Artikelilmiahs
Menampilkan 5.781-5.800 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5781 | 15611 | F1C012066 | Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Pemasaran (Penggunaan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Oleh Pengelola Akun Online Shop di Purwokerto) | Komunikasi pemasaran merupakan gabungan antara unsur-unsur yang melibatkan merek tertentu dan pertukaran pesan antara produsen dan konsumen. Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi komunikasi membuat kegiatan komunikasi pemasaran dapat dilakukan dimana saja termasuk melalui media baru seperti media sosial. Semua media sosial pada dasarnya dapat dijadikan sebagai media untuk melakukan kegiatan komunikasi pemasaran. Namun sekarang media sosial yang paling sering digunakan untuk melakukan kegiatan komunikasi pemasaran adalah Instagram. Penelitian berjudul Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Pemasaran (Penggunaan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Oleh Pengelola Akun Online Shop di Purwokerto) berujuan untuk mengetahui bagaimana media sosial Instagram digunakan oleh pengelola akun online shop di Purwokerto sebagai media komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan yang menjadi subjek pada penelitian ini adalah beberapa pengelola akun online shop di Purwokerto yang menggunakan media sosial Instagram untuk melakukan kegiatan komunikasi pemasaran. Teknik yang digunakan untuk memilih informan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan metode seperti wawancara mendalam, observasi dan dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukkan jika penggunaan Instagram di kalangan pengelola akun online shop yang ada di Purwokerto tidak dapat dipisahkan dari fitur-fitur di media sosial tersebut, seperti hashtag serta menjalin komunikasi yang baik dengan para followers atau netizen adalah kunci utama dalam melakukan kegiatan komunikasi pemasaran melalui Instagram. Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Teknologi Komunikasi, Media Baru, Media Sosial, Penggunaan Instagram | Marketing communication is a combination between the elements that involve particular brand and the message exchange between producer and consumer. As time goes by, the development of communications technology has made marketing communication activity can be done anywhere including through new media such as social media. Basically all social medias can be the medium to do marketing communication activity. But now the social media that is often used to do marketing communication activity is Instagram. The research that titled Social Media As A Marketing Communication Medium (The Usage of Instagram As A Marketing Communication Medium By Online Shop Account Manager in Purwokerto) purposed to know how Instagram is used by online shop account manager in Purwokerto as a marketing communication medium. This research used the qualitative method and the subjects in this research were online shop account manager in Purwokerto that use Instagram to do marketing communication activity. The technique that was used to choose informant in this research was purposive sampling. In order to collect the data that needed, the researcher used some methods such as in-depth interview, observation and documenter. The result of this research showed that the usage of Instagram in online shop account manager circle in Purwokerto can’t be separated from the features on that social media, such as hashtag and creating good communication with the followers or the netizen is the main key in order to do marketing communication activity through Instagram. Keyword: Marketing Communication, Communications Technology, New Media, Social Media, The Usage of Instagram | |
| 5782 | 15612 | D1E012246 | TINGKAT KONSENTRASI PERENDAMAN RUMPUT LAPANG MENGGUNAKAN ASAM JAWA (TAMARINDICUS INDICA L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR TIMBAL (Pb) DAN KADAR ABU | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat konsentrasi asam jawa (Tamarindus indica L.) terhadap penurunan kadar timbal (Pb) dan kadar abu rumput lapang. Materi yang digunakan adalah rumput lapang yang diperoleh dari sepanjang jalan raya Desa Pageraji km. 25 Cilongok, Kab. Banyumas dengan jarak dari tepi jalan 1 meter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental dan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan: R0= rumput lapang dan aquades, R1= rumput lapang dan larutan asam jawa 25%, R2= rumput lapang dan larutan asam jawa 50%, R3= rumput lapang dan larutan asam jawa 75% dengan perbandingan sama 1 : 10 (rumput : larutan) dan 5 kali ulangan. Data dianalisis dengan analisis ragam dan uji orthogonal polynomial. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi perendaman rumput lapang menggunakan asam jawa berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar timbal timbal (Pb) dan kadar abu. Perlakuan memberikan respon secara kurva linier dengan persamaan garis kadar timbal (Pb) Y= 0,42724 – 0,00228 X dan koefisien determinasi (R2)= 0,50. Persamaan regresi linier kadar abu Y= 2,4421 – 0,007 X dan koefisien determinasi (R2)= 0,81. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat konsentrasi perendaman rumput lapang menggunakan asam jawa selama 60 menit dengan konsentrasi 75% menunjukkan kadar timbal (Pb) dan kadar abu paling rendah. Kadar timbal (Pb) turun sebesar 42,48% dan kadar abu turun 20,40%. | This research aimed to assess the concentration levels of tamarind (Tamarindus indica L.) to decrease the lead content (Pb) and ash content in the field grass. The research material was field grass obtained from the highway side of Pageraji at km. 25th, Cilongok, Banyumas, with a distance of 1 meter from road body. This experimental research was designed within a completely randomized design (CRD) with 4 treatments, i.e. R0= field grass and aquadest, R1= field grass and solution of tamarind 25%, R2= field grass and solution of tamarind 50%, and R3= field grass and solution of tamarind 75% with the same ratio of 1 : 10 (grass : solution), and 5 replications. The analysis of variance showed that the levels of tamarind concentrations had a highly significant effect (P<0.01) on the lead content (Pb) and ash content of the grass. The treatments provide a response in linear curve with a regression equation of lead content (Pb) Y= 0.42724 – 0.00228 X and a coefficient of determination (R2)= 0.50. The linear regression equation of ash content was Y= 2.4421 – 0.007 X and the coefficient of determination (R2)= 0.81. Based on these results, it can be concluded that the level of tamarind concentration of 75% for 60 minutes shows the lowest lead content (Pb) and ash content. The lead content (Pb) decreases by 42.48% and the ash content by 20.4%. | |
| 5783 | 15613 | F1C009049 | Surrealisme dalam Film (Analisis Semiotik Tentang Surealisme dalam Film Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance) | Penelitian ini mengambi ljudul “Surrealisme dalam Film (Analisis Semiotik dalam Film Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance)”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang surrealisme yang terdapat dalam film Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance. Film Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance karya sutradara Alejandro Gonzalez memiliki bermacam-macam tanda baik audio maupun visual yang dapat dianalisis menggunakan analisis semiotik khususnya analisis Roland Barthes. Semiotik sendiri adalah ilmu pengetahuan sosial yang memahami dunia sebagai system hubungan yang memiliki unit dasar yang disebut dengan tanda, dengan demikian semiotik terjadi pada tokohnya. Pemaknaan terhadap surrealisme dalam film Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance dilakukan dengan dua cara yaitu pemaknaan secara sintagmatik dan pemaknaan secara paradigmatik. Secara sintagmatik surrealisme dalam film Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance menggambarkan apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada tokohnya yang dapat dilihat dari aspek