Artikelilmiahs
Menampilkan 45.681-45.700 dari 48.749 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45681 | 49044 | H1D021083 | IMPLEMENTASI OPTICAL CHARACTER RECOGNITION BERBASIS CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK UNTUK EKSTRAKSI DATA KTP-EL PADA MODUL PENGISIAN DATA DIRI E-MAGANG KEMENTERIAN LUAR NEGERI | Proses pengisian data manual pada platform e-magang Kementerian Luar Negeri yang tidak efisien dan rentan kesalahan diatasi melalui penelitian ini dengan mengembangkan dan mengintegrasikan sistem ekstraksi data otomatis dari KTP elektronik (KTP-el). Sistem ini menggunakan metode Optical Character Recognition (OCR) berbasis Convolutional Neural Network (CNN) yang didahului oleh tahap pra-pemrosesan dan segmentasi citra yang krusial untuk memisahkan baris, kata, dan karakter secara individual. Arsitektur sistem mencakup tiga model CNN yaitu, validasi citra, OCR NIK, dan OCR karakter umum yang diimplementasikan melalui API Flask terhubung dengan backend Laravel dan frontend React. Hasil pengujian menunjukkan performa model yang sangat tinggi, dengan akurasi model validasi KTP 100%, OCR NIK 100%, dan OCR karakter umum 99,95%. Namun, kinerja end-to-end sistem yang mencapai akurasi pembacaan karakter 93,31% membuktikan bahwa kualitas proses segmentasi menjadi faktor penentu utama keberhasilan ekstraksi akhir. Kesimpulannya, sistem ini berhasil meningkatkan efisiensi secara signifikan dengan waktu ekstraksi rata-rata 14,48 detik (lebih dari 50% lebih cepat dari input manual) dan terbukti akurat untuk otomatisasi verifikasi identitas, dengan catatan performa sangat bergantung pada keberhasilan segmentasi citra input. | The inefficient and error-prone manual data entry process on the Ministry of Foreign Affairs' e-magang platform is addressed in this research by developing and integrating an automatic data extraction system from electronic ID cards (KTP-el). This system uses the Optical Character Recognition (OCR) method based on a Convolutional Neural Network (CNN), preceded by a crucial preprocessing and image segmentation stage to separate rows, words, and characters individually. The system architecture includes three CNN models: image validation, NIK OCR, and general character OCR, which are implemented via a Flask API connected to a Laravel backend and a React frontend. Test results show very high model performance, with the KTP validation model achieving 100% accuracy, the NIK OCR model 100%, and the general character OCR model 99.95%. However, the system's end-to-end performance, which achieved a character reading accuracy of 93.31%, proves that the quality of the segmentation process is the main determining factor for final extraction success. In conclusion, the system successfully improves efficiency significantly with an average extraction time of 14.48 seconds (over 50% faster than manual input) and is proven accurate for identity verification automation, with the note that performance is highly dependent on the success of input image segmentation. | |
| 45682 | 49052 | H1E021001 | Three dimensional bin packing problem using HASP-3D considering object geometry to maximize load quantity in a delivery service company | 3D Bin Packing Problem (3D-BPP) merupakan tantangan krusial dalam industri pengiriman barang, karena secara langsung memengaruhi efisiensi pemanfaatan ruang dan biaya operasional. Penelitian ini memperkenalkan model 3D-BPP baru yang mengakomodasi geometri benda-benda yang tidak beraturan dan kaku, dengan tujuan memaksimalkan jumlah barang yang dapat dikemas dalam berbagai jenis bin pengiriman. Sebuah algoritma heuristik konstruktif bernama Heuristic Algorithm for Support-Based Packing (HASP-3D) dikembangkan, dengan mengintegrasikan optimasi orientasi barang, batasan penempatan geometris, dan strategi penyusunan (stacking). Algoritma ini memprioritaskan barang berdasarkan luas alas terbesar yang dihasilkan dari orientasi terbaiknya, memungkinkan barang yang lebih besar dan stabil untuk ditempatkan lebih awal dalam proses penyusunan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa algoritma HASP-3D menghasilkan performa yang bervariasi tergantung pada jenis bin yang digunakan. Blind Van (Bin Sedang) mencapai efisiensi ruang sebesar 72,9%, dengan packing rate 52,1% dan waktu proses 879 detik. APV Box (Bin Kecil) menunjukkan efisiensi tertinggi, dengan 81,4% ruang terpakai, packing rate 43,4%, dan waktu proses tercepat yaitu 578 detik. Sebaliknya, Traga Box (Bin Besar) mencatat efisiensi ruang terendah sebesar 65,8%, meskipun mencapai packing rate tertinggi sebesar 79,2%, yang menunjukkan bahwa lebih banyak barang berhasil dikemas namun dengan sisa ruang kosong yang lebih besar. Variasi performa ini menyoroti pentingnya kecocokan ukuran antara barang dan bin serta dampak fragmentasi ruang internal. Temuan ini mengonfirmasi bahwa HASP-3D dapat secara signifikan meningkatkan kinerja pengemasan dan operasi logistik, terutama ketika ukuran bin selaras dengan distribusi dimensi barang. | The Three-Dimensional Bin Packing Problem (3D-BPP) is a critical challenge in the freight forwarding industry, as it directly affects space utilization efficiency and operational costs. This study introduces a novel 3D-BPP model that accommodates the geometry of irregular and rigid items, aiming to maximize the number of items packed in different types of shipping bins. A constructive heuristic algorithm named Heuristic Algorithm for Support-Based Packing (HASP-3D) was developed, incorporating item orientation optimization, geometric placement constraints, and a stacking strategy. The algorithm prioritizes items based on the largest base area derived from the best-fit orientation, allowing larger and more stable items to be placed earlier in the process. Experimental results demonstrate that the HASP-3D algorithm achieves varying performance depending on bin type. The Blind Van (Medium Bin) reached a space utilization of 72.9%, with a packing rate of 52.1% and a runtime of 879 seconds. The APV Box (Small Bin) showed the highest efficiency, with 81.4% used space, a 43.4% packing rate, and the shortest runtime of 578 seconds. In contrast, the Traga Box (Large Bin) had the lowest space efficiency at 65.8%, despite achieving the highest packing rate of 79.2%, indicating more items were placed but with larger unused voids. The performance variation highlights the impact of item-to-bin size compatibility and internal spatial fragmentation. These findings confirm that HASP-3D can significantly enhance packing performance and logistics operations, particularly when the bin size is well-matched to the item distribution. | |
| 45683 | 49053 | I1C021064 | Stabilitas Pengikatan Senyawa Galangin pada Protein Target Akt-1 Menggunakan Metode Molecular Dynamics | Latar Belakang : Akt-1 merupakan isoform penting dari Protein Kinase B yang mengatur kelangsungan hidup, proliferasi, dan metabolisme sel melalui jalur PI3K/Akt/mTOR. Dalam kondisi normal, aktivasinya bersifat terkontrol. Namun, mutasi seperti E17K atau overekspresi dapat menyebabkan aktivasi konstitutif, yang memicu pertumbuhan sel tidak terkendali dan berperan dalam perkembangan kanker, termasuk kanker payudara dan ovarium. Inhibitor seperti capivasertib memang efektif, namun memiliki risiko resistensi dan efek samping yang merugikan. Galangin, flavonoid alami, diketahui mampu meningkatkan rasio protein apoptosis Bax/Bcl-2 dengan berikatan Akt-1, sehingga berpotensi sebagai inhibitor Akt-1. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas pengikatan galangin terhadap Akt-1 melalui simulasi molecular dynamics. Metodologi : Penelitian dilakukan secara in silico dengan molecular docking untuk memperoleh kompleks awal, lalu dilanjutkan dengan simulasi molecular dynamics menggunakan software YASARA. Parameter yang dianalisis meliputi RMSD, RMSF, radius of gyration, jumlah ikatan hidrogen, energi bebas ikatan (MM/PBSA), dan superimpose, dengan perbandingan terhadap ligan kontrol (capivasertib/0xz). Hasil Penelitian : Hasil molecular docking galangin menunjukkan afinitas pengikatan awal yang tinggi terhadap Akt-1 (−8,1 kkal/mol), hampir setara dengan ligan kontrol (−8,2 kkal/mol). Hasil molecular dynamics menunjukkan bahwa kompleks Akt1_Gal memiliki nilai RMSD dan RMSF lebih rendah, jumlah ikatan hidrogen lebih banyak, serta energi bebas ikatan yang lebih negatif (−38.351 kJ/mol) dibandingkan kompleks Akt1_0xz (−38.021 kJ/mol). Superimposisi menunjukkan bahwa galangin menjaga kestabilan struktur Akt-1 lebih baik daripada ligan kontrol. Kesimpulan : Galangin menunjukkan stabilitas pengikatan yang baik terhadap Akt-1 dan berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor alternatif dalam terapi kanker berbasis penghambatan Akt-1. | Backgrounds: Akt-1, a key isoform of Protein Kinase B, regulates cell survival, proliferation, and metabolism via the PI3K/Akt/mTOR pathway. Under normal conditions, its activation is tightly regulated. However, mutations such as E17K or overexpression can cause constitutive activation, leading to uncontrolled cell growth and cancer progression, including breast and ovarian cancer. Although inhibitors such as capivasertib are effective, their use is associated with the risk of resistance and adverse side effects. Galangin, a natural flavonoid, has been shown to increase the Bax/Bcl-2 apoptotic protein ratio by binding to Akt-1, indicating its potential as an Akt-1 inhibitor. This study aims to evaluate the binding stability of galangin to Akt-1 through molecular dynamics simulation. Methodology: An in silico study was conducted, beginning with molecular docking to generate the initial ligand–protein complex, followed by molecular dynamics simulation using YASARA software. The analyzed parameters included RMSD, RMSF, radius of gyration, number of hydrogen bonds, binding free energy (MM/PBSA), and structural superimposition. Results were compared with the native ligand complexes (capivasertib/0xz). Results: Molecular docking of galangin revealed a strong initial binding affinity to Akt-1 (−8,1 kcal/mol), comparable to the native ligand (−8,2 kcal/mol). Molecular dynamics simulation indicated that the Akt1_Gal complex exhibited lower RMSD and RMSF values, a greater number of hydrogen bonds, and a more negative binding free energy (−38.351 kJ/mol) than the Akt1_0xz complex (−38.021 kJ/mol). Structural superimposition further demonstrated that galangin better preserved the conformational stability of Akt-1 compared to the native ligand. Conclusion: Galangin exhibits favorable binding stability to Akt-1 and holds potential as an alternative inhibitor in cancer therapy targeting the Akt-1 signaling pathway. | |
| 45684 | 49054 | I1C021090 | ANALISIS KANDUNGAN TOTAL FENOLIK, TOTAL FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KATUk (Sauropus androgynus L) PADA BAKTERI Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) | Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan patogen nosokomial utama yang resisten golongan β-laktam. Daun katuk (Sauropus androgynus L.) mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai agen antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenolik, total flavonoid, serta mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun katuk terhadap S. aureus ATCC 25923 dan MRSA ATCC 33591. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi, penetapan kadar fenolik total menggunakan metode Folin–Ciocalteu, flavonoid total dengan metode kolorimetri AlCl₃, serta uji antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan kandungan total fenolik sebesar 25,74 ± 1,05 mg GAE/g dan flavonoid sebesar 14,45 ± 0,26 mg QE/g. Aktivitas antibakteri menunjukkan daya hambat lemah dengan diameter zona hambat terhadap MRSA sebesar 2 mm dan terhadap S. aureus sebesar 1 mm. Efektivitas yang rendah diduga dipengaruhi oleh konsentrasi ekstrak, komposisi senyawa aktif, serta faktor geografis tanaman. Dengan demikian ekstrak etanol daun katuk pada konsentrasi 10% (b/v) hanya menunjukkan aktivitas antibakteri lemah, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi atau kombinasi agen antibakteri lain. | Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is a major nosocomial pathogen with high resistance to β-lactams. Sauropus androgynus (katuk) leaves are known to contain bioactive compounds such as flavonoids and phenolics with potential antibacterial properties. This study aimed to determine the total phenolic and flavonoid content and evaluate the antibacterial activity of ethanolic extract of S. androgynus leaves against S. aureus ATCC 25923 and MRSA ATCC 33591. Total phenolic content was determined using the Folin–Ciocalteu method, and flavonoid content using the aluminum chloride colorimetric method. Antibacterial activity was assessed through the disk diffusion method. The extract contained 25.74 ± 1.05 mg GAE/g of phenolics and 14.45 ± 0.26 mg QE/g of flavonoids. However, antibacterial activity was weak, with inhibition zones of 2 mm against MRSA and 1 mm against S. aureus at a 10% (w/v) concentration. The low effectiveness may be influenced by extract concentration, the composition of active compounds, and the plant’s geographical origin. In conclusion, Ethanolic extract of S. androgynus leaves at 10% (w/v) showed only weak antibacterial activity, indicating the need for further studies using higher concentrations or combinations with other antibacterial agents. | |
| 45685 | 49055 | I1C021034 | Analisis Total Flavonoid, Total Fenolik, dan Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Saga (Abrus precatorius) Terhadap Staphylococcus aureus ATCC 33591 & 25923 | Infeksi Staphylococcus aureus, khususnya strain MRSA, menjadi masalah serius karena resistensinya terhadap berbagai antibiotik. Daun saga (Abrus precatorius) diketahui mengandung flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental untuk mengetahui kandungan total flavonoid, fenolik, serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun saga terhadap S. aureus ATCC 25923 dan MRSA ATCC 33591. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol, analisis kandungan senyawa dengan metode kolorimetri AlCl₃ dan Folin-Ciocalteu, serta uji antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan kandungan flavonoid sebesar 13,81 ± 0,71 mg QE/g dan fenolik 42,50 ± 0,35 mg GAE/g, dengan daya hambat masing-masing 4 mm terhadap S. aureusdan 4,25 mm terhadap MRSA. Disimpulkan bahwa meskipun mengandung senyawa aktif, aktivitas antibakteri ekstrak tergolong lemah, kemungkinan akibat keterbatasan difusi senyawa atau keberadaan biofilm. | Staphylococcus aureus infection, especially MRSA strains, is a serious problem due to its resistance to various antibiotics. Saga leaves (Abrus precatorius) are known to contain flavonoids and phenolics that have the potential as antibacterial agents. This study was conducted experimentally to determine the total flavonoid, phenolic content, and antibacterial activity of ethanol extract of saga leaves against S. aureus ATCC 25923 and MRSA ATCC 33591. Extraction was carried out by maceration method using ethanol, analysis of compound content using AlCl₃ and Folin-Ciocalteu colorimetric methods, and antibacterial test using disc diffusion method. The results showed flavonoid content of 13.81 ± 0.71 mg QE/g and phenolic 42.50 ± 0.35 mg GAE/g, with inhibitory power of 4 mm against S. aureusand 4.25 mm against MRSA, respectively. It was concluded that despite containing active compounds, the antibacterial activity of the extract was relatively weak, possibly due to limited diffusion of the compounds or the presence of biofilm. | |
