Artikelilmiahs
Menampilkan 51.741-51.760 dari 52.035 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 51741 | 7289 | G1A009041 | Hubungan Tingkat Stres Dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo. | Latar belakang : Penyakit tidak menular khususnya Diabetes Melitus telah menjadi masalah yang besar di seluruh bagian dunia termasuk Indonesia. Faktor yang mempengaruhi kadar glukosa darah pada penyakit DM cukup banyak namun banyak masyarakat dan tenaga kesehatan yang belum mengetahui pengaruh stres terhadap kadar glukosa darah pada pasien DM. Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSMS Purwokerto. Metode : Metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non random jenis consecutive sampling. Jumlah sampel 52 penderita DM Tipe 2 berusia berusia > 20 tahun. Data diperoleh dari hasil pengukuran tingkat stres menggunakan instrumen stres Social Readjustment Rating Scale (SRSS) dan data kadar glukosa darah puasa. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Spearman. Hasil penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p = 0,000) antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RSMS Purwokerto. Kesimpulan. Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah penderita DM Tipe 2 di RSMS Purwokerto | Background : The uncommunicable disease, especially Diabetes Mellitus had became a big problem around the world, including Indonesia. There was many factors that affected blood glucose levels at diabetes mellitus disease, but the citizen and health workers didn’t know still about the influence of stress to blood glucose levels in patient with diabetes mellitus. Objective : To know about the correlation between the grade of stress and blood glucose levels in patient with type 2 diabetes mellitus at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. Method : This study used observational-analytic method with cross sectional approach. The sampling was done by using non-random consecutive sampling method. Amount of the sample was 52 patient with type 2 diabetes mellitus with age over 20 years old. Data was gained from measurement result of the grade of stress using stress instrument Social Readjustment Rating Scale (SRSS) and the data of fasting blood glukose. Spearman test was used as the statistical analysis method. Result : The analysis result showed that there was significant correlation (p = 0,000) between the grade of stress and blood glucose levels in patient with type 2 diabetes at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. Conclussion : There is correlation between the grade of stress and blood glucose levels in patient with type 2 diabetes at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. | |
| 51742 | 8344 | B1J010104 | STUDI KARAKTER ANATOMI DAUN BEBERAPA KULTIVAR KACANG TANAH (Arachis hypogaea) | Kacang tanah merupakan salah satu komoditas palawija yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Bagian tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk keperluan pangan, pakan, dan industri. Kacang tanah memiliki kromosom rangkap empat (tetraploid). Daun merupakan organ yang paling penting dimana fungsi utamanya adalah melakukan fotosintesis. Karateristik anatomi daun adalah kunci untuk mengetahui bagaimana tanaman bereaksi dan beradaptasi terhadap lingkungan. Keragaman kultivar kacang tanah memerlukan pendataan yang menyeluruh melalui studi keragaman genetik. Studi keragaman genetik dapat dilakukan melalui pendekatan anatomi. Hal ini penting untuk lebih memahami struktur, fungsi, dan ciri khas masing-masing kultivar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur anatomi daun dan mengetahui adanya perbedaan karakter anatomi daun beberapa kultivar kacang tanah. Kultivar yang digunakan adalah kultivar Bima, Hypoma1, Hypoma2, Kancil, Kelinci, Talam, Tuban, Domba, Jerapah, dan Bison. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel acak terpilih (purposive random sampling). Sampel daun diambil setelah umur 2 bulan, kemudian dibuat preparat segar dan preparat awetan menggunakan metode parafin. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui perbedaan karakter anatomi daun antara beberapa kultivar kacang tanah yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 kultivar yang diamati memiliki struktur anatomi daun yang sama yaitu terdiri dari 3 sistem jaringan meliputi epidermis (atas dan bawah), jaringan mesofil (parenkim palisade dan spons), dan berkas pengangkut. Sel penutup stomata berbentuk ginjal dan trikomata non glandular. Terdapat variasi dalam hal tebal dan mesofil daun, jumlah stomata dan trikomata. Kultivar dengan daun dan mesofil paling tebal adalah kultivar Kelinci, jumlah stomata terbanyak dimiliki oleh kultivar Talam dengan rata-rata 11.7 per mm2, jumlah trikomata paling banyak terdapat pada kultivar Domba dengan rata-rata 2.4 per mm2. Perbedaan karakter anatomi dikarenakan perbedaan genetik tanaman yang diekspresikan kedalam bentuk fenotip yang berbeda sehingga menghasilkan keragaman pertumbuhan tanaman. | Peanut is one of legume crops which has a high economic value. Almost all parts of this plant can be utilised used for food , feed, and industrial purposes. Peanuts have four copies of chromosomes ( tetraploid ). Leaf is the most important organ with the primary function is to carry out photosynthesis. Characteristic of leaf anatomy is key in understanding how plant responds and adapts to the environment. The diversity of peanut varieties requires a thorough data collection through the study of genetic diversity. Study of genetic diversity can be done based on the anatomical approach. Which is important to better understand the structure , function , and characteristics of each variety. This study was aimed to determine the anatomical structure of the leaf and to know the variation in anatomical characters of leaf of some peanut varieties. The varieties used were Bima, Hypoma1, Hypoma2, Kancil, Kelinci, Talam, Tuban , Domba, Jerapah, and Bison. The method used was a survey method with purposive random sampling. Leaf samples were collected from 2 months old plants, then made fresh preparations and preparations mounted were made using the paraffin method. Descriptive analyzis was conducted to determine variations in leaf anatomy characteristics among the peanut varieties. The results showed the ten varieties studied had the same leaf anatomical structure, i.e. composed of 3 tissue systems include epidermal tissue ( top and bottom ), mesophyll tissue ( palisade and spongy parenchyma ), and the vein. Stomatal guard cells showed kidney shapes while trichomes were non- glandular . Variations were observed in terms of mesophyll and leaf thickness, the number of stomata and trichomes. Variety with the thickest leaves and mesophyll was Kelinci, and that with the highest number of stomata was Talam with an average of 11.7 stomata per mm2. Variety with the highest number of trichomes was Domba with an average of 2.4 trichomes per mm2. Anatomical differences due to differences in the genetic code of plants that are expressed in the form of different phenotypes resulting diversity of plant growth. | |
| 51743 | 22889 | A1C013016 | Analisis Nilai Tambah dan Harga Pokok Produksi Olahan Ubi Jalar di PT.Galih Estetika Kabupaten Kuningan, Jawa Barat | PT.Galih Estetika merupakan perusahaan pengolah ubi jalar yang ada di Kabupaten Kuningan. Produk yang dihasilkan perusahaan yaitu pasta ubi jalar. Pengolahan ubi jalar menjadi pasta secara langsung memberikan nilai tambah karena adanya perlakuan dan ditambah input lain sehingga menghasilkan produk yang mempunyai nilai jual lebih tinggi. Seluruh biaya proses produksi dibebankan kepada produk dalam penetapan harga pokok produksi. Penelitian bertujuan untuk; (1) Mengetahui besarnya nilai tambah pasta ubi jalar di PT.Galih Estetika, (2) Mengetahui besarnya harga pokok produksi pasta ubi jalar di PT.Galih Estetika, (3) Mengetahui besarnya rugi-laba dari pengolahan pasta ubi jalar di PT.Galih Estetika. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2018. Sasaran penelitian adalah PT.Galih Estetika. Pengambilan data dilaksanakan dalam 23 hari proses produksi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis nilai tambah dan penentuan harga pokok produksi (full costing) dan laporan rugi-laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai tambah ubi jalar setelah diolah menjadi pasta ubi jalar sebesar Rp2.901,79 atau 37,41 persen, (2) Harga pokok produksi pasta ubi jalar menggunakan metode full costing sebesar Rp9.387,00 per kg, (3) Laporan Rugi-laba menunjukan pendapatan pasta ubi jalar yang diperoleh perusahaan sebelum pajak sebesar Rp366.356.597,00 dan pendapatan setelah pajak penghasilan sebesar Rp329.990.937,00. | PT. Galih Estetika was a sweet potato processed company in Kuningan Regency. The company's products are sweet potato paste. Sweet potato processed into pasta directly gives added value because of the treatment and added other inputs so the products has a higher value. The entire cost of the production process is charged to the product for determined cost of production. The research aims; (1) To know the value of sweet potato paste in PT. Galih Estetika, (2) To know the cost of production of sweet potato paste in PT. Galih Estetik, (3) To know the amount of profit of processing sweet potato paste in PT. Galih Estetika. This research was held on Februari, 2018. The researcch objective is PT.Galih Estetika. Data collection is carried out in 23 days of production process. The method of analysis used value added analysis, determination cost of production used full costing method and income statement analysis. The results showed that: (1) Value added sweet potato after processed into sweet potato paste amounted to Rp2.901,79 or 37,41 percent, (2) Cost of production sweet potato paste used full costing method for per kg of Rp9.387,00. (3) The income loss report shows the income of sweet potato paste obtained by the company before tax of Rp366,356,597.00 and income after income tax of Rp329,990,937.00 | |
| 51744 | 5250 | G1F009013 | Peningkatan Selektivitas Metode Analisis Amoksisilin dalam Suspensi Amokisisilin Menggunakan Spektrofotometri UV | Pengukuran kadar amoksisilin dalam suspensi amoksisilin pada kisaran 291 nm diduga memberikan hasil yang lebih akurat, selektif dan tidak dipengaruhi keberadaan produk degradasinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui selektivitas, keakuratan, dan prosedur pengukuran kadar amoksisilin dalam suspensi amoksisilin pada kisaran panjang gelombang 291 nm. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium meliputi penentuan panjang gelombang maksimum dan operating time, pembuatan kurva baku dengan mengukur serapan larutan amoksisilin stándar 40, 50, 80, 100 dan 120 ppm pada 290 nm, pengujian selektivitas dan akurasi metode analisis. Pengujian selektivitas dilakukan dengan membandingkan spektrum UV dan nilai absorbansi amoksisilin standar 1 mg/mL dan suspensi amoksisilin 125 mg/5 mL sesaat setelah direkonstitusi dengan yang sudah disimpan 9 hari. Pengujian akurasi dilakukan dengan stándar addition method pada 1 mL suspensi amoksisilin yang sudah disimpan 9 hari ditambah 1 mL larutan amoksisilin stándar 6260 ppm. Pengukuran kadar amoksisilin dalam suspensi amoksisilin menggunakan metode spektrofotometri UV pada 290 nm dalam rentang waktu pengukuran 77 menit memberikan hasil yang akurat dengan perolehan kembali 97,37% dan selektif tanpa dipengaruhi keberadaan produk degradasinya. | Measurement of amoxicillin on suspension form at 291 nm supposedly gives more accurate, selective result and not influenced by the presence of its degradation products. The objective of this study is determine selectivity, accuracy and measurement procedures amoxicillin in amoxicillin suspensions at around 291 nm. This research was conducted by laboratory experimental method covered determining the maximum wavelength and the operating time, making calibration curve by measuring the absorption of 40, 50, 80, 100 and 120 ppm amoxicillin standard solution, selectivity and accuracy. Selectivity testing was done by comparing the UV spectrum and the absorbance value at amoxicillin standard solution 1 mg / mL and amoxicillin suspension 125 mg / 5 mL immediately after reconstitution with that was stored for 9 days. Accuracy testing was done by standard addition method using 1 mL amoxicillin suspension which was stored for 9 days enrich with 1 mL of amoxicillin standard of 6260 ppm. Measurement of amoxicillin in amoxicillin suspensions using UV spectrophotometry at 290 nm within 77 minutes span measurements provide accurate and selective results with 97.37% recovery and not be interfered the influenced by its degradation products. | |
| 51745 | 21944 | E1A013105 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MASYARAKAT AKIBAT DAMPAK NEGATIF PENGELOLAAN SAMPAH KOTA DI LOKASI PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH PASIR BAJING GARUT | Hukum diciptakan sebagai suatu sarana atau instrumen untuk mengatur hak dan kewajiban subjek hukum. Adanya kasus-kasus pencemaran lingkungan yang telah nyata menimbulkan kerugian, menyebabkan masyarakat tidak dapat lagi menikmati lingkungan yang sehat dan bersih. Faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia adalah sampah. Permasalahan yang terjadi di Kabupaten Garut Jawa Barat ialah masalah sampah kota yang terkumpul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Garut terhadap masyarakat di lokasi sekitar TPA Pasir Bajing dan upaya hukum yang dapat dilakukan masyarakat terkait dampak negatif pengelolaan sampah di TPA Pasir Bajing. Metode yang digunaka ialah yuridis sosiologis, spesifikasi penelitian adalah deskriptif, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data adalah wawancara dan studi kepustakaan dan metode analisis data menggunakan kualitatif. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pengelolaan sampah di TPA Pasir Bajing Kabupaten Garut masih belum maksimal, dan pemerintah Kabupaten Garut dalam upaya implementasi perlindungan hukum terhadap masyarakat masih kurang optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh kesimpulan bahwa perlindungan hukum kepada masyarakat masih kurang dan upaya hukum yang dilakukan masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan melalui upaya preventif dan upaya represif. Upaya hukum yang sudah ditempuh masyarakat TPA Pasir Bajing ialah upaya represif, untuk menyelesaikan masalah dalam penyelesaian sengketa lingkungan hidup di luar pengadilan, yaitu negosiasi. | Law is created as a means or instrument to regulate the rights and obligations of the legal subject. The existence of cases of environmental pollution that has obviously caused losses, causing the community can no longer enjoy a healthy and clean environment. Factors that cause damage to the environment that until now still remains a big problem for the Indonesian people is garbage. Problems that occur in Garut regency of West Java is the problem of city garbage collected in the Final Disposal Place (TPA) Pasir Bajing. The purpose of this study is to determine the legal protection made by the Government of Garut regency to the community in the location around the Pasir Bajing TPA and the legal effort that can be done by the community related to the negative impact of waste management in TPA Pasir Bajing. The method used is sociological juridical, the research specification is descriptive, the data source used is primary data and secondary data, data collection method is interview and literature study and data analysis method using qualitative. The result of research stated that waste management in TPA Pasir Bajing Garut Regency is not maximal yet, and Garut regency government in effort of implementation of legal protection to society still less optimal. Based on the result of the research, it is concluded that the legal protection to society is still lacking and the legal effort done by the community to overcome environmental pollution through preventive and repressive efforts. The legal effort taken by the Pasir Bajing TPA community is a repressive effort to solve the problem in the settlement of environmental disputes outside the court, namely negotiation. | |
