Artikelilmiahs
Menampilkan 51.721-51.740 dari 52.044 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 51721 | 50880 | I1C021069 | Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Krim Body Scrub dari Ekstrak Buah Alpukat (Persea americana Mill) dengan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) | Penuaan dini kulit banyak dipicu oleh stres oksidatif akibat paparan radikal bebas, sehingga diperlukan bahan aktif dengan aktivitas antioksidan untuk membantu menetralisirnya. Buah alpukat diketahui kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi digunakan sebagai antioksidan alami dalam formulasi body scrub. Penelitian ini mengembangkan krim body scrub dengan variasi konsentrasi ekstrak buah alpukat, yaitu F0 (0%), F1 (0,15%), F2 (0,2%), dan F3 (0,25%). Setiap formula dievaluasi melalui uji organoleptik, tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta uji stabilitas melalui cycling test. Seluruh formula menunjukkan mutu fisik yang sesuai dan stabil selama penyimpanan. Formula F3 dipilih untuk uji aktivitas antioksidan karena memiliki konsentrasi ekstrak tertinggi dan hasil evaluasi fisik terbaik. Pengujian dengan metode DPPH menghasilkan nilai IC50 sebesar 45,38 ppm, yang tergolong aktivitas antioksidan sangat kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak buah alpukat dalam sediaan krim body scrub memiliki kemampuan signifikan dalam menangkal radikal bebas dan berpotensi dikembangkan sebagai produk perawatan kulit yang efektif. | Premature skin aging is largely triggered by oxidative stress resulting from exposure to free radicals, thus requiring antioxidant agents capable of neutralizing these reactive molecules. Avocado fruit contains abundant phenolic and flavonoid compounds, which exhibit strong antioxidant properties and hold potential as natural active ingredients in body scrub formulations. This study developed a body scrub cream with varying concentrations of avocado extract, namely F0 (0%), F1 (0.15%), F2 (0.2%), and F3 (0.25%). Each formulation was evaluated for its physical characteristics, including organoleptic properties, cream type, pH, viscosity, spreadability, adhesiveness, as well as stability through a cycling test. All formulations met the required physical quality standards and demonstrated good stability during storage. The F3 formulation, which contained the highest concentration of extract, was selected for antioxidant activity testing due to its optimal physical performance. Antioxidant evaluation using the DPPH method produced an IC50 value of 45.38 ppm, indicating a very strong antioxidant activity. These findings confirm that avocado extract incorporated into a body scrub cream possesses significant free radical scavenging ability and has promising potential for development as an effective skincare preparation. | |
| 51722 | 25786 | D1A015133 | SUPLEMENTASI TEPUNG BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) PADA PAKAN TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE ORGAN-ORGAN ASSESORIS PUYUH (Coturnix coturnix Japonica) | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung biji alpukat pada pakan terhadap bobot dan persentase organ-organ assesori (hati, pankreas dan limpa) puyuh. Penelitian dilaksanakan di kandang percobaan Ketapang Farm Desa Sokaraja Kulon Kecamatan Sokaraja selama 10 minggu. Materi penelitian yang digunakan yaitu 100 ekor puyuh betina, kandang, tempat air minum, tempat pakan dan timbangan digital. Bahan pakan yang digunakan adalah tepung biji alpukat, jagung, dedak padi, tepung ikan, bungkil kedelai, minyak kelapa sawit, kalsium karbonat, premix, Lysin, dan methionin. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari pakan dengan suplementasi tepung biji alpukat 0%, 3%, 6% dan 9%. Variabel yang diamati yaitu bobot dan persentase organ-organ assesoris. Hasil rataan berdasarkan perlakuan R0, R1, R2 dan R3 secara berurutan adalah bobot hati 4,04 ± 0,73 g, 3,79 ± 0,37 g, 3,75 ± 0,26 g, bobot pankreas 0,30 ± 0,07 g, 0,32 ± 0,07 g, 0,36 ± 0,10 g, 0,38 ± 0,07 g, dan bobot limpa 0,11 ± 0,03 g, 0,14 ± 0,03 g, 0,12 ± 0,03 g, 0,11 ± 0,04 g. Rataan persentase hati 2,661 ± 0,531%, 2,530 ± 0,179%, 2,360 ± 0,169%, 2,411 ± 0,162%, persentase pankreas 0,1951 ± 0,0537%, 0,2163 ± 0,0507%, 0,2253 ± 0,0588%, 0,2340 ± 0,0444%, dan persentase limpa 0,0708 ± 0,0203%, 0,0901 ± 0,0217%, 0,0754 ± 0,0174%, 0,0667 ± 0,0177%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung biji alpukat pada pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase organ-organ assesoris puyuh. Kesimpulan penelitian adalah suplementasi tepung biji alpukat pada pakan puyuh dengan level pemberian sampai 9% tidak mempengaruhi bobot dan persentase organ-organ assesoris (hati, limpa dan pankreas) puyuh. | This research was carried out to study the effect of supplementation of avocado seed meal towards the weight and the percentage of quail accessorys organs (heart, pancreas and spleen). This research has been done on the Ketapang experimental cage farm, Sokaraja village, sub-District Sokaraja for 10 weeks. The materials used for this research are 100 female quails, cages, drinker, feeder and palm oil, carbonat Calcium, premix, lysine, and methionine. This research has been done with experiment method using complete randomized design (RAL) within 4 treatments of avocado seed meal 0%, 3%, 6% and 9%. The variable was observed on the weight and the percentage of quails accessorys organs. The average results on treatments R0, R1, R2 and R3 in sequence of weight heart 4,04 ± 0,73 g, 3,79 ± 0,37 g, 3,75 ± 0,26 g, pancreas 0,30 ± 0,07 g, 0,32 ± 0,07 g, 0,36 ± 0,10 g, 0,38 ± 0,07 g, and spleen 0,11 ± 0,03 g, 0,14 ± 0,03 g, 0,12 ± 0,03 g, 0,11 ± 0,04 g. The average results of percentage heart 2,661 ± 0,531%, 2,530 ± 0,179%, 2,360 ± 0,169%, 2,411 ± 0,162%, pancreas 0,1951 ± 0,0537%, 0,2163 ± 0,0507%, 0,2253 ± 0,0588%, 0,2340 ± 0,0444%, and spleen 0,0708 ± 0,0203%, 0,0901 ± 0,0217%, 0,0754 ± 0,0174%, 0,0667 ± 0,0177%. The result of the research shows that supplementation of avocado seed meal in feed had no significant effect (P>0,05) towards the weight and the percentage of quails accessorys organs. The conclusion of the research was that the use of supplementation avocado seed meal in feed up to 9% has not been able to increase of weight and percentage accessorys organs of quail (heart, spleen and pancreas). | |
| 51723 | 41649 | I1E019065 | PENGARUH LATIHAN PLYOGILITY TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN KELINCAHAN ATLET FUTSAL SMAN 1 SALEM | Latar Belakang: Olahraga merupakan suatu gerak jasmani yang mempengaruhi seluruh tubuh, Olahraga di Indonesia biasanya dibedakan menjadi tiga bagian yaitu olahraga edukasi, olahraga rekreasi, dan olahraga kompetitif. Futsal adalah olahraga tim. Kinerja tim terbentuk sebagai hasil koordinasi dan kerjasama individu. Hal ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat dan keterampilannya dalam bermain futsal. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Desain yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan menggunakan two group pretest and posttest design. Lokasi pengambilan data dilakukan di lapangan SMAN 1 Salem. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa peserta ekstrakurikuler futsal dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini terdapat power otot tungkai sebesar 646,84 lebih kecil dari posttest yaitu sebesar 671,68 dan nilai rata-rata posttest Agility sebesar 3,10 lebih kecil dari pretest yaitu 3,21. Dalam hal ini terlihat adanya peningkatan power dan kelincahan otot tungkai. Meskipun pada pretest kelompok kontrol lebih tinggi dibandingkan kelompok perlakuan, namun hasil data yang diperoleh pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model latihan Standing board jump terhadap peningkatan power otot tungkai sebesar 8,00 dan rangking positif sebesar 120,00 atlet futsal SMA Negeri 1 Salem. Terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model latihan Ilinois Agility Run terhadap peningkatan kelincahan sebesar 8,00 dan rangking positif atlet futsal SMA Negeri 1 Salem sebesar 120,00. | Background: Sport is a physical movement that affects the whole body, Sports in Indonesia are usually divided into three sections: educational sports, recreational sports and competitive sports. Futsal is a team sport. Team performance is formed as a result of individual coordination and cooperation. This is a vehicle for students to develop their talents