Artikel Ilmiah : I1C021003 a.n. HARI TRIHATMOJO
| NIM | I1C021003 |
|---|---|
| Namamhs | HARI TRIHATMOJO |
| Judul Artikel | Identifikasi Profil Metabolit Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa) dan Evaluasi Aktivitas Antibakterinya Menggunakan Uji Time-Kill Terhadap Bakteri MRSA ATCC 33591 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) ATCC 33591 merupakan strain bakteri resisten yang kebal terhadap berbagai antibiotik, sehingga dibutuhkan alternatif pengobatan baru, salah satunya melalui senyawa antibakteri alami seperti ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma longa). Penelitian sebelumnya menunjukkan aktivitas antibakteri ekstrak ini terhadap MRSA, namun data mengenai kinetika pembunuhannya masih terbatas. Metodologi: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil metabolit ekstrak etanol kunyit menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap MRSA ATCC 33591 melalui uji time-kill. Analisis GC-MS dilakukan dengan membandingkan data antara pustaka internal dan pustaka open-source MS-Dial. Uji antibakteri dilakukan dengan konsentrasi 1×, 2×, 4×, dan 8× MIC (MIC = 31,25 µg/mL), serta ciprofloxacin sebagai kontrol positif (1× MIC = 0,25 µg/mL). Inokulum bakteri disiapkan pada konsentrasi 6×10^5 CFU/mL, dan pengamatan dilakukan pada waktu 2, 4, 8, 16, dan 24 jam. Sampel diinokulasikan ke media Mueller Hinton Agar (MHA) dan jumlah koloni dihitung setelah inkubasi. Hasil: Analisis GC-MS menunjukkan adanya senyawa aktif dominan seperti ar-turmerone, a-turmerone, curlone, caryophyllene, dan b-sesquiphellandrene. Uji time-kill menunjukkan efek penghambatan pada jam ke-2 dan ke-4, namun tidak terjadi pembunuhan total, sehingga dikategorikan sebagai bakteriostatik yang bersifat concentration dependent. Kesimpulan: Ekstrak kunyit memiliki potensi antibakteri terhadap MRSA secara bakteriostatik. Kombinasi dengan antibiotik direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas bakterisidal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) ATCC 33591 is a multidrug-resistant bacterial strain that poses a global health concern. As an alternative to conventional antibiotics, natural antibacterial agents such as ethanol extract of turmeric rhizome (Curcuma longa) have shown promise. Previous studies have demonstrated its antibacterial activity against MRSA, but data on its killing kinetics remain limited. Methodology: This study aimed to identify the metabolite profile of ethanol extract of turmeric using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) and evaluate its antibacterial activity against MRSA ATCC 33591 using a time-kill assay. GC-MS analysis was conducted by comparing internal library data with the open-source MS-Dial library. The extract was tested at 1, 2, 4, and 8 times MIC (MIC = 31.25 µg/mL), with ciprofloxacin (1× MIC = 0.25 µg/mL) as the positive control. The bacterial inoculum was adjusted to 6×10^5 CFU/mL and incubated at 35 ± 2°C. Observations were made at 2, 4, 8, 16, and 24 hours. Samples were serially diluted and spread on Mueller Hinton Agar (MHA), then incubated for colony counting. Results: GC-MS identified dominant antibacterial compounds such as ar-turmerone, a-turmerone, curlone, caryophyllene, and b-sesquiphellandrene. The time-kill assay showed initial bacterial inhibition at 2 and 4 hours, but no total killing within 24 hours, indicating concentration-dependent bacteriostatic activity. Conclusion: The ethanol extract of turmeric exhibits bacteriostatic activity against MRSA. Combination with antibiotics is recommended to enhance bactericidal effect. |
| Kata kunci | Profil Metabolit, GC-MS, Uji Time-Kill, Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit |
| Pembimbing 1 | Dr. Muhamad Salman Fareza, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr.nat.techn. apt. Hendri Wasito, M.Sc. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2025-07-14 08:33:58.960343 |