Artikelilmiahs
Menampilkan 5.821-5.840 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5821 | 15647 | E1A012242 | TINDAK PIDANA PENIPUAN DALAM JUAL BELI ONLINE (Tinjauan Yuridis Putusan Perkara Nomor: 168/Pid.B/2015/PN.Btl) | Penelitian ini dilatarbelakangi karena tindak pidana penipuan dalam jual beli online sangat rawan terjadi dan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun sehingga meresahkan masyarakat sebagai konsumen. Salah satu kasus nyata yang terjadi adalah tindak pidana penipuan jual beli online yang dilakukan oleh Yudit Udika alias Adit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menelaah unsur-unsur dari pasal yang dilanggar Yudit Udika alias Adit yaitu Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (2) Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa pada kasus tindak pidana penipuan dalam jual beli online. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan metode penelitian normatif kualiitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Dari hasil penelitian terhadap putusan perkara No. 168/Pid.B/2015/PN.Btl tentang tindak pidana penipuan dalam jual beli online diketahui bahwa telah terpenuhinya unsur-unsur Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (2) Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sehingga dakwaan pertama yaitu Pasal 378 KUHP harus dikesampingkan karena tidak memuat unsur penipuan melalui transaksi elektronik. Selanjutnya Hakim Pengadilan Negeri Bantul dalam menjatuhkan putusan pemidanaan telah mempertimbangkan pembuktian dengan alat-alat bukti yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu keterangan para saksi, petunjuk, keterangan terdakwa sendiri serta mempertimbangkan terhadap hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan, dengan demikian hal tersebut telah cukup sebagai dasar keyakinan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa. Kata kunci : tindak pidana, penipuan, jual beli online | This research is distributed because the criminal acts of fraud in selling online is very prone to happen and showed an increase from year to year so unsettling society as consumers. One of the real cases that occur are criminal acts of fraud in selling online made by Yudith Udika a.k.a Adit. This research aims to find out and examines the elements of the infringing article Yudit Udika a.k.a Adit is Article 28 paragraph (1) jo Article 45 paragraph (2) of the Law No. 11 of 2008 of the Information and Electronic Transactions, and to know the law determine of judge in punishment to defendant in the criminal case of fraud online trades. To achieve the research objectives the research method used qualitative normative with normative juridical approach. From the results of research on the ruling of the matter No. 168/Pid. B/2015/PN. Btl about criminal case of fraud online trades that has been fulfillment the elements of Article 28 paragraph (1) jo Article 45 paragraph (2) of the Law No. 11 of 2008 of the Information and Electronic Transactions, so that the first indictment, namely Article 378 the Code of Criminal Law should be excluded because it does not contain elements of fraud through electronic transactions. Then District Court Judge of Bantul in punishment had been considering the proof with valid evidence in accordance with the provisions of the applicable legislation, namely statements of witnesses, guidance, the defendant's own statement, and consider against things that are incriminating and that relieves, thus it would have been sufficient as a basis for the conviction of the judge in punishment against the defendant. Keywords: criminal acts, fraud, selling online | |
| 5822 | 15650 | E1A012236 | Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance di PT Bank Syariah Mandiri Kantor Pusat Jakarta pada Tahun 2014 | Pada saat ini masyarakat telah mempercayakan bank sebagai tempat transaksi keuangan yang paling tepat. Oleh karena itu, agar selalu dipercaya oleh masyarakat, maka para pelaku usaha diharuskan untuk mengubah cara pelaksanaan dan pengelolaan bisnis mereka. Dengan adanya tata kelola perusahaan yang baik diharapakan dapat memberikan dampak yang positif baik secara langsung maupun tidak langsung bagi perusahaan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance yang dilakukan oleh PT Bank Syariah Mandiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang telah dikumpulkan diolah dan disajikan secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT Bank Syariah telah menerapkan 5 (lima) prinsip dasar Good Corporate Governance yang meliputi prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran dengan baik. Seluruh hal mengenai pelaksanaan Good Corporate Governance telah disusun secara sistematis dalam Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance PT Bank Syariah Mandiri. | At this time the community has entrusted the bank as the place where the most appropriate financial transactions. Therefore, to always trusted by people, so the entrepreneur should be to change the way of implementation and management of their business.The existence of good corporate governance are expected be able to provide a positive impact both directly and indirectly for the company. The purpose of this research is to analyse the application of the principles of Good Corporate Governance conducted by PT Bank Syariah Mandiri. This research is using juridical normative method. Secondary data that has been collected processed and presented in a systematic. Data analysis method used is the normative qualitative method. The research results showed that PT Bank Syariah Mandiri has implemented a 5 (five) basic principles of Good Corporate Governance which includes the principle of transparency, accountability, responsibility, independency, and fairness with good enough. The whole thing about the implementation of Good Corporate Governance have been organized systematically in the implementation of Good Corporate Governance Report PT Bank Syariah Mandiri in 2014. | |
| 5823 | 15651 | D1E011260 | PRODUKTIVITAS SAPI POTONG PADA KELOMPOK PESERTA PROGRAM KEMITRAAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) BANK TABUNGAN NEGARA | Penelitian yang berjudul “Produktivitas Sapi Potong Pada Kelompok Peserta Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) Bank Tabungan Negara” ini dilaksanakan dari tanggal 25 Desember 2015 sampai dengan 25 Januari 2016 dengan tujuan untuk mengetahui tingkat produksi pertambahan bobot badan harian (PBBH) sapi potong pada kelompok peserta PKBL dan untuk mengetahui perbedaan produksi sapi potong antara kelompok peserta PKBL di Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, dengan kelompok peserta di Desa Gandrungmangu, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan sampel penelitian berupa sapi pada anggota kelompok peserta progam di dua desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) di kelompok PKBL Desa Datar, pada periode pemeliharan ke-1 diperoleh PBBH sebagai berikut: sapi bali 0,835 kg/ekor/hari dan sapi madura 0,844 kg/ekor/hari, dan pada periode pemeliharan ke-2 diperoleh PBBH sapi bali 0,956 kg/ekor/hari, sapi madura 0,960 kg/ekor/hari, dan sapi ongole 1,139 kg/ekor/hari, (2) di Desa Gandrungmangu, pada periode pemeliharan ke 1 diperoleh PBBH: sapi persilangan simental 1,015 kg/ekor/hari dan sapi persilangan limosin 0,919 kg/ekor/hari, sedangkan pada periode pemeliharan ke 2 sapi persilangan simental 1,134 kg/ekor/hari dan sapi persilangan limosin 1,578 kg/ekor/hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa (1) tingkat produksi sapi Bali, Madura dan PO di kelompok PKBL Desa Datar memiliki bobot awal 172-238 kg, bobot akhir 223-281 kg dan PBBH 0,84–1,14 kg/ekor/hari, sedangkan tingkat produksi sapi Peranakan Limosin dan Peranakan Simental di kelompok PKBL Desa Gandrungmangu memiliki bobot awal 360-450 kg, bobot akhir 458-610 kg, dan PBBH 0,92–1,58 kg/ekor/hari, (2) tingkat produktivitas PBBH sapi di pengaruhi oleh bangsa sapi, pakan, bobot awal pemeliharaan, lama pemeliharaan, dan pola pemeliharaan. Produktivitas sapi potong kelompok PKBL relatif sama dan manajemen pemeliharan di kedua kelompok sudah baik. | This study, entitled "Beef Cattle Productivity at Participant Groups of Program Kemintraan Bina Lingkungan of Bank Tabungan Negara ", had been conducted from December 25th, 2015, to January 25th, 2016. It aimed at determining the production rate of beef cattle Average Daily Gain (ADG) by member groups of Program Kemintraan