visual dan audionya. Sedangkan secara paradigmatik, surrealisme dalam film Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance menggambarkan kondisi alam bawah sadar seseorang yang menjadi tempat bagi keinginan, hasrat, pikiran, dan emosi dalam diri individu yang tidak dapat muncul dalam kesadarannya, baik karena menyakitkan ataupun keinginan yang terpendam. Surrealisme dalam film Birdman juga memperlihatkan keadaan manusia yang sudah kehilangan batasan antara yang nyata dan gambaran alam bawah sadar sehingga imaji atau gambaran yang di alaminya di anggap lebih nyata oleh mereka dibandingkan kenyataan itu sendiri. | The title of this research is “Surrealism in Film (Semiotics Analysis about Surrealism in Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance Movie)”. This research was conducted to find out about Surrealism contained in the movie Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance. In the Film Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance by director Alejandro Gonzalez has an assortment of both audio and visual signs that can be analyzed using semiotic analysis, especially analysis of Roland Barthes. Semiotics it self is a social science that understands the world as a system of relations that has the basic unit of which is called by a sign. As for the method of data collection is done by observation content of the film and also a review of literature related to Surrealism. The results obtained from the film Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance is a movie that visualizes Surrealism that happens to the characters. Meaning to Surrealism in the film Birdman: The Unexpected Virtue of Ignorance happen in two ways, syntagmatic and paradigmatic. In syntagmatic Surrealism describe what is actually happening on the characters that can be seen from the visuals and audio. While the paradigmatic, Surrealism describes the condition of a person's subconscious into place for wishes, desire, wish, mind and emotion that can’t be show up in conscious state, because it hurts or it went out of one’s way. Surrealism in the Birdman movie also shows the human condition that has lostgripon what’s real and what’s of the unconscious so that image or picture in its natural considered more real to them than the fact itself. | |
| 5784 | 15614 | E1A111046 | PERAN DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN BANYUMAS DALAM PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) ASAL KABUPATEN BANYUMAS | Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Undang-undang nomor 39 Tahun 1999 pasal 38 ayat 2 tentang Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa warga Negara berhak dengan bebas memilih pekerjaan yang disukainya. Oleh karenanya warga Negara Indonesia tidak dapat dilarang untuk bekerja dimana saja termasuk di luar negeri dengan syarat sudah memenuhi segala persyaratan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah demi keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan para tenaga kerja Indonesia sejak akan berangkat, pada penempatan, dan pasca menjadi tenaga kerja Indonesia. Metode Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif dengan cara menyelaraskan antara teori hukum, norma hukum, hasil penelitian dan analisis peneliti yang dihubungkan antara satu dengan lainnya sesuai dengan pokok permasalahan sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. P’emerintah mengatur perlindungan hukum terhadap Tenaga Kerja Indonesia melalui Undang- Undang No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Di Luar Negeri. Pemerintah Daerah merupakan pihak yang dianggap paling awal dalam memberikan perlindungan hukum bagi para TKI atau calon TKI. Dianggap demikian karena pada dasarnya proses awal dimulainya penyelenggaraan TKI adalah dari daerah, sehingga daerah merupakan ujung tombak dalam perlindungan TKI. Daerah sebagai gerbang awal dalam memberikan perlindungan hukum bagi TKI perlu kiranya memberikan perlindungan secara maksimal terhadap TKI dan keluarganya. Peran Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas dalam perlindungan TKI berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, berdasarkan otonomi dan tugas pembantuan. Perlindungan hukum yang di berikan oleh pemerintah dapat dilihat dari instrumen hukum dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, kaitannya dengan tanggungjawab pemerintah dalam memberikan perlindungan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri di mulai dari pemerintah pusat dan daerah. Tanggungjawab pemerintah dalam perlindungan TKI dilakukan sejak masa sebelum pemberangkatan, masa penempatan, dan masa purna penempatan untuk menjamin hak-hak semua tenaga kerja Indonesia. | Act 1945 Section 27 (2) states that every citizen has the right to work and a decent living for humanity. Law number 39 of 1999 article 38 paragraph 2 of the Human Rights states that citizens are entitled to freely choose a job she likes. Therefore, Indonesian citizen can not be forbidden to work anywhere including overseas with the terms already meet all the requirements that have been set by the government for the sake of safety, comfort and welfare of Indonesian workers since departing, on placement, and post into force Indonesian labor. This research method uses the type of normative juridical research, with the specification of the research is descriptive. Legal materials presented in the form of narrative texts in a way that harmonizes legal theory, rule of law, the results of research and analysis of researchers connected with one another in accordance with the subject matter so that it becomes a coherent whole. Government regulate legal protection against Indonesian Workers through Law No. 39 Year 2004 regarding the Placement and Protection of Indonesian Workers Abroad. Local Government is a party that is considered to be the earliest in providing legal protection for the workers or prospective workers. Considered so because basically the beginning of the implementation process Indonesian’s Migrant Worker is from the area, so the area is spearheading the protection of migrant workers. Regions as the starting gate in providing legal protection for workers it would need to provide maximum protection of migrant workers and their families. Role of Social Service Manpower and Transmigration Banyumas in the protection of migrant workers based on the legislation in force, based on the autonomy and duty of assistance. Legal protection provided by the government can be seen from the legal instruments and policies issued by the government, to do with the government's responsibility in the protection of Indonesian workers who work abroad in ranging from central and local governments. Government's responsibility in the protection of migrant workers since the days before departure, the placement period, and full-time placement to ensure the rights of all Indonesian workers | |
