Artikel Ilmiah : D1A021050 a.n. SELVIANA

Kembali Update Delete

NIMD1A021050
NamamhsSELVIANA
Judul ArtikelIdentifikasi bagan kering dan bahan organik kompos feses kambing di desa Melung kecamatan Kedungbanteng kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi proporsi bahan
kering (BK) dan bahan organik (BO) dalam produk kompos berbasis kotoran
kambing di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.
Orientasi utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kandungan
makronutrien melalui proses observasi yang berlangsung selama lima bulan, dari
tanggal 22 Juni hingga 22 November 2023. Bahan dan Metode. Kotoran kambing
digunakan sebagai komponen dasar produksi pupuk. Melalui program magang
MBKM, konsep keberlanjutan lingkungan dipromosikan dalam bentuk
pemanfaatan nol limbah. Total bahan baku yang diolah mencapai 2 ton kotoran
kambing, yang didistribusikan secara merata ke dalam 20 gundukan percobaan.
Setiap gundukan berisi 100 kg kotoran kambing, dikombinasikan dengan 5 kg
serbuk gergaji dan abu kayu masing-masing, dan diperkaya dengan 2 kg kapur
dolomit dan 250 gram starter Stardek. Semua bahan dicampur secara homogen,
dibentuk menjadi gundukan setinggi 1 meter, kemudian didekomposisi selama 30
hari dengan pembalikan rutin sekali seminggu (sebanyak 4 kali). Evaluasi
proksimat periodik dilaksanakan secara berkala pada hari ke-0, 7, 14, 21, serta 28.
Fasilitas produksi ini diintegrasikan melalui Rumah Kompos yang diprakarsai oleh
unit PPK Ormawa untuk memfasilitasi kegiatan produktif pemuda setempat.
Indikator yang diamati meliputi konsentrasi bahan organik dan bahan kering.
Hasil. Pengujian laboratorium menunjukkan bahwa kandungan bahan kering
berkisar antara 49,46% hingga 59,75%, sedangkan kandungan bahan organik
tercatat antara 37,20% dan 47,62%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background. The purpose of this study was to determine the percentage of dry
matter (DM) and organic matter (OM) contained in goat manure compost
produced in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency.
Essentially, this study aims to assess macronutrient content through an
observation process that lasted for five months, from June 22 to November 22,
2023. Materials and Methods. Goat manure is used as a basic component of
fertilizer production. Through the MBKM internship program, the concept of
environmental sustainability is promoted in the form of zero waste utilization. The
total raw material processed reached 2 tons of goat manure, which was evenly
distributed into 20 experimental mounds. Each mound contained 100 kg of goat
manure, combined with 5 kg of sawdust and wood ash each, and enriched with 2
kg of dolomite lime and 250 grams of Stardek starter. All materials were mixed
homogeneously, formed into a mound 1 meter high, then decomposed for 30 days
with regular turning once a week (4 times). Periodic proximate evaluations were conducted on days 0, 7, 14, 21, and 28. This production facility was integrated
through the Compost House initiated by the PPK Ormawa unit to facilitate the
productive activities of local youth. The indicators observed included the
concentration of organic matter and dry matter. Results. Laboratory testing
showed that the dry matter content ranged from 49.46% to 59.75%, while the
organic matter content was recorded between 37.20% and 47.62%.
Kata kunciPPK Ormawa, Desa Melung, kompos, bahan kering dan bahan organik dari feses kambing
Pembimbing 1Prof.Dr. Ir. Munasik, MP., IPU
Pembimbing 2Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum. MP., IPU., ASEAN Eng
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman37
Tgl. Entri2026-08-26 11:38:52.612275
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.