Artikelilmiahs

Menampilkan 51.881-51.900 dari 52.036 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5188138634A1C017027PENGARUH PASTEURISASI DAN KONSENTRASI GULA TERHADAP KUALITAS KOKTAIL BUAH NANAS DALAM KEMASAN ETILEN VINIL ALKOHOL (EVOH) SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANGIndonesia dikenal dengan kekayaan sumberdaya alam yang melimpah. Salah satunya adalah kekayaan jenis buah-buahan dengan citarasa yang khas. Salah satu buah yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di iklim Indonesia adalah buah nanas. Nanas madu adalah salah satu spesies buah nanas lokal yang ada di Indonesia. Buah nanas mempunyai umur simpan yang terbatas, untuk dapat memperpanjang umur simpan dilakukan pengolahan buah nanas dalam kemasan evoh dengan menggunakan metode pasteurisasi. Beberapa jenis olahan yang dikembangkan pada industri makanan salah satunya ialah koktail buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula terhadap kualitas buah nanas siap makan dalam kemasan dan mengetahui pengaruh lama pasteurisasi terhadap kualitas buah nanas siap makan dalam kemasan. Konsentrasi larutan gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu 10%, 15% dan 20% dengan suhu 90oC selama 10 dan 30 menit menggunakan kemasan Etilen Vinil Alkohol (EVOH). Hasil pada penelitian ini yaitu perlakuan konsentrasi gula dan lama pasteurisasi berpengaruh sangat nyata terhadap kadar gula, perlakuan konsentrasi gula dan lama pasteurisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai pH, tekstur, warna maupun vitamin C.Indonesia is known for its abundant natural resource wealth. One of them is the richness of the types of fruit with a distinctive taste. One fruit that can grow and develop well in the Indonesian climate is pineapple. Honey pineapple is one of the local pineapple species in Indonesia. Pineapple fruit has a limited shelf life, in order to extend the shelf life, pineapple fruit is processed in evoh packaging using the pasteurization method. Several types of preparations developed in the food industry, one of which is fruit cocktail. This study aims to determine the effect of sugar concentration on the quality of ready-to-eat packaged pineapple and to determine the effect of pasteurization time on the quality of ready-to-eat packaged pineapple. The concentration of the sugar solution used in this study was 10%, 15% and 20% at 90oC for 10 and 30 minutes using Ethylene Vinyl Alcohol (EVOH) packaging. The results of this study were that the treatment of sugar concentration and pasteurization time had a very significant effect on sugar content, the treatment of sugar concentration and pasteurization time did not significantly affect pH value, texture, color or vitamin C.
5188213902G1A012101Korelasi Intensitas Pruritus dengan Kualitas Hidup Santri Penderita Skabies di Pondok Pesantren Wathoniyah Islamiyah, KemranjenLatar Belakang: Skabies merupakan penyakit kulit yang umum ditemukan pada anak dengan prevalensi di Indonesia mencapai 12,95%. Gejala utama dari skabies adalah rasa gatal yang amat sangat pada malam hari. Rasa gatal yang diderita dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, terutama pada dimensi fisik dan dimensi psikologis.
Tujuan: Mengetahui korelasi intensitas pruritus dengan kualitas hidup santri penderita skabies di Pondok Pesantren Wathoniyah Islamiyah, Kemranjen.
Metode: Penelitian observasional analisis dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 40 santri penderita skabies di Pondok Pesantren Wathoniyah Islamiyah, Kemranjen. Variabel bebas yaitu intensitas pruritus dan variabel terikat adalah kualitas hidup.
Hasil: Intensitas pruritus santri penderita skabies adalah termasuk kategori gatal sedang. Kualitas hidup santri penderita skabies adalah termasuk kategori derajat tinggi. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p = 0,151 dan r = -0,167 sehingga tidak terdapat korelasi yang bermakna.
Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi bermakna antara intensitas pruritus dengan kualitas hidup santri penderita skabies di Pondok Pesantren Wathoniyah Islamiyah, Kemranjen.
Background: Scabies is a common skin disease among children with its prevalence in Indonesia reached 12,95%. The major symptom of scabies is severe nocturnal pruritus. This pruritic feeling can cause degradation of quality of life, especially in physical and psychological domains.
Objective: Knowing the correlation of pruritus intensity with quality of life in students suffering scabies at Wathoniyah Islamiyah Islamic Boarding School, Kemranjen.
Method: Observational studied with cross-sectional approach and purposive sampling technique. Subjects were 40 students suffering scabies at Wathoniyah Islamiyah Islamic Boarding School, Kemranjen. The independent variable was pruritus intensity and the dependent variable was quality of life.
Result: The pruritus intensity in students suffering scabies was moderate pruritus. The quality of life in students suffering scabies was high degree. Spearman’s correlation test resulted p = 0,151 and r = -0,167 which showed there was no significant correlation.
Conclusion: There was no significant correlation between pruritus intensity with quality of life in students suffering scabies at Wathoniyah Islamiyah Islamic Boarding School, Kemranjen.
5188351760C1B022045Pengaruh Pengungkapan Environmental, Social, and Governance, dan Pilar-Pilarnya terhadap Biaya Utang Perusahaan Non-Keuangan di ASEAN-6Isu keberlanjutan yang semakin mendapat perhatian dari investor dan kreditur mendorong perusahaan untuk meningkatkan pengungkapan Environmental, Social, dan Governance (ESG). Bukti empiris mengenai pengaruh pengungkapan ESG terhadap biaya utang di pasar berkembang masih menunjukkan hasil yang belum konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan ESG dan pilar-pilarnya terhadap biaya utang (cost of debt) pada perusahaan di ASEAN-6 selama periode 2020–2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 275 perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data ESG yang diperoleh dari Bloomberg Terminal dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM), dengan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG dan masing-masing pilar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap biaya utang. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan tingkat pengungkapan ESG yang lebih tinggi dipersepsikan memiliki risiko yang lebih rendah oleh kreditur, sehingga memperoleh biaya pendanaan utang yang lebih rendah. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa transparansi ESG berperan penting dalam penilaian risiko kredit di pasar berkembang serta berkontribusi pada pengembangan literatur sustainable finance di kawasan Asia Tenggara.Sustainability issues that have increasingly attracted the attention of investors and creditors encourage companies to enhance their disclosure of Environmental, Social, and Governance (ESG) information. Empirical evidence on the effect of ESG disclosure on the cost of debt in emerging markets remains inconclusive. This study aims to examine the effect of ESG disclosure and its individual pillars on the cost of debt of companies in the ASEAN-6 region during the 2020–2024 period. The sample consists of 275 companies. This study adopts a quantitative approach, using ESG data obtained from the Bloomberg Terminal and analyzed through panel data regression with a Fixed Effect Model (FEM), with firm size included as a control variable. The results indicate that ESG disclosure and each of its pillars have a negative and significant effect on the cost of debt. These findings suggest that companies with higher levels of ESG disclosure are perceived by creditors as having lower risk, enabling them to obtain lower debt financing costs. This study provides empirical evidence that ESG transparency plays an important role in credit risk assessment in emerging markets and contributes to the development of sustainable finance literature in Southeast Asia.
5188455466H2B024021PENGARUH PENGGUNAAN FIBER REINFORCED POLYMER (FRP) PADA BATANG KOMPOSIT KAYU DAN BAMBU LAMINASI TERHADAP BEBAN AKSIAL TEKANKebutuhan material konstruksi yang berkelanjutan mendorong pemanfaatan kayu cepat tumbuh seperti sengon. Namun, sengon memiliki sifat mekanis yang rendah. Penelitian ini mengusulkan inovasi material komposit hibrid berupa kayu sengon sebagai inti (core) dan bambu petung laminasi sebagai kulit (facing). Untuk mencegah kegagalan prematur struktur sandwich dan delaminasi akibat beban tekan aksial, diaplikasikan pengekangan lateral menggunakan Fiber Reinforced Polymer (FRP) bersistem Externally Bonded (EB). Penelitian eksperimental ini menguji benda uji berukuran 5x5x20 cm dengan variasi jumlah balutan sabuk FRP (0, 2, 3, 4, dan 5 lapis). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan FRP mampu meningkatkan kapasitas tekan maksimal (Pmax) karena sabuk tersebut efektif menahan ekspansi lateral dan mengikat material penyusun agar bekerja sebagai satu kesatuan yang utuh. Pola keruntuhan berhasil diubah dari delaminasi masif menjadi core crushing, shear crimping, dan dimpling of facing yang hanya terjadi pada area celah tanpa balutan FRP. Meskipun terjadi peningkatan daya dukung secara teknis, uji statistik ANOVA menyimpulkan bahwa peningkatan tersebut tidak memiliki perbedaan rerata yang signifikan secara statistik.The demand for sustainable construction materials encourages the utilization of fast-growing timber such as Sengon wood. However, Sengon inherently possesses low mechanical properties. This study proposes an innovative hybrid composite material utilizing Sengon as the core and laminated Petung bamboo as the facing. To mitigate sandwich structure premature and delamination under axial compressive loads, lateral confinement using Externally Bonded Fiber Reinforced Polymer (EB-FRP) was applied. This experimental research tested 5x5x20 cm specimens with varying layers of FRP strips (0, 2, 3, 4, and 5 layers). The results demonstrated that the application of FRP increased the maximum compressive capacity (Pmax) by effectively restraining lateral expansion and binding the constituent materials to act as a unified whole. The failure mode successfully transitioned from massive delamination to core crushing, shear crimping, and dimpling of facing, which were strictly localized within the unconfined gaps. Despite the technical improvement in load-bearing capacity, the ANOVA statistical analysis concluded that the mean differences in the compressive strength increase were not statistically significant.
5188555467E1A020199TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP KESELAMATAN PASIEN DARI INSIDEN DALAM PELAYANAN KESEHATANInsiden merupakan kejadian tidak disengaja dengan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera pada pasien. Insiden masih sering terjadi di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap keselamatan pasien dari insiden dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan (hukum positif), penelitian taraf sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan dilaksanakan dengan studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan mengenai tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap keselamatan pasien dari insiden dalam pelayanan kesehatan telah menunjukan taraf sinkronisasi vertikal maupun horizontal. Sinkronisasi secara vertikal yang artinya peraturan yang lebih rendah telah didasarkan pada peraturan yang lebih tinggi sehingga peraturan tersebut tidak saling bertentangan antara satu sama lain. Sinkronisasi secara horizontal berarti peraturan yang memiliki kedudukan yang sama sudah serasi dan tidak bertentangan norma antara satu sama lain. Bentuk tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap keselamatan pasien dari insiden dalam pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia, yaitu: tanggung jawab hukum perdata dilakukan berdasarkan Pasal 193 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; tanggung jawab hukum administrasi dilakukan berdasarkan Pasal 31, 32, dan 33 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien, Pasal 897 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dan Pasal 189 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Kata Kunci: Insiden Pelayanan Kesehatan; Keselamatan Pasien; Tanggung Jawab Hukum
An incident is an unintended event involving conditions that causes or has the potential to cause injury to a patient. Incidents still frequently occur in hospitals. This study aims to determine the synchronization of the regulation and form of responsibility of hospital for patient safety from incident in health services. This study uses a normative juridical approach method with the specification of research on the inventory of laws and regulations (positive law), research on the level of legal synchronization and legal discovery in concreto. The type of data used in this study is secondary data and is conducted through a literature study. The data analysis method used is qualitative normative method. Based on the result of this research, the regulations about legal responsibility of hospital for patient safety from incident in health services had shown a level of vertical synchronization and horizontal synchronization. Vertical synchronization means that the lower regulation had been based on the higher regulation and these regulations do not conflict towards each other. Horizontal synchronization means that the same level regulations is harmonious and do not conflict towards each other. The form of responsibility of hospital for patient safety from incident in health services in the structure of law and regulations in Indonesia, namely: civil law responsibility as stated in Article 193 of Law Number 17 of 2023 concerning Health; administrative law responsibility as stated in Article 31, 32 and 33 of Minister of Health Regulation Number 4 of 2018 concerning Hospital Obligations and Patient Obligations, Article 897 of Government Regulation Number 28 of 2024 concerning the Implementing Regulation of Law Number 17 of 2023 concerning Health, and Article 189 of Law Number 17 of 2023 concerning Health

