Artikel Ilmiah : A1A022067 a.n. AKBAR CAHYO NUGROHO
| NIM | A1A022067 |
|---|---|
| Namamhs | AKBAR CAHYO NUGROHO |
| Judul Artikel | FAKTOR-FAKTOR SOSIAL YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN PERAJIN GULA KELAPA DALAM MENJALIN KEMITRAAN DENGAN PT BERKAT PETANI INDONESIA DI KECAMATAN CILONGOK |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kemitraan dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang didapatkan perusahaan dan perajin gula di Kecamatan Cilongok. Salah satu perusahaan yang melakukan kemitraan di Kecamatan Cilongok yaitu PT Berkat Petani Indonesia. Perajin gula di Kecamatan Cilongok tidak semua menjalin kemitraan dengan perusahaan. Permasalahan tersebut tersebut dapat diatasi dengan faktor yang digunakan untuk mengukur keputusan perajin menjalin hubungan kemitraan berupa faktor sosial melalui kepercayaan, norma timbal balik, jaringan sosial, persepsi manfaat, dan pengalaman historis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mekanisme dan bentuk kemitraan antara PT Berkat Petani Indonesia dengan perajin gula kelapa, dan menganalisis pengaruh faktor sosial terhadap keputusan kemitraan perajin dengan PT Berkat Petani Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif, yang dilaksanakan di Kecamatan Cilongok pada rentang waktu bulan Oktober 2025 sampai Juli 2026. Sampel penelitian berjumlah 72 perajin yang dipilih menggunakan teknik Multistage Cluster Sampling dengan alokasi non-proprortionate. Bentuk dan mekanisme kemitraan dianalisis secara deskriptif, dan faktor-faktor sosial yang memengaruhi keputusan kemitraan dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemitraan yang terjalin perusahaan dengan perajin menggambarkan karakteristik inti-plasma. Hasil regresi menunjukan secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh secara signifikan. Secara parsial, kepercayaan dan persepsi manfaat berpengaruh secara positif signifikan, sedangkan norma timbal balik, jaringan sosial, dan pengalaman historis tidak berpengaruh secara signifikan. Penelitian ini menunjukan hubungan bahwa kemitraan yang terjalin untuk kepentingan bersama antara perusahaan dengan perajin gula kelapa. Peningkatan kepercayaan dan persepsi manfaat menjadi faktor utama dalam keputusan perajin menjalin kemitraan. Upaya tersebut perlu didukung dengan komunikasi yang baik antara perusahaan dengan perajin dengan pembenahan hubungan timbal balik dan jalinan sosial kemitraan untuk menjaga keberlanjutan kemitraan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Partnerships are established to create mutual benefits for both companies and coconut sugar artisans in Cilongok District. One of the companies implementing such a partnership is PT Berkat Petani Indonesia, which collaborates with coconut sugar artisans in Cilongok District. However, not all coconut sugar artisans in the district participate in the partnership. This issue can be examined through social factors that influence artisans' decisions to engage in partnerships, namely trust, reciprocity norms, social networks, perceived benefits, and historical experience. This study aims to analyze the partnership mechanism and partnership model between PT Berkat Petani Indonesia and coconut sugar artisans, as well as to examine the influence of social factors on artisans' decisions to participate in the partnership. This research employed a survey method with a quantitative approach and was conducted in Cilongok District from October 2025 to July 2026. A total of 72 coconut sugar artisans were selected using a multistage cluster sampling technique with disproportionate allocation. The partnership model and mechanism were analyzed descriptively, while the social factors influencing partnership decisions were examined using binary logistic regression. The results indicate that the partnership between PT Berkat Petani Indonesia and coconut sugar artisans exhibits the characteristics of a nucleus–plasma partnership model. Simultaneously, all independent variables significantly influence artisans' partnership decisions. Partially, trust and perceived benefits have a positive and significant effect on the decision to participate in the partnership, whereas reciprocity norms, social networks, and historical experience have no significant effect. The findings suggest that the partnership is established to achieve mutual benefits for both the company and coconut sugar artisans. Strengthening trust and enhancing the perceived benefits of the partnership are the key factors influencing artisans' decisions to participate. Therefore, these efforts should be supported by effective communication between the company and artisans, along with strengthened reciprocal relationships and social networks, to ensure the sustainability of the partnership. |
| Kata kunci | |
| Pembimbing 1 | Ulfah Nurdiani, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Dr. Altri Mulyani, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 67 |
| Tgl. Entri | 2026-08-26 12:14:00.682677 |