| 5785 | 15616 | E1A012069 | “PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL NON LITIGASI (Analisis Penyelesaian Bipartit Di PT. Posmi Steel Indonesia)” | Perkembangan pembangunan nasional dalam bidang ketenagakerjaan dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, yang merata, baik materil maupun immateriil berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ketenagakerjaan merupakan salah satu sektor yang dapat menunjang keberhasilan pembangunan. Adanya suatu hubungan kerja antara pekerja/buruh dengan pemberi kerja maka tidak dapat dihindari akan timbulnya perselisihan dalam pelaksanaannya. Penyelesaian perselisihan hubungan industrial non litigasi/di luar pengadilan melalui perundingan bipartit merupakan langkah wajib dan pertama dalam penyelesaiannya masih dianggap lebih efektif. Perundingan bipartit menjadi keharusan utama yang ditempuh oleh para pihak dalam menyelesaikan perselisihan karena para pihaklah yang mengetahui duduk perselisihan yang mereka alami. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Yuridis Normatif. Sedangkan sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Fokus pada penelitian ini yaitu Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Non Litigasi (Analisis Penyelesaian Bipartit Di PT. Posmi Steel Indonesia). Berdasarkan hasil penelitian penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui bipartit yang dilakukan di PT. Posmi Steel Indonesia berhasil mencapai kesepakatan melebihin jangka waktu yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan. | The national development in the field of labor affairs has been done in order to make Indonesian to become a better society and to create a welfare, equitable, prosperous society, where everyone is given the same opportunities and chances, whether it is an material or immaterial subject in accordance to the Pancasila and the Constitution of State of Republic of Indonesia of 1945. Labor affairs is one of the key sector that may bolster up the national development. The presence of a working relation between the workers/employees with their employer makes it impossible to avoid a dispute in the practices. The non-litigation/out-of-court industrial relation dispute by conducting a bipartit discussion was the first step that required in the resolution and it is still considered as the effective way to resolve the dispute. Bipartit discussions is the first thing that should be done by the parties to resolve the dispute because they are the one who knew what is the dispute they discussed about. This research using the Juridical Normative research methods. The source data were achieved from the primary and secondary source data. The focus of this research is a Non-litigation Resolutions of an Industrial Relation Dispute (Analysis of Bipartit Resolution in Posmi Steel Indonesia Inc.). Based on the research of the resolution of an industrial relation dispute by conducting a bipartit discussion that were done by Posmi Steel Indonesia Inc., which achieved an agreement even though it is passed the duration that specified in the applicable laws and regulations. | |
| 5786 | 18663 | A1L013192 | Aplikasi Metabolit Sekunder Dua Isolat Pseudomonas fluorescens terhadap Penyakit Pembuluh Kayu pada Tanaman Kakao | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan metabolit sekunder dua isolat P. fluorescens P20, P.fluorescens P60 maupun gabungannya terhadap penyakit pembuluh kayu dan pertumbuhan tanaman kakao. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan di Dusun Gambiran, Desa Bunder, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunung Kidul pada bulan Oktober 2016 sampai dengan bulan Februari 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 6 ulangan dan 4 perlakuan yang terdiri atas kontrol, metabolit sekunder P. fluorenscens P20, metabolit sekunder P. fluorenscens P60, dan gabungan P. fluorenscens P20 dengan P. fluorenscens P60. Variabel yang diamati meliputi intensitas penyakit dan jumlah tunas baru. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi P. fluorenscens P60 paling efektif menghambat intensitas penyakit pembuluh kayu pada kakao hingga 44,69% dan meningkatkan pertumbuhan tunas pada tanaman kakao hingga 111,139 %. Semua perlakuan mampu meningkatkan kandungan senyawa fenol (saponin, tanin dan glikosida) secara kualitatif. | The research aimed to study the secondary metabolite application of two P. fluorescens P20 and P. fluorescens P60 isolate, or their combination on the Vascular Streak Dieback and its effect on growth of cocoa. This research was carried out at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and cocoa plantation at Gambiran, Bunderan Village, Patuk Sub-District, Gunung Kidul Regency, form Oktober 2016 to February 2017. Randomized block design was used with 6 replicates and 4 treatments consisted of control, secondary metabolit P. fluorescens P20, P. fluorescens P60 of secondary metabolit and combined isolates. Variables observed were disease intensity, number of shoots, and phenolic compound analysis. Result of the research showed that secondary metabolit of P. fluorescens P60 a was most effective treatment to decrease the disease intensity as 44,69 % and to increase the shoots growth as 111,139%. All treatments could increase phenolic coumpounds (saponins, tannins, and glicosides) qualitatively. | |
| 5787 | 15617 | A1C011081 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM USAHATANI TEMBAKAU DI KECAMATAN KALIKAJAR KABUPATEN WONOSOBO | Kecamatan Kalikajar merupakan salah satu daerah penghasil tembakau di Kabupaten Wonosobo. Komoditas tembakau merupakan komoditas yang mempunyai nilai komersial yang cukup tinggi dalam bidang pertanian, namun tidak jarang kendala dan resiko yang harus dihadapi petani dalam mengusahakan komoditas tembakau. Keputusan petani dalam mengusahakan menjadi penting dalam keberhasilan dan keberlanjutan usahatani tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengidentifikasi karakteristik petani tembakau dan proses pengambilan keputusan dalam melakukan usahatani tembakau, 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan petani dalam melakukan usahatani tembakau. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo pada bulan November 2015 sampai dengan Desember 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan jumlah sampel sebanyak 65 petani tembakau. Pengambilan sampel petani ditentukan dengan menggunakan metode stratified random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) karakteristik petani tembakau di Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo didominasi oleh kelompok umur 41 sampai 50 tahun, tingkat pendidikan Sekolah Dasar, pengalaman usahatani lebih dari 8 tahun dan tanggungan keluraga didominasi dengan jumlah tanggungan keluarga 3-5 orang. Proses pengambilan keputusan petani tembakau diketahui memiliki dominasi motivasi utama meningkatkan pendapatan dan manfaatnya sebagai pendapatan utama, sumber informasi terbanyak dari keluarga, sebagian besar petani mempertimbangkan mudah budidayanya, keputusan dilakukan sudah terencana dan petani cukup puas dengan hasil produksi yang diperoleh. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam berusahatani tembakau di Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo yaitu terdapat 3 faktor utama yang mempengaruhi, yaitu faktor utama pertama terdiri dari peran keluarga, pengalaman sebelumnya, mudah budidayanya dan pendapatan. Faktor utama kedua terdiri dari harga dan hubungan sesama petani dan faktor utama ketiga terdiri dari peran media informasi dan kebiasaan lingkungan. | Kalikajar District is one of the areas tobacco producer in Wonosobo Regency. Tobaccoes are mostly in that have value commercial spike in agriculture, but not rarely obstacles and risk to be faced farmers through trying to establish tobacco comodities.Farmers are trying to establish a decision in which important to be successful in the sustainability of farming. This study attempts to: 1 identifying characteristic tobacco farmers and the decision-making process to cultivate tobacco, 2 knowing the factors that affect the decision making farmers when cultivate tobacco.Research was conducted in Kalikajar District Wonosobo Regency on November 2015 until December 2015. Research methodology which used was survey method with the sample of the 65 tobacco farmers. The sample collection farmers was determined by using the method stratified random sampling. The method of analysis that used was a factor analysis and descriptive analysis. The results of the study showed that ( 1 ) characteristic of tobacco farmers in Kalikajar District Wonosobo Regency was dominated by age group 41 to 50, the level of education was primary school, the experience of farming was more than 8 years and the number of families was dominated by three until fivepeople. The process of decision-making to cultivate tobacco was known that the main motivations was willing to raise the income and benefits of its, source of information most of the time was caming from their’s family, most farmers consider the easy way to cultivate, the decision had done already and farmers fairly satisfied with produce obtained. 2 ) the factors that was affecting the decision of farmers through cultivating tobacco in Kalikajar District Wonosobo Regency were three main factors that affected such as the role of family, previous experience, easy cultivating and income. The second main factor was consisting relations fellow farmers and the third major factors were consisting of the role of media information and habits environment . | |
