Artikelilmiahs
Menampilkan 51.641-51.660 dari 52.044 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 51641 | 11123 | A1C010011 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM BERUSAHATANI PADI ORGANIK DI KABUPATEN BANYUMAS | Perilaku petani dalam pengambilan keputusan untuk melakukan usahatani padi organik dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu permasalahan yang dihadapi petani padi organik di Kabupaten Banyumas adalah kurang mendukungnya kondisi eksternal bagi petani, seperti tidak tersedianya fasilitas pemasaran dan kurangnya pembinaan terhadap petani. Upaya dalam menangani masalah tersebut adalah perlunya menjalin kemitraan dengan pihak yang siap menampung hasil panen usahatani padi organik tanpa harus menjualnya melalui tengkulak, agar petani padi organik yang sudah mengusahakan padi organik dapat terserap produknya dan dapat menguntungkan petani dilihat dari segi ekonominya. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui besarnya biaya dan pendapatan yang diterima petani dalam usahatani padi organik di Kabupaten Banyumas dan (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan petani dalam berusahatani padi organik di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sumbang, Kedungbanteng, Baturraden dan Pekuncen pada bulan September 2014 sampai dengan Oktober 2014. Lokasi penelitian dipilih secara purposive dengan pertimbangan kecamatan tersebut merupakan sentra produksi padi organik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel dilakukan dengan sensus, terhadap 35 responden. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan teknik wawancara menggunakan kuisioner. Metode analisis yang digunakan adalah (1) Analisis biaya dan pendapatan (2) Likert’s Summated Ratings (LSR) (3) Metode Successive Interval (MSI) (4) Uji asumsi klasik dan (5) Analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata per hektar padi organik di Kabupaten Banyumas adalah Rp.21.631.221,16 dan biaya produksi rata-rata per hektar sebesar Rp.9.694.066,00, sehingga pendapatan bersih yang diterima adalah Rp.11.937.155,16 per hektar. Variabel peran keluarga, minat, kemudahan sarana produksi, harga, dan hasil produksi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap keputusan petani karena memiliki hubungan yang bersifat positif, sedangkan pengalaman sebelumnya dan kemudahan pemasaran berpengaruh nyata namun memiliki hubungan yang bersifat negatif terhadap keputusan petani. Berbeda dengan variabel hubungan sesama petani, peranan media informasi, dan kemudahan budidaya berpengaruh tidak nyata terhadap keputusan petani dalam melakukan usahatani padi organik di Kabupaten Banyumas. | The behavior of farmers in decision to do the organic rice farming is influenced by several factors, both internal factors and external factors. One of the problems organic rice farmers in Banyumas is less support farmers external conditions, such as not availability of marketing facilities and the lack of guidance to farmers. Efforts to problem solving is needy to establish partnerships with parties who are ready to accommodate the harvest of organic rice farming without having to sell through middlemen, so that organic rice farmers cultivate organic rice has absorbed its products and can benefit farmers of economy aspect. The research aimed to (1) Knowing the amount of costs and revenues that received by farmers in organic rice farming in banyumas (2) Analyze factors that influence the farmer’s decisions of farming organic rice in banyumas regency. The research was conducted at Sumbang, Kedungbanteng and Baturraden District in Banyumas Regency on September 2014 to October 2014.This research area is choseen purposively because the district is organic rice production centers. The method used of this research was survey. Sampling is done by sensus, 35 samples. Data is collected by observation and interview techniques toward using questionnaires. The Analysis method used is (1) Costs and revenues (2) Likert's Summated Ratings (LSR) (3) Method Successive Interval (MSI) (4) The classical assumption test and (5) Multiple regression analysis. Results of the research showed that average gain per hectare of organic rice in Banyumas Regency is Rp.21.631.221,16 and average production cost per hectare is Rp.9.694.066,00 so that the net income received is Rp.11.937.155,16 per hectare. Variable family roles, interests, ease of production facilities, prices, and production result significant effect on the farmer's decision because it has a positive relationship, whereas previous experience and ease of significant marketing but have negative correlation to the decision of farmers. In contrast to the variable relationship between farmers, the role of media information, and ease of cultivation effect is not noticeable to the decisions of farmers in conducting organic rice farming in Banyumas. | |
| 51642 | 43126 | A1G020006 | Analisis Permintaan Konsumen terhadap Minyak Goreng Kemasan di Kabupaten Kebumen | Minyak goreng merupakan salah satu komoditas bahan pangan pokok yang dikonsumsi oleh hampir seluruh rumah tangga di Indonesia. Permintaan minyak goreng di Indonesia meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk tidak diikuti dengan ketersediaan minyak goreng yang cukup di pasaran. Kelangkaan menyebabkan harga jual minyak goreng di Kabupaten Kebumen menjadi tidak stabil sehingga konsumen juga mencari barang yang relatif sama tetapi harga lebih terjangkau oleh mereka. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis pengaruh harga minyak goreng kemasan, harga minyak goreng curah, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan formal, dan tingkat pendapatan rumah tangga terhadap permintaan minyak goreng kemasan serta menghitung elastisitas permintaan minyak goreng kemasan di Kabupaten Kebumen. Penelitian dilaksanakan di Pasar Wonokriyo Gombong, Pasar Karanganyar, dan Pasar Tumenggungan Kebumen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2023. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik non probability sampling berupa accidental sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, dan analisis elastisitas permintaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor harga minyak goreng kemasan, harga minyak goreng curah, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan formal, dan tingkat pendapatan rumah tangga secara bersama-sama berpengaruh terhadap permintaan minyak goreng kemasan di Kabupaten Kebumen. Faktor harga minyak goreng kemasan, jumlah anggota keluarga, dan tingkat pendapatan rumah tangga berpengaruh secara parsial terhadap permintaan minyak goreng kemasan. Elastisitas harga terhadap permintaan minyak goreng kemasan sebesar -2,39107429 yang berarti elastis, elastisitas silang menunjukkan bahwa minyak goreng curah merupakan barang subsitusi dari minyak goreng kemasan karena bernilai positif yaitu 2,852432. Sedangkan elastisitas pendapatan bernilai 0,122373029 berarti minyak goreng kemasan adalah barang normal dan merupakan kebutuhan pokok. | Cooking oil is a staple food commodity consumed by almost all households in Indonesia. The demand for cooking oil in Indonesia increases along with the increase in population, not accompanied by the availability of sufficient cooking oil on the market. The scarcity causes the selling price of cooking oil in Kebumen Regency to become unstable so that consumers are also looking for goods that are relatively the same but at prices that are more affordable for them. The aim of the research is to analyze the influence of packaged cooking oil prices, bulk cooking oil prices, number of family members, formal education level, and household income level on demand for packaged cooking oil and calculate the elasticity of demand for packaged cooking oil in Kebumen Regency. The research was carried out at Wonokriyo Gombong Market, Karanganyar Market, and Tumenggungan Market, Kebumen. This research was carried out from June to July 2023. The research method was carried out using a survey method, while the sampling technique used was a non-probability sampling technique in the form of accidental sampling. The number of samples taken in this research was 100 respondents. The analytical methods used are descriptive analysis, multiple linear regression analysis, and demand elasticity analysis. The research results show that the factors of packaged cooking oil price, bulk cooking oil price, number of family members, formal education level, and household income level together influence the demand for packaged cooking oil in Kebumen Regency. The price factors for packaged cooking oil, number of family members, and household income level partially influence demand for packaged cooking oil. The price elasticity of demand for packaged cooking oil is -2.39107429, which means it is elastic, cross elasticity shows that bulk cooking oil is a substitute for packaged cooking oil because it has a positive value, namely 2.852432. Meanwhile, the income elasticity is 0.122373029, meaning that packaged cooking oil is a normal item and is a basic need. | |
