Artikelilmiahs
Menampilkan 5.801-5.820 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5801 | 15634 | F1A011059 | Eksistensi Komunitas Metalhead di Tengah Perkembangan Musik Metal di Purwokerto | Banyaknya kendala, minimnya peralatan, media, hingga dengan fasilitas yang amat sangat memadai saat ini, musik metal dan komunitas metalhead akan selalu eksis. Karena musik metal merupakan suatu bentuk alternatif dari musik mainstream. Selain itu juga, pengaruh dan peranan dari para musisi dan komunitas selalu ada didalamnya untuk terus bersama-sama saling mendukung dan melahirkan regenerasinya. Dalam peranannya, komunitas Purwokerto metalhead telah memberikan kontribusi yang cukup besar di dalam perkembangan musik metal di Purwokerto. Mulai dari penyelenggaraan event metal dari yang kecil sampai yang besar, dimana event tersebut ditujukan sebagai wadah para musisi metal untuk mengekspresikan, menuangkan karyanya, serta memunculkan bibit-bibit baru. Selain itu mereka juga memiliki kegiatan usaha seperti sablon kaos, untuk membuat kaos merchandise band yang ditujukan untuk saling mendukung sesama band metal. Dan juga selalu berkarya untuk membuktikan keeksisannya di dalam perkembangan musik metal di Purwokerto. Berbagai macam kegiatan dan peranan yang dilakukan para komunitas Purwokerto metalhead di dalam perkembangan musik metal merupakan suatau bentuk eksistensi mereka yang tidak akan pernah meredup sampai kapanpun. | Facing some obstacles, having minimum equipment and media, up to having facilities which are very sufficient now. Metal music and metalhead community will always exist since metal music is one alternative of mainstream music. Besides, the influence and the role of musicians and communities will always exist to support and bear regeneration of metal music. Metalhead community in Purwokerto has given big enough contribution in developing metal music in Purwokerto, for example, holding metal music event from the small one up to the big one in which the event held as a place for metal musicians to express and shape their works, also as a place to hold people which have talent in metal music that finally will bear the new metal musicians. On the other hand, some metal musicians and communities have a business like silk-screening where they produce clothes as the merchandise of certain metal bands in order to support fellow metal bands. They always give their contribution to prove their existence in the development of metal music in Purwokerto. Some activities and roles are done by metalhead community in Purwokerto in developing metal music as the proof of their existence that will always shine every time. | |
| 5802 | 15635 | D1E012147 | BOBOT KARKAS, PERSENTASE KARKAS, DAN LUAS AREA MATA RUSUK KE-13 PADA SAPI PERANAKAN SIMMENTAL DAN SAPI PERANAKAN ONGOLE DI RPH PURWOKERTO | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan luas area mata rusuk ke-13 pada sapi Peranakan Simmental dan sapi Peranakan Ongole. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Mei sampai 21 Juni 2016 di RPH Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey. Objek yang diamati meliputi bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan luas area mata rusuk ke-13 pada sapi Peranakan Simmental dan sapi Peranakan Ongole dengan jumlah sampel masing-masing 25 ekor, umur sapi 2-3 tahun, dan jenis kelamin jantan. Data diuji menggunakan uji – t perbandingan antara 2 sampel bebas (independent two sample t-test). Hasil penelitian diketahui bahwa dari 25 ekor sapi Peranakan Simmental dan sapi Peranakan Ongole menghasilkan rataan bobot potong sapi Peranakan Simmental mempunyai rataan 403,32 ± 39,226 kg, bobot karkas 172,16 ± 14,03 kg, persentase karkas 42,71 ± 0,904%, dan luas area mata rusuk ke-13 yaitu 101,39 ± 12,82 cm2. Sedangkan rataan bobot potong sapi Peranakan Ongole yaitu 368,84 ± 34,226 kg, bobot karkas 164,12 ± 12,80 kg, persentase karkas 44,55 ± 1,082 %, dan luas area mata rusuk ke-13 yaitu 85,53 ± 4,943 cm2. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sapi Peranakan Simmental mampu menghasilkan bobot potong, bobot karkas, dan luas area mata rusuk ke-13 yang lebih tinggi dari sapi Peranakan Ongole sementara sapi Peranakan Ongole menghasilkan persentase karkas yang lebih tinggi dari sapi Peranakan Simmental. | The aim of this research was to determine the differences betwen Simmental crossbres cattle and Ongole crossbred cattle’s slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and the widht of their 13th rib eye area. The research had been conducted at Purwokerto Abattoar from 24th of May until 21st of June 2016. This research used a survey method. The variables included slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and the 13th rib eye area of 25 Simmental crossbres bull, 25 Ongole crossbres bull, all of which were 2 year old. Data were tested using the t-test comparison (independent two sample t-test). The average of slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and the 13th rib eye area widht of Simmental crossbres cattle’s were, respectively, 403.32 ± 39.226 kg, 172.16 ± 14.03 kg, 42.71 ± 0.904%, and 101.39 ± 12.82 cm2. Whereas those of Ongole crossbred were, respectively, 368.84 ± 34.226 kg, 164.12 ± 12.80 kg, 44.55 ± 1.082%, 85.53 ± 4.943 cm2. The research revealed that, compared to Ongole crossbred cattle, Simmental crossbred cattle are able to produce more slaughter weight, carcass weight, and 13th rib eye area. While Ongole crossbred cattle produce a higher carcass percentage than what Simmental crossbred do. | |
| 5803 | 15640 | D1E012023 | KADAR SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR KULIT POLONG KACANG HIJAU DENGAN PENGOLAHAN YANG BERBEDA | Penelitian yang dilaksanakan mulai tanggal 15 Maret hingga 14 Mei 2016 di Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, ini bertujuan untuk mengkaji kandungan serat kasar dan protein kasar kulit polong kacang hijau dengan berbagai metode pengolahan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Peubah yang diukur adalah serat kasar dan protein kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengolahan pakan dengan Amoniasi urea 4%, fermentasi EM-4 1% dan molases 1%, fermentasi EM-4 2% dan molases 2% berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada kadar serat kasar dan protein kasar. Rataan serat kasar kasar yang tertinggi yaitu (R1) yaitu 26.21% ± 0.43%, diikuti oleh (R2) sebesar 33.18% ± 0.65%, dan (R3) 33.24% ± 0.59%. Rataan protein kasar yang tertinggi (R1) yaitu 13.58% ± 0.40%, (R2) sebesar 8.63% ± 0.31%, (R3) 8.62% ± 0.30%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teknik pengolahan kulit polong kacang hijau dengan amoniasi urea 4% dan fermentasi menggunakan EM-4 1% molases 1 % dan fermentasi EM-4 2 % molases 2% menghasilkan nilai penurunan serat kasar dan peningkatan protein kasar kulit polong kacang hijau. Perlakuan (R2) dan (R3) tidak berpengaruh nyata. | This research, which had been conducted from 15 March to 14 May 2016 at the Laboratory of Animal Feed Stuff, Faculty of Husbandry, Jenderal Sudirman University, Purwokerto, aimed to assess the contents of crude fiber and crude protein in the shells of green bean that was proceed with various methods. This experimental research applied a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The data was analyzed by using an analysis of variance and was followed by an Honestly Significant Difference (HSD). The parameters measured were the crude fiber and crude protein. The results showed that the feed processing techniques using ammoniation urea 4%, fermentation of EM-4 1% and 1% molasses, fermentation of EM-4 2% and 2% molasses were highly significant (P<0.01) to the crude fiber and crude protein. The highest average of crude fiber was generated from the treatment (R1), which was 26.21% ± 0.43%, followed by (R2) 33.18% ± 0.65%, and (R3) 33.24% ± 0.59%. The highest average of the crude protein was obtained from the treatment (R1), which was 13.58% ± 0.40%, (R2) 8.63% ± 0.31%, and (R3) 8.62% ± 0.30%. Based on the results, this study concludes that green bean shells which are proceeded with ammoniation urea 4% and fermentation using EM-4 1% molasses 1% and fermenting EM-4 2% molasses 2% decrease the crude fiber and increase the crude protein. Treatments (R2) and (R3) have no significant effect on both the crude fiber and crude protein. | |
