are mutual. One case that there is about a delay of up to replacing aircraft carrier PT Lion Air. Passengers can apply for compensation to the carrier about the delay until replacement air according to UUPK and Article 1365 of the Civil Code. Based on the research results, setting the legal protection of the consumer low set in UUPK and Law No. 1 Year 2009 on Aviation in Article 141 to Article 149 on the responsibility of the carrier to passengers, and forwarded by the Ministerial Regulation No. 92 Year 2011 on Responsibility of Transportation Air. | |
| 5845 | 15664 | C1C012098 | PENGARUH PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH, KUALITAS APARATUR PEMERINTAH DAERAH, DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN | Penelitian ini berjudul Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah, Kualitas Aparatur Pemerintah Daerah, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menguji pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintah terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, (2) untuk menguji pengaruh kualitas aparatur pemerintah daerah terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, dan (3) untuk menguji pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai keuangan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 73 pegawai keuangan. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel penerapan standar akuntansi pemerintah dan variabel pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil sebaliknya ditunjukkan oleh variabel kualitas aparatur pemerintah daerah yang tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. | This research titled The Influence of Government Accounting Standards, Quality of Government Official, and Information Technology Utilization towards Quality of Financial Statements. The aim of this study is (1) to examine the influence of government accounting standard implementation towards quality of local government financial statements, (2) to examine the influence of the quality of government official towards quality of local government financial statements, and (3) to examine the influence of technology utilization towards quality of financial statements. The population in this research are all employees in Local Government Agency (SKPD) in Local Government Bogor City. Data collection method in this research is simple random sampling with the amount of 73 financial employees. Data collection method using closed questionnaire and to test the hypotheses was multiple linier regression. The result shows that government accounting standard implementation and information technology utilization variables has positive influence towards quality of local government financial statements. Otherwise the results of quality of government official variables has no influence on quality of financial statements. | |
| 5846 | 15665 | A1L012054 | KAJIAN PEMBERIAN PUPUK NZEO-SR TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH, SERAPAN N DAN BIOMASSA TANAMAN PADI GOGO AROMATIK PADA ULTISOL KARANGRAU | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh pemberian pupuk NZEO-SR terhadap sifat kimia tanah dan serapan N oleh tanaman padi gogo aromatik pada Ultisol dan 2) tingkat efisiensi penggunaan pupuk NZEO-SR oleh tanaman padi gogo aromatik pada Ultisol. Penelitian dilaksanakan di lahan kering jenis Ultisol yang berlokasi di Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada Januari sampai Mei 2016. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Petak Terbagi dengan 3 ulangan. Petak utama berupa varietas padi gogo aromatik terdiri atas 2 jenis, yaitu varietas Inpago Unsoed I (V1) dan G9 (V2). Anak petak berupa takaran pupuk NZEO-SR terdiri dari 6 aras, yaitu 0 kg N/ha (N0), 35 kg N/ha (N1), 70 kg N/ha (N2), 105 kg N/ha (N3), 140 kg N/ha (N4) dan 175 kg N/ha (N5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai takaran pupuk NZEO-SR berpengaruh nyata menurunkan DHL tanah, menurunkan Al-dd tanah, meningkatkan bobot basah daun, bobot basah malai dan serapan N gabah (mg N/tanaman), namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH H2O, pH KCl, N total, H-dd tanah, bobot basah akar, bobot basah batang, bobot basah gabah, bobot kering akar, bobot kering batang, bobot kering daun, bobot kering gabah, bobot kering malai, dan serapan N daun. Pupuk NZEO-SR pada takaran 35 kg N/ha mempunyai efisiensi penggunaan unsur hara N oleh tanaman tertinggi yaitu sebesar 63%. | This research aims to know : 1) the effect of fertilizer NZEO-SR to the chemical characteristics of soil and N uptake by aromatic upland rice plants on Ultisol and 2) determine the level of fertilizer use efficiency NZEO-SR by aromatic upland rice plants on Ultisol. The research had been conducted on dry land types Ultisol located at the Karangrau village, Banyumas district, Banyumas regency and in the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto from January to May 2016. The research had been conducted with a split plot design with three replications. The main plot was aromatic upland rice plant varieties with two kinds, namely Inpago Unsoed I varieties (V1) and G9 (V2). The subplots were doses of NZEO-SR consists of six levels, i.e. 0 kg N/ha (N0), 35 kg N/ha (N1), 70 kg N/ha (N2), 105 kg N/ha (N3), 140 kg N/ha (N4) and 175 kg N/ha (N5). The results showed that the NZEO-SR would decrease of soil-EC, exchangeable Allumunium, increase of fresh root weight, fresh leaves weight and uptake N of grain (mg N/plant), did not significantly affect on pH H2O, pH KCl, total-N, exchangeable Hidrogen of soil, fresh root weight, fresh stem weight, fresh grain weight, fresh panicle rice weight, dry root weight, dry stem weight, dry leaves weight, dry grain weight, dry panicle rice weight and N uptake of leaves. NZEO-SR fertilizers at the dose of 35 kg N/ha was the highest of N use efficiency by plant, i.e. 63%. | |
