Artikelilmiahs

Menampilkan 52.021-52.028 dari 52.028 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5202151393I1B021052Gambaran Kemampuan Berpikir Kritis dan Pengetahuan Penentuan Masalah Keperawatan pada Mahasiswa Sarjana KeperawatanLatar Belakang: Berpikir kritis berperan penting dalam pendidikan keperawatan serta menjadi salah satu kompetensi dasar dalam mencapai profesionalisme keperawatan. Kemampuan mengidentifikasi masalah pasien merupakan salah satu faktor penting dalam asuhan keperawatan sehingga kemampuan tersebut perlu dimiliki mahasiswa untuk dapat menyusun diagnosis keperawatan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan berpikir kritis dan pengetahuan penentuan masalah keperawatan pada mahasiswa sarjana keperawatan.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 190 responden yang berasal dari angkatan 2022 dan 2023. Instrumen penelitian menggunakan instrumen Critical Thinking Disposition Inventory (CTDI) dan kuesioner penentuan masalah keperawatan. Analisis data menggunakan analisis univariat.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden berada pada rentang 19-23 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan (87,4%), berasal dari angkatan 2023 (52,7%), dan memiliki IPK dalam rentang 3,50-4,00 (84,2%). Rata-rata skor berpikir kritis responden adalah 101,84 ± 10,854 dan nilai tengah skor pengetahuan penentuan masalah keperawatan adalah 50 yang berada dalam rentang 5,56-88,89.
Kesimpulan: Mahasiswa keperawatan menunjukkan rata-rata skor berpikir kritis yang cukup tinggi, akan tetapi pengetahuan penentuan masalah keperawatan masih dalam tingkat sedang.
is a basic competencies in achieving nursing professionalism. The ability to identify patients problems is a important factor in nursing care, so this ability needs to be owned by nursing students to be able to make the right nursing diagnosis. The purpose of this research was to determine the description of critical thinking ability and nursing problem determination knowledge among undergraduate nursing students.
Methodology: This research used descriptive quantitative method with cross sectional approach. The sample determination used a stratified random sampling technique and obtained a sample size of 190 respondents from the class of 2022 and 2023. The research instrument used Critical Thinking Disposition Inventory (CTDI) and nursing problems determination questionaire. The data analysis used univariate analysis.
Result: The results showed the age of the respondents was in the range of 19-23 years old, the majority was female (87,4%), from the class of 2023 (52,7%), and the GPA of 3,51-4,00 (84,2%). The average of critical thinking score was 101,84 ± 10,854 and the median of nursing problems determination knowledge was 50 with the range of 5,56-88,89.
Conclusion: Nursing students showed a fairly high average of critical thinking score, but the knowledge of determining nursing problems was still at moderate level.
5202249472E1A021033KEBERLAKUAN OPSEN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2022
TENTANG HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT
DAN PEMERINTAHAN DAERAH
(Studi di Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan)
KEBERLAKUAN OPSEN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2022
TENTANG HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT
DAN PEMERINTAHAN DAERAH
(Studi di Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan)
Disusun Oleh:
RHAKA FAJAR ALAMSYAH
E1A021033
ABSTRAK
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) memperkenalkan materi
muatan baru dengan memberikan kewenangan pemungutan opsen yang merupakan
pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu. Salah satu opsen yang
dipungut pemerintah daerah kabupaten/kota adalah opsen atas pajak kendaraan
bermotor (Opsen PKB). Jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Kuningan
selama lima tahun terakhir (2020 – 2024) mengalami peningkatan hingga mencapai
5,17% melebihi rata-rata pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor secara
keseluruhan di Provinsi Jawa Barat sebesar 2,38%. Peningkatan jumlah kendaraan
bermotor idealnya diiringi dengan peningkatan penerimaan pendapatan daerah dari
sektor perpajakan kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
keberlakuan dan strategi dalam pemungutan Opsen PKB setelah berlakunya UU
HKPD di Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan statute approach, conseptual
approach dan historical approach. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan
bahwa keberlakuan Opsen PKB setelah berlakunya UU HKPD di Kabupaten
Kuningan merupakan bagian dari skema pemerintah dalam mewujudkan
desentralisasi fiskal melalui penguatan local taxing power dengan mengubah pola
penerimaan dana bagi hasil PKB. Strategi Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan
dalam pemungutan Opsen PKB dilaksanakan dengan cara sinergi dengan
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui skema berbagi peran dan berbagi
pendanaan.
