Artikelilmiahs
Menampilkan 51.841-51.860 dari 52.036 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 51841 | 55457 | A1D022037 | PENGARUH APLIKASI BIO P60 TERHADAP KESEHATAN BENIH DAN PERTUMBUHAN AWAL BIBIT PADI CIHERANG | Pemanfaatan metabolit sekunder Pseudomonas fluorescens P60 sebagai alternatif pengendalian patogen tular-benih yang efektif dan ramah lingkungan dilakukan untuk menghasilkan benih yang lebih sehat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi patogen tular-benih, (2) mengkaji pengaruh aplikasi Bio P60 terhadap kesehatan benih padi, serta (3) mengkaji pengaruh aplikasi Bio P60 dalam mendukung perkecambahan dan pertumbuhan bibit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, dan screen house, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Januari – Juni 2026, Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial pada tahap in vitro dan rancangan acak kelompok faktorial pada tahap in planta, dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis bahan dan konsentrasi (kontrol aquades, fungsida berbahan aktif Propineb 2 g/L, dan Bio P60 konsentrasi 15 dan 20 mL/L) serta lama perendaman benih (30 dan 60 menit) yang diulang dengan 4 ulangan. Variabel pengamatan terdiri atas patogen tular-benih, persentase benih terinfeksi, daya kecambah, kecepatan tumbuh, indeks vigor, potensi tumbuh maksimum, panjang akar, panjang tanaman, jumlah daun, bobot segar dan bobot kering. Hasil penelitian menunjukkan Drechslera oryzae, Alternaria padwickii, Fusarium sp., dan Rhizopus oryzae ditemukan pada benih padi Ciherang. Perlakuan Bio P60 konsentrasi 20 mL/L mampu menekan infeksi D. oryzae dan A. padwickii, masing-masing-masing sebesar 69,56 dan 42,85 % dibandingkan kontrol. Selain itu, perlakuan Bio P60 konsentrasi 20 mL/L juga dapat meningkatkan daya kecambah (15,24 %), potensi tumbuh maksimum (11,35 %), panjang akar (16,15 %), panjang tanaman (17,28 %) dan bobot kering (31,63 %) dibandingkan kontrol. Kombinasi Bio P60 konsentrasi 20 mL/L pada perendaman 30 menit mampu menghasilkan kecepatan tumbuh dan panjang akar terbaik dengan peningkatan sebesar 5,84 dan 21,61 % dibandingkan kontrol perendaman 30 menit. | The use of secondary metabolites of Pseudomonas fluorescens P60 as an alternative to effective and environmentally friendly seed-borne pathogen control is carried out to produce healthier seeds. This study aims to: (1) identify seed-borne pathogens, (2) examine the effect of Bio P60 application on rice seed health, and (3) examine the effect of Bio P60 application in supporting germination and seed growth. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory, the Agronomy and Horticulture Laboratory, and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, January – June 2026, The research used a complete factorial random design at the in vitro stage and a factorial group random design at the in plant stage, with two treatment factors, namely the type of material and the concentration (aquades control, function of the active ingredient Propineb 2 g/L, and Bio P60 concentration of 15 and 20 mL/L) and the duration of seed soaking (30 and 60 minutes) which was repeated with 4 replications. The observation variables consisted of seed-borne pathogens, percentage of infected seeds, germination, growth speed, vigor index, maximum growth potential, root length, plant length, number of leaves, fresh weight and dry weight. The results showed that Drechslera oryzae, Alternaria padwickii, Fusarium sp., and Rhizopus oryzae were found in Ciherang rice seeds. Bio P60 treatment with a concentration of 20 mL/L was able to suppress D. oryzae and A. padwickii infections, respectively by 69.56 and 42.85 % compared to controls. In addition, Bio P60 treatment with a concentration of 20 mL/L could also increase germination power (15.24 %), maximum growth potential (11.35 %), root length (16.15 %), plant length (17.28 %) and dry weight (31.63 %) compared to controls. The combination of Bio P60 concentration of 20 mL/L at 30-minute immersion was able to produce the best growth rate and root length with an increase of 5.84 and 21.61 % compared to the 30-minute immersion control. | |
| 51842 | 55458 | J1C021048 | GAME ONLINE TOUKEN RANBU DALAM PARIWISATA BUDAYA: CONTENT TOURISM DI MUSEUM PEDANG BIZEN OSAFUNE KOTA SETOUCHI | Game online Touken Ranbu menghadirkan karakter personifikasi yang didasarkan dari pedang Jepang. Salah satunya adalah karakter Sanchoumou yang didasarkan dari pedang aslinya yang saat ini berada di Kota Setouchi. Popularitas Touken Ranbu memunculkan minat penggemar untuk berziarah atau berwisata ke situs terkait dengan karakter maupun latar dalam game, memicu fenomena seichi junrei. Penelitian ini menggunakan teori content tourism untuk menganalisis pariwisata konten yang terjadi di Museum Pedang Bizen Osafune di Kota Setouchi dari pengaruh game Touken Ranbu dan karakter Sanchoumou. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan hubungan Touken Ranbu sebagai produser konten, penggemarnya sebagai pelaku wisata, dan Museum Pedang Bizen Osafune sebagai bagian dari otoritas lokal Kota Setouchi. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui observasi konten dan lokasi, serta analisis tematik peran dan hubungan antara ketiga pelaku dalam proses pariwisata konten. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan pelaku wisata serta otoritas lokal, serta sumber internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi hubungan timbal balik yang positif antara ketiga pelaku pariwisata konten yang saling menguntungkan dan membangun kerjasama satu sama lain. Penggemar yang mengonsumsi konten berupa game Touken Ranbu dari produser akan melakukan aktivitas seichi junrei ke Museum Pedang Bizen Osafune sebagai bentuk pemenuhan motivasi. Otoritas lokal Kota Setouchi dan pihak museum yang bekerja sama dengan produser mendapat keuntungan berupa peningkatan jumlah wisatawan, berkembangnya aktivitas pariwisata museum dan Kota Setouchi secara umum, serta pelestarian seni pembuatan pedang Bizen. Produser yang mendapatkan informasi dan referensi dari sejarah pedang Sanchoumou dan kebudayaan pedang Jepang di Bizen dapat memproduksi game Touken Ranbu beserta karakter Sanchoumou yang merupakan bisnis konten sehingga dapat meningkatkan popularitas Touken Ranbu tersendiri. | The online game Touken Ranbu features personified characters based on Japanese swords. One such character is Sanchoumou, modeled after an actual sword currently housed in Setouchi City. The game's popularity has sparked fan interest in visiting sites associated with its characters and settings, a phenomenon known as seichi junrei. This study applies content tourism theory to analyze the tourism activity at the Bizen Osafune Sword Museum in Setouchi City, driven by Touken Ranbu and the Sanchoumou character. It aims to identify the roles and relationships among three key stakeholders: Touken Ranbu as the content producer, the fans as tourists, and the Bizen Osafune Sword Museum as the Setouchi City local authority. This research utilizes qualitative approach involving content and site observations, and thematic analysis of the content tourism stakeholders. Data were gathered through in-depth interviews with tourists and local authorities, as well as online sources. The findings reveal a mutually beneficial, reciprocal relationship among the three stakeholders. Fans who consume Touken Ranbu game content engage in seichi junrei visits to the museum to satisfy their motivations. By collaborating with the producer, the Setouchi City local authority and the museum benefit from increased visitor numbers, the growth of tourism across Setouchi City, and the preservation of Bizen sword-making art form. Meanwhile, the producer drawing on historical information regarding Sanchoumou and Bizen sword culture is able to develop the game and the Sanchoumou character as a content-based business venture, thereby further boosting the game's popularity. | |
