Artikelilmiahs
Menampilkan 51.661-51.680 dari 51.680 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 51661 | 55080 | A1A022040 | Analisis Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Padi dengan Sistem Dinamik di Kabupaten Kebumen | Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan bagi sektor pertanian karena dapat memengaruhi kondisi lahan dan produksi pangan. Kabupaten Kebumen merupakan salah satu sentra produksi padi di Jawa Tengah yang memiliki kerentanan terhadap banjir dan kekeringan sehingga perubahan kondisi iklim berpotensi memengaruhi produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model sistem dinamik melalui Causal Loop Diagram, Stock Flow Diagram, dan simulasi untuk menganalisis pengaruh perubahan curah hujan serta menganalisis dampak perubahan iklim terhadap produksi padi di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan sistem dinamik. Model dikembangkan melalui Causal Loop Diagram dan Stock Flow Diagram, kemudian digunakan untuk melakukan simulasi perubahan curah hujan. Data yang digunakan berupa data sekunder dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik Kabupaten Kebumen serta data arsip Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kebumen dan Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (LPHPT) Temanggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sistem dinamik berhasil dikembangkan untuk menggambarkan hubungan antara faktor iklim dan produksi padi di Kabupaten Kebumen. Hasil validasi menunjukkan bahwa model mampu merepresentasikan dinamika produksi padi dengan baik, dengan nilai AME sebesar 0,000665749, AVE sebesar 0,129, dan MAPE kurang dari 5%. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan curah hujan memberikan dampak terhadap produksi padi. Peningkatan curah hujan sebesar 10% menghasilkan peningkatan produksi padi rata-rata sebesar 9,26% per tahun, sedangkan penurunan curah hujan sebesar 10% menyebabkan penurunan produksi rata-rata sebesar 7,58% per tahun. Perbedaan rata-rata produksi antara kedua skenario mencapai sekitar 102.828 ton per tahun. Simulasi lanjutan dengan peningkatan curah hujan sebesar 15%, 20%, 25%, dan 30% menunjukkan bahwa produksi padi masih meningkat hingga skenario 25%, tetapi menurun pada skenario 30%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perubahan curah hujan dapat menyebabkan fluktuasi produksi padi di Kabupaten Kebumen sehingga diperlukan strategi adaptasi untuk menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan. | Climate change is one of the major challenges facing the agricultural sector because it can affect land conditions and food production. Kebumen Regency is one of the rice-producing centers in Central Java and is vulnerable to floods and droughts, making rice production potentially affected by changes in climatic conditions. This study aims to develop a dynamic system model using a Causal Loop Diagram, Stock Flow Diagram, and simulation to analyze the effects of changes in rainfall and analyze the impacts of climate change on rice production in Kebumen Regency. This study uses a quantitative descriptive method with a system dynamics approach. The model was developed using a Causal Loop Diagram and Stock Flow Diagram and was subsequently used to simulate changes in rainfall. The data used in this study consist of secondary data obtained from official publications of the Statistics Agency of Kebumen Regency, as well as archival data from the Department of Public Works and Spatial Planning of Kebumen Regency and the Laboratory for Pest and Disease Observation (LPHPT) in Temanggung. The results show that the dynamic system model was successfully developed to represent the relationship between climatic factors and rice production in Kebumen Regency. Model validation indicates that the model is capable of adequately representing rice production dynamics, with an AME value of 0.000665749, an AVE value of 0.129, and a MAPE value of less than 5%. The simulation results show that changes in rainfall affect rice production. A 10% increase in rainfall resulted in an average increase in rice production of 9.26% per year, whereas a 10% decrease in rainfall resulted in an average decrease of 7.58% per year. Further simulations involving increases in rainfall of 15%, 20%, 25%, and 30% showed that rice production continued to increase up to the 25% scenario but declined under the 30% scenario. The difference in average production between the two scenarios reached approximately 102,828 tons per year. These results indicate that changes in rainfall can cause fluctuations in rice production in Kebumen Regency therefore, adaptation strategies are needed to maintain production stability and food security. | |
| 51662 | 55081 | I1E022061 | Pengembangan Buku Saku Berbasis QR sebagai Panduan Perwasitan Sepak Takraw | Latar Belakang: Perwasitan merupakan aspek penting dalam permainan sepak takraw yang membutuhkan pemahaman terhadap peraturan, tugas dan wewenang wasit, serta penerapan sinyal perwasitan. Keterbatasan sumber belajar yang praktis mendorong pengembangan buku saku berbasis QR sebagai panduan perwasitan yang dapat diakses secara fleksibel. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, sedangkan uji coba produk dilakukan pada wasit sepak takraw berlisensi di Karesidenan Banyumas. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase kelayakan dan kepraktisan. Hasil Penelitian: Hasil validasi memperoleh persentase 89,33% dari ahli materi, 100% dari ahli bahasa, dan 81,66% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Uji coba skala kecil memperoleh 90,33% dan skala besar 92,72%, keduanya termasuk kategori sangat praktis. Kesimpulan: Buku Saku berbasis QR dinyatakan sangat layak dan sangat praktis digunakan sebagai panduan perwasitan sepak takraw. | Background: Refereeing is a crucial aspect of the game of sepak takraw that requires an understanding of the rules, the referee’s duties and authority, and the use of refereeing signals. The limited availability of practical learning resources has encouraged the development of a QR Code-based pocket guide as a flexible resource for referees. Methodology: This study employed a Research and Development (R&D) method using Sugiyono’s development model. Validation was conducted by subject matter experts, language experts, and media experts, while product testing was carried out with licensed sepak takraw referees in the Banyumas Regency. Data were analyzed using quantitative descriptive methods, focusing on percentages of suitability and practicality. Research Result: The validation results showed a percentage of 89,33% from subject matter experts, 100% from language experts, and 81.66% from media experts, all categorized as “highly suitable”. The small-scale pilot obtained 90.33 % and the large-scale pilot test 92.72%, both categorized as “highly practical”. Conclusion: The QR-code-based pocket guide was found to be highly suitable and highly practical for use as a guide for speak takraw refereeing. | |
| 51663 | 55095 | J1B020045 | Representasi Tindakan Kriminal Tokoh Jun Dalam Novel Muslihat Berlian Karya Tsugaeda (Tinjauan Psikoanalisis Sigmund Freud) | Penelitian ini mengkaji representasi tindakan kriminal tokoh Jun dalam novel Muslihat Berlian karya Tsugaeda melalui pendekatan psikologi sastra milik Sigmund Freud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis unsur intrinsik serta merepresentasikan tindakan kriminal tokoh Jun dalam novel Muslihat Berlian karya Tsugaeda yang dipengaruhi aspek id, ego, dan superego. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tindakan kriminal yang dilakuakan oleh tokoh Jun dapat terjadi karena adanya dorongan aspek id dalam bentuk ancaman pembunuhan dan adanya rasa dendam terhadap ayahnya. Dorongan itulah yang pada akhirnya membuat ego lebih memilih untuk mematuhi keinginan id tanpa memedulikan aturan moral dari superego. Dengan demikian, representasi tindak kriminal tokoh Jun dalam novel ini membuktikan bahwa tindak kriminal yang dilakukan Jun bukanlah sekadar perbuatan kriminalitas tanpa dasar, melainkan sebuah upaya pertahanan diri yang lahir dari kondisi psikologis yang kompleks. | This study examines the representation of criminal acts committed by the character Jun in Tsugaeda’s novel Muslihat Berlian through the lens of Sigmund Freud’s literary psychology. The research aims to describe and analyze the novel's intrinsic elements and the representation of Jun’s criminal actions as influenced by the aspects of the id, ego, and superego. A descriptive qualitative method was employed, utilizing a literature review for data collection. The findings indicate that all of Jun’s criminal acts were driven by the id specifically, threats of murder and a deep seated desire for revenge against his father. These impulses ultimately led the ego to prioritize the id's desires over the moral dictates of the superego. Thus, the representation of Jun’s criminal behavior demonstrates that his actions were not merely baseless crimes, but rather acts of self defense stemming from a complex psychological state. | |