| 51643 | 17685 | B1J012086 | SURVEI NYAMUK Culex spp. SEBAGAI VEKTOR FILARIASIS DI DESA CISAYONG, KECAMATAN CISAYONG, KABUPATEN TASIKMALAYA | Filariasis limfatik merupakan penyakit disebabkan oleh cacing filaria Wuchereria brancofti, Brugia malayi, dan Brugia timori yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening. Cx. quinquefasciatus merupakan vektor filariasis bancrofti di daerah urban. Kecamatan Cisayong endemis filariasis dengan Microfilaria rate >1%. Eliminasi filariasis di Indonesia ditetapkan dua pilar kegiatan yaitu pemberian obat massal pencegahan filariasis (POMP filariasis) di daerah endemis dan pengendalian vektor. Pengendalian vektor dan potensi vektor dalam penularan filariasis dapat diketahui melalui berbagai hal diantaranya dengan mengetahui spesies Culex, infection rate, parity rate dan kepadatan larva Culex.Tujuan penelitian yaitu mengetahui spesies nyamuk Culex, infection rate, parity rate, dan kepadatan larva nyamuk Culex. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dengan teknik cluster sampling. Kelompok (Cluster) dalam penelitian ini yaitu RT berjumlah 39 RT yang ada di Desa Cisayong. Penangkapan sampel nyamuk dilakukan di 9 kelompok (RT) yang terpilih. Pengambilan sampel dilakukan pada malam hari pukul 18.00-00.00 WIB. Hasil penelitan menujukkan bahwa spesies Culex yang ditangkap di Desa Cisayog diantaranya Cx. quinquefasciatus, Cx. hutchinsoni , Cx. sitien , Cx. vishnui , Cx. pseudovishnui , Cx. tritaeniorinchus dan Cx. gelidus, infection rate 0%, sementara itu, parity rate Cx. quinquefasciatus 66%, Cx. hutchinsoni 17%, Cx. sitien 68%, Cx. vishnui 55%, Cx. pseudovishnui 21%, Cx. tritaeniorinchus 53%, dan Cx. gelidus 54%. Kepadatan larva Culex sp. yaitu 3,38/cidukan. | Lymphatic filariasis is a disease caused by the filarial worm Wuchereria brancofti, Brugia malayi, and Brugia timori that attack lymph and lymph nodes. Cx. quinquefasciatus is a vector of filarial bancroftiin urban area. Subdistrict Cisayong as endemic filariasis area with microfilaria rate in> 1%. Elimination of Filariasis in Indonesia was done in two methods such as filariasis mass drug administration in endemic areas and vectorcontrol. Vector control and potential transmission of filariasis needs some information including infection rate, parity rate and density of Culex larvae. The purpose of research are to observe the spesies of Culex mosquitoes, infection rate, parity rate, and density of Culex mosquito larvae.The method is a survey method using cluster sampling method. The cluster in this research are 39 RT in Cisayong village. Mosquitoes was catched from 9 groups (RT) which is elected. Sampling was conducted in the night at 18:00 to 00:00 pm.The results shows that the spesiesof Culex were catched in Cisayong including Cx. quinquefasciatus, Cx. hutchinsoni, Cx. sitien, Cx. vishnui, Cx. pseudovishnui, Cx. tritaeniorinchus, dan Cx gelidus, infection rate is 0%, while of parity rate Cx. quinquefasciatus 66%, Cx. hutchinsoni 17%, Cx. sitien 68%, Cx. vishnui 55%, Cx. pseudovishnui 21%, Cx. tritaeniorinchus 53%, and Cx. gelidus 54% respectively. The density of Culex sp. larvae is 3,38/dipper. | |
| 51644 | 14576 | C1A012043 | ANALISIS SUBSEKTOR PERTANIAN UNGGULAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2009-2013 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor unggulan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2009-2013. Untuk menganalisis subsektor basis dan non-basis pada subsektor pertanian setiap kabupaten/kota diukur dengan analisis Location Quotient (LQ), untuk menganalisis Pertumbuhan Proportional dan Pertumbuhan Pangasa Wilayah digunakan analisis Shift Share, sedangkan untuk membandingkan pertumbuhan subsektor wilayah diukur menggunakan Model Rasio Pertumbuhan (MRP), dan untuk melihat deskripsi kegiatan ekonomi kabupaten/kota digunakan analisis Overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsektor basis menyebar dan bervariasi di masing-masing kabupaten/kota. Subsektor peternakan memiliki PP yang positif dan PPW yang negatif. Subsektor pertanian yang mempunyai pertumbuhan positif pada sebagian besar wilayah kabupaten, meyebar pada subsektor perikanan, tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Sedangkan untuk wilayah kota menyebar pada subsektor perikanan, peternakan, perkebunan, dan tanaman pangan. Walaupun masing-masing kabupaten/kota tersebut memiliki subsektor yang dominan pertumbuhannya secara bervariasi. Dan deskripsi ekonomi dari setiap kabupaten/kota banyak terdapat pada subsektor yang potensial. | This study aimed to analyze the leading sectors in the district/city in Central Java Province in 2009-2013. To analyze subsector base and non-base in the agriculture sector every regency/city is measured by Location Quotient (LQ), to analyze the growth of Proportional and Growth Share of Region used the analysis of shift share, while in comparing the growth subsectors area was measured by used a Model Growth Ratio (MRP ), and for a description of the economic activities of the district/city use Overlay analysis. The results showed that the sub-sector basis and vary widely spread in each district/city. PP livestock sub-sector has a positive and negative PPW. Agricultural subsectors that have positive growth in most districts scattered in the fisheries subsector, crops, plantations, livestock and fisheries. As for areas of the city spread out on the fisheries subsector, livestock, crops, and crops. Although each district / city has a dominant sub-sector growth are varied. And economic descriptions of each district / city there is lots of potential subsectors. | |
| 51645 | 40513 | F1A019053 | KONFLIK ANTARA MASYARAKAT DESA WADAS DENGAN PEMERINTAH DALAM PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENER | Penelitian ini mengkaji tentang konflik sosial yang terjadi antara masyarakat Desa Wadas dengan pemerintah dalam proyek pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dan terjadinya konflik di Desa Wadas serta mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik yang terjadi antara masyarakat Desa Wadas dengan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan instrumen wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Dalam pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik terjadi karena adanya rencana penambangan batu andesit di Desa Wadas. Sikap penolakan dari masyarakat Desa Wadas disebabkan oleh kekhawatiran akan hilangnya sumber mata pencaharian, kerusakan lingkungan, dan timbul bencana alam. Pada konflik yang terjadi di Desa Wadas telah melalui empat tahap, yakni pra konflik, konfrontasi, krisis, dan pasca konflik. Konflik ini menimbulkan dua bentuk konflik, yaitu konflik vertikal antara masyarakat Desa Wadas dengan pemerintah, dan konflik horizontal antara masyarakat Desa Wadas pihak pro dan masyarakat Desa Wadas pihak kontra. Konflik yang terjadi di Desa Wadas berdampak terhadap bidang sosial, budaya dan ekonomi. | This study examines the social conflict that occurred between the people of Wadas Village and the government in the Bener Dam construction project in Purworejo Regency. The purpose of this study is to determine the causes and occurrences of conflicts in Wadas Village and describe the forms of conflict that occur between the people of Wadas Village and the government. This study used descriptive qualitative methods by utilizing interview, observation and documentation instruments as data collection techniques. In the selection of informants, this study used purposive sampling techniques. The results showed that the conflict occurred due to a plan to mine andesite stone in Wadas Village. The rejection of the people of Wadas Village is caused by concerns about the loss of livelihoods, environmental damage, and natural disasters. The conflict that occurred in Wadas Village has gone through four stages, namely pre-conflict, confrontation, crisis, and post-conflict. This conflict caused two forms of conflict, namely vertical conflict between the people of Wadas Village and the government, and horizontal conflict between the people of Wadas Village the pro party and the people of Wadas Village the contra party. The conflict that occurred in Wadas Village had an impact on the social, cultural and economic fields. | |
| 51646 | 13896 | D1E012199 | KEEMPUKAN, pH, DAN TINGKAT KESUKAAN TERHADAP SOSIS DAGING AYAM BROILER YANG DISUBSTITUSI DAGING ITIK PETELUR AFKIR | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh substitusi daging itik petelur afkir untuk daging ayam broiler terhadap keempukan, pH, dan tingkat kesukaan sosis. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk pengujian keempukan dan pH dengan perlakuan yaitu perbandingan antara daging ayam broiler : daging itik petelur afkir, P1= 100% : 0%, P2= 75% : 25%, P3= 50% : 50%, P4= 25% : 75%, dan P5= 0% : 100% dengan empat kali ulangan. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan untuk menguji tingkat kesukaan dengan 16 panelis semi terlatih sebagai pengujinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempukan dan pH berpengaruh tidak nyata (P>0,05), dan uji tingkat kesukaan berbeda sangat nyata (P<0,01). Sosis 75% : 25% memiliki tingkat kesukaan paling tinggi. Sosis 100% : 0%, sosis 75% : 25% dan sosis 50% : 50% memiliki tingkat kesukaan sama tetapi sosis 100% : 0% sedikit dibawah tingkat kesukaan sosis 75% : 25% dan diatas tingkat kesukaan sosis 50% : 50%. Sosis 50% : 50% dan sosis 25% : 75% memiliki tingkat kesukaan sama tetapi sosis 25% : 75% sedikit dibawah tingkat kesukaan sosis 50% : 50%. Sosis 0% : 100% memiliki tingkat kesukaan paling rendah. Disimpulkan bahwa sosis daging ayam broiler yang disubstitusi dengan daging itik petelur afkir sampai dengan 100% memiliki keempukan dan pH yang sama, tetapi tingkat kesukaan semakin berkurang. | This research aimed to assess the effects of substituting culled laying duck meat for broiler chicken meat on the tenderness, pH and the organoleptics levels of the sausage. This experimental research used the Completely Randomized Design (CRD) to assess the tenderness and pH with several treatments consisting of different comparisons between broiler meat and culled laying duck meat which were, respectively, P1= 100% : 0%, P2= 75% : 25%, P3= 50% : 50%, P4= 25% : 75%, and P5= 0% : 100%, each of which was repeated four times. The Group Random Design (RAK) was used to measure the organoleptics level tested by 16 semi-trained panelists. The results showed that the substitution does not significantly affect (P>0.05) the tenderness and pH of the sausage, but it does significantly affect (P<0.01) the organoleptics level. The sausage at 75%: 25% has the highest organoleptics level. The sausage at 100%: 0%, 75%: 25% and that at 50%: 50% have the similar organoleptics levels but that of 100%: 0%, has lower ornaoleptics level than that at 75%: 25% and higher than that at 50%: 50%. The sausage at 50%: 50% and that at 25%: 75% have the same level organoleptics but the latter has lower organoleptics level than the former. Meanwhile the sausage at 0%: 100% has the lowest organoleptics level. It could be concluded that the substituting culled laying duck meat for broiler meat up to 100% has the same tenderness and pH, but it decrease the organoleptics level of the sausage. | |