| 51746 | 50792 | F1A020007 | BERTAHAN ATAU MELAWAN (Menggali Fenomena Body Shaming di Kalangan Mahasiswa FISIP Unsoed) | Body shaming merupakan tindakan merendahkan atau mengomentari bentuk fisik seseorang secara negatif. Korban body shaming yang menerima komentar negatif seringkali tidak melakukan respon apapun terhadap perilaku yang diterimanya dan pelaku menganggap bahwa body shaming yang dilakukan tidak memberikan dampak terhadap korban. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tindakan yang dilakukan korban dan dampak yang ditimbulkan terhadap mahasiswi FISIP Unsoed yang menjadi korban. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori interaksionalisme simbolik Herbert Blumer. Teori Interaksionalisme Simbolik dipilih untuk menunjukkan tindakan yang dilakukan korban dan dampak yang muncul sebagai pemaknaan terhadap body shaming yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi FISIP Unsoed yang menjadi korban melakukan tindakan setelah mengalami perilaku body shaming yakni seperti diam atau menahan diri, membalas perkataan pelaku dan bercerita kepada teman. Terdapat dampak negatif dan positif dari terjadinya body shaming yaitu tidak percaya diri atau insecure, menyalahkan diri sendiri, citra diri berkurang, interaksi sosial menurun, menjadi takut terhadap sesuatu dan menimbulkan adanya beauty privilege. Dampak positif yang muncul yakni korban menjadi lebih rajin untuk berolahraga dan melakukan pembuktian sebagai bentuk perlawanan terhadap perilaku body shaming yang dialami. | Body shaming is the act of belittling or commenting negatively on someone's physical appearance. Victims of body shaming who receive negative comments often do not respond to the behavior they receive, and perpetrators assume that body shaming has no impact on the victim. This study aims to explain the actions taken by victims and the impact on female students at the Faculty of Social and Political Sciences, Unsoed, who were victims. The method used was descriptive qualitative using Herbert Blumer's symbolic interactionism theory. Symbolic interactionism theory was chosen to show the actions taken by victims and the impact that arose as a meaning of the body shaming that occurred. The results of the study show that female students of FISIP Unsoed who were victims took actions after experiencing body shaming, such as remaining silent or restraining themselves, responding to the perpetrator's words, and telling their friends. Furthermore, there were negative and positive impacts of body shaming, namely lack of confidence or insecurity, self-blame, reduced self-image, decreased social interaction, fear of something, and the emergence of beauty privilege. The positive impact that emerged was that the victims became more diligent in exercising and proving to the perpetrators that the negative comments they made were not true. | |
| 51747 | 7781 | G1D010007 | PERBEDAAN ANTARA PEMBERIAN TERAPI AKUPRESUDAN INFORMASI PERAWATAN MANDIRI TERHADAP PENURUNAN KEJADIAN HOT FLASHES PADA WANITA PERIMENOPAUSE DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Latar Belakang : Perimenopause merupakan masa dimana produksi hormon estrogen dan progesteron berkurang dan mengakibatkan munculnya gejala-gejala menopause, salah satunya adalah hot flashes. Terapi non-farmakologi yang dapat digunakan untuk menguranginya ialah akupresur. Tujuan : Mengetahui perbedaan antara pemberian terapi akupresur dan informasi perawatan mandiri terhadap penurunan kejadian hot flashes pada wanita perimenopause di Kecamatan Purwokerto Utara. Metode : Penelitian ini menggunakan quasi experiment, non randomized pretest-posttet with control group design dan purposive sampling. Sampel masing-masing kelompok sebanyak 11 responden. Data dianalisis dengan Wilcoxon dan Mann-Withney U. Hasil : Kejadian hot flashes sebelum intervensi pada kelompok akupresur 1-8 dengan median 3 dan kelompok perawatan mandiri 2-10 dengan median 2. Setelah intervensi pada kelompok akupresur 0-5 dengan median 1 dan kelompok perawatan mandiri 2-7 dengan median 2. Ada perbedaan kejadian hot flashes sebelum dan setelah intervensi pada kelompok akupresur (p<0,05). Tidak ada perbedaan kejadian hot flashes sebelum dan setelah intervensi pada kelompok perawatan mandiri (p>0,05). Tidak ada perbedaan kejadian hot flashes sebelum intervensi antara kelompok akupresur dan perawatan mandiri (p>0,05). Ada perbedaan kejadian hot flashes antara kelompok akupresur dan perawatan mandiri setelah intervensi (p<0,05). Kesimpulan : Ada perbedaan antara pemberian terapi akupresur dan informasi perawatan mandiri terhadap penurunan kejadian hot flashes pada wanita perimenopause di Kecamatan Purwokerto Utara. | Background: Perimenopause is the period which reduce production of estrogen and progesterone until menopause symptoms showed. One of the symptoms was hot flashes. Non-pharmacological therapy that could be used for reducing these symptoms was acupressure. Purpose: To find the diference between acupressure and self care information for reduce hot flashes in perimenopausal women in North Purwokerto subdistrict. Method: Quasi experiment, non randomized pretest-posttet with control group design dan purposive sampling was set to investigate 11 subjects in each group. Data were analysed with Wilcoxon and Mann-withney U. Result: Incidence of hot flashes before intervention in acupressure group 1-8 with median 3 and self-care group 2-10 with median 2. After intervention in acupressure group 0-5 with median 1 and self-care group 2-7 with median 2. There was difference of hot flashes before and after intervention in acupressure group (p<0.05). No difference of hot flashes before and after intervention in the self-care group (p>0.05). No difference of hot flashes before intervention between acupressure and self-care group (p>0.05). There was difference of hot flashes between acupressure and self-care group after intervention (p<0.05). Conclusion: There was difference between acupressure and self care information for reduce hot flashes in perimenopausal women in North Purwokerto subdistrict. | |
| 51748 | 45381 | C1C017106 | PENGARUH AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI TERHADAP EFISIENSI PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akuntabilitas dan transparansi terhadap efisiensi pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Efisiensi pengelolaan dana pada lembaga pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam masyarakat saat ini. Baik di lingkungan pemerintah yang memiliki tanggung jawab untuk mengawasi pengelolaan dana. Pembiayaan pendidikan memainkan peran kunci dalam penyelenggaraan pendidikan yang efektif di sekolah. Pengelolaan dana yang tepat dapat menjadi pencapaian target yang maksimal. Di sekolah, pengelolaan dana dapat digunakan sesuai dengan peraturan yang ada. Program pengelolaan dana BOS membutuhkan kemandirian dalam membuat, mengawasi dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah new public management. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: (1) Akuntabilitas berpengaruh terhadap efisiensi pengelolaan dana BOS; (2) Transparansi berpengaruh terhadap efisiensi pengelolaan dana BOS. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari kuesioner. dan hasil yang diperoleh berupa skor variabel akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi pengelolaan dana BOS. Responden dalam penelitian ini adalah bendahara BOS. Hal ini dikarenakan pada umumnya bendahara yang lebih mengetahui seluruh kegiatan dana BOS. Jumlah sampel sebanyak 77 SMP negeri dan swasta. Penarikan sampel menggunakan sampel jenuh atau menggunakan seluruh populasi penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi: analisis deskriptif. | This study aims to determine accountability and transparency on the efficiency of the management of school operational assistance fund (BOS). Efficient management of fund management in educational institutions is very important in today's society. Both within the government which has the responsibility of overseeing fund management. Education financing plays a key role in the effective delivery of education in schools. Proper fund management can be the achievement of maximum targets. In school, fund management can be used in accordance with existing regulations. The BOS fund management program requires independence in creating, supervising and adjusting to the specific circumstances of each school. The theory used in this research is new public management. The hypotheses in this study are: (1) Accountability affects the efficiency of BOS fund management; (2) Transparency affects the efficiency of BOS fund management. The type of research conducted is quantitative research. The data used is data obtained from questionnaires. and the results obtained in the form of variable scores of accountability, transparency, and efficiency of fund management of boss fund. Respondents in this study were BOS treasurers. This was because in general, the treasurer knew more about all BOS fund activities. There were 77 public and private junior high schools. The sample collection used saturated samples or used all of the research population. Data analysis techniques in this study include: descriptive statistics, validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, coefficient of determination tests, t tests, and f tests. All data analyzed using the help of IBM SPSS Statistics 29 for windows. The research was conducted in junior high schools in Purbalingga Regency. The research questionnaire was submitted to the BOS fund treasurer on July 15, 2023 and retrieved on July 25, 2024. This study found that: : (1) Accountability has a significant positive effect on the efficiency of BOS fund management; (2) Transparency has a significant positive effect on the efficiency of BOS fund management. | |