| 51664 | 55083 | E1A021123 | PRAPERADILAN TERHADAP PENETAPAN TERSANGKA DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI BERDASARKAN PRINSIP DUE PROCESS OF LAW (Studi Putusan Praperadilan Nomor 113/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL) | Penelitian ini mengkaji pertimbangan hukum hakim praperadilan terhadap penetapan tersangka dalam Putusan Praperadilan Nomor 113/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL, yang diajukan oleh Thomas Trikasih Lembong terhadap Kejaksaan Agung Republik Indonesia dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi importasi gula. Latar belakang penelitian ini berangkat dari belum jelasnya standar legalitas formil alat bukti permulaan, khususnya penggunaan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai dasar indikasi kerugian negara, padahal Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 menegaskan kewenangan menyatakan ada tidaknya kerugian negara berada pada Badan Pemeriksa Keuangan. Permasalahan yang dikaji meliputi bagaimana penetapan tersangka dilakukan dalam putusan tersebut dan bagaimana kesesuaiannya dengan prinsip due process of law serta perlindungan hak tersangka. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan, bersifat deskriptif analitis, melalui studi kepustakaan atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim praperadilan menyatakan penetapan tersangka telah memenuhi syarat minimal dua alat bukti, namun pertimbangan tersebut belum menguji legalitas formil kompetensi lembaga penerbit alat bukti kerugian negara sehingga masih dapat dikritisi dari perspektif due process of law. Penelitian ini menyarankan agar hakim praperadilan menerapkan standar pengujian formil yang lebih ketat terhadap legalitas sumber alat bukti dalam penetapan tersangka. | This research examines the legal reasoning of a pretrial judge regarding the determination of a suspect in Pretrial Ruling Number 113/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL, filed by Thomas Trikasih Lembong against the Attorney General's Office of the Republic of Indonesia in a case of alleged corruption in sugar importation. The background of this study stems from the unclear formal legality standard for preliminary evidence, particularly the use of an audit result from the Financial and Development Supervisory Agency (BPKP) as the basis for indicating state financial loss, even though Supreme Court Circular Letter Number 4 of 2016 affirms that the authority to declare the existence of state financial loss lies with the Audit Board (BPK). The issues examined are how the determination of the suspect was carried out in the ruling and how it conforms to the principle of due process of law and the protection of the suspect's rights. This research employs a normative juridical method with case and statutory approaches, is descriptive-analytical in nature, and relies on library research of primary, secondary, and tertiary legal materials analyzed through qualitative normative analysis. The results show that the pretrial judge held that the determination of the suspect had satisfied the minimum requirement of two pieces of evidence, yet the reasoning did not examine the formal legal competence of the institution issuing the state loss evidence, leaving the ruling open to criticism from a due process perspective. This research recommends that pretrial judges apply a stricter formal standard in examining the legality of evidentiary sources used in determining a suspect. | |
| 51665 | 55084 | E1B022046 | IMPLICATIONS OF THE PRINCIPLE OF IN DUBIO PRO REO ON PROVING THE CRIME OF DOMESTIC VIOLENCE (Study of Hight Court Decision Number 96/Pid.Sus/2026/PT TJK) | Tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga selanjutnya dalam tulisan ini disebut KDRT dalam ruang privat kerap memiliki ketersediaan bukti objektif yang sangat terbatas, sehingga menyulitkan pembuktian dan selalu memicu keraguan majelis hakim yang memutus. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi yuridis penerapan asas in dubio pro reo terhadap putusan perkara KDRT, serta mengetahui akibat hukum bagi terdakwa. Kondisi keraguan yuridis inilah yang bermuara pada penerapan asas in dubio pro reo demi menjamin perlindungan hak terdakwa di dalam sistem peradilan pidana kita. Penelitian hukum normatif ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan konseptual, di mana sumber data sekunder dianalisis kualitatif untuk memberikan gambaran deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan asas in dubio pro reo pada Putusan Nomor 96/Pid.Sus/2026/PT TJK tidak selalu harus berujung pada putusan pembebasan. Asas tersebut berfungsi mutlak sebagai batas yuridis pencegah pemidanaan tanpa bukti memadai, dan hakim menilai kesaksian serta visum telah memenuhi standar pembuktian negatif secara sah. Keyakinan hakim yang telah terbentuk utuh membuktikan kekerasan fisik tersebut sah, sehingga akibat hukum bagi terdakwa adalah penjatuhan pidana bersyarat selama sepuluh bulan penjara. Pidana bersyarat ini wajib dijalani bersama dengan masa pengawasan percobaan secara ketat selama rentang waktu satu tahun kalender penuh bagi terdakwa. Keputusan tersebut dipandang ideal karena sangat mencerminkan keseimbangan teori tujuan hukum yang meliputi perlindungan keadilan, kepastian, dan kemanfaatan di dalam sistem kehidupan masyarakat luas. Implementasi ini menyinergikan keadilan korban dengan perlindungan terdakwa agar terhindar dari peradilan sesat. | The next crime of Domestic Violence in this article is called Domestic Violence in private spaces often has a very limited availability of objective evidence, making it difficult to prove and always triggering doubts for the panel of judges who decide. This study aims to analyze the juridical implications of the application of the principle of in dubio pro reo to domestic violence case decisions, as well as to find out the legal consequences for the defendant. This condition of juridical doubt leads to the application of the principle of in dubio pro reo in order to ensure the protection of the rights of the accused in our criminal justice system. This normative legal research uses the methods of legislative, case-based, and conceptual approaches, where secondary data sources are analyzed qualitatively to provide a descriptive picture. The results of the study show that the application of the principle of in dubio pro reo in Decision Number 96/Pid.Sus/2026/PT TJK does not always have to lead to an acquittal decision. This principle functions absolutely as a juridical limit to prevent criminal prosecution without sufficient evidence, and the judge considers that the testimony and visum have met the standard of negative proof legally. The judge's conviction that has been formed intact proves that the physical violence is legitimate, so that the legal consequence for the defendant is the imposition of a conditional sentence of ten months in prison. This conditional sentence must be served together with a period of strict probation supervision for a period of one full calendar year for the defendant. This decision is seen as ideal because it strongly reflects the theoretical balance of legal objectives which include the protection of justice, certainty, and utility in the life system of the wider community. This implementation synergizes victim justice with the protection of the defendant to avoid misguided trials. | |
| 51666 | 55085 | I1E020049 | EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN DENGAN PENDEKATAN CONTEXT INPUT PROCESS PRODUCT (CIPP) | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program ekstrakurikuler kepramukaan di SMA Negeri 1 Patikraja berdasarkan aspek Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Patikraja pada Desember 2025 dengan subjek penelitian yang meliputi kepala sekolah, pembina Pramuka, pengurus dewan ambalan, dan siswa kelas X yang mengikuti kegiatan Pramuka. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan model CIPP dan telah melalui pengujian validitas serta reliabilitas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase dengan bantuan SPSS 25. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aspek Context memperoleh indeks 88,33% dengan kategori baik, Input 89,67% dengan kategori baik, Process 87,00% dengan kategori baik, dan Product 85% dengan kategori baik. Secara keseluruhan, program ekstrakurikuler kepramukaan memperoleh rata-rata 86,08% dengan kategori baik. Aspek Input menjadi komponen dengan capaian tertinggi, sedangkan Product menjadi aspek yang masih memerlukan perhatian, terutama pada kontribusi kegiatan terhadap prestasi dan nama baik sekolah. Program secara umum telah berjalan baik, tetapi peningkatan kompetensi pembina, optimalisasi sarana prasarana, pengembangan prestasi, dan evaluasi berkelanjutan masih diperlukan. | This study aims to evaluate the Scouting extracurricular program at Patikraja State High School 1 based on the Context, Input, Process, and Product (CIPP) framework. The study employs an evaluative approach using a quantitative descriptive method. The study was conducted at Patikraja State High School 1 in December 2025, with research subjects including the principal, the Scouting advisor, the troop council members, and 10th-grade students participating in Scouting activities. Data were collected using a questionnaire developed based on the CIPP model, which had undergone validity and reliability testing. Data were analyzed using descriptive statistics in the form of percentages with the aid of SPSS 25. The evaluation results showed that the Context aspect received an index of 88.33%, categorized as “good”; Input, 89.67%, categorized as “good”; Process, 87.00%, categorized as “good”; and Product, 85%, categorized as “good.” Overall, the Scouting extracurricular program achieved an average of 86.08%, falling into the “good” category. The Input aspect was the component with the highest achievement, while the Product aspect still requires attention, particularly regarding the activities’ contribution to student achievement and the school’s reputation. The program has generally run well, but improvements in leader competencies, optimization of facilities and infrastructure, achievement development, and ongoing evaluation are still needed. | |
| 51667 | 55086 | E1B022032 | ANALYSIS OF THE LEGAL CONSIDERATIONS OF THE APPELLATE JUDGE IN ASSESSING THE CONSIDERATION OF THE DECISION OF THE COURT OF FIRST INSTANCE IN THE CORRUPTION CASE (Study of Decision No. 44/Pid.Sus-TPK/2023/PT. DKI) | Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang penegakannya memerlukan pertimbangan hukum hakim yang adil dan obyektif, terutama pada tingkat banding yang sering menjadi ruang pengujian putusan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian pertimbangan hukum hakim tingkat banding dalam memutus Putusan Nomor 44/Pid.Sus-TPK/2023/PT DKI, serta menganalisis akibat hukum putusan banding tersebut terhadap putusan pengadilan tingkat pertama. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah menerapkan pertimbangan hukum berdasarkan teori ratio decidendi dengan menguji kembali validitas epistemologis pembuktian Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tingkat pertama. Hakim tingkat banding menguatkan konstruksi hukum terkait terbuktinya pelanggaran Pasal 12 huruf a Undang-Undang Tipikor, namun memperberat sanksi pidana penjara dari 6 tahun menjadi 8 tahun, meskipun masih terdapat kekurangan pada aspek transparansi kalkulasi kerugian negara terkait uang pengganti. Akibat hukum dari putusan banding ini bersifat mengubah (herzien), di mana amar putusan Pengadilan Tinggi secara otomatis menggantikan putusan tingkat pertama. Reformulasi pemidanaan tersebut dinilai telah mensinergikan tiga nilai dasar hukum Gustav Radbruch, yakni mewujudkan keadilan proporsional bagi aparat penegak hukum yang berkhianat, memberikan kepastian hukum atas perampasan hasil kejahatan secara utuh, dan mewujudkan kemanfaatan melalui efek jera sistemik serta maksimalisasi pemulihan keuangan negara (asset recovery). | Corruption is an extraordinary crime requiring fair and objective judicial reasoning for its enforcement, particularly at the appellate level, which often serves as the forum for reviewing first-instance verdicts. This study aims to analyze the soundness of the appellate judges' legal reasoning in Ruling Number 44/Pid.Sus-TPK/2023/PT DKI and to examine the legal consequences of the appellate ruling on the first-instance judgment. The study employs a normative-juridical method utilizing statutory, case, and conceptual approaches. The findings indicate that the Panel of Judges at the DKI Jakarta High Court applied legal reasoning based on the ratio decidendi theory by re-examining the epistemological validity of the evidentiary findings from the first-instance Corruption Court. The appellate judges upheld the legal construction regarding the proven violation of Article 12 letter (a) of the Corruption Eradication Law but increased the prison sentence from six to eight years, despite lingering deficiencies regarding the transparency of the state loss calculation for restitution (uang pengganti). The legal consequence of this appellate decission are transformative (herzien), wherein the High Court's verdict automatically supersedes the first-instance judgment. This sentencing reformulation is deemed to have harmonized Gustav Radbruch’s three fundamental legal values: achieving proportional justice regarding a law enforcement official who betrayed their office; ensuring legal certainty through the full forfeiture of proceeds of crime; and realizing utility through a systemic deterrent effect and the maximization of state financial recovery (asset recovery). | |
| 51668 | 55087 | F1F022006 | Pemanfaatan Rare Earth Elements (REE) sebagai Instrumen Kebijakan Tiongkok dalam Merespon Tekanan Perdagangan Amerika Serikat (2025) | Penelitian ini menganalisis terkait pemanfaatan Rare Earth Elements (REE) sebagai instrumen kebijakan Tiongkok dalam merespon tekanan perdagangan Amerika Serikat pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan konsep weaponized interdependence yang dikembangkan oleh Henry Farrell dan Abraham L. Newman tahun 2019 yang menekankan bagaimana suatu negara dapat menggunakan kekuatan saling ketergantungan dan jaringan global yang dimiliki sebagai tools untuk mencapai tujuan maupun membatasi perilaku aktor tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif eksplanatoris dengan data yang bersumber dari dokumen resmi pemerintah Tiongkok, literatur akademik, website resmi pemerintah Tiongkok, dan media yang kredibel. Penelitian ini menemukan bahwa tekanan perdagangan Amerika Serikat memicu respon dari Tiongkok dengan memanfaatkan keunggulannya dalam industri REE yang diimplementasikan melalui kebijakan pembatasan ekspor REE. Terdapat lima kebijakan utama yang diterbitkan Kementerian Perdagangan Tiongkok terkait pembatasan ekspor REE yang meliputi Pengumuman Kementerian Perdagangan Tiongkok No.18 Tahun 2025, Pengumuman Kementerian Perdagangan Tiongkok No.62 Tahun 2025, Pengumuman Kementerian Perdagangan Tiongkok No.61 Tahun 2025, Pengumuman Kementerian Perdagangan Tiongkok No.57 Tahun 2025, Pengumuman Kementerian Perdagangan Tiongkok N0.56 Tahun 2025 mengaktifkan mekanisme chokepoint effect dalam konsep weaponized interdepence. Kebijakan tersebut tidak hanya menjadi alat balasan terhadap tekanan tarif terhadap Amerika Serikat tetapi juga instrumen tekanan strategis untuk mencapai negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat pada tahun 2025. Kata kunci : Rare Earth Elements (REE), Tiongkok, Pembatasan Ekspor, Amerika Serikat, Konflik Perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok, Ekonomi Politik Internasional | This research analyzes the utilization of Rare Earth Elements (REE) as a policy instrument by China in response to trade pressures from the United States in 2025. The study employs the concept of weaponized interdependence developed by Henry Farrell and Abraham L. Newman in 2019, which emphasizes how a country can leverage its power of interdependence and global networks as tools to achieve objectives and limit the behavior of certain actors. The method used in this research is explanatory qualitative research, with data sourced from official Chinese government documents, academic literature, the official websites of the Chinese government, and credible media. This study finds that trade pressures from the United States triggered a response from China by leveraging its advantages in the REE industry, implemented through export restriction policies on REE. There are five main policies issued by the Chinese Ministry of Commerce related to the export restrictions on REE, which include Announcement No. 18 of the Ministry of Commerce of China in 2025, Announcement No. 62 of the Ministry of Commerce of China in 2025, Announcement No. 61 of the Ministry of Commerce of China in 2025, Announcement No. 57 of the Ministry of Commerce of China in 2025, and Announcement No. 56 of the Ministry of Commerce of China in 2025, which activate the chokepoint effect mechanism within the concept of weaponized interdependence. These policies serve not only as a retaliatory tool against tariff pressures from the United States but also as a strategic pressure instrument to achieve trade negotiations with the United States in 2025. Keywords: Rare Earth Elements (REE), China, Export Restrictions, United States, U.S.-China Trade Conflict, International Political Economy | |