| 51647 | 52335 | C1I022026 | THE EFFECT OF AUDIT STANDARD COMPLIANCE, AUDIT QUALITY CONTROL, AUDITOR INDEPENDENCE, AND THE USE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) ON AUDIT QUALITY AT PUBLIC ACCOUNTING FIRMS IN DKI JAKARTA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepatuhan terhadap standar audit, pengendalian mutu audit, independensi auditor, dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di DKI Jakarta. Kualitas audit memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap laporan keuangan, karena mencerminkan tingkat keandalan, akurasi, dan kredibilitas hasil audit yang digunakan oleh para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Di Indonesia, beberapa kasus pelanggaran audit, seperti sanksi yang diberikan oleh regulator kepada akuntan publik dan KAP, menunjukkan bahwa kualitas audit masih menjadi isu penting yang perlu dikaji lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini menguji faktor-faktor internal dalam audit serta perkembangan teknologi yang dapat memengaruhi kualitas audit di era digital saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada auditor eksternal yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria auditor yang memiliki pengalaman dalam kegiatan audit dan telah menggunakan Artificial Intelligence (AI) dalam proses audit. Sebanyak 107 kuesioner didistribusikan, dan setelah melalui proses seleksi data, sebanyak 93 responden dinyatakan memenuhi kriteria dan dapat digunakan dalam analisis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk menguji pengaruh variabel independen, yaitu kepatuhan terhadap standar audit, pengendalian mutu audit, independensi auditor, dan penggunaan Artificial Intelligence terhadap kualitas audit sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap standar audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Temuan ini menunjukkan bahwa auditor yang mematuhi standar audit cenderung menghasilkan laporan audit yang berkualitas tinggi. Kepatuhan tersebut memastikan bahwa prosedur audit dilakukan secara sistematis, sesuai dengan standar profesional, serta didukung oleh bukti audit yang memadai, sehingga meningkatkan keandalan hasil audit. Selain itu, pengendalian mutu audit juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pengendalian mutu yang efektif dalam KAP, seperti supervisi, monitoring, kepatuhan terhadap etika profesional, dan pelaksanaan penugasan yang tepat, mampu meningkatkan konsistensi dan kredibilitas hasil audit. Selanjutnya, penggunaan Artificial Intelligence (AI) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Temuan ini menunjukkan bahwa AI berperan sebagai alat pendukung yang mampu meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kemampuan analisis auditor. Penggunaan AI membantu auditor dalam memahami permasalahan audit secara lebih komprehensif, melakukan brainstorming, menganalisis kasus simulasi (dummy case), serta memperkuat skeptisisme profesional tanpa melibatkan data klien secara langsung. Dengan demikian, AI berkontribusi dalam meningkatkan kualitas audit melalui dukungan terhadap pengambilan keputusan yang lebih berbasis data dan bukti. Sebaliknya, independensi auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun independensi merupakan prinsip fundamental dalam auditing, variabel tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan dalam penelitian ini. Hal ini dapat dijelaskan oleh adanya homogenitas jawaban responden, di mana sebagian besar auditor telah dipersepsikan memiliki tingkat independensi yang tinggi. Akibatnya, variasi data pada variabel ini menjadi terbatas, sehingga kemampuan variabel independensi dalam menjelaskan perbedaan kualitas audit dalam model regresi menjadi lemah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas audit lebih banyak dipengaruhi oleh faktor operasional dan praktis, seperti kepatuhan terhadap standar audit, penerapan pengendalian mutu audit, serta penggunaan teknologi Artificial Intelligence dalam proses audit. Meskipun independensi auditor tetap merupakan fondasi etika yang penting, faktor tersebut tidak cukup sebagai satu-satunya penentu kualitas audit dalam konteks penelitian ini. Oleh karena itu, peningkatan kualitas audit perlu difokuskan pada penguatan kepatuhan terhadap standar audit, perbaikan sistem pengendalian mutu dalam KAP, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam praktik audit. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur auditing dengan menyajikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit di Indonesia, khususnya dengan memasukkan penggunaan Artificial Intelligence sebagai variabel yang relevan di era digital. Selain itu, penelitian ini juga memberikan implikasi praktis bagi regulator, Kantor Akuntan Publik, dan auditor untuk meningkatkan kualitas audit melalui penguatan kepatuhan, peningkatan sistem pengendalian mutu, serta pemanfaatan teknologi AI secara efektif dalam proses audit. Dengan demikian, peningkatan kualitas audit diharapkan dapat mendukung transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan. | This study aims to analyze the effect of audit standard compliance, audit quality control, auditor independence, and the use of Artificial Intelligence (AI) on audit quality at Public Accounting Firms (KAP) in DKI Jakarta. Audit quality plays a crucial role in maintaining public trust in financial statements, as it reflects the reliability, accuracy, and credibility of audit results used by stakeholders in decision-making. In Indonesia, several cases related to audit violations, such as sanctions imposed by regulators on public accountants and accounting firms, indicate that audit quality remains an important issue that requires further investigation. Therefore, this study examines both internal audit-related factors and technological developments that may influence audit quality in the current digital era. This research adopts a quantitative approach using a survey method. Primary data were collected through questionnaires distributed to external auditors working at Public Accounting Firms (KAP) in the DKI Jakarta area. The sampling technique used was purposive sampling, with criteria including auditors who have experience in audit activities and have utilized Artificial Intelligence (AI) in the audit process. A total of 107 questionnaires were distributed, and after data screening, 93 responses were considered valid and met the research criteria for further analysis. The collected data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS software to test the influence of the independent variables (audit standard compliance, audit quality control, auditor independence, and the use of Artificial Intelligence) on audit quality as the dependent variable. The results of this study indicate that audit standard compliance has a positive and significant effect on audit quality. This finding shows that auditors who comply with auditing standards are more likely to produce high-quality audit reports. Compliance ensures that audit procedures are carried out systematically, in accordance with professional standards, and supported by adequate audit evidence, thereby enhancing the reliability of audit outcomes. In addition, audit quality control also has a positive and significant effect on audit quality. This result suggests that the implementation of an effective quality control system within Public Accounting Firms—such as supervision, monitoring, adherence to ethical standards, and proper engagement performance—contributes to improving the consistency and credibility of audit results. The results of this study indicate that audit standard compliance has a positive and significant effect on audit quality. This finding shows that auditors who comply with auditing standards are more likely to produce high-quality audit reports. Compliance ensures that audit procedures are carried out systematically, in accordance with professional standards, and supported by adequate audit evidence, thereby enhancing the reliability of audit outcomes. In addition, audit quality control also has a positive and significant effect on audit quality. This result suggests that the implementation of an effective quality control system within Public Accounting Firms—such as supervision, monitoring, adherence to ethical standards, and proper engagement performance—contributes to improving the consistency and credibility of audit results. On the other hand, auditor independence does not have a significant effect on audit quality. This result indicates that, although independence is a fundamental principle in auditing, it does not significantly influence audit quality in this study. This finding can be explained by the relatively homogeneous responses among respondents, where most auditors are perceived to already