THE ENFORCEABILITY OF THE MOTOR VEHICLE TAX OPSEN
FOLLOWING THE ENACTMENT OF LAW NUMBER 1 OF 2022
ON FINANCIAL RELATIONS BETWEEN THE CENTRAL GOVERNMENT
AND REGIONAL GOVERNMENTS
(A Case Study of the Regional Government of Kuningan Regency)
Written by:
RHAKA FAJAR ALAMSYAH
E1A021033
ABSTRACT
Law No. 1 of 2022 on Financial Relations between the Central Government and
Local Governments (HKPD Law) introduces new content material by authorizing
the collection of opsen, which is an additional tax levy according to a certain
percentage. One of the accents levied by district/city governments is the accent on
motor vehicle tax (Opsen PKB). The number of motorized vehicles in Kuningan
Regency over the past five years (2020 - 2024) has increased to reach 5.17%,
exceeding the average growth in the number of motorized vehicles as a whole in
West Java Province by 2.38%. The increase in the number of motorized vehicles
should ideally be accompanied by an increase in local revenue from the motor
vehicle taxation sector. This study aims to analyze the applicability and strategy in
collecting PKB Opsen after the enactment of the HKPD Law in Kuningan Regency.
The method used in this research is normative legal research with statute approach,
conceptual approach and historical approach. The results of the research and
discussion show that the implementation of Opsen PKB after the enactment of the
HKPD Law in Kuningan Regency is part of the government's scheme in realizing
fiscal decentralization through strengthening local taxing power by changing the
pattern of PKB revenue sharing funds. The Kuningan District Government's
strategy in collecting Opsen PKB is carried out by synergizing with the West Java
Provincial Government through a role-sharing and cost-sharing scheme.
5202344016H1C019009GEOLOGI DAERAH DARMAKRADENAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAHDaerah penelitian secara administratif terletak di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Daerah pemetaan memiliki luas 25 km2 yang tersusun dari Formasi Halang, Anggota Batugamping Formasi Tapak, dan Formasi Tapak. Pemetaan ini dilakukan untuk memetakan kondisi geologi lebih detail dengan metode penelitian yang digunakan pemetaan geologi permukaan meliputi pengambilan data geomorfologi, litologi, struktur geologi, stratigrafi dan analisis laboratorium yaitu analisis petrografi dan mikropaleontologi. Satuan geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 5, yaitu Punggungan Antiklin Cihonje, Lembah Antiklin Cibangkong, Lembah Sinklin Kracak, Punggungan Sinklin Darmakradenan, dan Punggungan Homoklin Karangkemojing-Cibangkong. Geologi pada daerah penelitian tersusun atas 3 satuan batuan tidak resmi dengan urutan dari tua ke muda yaitu Satuan Perselingan Batupasir Batulempung, Satuan Batugamping, dan Satuan Batupasir. Struktur geologi pada daerah penelitian berupa Antiklin Cibangkong, Sinklin Kracak, Sesar Mendatar Kanan Gunung Karang dan Sesar Mendatar Kanan Karangpucung. Sejarah geologi daerah penelitian dimulai pada Kala Miosen Akhir-Pliosen Awal (N18-N19) terjadi proses sedimentasi dengan terendapkannya Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung pada Formasi Halang (Tmph) yang diendapkan pada lingkungan pengendapan Batyal Atas (200-500m). Kemudian terjadi proses sedimentasi dengan terendapkannya Satuan Batugamping pada Anggota Batugamping Formasi Tapak yang dapat diperkirakan memiliki hubungan antar satuan batuan berupa menjari dengan Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung. Hal tersebut didukung oleh penampang sayatan geologi sehingga memiliki umur dan lingkungan pengendapan yang sama dengan Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung. Kemudian pada Kala Pliosen (N20) terendapkan Satuan Batupasir secara selaras pada Formasi Tapak (tpk) dengan lingkungan pengendapan Neritik Luar-Batyal Atas (100-500m). Kemudian pada Kala Pliosen Akhir terjadi aktivitas tektonik yang mengakibatkan terbentuk struktur lipatan dan sesar-sesar mendatar. Kemudian pada Kala Plistosen terjadi erosi yang terjadi setelah proses pengangkatan, sehingga mengakibatkan satuan yang baru terendapkan mengalami pengikisan. The research area is administratively located in Darmakradenan Village, Ajibarang District, Banyumas Regency, Central Java Province. The mapping area has an area of 25 km2 which is composed of the Halang Formation, Tapak Formation Limestone Member, and Tapak Formation. This mapping was carried out to map geological conditions in more detail with research methods used for surface geological mapping including data collection on geomorphology, lithology, geological structure, stratigraphy and laboratory analysis, namely petrographic and