| 51669 | 55088 | F1F022011 | Implementasi Corporate Social Responsibility PT Unilever Indonesia Tbk Dalam Upaya Pengurangan Limbah Plastik di Indonesia Tahun 2021-2025 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Unilever Indonesia Tbk sebagai perusahaan multinasional dalam upaya pengurangan limbah plastik di Indonesia pada periode 2021–2025. Sebagai negara dengan emisi makroplastik terbesar ketiga di dunia, Indonesia menghadapi tekanan besar dari limbah kemasan produk FMCG, di mana Unilever Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar. Meskipun perusahaan telah mengintegrasikan isu plastik ke dalam strategi keberlanjutan, kesenjangan antara komitmen publik dan realisasi di lapangan masih menjadi perhatian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data studi dokumen serta dianalisis menggunakan konsep Triple Bottom Line (Elkington, 1997) pada dimensi People, Planet, dan Profit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CSR Unilever Indonesia secara umum cukup sesuai dengan ketiga dimensi, namun belum sepenuhnya seimbang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masih terdapat celah akuntabilitas antara narasi keberlanjutan perusahaan dan implementasi program di tingkat operasional. Kata Kunci: CSR, limbah plastik, perusahaan multinasional, triple bottom line, Unilever Indonesia. | This study aims to analyze the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) of PT Unilever Indonesia Tbk as a multinational company in reducing plastic waste in Indonesia during the 2021–2025 period. As the third-largest emitter of macroplastics globally, Indonesia faces significant pressure from FMCG packaging waste, in which Unilever Indonesia ranks among the top contributors. Although the company has integrated plastic issues into its sustainability strategy, a gap remains between its public commitments and on-the-ground implementation. This study employs a descriptive qualitative method through document study analysis, utilizing Elkington's (1997) Triple Bottom Line concept (People, Planet, and Profit). The findings indicate that Unilever Indonesia's CSR implementation is broadly aligned with these three dimensions, yet remains insufficiently balanced. This study concludes that accountability gaps persist between the corporate sustainability narrative and operational program implementation. Keyword: CSR, plastic waste, multinational company, triple bottom line, Unilever Indonesia. | |
| 51670 | 55089 | F1F022007 | EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM KOMUNITAS UNTUK IKLIM (PROKLIM) DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN TARGET SG 13.2 DI DESA ALASMALANG | Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan global yang berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan, termasuk di tingkat komunitas. Sebagai bentuk kepatuhan terhadap Paris Agreement dan Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) sebagai instrumen kebijakan berbasis masyarakat untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 13.2. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pelaksanaan ProKlim di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, yang telah memperoleh status ProKlim Utama dengan skor Evaluasi Respons Program (ERP) sebesar 92,44%. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan tiga dimensi efektivitas organisasi menurut Duncan dalam Steers (1985), yaitu pencapaian tujuan (goal attainment), integrasi (integration), dan adaptasi (adaptation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ProKlim di Desa Alasmalang secara umum cukup efektif dalam mendukung pencapaian Target 13.2 SDG 13, khususnya melalui integrasi aksi iklim ke dalam perencanaan pembangunan desa serta pelaksanaan kegiatan adaptasi dan mitigasi berbasis masyarakat, seperti pengelolaan sumber daya air, pengelolaan sampah, dan penerapan prinsip ekonomi sirkular. Meskipun demikian, efektivitas belum sepenuhnya merata, terutama pada aspek adaptasi yang masih menghadapi tantangan dalam pemerataan partisipasi masyarakat dan keterlibatan generasi muda. Penelitian ini merekomendasikan penguatan keterlibatan generasi muda, pemerataan partisipasi masyarakat, serta pengembangan sistem inventarisasi emisi di tingkat desa untuk mendukung keberlanjutan program. Kata Kunci : ProKlim, efektivitas, perubahan iklim, SDG 13.2, Desa Alasmalang | Climate change is a global challenge with far-reaching impacts across various sectors of life, including at the community level. As a form of compliance with the Paris Agreement and its Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia, through the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), launched the Program Kampung Iklim/Komunitas untuk Iklim (ProKlim) as a community-based policy instrument to support the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) Target 13.2. This study aims to assess the effectiveness of ProKlim implementation in Alasmalang Village, Kemranjen District, Banyumas Regency, which has attained ProKlim Utama status with an Evaluasi Respons Program (ERP) score of 92.44%. The study employs a descriptive qualitative method, with data collected through interviews and documentation studies, analyzed using Duncan's three dimensions of organizational effectiveness as cited in Steers (1985): goal attainment, integration, and adaptation. The findings indicate that ProKlim in Alasmalang Village is generally effective in supporting the achievement of SDG Target 13.2, particularly through the integration of climate action into village development planning and the implementation of community-based adaptation and mitigation activities, such as water resource management, waste management, and the application of circular economy principles. However, effectiveness has not been fully evenly distributed, especially in the adaptation dimension, which still faces challenges in ensuring equitable community participation and youth involvement. This study recommends strengthening youth engagement, promoting more equitable community participation, and developing a village-level emission inventory system to support the program's long-term sustainability. Keywords : ProKlim, effectiveness, climate change, SDG 13.2, Alasmalang Village | |
| 51671 | 55090 | J0B023026 | Translation of Work Permit Forms from Chinese into Indonesian at PT Sumber Segara Primadaya, Karangkandri Unit 3 Coal-Fired Power Plant | Tenaga kerja asal Tiongkok yang bertugas membuat formulir izin kerja di CCR (Central Control Room) tidak menguasai bahasa Indonesia, sehingga formulir izin kerja tersebut masih menggunakan bahasa Mandarin. Hal ini menyebabkan formulir tersebut tidak dapat dipahami oleh tenaga kerja lokal baru. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerjemahan formulir izin kerja dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia dengan menggunakan metode penerjemahan komunikatif. Data yang digunakan meliputi jelajah internet, studi pustaka, wawancara, dan observasi. Proses penerjemahan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu analisis, pengalihan, dan restrukturisasi, dengan memperhatikan makna, pemilihan kosakata, serta struktur kalimat dalam bahasa sasaran. Pada proses penerjemahan, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena hasil terjemahan menyesuaikan tata bahasa sasaran yaitu bahasa Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan metode penerjemahan komunikatif menghasilkan formulir izin kerja berbahasa Indonesia yang jelas, alami, dan mudah dipahami oleh tenaga kerja lokal baru dengan tetap mempertahankan makna teks sumber. | Chinese workers responsible for preparing work permit forms in the CCR (Central Control Room) did not speak Indonesian, so the work permit forms were still written in Chinese. As a result, the forms could not be easily understood by new local workers. This article aims to describe the process of translating work permit forms from Chinese into Indonesian using the communicative translation method. The data were collected through internet research, literature study, interviews, and observation. The translation process was carried out through three stages, namely analysis, transfer, and restructuring, while considering the meaning, choice of vocabulary, and sentence structure in the target language. In the translation process, the author applied the communicative translation method because the translated text was adapted to the grammar of the target language, namely Indonesian. The results show that the application of the communicative translation method produced Indonesian work permit forms that were clear, natural, and easy for new local workers to understand while maintaining the meaning of the source text.. | |