| 51749 | 26775 | I1D015040 | POTENSI FLAKES MOCAF: BERAS MERAH DAN TEPUNG KACANG MERAH SEBAGAI ALTERNATIF SNACK PASIEN DM TIPE 2 | Latar Belakang: Indeks glikemik dan beban glikemik merupakan hal yang penting untuk mengontrol glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks glikemik, beban glikemik dan tingkat kekenyangan dari flakes mocaf: beras merah dan tepung kacang merah sebagai alternatif makanan selingan untuk pasien DM tipe 2. Metodologi: Responden berjumlah 10 orang. Pangan uji yang digunakan adalah flakes mocaf: beras merah dan tepung kacang merah. Responden diminta untuk puasa di malam hari sebelum pemeriksaan. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan pada menit ke-0 (sebelum makan), 30, 60, 90 dan 120 (setelah makan). Perhitungan IG menggunakan metode incremental area under the blood glucose response curve (IAUC). Pengukuran tingkat kekenyangan menggunakan kuesioner Visual Analogue Scale (VAS). Hasil Penelitian: Indeks glikemik flakes mocaf: beras merah dan tepung kacang merah adalah 50,72±20,97, sedangkan beban glikemiknya adalah 22,2±9,19. Hasil uji Paired t-test menunjukkan p-value 0,000 dan 0,002 pada indeks glikemik dan beban glikemik glukosa dan flakes (terdapat perbedaan). Puncak kekenyangan terdapat pada menit ke-30 dan perlahan menurun selama dua jam. Kesimpulan:Indeks glikemik flakes termasuk kategori rendah. Beban glikemik flakes termasuk kategori tinggi. Terdapat perbedaan yang signifikan pada indeks glikemik dan beban glikemik glukosa dan flakes. Flakes dapat memberikan rasa kenyang dengan baik. Rekomendasi porsi untuk penderita DM Tipe 2 adalah 20 gram flakes. Kata kunci: Flakes, indeks glikemik, beban glikemik, tingkat kekenyangan | Background: Glycemic index and glycemic load are important for controlling blood glucose in patients with type 2 DM. This study aims to determine the glycemic index, glycemic load and level of satiety of mocaf flakes: brown rice and red bean flour as alternative snack for patients with type 2 DM. Methodology:The subjects in this study are 10 healthy people. The test food used in this study is mocaf flakes: brown rice and kidney bean flour. Respondents were asked to fast at night before the examination. Blood glucose tests are performed at 0 minutes (before meals), 30, 60, 90 and 120 (after meals). GI calculation uses the incremental area under the blood glucose response curve (IAUC) method. Measurement of satiety level uses the Visual Analogue Scale (VAS) questionnaire. Results: The glycemic index of mocaf flakes: brown rice and red bean flour is 50.72±20.97, while the glycemic load is 22.2±9.19. Paired t-test results showed p-values are 0.000 and 0.002 on the glycemic index and the glycemic load of glucose and flakes (there are differences). The peak of fullness reached in the 30th minute and slowly decreases for two hours. Conclusion: The glycemic index flakes categorized as low GI. The glycemic load of flakes categorized as high GL. There are significant differences in the glycemic index and the glycemic load of glucose and flakes. Flakes can provide a feeling of full well. Recommended portion for patients with type 2 DM is 20 grams of flakes. Keywords: flakes, glycemic index, glycemic load, satiety level | |
| 51750 | 14360 | G1B011058 | PENGARUH PENERAPAN SIKAP KERJA ERGONOMI TERHADAP PENURUNAN KELELAHAN KERJA PEKERJA TENUN BUKAN MESIN ATBM DI DESA PEDURUNGAN KABUPATEN PEMALANG | Industri Tekstil merupakan salah satu industri sektor informal yang kini perkembangannya cukup pesat di Indonesia, salah satunya industri tenun tradisional sedang meningkat pesat, akan tetapi tidak diiringi dengan penerapan ergonomi yang baik di tempat kerja hal ini dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan salah satunya kelelahan kerja. Setyawati (2010) menyebutkan hasil survei di negara USA, 24% seluruh orang dewasa yang datang ke poliklinik mengalami kelelahan kerja kronis. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh penerapan sikap kerja ergonomi terhadap penurunan kelelahan kerja pekerja tenun bukan mesin (ATBM) di Desa Pedurungan Kabupaten Pemalang. metode penilitian ini menggunakan quasy experiment dengan one group pretest posttest design. Sampel penelitian 33 pekerja tenun dengan pengambilan sempel menggunakan teknik Purposive, menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Anlisis uji data menggunakan uji paired t test. Hasil penelitian hari pertama p value 0,005 (< 0,05), dan penelitian hari kedua p value 0,005 (< 0,05), dan penelitian hari ketiga p value 0,005 (< 0,05) sehingga ada hubungan tingkat kelelahan kerja sebelum dan sesudah penerapan sikap kerja ergonomi. Saran dalam penelitian ini adalah menerapkan sikap kerja ergonomi pada saat proses menenun sarung ATBM. | Textil industry is one of the informal industries that have fast developing in Indonesia. One of them is traditional textile industry that is developing faster now. But, it is not accompanied by applying good ergonomy in the workplace. It can generate kind of healts’ problems, one of them is the fatigue for the worker. Setyawati (2010) said that based on the result of survey in USA, there are 24% of people coming to polyclinic were caused by the fatigue of the working. The purpose of this research is to know the influence of applying ergonomy attitude on decreasing the fatigue of sarong weaving worker non-machine (ATBM) at Pedurungan Village, Distric Pemalang. The methodology of this research uses quasy experiment with one group pretest posttest design. There are 33 samples of sarong weaving worker with purposive technique as the technique of taking. The research uses inclusions and exclusion criterias. The analysis of data uses paires t test. The first result of measurements is p value 0,000 (<0,05), the second result of measurements is p value 0,000 (< 0,05), and the third result of measurements is p value 0,000 (<0,05). So, there is a correlation of weariness for sarong worker both of before and after on applying ergonomy attitude. The suggestion from this research is the worker has to apply ergonomy attitude in the weaving of ATBM sarong. Key words : Postur Of Work, fatigue Work Reference : 45 ( 1996 – 2014 ) | |
| 51751 | 10316 | B1J010091 | Daya Serap Karbon Dioksida Pada Tanaman Jagung (Zea mays) Di Desa Gumelem Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara | Pemanasan global merupakan masalah yang dihadapi dunia. Hal ini disebabkan karena konsentrasi karbon dioksida yang terus meningkat. Cara yang paling efektif untuk mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfer adalah dengan penyerapan karbon melalui penanaman vegetasi. Tanaman dapat mereduksi CO2 melalui fotosintesis. Jagung merupakan tanaman C4 yang efektif dalam melakukan fotosintesis dan termasuk tanaman yang cepat tumbuh. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi suatu tanaman dalam menyerap CO2 adalah umur tanaman. Tanaman yang dijadikan sebagai sampel penelitian adalah tanaman jagung umur 0 - 1 bulan, >1 - 2 bulan, dan >2 - 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur tanaman jagung (Z. mays) dengan daya serap CO2 dan mengetahui banyaknya CO2 yang mampu diserap oleh tanaman jagung. Metode penelitian menggunakan metode survei. Sampel daun tanaman jagung diambil dengan teknik stratified random sampling. Variabel yang digunakan pada penelitian ini meliputi umur tanaman jagung sebagai variabel bebas dan daya serap daun terhadap CO2 sebagai variabel terikat. Parameter yang digunakan meliputi massa karbohidrat daun, jumlah daun per pohon, luas permukaan daun, kerapatan tanaman, dan kandungan CO2 pada tiga strata umur tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%, kemudian dilakukan uji lanjut Duncan untuk mengetahui hubungan antara umur tanaman dengan daya serap CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur tanaman jagung dengan daya serap CO2. Tanaman jagung yang paling optimal menyerap CO2 yaitu pada umur .