| 5788 | 15615 | H1A012019 | AMOBILISASI ENZIM AMILASE DARI BAKTERI Bacillus thuringiensis HCB6 DENGAN MATRIKS PENDUKUNG KITOSAN DAN UJI AKTIVITASNYA DALAM SISTEM ALIRAN KONTINU | Amilase merupakan enzim yang mampu mengkatalisis pemecahan ikatan glikosida dari pati menjadi gula sederhana. Enzim amilase pada penelitian ini diisolasi dari bakteri B. thuringiensis HCB6 yang berasal dari limbah cair tapioka Cipawon Purbalingga. Efisiensi pemakaian enzim dapat ditingkatkan dengan melakukan amobilisasi enzim tersebut pada suatu matriks kitosan secara pengikatan silang menggunakan reagen tripolifosfat. Tujuan penelitian ini adalah optimasi dan karakterisasi pembuatan enzim amilase amobil agar enzim dapat digunakan lebih dari satu kali pemakaian dan dapat dipisahkan dengan produk yang dihasilkan. Penelitian ini dimulai dari produksi amilase, dan karakterisasi enzim meliputi variasi konsentrasi substrat dan pH optimum. Proses uji aktivitas amilase amobil dilakukan dalam sistem aliran kontinu menggunakan reaktor dan ditentukan kadar gula pereduksinya menggunakan metode DNS. Hasil penelitian ini yaitu ekstrak kasar amilase amobil dari bakteri B. thuringiensis HCB6 memiliki aktivitas optimum pada konsentrasi substrat 1,5% dan pH 6 dengan nilai aktivitas sebesar 12,184 U/mL. | Amylase is an enzyme that catalyzes the hydrolysis of starch to the simpler carbohidrate. Amylase isolated from the B. thuringiensis HCB6 from tapioca liquid waste, Cipawon, Purbalingga. The efficiency of enzyme can be improved by immobilization using chitosan with a crosslinker of tripolyphosphate. The purpose of this study were to characterize of immobilized amylase. The research was started by the production of amylase, characterization of immobilized amylase was also studied such as substrate concentration and pH. The activity of immobilized amylase was glucose assay was measured using DNS method. The result of this study showed the immobilized amylase showed optimal conditions of substrate concentration of 1.5% and pH of 6 with the activity of 12.184 U/mL. | |
| 5789 | 15621 | C1B012064 | PENGARUH PERSEPSI HARGA, KUALITAS LAYANAN, KUALITAS PRODUK DAN LOYALITAS KONSUMEN TERHADAP MINAT BELI ULANG PADA TOKO UMMI COLLECTION PURWOKERTO | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “ANALISIS PENGARUH PERSEPSI HARGA, KUALITAS LAYANAN, KUALITAS PRODUK DAN LOYALITAS KONSUMEN TERHADAP MINAT BELI ULANG PADA TOKO UMMI COLLECTION PURWOKERTO”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi harga, kualitas layanan, kualitas produk, loyalitas konsumen terhadap minat beli ulang konsumen. Sempel dalam penelitian ini terdapat 100 responden yang merupakan konsumen yang pernah melakukan pembelian pada toko Ummi Collection di Wilayah Purwokerto. Metode purposive sampling digunakan dalam penentuan sampel penelitian ini. Data di analisis menggunakan Analisis Jalur (Path Analiysis). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi harga, kualitas layanan, kualitas produk dan loyalitas konsumen berpengaruh positif terhadap minat beli ulang. | This research is entitled "ANALYSIS OF PERCEPTION OF PRICE, QUALITY OF SERVICE, QUALITY PRODUCTS AND CONSUMER LOYALTY TO BUY RE INTEREST IN STORES COLLECTION UMMI PURWOKERTO”. The purpose of this study to identify and analyze the effect of Perceptions price, service quality, product quality, consumers loyalty the repurchase intention of consumer at Ummi Collection store. The sample of this study is 100 respondents who have ever been bought at Ummi Collection store in Purwokerto region. Purposive sampling methode used in the determination of the sample. Data was analyzed using Path Analysis. The results of this study indicate the Perceptions price, service quality, product quality, consumers loyalty has a positive influence on consumers repurchase intention. | |
| 5790 | 15622 | G1D012044 | HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM PENGGUNAAN INTERNET DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH PADA REMAJA AWAL DI SMP Y PURWOKERTO | HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM PENGGUNAAN INTERNET DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH PADA REMAJA AWAL DI SMP Y PURWOKERTO Indah Wulansari1, Eva Rahayu2, Dian Ramawati3 ABSTRAK Latar Belakang : Perilaku seksual pra nikah merupakan perilaku seksual yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun agama. Perilaku seksual pra nikah yang dilakukan remaja awal dapat ditimbulkan karena berbagai macam sebab, salah satunya adalah internet. Penggunaan internet pada remaja awal harus dikendalikan. Orang tua memiliiki tugas memaksimalkan perannya dalam mengawasi penggunaan internet pada anak. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dalam penggunaan internet dengan perilaku seksual pra nikah pada remaja awal di SMP Y Purwokerto. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling dengan besar sampel 80 siswa-siswi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2016 di SMP Y Purwokerto. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji spearman. Hasil : Karakteristik responden usia dengan nilai median 14 tahun, sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (50%), hampir setengah dari responden memiliki ayah dengan pendidikan S1(40%) sedangkan pendidikan ibu SMA (38,8%). Hasil uji spearman peran orang tua dalam penggunaan internet dengan perilaku sesual pra nikah menunjukkan nilai p=0,034 (<0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara peran orang tua dalam penggunaan internet dengan perilaku seksual pra nikah pada remaja awal di SMP Y Purwokerto Kata Kunci : remaja, peran orang tua, penggunaan internet, perilaku seksual pra nikah 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 2Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 3Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | THE CORRELATION OF PARENT’S ROLE IN USING THE INTERNET AND SEXUAL ATTITUDE OF PRE MARRIAGE IN EARLY ADOLESCENCE AT SMP Y PURWOKERTO Indah Wulansari1, Eva Rahayu2, Dian Ramawati3 ABSTRACT Background: The sexual attitude of pre marriage is a sexual attitude that is conducted without legal marriage process according to law or religion. Sexual attitude of pre marriage that is conducted by early adolescence can be encouraged because many of conditions, one of them are internet. Parent have a duty to maximize their role in controlling the usage of internet for their children. Purpose: This research aims to find out the correlation between the parent role in using the internet and the sexual attitude of pre marriage in the early adolescence at SMP Y Purwokerto. Method: This research is the correlation research by using cross sectional design. Technique sampling uses stratified random sampling with the total samples 80 students. This research is conducted on April 2016 at SMP Y Purwokerto. Data of research is obtained by using questioner. Data analysis uses test spearman. Result: The characteristic of age respondents with median value 14 years, half of respondents has female gender (50%), nearly half of the respondents have a dad with undergraduate education (S1) (40%) and mother education is SMA (Senior High School) (38.8%). Test result of spearman for the parent role in using the internet and sexual attitude of pre marriage shows the value p = 0,034 (<0.05). Conclusion: There is the correlation between the parent role in using the internet and with sexual attitude of pre marriage in the early adolescence at SMP Y Purwokerto. Keywords: adolescence, parent’s role, internet use, pre marriage sexual attitude 1Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 3 Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University | |