micropaleontological analysis. The geomorphological units of the research area are divided into 5, namely the Cihonje Anticline Ridge, Cibangkong Anticline Valley, Kracak Syncline Valley, Darmakradenan Syncline Ridge, and Karangkemojing-Cibangkong Homocline Ridge. The geology of the study area is composed of 3 unofficial rock units in order from old to young, namely the Sandstone, Mudstone, Limestone, and Sandstone Units. The geological structures in the research area are the Cibangkong Anticline, Kracak Syncline, Gunung Karang Right Horizontal Fault and Karangpucung Right Horizontal Fault. The geological history of the research area began in the Late Miocene-Early Pliocene (N18-N19) when the sedimentation process occurred with the deposition of the Sandstone-Campstone Intercalary Unit in the Halang Formation (Tmph) which was deposited in the Upper Batyal depositional environment (200-500m). Then the sedimentation process occurred with the sedimentation of the Limestone Unit in the Limestone Member of the Tapak Formation which can be estimated to have a relationship between the rock units in the form of menjari and the Sandstone-Campstone Intercalation Unit. This is supported by the cross-section of the geological incision so that it has the same age and depositional environment as the Sandstone-Campstone Intercalary Unit. Then in the Pliocene (N20) the Sandstone Unit was deposited in harmony in the Tapak Formation (tpk) with the outer Neritic-Upper Batyal depositional environment (100-500m). Then in the Late Pliocene, tectonic activity occurred which resulted in the formation of fold structures and strike-slip faults. Then, in the Pleistocene, erosion occurred after the uplift process, resulting in newly deposited units being eroded.
5202450995C1A021066PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBAYARAN QRIS, APLIKASI BELANJA ONLINE DAN GAYA HIDUP TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANEra globalisasi dan modernisasi telah memberikan dampak perubahan yang signifikan dari berbagai macam segi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali pada perilaku konsumsi mahasiswa. Ditengah arus modernisasi serta perkembangan teknologi, mahasiswa justru semakin rentan terhadap perilaku konsumtif yang tidak rasional. Realitas ini semakin nyata dengan kemunculan berbagai kemudahan bertransaksi, seperti sistem pembayaran digital berbasis QRIS, dan maraknya penggunaan aplikasi belanja online. Selain itu, gaya hidup mahasiswa yang cenderung mengikuti tren dan pengaruh lingkungan pergaulan, juga mempengaruhi konsumsi mereka yang pada akhirnya dapat mengarah pada perilaku konsumtif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan metode pembayaran QRIS, aplikasi belanja online dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman dengan sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara daring menggunakan Google Form. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, menunjukkan bahwa (1) penggunaan QRIS tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. (2) Penggunaan aplikasi belanja online berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. (3) Gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. (4) Penggunaan QRIS, aplikasi belanja online, dan gaya hidup secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Implikasi dari kesimpulan tersebut yaitu mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan saat melakukan aktivitas konsumsi. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan membuat skala prioritas sehingga bisa terhindar dari perilaku konsumsi yang impulsif dan tidak rasional. Selain itu disarankan bagi mahasiswa agar dapat lebih bijak dalam penggunaan teknologi digital seperti aplikasi belanja online. Meskipun teknologi digital memberikan kemudahan dalam bertransaksi, penting bagi mahasiswa untuk memiliki kontrol diri dan kesadaran terhadap prioritas kebutuhan. Dengan memiliki kontrol diri yang kuat, mahasiswa dapat tetap mempertahankan integritas finansial meskipun dalam lingkungan yang konsumtif.
The era of globalization and modernization has had a significant impact on various aspects of society, including student consumption behavior. Amidst the tide of modernization and technological developments, students are increasingly vulnerable to irrational consumerism. This reality is increasingly evident with the emergence of various transaction conveniences, such as QRIS-based digital payment systems, and the widespread use of online shopping applications. In addition, the lifestyle of students, who tend to follow trends and the influence of their social environment, also affects their consumption, which can ultimately lead to consumptive behavior.