| 51843 | 44802 | K1A020012 | Ekstraksi, Pemurnian Parsial, dan Karakterisasi Enzim Urease dari Biji Kedelai Hitam (Glycinesoja (L.) Merril) | Urease merupakan enzim yang berperan penting sebagai katalis hidrolisis urea menjadi amoniak (NH3) dan karbon dioksida (CO2). Urease telah banyak digunakan untuk mendeteksi kadar urea dalam darah atau urin. Enzim urease telah diisolasi dari kacang-kacangan atau polong-polongan, salah satu jenis kacang-kacangan atau polong-polongan yang berpotensi sebagai sumber urease adalah biji kedelai hitam. Tujuan penelitian ini adalah melakukan ekstraksi, fraksinasi, dan karakterisasi enzim urease dari biji kedelai hitam. Biji kedelai hitam diekstraksi dan diperoleh ekstrak kasar enzim urease. Ekstrak kasar enzim difraksinasi menggunakan amonium sulfat dengan perbedaan tingkat kejenuhan (15, 30, 45, 60%). Fraksi yang memiliki aktivitas spesifik tertinggi dikarakterisasi meliputi suhu inkubasi, pH, volume enzim, waktu penyimpanan pada suhu 4 oC, dan karakterisasi berat molekul dengan SDS-PAGE. Uji aktivias enzim urease ini menggunakan metode Nessler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spesifik tertinggi diperoleh pada fraksi dengan tingkat kejenuhan amonium sulfat 60% (F60) dan tingkat kemurnian 3,5 kali dibandingkan ekstrak kasarnya. Hasil karakterisasi F60 menunjukkan bahwa aktivitas optimum diperoleh pada suhu inkubasi 35 oC dan pH 7, aktivitas urease pada suhu 4 oC masih stabil sampai penyimpanan hari ke 5 dengan nilai aktivitas sisa 58%, dan terdapat empat polipeptida pada F60 dengan berat molekul 10, 23, 32, dan 81 kDa. | Urease is an enzyme that plays an important role as a catalyst for the hydrolysis of urea into ammonia (NH3) and carbon dioxide (CO2). Urease has been widely used to detect urea levels in blood or urine. The urease enzyme has been isolated from beans or legumes, one type of beans or legumes that has the potential as a source of urease is black soybean seeds. The purpose of this study was to extract, fractionate, and characterise the urease enzyme from black soybean seeds. Black soybean seeds were extracted and crude extract of urease enzyme was obtained. The enzyme crude extract was fractionated using ammonium sulphate with different levels of saturation (15, 30, 45, 60%). Fractions with the highest specific activity were characterised including incubation temperature, pH, enzyme volume, storage time at 4 oC, and molecular weight characterisation by SDS-PAGE. This urease enzyme activity test used the Nessler method. The results showed that the highest specific activity was obtained in the fraction with 60% ammonium sulphate saturation level (F60) and a purity level of 3.5 times compared to the crude extract. The characterisation results of F60 showed that the optimum activity was obtained at an incubation temperature of 35 oC and pH 7, urease activity at 4 oC was still stable until day 5 storage with a residual activity value of 58%, and there were four polypeptides in F60 with molecular weights of 10, 23, 32, and 81 kDa. | |
| 51844 | 55459 | A1D022126 | EFEKTIVITAS REFUGIA BERBUNGA DAN FREKUENSI APLIKASI JAMUR ENTOMOPATOGEN Lecanicillium saksenae DALAM MENGENDALIKAN HAMA Diaphania sp. PADA TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) | Melon (Cucumis melo L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang produksinya dapat terganggu oleh serangan hama Diaphania sp. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 sampai Juni 2026 di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas menggunakan pola petak tersarang dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor sarang berupa tanaman kenikir (Cosmos sulphureus), kertas merah (Zinnia sp.), pukul delapan (Turnera subulata), dan kencana ungu (Ruellia tuberosa L.), sedangkan faktor tersarang berupa frekuensi aplikasi Lecanicillium saksenae, yaitu setiap 3 hari, 6 hari, dan aplikasi insektisida. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan dilanjutkan DMRT apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refugia berbunga, terutama kencana ungu, mampu menekan populasi Diaphania sp. dengan populasi terendah sebesar 1,00; 0,67; dan 0,83 individu pada 5, 6, dan 7 MST serta intensitas serangan terendah 6,02% pada 6 MST. Refugia juga mendukung keberadaan musuh alami, yaitu Thomisus sp., Coccinella sp., dan Dolichoderus sp., serta memberikan bobot buah tertinggi pada perlakuan pukul delapan sebesar 1.351,00 gram. Aplikasi L. saksenae belum menunjukkan hasil yang konsisten dalam menekan populasi dan intensitas serangan Diaphania sp. maupun musuh alami, sedangkan insektisida menghasilkan intensitas serangan terendah pada 5 dan 6 MST, masing- masing sebesar 5,56% dan 27,78%. | Melon (Cucumis melo L.) is a high-value horticultural commodity whose production can be affected by attacks of Diaphania sp. This study was conducted from December 2025 to June 2026 in Pasir Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, using a nested plot design with two factors and three replications. The nesting factor consisted of flowering refugia, namely kenikir (Cosmos sulphureus), kertas merah (Zinnia sp.), pukul delapan (Turnera subulata), and kencana ungu (Ruellia tuberosa L.), while the nested factor consisted of Lecanicillium saksenae application frequencies, namely every 3 days, every 6 days, and insecticide application. Data were analyzed using ANOVA at the 5% significance level and followed by DMRT when significant differences were detected. The results showed that flowering refugia, particularly purple kencana, suppressed the population of Diaphania sp., with the lowest populations of 1.00, 0.67, and 0.83 individuals at 5, 6, and 7 weeks after planting (WAP), respectively, and the lowest attack intensity of 6.02% at 6 WAP. Flowering refugia also supported the presence of natural enemies, including Thomisus sp., Coccinella sp., and Dolichoderus sp., and resulted in the highest melon fruit weight in the pukul delapan treatment at 1,351.00 g. The application of L. saksenae did not consistently suppress the population and attack intensity of Diaphania sp. or natural enemies, whereas insecticide application resulted in the lowest attack intensity at 5 and 6 WAP, at 5.56% and 27.78%, respectively. | |
| 51845 | 3811 | E1A008035 | STUDI KOMPARATIF PASAL 43 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN DENGAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 46/PUU-VIII/2010. | Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang merupakan upaya unifikasi hukum mengenai pengaturan tata cara perkawinan dan akibat hukum perkawinan. Salah satu akibat dari perkawinan adalah pengaturan mengenai anak. Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa anak luar kawin hanya mempunyai hubungan dengan ibunya saja. Ketentuan tersebut membawa dampak negatif terhadap anak luar kawin dalam kehidupan masyarakat. Selain itu perlindungan terhadap anak luar kawin belum terpenuhi akibat adanya pasal tersebut. Akibatnya pasal tersebut diajukan judicial review oleh Machica Mochtar ke Mahkamah Konstitusi. Pada tanggal 17 Februari 2012 Mahkamah Konstitusi mengeluarkan Putusan Nomor 46/PUU-VIII/2010 yang membatalkan ketentuan Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pasal 43 ayat (1) berubah menjadi anak luar kawin mempunyai hubungan dengan ibu serta ayah biologisnya sepanjang dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan dan alat bukti menurut hukum. Perbedaan pasal 43 ayat (1) sebelum dan sesudah dirubah memiliki tujuan dan maksud yang berlainan terutama dalam hal perlindungan terhadap anak luar kawin. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai perbandingan Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 yang mengatur mengenai anak luar kawin. Selain itu dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi membawa pengaruh terhadap perlindungan anak luar kawin dimana selama ini anak luar kawin kurang mendapatkan perlindungan dari negara dalam hal pemenuhan hak-hak dasar anak sebagaimana mestinya sebagaimana dimanatkan dalam Undang-Undang. Kata kunci: Komparasi Pasal 43 ayat (1), Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010, Perlindungan Anak. | ABSTRACT Act no 1 of 1974 about Marriage which is the legal unification efforts on setting up procedures for marriage and the legal consequences of marriage. One of the effect of the marriage is a regulation of child. Article 43 paragraph (1) Act no 1 of 1974 about Marriage said that illegitimate children only have a relationship with his mother. Thats provision brings negatively affect towards to the illegitimate child in public life. Moreover, the protection to the illegitimate child not fulfilled because of that article. Consequently, that article submitted to judicial review by Machica Mochtar to the constitutional court. on the 17th of February 2012, the constitutional court issued a verdict number 46/PUU-VIII/2010 who cancelled the provision of article 43 paragraph (1) Act no 1 of 1974 about Marriage. The article 43 paragraph (1) changes into the illegitimate child have relationship with his mother and his biological’s father as long as it can be proven with science and evidence according to the law. The difference of article 43 paragraph (1) before and after its modified is have different goals and intentions especially in terms of protection to the illegitimate child. The result of this research gives description of the comparison between article 43 paragraph (1) Act no 1 of 1974 about Marriage and constitutional court verdict number 46/PUU-VIII/2010 who regulate the illegitimate child. Moreover, with the constitutional court verdict brings influence to the illegitimate child’s protection, wherever during this time, the illegitimate child get less protection from the state in the terms of fulfillment of the fundamental rights of the child as it should be mandated by the law. Keywords: comparison article 43 paragraph (1), constitutional court verdict number 46/PUU-VIII/2010, protection to child | |
