Artikelilmiahs
Menampilkan 51.841-51.854 dari 51.854 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 51841 | 55259 | I1C022033 | Kajian Pola Peresepan Ramuan Jamu Saintifik Pasien Hipertensi pada Klinik Saintifikasi dan Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) di Kalibakung Kabupaten Tegal | Program Saintifikasi Jamu dikembangkan untuk membuktikan keamanan dan khasiat jamu melalui pendekatan ilmiah. WKJ Kalibakung Kabupaten Tegal menerapkan ramuan jamu saintifik pada pasien hipertensi sehingga diperlukan kajian pola peresepan untuk mengetahui penggunaan tanaman herbal dan kombinasi simplisia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif terhadap resep dan rekam medis 100 pasien hipertensi di WKJ Kalibakung Kabupaten Tegal periode Januari– Desember 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan karakteristik pasien, jenis tanaman herbal, dan kombinasi simplisia. Sebanyak 100 pasien menghasilkan 134 resep dengan 7 formula kombinasi tanaman herbal. Formula terbanyak terdiri atas meniran (Phyllanthus niruri), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), pegagan (Centella asiatica), seledri (Apium graveolens), dan kunyit (Curcuma longa) sebesar 82,09%. Tanaman yang paling sering digunakan yaitu temulawak (93,28%), kunyit (92,54%), dan pegagan (79,10%). Kombinasi simplisia berpotensi memberikan efek farmakologis yang saling mendukung, namun perlu perhatian terhadap potensi gangguan gastrointestinal pada kombinasi kunyit, jahe, kencur, dan temulawak serta peningkatan aktivitas diuretik pada kombinasi kumis kucing dan alang-alang. Pola peresepan ramuan jamu saintifik hipertensi di WKJ Kalibakung menunjukkan variasi kombinasi tanaman herbal yang didominasi oleh tanaman dalam pedoman Saintifikasi Jamu. Kombinasi simplisia berpotensi mendukung efek terapi, tetapi pemantauan keamanan tetap diperlukan. | Jamu is a traditional herbal medicine that has been used for generations in Indonesia, and the Jamu Scientification Program was developed to prove its safety and efficacy through a scientific approach. WKJ Kalibakung, Tegal Regency, applies scientific jamu formulations to hypertensive patients, making it necessary to study prescribing patterns to determine the use of herbal plants and simplicia combinations. This descriptive observational study used a retrospective approach to prescriptions and medical records of 100 hypertensive patients at WKJ Kalibakung, Tegal Regency, during January–December 2024, using a total sampling technique, with data analyzed descriptively based on patient characteristics, types of herbal plants, and simplicia combinations. A total of 100 patients generated 134 prescriptions with 7 herbal plant combination formulas, the most common consisting of meniran (Phyllanthus niruri), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), pegagan (Centella asiatica), celery (Apium graveolens), and turmeric (Curcuma longa), accounting for 82.09%. The most frequently used plants were temulawak (93.28%), turmeric (92.54%), and pegagan (79.10%). Simplicia combinations potentially provide mutually supportive pharmacological effects, though attention is needed regarding potential gastrointestinal disturbances in the combination of turmeric, ginger, kencur, and temulawak, as well as increased diuretic activity in the combination of kumis kucing and alang-alang. The prescribing pattern of scientific jamu formulations for hypertension at WKJ Kalibakung shows variation in herbal plant combinations dominated by plants included in the Jamu Scientification guidelines, and while these combinations potentially support therapeutic effects, safety monitoring remains necessary. | |
| 51842 | 55260 | A2B022005 | Analisis Tingkat Kepentingan Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Soymilk Merek X Dengan Metode Importance Performance Analysis (IPA) | Abstrak: Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kekayaan komoditas pangan yang digunakan untuk pangan rumah tangga, industri dan benih. Salah satu komoditas pangan terpenting setelah padi dan jagung yaitu kedelai. Kedelai merupakan salah satu komoditi yang sangat penting dan banyak dijumpai di beberapa wilayah Indonesia. Kedelai memiliki manfaat yang baik bagi Kesehatan, sehingga banyak diminati dan dicari oleh banyak orang dalam bentuk minuman susu atau soymilk. Pada saat ini ada beberapa perusahaan di bidang makanan dan minuman yang melakukan produksi susu kedelai atau soymilk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut yang harus diperbaiki dari produk soymilk merek X dan merumuskan strategi perbaikan yang harus dilakukan. Metode pengambilan data pada penelitian ini dengan cara menyebarkan kuisioner kepada responden serta menggunakan teknik Non- Probability Sampling berjenis purposive sampling karena dengan menerapkan ciri-ciri atau kriteria-kriteria tertentu untuk mendapatkan sampel relevan. Analisis data yang harus diperbaiki menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). Adapun metode pemecahan masalahnya terhadap 3 aspek utama yaitu aspek organoleptik, aspek kemasan serta aspek harga, distribusi, dan citra merek menggunakan tinjauan pustaka dari penelitian-penelitian terdahulu. | Abstract: Indonesia is a country rich in food commodities that are utilized for household consumption, industrial purposes, and seed production. One of the important food commodities after rice and maize is soybean. Soybean is an important commodity that is widely cultivated in various regions of Indonesia. Soybeans provide significant health benefits and are widely consumed in the form of beverages, particularly soy milk. Currently, several companies in the food and beverage sector produce soy milk or soymilk. This study aimed to identify the attributes that need to be improved in the X soy milk product and formulate appropriate improvement strategies. Data were collected by distributing questionnaires to respondents using a non-probability sampling technique with purposive sampling, based on predetermined characteristics or criteria to obtain relevant samples. The data were analyzed using Importance-Performance Analysis (IPA). The problem-solving method focused on three main aspects, namely organoleptic attributes, packaging attributes, and price, distribution, and brand image attributes, based on a review of previous studies. | |