Bina Lingkungan (PKBL, Indonesian: Environmental Development Partnership Program) of Bank Tabungan Negara of Indonesia and at assessing the differences in beef cattle production between those run by the group in Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, and those in Desa Gandrungmangu, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap. The research was conducted by survey method whose sample were beef cattle bred by the groups in the two vilages. The results showed that: (1). The group in Desa Datar had produced their beef cattle ADG in the first period as follows: the ADG of Bali cattle was 0.835 kg/ cattle/ day that of Madura cattle was 0,844 kg/cattle /day, while in the second period the ADG of Bali cattle was 0.956 kg/ head/ day, Madura cattle was 0,960 kg/ head/ day, and Ongole cattle was 1.139 kg/ head/ day, (2) in Desa Gandrungmangu, the ADG in the initial period was as follows: the ADG of Simmental crossbred cattle was 1.015 kg/ head/ day and that of Limousine crossbred cattle was 0.919 kg/ head/ day, while in the second period rearing the Simmental crossbred was 1,134 kg/ head/ day and the Limousine crossbred was 1.578 kg/ head/ day. It can be concluded that (1) the productivity of Bali, Madura and Ongole cattle in PKBL group of Desa Datar can bee seen as follows: the initial weight of 172-238 kg, final weight of 223-281 kg, and ADG ranging from 0.84 to 1.14 kg/ head/ day, while that of Limousine crossbreed and Simental crossbreed in PKBL group of Desa Gandrungmangu was initial weight of 360-450 kg, final weight of 458-610 kg, and ADG ranging from 0.92 to 1.58 kg/ head/ day. (2) Beef cattle ADG productivity is influenced by the breed type, feed, the weight at initial breeding, duration of breeding, and breeding patterns. The productivity of beef cattle at both PKBL groups are relatively similar and the breeding management in both groups have been well arranged. | |
| 5824 | 15672 | G1B012033 | PERILAKU PEMENUHAN KEBUTUHAN KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR TERKAIT PERAN IBU PEDAGANG SAYUR DI PASAR WAGE PURWOKERTO | Latar Belakang: Tuntutan sosial ekonomi mendorong wanita mencari nafkah guna menambah penghasilan keluarga. Wanita umumnya memilih bekerja di sektor informal agar dapat membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, salah satunya adalah usaha dagang. Anak usia Sekolah Dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan. Peran orang tua khususnya ibu sangat penting dalam mengusahakan penyediaan kesehatan yang optimal bagi anak-anaknya sejak dini. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah 4 ibu pedagang sayur di pasar Wage Purwokerto yang memiliki anak usia Sekolah Dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dilakukan untuk membuktikan keabsahan data. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan persepsi ibu tentang kebersihan anak dan penyediaan makanan sehat anak mencakup waktu, frekuensi, manfaat, cara, dan sarana yang digunakan. Ibu memiliki keinginan untuk melakukan perawatan kebersihan anak dan menyediakan makanan anak namun kurang sempat melakukannya. Sarana prasarana yang menunjang perilaku ibu kurang memenuhi standar kesehatan. Kesimpulan: Pembagian waktu antara pekerjaan dengan mengurus keluarga serta kurangnya sarana yang sesuai standar kesehatan menjadi faktor penghambat perilaku ibu dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan anak. | Background: Demands social economic encourage women worked to improve the family income. Generally, the women prefer to work in the informal sector in order to divide their time between work and family, one of which is trading. Elementary School children are vulnerable to the health problems. The role of the parents, especially the mother is very important to seeking optimal health provision for their children since the early. Method: This research is a descriptive qualitative approach. Subjects were four women of vegetable vendor at Wage market Purwokerto who have children at Elementary School. Data collected by interview, observation, and documentation. Triangulation conducted to prove the validity of data. Data analysis included data reduction, data display, conclusion and verification. Results: The knowledge and perception of mothers about hygiene and prepare the healthy food for children include time, frequency, benefits, ways and tools. Mothers have the desire to perform hygiene and prepare the healthy food for children but less time to do it. Infrastructure to support the mother's behavior not according to the health standard. Conclusion: The division of time between job and family care, and the lack of tools appropriate health standard is a barrier in maternal behavior in fulfilling the health needs of children. | |
| 5825 | 15649 | E1A012174 | PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (STUDI DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN PURBALINGGA) | Skripsi ini berjudul “Peranan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika (studi di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga)”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Peranan BNNKabupaten Purbalingga dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana narkotika di wilayah Kabupaten Purbalingga. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang memaparkan gambaran keadaan yang terjadi dilapangan. Penelitian ini dilaksanakan di kantor BNNKabupaten Purbalingga. Sumber data diperoleh dengan menggunakan metode Purposive Sampling dimana yang menjadi informan adalah Yusuf Saefudin, S.H (Staff Sub Bagian Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) dan Purwodanu Asmoro, S.H. (Staff Sub Bagian Pemberantasan). Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa peranan BNNKabupaten Purbalingga dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana narkotika di kabupaten purbalingga berjalan sesuai dengan program dan kegiatan yang dimiliki oleh BNNKabupaten Purbalingga. Namun dalam pelaksanaannya tersebut masih terdapat kendala-kendala bagi BNNKabupaten Purbalingga dalam menjalankan program dan kegiatannya, seperti kendala pada terbatasnya Sumber daya manusia dan masih kurangnya pengetahuan, pemahaman maupun kesadaran masyarakat untuk berkomitmen bersama dalam mencegah dan memberantas tindak pidana narkotika. Dalam upaya mencegah dan memberantas tindak pidana narkotika di Kabupaten Purbalingga BNNKabupaten Purbalingga akan terus berusaha dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan peraturan yang ada, serta tidak akan pernah berhenti mengevaluasi program yang dimiliki agar dapat terus memperbaiki kendala-kendala yang ada saat pelaksanaan di lapangan yang semuanya bertujuan untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba 2015. | This thesis entitled "The Role of the National Narcotics Agency district in the Prevention and Eradication of Narcotics (studies at the National Narcotics Agency The Purbalingga)". The purpose of this study was to determine how the role of the National Narcotics Agency Purbalingga regency in the prevention and eradication of narcotics in the district of Purbalingga. The purpose of this study was to determine how the role of the National Narcotics Agency Purbalingga regency in the prevention and eradication of narcotics in the district of Purbalingga. This type of research is a kind of research is descriptive qualitative research that describes a picture of what is happening in the field. This research was conducted at the National Narcotics Agency office Purbalingga district. Sources of data obtained using purposive sampling method in which the informant is Yusuf (Staff Sub Division of Prevention and Community Empowerment) and Purwodanu Asmoro (Staff Sub Section Eradication). The result showed that the description of the role of the National Narcotics Agency Purbalingga regency in the prevention and eradication of narcotics in the district purbalingga run in accordance with the programs and activities that are owned by the National Narcotics Agency Purbalingga district. However, in practice that there are still barriers to the National Narcotics Agency Purbalingga it in carrying out its programs and activities, such as constraints on the limited human resources in the technical execution of activities and there is a lack of knowledge, understanding and public awareness to commit together in preventing and combating criminal offenses narcotics in Purbalingga. In efforts to prevent and eradicate narcotic crime Purbalingga National Narcotics Agency Purbalingga it will continue to try to carry out their duties according to existing regulations, and will never stop evaluating programs that are owned in order to continue to improve the constraints that exist when the execution on the ground that all aimed to realize a Drug-Free Indonesia in 2015. | |