| 5804 | 15641 | H1L009007 | RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN MUSTAHIK MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (Studi Kasus Pondok Pesantren Sirojuddin) | Dari data yang disampaikan Didin Hafidhuddin (Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional), bahwa potensi zakat di Indonesia pertahunnya mencapai Rp 217 Triliun, namun pada bulan November tahun 2014 dana yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) baru sebesar Rp 75 Miliyar. Hal ini menggambarkan bahwa pengumpulan dana zakat masih belum optimal. Disamping pengumpulan dana zakat yang belum optimal, pengelolaan dan penyaluran dana zakat yang sudah terhimpun saat ini juga masih belum optimal, sehingga tujuan dari zakat untuk membantu menekan angka kemiskinan belum tercapai. Hal inilah yang mendasari Pondok Pesantren Sirojuddin untuk bergerak dalam hal pengumpulan, pendayagunaan dan penyaluran dana zakat kepada mustahik. Namun, dalam menentukan mustahik Pondok Pesantren Sirojuddin masih tergantung sepenuhnya dari hasil analisa Ketua Yayasan sehingga mengakibatkan penyaluran yang tidak tepat sasaran, karena ketidakakuratan keputusan dalam menentukan mustahik, sebagai dampak dari analisa yang masih subjektif dari pembuat keputusan. Inilah yang menjadi latar belakang penulis untuk mengusulkan pengembangan sistem pendukung keputusan penentuan mustahik menggunakan metode simple additive weighting (SAW) yang nantinya diharapkan dapat menghindari atau meminimalisir ketidakakuratan dalam menentukan mustahik. Dengan diterapkan sistem ini diharapkan dapat memberikan keputusan penentuan mustahik yang lebih objektif sehingga penyaluran yang dilakukan Pondok Pesantren Sirojuddin lebih tepat sasaran. | From the data that was presented by Didin Hafidhuddin (Chairman of Badan Amil Zakat Nasional), that the zakat potential in Indonesia has reached Rp 217 trillion per year, but in November 2014 the funds that was raised by Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) was Rp 75 Billion. It showed that the collection of zakat funds is not optimal. Not only that, but also the management and the distribution of zakat funds that have been collected was still the same, so that the purpose to help reduce poverty has not been achieved. This is the main reason of Sirojuddin Islamic Boarding School to do the collecting, utilizing and distributing zakat funds to the mustahik. However, in determining mustahik, Sirojuddin Islamic Boarding School still depends on the results of the managers’ analysis result thus the distribution is not in the right track as purposed. The inaccuracies in determining mustahik, is a result from the subjective analysis of the decision-maker. This what makes the author proposed the structure design of a decision support system using the method of determining mustahik simple additive weighting (SAW) that will be expected to avoid or minimize inaccuracies in determining mustahik. By implementing this system, it is expected to provide a more objective decision in determining mustahik so that the distribution that has been done can be distributed much better than before. | |
| 5805 | 15642 | D1E012099 | KADAR NDF DAN ADF KULIT POLONG KACANG HIJAU DENGAN PENGOLAHAN YANG BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar kandungan NDF dan ADF kulit polong kacang hijau yang diamoniasi dengan urea dan fermentasi dengan EM-4 dan molasses. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 25 April 2016 sampai dengan 08 Mei 2016 di Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Dalam penelitian ini materi yang digunakan adalah kulit polong kacang hijau sebanyak 8.000 g, urea 90,5 g, EM-4 67,875 ml, molasses 67,875 ml, larutan detergen netral (NDS), 5 g sodium sulfit, larutan detergen asam (ADS). Seperangkat alat untuk analisis NDF dan ADF. Penelitian menggunakan metode eksperimental dan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Sebagai perlakuan adalah R0= kulit polong kacang hijau tanpa perlakuan, R1= kulit polong kacang hijau amoniasi dengan urea 4%, R2= kulit polong kacang hijau fementasi dengan EM-4 1% dan molasses 1%, dan R3= kulit polong kacang hijau fementasi dengan EM-4 2% dan molasses 2%; dan lima kali ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rataan kadar NDF R0= 73,673%, R1= 63,196%, R2= 66,048%, dan R3= 67,028%. Hasil analisis menunjukkan bahwa rataan kadar ADF R0= 52.476%, R1= 47,708%, R2= 50,806%, dan R3= 51,444%. Hasil analisis variansi menujukkan bahwa bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar NDF dan ADF. Hasil Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan bahwa perlakuan R1, R2, dan R3 sangat nyata lebih rendah dibandingkan R0, perlakuan R1 nyata lebih rendah dibandingkan R3, perlakuan R1 tidak nyata lebih rendah dibandingkan R2, dan perlakuan R3 tidak nyata lebih rendah dibandingkan R2. Dapat disimpulkan bahwa amoniasi menggunakan urea 4% dapat menurunkan kadar NDF dan ADF kulit polong kacang hijau. Sedangkan fermentasi menggunakan EM-4 dan molasses dengan kadar masing-masing 1% dan 2% menurunkan kadar NDF dan ADF yang sama besarnya. | This research aimed to examine the NDF (Neutral Detergent Fiber) dan ADF (Acid Detergent Fiber) of green bean shells that were ammoniated with urea and were fermented with EM-4 and molasses. This research had been conducted from April 25th to May 8th 2016 at the Laboratory of Animal Feed Stuff, Faculty of Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research materials were 8.000 g green bean shells, 90,5 g urea, EM-4 67,875 ml, molasses 67,875 ml, neutral detergen solution (NDS), 5 g sodium sulfit, acid detergen solution (ADS), a set of equipments to analisis the NDF and ADF. This experimental research was designed a Completely Randomized Design (CRD). The data was analyzed with an analysis of variance and in a futher test with the Honest Significant Different (HSD). The treatments were R0= green bean shells without treatment; R1= green bean shells ammoniated with urea 4%; R2= the shells fermented with EM4 1% and molasses 1%; R3= the shells fermented with EM-4 2% and molasses 2%; each of which was replicated five times. The results showed that the averages of NDF generated from the treatments were R0= 73,673%, R1= 63,196%, R2= 66,048%, and R3= 67,028%. That of ADF were R0= 52,476%, R1= 47,708%, R2= 50,806%, and R3= 51,444%. The analysis of variance showed that the treatments were highly significant (P<0.01) to NDF and ADF of the shells. The HSD test showed that the treartment R1, R2, and R3 were very significantly lower than R0, the treatmant R1 was significantly lower than R3, R1 was insignificantly lower than R2, and R2 insignificantly lower than R2. It can be concluded that ammoniation using urea 4% can descrease the levels of NDF and ADF of green bean shells. However, fermentation using EM-4 and molasses with level 1% and level 2% can descrease the levels of NDF and ADF. | |