| 5791 | 15623 | G1D012002 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MENGIKUTI KELAS IBU HAMIL DI PUSKESMAS BATURRADEN I | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MENGIKUTI KELAS IBU HAMIL DI PUSKESMAS BATURRADEN I Fadhila Soerachman Putri1 Mekar Dwi Anggraeni2 Winarti3 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Keperawatan Maternitas Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 3Praktisi Keperawatan RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Email: fadhilaputri33@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Kepatuhan merupakan suatu bentuk perilaku yang ditujukan untuk menaati peraturan yang telah ditetapkan. Berdasarkan studi pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Baturraden I, kepatuhan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil baru 50%. Kepatuhan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil berhubungan dengan beberapa faktor, diantaranya yaitu usia, dukungan keluarga, dan motivasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas Baturraden I. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 41 ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah valid dan reliabel serta lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher. Hasil: Mayoritas ibu hamil tidak patuh dalam mengikuti kelas ibu hamil sebesar 23 responden (56,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil (p = 0,04), sedangkan motivasi tidak berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil (p = 0,48). Hasil uji Fisher menunjukkan bahwa usia tidak berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil (p = 0,11). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan motivasi dengan kepatuhan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil. Kata kunci: Faktor yang berhubungan, kepatuhan, kelas ibu hamil | RELATED FACTORS OF MOTHER’S ADHERENCE TO FOLLOW THE PRENATAL CLASS IN PRIMARY HEALTHCARE BATURRADEN I Fadhila Soerachman Putri1 Mekar Dwi Anggraeni2 Winarti3 1Student of Nursing FIKES UNSOED 2Nursing Department of Maternity FIKES UNSOED 3Nursing Practitioner of RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Email: fadhilaputri33@gmail.com ABSTRACT Background: The adherence shows an individul's attitude to obey the rule. Based on the preliminary study in primary healthcare Baturraden I, only 50% of pregnant mothers following prenatal class until finish. The mother's adherence to follow the prenatal class is related to some factors, such as age, family support, and mother's motivation. Purpose: This research aimed to find the mother's adherence to follow the prenatal class and the related factors in Puskesmas Baturraden I. Method: This was a cross sectional study. This study recruited 41 pregnant mothers whom following the prenatal class using a total sampling method. This study used three questionnaires and an observation sheet. Result: The majority of pregnant mothers did not adhere to follow the prenatal class as scheduled (56.1%). The Chi-Square test results show that the family support significantly related the mother's adherence to follow the prenatal class (p = 0.04), however the mother's motivation did not significantly relate the mother's adherence to adhere the prenatal class (p = 0.32). Test Fisher test result showed that age did not significantly relate the mother's adherence to follow the prenatal class (p =0.11). Conclusion: There was a significant relationship between the family support and the mother's adherence to follow the prenatal class. There were no significant relationship between the age and mother's motivation and the mother's adherence to follow the prenatal class. Keywords: related factors, adherence, prenatal class. | |
| 5792 | 15624 | E1A012166 | Peranan Badan Pengawasan Obat dan Makanan dalam Pemakaian Obat Buvanest Spinal pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen | Penelitian mengkaji tentang Peranan Badan Pengawasan Obat dan Makanan terhadap Pemakaian Obat Buvanest Spinal pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Ditinjau dari Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peranan BPOM khususnya dalam pemakaian obat buvanest spinal oleh fasilitas pelayanan kesehatan ditinjau dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen serta memahami tindakan yang dilakukan oleh BPOM terhadap fasilitas pelayanan kesehatan yang memakai obat buvanest spinal. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar POM Yogyakarta dan RS Siloam Karawaci, Tangerang untuk memperoleh data-data yang diperlukan dan studi kepustakaan terhadap literatur-literatur yang relevan kemudian data yang diperoleh dianalisis secara normatif kualitatif. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa BPOM telah melakukan perannya yakni melakukan tindakan preventif dan represif sesuai dengan Pasal 29 ayat (1), ayat (2), ayat (3) UUPK mengenai Pembinaan dan Pengawasan, serta BPOM telah melakukan beberapa tindakan yakni membentuk tim khusus untuk melakukan penelitian dan mengaudit, serta menerbitkan surat Keputusan Kepala BPOM tentang pembekuan ijin edar obat buvanest spinal dan melakukan penarikan terhadap obat tersebut. | The study examines the role of the Food and Drug Administration of the Use of Drugs Spinal Buvanest on Health Care Facilities In terms of the Act No. 8 of 1999 on Consumer Protection. This study aims to understand the role of BPOM particularly in spinal buvanest drug use by health care facilities in terms of the Consumer Protection Act as well as understand the actions taken by the BPOM to health care facilities who use drugs spinal buvanest. This research was conducted at the Center for POM Yogyakarta and Siloam Hospital Karawaci, Tangerang to obtain the necessary data and literature study of the relevant literature and then the data were analyzed qualitatively normative. The method used in this research is normative juridical approach. The results showed that BPOM has done its part that is doing the preventive and repressive actions in accordance with Article 29 paragraph (1), paragraph (2), paragraph (3) of BFL on Development and Supervision, and BPOM have taken measures which formed a special team to do research and audit, as well as issuing Decision on freezing BPOM head buvanest spinal drug distribution license and make a withdrawal of the drug. | |
| 5793 | 15625 | H1C012061 | ANALISIS KEHANDALAN JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK PT. PLN (PERSERO) UPJ RAYON PURWOKERTO DENGAN PERHITUNGAN SAIDI DAN SAIFI MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP | Indeks kehandalan merupakan indikator yang dinyatakan dalam besaran probabilitas. Indeks yang digunakan untuk mengetahui tingkat kehandalan suatu sistem distribusi tenaga listrik adalah SAIDI (Sistem Average Interuption Duration Indeks) dan SAIFI (System Average Interuption Frecuency Indeks). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kehandalan sistem dari penyulang KBL02 dan KBL08. Metode yang akan digunakan untuk menganalisa adalah dengan menghitung kehandalan sistem berdasarkan pada perhitungan SAIDI dan SAIFI dan juga melalui simulasi dengan menggunakan software ETAP. Hasil yang didapat dari perhitungan nilai indeks kehandalan penyulang KBL02 dan KBL08 di UPJ Rayon Purwokerto yaitu sebesar SAIFI = 3, 47 kali/tahun dan SAIDI = 4,23 jam/tahun. Sedangkan hasil yang didapat dari simulasi adalah sebesar SAIFI = 3,5147 kali/tahun dan SAIDI = 13,9283 jam/tahun. Solusi perbaikan yang dilakukan adalah dengan menambahkan atau memindahkan recloser pada penyulang. Hasil yang didapat dari simulasi setelah ditambah recloser adalah sebesar SAIFI = 3,2202 kali/tahun dan SAIDI = 13,0377 jam/tahun. Penyulang KBL02 mengalami penurunan nilai SAIFI 0,17 kali/tahun dan SAIDI 0,52 jam/tahun dan penyulang KBL08 mengalami penurunan nilai SAIFI = 0,37 kali/tahun dan SAIDI = 0,12 jam/tahun. | Reliability index is an indicator of the amount stated in probability. Index’s used to determine the level of reliability system are SAIDI (System Average Interuption Duration Index) and SAIFI (System Average Interuption Frequency Index). Present study aims to improve the reliability of the system in a feeder KBL02 and KBL08. The methods used to analyze the reliability of the system is calsulated based on the calculation of SAIDI and SAIFI, and also trought simulation using ETAP. The results are value of reliability index feeder KBL02 and KBL08 of UPJ Rayon Purwokerto SAIFI = 3,47 times/year and SAIDI = 4,23 hours/year. While the results obtained from the simulation are SAIFI = 3,5147 times/year and SAIDI = 13,9283 hours/year. Solution for improvement is to adding or moving a recloser in a feeder. The results of the simulation after adding Recloser amounted SAIFI = 3.2202 times/year and SAIDI = 13.0377 hours/year. Feeder KBL02 impaired SAIFI = 0.17 times/year and SAIDI = 0.52 hours/year and feeders KBL08 impaired SAIFI 0.37 times/year and SAIDI = 0.12 hours/year. | |