| 5826 | 15010 | G1F012064 | EFEKTIVITAS FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) TERHADAP REAKSI ANAFILAKSIS KUTANEUS AKTIF PADA TIKUS YANG DIINDUKSI OVALBUMIN | Jambu biji (Psidium guajava) merupakan salah satu tanaman yang terbukti sebagai anti alergi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi golongan senyawa dan mengetahui efektivitas fraksi etil astetat daun jambu biji (FEA DJB) terhadap reaksi anafilaksis kutaneus aktif (AKA) pada tikus yang diinduksi ovalbumin. FEA DJB yang diperoleh dari ekstrak etanolik DJB difraksinasi bertingkat n-heksane, kloroform, dan etil asetat. Identifikasi senyawa menggunakan metode KLT. Uji efektivitas antialergi menggunakan 25 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kontrol negatif (CMC-Na 0,5%), kontrol positif (Nakromolin 2 mg/kgBB), dan kelompok perlakuan FEA 150 mg/kgBB, 450 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Tikus disensitisasi pada hari ke-0 dan ke-7 dengan ovalbumin 0,1%. Pada hari ke-14, tikus disuntikkan dengan Evans blue, 30 menit kemudian dipejankan sediaan uji dilanjutkan pembangkitan inflamasi menggunakan ovalbumin 5,25%. Pengukuran luas area pigmentasi dilakukan setiap jam selama 8 jam kemudian disubstitusikan ke dalam rumus AUC dan persen penghambatan reaksi AKA. Analisis data AUC dan persen penghambatan reaksi AKA dilakukan dengan ANOVA dilanjutkan uji Least Significant Differences (LSD). Berdasarkan profil KLT, FEA mengandung senyawa flavonoid. Hasil uji efektivitas antialergi menunjukkan bahwa FEA dosis 150mg/kgBB, 450mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB memiliki efek yang sama sebagai antialergi dengan % penghambatan reaksi AKA SE masing-masing sebesar 89,45 2,52%, 91,43 1,04%, 89,31 2,87%. | Guava (Psidium guajava) is one of all plants which is proven as an antiallergic. The aim of this study is to define the effectivity of ethyl acetate fraction of guava leaves (FEA DJB) against active cutaneous anaphylaxis (ACA) reaction in mice induced by ovalbumin. FEA DJB which was obtained from ethanolic extract of DJB which was fractionated using n-hexane, chloroform, and ethyl acetate with gradual fractionation method. TLC method was used to identified the compound. To define the anti-allergic effectivity, 25 male mice was used and divided into 5 different groups. Negative control (CMC-sodium 0,5%), positive control (Chromolyn sodium 2 mg/kgBW), and intervention group FEA 150 mg/kgBW, 450 mg/kgBW, dan 600 mg/kgBW. This mice was sensitized on day-0 and day-7 by ovalbumin 0,1%. On day 14, mice was injected by Evans blue, 30 minutes later, dosage study was constracted then continued by inducing inflammation using ovalbumin 5,25%. Pigmentation area measurement was done every 8 hours then substituted to AUC formula and percentage of ACA reaction blockade. AUC and percentage of ACA reaction blockade data was analyzed using ANOVA then Least Significant Differences (LSD) test. Based on KLT profile, FEA was containing flavonoid compounds, the result of anti-allergic effectivity showed that dosage 150mg/kgBW, 450mg/kgBW, and 600 mg/kgBW of FEA have the same effect as anti-allergy as % ACA ± SE reaction blockade, 89,45 2,52%, 91,43 1,04%, 89,31 2,87% respectively. | |
| 5827 | 15652 | E1A012328 | KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PENGUJIAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG (Studi Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 138/PUU-VII/2009) | Negara Indonesia berdasarkan Pasal 1 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara hukum yang demokratis, yang memiliki komitmen menjadikan hukum sebagai kendali dalam menyelenggarakan pemerintahan yang demokratis. Berdasarkan Pasal 24 ayat (2), dan Pasal 24 C UUD 1945 hasil amandemen ketiga, ada lembaga baru yaitu Mahkamah Konstitusi, kewenangan Mahkamah Konstitusi adalah untuk menguji konstitusionalitas undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945. Penting adanya Mahkamah Konstitusi ini adalah sebagai upaya memperkuat sistem control antara cabang-cabang kekuasaan yang sengaja dipisah-pisahkan. Menarik dan menjadi latarbelakang skripsi ini adalah adanya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) yang diuji oleh Mahkamah Konstitusi. Rumusan masalah dan skripsi ini adalah terkait dengan Dasar Argumentasi yang digunakan hakim Mahkamah Konstitusi dan akibat hukum dari adanya pengujian PERPPU oleh Mahkamah Konstitusi ini. Kesimpulan dari hasil penelitian terkait kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam pengujian PERPPU ini adalah Dasar argumentasi kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam menguji Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (PERPPU) terhadap Undang-Undang Dasar 1945 adalah seperti yang tercantum dalam pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi dalam putusannya nomor 138/PUU_VII/2009 yaitu Pasal 24 C ayat 1 UUD 1945 menyatakan bahwa MK mempunyai wewenang mengadili pada tingkat yang perrtama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan dalam Pasal 7 ayat (1) UU No. 10 Tahun 2004 yang diubah dengan UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan materi muatan PERPPU dengan Undang-undang adalah sama. Selanjutnya, akibat hukum adanya kewenangan pengujian PERPPU oleh MK adalah berdasarkan Pasal 24C UUD 1945, hanya menyebutkan salah satu dari kewenangan MK adalah menguji UU terhadap UUD Negara RI 1945, bukan menguji PERPPU terhadap UUD 1945. Pasal 22 UUD Negara RI 1945 dan Pasal 52 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan memberikan kewenangan kepada DPR untuk menguji PERPPU, dengan demikian mekanisme pengujian PERPPU ada pada DPR dan bukan pada MK, ini artinya secara inkonstitusional MK telah memperluas kewenangannya dari apa yang diberikan oleh UUD 1945. | Indonesian State under Article 1 (2) and (3) of the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945 (1945) showed that Indonesia is a democratic constitutional state, which has a commitment to make the law as the lead in organizing a democratic government. Pursuant to Article 24 paragraph (2), and Article 24 C 1945 results of the third amendment, no new institutions, namely the Constitutional Court, the authority of the Constitutional Court is to review the constitutionality of laws against the Constitution of 1945. It is important the Constitutional Court is an attempt strengthening the control system between the branches of power are deliberately separated. Attractive and became the background of this thesis is the Government Regulation in Lieu of Law (PERPPU) were tested by the Constitutional Court. Formulation of the problem and this thesis is related to the argument used Basic Constitutional Court judges and the legal consequences of their testing PERPPU by the Constitutional Court. The conclusion of the research results related to the authority of the Constitutional Court in testing PERPPU are Basic argument Constitutional Court's authority to examine the Government Regulation in Lieu of Law (PERPPU) of the Act of 1945 is as stated in the legal considerations of the Constitutional Court in its decision number 138 / PUU_VII / 2009, Article 24 C paragraph 1 of the 1945 Constitution states that the Constitutional Court has the authority to hear cases at the level of the first and the last with a final decision to test the law against the Constitution of 1945, whereas in Article 7 (1) of Law No. 10 of 2004 as amended by Law No. 12 Year 2011 on the Establishment of Legislation PERPPU substance of the Act are the same. Furthermore, due to their legal authority PERPPU testing by the Court is based on Article 24C of the 1945 Constitution, just to mention one of the powers of the Constitutional Court is to examine the Law against the 1945 Constitution and not test PERPPU against the 1945 Constitution Article 22 of the 1945 Constitution and Article 52 of Law oF Number 12 Year 2011 on the Establishment of legislation gives authority to the Parliament to examine PERPPU, thus PERPPU testing mechanisms exist in Parliament and not to the Court, this means that unconstitutional the Court has expanded the authority of what is provided by the 1945 Constitution. | |