| 5806 | 15636 | F1A012033 | Banyumas Adalah Panginyongan (Studi Semiotik terhadap Desain Kaus Banyumasan di Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna pada desain kaus Banyumasan dan untuk mengetahui bagaimana budaya Banyumasan direpresentasikan oleh desain kaos Banyumasan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan 2 sumber. Sumber utama pada penelitian ini yakni desain kaos Banyumasan yang diproduksi oleh Dablongan, Ngapak dan Baloeng Gedhe. Sementara itu, sumber lainnya yaitu berupa informasi dan referensi pendukung. Dalam penelitian ini telah ditemukan bahwa kebudayaan Banyumas dalam desain kaus Banyumasan direpresentasikan sebagai pribadi yang memiliki jiwa panginyongan dalam lagéan cowag. Penggambaran tersebut muncul dari desain kaus Banyumasan produksi tahun 2015 yang banyak menampilkan karakter orang Banyumas yang suka berterus terang, jujur, demokratis, humoris, komunikatif, ekspresif, santai dan apa adanya. Hal tersebut yang mengantarkan mereka untuk tidak menempatkan diri pada posisi lebih unggul dari pada yang lain sehingga terciptanya kesetaraan strata yang teryakini dalam jiwa panginyongan. | This study aims to reveal meanings on Banyumasan T-shirts design and to find out how the Banyumasan culture represented by the T-shirts design. This study used a qualitative study methods that used semiotics approach that stated by Roland Barthes. This research used 2 sources. The main source on the study is the Banyumasan T-shirt design, that produced by Dablongan, Ngapak and Baloeng Gedhe. Meanwhile other sources is the form of information and supporting references. From this study find out that Banyumas culture in Banyumasan Tshirt design was presented as dependency that has soul of panginyongan in lagéan cowag. That description was from T-shirt design which was produced in 2015 that showed many characters of Banyumas people. Those characters were honest, democratic, humorous, communicative, expressive, calm and Banyumas people were as they are. Because of that, Banyumas people never thought that they were better than the other, so that they could create a level equality which stands in panginyongan. | |
| 5807 | 15637 | D1E012027 | Total Solid dan Berat Jenis Susu di Kelompok Peternak Sapi Perah Tirto Margo Utomo dan Tirto Margo Mukti Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 1 - 30 April 2016 di Kelompok Sapi Perah Tirto Margo Utomo dan Tirto Margo Mukti Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian yaitu 20 peternak dari Kelompok Tirto Margo Utomo dan Tirto Margo Mukti, masing-masing kelompok 10 peternak. Sampel yang digunakan yaitu susu yang diperoleh dari kedua kelompok tersebut sebanyak 20 liter. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kadar total solid dan berat jenis susu serta mengetahui hubungan kadar total solid dan berat jenis susu di Kelompok Tirto Margo Utomo dan Tirto Margo Mukti. Hasil analisis data menggunakan uji “t” menunjukkan rataan kadar total solid susu di Kelompok Tirto Margo Utomo dan Tirto Margo Mukti tidak berbeda nyata (P > 0,05). Rataan kadar total solid susu di Kelompok Tirto Margo Utomo adalah 10,87 ± 1,28, sedangkan di Kelompok Tirto Margo Mukti adalah 11,44 ± 1,53. Rataan kadar total solid susu di kedua kelompok tersebut sudah memenuhi SNI 2011 (kadar total solid minimum 10,8 %). Hasil analisis data menggunakan uji “t” menunjukkan rataan nilai berat jenis susu di Kelompok Tirto Margo Utomo dan Tirto Margo Mukti juga tidak berbeda nyata (P > 0,05). Rataan nilai berat jenis susu di Kelompok Tirto Margo Utomo adalah 1,0246 ± 0,0024, sedangkan di Kelompok Tirto Margo Mukti adalah 1,0251 ± 0,0027. Rataan nilai berat jenis susu di kedua kelompok tersebut sudah memenuhi SNI 2011 (berat jenis susu minimum 1,0270 g/ml). Hasil analisis data menggunakan regresi linier menunjukan hubungan total solid dengan berat jenis susu di Kelompok Tirto Margo Utomo diformulasikan sebagai Y = 1,008 + 0,002 X, sedangkan di Kelompok Tirto Margo Mukti Y = 1,007 + 0,002 X. Kualitas susu ditinjau berdasarkan total solid dan berat jenis susu di Kelompok Tirto Margo Utomo dan Tirto Margo Mukti tidak berbeda nyata. | This study, which had been conducted from April 1 to 30 2016 in Dairy Farmer Groups of Tirto Margo Utomo and Tirto Margo Mukti Limpakuwus Village, Sumbang District, Banyumas Regency, targeted 20 farmers from both groups each of which was taken 10 farmers. The research sample was 20 liters of milk that was obtained from both groups. The purposes of this study were to compare the total solid content and density values of milk produced from both groups and to determine the content of its total solid and density values. The data which was analyzed with the test “t” showed that the averages of the milk total solid contents produced from both groups were not different (P > 0,05). The average of the milk total solid content produced from Group Tirto Margo Utomo was 10,87 ± 1,28, while that from Group Tirto Margo Mukti was 11,44 ± 1,53. The averages of the milk total solid content from both groups meets the standard of SNI (Indonesian: Indonesian Standard Values) 2011 (total solid of milk minimum 10,8 %). The results of the test “t” showed that the average values of the milk density in both groups were not different (P > 0,05). The average value of the milk density in Group Tirto Margo Utomo was 1,0246 ± 0,0024, while that in Group Tirto Margo Mukti was 1,0251 ± 0,0027. The average values of the milk density in both groups met the SNI 2011 (density of milk minimum 1,0270 g/ml). The results of the linear regression analysis showed that the relationship between total solid and density of milk in Group Tirto Margo Utomo was formulated in an equation Y = 1,008 + 0,002 X, while that in Group Tirto Margo Mukti was formulated in Y = 1,007 + 0,002 X. The milk quality in terms of its total solid and density in both groups are not significantly different. | |
| 5808 | 15638 | A1L012047 | Eksplorasi Laba-laba Lycosa pseudoannulata dan Atypena formosana, Kemampuan Pemangsaannya terhadap Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens Stal.) dan Mangsa Alternatif Di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui populasi laba-laba Lycosa pseudoannulata, Atypena formosana dan WBC (wereng batang cokelat) serta intensitas serangan wereng batang cokelat di Kabupaten Banyumas. 2) mengetahui tingkat pemangsaan L. pseudoannulata dan A. formosana terhadap WBC dengan kepadatan mangsa berbeda. 3) mengetahui tingkat preferensi laba-laba potensial (hasil uji predatisme) terhadap mangsa alternatif. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu, 1) eksplorasi laba-laba L. pseudoannulata, A. formosana dan WBC, dilakukan di lima kecamatan di Kabupaten Banyumas masing-masing yang terdiri dari lima desa. Sampel ditentukan dengan metode purposive random sampling. 2) uji predatisme L. pseudoannulata dan A. formosana terhadap WBC. 3) uji preferensi laba-laba potensial terhadap mangsa alternatif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian telah dilaksanakan pada November 2015 sampai Mei 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi predator L. pseudoannulata dan A. formosana pada kecamatan maupun desa sampel tersebar merata antara 0,03-0,50 individu/rumpun. Populasi nimfa tertinggi sebesar 35,85 individu/rumpun di Kecamatan Jatilawang, sedangkan populasi nimfa terendah yaitu 3,03 individu/rumpun di Kecamatan Kebasen dan 0,85 individu/rumpun di Kecamatan Kembaran. Populasi imago WBC tertinggi di Kecamatan Jatilawang, Sumpiuh, Cilongok yaitu sebesar 1,9; 1,67 dan 1,225 individu/rumpun, sedangkan Kecamatan Kembaran dan Kebasen sama yaitu 0,40 dan 0,525 individu/rumpun. Intensitas serangan WBC tertinggi yaitu 24,18% dan 21,22% di Kecamatan Jatilawang dan Sumpiuh dibandingkan dengan kecamatan lain yaitu Kecamatan Kebasen 15,79%; Cilongok 15,57%; Kembaran 13,46%. Tingkat pemangsaan L. pseudoannulata lebih tinggi yaitu 9,22 individu/24 jam dibandingkan dengan A. formosana 2,17 individu/24 jam. Mangsa alternatif yang dapat digunakan untuk perbanyakan L. pseudoannulata yaitu A. gossypii dengan jumlah mangsa termangsa tertinggi 14,14 individu/24jam. | The purpose of these series of experiments were 1) determine the population of Lycosa pseudoannulata, Atypena formosana spider and brown planthopper as well as the intensity of its attacks in Banyumas. 2) determine the level of predatisme L.pseudoannulata and A. formosana against brown planthopper with different prey density. 3) determine the level of preferences of potential spider (predatisme test results) to alternative prey. This research included, 1) exploration of L.pseudoannulata, A. formosana spider and brown planthopper, conducted in five districts in Banyumas, each consisting of five villages. The sample was determined by purposive random sampling method. 2)predation test of L. pseudoannulata and A. formosana against brown planthopper to determine spider potential, based on the data on the number of prey, long found, handle of prey and predation percentage. 