| 51843 | 55261 | F1C022033 | STRATEGI KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN EKONOMI KELUARGA DI DESA LARANGAN, KECAMATAN LARANGAN, KABUPATEN BREBES | Penelitian ini berfokus pada strategi komunikasi pemberdayaan yang dilakukan oleh Yayasan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dalam mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana strategi komunikasi pemberdayaan yang diterapkan oleh Yayasan PEKKA dalam mendampingi perempuan kepala keluarga agar mampu mencapai kemandirian ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme, yang jenis datanya menggunakan data primer dan data sekunder serta menggunakan triangulasi sumber sebagai metode validitas data. Informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria merupakan pengurus Pusat Yayasan PEKKA, pengurus PEKKA Desa Larangan, serta perempuan kepala keluarga yang menjadi anggota aktif PEKKA dan telah mengikuti program minimal satu tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemberdayaan yang diterapkan PEKKA Desa Larangan dilaksanakan melalui lima strategi utama yang saling berkaitan, yaitu pembentukan kelompok melalui musyawarah dan perwakilan di setiap dusun, penguatan kepercayaan dan kedekatan dengan anggota, pemanfaatan media komunikasi secara tatap muka maupun digital, pelibatan anggota dalam pengambilan keputusan, serta pembangunan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini juga menemukan bahwa proses pemberdayaan tidak lepas dari tantangan, seperti munculnya kecemburuan sosial terkait kesempatan mengikuti kegiatan serta berkurangnya jumlah kelompok aktif akibat kesibukan anggota dalam menjalankan peran domestik maupun pekerjaan. Meskipun demikian, strategi komunikasi yang diterapkan memberikan dampak positif terhadap perubahan anggota, baik dari aspek kemampuan berkomunikasi maupun kemandirian ekonomi keluarga. Kata Kunci: Strategi Komunikasi Pemberdayaan, Komunikasi Partisipatif, Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Kemandirian Ekonomi Keluarga | This study focuses on the empowerment communication strategy carried out by the Female Head of Household Foundation (PEKKA) in realizing family economic independence in Larangan Village, Larangan District, Brebes Regency. The objective of this study is to analyze how the empowerment communication strategy implemented by the PEKKA Foundation assists female heads of household in achieving economic independence. This study employs a descriptive qualitative approach with a constructivism paradigm, utilizing both primary and secondary data, and applying source triangulation as a data validity technique. Informants were selected using purposive sampling, with criteria including being part of the PEKKA Central Foundation management, PEKKA Larangan Village management, and female heads of household who are active PEKKA members and have participated in the program for at least one year. The data collection techniques used were semi-structured interviews, participatory observation, and documentation, with data analysis using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the empowerment communication strategy implemented by PEKKA Larangan Village is carried out through five interrelated main strategies: group formation through deliberation and representation in each hamlet, strengthening trust and closeness with members, the use of both face-to-face and digital communication media, involving members in decision-making, and building partnerships with various stakeholders. This study also found that the empowerment process is not free from challenges, such as social jealousy regarding opportunities to participate in activities and a decrease in the number of active groups due to members' busy schedules in carrying out domestic roles and work. Nevertheless, the communication strategy implemented has a positive impact on member transformation, both in terms of communication ability and family economic independence. Keywords: Empowerment Communication Strategy, Participatory Communication, Female Heads of Household (PEKKA), Family Economic Independence | |
| 51844 | 55262 | C1G022004 | THE EFFECT OF THE JIBOR INTEREST RATE, INFLATION, AND THE S&P 500 INDEX ON FLUCTUATIONS IN THE COMPOSITE STOCK PRICE INDEX (IHSG) IN INDONESIA DURING THE 2020-2024 PERIOD | Pasar saham Indonesia dipengaruhi oleh kondisi moneter domestik, harga konsumen, aktivitas ekonomi riil, serta perkembangan di pasar keuangan global. Penelitian ini mengkaji hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR), Indeks Harga Konsumen (IHK), dan Indeks S&P 500 dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia selama periode 2020–2024, dengan Produk Domestik Bruto pada Harga Konstan (PDB ADHK) dimasukkan sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausal kuantitatif dan data deret waktu sekunder bulanan dari Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Yahoo Finance. Variabel harga dioperasionalkan sebagai tingkat indeks CPI bulanan, bukan tingkat inflasi persentase bulanan. Model Koreksi Kesalahan (ECM) diestimasi setelah uji stasioneritas Augmented Dickey-Fuller dan prosedur kointegrasi Engle-Granger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JIBOR memiliki hubungan negatif namun tidak signifikan secara statistik dengan IHSG dalam jangka pendek, serta hubungan negatif dan signifikan dalam jangka panjang. CPI memiliki hubungan positif namun tidak signifikan dalam jangka pendek, serta hubungan positif dan signifikan dalam jangka panjang. Indeks S&P 500 memiliki hubungan positif dan signifikan dalam jangka pendek, namun hubungan positif dan tidak signifikan dalam jangka panjang. PDB ADHK bersifat positif namun tidak signifikan secara statistik pada kedua cakrawala waktu tersebut. Istilah Koreksi Kesalahan (Error Correction Term) yang negatif dan signifikan menegaskan adanya penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Uji diagnostik juga menunjukkan tidak adanya multikolinearitas atau autokorelasi residual yang bermasalah, dan uji stabilitas mendukung stabilitas struktural model. | Indonesia's stock market is influenced by domestic monetary conditions, consumer prices, real economic activity, and developments in global financial markets. This study examines the short-run and long-run