| 5828 | 15653 | E1A011251 | KEKUATAN PEMBUKTIAN ALAT BUKTI PETUNJUK DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 105/PID.B/2015/PN.PML) | Penyusunan skripsi dengan judul “KEKUATAN PEMBUKTIAN ALAT BUKTI PETUNJUK DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 105/PID.B/2015/PN.PML)” yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan pembuktian alat bukti petunjuk di persidangan dalam tindak pidana pembunuhan, dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan putusan tindak pidana pembunuhan pada Putusan nomor 105/Pid.B/2015/PN.PML. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normative, yaitu dengan menelaah bahan pustaka yang ada. Metode analisis yang digunakan adalah normative kualitatif, yaitu dengan mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada putusan maupun perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, maka disimpulkan bahwa penggunaan alat bukti petunjuk dalam pembuktian tindak pidana pembunuhan, mengacu pada Pasal 188 KUHAP, dimana syarat-syarat dari alat bukti petunjuk dapat diperoleh dari keterangan saksi, surat, dan keterangan terdakwa, sebagaimana telah diatur dalam Pasal 188 ayat (2) KUHAP. Didalam proses pemeriksaan tindak pidana pembunuhan di persidangan Pengadilan Negeri Pemalang, Hakim memeriksa beberapa alat bukti yaitu berupa keterangan beberapa saksi, dan keterangan terdakwa. Dari 2 alat bukti tersebut telah memenuhi dua alat bukti yang sah sebagai alat bukti petunjuk, sehingga alat bukti petunjuk dalam Putusan nomor.105/Pid.B/2015/PN.PML mempunyai kekuatan pembuktian yang sah. Hakim dalam menjatuhkan putusan dalam perkara tersebut telah mendasarkan pada fakta-fakta yuridis dan non yuridis, dan mendasarkan pada alat-alat bukti yang sah yang diajukan dalam persidangan. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan Hakim tersebut, perbuatan terdakwa telah memenuhi rumusan Pasal 340 KUHP, sehingga terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan dijatuhi hukuman 13 (tiga belas) tahun penjara. | The final project is compiled with the title “THE POWER OF VERIFYING THE EXHIBITING EVIDENCE IN A CRIME OF MURDER” (juridical review verdict number 105/PID.B/2015/PN.PML)” which aims to know the power of verifying the exhibiting evidence in the trial upon the crime of murder and principle of the judge’s juridical consideration in giving the verdict over the crime of murder on the verdict number 105/Pid.B/2015/PN.PML. The kind of the research which is used in this research is normative juridical approach, which is a method that analyzes the resources. The analyzing method which is used by the author is normative qualitative method, which processes and interprets based on the verdict or the rules that related with the research. Based on the result of the research and the data analysis that the author did, it can be concluded that the usage of the exhibiting evidence in proving the crime of murder refers to the article 188 KUHAP that the requirements of the exhibiting evidence can be obtained from the information of the witness, the letter and the suspect which have been set the article 188 verse (2) KUHAP. In the process of the inspection of the murder case in the Pemalang State Court, the judge checked some evidence which is the information of the witnesses and the suspect. Both the evidences have required as the legal evidence, so the exhibiting evidence in verdict number 105/Pid.B/2015/PN.PML has the power of proving legally. The judge gave the verdicts based on the juridical and non-juridical facts and legal evidence that submitted in the trial. Based on the considerations of the judge in the trial, what the suspect did have required the formulation of article 340 KUHP. Thus the suspect have been proved legally and trusted that he had murdered the victim and he got the punishment that he would be prisoned in 13 years. | |
| 5829 | 15691 | E1A111043 | KEKUATAN PEMBUKTIAN CLOSED CIRCUIT TELEVISION (CCTV) DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK (Tinjauan Yuridis Putusan Perkara Nomor : 381/ Pid.Sus / 2013 / PN.JMB) | Penelitian ini mengambil judul “Kekuatan Pembuktian Closed Circuit Television (Cctv) Dalam Pengungkapan Tindak Pidana Informasi Dan Transaksi Elektronik (Tinjauan Yuridis Putusan Perkara Nomor : 381/ Pid.Sus / 2013 / PN.JMB)”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mengetahui Kekuatan Pembuktian Closed Circuit Television (CCTV) dalam mengungkap tindak pidana Nomor : 381/ Pid.Sus / 2013 / PN.JMB. Dan untuk mengetahui mengetahui pertimbangan hukum Hakim dalam memutus terdakwa pada Putusan Nomor 381/ Pid.Sus / 2013 / PN.JMB. Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis normatif yaitu metode pendekatan menggunakan konsep legisme yang positivistis. Konsep ini hukum dipandang identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang dan melihat hukum sebagai suatu sistem normatif yang mandiri, bersifat tertutup dan terlepas dari kehidupan masyarakat yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa putusan Nomor 381/ Pid.Sus / 2013 / PN.JMB hakim telah memeriksa beberapa alat bukti berupa beberapa keterangan saksi yakni dan keterangan terdakwa serta barang bukti CD Rekaman CCTV dan Print out Rekaman CCTV. Sehingga barang bukti CD Rekaman CCTV dan Print out Rekaman CCTV yang merupakan alat bukti Petunjuk berdasarkan Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mempunyai kekuatan pembuktian karena sudah memenuhi 2 alat bukti yang sah serta yang sah sesuai dengan Pasal 184 KUHAP dalam mengungkap suatu tindak pidana. | This study entitled "The Power of Proof Closed Circuit Television (CCTV) in the Crime Disclosure Information and Electronic Transaction (Judicial Review Decision on Case Number: 381 / Pid.Sus / 2013 / PN.JMB)". The purpose of research is to find out find out Strength of Evidence Closed Circuit Television (CCTV) in uncovering criminal acts No. 381 / Pid.Sus / 2013 / PN.JMB. And to know know the legal considerations judge in deciding the defendant in Decision No. 381 / Pid.Sus / 2013 / PN.JMB. The method used is the method of normative juridical approach uses the concept of the positivistic legisme. This concept is seen as identical with the legal norms made written and enacted by institutions or officials who authorized and view the law as a normative system which is independent, is closed and apart from real people's lives. Based on the results of this study concluded that the decision No. 381 / Pid.Sus / 2013 / PN.JMB judges have examined some evidence in the form of some of the witness testimony and the testimony of the defendant as well as evidence of CCTV footage CD and Print out the CCTV footage. So the evidence CD CCTV footage and Print out the CCTV footage which is evidence Directive pursuant to Article 5 paragraph (2) of Law Number 11 Year 2008 on Information and Electronic Transactions have the strength of evidence because it meets two valid evidence and constituted under Article 184 criminal Procedure Code in uncovering a crime. | |
| 5830 | 15692 | H1H012039 | STUDI PENDAHULUAN LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS (Cyprinus carpio) DALAM SISTEM BIOFLOK DENGAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA | Teknologi bioflok selain dapat menurunkan limbah budidaya, teknologi ini juga dapat menyediakan pakan berprotein yang dapat dimanfaatkan oleh hewan budidaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas dengan padat tebar yang berbeda pada sistem bioflok. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan 4 ulangan ikan, yaitu perlakuan P1.100ekor/m3, P2. 200ekor/m3, P3. 300ekor/m3. Hewan uji menggunakan ikan mas dengan berat rata-rata sebesar 5-6 gram, yang dipelihara dalam kolam bundar dengan volume air ±962 L selama 85 hari dan pemberian pakan 3% dari berat biomassa. Berdasarkan uji ANAVA, hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai pertumbuhan (Mutlak, Harian dan Spesifik). Tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) pada sintasan ikan mas. Nilai pertumbuhan (Mutlak, Harian dan Spesifik) perlakuan satu menunjukkan hasil yang lebih baik dari perlakuan lainnya. FCR terbaik dihasilkan pada kepadatan 100 ekor/m3 jika dibandingkan dengan perlakuan 200 ekor/ m3 dan 300 ekor/ m3. dan nilai produktifitas terbaik dihasilkan pada kepadatan 300 ekor/m3 jika dibandingkan dengan perlakuan 100 ekor/ m3 dan 200 ekor/ m3. Parameter suhu, pH dan Okisgen terlarut masih dalam kisaran yang ditoleransi ikan mas sedangkan ammonia dan nitrit tidak dalam kisaran toleransi ikan mas. | Technology can reduce waste bioflok other than cultivation, this technology can also provide protein feed that can be used by domestic animals.The purpose of this study to determine the rate of growth and survival of carp with different stocking density on bioflok system. This study uses a completely randomized design (CRD) with three treatments and four replications of fish, namely the treatment P1.100ekor / m3, P2. 