Artikelilmiahs

Menampilkan 5.761-5.780 dari 50.040 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
576115594F1D011058Politik Lingkungan : Pengelolaan Limbah Industri Tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten BanyumasPengelolaan limbah industri tahu melalui IPAL di Kalisari mengalami berbagai macam hambatan politis, padahal program tersebut hendak dijadikan percontohan nasional sebagai Desa Mandiri Energi dan melibatkan beberapa aktor penting. Hambatan politis terjadi di tingkat pusat, daerah, dan desa. Pada tingkat pusat terjadi kegagalan dalam perumusan kebijakan yang mencakup khusus pengelolaan limbah di Desa Kalisari, selain itu pemerintah pusat melalui BPPT dan Kemenristek juga belum maksimal dalam menjalankan perannya sebagai penyeimbang kepentingan. Pada tingkat daerah, terjadi kegagalan implementasi kebijakan seperti kurangnya pelaksanaan fungsi pengawasan dan kurangnya kepedulian pada aspek keberlanjutan, serta masih berorientasi pada kepentingan ekonomi semata. Terakhir, pada tingkat desa, walaupun Pemerintah Desa Kalisari menjadi mediator yang baik bagi pemerintah pusat dan masyarakat, terjadi juga krisis kepemimpinan lingkungan yang membuat munculnya konflik antar Kelompok Swadaya Masyarakat. Penelitian ini menunjukan bahwa masih kurangnya kepentingan perbaikan lingkungan hidup sebagai orientasi utama dalam menjalankan kebijakan pengadaan IPAL di Desa Kalisari. Dalam pengelolaan IPAL yang mengutamakan partisipasi masyarakat yang tinggi dan dengan kerangka collaborative governance idealnya masing-masing aktor menempatkan paradigma perbaikan lingkungan hidup sebagai pedoman utama dalam melaksanakan kebijakan yang telah dirumuskan.Industrial Waste Management know through IPAL in Kalisari ,experiencing the various political obstacles, whereas the program was to the national pilot as energy independent villages and involve some important actors. Political obstacles occurred at the central level, area, and villages. At the central level failure occurred in the formulation of policies that include special waste management in the village of Kalisari ,, besides the central government through the BPPT and Kemenristek also has a maximum of in running its role as balancing the interests. At the regional level policy implementation failure occurred as the lack of the implementation of the function of supervision and lack of concern on the aspects of the sustainability and still oriented on economic interests alone. Finally, at village level, although Village Governments Kalisari ,a mediator is good for the central government and the community, also happens environmental leadership crisis that makes the emergence of the conflict between groups of non-governmental organizations. This research shows that still lack of the interests of the improvement of the environment as the main orientation in running the IPAL procurement policy in the village of Kalisari ,. In the management of the IPAL preference to community participation is high and with the framework of collaborative governance ideally each actor places the paradigm of improve the environment as the main guidelines in implementing the policies that have been formulated.
576215595D1E012291BOBOT POTONG DAN BOBOT NON KARKAS DALAM SAPI PERANAKAN SIMMENTAL DAN SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) DI RPH PURWOKERTOTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan bobot potong dan bobot non karkas dalam Sapi Peranakan Simmental dan Sapi Peranakan Ongole (PO). Materi penelitian yang digunakan adalah sapi Peranakan Simmental sebanyak 26 ekor dan sapi PO sebanyak 26 ekor dengan umur 2 tahun dan jenis kelamin jantan di RPH Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Variabel yang diamati adalah bobot potong dan bobot non karkas dalam Sapi Peranakan Simmental dan Sapi PO. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji “t”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot non karkas dalam Sapi Peranakan Simmental terdiri dari 19,75±3,90 kg organ pencernaan, 4,18±0,04 kg paru-paru, 1,27±0,05 kg jantung, 2,20±0,05 kg hati, 1,75±0,22 kg trakhea. Bobot non karkas dalam Sapi PO 17,03±2,34 kg pencernaan, 4,12±0,05 kg paru-paru, 1,11±0,05 kg jantung, 2,13±0,06 kg hati, 1,61±0,11 kg trakeha. Bobot potong Sapi Peranakan Simmental 401,31±39,98 kg dan bobot potong Sapi PO 368,54±33,56k g. Hasil analisis uji t bobot potong dan bobot non karkas dalam Sapi Peranakan Simmental dan Sapi PO berbeda sangat nyata (P<0,01). Disimpulkan bahwa bobot potong Sapi Peranakan Simmental lebih tinggi 32,77 kg dari pada bobot potong Sapi PO dan bobot non karkas dalam Sapi Peranakan Simmental lebih tinggi 3,15 kg dari pada bobot non karkas dalam Sapi PO.The purpose of this study was to determine the differences in slaughter weight and internal non-carcass weight between those of Simmental crossbred bulls and of Ongole crossbred (PO) bulls. Using 26 Simmental crossbred bulls and 26 PO cattle all of which were 2 year old as the research materials, the experiment had been conducted at abatoir Purwokerto. The method used was a survey method. The variables were the slaughter weight and internal non-carcass weight of both kinds of bulls. The obtained data were analyzed by "t" test whose results showed that the non-carcass weight of Simmental crossbred bulls were as follows: 19.75 ± 3.90 kg for the digestive system organs, 4.18 ± 0.04 kg for the lung, 0.05 ± 1.27 kg for the heart, 2.20 ± 0.05 kg for the liver, 1,75 ± 0.22 kg for the trachea. While that of the PO bulls were: digestive organs 17.03 ± 2.34 kg, lung 4.12 ± 0.05 kg, heart 0.05 ± 1.11 kg, liver 2.13 ± 0.06 kg, trachea 1.61 ± 0, 11 kg. The slaughter weight of Simmental crossbred bulls was 401.31 ± 39.98 kg and that of PO bulls was 368.54 ± 33.56 kg. The results of the t test showed that there is a highly significant difference (P<0.01) in the slaughter weight and the internal non-carcass weight between those of Simmental crossbred and those of PO bull. It can be concluded that the slaughter weight of Simmental crossbred bull was 32.77 kg higher than that of of PO bull, and the internal non-carcass weight of Simmental corssbreed bull was 3.15 kg higher than that of PO bull.
576315596C1B012085ANALISIS PENGARUH AGENCY COST, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, INVESTMENT OPPORTUNITY SET DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN (Studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014) Penelitian dengan judul “ANALISIS PENGARUH AGENCY COST, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, INVESTMENT OPPOERTUNITY SET, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN” ini merupakan penelitian deskriptif mengenai kebijakan dividen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh agency cost, profitabilitas, likuiditas, leverage, pertumbuhan perusahaan, investment oppoertunity set dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2012-2014. Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian adalah 22 perusahaan dari hasil penggunaan metode purpoosive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan metode regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) agency cost yang diproksikan dalam insider ownership dan institutional ownership masing-masing tidak mempunyai pengaruh terhadap kebijakan dividen, (2) profitabilitas mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen, (3) likuiditas berpengaruh secara negatif signifikan terhadap kebijakan dividen, (4) leverage berpengaruh secara negatif signifikan terhadap kebijakan dividen, (5) pertumbuhan perusahaan berpengaruh secara negatif terhadap kebijakan dividen, (6) investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen, dan (7) ukuran perusahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen.