relationships of the Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR), the Consumer Price Index (CPI), and the S&P 500 Index with Indonesia's Composite Stock Price Index (IHSG) during 2020-2024, while Gross Domestic Product at Constant Prices (GDP ADHK) is included as a control variable. The study uses a quantitative causal approach and monthly secondary time-series data from the Indonesia Stock Exchange, Bank Indonesia, Statistics Indonesia, and Yahoo Finance. The price variable is operationalized as the monthly CPI index level rather than the month-to-month percentage inflation rate. The Error Correction Model (ECM) is estimated after Augmented Dickey-Fuller stationarity testing and an Engle-Granger cointegration procedure. The results show that JIBOR has a negative but statistically insignificant relationship with the IHSG in the short run and a negative and significant relationship in the long run. CPI has a positive but insignificant short-run relationship and a positive and significant long-run relationship. The S&P 500 Index has a positive and significant relationship in the short run but a positive and insignificant relationship in the long run. GDP ADHK is positive but statistically insignificant in both horizons. The negative and significant Error Correction Term confirms an adjustment toward long-run equilibrium. Diagnostic testing also indicates no problematic multicollinearity or residual autocorrelation, and the stability tests support the structural stability of the model. | |
| 51845 | 55263 | I1D022029 | Formulasi Kefir Sinbiotik Susu Kambing Dengan Tepung Kulit Pisang, Ekstrak Bit Dan Buah Naga Sebagai Minuman Alternatif Penderita Obesitas: Protein, Vitamin C Viskositas, dan Hedonik | Abstrak FORMULASI KEFIR SINBIOTIK SUSU KAMBING DENGAN TEPUNG KULIT PISANG, EKSTRAK BIT DAN BUAH NAGA SEBAGAI MINUMAN ALTERNATIF PENDERITA OBESITAS: PROTEIN, VITAMIN C, VISKOSITAS, DAN HEDONIK Annisa Nur’ Aini, Indah Nuraeni, Dika Betaditya Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh persentase tepung kulit pisang kepok, campuran ekstrak bit merah dan buah naga, serta interkasinya terhadap kadar protein, vitamin C, viskositas, dan sensori hedonik kefir sinbiotik susu kambing dengan tepung kulit pisang, ekstrak bit dan buah naga. Metode: Penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu persentase tepung kulit pisang kepok (A1=1% dan A2=2%) dan persentase campuran ekstrak bit merah serta buah naga (B1=5%, B2=10%, dan, B3=15%). Protein total dengan metode kjeldahl, vitamin C titrasi iodium, viskositas dengan viskometer NDJ 8S, serta skoring hedonik. Data protein, vitamin C, dan viskositas dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan DMRT pada p<0,05, sedangkan data hedonik dianalisis dengan Friedman pada p<0,05. Formula terbaik menggunakan indeks efektivitas De Garmo. Hasil Penelitian: Persentase tepung kulit pisang terhadap vitamin C (p<0,001), viskositas (p=0,000) dan sensori hedonik (p=0,000), namun tidak mengubah protein (p=0,810). Persentase campuran ekstrak bit dan buah naga berpengaruh pada semua parameter (p=0,000). Interaksi kedua faktor hanya berpengaruh (p=0,000) pada viskositas dan hedonik (rasa, kekentalan, warna, keseluruhan) Kesimpulan: Formula terbaik kefir sinbiotik sumkabita adalah yang terbuat dari 2% tepung kulit pisang, dan 15% campuran ekstrak buah naga dan bit yang mengandung protein 2,95%, vitamin C 117,6 mg/100 g, dan viskositas 186,12 mPa.s. Kata kunci: Kefir sinbiotik, susu kambing, tepung kulit pisang, bit merah, buah naga, dan obesitas. | Abstract FORMULATION OF GOAT MILK SYNBIOTIC KEFIR WITH BANANA PEEL FLOUR, BEETROOT AND DRAGON FRUIT EXTRACT AS AN ALTERNATIVE BEVERAGE FOR OBESE INDIVIDUALS: PROTEIN, VITAMIN C, VISCOSITY, AND HEDONIC Annisa Nur' Aini, Indah Nuraeni, Dika Betaditya Background: This study aimed to determine the effect of the percentage of kepok banana peel flour, the mixture of red beetroot and dragon fruit extract, and their interaction on the protein content, vitamin C content, viscosity, and hedonic sensory properties of goat milk synbiotic kefir with banana peel flour, beetroot and dragon fruit extract. Methods: This study employed a Randomized Block Design (RBD) with two factors, namely the percentage of kepok banana peel flour (A1 = 1% and A2 = 2%) and the percentage of the mixture of red beetroot and dragon fruit extract (B1 = 5%, B2 = 10%, and B3 = 15%). Total protein was determined using the Kjeldahl method, vitamin C by iodometric titration, viscosity using an NDJ 8S viscometer, and sensory evaluation by hedonic scoring. Protein, vitamin C, and viscosity data were analyzed using ANOVA followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at p<0.05, while hedonic data were analyzed using the Friedman test at p<0.05. The best formula was determined using De Garmo's effectiveness index. Results: The percentage of banana peel flour significantly affected vitamin C content (p<0.001), viscosity (p=0.000), and hedonic sensory properties (p=0.000), but had no significant effect on protein content (p=0.810). The percentage of the beetroot and dragon fruit extract mixture significantly affected all parameters (p=0.000). The interaction between the two factors only significantly affected (p=0.000) viscosity and hedonic properties (taste, thickness, color, and overall acceptance). Conclusion: The best formula for sumkabita synbiotic kefir was the one made with 2% banana peel flour and 15% dragon fruit and beetroot extract mixture, containing 2.95% protein, 117.6 mg/100 g vitamin C, and a viscosity of 186.12 mPa.s. Keywords: Synbiotic kefir, goat milk, banana peel flour, red beetroot, dragon fruit, and obesity. | |