3) preference test its potential spiders prey prey alternatives to determine a suitable alternative for the augment of spiders. Research conducted at the Laboratory of Plant Protection, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Research was conducted from November 2015 to May 2016. The Results of the research showed that the population of L. pseudoannulata and A. formosana were spread evenly between 0.03-0.50 individuals/clump. WBC Nymph highest population in Jatilawang district 35.85 individuals/clump, while the WBC nymph lowest populations in Kebasen district 3.03 individuals/clump and Kembaran district 0.85 individuals/clump. WBC imago highest population in the Jatilawang, Sumpiuh, Cilongok district that is equal to 1.90; 1.67 and 1.225 individuals/clump, where as the Kembaran and Kebasen District same, namely 0,40 and 0.53 individuals/clump. WBC highest intensity of 24.18% and 21.22% in the Jatilawang District and Sumpiuh compared with other districts namely Kebasen 15.79%; Cilongok 15.57%; Kembaran 13.46%. The level predation of L. pseudoannulata higher at 9.22 individuals/24 hours compared to the A. formosana 2,17 individuals/24 hours. Suitable alternative prey for augment of L. pseudoannulata namely Aphis gossypii by prey 14.14 individuals/24h. | |
| 5809 | 15639 | E1A011178 | HAK ASUH ANAK PASCA PERCERAIAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor : 1371/Pdt.G/2014/PA.Pwt) | ABSTRAK Berdasarkan bunyi Pasal 1 Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga(rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Masalah kekuasaan orang tua yang berupa hak dan kewajibannya menurut Pasal 45 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak mereka sebaik-baiknya. Kewajiban orang tua yang dimaksud dalam ayat(1) pasal ini berlaku sampai anak itu kawin atau berdiri sendiri berlaku terus meskipun perkawinan antara orang tua putus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pemikiran hakim mengenai hak asuh anak pasca perceraian pada Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor: 1371/Ptd.G/2014/PA.Pwt Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa Pada Putusan Nomor: 1371/Pdt.G/2014/PA.Pwt Majelis Hakim berpendapat bahwa pemberian hak asuh anak jatuh kepada ibu melalui pertimbangan Bahwa bayi tersebut masih di bawah umur dan belum mumayyiz. Berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas Majelis Hakim berpendapat bahwa sesuai dengan Pasal 105 huruf a jo. Pasal 156 huruf a Inpres Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam, karena tidak dijumpai adanya alasan hukum untuk mengambil alih hak asuh dari Penggugat selaku ibunya, maka anak tersebut berhak mendapat hadhanah dari ibunya yaitu Penggugat. | ABSTRACT Based on the wording of Clause 1 of Law No. 1 of 1974 Marriage. Marriage is a physically and mentally bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a family (household) were happy and everlasting based on God. Problems parental authority in the form of rights and obligations under Clause 45 of Law No. 1 of 1974 both parents are obliged to maintain and educate their children as well as possible. The obligation of parents referred to in subsection (1) of this section applies until the child is married or a stand-alone force continues even though marriages between parents broke up. This study aims to determine the rationale for judges regarding custody of children after divorce in Purwokerto Religion Court Decision No. 1371 / Ptd.G / 2014 / PA.Pwt Based on the results of research and discussion can be concluded that In Decision No. 1371 / Pdt.G / 2014 / PA.Pwt the judges argued that granting custody to the mother of children falling through the consideration that the baby Ward is still a minor and mumayyiz yet. Based on the facts mentioned above the judges found in accordance with Article 105 letters a jo. Article 156 letter a Presidential Instruction No. 1 of 1991 About the Compilation of Islamic Law, because not found any legal grounds to take over custody of the Plaintiff as his mother, the child is entitled to receive from his mother hadhanah that Plaintiff | |
| 5810 | 15708 | A1H012031 | IDENTIFIKASI PERUBAHAN SIFAT FISIK JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) SELAMA MASA PENYIMPANAN PADA PENDINGIN EVAPORATIF | Jambu biji (Psidium guajava L) merupakan salah satu produk hortikultura yang dapat hidup di daerah tropis dan memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Buah pada daerah tropis cepat mengalami kerusakan terutama disebabkan oleh kondisi suhu dan kelembaban. Diperlukan penanganan pascapanen yang dapat memperpanjang umur simpan produk dan dapat mempertahankan mutu produk seperti alat pendingin evaporatif sebagai tempat penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Menghitung laju penurunan mutu buah jambu biji merah selama masa penyimpanan pada pendingin evaporatif dan suhu ruang. 2). Menganalisis perubahan sifat fisik buah jambu biji merah selama penyimpanan pada pendingin evaporatif dan suhu ruang. Variabel yang diukur meliputi efektifitas pendingin, suhu, kelembaban relatif, kadar air, susut bobot, kekerasan, kadar brix dan warna. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental dengan objek penelitian yaitu jambu biji merah dengan ukuran diameter horizontal 7-8 cm dan panjang vertikal 6-8 cm. Jambu biji merah yang digunakan diperoleh dari perkebunan jambu di Kampung Penyisihan, Desa Ketenger. Analisis data pada penelitian ini menggunakan persamaan kinetika reaksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan penyimpanan pendingin evaporatif (R2) dapat mempertahankan mutu susut bobot dan kekerasan jambu biji merah. Sedangkan perlakuan suhu ruang (R1) dapat mempertahankan mutu kadar air, kadar brix dan warna (Lab) jambu biji merah selama penyimpanan. | Guava (Psidium guajava L) is one of the horticultural products that could live in tropical area and has a high economic value. Tropical fruit used to be damaged quickly remaining due to the temperature and humidity condition. Postharvest treatment is required to extend the shelf life of products and to maintain the quality of products such as evaporative coolers for storage. This research aims to: 1). Calculating the rate of decrease for red guava fruit quality during storage in an evaporative cooler and room temperature. 2). Analyze tranformation in the physical properties of red guava fruit during storage in an evaporative cooler and room temperature. Variables that measured are effectiveness of cooling, temperature, relative humidity, moisture content, weight loss, hardness, brix levels and colors. The method of this study was experimental with the object of research is guava, which has diameter of 7-8 cm horizontal and vertical length of 6-8 cm. Guava fruit that used were obtained from guava plantation in Kampung Penyisihan, Ketenger Village. Data analysis in this study using the equations of kinetical reaction. The results showed that treatment of evaporative cooling storage (R2) can maintain the quality of weight loss and violence guava. While the temperature treatment room (R1) can maintain the quality of the water content, brix levels and color (Lab) guava during storage. | |