| 45686 | 49056 | K1A021020 | Fotodegradasi Zat Warna Metilen Biru Menggunakan Nanopartikel BiVO4-Kurkumin | Degradasi metilen biru (MB) dilakukan dengan metode fotokatalisis menggunakan material komposit kurkumin/BiVO4 dengan sinar visibel sebagai sumber energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik dan aktivitas fotokatalitik melalui variasi konsentrasi, waktu degradasi, dan pH metilen biru. Selain itu, laju kinetika reaksi dan mekanisme degradasi fotokatalitik juga dianalisis. Karakterisasi material dilakukan menggunakan teknik XRD, SEM, FTIR, dan UV-Vis DRS. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa komposit kurkumin/BiVO4 dengan variasi konsentrasi 1:1 pada pH 3 metilen biru dengan waktu degradasi 210 menit mampu mendegradasi metilen biru hingga 99,77%. Laju kinetika fotokatalitik mengikuti orde satu dengan radikal hidroksil (•OH) sebagai spesies utama dalam mekanisme degradasi. Struktur kristal kurkumin/BiVO4 menunjukkan fase monoklinik dengan ukuran kristal 4,23 nm dan karakteristik morfologi sphere like, serta energi celah pita sebesar 1,93 eV. | The degradation of methylene blue (MB) was carried out by photocatalysis method using curcumin/BiVO4 composite material with visibel light as energy source. This study aims to assess the characteristics and photocatalytic activity through variations in concentration, degradation time, and pH of methylene blue. In addition, the rate of reaction kinetics and photocatalytic degradation mechanism were also analyzed. Material characterization was performed using XRD, SEM, FTIR, and UV-Vis DRS techniques. The results obtained showed that the curcumin/BiVO4 composite with a concentration variation of 1:1 at pH 3 of methylene blue with a degradation time of 210 minutes was able to degrade methylene blue up to 99,77%. The rate of photocatalytic kinetics follows first order with hydroxyl radical (•OH ) as the main species in the degradation mechanism. The crystal structure of curcumin/BiVO4 shows a monoclinic phase with a crystal size of 4,23 nm and a characteristic sphere-like morphology, as well as a band gap energy of 1,93 eV. | |
| 45687 | 49057 | E1A021162 | PERBUATAN MELAWAN HUKUM OLEH PT. JASA RAHAYU GUMPUENG DALAM MENUNGGAK IURAN BPJS (Studi Putusan Nomor 6/Pdt.G.S/2024/PN Bna) | Pemerintah dalam regulasi telah membuat peraturan mengenai hak-hak pekerja yang berada di bawah naungan badan hukum. Badan hukum wajib melaksanakan kewajibannya, salah satunya membayarkan iuran BPJS Pekerja. Kegagalan suatu badan hukum dalam menerapkan aturan dan memenuhi kewajibannya dapat mengakibatkan kerugian yang merupakan unsur perbuatan melawan hukum. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir perbuatan melawan hukum oleh PT. Jasa Rahayu Gumpueng sebagai badan hukum yang menunggak pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dalam Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 6/Pdt.G.S/2024/PN Bna dan pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan gugatan ganti rugi pada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh PT. Jasa Rahayu Gumpueng sebagai badan hukum dalam Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 6/Pdt.G.S/2024/PN Bna. Jenis penelitian adalah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, konseptual, dan kasus. Spesifikasi penelitian bersifat preskriptif yang diperoleh dari studi kepustakaan. Pengumpulan data disajikan dalam bentuk teks naratif dengan analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Perbuatan Tergugat, PT. Jasa Rahayu Gumpueng, memenuhi 2 (dua) dari 4 (empat) unsur perbuatan melawan hukum dalam penunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan PT. Jasa Rahayu Gumpueng, yakni bertentangan dengan hak subjektif orang lain dan bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku. Bertentangan dengan hak subjektif berupa pelanggaran hak integritas jiwa dan tubuh, mengakibatkan pekerja kehilangan hak atas fasilitas pelayanan kesehatan yang seharusnya disalurkan ke pekerja oleh pemberi kerja. Bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku karena Tergugat sebagai pemberi kerja wajib memungut, menyetorkan, dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan Pasal 19 ayat (1) dan (2) UU BPJS. Hakim dalam gugatan kerugian materiil sejumlah Rp93.577.651,00 mengabulkan atas pertimbangan Tergugat tidak memenuhi kewajibannya dengan tidak membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerjanya dari Juni 2021 hingga November 2024 sesuai Pasal 19 ayat (1) dan (2) UU BPJS dan Hakim menolak gugatan kerugian immateriil sejumlah Rp10.000.000,00 atas pertimbangan alasan gugatan tidak dijelaskan secara spesifik seperti kerugian reputasi atau dampak kerugian lainnya. | The government has established regulations regarding the rights of workers under the aegis of legal entities through statutory provisions. Legal entities are obligated to fulfill their duties, including the payment of BPJS Ketenagakerjaan (Employment Social Security) contributions. The failure of a legal entity to implement regulations and fulfill its obligations may result in losses constituting elements of unlawful acts. This research aims to analyze the legal considerations of judges in qualifying unlawful acts committed by PT. Jasa Rahayu Gumpueng as a legal entity that defaulted on BPJS Ketenagakerjaan contribution payments in the Decision of Banda Aceh District Court Number 6/Pdt.G.S/2024/PN Bna, and to examine the legal considerations of judges in granting compensation claims for unlawful acts committed by PT. Jasa Rahayu Gumpueng as a legal entity in the aforementioned court decision. This research employs a normative juridical methodology with statutory, conceptual, and case study approaches. The research specification is prescriptive in nature, obtained through literature review. Data collection is presented in narrative text form with qualitative normative analysis. Based on the research findings, the Defendant's, PT. Jasa Rahayu Gumpueng, conduct fulfills two out of four elements of acts in the default of BPJS Ketenagakerjaan contributions by PT. Jasa Rahayu Gumpueng, namely: contravention of others' subjective rights and violation of the perpetrator's legal obligations. The contravention of subjective rights constitutes a violation of the right to physical and mental integrity, resulting in workers losing their right to healthcare services that should have been provided by the employer. The violation of the perpetrator's legal obligations occurred because the Defendant, as an employer, was obligated to collect, remit, and pay BPJS Ketenagakerjaan contributions in accordance with Article 19 paragraphs (1) and (2) of the BPJS Law. The judge granted the material damages claim of Rp93,577,651.00 based on the consideration that the Defendant failed to fulfill its obligations by not paying BPJS Ketenagakerjaan contributions for its employees from June 2021 to November 2024, in accordance with Article 19 paragraphs (1) and (2) of the BPJS Law. However, the judge rejected the immaterial damages claim of Rp10,000,000.00 on the grounds that the basis for the claim was not specifically explained. | |
| 45688 | 49059 | J0A022003 | Producing an Informative Bilingual E-Booklet as a Promotional Strategy for Kota Lama Banyumas | Laporan praktik kerja berjudul "Producing an Informative Bilingual E- Booklet as a Promotional Strategy for Kota Lama Banyumas" membahas upaya pembuatan e-booklet dua bahasa sebagai strategi promosi untuk meningkatkan daya tarik wisata di Kota Lama Banyumas dan menginformasikan pelaksanaan praktik kerja. E-booklet ini berisi beberapa destinasi wisata yaitu Kota Lama Banyumas, Roti Mruyung Guest House & Cafe, Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas, Museum Wayang Banyumas, dan Masjid Agung Nur Sulaiman. Selama praktik kerja, penulis melakukan analisis kebutuhan informasi yang relevan bagi pengunjung dan masyarakat lokal, serta mengidentifikasi elemen penting yang harus dimasukkan dalam e-booklet. Proses ini melibatkan pengumpulan data melalui beberapa metode yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Observasi dilakukan untuk mempelajari potensi wisatanya langsung. Dokumentasi dilakukan untuk pengumpulan sumber daya yang ada juga mencakup konten visual yang menyoroti aspek-aspek unik dari Kota Lama Banyumas dan informasi tempat wisata. Wawancara dilakukan untuk mengetahui tempat wisata mana yang belum tereksplor dan belum mempunyai media promosi. Dalam prosesnya, hasil pengumpulan data diolah dalam bentuk narasi dan gambar yang mendukung lalu dituangkan ke sebuah layout sebagai tahap pengembangan produk. E-booklet yang dihasilkan bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas dan menarik tentang objek wisata, budaya, dan kegiatan yang ada di Kota Lama Banyumas. Dengan menggunakan dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, e-booklet ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Pada proses pembuatan produk, penulis juga menghadapi berbagai kendala, seperti keinginan untuk membuat e-booklet