This study aims to analyze the effect of the use of QRIS payment methods, online shopping applications, and lifestyle on the consumptive behavior of students at the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University. The research method used is quantitative. The population in this study is all active students at the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University, with a sample of 100 respondents. Data collection techniques were carried out using questionnaires distributed online using Google Forms. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis.
Based on the results of research and data analysis, it shows that(1) The use of QRIS does not have a significant effect on the consumptive behavior of students. (2) The use of online shopping applications has a significant effect on the consumptive behavior of students. (3) Lifestyle has a significant effect on the consumptive behavior of students. (4) The combined use of QRIS, online shopping applications, and lifestyle significantly affects students' consumption behavior. The implication of these conclusions is that students are expected to be able to distinguish between needs and wants when engaging in consumption activities. One way to do this is by creating a priority scale so that they can avoid impulsive and irrational consumption behavior. In addition, it is recommended that students be more prudent in their use of digital technology such as online shopping applications. Although digital technology makes transactions easier, it is important for students to have self-control and awareness of their priority needs. By having strong self-control, students can maintain their financial integrity even in a consumptive environment.
5202510990B1J010121VARIASI MORFOLOGI TANAMAN PISANG AMBON (Musa acuminata Colla) DI KABUPATEN BANYUMASPisang (Musa spp.) merupakan komoditas hortikultura yang mendapat prioritas untuk diteliti dan dikembangkan karena memiliki keragaman salah satunya Pisang Ambon. Pisang ambon (Musa acuminata Colla) terdiri dari beberapa kultivar. Tiap kultivar menunjukkan variasi karakter morfologi, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan tanaman pisang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tanaman pisang ambon dan variasi morfologi tanaman pisang ambon di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan selama tujuh bulan di sepuluh kecamatan di Kabupaten Banyumas pada bulan Mei hingga November 2014, dengan menggunakan metode survai dengan pengambilan sampel secara acak berdasarkan strata ketinggian (Stratified Random Sampling). Sampel diambil di wilayah Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat yang berbeda yaitu yaitu 10-25 m dpl, 25- 100 m dpl, 100-500 m dpl dan 500-1.000 m dpl. Data karakter morfologi tanaman pisang yang ditemukan dianalisis secara deskriptif berdasarkan sifat dan karakter morfologinya.
Hasil penelitian diperoleh empat kultivar tanaman pisang ambon yaitu ambon nangka, ambon putih, ambon lumut, dan ambon kuning. Pada setiap kultivar ditemukan adanya variasi karakter morfologi baik pada batang semu, daun, dan buah dengan 19 variasi morfologi. Hasil pengukuran panjang buah kultivar pisang ambon kuning, ambon nangka, dan ambon lumut semakin bertambah seiring dengan pertambahan tinggi tempat. Akan tetapi, pada kultivar pisang ambon putih semakin tinggi suatu tempat ukuran panjang buah semakin pendek.
Bananas (Musa spp.) are horticultural commodities which are given priority to study and develope especially for Musa acuminata ‘Gros Michel’ consisting of several cultivars. Each cultivar showed variations in morphological characters, due to environmental factors.
This study aims to determine the diversity of banana plants and banana morphological variation in Banyumas. This study has been conducted for seven months in ten districts of Banyumas, with a survey method namely stratified random sampling. Samples were taken in Banyumas with different altitude that is 10-25 m, 25-100 m, 100-500 m, and 500-1,000 m alt. The morphological data were analyzed descriptively based on the nature and the morphology.
The results of this study showed that there are four cultivars of bananas namely Musa acuminata ‘Ambon Nangka’, ‘Ambon Putih’, ‘Ambon Lumut’, and ‘Ambon Kuning’. Each cultivar showed some variations in morphological characters either pseudo stem, leaves, and fruit with 19 variations in morphological character. The results of this study showed that there are positive correlation between fruit length and altitude. The higher the place the longer the fruit. Except Ambon Putih where the higher the altitude the shorter the fruit.