| 51846 | 43685 | H1E019006 | OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING PADA UMKM MONALIS BAKERY CIREBON | UMKM Monalis Bakery memproduksi 8 jenis roti dengan sistem produksi make to stock (MTS). Tingginya angka retur sales atau pengembalian barang sisa dan kelebihan bahan baku pada proses produksi inilah yang mengindikasikan kegagalan dalam perencanaan kuantitas setiap produk. Terkait hal itu penelitian ini mengusulkan model optimasi goal programming untuk perencanaan produksi 12 bulan dengan 5 tujuan yaitu memenuhi demand produksi, bahan baku, jam kerja efektif, biaya produksi minimal dan memaksimalkan pendapatan. Goal programming dipilih untuk menyelesaikan kasus multi tujuan pada UMKM Monalis Bakery karena sesuai dengan karakteristiknya di mana Monalis Bakery mengharapkan biaya produksi yang dikeluarkan kurang dari Rp 110.000.000/periode dengan pendapatan yang ingin diperoleh diatas Rp 150.000.000 selama perencanaan. Hasil penelitian ini ialah prediksi jumlah quantity produk Roti yang akan diproduksi per periode mulai Juni 2023 hingga Mei 2024 dengan total Roti: Mika Gulung 10.411 pcs, Jumbo Kasur 7.841 pcs, Jumbo Panjang 5.762 pcs, Kotak Jumbo 3.471 pcs, Spesial Aneka Rasa 24.048 pcs, Roti Pisang 9.762 pcs, Roti Kecil 201.201 pcs, dan Roti Tawar 111.207 pcs. Selain itu total penggunaan masing-masing bahan baku dalam 1 tahun perencanaan berhasil dioptimalkan mulai dari 1,24% sampai 50,2%, sedangkan untuk goal jam kerja tidak terpenuhi karena membutuhkan adanya penambahan jam kerja tiap periodenya, biaya produksi berhasil diminimalkan menjadi Rp 96.250.000 atau sebesar 13% serta pendapatan berhasil dimaksimalkan mulai dari Rp 154.151.125 hingga Rp 156.856.625 atau 2,8% sampai 4,6% dari target perusahaan. | MSME Monalis Bakery produces 8 types of bread with a make-to-stock (MTS) production system. The high number of return sales or returns of leftover goods and excess raw materials in the production process indicates a failure in quantity planning for each product. Therefore, this study proposes a goal programming optimization model for 12-month production planning with 5 objectives, which fulfill production demand, raw materials, effective working hours, minimal production costs, and maximizing revenue. Goal programming was chosen to solve the multi-objective problems at MSME Monalis Bakery because it is in accordance with its characteristics where Monalis Bakery expects production costs incurred to be less than Rp 110,000,000/per period with revenues to be obtained above Rp 150,000,000 during planning. The research outcome involves projecting bread product quantities for June 2023 to May 2024. Total production includes Mica Roll 10,411 pcs, Jumbo Mattress 7,841 pcs, Jumbo Long 5,762 pcs, Jumbo Box 3,471 pcs, Special Various Flavors 24,048 pcs, Banana Bread 9,762 pcs, Small Bread 201,201 pcs, and White Bread 111,207 pcs. Raw materials utilization optimization ranged from 1.24% to 50.2% over the planning year. However, the goal of meeting specified working hours wasn't achieved due to the need for additional hours. Production costs decreased by IDR 96,250,000 (13%), while revenue increased from IDR 154,151,125 to IDR 156,856,625 (2.8% to 4.6% of the targeted revenue). | |
| 51847 | 9615 | H1G010031 | Tingkat pencemaran perairan sungai Ciliwung di baguan hilir wilayah DKI Jakarta berdasarkan kandungan logam berat Pb pada sedimen | Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai yang banyak mendapat masukan akibat aktivitas manusia hingga menyebabkan terjadinya pencemaran.Aktivitas tersebut seperti perkantoran, pemukiman, rumah sakit, industri, dan jaringan jalan. Aktivitas ini dapat berpotensi menghasilkan limbah berupa logam berat Pb. Berdasarkan aktivitas tersebut maka perlu adanya monitoring untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2014 menggunakan metode survei dengan teknik Purposive Random Sampling pada delapan stasiun (tiga kali ulangan). Data dianalisis secara deskriptif komparatif dan uji F menggunakan minitab. Hasil penelitian kandungan logam berat Pb pada sedimen berkisar 1,713 – 5,022 mg/kg. Hasil tersebut menujukan bahwa kandungan pada sedimen berdasarkan Enrichment Factor (EF) termasuk pengkayaan antropogenik, sedangkan berdasarkan Index Geoaccumulation (Igeo) tercemar ringan. | Ciliwung River is one of the rivers containing the contaminated substance which is caused by human’s activities so that causes the water pollution. Activities such as office, residential, hospital, industrial, and road networks. This activity could potentially generate waste in the form of heavy metals Pb. Based on these activities, it’s necessary to know the monitoring Pb of heavy metals in sediment. This study was conducted in June 2014 using a survey method with Purposive Random Sampling technique with 8 stations (three replicant).The data were analyzed descriptive comparatively and F-tested using minitab software. The result showed that the content of Pb in sediments was ranged between 1,713 – 5,022 mg/kg. These results indicate that the content of the sediments based on Enrichment Factor (EF) including anthropogenic enrichment, meanwhile based on Geoaccumulation Index (Igeo) light polluted category. | |
| 51848 | 16491 | C1L012002 | THE INFLUENCE OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM QUALITY, EFFECTIVENESS OF INTERNAL CONTROL, AND IMPLEMENTATION OF GOVERNMENT ACCOUNTING STANDARDS TOWARDS ORGANIZATIONAL PERFORMANCE ON BLUD PUSKESMAS IN BANYUMAS REGENCY | Perubahan status Puskesmas menjadi BLUD di Indonesia merupakan topik yang menarik untuk dibahas, karena perubahan status tersebut menuntut puskesmas mengolah laporan keuangan secara mandiri. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi, Efektivitas Pengendalian Internal, dan Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Terhadap Kinerja Organisasi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi, efektivitas pengendalian internal, dan penerapan standar akuntansi pemerintah terhadap kinerja organisasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh Puskesmas BLUD yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Dengan menggunakan Purposive Sampling Method, total sampel yang diambil sesuai dengan criteria penelitian adalah sebanyak 39 sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Kualitas sistem informasi akuntansi, efektivitas pengendalian internal, dan penerapan standar akuntansi pemerintah berpengaruh secara simultan terhadap kinerja organisasi, (2) Efektivitas pengendalian internal merupakan variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap kinerja organisasi. | The reorganization of Puskesmas becoming into BLUD Indonesia is an interesting topic to be discussed, because the change in status requires Puskesmas to process financial reports independently. This research is entitled : "The Influence of Accounting Information Quality, Effectiveness of Internal Control, and Implementation of Government Accounting Standards Towards Organizational Performance". The objective of this research is to determine the influence of accounting information system quality, effectiveness of internal control, and implementation of government accounting standards towards organizational performance. The population in this study is all BLUD Puskesmas listed on the Banyumas District Health Office. By using purposive sampling method, the samples selected of this research are accordance with the criteria are 39 Puskesmas. The data then tested using ordinary least Square Regression. The research and data analysis showed that: (1) Accounting information system quality, effectiveness of internal control, and implementation of government accounting standards simultaneously effect on organizational performance, (2) Effectiveness of internal control variable is the most dominant effect on organizational performance. | |