Implikasi yang dapat digunakan dari hasil penelitian ini adalah perusahaan hendaknya meningkatkan proporsi profitabilitas dan ukuran perusahaannya. Selain itu juga mengurangi hutang perusahaan sehingga dividen yang akan dibayarkan oleh perusahaan akan semakin meningkat. Juga mengurangi aset lancar yang berupa kas perusahaan dengan proporsi yang tidak berlebihan sehingga dividen yang dibayarkan akan lebih tinggi dan yang terakhir perusahaan dengan pertumbuhan yang pesat, di masa yang akan datang diharapkan memberikan jumlah dividen yang lebih tinggi dari pada saat ini sehingga para investor tertarik untuk berinvestasi di perusahaan yang bersangkutan.
This Research title “ANALYSIS THE INFLUENCE OF AGENCY COST, PROFITABILY, LIQUIDITY, LEVETAGE, FIRM GROWTH, INVESTMENT OPPORTUNITY SET, FIRM SIZE to DIVIDEND POLICY” is descriptive research. The purpose of this research is to analyze influence of agency cost, profitability, liquidity, leverage, firm growth, investment opportunity set and Company Size toward dividend policy in the manufacture Company listed in Indonesia Stock Exchange in period 2012-2014. Amount of population used in this research are 22 companies based on purposive sampling method.
Based on result of the research and data analyze using multiple regression method shows that : (1) Insider ownership and institutional ownership not influence toward dividend policy, (2) profitability have positively significant influences toward dividend policy, (3) Liquidity negatively significant influences toward dividend policy, (4) Leverage negatively significant influences toward dividend policy, (5) company growth negatively influences toward dividend policy, (6) Investment opportunity set does not influence toward dividend policy, and (7) company size positively significant influences toward dividend policy.
Implications that can be used from the result of this research are the firm should increase the profitability and firm size. In addition to decrease leverage of the firm, so the companies will be able to increase their dividend. Beside that, the companies should decrease the current asset especially cash, because there is idle cash. As a result, the firm will be able to grow significantly in the future and finally will be able to pay dividend higher. Ultimately, it will attract investors to invest their capital at manufacturing companies.
576415597E1A010142DISPENSASI KAWIN (Tinjauan Yuridis Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Kediri
No. 0030/Pdt.P/2013/PA.Kdr.)
Judul : DISPENSASI KAWIN (Tinjauan Yuridis Terhadap Penetapan
Pengadilan Agama Kediri No. 0030/Pdt.P/2013/PA.Kdr.)
Nama : INDRA SANTOSA
NIM : E1A010142
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menganut prinsip bahwa calon suami isteri harus telah masak jiwa dan raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan dan dapat mewujudkan tujuan perkawinan, untuk itu harus dicegah adanya perkawinan di antara calon pengantin di bawah umur, maka Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 7 ayat (1) mengatur batas kawin baik bagi pria adalah 19 tahun dan bagi wanita adalah 16 tahun. Namun apabila terdapat keadaan tertentu bagi calon mempelai yang di bawah umur, maka sesuai Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Perkawinan menyatakan kedua orang tua pihak pria maupun pihak wanita dapat meminta dispensasi ke Pengadilan atau pejabat lainnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif.
Pada Penetapan Pengadilan Agama Kediri No. 0030/Pdt.P/2013/PA.Kdr Pertimbangan Hukum Hakim dalam mengabulkan Dispensasi Kawin berlandaskan pada Pasal 7 ayat(2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, sebaiknya Majelis Hakim dalam hal ini memperhatikan Pasal 21 ayat(5) karena AP sudah pernah mendapat Dispensasi Kawin dari perkawinannya yang pertama.
ABSTRACT
The Ordinance Number 1 in 1974 about the marriage that uses the principal that the candidate of wife and husband should have the mature soul and physical to obtain the marriage activity and they can achieve the purpose of marriage, because of that it must be prevented for the marriage for the candidates of wife and husband that are under the marriage age, so the Ordinance Number 1 in 1974 Article 7 (1) regulates the limitation of the marriage age whether for the male, he must be 19 years old and for the female she must be 16 years old. But if there is the certain condition for the candidate of wife and husband who under the marriage age, so based on the Article 7 (2) Ordinance of Marriage states that both of their parents can ask the dispensation for the Court or other officers. This research uses the method of normative juridical approach.
In the Implementation No. 0030/Pdt.P/2013/PA.Kdr the judge’s legal consideran in granting a marriage dispensation based on Article 7 (2) Ordinance Number 1 in 1974, in this case, the judge’s should take a look at Article 21 (5) Ordinace Number 1 in 1974 because AP already had the marriage dispensation from the first marriage.
576515598H1A012036Optimasi Pelapisan Karboksimetil Kitosan dan N-Metil Kitosan pada Kain Kaos Serta Uji Aktivitas Antijamur Candida albicansCandida albicans merupakan flora normal yang terdapat pada daerah kewanitaan. Pertumbuhan C. albicans yang meningkat pada daerah kewanitaan dapat menimbulkan penyakit kandidosis vagina. Kitosan merupakan agen antijamur C. albicans yang bersifat ramah lingkungan dan biodegradable. Namun, kitosan memiliki kelarutan yang rendah sehingga pada penelitian ini dilakukan modifikasi kimia terhadap kitosan untuk menghasilkan turunan kitosan yang memiliki karakteristik yang lebih baik dibandingkan kitosan, turunan tersebut yaitu N-metil kitosan dan karboksimetil kitosan. Karboksimetil kitosan adalah salah satu jenis turunan kitosan larut air yang dibuat melalui modifikasi kitosan dengan proses karboksimetilasi. N-metil kitosan merupakan salah satu turunan kitosan yang masuk ke dalam golongan N-alkil kitosan yang dibuat melalui proses aminasi reduktif dengan menggunakan reduktor natrium borohidrat (NaBH4). Pelapisan N-metil kitosan dan karboksimetil kitosan pada kain dilakukan dengan menggunakan teknik pad-dry-cured. Kondisi optimum pelapisan karboksimetil kitosan pada kain yaitu pada konsentrasi 1% dan kondisi optimum pelapisan N-metil kitosan yaitu pada konsentrasi 0,8% dengan zona hambat masing-masing sebesar 0,16 cm dan 0,22 cm.Candida albicans is a normal flora found on femininity. Increasing growth of C. albicans in the area of femininity can cause vaginal candidiasis disease. Chitosan is a C. albicans antifungal agent that is environmentally friendly and biodegradable. However, chitosan has low solubility so that in this study conducted chemical modification of the chitosan to produce chitosan derivatives which have better characteristics than chitosan, the derivatives are N-methyl chitosan and carboxymethyl chitosan. Carboxymethyl chitosan is one kind of water-soluble chitosan derivatives created through modification of chitosan with carboxymethylation process. N-methyl derivative of chitosan is a chitosan into the class of N-alkyl chitosan were created through a process of reductive amination using sodium borohidrat reducing agent (NaBH4). Coating N-methyl chitosan and carboxymethyl chitosan on the fabric was done by using a pad-dry-cured technique. The optimum conditions carboxymethyl chitosan coating on the fabric is at a concentration of 1% and the optimum conditions N-methyl chitosan coating that is at a concentration of 0,8% with each inhibition zone are 0.16 cm and 0.22 cm.