| 5847 | 15666 | A1C111040 | ANALISIS POTENSI WILAYAH BERBASIS TANAMAN SAYURAN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman sayuran merupakan salah satu subsektor pertanian yang mempunyai arti penting bagi Kabupaten Banyumas. tanaman sayuran memegang peranan penting bagi perekonomian nasional. Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas mengembangkan jenis tanaman sayuran yang berbeda. Hal ini disebabkan pengembangan komoditas tanaman sayuran belum sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing kecamatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai komoditas basis tanaman sayuran yang berpotensi untuk dikembangkan pada tiap kecamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Potensi wilayah masing-masing kecamatan dalam pengembangan tanaman sayuran (Cabe Merah, Kacang Panjang, dan Terung), (2) Tingkat pertumbuhan produksi tanaman sayuran, (3) Wilayah manakah yang menjadi sentra tanaman sayuran di Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data produksi 3 (tiga) komoditas tanaman sayuran (Cabe Merah, Kacang Panjang dan Terung) pada setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas tahun 2010 sampai 2014. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis Location Quotient, Koefisien Lokalisasi, Koefisien Spesialisasi, analisis Shift Share, analisis Pergeseran Netto, analisis Super Impose dan analisis Penentuan Pengembangan Komoditas Basis. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Setiap kecamatan memiliki komoditas basis tanaman sayuran yang berbeda, (2) Wilayah yang potensial untuk pengembangan komoditas Cabe Merah yaitu terdapat pada Kecamatan Kalibagor, komoditas Kacang Panjang terdapat pada Kecamatan Patikraja dan komoditas Terung terdapat pada Kecamatan Kebasen, (3) Komoditas tanaman sayuran di Kabupaten Banyumas pada periode tahun 2010 sampai 2014 mengalami kenaikan pada komoditas Terung dengan nilai pertumbuhan Regional 0,692849 dan komoditas yang mengalami penurunan komoditas Cabe Merah dan Kacang Panjang dengan pertumbuhan negatif -0,743685 dan -0,535209. Masing-masing komoditas sayuran mempunyai keandalan berbeda-beda di setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas. | The agricultural sector, especially subsector vegetable crops subsector is one of the agriculture sector is of significant importance for regency Banyumas. Vegatable crops had an important role for national economy. Almost every district in regency Banyumas develop a kind of vegetable crops differen. This is because the development of crops vegetables its not based on potential possessed by every sub district. Hence, there needs to be research into commodities the base of plant vegetables have developed in every sub district. The purpose of this research is to (1) determine the potential areas each district in Banyumas in the development of vegetable crops (red chili, long beans, and eggplant), (2) Determine the level of the production growth vegetable crops in regency Banyumas, and (3) Know areas will become a center to vegetable crops in regency Banyumas. The data used is secondary data including data production 3 (three) of vegetable crops (Red Chillies, Long beans and eggplant) every district in Banyumas in 2010 to 2014. The method used of the data analysis of LQ, lokalita coefficient, coefficient of Specialization , Share Shift analisys , analysis net shift , Super impose and analisyis determination of Commodity Development Base . The results of the study showed that (1) Sub district in regency Banyumas having commodities the base of plant vegetables different, (2)The potential for the development of commodities red chili that is found in Kalibagor, commodities beans long that is found in Patikraja and commodities eggplant found in Kebasen (3) Commtodities vegetable crops in regency Banyumas during the period 2010 to 2014 increase in the value of commodities Eggplant with 0.692849 Regional growth and commodity decreased Red Chili and beans Long negative growth -0.743685 and -0.535209. Of their respective commodities vegetables have the reliability of varying in each sub district in regency Banyumas. Keywords: Area Potential, horticultural crops, Food Security. | |
| 5848 | 15676 | C1C012084 | Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran, Komitmen Organisasi, Ketidakpastian Lingkungan, dan Gaya Kepemimpinan Pada Ketepatan Anggaran | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kejelasan sasaran anggaran terhadap ketepatan anggaran belanja, pengaruh komitmen organisasi terhadap ketepatan anggaran belanja, pengaruh ketidakpastian lingkungan terhadap ketepatan anggaran belanja, serta pengaruh gaya kepemimpinan terhadap ketepatan anggaran belanja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah SKPD di Kota Bogor. Pemilihan sampel dengan metode Pusposive Sampling, dengan jumlah responden 74 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner kepada kepala kantor/kepala dinas/ kepala badan dan kepala Subbagian Keuangan pada setiap SKPD. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa kejelasan sasaran anggaran berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan anggaran belanja, komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan anggaran belanja, ketidakpastian lingkungan tidak berpengaruh terhadap ketepatan anggaran belanja, serta gaya kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan anggaran belanja. Hasil pengujian Adjusted R square menunjukkan bahwa pengaruh kejelasan sasaran anggaran, komitmen organisasi, ketidakpastian lingkungan, dan gaya kepemimpinan terhadap ketepatan anggaran belanja di Kota Bogor sebesar 62,6% sedangkan 37,4% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode survei tanpa dilengkapi dengan wawancara secara langsung dengan responden. | The aim of this research is to examine the influence of budget goal clarity, organizational commitment, environmental uncertainty, and leadership style toward expenditure budget accuracy. Type of this research is quantitative methods. The population in this research is SKPD in Bogor City. Method of sampling technique used on this research is purposive sampling with the amount of samples was 74 respondents. The data used in this research is primary data. In this research, data collection techniques are distributing questionnaires to the head of office/head of department/head of agency and head of subsection of Financial Division each SKPD. The analysis technique is multiple linear regression analysis. The result of this research showed that the variable of budget goal clarity and organization commitment, and leadership style have significant positive influence on budget goal clarity, whereas environmental uncertainty does not have influence on budget goal clarity. The result of adjusted R square showed that the influence of budget goal clarity, organization commitment, environmental uncertainty, and leadership style toward expenditure budget accuracy in Bogor City is 62,6% whereas the remaining 37,4% can be explained by other factors not examined in this research. Limitations in this research is using survey method without fitted with direct interviews with respondents. | |