| 5811 | 15670 | C1A012068 | PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI DOMESTIK DAN DINAMIKA EKONOMI GLOBAL TERHADAP INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makro ekonomi domestik dan dinamika ekonomi global terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), dan untuk menganalisis tren ISSI pada tahun 2017. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tukar, inflasi, jumlah uang beredar, suku bunga BI, suku bunga The Fed, harga minyak dunia, indeks saham syariah Amerika (IMUS), indeks saham syariah Malaysia (DJIMY) (variabel independen) dan ISSI (variabel dependen). Penelitian ini menggunakan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dan analisis tren. Periode penelitian mulai Mei 2011 hingga Desember 2015. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara parsial IMUS dan DJIMY memiliki pengaruh positif signifikan terhadap ISSI. Nilai tukar, inflasi dan jumlah uang beredar berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ISSI. Selain itu suku bunga BI dan harga minyak dunia memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap ISSI. Dan variabel suku bunga The Fed berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pergerakan ISSI. Secara simultan variabel nilai tukar, inflasi, jumlah uang beredar, suku bunga BI, suku bunga The Fed, harga minyak dunia, IMUS dan DJIMY berpengaruh signifikan terhadap ISSI. Nilai adjusted R2 sebesar 0,8430 menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian telah berkontribusi dalam pembentukan ISSI sebesar 84,30 persen sedangkan sisanya 15,70 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Hasil analisis tren menunjukkan bahwa ISSI memiliki tren positif dan signifikan. Pada tahun 2017 nilai ISSI diprediksi mencapai level 181,22. | This research aimed to analyze the influence of domestic macro economy variables and global economy dynamic toward Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) and to analyze the trend of ISSI at 2017. Variable used in this research are exchange rate, inflation, money supply, BI rate, The Fed rate, world oil price, Dow Jones Islamic Market U.S. index (IMUS) and Dow Jones Islamic Market Malaysia index (DJIMY) (independent variables) and ISSI (dependent variable). This research used secondary data. The method used multiple linear regression and trend analysis. Research period begin May 2011 to December 2015. The regression analysis results show that partially, IMUS and DJIMY have significant positive influence toward ISSI. Exchange rate, inflation and money supply have positive influence but not significant toward ISSI. BI rate and world oil price have significant negative influence toward ISSI. And The Fed rate variable has a negative influence but not significant toward ISSI. Simultaneously, exchange rate, inflation, money supply, BI rate, The Fed rate, world oil price, IMUS and DJIMY significantly influential toward ISSI. The adjusted R2 amounted to 0,8430, it indicates that the independent variables used in this research have contributed to the establishment of ISSI by 84,30% while 15,70% is determined by the other variables outside the research model. The trend analysis result shows that ISSI has a significant positive trend. At 2017 ISSI will be gain 181,22 level. | |
| 5812 | 15726 | C1B012074 | ANALISIS PENGARUH WORD OF MOUTH (WOM), PERSEPSI HARGA, KUALITAS LAYANAN, DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT BELI ULANG KONSUMEN WAROENG STEAK AND SHAKE PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul: Analisis Pengaruh Word Of Mouth (WOM), Persepsi Harga, Kualitas Layanan, dan KualitasProdukTerhadap Minat Beli Ulang KonsumenWaroeng Steak And Shake Purwokerto. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh word of mouth (WOM), persepsi harga, kualitas layanan, dan kualitasprodukterhadap minat beli ulang konsumen. Alat analisis yang digunakan adalah uji t dan regresi linier berganda dengan uji selisih mutlak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa word of mouth (WOM), persepsi harga, kualitas layanan, dan kualitasproduk berpengaruh positif terhadap minat beli ulang konsumen. Sebagai upaya untuk terus meningkatkan dan memperkuat minat konsumen melakukan pembelian ulang, pihak manajemen pemasaran Waroeng Steak and Shake Purwokerto perlu memprioritaskan berbagai kebijakan yang terkait dengan positif word of mouth, persepsi harga, kualitas layananmaupun kualitas produk. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan menerapkan strategi komunikasi dua arah yang tepat dan efektif antara pihak manajemen dengan para pelanggan setia, membangun dan memfasilitasi terbentuknya komunitas merek yang kuat dan loyal, menerapkan tingkat harga yang kompetitif dan sesuai dengan kemampuan ekonomis pangsa pasar yang dituju, merekrut dan menempatkan karyawan bagian pelayanan yang benar-benar memahami pentingnya kualitas layanan bagi pelanggan serta secara terus-menerus melakukan inovasi produk yang mampu memberikan nilai tambah bagi konsumen dibandingkan dengan produk pesaing. | This research entitled: Analysis ofword of mouth (WOM), perceived price, service quality,and product quality ofconsumer future intentionat Waroeng Steak and Shake Purwokerto. The purpose of this study is to analyze the influence of word of mouth (WOM), perceived price, service quality,and product quality on future intention. The analytical tool used is regression analysis with t test and regression test. Based on the result of this study concluded thatword of mouth (WOM), perceived price, service quality,and product quality provide a positive influence on future intention. The implications of this research are to improve future intention, the marketing management of Waroeng Steak and ShakePurwokerto need to prioritize policies related to positive word of mouth, perception price, service quality and product quality. The way to do that is by applying the strategy of two-way communication is appropriate and effective between management and loyal customers, build and facilitate the formation of a community strong brand and loyal, implement a competitive price level and in accordance with economic capability of the market share target, recruiting and placing employees of the ministry who truly understand the importance of service quality for customers and continuously innovating products that can provide added value for the consumer compared with competitors' products. | |
| 5813 | 15756 | A1H012026 | PERBEDAAN JENIS DAN INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor l. ) PADA PENANAMAN DALAM RUANGAN (PLANT FACTORY) | Plant Factory merupakan sistem produksi tanaman dengan pengendalian iklim mikro menggunakan rekayasa kontrol temperatur, pencahayaan dan kelembaban secara terus menerus sepanjang masa pertumbuhan sampai masa panen. Plant Factory membuat tanaman dapat tumbuh pada kondisi yang optimal dan dapat diproduksi secara konstan sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh perbedaan dan jenis intensitas cahaya LED dan fluorescent pada model Plant Factory terhadap parameter pertumbuhan tanaman bayam merah dan, 2) mengetahui pertumbuhan tanaman bayam merah terbaik di dalam model Plant Factory dari ketiga jenis lampu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2016 di Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan pada 5 kotak penanaman dengan jenis pencahayaan yang berbeda. Sumber cahaya yang digunakan yaitu LED 192 watt, LED 90 watt dan Tubular Lamp TL (TL) 8 watt. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tanaman bayam yang paling optimal berada pada kotak satu. Nilai rata-rata pada semua variabel kotak penanaman satu, seperti bobot basah sebesar 29,08 gram, bobot kering 1,09 gram, tinggi tanaman 22,9 cm,jumlah daun 24,3 dan panjang akar 38,42 cm. Nilai rata-rata pada semua variabel kotak penanaman dua, seperti bobot basah sebesar 14,9 gram, bobot kering 0,55 gram, tinggi tanaman 20,8 cm, jumlah daun 15,3 dan panjang akar 30,82 cm. Nilai rata-rata pada semua variabel kotak penanaman tiga, empat dan lima seperti bobot basah sebesar 0,11 gram, bobot kering 0,00 gram, tinggi tanaman 2,6 cm, jumlah daun 3,9 dan panjang akar 2,88 cm. | Plant Factory is a crop production system in with micro-climate, temperature, lighting and humidity continuously throughout the growth period until the harvest. Plant Factory make plants grow in optimal conditions and controlled produce constantly throughout the year. This research aims to: 1) knowing the effect of differences in light intensity and type of LED and fluorescent of Plant Factory’s model on red spinach growth parameters and, 2) determine the best red spinach growth in the Plant Factory’s model of the three types of lights. This research held on January-March 2016 at the Laboratory of Bio-Enviromental Management and Control Engineering Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Data retrieval conducted on five planting boxes with different types of lighting. The light source used 192 watt LED, 90 watt LED and Tubular Lamp (TL) 8 watts. The results shows that most optimal spinach’s growth occurs in planting box one. The average of several parameter in box one are: 29.08 grams of wet weight, 1.09 grams of dry weight, 22.9 cm of plant height, 24 pieces of leaves and 38.42 cm of root length. The average of several parameter in box two are: 14,90 grams of wet weight, 0,55 grams of dry weight, 20,8 cm of plant height, 15 pieces of leaves and 30,83 cm of root length. The average of several parameter in box three, four and five are: 0.11 grams of wet weight, 0 grams of dry weight, 2,6 cm of plant height, 3 pieces of leaves and 2,88 cm of root length. | |