576615599H1C012028ANALISIS PENGARUH TEKNIS KUALITAS JARINGAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN UNTUK OPTIMASI JARINGAN INDOSAT OOREDOO WILAYAH PURWOKERTOKualitas dari suatu jaringan dapat dilakukan dengan pengamatan secara nyata di lapangan melalui pengukuran kualitas sinyal layanan di suatu wilayah. Metode yang banyak dilakukan adalah drive test. Oleh sebab itu penting melakukan drive test pada site Evolved Node B (eNodeB) yang telah menerapkan teknologi Long Term Evolution (LTE) dalam hal ini Indosat Ooredoo karena dengan demikian dapat diketahui performansi jaringan LTE di Purwokerto. Dalam tugas akhir ini langkah-langkah yang diambil adalah pengumpulan data teknis menggunakan drivetest tools antara lain : RSRP dan throughput. Pengumpulan data statistik menggunakan metode kuesioner. Dari hasil analisis di lapangan secara teknis kualitas jaringan Indosat Ooredoo di Purwokerto tergolong baik. Berdasarkan hasil uji statistik, dapat diketahui bahwa kualitas jaringan memiliki pengaruh yang positif terhadap kepuasan konsumen. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kualitas jaringan, maka akan semakin tinggi pula tingkat kepuasan kepuasan konsumen.The quality of a network can be done with real observations in the field by measuring the signal quality of service in the region. The method that many do is drive test. Therefore it is important to do a drive test on Evolved Node B (eNodeB) site that have implemented the technology Long Term Evolution (LTE) in this case Indosat Ooredoo because in order to know the performance of the LTE network in Purwokerto. In this thesis the steps taken are technically using drive test data collection tools include: RSRP and throughput. Statistical data collection using questionnaires. From the analysis in the field of technical network quality Indosat Ooredoo in Purwokerto quite good. Based on the results of statistical tests, it can be seen that the quality of the network have a positive influence on consumer satisfaction. This indicates that the higher the quality of the network, the higher the satisfaction level of customer satisfaction.
576715628C1G014014Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Berbasis Akrual Pada Kabupaten BanyumasPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif terhadap implementasi penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah berbasis akrual pada pemerintah Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendukung serta usaha yang mendorong berhasilnya penerapan akuntansi pemerintah berbasis akrual pada Pemerintah Kabupaten Banyumas serta kendala yang dihadapi dalam implementasi tersebut dan solusinya. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat tiga faktor pendukung keberhasilan penerapan akuntansi berbasis akrual, yaitu aspek Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi dan Komitmen Organisasi. Upaya yang dilakukan dalam mendorong penerapan akuntansi berbasis akrual yaitu sosialisasi, diklat bagi para pegawai di bidang keuangan, penyesuaian aturan terkait pengelolaan aturan sesuai PP nomor 71 Tahun 2010 tentang SAP berbasis akrual, serta menjadikan implementasi basis akrual dalam penyusunan laporan keuangan sebagai program yang prioritas bagi Pemerintah Daerah. Kendala yang dihadapi yaitu tidak meratanya penempatan pegawai pengelola keuangan dengan latar belakang pendidikan Akuntansi dan pola mutasi pegawai yang masih belum terencana dengan baik pada SKPD, penyesuaian regulasi sebelumnya menjadi aturan baru yang prosesnya cukup rumit dan cukup menyita waktu karena terkait birokrasi dalam pemerintahan, masing-masing aplikasi yang digunakan oleh setiap bidang belum seluruhnya saling terintegrasi, pengadaan sarana dan prasarana serta program kegiatan untuk dilaksanakan pada tahap awal penerapan akuntansi berbasis akrual memerlukan anggaran tidak sedikit. Solusi yang dilakukan adalah mengintensifkan pelatihan bagi pengelola keuangan di SKPD, koordinasi terfokus dengan beberapa SKPD terkait, rekonsiliasi rutin atas data keuangan di SKPD dengan PPKD, dan perencanaan yang baik terkait program kegiatan terkait ketersediaan anggaran.This study is a qualitative research on the implementation of Local Government Financial Report accrual based in Banyumas regency government that aims to identify the factors supporting the implementation of accrual-based accounting as well as obstacles encountered in the implementation and solution. The results showed three factors supporting the implementation of accrual accounting, Human Resources, Information System and Technology, and Organizational Commitment. Efforts to encourage the adoption of accrual accounting ie training, adjustment rules and the implementation of the accrual basis as the priority program. Obstacles encountered is uneven staffing, regulatory adjustments, not integrated of application used, the provision of facilities and infrastructure. Solutions that do intensify the training, focused on coordination, regularly reconciliation, and good planning.
576815618D1E012283KADAR VFA DAN N-NH3 BERBAGAI HIJAUAN DALAM PAKAN SAPI POTONG SECARA IN VITROPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar VFA dan N-NH3 pada beberapa hijauan dalam pakan sapi potong secara In Vitro. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 – 15 Februari 2016 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Peubah yang diukur adalah kadar VFA(Volatile fatty acid ) dan Kadar N-NH3 (Amonia). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,001) terhadap kadar VFA dan N-NH3. Perlakuan dapat memberikan pengaruh yaitu kadar VFA dan N-NH3 yang terkandung dalam hijauan mampu memenuhi kebutuhan Nutrien dalam Rumen. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa perlakuan P1 (Daun Jagung) merupakan perlakuan dengan kadar VFA (Volatile fatty acid) tertinggi diantara keempat perlakuan . Perlakuan P4 (Alang-alang) merupakan perlakuan dengan kadar Amonia / N-NH3 tertinggi diantara keempat perlakuan. Berdasarkan uji beda nyata jujur (BNJ), Kadar VFA masing-masing perlakuan dan kontrol Berbeda Nyata (P1 219.066 ± 37.142, P2 138.868 ± 59.452, P3 217.670 ± 28.936, P4 174.940 ± 34.182). Kadar Amonia atau N-NH3 masing-masing perlakuan dan kontrol Berbeda Nyata (P1 14.154 ± 5.409 , P2 14.492 ± 6.170 ,P3 7.432 ± 2.411, P4 20.414 ± 8.907).This study aims to determine the levels of VFA and N-NH3 of some forage in beef cattle feed by in vitro. The study had been conducted from 4 to 15 February 2016 at the Laboratory of Animal Nutrition and Food Sciences, Faculty of Animal Husbandry, University of General Sudirman, Purwokerto. The method was experimental and designed within a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. The variables were the levels of VFA (volatile fatty acid) and those of N-NH3 (Ammonia). Data were analyzed by using an analysis of variance. The results showed that treatments significantly affected (P <0.001) the VFA levels and N-NH3. The treatment influence is that the levels of VFA and N-NH3 contained in forage meet the needs of nutrients in rumen. This study concludes that the treatment P1 produces (Leaf Maize) the highest levels of VFA (volatile fatty acid) among the outcomes from the other treatments. The treatment P4 (Reed) produces the highest ammonia levels / N-NH 3 among the other four treatments. Based on the honest significant difference (HSD) test, VFA levels at each treatment and control are significantly different (219 066 ± 37 142, P2 138 868 ± 59 452, P3 217.670 ± 28.936, P4 174 940 ± 34 182 ). The levels of ammonia or N - NH 3 at each treatment and control are significantly different (P1 14 154 ± 5409, P2 14 492 ± 6170, P3 7.432 ± 2.411, P4 20 414 ± 8907 ) .