>2 -3 bulan dengan rata-rata daya serap CO2 tertinggi per helai daun per musim sebesar 13,96 g.helai-1.musim-1, rata-rata daya serap CO2 tertinggi per pohon per musim sebesar 1,35 x 10-4 ton.pohon-1.musim-1, dan rata-rata daya serap CO2 tertinggi per hektar per musim sebesar 9,58 ton.ha-1.musim-1. | Global warming is a problem which is faced of world. This thing caused by the carbon dioxide’s concentrate that continue rising. The most effective way to reduced CO2 concentration in atmosphere with carbon sequestration through the planting of vegetation. Plants can reduce CO2 by photosynthesis. Corn is a plant of C4 that effective for photosynthesis and includes fast-growing species. One of the factors which can affected a plant to absorb CO2 is age of the plant. This research was used corn plant age 0 - 1 month, >1 - 2 months, and >2 - 3 months. This study aimed to investigate the relationship between age of corn plants (Z. mays) with the absorption of carbon dioxide and to know how much CO2 capable of being absorbed by corn plants. This research used survey methods. Plant leaf samples of corn were taken with stratified random sampling techniques. The variables were used in this study consists of corn plant’s age as the independent variable and the corn’s leaf absorption of CO2 as dependent variable. The parameter were used consists of carbohydrates mass on leaf, number of leaf per tree, leaf surface area, plant density, and CO2 contents on leaves in three corn plant age stratas. The data obtained was be analyzed by using ANOVA on the level of trust 95% and 99%, then will be a test according to Duncan to know of the relationship between the age of plant with CO2 absorption. The results showed that there is a relations between age of plant with CO2 absorption. Corn plants which most optimal absorb CO2 is the corn plant of >2 - 3 months with the highest average of CO2 absorption per leaf per season is 13,96 g.leaf-1.season-1, the highest average of CO2 absorption per tree per season is 1,35 x 10-4 ton.tree-1.ha-1, and the highest average of CO2 absorption per hectare per season is 9,58 ton.ha-1.season-1. | |
| 51752 | 28539 | E1A116002 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PASAL 18 UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN MENGENAI PENCANTUMAN KLAUSULA EKSONERASI DALAM KONTRAK ELEKTRONIK | Perlindungan terhadap konsumen semakin terasa penting, mengingat laju ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat semakin kompleks hubungan sosial manusia yang termasuk pula hubungan jual-beli. Teknologi yang semakin canggih melahirkan cara baru untuk manusia dalam melakukan perikatan, melalui kontrak elektronik. Penggunaan kontrak elektronik menimbulkan beberapa permasalahan, yang salah satunya merupakan pencantuman klausula eksonerasi yang tentunya merugikan konsumen. Skripsi ini membahas mengenai penerapan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen mengenai pencantuman klausula eksonerasi dalam kontrak elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data yakni berdasarkan studi kepustakaan berupa inventarisasi peraturan perundang-undangan, dan literatur-literatur, yang disajikan dalam bentuk uraian sistematis dengan metode analisis normatif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak elektronik dalam penelitian ini tidak menerapkan ketentuan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 karena telah mencantumkan klausula eksonerasi dalam kontrak elektroniknya dimana hal ini dilarang dalam ketentuan Pasal 18 UUPK. | Consumer protection feels a lot crucial, concerning the progressing speed of science and technology that creates a more complex social relationship that includes commerce. The always advancing technology birth a new way for mankind to create relation, through electronic contract. The usage of electronic contract creates some problems of itself, one of them is the inclusion of exoneration clause that harm consumers. This essay will discuss the application of Article 18 Regulation number 8 year 1999 about consumer protection regarding the inclusion of exoneration clause within electronic contract The research method used is normative juridical with descriptive research specifications. The data used are secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal material. The method of data collection is based on the study of literature in the form of an inventory of legislation, literature, and court decisions that are presented in the form of a systematic description with normative-qualitative analysis methods. The results showed that the contracts in this essay does not apply the provision of Article 18 Regulation number 8 year 1999 for including some exoneration clause within their electronic contract, which is forbidden by the provision of Article 18. | |
| 51753 | 50471 | C2C021056 | The mediating role of trust, brand image, and brand awareness of the effect of social media marketing on purchase intention | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemasaran media sosial terhadap minat beli pengguna layanan shopeefood di Purwokerto dengan kepercayaan, citra merek dan kesadaran merek sebagai variabel mediasi. Alat analisis pada penelitian menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner tertutup melalui google form kepada 160 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel social media marketing, kepercayaan, dan citra merek berpengaruh positif terhadap minat beli sedangkan kesadaran merek tidak berpengaruh terhadap minat beli. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa kepercayaan dan citra merek berperan dalam memediasi hubungan antara pemasaran media sosial dan minat beli. Sedangkan, variabel kesadaran merek tidak berperan dalam memediasi hubungan antara pemasaran media sosial dan minat beli. | This study aims to determine how the influence of social media marketing on the purchase intention of shopeefood service users in Purwokerto with trust, brand image and brand awareness as mediating variables. The analytical tool in this study uses the Partial Least Square (PLS) approach using SmartPLS software. Sampling using purposive sampling technique. The data collection method in this study was using a closed questionnaire via google form to 160 respondents. The results of this study indicate that the variables of social media marketing, trust, and brand image have a positive effect on purchase intention while brand awareness has no effect on buying interest. The results of this study also found that trust and brand image play a role in mediating the relationship between social media marketing and purchase intention. Meanwhile, the brand awareness variable does not play a role in mediating the relationship between social media marketing and purchase intention. | |
| 51754 | 48876 | C2C023047 | PENGARUH KONFLIK KERJA-STUDI, KETERIKATAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA, MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI : STUDI PADA MAHASISWA PEKERJA SISTEM PART-TIME DI UMKM WILAYAH PURWOKERTO | Pertumbuhan UMKM di Purwokerto mendorong peningkatan jumlah mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja berpotensi menimbulkan konflik kerja-studi yang berdampak pada kepuasan dan kinerja kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Konflik Kerja-Studi, Keterikatan Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Mahasiswa Pekerja Part-time, dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 213 responden dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa Keterikatan Kerja dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja. Konflik Kerja-Studi berpengaruh negatif signifikan terhadap Kepuasan Kerja, namun tidak berpengaruh langsung terhadap Kinerja. Kepuasan Kerja terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara Keterikatan Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja. Selain itu, Kepuasan Kerja menjadi jalur mediasi yang memperkuat dampak negatif Konflik Kerja-Studi terhadap Kinerja, di mana konflik tersebut menurunkan kepuasan kerja, yang pada akhirnya menurunkan kinerja. Temuan ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan memperkuat keterikatan kerja guna meningkatkan kinerja mahasiswa pekerja part-time di sektor UMKM. | The growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Purwokerto has contributed to an increase in the number of students engaging in part-time employment. The dual roles of being both a student and a worker may give rise to work-study conflict, which can adversely affect job satisfaction and job performance. This study aims to examine the influence of Work-Study Conflict, Work Engagement, and Work Environment on the Job Performance of Part-Time Working Students, with Job Satisfaction as a mediating variable. A quantitative approach was employed, utilizing a survey method involving 213 respondents. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that both Work Engagement and Work Environment have a significant positive effect on Job Satisfaction and Job Performance. Work-Study Conflict has a significant negative effect on Job Satisfaction, but does not directly affect Job Performance. Job Satisfaction is found to significantly mediate the relationships between Work Engagement and Work Environment with Job Performance. Furthermore, Job Satisfaction serves as a mediating pathway that amplifies the negative impact of Work-Study Conflict on Job Performance, wherein such conflict reduces job satisfaction, ultimately leading to lower performance. These findings underscore the importance of fostering a supportive work environment and enhancing work engagement to improve the job performance of part-time working students in the MSME sector. | |