have a high level of independence. As a result, the variation in this variable is limited, reducing its ability to explain differences in audit quality within the regression model. Overall, the findings of this study indicate that audit quality is significantly influenced by practical and operational factors such as compliance with audit standards, the implementation of audit quality control systems, and the use of Artificial Intelligence in the audit process. While auditor independence remains an essential ethical foundation, it is not sufficient as a single determinant of audit quality in the context of this research. These results highlight the importance of strengthening compliance with auditing standards, improving internal quality control systems within Public Accounting Firms, and optimizing the use of technology to enhance audit performance. This study contributes to the development of auditing literature by providing empirical evidence on the determinants of audit quality in Indonesia, particularly by integrating the use of Artificial Intelligence as a contemporary variable. In addition, this research provides practical implications for regulators, Public Accounting Firms, and auditors to improve audit quality through strengthening compliance, enhancing quality control mechanisms, and effectively utilizing AI in audit practices. Ultimately, improving audit quality is expected to support greater transparency, accountability, and public trust in financial reporting. | |
| 51648 | 55440 | B1A022049 | Perkembangan Testis dan Aktivitas Spermatogenik Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) Pascamijah yang Diberi Pakan dengan Kandungan Tepung Maggot (Hermetia illucens) | Ikan nilem (Osteochilus vitattus) merupakan spesies ikan air tawar dari keluarga Cyprinidae. Ikan nilem memiliki potensi ekonomi yang tinggi dikarenakan mudah untuk dibudidayakan serta memiliki tingkat kelangsungan hidup dan reproduksi yang tinggi. Salah satu tantangan utama dalam budi daya ikan nilem adalah rendahnya kualitas reproduksi ikan terutama pascamijah dikarenakan kualitas pakan yang digunakan. Perolehan hasil pembenihan ikan yang optimal dapat dicapai melalui upaya peningkatan kinerja reproduksi induk. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja reproduksi tersebut adalah dengan memperbaiki kualitas nutrisi pakan yang diberikan kepada induk. Kualitas nutrisi pakan berperan penting tidak hanya dalam mendukung pertumbuhan tubuh ikan, tetapi juga dalam menunjang proses reproduksi, terutama pencapaian kematangan gonad. Salah satu alternatif pakan bernutrisi tinggi saat ini yang telah banyak diteliti adalah maggot dari lalat Black Soldier Fly (Hermetia illucens). Maggot banyak dikenal karena kandungan proteinnya tinggi. Keunggulan dari penggunaan maggot dalam pakan juga dikarenakan maggot mengandung nutrisi asam amino, asam lemak dan mineral yang berfungsi untuk mempercepat reproduksi ikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perkembangan testis dan aktivitas spermatogenik ikan nilem (O. vitattus) pascamijah yang diberi pakan dengan kandungan tepung maggot (H. illucens). Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proporsi tepung maggot dalam pakan yang mampu mendukung pematangan kembali testis pascamijah. Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2025 - Juli 2026 dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persentase tepung maggot dalam pakan dan variabel terikat adalah kematangan gonad jantan ikan nilem. Parameter yang diamati adalah tingkat kematangan gonad (TKG), proporsi sel spermatogenik, gonadosomatic index (GSI), hepatosomatic index (HSI), bobot ikan nilem, dan kualitas air media pemeliharaan (pH dan temperatur). Data dianalisis dengan menggunakan One Way ANOVA pada taraf 5%. Data GSI dan HSI dianalisis uji korelasi dan regresi, serta data TKG dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan substitusi tepung maggot tidak berpengaruh terhadap TKG, yang menunjukkan bahwa TKG II terdapat pada perlakuan 3, sementara TKG III dan TKG IV ditemukan pada perlakuan 1 hingga 5. Proporsi sel spermatogenik yang diperoleh pada tiap perlakuan didominasi oleh tahap spermatogonia dan spermatosit pada perlakuan 3, spermatid pada perlakuan 1 dan 2, serta spermatozoa pada perlakuan 4 dan 5. Rata-rata nilai gonadosomatic index (GSI) tercatat sebesar 3,04 ± 1,39% hingga 4,44 ± 2,83%, dan hepatosomatic index (HSI) berkisar antara 1,36 ± 0,15% hingga 1,71 ± 0,50%. Pemberian pakan substitusi tepung maggot berpengaruh terhadap pertambahan bobot ikan nilem (Osteochilus vittatus) dengan kisaran 3,01 ± 4,75 g hingga 8,88 ± 6,87 g. Berdasarkan uji ANOVA, nilai proporsi sel spermatogenik GSI, dan HSI tidak menunjukkan perbedaan nyata. Hasil uji korelasi antara GSI dan HSI bersifat negatif (r = -0,40) dengan hubungan yang tidak signifikan (p = 0,0849). Dengan demikian, pemberian pakan substitusi tepung maggot memberikan respon yang seragam terhadap tingkat kematangan testis maupun proporsi sel spermatogenik ikan nilem pascamijah selama masa pemeliharaan enam minggu. | The Nilem fish (Osteochilus vittatus) is a freshwater species from the Cyprinidae Famili with high economic potential due to its ease of cultivation, high survival rate, and reproductive capacity. One of the main challenges in Nilem aquaculture is the low reproductive quality of broodstock after spawning, largely influenced by feed quality. Improving broodstock reproductive performance can be achieved by enhancing the nutritional quality of feed, which plays a crucial role not only in supporting growth but also in gonadal maturation. Black Soldier Fly (BSF) maggot (Hermetia illucens) has been widely studied as a high-protein feed alternative, containing essential amino acids, fatty acids, and minerals that support fish reproduction. This study aimed to evaluate testis development and spermatogenic activity of post-spawning Nilem fish fed diets containing BSF maggot meal. The experiment was conducted from Desember 2025 to June 2026 using a completely randomized design (CRD). The independent variable was the proportion of maggot meal in the diet, while the dependent variable was gonadal maturation of male Nilem fish. The observed parameters included gonadal maturity stage (TKG), gonadosomatic index (GSI), hepatosomatic index (HSI), spermatogenic cell proportions, fish body weight, and water quality (pH and temperature). Data were analyzed using one-way ANOVA at a 5% significance level, with correlation and regression tests for GSI and HSI, and descriptive analysis for TKG. Results showed that maggot meal substitution in the diet did not affect the testicular maturation stage (TKG), with TKG II observed in treatment 3, while TKG III and IV appeared in treatments 1 to 5. The spermatogenic cell proportions were dominated by spermatogonia and spermatocytes in treatment 3, spermatids in treatments 1 and 2, and spermatozoa in treatments 4 and 5. The average gonadosomatic index (GSI) ranged from 3.04 ± 1.39% to 4.44 ± 2.83%, while the hepatosomatic index (HSI) ranged from 1.36 ± 0.15% to 1.71 ± 0.50%. Maggot meal substitution influenced fish weight gain (3.01 ± 4.75 g to 8.88 ± 6.87 g), but ANOVA results showed no significant differences in spermatogenic cell proportions, GSI, or HSI. The correlation between GSI and HSI was negative (r = -0.40) and not significant (p = 0.0849). Thus, maggot meal substitution did not affect testis maturation or spermatogenic cell proportions of Osteochilus vittatus during six weeks of rearing after spawning. | |
| 51649 | 55444 | H1C022034 | Geologi Bawah Permukaan dan Estimasi Cadangan Hidrokarbon pada Lapisan Z-14, Formasi Cibulakan Atas, Cekungan Jawa Barat Utara | Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik petrofisika, memetakan kondisi geologi bawah permukaan, serta mengestimasi cadangan gas bumi pada reservoir karbonat Horizon Z-14, Lapangan Chima, Cekungan Jawa Barat Utara, menggunakan data seismik 3D dan well log. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa interval Z-14 merupakan reservoir utama yang berkembang sebagai carbonate reef buildup pada fase Mid Main Carbonate. Sesar normal membentuk struktur horst dan mengontrol perkembangan antiklin sebagai perangkap kombinasi struktur-stratigrafi. Perhitungan volumetrik dengan Recovery Factor 36% menghasilkan estimasi OGIP sebesar 35.698,67 MMSCF (P1), 42.949,82 MMSCF (P2), dan 64.707,70 MMSCF (P3), dengan estimasi Estimated Ultimate Recovery (EUR) masing-masing sebesar 12.851,52 MMSCF, 18.140,51 MMSCF, dan 44.390,67 MMSCF. Hasil ini menunjukkan potensi gas bumi pada reservoir Z-14 dengan tingkat kepastian yang berbeda berdasarkan ketersediaan dan kualitas data geologi-geofisika. | This study aims to evaluate petrophysical properties, characterize subsurface geological conditions, and estimate natural gas reserves in the Z-14 carbonate reservoir, Chima Field, North West Java Basin, using 3D seismic and well log data. The results indicate that the Z-14 interval is the primary reservoir, developed as a carbonate reef buildup during the Mid Main Carbonate phase. Normal faults form a horst structure and control anticline development, creating a combined structural-stratigraphic trap. Volumetric calculations using a Recovery Factor of 36% yield estimated Original Gas in Place (OGIP) values of 35,698.67 MMSCF (P1), 42,949.82 MMSCF (P2), and 64,707.70 MMSCF (P3), with corresponding Estimated Ultimate Recovery (EUR) values of 12,851.52 MMSCF, 18,140.51 MMSCF, and 44,390.67 MMSCF, respectively. These results indicate the gas potential of the Z-14 reservoir, with varying levels of certainty based on the availability and quality of geological and geophysical data | |