and skills in playing futsal. Methodology: This research is using experimental method. The design applied in this study is a Quasi Experimental Design using a two group pretest and posttest design. The location for data collection was carried out in the field of SMAN 1 Salem. The sample in this study were 30 students participating in futsal extracurricular activities using a total sampling technique. Research Results: The results of this study are that there is leg muscle power of 646.84 which is less than the posttest which is equal to 671.68 and the mean value of the Agility posttest is 3.10 which is smaller than the pretest which is 3.21. In this case it can be seen that there is an increase in leg muscle power and agility. Even though at the pretest the control group was higher than the treatment group, the results of the data obtained during the treatment group were higher than the control group. Conclusion: Based on the results of research that has been done by researchers, it can be concluded that there is a significant influence from the application of the Standing board jump training model to an increase in leg muscle power of 8.00 and a positive ranking of 120.00 futsal athletes at SMA Negeri 1 Salem. There is a significant influence from the application of the Ilinois Agility Run training model to an increase in agility of 8.00 and a positive ranking of 120.00 futsal athletes at SMA Negeri 1 Salem. | |
| 51724 | 50145 | A1A021038 | Analisis Efisiensi Usahatani Padi di Wilayah Bendungan Gerak Serayu Kabupaten Banyumas | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentignya subsektor tanaman pangan, khususnya padi untuk mendukung ketahanan pangan nasional Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani padi; mengukur tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomis serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi teknis pada usahatani padi di Wilayah Bendungan Gerak Serayu Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di Desa Gambarsari (Kecamatan Kebasen) dan Desa Tambaknegara (Kecamatan Rawalo) dengan metode snowball sampling terhadap 43 responden petani padi. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisis data meliputi analisis biaya-pendapatan, uji asumsi klasik, dan pengukuran efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomis menggunakan metode Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan fungsi produksi Cobb-Douglas berbentuk logaritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani padi sebesar Rp4.814.691 per usaha atau Rp29.222.843 per hektar per musim tanam. Nilai rata-rata efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomis masing-masing sebesar 0,77, 0,753, dan 0,566. Faktor umur dan status lahan berpengaruh positif terhadap inefisiensi teknis, sedangkan pendidikan, pengalaman, dan keanggotaan kelompok tani berpengaruh negatif. Disarankan agar petani meningkatkan efisiensi penggunaan input dan pemerintah memberikan pelatihan teknis berkelanjutan. | This research is motivated by the importance of the food crops subsector, particularly rice, in supporting national food security. This study aims to analyze the costs, revenue, and income of rice farming; measure the levels of technical, allocative, and economic efficiency; and identify the factors influencing technical inefficiency in rice farming in the Gerak Serayu Dam area, Banyumas Regency. The research was conducted in Gambarsari Village (Kebasen Subdistrict) and Tambaknegara Village (Rawalo Subdistrict) using a snowball sampling method with 43 rice farmer respondents. Primary data were collected through questionnaires and interviews, while secondary data were obtained from relevant institutions. Data analysis included cost–income analysis, classical assumption tests, and measurement of technical, allocative, and economic efficiency using the Stochastic Frontier Analysis (SFA) method with a Cobb-Douglas production function in logarithmic form. The results showed that the average rice farming income was IDR 4,814,691 per farm or IDR 29,222,843 per hectare per planting season. The average technical, allocative, and economic efficiency values were 0.77, 0.753, and 0.566, respectively. Age and land ownership status had a positive effect on technical inefficiency, while education, farming experience, and membership in farmer groups had negative effects. It is recommended that farmers improve input use efficiency and that the government provide continuous technical training. | |
| 51725 | 17429 | C1L012049 | Lending Decision Analysis of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in BPR of Purbalingga | Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor usaha yang menjadi tulang punggung perekonomian negara. Umumnya di Negara berkembang khususnya Indonesia yang sering dikaitkan dengan masalah-masalah ekonomi dan social dalam negeri seperti tingginya tingkat kemiskinan, besarnya jumlah pengangguran terutama dari golongan masyarakat berpendidikan rendah, ketimpangan distribusi pendapatan, proses pembangunan yang tidak merata antara daerah perkotaan dan daerah pedesaan, serta masalah urbanisasi dengan segala efek-efeknya. Peran UMKM dapat menjadi suatu solusi dari system perekonomian yang sehat sehingga keberadaan UMKM di Indonesia menjadi perhatian negara.Oleh karena itu kredit UMKM dirasa cukup penting mengingat kebutuhan untuk pembiayaan modal kerja dan investasi guna menjalankan bisnis. Meskipun demikian masih banyak pelaku bisnis memutar usahanya dengan mengandalkan usahanya dengan modal sendiri. Hal ini dikarenakan kemampuan UMKM yang sangat terbatas dalam mengakses lembaga pemberi kredit baik bank maupun non bank. Hingga saat ini masih banyak pelaku UMKM yang mengalami permasalahan dalam hal pengajuan kredit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh nilai aspek karakter, laba usaha, umur usaha, total asset, jangka waktu kredit, nilai jaminan kredit dan jenis usaha terhadap keputusan pemberian kredit UMKM yang diambil oleh pihak bank. Hasil penelitian ini bertempat pada BPR BKK di seluruh Kabupaten Purbalingga. Data yang dianalisis dengan metode Ordinary Least Squares (OLS). Analisis ini didasarkan pada data sekunder yang diperolehdari BPR BKK di seluruh Kabupaten Purbalingga dengan metode simple random sampling dengan jumlah sample sebanyak 383 debitur. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan nilai aspek karakter, laba usaha, umu rusaha, total asset, jangka waktu kredit, nilai jaminan kredit dan jenis usaha berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit yang akan diambil. Secara parsial variabel nilai aspek karakter, laba usaha, umur usaha, total asset dan nilai jaminan kredit berpengaruh positif terhadap keputusan pemberian kredit UMKM. Sedangkan variabel jangka waktu kredit dan jenis usaha tidak berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit UMKM. | Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) is one of critical sectors in developing country's economy. Especially in Indonesia which is often associated with economic and social issues such as high levels of poverty, the large number of unemployed, low education level community, unequal distribution of income, uneven development between urban and rural areas, as well as urbanization with all its effects. The role of MSMEs can be a solution of a healthy economic system so that the presence of MSMEs in Indonesia considered to be main concern of state. Therefore the SME loans are considered important given the need for working capital financing and SME investments required to conducting its business. Nevertheless there are still many businesses men turning the business by relying on its business with its own capital. This is because MSMEs has limited ability in accessing lending institutions, both banks and non banks. Until now there are many MSMEs are experiencing problems in obtaining loans. This research aims to examine whether the effect of character aspect value, operating income, length of business, total Assets, loan collateral value, term of loan and type of business toward the lending decisions of micro, small and medium enterprises (MSMEs) taken by the BPR in Purbalingga. The research object is all of the BPR BKK in Purbalingga City. The data analyzed using Ordinary Least Squares (OLS) method. The data analysis based on the secondary data from BPR BKK in Purbalingga City, used the simple random sampling method and the total samples were 383 debtors. The research result shows that simultaneously character aspect value, operating income, length of business, total assets, loan collateral value, term of loan and type of business has an effect on the lending decision. Also partially the character aspect value, operating income, length of business, total assets, and term of the loan has a positive effect on the lending decision in MSMEs. Meanwhile the loan collateral value and type of business variables has no effect on the lending decision in MSMEs. | |