| 51849 | 45194 | D1A020045 | PENGARUH PERBEDAAN PEMBERIAN LEVEL PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP TINGGI TANAMAN, PANJANG DAUN, DAN PRODUKSI SEGAR RUMPUT PAKCHONG (Pennisetum purpureum cv Thailand) PADA LAHAN PASCATAMBANG KAPUR | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level kombinasi pemberian pupuk kandang dan NPK terhadap tinggi tanaman, panjang daun, dan produksi segar rumput pakchong yang ditanam pada lahan pascatambang kapur. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperiment dengan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah level pupuk kandang (K) 0; 5; 10 ton/ha. Faktor kedua adalah level NPK (N) 0; 100; 200; 300 kg/ha. Penelitian dilakukan di lahan pascatambang kapur PT. Sinar Tambang Arthalestari Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Pakchong ditanam di lahan berukuran 4 x 3 m dengan jarak tanam 1 x 0,75 m dan dipanen pertama kali pada umur 90 hari. Hasil analisis variansi didapatkan kombinasi pemberian pupuk kandang dan NPK memberi interaksi terhadap produksi segar (P<0,05), namun tinggi tanaman dan panjang daun tidak menunjukkan adanya interaksi (P>0,05). Hasil perlakuan pupuk kandang 10 ton/ha dan NPK 300 kg/ha menghasilkan tinggi tanaman, panjang daun, dan produksi segar rumput pakchong yang terbaik. Kesimpulannya adalah perlakuan level pupuk kandang 10 ton/ha dan NPK sebanyak 300 kg/ha pada tanaman rumput pakchong dengan umur 90 hari dapat meningkatkan produksi yang paling baik. | This research aims to determine the effect of levels of combined manure and NPK fertilizer on plant height, leaf length, and fresh production of Pakchong grass grown on post-lime mining land. The method used in this study is an experimental method with a randomized block design (RBD) in a 3 x 4 factorial pattern with 4 replications. The first factor is the level of manure (K) at 0, 5, and 10 tons/ha. The second factor is the level of NPK (N) at 0, 100, 200, and 300 kg/ha. The research was conducted on the post-lime mining land of PT. Sinar Tambang Arthalestari in Ajibarang District, Banyumas Regency. Pakchong was planted on a 4 x 3 m plot with a planting distance of 1 x 0.75 m and was first harvested at 90 days old. The analysis of variance showed that the combination of manure and NPK application had an interaction effect on fresh production (P<0.05), but plant height and leaf length did not show any interaction (P>0.05). The treatment with 10 tons/ha of manure and 300 kg/ha of NPK resulted in the best plant height, leaf length, and Pakchong grass production. In conclusion, the treatment with 10 tons/ha of manure and 300 kg/ha of NPK for Pakchong grass at 90 days old provides the highest production improvement. | |
| 51850 | 52293 | K1B022082 | PERBANDINGAN K-MEANS DAN HIERARCHICAL CLUSTERING UNTUK PENGELOMPOKKAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH BERDASARKAN KEMISKINAN | Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang masih menjadi perhatian di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Tengah. Perbedaan kondisi kemiskinan antarkabupaten/kota menyebabkan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang bersifat umum kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan analisis pengelompokan wilayah untuk memahami kesamaan karakteristik kemiskinan antardaerah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode K-Means dan Hierarchical Clustering dalam pengelompokan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan indikator kemiskinan. Tahapan penelitian meliputi preprocessing data, penentuan jumalh Cluster optimal, serta penerapan kedua metode Clustering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan dua kelompok wilayah dengan karakteristik tingkat kemiskinan yang berbeda. Berdasarkan hasil evaluasi kualitas Cluster, metode Hierarchical Clustering memberikan hasil pengelompokan yang lebih baik dibandingkan metode K-Means. Hal ini ditunjukkan dari nilai Silhouette Score Hierarchical sebesar 0,246425896 yang lebih tinggi dibandingkan K-Means sebesar 0,240624876, serta nilai Davies-Bouldin Index sebesar 1,437492999 yang lebih rendah dibandingkan K-Means sebesar 1,483173224. | Poverty remains one of the key development issues in Indonesia, including in Central Java Province. Differences in poverty conditions across districts and municipalities make general poverty alleviation policies less effective. Therefore, a regional Clustering analysis is needed to better understand the similarities in poverty characteristics among regions. This study aims to compare the K-Means and Hierarchical Clustering methods in grouping districts and municipalities in Central Java based on poverty indicators. The research stages include data preprocessing, determining the optimal number of Clusters, and applying both Clustering methods. The results show that both methods produce two groups of regions with different poverty characteristics. Based on the Cluster quality evaluation, the Hierarchical Clustering method provides better grouping results than the K-Means method. This is indicated by a higher Silhouette Score of 0,246425896 for Hierarchical Clustering compared to 0,240624876 for K-Means, as well as a lower Davies-Bouldin Index of 1,437492999 compared to 1,483173224 for K-Means. | |
| 51851 | 13922 | E1A012126 | PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA PT.SINAR TAMBANG ARTHA LESTARI AJIBARANG BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS. | ABSTRAK PT. Sinar Tambang Artha Lestari Ajibarang mendirikan sebuah Pabrik Semen di desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang. Hal ini merupakan sebuah kemajuan bagi Kabupaten Banyumas. Terutama bagi masyarakat sekitar. Pembangunan pabrik tersebut akan membutuhkan banyak tenaga kerja warga sekitar, dengan demikian diharapkan taraf hidup masyarakat Banyumas akan meningkat. PT STAR, merupakan perseroan yang menjalankan usahanya di bidang sumber daya alam. Berdasarkan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perseroan wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau CSR. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami penerapan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PT. Sinar Tambang Artha Lestari Ajibarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif atau penelitian hukum yang hanya meneliti bahan pustaka sehingga disebut juga penelitian hukum kepustakaan., atau penelitian dengan pendekatan yang menggunakan konsep legalistis positifis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketentuan Pasal 74 UU PT yang terdiri dari 4 (empat) ayat belum dapat diterapkan sepenuhnya oleh PT. STAR. Terutama berkaitan dengan Pasal 74 ayat (3) UU PT, yang menyebutkan bahwa perseroan yang tidak melaksanakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. PT STAR telah melaksanakan kewajibannya sebagai perseroan terbatas dengan melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau CSR berdasarkan Pasal 74 ayat (1) dan ayat (2) UU PT. | PT. Sinar Artha Sustainable Mine Ajibarang establish a cement factory in the Tipar Kidul village, District Ajibarang. This is a progress for Banyumas. Especially for the surrounding community. Construction of the plant will require a lot of manpower around, thus the expected standards of living would rise Banyumas. PT STAR, a company which carries on business in the field of natural resources. Under Article 74 of Law Number 40 Year 2007 regarding Limited Liability Company, the company shall undertake Social and Environmental Responsibility, or CSR. The purpose of this study was to know and understand the application of Article 74 of Law Number 40 Year 2007 regarding Limited Liability Company on Social and Environmental Responsibility or Corporate Social Responsibility (CSR) by PT. Mine Sinar Artha Lestari Ajibarang. The method used in this research is normative juridical or legal research only examined material library that is also called legal research library, or research with an approach that uses the concept of legalistic positifis The results of this study indicate that the provisions of Article 74 of the Law PT consisting of 4 (four) clause can not be applied completely by PT. STAR. Especially with regard to Article 74 paragraph (3) Company Law, which states that the company does not carry as referred to in paragraph (1) be sanctioned in accordance with the provisions of the legislation. PT STAR has been carrying out his duty as a limited liability company to implement the Environmental and Social Responsibility or CSR based on Article 74 paragraph (1) and (2) of the Act PT. | |