| 51650 | 55449 | C1C022104 | PENGARUH ADOPSI QRIS TERHADAP EFEKTIVITAS PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS DENGAN PERSEPSI KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Usaha Mikro Kuliner di Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adopsi QRIS terhadap efektivitas pengambilan keputusan bisnis dengan persepsi kualitas informasi akuntansi manajemen sebagai variabel mediasi pada usaha mikro kuliner di wilayah Purwokerto. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya efektivitas pengambilan keputusan bisnis pada pelaku usaha kuliner, yang sebagian besar masih mencatat keuangan secara manual dan mengambil keputusan berdasarkan intuisi akibat terbatasnya akses terhadap informasi yang tersktruktur. Di sisi lain, QRIS sebagai standar pembayaran digital nasional sebenarnya berpotensi mengisi kekosongan informasi tersebut, setiap transaksi yang diproses menghasilkan rekam jejak otomatis yang dapat menjadi bahan baku informasi manajerial. Namun, pada praktiknya tingginya adopsi QRIS belum diikuti oleh pemanfaatan data tersebut ke dalam pengambilan keputusan usaha, yang menunjukkan bahwa adopsi teknologi saja belum tentu menghasilkan manfaat manajerial tanpa disertai kemampuan mengolah data menjadi informasi yang layak dijadikan dasar keputusan. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif eksplanatori, dengan populasi mencakup pelaku usaha mikro kuliner di wilayah Purwokerto. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik pusposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga terhimpun 115 responden yang datanya memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut. Seluruh data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari kuesioner berskala likert lima poin yang disebarkan kepada responden terpilih. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS, dipilih karena kapasitasnya dalam menjelaskan hubungan kausal antarvariabel, termasuk pengujian efek mediasi, sekaligus kemampuannya dalam menghadapi pelanggaran asumsi normalitas pada sampel yang tidak terlalu besar. Pengujian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengujian model pengukuran yang mencakup validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas, kemudian pengujian model struktural mencakup koefisien determinan, effect size, dan predictive relevance, serta pengujin hipotesis melalui prosedur bootstrapping. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh instrument penelitian dinyatakan valid dan reliabel, serta model penelitian memiliki kemampuan menjelaskan dan memprediksi yang memadai. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa adopsi QRIS berpengaruh positif terhadap persepsi kualitas informasi akuntansi manajemen. Persepsi kualitas informasi akuntansi manajemen juga terbukti berpengaruh posistif terhadap efektivitas pengambilan keputusan bisnis. Di samping itu, adopsi QRIS juga menunjukkan pengaruh positif terhdap efektivitas pengambilan keputusan bisnis secara langsung. Pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa persepsi kualitas informasi akuntansi manajemen berperan sebagai mediator atas pengaruh adopsi QRIS terhadap efektivitas pengambilan keputusan bisnis. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa mediasinya bersifat parsial. Artinya pengaruh adopsi QRIS terhadap keputusan bisnis lebih dulu disalurkan melalui perbaikan kualitas informasi, meskipun jalur langsung tetap memberikan kontribusi yang berarti. Temuan ini menegaskan bahwa dampak adopsi QRIS terhadap efektivitas keputusan bisnis akan lebih optimal apabila ditransformasikan terlebih dahulu menjadi informasi akuntansi manajemen yang berkualitas, selaras dengan permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini, yaitu bahwa kehadiran teknologi pemabayaran saja tidak cukup tanpa diimbangi kemampuan mengintegrasikan datanya ke dalam proses pengambilan keputusan. Di sisi teoretis, hasil penelitian ini relevan dengan Information System Success Model dan Contingency Theory dalam menerangkan mekanisme peningkatan efektivitas pengambilan keputusan bisni pada usaha berskala mikro, serta Technology Acceptance Model dalam menjelaskan terbentuknya perilaku adopsi teknologi pembayaran digital. Sementara dari sisi praktis, temuan ini mengingatkan pentingnya bagi pelaku usaha kuliner untuk melangkah lebih jauh dengan memanfaatkan potensi QRIS lebih dari sekadar alat pembayaran, namun data transksi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai landasan dalam menyusun keputusan bisnis. | This study aims to analyze the effect of QRIS adoption on the effectiveness of business decision-making, with the perception of management accounting information quality as a mediating variable, among micro-culinery business owners in the Purwokerto area. This study was motivated by the low effectiveness of business decision-making among food business owners, most of whom still maintain financial records manually and make decisions based on intuition due to limited access to structured information. However, in practice, the high adoption rate of QRIS has not been accompanied by the utilization of this data in business decision-making, indicating the technology adoption alone does not necessarily yield managerial benefits without the ability to process data into information suitable for decision-making. This study is an explanatory quantitative study, with a population comprising micro-culinary business owners in the Purwokerto area. Sampling was conducted using purposive sampling base on specific criteria, resulting in 115 respondents whose data met the criteria for further analysis. All data used in this study are primary data obtained from a five-poin Likert scale questionnaire distributed to selected respomdents. Data analysis was conducted using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via the SmartPLS software, chosen for its ability to explain causal relationships among variables, including testing for mediating effects, as well as its capacity to handle violations of the normality assumption in samples that are not particularly large. The analysis was conducted in several stages: testing the measurement model, which included convergent validity, discriminant validity, and reliability, followed by testing the structural model, which included the coefficient of determination, effect size, and predictive relevance and finally, hypothesis testing via the bootstrapping procedure. The test results indicate that all research instruments were found to be valid and reliable, and that the research model possesses adequate explanatory and predictive power. The results of the hypothesis testing indicate that the adoption of QRIS has a positive effect on the perception of the quality of management accounting information. The perception of the quality of management accounting information was also found to have a positive effect on the effectiveness of business decision-making. In addition, the adoption of QRIS was also found to have a direct positive effect on the effectiveness of business decision-making. Testing for indirect effects revealed that perceptions of the quality of management accounting information act as a mediator of the effect of QRIS adoption on the effectiveness of business decision-making. These findings indicate that the mediation is partial. This means that the effect of QRIS adoption on business decisions is first channeled through improvements in information quality, although the direct path still makes a significant contribution. These findings confirm that the impact of QRIS adoption on the effectiveness of business decisions will be more optimal if it is first transformed into high-quality management accounting information, in line with the underlying issue of this study—namely, that the presence of payment technology alone is insufficient without the ability to integrate its data into the decision-making process. From a theoretical perspective, the results of this study are relevant to the Information System Success Model and Contingency Theory in explaining the mechanisms behind improved business decision-making effectiveness in micro-scale businesses, as well as the Technology Acceptance Model in explaining the formation of digital payment technology adoption behavior. From a practical standpoint, these findings underscore the importance for food business operators to go a step further by leveraging the potential of QRIS beyond just a payment tool; the transaction data generated can be optimally utilized as a foundation for making business decisions. | |