| 51726 | 29655 | I1A016084 | LITERATUR REVIEW : COST MINIMIZATION ANALYSIS METFORMIN DAN ACARBOSE PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 | Latar Belakang : Diabetes melitus adalah penyakit kronis dan kompleks yang membutuhkan perawatan medis terus-menerus dan berkesinambungan sehingga membutuhkan biaya yang besar. Analisis farmakoekonomi perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, kendali mutu dan kendali biaya yaitu dengan melakukan cost minimization analysis (CMA). Tujuan penelitian mengetahui cost minimization analysis antara terapi pengobatan metformin dan acarbose pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan pencarian artikel menggunakan google scholar, science direct, PubMed, BMC dan research gate kemudian dilakukan review. Hasil Penelitian : Berdasarkan pencarian dan seleksi literatur terdapat tujuh artikel yang dapat dianalisis. Tujuh artikel yang dianalisis menunjukkan bahwa berdasarkan cost minimization analysis, metformin lebih cost minimize dibandingkan dengan acarbose. Yang berpengaruh terhadap total biaya pengobatan adalah harga dari masing-masing obat antidiabetik dan jumlah obat yang digunakan pasien. Semakin besar biaya obat antidiabetik maka semakin tinggi pula biaya total medis langsungnya. Dalam hal ini harga satuan metformin lebih murah dibandingkan dengan harga satuan acarbose. Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dimana metformin sebagai pengobatan diabetes mellitus tipe 2 dengan biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan acarbose. Kesimpulan : Metformin lebih cost minimize dibandingkan dengan acarbose pada pengobatan pasien diabetes mellitus tipe 2. Penggunaan metformin direkomendasikan di pelayanan kesehatan karena secara farmakoekonomi lebih cost-minimize dibandingkan dengan acarbose bagi pasien diabetes mellitus tipe 2. | Background: Diabetes mellitus is a chronic and complex disease that requires continuous and continuous medical care, requiring a large cost. Pharmacoeconomic analysis needs to be done to improve efficiency, quality control and cost control is by doing cost minimization analysis (CMA). The purpose of research is to know the cost minimization analysis between treatment of metformin and acarbose therapy in patients with diabetes mellitus type 2. Methodology: This study uses a review literature method by searching articles using Google Scholar, Science Direct, PubMed, BMC and research gate then done reviews. Result : Based on the search and selection of literature there are seven articles that can be analyzed. Seven articles analyzed showed that based on cost minimization analysis, metformin was more cost minimized compared to acarbose. What affects the total cost of treatment is the price of each antidia diabetic drug and the amount of the drug the patient uses. The greater the cost of antidiabtic drugs, the higher the total cost of direct medical. In this case the unit price of metformin is cheaper compared to the unit price of acarbose. The findings of this study are in line with previous studies in which metformin as a treatment of diabetes mellitus type 2 with lower maintenance costs compared to acarbose. Conclusion: Metformin is more cost minimized compared to acarbose for treatment of diabetes mellitus type 2 patients. The use of metformin is recommended in the health service because pharmacoeconomy is more cost-minimized compared to acarbose for patients with type 2 diabetes mellitus. | |
| 51727 | 44477 | F1C020005 | KAMPANYE FEMINISME OLEH YAYASAN JURNAL PEREMPUAN MELALUI AKUN INSTAGRAM (ANALISIS ISI PADA KONTEN POST @JURNAL_PEREMPUAN) | Penggunaan internet terus meningkat setiap tahunnya beriringan dengan perubahan kebiasaan masyarakat. Sebagaimana disebutkan dalam Teori Mediatisasi oleh Andreas Hepp (2013), terjadinya interelasi antara media dengan sosio kultural, seperti halnya kampanye feminisme oleh Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) melalui akun Instagram @jurnal_perempuan. Menariknya, dengan berbagai prestasi YJP, ternyata akun Instagramnya masih mencapai angka engagement rate yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kampanye feminisme oleh YJP mencakup frekuensi kategori dominan pada konten Instagram @jurnal_perempuan. Dengan metode kuantitatif deskriptif, peneliti melakukan Analisis Isi dengan total sampling, yakni konten post Bulan Juli 2023 hingga November 2023 sebanyak 69 konten post. Hasil penelitian menemukan bahwa Frame of Relevance paling dominan ialah Kajian Feminisme (40,6%), Constellation of Actor paling banyak dengan kategori Tidak Ada Tag (42%), dan Communicative Practice dominan ialah Carousel (59,4%). Ketiga variabel menunjukkan bahwa YJP belum membawakan konten dan memanfaatkan fitur dengan proporsional sehingga berpengaruh buruk terhadap engagement rate bahkan efektivitas kampanye feminisme oleh YJP melalui akun Instagramnya. | Internet usage continues to increase every year along with changes in people's habits. As mentioned in the Mediatization Theory by Andreas Hepp (2013), the interrelation between media and socio-cultural, such as the feminism campaign by Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) through the Instagram account @jurnal_perempuan. Interestingly, despite YJP's various achievements, it turns out that its Instagram account still achieves a low engagement rate. This research aims to analyze the feminism campaign by YJP including the frequency of dominant categories on @jurnal_perempuan’s content post. Using a descriptive quantitative method, the researcher conducted Content Analysis with Total Sampling, namely content posts from July 2023 to November 2023 totaling 69 content posts. The research results found that the most dominant Frame of Relevance was Feminism Studies (40.6%), the Constellation of Actor was the most common in the No Tag category (42%), and the dominant Communicative Practice was Carousel (59.4%). The three variables show that YJP has not delivered content and utilized features proportionally, which adversely affects the engagement rate and even the effectiveness of the feminism campaign by YJP through its Instagram account. | |
| 51728 | 46204 | C1B017116 | PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Pada Pegawai Pengadilan Agama Purwokerto) | Penelitian berjudul “Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Pegawai Pengadilan Agama Purwokerto)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan motivasi sebagai variabel mediasi di Pengadilan Agama Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh Pegawai Negeri Sipil di Pengadilan Agama Purwokerto sebagai subjek penelitian. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek kinerja, lingkungan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja. Teknik analisis data dilakukan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, motivasi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi mampu memediasi pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai secara signifikan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya lingkungan kerja yang kondusif, disiplin kerja yang baik, serta motivasi yang tinggi untuk meningkatkan kinerja pegawai di Pengadilan Agama Purwokerto. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi instansi pemerintah dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui peningkatan kualitas lingkungan kerja, disiplin kerja, dan motivasi. | The study, titled "The Impact of Working Environment and Working Discipline on Officer Performance with Motivation as Intervening Variable," aims to analyze the impact of work environment and work discipline on staff performance with motivation as a mediation variable in the Purwokerto Religious Court. The study employs a quantitative methodology, focusing on the entire Civil State Officer population in the Purwokerto Religious Court as its subject. Primary data is collected through a questionnaire that covers performance aspects, work environment, work discipline, and motivation. Data analysis techniques are performed using SPSS software. The research findings show that the working environment and work discipline have a positive and significant influence on employees' performance. Furthermore, motivation has a positive and significant impact on employee performance. Motivation is able to significantly mediate the influence of the work environment and working discipline on staff performance. Thus, the study affirms the importance of a conducive working environment, excellent work discipline, as well as high motivation to improve the performance of staff at the Purwokerto Religious Court. These findings are expected to serve as a benchmark for government agencies in improving staff performance through improved work environment quality, work discipline, and motivation. | |