| 51852 | 48340 | F1B021063 | Kinerja Pelaksana Program Gerakan Mayuh Sekolah Maning dalam Upaya Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2023 di Kabupaten Banyumas | Masalah dan tantangan yang dihadapi oleh pendidikan di Indonesia adalah layanan pendidikan yang masih belum merata. Pendidikan yang masih belum merata menjadi salah satu penyebab angka anak tidak sekolah masih tinggi. Kabupaten Banyumas dengan jumlah ATS sebanyak 15.229 tahun 2024, berupaya menangani anak tidak sekolah melalui program replikasi dari Bappenas dengan tagline Gerakan Mayuh Sekolah Maning. Penelitian ini berfokus pada kinerja pelaksana program menggunakan lima dimensi Agus Dwiyanto yang terdiri dari produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, dan responsibilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Sampel pelaksana program dipilih melalui metode sensus sebanyak 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelaksana program Gerakan Mayuh Sekolah Maning di Kabupaten Banyumas secara umum tergolong sedang dengan persentase 56,25%. Persentase yang diperoleh dalam setiap dimensi yaitu dimensi produktivitas memiliki persentase 71,9% tergolong dalam kategori sedang. Dimensi kualitas layanan memiliki persentase 75% yang tergolong sedang. Dimensi responsivitas memiliki persentase 75% masuk dalam kategori sedang. Dimensi responsibilitas memiliki persentase 71,9% yang tergolong sedang. Dimensi akuntabilitas memiliki persentase 75% yang masuk dalam kategori sedang. | The problems and challenges faced by education in Indonesia are that education services are still uneven. Unequal education is one of the reasons why the number of out-of-school children is still high. Banyumas Regency, with a total of 15,229 ATS in 2024, is trying to deal with out-of-school children through a replication program from Bappenas with the tagline Gerakan Mayuh Sekolah Maning. This research focuses on the performance of program implementers using Agus Dwiyanto's five dimensions of productivity, service quality, responsiveness, and responsibility. The method used in this research is descriptive quantitative method with data collection through questionnaires, interviews, and documentation. The sample of program implementers was selected through the census method as many as 32 respondents. The results showed that the performance of the Mayuh Sekolah Maning Movement program implementers in Banyumas Regency was generally classified as moderate with a percentage of 56.25%. The percentage obtained in each dimension, namely the productivity dimension, has a percentage of 71.9% which is classified as moderate. The service quality dimension has a percentage of 75% which is classified as moderate. The responsiveness dimension has a percentage of 75% in the moderate category. The responsibility dimension has a percentage of 71.9% which is classified as moderate. The accountability dimension has a percentage of 75% which is in the medium category. | |
| 51853 | 27149 | E1A115119 | TINJAUAN YURIDIS KONSUL KEHORMATAN (HONORARY CONSUL) DALAM HUKUM INTERNASIONAL DAN HUKUM NASIONAL INDONESIA | Hubungan antarnegara secara umum dibagi dalam dua lembaga yaitu lembaga diplomatik dan lembaga konsuler. Hubungan konsuler diatur di dalam Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler dan telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1982. Pada Konvensi Wina 1963 pejabat konsuler dibagi menjadi dua yaitu pejabat konsuler karir/tetap dan pejabat konsul kehormatan. Konsul Kehormatan tidak memiliki pengertian yang sama menurut hukum di setiap negara. Demikian juga untuk kekebalan dan hak istimewa sudah melekat secara otomatis pada konsul karir, tetapi mengenai pelaksanaan pemberian kekebalan untuk konsul kehormatan belum diatur secara rinci oleh hukum internasional terutama dalam Konvensi Wina 1963. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan konsul kehormatan dalam hukum internasional dan dalam hukum nasional Indonesia serta praktiknya di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Data dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pengaturan mengenai konsul kehormatan dalam hukum internasional terdapat di dalam Konvensi Wina 1963 Bab III Pasal 58 sampai dengan Pasal 68, perjanjian internasional bilateral antara negara yang mengadakan hubungan konsuler tersebut, dan praktik hukum kebiasaan. Pengaturan konsul kehormatan dalam hukum nasional Indonesia terdapat di dalam Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 1 Tahun 2014 yang mengatur secara spesifik tentang konsul kehormatan. Pada praktiknya Indonesia sendiri telah membuka konsul kehormatan di beberapa tempat, antara lain di Ramallah, Palestina serta di Auckland, Selandia Baru. Kata Kunci: Hubungan konsuler, konsul kehormatan, kekebalan dan hak istimewa | Interstates relations generally divided into two agencies, namely diplomatic agency and consular agency. Consular relations governed by Vienna Convention on Consular Relations 1963 and has been ratified by Indonesian Government by Act of Indonesian Republic Number 1 Year 1982. Consular officers divided into two categories, namely career consular officer and honorary consular officer in Vienna Convention on Consular Relations 1963. Honorary consular officer does not have the same definition according to law in each states. Career consular officers have been given the immunities and privileges automatically, but the immunities and privileges for the honorary consul officers have not been governed in detail by international especially in Vienna Convention 1963. The purposes of this study are to find out the regulations of the honorary consul in international law and Indonesian national law also their practices. The study used normative juridical approaches to legislation in the form of an inventory of law approaches. Data in this study came from secondary data which were arranged systematically and analyzed by qualitative normative methods. The results of the study are the regulation of honorary consul in international law governed by Chapter III Article 58 to Article 68 Vienna Convention 1963, bilateral international agreements between states which established the consular relations, and international customary law. The regulation of honorary consul in Indonesian national law governed by Minister of the Foreign Affairs Regulation Number 1 Year 2014 which regulated specifically regarding honorary consul. That case means the existences of honorary consul in consular relations are recognized and legal according to the international law and Indonesian national law. In practices, Indonesia has established the honorary consul in several states, including in Ramallah, Palestine also in Auckland, New Zealand. Keywords: Consular relations, honorary consul, immunities and privileges | |
