Home
Login.
Artikelilmiahs
45550
Update
NUR FADILLAH WATI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN PENGETAHUAN, TINGKAT KONSUMSI DAN ASUPAN GULA MINUMAN MANIS DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Pada wilayah Banyumas prevelensi gizi lebih pada remaja sebesar 52,9%. Permasalahan gizi lebih pada remaja dapat disebakan oleh faktor konsumsi minuman manis yang dapat dipengaruhi oleh pengetahuan gizi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan minuman berpemanis dan tingkat konsumsi minuman manis dengan status gizi pada remaja di Banyumas. Metodologi : Penelitian Cross Sectional melibatkan 100 remaja SMA Negeri 1 Jatilawang dan SMA Negeri 2 Purwokerto dilakukan pada bulan Mei 2024. Pengambilan data melalui wawancara menggunakan kuesioner pengetahuan minuman berpemanis dan SQ – FFQ minuman berpemanis pada satu bulan terakhir. Responden melakukan pengukuran antropometri (TB dan BB) guna mengetahui status gizi. Hasil penelitian : Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan minuman berpemanis dengan status gizi (p = 0,025). Terdapat hubungan antara tingkat konsumsi minuman berpemanis dengan status gizi (p = 0,049). Tidak terdapat hubungan antara rata - rata asupan gula terhadap status gizi (p = 0,111). Kesimpulan : Terdapat hubungan pengetahuan minuman berpemanis dengan status gizi dan terdapat hubungan antara tingkat konsumsi minuman berpemanis dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan konsumsi asupan gula dari minuman berpemanis dengan status gizi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : In the Banyumas area, the prevalence of overnutrition among teenagers is 52.9%. The problem of overnutrition in teenagers can be caused by the consumption of sweet drinks which can be influenced by nutritional knowledge. The research aims to determine the relationship between knowledge of sweetened drinks and the level of consumption of sweetened drinks with the nutritional status of adolescents in Banyumas. Methods : Cross Sectional research involving 100 teenagers from SMA Negeri 1 Jatilawang and SMA Negeri 2 Purwokerto was conducted in May 2024. Data were collected through interviews using a questionnaire on knowledge of sweetened drinks and SQ – FFQ of sweetened drinks in the last month. Respondents took anthropometric measurements (TB and BW) to determine nutritional status. Results : Chi Square test results show that there is a relationship between knowledge of sweetened drinks and nutritional status (p = 0.025). There is a relationship between the level of consumption of sweetened drinks and nutritional status (p = 0.049). There was no relationship between average sugar intake and nutritional status (p = 0.111). Conclusion : There is a relationship between knowledge of sweetened drinks and nutritional status and there is a relationship between the level of consumption of sweetened drinks and nutritional status. There was no relationship between sugar intake from sweetened drinks and nutritional status.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save