| 51729 | 40366 | C1A019040 | ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN, AGLOMERASI, PAD, DAN INVESTASI TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTAR WILAYAH PADA KABUPATEN/KOTA DI YOGYAKARTA TAHUN 2011-2022 | Ketimpangan pendapatan antar wilayah terjadi karena terdapat perbedaan proses pembangunan dan perbedaan kebijakan masing-masing wilayah. Ketimpangan pendapatan antar wilayah terjadi di Yogyakarta yang merupakan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa. Kemiskinan di Yogyakarta salah satunya disebabkan oleh ketimpangan di sisi utara dan sisi selatan. Pembangunan di sisi utara berjalan secara masif sedangkan pembangunan di sisi selatan relatif tertinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dan elastisitas dari pertumbuhan per kapita, aglomerasi, pendapatan asli daerah, dan investasi terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ketimpangan berdasarkan indeks Bonet, PDRB per kapita, aglomerasi, pendapatan asli daerah, dan investasi dari 5 kabupaten/kota yang ada di Yogyakarta selama tahun 2011 hingga tahun 2022. Data diperoleh dari publikasi BPS Yogyakarta dan publikasi DJPK. Data diolah menggunakan analisis data panel dengan model fixed effect. Hasi penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan per kapita berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan anatar wilayah, aglomerasi berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah, pendapatan asli daerah berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah, dan investasi berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah. Dengan adanya penelitian ini diharapkan pemerintah daerah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan melakukan pemerataan investasi khususnya di wilayah selatan dengan mempertimbangkan potensi lokal yang dimiliki. | Income inequality between regions occurs because there are differences in the development process and differences in policies for each region. Income inequality between regions occurs in Yogyakarta, which is the province with the highest poverty rate in Java. One of the causes of poverty in Yogyakarta is inequality in the north and south sides. Development on the north side is progressing massively while development on the south side is relatively lagging behind. The purpose of this research is to analyze the effect and elasticity of per capita growth, agglomeration, local own-source revenue, and investment on income inequality between regions. This research is a quantitative research using secondary data. The data used in this research are inequality based on the Bonet index, GRDP per capita, agglomeration, local own-source revenue, and investment from 5 regencies/cities in Yogyakarta from 2011 to 2022. The data were obtained from BPS Yogyakarta publications and DJPK publications. Data were analyzed using panel data analysis with the fixed effect model. The results showed that per capita growth has a positive and significant effect on income inequality between regions, agglomeration has a positive and significant effect on income inequality between regions, local own-source revenue has a negative and significant effect on income inequality between regions, and investment has a negative and significant effect on income inequality between regions. Based on this research, it is hoped that local governments can increase economic growth and make investment equitable, especially in the southern region by considering the potential of the area they have. | |
| 51730 | 55431 | K1C022009 | Identifikasi Akufer Rekahan di Desa Sumingkir, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga menggunakan Metode Geomagnetik | Air tanah merupakan sumber daya air alternatif utama bagi masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kesulitan air pada musim kemarau, salah satunya adalah Desa Sumingkir, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Wilayah ini tersusun oleh batuan vulkanik keras hasil aktivitas gunung slamet, sehingga potensi air tanah sangat bergantung pada keberadaan rekahan batuan yang berfungsi sebagai akuifer rekahan (fractured aquifer). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran anomali medan magnetik, menginterpretasikan hasil pemodelan 2D bawah permukaan yang berpotensi adanya akuifer rekahan, serta mengetahui formasi batuan yang teridentifikasi berpotensi mengandung akuifer. Penelitian dilakukan menggunakan data sekunder anomali medan magnet total yang diolah melalui tahapan koreksi harian, koreksi IGRF, reduksi bidang datar, pemisahan anomali regional-residual, transformasi Reduksi ke Ekuator (RTE), pemfilteran, serta pemodelan 2D menggunakan perangkat lunak ZondGM2D. Lintasan yang digunakan dalam pemodelan ada lima lintasan yaitu; lintasan (A–A', B–B', C–C', D–D', E–E'). Hasil penelitian menunjukkan nilai anomali magnetik total berkisar antara –194,33 nT hingga 1192,67 nT dengan pola sebaran yang heterogen. Pemodelan 2D pada kelima lintasan mengidentifikasi tiga satuan litologi berdasarkan kontras suseptibilitas magnetik, yaitu basalt atau andesit basaltik (suseptibilitas tinggi), breksi vulkanik (suseptibilitas sedang), dan tuf atau zona alterasi (suseptibilitas rendah), yang berasosiasi dengan formasi geologi Gunungapi Slamet (Qvs, Qvls, Qls). Sejumlah zona rekahan teridentifikasi memotong batuan bermagnet tinggi, dengan zona rekahan yang berpotensi tinggi sebagai akuifer ditemukan pada Lintasan 2, Lintasan 4, dan Lintasan 5, khususnya pada rekahan yang berasosiasi langsung dengan satuan tuf atau zona alterasi yang luas dan tebal. | Groundwater is the main alternative water resource for the community, especially in areas that experience water difficulties in the dry season, one of which is Sumingkir Village, Kutasari District, Purbalingga Regency. This area is composed of hard volcanic rocks resulting from the activity of Mount Slamet, so the potential of groundwater is highly dependent on the existence of fractured rocks that function as fractured aquifers. This study aims to map the distribution of magnetic field anomalies, interpret the results of subsurface 2D modeling that has the potential for fractured aquifers, and determine the rock formations identified as potentially containing aquifers. The research was conducted using secondary data of total magnetic field anomalies processed through daily correction stages, IGRF correction, flat-plane reduction, regional-residual anomaly separation, Reduction to Equatorial (RTE) transformation, filtering, and 2D modeling using ZondGM2D software. The trajectory used in modeling has five trajectories, namely; trajectory (A–A', B–B', C–C', D–D', and E–E'). The results showed that the total magnetic anomaly value ranged from –194.33 nT to 1192.67 nT with a heterogeneous distribution pattern. 2D modeling of the five trajectories identified three lithological units based on magnetic susceptibility contrast, namely basalt or basaltic andesite (high susceptibility), volcanic breccie (moderate susceptibility), and tuff or alteration zone (low susceptibility), which are associated with the geological formation of Slamet Volcano (Qvs, Qvls, Qls). A number of fracture zones were identified cutting through highly magnetic rocks, with fracture zones with high aquifer potential found in Track 2, Track 4, and Track 5, particularly in fractures that were directly associated with large and thick tuff units or alteration zones. Keywords: Fractured aquifers, geomagnetic method, ZondGM2D, slamet mountains. | |