| 51854 | 3675 | G1B008052 | EFEKTIVITAS KOMBINASI ADSORBSI ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN ARANG KAYU DENGAN ZEOLIT DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI | Air tanah yang mengandung logam berat khususnya besi (Fe) dapat menyebabkan air berwarna kuning kecoklatan dan bercak-bercak pada pakaian serta dapat mengganggu kesehatan diantaranya keracunan, muntah, diare an kerusakan usus. Salah satu cara untuk menurunkan kadar Fe adalah dengan cara adsorbsi. Adsorben yang digunakan adalah arang kayu + zeolit, arang tempurung kelapa + zoelit dan arang tempurung kelapa + arang kayu + zeolit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi adsorbsi arang tempurung kelapa dan arang kayu dengan zeolit dalam menurunkan kadar Fe pada air sumur gali. Jenis penelitian yang digunakan adalah ekperimen semu dengan rancangan non randomized pretest-postest with control group design. Jumlah unit percobaan dalam penelitian ini adalah 24 sampel dengan 6 kali replikasi. Nilai rata-rata efektivitas pengolahan pada zeolit sebesar 86,04%. Nilai rata-rata efektivitas pengolahan pada masing-masing perlakuan pada kombinasi adsorbsi dengan menggunakan adsorben arang kayu + zeolit sebesar 60,93%, adsorben arang tempurung kelapa + zeolit sebesar 94,32% dan absorben arang tempurung kelapa + arang kayu + zeolit sebesar 90,43%. Kombinasi adsorbsi yang paling efektif adalah dengan menggunakan adsorben arang tempurung kelapa + zeolit. Kadar Fe setelah perlakuan telah memenuhi standar baku air minum dari Peraturan Menteri Kesehatan No. 416/Menkes/Per/IX/1990 dengan nilai rata-rata di bawah 1,0 mg/L. Masyarakat dapat memanfaatkan alat kombinasi adsorbsi dengan menggunakan adsorben arang tempurung kelapa + zeolit untuk menurunkan kadar Fe pada sumur yang mengandung Fe tinggi. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dapat menerapkan alat tersebut sebagai salah satu media promosi untuk menyelesaikan masalah air sumur yang mengandung kadar Fe tinggi. Bagi peneliti lain, diperlukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh diameter dan volume adsorben terhadap penurunan kadar Fe pada air sumur dan air limbah. | Ground water containing heavy metals particularly iron (Fe) can cause the water color changes into yellowish-brown and leave patches on clothing and may harm our health. One way to lower the Fe content is by adsorption. The adsorbent used is charcoal + zeolite, coconut shell charcoal and wood charcoal + zeolite. The purpose of this study was to determine the effectiveness of adsorption combination of coconut shell charcoal and wood charcoal with zeolite in lowering the levels of Fe in the dug well water. The type of this research was quasiexperimental using non-randomized pretest-posttest with control group design. The numbers of experimental units in this study were 24 samples with 6 times of replication. The average value of the effectiveness of treatment on zeolite was 86,04%. The average value of the effectiveness of treatment in each treatment on a combination of adsorption using charcoal adsorbent + zeolite was 60,93%, coconut shell charcoal adsorbent + zeolite was 94,32% and coconut shell charcoal + charcoal absorbent + zeolite was 90,43%. The most effective combination of adsorption was by using coconut shell charcoal adsorbent + zeolite. Fe content after treatment had met drinking water standards regulation of Minister of Health No.416/Menkes/Per/IX/1990 with an average value below 1,0 mg/L. Publics could utilize a combination of adsorption instrument by using coconut shell charcoal adsorbent + zeolite to lower the Fe levels in the wells that contain high Fe level. The Department of Health Office in Tegal may apply these tools as a campaign media to resolve this problem. For other researchers, more research about the effect of the number of tray aerator, diameter and the volume of adsorbent toward the decrease of Fe content is needed. | |
| 51855 | 12758 | G1F011049 | FORMULASI SUPPOSITORIA EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT DUAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) DENGAN BASIS PEG 400 DAN PEG 6000 | FORMULASI SUPPOSITORIA EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT DUAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) DENGAN BASIS PEG 400 DAN PEG 6000 Rani Saskia Jeanita Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman ranijeanita@yahoo.com 08561009362 INTISARI Lidah buaya (Aloe vera) dengan kandungan antrakuinon memiliki aktivitas sebagai laksatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sediaan suppositoria dari ekstrak terpurifikasi kulit daun lidah buaya (A.vera) dengan basis PEG 400 dan PEG 6000 dan untuk menentukan rasio konsentrasi PEG 400 dan PEG 6000 yang memenuhi persyaratan fisik suppositoria. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan memformulasikan ekstrak terpurifikasi kulit daun lidah buaya (A.vera) dengan variasi konsentrasi PEG 400 : PEG 600 yaitu: 30% : 70% ; 40% : 60% ; 50% : 50% ; 60% : 40% ; 70% : 30% menggunakan metode cetak tuang, evaluasi sifat fisik suppositoria yang meliputi: organoleptis, keseragaman bobot, titik lebur, waktu leleh, dan kekerasan. Data organoleptis dan keseragaman bobot yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif sedangkan uji yang lain dianalisis menggunakan metode statistik Anava pada taraf kepercayaan 95%, kemudian dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi PEG 400 dan PEG 6000 menghasilkan suppositoria berwarna cokelat kehijauan dan bobot yang seragam, serta berpengaruh signifikan terhadap penurunan titik lebur, waktu leleh dan kekerasan sediaan suppositoria ekstrak terpurifikasi kulit daun lidah buaya. Rasio konsentrasi PEG 400 dan PEG 6000 yang memberikan sifat fisik paling baik adalah formula III dengan rasio konsentrasi PEG 400 : PEG 6000 adalah 50% : 50%. Kata kunci: Aloe vera, PEG 400, PEG 6000, Suppositoria | FORMULATION OF PURIFIED SKIN LEAF EXTRACT OF ALOE VERA SUPPOSITORY WITH PEG 400 AND PEG 6000 BASE Rani Saskia Jeanita Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman ranijeanita@yahoo.com 08561009362 ABSTRACT Aloe vera with the content of anthraquinone have activity as laxative. The purpose of this research is to create a suppository dosage of purified skin leaf extract of Aloe vera with base PEG 400 and PEG 6000 and to determine the ratio of the concentration of PEG 400 and PEG 6000 which meets the physical requirements suppositories. This research is an experimental research by formulating the extract of A.vera with various concentrations of PEG 400 : PEG 600 ie: 30% : 70% ; 40% : 60% ; 50% : 50% ; 60% : 40% ; 70% : 30% using cast molding methods, evaluation of physical properties suppositories which include: organoleptic, uniformity of weight, melting point, melting time, and hardness. Organoleptic data and uniformity of weight were analyzed using descriptive analysis while the other test were analyzed using Anova at 95% confidence level, statistical method was followed by LSD test. The results showed that the variation of the concentration of PEG 400 and PEG 6000 produces greenish brown suppositories and weights were uniform, and significant effect on decrease in the melting point, the time of melting, and hardness suppository of purified skin leaf extract of A.vera. The ratio of the concentration of PEG 400 and PEG 6000 which provide the most excellent physical properties is the formula III with a concentration ratio of PEG 400 : PEG 6000 is 50% : 50%. Keyword: Aloe vera, PEG 400, PEG 6000, Suppository. | |
| 51856 | 6341 | G1B009031 | PERILAKU PENGOLAHAN SAMPAH PADA WARGA MASYARAKAT DI KELURAHAN GRENDENG KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS | Peningkatan volume sampah di antaranya disebabkan oleh perilaku masyarakat yang belum melakukan pemilahan dan pemanfaatan sampah, keterbatasan sarana prasarana yang dimiliki masyarakat, peran serta tokoh masyarakat dan petugas penyuluh yang belum maksimal dalam mensosialisasikan pengolahan sampah. Sampah di Kelurahan Grendeng belum ditangani dengan baik, sebagian besar sampah hanya dikumpulkan dan diangkut ke TPS, sedangkan beberapa masyarakat lainnya membuang sampah ke tepi sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap, praktik dan sarana prasarana ibu rumah tangga dalam pengolahan sampah serta peran tokoh masyarakat dan petugas penyuluh dalam pengolahan sampah di Kelurahan Grendeng. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subyek penelitian tidak mengetahui cara pengolahan sampah yang baik, tetapi mereka menyatakan setuju terhadap pemilahan dan pengolahan sampah. Tindakan pemilahan sampah tidak dilakukan semua subyek penelitian dan dua subyek penelitian melakukan pengolahan sampah dengan cara dibakar. Peran Ketua RW yaitu memberikan anjuran agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, sedangkan kader PKK pernah memberikan penyuluhan pengolahan sampah kepada masyarakat meskipun tidak disertai pelatihan. Saran yang dapat diberikan yaitu agar diadakan penyuluhan dan pelatihan pengolahan sampah secara merata untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik masyarakat Kelurahan Grendeng dalam pengolahan sampah. | Increasing waste volume causes by society behaviour which has not selectioned and take advantage of waste. The unlimited of tools that they have, contribution of society figur and the extension worker who hasn’t maximal yet in socialization waste processing. In Grendeng urban, waste hasn’t processed well most of the wastenhas collected and move to TPS moreover some of them put the waste in the river. The aim of this study are to know knowledge, attitude, practice and the tools of housewife in processing waste in Grendeng urban. The study is used qualitative research. The technique of the data collected in this study use detail interview techniques, observation and documentation. The test of validation data in this study using trangulation method. The result of this study shows that most of the research subject have not known good ways in processing waste, but they state agree to selection and processing waste. The selection has not done by all research subyect and two subject of the research process the waste by burning. The leader of RW give advises to the society that they can’t put the waste everywhere, but PKK cadres ever give treatment how to process the waste to the society. Eventhough itis not include training. There are some advice than can be given such as do illumination and do some treatment in processing waste. To increase there knowledge attitude and practice of the society in Grendeng urban in processing waste. | |