576915602E1A011022TANGGUNG JAWAB NEGARA BELANDA TERHADAP TINDAKAN YANG DILAKUKAN OLEH PASUKAN PERDAMAIAN BELANDA (DUTCHBAT) DI YUGOSLAVIA
(Studi Tentang Kasus Nuhanovic Vs The State of the Netherlands 1995)
Skripsi ini membahas masalah dalam konflik bersenjata internasional yang terjadi pada Maret 1992-November 1995. Peristiwa ini terjadi saat para pengungsi dievakuasi tak lama setelah jatuhnya daerah Srebrenica pada 11 Juli 1995. Hasan Nuhanovic (Nuhanovic) yang bekerja sebagai penerjemah di Potocari tempat dimana pasukan perdamaian Belanda (Dutchbat) ditempatkan berhasil lolos dari daftar personil lokal yang dapat ikut evakuasi bersama Dutchbat tetapi ayah, ibu dan saudara Nuhanovic tidak ada dalam daftar personil lokal pengungsi dan mereka diminta untuk meninggalkan komplek pengungsian. Tak lama setelah mereka meninggalkan komplek pengungsian, mereka dibunuh oleh tentara Bosnia Serbia.
Metode pendeketan yang digunakan adalah metode yuridis normaatif. Spesifikasi penelitian ini menggunakan tipe deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Dutchbat tersebut menurut hukum internasional adalah tindakan yang salah karena melanggar prinsip-prinsip hukum yang tersirat dalam Pasal 2 dan 3 dari European Convention on Human Right (EHCR) dan Pasal 6 dan 7 International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR). Selain itu yang menentukan kriteria atribusi untuk pertanggungjawabannya adalah pihak yang mempunyai kontrol langsung yang efektif. Tanggung jawab yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung Belanda untuk negara Belanda adalah dengan membayar biaya €2.273,74 untuk biaya perkara. Belanda juga memberikan kompensasi kepada keluarga korban sebesar €20.000 atau sekitar Rp.317 Juta sebagai ganti rugi akibat kerugian materiil dan immateriil.
This research explained about the problems in International armed conflict on March 1992 – November 1995. It happened when the refugees were evacuated after the fall of Srebrenica in 11 July 1995. Hasan Nuhanovic (Nuhanovic) as a translator in Potocary, a camp of Dutchbat, succesfully escaped from the local personnel list that can join evacuation with Dutchbat, but, his father, mother and brother were not on local refugees list and they were asked to leave the evacuation camp. Then, after they left the evacuation camp, they were killed by Bosnia Serbia soldiers.
This research used juridical normative method as the approach of the research. It used the types of analysis descriptive. The source of data is the source of secondary data that consist of primer, secondary and tertiary data.
The result of this research is the Dutchbat action according to international law is the wrong action because it violated law principles that write on article 2 and 3 from European Convention on Human Right (EHCR) and article 6 and 7 International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR). Besides, the accountability of attribution’s criteria is determined by a part that has the effective control. The responsibility determined by Netherlands’ Supreme Court for Netherlands itself is to pay €2.273,74 for scandal’s cost. It also gives the compensation to the victim’s family in amount €20.000 or Rp.317 million Rupiah as the compensation due to material losses and non-material losess of the result/concequence.
577015601A1H012068ANALISIS STRATEGI PEMBERDAYAAN UKM ROTI MELALUI PENERAPAN SNI ISO 9001:2008 DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
DI PURWOKERTO, BANYUMAS
Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan salah satu kekuatan pendorong pembangunan ekonomi Indonesia. Salah satu sektor UKM yang berkontribusi cukup tinggi adalah produk makanan berjenis roti. Namun, UKM roti tersebut masih mempunyai banyak permasalahan terutama dalam kemampuan manajerial disebabkan oleh rendahnya tingkat SDM. Pemberdayaan UKM harus dilakukan melalui program khusus untuk menerapkan sistem manajemen mutu, berupa perekaman suatu dokumen secara terstruktural dan berfokus pelanggan agar bersaing ketat di era MEA. Dengan terlaksananya program pendampingan dan pelatihan Sistem Manajemen Mutu pada UKM roti yang terpilih bersama pihak akademisi dan BSN di Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis strategi pemberdayaan UKM roti melalui fungsi penerapan SNI ISO 9001:2008 di wilayah tersebut, menggunakan metode pengambilan keputusan AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan memperhatikan persepsi, preferensi dan pengalaman pihak-pihak yang terlibat dalam UKM dan penerapan SNI yang dibentuk dalam susunan hierarki meliputi kriteria aktor, faktor, sasaran dan strategi. Hasil perhitungan dari survei menunjukkan perhitungan nilai EV (eigen value) paling besar dari strategi pemberdayaan UKM roti yaitu melalui kerjasama antara pihak stakeholders (terdiri dari UKM, Universitas dan Pemerintah Daerah) sebesar 0,61 dan kedua sosialisasi dan pendampingan SNI bersama BSN dan Universitas bernilai dan 0,38. Small-Medium Enterprises is one of prosperous instrument to provide the development of economic in Indonesia. One of economic sector that gave a high contibution was from bakery. However, those bakery small enterprises still has many problems such as management control because lackness of human resource’s competency. To manage all of case, a small enterprise is have to applying a quality management system which is recording a structural documents and focusing to maintain the consumer, as an anticipation through competition in the era of Asean Economic Community (AEC) recently. The quality management system would done by assembling the standarization of SNI. As the program of socialization and training about Quality Managament System has carried out for some of bakery small enterprises that situated in Purwokerto, Banyumas District. This research aims to know and analyze the best of improvement strategic by maintaining a function an application of SNI ISO 9001:2008 in that district using one of decision-making methode of AHP. According from point of view such as perception, preference and experience in those parties that arranged into a hierarcichal form, which include some of characteristics made by actors, factors, purpose and strategy. This research and survey’s results indicates a measurement of the biggest eigen value from both of competitiveness strategy which is alliance the stakeholder’s party 0.61 and associate the socialization of SNI with both of University and BSN has conducted with eigen value 0.38.