| 51731 | 11033 | B1J010202 | Karakterisasi Patogenitas Fusarium spp. Dari Rizosfer Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman semusim yang diperlukan oleh sebagian besar lapisan masyarakat sebagai penyedap masakan dan penghangat badan. Tanaman ini dapat tumbuh di lingkungan tropis, dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Selain itu tanaman ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat di wilayah Banyumas, tepatnya di wilayah Sumbang. Peningkatan produksi cabai sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, seperti iklim, curah hujan, unsur hara, dan juga kondisi tanah. Tanah merupakan faktor penting dalam pertumbuhan tanaman cabai. Kandungan nutrisi dalam tanah sangat penting bagi tanaman, selain itu interaksi mikroorganisme dalam tanah juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Mikroorganisme dalam rizosfer tanaman cabai merah terdiri dari bakteri, nematoda maupun fungi yang memiliki potensi yang belum diketahui. Seperti halnya Fusarium sp. yang mampu menyebabkan penyakit layu pada tanaman dan juga terdapat Fusarium sp. yang mampu menekan pertumbuhan patogen lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Parameter yang diamati adalah sifat Fusarium sp tersebut patogen atau non-patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis Fusarium yang terdapat pada rizosfer tanaman cabai merah di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas serta mengetahui karakter patogenitas dari jenis-jenis Fusarium sp. yang ditemukan. Berdasarkan identifikasi diperoleh 6 isolat Fusarium sp. yang dibedakan berdasarkan ciri makroskopis dan mikroskopis. Uji patogenitas terhadap tanaman cabai merah tidak menunjukkan adanya patogenitas Fusarium sp. yang diperoleh. | Red pepper plants (Capsicum annuum L.) is an annual plant that is needed by the society as a food seasoning and body warmers. This plant can be grown in tropical environments, from lowland to highland. In other hand, this plants cultivated by the people in Banyumas, precisely in the Sumbang area. Increased production of chili is influenced by various environmental factors, such as climate, rainfall, nutrients, and soil conditions. Soil is an important factor in the growth of pepper plants. The content of nutrients in the soil is very important for plants, in addition the interaction of microorganisms in the soil also affects plant growth. Microorganisms in the rhizosphere of red pepper plant consists of bacteria, nematodes and fungi that have the unknown potential. As with Fusarium sp. which are capable of causing disease in plants wilt Fusarium sp., and which is able to suppress the growth of other pathogens. This method was used a survey method, the sampling technique was done by simple random sampling. Parameters measured the nature of the pathogenic Fusarium sp or non-pathogenic.The purpose of this study was to determine the types of Fusarium found in red pepper plant rhizosphere in the Sumbang Village, Banyumas district and know the character of pathogenicity the types of Fusarium sp. was found. Based on the identification of Fusarium isolates obtained 6 isolat of Fusarium sp. are distinguished by the macroscopic and microscopic characteristic. Pathogenicity experiment in red pepper plants showed nonpathogenicity of Fusarium sp. were obtained. | |
| 51732 | 6407 | P2CA12003 | DAMPAK ACFTA TERHADAP PERDAGANGAN SEKTOR INDUSTRI DAN PERTANIAN INDONESIA (Studi Komparatif Indonesia-China dan Indonesia-Vietnam) | ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) diberlakukan sejak tanggal 1 Januari 2010 setelah penandatanganan kerangka awalnya pada 4 November 2004 dan diratifikasi oleh Pemerintah melalui KEPPRES No. 48 pada 15 Juni 2004. Kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China memberikan tantangan dan peluang bagi berbagai komoditas pertanian dan industri yang diproduksi di dalam negeri. Manfaat perdagangan bebas ACFTA yang akan dapat dipetik tergantung kepada daya saing produk pertanian dan industri masing-masing negara. Ketiga negara tersebut juga merupakan negara dengan kontribusi sektor pertanian yang besar terhadap (Gross Domestic Product) GDP. Daya saing suatu sektor terlihat dari keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dan istilah keunggulan komparatif merupakan kajian ekonomi makro. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak ACFTA terhadap daya saing sektor industri dan pertanian Indonesia dibandingkan dengan China dan Vietnam dengan menggunakan indeks Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) dengan pendekatan before-after. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari UN Comtrade tahun 1999-2003 (periode sebelum ACFTA) dan 2004-2011 (periode setelah ACFTA). Hasil analisis indeks RCA menunjukkan bahwa sektor industri Indonesia sebelum dan setelah ACFTA berdaya saing lemah di pasar China. Di Vietnam, Indonesia berdaya saing lemah sebelum ACFTA. namun, setelah ACFTA, sektor industri Indonesia mempunyai daya saing kuat selama empat tahun (2006-2009). Sebelum ACFTA Indonesia cenderung menjadi negara eksportir industri dimana jumlah subsektor industri yang bernilai ISP positif berkisar antara 57-73 persen. Namun, setelah ACFTA Indonesia menjadi negara pengimpor industri dengan nilai ISP negatif. Sektor pertanian Indonesia berdasarkan nilai indeks RCA, sebelum dan setelah pemberlakuan ACFTA tidak mampu bersaing atau berdaya saing lemah baik di pasar China dan Vietnam. Indonesia menjadi negara eksportir pertanian dengan nilai ISP positif berjumlah lebih dari 50 persen sebelum dan setelah ACFTA. Berdasarkan hal tersebut, direkomendasikan kebijakan yang seharusnya dilakukan seperti, penurunan biaya perdagangan, perbaikan infrastruktur, reformasi birokrasi untuk kemudahan perizinan dan pengembangan industri pengolahan untuk mendapat nilai tambah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi di sektor industri dan pertanian untuk mendorong peningkatan daya saing. | ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) was effevtive since January 1, 2010 after the signing of the initial framework on November 4, 2004 and ratification by the government through the Presidential Decree no. 48 on June 15, 2004. ACFTA provided challenges as well as opportunities for a variety of domestic agricultural and industrial commodities. The extent of ACFTA benefit depends upon the competitiveness of agricultural and industrial products of each country. The purpose of this study is to analyze the impact of ACFTA on the competitiveness of agricultural and industrial sectors of Indonesia as compared to China and Vietnam by using RCA index and ISP using before-after approach. This study used secondary data from UN Comtrade 1997-2003 (before ACFTA) and 2004-2011 (after ACFTA). The results of RCA index analysis indicate that the Indonesian industrial sector before and after the ACFTA has weak competitiveness in the China. In Vietnam, Indonesia has low competitiveness before ACFTA. However, after ACFTA, Indonesian industrial sector have strong competitiveness during 4 years (2006-2009). Before ACFTA, Indonesia tended to be an industrial exporter where the number of sub-sectors with positive ISP ranging between 57-73 percent. However, after ACFTA Indonesia became a net importer of industrial with ISP negative value below zero through one. Indonesia was an agricultural exporter with more positive ISP values of more than 50 percent before and after ACFTA. Based on the results, it is recommended that there should be such policies as reduction in trading cost, infrastructure improvement, bureaucratic reform to ease the licensing process, and development of manufacturing industries to gain added value. The policies are expected to boost economic activities in the industrial and agricultural sectors to increase competitiveness. | |