| 51651 | 33791 | F1C016078 | Pengaruh Foto Makanan dan Deskripsi Menu pada Layanan Gofood Terhadap Persepsi Pelanggan | Menu merupakan alat periklanan yang digunakan untuk mempromosikan produk yang disajikan sebuah restoran. Layanan pesan antar Gofood menjadi salah satu layanan yang menyediakan menu digital dengan tampilan foto makanan dan deskripsi item menu untuk setiap restoran yang bergabung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi dari foto makanan dan deskripsi item menu pada layanan Gofood terhadap persepsi pelanggan. Untuk menganalisis korelasi antara foto makanan dan deskripsi item menu dengan persepsi pelanggan, digunakan teori perbedaan individu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner secara acara menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh responden sejumlah 200 responden yang merupakan pelanggan layanan pesan antar Gofood. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tanggapan responden terkait dengan variabel foto makanan yang berpengaruh secara positif terhadap persepsi pelanggan sebesar 31,7%, sedangkan variabel deskripsi item menu berpengaruh secara positif terhadap persepsi pelanggan sebesar 15%. Pengaruh foto makanan dan deskripsi item menu pada layanan Gofood terhadap variabel persepsi pelanggan menghasilkan presentase sebesar 40,4%. | A menu is an advertising tool used to promote products served by a restaurant. Gofood becomes one of the food delivery services that provide a digital menu, with a food photos display and item descriptions for each restaurant inside the Gofood service. The study aims to know the correlation of food photos and the menu item descriptions in Gofood to customer perception. In analyzing the correlation between food photos and menu item descriptions with customer perceptions, the theory of the Individual difference. This study uses an explanatory quantitative method by distributing questionnaires using a simple random sampling technique and got 200 Gofood customers respondents. The results from this study suggest that respondents' responses to food photo variables have positive effects on a customer's perception by 31.7%, while menu item descriptions affect a customer's perception positively by 15%. Food photos and menu item descriptions significantly influence customer perceptions with a score of 40,4% | |
| 51652 | 55439 | H1C022040 | GEOLOGI DAN STUDI GEOKIMIA AIR PADA SISTEM PANASBUMI DAERAH PEKASIRAN DAN SEKITARNYA, KEC. BATUR, KABUPATEN BANJARNEGARA, JAWA TENGAH | Daerah Pekasiran dan sekitarnya, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, merupakan bagian barat laut Kompleks Vulkanik Dieng yang berpotensi sebagai sistem panasbumi, namun data geokimia airnya masih terbatas. Penelitian pada area seluas 42,7 km² ini bertujuan mengetahui kondisi geologi, karakteristik geokimia air, dan model konseptual sistem panasbumi. Analisis geomorfologi, vulkanostratigrafi, dan struktur geologi menggunakan data DEM dan peta geologi regional, sedangkan geokimia air dianalisis dari lima sampel manifestasi (dua mata air dingin dan tiga mata air panas) dengan Ion Chromatography dan ICP-MS, kemudian diintegrasikan dengan data geofisika terpublikasi. Daerah penelitian terbagi menjadi 17 satuan geomorfologi gunungapi dengan pola aliran radial sentrifugal, delapan satuan produk gunungapi Kuarter, dan struktur berarah baratlaut–tenggara, utara–selatan, serta barat–timur. Diagram Cl–SO4–HCO3 menunjukkan tipe fluida klorida (Kawah Sileri), sulfat (Pagerkandang), dan bikarbonat (Candradimuka Bawah). Diagram Cl–Li–B menunjukkan seluruh manifestasi berasal dari satu reservoir, sedangkan diagram Na–K–Mg menempatkan seluruh sampel pada zona immature waters dengan Kawah Sileri paling mendekati kesetimbangan parsial. Geotermometer pada sampel tersebut menghasilkan temperatur reservoir 218–300°C pada kedalaman sekitar 1.500 m, konsisten dengan data magnetotelurik dan gaya berat terpublikasi (240–350°C). Sistem panasbumi daerah penelitian tergolong water-dominated bertemperatur tinggi. | The Pekasiran area and its surroundings in Batur District, Banjarnegara Regency, Central Java, lie on the northwestern flank of the Dieng Volcanic Complex, which has notable geothermal potential but limited water-geochemistry data. This study covers 42.7 km² and aims to determine the geological conditions, characterize the water geochemistry, and develop a conceptual model of the geothermal system. Geomorphological, volcanostratigraphic, and structural analyses used DEM data and regional geological maps, while water geochemistry was analyzed from five manifestation samples (two cold springs and three hot springs) using Ion Chromatography and ICP-MS, and then integrated with published geophysical data. The area is divided into 17 volcanic geomorphological units with a centrifugal radial drainage pattern, eight Quaternary volcanic product units, and structures trending northwest–southeast, north–south, and west–east. The Cl–SO4–HCO3 diagram indicates chloride (Kawah Sileri), sulphate (Pagerkandang), and bicarbonate (Candradimuka Bawah) waters. The Cl–Li–B diagram shows that all manifestations originate from a single reservoir, whereas the Na–K–Mg diagram places all samples in the immature waters field, with Kawah Sileri closest to partial equilibrium. Geothermometry on this sample yields a reservoir temperature of 218–300°C at an inferred depth of about 1,500 m, consistent with published magnetotelluric and gravity data (240–350°C). The geothermal system is classified as a high-temperature, water-dominated system. | |
| 51653 | 46750 | J1E020047 | AN ANALYSIS ON SELF CONFIDENCE IN SPEAKING TO THE STUDENTS MAJORING IN ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM (Descriptive Qualitative Study on English Education Study Program Students, Jenderal Soedirman University, in the Academic Year 2020/2021) | Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kepercayaan diri dalam berbicara bahasa Inggris serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Kelas C Universitas Jenderal Soedirman tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara. Dalam menganalisis data, peneliti mengklasifikasikan kepercayaan diri berdasarkan lima kriteria menurut teori Lauster (2006), yaitu: memiliki sikap optimis, menunjukkan kemampuan komunikasi dan sosialisasi yang baik, memiliki potensi dan keterampilan yang memadai, mampu menghadapi berbagai situasi dengan sikap positif dan tenang, serta berpikir positif terhadap diri sendiri maupun orang lain. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk grafik dan tabel. Selain itu, peneliti juga mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan diri, merujuk pada teori Mubarok (2016) serta Ghufron & Risnawati (2012). Faktor-faktor tersebut meliputi faktor fisik, mental, sosial, konsep diri, harga diri, pengalaman, dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Kelas C secara umum memiliki kepercayaan diri yang baik dan memberikan respons positif terhadap pernyataan-pernyataan yang diberikan. Mereka memenuhi lima kriteria kepercayaan diri yang dirumuskan dalam kerangka teori. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap beberapa faktor signifikan yang memengaruhi kepercayaan diri, yaitu faktor fisik, mental, sosial, konsep diri, harga diri, pendidikan, dan pengalaman. | This study aims to explore self-confidence in speaking English and the factors influencing it among English Education students of Class C at Jenderal Soedirman University in 2020. It employs a qualitative method with descriptive analysis. Data were collected through questionnaires and interviews. In analyzing the data, the researcher categorized self-confidence using five criteria based on Lauster's theory (2006): having an optimistic attitude, demonstrating effective communication and socialization skills, has potential and sufficient abilities, able to face up various situations with positivity and peacefulness, and thinking positively about oneself and others. The data were presented in charts and tables. Additionally, the researcher identified factors influencing self-confidence, referring to the theories of Mubarok (2016) and Ghufron & Risnawati (2012). These factors include physical, mental, social, self-concept, self-esteem, experience, and education. The findings revealed that English Education students in Class C generally exhibit good self-confidence and respond positively to the given statements. They meet the five criteria of self-confidence outlined in the theoretical framework. Furthermore, the study highlighted several significant factors that influence self-confidence, including physical, mental, social, self-concept, self-esteem, educational, and experiential factors. | |
| 51654 | 55442 | H1C022057 | GEOLOGI DAN SEBARAN KUALITAS BATUBARA SERTA ESTIMASI SUMBERDAYA BATUBARA PADA PIT X, DAERAH RAWAS ILIR DAN SEKITARNYA, MUSI RAWAS UTARA, SUMATERA SELATAN | Estimasi sumberdaya dilakukan untuk mengetahui potensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pertimbangan kegiatan penambangan selanjutnya termasuk dalam eksploitasi dan perencanaan aktivitas pertambangan yang lebih akurat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi geologi, memodelkan geometri dan pola sebaran lapisan batubara, menganalisis karakteristik serta persebaran kualitas batubara, dan mengestimasi sumberdaya batubara pada Pit X dan Y, PT. Banyan Koalindo Lestari, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Data yang digunakan pada penelitian meliputi data core, collar, survey, litho, dan assay. Metode penelitian yang digunakan mencakup literatur studi pustaka dan observasi kondisi geologi, korelasi litostratigrafi, pemodelan geometri batubara, interpolasi spasial persebaran kualitas batubara menggunakan metode ordinary kriging, sertaestimasi sumberdaya menggunakan metode polygon donut berdasarkan SNI 5015:2019. Didapatkan hasil penelitian berupa kondisi geologi daerah penelitian terdiri dari empat satuan batuan, dengan kondisi geologi termasuk dalam kelas moderat. Pemodelan geometri batubara berdasarkan struktur regional berupa lipatan sinklin terdapat pada kelurusan sayap lipatan sinklin bagian barat dengan persebaran lapisan batubara memiliki lima seam utama yaitu seam 30, 40A, 40B, 40C, dan 60, serta hanging seam yaitu seam 65, 70, dan 75. Interpolasi spasial persebaran kualitas batubara tidak terlalu bervariasi dari Sub Bituminous B hingga Sub Bituminous A dengan variabel uji berupa analisis proksimat dan ultimat serta calorific value. Perhitungan estimasi sumberdaya batubara terukur, tertunjuk, dan tereka berdasarkan SNI 2015: 2019 didapatkan hasil total sumberdaya batubara mencapai 108.732.194,76 ton (seam 30: 10.278.250,92 ton, seam 40A: 51.716.506,84 ton, seam 40B: 9.222.922,65 ton, seam 40C: 16.832.317,69 ton, dan seam 60: 20.682.196,66 ton). | Resource estimation