200ekor / m3, P3. 300ekor / m3. Animal trials using carp with an average weight of 5-6 grams, which is maintained in a circular pool with a water volume of 962 L ± 85 days and feeding 3% of the weight of the biomass. Based on the ANOVA, the results showed a significantly different effect (P <0.05) to the value of growth (Absolute, Daily and Advanced). But not significantly different (P> 0.05) on the survival rate of carp. Value growth (Absolute, Daily and Advanced) of the treatment showed better results than other treatments. FCR best produced at a density of 100 fish / m3 compared with the treatment of 200 fish / m3 and 300 fish / m3. and the best productivity values generated at the density of 300 fish / m3 compared with the treatment of 100 fish / m3 and 200 fish / m3. The parameters of temperature, pH and dissolved Okisgen still within the range that is tolerable carp while ammonia and nitrite are not within the tolerance range of carp. | |
| 5831 | 15654 | D1E012065 | PENGARUH JENIS WARNA CAHAYA LAMPU YANG BERBEDA TERHADAP UMUR DAN BOBOT BADAN AWAL BERTELUR BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) | Penelitian yang dilaksanakan di Desa Mandiraja Wetan, Mandiraja, Banjarnegara, ditujukan untuk menentukan warna cahaya yang tepat untuk umur dan bobot badan awal bertelur puyuh (Coturnix coturnix japonica). Materi yang digunakan adalah burung puyuh betina umur 18 hari sebanyak 120 ekor, kandang, peralatan kandang, lampu warna dengan daya 2.5 watt terdiri dari bening, merah, kuning hijau, dan biru, pakan jenis SP-22 dari PT. Sinta Prima Feedmill, dan vitamin. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuannya yaitu lampu berwarna bening (C1), merah (C2), kuning (C3), hijau (C4), dan biru (C5). Variabel yang diuji adalah umur dan bobot badan awal bertelur. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan warna cahaya lampu yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (P>0.05) terhadap umur awal bertelur, namun berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap bobot badan awal bertelur. Kesimpulan dari penelitian ini, dibandingkan dengan lampu lainnya, hasil bobot badan dengan warna hijau dan biru lebih tinggi. | This research, which had been conducted at Mandiraja Wetan Village, Mandiraja, Banjarnegara, aimed to determine the most proper light color for the age and body weight of first laying quails (Coturnix coturnix japonica). The research materials were 120 eighteenth day old female quails, cages and the equipments, 2.5 watt lamps with colors consisting of clear, red, yellow, green, and blue, feed of SP-22 from PT. Sinta Prima Feedmill, and vitamins. This research was arranged within a Completely Randomized Design with 5 treatments and 4 replications. The treatments were lamps with clear color (C1), red (C2), yellow (C3), green (C4), and blue (C5). The variables to be examined were the quails’s age and body weight at their first laying period. The data was analysed with an analysis of variance and was followed with an Honesty Significant Difference (HSD). The results showed that the different colors of light did not significantly (P>0.05) affect the age, but significantly (P<0.05) affected the body weight. This research concludes that, compared to lamps with other colors, those with green and blue light result in a higher body weight. | |
| 5832 | 15655 | D1E012280 | PENGGUNAAN JENIS WARNA LAMPU PENCAHAYAAN YANG BERBEDA TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN BOBOT BADAN FASE PERTUMBUHAN PUYUH (Coturnix-coturnix japonica) | Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 28 Januari sampai 25 Februari 2016 di Desa Mandiraja Wetan, Mandiraja, Banjarnegara. Penelitian dilakukan untuk mengetahui warna lampu yang paling baik terhadap konsumsi pakan dan bobot badan puyuh fase pertumbuhan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah puyuh betina umur satu hari sebanyak 120 ekor, kandang, peralatan kandang lampu warna dengan daya 2,5 watt, pakan jenis SP-22 dari PT Sinta Prima Feedmill, dan vitamin. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Legkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Sebagai perlakuan adalah warna lampu bening (C1), merah (C2), kuning (C3), hijau (C4) dan biru (C5). Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan dan bobot badan puyuh fase pertumbuhan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan apabila berpengaruh nyata akan diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna cahaya lampu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan, dimana puyuh dengan warna lampu hijau menunjukan konsumsi pakan yang paling tinggi dibandingkan dengan warna lampu yang lain, sedangkan warna lampu tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot badan puyuh dimana dari kelima perlakuan bobot badan yang dihasilkan relatif sama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah warna cahaya lampu hijau memengaruhi tingkat konsumsi pakan tetapi tidak memengaruhi bobot badan puyuh fase pertumbuhan. | The experiment was conducted from January 28th until February 25th 2016 at the Mandiraja Wetan village, Mandiraja, Banjarnegara. The purpose of this research was to find out feed intake and the weight of the quail of growing period. The material used in this research were 120 bird of female DOQ, cages, equipment enclosures, 2.5 Watt color lamp with clear, red, yellow, green and blue, feed from PT Sinta Prima Feedmill SP-22, and vitamins. The research was conducted using experimental method with a completely randomized design with 5 treatments and 4 replications for each treatment. The treatments in this experiment used 5 colors clear (C1), red (C2), yellow (C3), green (C4) and blue (C5). Variabels measured were feed intake and the body weight of the quail of growing periods. Data were analyzed by using analysis of variance and Least Significance Different (LSD). The results showed that the colors significantly affected feed intake, where the quail with the green color light showed the highest feed intake compared to other light colors, while the color of the lights not significantly (P> 0.05) affected body weight of quail, the five treatments produced relatively the same body weight. The conclusion of this study is the green color of light affects the level of feed intake but had no effect on body weight quail growing period. | |
| 5833 | 15374 | H1E012033 | PEMBUATAN LANTANUM STRONSIUM FERIT DENGAN METODE SOLID STATE REACTION SEBAGAI PENYERAP GELOMBANG MIKRO | Pembuatan material stronsium ferit dengan penambahan La^(3+) dilakukan menggunakan metode solid state reaction dengan komposisi (1-x)SrO:(x)La2O3:6Fe2O¬3, dimana ( mol). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan La^(3+) terhadap fasa, sifat magnetik, dan karakteristik absorpsi gelombang mikro. Metode solid state reaction terdiri dari proses pencampuran dengan cara milling selama 20 menit, pemadatan dengan tekanan 1 ton dalam kondisi pengaruh medan magnet 6000 Gauss, dan sintering pada suhu 1100°C selama 3 jam. Karakterisasi yang dilakukan meliputi X-Ray Difraction (XRD), Vibrating Sampel Magnetometer (VSM), dan Vector Network Analyzer (VNA). Hasil penelitian pada keempat sampel menunjukkan bahwa penambahan La^(3+) berpengaruh terhadap ukuran kristal yang semakin homogen dan fasa berubah dengan meningkatnya LaSrFeO. Selain itu, seiring penambahan La^(3+) nilai medan koersivitas (H_c) awalnya menurun kemudian meningkat, nilai magnetisasi saturasi (M_s) dan nilai magnetisasi remanen (M_r) mengalami penurunan, namun nilai magnetisasi saturasi (M_s) dan nilai magnetisasi remanen (M_r) pada mol lebih besar dibandingkan mol. Penyerapan gelombang mikro tertinggi terjadi pada penambahan doping La^(3+) sebanyak 0,15 mol, yaitu -29,91 dB pada frekuensi 10,63 GHz dan memiliki lebar pita penyerapan sebesar 2,73 GHz. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan performa serapan gelombang mikro yang diakibatkan oleh penambahan lantanum pada stronsium ferit. | Manufacturing of stronsium ferit material with La^(3+) as doping has done by using solid state reaction with composition (1-x)SrO:(x)La2O3:6Fe2O¬3, where ( mol). This research aim is to determine the impact of doping La3+ to phase, magnetic properties, and microwave absorption characteristic. Solid state reaction methode concists milling compounding for 20 minutes, solidity with 1 ton pressure under influence of 6000 Gauss magnetic field at 1100°C for 3 hours. Characterization that has done include X-Ray Difraction (XRD), Vibrating Sampel Magnetometer (VSM), dan Vector Network Analyzer (VNA). The result from four sample shows that La^(3+) doping has effect to crystal size which become more homogen and the change of phase as raisment of LaSrFeO. Beside that,coersivity value (H_c) that originally decrease is increasing along with La^(3+) addition, saturation magnetization value (M_s) and remanent magnetization value (M_r) are expressing decrease although saturation magnetization value (M_s) and remanent magnetization value (M_r) at mol is bigger in different from mol. The higest microwave arbsorption value is -29,91 dB with frequency 10,63 GHz and arbsorption band width 2,73 GHz when La^(3+) doping is 0,15 mol. As a whole, this research outcome shows that there is increasement of microwave absorption which caused by lantanum addition to stronsium ferit. | |
| 5834 | 15656 | H1H012011 | PENGARUH PEMBERIAN PAKAN MIKROKAPSUL DENGAN INKLUSI Nannochloropsis oculata TERHADAP AKTIVITAS ENZIM AMILASE DAN SELULASE PADA NENER BANDENG (Chanos chanos Forskäl) | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan mikrokapsul dengan inklusi bahan dasar Nannochloropsis oculata dan lisin terhadap aktifitas enzim amilase dan selulase, pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian (LPH), laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan sintasan (SR) nener bandeng (Chanos chanos forskal). Pakan mikrokapsul diberikan pada nener bandeng dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan sebanyak 2 kali sehari untuk nener (2-3 cm) sebanyak 1200 ekor selama 56 hari. Dosis lisinyang digunakan pada masing-masing perlakuan sebesar 1% (P1), 1,5% (P2), 2% (P3) dan tanpa lisin (kontrol). Pada hari ke 30 nener diambil sebanyak 2 gram untuk dilihat aktifitas enzim. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa pemberian pakan mikrokapsul dengan inklusi bahan dasar Nannochloropsis oculata dan lisin tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap aktivitas enzim amilase dan selulase namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan dan sintasan nener bandeng (Chanos chanos forskal). Pertumbuhan dan sintasan tertinggi yaitu pada perlakuan 3 dengan penambahan dosis lisin sebanyak 2%. pertumbuhan dan sintasan semakin meningkat dengan meningkatnya dosis lisin yang digunakan. Penambahan lisin sebanyak 1,5%-2% pada nener bandeng dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tetapi tidak mempengaruhi aktifitas enzim nener bandeng (Chanos chanos forskal).Kualitas air pemeliharaan terdiri beberapa parameter yaitu suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas, total ammonia nitrogen, dan nitrit sesuai dengan standar baku budidaya untuk ikan bandeng | This study investigated the affected of microcapsule with Nannochloropsis oculata and lysine as the inclution for amylase and cellulase enzyme activity, growth, daily growth rate (DGR), spesifik growth rate (SGR) and survival rate (SR) in milkfish fry (Chanos chanos forskal). Microcapsule requirement of milkfish fry was determinated of 4 test and 3 replying two times a day to milkfish fry (2-3 cm) about 1200 fish for 56 days. Diets containing grade levels of lysine 1% (T1), 1,5% (T2), 2% (T3) and no lysine (control) feed. In 30 days, about 2 gram milkfish fry was taken to enzyme activity analysed. Analysis of variance show that enzyme activity were not significantly affected by Nannochloropsis oculata and lysine (p>0,05) but significantly affected (P<0,05) for growth and survivale rate of milkfish fry. The most increasing of growth and survival rate in T3 with level of lysine 2%. The growth and survival rate increased with increasing levels of lysine. The optimals levels of lysine in milkfish fry is 1,5%-2% affected for growth and survival rate of but not affected for enzyme activity of milkfish fry(Chanos chanos forskal). Water quality maintenance consists of several parameters such as temperature, pH, dissolved oxygen, salinity, total ammonia nitrogen and nitrite in accordance with the standards for milkfish cultivation. | |
| 5835 | 15657 | D1E012240 | Penggunaan Limbah Ikan Tongkol Dihidrolisis Enzim Papain dan Pollard Fermentasi Sebagai Pengganti Konsentrat Terhadap Bobot Telur dan Indeks Telur Ayam Arab | Penelitian ini bertujuan untuk menggantikan konsentrat komersial serta mengetahui pengaruh penggunaan limbah ikan tongkol dihidrolisis enzim papain dan pollard fermentasi terhadap bobot telur dan indeks telur ayam Arab. Penelitian menggunakan 60 ekor ayam Arab Silver (Silver kriel braked) umur 5 bulan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu R0 (kepala ikan tongkol dihidrolisis enzim papain dan pollard fermentasi 0%), R1 (kepala ikan tongkol dihdrolisis enzim papain dan pollard fermentasi 12%), R2 (kepala ikan tongkol dihidrolisis enzim papain dan pollard fermentasi 24%), R3 (kepala ikan tongkol dihidrolisis enzim papain dan pollard fermentasi 36%). Hasil penelitian diperoleh rataan bobot telur sebesar R0 = 37,36 ± 1,39 g, R1 = 38,19 ± 2,14 g, R2 = 37,06 ± 2,17 g dan R3 = 38,47 ± 0,85 g. dan indeks telur sebesar R0 = 78,10 ± 1,85%, R1 = 77,10 ± 1,53%, R2 = 77,14 ± 0,97% dan R3 = 76,73 ± 0,52%. Analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot telur dan indeks telur ayam Arab. Kesimpulan penelitian ini bahwa penggunaan kepala ikan tongkol dihidrolisis enzim papain dan pollard fermentasi dapat menggantikan konsentrat pabrik sampai level 36% menghasilkan bobot telur dan indeks telur ayam Arab yang relatif sama. | This study aims to determine a substitute for commercial concentrate and to measure the effects of using tuna fish waste hydrolyzed with papain enzyme and fermented pollard on the weight and indexes of Arab chicken eggs. Utilizing 60 five-month-old silver Arab chickens (Silver kriel braked), the experiment was designed within a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments, which were different percentages of tuna head hydrolyzed with papain enzyme and fermented pollard, were R0 (head tuna fish hydrolyzed with papain enzyme and fermented pollard 0%), R1 (head tuna fish hydrolyzed with papain enzyme and fermented pollard 12%), R2 (head tuna fish hydrolyzed with papain enzyme and fermented pollard 24%), R3 (head tuna fish hydrolyzed with papain enzyme and fermented pollard 36%). The results showed that the average of egg weight were R0= 37.36 ± 1.39 g, R1= 38.19 ± 2.14 g, R2= 37.06 ± 2.17 g and R3= 38.47 ± 0.85 g , while that of egg index for R0= 78.10 ± 1.85%, R1= 77.10 ± 1.53%, R2= 77.14 ± 0.97% and R3= 76.73 ± 0.52%. The analysis of variance showed that the treatments were not significant (P> 0.05) on the eggs’ weight and indexes. This study concludes that the use of tuna head hidrolyzed with papain enzyme and fermented pollard can substitute commercial concentrate up to 36% by producing equal weight and indexs of Arab chicken eggs. | |