yang sempurna dapat menghambat kemajuan, karena penulis mungkin terus-menerus merevisi dan tidak pernah merasa puas, dan menemukan keseimbangan antara memberikan detail yang cukup serta desain yang menarik dan tidak membosankan. Kendala tersebut bisa diatasi dengan fokus pada penyelesaian terlebih dahulu sebelum melakukan revisi, mengatur konten dengan hati-hati, memberikan perhatian pada detail desain yang paling penting, dan menggunakan gambar yang kuat untuk mengkomunikasikan pesan yang disampaikan pada e-booklet. | The job training report entitled "Producing an Informative Bilingual E-Booklet as a Promotional Strategy for Kota Lama Banyumas" discusses the efforts to create a bilingual e-booklet as a promotional strategy to increase tourist attraction in Kota Lama Banyumas and provide guidance on how to carry out the job practice. Kota Lama Banyumas, Roti Mruyung Guest House & Cafe, Boen Tek Bio Banyumas Temple, Wayang Museum of Banyumas, and Nur Sulaiman Grand Mosque are among the tourist attractions included in this e-booklet. Crucial components that should be included in the e-booklet during the internship were identified through the analysis of the information needs of both the local community and visitors. Data were collected using a variety of methods, including observation, documentation, and interviews. The observation was to directly examine the tourism potential; whereas the documentation was conducted to collect existing resources as well as visual content highlighting Kota Lama Banyumas unique features and tourist information. Then, the interviews were conducted to determine which tourist attractions have not been explored and do not have promotional materials. The results of data collection were processed in the form of narration and supporting images before being poured into a layout as part of the product development process. The final e-booklet attempts to give visitors clear and engaging information about Kota Lama Banyumas's activities, culture, and tourist attractions. This e-booklet is expected to reach a larger audience due to its use of two languages, Indonesian and English. A number of challenges were faced while the product was being produced, including the desire to create a perfect e-booklet, which might hinder progress because revisions may always be made and satisfaction may never be achieved, as well as the challenge of finding a balance between providing enough details and an appealing, non-boring design. These challenges can be solved by prioritizing completion over revisions, carefully planning the content, emphasizing on the most crucial design elements, and employing powerful images to effectively convey the e-booklet's message. | |
| 45689 | 49060 | I1C021009 | ANALISIS PERBEDAAN EKSPEKTASI PASIEN TUBERKULOSIS TERHADAP WILLINGNESS TO USE TELEFARMASI DAN HOME PHARMACY CARE DI PUSKESMAS DAERAH BANYUMAS | Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia akibat tingginya angka morbiditas, stigma, dan rendahnya kepatuhan terapi. Inovasi layanan seperti telefarmasi dan home pharmacy care berpotensi meningkatkan akses dan kepatuhan pasien, namun penerapannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ekspektasi pasien TB terhadap willingness to use telefarmasi dan home pharmacy care di Puskesmas daerah Banyumas. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 104 pasien TB di Puskesmas daerah Banyumas menggunakan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan metode accidental sampling dan dianalisis secara deskriptif serta bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan seluruh responden memiliki ekspektasi tinggi terhadap telefarmasi dan home pharmacy care. Sebanyak 43,2% responden bersedia menggunakan telefarmasi, sedangkan 56,8% bersedia menggunakan home pharmacy care. Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara ekspektasi pasien terhadap kedua layanan. Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam ekspektasi antara pasien yang bersedia dan yang tidak bersedia menggunakan kedua layanan (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan perlunya strategi untuk meningkatkan penerimaan pasien TB terhadap inovasi layanan kefarmasian. | Tuberculosis (TB) remains a major public health challenge in Indonesia due to high morbidity rates, persistent stigma, and low treatment adherence. Innovative pharmaceutical services such as telepharmacy and home pharmacy care have the potential to improve patient access and adherence; however, their implementation remains limited. This study aims to examine the differences in TB patients' expectations regarding their willingness to use telepharmacy and home pharmacy care services at primary health centers (Puskesmas) in the Banyumas region. A quantitative, cross-sectional design was employed involving 104 TB patients selected through accidental sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed descriptively and bivariately using the Mann–Whitney test. The results showed that all respondents had high expectations toward both telepharmacy and home pharmacy care services. A total of 43.2% of respondents expressed willingness to use telepharmacy, while 56.8% were willing to use home pharmacy care. No significant difference was found in patient expectations between the two services. However, a significant difference in expectations was observed between those who were willing and those who were unwilling to use each service (p < 0.05). These findings highlight the need for targeted strategies to enhance TB patients’ acceptance of innovative pharmaceutical services. | |
| 45690 | 49061 | C1A021101 | ANALISIS PERMINTAAN TEH PT PERKEBUNAN TAMBI DI PUSAT OLEH-OLEH KABUPATEN WONOSOBO | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan permintaan teh yang diproduksi oleh PT Perkebunan Tambi di pusat oleh-oleh Kabupaten Wonosobo. Hal ini disebabkan banyaknya variasi produk yang dijual di pusat oleh-oleh, sehingga pedagang pusat oleh-oleh memiliki berbagai pilihan dan tidak hanya terfokus pada teh. Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan teh di pusat oleh-oleh Kabupaten Wonosobo, termasuk harga teh, pendapatan pedagang pusat oleh-oleh, harga kopi sebagai barang substitusi dan harga madu sebagai barang komplementer. Analisis menggunakan pendekatan regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh masing masing variabel. Uji Asumsi Klasik, Uji F dan Uji t dilakukan untuk memastikan validitas model. Data cross section yang mencakup 30 pusat oleh-oleh di Kabupaten Wonosobo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga teh dan pendapatan pedagang pusat oleh-oleh berpengaruh terhadap permintaan teh, sementara harga kopi dan harga madu sebagai barang komplementer berpengaruh tidak berpengaruh terhadap permintaan teh. Implikasi yang dapat dilakukan adalah upaya untuk mengatasi penurunan volume penjualan dan penipisan keuangan yang menjadi tantangan bagi pedagang pusat oleh-oleh di Kabupaten Wonosobo. Guna mendorong peningkatan penjualan dan pendapatan, pedagang pusat oleh-oleh dapat memanfaatkan kredit usaha mikro yang disediakan oleh bank pemerintah atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kredit ini dapat mendukung pengadaan produk dan mendorong inovasi produk, khususnya dalam penawaran produk serta penganekaragaman produk lainnya. | This research is motivated by the decline in demand for tea produced by PT Perkebunan Tambi at souvenir centers. This trend is attributed to the increasing variety of products sold at these centers, which gives souvernir shop owners more choises and means their focus is not solely on tea. This study aims to analyze the factors influencing tea demand at souvenir centers in Wonosobo Regency, including tea prices, the income of souvenir shop owners, the prices of coffe as a substitute good, and the prices honey as a complementary good. The analysis uses a multiple linear regression approach to measure the influence of each variable. Classical Assumption Test, F-test, and t-test were conducted to ensure model validity. The study uses cross-section data covering 30 souvenir centers in Wonosobo Regency. The result show that tea prices and income of souvenir center traders influence tea demand, while coffee prices and honey prices as a complementary good do not affect tea demand. The implication is that efforts can be made to overcome the challenge of declining sales volume and financial depletion faced by souvenir center traders in Wonosobo Regency. To boost sales and income, these traders can utilize micro-business credit provided by government banks or Regional Owned Enterprises (BUMD). This credit can support product procurement and encourage product innovatiom, especially in product offerings and diversification of other products. | |