| 51672 | 55092 | C2C021016 | PENGARUH PERSONALIZED MARKETING DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ULANG DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KONSUMEN BELANJA DARING | PT. Etos Kreatif Indonesia (Ethos) merupakan perusahaan induk dengan kegiatan usaha penjualan produk antara lain produk herbal, kesehatan, dan produk kecantikan secara omni channel yang dikelola dari hulu hingga hilir. Dalam perkembangannya, setiap perusahaan terus melakukan inovasi demi menghadapi tantangan dan peluang yang ada, tak terkecuali Ethos. Masalah mengenai rendahnya tingkat keputusan pembelian ulang merupakan masalah utama yang sedang dihadapi Ethos. PT. Etos Kreatif Indonesia hanya dapat mencapai sekitar 60% dari target pembelian ulang yang ditetapkan perusahaan. Oleh karena itu, terdapat berbagai variabel yang diduga dapat meningkatkan keputusan pembelian ulang di PT. Etos Kreatif Indonesia diantaranya personalized marketing, kualitas pelayanan, dan brand image. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh personalized marketing, kualitas pelayanan, dan brand image terhadap keputusan pembelian ulang, selain itu brand image diduga dapat mempengaruhi pengaruh personalized marketing dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian ulang. Penelitian ini dilakukan di PT. Etos Kreatif Indonesia (Ethos) dengan subjek merupakan konsumen yang telah melakukan pembelian di PT. Etos Kreatif Indonesia secara daring melalui media Whatsapp dengan intensitas pembelian paling sedikit tiga kali. Sampel yang digunakan dalam penelitian merupakan perhitungan dari sampel Structure Equation Model (SEM) sehingga ditemukan sebanyak 115 sampel. Teknik analisis data yang digunakan yakni Structural Equation Model (SEM) dan pengujian mediasi variabel. Hasil penelitian menunjukkan personalized marketing berpengaruh negatif signifikan terhadap keputusan pembelian ulang pada konsumen belanja daring, kualitas pelayanan berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian ulang pada konsumen belanja daring, brand image tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian ulang pada konsumen belanja daring, personalized marketing berpengaruh positif signifikan terhadap brand image, kualitas pelayanan berpengaruh positif signifikan terhadap brand image, brand image tidak dapat memediasi pengaruh antara personalized marketing terhadap keputusan pembelian ulang pada konsumen belanja daring, dan brand image tidak dapat memediasi pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian ulang pada konsumen belanja daring. | PT. Etos Kreatif Indonesia (Ethos) is a holding company engaged in selling various products, including herbal items, health, and beauty products across multiple channels, managed from upstream to downstream. As it develops, each company continues to innovate to address existing challenges and seize opportunities, and PT. Etos Kreatif Indonesia is no exception. A significant issue facing PT Etos Kreatif Indonesia is the low level of repurchase decisions; the company has only reached 60% of its target. Consequently, several variables are believed to potentially increase repurchase decisions at Ethos, including personalized marketing, service quality, and brand image. This study aims to analyze the effects of personalized marketing, service quality, and brand image on repurchase decisions. Additionally, it is hypothesized that brand image influences the impact of personalized marketing and service quality on repurchase decisions. The research was conducted at PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos), focusing on consumers who have made purchases through WhatsApp, with a purchase intensity of at least three times. The sample size was determined using the Structural Equation Model (SEM) approach, resulting in 115 samples. The data analysis technique employed is the Structural Equation Model (SEM), along with mediation testing of the variables. The results showed that personalized marketing has a significant negative effect on repurchase decisions for online shopping consumers, service quality has a significant positive effect on repurchase decisions for online shopping consumers, brand image has no effect on repurchase decisions for online shopping consumers, personalized marketing has a significant positive effect on brand image, service quality has a significant positive effect on brand image, brand image cannot mediate the influence between personalized marketing on repurchase decisions for online shopping consumers, and brand image cannot mediate the influence between service quality on repurchase decisions for online shopping consumers. | |
| 51673 | 55093 | C1H021033 | THE EFFECT OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP AND TRAINING EVALUATION ON EMPLOYEE PERFORMANCE MEDIATED BY SELF-EFFICACY (CASE STUDY ON LNSW INSTITUTION BY THE MINISTRY OF FINANCE OF THE REPUBLIC INDONESIA) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Evaluasi Pelatihan terhadap Kinerja Pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Efikasi Diri sebagai variabel mediasi pada Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya Penilaian Kinerja Pegawai (NPKP) LNSW yang berpredikat "Sangat Baik", namun masih dijumpai hambatan operasional serta belum tersedianya evaluasi pelatihan terstruktur secara formal pasca-pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian mencakup 200 pegawai non-eselon II LNSW. Menggunakan teknik purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 121 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert 7 poin dan studi dokumentasi. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji F, uji t, serta analisis jalur (*path analysis*) menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan Transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (t = 5,075; sig = 0,108 > 0,05), sehingga H1 ditolak; (2) Evaluasi Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (t = 6,912; sig = 0,001 < 0,05), sehingga H2 diterima; (3) Kepemimpinan Transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap Efikasi Diri (t = 0,686; sig = 0,494 > 0,05), sehingga H3 ditolak; (4) Evaluasi Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efikasi Diri (t = 5,464; sig = 0,001 < 0,05), sehingga H4 diterima; dan (5) Efikasi Diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (t = 6,393; sig = 0,001 < 0,05), sehingga H5 diterima. Efikasi Diri terbukti berperan sebagai variabel mediasi parsial (partial mediation) antara Evaluasi Pelatihan dan Kinerja Pegawai. Implikasi praktis penelitian ini menunjukkan bahwa pada lembaga birokrasi dengan pegawai berpendidikan tinggi seperti LNSW, kinerja pegawai lebih dominan dipengaruhi oleh evaluasi pelatihan yang terstruktur dan penguatan efikasi diri dibandingkan gaya kepemimpinan transformasional semata. LNSW disarankan memformalkan evaluasi pasca- pelatihan serta memfasilitasi pengembangan efikasi diri pegawai. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Evaluasi Pelatihan, Efikasi Diri, Kinerja Pegawai, LNSW | This study aims to analyze and explain the effect of Transformational Leadership and Training Evaluation on Employee Performance, both directly and indirectly through Self-Efficacy as a mediating variable at the Lembaga National Single Window (LNSW), Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. The research was prompted by LNSW's high Employee Performance Rating (NPKP) categorized as "Very Good," contrasted with daily operational challenges and the absence of a formally structured post-training evaluation program. This quantitative research employed a survey methodology. The research population comprised 200 non-echelon II employees within LNSW. Using a purposive sampling technique, a total sample of 121 respondents successfully completed the questionnaire. Data were gathered using a 7-point Likert scale questionnaire and documentation studies. Analytical methods included validity and reliability testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, F-tests, t-tests, and path analysis processed via SPSS. The results reveal that: (1) Transformational Leadership has no significant effect on Employee Performance (t = 5.075; p = 0.108 > 0.05), rejecting H1; (2) Training Evaluation has a positive and significant effect on Employee Performance (t = 6.912; p = 0.001 < 0.05), supporting H2; (3) Transformational Leadership has no significant effect on Self-Efficacy (t = 0.686; p = 0.494 > 0.05), rejecting H3; (4) Training Evaluation has a positive and significant effect on Self-Efficacy (t = 5.464; p = 0.001 < 0.05), supporting H4; and (5) Self-Efficacy has a positive and significant effect on Employee Performance (t = 6.393; p = 0.001 < 0.05), supporting H5. Self-Efficacy acts as a partial mediator between Training Evaluation and Employee Performance. Practical implications suggest that in a bureaucratic environment like LNSW, where staff members are highly educated, performance is driven more by systematic training evaluation and strong individual self-efficacy than by transformational leadership style alone. LNSW is recommended to formalize structured post-training evaluations and continuously foster employee self-efficacy. Keywords: Transformational Leadership, Training Evaluation, Self-Efficacy, Employee Performance, LNSW | |