| 51857 | 38864 | E1B018044 | DISPUTES AND QUARREL AS REASONS FOR DIVORCE (Juridical Review of the Pati Religious Court Decision Number 318/Pdt.G/2021/PA.Pt) | Pasal 38 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan dapat putus karena: Kematian, Perceraian dan atas putusan pengadilan. Perceraian hanya dibenarkan untuk dalam alasan-alasan yang telah ditentukan oleh Undang-Undang Perkawinan. Berdasarakan Pasal 19 PP. No. 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang- Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Khusus bagi yang bergama Islam maka ditambahkan dua pasal sebagaimana yang tersebut dalam Pasal 116 KHI yaitu Suami melanggar shigat taklik-talak dan Peralihan agama atau murtad yang menyebabkan terjadinya ketidak rukunan dalam rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam dalam mengabulkan perceraian pada Putusan Nomor 318/Pdt.G/2021/PA.Pt dan mengetahui akibat hukum dari cerai gugat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis data normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim mengabulkan gugatan yang diajukan Penggugat dengan menjatuhkan talak satu bain sughro terhadap Tergugat dan Majelis Hakim mengabulkan perceraian menggunakan penjelasam Pasal 39 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 19 huruf (f) jo. Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) serta Pasal 119 ayat (2) huruf (c) KHI, namun sebaiknya dalam pertimbangan hukum Hakim dapat menambahkan Pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 33 dan Pasal 34 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Sementara hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa akibat hukum terjadinya cerai gugat yaitu terhadap nafkah, terhadap harta bersama dan terhadap anak. Tergugat (mantan suami) berkewajiban memberikan nafkah mut’ah dan nafkah iddah selama 90 hari kepada Penggugat (mantan isteri) dan nafkah hadhanah kepada anak. | Article 38 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage states that a marriage can be broken up because of: Death, Divorce, and on a court decision. Divorce is only justified for reasons determined by the Marriage Law. Based on Article 19 PP. No. 9 of 1975 concerning the Implementation of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage. Especially for those who are Muslim, two articles are added as mentioned in Article 116 KHI, namely, the husband violates shigat taklik-divorce and religious conversion or apostasy, which causes disharmony in the household. The purpose of this research was to find out the basis for the judge's legal considerations in granting a divorce in Decision Number 318/Pdt.G/2021/PA.Pt and find out the legal consequences of a contested divorce. The research method used is a normative juridical approach, prescriptive analytical research specifications, and library research data collection techniques. The collected data is then presented in the form of narrative text and qualitative normative data analysis. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Panel of Judges granted the lawsuit filed by the Plaintiff by imposing talak one bain sughro against the Defendant, and the Panel of Judges granted the divorce using the elucidation of Article 39 paragraphs (1) and (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, Article 19 letter (f) jo. Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (f) and Article 119 paragraph (2) letter (c) Compilation of Islamic Law, but preferably in legal considerations, the Judge can add Article 116 letter (g) Compilation of Islamic Law and Article 33 and Article 34 paragraph (1) and paragraph (2) Law No. 1 of 1974. While the results of this research also show that the legal consequences of a divorce are contested, namely on maintenance, joint assets, and children. The Defendant (ex-husband) is obliged to provide mut'ah maintenance and iddah maintenance for 90 days to the Plaintiff (ex-wife) and hadhanah maintenance to the children. | |
| 51858 | 55125 | A1C022066 | Estimasi Non-Destruktif Kualitas Fisikokimia Stroberi (Fragaria x Ananassa) Berbasis Sensor AS7265x dan Machine Learning: Validasi dengan Uji Sensori | Stroberi (Fragaria × ananassa) merupakan buah yang kaya akan kandungan gizi dan banyak diminati konsumen. Namun, proses sortasinya di lapangan masih didasarkan pada karakteristik eksternal, seperti warna, ukuran, dan kondisi permukaan buah. Padahal, kualitas internal seperti tingkat kemanisan dan keasaman lebih menentukan penerimaan konsumen. Pengujian kualitas internal umumnya masih bersifat destruktif, menggunakan peralatan laboratorium canggih, serta memerlukan biaya relatif tinggi. Oleh karena itu, diperlukan metode non-destruktif yang cepat dan efisien dalam mengestimasi kualitas buah. Spektrometer UV–Vis–NIR berbasis sensor AS7265x memiliki potensi karena mampu memperoleh informasi spektral yang berkaitan dengan karakteristik fisikokimia buah. Penelitian ini juga mengintegrasikan penilaian sensori berupa tingkat kemanisan untuk mengkaji hubungan respons spektral dengan kualitas yang dirasakan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menilai kinerja spektrometer UV–Vis–NIR berbasis sensor AS7265x dalam mengestimasi kualitas fisikokimia dan skorsensori stroberi, 2) membangun model machine learning berbasis data spektral menggunakan algoritma Simple Linear Regression (SLR), Multiple Linear Regression (MLR), dan Artificial Neural Network (ANN), serta 3) menentukan model machine learning dengan kinerja terbaik berdasarkan MAPE, RMSE, dan R2. Penelitian ini dilaksanakan pada 11 November 2025 – 25 Februari 2026 di Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Sampel penelitian terdiri atas 200 sampel stroberi yang berasal dari pasar tradisional dan pasar modern, masing-masing sebanyak 100 sampel. Setiap sampel terdiri atas lima buah stroberi yang digunakan untuk pengukuran spektrum, analisis fisikokimia, dan uji sensori dengan skala 1 (sangat tidak manis) hingga 5 (sangat manis). Pengukuran spektrum dilakukan menggunakan spektrometer berbasis sensor AS7265x yang memiliki rentang panjang gelombang 410 – 940 nm. Parameter yang diamati meliputi TPT, kadar air, vitamin C, kadar gula, serta sensori kemanisan. Data spektral diolah dan dimodelkan menggunakan algoritma SLR, MLR, dan ANN dengan metode 5-fold cross validation. Kinerja model dievaluasi menggunakan nilai MAPE, RMSE, dan R². Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektrometer UV–Vis–NIR berbasis sensor AS7265x mampu mengestimasi kualitas fisikokimia dan skor sensori stroberi secara nondestruktif. Ketiga algoritma berhasil membangun model prediksi, dengan ANN memberikan kinerja terbaik pada hampir keseluruhan parameter. Secara keseluruhan, model menghasilkan nilai MAPE sebesar 0,690 – 29,079%, RMSE sebesar 0,407 – 10,393, dan R² sebesar 0,064 – 0,589. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan prediksi berbeda pada setiap parameter, dengan MAPE dan RMSE yang menunjukkan tingkat kesalahan prediksi yang bervariasi, sementara nilai R² yang relatif rendah menunjukkan bahwa kemampuan model dalam menjelaskan hubungan antara data spektral dan kualitas stroberi masih terbatas. | Strawberry (Fragaria × ananassa) is a fruit rich in nutrients and widely favored by consumers. However, fruit sorting in the field is still primarily based on external characteristics, such as color, size, and surface condition, even though internal quality attributes, including sweetness and acidity, play a more important role in consumer acceptance. Internal quality assessment is generally destructive, requires laboratory equipment, and involves relatively high costs analysis. Therefore, a rapid and efficient non-destructive method for estimating fruit quality is needed. A UV–Vis–NIR spectrometer based on the AS7265x sensor has considerable potential because it can acquire spectral information related to the physicochemical characteristics of fruit. This study also integrated sensory evaluation of sweetness to investigate the relationship between spectral responses and consumer-perceived quality. The objectives of this study were to: (1) evaluate the performance of the AS7265x based UV–Vis–NIR spectrometer in estimating the physicochemical quality and sensory scores of strawberries, (2) develop spectral data based machine learning models using Simple Linear Regression (SLR), Multiple Linear Regression (MLR), and Artificial Neural Network (ANN) algorithms, and (3) determine the best performing machine learning model based on MAPE, RMSE, and R². This research was conducted from 11 November 2025 – 25 February 2026 at the Agricultural Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. A total of 200 strawberry samples were collected from traditional and modern markets, with 100 samples from each market type. Each sample consisted of five strawberries used for spectral measurements, physicochemical analysis, and sensory sweetness evaluation using a five-point scale ranging from 1 (very not sweet) to 5 (very sweet). Spectral measurements were performed using an AS7265x spectrometer covering a wavelength range of 410 – 940 nm. The observed parameters included total soluble solids (TSS), moisture content, vitamin C, sugar content, and sensory scores. The spectral data were modeled using SLR, MLR, and ANN algorithms with a 5-fold cross-validation approach. Model performance was evaluated using MAPE, RMSE, and R². The results showed that the UV–Vis–NIR spectrometer based on the AS7265x sensor was capable of estimating the physicochemical quality and sensory scores of strawberries non-destructively. The three machine learning algorithms successfully developed prediction models, with ANN demonstrating the best performance for nearly all parameters. Overall, the models produced MAPE values ranging from 0.690 – 29.079%, RMSE values ranging from 0.407 – 10.393, and R² values ranging from 0.064 – 0.589. These results indicate that prediction performance varied across parameters, with the MAPE and RMSE values reflecting varying levels of prediction error, while the relatively low R² values indicate that the models had limited ability to explain the relationship between the spectral data and strawberry quality. | |
| 51859 | 55460 | F1C020036 | Pengaruh Sikap, Norma Subjektif, dan Kontrol Perilaku Terhadap Intensi Mahasiswa dalam Pemilihan Platform E-Wallet | Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah mendorong munculnya platform dompet digital atau e-wallet sebagai alat pembayaran non-tunai yang populer di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sikap Terhadap Perilaku, Norma Subjektif, dan Kontrol Perilaku yang Dipersepsikan terhadap Intensi Mahasiswa dalam Pemilihan Platform E-Wallet dengan menggunakan Theory of Planned Behavior. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNSOED. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Sikap Terhadap Perilaku berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05, Norma Subjektif berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05, dan Kontrol Perilaku yang Dipersespsikan berpengaruh posisif dan signifikan dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 terhadap Intensi Mahasiswa dalam pemilihan platform e-wallet. Secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung 46,812 dan Sig. 0,000 < 0,05. Variabel Norma Subjektif merupakan variabel yang paling dominan dengan nilai koefisien Beta sebesar 0,374. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,575 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan intensi sebesar 57,5%. | Advancements in information and communication technology have driven the emergence of digital wallet (e-wallet) platforms as popular cashless payment tools among university students. This study aims to analyze the influence of Attitude Toward Behavior, Subjective Norms, and Perceived Behavioral Control on students' intentions to choose e-wallet platforms, utilizing the Theory of Planned Behavior. A quantitative approach employing a survey method was used. The sample consisted of 100 students from the Communication Science Department at the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP), UNSOED. Data were collected via questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS software. The results indicate that, individually, Attitude Toward Behavior (Sig. 0.000 < 0.05), Subjective Norms (Sig. 0.000 < 0.05), and Perceived Behavioral Control (Sig. 0.000 < 0.05) all exert a positive and significant influence on students' intentions to choose e-wallet platforms. Simultaneously, the three variables have a significant influence, with a calculated F-value of 46.812 and a significance level of 0.000 (< 0.05). Subjective Norms emerged as the most dominant variable, with a Beta coefficient of 0.374. The Adjusted R-Square value of 0.575 indicates that these three variables explain 57.5% of the variance in intention. | |
| 51860 | 20730 | H1D013019 | EVALUASI KERENTANAN GEMPA PADA BANGUNAN GEDUNG (Studi kasus: Gedung Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman) | Gedung Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman dibangun pada tahun 2015. Bangunan ini terdiri dari 7 lantai yang dilengkapi dengan ruang kelas, ruang simulasi pasar modal, dan masih banyak lagi. Diharapkan dengan fungsi utama sebagai fasilitas umum dengan sejumlah besar orang yang melakukan aktivitas di dalamnya, bangunan tersebut memiliki tingkat keamanan yang tinggi saat terjadi gempa. Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi seismik kegempaan tahap awal yang berfokus pada evaluasi kerentanan bangunan, melalui metode Rapid Visual Screening (FEMA P-154) dan Evaluasi Tingkat 1 berdasarkan FEMA 310. Hasil Rapid Visual Screening dibandingkan dengan skor cut-off +2.00. Jika nilai akhir kurang dari atau sama dengan + 2,00, bangunan tersebut memerlukan evaluasi Tingkat 1. Evaluasi Tier 1 menggunakan FEMA 310 dilakukan untuk mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian bangunan. Ini terdiri dari 3 set daftar periksa yang memungkinkan evaluasi cepat elemen bahaya struktural, nonstruktural dan dari lokasi kondisi geologi bangunan. Jika hasil evaluasi Tier 1 menunjukkan bahwa potensi ketidaksesuaian bangunan diidentifikasi, evaluasi yang lebih rinci tentang bangunan disarankan untuk dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari metode Rapid Visual Screening, bangunan memiliki nilai akhir +1,4, sedangkan dari Evaluasi Tingkat 1 ada pernyataan Tidak Compliant (NC) untuk komponen struktural dan nonstruktural. | The laboratory building of faculty of economics and business of Jenderal Soedirman University was built in 2015. This buildings consists of 7 stories equipped with classrooms, capital market simulation room, and many more. It is expected that with a main function as a public facility with a large number of people doing activities within it, the building has a high level of security when an earthquake occurred. This study aims to perform a preliminary seismic hazard assessment, i.e. an evaluation on using a Rapid Visual Screening method (FEMA P-154) and a Tier 1 Evaluation using FEMA 310. The results of the Rapid Visual Screening a final level 1 score compared with a cut-off score of +2.00. If the final level 1 score is less than or equal to +2.00, the building requires the Tier 1 evaluation. The Tier 1 evaluation using FEMA 310 is performed to identify the potential deficiencies of the building. It consists of 3 sets of checklists that allow a rapid evaluation of the structural, nonstructural and foundation/geologic hazard elements of the building and site conditions. If the results of the Tier 1 evaluation shows that the potential deficiencies of the building are identified, a more detailed evaluation of the building is recommended to perform. The results of the analysis show that from the Rapid Visual Screening method, the building has a final level 1 score of +1.4, while from the Tier 1 Evaluation there are Not-Compliant (NC) statements for structural and nonstructural components. |