Keywords: Health Services Incident; Legal Responsibility; Patient Safety
5188642358E1A019245PERCERAIAN AKIBAT PERJUDIAN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Mojokerto Nomor 3067/Pdt.G/2021/PA.Mr)
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena tujuan perkawinan adalah untuk membentuk keluarga yang bahagia kekal dan sejahtera maka Undang-Undang menganut prinsip untuk mempersukar terjadinya perceraian, untuk memungkinkan perceraian harus ada alasan-alasan tertentu serta harus dilakukan di depan Sidang Pengadilan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai gugat dalam Putusan Nomor 3067/Pdt.G/2021/PA.Mr dan mengetahui akibat hukum dari cerai gugat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif dengan spesifikasi penelitian Preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang disajikan dalam bentuk teks naratif dengan menggunakan analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam putusannya mengabulkan permohonan cerai gugat akibat adanya perjudian, hakim mendasarkan pada Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan jo Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti dalam perkara tersebut terdapat fakta hukum bahwa tergugat sudah lama bermain judi, hakim dalam pertimbangan hukumnya dapat menambahkan ketentuan dalam Penjelasan Pasal 39 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Jo Pasal 19 huruf (a) Peraturan pemerintah nomor 9 tahun 1975 Jo Pasal 116 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam. Akibat hukum yang timbul dalam perkara cerai gugat tersebut yaitu terhadap para pihak, dan anak. Terhadap para pihak berakibat antara suami dan istri tidak mempunyai hubungan hukum perkawinan dan talak satu bain shugraa yaitu suami tidak dapat rujuk kembali dengan istri, jika suami menginginkan kembali kepada istri maka harus melalui akad nikah baru. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 119 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam. Terhadap anak berakibat suami dan istri wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sampai anak itu kawin atau dapat berdiri sendiri, karena anak tersebut belum berumur 12 (dua belas) tahun atau belum mumayyiz maka pemeliharaan adalah hak ibunya serta biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayahnya. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 45 Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam.
Marriage is when a man and a woman come together, both spiritually and legally, as a husband and wife, aiming to create a joyful and lasting family based on their faith in God. The purpose of marriage itself is to establish a lasting and prosperous family, therefore, the law adheres to the principle of making divorce more challenging. To allow divorce, there must be good reasons, and it must happen in a court. One such case occurred in the Religious Court of Mojokerto Number: 3067/Pdt.G/2021/PA.Mr.
This study aims to understand why the judge allowed a divorce in Decision Number: 3067/Pdt.G/2021/PA/Mr and what happens because of that divorce. The study utilized a normative juridical approach with a prescriptive research specification as its method. Secondary data sources were obtained through literature studies, presented in narrative text form, and analyzed using qualitative normative analysis.
The result of this study indicates that the Panel of Judges granted the contested divorce, the decision is based on Article 39 Paragraph (2) of Marriage Law Number 1 of 1974 jo. Article 19 Letter f of Government Number 9 of 1975 and Article 116 letter f of the Compilation of Islamic Law. Based from the analysis, the researcher leans more towards using the provisions in the Explanation of Article 19 letter (a) of Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (a) of the Compilation of Islamic Law. The legal consequences of this having legal consequences for multiple parties. For the husband and wife, they are no longer legally married, and they have undergone a talaq bain shugraa, means that the husband cannot reconcile with the wife without a new marriage contract. This is in accordance Article 119 Paragraph (1) of the Compilation of Islamic Law. For the children, the parents must take care of and educate them until they get married or can support themselves financially. If the kids are under 12 or not yet considered adults, the mother gets custody, and the father pays for their expenses. This is in accordance with Article 45 of Marriage Law Number 1 of 1974 jo. Article 105 of the Compilation of Islamic Law.
5188744020C1B020110PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN INKLUSI KEUANGAN TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MELALUI MEDIASI PERILAKU KEUANGAN
(Studi pada Pemilik UMKM di Kecamatan Wangon)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek dari literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Perilaku Keuangan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini juga mengukur tingkat literasi keuangan, inklusi keuangan, dan perilaku keuangan di antara UMKM di Kecamatan Wangon. Responden yang diambil sebagai sampel adalah pemilik dan pengelola UMKM di wilayah tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan, dan data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menggunakan metode non-probability sampling. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dan analisis regresi variabel mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan inklusi keuangan memiliki pengaruh positif terhadap perilaku keuangan, serta kinerja UMKM. Selain itu, perilaku lingkungan memediasi hubungan antara literasi keuangan, inklusi keuangan, dan kinerja UMKM.