is done to find out the potential that can be used as a basis for planning the next mining activities, including more accurate exploitation and mining plans. This study was carried out to identify geological conditions, modeling the geometry and distribution patterns of coal seams, analyze coal characteristics and quality distribution, and estimate coal resources at Pit X and Y of PT. Banyan Koalindo Lestari, Musi Rawas Utara, South Sumatra. The data used in the study include core, collar, survey, lithology, and assay data. The research methods involve reviewing literature, observing geological conditions, correlating lithostratigraphy, modeling coal geometry, spatially interpolating coal quality distribution using the ordinary kriging method, and estimating resources using the polygon donut method based on SNI 5015:2019. The research results obtained show that the geological condition of the study area consists of four rock units, with the geological condition classified as moderate. The coal geometry modeling based on the regional structure shows fold with a syncline on the west limb of the fold, and the coal seam distribution includes five main seams: seam 30, 40A, 40B, 40C, and 60, as well as hanging seams: seam 65, 70, and 75. The spatial interpolation of coal quality distribution doesn't vary much, ranging from Sub Bituminous B to Sub Bituminous A, with test variables including proximate and ultimate analysis as well as calorific value. The estimation of measured, indicated, and inferred coal resources based on SNI 2015:2019 resulted in a total coal resource of 108,732,194.76 tons (seam 30: 10,278,250.92 tons, seam 40A: 51,716,506.84 tons, seam 40B: 9,222,922.65 tons, seam 40C: 16,832,317.69 tons, and seam 60: 20,682,196.66 tons). | |
| 51655 | 55443 | B1A022159 | Perbandingan Morfologi, Epidermis, dan Kandungan Flavonoid Gempur Batu Daun Hijau dan Ungu (Pararuellia napifera (Zoll.) Bremek. & Nann.-Bremek) | Gempur batu (Pararuellia napifera (Zoll.) Bremek. & Nann.-Bremek) merupakan tanaman herba dari famili Acanthaceae yang memiliki variasi warna daun hijau dan ungu. Perbedaan warna daun tersebut diduga berkaitan dengan variasi karakter morfologi, struktur epidermis, serta akumuluasi metabolit sekunder terutama flavonoid. Variasi morfologi dan struktur epidermis seperti bentuk dan ukuran daun, tepi daun, tipe dan kerapatan stomata, serta tipe trikoma berpotensi mencerminkan perbedaan fisiologis antar variasi warna daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter morfologi, struktur epidermis, dan kandungan flavonoid pada gempur batu daun hijau dan daun ungu. Penelitian dilakasanakan menggunakan metode purposive sampling dan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yaitu warna daun yang terdiri atas dua taraf, yaitu daun hijau dan daun ungu, dengan masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi karakter morfologi organ tanaman (akar, batang, dan daun), struktur epidermis daun yang meliputi ketebalan epidermis, trikoma, tipe dan kerapatan stomata, serta kadar total flavonoid yang dianalisis menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan larutan standar kuersetin. Data dianalisis menggunakan uji t (independent sample t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P. napifera berdaun hijau dan ungu menunjukkan perbedaan pada beberapa karakter morfologi, struktur epidermis, dan kandungan flavonoid. Perbedaan karakter morfologi terutama ditunjukkan pada warna akar, batang, dan daun serta bentuk ujung daun, sedangkan karakter morfologi lainnya relatif serupa. Struktur epidermis daun P. napifera berdaun hijau dan ungu menunjukkan perbedaan pada kerapatan stomata, sedangkan ketebalan epidermis tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Tipe stomata dan trikoma yang ditemukan pada kedua tipe warna daun juga menunjukkan karakter yang sama. Kandungan flavonoid total pada akar dan daun menunjukkan perbedaan yang signifikan antara P. napifera berdaun hijau dan ungu, sedangkan kandungan flavonoid pada batang cenderung serupa. Kandungan flavonoid total tertinggi ditemukan pada daun pada kedua tipe warna. | Gempur batu (Pararuellia napifera (Zoll.) Bremek. & Nann.-Bremek) is a herbaceous plant belonging to the family Acanthaceae that exhibits variations in leaf color, namely green and purple. Differences in leaf color are presumed to be associated with variations in morphological characteristics, epidermal stucture, and the accumulation of secondary metabolites, particularly flavonoids. Variations in morphological and epidermal characteristics, such as leaf shape and size, leaf margin, stomatal type and density, and trichome type, may reflect physiological differences between plants with different leaf colors. This study aimed to determine differences in morphological characteristics, epidermal structure, and flavonoid content between green and purple leaved P. napifera. The study was conducted using a purposive sampling method and an experiment with a Completely Randomized Design (CRD), consisting of two leaf color treatments, namely green and purple leaves, with three replicates for each treatment. The observed parameters included the morphological characteristics of plants organs (roots, stems, and leaves), leaf epidermal structures comprising epidermal thickness, trichomes, stomatal type and density, and total flavonoid content analyzed using UV-Vis spectrophotometry with quercetin as the standard solution. The data were analyzed using an independent samples t-test at a 5% significance level. The results showed that green and purple leaved P. napifera differed in several morphological characteristics, epidermal structures, and flavonoid content. The morphological differences were mainly observed in the color of the roots, stems, and leaves, as well as the shape of the leaf apex, whereas the other morphological characteristics were relatively similar. The leaf epidermal structure differed in stomatal density, while epidermal thickness did not differ significantly, and the trichome and stomatal types were similar between the two leaf color types. Statistical analysis showed that the total flavonoid content in the roots and leaves of green leaved P. napifera differed significantly from that of purple leaved P. napifera, whereas no significant difference was observed in the stems. The highest total flavonoid content was found in the leaves. | |
| 51656 | 55446 | H1C022070 | KARAKTERISASI MATERIAL ORGANIK BERDASARKAN ANALISIS PETROLOGI ORGANIK PADA BATUAN INDUK BATUBARA FORMASI BALIKPAPAN, LAPANGAN ”X”, CEKUNGAN KUTAI | Batuan induk batubara Formasi Balikpapan di Lapangan “X”, Cekungan Kutai, dikarakterisasi untuk mengetahui komposisi material organik, lingkungan pengendapan, dan tingkat kematangan termal melalui analisis petrologi organik terhadap tiga sampel batubara menggunakan mikroskop reflected light mengacu pada klasifikasi ICCP. Hasil penelitian menunjukkan dominasi maseral vitrinite sebesar 76,16–88,32%, diikuti inertinite sebesar 2,45–12,24% dan liptinite sebesar 0–7,52%. Berdasarkan diagram ternary Mukhopadhyay (1989), seluruh sampel diinterpretasikan terbentuk pada lingkungan forest swamp. Nilai reflektansi vitrinite (Ro%) sebesar 0,631–0,666% menunjukkan tingkat kematangan termal awal matang hingga puncak matang berdasarkan klasifikasi Peters dan Cassa (1994). Dominasi vitrinite mengindikasikan kecenderungan kerogen tipe III, sedangkan keberadaan liptinite menunjukkan kontribusi terhadap potensi pembentukan minyak. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai karakteristik material organik, lingkungan pengendapan, dan kematangan termal sebagai data pendukung kajian sistem petroleum dan evaluasi potensi hidrokarbon di Cekungan Kutai. | Coal source rocks of the Balikpapan Formation in Field “X”, Kutai Basin, were characterized to determine their organic matter composition, depositional environment, and thermal maturity through organic petrographic analysis of three coal samples using reflected-light microscopy based on the International Committee for Coal and Organic Petrology (ICCP) classification. The results show that the samples are dominated by vitrinite macerals (76.16–88.32%), followed by inertinite (2.45–12.24%) and liptinite (0–7.52%). Based on the ternary diagram of Mukhopadhyay (1989), all samples are interpreted to have been deposited in a forest swamp environment. Vitrinite reflectance (Ro%) values of 0.631–0.666% indicate thermal maturity ranging from early mature to peak mature according to the classification of Peters and Cassa (1994). Vitrinite dominance suggests a tendency toward Type III kerogen, while the presence of liptinite indicates a contribution to oil generation potential. These findings provide fundamental information on organic matter characteristics, depositional environment, and thermal maturity to support petroleum system studies and hydrocarbon potential evaluation in the Kutai Basin. | |