577115603A1H012010PENGARUH PENGGUNAAN EDIBLE COATING BERBASIS PATI GANYONG TERHADAP MUTU BUAH JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SELAMA PENYIMPANANJambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu buah yang banyak digemari masyarakat dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Buah jambu biji memiliki masa simpan yang pendek dan mudah rusak, karena jambu biji termasuk buah klimaterik. Teknologi yang dapat diaplikasikan adalah edible coating yaitu lapisan tipis untuk menambah umur simpan dan mengurangi kehilangan mutu buah jambu biji. Bahan dasar edible coating yang digunakan yaitu pati dari umbi ganyong karena mengandung amilosa dan pati yang tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: 1) Mengetahui konsentrasi sorbitol sebagai plasticizer yang paling baik dalam pembuatan edible coating untuk menjaga kualitas jambu biji selama penyimpanan. 2) Mengetahui suhu penyimpanan yang paling baik dalam menjaga kualitas jambu biji selama penyimpanan. 3) Mempelajari pengaruh edible coating pada buah jambu biji selama masa penyimpanan dengan mengukur parameter susut bobot, kadar air, tekstur, warna, dan total padatan terlarut. Metode penelitian yang digunakan adalah uji statistika dengan kinetika perubahan mutu. Jambu biji diberikan berbagai perlakuan yaitu penyimpanan suhu rendah dan suhu ruang dengan konsentrasi sorbitol 0%, 1%, 1,5%, sorbitol 2%, 2,5%. Hasil penelitian secara keseluruhan perlakuan yang terbaik yaitu T1S2 (penyimpanan suhu rendah dengan konsentrasi sorbitol 1,5%) yang mampu mempertahankan mutu dari buah jambu biji selama penyimpanan.Guava is one of a kind fruit which be fond by people and has high of economic value. Guava has a short ability in its periode of storage and also perishable because it was classified as a a type of climateric fruit. Basic material of edible coating that used, was made from starch of ganyong potatoes which contained amilose and high of starch. This research was aimed to 1) knowing the concentration of sorbitol as plasticizer for the best in making for edible coating for keep quality of fruit properly during its storage periode. 2) Knowing the the best condition as temperature of storage to keep quality of guava fruit. 3) Learning the effect of edible coating for guava fruits during its storage periode by measured the parameters such as event of weight decreasing, water contents, texture, color and total soluble solids. The methode is used by statictic testing with change of kinetical quality. Those guava was treated with low temperature of storage and room temperature with sorbitol’s concentration 0%, 1%, 1.5%, 2%, 2.5%. The result conducted for whole experiment showed that T1S2 was the best treatment (as low temperature of storage contained 1.5% sorbitol’s concentration) wast able to maintaining the quality of guava during its storage.
577215604E1A011018IZIN POLIGAMI
(Studi Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Gorontalo Nomor 223/Pdt.G/2014/PA.Gtlo)
Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri, seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami. Asas monogami yang dianut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.
Metode pendekatan yang digunakan dalam pendekatan ini adalah metode yuridis normatif. Spesifikasi penelitian ini menggunakan tipe deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer, sekunder, dan tertier. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara Nomor: 223/Pdt.G/2014/PA.Gtlo tentang izin poligami.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dasar pertimbangan hukum hakim mengenai permohoan izin poligami, Pertimbangan hakim dalam memberikan izin permohonan poligami pemohon terhadap putusan nomor: 223/Pdt.G/2014/PA.Gtlo dalam hal ini menyimpangi atau tidak sesuai dengan syarat alternatif yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 41 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 57 Kompilasi Hukum Islam. Walaupun demikian hakim tetap memberikan izin poligami kepada pemohon karena syarat kumulatif yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 40, Pasal 41 huruf b, c, d Peraturan Pemerintan Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 55 ayat (2), Pasal 56 ayat (2), Pasal 58 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam telah terpenuhi dan hakim mempertimbangkan untuk menghindari kemudharatan dan kemaslahatan agar tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama.
Article 3 (1) of Law No. 1 of 1974. In a marriage can only be a man to have a wife, a woman may only have a husband. The principle of monogamy adopted Act No. 1 of 1974 About Marriage.

The method used in this approach is a method normative. Specifications This research uses descriptive type. Source data used are primary data, secondary, and tertiary. The data collection is done by the study of literature. The analytical method used is a qualitative normative. This study aims to determine the basic legal consideration of judges in deciding the case number 223 / Pdt.G / 2014 / PA.Gtlo about the permission for polygamy.

The results showed that the basic legal considerations regarding the request of the judge permits polygamy, the judge Considerations in giving permits polygamy applicant's petition against the decision number 223 / Pdt.G / 2014 / PA.Gtlo in this case deviate or not in accordance with the alternative requirements contained in regulations law Article 4 paragraph (2) of Law No. 1 of 1974 About Marriage in conjunction with Article 41 letter a Government Regulation No. 9 of 1975 On Implementing Regulations of Law No. 1 of 1974 About Marriage in conjunction with Article 57 Compilation of Islamic Law. Yet judges continue to give the permission for polygamy to the applicant because of the terms of cumulative contained in the legislation of Article 5, paragraph (1) of Law No. 1 of 1974 About Marriage in conjunction with Article 40, Article 41 letter b, c, d Regulation Goverment No. 9 1975 About the Implementing Regulations of Law No. 1 of 1974 About Marriage in conjunction with Article 55 paragraph (2), Article 56 paragraph (2), Article 58 paragraph (1) Compilation of Islamic Law have been met and the judge to consider avoiding jeopardy and benefit from being acts prohibited by religion.