| 51733 | 28792 | L1A016019 | POLA DISTRIBUSI DAN NILAI MARGIN PEMASARAN IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) DI TPI LOGENDING, KEBUMEN | Ikan Bawal Putih (Pampus argenteus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis cukup tinggi dan memiliki harga jual yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola distribusi serta penanganan dari ikan Bawal Putih (Pampus argenteus) dan nilai margin dari masing – masing pola distribusi di TPI Logending, Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode survey dalam bentuk wawancara dan observasi langsung di TPI Logending. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis pola distribusi dan analisis nilai margin pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 2 tipe pola distribusi pada ikan Bawal Putih di TPI logending, dengan saluran pertama yaitu Nelayan, TPI Logending, Pedagang Pengepul, Pedagang Besar, Konsumen Luar Kota. Kemudian pada saluran kedua yaitu Nelayan, TPI Logending, Pedagang Besar, Konsumen Luar Kota. Dengan penanganan menggunakan es batu untuk menjaga kualitasa dari ikan Bawal Putih. Hasil dari nilai margin pemasaran tertinggi yaitu terdapat pada Pedagang Besar dengan persentase sebesar 100% dan 57,4% lalu terkecil yaitu terdapat pada Pedagang Pengepul dengan persentase 42,6% dan dengan total nilai margin tertinggi sebesar Rp. 26.931 dan terkecil sebesar Rp. 17.500. Kata Kunci : Pola distribusi; nilai margin; ikan bawal putih (Pampus argenteus); TPI Logending. | White Pomfret (Pampus argenteus) is one of the fisheries commodities that have high economic value and high selling price. The purpose of this study is to determine the distribution and handling patterns of the White Pomfret and the margin values of each distribution pattern at TPI Logending, Kebumen. This study uses survey methods in the form of interviews and direct observation in TPI Logending. The sampling technique used is stratified random sampling. Data analysis was carried out namely distribution pattern analysis and marketing margin value analysis. Based on the results of this study indicate that there are 2 types of marketing distribution in White Pomfret at TPI logending, with the first distribution namely Fishermen, TPI Logending, Traders, Large Traders, and Out of Town Consumers. Then in the second distribution namely Fishermen, TPI Logending, Wholesalers, Consumers Out of Town. By handling using ice cubes to maintain the quality of White Pomfret. The results of the highest marketing margin values are found in Wholesalers with a percentage of 100% and 57,4% then the smallest is found on trader Collectors with a percentage of 42,6% and with the highest total margin value of Rp. 26.931 and the smallest Rp.17.500. Keywords: Distribution patterns; margin value; white pomfret (Pampus argenteus); TPI Logending. | |
| 51734 | 46758 | A1A020032 | Analisis Preferensi Mahasiswa terhadap Keputusan Pembelian Tanaman Hias Sukulen di Ostia Kaktus Kabupaten Banyumas | Ostia Kaktus merupakan salah satu usaha tanaman hias sukulen skala rumahan di Kabupaten Banyumas yang melakukan budidaya dan menjual tanaman hias sukulen yang dikreasikan dalam bentuk greeny souvenir diantaranya buket sukulen, terrarium, hampers kit sukulen, dan miniature garden sukulen. Sukulen merupakan tanaman hias yang memiliki banyak variasi jenis diantaranya Echeveria, Graptopetalum, Pachypatum, Crassula, Haworthia, Gymnocalycium, Mammilaria, Sedum, Euphorbia, Agave, Lithops, dan Tillandsia. Jenis tanaman hias sukulen yang dimiliki oleh Ostia Kaktus masih cukup terbatas karena keterbatasan lahan untuk membudidayakan tanaman hias sukulen. Hal tersebut menjadi kelemahan usaha Ostia Kaktus dalam menghadapi persaingan pasar dan menyebabkan penjualan Ostia Kaktus menjadi fluktuatif dan belum memenuhi target. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut tanaman hias sukulen yang menjadi preferensi konsumen dan mengetahui urutan atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli tanaman hias sukulen di Ostia Kaktus. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yaitu di Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Islam Negeri Profesor KH Saifuddin Zuhri Purwokerto, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu cluster sampling dengan jumlah responden 112 mahasiswa. Analisis datapada penelitian ini menggunakan uji chi square dan analisis multiatribut fishbein. Hasil penelitian ini menunjukkan atribut jenis, bentuk, warna, tekstur permukaan, harga, ketahanan, dan wadah pot/ variasi memiliki nilai X2 hitung lebih besar daripada X2 tabel artinya semua atribut tersebut merupakan atribut yang menjadi preferensi mahasiswa terhadap keputusan pembelian tanaman hias sukulen di Ostia Kaktus. Tanaman hias sukulen yang menjadi preferensi mahasiswa yaitu jenis sukulen Graptopetalum, bentuk sukulen rosette, warna sukulen hijau – merah, tekstur permukaan sukulen yang halus, ukuran sukulen sedang (diameter 7-10 cm), harga sukulen Rp26.000 – Rp50.000, sukulen yang tahan terhadap hama dan penyakit, dan sukulen dengan wadah pot/variasi terrarium. Hasil analisis multriatribut fishbein menunjukkan bahwa urutan atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli tanaman hias sukulen di Ostia Kaktus dari yang paling sampai dengan yang kurang dipertimbangkan yaitu atribut warna, ketahanan, wadah pot/variasi, harga, ukuran, tekstur permukaan, bentuk, dan yang terakhir jenis sukulen. | Ostia Kaktus is a small-scale succulent ornamental plant businesses in Banyumas Regency that cultivates and sells succulent ornamental plants crafted into green souvenira, such as succulents bouquets, terrariums, succulents hampers kit, and miniature succulents gardens. Succulents are ornamental plants that have many variations of types including Echeveria, Graptopetalum, Pachypatum, Crassula, Haworthia, Gymnocalycium, Mammilaria, Sedum, Euphorbia, Agave, Lithops, and Tillandsia. The types of succulent ornamental plants owned by Ostia Kaktus are still quite limited due to the limited land for cultivating succulent ornamental plants. This is a weakness of Ostia Kaktus' business in facing market competition, causing Ostia Kaktus sales to fluctuate and not meet targets. Therefore, this study aims to determine the attributes of succulent ornamental plants that are consumer preferences and to determine the order of attributes that consumers consider when buying succulent ornamental plants at Ostia Kaktus. The location of the research was determined purposively at Jenderal Soedirman University, Professor KH Saifuddin Zuhri State Islamic University of Purwokerto, and Muhammadiyah University of Purwokerto. The sampling technique used was cluster sampling, with 112 students as respondents. Data analysis in this research used the chi-square test and Fishbein multi-attribute analysis. The results of this research indicate that the attributes of type, shape, color, surface texture, price, durability, and pot container/variation have a calculated X2 value greater than the X2 table, meaning that all of these attributes are attributes that are students' preferences for purchasing decisions for succulent ornamental plants at Ostia Kaktus. The succulents preferred by students include the Graptopetalum species, a rosette shape, green-red color, smooth surface texture, medium size (diameter of 7-10 cm), a price range of Rp26,000 – Rp50,000, pest and disease resistance, and terrarium pot/container variations. The results of the Fishbein multi-attribute analysis show that the order of attributes that consumers consider in purchasing succulent ornamental plants at Ostia Kaktus from the most considered to the least considered are the attributes of color, durability, pot container/variation, price, size, surface texture, shape, and finally the type of succulent. | |
| 51735 | 48064 | I1A021029 | Analisis Autokorelasi Spasial Kejadian Diabetes Melitus di Kabupaten Banyumas Tahun 2024 | Latar Belakang: Kasus DM (Diabetes Melitus) di Kabupaten Banyumas pada tahun 2024 mencapai 21.580 kasus dan mengalami peningkatan di beberapa kecamatan dibandingkan tahun 2023. Tingginya angka kejadian DM memerlukan analisis autokorelasi spasial untuk mengetahui hubungan antara faktor agen, lingkungan, dan fasilitas kesehatan dengan kejadian DM berdasarkan wilayah yang diamati sehingga dapat membantu dalam menentukan kebijakan dan intervensi pencegahan DM bagi pemangku kepentingan terkait. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan studi ekologi. Sampel penelitian menggunakan total populasi dari 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan penyajian peta kuantil tematik dan analisis statistik inferensial dengan analisis bivariat Global Moran's dan LISA menggunakan aplikasi GeoDa. berdasarkan variabel merokok. Hasil: Hasil analisis spasial Global Moran's menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai variabel obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, pendidikan rendah, dan ekonomi lemah, maka semakin tinggi pula angka kejadian DM di Kabupaten Banyumas. Kemudian, hasil analisis LISA menunjukkan bahwa di Kecamatan Pekuncen dan Kecamatan Purwojati terbentuk hotspot pada variabel merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, ekonomi lemah, pendidikan rendah, usia ≥40 tahun, dan daerah perkotaan. Kesimpulan: Hotspot DM terbentuk di Kecamatan Pekuncen berdasarkan variabel merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, ekonomi lemah, usia ≥40 tahun, dan wilayah perkotaan. Selain itu, hotspot DM juga terbentuk di Kecamatan Purwojati berdasarkan variabel merokok. | Background: DM (Diabetes Mellitus) cases in Banyumas Regency in 2024 reached 21,580 cases and increased in several sub-districts compared to 2023. The high rate of DM requires spatial autocorrelation analysis to determine the relationship between agent, environment, and health facility factors with DM incidence based on the observed area so that it can assist in determining DM prevention policies and interventions for relevant stakeholders. Methods: This study used observational research with an ecological study approach. The research sample used the total population of 27 sub-districts in Banyumas Regency. The data analysis used was descriptive statistical analysis with the presentation of thematic quantile maps and inferential statistical analysis with bivariate analysis of Global Moran's and LISA using the GeoDa. Results: The results of the Global Moran's spatial analysis showed that the higher the value of the variables obesity, lack of physical activity, unbalanced diet, low education, and weak economy, the higher the incidence of DM in Banyumas Regency. Then, the results of the LISA analysis show that in Pekuncen Subdistrict and Purwojati Subdistrict, hotspots are formed on the variables of smoking, lack of physical activity, unbalanced diet, weak economy, low education, age ≥40 years, and urban areas. Conclusion: DM hotspots were formed in Pekuncen Sub-district based on the variables of smoking, physical inactivity, unbalanced diet, economic deprivation, age ≥40 years, and urban area. In addition, DM hotspots were also formed in Purwojati Sub-district based on smoking variables. | |
| 51736 | 23653 | H1K014024 | Analisa Karakteristik Gelombang di Perairan Selatan Kabupaten Cilacap Melalui Pendekatan Peramalan Gelombang | Gelombang laut merupakan salah satu parameter oseanografi penting yang mempengaruhi aktivitas manusia di pesisir. Data karakteristik gelombang diperoleh dengan pendekatan peramalan gelombang berdasarkan data angin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gelombang di perairan selatan Kabupaten Cilacap melalui pendekatan peramalan gelombang serta karakteristik gelombang pada periode ulang 2, 5, 10, 25 dan 100 tahun. Metode peramalan gelombang menggunakan persamaan Sverdrup, Munk dan Bretschneider (SMB) sedangkan periode ulang menggunakan distribusi Fisher-Tippett Type I. Analisis data meliputi pengolahan data sekunder berupa angin dalam rentang 2008-2017 menjadi data gelombang yang dikelompokan kedalam 9 stasiun. Hasil yang didapat menunjukan bahwa karakteristik gelombang di pesisir Cilacap memiliki tinggi gelombang 0,12 – 3,23 meter; periode gelombang 1,17 – 11,23 detik; panjang gelombang 5,9-201,1; kedalaman gelombang pecah berada pada 0,17 - 4,97 meter; dan tinggi gelombang pecah 0,13 - 3,88 meter. Karakteristik gelombang tertinggi didapat pada stasiun 7 musim Timur. Karakteristik gelombang pada periode ulang menunjukan bahwa gelombang maksimum tahunan akan terlampaui pada periode ulang 10 tahun. Semakin banyak tahun yang digunakan pada periode ulang menghasilkan nilai gelombang yang semakin tinggi. | Ocean wave are one of the important oceanographic parameters that affect human activities on the coast. Wave characteristic data obtained by hindcasting approach based on wind data. The purpose of this study determined the characteristics of waves in Cilacap Coats through wave hindcasting approaches and the characteristics in repetition periods of 2, 5, 10, 25 and 100 years. Wave characteristic data were calculated using Sverdrup, Munk and Bretschneider (SMB) method while the repetition periods using Fisher-Tippett Type I distribution. Data analysis include processed the winds data on 2008-2017 become the wave characteristic data groupped into 9 stations. The significant wave height ranges 0,12 – 3,23 m; significant wave period is 1,17 – 11,23 s; wave length is 5,9-201,1 m; depth of wave break zone is 0,17 - 4,97 with the wave height 0,13 - 3,88 m. The maximum value obtained on station 7 at West Season. Wave characteristics in the repetition period indicated that the maximum annual waveform surpassed on 10-years. The higher year used resulting the higher forecasting wave results (Hsr). | |
| 51737 | 38690 | K1C018031 | STRUKTUR MORFOLOGI DAN GUGUS FUNGSI MEMBRAN POLIMER KITOSAN/LICF3SO3 TERDISPERSI SILIKA ABU SEKAM PADI SEBAGAI ELEKTROLIT PADAT BATERAI SEKUNDER | Baterai sekunder merupakan salah satu jenis baterai yang dapat diisi ulang setelah digunakan. Salah satu penyusunnya adalah elektrolit sebagai media transfer ion. Bahan yang digunakan untuk membuat modifikasi elektrolit yang sebelumnya cairan menjadi padatan adalah Kitosan/LiCF3SO3/Silika dengan metode solution casting. Variasi penambahan silika abu sekam padi dilakukan sebanyak 0% dan 6% (b/b) diuji menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil SEM menunjukkan bahwa unsur C (karbon) merupakan unsur paling banyak. Adapun pada membran Kitosan/LiCF3SO3/Silika 6% unsur Si (silikon) terdispersi merata pada permukaan membran. Penambahan silika juga menyebabkan adanya pergeseran puncak pada pengujian FTIR. Puncak gugus fungsi NH2 bergeser dari 3433 cm-1 dan 1573 cm-1 menjadi 3441 cm-1 dan 1566 cm-1, puncak gugus fungsi CH2 asimetris bergeser dari 1404 cm-1 menjadi 1419 cm-1, dan puncak gugus fungsi C=O bergeser dari 1627 cm-1 menjadi 1635 cm-1. Puncak gugus fungsi Si-O-Si (siloksan) muncul pada bilangan gelombang 1095 cm-1 dan 648 cm-1. Nilai tetapan gaya k dari vibrasi unsur Si-O adalah 432 N/m. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan nilai k ikatan Si-O pada silika murni. Nilai k yang lebih kecil menandakan ikatan antar unsur yang lebih lemah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa silika abu sekam padi dapat digunakan sebagai bahan membran elektrolit padat baterai sekunder. | Secondary battery is a type of battery that can be recharged after use. One of the constituents is an electrolyte as an ion transfer medium. The material used to modify the electrolyte which was previously a liquid into a solid is Chitosan/LiCF3SO3/Silica with the solution casting method. Variations in the addition of rice husk ash silica were carried out as much as 0% and 6% (w/w) were tested using Scanning Electron Microscopy (SEM) and Fourier Transform Infrared (FTIR). SEM results show that element C (carbon) is the most abundant element. As for the Chitosan/LiCF3SO3/Silica 6% membrane, Si (silicon) is evenly dispersed on the membrane surface. The addition of silica also causes a shift in the peak in the FTIR test. The peak of the NH2 functional group shifted from 3433 cm-1 and 1573 cm-1 to 3441 cm-1 and 1566 cm-1, the peak of the asymmetric CH2 functional group shifted from 1404 cm-1 to 1419 cm-1, and the peak of the C=O functional group shifted from 1627 cm-1 becomes 1635 cm-1. After the addition of silica, the peak of the Si-O-Si (siloxane) functional group appeared at wave numbers of 1095 cm-1 and 648 cm-1. The value of the force constant k from the vibration of the Si-O element is 4.32 x 105 dyne/cm. This value is smaller than the k value of Si-O of pure silica. A smaller value of k indicates weaker bonds between elements. The results of the study concluded that rice husk ash silica can be used as a solid electrolyte membrane material for secondary batteries. | |