| 51846 | 55266 | F1B022037 | Kualitas Pelayanan Publik pada Mal Pelayanan Publik Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan publik berdasarkan pengalaman masyarakat sebagai pengguna layanan pada MPP Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya nilai Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) MPP Kabupaten Banyumas yang mencapai rata-rata 92,44% pada tahun 2025, namun masih ditemukan adanya keluhan dan perbedaan pengalaman masyarakat dalam memperoleh pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori kualitas pelayanan (Parasuraman et al, 1988). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan masyarakat sebagai pengguna layanan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik di MPP Kabupaten Banyumas Secara keseluruhan telah berjalan baik, tetapi masih perlu peningkatan pada konsistensi informasi petugas, kompetensi pelayanan, dan keandalan sistem digital. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, namun masih diperlukan perbaikan pada beberapa aspek agar kualitas pelayanan dapat diberikan secara lebih konsisten dan optimal. | This study aims to analyze the quality of public services based on the experiences of the community as service users at the Public Service Mall (MPP) of Banyumas Regency. This research was motivated by the high Community Satisfaction Survey (SKM) score at MPP Banyumas Regency, which reached an average of 92.44% in 2025, while complaints and differences in community experiences in receiving services were still identified. This study employed a descriptive qualitative approach using the service quality theory proposed by (Parasuraman et al, 1988). Data were collected through interviews, observations, and documentation involving community members as service users. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results showed that the quality of public services at MPP Banyumas Regency was generally good, but improvements were still needed in the consistency of information provided by service officers, service competence, and the reliability of digital systems. These conditions indicate that the services have been able to meet the needs of the community; however, improvements are still necessary in several aspects to ensure that service quality can be delivered more consistently and optimally. | |
| 51847 | 55264 | F1C022016 | “Resepsi Pengikut Terhadap Konten Review Skincare dalam Akun TikTok @dokterdetektif” (Studi Analisis Resepsi Pengikut Akun Tiktok @dokterdetektif) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan TikTok sebagai sumber informasi mengenai produk skincare, termasuk melalui konten review pada akun @dokterdetektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi pengikut terhadap konten review skincare @dokterdetektif berdasarkan Teori Encoding Decoding Stuart Hall serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi posisi resepsi. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis, pendekatan kualitatif, dan metode analisis resepsi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan berusia 18-24 tahun, yang terdiri atas enam pengikut aktif dan dua penonton non-pengikut sebagai kelompok pembanding. Hasil penelitian menunjukkan tiga posisi resepsi, yaitu satu informan pada posisi dominan, lima pada posisi negosiasi, dan dua pada posisi oposisi. Posisi dominan ditunjukkan melalui penerimaan data laboratorium dan informasi BPOM sebagai kebenaran yang relative final. Posisi negosiasi muncul melalui penerimaan substansi ilmiah disertai pertimbangan metodologis, etis-kontekstual, motif dan dampak sosial, serta nada dan gaya komunikasi. Posisi oposisi muncul pada kode narasi dan evaluatif, meskipun kedua informan tetap mengakui validitas data laboratorium dan BPOM. Posisi resepsi dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pekerjaan, pengalaman pribadi dengan skincare, interaksi kolom komentar sebagai ruang co-decoding, serta durasi dan intensitas konsumsi konten. Penelitian menyimpulkan bahwa konten berbasis data ilmiah berkontribusi terhadap peningkatan literasi konsumen skincare, tetapi pemaknaannya tetap aktif, kontekstual, dan tidak seragam. Kata kunci: analisis resepsi, TikTok, review skincare, @dokterdetektif, Stuart Hall. | This research is motivated by the increasing use of TikTok as a source of information about skincare products, including review content on the @dokterdetektif account. This study aims to analyze the audience reception of skincare review content on @dokterdetektif based on Stuart Hall’s Encoding-Decoding Theory and to identify the factors that influence audience reception positions. This study employs a constructivist paradigm, a qualitative approach, and reception analysis. Data were obtained through in-depth interviews with eight informants aged 18-24 years, consisting of six active followers and two non-follower viewers as a comparison group. The findings reveal three reception positions: one informant in the dominant position, five in the negotiated position, and two in the oppositional position. The dominant position is demonstrated through the acceptance of laboratory data and BPOM information as relatively final truths. The negotiated position is reflected in the acceptance of the scientific substance accompanied by methodological, ethical-contextual, motive and social impact, as well as communication tone and style considerations. The oppositional position emerges in relation to the narrative and evaluative codes, although both informants still acknowledge the validity of laboratory data and BPOM information. Audience reception positions are influenced by educational and occupational backgrounds, personal experiences with skincare, interactions in the comment section as a space for co-decoding, as well as the duration and intensity of content consumption. The study concludes that scientific data-based content contributes to improving skincare consumer literacy, but its meaning remains active, contextual, and non-uniform. Keywords: reception analysis, TikTok, skincare review, @dokterdetektif, Stuart Hall | |