| 5814 | 15619 | E1A011207 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENUMPANG SEBAGAI KONSUMEN DALAM HAL TERJADI KERUGIAN AKIBAT KECELAKAAN DI TRAVEL CV. QYTA TRANS PURWOKERTO BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN. | ABSTRAK Perlindungan Konsumen di atur dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Republik indonesia menjelaskan bahwa hak konsumen diantaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa, hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminasi, hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya, dan sebagainya. CV. Travel Qyta Trans Purwokerto yakni pada hal ketaatan sebagai pelaku usaha biro travel menunjukan sifat dan rasa cepat, tanggap, dan tanggung jawab seperti pada insiden kecelakaan yang di alami oleh korban serta telah memenuhi hak-hak konsumen yang terdapat dalam Pasal 4 huruf h Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen kaitannya dengan perlindungan hukum terhadap konsumen yang mengalami kecelakaan dalam perjalanan menggunakan jasa pengangkutan travel. Manajemen perusahaan yang baik merupakan kunci keberhasilan bagi perusahaan. Manajemen ini meliputi manajemen operasionalisasi kegiatan usaha dan manajemen atas klaim konsumen akibat kerugian dalam menggunakan suatu produk sebagai bentuk pelayanan terhadap pelayanan konsumen serta tujuan dalam penelitian ini. Kata kunci : Perlindungan konsumen, hak-hak konsumen, manajemen perusahaan yang baik | ABSTRACT Consumer Protection regulated in Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection of the Republic of Indonesia explained that consumer rights include the right to comfort, security, and safety in the consumption of goods and or services, the right to choose the goods and or services and obtain goods and or services in accordance with the exchange rate and conditions and guarantees promised the right to be treated or serviced properly and honestly and not discrimination, the right to obtain compensation, indemnity or reimbursement, if the goods or services received are not in accordance with the agreement or not as it should be, etc. CV. Travel Qyta Trans Purwokerto namely in terms of obedience as businesses travel agencies indicate the nature and sense of fast, responsive, and responsibilities as the incidence of accidents experienced by victims and in compliance with the consumer rights contained in Article 4 letter h Act No. 8 of 1999 on consumer protection relation to legal protection to consumers who have an accident in the course of using the transporters travel. Management of the company which is the key to success for the company. This management includes management of the operation of the business activities and management of customer claims due to losses in the use of a product as a form of service to customer service and purpose in this study. Keywords: Consumer protection, consumer rights, good corporate management | |
| 5815 | 15645 | F1I011029 | KEBIJAKAN QUANTITATIVE EASING SEBAGAI INSTRUMEN UNTUK MEMPERTAHANKAN HEGEMONI AMERIKA SERIKAT PASCA KRISIS EKONOMI 2008 | Hegemoni merupakan kondisi imbalance didalam sistem internasional yang pada akhirnya menempatkan suatu negara memiliki kekuatan dan pengaruh dominan diatas negara lainnya. Pasca runtuhnya Inggris, AS melalui Bretton Woods-nya menjadi hegemoni didalam sistem internasional yang disokong oleh 3 pilar utama hegemoninya, yakni institutional power, structural power dan ideational power yang satu sama lain saling bersinergi. Krisis finansial yang terjadi pada tahun 2008 yang menyerang sektor finansial dan properti di AS, menandakan bahwa AS masih rentan dan mengindikasikan hal tersebut sebagai deklinisme, yang pada akhirnya menjadi momentum bagi negara-negara rival untuk mengambil alih posisi hegemoninya atau sekedar memperkuat pengaruhnya. Untuk keluar dari posisi krisis ini, the Fed mengeluarkan kebijakan Quantitative Easing sebagai langkah akhir exit strategy, karena kebijakan-kebijakan moneter konvensional terbukti tidak mampu untuk memperbaiki perekonomian dan keadaan finansial AS. Lebih lanjut lagi, kebijakan ini berpangaruh terhadap hegemoni AS lewat implikasinya terhadap dolar. Efek depresiasi dolar AS, menyebabkan instabilitas nilai mata uang bagi negara-negara lain. | Hegemony is imbalance condition in state international system which placing a powerful state and the most influencing state above another. After the fall of Great Britain as hegemony, US came as succesor with Bretton Woods system and has been supported by 3 pillars of hegemony; intitutional power, structural power and ideational power, which supporting one and the other. Financial crisis that attack US financial and property sector by 2008, showed that US still vulnerable as hegemony and some thinker indicated it as declinism. Thus, it became a momentum for rival to take the hegemonic position or just raising its power or influence. To escape from that situation, the Fed has been implemented Quantitative Easing as the final exit strategy, after many of conventional monetary policy ineffectively proven. Furthermore, this policy has an effect to the US hegemonic position with its implication against other currencies. The depreciation of US dollar which caused by QE, caused currencies instabilities for other countries. | |
| 5816 | 15648 | C1C012083 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK UMKM (Studi Pada Wajib Pajak UMKM di Kota Banjar, Jawa Barat) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji Penerapan PP Nomor 46 Tahun 2013 terhadap kepatuahan wajip pajak UMKM, sosialisasi perpajakan kepatuahan wajib pajak UMKM, sistem administrasi perpajakan modern kepatuahan wajib pajak UMKM, tingkat kepercayaan pada pemerintahan dan hukum kepatuahan wajib pajak UMKM, kesadaran perpajakan terhadap kepatuahan wajib pajak UMKM.. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM di Kota Banjar. Pemilihan sampel dengan metode Pusposive Sampling, dengan jumlah responden 61 UMKM. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner kepada para pemilik UMKM. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa Penerapan PP Nomor 46 Tahun 2013 berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM, sosialisasi perpajakan berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuahan wajib pajak UMKM, sistem administrasi perpajakan modern berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuahan wajib pajak UMKM, tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintahan dan hukum tidak berpengaruh terhadap kepatuahan wajip pajak UMKM, serta kesadaran perpajakan berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuahan wajip pajak UMKM. Hasil pengujian Adjusted R square menunjukkan bahwa pengaruh Penerapan PP Nomor 46 Tahun 2013, sosialisasi perpajakan, sistem administrasi perpajakan modern, tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah dan hukum, serta kesadaran perpajakan terhadap kepatuahan wajip pajak UMKM di Kota Banjar sebesar 54,6% sedangkan 45,4% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti. Kata kunci : Penerapan PP Nomor 46 Tahun 2013, sosialisasi perpajakan, sistem administarasi perpajakan modern, tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintahan dan hukum, kesadaran perpajakan, dan kepatuhan perpajakan | The main aim of this research is to examine implementation of PP No. 46 of 2013 towards SMEs tax compliance, tax socialization on SMEs tax compliance, modern tax administration system on SMEs tax compliance, the level of government