| 45691 | 49062 | C1L021007 | DAMPAK MODEL PEMBELAJARAN SELF ORGANISED LEARNING ENVIRONMENT (SOLE) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 2 PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak model pembelajaran Self Organized Learning Environment (SOLE) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Ekonomi di kelas X SMA Negeri 2 Purwokerto, yang dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe nonequivalent control group design dengan sampel sebanyak 72 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing 36 siswa, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda, tes penjelasan, observasi, kuesioner, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran SOLE dan siswa yang belajar dengan metode konvensional. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa model SOLE mampu meningkatkan kemandirian belajar, mendorong pembelajaran berbasis teknologi, serta menumbuhkan sikap aktif, kritis, dan reflektif dalam proses pembelajaran ekonomi. | This study aims to analyze the impact of the Self Organized Learning Environment(SOLE) learning model on students' critical thinking skills in Economics subjects in class X of SMA Negeri 2 Purwokerto, which is motivated by the low critical thinking skills of students. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design of the nonequivalent control group design with a sample of 72 students divided into experimental and control groups, each with 36 students selected through purposive sampling techniques. Data collection was carried out through multiple-choice tests, explanation tests, observations, questionnaires, and documentation, while data analysis used the independent sample t-test. The results of the study showed a significant difference in critical thinking skills between students who participated in SOLE learning and students who studied with conventional methods. The implications of this study indicate that the SOLE model is able to increase learning independence, encourage technology-based learning, and foster active, critical, and reflective attitudes in the economics learning process. | |
| 45692 | 49063 | E1B021006 | LEGAL CONSIDERATIONS OF THE SUPREME COURT JUDGES IN GRANTING THE APPEAL FOR CASSATION ONSLAG VAN RECHT VERVOLGING AGAINST THE CRIME OF FRAUD (Study of Supreme Court Decision No. 1398 K/Pid/2023) | Pengadilan Negeri Limboto dalam Putusan No. 53/Pid.B/2023/PN Lbo telah memutus terdakwa dengan isi amar lepas dari segala tuntutan hukum, dengan alasan perbuatan terdakwa sebagai hubungan hukum perdata karena adanya surat pernyataan jual-beli, kemudian Penuntut Umum tidak sependapat dengan putusan tersebut dan mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung. Putusan Mahkamah Agung No. 1398 K/Pid/2023 mengabulkan permohonan kasasi Penuntut Umum dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Limboto. Mahkamah Agung kemudian mengadili sendiri bahwa terdakwa terbukti melakukan tinfak pidana penipuan dan menjatuhi pidana kepada terdakwa selama 1 tahun 6 bulan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dan akibat hukum dalam mengabulkan onslag van recht vervolging. menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif, dengan data penelitian bersumber dari data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk teks naratif dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Mahakamah Agung yang mengabulkan permohonan kasasi dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Limboto sudah tepat karena terdapat mens rea sejak awal dan akibatnya Mahkamah Agung mengubah status hukum terdakwa dari lepas menjadi dijatuhi pidana selama 1 tahun 6 bulan karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan. | The Limboto District Court in Decision No. 53/Pid.B/2023/PN Lbo has decided the defendant with the content of the verdict of acquittal from all legal charges, on the grounds that the defendant's actions were a civil legal relationship due to the existence of a sale and purchase statement, then the Public Prosecutor disagreed with the decision and filed an appeal to the Supreme Court. Supreme Court Decision No. 1398 K/Pid/2023 granted the Public Prosecutor's appeal and overturned the Limboto District Court Decision. The Supreme Court then tried itself that the defendant was proven to have committed a criminal act of fraud and sentenced the defendant to 1 year and 6 months. This study aims to determine and analyze the judge's legal considerations and legal consequences in granting the outcome of the lawsuit. using a normative juridical research method with prescriptive research specifications, with research data sourced from primary and secondary data. The data collection method was carried out through a literature study presented in the form of narrative text and analyzed qualitatively. The results of this study indicate that the Supreme Court, which granted the cassation request and annulled the Limboto District Court's decision, was correct because mens rea existed from the beginning and as a result, the Supreme Court changed the defendant's legal status from being acquitted to being sentenced to 1 year and 6 months in prison because he was proven guilty of committing the crime of fraud. | |
| 45693 | 49064 | I1C021031 | Penentuan Profil Metabolit Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Dengan GC-MS dan Aktivitas Antibakteri Dengan Metode Time-kill Terhadap Bakteri MRSA ATCC 33591 | MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus) merupakan jenis bakteri penyebab infeksi yang sulit diobati karena resisten terhadap berbagai antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dalam ekstrak etanol rimpang Curcuma xanthorrhiza serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap MRSA ATCC 33591 menggunakan metode time-kill. Ekstrak diperoleh melalui maserasi dengan etanol, sedangkan identifikasi senyawa dilakukan menggunakan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Uji antibakteri dilakukan dengan variasi konsentrasi ekstrak (62,5–500 μg/mL) dan dibandingkan dengan kontrol positif, yaitu siprofloksasin (0,25 μg/mL). Analisis GC-MS menunjukkan bahwa sebagian besar senyawa tergolong terpenoid, dengan xanthorrhizol (24,06%) dan germakron (11,53%) sebagai komponen utama. Hasil uji time-kill menunjukkan bahwa ekstrak bersifat bakteriostatik, dengan penurunan jumlah koloni yang signifikan pada konsentrasi 4 MIC dalam waktu 8 jam. Namun, jumlah koloni kembali meningkat pada jam ke-16 dan ke-24. Pada konsentrasi yang lebih rendah, jumlah koloni cenderung stabil selama 24 jam. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak C. xanthorrhiza berpotensi sebagai agen antibakteri alami terhadap MRSA. | MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus) is a type of bacteria that causes infections and is hard to treat because it is resistant to many antibiotics. This study aimed to identify the active compounds in the ethanol extract of Curcuma xanthorrhiza rhizome and evaluate its antibacterial activity against MRSA ATCC 33591 using the time-kill method. The extract was prepared by ethanol maceration, and compounds were identified using Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Antibacterial tests were conducted at various extract concentrations (62.5–500 μg/mL) and compared with ciprofloxacin as a positive control (0.25 μg/mL). GC-MS analysis showed that most compounds were terpenoids, with xanthorrhizol (24.06%) and germacrone (11.53%) as the major components. The time-kill assay showed bacteriostatic activity, with a significant reduction in bacterial colonies at 4 MIC by 8 hours, but colony numbers increased again at 16 and 24 hours. Lower concentrations resulted in stable colony counts over 24 hours. These results suggest that C. xanthorrhiza extract has potential as a natural antibacterial agent against MRSA. | |