577315605A1H012035STUDI POTENSI LIMBAH CAIR TAPIOKA UNTUK MENGHASILKAN GAS METAN DENGAN PENAMBAHAN STARTER KOTORAN SAPI DAN EM4 (STUDI KASUS DI PABRIK ACI 55 PURBALINGGA)Limbah cair tapioka merupakan salah satu hasil samping dari pengolahan singkong menjadi tepung tapioka yang dapat dimanfaatkan menjadi biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik melalui proses fermentasi anaerob dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif energi bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi produksi biogas dan kandungan CH4, yang dihasilkan dengan perlakuan penambahan starter kotoran sapi dan EM4 terhadap limbah cair tapioka pada proses fermentasi dengan menganalisis parameter rasio C/N, pH, temperatur, TS, VS, BODdan COD. Limbah cair tapioka pada penelitian ini diperoleh dari Pabrik Aci 55, Desa Timbang, Kabupaten Purbalingga. Sampel yang telah diambil ditambahkan starter kotoran sapi dengan komposisi 5%, 10% dan 15% pada 4 liter limbah cair tapioka. Pada masing-masing perlakuan tersebut ditambahkan EM4 0,5%. Kontrol berupa 4 liter limbah cair tapioka tanpa penambahan starter kotoran sapi dan EM4, dengan waktu fermentasi 35 hari. Hasil yang didapat kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Jika berpengaruh, maka dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil uji sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan starter kotoran sapi dan EM4 berpengaruh pada kandungan CH4. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa jumlah produksi biogas terbaik dihasilkan oleh perlakuan penambahan kotoran sapi 15%, yaitu sebesar 25,60 ml biogas dengan produksi kumulatif mencapai 3,95 l/kg TS dan persentase penurunan TS=23,77%. Selain itu, kandungan CH4 yang dihasilkan pada hari ke-18, 26 dan 35 sebesar 2500,69 ppm, 2909,63 ppm dan 3162 ppm.Tapioca liquid waste is a by product from the processing of cassava into tapioca flour that can be harnessed into biogas. Biogas is gas that produced from organic materials through anaerobic fermentation process and can be used as an alternative fuel energy. This study aims to determine the potential for biogas production and content of CH4 produced, by treatment with the addition of cattle’s solid waste and EM4 against tapioca liquid waste in the fermentation process by analyzing the parameters of the C/N ratio, pH, temperature, TS, VS, BOD and COD. Tapioca liquid waste in this study was obtained from the Aci 55 Factory, Timbang, Purbalingga. Samples that has taken would be added with starter from cattle’s solid waste in compositions 5%, 10% and 15% amount 4 liters volume of tapioca liquid waste. Each of treatments added with EM4 0.5%. Controlling treatment is 4 litres of tapioca liquid waste without aditional starter of cattle’s solid waste and EM4,for 35-day of fermentation period. The results would be analyzed by using analysis of variance.A If the result shows influence of the treatments, then it will be continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. Analysis of variance results show that the addition of cattle’s solid waste and EM4 starter effect on the content of CH4. The results of analysis showed the highest production of biogas were generated by the additional starter of cattle’s solid waste treatment of 15%, that is 25.60 ml of biogas with cumulative production reached 3.95 l/kg TS and TS decreasing percentage of 23.77%,. In addition the CH4 content observed in certain day of 18th, 26th and 35th are 2500.69 ppm, 2909.63 ppm and 3162.73 ppm respectively.
577415607C1B012009Pengaruh Atribut Produk, Harga, Word Of Mouth, Citra Merek dan Gaya Hidup Terhadap Perpindahan Merek Penelitian yang berjudul "Pengaruh Atribut Produk Harga Word of Mouth Citra Merek dan Gaya Hidup Terhadap Perpindahan Merek" bertujuan untuk menganalisis pengaruh atribut produk, harga, word of mouth, citra merek, dan gaya hidup terhadap perpindahan merek dari smartphone Samsung. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman ex pengguna smartphone Samsung yang telah berpindah ke smartphone merek lain, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan untuk pengujian hipotesis digunakan uji secara parsial (uji t).
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengujian secara parsial menunjukan bahwa variabel atribut produk dan harga berpengaruh negatif terhadap perpindahan merek, variabel word of mouth dan gaya hidup berpengaruh positif terhadap perpindahan merek, sedangkan variabel citra merek tidak berpengaruh terhadap perpindahan merek.
The research, tittled "The Effect of Feature Price Word of Mouth Brand Image and Lifestyle of Brand Switching". The purpose this study to identify and analys the effect of feature, price, word of mouth, brand image, and lifestyle to brand switching from Smartphone Samsung. The population in this study were students of S1 Economics and Bussiness Faculty Jenderal Soedirman University who use smartphone Samsung and have brand switching to other smartphone brand with a total sample of 100 respondents.Data analyze method used is multiple regression analysis and the significance level use the partial test (test t),
Based the results of analysis show that the partial showed variable feature and price has negatively affect to brand switching, variable word of mouth and lifestyle has positively affect to brand switching, while the varibale brand image do not have a affect to brand switching.

577515608A1H012053ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PENERAPAN SNI ISO 9001:2008 STUDI KASUS PERUSAHAAN ROTI "X" DI PURWOKERTO, BANYUMASMasyrakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diberlakukan pada tanggal 31 Desember 2015 bertujuan untuk memperkuat ekonomi regional sekaligus meningkatkan keamanan dan perbaikan sosial di negara ASEAN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penghambat yang dihadapi perusahaan roti “X”, berlokasi di Kabupaten Banyumas, dalam proses sertifikasi SNI ISO 9001:2008 sebagai strategi menghadapi MEA. Sebanyak 100 responden diwawancara dengan menggunakan metode disproportional stratification sampling. Factor analisis digunakan untuk mengidentifikasikan faktor penghambat dalam proses sertifikasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga faktor penghambat: a) Komitmen manajemen puncak dalam pengendalian kualitas untuk memenuhi selera konsumer dan standar SNI dengan nilai varians 35%, b) Pelatihan karyawan mengenai SOP perusahaan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai proses operasi yang efektif dan efisien (nilai varians 23,3%), c) Ploting karyawan sesuai dengan skil dan keahlian untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (nilai variance 10,5%). Variabel yang diintifikasikan tersulit adalah “Pengembangan dan inovasi bentuk dan rasa roti berdasarkan selera pelanggan”.

The ASEAN Economic Community (MEA) that was implemented by 2015 will enhance the region’s economic stability and integration as well as contribute to security and social environment by interlocking the region together. The aim of this study is to examine the obstacle factors of a bakery industry “X’ located in Banyumas regency during certification process of SNI ISO 9001:2008 to increase its global competitiveness to deal with MEA. A total of 100 respendents of Small Medium Enterprise (SME) “X” were interviewed using sratified disproporsional sampling. Factor analysis was used to identify obstacle factors during certification process of SNI 9001:2008. Three factors are determined that are; a) top management commitment to control the quality of the products in order to achieve consumer satisfaction and fulfill SNI standard which total contribution to varience is 35% b) implementing training and development program based on needs in order to achieve the effectiveness operation process with total variance explained 23.3%, and c) appropriate staffing is set up based on employeers’ skills and expertise with total variance explained 10,5%. The most difficult variable is the product innovation development to fulfill consumers’ taste expectation.