| 51755 | 48641 | I1C021007 | Penetapan Mutu Simplisia Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) dari Desa Kebumen Kecamatan Baturaden sebagai Bahan Obat Tradisional | Latar Belakang : Penggunaan obat dari bahan alam telah lama dilakukan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) adalah salah satu tanaman yang dikenal mengandung senyawa bioaktif yang memiliki potensi farmakologis. Penggunaan obat tradisional yang terus meningkat, perlu standardisasi untuk memastikan kualitas dan keamanan bahan baku. Standardisasi meliputi parameter spesifik dan parameter non spesifik. Metodologi : Penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium berdasarkan parameter spesifik meliputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, kadar fenol total, kadar flavonoid total serta parameter non spesifik meliputi susut pengeringan, kadar abu dan kadar abu tidak larut asam Hasil Penelitian : Pengamatan makroskopik simplisia menunjukkan kulit kayu manis berbentuk pipih, menggulung, dengan warna coklat kekuningan dan rasa manis serta aroma khas kayu manis. Pengamatan mikroskopik simplisia menunjukkan fragmen terdiri dari sel minyak, sklereida dan sel sklerenkim. Kadar sari larut etanol sebesar 25,13±4,66% sedangkan kadar sari larut air sebesar 9±0,36%. Kadar fenol total pada simplisia sebesar 61,08±3,55 mg GAE/g, kadar flavonoid total 40,32±3,64 mg QE/g. Susut pengeringan sebesar 9,71±0,15%, kadar abu total 3, 28 ±0,09%; dan kadar abu tidak larut asam 0,23±0,04%. Kesimpulan : Kayu manis memenuhi parameter spesifik berdasarkan pengamatan makroskopik, mikroskopik, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kadar fenol total, kadar flavonoid total serta parameter non spesifik seperti susut pengeringan, kadar abu serta kadar abu tidak larut asam sesuai persyaratan dari monografi resmi Farmakope Herbal Indonesia Kata Kunci : Simplisia, Kayu Manis (Cinnamomum burmanii), Parameter Spesifiik dan Non Spesifik | Background : The use of natural-based medicines has long been practiced for healing and health maintenance. Cinnamon (Cinnamomum burmanii) is one such plant known to contain bioactive compounds with pharmalogical potential. With the increasing use of traditional medicines, standardization is essential to ensure the quality and safety of raw materials. Standardization involves both specific and non-specific parameters. Methods : The experimental research was conducted in a laboratory based on specific parameters, including macroscopic, microscopic test, ethanol soluble extract content, water soluble extract content, total phenol content, and total flavonoid content, as well as non specific parameters such as loss drying, total ash content, and acid insoluble ash content Results : Macroscopic test of simplicia showed that the cinnamon bark is flat, curled, yellowish brown in color, with a sweet taste and a characteristic cinnamon aroma. Microscopic test was identified fragments consisting of oil cells, sclereids, and sclerenchyma cells. The ethanol soluble extract content was 25,13±4,66%, while the water soluble extract content was 9±0,36%. The total phenol content of the simplicia was 61,08±3,55 mg GAE/g, and the total flavonoid content was40,32±3,64 mg QE/g. The loss drying was 9,71±0,15%, total ash content was 3,28 ±0,09%, and the acid insoluble ash content was 0,23±0,04%. Conclusion : Cinnamon simplicia meets the requirements for specific parameters and non specific parameters in accordance with the requirements of the official monograph of the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. Keywords : Simplicia, Cinnamon (Cinnamomum burmanii), Specific and Non Specific Parameters | |
| 51756 | 38582 | C1A018024 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN MINUMAN ES KOPI SUSU PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Meminum kopi di kedai kopi atau café kini sudah menjadi tren atau kebiasaan baru bagi semua kalangan baik untuk anak muda maupun orang tua. Salah satu minuman kopi yang banyak diminati oleh konsumen café yaitu minuman es kopi susu, es kopi susu menjadi menu minuman utama yang dijual oleh café untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan oleh konsumen. Selain minuman kopi tentunya setiap café menyediakan menu minuman lainnya untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen, adapun menu minuman lainnya yang disediakan oleh cafe seperti seperti minuman dengan olahan dari susu, teh, dan soda. Mahasiswa memilih minuman es teh sebagai pengganti minuman es kopi susu, dikarenakan es teh yang dijual di café relatif terjangkau dibandingkan dengan minuman olahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga es kopi susu, harga minuman subtitusi, pendapatan, selera, dan mood terhdap permintaan minuman es kopi susu pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif serta teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan kuesioner dengan teknik analisis yaitu regresi liner berganda. Objek penelitian ini adalah mahasiswa FEB Unsoed dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 85 responden. Teknik pengambilan data yaitu menggunakan simple propotional random sampling. Lokasi penelitian ini berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel harga, harga minuman subtitusi, pendapatan, selera, dan mood secara bersama-sama berpengaruh terhadap permintaan minuman es kopi susu pada mahasiswa FEB Unsoed. Secara parsial variabel harga subtitusi, pendapatan, dan selera berpengaruh positif terhadap permintaan minuman es kopi susu pada mahasiswa FEB Unsoed, sedangkan variabel harga es kopi susu berpengaruh negatif terhadap permintaan es kopi susu pada mahasiswa FEB Unsoed. Dan variabel mood tidak berpengaruh terhadap permintaan minuman es kopi susu pada mahasiswa FEB Unsoed. Implikasi dari penelitian ini yaitu dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya saing produk, produsen atau café sebaliknya memperhatikan setiap aspek yang berkaitan dengan produk dan pelayanan. Upaya yang dapat dilakukan seperti meningkatkan kualitas produknya, pelayanan, dan menjaga cita rasa produk. Sehingga minuman es kopi susu diharapkan dapat bersaing dengan beragam olahan minuman lain. Kata kunci : permintaan, harga, harga minuman subtitusi, pendapatan, selera, mood, regresi linier berganda Meminum kopi di kedai kopi atau café kini sudah menjadi tren atau kebiasaan baru bagi semua kalangan baik untuk anak muda maupun orang tua. Salah satu minuman kopi yang banyak diminati oleh konsumen café yaitu minuman es kopi susu, es kopi susu menjadi menu minuman utama yang dijual oleh café untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan oleh konsumen. Selain minuman kopi tentunya setiap café menyediakan menu minuman lainnya untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen, adapun menu minuman lainnya yang disediakan oleh cafe seperti seperti minuman dengan olahan dari susu, teh, dan soda. Mahasiswa memilih minuman es teh sebagai pengganti minuman es kopi susu, dikarenakan es teh yang dijual di café relatif terjangkau dibandingkan dengan minuman olahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga es kopi susu, harga minuman subtitusi, pendapatan, selera, dan mood terhdap permintaan minuman es kopi susu pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif serta teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan kuesioner dengan teknik analisis yaitu regresi liner berganda. Objek penelitian ini adalah mahasiswa FEB Unsoed dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 85 responden. Teknik pengambilan data yaitu menggunakan simple propotional random sampling. Lokasi penelitian ini berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel harga, harga minuman