| 5849 | 15667 | D1E012075 | INDIKATOR KERUSAKAN DEDAK DARI BERBAGAI VARIETAS PADI DITINJAU DARI LEMAK KASAR DAN FREE FATTY ACID SELAMA PENYIMPANAN | Penelitian ini bertujuan mengkaji lemak kasar dan free fatty acid dedak dari berbagai varietas padi selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Kelompok Lengka (RAKL) dengan 5 perlakuan dan 5 kelompok. Uji lanjut yang digunakan yaitu uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dan uji regresi. Perlakuan dalam penelitian yaitu dedak berbagai varietas padi meliputi R1 (IR-64), R2 (Pandanwangi), R3 (Aek Sibundong), R4 (Setail) dan R5 (Lusi), sedangkan lama penyimpanan sebagai kelompok meliputi minggu ke-0 (t0), minggu ke-1 (t1), minggu ke-2 (t2), minggu ke-3 (t3) dan minggu ke-4 (t4). Dari masing-masing perlakuan, rata-rata lemak kasar yang diperoleh yaitu 9,28±1,02% (R1), 11,14±0,68% (R2), 11,46±0,71% (R3), 7,27±1,05% (R4) dan 11,75±0,78% (R5). Sedangkan untuk rata-rata free fatty acidnya yaitu 0,38±0,14% (R1), 0,48±0,26% (R2), 0,53±0,18% (R3), 0,85±0,18% (R4), dan 0,49±0,25% (R5). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lemak kasar. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa varietas dan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap free fatty acid (P>0,01). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dedak dari varietas padi yang berbeda mempengaruhi lemak kasar dan free fatty acid selama penyimpanan. | This research aimed at assessing the crude fat and free fatty acid of bran made from different rice varieties during storage. The research used an experimental method and randomized Complete Block Design with 5 treatments and 5 blocks. The post tests were an Honesty Significant Difference test (HSD) and the Regression test. The treatments were rice bran from different varieties which consisted of R1 (IR-64), R2 (Pandanwangi), R3 (Aek Sibundong), R4 (Setail), R5 (Lusi), while the blocks were the durations of storage including without storage (t0), a week storage (t1), two week storage (t2), three week storage (t3), and four week storage (t4). According to the treatments, it was revealed that the averages of the crude fat were 9,28±1,02% (R1), 11,14±0,68% (R2), 11,46±0,71% (R3), 7,27±1,05% (R4), and 11,75±0,78% (R5). While those of of free fatty acid were 0,38±0,14% (R1), 0,48±0,26% (R2), 0,53±0,18% (R3), 0,85±0,18% (R4) and 0,49±0,25% (R5). The result of the variance analysis indicated that the rice varieties significantly influenced (P<0,05) the crude fat. It also indicated that the varieties and storage durations significantly influenced (P>0,01) the free fatty acid. The conclusion of the research is that different varieties of rice significantly influence the crude fat and free fatty acid of the bran during storage. | |
| 5850 | 15668 | F1I011049 | Kepentingan Geopolitik Energi Rusia Terhadap Ukraina Pada Masa Pemerintahan Vladimir Putin (2012-2015) | Penelitian yang berjudul “Kepentingan Geopolitik Energi Rusia terhadap Ukraina pada masa Pemerintahan Vladimir Putin tahun 2012-2015” merupakan penelitian yang menganalisa bagaimana kepentingan geopolitik energi Rusia terhadap Ukraina, berdasarkan national interest Rusia. Fokus penelitian ini adalah kepentingan geopolitik energi Rusia terhadap Ukraina, alasan, nilai strategis, serta pasar gas Eropa. Hal ini dikarenakan Rusia sebagai negara adidaya energi menjalankan serangkaian kebijakan yang melemahkan Ukraina sebagai negara transit energi, dan membangun jalur pipa gas alternatif ke Eropa tanpa melewati Ukraina. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepentingan geopolitik energi Rusia adalah untuk memperoleh daya saing ekonomi dan melemahkan peran Ukraina sebagai negara transit secara bersamaan. Kebijakan Rusia ini berhasil menurunkan keunggulan komparatif Ukraina terhadap Rusia, dan Rusia bisa melakukan kebijakan dengan cara paksaan terhadap Ukraina, tanpa harus takut kehilangan pasar gas Eropa. | This research, titled “Energy Geopolitics Interest of Russia against Ukraine during Vladimir Putin Government (2012-2015) is a research which analyzes how energy geopolitics interets of Russia against Ukraine, based on Russia’s national interest. This research focus on energy geopolitics interest of Russia against Ukraine, the reason, strategic value, and European gas market. This is because Russia as an energy superpower implement a chain of policies which weaken Ukraine as an energy transit state, and build alternative gas pipeline to Europe bypassing Ukraine. The conclusion of this research is the geopolitical interests of the Russian energy are both to obtain economic competitiveness and weaken the role of Ukraine as an energy transit state. Russia's policy is successful to reduce the Ukraine’s comparative advantages against Russia, and Russia can implement policy against Ukraine by force, without fear of losing the European gas market. | |