577615609A1H012074ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI PADA PROSES PRODUKSI GULA KELAPA KRISTAL
DI CV. GEMATI GATI INDONESIA DESA KARANGENDEP KECAMATAN PATIKRAJA
KABUPATEN BANYUMAS
Energi merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia, oleh sebab itu keseimbangan energi dalam suatu sistem harus dipertahankan. Semakin banyaknya energi yang dibutuhkan dan semakin berkurangnya sumber energi yang ada mengakibatkan semakin mahal harga energi tersebut. Hasil analisis energi akan memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai penggunaan energi dari suatu sistem yang mengkonsumsi energi sehingga sumber-sumber pemborosan energi dapat dikurangi dan efisiensi energi dapat dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis energi yang digunakan pada produksi gula kelapa kristal di CV. Gemati Gati Indonesia Desa Karangendep Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas, dan mengetahui kelayakan usaha produksi gula kelapa kristal. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan Februari - April 2016. Data primer diperoleh melalui observasi pada setiap tahapan proses produksi. Data sekunder diperoleh dari catatan atau laporan di pabrik serta pustaka lain yang mendukung. Variabel penelitian meliputi energi manusia, energi listrik, energi bahan bakar, nilai efisiensi mesin pengering, dan BEP. Proses pembuatan gula kelapa kristal dimulai dari pemilihan bahan baku, pemasakan I, penyaringan, pemasakan II, granulasi atau kristalisasi, pengayakan I, pengeringan, pengayakan II, sampai pengemasan. Dalam setiap tahap diperlukan energi untuk menjalankan proses. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kebutuhan energi pada produksi gula kelapa kristal per kg adalah sebagai berikut: energi manusia 0,593 MJ, energi bahan bakar sebesar 4,789 MJ dan energi listrik sebesar 0,173 x 10-3 MJ dan total energi sebesar 5,382 MJ. Berdasarkan analisis finansial yang telah dilakukan terhadap produksi gula kelapa Kristal selama tahun 2016, break even point dicapai pada produksi 10.582 kg dan penjualan Rp. 277.136.061,00 dengan asumsi harga jual Rp. 32.500,00 per kg.Energy is important in human life, therefore, the energy balance in a system should be maintained. More and more energy is needed and the decreasing sources of energy resulting in more expensive price of the energy. The results of the analysis of energy will provide a comprehensive picture of the energy use of a system that consumes energy so that the sources of energy wastage can be reduced and energy efficiency can be done. This study aims to determine the type of energy used in the production of crystals coconut sugar on the CV. Gati Gemati Indonesia Village Karangendep Patikraja District of Banyumas, and determine the feasibility of the production of crystals coconut sugar.Research was conducted during three months in February - April 2016. The primary data obtained through observations at each stage of the production process. Secondary data were obtained from records or reports in the factory and other libraries that support. Variables include the study of human energy, electrical energy, fuel energy, the efficiency of the dryer, and BEP. The process of making crystals coconut sugar starts from the selection of raw materials, cooking I, filtering, cooking II, granulation or crystallization, sieving I, drying, sieving II, and packaging. In every stage needed of energy to run the process. The calculations show that the energy needs of the production of crystals coconut sugar per kg are: human energy 0,593 MJ, fuel energy 4,789 MJ ,electricity of 0,173 x 10-3 MJ and a total energy of 5,382 MJ. Based on the financial analysis has been done on the production of crystals coconut sugar during 2016, the break even point is achieved on the production at 10.582 kg. and sales Rp. 277.136.061,00 of crystal coconut sugar assuming a selling price of Rp. 32500.00 per kg.
577715610C1B012095Pengaruh Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Persepsi Kualitas dan Loyalitas Merek Terhadap Ekuitas Merek Laptop Asus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis “Pengaruh Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Persepsi Kualitas dan Loyalitas Merek Terhadap Ekuitas Merek Laptop Asus". Penelitian dilakukan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 100 responden dari Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Data di analisis menggunakan analisis regresi berganda dengan uji t sebagai metode pengujian hipotesis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek secara parsial berpengaruh positif terhadap ekuitas merek laptop Asus. Merujuk pada penelitian ini, faktor yang paling mempengaruhi ekuitas merek adalah kesadaran merek, maka disarankan bagi manajer bagian pemasaran untuk membuat iklan di media cetak dan elektronik. Periklanan perlu dilakukan secara terus menerus agar merek laptop Asus selalu berada dalam benak konsumen (Top of Mind).
Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan lokasi penelitian, subyek dan obyek penelitian, metode penelitian serta variabel penelitian.
This research aim to perceive and analyze “The Influence of Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality and Brand Loyalty Regarding Brand Equity of Asus Laptop”. This research was conducted using questioner method, which there were 100 total samples of respondents from the undergraduate students of Economics and Business Faculty, University of Jenderal Sudirman Purwokerto. The data was analyzed using multiplied linear regression by testing t as the examination of hypothesis method.
The result of this research showed that the brand awareness, brand association, perceived quality, and brand loyalty were partially giving positive impact on the brand equity of Asus laptop. Based on this research, the most influencing factor in the brand equity is brand awareness, suggestion for the marketing manager to make advertising on the press and on the electronics media. Advertising need to be publish intensifly so that the Asus laptop brand still in the consumers mind (Top of Mind).
The following research is hoped to expand the research location and to develop research subject and object. The researcher is also advised to considerate the research methods and it’s variable.
577815389A1M012039IMPLEMENTASI DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU SNI ISO 9001:2008 DAN PENILAIAN MUTU MINYAK GORENG KELAPA PADA KUB MITRA SEJAHTERA, PURWOREJOSistem manajemen mutu SNI ISO 9001:2008 dan mutu produk sesuai dengan SNI merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya saing UKM di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). KUB Mitra Sejahtera adalah UKM yang berkeinginan untuk menghasilkan minyak goreng kelapa bermutu baik dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji implementasi dokumen sistem manajemen mutu pada KUB Mitra Sejahtera berdasarkan SNI ISO 9001:2008; 2) Menilai mutu minyak goreng KUB Mitra Sejahtera berdasarkan SNI 3741:2013; 3) Mengetahui tingkat implementasi dokumen sistem manajemen mutu SNI ISO 9001:2008 terhadap penilaian mutu minyak goreng berdasarkan SNI 3741:2013 sebagai rekomendasi bagi KUB Mitra Sejahtera. Analisis gap dan uji T (paired sample t-tes) digunakan untuk mengkaji implementasi dokumen sistem manajemen mutu, sedangkan penilaian mutu minyak goreng kelapa berdasarkan SNI 3741:2013 dinilai secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pendampingan SNI ISO 9001:2008 dapat meningkatkan penerapan sistem manajemen mutu pada KUB Mitra Sejahtera sebesar 75% (baik) dari kondisi awal sebelum implementasi dokumen sebesar 33,5% (buruk). Berdasarkan hasil uji laboratorium, minyak goreng KUB Mitra Sejahtera belum memenuhi syarat mutu SNI 3741:2013 yaitu kadar air dan senyawa yang menguap mencapai 0,82% dari batas maksimum 0,15% dan cemaran logam tembaga yang mencapai 1,62 mg/kg dari batas maksimum 0,1mg/kg.Quality management system SNI ISO 9001:2008 and product quality in accordance with the SNI is one way to improve the competitiveness of Small Medium Enterprises in the era of ASEAN Economic Community (MEA). KUB Mitra Sejahtera, Small Medium Enterprises which is produce coconut oil desirous to produce consistent and good-quality products. This research’s aims to: 1) examines the implementation of quality management system document on KUB Mitra Sejahtera based on SNI ISO 9001:2008; 2) Assesses the quality of KUB Mitra Sejahtera’s coconut oil based on SNI 3741:2013; 3) Find out the implementation level of quality management system SNI ISO 9001:2008 document toward coconut oil quality assessment based on SNI 3741:2013 as a recommendation for KUB Mitra Sejahtera. Gap analysis and test T (paired sample t-test) were used to examine the implementation of the quality management system document, While the result of coconut oil’s quality based on SNI 3741:2013 in descriptive. Research results showed that guidance of SNI ISO 9001:2008 can improve the quality management system impelementation on KUB Mitra Sejahtera of 75% (very good) from initial conditions before the implementation document of 33.5% (bad). Based on laboratory test result, coconut oil of KUB Mitra Sejahtera not qualified yet as SNI quality 3741:2013 on water content and evaporate compounds that reach 0.82% of maximum limit 0.15% and copper metal impurities which reach 1.62 mg/kg maximum limit of 0, 1mg/kg.
