Artikelilmiahs

Menampilkan 51.901-51.903 dari 51.903 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5190155322E1A022205PRAPERADILAN SEBAGAI SARANA PERLINDUNGAN HUKUM HAK-HAK TERSANGKA DALAM TAHAP PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK KEPOLISIAN (Studi Putusan Praperadilan Nomor 8/Pid.Pra/2025/PN Amb)Praperadilan merupakan mekanisme pengawasan yudisial terhadap tindakan penyidik yang dapat digunakan untuk melindungi hak-hak tersangka dalam proses penyidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan hakim terhadap perlindungan hak-hak tersangka pada tahap penyidikan dan akibat hukum dari tindakan penyidikan yang dinyatakan tidak sah dalam Putusan Praperadilan Nomor 8/Pid.Pra/2025/PN Amb. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan analitis. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menemukan ketidaksesuaian dalam tata cara pemanggilan dan penyampaian Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang memengaruhi keabsahan pemeriksaan dan penetapan Pemohon sebagai tersangka. Pertimbangan hakim tersebut mencerminkan perlindungan terhadap hak tersangka melalui pengujian terhadap kepatuhan penyidik pada prosedur hukum. Tindakan penyidikan yang dinyatakan tidak sah mengakibatkan hilangnya keabsahan kedudukan Pemohon sebagai tersangka, penghentian penyidikan, serta batal dan tidak sahnya tindakan
penangkapan dan penahanan. Konsekuensi tersebut menunjukkan perlindungan hukum represif terhadap Pemohon sekaligus mencerminkan tujuan hukum berupa keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan.
Pretrial proceedings constitute a mechanism of judicial oversight over investigators’ actions that may be used to protect suspects’ rights during the
investigation process. This study aims to analyze the judge’s considerations concerning the protection of suspects’ rights at the investigation stage, as well as the legal consequences of investigative actions declared unlawful in Pretrial Decision Number 8/Pid.Pra/2025/PN Amb. This study employs a normative juridical method using statutory, case, and analytical approaches. The data used are secondary data obtained through literature review and analyzed using a normative qualitative method. The findings show that the judge identified procedural irregularities in the summons procedure and the delivery of the Notification of Commencement of Investigation (SPDP), which affected the validity of the examination and the determination of the Applicant as a suspect. The judge’s considerations reflect the protection of suspects’ rights through judicial review of
investigators’ compliance with legal procedures. The investigative actions declared unlawful resulted in the loss of the legal validity of the Applicant’s status as a suspect, the termination of the investigation, and the invalidation of the arrest and detention. These consequences demonstrate repressive legal protection for the Applicant while also reflecting the legal objectives of justice, legal certainty, and utility.
5190248927K1B021061Hubungi call center resmi KrediOne (0838) 5871988 atau CS KrediOne 082227666649 & melalui email cs@kredione.id. Layanan customer service KrediOne dapat dihubungi Senin-minggu pukul 08:00-23:00 WIB.Hubungi call center resmi KrediOne (0838) 5871988 atau CS KrediOne 082227666649 & melalui email cs@kredione.id. Layanan customer service KrediOne dapat dihubungi Senin-minggu pukul 08:00-23:00 WIB.Hubungi call center resmi KrediOne (0838) 5871988 atau CS KrediOne 082227666649 & melalui email cs@kredione.id. Layanan customer service KrediOne dapat dihubungi Senin-minggu pukul 08:00-23:00 WIB.
5190341638C1A019092ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN QRIS TERHADAP PEDAGANG DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOFintech semakin menjadi kebutuhan dengan memberikan manfaat di lingkungan masyarakat. Angka pertumbuhan pedagang pengguna QRIS di Kabupaten Banyumas merupakan yang tertinggi di eks karesidenan Banyumas. Penerapan QRIS pada pedagang menjadi sebuah terobosan dalam upaya mendukung digitalisasi pembayaran untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi digital. Hadirnya QRIS menjadi solusi untuk menyatukan keragaman kode QR. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan penerimaan (omzet) penjualan, keuntungan penjualan, dan volume penjualan antara sebelum dan sesudah menggunakan QRIS. Populasi pada penelitian ini sebanyak 72 pedagang pengguna QRIS di kawasan kampus Universitas Jenderal Soedirman.
Metode sampling penelitian ini menggunakan metode sampel jenuh sehingga menggunakan seluruh populasi sebanyak 72 pedagang untuk dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara menggunakan kuesioner sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan Uji Wilcoxon.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penerimaan (omzet) penjualan, yang mengalami peningkatan sebesar 6%. Pada keuntungan penjualan meningkat sebesar 6,04%, dan volume penjualan meningkat sebesar 4,21%.
Implikasi pada penelitian ini adalah pemerintah dapat mengembangkan insfrastruktur, khususnya pada sinyal dan jaringan. Bagi masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan mengenai literasi keuangan, khususnya pada pedagang di kawasan kampus Universitas Jenderal Soedirman.

Kata Kunci: Fintech, QRIS, Omzet Penjualan, Keuntungan Penjualan, Volume Penjualan, Pedagang
Fintech is increasingly becoming a necessity, providing benefits within the community. The growth rate of merchants using QRIS in Banyumas Regency is the highest within the former Banyumas residency. The implementation of QRIS among merchants represents a breakthrough in efforts to support payment digitalization, aiming to achieve digital economic growth. The introduction of QRIS serves as a solution to unify the diversity of QR codes. The purpose of this research is to compare the sales revenue, sales profit, and sales volume before and after adopting QRIS. The research population consists of 72 merchants utilizing QRIS in the vicinity of Universitas Jenderal Soedirman campus.
This research employs a saturated sampling method, encompassing the entire population of 72 merchants as the sample. Data collection is carried out through interviews using questionnaires, and the data analysis technique employed is the Wilcoxon test.
The findings of this research reveal a difference in sales revenue, with an increase of 6%. Sales profit has seen an increment of 6.04%, while sales volume has risen by 4.21%.
The implications of this study are that the government can develop infrastructure, particularly in signals and networks. For the community, it can enhance financial literacy, particularly among merchants in the Universitas Jenderal Soedirman campus area.

Keywords: Fintech, QRIS, Sales Turnover, Sales Profits, Sales Volume, Merchants