| 5836 | 15659 | C1G014063 | PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PDAM YANG TERGABUNG DALAM DPD PERPAMSI JAWA TENGAH | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Good Corporate Governance dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja PDAM Yang Tergabung Dalam DPD Perpamsi Jawa Tengah”. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris apakah penerapan GCG dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap kualitas kinerja PDAM. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PDAM yang tergabung dalam DPD Perpamsi Provinsi Jawa Tengah PDAM yang sedang melakukan Diklat Manajemen Air Minum Tingkat Muda DPD Perhimpunan Perusahaan Daerah Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Provinsi Jawa Tengah di Semarang. Jumlah responden yang didapat dalam penelitian ini adalah 46 responden. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah pada populasi responden yang hadir. Data yang digunakan adalah data primer dalam bentuk persepsi responden yang dikumpulkan dalam bentuk kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan GCG tidak berpengaruh terhadap kualitas kinerja PDAM. Implikasi dari kesimpulan diatas adalah Penerapan GCG, komitmen organisasi dalam hubungannya dengan kinerja PDAM, diharapkan memberikan referensi bagi PDAM yang tergabung dalam DPD Perpamsi Provinsi Jawa Tengah yang bertindak sebagai asosisasi perkumpulan PDAM dalam rangka meningkatkan kinerja PDAM | This research is a quantitative research that aimed to obtain the empirical evidence showing how far time Good Corporate Governance and organizational commitment influenced on PDAM performance. Population in this study were all employees of PDAM Incorporated in DPD Perpamsi of Central Java that were doing Diklat Manajemen Air Minum Tingkat Muda DPD Perhimpunan Perusahaan Daerah Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Central Java in Semarang. The number of respondents in this study were 46 respondents. The technique of data retrieval in this study is the population of respondents who attended. The data used is primary data in the form of respondents' perception that collected in the form of a questionnaire. The results proved that Good Corporate Governance and organizational commitment influenced on PDAM performance simultaneously. Based on t-test, organizational commitment influenced on PDAM performance partially. At the same time, Good Corporate Governance didn't have influence on PDAM performance. Respondent believed to Good Corporate Governance didn't affect the PDAM Performance. The implications of the above conclusion provides a reference for PDAM incorporated in DPD Perpamsi of Central Java that acts as Association of PDAM in order to improve the performance of PDAM. | |
| 5837 | 15633 | H1E012001 | ANALISIS ZONA LEMAH (AMBLESAN) DI KAWASAN JALAN RAYA GUNUNG TUGEL BERDASARKAN SURVEI GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER | Pengukuran resistivitas batuan di bawah permukaan berdasarkan survei geolistrik konfigurasi Wenner telah dilakukan di Kawasan Jalan Raya Gunung Tugel, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan litologi batuan di bawah permukaan, menganalisis keberadaan zona lemah yang tersebar di bawah permukaan zona terjadinya amblesan pada badan jalan raya, mencari letak keberadaan zona lemah baru yang berada di luar zona terjadinya amblesan, dan menjelaskan faktor penyebab terjadinya peristiwa amblesan di kawasan ini. Pemodelan variasi nilai resistivitas menggunakan Software RES2DINV 3.54 dan Surfer 10. Hasil pengukuran resistivitas pada line GT-L01 dan GT-L02 menunjukan struktur penyusun bawah permukaan kawasan ini berupa lapisan batuan pasir halus dengan nilai resistivitas pada rentang 0,90 – 3,00 Ωm, batuan napal (marl) dengan nilai resistivitas pada rentang 3,00 – 10,00 Ωm, dan batupasir gampingan dengan nilai resistivitas pada rentang 10,00 – 26,00 Ωm, ditemukan zona lemah berada di bawah permukaan zona terjadinya amblesan serta ditemukan zona lemah baru di luar zona terjadinya amblesan. Zona lemah baru tersebut diindikasikan dapat berpotensi menjadi penyebab terjadinya amblesan baru pada badan jalan raya. Zona lemah di kawasan ini diinterpretasikan sebagai lapisan batuan pasir halus yang ditandai nilai resistivitas rendah, berada pada kelompok batuan sedimen yang bersifat lunak dan tidak kompak. Faktor penyebab terjadinya amblesan adalah adanya zona lemah berupa Batuan pasir yang tidak mampu menopang perubahan struktur lapisan di atasnya yang berupa lapisan napal (marl). Perubahan struktur penyusun bawah permukaan tersebut diakibatkan gaya berat dan tekanan yang ditimbulkan oleh kendaraan bermuatan berat yang setiap harinya melintasi pada kawasan ini. Kata kunci : resistivitas, geolistrik, konfigurasi Wenner, zona lemah, amblesan, tekanan. | Rocks resistivity measurement on subsurface based on geoelectrical survey Wenner configuration is done in Area of Jalan Raya Gunung Tugel, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. The intentions of this research are to determine subsurface litology model, analyzing points or weak zone that spread right under subsidence zone which appear on highway, searching for new weak zone site thereout from subsidence zone, and to explain the causations of subsidence phenomena in this area. Modeling for resistivity using RES2DINV 3.54 and Surfer 10 Software. Results from resistivity measurement at GT-L01 and GT-L02 line show that subsurface is composed by fine sandstones layers at resistivity value at 0.90 - 3.00 Ωm, marl stones at resistivity value range of 3.00 – 10.00 Ωm and calcerous limestone at resistivity value range 10.00 – 26.00 Ωm, there are weak zone that found right under subsidence zone, however the new weak zone has found thereout from subsidence zone. This new weak zone is indicated has potential to become new subsidence causation on the highway. The weak zone in this region interpreted as fine sandstones layers, wich is indicated have a low resistivity values and groups of sedimentary rocks that is soft and not compactThe cause of subsidence it self are weak zone that in form of sand layer which cannot supported structure changes the napal stones. Changes of subsurface structure is aftermath from weight force and pressure that resulted by heavy-weighed vehicle which going through this area daily. Keywords : resistivity, geoelectircal, Wenner configuration, weak zone, subsidence, pressure | |
| 5838 | 15658 | A1L111010 | Pengaruh Pupuk N-ZEOLIT-SR terhadap Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Padi Sawah pada Tanah Inceptisol | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh varietas padi sawah dan takaran pupuk N-ZEOLIT-SR terhadap sifat kimia tanah dan pertumbuhan padi sawah, 2) pengaruh interaksi varietas padi sawah dan takaran pupuk N-ZEOLIT-SR terhadap sifat-sifat kimia tanah dan pertumbuhan padi pada tanah sawah dan 3) takaran pupuk N-ZEOLIT-SR yang optimal untuk meningkatkan pertumbuhan padi pada tanah Inceptisol. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca dan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Maret sampai dengan September 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split-Plot dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama sebagai mainplot adalah varietas padi sawah, yaitu Inpari-13 (V1) dan Ciherang (V2). Faktor kedua sebagai subplot terdiri atas takaran pupuk N-ZEOLIT-SR (N). Pupuk N-ZEOLIT-SR menggunakan zeolit lolos saringan 60 mesh. Takaran pupuk N-ZEOLIT-SR terdiri dari enam taraf yaitu: tanpa pupuk (N0), takaran setara dengan 30 (N1), 60 (N2), 90 (N3), 120 (N4) dan 150 (N5) kg N/ha. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, pH-H2O, DHL, N-total dan N-tersedia tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk berpengaruh nyata terhadap pH-H2O, N-tersedia tanah dan tinggi tanaman, serta tidak terdapat interaksi antara takaran pupuk N-ZEOLIT-SR dan varietas padi sawah | The objectives of this research were to determine: 1) the effect of paddy rice varieties and N-ZEOLITE-SR fertilizer on the chemical properties of the soil and the growth of paddy rice, 2) interaction effect of varieties of paddy rice and N-ZEOLITE-SR fertilizer on the chemical properties of the soil and the growth of rice in paddy soil and 3) the optimum levels of N-ZEOLIT-SR fertilizer to increase the growth of rice in Inceptisol. This research was conducted in the greenhouse and in the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, on March 2015 until September 2015. The experiment was laid out using a Split-Plot design with two factors and three replicates. The first factor as a mainplot was varieties of paddy rice, Inpari-13 (V1) and Ciherang (V2). The second factor as the subplot was levels of fertilizer N-zeolite-SR (N). N-ZEOLITE-SR fertilizer used zeolit passing through a 60-mesh sieve. N-ZEOLITE-SR fertilizer consists of six a levels, control (N0), an equivalent dose 30 (N1), 60 (N2), 90 (N3), 120 (N4) and 150 (N5) kg N/ha. The observed variables were plant height, number of leaves, number of tillers, pH-H2O, DHL, soil total N and soil available N. The results showed that the levels of fertilizers significantly affect soil pH(H2O), soil available N, and plant height. There is no interaction between the fertilizer N-ZEOLITE-SR and varieties of paddy | |