| 51738 | 30730 | A1D016208 | PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH SAYURAN DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh aplikasi POC limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang; 2) mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang; 3) mengetahui pengaruh aplikasi POC limbah sayuran dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2020 sampai Juni 2020 di lahan yang berada di Desa Rowosari Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan. Perlakuan berupa kombinasi antara konsentrasi (0 ml/l, 40 ml/l, 80 ml/l) pupuk organik cair dan jarak tanam (30 x 50 cm, 30 x 40 cm, 20 x 50 cm). Variabel yang diamati yaitu panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah polong per tanaman, panjang polong per tanaman, bobot polong per tanaman, hasil per petak, dan hasil per Ha. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat keragaman maka dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair dari limbah sayuran dengan konsentrasi 40 ml/l dapat meningkatkan luas daun sebesar 37,98 cm2, hasil per petak 2,44 kg, dan hasil per hektar 8,29 ton. Sedangakan pada konsentrasi 80 ml/l dapat meningkatkan jumlah daun sebesar 42,08 helai, panjang tanaman sebesar 216,69 cm, dan jumlah polong sebesar 21,89 polong. Perlakuan jarak tanam 20 x 50 cm dapat meningkatkan jumlah daun sebesar 43 helai, panjang tanaman sebesar 217,53 cm, hasil per petak sebesar 2,83 kg, dan hasil per hektar 9,59 ton. Sedangkan pada jarak tanam 30 x 50 cm dapat meningkatkan jumlah polong sebesar 22,58 polong, panjang polong sebesar 49,03 cm, dan bobot polong per tanaman sebesar 365,13 g. Konsentrasi POC yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman adalah konsentrasi 40 ml/l dan jarak tanam yang baik adalah jarak tanam yang lebih rapat yaitu 20 x 50 cm. | This study aims to: 1) determine the effects of POC application of vegetables waste on the growth and yield of long beans, 2) determine the effect of spacing on the growth and yield of long beans, and 3) to determine the best effect of POC application of vegetables waste and spacing for the growth and yield of long beans. This research conducted from March 2020 until June 2020 in the field located in Rowosari Village, Ulujami District, Pemalang Regency. The study used Randomized Complete Block Design (RCBD) with 3 replications. The treatments were combinations between concentrations (0 ml/l, 40 ml/l, 80 ml/l) of liquid organic fertilizer and spacing (30 x 50 cm, 30 x 40 cm, 20 x 50 cm). The observed variables were the plant legth, the number of the leaves, the width of the leaf, number of pods per plant, pod length per plant, pod weight per plant, yield per plot, and yield per hectare. The obtained data was analyzed by using F test, if there were any diversities then it will be continued with Duncan's Multiple Test (DMRT) at the extent of 5%. The results showed that liquid organic fertilizer from vegetables waste with a concentration of 40 ml / l could increase leaf area by 37.98 cm2, yield per plot of 2.44 kg, and yield per hectare of 8.29 tonnes. While at a concentration of 80 ml / l, the number of leaves were 42.08, plant length were 216.69 cm, and the number of pods were 21.89. Treatment spacing 20 x 50 cm could increase the number of leaves by 43 leaves, plant length by 217.53 cm, yield per plot of 2.83 kg, and yield per hectare 9.59 tons. Meanwhile, at a spacing of 30 x 50 cm, the number of pods were increased by 22.58, pod length were 49.03 cm, and pod weight per plant were 365.13 g. A good liquid organic fertilizer concentration to increase plant growth and yield is a concentration of 40 ml / l and a good spacing is a denser spacing of 20 x 50 cm. | |
| 51739 | 28814 | C1A015100 | FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN DRIVER OJEK ONLINE (Studi Kasus Driver Go-bike dan Grabbike Wilayah Banyumas) | Penelitian ini berjudul “Faktor – faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Driver Ojek Online (Studi Kasus Driver Go-jek dan Grab Wilayah Banyumas)”. Di Kabupaten Banyumas terdapat dua jenis ojek Online yaitu Go-jek dan Grab. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pendapatan mereka. Populasi dalam pengambilan sampel adalah seluruh driver Go-jek dan driver Grab di kabupaten banyumas. Pengambilan sampel menggunakan cara Snowball Sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebesar 60 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah variabel jam kerja, variabel pengalaman kerja, variabel tingkat pendidikan dan jenis ojek online berpengaruh terhadap pendapatan driver ojek online. Untuk mengetahui pengaruh variabel jam kerja, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan jenis ojek online terhadap pendapatan maka digunakanlah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukan bahwa variabel jam kerja dan pengalaman berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan ojek online. Variabel tingkat pendidikan dan jenis ojek online tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan. Implikasi dari hasil penelitian adalah agar driver memperoleh pendapatan yang meningkat maka perlu meningkatkan jam kerja yang dikerjakan serta meningkatkan lamanya waktu dalam menjadi seorang driver ojek online. | This research entilted “Factors that Affect Income of Online Taxibike (Case Study of Go-jek Driver and Grab Driver in Banyumas Regional). In the banyumas regional there are two taxi bikes online name Gojek and Grab. many variabe that affect income of online taxibike. The population in this study is all of motorcyes taxi driver in banyumas regional. The sampling used is Snowball Sampling formula with 60 respondents obtaine. Purpose of this research are to determine the effect of variabel work hours, work experience, level of study, and online form of motorcylce taxithat affect to income so multiple linier regresion analysis used to determine it. The the result of multiple linier regression analysis showed the variabel working hours and work experience tha affect motorcycles taxi online income. Variabel level of education and online form of motorcylce taxi is not significan. The implications of the study are that the driver obtain income increases, the need to increase hours worked and more taking work experience from motorcycle taxi driver. | |
| 51740 | 20419 | F1B013017 | Collaborative Governance dalam Program Revitalisasi Pembangunan Pasar Tradisional di Pasar Kawunganten Kabupaten Cilacap | Collaborative Governance saat ini banyak digunakan dalam menyelesaikan permasalahan publik atau mengelola suatu program. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah untuk penataan pasar dan mengetahui proses collaborative governance dalam program revitalisasi pasar Kawunganten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses collaborative governance dalam program revitalisasi pembangunan pasar tradisional di pasar Kawunganten Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawacara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif menurut Miles, Huberman dan Saldana, untuk validitas data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber. Terdapat beberapa aspek yang menurut Ansell dan Gash belum terpenuhi. Adapun beberapa aspek tersebut diantaranya. Pertama, proses dialog tatap muka yang dilaksanakan hanya berdasarkan kebutuhan. Belum terdapat jadwal rutin yang mengatur pelaksanaan dialog tatap muka. Kedua, dalam sub aspek mengenai keterbukaan antar pihak masih belum transparan dimana pihak pemerintah dalam rincian dana revitalisasi pasar Kawunganten belum secara rinci menjelaskan kepada pihak swasta maupun pihak masyarakat. Ketiga, pelaksanaan dalam rencana strategi masih berbeda-beda belum memiliki misi yang sama antar stakeholders. Keempat, dalam penelitian proses revitalisasi pasar Kawunganten bahwa pihak masyarakat tidak diikutsertakan dalam proses kolaborasi program revitalisasi pasar Kawunganten. | Collaborative Governance is now widely used in solving public problems or managing a program. This research is motivated by government efforts to market arrangement and to know the process of collaborative governance in Kawunganten market revitalization program. The purpose of this research is to know the process of collaborative governance in market revitalization program Kawunganten. The research method used is qualitative method, with technique of selecting informant purposive sampling. Data collection is done by way of interview, observation and documentation. Data analysis method used is interactive analysis model according to Miles, Huberman and Saldana, for data validity tested by using source triangulation. There are several aspects that Ansell and Gash not complete. First, the process of face-to-face dialogue is conducted only what they need, Not in routine schedules. Second, sub aspect of transparency between parties is still not transparent where the government in details of market revitalization fund Kawunganten not yet detailed to explain to the private parties and the community. Third, the implementations in the strategy plan are different, there is no same mission among stakeholders. Fourth, the community is not included in the collaborative process of Kawunganten's market revitalization program. |