| 5851 | 15669 | E1A012139 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PENGGUNA JASA TIKI ATAS RUSAKNYA BARANG KIRIMAN YANG DIBERLAKUKAN KLAUSUL EKSONERASI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi di PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Cabang Cirebon) | ABSTRAK PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI) merupakan salah satu penyedia jasa pengiriman barang (pengangkut). Dalam penyelenggaraan kegiatan pengiriman barang tidak terlepas dari timbulnya kerugian bagi konsumen yang berupa keterlambatan, kehilangan, dan kerusakan pada barang kiriman. Secara hukum, kerugian-kerugian tersebut merupakan tanggung jawab pelaku usaha untuk memberikan ganti kerugian kepada konsumen. Akan tetapi, dalam prakteknya pihak pengangkut membatasi, bahkan menghilangkan tanggung jawabnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti terdorong untuk meneliti mengenai perlindungan hukum bagi konsumen pengguna jasa pengangkutan TIKI atas rusaknya barang kiriman yang diberlakukan klausul eksonerasi berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode Pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif yang disajikan dalam bentuk teks deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Cabang Cirebon. Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh jawaban masalah sebagai berikut : 1. Ganti rugi terhadap kehilangan, kerusakan atau kekurangan atas kiriman yang tidak diasuransikan, 10 (sepuluh) kali biaya pengiriman untuk kiriman dan/atau tidak melebihi dari nilai Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah); 2. Ganti rugi terhadap kiriman yang memiliki nilai subyektif, begitu juga dengan kiriman yang nilai barangnya melebihi 10 (sepuluh) kali biaya pengiriman, wajib diasuransikan. Penggantian kerugian diselesaikan sesuai dengan Polis Kontrak Asuransi Jasa Titipan. 3. Pedoman dan syarat pengiriman TIKI bersifat membatasi, menghilangkan kewajibannya untuk bertanggung jawab (klausul eksonerasi), dapat dinyatakan batal demi hukum. Kata kunci : Pengangkut, Pengangkutan Barang, Klausul Eksonerasi | ABSTRACT PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI) is a provider of freight (carrier). In organized the carried of goods can’t be separated from losses to consumers in the form of delayed, loss, and damaged to the carried process. Based on law, these losses are the responsibility of businesses to provide restitution to consumers. However, in fact the carrier gave limits, or even eliminate its responsibility. Based on this background, researchers are encouraged to examined the legal protection for consumers TIKI freight service users for damage to shipments that exoneration clause imposed by Act No. 8 of 1999 on Consumer Protection. The approach method is used normative juridical approach which presented in the form of descriptive text. The research was conducted at PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Cirebon Branch. From the results of research and discussion obtained answers to the problem as follows: 1. The compensation for the losses, damage or shortage on items that aren’t insured, ten (10) times the carriage costs for shipment and/or doesn’t exceed the value of Rp. 2.000.000, - (two million rupiah); 2. Damages to items that have a subjective value, as well as the value of goods shipment exceeding 10 (ten) times the cost of carriage, must be insured. Restitution is completed in accordance with the Insurance Contract Policy Courier Services. 3. Guidelines and delivery requirements of TIKI has limited, eliminated the obligation to be responsible (the exoneration clause), may be declared null and void. Keywords: Carrier, Carriage of Goods, Exoneration Clause | |
| 5852 | 15674 | F1C012005 | Strategi Komunikasi Indosat Ooredoo dalam Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pemberdayaan Perempuan “Batik Banyumasan” Komunitas Soka Ayu di Desa Sokaraja Kulon | Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Indosat Ooredoo dalam Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pemberdayaan Perempuan “Batik Banyumasan” Komunitas Soka Ayu di Desa Sokaraja Kulon”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh Indosat Ooredoo dalam menjalankan dan menyukseskan program Corporate Social Responsibility (CSR) pemberdayaan perempuan “Batik Banyumasan” yang merupakan program CSR Indosat yang ditujukan untuk masyarakat perempuan di Desa Sokaraja Kulon yang terbentuk dalam Komunitas Soka Ayu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam dengan informan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji dengan cara teknik trianggulasi sumber. Pada penelitian ini validitas data diuji dengan cara membandingkan data hasil wawancara dengan hasil dengan membandingkan hasil wawancara salah satu sumber dengan sumber yang lain. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa strategi yang digunakan oleh Indosat Ooredoo dalam program CSR Pemberdayaan “Batik Banyumasan” pada komunitas Soka Ayu adalah dengan cara 1) melakukan kerjasama dengan DISPERINDAG Banyumas. 2) Menggandeng tokoh masyarakat. 3) Pengadaan dan mengikuti event. 4) Penggunaan internet dalam pemasaran hasil produksi. | This research is entitled “Communication Strategy of Indosat Ooredoo in Woman Empowerment Corporate Social Responsibility (CSR) Program “Batik Banyumasan” of Soka Ayu Community in West Sokaraja Village”. The purpose of this research is to know the communication strategy used by Indosat Ooredoo in running and succeeding Woman Empowerment Corporate Social Responsibility (CSR) Program “Batik Banyumasan” which is Indosat’s CSR program for females in West Sokaraja Village from the Soka Ayu Community. This research used qualitative descriptive method and purposive sampling technique for the informant-choosing technique. The data collection for this research is individual interview with informant, observation and documentation. For the data analysis, this research used interactive analysis which consists of three components: data reduction, data display, and conclusion. The validity of data is tested with data source triangulation technique, which is defined as comparing and re-checking the credibility degree of information obtained from different sources. The result of this research is the strategies used by Indosat Ooredoo in Woman Empowerment (CSR) Program “Batik Banyumasan” of Soka Ayu Community are: 1) cooperating with DISPERINDAG Banyumas, 2) inviting community leaders, 3) organizing and participating in an event, 4) using internet to sell an end product. | |