| 45694 | 49047 | I1C021003 | Identifikasi Profil Metabolit Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa) dan Evaluasi Aktivitas Antibakterinya Menggunakan Uji Time-Kill Terhadap Bakteri MRSA ATCC 33591 | Latar Belakang: Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) ATCC 33591 merupakan strain bakteri resisten yang kebal terhadap berbagai antibiotik, sehingga dibutuhkan alternatif pengobatan baru, salah satunya melalui senyawa antibakteri alami seperti ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma longa). Penelitian sebelumnya menunjukkan aktivitas antibakteri ekstrak ini terhadap MRSA, namun data mengenai kinetika pembunuhannya masih terbatas. Metodologi: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil metabolit ekstrak etanol kunyit menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap MRSA ATCC 33591 melalui uji time-kill. Analisis GC-MS dilakukan dengan membandingkan data antara pustaka internal dan pustaka open-source MS-Dial. Uji antibakteri dilakukan dengan konsentrasi 1×, 2×, 4×, dan 8× MIC (MIC = 31,25 µg/mL), serta ciprofloxacin sebagai kontrol positif (1× MIC = 0,25 µg/mL). Inokulum bakteri disiapkan pada konsentrasi 6×10^5 CFU/mL, dan pengamatan dilakukan pada waktu 2, 4, 8, 16, dan 24 jam. Sampel diinokulasikan ke media Mueller Hinton Agar (MHA) dan jumlah koloni dihitung setelah inkubasi. Hasil: Analisis GC-MS menunjukkan adanya senyawa aktif dominan seperti ar-turmerone, a-turmerone, curlone, caryophyllene, dan b-sesquiphellandrene. Uji time-kill menunjukkan efek penghambatan pada jam ke-2 dan ke-4, namun tidak terjadi pembunuhan total, sehingga dikategorikan sebagai bakteriostatik yang bersifat concentration dependent. Kesimpulan: Ekstrak kunyit memiliki potensi antibakteri terhadap MRSA secara bakteriostatik. Kombinasi dengan antibiotik direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas bakterisidal. | Background: Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) ATCC 33591 is a multidrug-resistant bacterial strain that poses a global health concern. As an alternative to conventional antibiotics, natural antibacterial agents such as ethanol extract of turmeric rhizome (Curcuma longa) have shown promise. Previous studies have demonstrated its antibacterial activity against MRSA, but data on its killing kinetics remain limited. Methodology: This study aimed to identify the metabolite profile of ethanol extract of turmeric using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) and evaluate its antibacterial activity against MRSA ATCC 33591 using a time-kill assay. GC-MS analysis was conducted by comparing internal library data with the open-source MS-Dial library. The extract was tested at 1, 2, 4, and 8 times MIC (MIC = 31.25 µg/mL), with ciprofloxacin (1× MIC = 0.25 µg/mL) as the positive control. The bacterial inoculum was adjusted to 6×10^5 CFU/mL and incubated at 35 ± 2°C. Observations were made at 2, 4, 8, 16, and 24 hours. Samples were serially diluted and spread on Mueller Hinton Agar (MHA), then incubated for colony counting. Results: GC-MS identified dominant antibacterial compounds such as ar-turmerone, a-turmerone, curlone, caryophyllene, and b-sesquiphellandrene. The time-kill assay showed initial bacterial inhibition at 2 and 4 hours, but no total killing within 24 hours, indicating concentration-dependent bacteriostatic activity. Conclusion: The ethanol extract of turmeric exhibits bacteriostatic activity against MRSA. Combination with antibiotics is recommended to enhance bactericidal effect. | |
| 45695 | 49068 | H1A021028 | ANALISIS KUALITAS LAYANAN (QoS) MONITORING CCTV REAL-TIME BERBASIS IP CAMERA PADA JARINGAN WIRELESS LAN PT. KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL RU IV CILACAP | Tugas akhir ini berfokus pada analisis kualitas layanan Quality of Service (QoS) jaringan WLAN yang digunakan dalam sistem pemantauan keamanan berbasis CCTV IP Camera di PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor industri migas dengan tingkat risiko tinggi. Keberadaan sistem CCTV yang andal dan stabil menjadi elemen penting dalam menjaga keamanan operasional. Namun, tingginya trafik video dari ratusan unit CCTV yang tersebar di berbagai titik strategis menimbulkan tantangan tersendiri terhadap kinerja jaringan, khususnya dalam hal kestabilan tayangan video. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi QoS jaringan WLAN pada area yang mengalami gangguan tampilan CCTV, seperti buffering, lag, dan keterlambatan loading. Parameter yang dianalisis mencakup throughput, packet loss, delay, jitter, dan frame rate, yang dievaluasi berdasarkan standar TIPHON (Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks). Proses pengujian dilakukan melalui akses langsung ke sistem CCTV menggunakan akun admin, mulai dari pemantauan jaringan hingga pengambilan dan analisis data menggunakan perangkat lunak Wireshark. Hasil dari analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai performa jaringan WLAN perusahaan serta menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi peningkatan kualitas jaringan, guna memastikan sistem CCTV dapat berjalan secara optimal dan mendukung efektivitas pemantauan keamanan secara real-time. | This final project focuses on analyzing the Quality of Service (QoS) of the WLAN network used in the IP Camera-based CCTV security monitoring system at PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap. As a company operating in the high-risk oil and gas industry, a reliable and stable CCTV system is essential for maintaining operational safety. However, the high volume of video traffic from hundreds of CCTV units distributed across strategic locations presents challenges to network performance, particularly in ensuring stable video streams. This research aims to evaluate the WLAN network’s QoS in areas where CCTV display issues occur, such as buffering, lag, and slow loading. The analyzed parameters include throughput, packet loss, delay, jitter, and frame rate, assessed using the TIPHON (Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks) standard. Testing was conducted through direct access to the CCTV system using an admin account, from network monitoring to data collection and analysis using Wireshark software. The results are expected to provide a comprehensive overview of the company's WLAN network performance and serve as a basis for recommending network improvements to ensure optimal operation of the CCTV system and enhance real-time security monitoring. | |
| 45696 | 49069 | E1A021245 | PEMBUNUHAN BAYI (KINDERDOODSLAG) YANG DILAKUKAN OLEH IBUNYA YANG MASIH DI BAWAH UMUR (Studi Putusan Nomor 19/Pid.Sus-Anak/2022/PN Clp) | Penelitian ini mengetahui bagaimana penerapan pasal terhadap tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh ibu kandungnya yang masih berusia di bawah umur. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dan hukum normatif yang bersifat preskriptif analitis, dengan menggunakan data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Di dalam perkara Pengadilan Negeri Cilacap Majelis Hakim sebagaimana perkara Putusan Nomor 19/Pid.Sus-Anak/2022/PN Clp lebih memilih untuk memutuskan Terdakwa Anak dengan dakwaan kesatu Jaksa Penuntut Umum yaitu Pasal 80 Ayat (4) Jo. Pasal 76C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Berdasarkan perbuatan Terdakwa Anak dengan adanya unsur “Barangsiapa, Membiarkan, Melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak yang menyebabkan mati dan yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.” Hakim memilih dakwaan kesatu Jaksa Penuntut Umum karena Terdakwa Anak dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Kekerasan terhadap bayi yang dilahirkannya dengan cara menelantarkan bayinya hingga bayi yang dilahirkan meninggal dunia. Maka hakim menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan sebagaimana sesuai dengan ketentuan Pasal 80 ayat (4) Jo. Pasal 76C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun, penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan Pasal 80 Ayat (4) Jo. Pasal 76C kurang tepat. Mengingat perbuatan Terdakwa Anak telah dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya ketika dilahirkan atau tidak lama setelah bayi dilahirkan karena takut ketahuan telah melahirkan anak (kinderdoodslag). Sehingga, hal ini lebih tepat dikenakan Pasal 341 KUHP sesuai dakwaan kedua Jaksa Penuntut Umum. | This study finds out how the application of the article to the crime of murder committed by the biological mother who is still underage. This research uses a case study approach and normative law that is prescriptive analytical, using secondary data sourced from primary legal materials and secondary legal materials. In the Cilacap District Court case, the Panel of Judges as in the case of Decision Number 19/Pid.Sus-Anak/2022/PN Clp prefers to decide the Child Defendant with the first charge of the Public Prosecutor, namely Article 80 Paragraph (4) Jo. Article 76C of Law Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection. Based on the actions of the Child Defendant with the elements of “Whoever, Allows, Commits, or participates in committing Violence against a Child that causes death and the person who commits the offense is his parents.” The judge chose the first charge of the Public Prosecutor because the Child Defendant was found legally and convincingly guilty of committing violence against her baby by neglecting her baby until the baby died. Therefore, the judge imposed a prison sentence of 3 years and 6 months in accordance with the provisions of Article 80 paragraph (4) Jo. Article 76C of Law Number 35 Year 2014 on the Amendment to Law Number 23 Year 2002 on Child Protection. However, this study reveals that the application of Article 80 Paragraph (4) Jo. Article 76C is not appropriate. Considering that the actions of the Defendant Child have deliberately eliminated the life of his child when he was born or shortly after the baby was born because he was afraid of being caught giving birth to a child (kinderdoodslag). Thus, this case is more appropriately subject to Article 341 of the Criminal Code in accordance with the second indictment of the Public Prosecutor. | |
| 45697 | 49065 | C1A018038 | VALUASI EKONOMI DAMPAK NEGATIF PENAMBANGAN BATU GAMPING (STUDI KASUS KAWASAN KARST DESA REDISARI DAN KALISARI, KECAMATAN ROWOKELE, KEBUMEN | Desa Redisari dan Kalisari di Kabupaten kebumen termasuk dalam Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) yang memiliki potensi sumberdaya alam berupa batu kapur atau gamping yang melimpah. Selain dimanfaatkan sebagai media penyimpanan air bersih dan objek wisata potensi bentang alam karst dimanfaatkan sebagai bahan tambang. Penduduk rata- rata melakukan aktivitas penambangan sebagai usaha turun temurun. Usaha penambangan batu gamping dinilai mendatangkan dampak positif bagi kondisi perekonomian masyarakat setempat. Namun hal tersebut turut memiliki dampak negatif berupa kerusakan alam, menurunnya kuantitas dan kualitas air dan kesehatan masyarakat yang semakin menurun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis estimasi biaya sakit (cost of illness), biaya pengganti (replacement cost) dan nilai ekonomi total dari dampak penambangan batu gamping terhadap masyarakat desa Redisari dan Kalisari. Populasi dalam penelitian ini adalah 2.463 Kepala Keluarga (KK) di Desa Redisari dan Kalisari. Jumlah responden yang diambil sebanyak 96 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis biaya sakit (cost of illness) dan analisis biaya pengganti (replacement cost). Hasil penelitian diperoleh estimasi total biaya sakit (cost of illness) adalah sebesar Rp 37.643.959.992,00 pada tahun 2023, jadi rata-rata biaya sakit yang dikeluarkan sebesar 15.283.784,00 per KK selama satu tahun. Estimasi total biaya pengganti (replacement cost) untuk penyediaan air bersih yang berasal dari pembelian air mineral isi ulang atau galon, pemanfaatan PAMSIMAS, program swadaya masyarakat dan pembuatan sumur bor sebagai sumber air bersih yang digunakan untuk konsumsi rumah tangga di Desa Redisari dan Kalisari Kecamatan Rowokele sebesar Rp 4.417.390.500,00 pada tahun 2023 dengan biaya rata-rata yang dikeluarkan setiap KK sebesar Rp 1.793.500,00 per tahun. Dengan demikian, nilai ekonomi total dari dampak negatif penambangan batu gamping dalam penelitian ini sebesar Rp 42.061.350.492,00. Sehingga diperoleh nilai rata-rata sebesar Rp 17.077.284,00 per KK dalam satu tahun. Implikasi dalam penelitian ini adalah stakeholder, masyarakat dan pelaku tambang perlu melakukan pengelolaan lingkungan yang lebih berkesinambungan melalui limitasi kapasitas penambangan batu gamping maupun kebijakan pengelolaan lingkungan. Usaha penambangan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sumberdaya air dan kesehatan masyarakat yang semakin menuru sehingga perlu lebih cermat dalam melakukan usaha tambang. | Redisari and Kalisari villages in Kebumen Regency are located within the Southern Gombong Karst Area (KKGS), which possesses abundant natural resources in the form of limestone. Besides being utilized for clean water storage and as tourist attractions, the karst landscape's potential is also exploited for mining materials. On average, the local population engages in mining activities as a hereditary occupation. While limestone mining is perceived to bring positive impacts on the local community's economic conditions, it also poses negative impacts, including environmental damage, a decline in water quantity and quality, and deteriorating public health. This study aims to analyze the estimated cost of illness, replacement cost, and the total economic value of the impacts of limestone mining on the communities of Redisari and Kalisari villages. The population for this study consisted of 2,463 households (KK) in Redisari and Kalisari villages. A sample of 96 respondents was selected using purposive sampling. This research employed descriptive analysis, cost of illness analysis, and replacement cost analysis. The study results show that the estimated total cost of illness was IDR 37,643,959,992.00 in 2023, averaging IDR 15,283,784.00 per household annually. The estimated total replacement cost for providing clean water, sourced from purchasing refillable mineral water or gallons, utilizing PAMSIMAS, community self-help programs, and constructing boreholes for household consumption in Redisari and Kalisari villages, Rowokele District, amounted to IDR 4,417,390,500.00 in 2023, with an average cost of IDR 1,793,500.00 per household per year. Consequently, the total economic value of the negative impacts of limestone mining in this study is estimated at IDR 42,061,350,492.00, resulting in an average value of IDR 17,077,284.00 per household per year. The implications of this study suggest that stakeholders, the community, and mining operators need to implement more sustainable environmental management through the limitation of limestone mining capacity and the adoption of effective environmental management policies. Mining activities significantly affect the quality and quantity of water resources and the declining public health, necessitating a more cautious approach to mining operations. | |