trust and law on SMEs tax compliance, and taxation awareness on SMEs tax compliance. The type of this research is quantitative research using survey method. The population in this research is SMEs in Banjar City. The selection of sample using purposive sampling method, with the amount 61 SMEs. In this research using primary data. Data collection techniques are distributing questionnaires to SMEs owner. The analytical method used in this research is multiple linear regression analysis. The research show that implementation of PP No. 46 of 2013 has positive significant influence towards SMEs tax compliance, tax socialization on SMEs tax compliance, modern tax administration system on SMEs tax compliance, the level of government trust and law has not significant influence on SMEs tax compliance, and taxation awareness on SMEs tax compliance has positive significant influence. The result of adjusted R square examination show that implementation of PP No. 46 of 2013, tax socialization modern tax administration system, the level of government trust and law and taxation awareness on SMEs tax compliance in Banjar City with the influence 54,6% while the remaining 45,4% is explained by factors is not examined. Keyword : Implementation of PP No. 46 of 2013, tax socialization, modern tax administration system, the level of government trust and law, taxation awareness, and tax compliance | |
| 5817 | 15643 | E1A111051 | KAJIAN MENGENAI FEDERATION INTERNATIONALE de FOOTBALL ASSOCIATION (FIFA) DALAM HUKUM INTERNASIONAL (Studi Tentang Kasus Intervensi Pemerintah Republik Indonesia Pada PSSI Tahun 2015) | Federation Internationale de Football Association (FIFA) resmi membekukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tanggal 30 Mei 2015. FIFA menjatuhkan sanksi kepada PSSI berdasarkan Pasal 13 Statuta FIFA dan Pasal 17 Statuta FIFA mengenai larangan intervensi pihak ketiga terhadap anggota FIFA. Sanksi pembekuan yang dilakukan oleh FIFA terhadap PSSI dikarenakan adanya intervensi Pemerintah Republik Indonesia yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah FIFA merupakan sebuah organisasi internasional dan untuk mengetahui penyelesaian terhadap pembekuan PSSI oleh FIFA karena adanya intervensi Pemerintah Republik Indonesia tahun 2015. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif dan menggunakan data-data sekunder yang terkumpul diolah, disajikan, dan dianalisis secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa FIFA merupakan organisasi internasional non-pemerintah dengan unsur-unsur yaitu sebuah organisasi permanen yang terus menerus menjalankan fungsinya sesuai dengan Statuta FIFA, keanggotaan secara sukarela dari pihak-pihak yang memenuhi persyaratan (Pasal 9 sampai Pasal 18 Statuta FIFA), instrumen dasar yang menetapkan tujuan (Pasal 2 Statuta FIFA), struktur dan metode operasionalnya (Pasal 21 dan Pasal 6 Statuta FIFA), mempunyai sebuah organ perwakilan dan konsultasi (Pasal 21 Statuta FIFA), dan mempunyai sekretariat yang permanen untuk secara terus-menerus melaksanakan fungsi administrasi, penelitian, dan informasi (Pasal 1 ayat 2, Pasal 71, dan Pasal 72 Statuta FIFA). Penyelesaian pembekuan PSSI oleh FIFA dengan cara harmonisasi antara hukum nasional Indonesia dan sistem hukum transnasional, sehingga tidak berbenturan dengan otonomi, kewenangan dan kedaulatan sistem hukum FIFA. | Federation Internationale de Football Association (FIFA) officially freezed Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dated May 30, 2015. FIFA imposed sanctions on the PSSI under Article 13 of the FIFA Statutes and Article 17 of the FIFA Statutes about Concerning Prohibition Against Third Party intervention of FIFA members. Sanctions freezing conducted by FIFA against the PSSI because of the intervention of the Government of the Republic of Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) and Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). This study aims to determine whether the FIFA is an international organization and to find a solution to the freezing of the PSSI by FIFA because of the intervention of the Government of Indonesia in 2015. The study was conducted by the method of normative and secondary data collected was processed, presented and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data. The result of this research that FIFA is an international non-government with the elements, a permanent organization that is continuously carrying out its functions in accordance with the FIFA statutes, the membership voluntarily from parties who meet the requirements (Article 9 until Article 18 FIFA Statutes), the basic instrument that set goals (Article 2 FIFA Statutes), structure and methods of operation (Article 21 and Article 6 FIFA Statutes), has a representative organ and consulting (Article 21 FIFA Statutes), and has a permanent secretariat to continuously carry out administrative functions, research and information (Article 1 Paragraph 2, Article 71 and Article 72 FIFA Statutes). Furthermore, it can be seen the settlement PSSI freezing by FIFA with harmonization between Indonesian national laws and transnational legal system, so it does not conflict with the autonomy, authority and sovereignty of FIFA's legal system. | |
| 5818 | 15646 | E1A011250 | TANGGUNG JAWAB PT. ROSALIA INDAH TRANSPORT SEBAGAI PELAKU USAHA ANGKUTAN DARAT TERHADAP PENUMPANG BUS ANTAR KOTA ANTAR PROVINSI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PELINDUNGAN KONSUMEN | Saat ini pengangkutan orang dilakukan oleh banyak pihak, salah satu di antaranya adalah PT Rosalia Indah Transport yang memberi pelayanan angkutan antar kota antar provinsi. Peristiwa yang pernah dialami PT. Rosalia Indah Transport pada hari Senin 7 Juli 2014 bus yang dikemudikan oleh Sri Tawar membawa penumpang dari terminal Purwokerto menuju Surabaya mengalami kecelakaan. Akibat peristiwa tersebut satu orang meninggal dan tiga orang luka berat. Terkait dengan peristiwa yang terjadi di PT Rosalia Indah Transport tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan permasalahan Bagaimanakah Tanggung Jawab PT. Rosalia Indah Transport Sebagai Pelaku Usaha Angkutan Darat Terhadap Penumpang Bus Antar Kota Antar Provinsi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggambarkan suatu objek atau peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan situs-situs internet dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data-data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Rosalia Indah Transport Sebagai Pelaku Usaha bidang Jasa Transportasi yang mana bertindak sebagai penyedia jasa Angkutan Antar Kota Antar Provinsi yang juga berperan sebagai pengangkut, telah memberikan tanggung jawab, hal ini sesuai Pasal 19 ayat ( 1, 2, 3, 4 ) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, PT Rosalia Indah Transport sudah bertanggung jawab sebagaimana yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan dengan bertanggung jawab memberikan ganti kerugian yang diderita penumpang (konsumen) atas kecelakaan yang dialami oleh bus antar kota antar provinsi yang diselenggarakan oleh PT. Rosalia Indah Transport. | Currently the transport of persons committed by all parties, one of which is PT Rosalia Indah Transport gives inter-city transport services between provinces. Events ever experienced PT. Rosalia Indah Transport on Monday, July 7th 2014 bus driven by Sri Tawar carry passengers from the terminal to Surabaya Purwokerto accident. As a result of the incident one person died and three people were seriously injured. Associated with the events that occurred in PT Rosalia Indah Transport, the authors are interested in conducting research with issues How Responsibility PT. Rosalia Indah Transport For Business Actors Against Land Transport Passenger Inter-City Inter-Province Bus Based on Law No. 8 of 1999 on consumer protection. This research is compiled using normative juridical approach to describe an object or event. The data used are secondary data from literature books, legislation, official documents and internet sites by way of literature study, with an inventory of these data is then presented in the form of systematic description. The data obtained were analyzed and elaborated by legal norms relating to the object of research. The results showed that PT Rosalia Indah Transport As business communities the transportation which act as service providers Transport Inter-City Inter-Province that also acts as a carrier, has given the responsibility, it is in accordance with Article 19 paragraph (1, 2, 3, 4 ) Act No. 8 of 1999 on consumer Protection, PT Rosalia Indah Transport has been responsible as determined by the legislation to take any responsibility for damages suffered by passengers (consumers) for accidents by inter-city buses between provinces organized by PT. Rosalia Indah Transport. | |