subtitusi, pendapatan, selera, dan mood secara bersama-sama berpengaruh terhadap permintaan minuman es kopi susu pada mahasiswa FEB Unsoed. Secara parsial variabel harga subtitusi, pendapatan, dan selera berpengaruh positif terhadap permintaan minuman es kopi susu pada mahasiswa FEB Unsoed, sedangkan variabel harga es kopi susu berpengaruh negatif terhadap permintaan es kopi susu pada mahasiswa FEB Unsoed. Dan variabel mood tidak berpengaruh terhadap permintaan minuman es kopi susu pada mahasiswa FEB Unsoed. Implikasi dari penelitian ini yaitu dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya saing produk, produsen atau café sebaliknya memperhatikan setiap aspek yang berkaitan dengan produk dan pelayanan. Upaya yang dapat dilakukan seperti meningkatkan kualitas produknya, pelayanan, dan menjaga cita rasa produk. Sehingga minuman es kopi susu diharapkan dapat bersaing dengan beragam olahan minuman lain. | Drinking coffee in a coffee shop or café has now become a new trend or habit for all people, both for young people and the elderly. One of the coffee drinks that is in great demand by café consumers is iced coffee milk, iced coffee milk is the main drink menu sold by cafés to meet consumer needs or requests. In addition to coffee drinks, of course, each cafe provides a menu of other drinks to meet consumer needs or requests, as for other drink menus provided by cafes such as drinks made from milk, tea and soda. Students choose iced tea drinks as a substitute for iced coffee milk drinks, because iced tea sold in cafes is relatively affordable compared to other processed drinks. This study aims to analyze the price of iced coffee milk, the price of substitute drinks, income, tastes, and moods on the demand for iced coffee milk drinks among students of the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University. This study used quantitative methods and data collection techniques by means of interviews and questionnaires with an analytical technique, namely multiple linear regression. The object of this study were FEB Unsoed students with a total sample of 85 respondents. The data collection technique is using simple proportional random sampling. The location of this research is at the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University. The results of this study indicate that the variables of price, price of substitute drinks, income, taste, and mood jointly affect the demand for iced coffee milk drinks among FEB Unsoed students. Partially, the substitution price, income, and taste variables have a positive effect on the demand for iced coffee milk drinks for FEB Unsoed students, while the price variable for iced coffee milk has a negative effect on the demand for iced coffee milk for FEB Unsoed students. And the mood variable has no effect on the demand for iced coffee milk drinks for FEB Unsoed students. The implication of this research is that in an effort to increase customer satisfaction and product competitiveness, producers or cafes on the other hand pay attention to every aspect related to products and services. Efforts that can be made such as improving product quality, service, and maintaining the taste of the product. So that ice coffee milk drinks are expected to compete with various other processed drinks. | |
| 51757 | 31402 | J1B016038 | Register dalam Role Play (RP) Kpop dan Anime pada Media Sosial Twitter (Kajian Sosiolinguistik) | Penelitian ini berjudul “Register dalam Role Play (RP) Kpop dan Anime pada media sosial Twitter (Kajian Sosiolinguistik)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk register, makna yang terkandung dalam register, baik makna leksikal dan kontekstual, serta fungsi bahasa yang termuat di dalam register Role Play Kpop dan Anime pada media sosial Twitter. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian adalah tuturan yang merupakan unggahan dari autobase dan pemain Role Play. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode simak yang diwujudkan dengan teknik dasar teknik sadap, sementara teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu. Teknik lanjutannya, berupa teknik hubung banding memperbedakan. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan berupa metode secara informal dan formal. Hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 48 data yang mengandung register Role Play (RP) Kpop dan Anime. Dari jumlah data yang ditemukan, terbagi berdasarkan bentuk register. 11 data berupa bentuk register kata tunggal, 2 data berupa kata berafiks, 2 data yang merupakan kata majemuk, 5 data berupa penggalan, 14 data berupa bentuk singkatan, 7 data berupa bentuk akronim, 2 data berupa bentuk hibrida, serta bentuk variasi seperti angka sebagai pengganti suku kata, kombinasi angka dan huruf, serta gabungan penggalan dan singkatan berjumlah 4 data. Register yang ditemukan dalam Role Play melalui data tuturan pada unggahan autobase memiliki fungsi bahasa yang berbeda tergantung konteksnya. Fungsi bahasa register yang paling banyak ditemukan adalah fungsi heuristik, sebanyak 27 data. Fungsi bahasa lain yang ditemukan adalah fungsi instrumental, regulatori, informatif, interaksi, khayalan atau imajinasi, dan fungsi paling sedikit ditemukan adalah fungsi personal. Selain itu, ada beberapa data tuturan yang mengandung fungsi bahasa lebih dari satu. | This research is entitled “Registers in KPop and Anime Role Play on Twitter (Sociolinguistic Study)”. This study aims to describe the form of registers, the meaning intended--both lexical and contextual, as well as the linguistic function intended within the registers of the KPop and Anime Role Play itself on Twitter. This research is conducted in a qualitative descriptive method. The research data are taken from the speech posted through an autobase and from the Roleplayers itself. An observation method which is realized by the basics of tapping techniques is the method used in collecting the data required for this study, whereas the advanced technique used is note-taking technique. For data analysis, an equivalent method with the basic techniques in sorting the determinants is used in this research. The advanced technique is in the form of appeal-differentiation techniques. In presenting the result of data analysis, the methods used are in the form of formal and informal. This study found around 48 supporting data regarding the registers of KPop and Anime Role Play (RP). From information found, those all divided into the several forms of register. 11 data in the form of single-word register, 2 data in the form of words with an affix, 2 data in the form of compound words, 5 data in the form of fragmented words, 14 data in the form of abbreviations, 7 data in the form of acronym, 2 data in the form of hybrid words, as well as variegated forms such as substitute syllables, combinations of numbers and letters, and a combination of fragments and abbreviations totalling 4 data. The registers found in Role Play from speech data posted through autobase have different linguistic functions depending on its contexts. The most common linguistic function register is heuristic function, with 27 supporting data found. The other linguistic functions found are instrumental, regulatory, interaction, and imaginary functions, while the function that is least found is personal function. However, there are several speech data which contain more than one linguistic function. | |
| 51758 | 45372 | D1A020128 | KERUGIAN EKONOMI PETERNAK SAPI POTONG AKIBAT PMK di KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang PMK dan kemudahan akses pengobatan serta kerugian ekonomi peternak sapi potong di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak sapi potong di Kabupaten Kebumen yang ternaknya terkena PMK. Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling. Penentuan jumlah sampel secara sensus sebanyak 120 orang peternak. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan rank spearmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peternak tentang PMK dengan kategori tinggi (38,33%) akses pengobatan tergolong mudah dan rata-rata kerugian ekonomi peternak selama PMK di Kabupaten Kebumen sebesar Rp 11.255.667 per peternak. Hasil analisis Rank Spearmen menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang PMK tidak berhubungan dengan kerugian ekonomi peternak sapi potong di Kabupaten Kebumen, sedangkan kemudahan akses pengobatan berhubungan dengan kerugian ekonomi peternak sapi potong di Kabupaten Kebumen. | This research aims to determine the relationship between the level of knowledge about PMK and ease of access to treatment with the economic losses of beef cattle farmers in Kebumen Regency. This research uses a survey method. The target of this research is beef cattle breeders in Kebumen Regency whose livestock are affected by PMK. Location determination is based on purposive sampling. Determining the sample size by census was 120 breeders. Data analysis uses descriptive analysis and spearmen rank analysis. The results of the research show that the level of farmer knowledge about PMK is in the high category (38.33%) with access to treatment in Kebumen Regency being relatively easy and the average economic loss in Kebumen Regency is IDR 11,255,667. The results of the Spearmen Rank analysis show that the level of knowledge about PMK does not significantly influence the economic losses of beef cattle breeders in Kebumen Regency. Meanwhile, easy access to treatment has a significant impact on the economic losses of beef cattle farmers in Kebumen Regency. Economic losses due to PMK can be minimized by increasing access to treatment for farmers. | |
