Artikel Ilmiah : H2B024021 a.n. AFIQ ANGGIT SAPUTRO

Kembali Update Delete

NIMH2B024021
NamamhsAFIQ ANGGIT SAPUTRO
Judul ArtikelPENGARUH PENGGUNAAN FIBER REINFORCED POLYMER (FRP) PADA BATANG KOMPOSIT KAYU DAN BAMBU LAMINASI TERHADAP BEBAN AKSIAL TEKAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kebutuhan material konstruksi yang berkelanjutan mendorong pemanfaatan kayu cepat tumbuh seperti sengon. Namun, sengon memiliki sifat mekanis yang rendah. Penelitian ini mengusulkan inovasi material komposit hibrid berupa kayu sengon sebagai inti (core) dan bambu petung laminasi sebagai kulit (facing). Untuk mencegah kegagalan prematur struktur sandwich dan delaminasi akibat beban tekan aksial, diaplikasikan pengekangan lateral menggunakan Fiber Reinforced Polymer (FRP) bersistem Externally Bonded (EB). Penelitian eksperimental ini menguji benda uji berukuran 5x5x20 cm dengan variasi jumlah balutan sabuk FRP (0, 2, 3, 4, dan 5 lapis). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan FRP mampu meningkatkan kapasitas tekan maksimal (Pmax) karena sabuk tersebut efektif menahan ekspansi lateral dan mengikat material penyusun agar bekerja sebagai satu kesatuan yang utuh. Pola keruntuhan berhasil diubah dari delaminasi masif menjadi core crushing, shear crimping, dan dimpling of facing yang hanya terjadi pada area celah tanpa balutan FRP. Meskipun terjadi peningkatan daya dukung secara teknis, uji statistik ANOVA menyimpulkan bahwa peningkatan tersebut tidak memiliki perbedaan rerata yang signifikan secara statistik.
Abtrak (Bhs. Inggris)The demand for sustainable construction materials encourages the utilization of fast-growing timber such as Sengon wood. However, Sengon inherently possesses low mechanical properties. This study proposes an innovative hybrid composite material utilizing Sengon as the core and laminated Petung bamboo as the facing. To mitigate sandwich structure premature and delamination under axial compressive loads, lateral confinement using Externally Bonded Fiber Reinforced Polymer (EB-FRP) was applied. This experimental research tested 5x5x20 cm specimens with varying layers of FRP strips (0, 2, 3, 4, and 5 layers). The results demonstrated that the application of FRP increased the maximum compressive capacity (Pmax) by effectively restraining lateral expansion and binding the constituent materials to act as a unified whole. The failure mode successfully transitioned from massive delamination to core crushing, shear crimping, and dimpling of facing, which were strictly localized within the unconfined gaps. Despite the technical improvement in load-bearing capacity, the ANOVA statistical analysis concluded that the mean differences in the compressive strength increase were not statistically significant.
Kata kunciKayu Sengon, Bambu Laminasi, Struktur Sandwich, Fiber Reinforced Polymer (FRP), Kuat Tekan, Delaminasi.
Pembimbing 1Dr. Ir. Nor Intang Setyo Hermanto, S.T., M.T.
Pembimbing 2Dr. Eng. Ir. Agus Maryoto, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng.
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman43
Tgl. Entri2026-10-21 10:35:44.510633
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.