| 5819 | 15644 | F1D010014 | Gerakan Sosial Perkotaan (Perjuangan “Save Master” Menolak Penggusuran Sekolah Masjid Terminal untuk Pengamen dan Anak Jalanan Di Kota Depok, Jawa Barat Tahun 2015) | Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan strategi dan proses proses perjuangan SAVE MASTER menolak penggusuran Sekolah Masjid Terminal untuk pengamen dan anak jalanan di Kota Depok, Jawa Barat tahun 2015. Sasaran penelitian ini adalah kepala Sekolah Master, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM-UI), Komisi D DPRD Kota Depok, Guru pembantu yang mengajar di Sekolah Master, dan pengamen dan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian fenomenologi. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumen. Metode analisis menggunakan metode analisis interaktif. Validasi data adalah dengan triangulasi sumber. Hasil dari penilitian ini adalah sebagai berikut : Pertama, strategi dan proses perjuangan save master dalam menolak penggusuran sekolah master. Save Master menggunakan Strategi Advokasi, merupakan strategi yang digunakan untuk mengkritik kebijakan tetapi juga merancang perubahan sosial dan mereformasi sistem pemerintahan kearah yang lebih demokratis. Mediasi antara pihak Pemkot Depok, Pihak Pengembang, dan Yayasan Bina Insan Mandiri yang mengurusi Sekolah Masjid Terminal. Faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan Save Master dalam menolak penggusuran Sekolah Master, diantaranya : Banyaknya dukungan terhadap gerakan save master dalam menolak penggusuran sekolah master menjadi faktor pendorong gerakan Save Master. Selain itu ada beberapa faktor penghambat gerakan save master dalam menolak penggusuran sekolah master, diantaranya : posisi tawar sekolah master yang lemah, adanya ketidak jelasan status kepemilikan lahan Sekolah Masjid Terminal (Master), Adanya perbedaan pandangan antara Pemkot Depok dengan Sekolah Master. | The purpose of this research is to understand and describe the strategies and processes of struggle SAVE MASTER resisting eviction School Masjid Terminal for buskers and street children in Depok, West Java in 2015. Target this research is a head of school master, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM-UI), Komisi D DPRD the Depok City, school teacher master, buskers and street children. This study uses descriptive qualitative research with phenomenological research approach. The technique of taking informants using perposive sampling. Data collection techniques depth interviews, observation and documents. Methods of analysis using the interactive analysis. data validation is by triangulation. The results of this research are as follows : First , the strategy and the process of struggle in resisting eviction master save the school master . Save Master uses Advocacy Strategy , a strategy used to criticize policies but also designing social change and reform the system of government to make it more democratic . Mediation between the parties Depok City Government , Party Developers , and Yayasan Bina Insan Mandiri in charge of the School Masjid Terminal. Factors influencing the movement in resisting eviction Master Save Master School, including: Overwhelming support against movement in resisting eviction master save the school master the driving factor movements Save Master. In addition there are several factors inhibiting the movement resisting eviction save the master in a school master, including: school master bargaining position is weak, the lack of clarity in tenure School Masjid Terminal (Master), The differences of opinion between Depok City Government with Master School. | |
| 5820 | 15606 | E1A011159 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP FUNGSI COLLECTOR EXTERNAL PADA PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN DI PURWOKERTO | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP FUNGSI COLLECTOR EXTERNAL PADA PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN DI PURWOKERTO Oleh: Khareyzki Ichsan Handika Wiyardi E1A011159 ABSTRAK Permasalahan penarikan kendaraan yang dilakukan oleh Collector External kepada Debitor yang wanprestasi akhir-akhir ini menimbulkan pro dan kontra. Penilaian masyarakat terhadap Collector External yang melakukan penarikan kendaraan sangat buruk, hal ini disebabkan oleh tindakan yang dilakukan oleh Collector External cenderung kurang berhati-hati dan perusahaan Leasing seperti membiarkan hal itu terjadi. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Debitor untuk menuntut tindakan Collector External, yang secara tidak langsung dapat merugikan dan mencoreng nama baik perusahaan Leasing. Dalam hal ini, penulis tertarik untuk meneliti mengenai tinjauan yuridis terhadap fungsi Collector External pada perjanjian pembiayaan konsumen di Purwokerto. Dalam rangka menjawab permasalahan di atas, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan metode pendekatan perundang-undangan. Metode analisis bahan hukum adalah dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa penarikan kendaraan dapat dilakukan apabila Debitor terbukti melakukan wanprestasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 yang tidak diperbolehkan dalam penarikan kendaraan adalah tindakan Collector External yang menyalahi peraturan perundang-undangan dan norma di masyarakat. Collector External sebelum melakukan penarikan kendaraan juga harus melewati tahapan hingga akhirnya penarikan kendaraan dapat dilakukan. Penarikan Kendaraan merupakan solusi terakhir yang dilakukan oleh perusahaan Leasing, karena Debitor dan perusahaan Leasing masih dapat melakukan musyawarah dan menunjuk Pengadilan untuk menyelesaikan permasalahan wanprestasi ini. Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Pelaku Usaha dan Collector External | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP FUNGSI COLLECTOR EXTERNAL PADA PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN DI PURWOKERTO Oleh: Khareyzki Ichsan Handika Wiyardi E1A011159 ABSTRACT Recalls problems which conduct by Collector External to Debtors who doing wanprestasi lately create pros and cons. Community appraisal to Collector External who do recalls very bad, this is caused the actions taken by Collector External tend reckless and Leasing company let it happen. This opportunity was used by Debtor to sue Collector External action, which can indirectly harm and tarnish Leasing company reputation. In this case, authors interested in studying the judicial review of the function a collector external in consumer financing agreement in Purwokerto In order to answer the problem above, the research methods used in this research is a normative juridical approach and method of approach to legislation. The analysis of the law substance is using qualitative methods of normative analysis . Result of the research state that recalls can do if Debtors evident doing wanprestasi, as regulated in Presidential Decree No. 9 of 2009 which is not allowed in the recalls of the vehicle is a collector External action that violate laws and norms in society. Collector External before recalls vehicle must also pass through the procedure until recalls of the vehicle can be done. Recalls vehicle is the ultimate solution can do by Leasing company, because Debtors and Leasing company still be able to deliberate and pointed to the Court to resolve wanprestasi problems. Keywords: Consumer Protection , Businessmen and Collector External |