This study aims to evaluate the impact of financial literacy and financial inclusion on the performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through Financial Behavior as a mediating variable. The study also measures the levels of financial literacy, financial inclusion, and financial behavior among MSMEs in Wangon Subdistrict. The respondents sampled for this study are the owners and managers of MSMEs in that area. A quantitative approach was utilized, and data were collected through questionnaires using non-probability sampling methods. Data analysis involved multiple linear regression and mediation analysis. Based on the analysis, the research results indicate the following: (1.) There is a positive influence of financial literacy and financial inclusion on financial behavior. (2.) There is a positive influence of financial literacy, financial inclusion, and financial behavior on the performance of MSMEs. (3.) The study also reveals that environmental behavior mediates the relationship between financial literacy, financial inclusion, and the performance of MSMEs.
5188855447L1B022074ANALISIS DENSITAS WARNA ANAKAN IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) DENGAN JUMLAH RASIO INDUK JANTAN DAN BETINA YANG BERBEDA Ikan guppy (Poecilia reticulata) merupakan jenis ikan hias yang memiliki beragam macam warna dan bentuk ekor yang menarik. Guppy jantan umumnya memiliki warna yang lebih mencolok dibanding dengan guppy betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio induk jantan betina terhadap densitas warna anakan ikan guppy yang dihasilkan selama 45 pemeliharaan setelah anakan lahir. Penelitian menggunakan metode eksperimen berdasarkan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 perlakuan, yaitu A (1:1) 1 jantan 1 betina, B (1:2) 1 jantan 2 betina, dan C (2:1) 2 jantan 1 betina dengan 4 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah densitas warna tubuh anakan berdasarkan nilai RGB. Pengambilan data menggunakan kamera handphone kemudian dianalisis menggunakan Image-J dan dilanjutkan uji One Way ANOVA menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata (P>0,05) pada tiap perlakuan terhadap densitas warna dan panjang tubuh anakan. Hal ini diduga terjadi karena faktor umur yang belum mencapai titik maksimal baik itu pada pertumbuhan warna atau ukuran tubuhnya. Pengamatan kualitas air selama penelitian berkisar pada angka optimal dan baik untuk pemeliharaan ikan guppy.Guppy fish (Poecilia reticulata) are a type of ornamental fish that come in a wide variety of attractive colors and tail shapes. Male guppies generally have more striking colors than female guppies. This study aimed to determine the effect of different male-to-female parent ratios on the color intensity of guppy fry produced during 45 days of rearing after hatching. The study employed an experimental design based on a completely randomized design (CRD) with three treatments: A (1:1) 1 male to 1 female, B (1:2) 1 male to 2 females, and C (2:1) 2 males to 1 female, each with four replicates. The observed parameter was the body color density of the fry based on RGB values. Data were collected using a cell phone camera, analyzed using Image-J, and subjected to a one-way ANOVA using SPSS. The results showed no significant differences (P > 0.05) among the treatments regarding body color density and body length of the fry. This is likely due to the fish not yet having reached their maximum age for either color development or body size. Water quality readings throughout the study remained within optimal and acceptable ranges for guppy rearing.
5188940880I1D019001Hubungan Pengetahuan Gizi dan Preferensi Sayur dan Buah Dengan Keragaman Pangan Pada Mahasiswa Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Mahasiswa adalah sasaran penting dalam perbaikan gizi yang berkaitan dengan kebiasaan dan pola konsumsi makan. Konsumsi makanan yang beragam sangat disarankan dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan preferensi sayur dan buah dengan dietary diversity score pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman

Metodologi: Penelitian menggunakan studi cross sectional dengan melibatkan 63 mahasiswa. Kriteria inklusi adalah mahasiswa aktif angkatan 2019 yang berlokasi di Purwokerto, sedangkan kriteria eksklusi yaitu mahasiswa kesehatan dan teknik. Data pengetahuan dan preferensi sayur dan buah diambil menggunakan kuesioner, data keragaman pangan diambil menggunakan wawancara recall 1x24 jam hingga didapatkan dietary diversity score. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Squar.

Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan keragaman pangan pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (p=0,016), serta terdapat hubungan antara preferensi sayur dan buah dengan keragaman pangan pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (p=0,027).

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dan preferensi sayur dan buah dengan keragaman pangan pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.
Background: College students are an important target for nutrition repair, which is related to their eating habits and patterns. Diverse eating habits are highly recommended for fulfilling nutrition requirements. This study aimed to find a correlation between knowledge of nutrition and preference for vegetables and fruits with dietary diversity scores for students at Universitas Jenderal Soedirman.

Methods: This cross-sectional study included a total of 63 students. The inclusion criteria were active student batch 2019, which was located in Purwokerto, whereas the exclusion criteria were health science and technique students. Data of knowledge and preference for vegetables and fruits were collected using a questionnaire, while data on dietary diversity scores were collected by a recall interview session of 1 × 24 hours. Univariate and bivariate chi-squared tests were used for data analysis.   

Results: Based on the analysis, there was a correlation between knowledge of nutrition and dietary diversity scores for students at Universitas Jenderal Soedirman (p=0.016), and there was a correlation between the preferences for vegetables and fruits and dietary diversity scores for students at Universitas Jenderal Soedirman (p=0.027).

Conclusion: There was a correlation between knowledge of nutrition and preferences for vegetables and fruits among students in Universitas Jenderal Soedirman.
518903591H1C005003KARAKTERISASI AKUIFER LEKUKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU DESA BULUPAYUNG DAN DESA KARANGREWNA KABUPATEN CILACAP MENGGUNAKAN GEOLISTRIK SCHLUMBERGERStudi kasus tentang struktur geologi bawah permukaan DAS Serayu di Desa Bulupayung dan Desa Karangrena, telah dilaksanakan dengan menggunakan geolistrik resistivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui susunan lapisan batuan dan menentukan karakteristik akuifer di desa Bulupayung dan desa Karangrena Kabupaten Cilacap. Proses pengambilan data dilakukan dengan teknik Vertical Electrical Sounding konfigurasi Schlumberger dan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel, Progres Version 3.0, dan Peta Geologi Banyumas. Data yang kita peroleh dengan memasukkan nilai ΔV, I, a dan K kedalam Microsoft Excel adalah nilai apparent resistivity (ρa). Nilai resistivitas yang kita peroleh dari Microsoft Excel dan nilai a nya kita modelkan menggunakan Progress version 3.0. Dari data Progress Version 3.0 diperoleh kedalaman, ketebalan, dan jumlah lapisan serta harga resistivitas batuan bawah permukaan. Hasil interpretasi di Desa Bulupayung dan Desa Karangrena diperoleh 4 lapisan batuan. Karakteristik akuifer di DAS Serayu Desa Bulupayung dan Desa Karangrena adalah akuifer dangkal karena berada pada kedalaman kurang dari 40 m.

ABSTRACT
Case studies of subsurface geological structures in watershed Serayu Bulupayung Village and Village Karangrena, has been implemented using geoelectric resistivity. This study aims to determine the composition of rock layers and determine the characteristics of the aquifers in the Bulupayung vilage and Karangrena vilage Cilacap. Data collection was done by using Schlumberger Vertical Electrical Sounding configuration and data processing using Microsoft Excel, Progress Version 3.0, and the Geological Map Banyumas.The data that we gained by entering the value ΔV, I, A and K into Microsoft Excel is the value of apparent resistivity (ρa) . Resistivity values we get from Microsoft Excel and its value us a Model using Progress version 3.0. Progress Version 3.0 of the data obtained by the depth, thickness, and number of layers as well as the price of the resistivity of the subsurface rocks. Interpretation in the Village and Village Karangrena Bulupayung obtained 4 layers of rock. Characteristics of the aquifers in the watershed Serayu Bulupayung Village and Village Karangrena is shallow aquifer because it is located at a depth of less than 40 m
5189155468J0A023040Creating Infographic Posters about Service Flow and Table Settings in the Banquet Operation Department at The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place Hotel.Tugas akhir ini berjudul “Creating Infographic Posters About Service Flow and Table Settings in The Banquet Operation Department at The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place Hotel.” Penulis melaksanakan praktik kerja lapangan dari tanggal 3 Juli 2025 sampai 4 Januari 2026 sebagai Administrative Trainee (Peserta Pelatihan Administrasi) di Banquet Operation Department (Departemen Operasional Perjamuan). Tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman magang di Banquet Operation Department di Hotel The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place dan membuat poster infografis sebagai media pembelajaran bagi peserta pelatihan (trainee).
Selama magang, penulis menemukan bahwa para trainee sering melakukan kesalahan operasional. Mereka sering kali melewatkan peralatan tertentu saat menata meja dan melupakan urutan pelayanan yang benar. Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis membuat poster infografis yang ditargetkan khusus bagi para trainee ini. Poster tersebut berfungsi sebagai media pembelajaran praktis untuk membantu trainee dalam memahami tugas mereka secara lebih cepat. Selain itu, poster ini juga berfungsi sebagai alat bantu pengingat visual agar para trainee tidak mengulangi kesalahan yang sama di lapangan kerja. Dalam pembuatannya, poster infografis ini melalui tahap-tahap seperti pre-production, production dan post-production. Penulis mengumpulkan data yang diperlukan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Penulis menghadapi beberapa hambatan selama operasional dalam sehari-harinya. Hal tersebut meliputi kesulitan dalam menyiapkan kebutuhan acara, menangani beban kerja yang berat dan banyak, serta mengelola permintaan klien yang mendadak. Namun, penulis berhasil mengatasi masalah-masalah tersebut dengan mempelajari tugas secara cepat, mencatat hal-hal secara rinci, dan menerapkan kerja sama tim yang efektif.
This Final Report entitled “Creating Infographic Posters About Service Flow and Table Settings in The Banquet Operation Department at The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place Hotel.” The author conducted the job training from July 3, 2025, to January 4, 2026, as an Administrative Trainee in the Banquet Operation Department. This project aimed to describe the internship experience in the Banquet Operation Department at The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place hotel and to create infographic posters as learning tool for trainee.
During the internship, the author noticed that new trainees often made operational mistakes. Trainees frequently missed specific items during table setups and forgot the correct service sequence. To solve this problem, the author designed infographic posters specifically targeting these trainees. The posters served as a practical learning tool to help new trainees understand their duties faster. Additionally, the posters functioned as a quick visual recall tool to avoid trainees from repeating the same errors on the job field. During its creation, this infographic poster went through several stages, including pre-production, production, and post-production. The author collected the necessary information using observation, interviews, and documentation methods.
The author faced several obstacles during daily operations. These challenges included difficulties in preparing event equipment, handling heavy workloads, and managing sudden requests. However, the author overcame these problems by learning the tasks quickly, keeping detailed notes, and practicing effective teamwork.
5189221866G1H013003HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VII DI SMP ISLAM WALISONGO KEMBARANAbstrak
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VII DI SMP ISLAM WALISONGO KEMBARAN

Tia Seftiana, Ngadiman, Atikah Proverawati

Latar Belakang: Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan. Faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani salah satunya adalah status gizi dan kebiasaan sarapan. Pada anak usia 13-15 tahun anak mencapai hasil yang maksimal dalam melakukan kemampuan gerak seperti lari, lompat jauh tanpa awalan, dan melempar jarak jauh.