| 45698 | 49066 | H1A021067 | ANALISIS UJI KELAYAKAN ISOLASI PADA TRANSFORMATOR TENAGA 2 DI GARDU INDUK 150 KV KALIBAKAL MENGGUNAKAN POLARIZATION INDEX DAN TANGEN DELTA | Transformator tenaga merupakan aset vital dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi mentransformasikan tegangan. Keandalannya sangat dipengaruhi oleh kondisi isolasi yang bisa menurun akibat beban dan lingkungan. Evaluasi isolasi secara berkala penting untuk mencegah kegagalan dan menjaga kinerja transformator. Penelitian ini menganalisis kondisi isolasi transformator tenaga 2 di Gardu Induk 150 kV Kalibakal setelah penggantian dan uprating dari 20 MVA ke 30 MVA. Sebagai gambaran awal, dilakukan simulasi sederhana di ETAP untuk melihat posisi trafo dalam konfigurasi gardu serta dampak potensi kegagalan isolasi. Fokus utama penelitian adalah analisis kelayakan isolasi berdasarkan hasil uji aktual. Nilai IP dan Tangen Delta dari trafo lama dan baru dibandingkan dengan standar IEEE C57.152-2013, ANSI C57.12.90, dan IEC 60137. Hasil pengujian menunjukkan transformator baru memiliki kondisi isolasi yang sangat baik, dengan nilai Tangen Delta tertinggi terukur sebesar 0,50% pada bushing dan 0,37% pada belitan, yang seluruhnya memenuhi standar kelayakan IEEE. Analisis lebih lanjut menegaskan bahwa meskipun isolasi transformator lama menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas (IP terukur 1,62 dan Tangen Delta terukur 0,39%), keputusan penggantian lebih didasarkan pada faktor usia operasional (lebih dari 40 tahun) dan kerusakan komponen pendukung. | Power transformers are vital assets in power systems that function to transform voltage. Its reliability is greatly influenced by its insulation condition which can degrade due to load and environment. Periodic insulation evaluation is important to prevent failure and maintain transformer performance. This research analyzes the insulation condition of power transformer 2 at 150 kV Kalibakal Substation after replacement and uprating from 20 MVA to 30 MVA. As an initial overview, a simple simulation in ETAP was carried out to see the position of the transformer in the substation configuration as well as the potential impact of insulation failure. The main focus of the research was to analyze the feasibility of insulation based on actual test results. The IP and Tangent Delta values of the old and new transformers were compared with IEEE C57.152-2013, ANSI C57.12.90, and IEC 60137 standards. Hasil pengujian menunjukkan transformator baru memiliki kondisi isolasi yang sangat baik, dengan nilai Tangen Delta tertinggi terukur sebesar 0,50% pada bushing dan 0,37% pada belitan, yang seluruhnya memenuhi standar Further analysis confirmed that although the old transformer's insulation showed signs of deterioration (measured IP of 1.62 and measured Delta Tangent of 0.39%), the replacement decision was based more on operational age (more than 40 years) and damage to supporting components. | |
| 45699 | 49030 | B1A021032 | PROFIL METABOLIT SEKUNDER Sonchus arvensis L. MENGGUNAKAN JENIS PELARUT YANG BERBEDA | Sonchus arvensis L. (tempuyung) merupakan tanaman dari famili Asteraceae yang tersebar luas di Indonesia dan dikenal memiliki khasiat sebagai obat, seperti diuretik, pereda batuk, penurun kolesterol, serta penghancur batu ginjal karena kandungan senyawa aktifnya seperti flavonoid, triterpenoid, inositol, dan manitol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder (flavonoid, polifenol, dan alkaloid) pada ekstrak akar dan daun tempuyung berdasarkan jenis pelarut yang berbeda serta menentukan pelarut yang paling efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel positif mengandung flavonoid, polifenol, dan alkaloid; pelarut dan organ tidak berpengaruh terhadap kadar flavonoid dan polifenol, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar alkaloid. Kadar flavonoid tertinggi ditemukan pada akar dengan pelarut etanol 50% (103,66 ± 57,50 mg QE/L), polifenol tertinggi pada daun dengan etanol 50% (17,65 ± 6,24 mg GAE/L), dan alkaloid tertinggi pada akar dengan etanol 96% (95,64 ± 73,50 mg QNE/L). | Sonchus arvensis L. (tempuyung) is a plant from the Asteraceae family that is widely distributed in Indonesia and is known for its medicinal properties, such as diuretic, cough suppressant, cholesterol-lowering, and kidney stone dissolving, due to its active compounds such as flavonoids, triterpenoids, inositol, and mannitol. This study aims to determine the content of secondary metabolites (flavonoids, polyphenols, and alkaloids) in the root and leaf extracts of tempuyung based on different solvents and to identify the most effective solvent. The results showed that all samples were positive for flavonoids, polyphenols, and alkaloids; the solvent and organ did not affect the levels of flavonoids and polyphenols, but had a significant effect on alkaloid levels. The highest flavonoid content was found in the roots using 50% ethanol solvent (103.66 ± 57.50 mg QE/L), the highest polyphenol content in the leaves using 50% ethanol solvent (17.65 ± 6.24 mg GAE/L), and the highest alkaloid content was found in roots using 96% ethanol (95.64 ± 73.50 mg QNE/L). | |
| 45700 | 49067 | I1E021078 | Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Atlet dalam Perpindahan Atlet ke Cabang Olahraga Lain | Motivasi Intrinsik Dan Ektrinsik Atlet Dalam Perpindahan Atlet Ke Cabang Olahraga Lain Di Kabupaten Banyumas Meinisa Harda Faradilla, Jajang Dede Mulyani, Rifqi Festiawan Latar Belakang: Motivasi memiliki peran penting dalam mendorong atlet untuk meraih prestasi, termasuk saat melakukan perpindahan cabang olahraga. Perpindahan cabang olahraga oleh atlet merupakan fenomena yang semakin sering terjadi dan dipengaruhi oleh berbagi alasan. Salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan tersebut adalah motivasi, yang terbagi menjadi motivasi intrinsik dan ektrinsik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi intrinsik dan ekstrinsik yang memengaruhi atlet dalam berpindah cabang olahraga di Kabupaten Banyumas pada ajang Porprov Jawa tengah 2023. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah 28 pernyataan kuisioner. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 17 atlet yang berasal dari Kabupaten banyumas dan teknik purposive sampling digunakan untuk memilih sampel sesuai kriteria yang ditentukan.. Analisis data dengan cara menghitung persentase kemudian hasil dikategorikan dengan rumus untuk mendeskripsikan hasil perhitungan data yang telah terkumpul. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap indikator memperoleh persentase yang tinggi dengan jumlah indikator sikap 90,39%, indikator harapan 86,76%, indikator pengalaman masalalu 63,53%, indikator program latihan 63,24%, lingkungan 80%, indikator penghargaan 64,70%. Hasil perbandingan dari setiap faktor motivasi bahwa motivasi intrinsik lebih dominan dengan persentase 84,71% sedangkan motivasi ekstrinsik dengan persentase 70,73%. Kesimpulan: Motivasi atlet dalam berpindah cabang olahraga di Kabupaten Banyumas tergolong tinggi, dengan motivasi intrinsik sebagai faktor dominan. Sikap menjadi indikator utama, mencerminkan bahwa perpindahan lebih banyak didorong oleh dorongan internal untuk berkembang dan menghadapi tantangan baru. Kata Kunci: Motivasi intrinsik, Motivasi Ekstrinsik, Perpindahan Cabang Olahraga | INTRINSIC AND EXTRINSIC MOTIVATION OF ATHLETES IN TRANSITIONING TO A DIFFERENT SPORTS DISCIPLINE IN BANYUMAS REGENCY Meinisa Harda Faradilla, Jajang Dede Mulyani, Background: Motivation plays a vital role in driving athletes to achieve performance goals, including during transitions between sports disciplines. The phenomenon of athlestes switching discipline has become increasingly common, influenced by various factors. Among these, motivation both intrinsic and extrinsic is a key element in shaping such decisions. This study aims to examine the intrinsic and extrinsic motivational factors that influence athletes in Banyumas regency to transition to different sports disciplines during the 2023 Centeral Java Provicial Sports Week (PORPROV). Methodology: This study is a descriptive quantitavise research employing a survey method. Data were collected thtough a questionnaire consisting of 28 statements. The sample included 17 athlestes from Banyumas Regency, selected through purposive sampling besed on specific inclusion criteria. The data were analyzed using percentage calculations and categorized to interpret the findings. Research Results: The findings revealed consistently high scores across motivational indicators: attitude (90,39%), expectations (86,76%), past experiences (63,53%), training program (63,24%), environment (80%), and rewards (64,70%). When comparing motivational types, intrinsic motivation emerged as more dominant (84,71%) compared to extrinsic motivation (70,73%). Conclusion: Athletes’ motivation to transition to new sports disciplines in Bnyumas Regency is generally high, with intrinsic motivation as the primary driving force. Attitude was the most influential idicator, suggesting that the decision to switch is largely fueled by internal desires for growth, self improvement, and readiness to embrace new challenges. Keywords: Intrinsic Motivation, Extrinsic Motivation, Athlete Transition, Sport Chage |