| 51674 | 55094 | C1B020092 | PERAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PADA BADAN USAHA MILIK DESA DALAM MEMAJUKAN PEREKONOMIAN DESA (Studi Kasus pada BUMDes UJUB Srowot, Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini dilakukan di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) UJUB Srowot, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil judul: “Gaya Kepemimpinan Transformasional Pada Badan Usaha Milik Desa Dalam Memajukan Perekonomian Desa (Studi Kasus pada BUMDes UJUB Srowot, Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran gaya kepemimpinan transformasional direktur BUMDes dalam memajukan perekonomian desa dan untuk mengetahui faktor pendorong dan faktor penghambat direktur BUMDes UJUB Srowot dalam memajukan perekonomian desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data ini dengan cara menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran gaya kepemimpinan transformasional direktur BUMDes Srowot dalam memajukan perekonomian desa dalam 4 (empat) aspek pengaruh idealis, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dukungan individual di dalam 4 komponen yang dijadikan patokan, telah ada di dalam kepemimpinannya. 2) Faktor pendorong direktur BUMDes UJUB Srowot dalam memajukan perekonomian desa adalah sesuai dengan visi misi BUMDes yang sudah diterapkan. Sedangkan faktor penghambat direktur BUMDes UJUB Srowot dalam memajukan perekonomian desa adalah karyawan yang masih minim pengalaman dengan toko ritel. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah pengelola BUMDes, terutama direktur BUMDes diharapkan menerapkan peran gaya kepemimpinan transformasional sebaik mungkin untuk memimpin serta sebagai panutan anggotanya dalam mengelola BUMDes sehingga dapat menjadikan BUMDes tersebut menjadi BUMDes yang layak bagi masyarakat yang dapat memajukan perekonomian desa. Masyarakat dalam hal ini sangat terbantu dengan adanya BUMDes yang dapat memenuhi kebutuhannya serta dapat mempromosikan hasil usahanya bagi masyarakat yang memiliki usaha, sehingga hal ini BUMDes dapat membantu dalam memajukan perekonomian desa. | This research was conducted at the Village-Owned Enterprise (BUMDes) UJUB Srowot, Banyumas Regency. This research is entitled: "Transformational Leadership Style in Village-Owned Enterprises in Advancing the Village Economy (Case Study of BUMDes UJUB Srowot, Banyumas Regency)". The purpose of this research is to determine the role of the BUMDes director's transformational leadership style in advancing the village economy and to determine the driving and inhibiting factors of the BUMDes director UJUB Srowot in advancing the village economy. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. This data collection technique uses interview, observation and documentation methods. Based on the research results, it shows that: 1) The role of the BUMDes Srowot director's transformational leadership style in advancing the village economy in the 4 (four) aspects of idealistic influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, individual Consideration in the 4 components that are used as benchmarks, has been present in his leadership. 2) The driving factor for the director of BUMDes UJUB Srowot in advancing the village economy is in accordance with the BUMDes vision and mission that has been implemented. Meanwhile, the inhibiting factor for the director of BUMDes UJUB Srowot in advancing the village economy is employees who still have minimal experience with retail stores. The implication of the conclusion above is that BUMDes managers, especially BUMDes directors, are expected to apply the role of a transformational leadership style as best as possible to lead and act as role models for their members in managing BUMDes so that they can make the BUMDes a viable BUMDes for the community that can advance the village economy. In this case, the community is greatly helped by the existence of BUMDes which can meet their needs and can promote the results of their business for people who own businesses, so that BUMDes can help in advancing the village economy. | |
| 51675 | 55096 | C1I019034 | THE INFLUENCE OF FINANCIAL LITERACY, LIFESTYLE, AND FINANCIAL ATTITUDES ON THE FINANCIAL BEHAVIOR OF USING ONLINE LENDING (CASE STUDY OF STUDENTS IN ECONOMIC AND BUSINESS FACULTY OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan financial technology (fintech lending atau pinjaman online) di Indonesia yang semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Bagi kalangan mahasiswa yang umumnya belum memiliki penghasilan tetap, kemudahan pinjaman tanpa jaminan ini berpotensi memicu perilaku konsumtif dan risiko jeratan utang berbunga tinggi jika tidak diimbangi dengan pengelolaan finansial yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Literasi Keuangan, Gaya Hidup, Perilaku Keuangan, dan Sikap Keuangan terhadap Penggunaan Pinjaman Online pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (FEB UNSOED). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal/asosiatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner berskala Likert secara daring. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode snowball sampling berbasis kriteria penyaring (screening questions), menghasilkan sampel sebanyak 35 mahasiswa aktif FEB UNSOED yang pernah atau sedang menggunakan layanan pinjaman online. Data diuji menggunakan analisis regresi linear berganda dan uji asumsi klasik dengan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 25. Hasil uji simultan (Uji F) menunjukkan bahwa Literasi Keuangan, Gaya Hidup, Perilaku Keuangan, dan Sikap Keuangan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Penggunaan Pinjaman Online (F=388,711;p<0,001) dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,981. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 98,1% variasi keputusan penggunaan pinjaman online dijelaskan oleh kombinasi keempat variabel tersebut, sedangkan 1,9% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial (Uji t), Sikap Keuangan terbukti memiliki pengaruh positif dan sangat signifikan terhadap penggunaan pinjaman online (B=0,942;t=24,829;p<0,001) dan menjadi faktor penentu paling dominan. Sebaliknya, Literasi Keuangan (p=0,270), Gaya Hidup (p=0,427), dan Perilaku Keuangan (p=0,104) tidak menunjukkan pengaruh parsial yang signifikan secara statistik (p>0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa persepsi mental dan sikap permisif terhadap utang digital jauh lebih menentukan keputusan mahasiswa dalam meminjam dibandingkan sekadar wawasan literasi atau kebiasaan finansial harian semata. | This research is driven by the rapid advancement of financial technology (fintech lending / online loans) in Indonesia, which has provided frictionless credit access to diverse societal segments, including university students. For students who generally lack a stable fixed income, easy collateral-free digital borrowing presents significant economic risks of severe debt accumulation and high interest burdens if not balanced with prudent financial management. This study aims to empirically examine and analyze the effects of Financial Literacy, Lifestyle, Financial Behavior, and Financial Attitude on the Use of Online Lending among undergraduate students of the Faculty of Economics and Business at Universitas Jenderal Soedirman (FEB UNSOED). This study employed a quantitative causal-associative approach utilizing primary data gathered via structured online questionnaires measured on a 5-point Likert scale. A non-probability snowball sampling technique with screening criteria was applied, obtaining a valid sample of 35 active FEB UNSOED students who have actively utilized online lending or paylater services. The data were evaluated through classical assumption tests and multiple linear regression analysis using IBM SPSS Statistics 25. The simultaneous test (F-test) demonstrates that Financial Literacy, Lifestyle, Financial Behavior, and Financial Attitude collectively exert a statistically significant influence on the Use of Online Lending (F=388.711;p<0.001), with a coefficient of determination (R^2) of 0.981 (Adjusted R^2=0.979). This indicates that 98.1% of the variance in students' online loan usage is explained by the four predictors in this model, while the remaining 1.9% is attributable to external factors. Partially (t-test), Financial Attitude is the sole predictor that exhibits a positive and highly significant effect on the Use of Online Lending (B=0.942;β=0.954;t=24.829;p<0.001), emerging as the primary determinant. Conversely, Financial Literacy (p=0.270), Lifestyle (p=0.427), and Financial Behavior (p=0.104) have no statistically significant partial effects (p>0.05). These findings highlight that an individual's psychological mindset and permissive attitude toward credit play a far more decisive role in digital credit adoption than cognitive financial literacy or everyday monetary habits alone. | |