| 51657 | 55360 | K1C022019 | RANCANG BANGUN SIMULATOR UNTUK SENSOR ELEKTROKIMIA | Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan potensiostat sederhana berbasis Arduino Mega 2560 dan IC LM324 sebagai rangkaian elektronika pengkondisi sinyal pada sensor elektrokimia. Pengujian dilakukan menggunakan dummy cell sebagai simulasi karakteristik listrik sensor elektrokimia untuk mengetahui respons rangkaian terhadap variasi resistor dan kapasitor. Arduino Mega 2560 digunakan sebagai pengendali sinyal PWM dan sistem akuisisi data, sedangkan IC LM324 digunakan sebagai Transimpedance Amplifier (TIA) untuk mengubah arus menjadi tegangan keluaran. Kondisi Reference Electrode (RE) diatur menggunakan sinyal PWM hingga mendekati 0,5 V dan dipertahankan selama proses pengujian. Dummy cell menggunakan R1 sebesar 1 MΩ, sedangkan R2 dan R3 divariasikan menjadi 10 kΩ, 47 kΩ, dan 100 kΩ serta C1 sebesar 47 pF dan 471 pF. Tegangan keluaran dari rangkaian TIA dibaca oleh Arduino Mega 2560 melalui ADC dan ditampilkan pada Serial Monitor. Data hasil pengujian digunakan untuk mengamati respons rangkaian terhadap perubahan konfigurasi dummy cell serta menganalisis hubungan antara tegangan keluaran dan arus yang dihasilkan. | This study aims to develop a simple potentiostat based on the Arduino Mega 2560 and LM324 IC as an electronic signal conditioning circuit for electrochemical sensors. Testing was conducted using a dummy cell as a simulation of the electrical characteristics of an electrochemical sensor to investigate the circuit response to variations in resistor and capacitor values. The Arduino Mega 2560 was used as a PWM signal controller and data acquisition system, while the LM324 IC was used as a Transimpedance Amplifier (TIA) to convert current into output voltage. The Reference Electrode (RE) condition was regulated using a PWM signal until it approached 0.5 V and was maintained during the testing process. The dummy cell used an R1 value of 1 MΩ, while R2 and R3 were varied at 10 kΩ, 47 kΩ, and 100 kΩ, with C1 varied at 47 pF and 471 pF. The output voltage from the TIA circuit was read by the Arduino Mega 2560 through the ADC and displayed on the Serial Monitor. The test data were used to observe the circuit response to changes in the dummy cell configuration and to analyze the relationship between the output voltage and the generated current. | |
| 51658 | 55445 | H1C022094 | ANALISIS FASIES, LINGKUNGAN PENGENDAPAN DAN SIFAT PETROFISIKA PADA RESERVOAR FORMASI SIHAPAS, LAPANGAN “MND”, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH | Cekungan Sumatera Tengah merupakan salah satu cekungan busur belakang (back arc basin) paling produktif di Indonesia, di mana area Selat Malaka memiliki target reservoar utama berupa lapisan batupasir Kelompok Sihapas. Penelitian pada Lapangan "MND" ini dilakukan untuk mengintegrasikan analisis fasies lingkungan pengendapan dan evaluasi petrofisika kuantitatif guna meminimalisasi tingkat ketidakpastian dalam mengidentifikasi zona prospektif (net pay). Metodologi yang digunakan mencakup analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap 4 data log sumur. Berdasarkan analisis elektrofasies, Formasi Sihapas pada daerah penelitian terbagi menjadi 2 lingkungan pengendapan utama, yaitu Tide-Dominated Estuary, dan Shelf, yang terdiri atas fasies Distributary Channel, Stacked Distributary Channel, Tidal Bar, Tidal Flat, Sand Sheet, serta Mud Shelf. Hasil petrofisika menunjukkan bahwa kualitas reservoar dikontrol oleh energi pengendapan pada masing-masing fasies. Fasies Tidal Bar dan Stacked Tidal Channel yang diendapkan pada energi tinggi oleh aktivitas arus pasang surut menunjukkan kualitas reservoar terbaik Sebaliknya, fasies Distributary Channel yang terbentuk di bawah pengaruh high energy unidirectional freshwater discharge membawa debris organik yang menyebabkan penurunan nilai permeabilitas, dan dominasi saturasi air (Sw) tinggi. Sementara itu, fasies Shelf (Mud Shelf) memiliki kualitas reservoar paling rendah akibat dominasi endapan berenergi rendah. Secara keseluruhan, interval reservoar paling prospektif sebagai net pay yang kontinu secara lateral berada pada fasies yang dipengaruhi dominasi arus pasang surut (tide-dominated) pada bagian tengah hingga bawah Formasi Sihapas. | The Central Sumatra Basin is one of the most productive back-arc basins in Indonesia, where the Malacca Strait area targets the sandstone layers of the Sihapas Group as its primary reservoir. This study in the "MND" Field was conducted by integrating depositional environment facies analysis and quantitative petrophysical evaluation to minimize uncertainty in identifying prospective zones (net pay). The methodology encompasses qualitative and quantitative analyses of 4 well log data. Based on electrofacies analysis, the Sihapas Formation in the study area is divided into two main depositional environments: Tide-Dominated Estuary and Shelf, comprising Distributary Channel, Stacked Distributary Channel, Tidal Bar, Tidal Flat, , and Mud Shelf facies. Petrophysical evaluation results indicate that reservoir quality is significantly controlled by the depositional energy of each respective facies. The Tidal Bar and Stacked Tidal Channel facies, deposited under high-energy regimes driven by tidal currents, display the best reservoir quality. Conversely, the Distributary Channel facies formed under the influence of high-energy carries organic debris and a dominance of high water saturation (Sw) that fails to meet the net pay cut-off criteria. Meanwhile, the Shelf Facies (Mud Shelf) exhibits the lowest reservoir quality due to the dominance of low energy silt-mud deposits. Overall, the most prospective reservoir interval acting as a laterally continuous net pay is concentrated within the tide-dominated facies in the middle to lower sections of the Sihapas Formation. | |
| 51659 | 8453 | G1F010077 | KAJIAN TEKNIK ASEPTIK DISPENSING IV ADMIXTURE DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Teknik aseptik dispensing bertujuan untuk meminimalisir kontaminan mikroorganisme dan dapat mengurangi risiko paparan terhadap petugas. Teknik aseptik dispensing pencampuran sediaan intravena (iv admixture) yang sudah dilakukan di rumah sakit secara umum memiliki kemungkinan terjadinya masalah mulai dari persiapan, proses dispensing iv admixture hingga pembuangan limbahnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara teknik aseptik dispensing yang dilakukan di RSUD Margono Soekardjo Purwokerto dengan Pedoman Dispensing Sediaan Steril yang diterbitkan Depkes RI tahun 2009. Penelitian ini merupakan penelitian dengan analisis deskriptif dan pendekatan belah lintang. Sampel penelitian adalah kegiatan pencampuran sediaan intravena di instalasi rawat inap RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Data penelitian berupa jawaban dari pertanyaan terkait teknik aseptik dispensing iv admixture yang diambil menggunakan lembar observasi dan persentase jawaban diolah menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian teknik aseptik iv admixture yang dilakukan di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto dibandingkan dengan standar Depkes yaitu Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril pada 15 bangsal yaitu pembuangan (100%), penyimpanan (93,3%), persiapan (60%), fasilitas pencampuran iv admixture (19,1%) dan SDM (0%), serta pencampuran (62,5%) pada 3 bangsal. | Aseptic dispensing technique aims to minimize contaminants of microorganisms and reduce the risk of exposure to workers . Generally, aseptic dispensing technique of iv admixture that has been done in hospitals have the possibility of problems ranging from the preparation, dispensing process to waste disposal of iv admixture. This study was conducted to determine the suitability of the aseptic dispensing techniques are performed in Margono Soekardjo Purwokerto hospital with Sterile Preparations Dispensing Guidelines issued by Indonesia’s Health Ministry. This study is a descriptive analysis and cross sectional approach (cross sectional study). The samples were intravenous dosage mixing activities in 15 wards Margono Soekarjo Purwokerto Hospital. The research data are the answers of the questions in the observation sheets which related to aseptic dispensing technique of iv admixture and the percentage of responses processed using descriptive statistics. The results show the suitability of iv admixture aseptic technique performed in Margono Soekarjo Purwokerto hospital compared with Basic Guidelines Dispensing sterile in 15 ward is disposal (100%), storage (93,3%), preparation (60%), facilities (19,1%) and resource (0%), also mixing (62,5%) in 3 ward. | |
| 51660 | 36879 | C1B018010 | PENGARUH CASHLESS SOCIETY TERHADAP HEDONIC SHOPPING MOTIVATION SERTA DAMPAKNYA TERHADAP IMPULSE BUYING (Studi pada Generasi Z Pengguna Cashless E-Commerce di Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel cashless society terhadap hedonic shopping motivation serta dampaknya terhadap impulse buying. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan berjumlah 111 responden yang merupakan generasi Z pengguna cashless e-commerce dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh berupa data primer melalui kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) cashless society berpengaruh positif terhadap impulse buying, 2) cashless society berpengaruh positif terhadap hedonic shopping motivation, 3) hedonic shopping motivation berpengaruh positif terhadap impulse buying, dan 4) hedonic shopping motivation hanya mampu memediasi secara partial pengaruh cashless society terhadap impulse buying. | This study aims to determine and analyse the influence of cashless society on hedonic shopping motivation and the impact on impulse buying. In this study, the sample used amounted to 111 respondents who were Z Generation users of cashless e-commerce with purposive sampling method. This research uses a survey type with a quantitative approach. Research data obtained in the form of primary data with data collection through questionnaires and then the data were analysed using SmartPLS 3.0. The results of this study indicate that 1) cashless society has a positive effect on impulse buying, 2) cashless society has a positive effect on hedonic shopping motivation, 3) hedonic shopping motivation has a positive effect on impulse buying, and 4) hedonic shopping motivation can only partially mediate the influence of cashless society on impulse buying. |