| 51848 | 55267 | C1B022060 | PENGARUH WORK–FAMILY CONFLICT TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DENGAN EMOTIONAL EXHAUSTION DAN WORK ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG, SUMBANG & PURWOKERTO BARAT | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work–family conflict terhadap kinerja guru dengan emotional exhaustion dan work engagement sebagai variabel mediasi pada guru SMP Negeri di Kecamatan Kedungbanteng, Sumbang, dan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal eksplanatori untuk menguji hubungan sebab-akibat antarvariabel. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work–family conflict berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja guru, berpengaruh positif signifikan terhadap emotional exhaustion, serta berpengaruh negatif signifikan terhadap work engagement. Selanjutnya, emotional exhaustion berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja guru, sedangkan work engagement berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja guru. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa work engagement mampu memediasi pengaruh work–family conflict terhadap kinerja guru, sedangkan emotional exhaustion tidak terbukti memediasi hubungan tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya work–family conflict dapat menurunkan kinerja guru baik secara langsung maupun melalui penurunan work engagement. Oleh karena itu, upaya meningkatkan kinerja guru perlu diiringi dengan pengelolaan konflik antara pekerjaan dan keluarga serta peningkatan keterikatan kerja guru. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi sekolah dan instansi pendidikan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung kesejahteraan psikologis dan peningkatan kinerja guru. | This study aims to examine the effect of work–family conflict on teachers' job performance among public junior high school teachers in Kedungbanteng, Sumbang, and Purwokerto Barat, Banyumas Regency, with emotional exhaustion and work engagement serving as mediating variables. A quantitative approach with an explanatory causal research design was employed to investigate the causal relationships among the variables. Data were analyzed using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method. The results indicate that work–family conflict has a significant negative effect on teachers' job performance, a significant positive effect on emotional exhaustion, and a significant negative effect on work engagement. Furthermore, emotional exhaustion has a significant negative effect on teachers' job performance, while work engagement has a significant positive effect on teachers' job performance. The mediation analysis reveals that work engagement significantly mediates the relationship between work–family conflict and teachers' job performance, whereas emotional exhaustion does not significantly mediate this relationship. Overall, the findings suggest that higher levels of work–family conflict reduce teachers' job performance both directly and indirectly through lower work engagement. Therefore, improving teachers' performance requires effective management of work–family conflict and initiatives to strengthen teachers' engagement with their work. This study provides valuable insights for schools and educational institutions in developing policies that promote teachers' psychological well-being and enhance their job performance. | |
| 51849 | 49488 | K1C021084 | PENENTUAN NILAI DIAGNOSTIC REFERENCE LEVEL (DRL) PADA PEMERIKSAAN CT CARDIAC BERDASARKAN BODY MASS INDEX (BMI) DAN KETEBALAN OBJEK | Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Diagnostic Reference Level (DRL) lokal pada pemeriksaan CT Cardiac serta menganalisis pengaruh Body Mass Index (BMI) dan ketebalan objek terhadap dosis radiasi yang diterima pasien. Pemeriksaan CT Cardiac merupakan prosedur pencitraan dengan paparan radiasi yang relatif tinggi, sehingga penetapan nilai DRL sangat penting untuk memastikan keselamatan pasien sesuai dengan prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable). Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto terhadap 66 pasien, dengan parameter dosis yang dianalisis meliputi CTDIvol (Computed Tomography Dose Index volume) dan DLP (Dose Length Product). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai DRL lokal (Q2) yang diperoleh adalah sebesar 11,04 mGy untuk CTDIvol dan 438,25 mGy.cm untuk DLP. Sedangkan nilai kuartil ketiga (Q3) adalah 14,39 mGy (CTDIvol) dan 606,3 mGy.cm (DLP). Nilai Q3 ini masih berada jauh di bawah standar yang ditetapkan oleh BAPETEN, yaitu 47 mGy untuk CTDIvol dan 1200 mGy.cm untuk DLP, yang menandakan bahwa protokol pemeriksaan CT Cardiac di rumah sakit ini masih berada dalam batas aman. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara peningkatan BMI dan ketebalan objek dengan peningkatan dosis radiasi. Pasien dengan BMI tinggi dan ketebalan objek >25 cm cenderung menerima dosis CTDIvol dan DLP yang lebih besar untuk mendapatkan citra diagnostik yang optimal. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan parameter pemindaian dengan karakteristik fisik pasien guna menjamin kualitas citra tetap baik tanpa memberikan dosis yang berlebihan. | This study aims to determine the local Diagnostic Reference Level (DRL) for CT Cardiac examinations and to analyze the influence of Body Mass Index (BMI) and object thickness on the radiation dose received by patients. CT Cardiac is a diagnostic procedure with relatively high radiation exposure; thus, establishing DRL values is essential to ensure patient safety in accordance with the ALARA (As Low As Reasonably Achievable) principle. The study was conducted at the Radiology Department of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto involving 66 patients. The dose parameters analyzed were CTDIvol (Computed Tomography Dose Index volume) and DLP (Dose Length Product). The results showed that the local DRL (Q2) values were 11.04 mGy for CTDIvol and 438.25 mGy.cm for DLP. Meanwhile, the third quartile (Q3) values reached 14.39 mGy (CTDIvol) and 606.3 mGy.cm (DLP). These Q3 values are still far below the national DRL standards set by BAPETEN, which are 47 mGy for CTDIvol and 1200 mGy.cm for DLP, indicating that the CT Cardiac protocols applied at this hospital remain within safe limits. Furthermore, the study found a significant relationship between increased BMI and object thickness with higher radiation dose. Patients with high BMI and object thickness greater than 25 cm tended to receive higher CTDIvol and DLP values to produce diagnostically adequate images. Therefore, adjusting scan parameters according to patient body characteristics is crucial to maintaining image quality without exceeding safe radiation dose levels. | |