Metodelogi: rancangan penelitian adalah analitik dengan design Crossectional. Penelitian dilakukan di SMP Islam Walisongo. Jumlah sampel 31 siswa diambil dengan teknik Purposive Sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji statistik menggunakan Fisher Exact’s Test. Instrumen penelitian status gizi menggunakan indeks antropometri IMT/U, kebiasaan sarapan menggunakan kuesioner dan kebugaran jasmani menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia.

Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani (p=1,000). Tidak ada hubungan kebiasaan sarapan dengan kebugaran jasmani (p=1,000).

Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani. Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kebugaran jasmani.

Kata Kunci: Status gizi, Kebiasaan sarapan, Kebugaran jasmani.
Abstract

CORRELATION BETWEEN NUTRITION STATUS AND BREAKFAST WITH PHYSICAL FITNESS STUDENT GRADE VII IN WALISONGO ISLAMIC JUNIOR SCHOOL, KEMBARAN
Tia Seftiana, Ngadiman, Atikah Proverawati

Background : Physical fitness is the body’s ability to perform daily activities without causing excessive physical and mental fatigue. One of the factors that affect physical fitness is the nutritional status and breakfast habits. Children aged 13-15 years achieved maximum results in performing motion abilities such as running, long jump without prefix, and throwing long distances.

Method : The study design is analytical with crossectional design. The study was conducted at Walisongo Islamic Junior High School. There are 31 students as sample taken with purposive sampling technique by considering inclusion and exclusion criteria. Statistical test using Fisher Exact’s Test. Nutritional status using anthropometry index IMT / U, breakfast habits using questionnaire and physical fitness using Indonesian Physical Freshness Test.

Results: There is no correlation between nutritional status and physical fitness (P= 1000). There is no relationship between breakfast habits and physical fitness (p = 1,000).

Conclusion : There is no correlation between nutritional status and physical fitness. There is no relationship between breakfast habits and physical fitness.

Keywords: nutritional status, breakfast habits, physical fitness.