5202632164C1A016031FAKTOR-FAKOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PEMBENIHAN IKAN NILA RAS WANAYASA (NIRWANA) DI KECAMATAN WANAYASA KABUPTEN PURWAKARTAPenelitian ini merupakan penelitian tentang Usahatani Pembenihan Ikan Nila Ras Wanayasa (Nirwana). Penelitian ini mengambil judul: “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Pembenihan Ikan Nila Ras Wanayasa (Nirwana) di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta”. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis pengaruh biaya larva ikan, luas kolam, tenaga kerja dan harga jual benih terhadap pendapatan petani benih ikan nirwana, (2) untuk mengetahui variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap pendapatan petani benih ikan nirwana.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sensus dengan jumlah populasi sebanyak 55 orang dan jumlah sampel diperoleh melalui metode taro Yamane menjadi 35 petani ikan. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis regresi linier berganda dan uji elastisitas.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pendapatan petani ikan nirwana ini terhitung mengalami pendapatan sebesar Rp247.176.000 dalam 1 bulan dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh masing-masing petani adalah Rp7.062.145 hal tersebut menandakan bahwa semakin besar lahan yang digunakan semakin besar pula pendapatan yang diperoleh. (2) Secara bersama-sama variabel biaya larva ikan, luas kolam, tenaga kerja dan harga jual benih berpengaruh terhadap pendapatan petani ikan nila nirwana di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta. Secara parsial biaya larva ikan, luas kolam, tenaga kerja dan harga jual benih berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani ikan nila nirwana. (3) Variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan petani ikan nila ras Wanayasa (Nirwana) adalah variabel harga jual benih.
Implikasi dalam penelitian ini menyatakan bahwa secara garis besar seluruh petani ikan nila ras Wanayasa (Nirwana) sudah menguntungkan dan berpeluang untuk mengembangkan usaha budidayanya, berdasarkan hasil yang diperoleh dinyatakan bahwa variabel biaya larva ikan, luas kolam, tenaga kerja dan harga jual benih berpengaruh positif dan signifikan, maka dari itu untuk mengembangkan usaha ini perlu diadakannya penyuluhan lebih lanjut oleh pemerintahan daerah dan dinas terkait terhadap usahatani dan komunitas/pokdadan petani ikan nila nirwana di wanayasa, dukungan pemerintah melalui ketersediaan calon indukan ikan nila yang berkualitas dan peralatan yang lebih modern mampu mengembangkan usaha perikanan di Wanayasa dan tentunya akan meningkatkan produktivitas setempat.
This research is a research on Tilapia Hatchery Farming, Wanayasa (Nirwana). This study took the title: "Factors Affecting Farming Income of Tilapia Ras Wanayasa (Nirwana) Hatchery in Wanayasa Subdistrict, Purwakarta Regency". The objectives of this study were (1) to analyze the effect of fish larvae, pond area, labor and seed selling price on the costs of nirvana fish seed farmers, (2) to determine which variables had the greatest influence on nirvana fish seed income.
The research method used in this research is quantitative quantitative research. The sampling method used was the census technique with a population of 55 people and the number of samples using the taro Yamane method to 35 fish farmers. The data analysis used is income analysis, multiple linear regression analysis and elasticity test.
The results showed that: (1) The income of this Nirwana fish farmer experienced an income of IDR 247,176,000 in 1 month with an average income earned by each farmer of IDR 7,062,145, this indicates that the larger the land used, the greater the income. Which is obtained. (2) Taken together the variables of fish larvae costs, area, labor and seed selling price affect the income of nirvana tilapia farmers in Wanayasa District, Purwakarta Regency. Partially the cost of fish larvae, pond area, labor and seed selling price have a positive and significant effect on the income of nirvana tilapia farmers. (3) The variable that most influences the income of the Wanayasa (Nirwana) tilapia farmers is the seed selling price variable.
The implication in this study states that broadly all tilapia farmers of the Wanayasa (Nirwana) race are profitable and have the opportunity for their cultivation business, based on the results obtained, it is stated that the variable costs of fish larvae, pond area, labor and seed selling price have a positive and significant effect. Therefore, to develop this business, it is necessary to hold further counseling by the local government and related agencies on the farming and community / pokd and nirwana tilapia farmers in Wanayasa, government support through quality tilapia broodstock prospective communities and more modern equipment capable of developing the business. Fisheries in Wanayasa and of course will increase local activities.
5202751886I1E022005PENGARUH MODEL TEACHING GAMES FOR UNDERSTANDING (TGFU) DALAM PEMBELAJARAN SEPAK BOLA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 8 PURWOKERTO
Latar Belakang: Pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah menengah pertama masih sering didominasi oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru, sehingga menyebabkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran kurang optimal dan berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dinilai mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa adalah model TGFU, yang menekankan pembelajaran berbasis permainan dengan pemahaman taktik sebelum penguasaan teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran TGFU dalam pembelajaran sepak bola terhadap motivasi belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Purwokerto.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 32 siswa kelas VII H yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan paired sample t-test melalui bantuan program SPSS.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat motivasi belajar siswa yang dapat dilihat dari skor pretest dan posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menandakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran TGFU terhadap motivasi belajar siswa.