| 5853 | 15678 | E1A010041 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN JASA TAMAN BERMAIN DI RITA PARK TEGAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | Rekreasi merupakan kegiatan penyegaran kondisi seseorang yang telah mengalami aktifitas-aktifitas berat seperti pekerjaan kantor, perkuliahan, pekerjaan rumah atau kegiatan lainya yang menguras konsentrasi dan pikiran. Rekreasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan seperti halnya menikmati wahana-wahana yang terdapat di taman bermain. Semua pengunjung tempat rekreasi juga merupakan konsumen yang memiliki hak dan tidak terkecuali pengunjung Taman Bermain Rita Park Tegal. Adapun perlindungan konsumen bagi pengunjung diatur didalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Hak konsumen diatur dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, namunpemberian ganti rugi kepada konsumen memiliki sifat alternatif/pilihan yang pada situasi tertentu hal tersebut tidak berpihak kepada konsumen dikarenakan pelaku usaha yangseakan-akan dapat memilih bentuk ganti rugi mana yang paling menguntungkan baginya. | Recreation is a refreshing activity for someone who has experienced strenuous activities such as office work, lecture, homework or other activities that deplete the concentration and mind. Recreation can be done in various ways, one of them by doing fun activities as well as enjoy the rides at the playground. Every visitor of recreation areas were also customers who have rights and also the visitors of Rita Park TegalPlayground. As for consumer protection for visitors regulated under Act 8 year 1999 about Consumer Protection and Act10 year 2009 about tourism. Consumer rights regulated in Article 4 of Act 8 year 1999 about Consumer Protection, but the provision of compensation to consumers was tend to alternative / option in certain situations it does not favor to the consumer due to businesses that seemed to be able to choose the form of compensation where it is most profitable for them. | |
| 5854 | 15679 | A1L012014 | PENGARUH KONSENTRASI DAN WAKTU PEMBERIAN GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) | Selada (Lactuca sativa L) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukup baik. Semakin bertambahnya jumlah penduduk Indonesia menyebabkan bertambahnya permintaan akan sayuran. Upaya untuk meningkatkan produksi salah satunya dengan sistem budidaya secara hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) dengan penambahan hormon pertumbuhan. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Mengkaji pengaruh konsentrasi hormon giberelin (GA3) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada; 2) Mengkaji pengaruh waktu pemberian hormon giberelin (GA3) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada; dan 3) Mendapatkan konsentrasi hormon giberelin (GA3) dan waktu pemberian hormon giberelin GA3 yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dengan ketinggian tempat ± 110 m dpl. Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari Maret sampai Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi larutan dan waktu pemberian hst (hari setelah tanam). Faktor pertama yaitu konsentrasi giberelin yang terdiri empat taraf : (0 ppm), (50 ppm), (80 ppm) dan (100 ppm). Faktor yang kedua yaitu waktu pemberian giberelin yang terdiri dari dua taraf: (10 hst) dan (20 hst). Kedua faktor tersebut terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh konsentrasi giberelin mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada pada variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot basah dan bobot kering. Waktu pemberian giberelin mampu berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah dan bobot kering. Interaksi antara konsentrasi dan waktu pemberian giberelin terdapat pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot kering. Konsentrasi giberelin 50 ppm memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman. Konsentrasi 0 ppm memberikan hasil terbaik pada variabel luas daun dan bobot basah. Waktu pemberian 20 HST hanya memberikan pengaruh pada jumlah daun. | Lettuce (Lactuca sativa L.) is one of the horticultural commodities which have prospects and commercial value was good enough. The increasing number of Indonesian population lead to increased demand for vegetables. Efforts to increase the production of one of them with a hydroponic cultivation system Nutrient Film Technique (NFT) with the addition of growth hormone. The purpose of this study are: 1) Assessing the impact of the concentration of the hormone gibberellin (GA3) on growth and yield of lettuce; 2) Assessing the impact of the timing of hormone gibberellin (GA3) on growth and yield of lettuce; and 3) Obtain the concentration of the hormone gibberellin (GA3) and timing of hormone gibberellin GA3 best in improving growth and yield of lettuce. The experiment was conducted in screen house the Faculty of Agriculture UnSoed with altitude of ± 110 m above sea level. The timing of the research was carried out from March to May 2016. This study used a randomized block design with two factors, namely concentration and timing of DAT (days after planting). The first factor is the concentration of gibberellins consisting of four levels: (0 ppm), (50 ppm), (80 ppm) and (100 ppm). The second factor is the timing of gibberellins consisting of two levels:(10 HST) and (20 days after planting). Both factors are obtained 8 combined treatment with four replications. The results showed the effect of the concentration of gibberellins capable of increasing the growth and yield of lettuce on variables observed were plant height, leaf number, leaf area, root length, fresh weight and dry weight. Timing of gibberellins capable of real effect on plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight and dry weight. The interaction between concentration and timing of giberelin contained in the variable plant height, leaf number, leaf area, and dry weight. Gibberellin concentration of 50 ppm gives best results on plant height. The concentration of 0 ppm gave the best results in the variable leaf area and wet weight. Timing of 20 HST only an impact on the number of leaves. | |