| 5794 | 15626 | C1K012034 | THE INFLUENCE OF HEDONIC MOTIVATION, IMPULSE BUYING TENDENCY (AFFECTIVE AND COGNITIVE STATE), EXTERNAL VARIABLES AND NORMATIVE EVALUATION ON IMPULSE BUYING IN ONLINE CONTEXT WITH IMPULSE BUYING TENDENCY (AFFECTIVE AND COGNITIVE STATE) AS MEDIATING VARIABLE | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi hedonis, tendensi pembeli impuls (afektif dan kognitif), eksternal faktor dan evaluasi normatif terhadap pembelian secara tidak terencana dan tendensi pembelian impulsif (afektif dan kognitif) sebagai variabel moderator antara motiasi hedonis dan pembelian secara tidak terencana. Penelitian ini dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman, Prwokerto yang pernah melakukan pembelian secara online. Penelitian ini menggunakan 165 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposiv sampling. Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk menganalisis variable. Mengacu pada hasil analisis SEM, dapat disimpulkan bahwa motivasi hedonis berpengaruh positif terhadap tendensi pembelian impulsif (afektif dan kognitif) dan juga berpengaruh positif terhadap pembelian secara tidak terencana, untuk tendensi pembelian impulsive variable afektif berpengaruh positif terhadap pembelian secara tidak terencana namun untuk variabel kognitif tidak memiliki pengaruh positif terhadap pembelian secara tidak terencana. Dan untuk variable faktor eksternal dan evaluasi normatif memiliki dampak positif terhadap pembelian secara tidak terencana. | The purpose of this study was to analyze the influence of hedonic motivation, impulse buying tendency (cognitive and affective), external factors and normative evaluation toward impulse buying and impulse buying tendency (affective and cognitive) as a moderator variable between hedonic motivation with impulse buying. This research was conducted at the University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The population of this research is a student Faculty of Economics and Business, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto who have made a purchase online. This research uses a 165 respondent. The sampling technique used was purposive sampling. Structural Equation Modelling (SEM) was used to analyze variable. Referring to the results of the analysis of SEM, it can be concluded that the hedonic motivation has positive effect to impulse buying tendency (affective and cognitive) and also has positive effect to impulse buying, impulse buying tendency especially affective variable has positif effect to impulse buying but for cognitive variable has negative effect to impulse buying. And for variable external factors and normative evaluation has positif effect to impulse buying. | |
| 5795 | 15627 | H1C012027 | RANCANG BANGUN GENERATOR ARUS BOLAK-BALIK MAGNET PERMANEN AKSIAL 1 FASA PUTARAN RENDAH DENGAN KAPASITAS 100 WATT DAN 48 VOLT | Pada studi ini dibuat prototipe generator arus bolak-balik magnet permanen 1 fasa dengan tipe fluks aksial yang dapat menghasilkan listrik dengan putaran turbin yang rendah. Untuk mendapatkan daya keluaran sebesar 100 watt dan tegangan keluaran 48 volt dengan kecepatan putaran 600 rpm, dibutuhkan 10 magnet permanen jenis NdFeB (Neodymium-Iron-Boron) yang dipasang pada masing-masing rotor. Selain itu, dibutuhkan 10 lilitan kawat email dengan diameter 1,5mm2. Lebar celah udara antara stator dan rotor diatur 3 mm supaya mendapatkan keluaran yang sesuai dengan perancangan. Pengolahan data dilakukan dengan melihat hasil keluaran dari generator yang sudah dirakit kemudian dibandingkan dengan perhitungan. Dari hasil pengujian diperoleh tegangan rms luaran generator sebesar 41.5 volt dengan frekuensi 50.73 Hz pada pengujian tanpa beban, 41.22 volt dengan frekuensi 50,85 Hz pada pengujian berbeban 1 lampu dan 40.62 volt dengan frekuensi 50.59 Hz pada pengujian berbeban 2 lampu. Beban yang digunakan yaitu 2 buah lampu 100 watt 220 volt terhubung paralel. Berdasarkan ketiga data pengujian didapatkan persentase kesalahan tegangan rata-rata sebesar 4,83 % dan persentase regulasi tegangan rata-rata sebesar 1.418064 % untuk 1 buah lampu dan 2.319589 % untuk 2 buah lampu. Hal ini masih dalam batas toleransi regulasi tegangan yang diperbolehkan berdasarkan standar PLN yaitu < 10 %. | This study aims to design and creat a axial flux permanent magnet 1 phase alternating current generator prototype which can generate electricity with low turbine rotation. To obtain 100 watts output power and 48 volts output voltage of 48 volts with 600 rpm rotation speed, it takes 10 NdFeB permanent magnets (Neodymium-Iron-Boron) mounted which is set to each rotor. Additionally, 10 coils of email wire with a diameter of 1,5mm2 were used. The width of the air gap between the stator and rotor is 3 mm in order to get a response in accordance with the design. The output of generator that has been assembled then analized and compared with the calculation. The result of this research obtained generator output rms voltage of 41,5 Volt with a frequency of 50.73 Hz at no-load examination, 41,22 Volt with a frequency of 50.85 Hz at 1 lamp load examination and 40,62 Volt with a frequency 50,59 Hz at 2 lamp load examination. The load which is used is 2 pieces of lamps 100 Watts 220 Volts connected parallel. Based on the three data examination, it can be obtained voltage error percentage average of 4,83% and the percentage of voltage regulation of 1,418064 % for 1 lamp load and 2,319589% for 2 lamp load. It is still within the tolerance of voltage regulation allowed by PLN standard about <10%. | |
| 5796 | 15629 | C1C010063 | PENGARUH PERENCANAAN, KUALITAS SDM, BIROKRASI SISTEM PENGADAAN, DAN KECUKUPAN UANG PERSEDIAAN TERHADAP PENYERAPAN ANGGARAN PADA SKPD KOTA CIREBON | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei pada pegawai yang menduduki jabatan di bidang yang berkaitan dengan anggaran, diantaranya pejabat pembuat komitmen, pejabat pelaksana teknik kegiatan, pejabat penandatangan surat perintah membayar dan bendahara pengeluaran pada 9 SKPD Kota Cirebon. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Perencanaan, Kualitas SDM, Birokrasi Sistem Pengadaan dan Kecukupan Uang Persediaan Terhadap Penyerapan Anggaran pada SKPD Kota Cirebon”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perencanaan, kualitas SDM, birokrasi sistem pengadaan dan kecukupan uang persediaan terhadap penyerapan anggaran pada SKPD Kota Cirebon. Sampel dalam penelitian ini adalah 36 sampel dari 9 populasi dengan menggunakan metode sampling purposive. Metode pengumpulan data adalah dengan penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi linear berganda menunjukkan bahwa: 1) perencanaan, kualitas SDM, birokrasi sistem pengadaan dan kecukupan uang persediaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan anggaran. 2) birokrasi sistem pengadaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penyerapan anggaran. Sedangkan perencanaan, kualitas SDM, dan kecukupan uang persediaan tidak berpengaruh terhadap penyerapan anggaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kota Cirebon sudah memiliki penyerapan anggaran yang tinggi meskipun ada beberapa SKPD yang tingkat penyerapan anggarannya menurun dari tahun sebelumnya. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan penyerapan anggaran, bagi pemerintah, khususnya SKPD Kota Cirebon untuk lebih meningkatkan penyerapan anggaran dengan cara lebih memperhatikan variabel birokrasi sistem pengadaan karena semakin baik birokrasi sistem pengadaan yang dijalankan pada SKPD maka akan semakin meningkatkan penyerapan anggaran. Upaya untuk meningkatkan penyerapan anggaran dengan cara: 1) kelompok kerja unit lembaga pengadaan segera melakukan evaluasi ulang, penyampaian ulang dokumen penawaran, pelelangan/pemilihan langsung ulang atau penghentian proses pelelangan/seleksi/pemilihan langsung sehingga dapat mencegah lambanya proses pengadaan di unit lembaga pengadaan akibat adanya gagal lelang/tender hilang. 2) meningkatkan sosialisasi tata cara pengadaan berdasarkan peraturan yang berlaku kepada Pejabat Pembuat Keputusan/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, sehingga dapat mencegah salah memilih tata cara dan sistem pengadaan. Dan 3) setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah yang memiliki kontrak berbantuan Luar Negeri harus berkoordinasi dengan instansi terkait agar dapat memenuhi persyaratan lender dan persyaratan tersebut dijadikan sebagai kelengkapan untuk membuka blokir, sehingga kontrak dapat segera ditandatangani. | This research is a quantitative research using survey method on employee who occupy positions in fields related to the budget, including the manufacturer's official commitments, official technical implementation activities, signatories warrant officer and treasurer to pay the 9 working units Cirebon City. This research entitled:“The Effect Planning, Quality of Human Resources, Bureaucracy of Procurement System, and Sufficiency of Money Supply on the Absorption of the Budget in Working Units of Cirebon City”. The aims of research is to find out the effect of planning, quality of human resources, bureaucracy of procurement system, and sufficiency of money supply in the absorption of the budget in working units of Cirebon City. The research sample are 36 sample from 9 population by using purposive sampling method. Data collection method used was questionnaire. Based on result of research and data analysis using multiple linear regression showed it has got the conclusions: 1) Planing, quality of human resources, bureaucracy of procurement system and sufficiency of money supply are simultaneously significant effect on the absorption of the budget. 2) bureaucratic procurement system is partially significant effect on the absorption of the budget. While Planing, quality of human resources and sufficiency of money supply had no influence on the absorption of the budget. Based on these results, we can conclude that the sectors in the city of Cirebon already has a high absorption although there are some working units budget absorption rate decreased from the previous year. The implications of the above conclusion that in order to increase the absorption of the budget, for the government, particularly on education Cirebon to further improve absorption by means of variable pay more attention to the bureaucratic system of procurement for the better bureaucratic procurement system that runs on working units it will increase the budget absorption. Efforts to increase budget spending by: 1) The working group unit agency procurement immediately re-evaluation, re-submission of bid documents, tendering/or termination of the direct election of the auction process/selection/election immediately so as to prevent the slow procurement process in unit agency procurement due to the failed auction/tender missing. 2) increase the socialization of procurement procedures based on the rules that apply to the manufacturer's official commitments or official technical implementation activities, so as to prevent any pick ordinances and procurement systems. And 3)each working units has assisted contracts foreign affairs should coordinate with related agencies in order to meet the requirements of the lenders and the requirements are made as to the completeness unblock, so that the contract can be signed soon. | |
| 5797 | 15630 | H1C012066 | PEMODELAN SISTEM MONITORING DAN PERINGATAN TEKANAN ANGIN PADA KOMPRESOR BERBASIS IoT ( INTERNET of THINGS ) MENGGUNAKAN ARDUINO UNO DAN MODUL WIFI ESP 8266 | Kompresor merupakan alat penampung udara yang sangat berguna bagi industri. Bidang industri banyak menggunakan kompresor untuk memenuhi kebutuhan dari peralatan pneumatic dengan memanfaatkan tekanan udara tinggi yang dihasilkan oleh kompresor. Namun stok udara pada kompresor akan habis bila digunakan terus – menerus. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan pemasangan sistem monitoring dan peringatan dini. Sistem ini berfungsi untuk memperingatkan ketika stok udara akan kosong dan ketika stok udara sudah mencukupi untuk disalurkan. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan eksperimental laboratorium sistem monitoring, dimana sistem ini menggunakan arduino uno sebagai controller dan MPX 5500DP sebagai sensor tekanan udara. Layar LCD 16 x 2 digunakan sebagai penampil informasi tekanan udara pada kompresor, sedangkan sistem peringatan terdiri dari buzzer dan rotary light yang akan aktif seiring dengan aktifnya relay. Kemampuan dari sistem ini dapat memonitoring tekanan udara dengan menampilkan informasi pada layar LCD dan laman thingspeak, serta memberikan peringatan ketika tekanan udara diluar ambang batas. Dari hasil penelitian, sistem dapat memonitoring tekanan udara secara real time dengan waktu tunda 30 detik. Error pembacaan sistem ini hanya sebesar 1,46% atau selisih 3,80 dalam satuan kPa dan selisih 0,55 dalam satuan psi. Sistem peringatan akan bekerja ketika tekanan udara berada pada rentang tekanan 200 kPa hingga 450 kPa atau 30 psi hingga 65 psi. Setelah dilakukan pengujian keseluruhan sistem didapatkan bahwa sistem yang telah dirancang dapat berfungsi dengan baik. Sehingga dengan digunakannya sistem monitoring ini, tekanan udara pada kompresor akan terus terpantau. | An air compressor container tool is very useful for the industry. Many industrial fields using a compressor to fulfill the needs of the pneumatic equipment by utilizing high air pressure that generated by the compressor. However, the air stock of compressor will run out if used continuously. To resolve the problem, then do the installation of monitoring and warning systems. This system serves to warn when the air stock will be empty and when the air is distributable. In this research, build a design and do a laboratory experimental for monitoring system, which the system used arduino uno as controller and MPX 5500DP as air pressure sensor. 16 x 2 LCD screen is used as the information displayer of the air pressure compressor, and the warning system consisting of a buzzer and a rotary light that will be active according with the active relay. The ability of these systems can monitor the air pressure by displaying information on the LCD screen and on the page of thingspeak, and give a warning when the air pressure out off limits. From this research, the system can monitor air pressure in real time with a time delay of 30 seconds. Error reading system is only by 1.46% or 3.80 in units of kPa and 0.55 in units of psi. Warning systems will work when the air pressure is out of 200 kPa to 450 kPa or 30 psi to 65 psi. After testing the entire system, shows that the system has been designed to function properly. So with the use of this monitoring system, the air pressure in the compressor will continue to be monitored. | |