5189346748K1C020073IDENTIFIKASI POTENSI AIR TANAH DI WILAYAH KECAMATAN
KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN DATA
RESISTIVITAS - 1D
Identifikasi potensi air tanah pada kawasan Cekungan Air Tanah PurwokertoPurbalingga di wilayah Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas telah
dilakukan dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger.
Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan litologi struktur batuan bawah
permukaan dan penampang hidrostratigrafi batuan bawah permukaan di wilayah
Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Akuisisi data dilakukan pada 5
pengambilan data dengan panjang setiap lintasan 300 meter. Pengolahan data
dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2021, sehingga
diperoleh nilai resistivitas semu (ρa), kemudian diinversi dengan perangkat lunak
Progress 3.0 untuk memperoleh nilai resistivitas sebenarnya (ρ). Korelasi antar
lintasan dilakukan menggunakan perangkat lunak Rockworks 16. Berdasakan
interpretasi litologi, daerah penelitian tersusun atas tanah penutup atau top soil
dengan nilai resistivitas 13,11 - 31,83 Ωm, pasir lempungan dengan nilai
resistivitas 5,29 - 58,86 Ωm, lempung, lanau, dan pasir dengan nilai resistivitas
13,11- 63,77 Ωm, lempung pasiran dengan nilai resistivitas 7,55 - 38,92 Ωm,
batupasir dan napal berkapur dengan nilai resistivitas 9,54 - 111,20 Ωm, dan
batupasir kasar dengan nilai resistivitas sebesar 4,36 - 27,74 Ωm. Jenis akuifer
yang diperoleh pada daerah penelitian berupa akuifer dangkal pada kedalaman
1,31 – 5,33 meter dan akuifer dalam pada kedalaman lebih dari 28,79 meter pada
formasi batuan tapak.
The identification of groundwater potential in the Purwokerto-Purbalingga
Groundwater Basin area in Kalibagor Subdistrict, Banyumas Regency has been
conducted using the Schlumberger configuration resistivity geoelectric method.
This research aims to interpret the lithology of subsurface rock structure and
hydrostratigraphic cross section of subsurface rock in Kalibagor District,
Banyumas Regency. Data acquisition was carried out in 5 data retrievals with the
length of each track of 300 meters. Data processing was carried out using
Microsoft Excel 2021 software, so that the apparent resistivity value (ρa) was
obtained, then inversed with Progress 3.0 software to obtain the actual resistivity
value (ρ). Correlation between passes was done using Rockworks 16 software.
Based on lithological interpretation, the study area is composed of top soil with a
resistivity value of 13.11 - 31.83 Ωm, clayey sand with a resistivity value of 5.29 -
58.86 Ωm, clay, silt, and sand with a resistivity value of 13.11 - 63.77 Ωm, sandy
clay with resistivity value of 7.55 - 38.92 Ωm, calcareous sandstone and marl with
resistivity value of 9.54 - 111.20 Ωm, and coarse sandstone with resistivity value
of 4.36 - 27.74 Ωm. The type of aquifer obtained in the study area is a shallow
aquifer at a depth of 1.31 - 5.33 meters and deep aquifer at a depth of more than
28.79 meters in the tapak rock formation.
5189440408D1A019191Pengaruh Perbedaan Ketinggian Tempat Pakan dan Tempat Minum Terhadap Performa Ayam Broiler Pendampingan kepada peternak yang dilakukan selama magang berguna untuk menambah wawasan serta menerapkan ilmu terkait manajemen pemeliharaan ayam broiler. Tujuan dari magang yang dilakukan adalah untuk peningkatan produktifitas dari peternak yang didampingi. Perbedaan ketinggian tempat pakan dan minum ternak dapat mempengaruhi performa dari ayam broiler.Pengamatan terhadap performa ayam dilakukan selama dua periode, performa yang diamati adalah pertambahan bobot badan (PBB), konsumsi pakan, feed conversion ratio (FCR), dan index performance (IP). Materi magang yang digunakan ayam broiler sebanyak 20.000 ekor setiap lantainya, dengan strain mb 202. Kandang yang digunakan milik bapak H. Rauf yang merupakan kandang closed house dengan ukuran 60m x 12m x 2m, dan pakan yang digunakan adalah sb 10, sb 11, sb 12. Prasana yang digunakan antara lain; tirai luar, tirai dalam, inlet, kipas ventilasi, plafon, pemanas, nozzle, cooling pad, paranet, lampu pencahayaan, tempat pakan, tempat minum, tandon air, daya listrik pln, genset, controller, dan gudang pakan. Jumlah tempat pakan yang digunakan sebanyak 2378 feeder pan dengan perbandingan 1:7, untuk tempat minum sebesar 2320 dengan rasio 1:9. Peletakkan ketinggian tempat pakan dan tempat minum dilakukan selama dua periode pemeliharaan. Ketinggian tempat pakan dan minum periode pertama setinggi 3-5cm dari lantai, untuk periode kedua setinggi dada ayam mengikuti pertumbuhan ayam. Data diperoleh melalui observasi dimana data primer didapatkan dari recording dan data sekunder didapatkan dari Bapak Rauf, data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Waktu magang mulai tanggal 16 februari 2023 hingga 30 juni 2023. Hasil pengamatan menunjukkan periode 2 pemeliharaan ayam broiler lebih baik dibandingkan periode 1. PBB sebesar 621±10,43 gram, konsumsi pakan 4426 ± 234,44 gram, FCR 1,606 ± 0,024, dan IP 409 ± 15,56. Hal tersebut menunjukkan bahwa peletakan tempat pakan dan air minum yang berbeda dapat mempengaruhi performa ayam broiler. Tempat pakan dan minum yang terlalu rendah dapat menyebabkan ternak mengalami kelumpuhan dan banyaknya pakan yang tercecer. Tempat pakan dan minum yang diletakkan setinggi dada ayam dapat mempermudah ayam mencapai pakan dan minum sehingga tidak mengeluarkan tenaga yang berlebih. Disimpulkan bahwa ketinggian yang optimal untuk tempat pakan dan minum adalah setinggi dada ayam broiler mengikuti pertumbuhan ayam yang dipelihara.
Assistance to farmers carried out during the internship is useful to increase insight and apply knowledge related to broiler chicken maintenance management. The purpose of the internship is to increase the productivity of the farmer who is accompanied. Differences in the placement of feed and drinking places can affect the performance of broiler chickens. Observations of chicken performance were carried out for two periods, the observed performance was weight gain (PBB), feed consumption, feed conversion ratio (FCR), and performance index (IP). The internship material used by broiler chickens is 20,000 heads per floor, with the 202 mb strain. The cage used belongs to Mr. H. Rauf which is a closed house cage with a size of 60m x 12m x 2m, and the feed used is sb 10, sb 11, sb 12. Prasana used includes; outer curtain, inner curtain, inlet, ventilation fan, ceiling, heater, nozzle, cooling pad, paranet, lighting lamp, feed bin, drinking place, water reservoir, PLN electric power, generator, controller, and feed warehouse. The number of feed bins used was 2378 pan feeders with a ratio of 1: 7, for drinking places of 2320 with a ratio of 1: 9. The height of the first-period feed and drinking place is 3-5cm high from the floor, for the second period it is as high as the chicken breast follows the growth of chickens. Data is obtained through observation where primary data is obtained from recording and secondary data is obtained from Mr. Rauf, data is analyzed using descriptive analysis. The internship period is from February 16, 2023 to June 30, 2023. The results showed that period 2 of broiler chicken rearing was better than period 1. PBB amounted to 621±10.43 grams, feed consumption 4426 ± 234.44 grams, FCR 1.606 ± 0.024, and IP 409 ± 15.56. This shows that laying different feed and drinking water containers can affect the performance of broiler chickens. Feed and drinking places that are too low can cause livestock to experience paralysis and a large amount of scattered feed. Feed and drink places placed as high as chicken breasts can make it easier for chickens to reach feed and drink so as not to expend excess energy. It was concluded that the optimal height for feed and drinking places is at the level of broiler chicken breasts following the growth of chickens kept.
5189545550I1D020079HUBUNGAN PENGETAHUAN, TINGKAT KONSUMSI DAN ASUPAN GULA MINUMAN MANIS DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI BANYUMASLatar Belakang : Pada wilayah Banyumas prevelensi gizi lebih pada remaja sebesar 52,9%. Permasalahan gizi lebih pada remaja dapat disebakan oleh faktor konsumsi minuman manis yang dapat dipengaruhi oleh pengetahuan gizi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan minuman berpemanis dan tingkat konsumsi minuman manis dengan status gizi pada remaja di Banyumas.
Metodologi : Penelitian Cross Sectional melibatkan 100 remaja SMA Negeri 1 Jatilawang dan SMA Negeri 2 Purwokerto dilakukan pada bulan Mei 2024. Pengambilan data melalui wawancara menggunakan kuesioner pengetahuan minuman berpemanis dan SQ – FFQ minuman berpemanis pada satu bulan terakhir. Responden melakukan pengukuran antropometri (TB dan BB) guna mengetahui status gizi.
Hasil penelitian : Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan minuman berpemanis dengan status gizi (p = 0,025). Terdapat hubungan antara tingkat konsumsi minuman berpemanis dengan status gizi (p = 0,049). Tidak terdapat hubungan antara rata - rata asupan gula terhadap status gizi (p = 0,111).
Kesimpulan : Terdapat hubungan pengetahuan minuman berpemanis dengan status gizi dan terdapat hubungan antara tingkat konsumsi minuman berpemanis dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan konsumsi asupan gula dari minuman berpemanis dengan status gizi.
Background : In the Banyumas area, the prevalence of overnutrition among teenagers is 52.9%. The problem of overnutrition in teenagers can be caused by the consumption of sweet drinks which can be influenced by nutritional knowledge. The research aims to determine the relationship between knowledge of sweetened drinks and the level of consumption of sweetened drinks with the nutritional status of adolescents in Banyumas.
Methods : Cross Sectional research involving 100 teenagers from SMA Negeri 1 Jatilawang and SMA Negeri 2 Purwokerto was conducted in May 2024. Data were collected through interviews using a questionnaire on knowledge of sweetened drinks and SQ – FFQ of sweetened drinks in the last month. Respondents took anthropometric measurements (TB and BW) to determine nutritional status.
Results : Chi Square test results show that there is a relationship between knowledge of sweetened drinks and nutritional status (p = 0.025). There is a relationship between the level of consumption of sweetened drinks and nutritional status (p = 0.049). There was no relationship between average sugar intake and nutritional status (p = 0.111).
Conclusion : There is a relationship between knowledge of sweetened drinks and nutritional status and there is a relationship between the level of consumption of sweetened drinks and nutritional status. There was no relationship between sugar intake from sweetened drinks and nutritional status.