| 5855 | 15677 | H1G012010 | ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KERAPATAN MANGROVE DENGAN POTENSI INTRUSI DI PESISIR INDRAMAYU JAWA BARAT | Kabupaten Indramayu merupakan salah satu wilayah pesisir yang berada di Jawa Barat, salah, salah satu ekosistem yang berada di daerah tersebut yaitu ekosistem mangrove. Kerusakan ekosistem mangrove di Kabupaten Indramayu menyebabkan intrusi air laut ke daratan. Perbedaan tingkat kerapatan mangrove di beberapa pantai mengakibatkan perbedaan jarak intrusi air laut ke daratan. Penelitian berjudul “Analisis Hubungan Kerapatan Antara Kerapatan Mangrove dengan Potensi Intrusi di Pesisir Indramayu Jawa Barat” bertujuan untuk mengetahui tingkat kerapatan mangrove, jarak intrusi dan hubungan kerapatan mangrove dengan jarak intrusi. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2016. Metode penelitian adalah metode survey dengan tekhnik pengambilan sampel stratified sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif, uji F (ANOVA), uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian di Kabupaten Indramayu menunjukkan adanya pengaruh kerapatan mangrove terhadap intrusi. Pada daerah yang memiliki mangrove dengan kerapatan rendah memiliki tingkat intrusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kerapatan mangrove tinggi dan daerah yang tidak memiliki ekosistem mangrove merupakan daerah dengan tingkat intrusi tertinggi. Faktor penyebab perbedaan tingkat intrusi yaitu kerapatan mangrove, jarak sumur dari pantai, kedalaman air sumur dan tekstur tanah. Berdasarkan uji korelasi kerapatan mangrove dengan jarak intrusi air laut memiliki hubungan yang cukup (-0,402) yang artinya semakin tinggi kerapaatan mangrove maka tingkat intrusi akan semakin rendah. | Indramayu regency is one of the coastal areas in West Java, one of the ecosystems that are in the area is the mangrove ecosystem. Damage to the mangrove ecosystem in Indramayu has causing intrusion of seawater into the mainland. Differences in density in some coastal mangrove resulted in seawater intrusion distance difference to the mainland. The study entitled "Analysis of Relationship between Density Mangrove with Potential Intrusion in Coastal Indramayu West Java" aims to determine the density of the mangrove, the distance of intrusion and mangrove density in correlation with distance of intrusion. The research was conducted in May 2016. The research method used survey method with stratified sampling technique. The data were analyzed descriptively comparative F test (ANOVA), correlation and regression. The results of the research in Indramayu showed there was influence of distance toward the intrusion. In the mangrove areas with lower density has a higher level of intrusion than the mangrove with higher density whilst, areas which has no mangrove ecosystem is an area with the highest level of intrusion. Factors which causing the differences in the level of intrusion are mangrove density, distance from shore wells, the depth of the well water and soil texture. Based on the correlation test mangrove density with distance seawater intrusion have enough relationship (-0.402), which means that the higher density of mangrove the level of intrusion mangrove would be lower. | |
| 5856 | 15682 | H1G012034 | AKUMULASI LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) PADA AIR, SEDIMEN DAN BIOTA PERTAMBAKAN BANDENG YANG TERCEMAR LIMBAH BATIK DI DESA MULYOREJO PEKALONGAN | Penelitian ini berjudul “Akumulasi Logam Berat Kadmium (Cd) pada Air, Sedimen dan Biota Pertambakan Bandeng yang Tercemar Limbah Batik di Desa Mulyorejo Pekalongan”. Tujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cd pada air, sedimen dan daging ikan bandeng, hubungan antara kandungan logam berat Cd pada air dan sedimen dengan Cd pada daging ikan, status pencemaran pertambakan, dan kelayakan konsumsi ikan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik Stratified Random Sampling pada empat stasiun dengan empat kali ulangan. Data dianalisis secara deskriptif komparatif, uji F, regresi dan korelasi, Indeks Contamination Factor, Indeks Geoakumulasi dan faktor bioakumulasi. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Cd pada air berkisar 0,003-0,009 mg/L, sedimen berkisar 1,272-2,208 mg/kg dan daging ikan berkisar 0,087-0,168 mg/kg. Kandungan logam Cd pada air dan sedimen dengan daging ikan memiliki hubungan korelasi yang positif dan berkaitan erat (R=0,888 dan R=0,906). Status pencemaran berdasarkan indeks contamination factor (CF) termasuk kategori kontaminasi sangat tinggi dan indeks geoakumulasi termasuk kategori tercemar sedang (stasiun III dan IV) dan sedang sampai berat (stasiun I dan II). Ikan bandeng di pertambakan tersebut sudah tidak layak konsumsi kecuali pada stasiun IV (jarak ± 300m dari masukan Sungai Bremi). | This research entitled "The Accumulation of Heavy Metals Kadmium (Cd) in water, sediments and aquaculture biota which contaminated by Batik waste in Mulyorejo village Pekalongan”. Purposes to know the heavy metal concentration Cd in water, sediment and milkfish's flesh, relation between heavy metal concentration Cd in water and sediment with fish's flesh, the pollution status in this aquaculture, and also the consumption properness from the aquaculture station. This study conducted by survey method with stratified random sampling on four stations with four replications. The data then analyzed by descriptive comparative, F-test, regression and correlation, Contamination Factor index, Geoaccumulation index and bioaccumulation factor. The result revealed that the heavy metal concentration in the water 0,003-0,009 mg/L, in sediments 1,272-2,208 mg/kg and fish's flesh 0,087-0,168 mg/kg. The heavy metal concentration (Cd) in the water and sediments with fish's flesh are have positive correlation which strongly (R=0,888 and R=0,906). The pollution status based on the contamination factor index (CF) categorized as very high contaminated and geoaccumulation index is mild contaminated (station III and IV) and mild to severe contaminated (station I and II). The fishes in this station are improper to be consumed except in station IV (distance ±300m from Bremi’s river outlet). | |