| 5798 | 15631 | E1A012343 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN JASA PARKIR ATAS PENCANTUMAN KLAUSULA EKSONERASI DALAM KARCIS PARKIR DI KOMPLEK FATMAWATI MAS, JAKARTA SELATAN BERDASARKAN PASAL 18 UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Mahkamah Agung No. 2078 K/Pdt/2009) | Klausula Eksonerasi adalah setiap aturan atau ketentuan tambahan yang telah ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha dengan maksud untuk mengalihkan tanggung jawab pelaku usaha apabila terjadi kerugian yang disebabkan oleh barang dan/atau jasa yang ia produksi. Adanya klausula ini sering menimbulkan kerugian terhadap konsumen. Adapun dari hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa konsumen jasa parkir di Komplek Fatmawati Mas, Jakarta Selatan sudah mendapatkan perlindungan hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan adanya pemberian ganti rugi. Namun putusan Mahkamah Agung tidak menerapkan perlindungan hukum kepada konsumen jasa parkir berdasarkan pada Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen atas pencantuman klausula eksonerasi dalam karcis parkir PT. Securindo Packatama Indonesia, sedangkan dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 345/Pdt.G/PN.JKT.PST sudah melarang pencantuman klausula eksonerasi dalam karcis parkir. | Exoneration clause are any rules or conditions that have been set in advance unilaterally by businesses in order to distract the responsibility of business operators in case of damages caused by the goods and / or services which she produced. The existence of this clause often cause harm to consumers. As for the results of research and discussion in mind that parking services in complex consumer Fatmawati Mas, South Jakarta already receive legal protection in accordance with Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection with the compensation. But the Supreme Court's decision not to implement legal protection to consumers parking services is based on Article 18 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection on the inclusion of the exoneration clause in parking ticket PT. Securindo Packatama Indonesia, whereas in the Central Jakarta District Court No. 345/Pdt.G/PN.JKT.PST already prohibits the exoneration clause in the parking ticket. | |
| 5799 | 15632 | E1A012201 | PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA/BURUH DALAM MELAKSANAKAN HAK MOGOK KERJA BERDASARKAN UU NO. 13 TAHUN 2013 TENTANG KETENAGAKERJAAN | Pekerja/buruh mempunyai peranan penting dalam sebuah hubungan industrial. Pekerja memperoleh hak untuk mogok kerja, mogok kerja diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 137 bahwa mogok kerja sebagai hak dasar pekerja/buruh dan serikat pekerja/buruh yang dilakukan secara sah, tertib, dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan. Pelaksanaan mogok kerja terdapat tata prosedur untuk melakukan mogok kerja agar sah. Secara internasional keberadaan mogok kerja tidak saja merupakan hak pekerja/buruh tetapi sebagai aksi pekerja/buruh yang dilindungi oleh hukum. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Analitis. Bahan hukum dalam penelitian ini yaitu bahan hukum primer dan sekunder. Metode pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi kepustakaan. Bahan hukum disajikan dalam bentuk desktiptif naratif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa pelaksanaan mogok kerja diperbolehkan oleh Undang-Undang. Pekerja/buruh wajib membuat surat pernyataan mogok untuk disampaikan kepada pengusaha dan dinas tenaga kerja setempat yang isi nya terdapat waktu, tempat, alasan/sebab, dan tanda tangan penanggung jawab mogok kerja. Syarat pelaksanaan mogok kerja tersebut terdapat unsur yang membatasi dan mempersulit pelaksanaan hak mogok kerja. Perlindungan yang diberikan oleh Undang-Undang hanya berlaku apabila mogok kerja itu dilakukan sesuai dengan prosedur. Perlindungan hukum pekerja/buruh dalam melaksanakan hak mogok kerja berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan diberikan dengan bentuk bahwa siapa pun tidak dapat menghalang-halangi pekerja/buruh untuk menggunakan hak mogok kerja. Siapa pun dilarang melakukan penangkapan dan/atau penahanan terhadap pekerja/buruh yang melakukan mogok kerja. | Worker/labor have the important role in a industrial relationship. Worker has right to do the strike in their work, strike is regulated in Ordinance No. 13 in 2013 about Labor Force in Article 137 that strike is as the basic right of worker/labor and labor union that is conducted legally, orderly, and peacefully as the result of the agreement failure. The implementation of strike has the procedure to do the work strike to become legal. As international the existence of work strike is not only the right of worker/labor but also as the action of worker/labor who have been protected by law. Approach of method in this research uses Normative Juridical. Specification of research uses analytical descriptive. Material of law in this research is material of primary and secondary law. Method of data collection of the material law uses the literature study. Material of law is presented in the form of narrative descriptive. Bases on the result of research can be known that the implementation of work strike is legal by Ordinance. Worker/Labor must make the statement letter to be conveyed to the entrepreneur and labor force department which this letter contains the time, place, reason/causes, and signature of the responsible for this work strike. The condition of the implementation of work strike it has the element that impede and make difficult the implementation of work strike. The protection that is given by Ordinance just valid if the work strike is conducted based on procedure. The protection of law of the worker/labor in doing the right of work strike bases on Ordinance No. 13 in 2003 About the Labor Force is given that anybody cannot imped the worker/labor to use the right of work strike. Anybody is forbidden to do the capture and/or arrestment to the worker/labor who do the work strike. | |
| 5800 | 15514 | H1A012033 | AMOBILISASI ENZIM AMILASE DARI BAKTERI Bacillus thuringiensis HCB6 MENGGUNAKAN MATRIKS PENDUKUNG KALSIUM ALGINAT & UJI AKTIVITASNYA DALAM SISTEM ALIRAN KONTINU | Enzim amilase merupakan enzim yang mengkatalisis reaksi hidrolisis pati menjadi gula-gula sederhana. Enzim amilase dalam keadaan bebas memiliki kekurangan diantaranya sifatnya yang hanya sekali pakai dan tidak stabil dalam pemakaiannya. Salah satu cara untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah melalui amobilisasi enzim. Metode amobilisasi yang digunakan adalah metode penjebakan. Enzim amilase dijebak dalam matriks pendukung. Matriks pendukung yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalsium alginat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik amilase bebas dan amobil dengan matriks pendukung alginat. Karakterisasi amilase amobil meliputi penentuan suhu inkubasi optimum dan waktu inkubasi optimum. Aktivitas amilase ditentukan dengan menggunakan reagen dinitro salisilat (DNS). Hasil penelitian menunjukkan Amilase bebas mempunyai aktivitas optimum pada suhu 37 oC dan waktu inkubasi 20 menit dengan nilai aktivitas sebesar 602,054 U/m,L sedangkan amilase amobil mempunyai aktivitas optimum pada suhu 32 oC dan waktu inkubasi 20 menit dengan nilai aktivitas sebesar 179,816 U/mL. | Amylase enzyme is an enzyme catalyzed hydrolysis reaction of starch simple sugar. The utilization of free amylase has shortage because can be used once times and not stable. One way to overcome this shortage is through immobilization of enzyme. The purpose of this research was to determine characterization of immobilized amylase. Immobilization method that use is method of trapping. Amylase enzyme trapped in a supporting matrix. Supporting matrix that use is calcium alginate. Characteristics of immobilized amylase involved the determination temperature optimum and incubation time optimum. The activity of amylase was determined by dinitro salysilic (DNS) reagent. The result showed the free amylase have activity optimum at temperature of 37 oC and incubation time of 20 minutes with the value of activity is 602,054 U/mL and the immobilized amylase optimum have activity optimum at concentrations substrate of 1.5-2.5 %, pH of 6, temperature of 32 oC and incubation time of 20 minutes with the value of activity is 179,816 U/mL. . |