| 51676 | 55099 | K2C024005 | Synthesis and characterization of fly ash-derived silica for potential application in solid polymer electrolytes | Pengembangan material berkelanjutan untuk elektrolit polimer padat telah mendorong pemanfaatan limbah industri sebagai sumber material fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis dan mengarakterisasi silika yang berasal dari abu terbang (*fly ash*) menggunakan metode sol-gel untuk potensi aplikasinya dalam material elektrolit polimer padat. Ekstraksi silika melibatkan perlakuan asam HCl, pelarutan basa NaOH, pengendapan, penyaringan, dan pengeringan. Sifat struktural dan elektrokimia dikarakterisasi menggunakan spektroskopi inframerah transformasi Fourier (FTIR) dan spektroskopi impedansi elektrokimia (EIS). Analisis FTIR mengonfirmasi pembentukan silika amorf melalui gugus fungsi silanol (Si–OH) dan siloksan (Si–O–Si), dengan puncak serapan terkuat pada 1001,55 cm⁻¹ yang bersesuaian dengan vibrasi regangan Si–O–Si dan pita lebar pada 3374,41 cm⁻¹ yang dikaitkan dengan gugus hidroksil serta air yang teradsorpsi. Analisis EIS menunjukkan perilaku impedansi dan dielektrik yang bergantung pada frekuensi pada rentang 10¹–10⁶ Hz. Nilai impedansi riil dan imajiner menurun seiring dengan meningkatnya frekuensi, yang mengindikasikan berkurangnya polarisasi dan peningkatan transpor ion. Plot Nyquist memperlihatkan bentuk setengah lingkaran yang tertekan (*depressed semicircle*) dan ekor difusi, yang menunjukkan adanya kombinasi perilaku konduksi *bulk* dan difusi ion. Konduktivitas ionik mencapai 1,30 × 10⁻⁶ S/cm. Konstanta dielektrik bernilai tertinggi pada frekuensi rendah dan menurun seiring dengan meningkatnya frekuensi, sementara rugi-rugi dielektrik mendekati nol pada frekuensi tinggi. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa silika yang berasal dari abu terbang memiliki karakteristik struktural dan elektrokimia yang sesuai untuk penelitian lebih lanjut sebagai bahan pengisi (*filler*) dalam material elektrolit polimer padat. | The development of sustainable materials for solid polymer electrolytes has encouraged the utilization of industrial waste as a source of functional materials. This study aims to synthesize and characterize silica derived from fly ash using the sol-gel method for potential application in solid polymer electrolyte materials. Silica extraction involved HCl acid treatment, NaOH alkaline dissolution, precipitation, filtration, and drying. Structural and electrochemical properties were characterized using Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) and electrochemical impedance spectroscopy (EIS). FTIR analysis confirmed the formation of amorphous silica through silanol (Si–OH) and siloxane (Si–O–Si) functional groups, with the strongest absorption peak at 1001.55 cm⁻¹ corresponding to Si–O–Si stretching and a broad band at 3374.41 cm⁻¹ associated with hydroxyl groups and adsorbed water. EIS analysis showed frequency-dependent impedance and dielectric behavior over 10¹–10⁶ Hz. The real and imaginary impedance decreased with increasing frequency, indicating reduced polarization and enhanced ion transport. The Nyquist plot exhibited a depressed semicircle and diffusion tail, indicating combined bulk conduction and ion-diffusion behavior. The ionic conductivity reached 1.30 × 10⁻⁶ S/cm. The dielectric constant was highest at low frequencies and decreased with increasing frequency, while dielectric loss approached zero at high frequencies. These results indicate that fly ash-derived silica has structural and electrochemical characteristics suitable for further investigation as a filler in solid polymer electrolyte materials. | |
| 51677 | 55062 | E1A021232 | IMPLEMENTASI HUKUM PERLINDUNGAN DATA PRIBADI KESEHATAN PASIEN PADA FASILITAS KESEHATAN RUMAH SAKIT (STUDI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. MARGONO SOEKARJO) | Perkembangan teknologi dan informasi yang berlangsung sangat pesat membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, mendorong rumah sakit untuk mengadopsi digitalisasi dalam pelayanan medis dan pelayanan kesehatan namun memunculkan risiko kebocoran data kesehatan yang dikategorikan sebagai data spesifik bersifat sensitif. Penelitian ini ditujukan untuk meneliti implementasi hukum perlindungan data pribadi kesehatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif, data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan informan tenaga kesehatan serta petugas rekam medis, data sekunder berasal dari studi kepustakaan, adapun data-data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi perlindungan data pribadi kesehatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo telah dilaksanakan secara berkesinambungan melalui tahapan penyelenggaraan rekam medis elektronik mulai dari registrasi, pendistribusian, pengisian informasi klinis, pengolahan, penyimpanan dengan sistem pengamanan dan cadangan data, hingga transfer isi rekam medis dalam proses rujukan. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi ini meliputi faktor hukum, sumber daya manusia, teknologi dan sistem keamanan informasi, sarana dan prasarana, serta kesadaran dan budaya men-jaga kerahasiaan data. Meskipun regulasi dan standar prosedur operasional telah tersedia serta didukung kesadaran tenaga kesehatan, faktor penghambat seperti keterbatasan in-frastruktur teknologi yang masih hybrid dan gangguan jaringan masih ditemukan dalam praktiknya. | The rapid development of technology and information has brought major changes in various aspects of human life, encouraging hospitals to adopt digitalization in medical and health services but giving rise to the risk of health data leakage categorized as specific sensitive data. This study aims to examine the implementation of the law on the protection of patient personal health data at Prof. Dr. Margono Soekarjo Regional General Hospital (RSUD) and the factors that influence it. This study uses an empirical juridical method with a qualitative approach, primary data was obtained through direct interviews with health worker informants and medical record officers, secondary data comes from literature studies, while the data obtained were then analyzed using descriptive-qualitative analysis methods. The results of the study indicate that the implementation of personal health data protection at Prof. Dr. Margono Soekarjo Regional General Hospital has been implemented continuously through the stages of organizing electronic medical records starting from registration, distribution, filling in clinical information, processing, storage with a security system and data backup, to the transfer of medical record content in the referral process. Factors influencing this implementation include legal issues, human resources, technology and information security systems, facilities and infrastructure, and awareness and a culture of maintaining data confidentiality. Although regulations and standard operating procedures are in place and supported by awareness among healthcare workers, inhibiting factors such as limited hybrid technology infrastructure and network disruptions are still encountered in practice. | |
| 51678 | 55097 | E1A022219 | IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN TERPADU BAGI KORBAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DAN ANAK (Studi di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cilacap) | IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN TERPADU BAGI KORBAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DAN ANAK (Studi di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cilacap) Oleh: ATHIA MAYYADA FAOZI E1A022219 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi standar pelayanan terpadu dan kendala yang ada bagi korban kekerasan berbasis gender dan anak di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian yuridis empiris dengan metode pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cilacap. Pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumenter. Metode pengolahan data menggunakan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Metode penyajian data secara teks naratif dan matriks kualitatif. Analisis data menggunakan analisis isi dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi standar pelayanan terpadu bagi korban kekerasan berbasis gender dan anak di Kabupaten Cilacap sudah terlaksana dengan baik, hal ini ditunjukkan dari 5 (lima) parameter yang meliputi: a. terlaksananya penanganan pengaduan dengan baik; b. terlaksananya fasilitasi pelayanan kesehatan dengan baik; c. terlaksananya rehabilitasi sosial dengan baik; d. terlaksananya penegakan dan bantuan hukum dengan baik; e. terlaksananya pemulangan dan reintegrasi sosial dengan baik. Faktor yang menjadi kendala dalam implementasi standar pelayanan terpadu bagi korban kekerasan berbasis gender dan anak di Kabupaten Cilacap, yaitu keterbatasan tenaga profesional, rendahnya pemahaman masyarakat terkait pelaporan kekerasan, korban atau keluarga yang tidak kooperatif. Kata Kunci: Implementasi; Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak; Standar Pelayanan Terpadu | IMPLEMENTATION OF INTEGRATED SERVICE STANDARDS FOR VICTIMS OF GENDER-BASED VIOLENCE AND CHILDREN (Study at the Integrated Service Center for the Protection of Women and Children (P2TP2A) in Cilacap Regency) By: ATHIA MAYYADA FAOZI E1A022219 ABSTRACT This study aims to examine