| 51759 | 47000 | I1E021024 | PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN RENANG BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) UNTUK HASIL BELAJAR | Latar Belakang: Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan pada materi renang saat ini masih menggunakan metode konvensional dengan mengandalkan buku dan alat bantu sederhana. Media pembelajaran interaktif berbasis teknologi dapat mendukung proses belajar yang lebih menarik dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono. Tahapan pengembangan meliputi identifikasi masalah, pengumpulan informasi, desain produk, validasi ahli, uji coba produk, revisi, uji coba pemakaian, dan uji efektivitas. Penelitian melibatkan sampel siswa kelas VII dari SMP Negeri 1 Purwokerto dan SMP Negeri 9 Purwokerto. Instrumen penelitian untuk media dikumpulkan melalui angket validasi serta penilaian dari siswa dan guru, sementara aspek kognitif diukur menggunakan soal-soal yang telah melalui uji validitas. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta uji efektivitas dengan metode kuasi-eksperimen untuk mengevaluasi pengaruh media pembelajaran berbasis Augmented Reality terhadap hasil belajar siswa. Hasil Penelitian: Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Augmented Reality ini sangat layak digunakan, dengan penilaian dari ahli materi sebesar 88%, ahli media 86,67%, dan ahli bahasa 100%. Penilaian dari siswa mencapai 93,46%, sedangkan penilaian dari guru sebesar 96%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua kelompok siswa. Uji efektivitas mengungkapkan bahwa media ini memberikan peningkatan signifikan terhadap hasil belajar siswa, dengan nilai signifikansi 0,000. Media ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada materi renang. Kesimpulan: Media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) merupakan solusi inovatif yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital. Kata Kunci: Augmented Reality, media pembelajaran, renang, hasil belajar, pendidikan jasmani | Background: The teaching of Physical Education, Sports, and Health for swimming materials currently relies on conventional methods, such as textbooks and simple teaching aids. Interactive, technology-based learning media have not yet been implemented to support a more engaging and effective learning process. This study aims to develop interactive learning media based on Augmented Reality (AR) that is expected to significantly improve students' learning outcomes. Methodology: This research employed the Research and Development (R&D) method with the Sugiyono development model. The development stages included problem identification, information gathering, product design, expert validation, product trials, revisions, usage trials, and effectiveness testing. The study involved Grade VII students from SMP Negeri 1 Purwokerto and SMP Negeri 9 Purwokerto as the sample. Research instruments for the media were collected through validation questionnaires and evaluations from students and teachers, while cognitive aspects were assessed using validated test items. Data were analyzed using validity and reliability tests, as well as effectiveness testing through a quasi-experimental method to evaluate the impact of Augmented Reality-based learning media on students' learning outcomes. Results: Validation results showed that the Augmented Reality-based learning media is highly feasible for use, with ratings from subject matter experts at 88%, media experts at 86.67%, and language experts at 100%. Student evaluations reached 93.46%, while teacher evaluations scored 96%. The findings indicated a significant improvement in learning outcomes for both student groups. The effectiveness test revealed that the media significantly enhanced students' learning outcomes, with a significance value of 0.000. This media was proven effective, particularly in improving learning outcomes in swimming. Conclusion: Augmented Reality (AR)-based learning media is an innovative solution capable of enhancing students' learning outcomes by providing a more engaging, interactive, and relevant learning experience tailored to the needs of education in the digital era. Keywords: Augmented Reality, learning media, swimming, learning outcomes, physical education | |
| 51760 | 26165 | E1A015266 | PENERAPAN PASAL 2 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG DALAM KASUS KEPAILITAN PT. NJONJA MENEER (Putusan Pengadilan Niaga Semarang Nomor 11/Pdt.Sus-Pailit/2017/Pn Niaga Smg) | Kepailitan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan peristiwa keadaan berhenti membayar utang-utang debitur yang telah jatuh tempo. Syarat untuk mengajukan permohonan pailit tercantum dalam Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang diantaranya, adanya dua kreditur atau lebih, adanya utang, dan utang telah jatuh waktu dan dapat ditagih. Penelitian ini membahas mengenai penerapan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dalam kasus kepailitan PT. Njonja Meneer (Putusan Pengadilan Niaga Semarang Nomor 11/Pdt.Sus-Pailit/2017/Pn Niaga Smg). Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa putusan pengadilan. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka berupa peraturan perundang-undangan, literature dan jurnal hukum yang relevan yang kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam putusan pailit nomor: 11/Pdt.Sus-Pailit/2017/PN.Niaga.Smg terhadap PT. Njonja Meneer tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Hal ini karena syarat debitur tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih belum terpenuhi. Jika syarat permohonan pailit menurut Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang tidak terpenuhi, maka debitur tidak bisa dinyatakan pailit. | Bancrupty was everything related to curcumtanse in which debitor stopped paying debitor that has matured. The condition to apply a bancrupty litted in Article 2 Paragraph 1 of Law of The Republic Indonesia Number 27 of 2004 on bancrupty and Suspension At Obligation For Payment Of Debt. Which is a debtor having two or more creditors and failing to pay at least one debt which has matured and became payable, shall be declared bankrupt through a Court decision, either at his own petition or at the request of one or more of his creditors. This research discussed about implementation on Article 2 Paragraph 1 of Law of The Republic Indonesia Number 27 of 2004 on bancrupty case of PT. Njonja Meneer (Distric-Commercial Court of Semarang Nomor 11/Pdt.Sus-Pailit/2017/Pn Niaga Smg). This research used juridist-normative as approachment method, the specification was descipritve which used court decision as secondary data. Library research such as law, literature and legal journal relevant to the research was used as data collection method in which then analysed by kualitative normative method. This research showed that the judge’s legal considerant in Distric-Commercial Court of Semarang Nomor 11/Pdt.Sus-Pailit/2017/Pn Niaga Smg was not completely with in anccordance with Article 2 Paragraph 1 of Law of The Republic Indonesia Number 27 of 2004 on bancrupty and Suspension At Obligation For Payment Of Debt because the condition in debitor did not pay one debt that has matured and could be collected was not fulfilled. If the condition for bankcrupty according with Article 2 Paragraph 1 of Law of The Republic Indonesia Number 27 of 2004 on bancrupty and Suspension At Obligation For Payment Of Debt was not fullfilled, then debitor could not be declarated bankcrupty |