5189655327F1A022104POLA KEHIDUPAN TOLERANSI : ANALISIS KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT DESA CISANTANA, KABUPATEN KUNINGANMeskipun pluralitas agama di Indonesia seringkali menjadi sumber konflik, Desa Cisantana di Kabupaten Kuningan menunjukkan model keharmonisan antara komunitas Muslim, Katolik, dan penganut Sunda Wiwitan. Penelitian ini mengkaji pola kehidupan toleran tersebut bukan sebagai kondisi alamiah, melainkan sebagai sebuah realitas yang dikonstruksi secara sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi praktik-praktik toleransi beserta faktor pendukungnya, serta menganalisis pola tersebut menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data dianalisis melalui kerangka teoretis Berger dan Luckmann yang mencakup tiga momen dialektis: eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Praktik toleransi diwujudkan secara aktif melalui perilaku masyarakat Desa Cisantana berupa sikap saling menghargai dan menghormati, gotong royong, partisipasi lintas iman dalam perayaan hari besar keagamaan, serta keterlibatan bersama dalam upacara adat Seren Taun. Praktik-praktik ini diperkuat oleh kearifan lokal Sunda silih asah, silih asih, silih asuh, serta peran aktif tokoh masyarakat, institusi keagamaan, dan lembaga pendidikan. Analisis menunjukkan bahwa tindakan-tindakan konkret ini (eksternalisasi) telah terlembaga menjadi norma sosial yang diterima bersama (objektivasi), yang kemudian diserap oleh individu melalui sosialisasi sebagai bagian dari kesadaran mereka (internalisasi). Disimpulkan bahwa toleransi di Desa Cisantana adalah realitas sosial dinamis yang secara aktif diciptakan, dipelihara, dan diwariskan dari generasi ke generasi.Although religious plurality in Indonesia is often a source of conflict, Cisantana Village in Kuningan Regency demonstrates a model of harmony among its Muslim, Catholic, and Sunda Wiwitan communities. This study examines this pattern of tolerant life not as a natural condition, but as a socially constructed reality. The purpose of this research is to identify the practices of tolerance and their supporting factors, and to analyze this pattern using the social construction theory of Peter L. Berger and Thomas Luckmann. This research employs a descriptive qualitative method with a literature review approach. Data were analyzed through Berger and Luckmann's theoretical framework, which includes three dialectical moments: externalization, objectivation, and internalization. The results show that the practice of tolerance is actively manifested through the behaviors of the Cisantana Village community, such as mutual respect, gotong royong (mutual cooperation), interfaith participation in major religious celebrations, and joint involvement in the Seren Taun traditional ceremony. These practices are reinforced by the Sundanese local wisdom of silih asah, silih asih, silih asuh, as well as the active roles of community leaders, religious institutions, and educational institutions. The analysis indicates that these concrete actions (externalization) become institutionalized as mutually accepted social norms (objectivation), which are subsequently absorbed by individuals through socialization as part of their consciousness (internalization). It is concluded that tolerance in Cisantana Village is a dynamic social reality that is actively created, maintained, and passed down from generation to generation.
5189755469H1E022018Pengaruh Jenis Jalan, Tingkat Lalu Lintas, Serta Durasi Distraksi Ketika Berkendara Terhadap Potensi Kecelakaan Lalu Lintas dengan Driving Simulator dan Factorial DesignDistraksi penggunaan telepon seluler saat berkendara merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan perhatian pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh durasi distraksi, jenis jalan, dan tingkat lalu lintas terhadap tingkat risiko berkendara serta mengidentifikasi perubahan pola hubungan antara durasi distraksi dan risiko berkendara. Penelitian dilakukan menggunakan driving simulator dengan rancangan full factorial yang melibatkan jenis jalan 2 dan 4 lajur, tingkat lalu lintas rendah, sedang, dan tinggi, serta durasi distraksi 0, 2, 4, 6, 8, dan 10 detik. Tingkat risiko berkendara dikategorikan menjadi empat tingkat, yaitu aman, risiko terjadi kecelakaan, kecelakaan ringan, dan kecelakaan berat. Data dianalisis menggunakan ANOVA untuk mengetahui pengaruh faktor dan interaksinya, serta piecewise regression untuk mengidentifikasi titik perubahan hubungan antara durasi distraksi dan tingkat risiko. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa durasi distraksi dan tingkat lalu lintas berpengaruh signifikan terhadap tingkat risiko berkendara, sedangkan jenis jalan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Durasi distraksi menjadi faktor yang paling dominan, sementara tidak ditemukan interaksi yang signifikan antar faktor. Analisis piecewise regression menghasilkan estimasi titik perubahan pada sekitar 3,08 detik, dengan kecenderungan peningkatan risiko yang lebih besar setelah titik tersebut. Namun, hasil Davies’ Test tidak menunjukkan perubahan slope yang signifikan (p = 0,3847), sehingga 3,08 detik belum dapat ditetapkan sebagai batas kritis atau batas aman. Hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan intervensi keselamatan berkendara dan konsep driver monitoring system (DMS).Cell phone distraction while driving is one of the factors that can reduce driver attention and increase accident risk. This study aims to analyze the effects of distraction duration, road type, and traffic level on driving risk and to identify changes in the relationship between distraction duration and driving risk. The study was conducted using a driving simulator with a full factorial design involving two- and four-lane roads, low, moderate, and high traffic levels, and distraction durations of 0, 2, 4, 6, 8, and 10 seconds. Driving risk was categorized into four levels: safe, accident risk, minor accident, and major accident. The data were analyzed using ANOVA to determine the effects of the experimental factors and their interactions, and piecewise regression to identify a potential change point in the relationship between distraction duration and driving risk. The ANOVA results showed that distraction duration and traffic level significantly affected driving risk, while road type did not have a significant effect. Distraction duration was the most dominant factor, while no significant interactions were found among the experimental factors. Piecewise regression estimated a change point at approximately 3.08 seconds, with a tendency for greater risk increases after this point. However, the Davies’ Test did not indicate a significant change in slope (*p* = 0.3847); therefore, 3.08 seconds cannot be established as a critical or safe threshold. The findings may support the development of driving safety interventions and Driver Monitoring Systems (DMS).
5189841468F1D019004PENGARUH TERPAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM KOMISI PEMILIHAN UMUM
KABUPATEN BANYUMAS DAN UJI EKSPERIMENTAL TERHADAP LITERASI POLITIK FOLLOWERS MENJELANG PEMILIHAN UMUM 2024