the implementation of integrated service standards and the obstacles faced regarding victims of gender-based violence and violence against children in Cilacap Regency. It employs a qualitative research method, specifically a socio-legal (empirical-juridical) approach. The study was conducted at the Integrated Service Center for the Protection of Women and Children (P2TP2A) in Cilacap Regency. Purposive sampling was used to select the study subjects. Data sources included both primary and secondary data. Data collection methods involved interviews, literature reviews, and document analysis. Data processing utilized data reduction, data display, and data categorization, while data presentation employed narrative text and qualitative matrices. Data analysis was conducted using content analysis and comparative analysis. The results indicate that the implementation of integrated service standards for victims of gender-based violence and violence against children in Cilacap Regency has been successful, as evidenced by the effective execution of five parameters: a) proper handling of complaints; b) effective facilitation of health services; c) successful social rehabilitation; d) effective legal enforcement and assistance; and e) successful repatriation and social reintegration. Obstacles identified in the implementation of these standards include a shortage of professional personnel, low public awareness regarding the reporting of violence, and a lack of cooperation from victims or their families. Keywords: Implementation; Victims of Gender-Based Violence and Violence Against Children; Integrated Service Standards | |
| 51679 | 55098 | B1A020088 | EFEKTIVITAS Aspergillus sp.3 PADA BIOREAKTOR FILTER GANDA DALAM DEKOLORISASI LIMBAH BATIK | Industri batik menghasilkan limbah cair yang mengandung senyawa pewarna sintetis berbahaya dan sulit terurai, sehingga dapat mencemari lingkungan perairan. Salah satu metode pengolahan limbah yang ramah lingkungan adalah bioremediasi menggunakan mikroorganisme, seperti fungi Aspergillus sp.3, yang diketahui mampu mendekolorisasi limbah batik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Aspergillus sp.3 dalam mendekolorisasi limbah batik pada bioreaktor filter ganda dengan variasi waktu inkubasi serta mengetahui waktu inkubasi optimum dalam mendekolorisasi limbah batik menggunakan Aspergillus sp.3 pada bioreaktor filter ganda. Bioreaktor terdiri dari empat tabung: tabung limbah, tabung matriks filter (media kapas, kerikil, arang, dan zeolit), tabung fermentor berisi whole-broth dari mikrofungi Aspergillus sp.3, dan tabung penampungan hasil. Penelitian ini menggunakan metode observatif dengan analisis deskriptif untuk mengevaluasi kemampuan fungi Aspergillus sp.3 dalam mendekolorisasi limbah batik pada bioreaktor filter ganda. Perlakuan yang diberikan berupa variasi waktu inkubasi selama 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96, 108, dan 120 jam. Parameter utama yang diamati adalah nilai absorbansi yang digunakan untuk menghitung persentase dekolorisasi sebagai indikator efektivitas fungi Aspergillus sp.3 dalam menurunkan intensitas warna limbah batik. Sedangkan parameter pendukung meliputi pH, suhu, Total Suspended Solids (TSS), Total Dissolved Solids (TDS), dan kekeruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aspergillus sp.3 pada bioreaktor filter ganda mampu mendekolorisasi limbah cair batik pada ariasi waktu inkubasi dengan pesentase dekolorisasi 0-79,10%. Variasi waktu inkubasi tertinggi pada waktu inkubasi 48 jam sebesar 79,10%. | The batik industry produces liquid waste containing dangerous and difficult to decompose synthetic dye compounds, so it can pollute the aquatic environment. One environmentally friendly waste treatment method is bioremediation using microorganisms, such as Aspergillus sp.3 fungi, which are known to be able to decolorize batik waste. This study aims to determine the effect of Aspergillus sp.3 in decolorizing batik waste in a double filter bioreactor with variations in incubation time and to determine the optimum incubation time in decolorizing batik waste using Aspergillus sp.3. The bioreactor consists of four tubes: a waste tube, a filter matrix tube (cotton media, gravel, charcoal, and zeolite), a fermenter tube containing whole-broth from Aspergillus sp.3 microfungi, and a tube containing the results. This study uses an observational method with descriptive analysis to evaluate the ability of Aspergillus sp.3 fungi in decolorizing batik waste in a double filter bioreactor. The treatments given were variations in incubation time for 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96, 108, and 120 hours. The main parameter observed was the absorption value used to calculate the decolorization percentage as an indicator of the effectiveness of Aspergillus sp.3 fungi in reducing the color intensity of batik waste. While the supporting parameters include pH, temperature, Total Suspended Solids (TSS), Total Dissolved Solids (TDS), and turbidity. The research results indicate that Aspergillus sp. 3 in a double-filter bioreactor is capable of decolorizing batik wastewater across various incubation times, with decolorization percentages ranging from 0-79.10%. The highest decolorization rate, 79.10%, was achieved at an incubation time of 48 hours. | |
| 51680 | 55091 | A1D019099 | Pengaruh Pupuk NS-ZSR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Tanah Entisol di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap | Tanaman padi merupakan tanaman pangan yang dapat ditanam dalam berbagai jenis lahan, termasuk pada tanah entisol. Pemberian pupuk yang sesuai dapat mendukung ketersediaan hara pada tanah entisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NS-ZSR serta menentukan formulasi dan dosis terbaik pupuk NS-ZSR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada tanah entisol. Penelitian dilakukan di lahan sawah tanah entisol, Desa Karanganyar, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dan Laboratorium Ilmu Tanah pada bulan Maret hingga November 2023. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu formulasi pupuk NS-ZSR (F) dengan formula 20% N dan 5% S (F1), 20% N dan 10% S (F2), dan 20% N dan 15% S (F3), dan dosis pupuk NS-ZSR (D) dengan dosis 0 (D0), 100 (D1), 200 (D2), dan 300 kg/ha (D3). Setiap perlakuan terdiri dari 3 kali ulangan, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, serapan N tanaman, serapan S tanaman, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, bobot 1000 biji, indeks panen, pH H2O, dan Daya Hantar Listrik (DHL). Pengamatan dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5%. Apabila perbedaannya nyata, dilakukan pengujian lanjutan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kesalahan 5%. Formulasi pupuk NS-ZSR meningkatkan jumlah malai per rumpun dan pH H2O. Dosis pupuk NS-ZSR meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, indeks panen, dan pH H2O. Dosis optimal pupuk NS-ZSR hanya diperoleh pada indeks panen. Sedangkan untuk variabel lainnya belum diketahui formulasi dan dosis terbaik pupuk NS-ZSR. | Rice is a food crop that can be grown on various types of land, including entisol soils. The application of appropriate fertilizer can be one way to support nutrient availability in entisol soils. This study aims to determine the effect of NS-ZSR fertilizer and to identify the optimal formulation and application rate of NS-ZSR fertilizer on the growth and yield of rice plants in Entisol soil. The study was conducted in entisol paddy fields in Karanganyar Village, Adipala Subdistrict, Cilacap Regency, and at the Soil Science Laboratory from March to November 2023. A randomized complete block design (RCBD) was used with two treatment factors: NS-ZSR fertilizer formulations (F) with formulations of 20% N and 5% S (F1), 20% N and 10% S (F3), and 20% N and 15% S (F3), and the NS-ZSR fertilizer dosage (D) at 0 (D0), 100 (D1), 200 (D2), and 300 kg/ha (D3). Each treatment consisted of 3 replicates, resulting in 36 experimental units. The observed variables included plant height, number of leaves, number of tillers, plant N uptake, plant S uptake, fresh plant weight, dry plant weight, number of panicles per clump, number of grains per panicle, 1.000 grain weight, harvest index, pH of H₂O, and Electrical Conductivity (EC). Analysis of Variance (ANOVA) at a 5% significance level. If the differences were significant, a post-hoc test was conducted using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. NS-ZSR fertilizer formulation can increase the number of panicles per clump and the pH of H₂O. The NS-ZSR fertilizer dosage affects plant height, number of leaves, number of tillers, fresh plant weight, dry plant weight, harvest index, and the pH of H₂O. The optimal application dosage for NS-ZSR fertilizer is determined solely by the harvest index. As for the other variables, the optimal formulation and application dosage of NS-ZSR fertilizer have not yet been determined. |