Kesimpulan : Model pembelajaran TGFU berpengaruh positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran sepak bola. Model ini mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran pendidikan jasmani di tingkat Sekolah Menengah Pertama.
Kata Kunci : TGFU, Motivasi Belajar PJOK
Background : Physical education instruction in junior high schools is often dominated by conventional, teacher-centered learning models, resulting in suboptimal student engagement and low learning motivation. One alternative learning model considered capable of increasing student engagement and motivation is the TGFU model, which emphasizes game-based learning with tactical understanding before mastering techniques. This study aims to determine the effect of implementing the TGFU learning model in soccer instruction on the learning motivation of seventh-grade students at SMP Negeri 8 Purwokerto..
Methodology : This study used an experimental method with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 32 seventh-grade H students selected using cluster random sampling. The instrument used was a learning motivation questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing with a paired sample t-test using the SPSS program..
Result : The results showed differences in students’ learning motivation as reflected in the pretest and posttest scores. The hypothesis testing revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the implementation of the Teaching Games for Understanding (TGFU) learning model had a significant effect on students’ learning motivation.
Concluion : The Teaching Games for Understanding (TGFU) learning model has a positive effect on increasing student motivation in soccer lessons. This model is able to create a more active, enjoyable, and meaningful learning atmosphere, making it a viable alternative for physical education learning in junior high schools..
Keyword : TGFU, learning motivation physical education.
5202846644F1D021033Strategi Algoritma Tiktok Dalam Kampanye Pasangan Prabowo-Gibran Pada Pemilu 2024Perkembangan teknologi memicu perubahan dalam segala aspek, salah satunya pada aspek politik menjelang pemilihan umum tahun 2024. Gaya berkampanye para kandidat saat ini telah merambah ke media sosial yang mana sangat kental dengan digitalisasi dan dunia anak muda. Menjelang pemilu tahun 2024, para kandidat dan partai politik menggunakan media sosial sebagai alat dalam kampanye untuk menarik perhatian pemilih muda, khususnya generasi Z dan Milenial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami cara kerja algoritma di Tiktok dengan berfokus pada pemanfaatanya sebagai strategi marketing politik pasangan Prabowo-Gibran. Algoritma berfungsi untuk menyaring dan menampilkan konten relevan untuk pengguna yang secara tidak langsung akan mempengaruhi interaksi mereka dengan informasi politik. Penelitian ini juga menggunakan metode analisis media sosial yang mencangkup analisis konten yang memuat informasi tentang kampanye pasangan Prabowo-Gibran melalui Tiktok agar dapat mengetahui strategi algoritma yang digunakan untuk memenangkan pemilu tahun 2024. Kesimpulannya, strategi yang banyak digunakan oleh pasangan Prabowo-Gibran dalam kampanyenya melalui Tiktok adalah menggandeng para artis Tiktok untuk mempromosikan dirinya melalui konten joget gemoy agar dapat menarik perhatian dari anak muda, khususnya generasi milenial dan generasi Z. Selain itu relasi kekuasaan antara Jokowi dengan pasangan Prabowo juga turut andil dalam menarik perhatian pemilih. The development of technology triggers changes in all aspects, one of which is politics ahead of the 2024 general election. The campaigning style of the current candidates has penetrated into social media which is very thick with digitalization and the world of young people. Ahead of the 2024 elections, candidates and political parties are using social media as a tool in campaigns to attract the attention of young voters, especially generation Z and Millennials. This research aims to understand how the algorithm works in Tiktok by focusing on its utilization as a political marketing strategy for the Prabowo-Gibran pair. The algorithm functions to filter and display relevant content for users which will indirectly affect their interaction with political information. This research also uses a social media analysis method that includes content analysis that contains information about the Prabowo-Gibran pair's campaign through Tiktok in order to find out the algorithm strategy used to win the 2024 election. In conclusion, the strategy widely used by the Prabowo-Gibran pair in their campaign through Tiktok is to collaborate with Tiktok artists to promote themselves through the gemoy dance content in order to attract the attention of young people, especially the millennial generation and generation Z. In addition, the power relations between Jokowi and the Prabowo pair also contributed to attracting voters' attention.