Artikel ini menggunakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan media sosial Instagram Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas terhadap literasi politik followers menjelang Pemilihan Umum 2024. Terdapat penelitian pendukung menggunakan teknik eksperimental dengan membandingkan kelas eksperimen dan kelas kontrol followers, diperoleh hasil bahwa sesuatu yang diberikan perlakuan khusus akan lebih tinggi tingkat literasinya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui kuesioner yang ditentukan dengan random sampling sejumlah 100 responden followers Instagram. Teori yang dijadikan landasan dalam penelitian ini adalah teori S-O-R. Dalam membuktikan dn menganalisis tersebut maka digunakan uji validitas dan reabilitas, uji regresi ordinal, dan uji korelasi rank spearman. Hasil pengujian menggunakan regresi ordinal menunjukan variabel X mempengaruhi sebesar 34,4% variabel Y. Pada uji korelasi rank spearman koefisien korelasi sebesar 0,684 yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang kuat. Dengan demikian dapat dimaknai adanya terpaan media sosial Instagram KPU Banyumas mempengaruhi literasi politik followers menjelang Pemilihan Umum 2024 dan berdasarkan hipotesis yang telah dibuat maka Ha diterima dan Ho ditolak.
This article uses quantitative research which aims to determine the effect of Instagram social media exposure from the Banyumas District General Election Commission on political literacy of followers ahead of the 2024 General Election. There is supporting research using experimental techniques by comparing the experimental class and the control class of followers, the result is that if something is given treatment specifically, the literacy rate will be higher. The data collection technique in this study was through a questionnaire determined by random sampling of 100 Instagram followers respondents. The theory used as the basis for this research is the S-O-R theory. In proving and analyzing this, validity and reliability tests, ordinal regression tests, and Spearman's rank correlation tests are used. The test results using ordinal regression showed that the X variable influenced 34.4% of the Y variable. In the Spearman rank correlation test, the correlation coefficient was 0.684, which means that the two variables have a strong relationship. Thus it can be interpreted that exposure to the Banyumas KPU Instagram social media has affected the political literacy of followers ahead of the 2024 General Election and based on the hypothesis that has been made, Ha is accepted and Ho is rejected.

5189933704E1A017158PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN APARTEMEN BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
( Studi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 485/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel )
Apartemen merupakan suatu inovasi dalam penyediaan hunian tempat tinggal bagi masyarakat. Pembangunan apartemen di Indonesia didasarkan pada Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun. Pembangunan apartemen dalam praktiknya menimbulkan banyaknya pelaku usaha yang ikut memproduksi apartemen dengan berbagai fasilitas – fasilitas penunjang yang berbeda – beda sebagai daya tarik bagi para calon konsumennya. Hubungan antara konsumen dan pelaku usaha apartemen didasarkan pada Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan metode analisis data secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian dapat disimpulkan, Majelis Hakim yang memeriksa perkara pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 485/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel telah memberikan perlindungan konsumen bagi konsumen apartemen dengan mengabulkan sebagian gugatan dari konsumen dan menjatuhkan amar putusan dengan membatalkan surat – surat pesanan unit apartemen dan mewajibkan ganti rugi dari pelaku usaha kepada konsumen, hal ini sesuai dengan yang diatur dalam Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Apartments are an innovation in providing residential housing for the community. Apartment's development in Indonesia is based on Law Number 20 of 2011 concerning Apartment. The constructions of apartments in practice raises the number of businessmen who participate in producing apartments with various different supporting facilities as an attraction for potential consumers. The relationship between consumers and apartment businessmen is based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
The research method used in this study uses a normative juridicial approach with descriptive research specifiations. Sources of data used are secondary data obtained from literature studies in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. The collected data is processed and analyzed using the qualitative normative data analysis method.
The results of the study can be concluded, the Panel of Judges who examined the case on the South Jakarta District Court Decision Number 485/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel has provided consumer protection for apartment consumers by granting some of the claims of consumers and dropping the verdict by canceling the order letter's of apartments units and businessman must to give compensation to consumers, this is in accordance with what is regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.

519005388G1A009087PENGARUH PEMBERIAN KAFEIN TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus Norvergicus) YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA (CCL4)PENGARUH PEMBERIAN KAFEIN TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA (CCL4)
ABSTRAK
LatarBelakang:Prevalensi penyakit hati yang terus meningkat menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia CCl4 adalah bahan kimia hepatotoksik yang dapat merusak membrane sel bahkan kematian sel hepar. Kafein dengan kandungan antioksidan Clorogenik acid diduga dapat berguna untuk terapi penyakit hati.
Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh pemberian kafein terhadap perubahan histopatologi hati tikus putih (Rattus norvegicus) Jantan yang diinduksi karbon tetraklorida (CCL4).
Metode:Penelitian ini menggunakan 18 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dengan galur Spargue Dawley berusia 3 sampai 4 bulan dengan berat 250-275 g. Tikus dibagi tiga kelompok yaitu: kelompok control negative tanpa induksi (CCL4), control positif dengan induksi (CCL4), dan kelompok perlakuan dengan induksi (CCL4) dan sonde kafein dosis 5,4 mg/200grBB tikus/hari. Perlakuan selama 56 hari. Pemeriksaan histopatology dengan skor Manja Roenigk. Analisis data yang digunakan adalah Kruskal Wallis dan uji Post Hoc dengan Mann Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (P<0,05).
Hasil:Gambaran histopatologi dinilai dari perubahan sel normal menjadi degenerasi parenkimatosa, hidropik, dannekrosis. Analisis Kruskal Wallis kerusakan hepatosit P=0,002, perubahan gambaran histopatologi P=0,003, dan Keparahan nekrosis P=0,001 menunjukan hasil yang signifikan terhadap efek pemberian kafein terhadap perbaikan gambaran histopatologi hepar. Uji Post Hoc Mann Whitney didapat perbedaan bermakna pada K(-) - K(+) P=0,002, K(+) - Perlakuan P=0,002, dan K(+)-Perlakuan P=0,041.
Kesimpulan:Pemberian kafein berpengaruh pada perbaikan gambaran histopatologi hati tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi karbon tetraklorida (CCL4).

Kata kunci: Kafein, Clorogenic acid, karbon tetraklorida, skor Manja Roenigk.

ABSTRACT

Backround:The prevalence of heart disease continues to increase to one health problem in the world. CCl4 is hepatotoxic chemical, is able to cause damage the cell membrane and death of liver cells. Caffeine content of antioxidant Clorogenik acid could be expected to be useful for the treatment of liver disease.
Objection:The aim of this study was to prove the effect of caffeine to liver histopatology male rat (Rattus norvegicus)-induced by carbon tetracloride (CCL4).
Metod:This study used eighteen rats (Spargue dawley) aged three to four months, 250-350 g weight, and divided into three groups, six each. There were negative control group without-induced CCL4; positive control groups with CCL4; and groups with caffein in dose5,4 mg/200 g BW day for 56 days. Histopatology examination used Manja Roenigk scoring System. The result test was analyzed by Kruskal Wallis with Mann Whitney as post hoc.
Result: Preview histopathology assessed from changes normal cells into parenkimatosa degeneration, hydropic, and necrosis. Analysis of hepatocyte damage Kruskal Wallis P = 0.002, changes in histopathology image P = 0.003 and P = 0.001 Severity necrosis showed significant results on the effects of caffeine administration on hepatic histopathology image improvement. Post hoc Mann Whitney test obtained significant differences in K (-)-K (+) P = 0.002, K (+)-Treatment P = 0.002, and K (+)-Treatment P = 0.041.
Conclution:Giving an overview of caffeine effect on histopathological changes in the liver of white male rat (Rattus norvegicus) induced carbon tetrachloride (CCl4).

Key words: Caffeine, Clorogenic acid, karbon tetracloride, and Manja Roenick score.