| 51850 | 55268 | F1D022064 | Dualisme Dukungan dan Pelembagaan Partai Politik: Kasus DPD NasDem Pada Pilbup 2024 | Pemilihan Bupati Banyumas 2024 memperlihatkan dinamika internal Partai NasDem yang ditandai oleh munculnya dua rekomendasi dukungan kepada pasangan calon berbeda. Kondisi ini menunjukkan persoalan koordinasi, konsistensi keputusan, dan pembagian kewenangan antara Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika internal Partai NasDem dalam proses penentuan dukungan serta menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan dualisme dukungan berdasarkan perspektif pelembagaan partai politik Angelo Panebianco. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental tunggal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif dari Miles, Huberman, & Saldaña, yang meliputi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam menjaga validitas data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi sumber dan metode. Penelitian dilakukan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan berjumlah 9 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dualisme dukungan bermula dari perubahan koalisi dan keluarnya rekomendasi kedua dari DPP tanpa koordinasi memadai dengan DPD. Berdasarkan dimensi systemness dan autonomy, pelembagaan Partai NasDem di Banyumas belum berjalan kuat. Penelitian menyimpulkan bahwa dualisme dukungan mencerminkan lemahnya konsistensi prosedural dan relasi kelembagaan antara struktur pusat dan daerah. | The 2024 Banyumas regent election revealed internal dynamics within the NasDem Party, marked by the issuance of two recommendations supporting different candidate pairs. This situation reflected problems of coordination, decision consistency, and authority distribution between the Central Executive Board and the Regional Executive Board. This study aims to analyze NasDem’s internal dynamics in determining electoral support and to explain the factors behind the dual endorsement from the perspective of Angelo Panebianco’s party institutionalization theory. Data analysis was conducted using the interactive analysis model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, comprising three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. To ensure data validity, the study employed source and method triangulation techniques. The research was carried out in Banyumas Regency, Central Java, involving nine informants. This research employed a qualitative method with a single instrumental case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis, then examined using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings show that the dual endorsement emerged from shifting coalition arrangements and the issuance of a second recommendation by the central board without adequate coordination with the regional board. Based on the dimensions of systemness and autonomy, NasDem’s institutionalization in Banyumas remained weak. The study concludes that the dual endorsement reflected weak procedural consistency and fragile institutional relations between the party’s central and regional structures. | |
| 51851 | 55269 | A1F019017 | ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK PIE DAWET AYU DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) | Usaha Kecil Menengah (UKM) "Karunia" merupakan salah satu pelaku usaha yang bergerak dalam produksi dan pemasaran produk berbasis tepung mocaf (Modified Cassava Flour) di Kabupaten Banjarnegara, yang mengembangkan produk inovasi pie dengan isian dawet ayu bermerek "Mareeng Dawet Ayu". Perubahan formula dan bentuk cetakan pada produk tersebut menimbulkan kebutuhan untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap produk yang telah dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut prioritas perbaikan produk melalui metode Importance Performance Analysis (IPA) dan mengukur tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh melalui metode Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian dilaksanakan melalui penyusunan dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden konsumen Pie Dawet Ayu, dilanjutkan dengan uji validitas dan reliabilitas, penetapan tingkat kepuasan, kepentingan, dan kesesuaian pada tiga parameter (mutu produk, kemasan, serta harga dan promosi) yang terdiri atas 27 atribut, pemetaan atribut ke dalam diagram kartesius IPA, dan penghitungan indeks kepuasan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan seluruh atribut kepentingan (r hitung 0,604 - 0,767) dan kepuasan (r hitung 0,666 - 0,817) dinyatakan valid (r tabel 0,197), dengan reliabilitas sangat tinggi (Cronbach’s Alpha kepentingan 0,949 dan kepuasan 0,962). Atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan (Kuadran I) meliputi jumlah isian dan tingkat kerenyahan pada parameter produk, karakteristik bahan, bentuk, dan kesesuaian kemasan dengan isi pada parameter kemasan serta pemasaran online pada parameter harga dan promosi. Nilai Customer Satisfaction Index produk Pie Dawet Ayu sebesar 88,32%, termasuk dalam kategori sangat puas. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun kepuasan konsumen secara umum sudah tinggi, UKM Karunia masih perlu melakukan perbaikan pada atribut-atribut prioritas agar dapat mempertahankan dan meningkatkan daya saing produk Pie Dawet Ayu berbasis tepung mocaf. | “Karunia” Small and Medium Enterprise (SME) is engaged in the production and marketing of mocaf flour-based products in Banjarnegara Regency and has developed a pie product filled with dawet ayu, marketed under the brand “Mareeng Dawet Ayu”. Changes to the pie-crust formula and mold shape created a need to assess consumer perceptions of the developed product. This study aimed to identify priority attributes for product improvement using the Importance Performance Analysis (IPA) method and to measure overall consumer satisfaction using the Customer Satisfaction Index (CSI) method. Questionnaires were distributed to 100 consumers of Dawet Ayu Pie, followed by validity and reliability testing, determination of satisfaction, importance, and conformity levels across three parameters (product quality, packaging, and price-promotion) comprising 27 attributes, mapping of attributes onto the IPA cartesian diagram, and calculation of the satisfaction index. All importance attributes (r = 0.604 - 0.767) and satisfaction attributes (r = 0.666 - 0.817) were valid (r table = 0.197), with very high reliability (Cronbach’s Alpha of 0.949 for importance and 0.962 for satisfaction). Priority-improvement attributes (Quadrant I) included filling amount and crispness (product parameter), material characteristics, shape, and packaging filling conformity (packaging parameter), and online marketing (price-promotion parameter). The CSI value obtained was 88.32%, categorized as “very satisfied”. These findings indicate that although overall consumer satisfaction is already high, Karunia SME still needs to improve the priority attributes to maintain and enhance the competitiveness of its mocaf-based Dawet Ayu Pie. | |