577915611F1C012066Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Pemasaran (Penggunaan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Oleh Pengelola Akun Online Shop di Purwokerto)Komunikasi pemasaran merupakan gabungan antara unsur-unsur yang melibatkan merek tertentu dan pertukaran pesan antara produsen dan konsumen. Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi komunikasi membuat kegiatan komunikasi pemasaran dapat dilakukan dimana saja termasuk melalui media baru seperti media sosial. Semua media sosial pada dasarnya dapat dijadikan sebagai media untuk melakukan kegiatan komunikasi pemasaran. Namun sekarang media sosial yang paling sering digunakan untuk melakukan kegiatan komunikasi pemasaran adalah Instagram. Penelitian berjudul Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Pemasaran (Penggunaan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Oleh Pengelola Akun Online Shop di Purwokerto) berujuan untuk mengetahui bagaimana media sosial Instagram digunakan oleh pengelola akun online shop di Purwokerto sebagai media komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan yang menjadi subjek pada penelitian ini adalah beberapa pengelola akun online shop di Purwokerto yang menggunakan media sosial Instagram untuk melakukan kegiatan komunikasi pemasaran. Teknik yang digunakan untuk memilih informan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan metode seperti wawancara mendalam, observasi dan dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukkan jika penggunaan Instagram di kalangan pengelola akun online shop yang ada di Purwokerto tidak dapat dipisahkan dari fitur-fitur di media sosial tersebut, seperti hashtag serta menjalin komunikasi yang baik dengan para followers atau netizen adalah kunci utama dalam melakukan kegiatan komunikasi pemasaran melalui Instagram.
Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Teknologi Komunikasi, Media Baru, Media Sosial, Penggunaan Instagram
Marketing communication is a combination between the elements that involve particular brand and the message exchange between producer and consumer. As time goes by, the development of communications technology has made marketing communication activity can be done anywhere including through new media such as social media. Basically all social medias can be the medium to do marketing communication activity. But now the social media that is often used to do marketing communication activity is Instagram. The research that titled Social Media As A Marketing Communication Medium (The Usage of Instagram As A Marketing Communication Medium By Online Shop Account Manager in Purwokerto) purposed to know how Instagram is used by online shop account manager in Purwokerto as a marketing communication medium. This research used the qualitative method and the subjects in this research were online shop account manager in Purwokerto that use Instagram to do marketing communication activity. The technique that was used to choose informant in this research was purposive sampling. In order to collect the data that needed, the researcher used some methods such as in-depth interview, observation and documenter. The result of this research showed that the usage of Instagram in online shop account manager circle in Purwokerto can’t be separated from the features on that social media, such as hashtag and creating good communication with the followers or the netizen is the main key in order to do marketing communication activity through Instagram.
Keyword: Marketing Communication, Communications Technology, New Media, Social Media, The Usage of Instagram
578015612D1E012246TINGKAT KONSENTRASI PERENDAMAN RUMPUT LAPANG MENGGUNAKAN ASAM JAWA (TAMARINDICUS INDICA L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR TIMBAL (Pb) DAN KADAR ABUPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat konsentrasi asam jawa (Tamarindus indica L.) terhadap penurunan kadar timbal (Pb) dan kadar abu rumput lapang. Materi yang digunakan adalah rumput lapang yang diperoleh dari sepanjang jalan raya Desa Pageraji km. 25 Cilongok, Kab. Banyumas dengan jarak dari tepi jalan 1 meter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental dan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan: R0= rumput lapang dan aquades, R1= rumput lapang dan larutan asam jawa 25%, R2= rumput lapang dan larutan asam jawa 50%, R3= rumput lapang dan larutan asam jawa 75% dengan perbandingan sama 1 : 10 (rumput : larutan) dan 5 kali ulangan. Data dianalisis dengan analisis ragam dan uji orthogonal polynomial. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi perendaman rumput lapang menggunakan asam jawa berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar timbal timbal (Pb) dan kadar abu. Perlakuan memberikan respon secara kurva linier dengan persamaan garis kadar timbal (Pb) Y= 0,42724 – 0,00228 X dan koefisien determinasi (R2)= 0,50. Persamaan regresi linier kadar abu Y= 2,4421 – 0,007 X dan koefisien determinasi (R2)= 0,81. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat konsentrasi perendaman rumput lapang menggunakan asam jawa selama 60 menit dengan konsentrasi 75% menunjukkan kadar timbal (Pb) dan kadar abu paling rendah. Kadar timbal (Pb) turun sebesar 42,48% dan kadar abu turun 20,40%.This research aimed to assess the concentration levels of tamarind (Tamarindus indica L.) to decrease the lead content (Pb) and ash content in the field grass. The research material was field grass obtained from the highway side of Pageraji at km. 25th, Cilongok, Banyumas, with a distance of 1 meter from road body. This experimental research was designed within a completely randomized design (CRD) with 4 treatments, i.e. R0= field grass and aquadest, R1= field grass and solution of tamarind 25%, R2= field grass and solution of tamarind 50%, and R3= field grass and solution of tamarind 75% with the same ratio of 1 : 10 (grass : solution), and 5 replications. The analysis of variance showed that the levels of tamarind concentrations had a highly significant effect (P<0.01) on the lead content (Pb) and ash content of the grass. The treatments provide a response in linear curve with a regression equation of lead content (Pb) Y= 0.42724 – 0.00228 X and a coefficient of determination (R2)= 0.50. The linear regression equation of ash content was Y= 2.4421 – 0.007 X and the coefficient of determination (R2)= 0.81. Based on these results, it can be concluded that the level of tamarind concentration of 75% for 60 minutes shows the lowest lead content (Pb) and ash content. The lead content (Pb) decreases by 42.48% and the ash content by 20.4%.