| 5857 | 15681 | E1A012137 | PENYITAAN HARTA KEKAYAAN PELAKU TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG SEBAGAI UPAYA ASSET RECOVERY (Studi Di Komisi Pemberantasan Korupsi) | Asset recovery hasil dari suatu tindak pidana merupakan salah satu upaya pengembalian kekayaan hasil suatu tindak pidana baik bagi negara maupun bagi orang baik sebagai bahan pembuktian dalam persidangan dan juga sebagai harta kekayaan untuk pengembalian kerugian apabila terbukti melakukan suatu tindak pidana. Non Conviction Based Asset Recovery (NCB Asset Forfeiture) merupakan salah satu alat penting dalam pengembalian aset (asset recovery) khususnya mengungkap harta kekayaan yang tidak wajar. Tindakan ini terpisah dari proses pidana dan membutuhkan bukti bahwa suatu properti itu tercemar oleh suatu tindak pidana. Pasal 54 ayat (1) huruf c United Nation Convention Against Corruption memberikan dasar acuan yang mewajibkan semua pihak negara untuk mempertimbangkan perampasan hasil tindak kejahatan tanpa melalui pemidanaan. Upaya mengadopsi mekanisme perampasan aset tanpa pemidanaan mempunyai hambatan tersendiri bagi Indonesia yang hukum pidananya menganut prinsip utama memidanakan si pelaku. Sehingga Pasal 67 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang mengatur mengenai permohonan perampasan aset yang diduga berasal dari tindak pidana melalui putusan hakim. | Asset recovery is the result of a criminal act is one of the efforts to recover the proceeds of a criminal act both for the nation and for the good as material evidence in the trial as well as the assets to refund losses if proven to have committed a crime. Non-Conviction Based Asset Recovery (NCB asset forfeiture) is one of the important tools in the return on assets (asset recovery) in particular reveal the wealth that is not fair. This action is separate from the criminal process and requires proof that a property was tainted by a criminal act. Article 54 paragraph (1) letter c United Nations Convention against Corruption provides a reference base that requires all state parties to consider confiscation of proceeds of crime without punishment. Efforts to adopt the mechanism of deprivation of assets without punishment has its own obstacles to Indonesia's criminal law adheres to the main principles penalize the offender. So that Article 67 of Law No. 8 of 2010 Concerning the Prevention and Combating of Money Laundering set regarding the request for confiscation of assets allegedly derived from criminal acts through the judge's decision. | |
| 5858 | 15684 | A1C111042 | Kajian Usaha Gula Kelapa di Desa Binangun Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas (Studi Kasus pada Kelompok Tani Manggar Lestari) | Desa Binangun, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas merupakan salah satu desa yang memiliki potensi produk gula kelapa cukup besar. Permasalahan yang dihadapi para perajin di desa Binangun yaitu tidak memperhitungkan secara terperinci mengenai aspek-aspek finansial dalam usahanya, sehingga penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha gula kelapa, (2) mengkaji kelayakan finansial usaha gula kelapa, (3) mengetahui faktor yang mempengaruhi keuntungan usaha gula kelapa. Penelitian ini dilakukan di Desa Binangun, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas pada tanggal 3 Desember 2015 sampai dengan 28 Januari 2016. Sasaran penelitian ini adalah anggota Kelompok Tani Manggar Lestari. Pemilihan lokasi dan sasaran penelitian dilakukan secara sengaja atau purposive. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus dengan rancangan pengambilan sampel yaitu sensus pada 37 responden yang merupakan seluruh anggota Kelompok Tani Manggar Lestari. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya dan pendapatan, R/C ratio dan analisis keuntungan Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rata-rata total biaya produksi gula kelapa secara ekonomis sebesar Rp 2.137.837,65/bulan, penerimaan sebesar Rp 1.832.991,23/bulan, dan pendapatan bersih sebesar Rp -304.846,42/bulan yang berarti bahwa usaha gula kelapa pada Kelompok Tani Manggar Lestari di Desa Binangun mengalami kerugian, sedangkan rata-rata total biaya produksi gula kelapa secara finansial sebesar Rp 614.161,98/bulan, penerimaan sebesar Rp 1.832.991,23/bulan, dan pendapatan bersih sebesar Rp 1.218.829,26/bulan, (2) usaha gula kelapa memiliki R/C ratio 0,86 atau kurang dari 1 yang berarti tidak efisien/belum layak, namun secara finansial besar R/C ratio adalah 2,98 (layak) (3) faktor yang terbukti berpengaruh terhadap keuntungan usaha gula kelapa adalah harga bahan baku (nira) dan upah tenaga kerja. | Binangun Village, Banyumas District, Banyumas Regency is one of the villages that have the potential of palm sugar products. The problem faced by the craftsman in Binangun Village is that they do not take into details about the financial aspects in their business, so this study aims to: (1) know the cost, receipt, and income of palm sugar business, (2) assess the financial advisability of palm sugar business, (3) determine the factors that affect profits of palm sugar business. The research was conducted in the Binangun Village, Banyumas District, Banyumas Regency on December 3rd, 2015 until January 28th, 2016. The object of this research is the member of farmer group named Manggar Lestari. The choice of location and object of the study were done deliberately or purposive. The research was conducted by case study method with the design of samplingwhich is the census of 37 respondents who are all the members of Manggar Lestari farmer group.The analytical method used in this research is the analysis of cost and income, R/C ratio and profit analysis by Cobb Douglas. The result shows that (1) the average total cost of production of the palm sugar by economic theory is Rp. 2.137.837,65, the receipt is Rp. 1,832,991.23, and the net income is Rp.-304.846,42which means that palm sugar businesses of Manggar Lestari farmer groupin the Binangun Village losses, while the average total cost of production of the palm sugar by financial theory is Rp. 614.161,98, the receipt is Rp. 1,832,991.23, and the net income is Rp. 1.218.829,26,(2) the business of palm sugar has a R/C ratio is 0.86 or less than 1, which means it inefficient or not feasible, but by financial theory the business of palm sugar has a R/C ratio 2.98 or feasibel, (3) the factors that proved to affect the profitsof palm sugar business are raw materials (nira) prices and labor costs. | |