| 5839 | 15660 | A1C012009 | STUDI KELAYAKAN USAHA GULA KRISTAL PUTIH (GKP) PADA PT. MADUBARU KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA | PT. Madubaru merupakan salah satu pabrik gula yang mempunyai potensi dan peluang usaha untuk bisa dikembangkan menjadi perusahaan agroindustri berbasis tebu. Keputusan investasi harus dibuat dengan tepat agar memenuhi standar kriteria investasi. Oleh karena itu diperlukan jaminan bahwa usaha gula kristal putih layak dan memberikan keuntungan yang besar. Tujuan penelitian yaitu : 1) mengetahui gambaran umum usaha gula kristal putih dilihat dari aspek teknik dan produksi, manajemen dan SDM, ekonomi dan sosial, hukum dan dampak lingkungan, 2) menganalisis kelayakan usaha gula kristal putih dilihat dari aspek finansial; 3) menganalisis tingkat sensitivitas usaha gula kristal putih terhadap perubahan pada harga bahan baku, produksi gula, harga jual gula, harga bahan penolong, dan gaji tenaga kerja langsung. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Pengambilan data dari 23 Februari sampai 7 Maret 2016. Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif meliputi aspek teknik dan produksi, aspek SDM dan manajemen, aspek ekonomi dan sosial, aspek hukum serta aspek lingkungan, dan analisis finansial yang digunakan adalah net present value (NPV), internal rate of return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), dan analisis sensitivitas. Hasil analisis deskriptif dari aspek teknik dan produksi menyatakan bahwa perusahaan memiliki lokasi usaha yang strategis, adanya ketersediaan bahan baku, proses produksi secara mekanik, penggunaan teknologi mesin yang tepat dan layout yang sesuai. Penilaian dari aspek manajemen dan SDM, usaha gula kristal telah memiliki struktur organisasi dengan pembagian tugas dan tanggungjawab yang jelas. Penilaian dari aspek ekonomi dan sosial, usaha ini memberikan kontribusi pendapatan kepada petani mitra, membuka kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak. Penilaian dari aspek hukum, usaha ini telah memiliki SIUP, NPWP, SPPKP, TDP, surat gangguan industri gula, dan surat ijin usaha industri untuk mengoperasikan usaha, dan dari aspek lingkungan, usaha ini tidak menghasilkan limbah yang membahayakan lingkungan. Hasil analisis finansial dari tahun 2010 sampai 2015 menunjukan usaha gula kristal putih layak untuk dilanjutkan dengan nilai NPV positif sebesar Rp246.132.137.094,58, IRR sebesar 340 persen lebih besar dari suku bunga (12 persen) dan Net B/C sebesar 25,61 lebih besar dari satu. Hasil analisis sensitivitas pada kenaikan harga bahan baku tebu 8,0 sampai 33 persen, penurunan produksi gula 4,0 sampai 19 persen, kenaikan harga jual gula 5,0 sampai 19 persen, kenaikan harga bahan penolong 8,0 sampai 359 persen, kenaikan gaji tenaga kerja langsung 7,7 sampai 350 persen, dan hasil kombinasi lima variabel menyatakan usaha gula kristal putih masih layak untuk dilanjutkan. | PT. Madubaru is one of the sugar to company has potential and business opportunitiesthat can be developed into a company agroindustry based cane. The decision investment to be made with the right to meet the standard investment criteria. Therefore, necessary assurance that business is feasible and gives a greater advantage. The research aimed to: 1) obtain the general overview of the business of granulatedd sugar processing based on the aspect of technical and production, management and human resources, economic and social, legal and environmental impacts; 2) analyze the feasibility of granulated sugar processing based on financial aspects; 3) analyze the sensitivity of granulated white sugar business on the changes in the price of sugar cane, sugar production, the price of the sale of sugar, the price of the helper, and salary of labor immediately. This research uses case study method. The data collected on 23 February until 7 March 2016. Analysis used to descriptive analysis is aspects of techniques and production, human resources and management aspects, economic aspects and the social, legal and environmental aspects. Financial analyzes used is net present value (NPV), internal net return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), and sensitivity analysis. Analysis of the descriptive seen for aspects of techniques and production state that company has a strategic business location, the availability of raw materials, production processes mechanically that produce sugar with high quality, appropriate use of engine technology and the corresponding layout. Assessment of the aspects of management and human resources, these efforts have had a division of tasks and responsibilities are clear. Asseeement of economic and social aspects, this business provides many benefits, as it can contribute to the income of farmers partners, able to open up employment opportunities and generate income through the payment of taxes. Assessment of the aspect of law , this business has to have a SIUP, NPWP, SPPKP, TDP, letter sugar industry interference, and industrial business license. Assessment of environmental aspect, these efforts do not produce waste that is harmful to the environment. The results of the financial analysis from 2010 to 2015 shows a positive NPV value of Rp246,132,137,094.58, IRR of 340 percent is greater than the interest rate (12 perceent) and Net B/C of 25,61more than one. The results of the sensitivity analysis on the increasing in sugarcane prices 8,0 to 33 percent, sugar production decrease of 4,0 to 19 percent, sugar selling price decrease of 5,0 to 19 percent, increasing in the maid price 8,0 to 359 percent, increasing in salary of labor immediately price 7,7 up to 350 percent, and the results of a combination of the five variables stated business is still feasible to continue. | |
| 5840 | 15661 | D1E012274 | Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik pada Hijauan yang Ditambah Konsentrat secara In Vitro | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organik empat jenis hijauan dalam pakan sapi potong. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cairan rumen sapi potong, konsentrat yang terdiri dari bungkil kelapa, pollard, onggok, jagung giling, garam, soyxyl, starvit, gupro, bekatul, dolomit, dan mollases dan hijauan yang berupa daun katuk, daun pisang, daun waru, dan rumput gajah. Metode penelitian adalah eksperimental dengan menggunakan analisis rancangan acak legkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik (P<0.01). Berdasarkan uji lanjut beda nyata jujur dengan membandingkan nilai tengah perlakuan didapatkan bahwa kecernaan bahan kering antara P2 vs P4 dan P3 vs P4 berbeda nyata. Sedangkan antara P1 vs P2, P1 vs P3, P1 vs P4, dan P2 vs P3 tidak berbeda nyata. Kecernaan bahan organik dari P3 vs P4 menunjukkan hasil yang berdeda sangat nyata, P2 vs P4 dan P1 vs P3 menunjukkan hasil yang berbeda nyata, sedangkan P1 vs P2, P1 vs P4 dan P2 vs P3 menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Kesimpulan dari penelitian adalah hijauan pakan yang mempunyai serat kasar yang tinggii dapat dijadikan pakan alternatif pada saat musim kemarau tetapi pemberiannya harus diimbangi dengan konsentrat atau pakan sumber protein lainnya. | The research objective was to determine the digestibility of dry matter and organic matter of various forages in cattle feed. The research materials were rumen fluid of beef cattle, concentrate which consisted of copra, pollard, cassava, cor milk, salt, soyxyl, starvit, gupro, rice brand, dolomit, and mollasses, and forages consisting of katuk leaves, waru leaves, banana leaves and napier grass. The research method was experimental and used a Completely Randomized Design. The results showed that the treatments very significantly effected the digestibility of dry matter and that of organic matter (P<0,01). Based on the Honestly Significant Difference test (HSD), by comparing the median value of the treatment, showed that the dry matter digestibilities between P2 vs P4 and P3 vs P4 were significantly different. While those between P1 vs P2, P1 vs P3, P1 vs P4, and P2 vs P3 were not significantly different. The digestibility of organic matter from P3 vs P4 showed a very significantly difference, that from P2 vs P4 and P1 vs P3 showed significantly different results, whereas that from P1 vs P2, P1 vs P4 and P2 vs P3 showed not significantly different results. The conclusion of this study is that forage with high levels of crude fiber can be used as an alternative feed during the dry season but must be balanced with feed concentrates or other protein sources. |