| 51852 | 55270 | F2C024005 | POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM PEWARISAN NILAI-NILAI TRADISI UANG PANAI PADA MASYARAKAT BUGIS WAJO | Tradisi uang panai merupakan salah satu unsur penting dalam adat perkawinan masyarakat Bugis yang mengandung nilai penghormatan, tanggung jawab, dan penghargaan kepada pihak perempuan. Namun, perkembangan sosial dan ekonomi menyebabkan terjadinya pergeseran pemaknaan terhadap uang panai yang sering kali dipersepsikan sebagai simbol status sosial dan prestise. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi keluarga masyarakat Bugis Wajo dalam proses pewarisan nilai tradisi uang panai serta menganalisis pemaknaan generasi muda terhadap tradisi uang panai dalam pewarisan nilai budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif etnografi. Informan penelitian terdiri atas sepuluh orang yang berasal dari empat keluarga masyarakat Bugis Wajo dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis etnografi Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Penelitian ini menggunakan Teori Transmisi Budaya (Cultural Transmission Theory), Family Communication Patterns Theory (FCPT), dan Teori Interaksionisme Simbolik sebagai landasan analisis. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi keluarga dalam pewarisan nilai tradisi uang panai membentuk pola komunikasi keluarga yang cenderung mengarah pada tipe consensual, yang ditandai dengan tingginya conversation orientation dan conformity orientation. Selain itu, generasi muda Bugis Wajo memaknai tradisi uang panai sebagai warisan budaya yang masih relevan dan mengandung nilai-nilai yang perlu dipertahankan. Namun, mereka juga menilai bahwa praktik pelaksanaan uang panai di masyarakat telah mengalami pergeseran makna karena lebih berorientasi pada prestise, status sosial, dan beban ekonomi. Oleh sebab itu, kritik generasi muda tidak ditujukan pada keberadaan tradisi uang panai, melainkan pada praktik pelaksanaannya yang dinilai telah mengaburkan makna budaya yang menjadi esensi tradisi tersebut. | The uang panai tradition is one of the important elements in the marriage customs of the Bugis people, containing values of respect, responsibility, and appreciation for the women's side. However, social and economic developments have led to a shift in the meaning of the dowry, which is often perceived as a symbol of social status and prestige. This study aims to analyze the family communication patterns of the Bugis Wajo community in the process of passing down the traditional money bride price values, as well as to analyze how the younger generation interprets the bride price tradition in the inheritance of cultural values. This research uses a qualitative ethnographic method. The research informants consist of ten people from four Bugis Wajo families, selected using purposive sampling techniques. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using Spradley's ethnographic analysis model, which includes domain analysis, taxonomy, componential analysis, and cultural themes. This study uses Cultural Transmission Theory, Family Communication Patterns Theory (FCPT), and Symbolic Interactionism Theory as the basis for analysis. The validity of the data was checked through source triangulation and technique triangulation. The study results show that the family communication process in passing down the traditional value of uang panai shapes a family communication pattern that tends to lean towards the consensual type, marked by high conversation orientation and conformity orientation. Additionally, the young generation of Bugis Wajo sees the uang panai tradition as a cultural heritage that is still relevant and has values that need to be preserved. But, they also feel that the practice of uang panai in today's society has shifted in meaning, leaning more towards prestige, social status, and economic burden. So, the criticism from the younger generation isn’t aimed at the tradition itself, but at the way it’s carried out, which they feel makes the original cultural meaning of the tradition blur. | |
| 51853 | 55271 | F2C024021 | Strategi kampanye digital pembangunan pendidikan pengelola akun instagram @sekolah.tanahair | ABSTRAK Ketimpangan pembangunan pendidikan formal di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, masih menjadi tantangan yang ditandai dengan keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya akses pendidikan, serta belum meratanya kualitas layanan pendidikan. Kondisi tersebut mendorong munculnya komunitas sosial yang memanfaatkan media digital sebagai sarana kampanye untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Salah satunya adalah akun Instagram @sekolah.tanahair yang secara konsisten mengangkat isu pembangunan pendidikan formal melalui berbagai konten digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kampanye digital pembangunan pendidikan formal yang dilakukan oleh akun Instagram @sekolah.tanahair dalam mengampanyekan isu ketimpangan pendidikan di daerah tertinggal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan founder dan pengelola akun, observasi terhadap 109 unggahan Instagram periode Maret 2025–April 2026, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis penelitian menggunakan teori Komunikasi Kampanye Rogers dan Storey (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kampanye digital akun @sekolah.tanahair dilaksanakan secara terencana melalui penetapan tujuan kampanye, penentuan khalayak sasaran, penyusunan pesan berbasis storytelling, pemanfaatan fitur Instagram seperti reels, carousel, caption, hashtag, kolaborasi, dan call to action, serta evaluasi berdasarkan keterlibatan audiens. Strategi tersebut berhasil meningkatkan kesadaran publik terhadap isu ketimpangan pendidikan, mendorong partisipasi masyarakat melalui donasi, relawan, dan kolaborasi, serta memperkuat kepedulian terhadap pembangunan sekolah di daerah tertinggal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram merupakan media yang efektif dalam mendukung strategi kampanye digital pembangunan pendidikan formal karena mampu membangun kesadaran, keterlibatan, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pemerataan pendidikan. Kata kunci: strategi kampanye digital, komunikasi kampanye, Instagram, pembangunan pendidikan formal, ketimpangan pendidikan. | ABSTRACT The disparity in formal education development in Indonesia, particularly in underdeveloped regions, remains a challenge, characterized by limited facilities and infrastructure, low access to education, and the unequal quality of educational services. This situation has encouraged the emergence of social communities that utilize digital media as a campaign tool to raise public awareness and participation. One such community is the Instagram account @sekolah.tanahair, which consistently raises the issue of formal education development through various digital content. This study aims to describe the digital campaign strategy for formal education development employed by the Instagram account @sekolah.tanahair in campaigning on the issue of educational inequality in underdeveloped regions. This study used qualitative methods with a descriptive approach. Data were obtained through in-depth interviews with the account's founder and administrator, observations of 109 Instagram posts from March 2025–April 2026, and documentation studies. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested using source triangulation and technical triangulation. The research analysis employed Rogers and Storey's (1987) Campaign Communication theory. The research results show that the @sekolah.tanahair account's digital campaign strategy was implemented in a planned manner through setting campaign objectives, identifying target audiences, developing storytelling-based messages, utilizing Instagram features such as reels, carousels, captions, hashtags, collaboration, and calls to action, as well as evaluating audience engagement. This strategy successfully raised public awareness of educational inequality, encouraged community participation through donations, volunteering, and collaboration, and strengthened concern for school development in underdeveloped areas. This research concludes that Instagram is an effective medium for supporting digital campaign strategies for formal education development because it is able to build public awareness, involvement, and participation in supporting educational equity. Keywords: digital campaign strategy, campaign communication, Instagram, formal education development, educational inequality. | |
| 51854 | 55272 | F1D020034 | ANTARA RETORIKA DAN REALITAS : Keterwakilan Perempuan di DPR RI 2014-2024 Dalam Perspektif Politik Inklusif | Penelitian ini mengkaji dinamika keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) lintas periode (2014, 2019, dan 2024) guna mengevaluasi sejauh mana realisasi politik inklusif telah terwujud. Meskipun implementasi kebijakan kuota pencalonan 30 persen berhasil mendongkrak representasi perempuan hingga mencapai angka tertinggi 21,9 persen pada Pemilu 2024, proporsi perempuan di tingkat pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) tetap stagnan dan timpang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis berbasis data sekunder, penelitian ini membedah fenomena tersebut melalui dua pisau analisis utama: teori empat dimensi representasi Hannah Pitkin dan Institusionalisme Pilihan Rasional (Rational Choice Institutionalism). Hasil analisis menunjukkan adanya keterputusan linieritas representasi; capaian pada representasi formalistik, deskriptif, dan simbolik secara empiris gagal bertransformasi menjadi representasi substantif. Kegagalan inklusivitas ini bukan sekadar kelemahan kultural, melainkan hasil dari kalkulasi strategis elite partai politik berupa strategi kepatuhan minimal (minimal compliance) yang mengeksploitasi celah hukum antara zipper system dan sistem proporsional terbuka. Dominasi faksi mayoritas secara rasional memarjinalkan politisi perempuan ke komisi-komisi bernuansa "perawatan" sebagai bentuk konsesi simbolik. Di sisi lain, momentum representasi simbolik dan intervensi yudisial melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 169/PUU-XXII/2024 menjadi faktor pendukung krusial yang secara paksa mengubah "aturan main" kelembagaan, mengubah pemenuhan representasi substantif dari sekadar opsi pragmatis menjadi kewajiban yuridis demi tegaknya demokrasi inklusif. | This research examines the dynamics of women's representation in the House of Representatives of the Republic of Indonesia (DPR RI) across three periods (2014, 2019, and 2024) to evaluate the extent to which inclusive politics has been realized. Although the implementation of the 30 percent candidacy quota successfully boosted women's representation to a record high of 21.9 percent in the 2024 General Election, the proportion of women in the leadership of Parliamentary Bodies (AKD) remains stagnant and unequal. Employing a descriptive-analytical qualitative method based on secondary data, this study dissects the phenomenon through two main analytical frameworks: Hannah Pitkin's four dimensions of representation and Rational Choice Institutionalism. The analysis indicates a disconnection in the linearity of representation; achievements in formalistic, descriptive, and symbolic representation have empirically failed to transform into substantive representation. This failure of inclusivity is not merely a cultural shortcoming, but rather the result of strategic calculations by political party elites in the form of a minimal compliance strategy, which exploits legal loopholes between the zipper system and the open-list proportional representation system. The dominance of majority factions rationally marginalizes female politicians into "care-oriented" committees as a form of symbolic concession. On the other hand, the momentum of symbolic representation and judicial intervention through the Constitutional Court Decision Number 169/PUU-XXII/2024 serve as crucial supporting factors that forcefully alter the institutional "rules of the game", transforming the fulfillment of substantive representation from a mere pragmatic option into a juridical obligation for the sake of upholding an inclusive democracy. |