| 5859 | 15685 | C1K012057 | THE EFFECT OF INSTITUTIONAL OWNERSHIP, MANAGERIAL OWNERSHIP, LEVERAGE, PROFITABILITY AND COMPANY GROWTH TO FIRM VALUE | Penelitian berjudul “The Effect Of Institutional Ownership, Managerial Ownership, Leverage, Profitability and Company Growth To Firm Value (Study on Banking Corporate from Indonesia Stock Exchange)” ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh struktur kepemilikan saham, struktur keuangan (leverage), pendapatan dan pertumbuhan asset perusahaan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini dilakukan selama periode 2012 sampai 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh saham yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan sampel dipilih menggunakan purposive sampling sebagai metode untuk mengeliminasi saham-saham yang terdaftar di indeks saham tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, studi literatur dan penelusuran melalui internet. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengukur pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen menggunakan metode regresi linear berganda serta menggunakan uji t dalam pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan tetapi tidak signifikan. Selanjutnya, kepemilikan institusional, pendapatan dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Studi ini juga menemukan bahwa struktur keuangan memiliki pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan Hasil penelitian ini menyarankan kepada manajemen perusahaan untuk lebih fokus terhadap kebijakan kepemilikan institusional, pendapatan dan pertumbuhan aset perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan perhatian efektif terhadap saham yang terdiri dari ekuitas dan liabilitas jangka panjang yang bersumber dari dana kreditur dan pihak ketiga. Selanjutnya perusahaan disarankan untuk meningkatkan kemampuan menginvestasikan aset tetap perusahaan yang bertujuan agar pendapatan dan harga saham perusahaan bisa meningkat. | This research was aimed to examine the ownership structure, leverage, profitability and market growth to firm value measured by institutional ownership, managerial ownership, debt to equity ratio, net profit margin and total asset. The population of this research is Banking Corporate listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) on the year 2012-2014. Data collection techniques used were method of documentation, literature review and internet search. This study used purposive sampling to eliminated stocks listed in Indonesia Stock Exchange. The effect measurements such as Multiple Linear Regression were used as well as t-test statistical analysis to test the hypothesis. This research revealed that Managerial Ownership has positive effect but did not significantly on firm value. Moreover, Institutional Ownership, Profitability and Company Growth has positive and significant effect on firm value. This study also concluded that Leverage has negative and did not significantly affect the firm value. These findings imply that management of banking companies listed on Indonesia Stock Exchange needs to make priority on the policies about institutional ownership, profitability and growth of total asset. The ways can be done by giving more attention to capital that consists of equity and long term liabilities are sourced from shareholders and third-party funds efficiently, improve the company’s ability to invest the fixed assets and company total asset appropriately and adequately to create a high level of sales in order to increase the profitability and stock price of company. | |
| 5860 | 15686 | C1C012095 | PENGARUH RASIO PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP EARNINGS PER SHARE (EPS) (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2015) | Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Leverage Terhadap Earnings Per Share (EPS) (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2015)”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Basic Earning Power dan Debt Equity Ratio terhadap Earnings Per Share. Populasi dalam penelitian ini adalah 143 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2012-2015. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 62 perusahaan manufaktur. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi terhadap data sekunder yaitu mengumpulkan dan mencatat data keuangan perusahaan manufaktur dari tahun 2012-2015 dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Bedasarkan hasil penelitian dan analisis dengan mengunakan SPSS 15 for Windows menunjukkan bahwa: (1) Basic Earning Power berpengaruh positif signifikan terhadap Earnings Per Share, (2) Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Earnings Per Share. Implikasi penelitian: Basic Earning Power dapat ditingkatkan dengan cara mengelola seluruh aktiva yang dimiliki perusahaan. Aktiva dikelola untuk meningkatkan hasil penjualan bersih perusahaan, sehingga Basic Earning Power meningkat. Basic Earning Power yang meningkat akan meningkatkan Earnings Per Share. Perusahaan dapat memanfaatkan dana hutang sebagai salah satu dana untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan, sehingga menghasilkan pendapatan yang relatif meningkat bagi perusahaan dan peningkatan ini akan berdampak pada perolehan laba setelah pajak. Kondisi tersebut mengakibatan pendapatan per lembar saham juga meningkat. | This type of research is quantitative research. This study entitled "Effect of Profitability Ratio and Leverage to Earnings Per Share (EPS) (Empirical Study On Manufacture Company that Listed on Indonesia Stock Exchange 2012 to 2015)". The purpose of this study is to determine the effect of Basic Earning Power and Debt to Equity Ratio to Earnings Per Share. The population in this study were 143 companies listed on the Indonesian Stock Exchange (BEI) during the years 2012-2015. The sampling technique in this study using purposive sampling with total sample of 62 manufacture companies. Methods of data collection using documentation against secondary data collecting and recording data from the manufacture company's financial report 2012-2015 and the data analysis technique used is multiple linear regression analysis. Based on the results of research and analysis by using SPSS 15 for Windows indicate that: (1) Basic Earning Power has significant positive effect on earnings per share, (2) Debt to Equity Ratio hasn’t significant effect on earnings per share. The implications of this research is Basic Earning Power can be improved by managing all assets that owned by the company to increase net sales of the company so as to increase the advantages to be gained by shareholders as Earning Per Share. Companies should be able to utilize of debt funds as one of the funds used to support the company operations such as working capital, purchase of assets and etc. So that debt funds can increase of revenue for the company and this increase will have an impact on profit after tax. The Condition causes earnings per share also increased. |