Artikelilmiahs
Menampilkan 45.601-45.620 dari 48.749 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45601 | 48967 | E1A021094 | KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PENCURIAN DATA BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE | Data pribadi menjadi harta yang berharga di zaman sekarang. Keamanan data pribadi menjadi hal mutlak untuk diperhatikan setiap orang agar terjaga dari segala ancaman yang ada. Artificial Intelligence (AI) semakin berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dari perbuatan yang dapat dilakukan dalam hal pencurian data berbasis AI serta untuk mengetahui sejauh mana kebijakan hukum pidana nasional menanggulangi tindak pidana pencurian data berbasis AI. Penelitian ini bersifat yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan konseptual serta spesifikasi penelitian deskriptif-analitis. Regulasi di Indonesia belum secara komprehensif dan spesifik dalam membuat regulasi yang membahas mengenai AI. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk perbuatan yang paling umum dilakukan sebagai bentuk pencurian data adalah dengan cara menyebarkan deepfake. Regulasi yang sering digunakan dalam kasus pencurian data yaitu pada UU PDP dan UU ITE namun kedua regulasi tersebut belum dapat memberikan penjelasan yang konkret. Adanya regulasi khusus untuk membahas penggunaan AI dari perspektif hukum pidana bertujuan mencegah tindak pidana yang menggunakan AI sebagai alat bantu. Adanya larangan dan sanksi yang jelas dapat memberikan penghalang sekaligus penjeraan bagi para pelaku pencurian data berbasis AI. | Personal data has become a valuable asset in today's era. Ensuring the security of personal data is essential for everyone in order to protect it from various existing threats. The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has made it an integral part of modern society. This research aims to examine the various forms of actions that constitute AI-based data theft and to analyze the extent to which national criminal law policies address such offenses. This study employs a normative juridical approach, utilizing statutory and conceptual approaches, with a descriptive-analytical research specification. The findings of this research indicate that one of the most common methods of committing data theft is through the dissemination of deepfakes. Current regulations in Indonesia have yet to comprehensively and specifically address the legal implications of AI. The provisions most frequently applied in cases of data theft are found in the Personal Data Protection Law (PDP Law) and the Electronic Information and Transactions Law (ITE Law); however, both laws remain inadequate in providing clear legal explanations. Law enforcement officials continue to interpret AI-based data theft through the lens of conventional data theft. The establishment of specific regulations addressing the use of AI from a criminal law perspective is necessary to prevent criminal offenses that utilize AI as a facilitating tool. The existence of explicit prohibitions and legal sanctions may serve both as a deterrent and as a punitive measure for perpetrators of AI-based data theft. | |
| 45602 | 48968 | C1C021115 | PENGARUH MENTAL ACCOUNTING, DAN TAGLINE “GRATIS ONGKIR” TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PADA PENGGUNAAN E-COMMERCE TIKTOK SHOP | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mental accounting dan tagline ‘gratis ongkir’ terhadap perilaku pembelian impulsif. Populasi yang diteliti adalah mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2021–2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 82 orang dari total 462 mahasiswa. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh responden. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Mental accounting memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pembelian impulsif, (2) Tagline ‘free shipping’ memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pembelian impulsif. Kata kunci: Mental Accounting, Tagline 'Gratis Ongkir', Pembelian Impulsif. | This study aims to analyze the influence of mental accounting and the tagline 'free shipping' on impulsive buying. The population consists of students from the Accounting Study Program of the Faculty of Economics and Business from the 2021-2023 batch. The sampling technique used is purposive sampling, obtaining 82 respondents from a total of 462 students. This study utilizes primary data in the form of a questionnaire filled out by the respondents. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of the study using SPSS version 27 show that: (1) Mental accounting has a significant positive influence on impulsive buying, (2) The tagline 'Free Shipping' has a non-significant positive influence on impulsive buying. Keywords: Mental Accounting, Tagline 'Free Shipping', Impulsive Buying. | |
| 45603 | 48969 | C1C021007 | PENGARUH LITERASI KEUANGAN SYARIAH, AKES LAYANAN, DAN KEBUTUHAN MODAL TERHADAP MINAT PELAKU UMKM MENJADI NASABAH PEMBIAYAAN BANK SYARIAH INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah, akses layanan, dan kebutuhan modal terhadap minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi nasabah pembiayaan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena rendahnya partisipasi pelaku UMKM dalam memanfaatkan pembiayaan syariah, meskipun layanan BSI telah tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Theory of Planned Behavior (TPB). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan SPSS, diperoleh temuan bahwa: (1) literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi nasabah pembiayaan, (2) akses layanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat, serta (3) kebutuhan modal tidak berpengaruh signifikan terhadap minat. Kata kunci: Minat, Literasi Keuangan Syariah, Akses Layanan, Kebutuhan Modal, UMKM, Bank Syariah Indonesia. | This study aims to analyze the influence of Islamic financial literacy, service access, and capital needs on the interest of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in becoming financing customers at Bank Syariah Indonesia (BSI) in Kramat District, Tegal Regency. The research was motivated by the low participation of MSMEs in utilizing Islamic financing, despite the availability of BSI services. A quantitative approach with a survey method was employed, and purposive sampling was used to select 95 respondents. This research is based on the Theory of Planned Behavior (TPB), which posits that behavioral intention is the primary predictor of actual behavior. The results of data analysis using SPSS show that: (1) Islamic financial literacy has a positive and significant effect on the intention to become a financing customer, (2) service access also has a positive and significant effect on the intention, and (3) capital needs do not have a significant effect. Keywords: Intention, Islamic Financial Literacy, Service Access, Capital Needs, MSMEs, Bank Syariah Indonesia. | |
| 45604 | 48970 | C1C021112 | PENGARUH LITERASI KEUANGAN, DIGITAL PAYMENT, DAN DIGITAL MARKETING TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, digital payment, dan digital marketing terhadap peningkatan pendapatan pada UMKM di Kota Bekasi. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Social Exchange Theory (SET) yang dikemukakan oleh (Homans, 1974). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Jenis data yang digunakan penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Perhitungan yang digunakan dalam pemilihan sampel penelitian yaitu menggunakan rumus slovin. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 99 pelaku UMKM yang menerapkan digital payment dan digital marketing yang berlokasi di Kota Bekasi. Metode pengukuran variabel menggunakan skala likert pada variabel literasi keuangan, digital payment, digital marketing, dan peningkatan pendapatan UMKM. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji instrument penelitian (uji validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis (uji simultan/f-test, koefisien determinasi (R2) dan parsial/t-test). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS), diperoeh bukti bahwa: (1) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan UMKM, (2) digital payment berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan UMKM, dan (3) digital marketing tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan UMKM. | The purpose of this study is to analyze the influence of financial literacy, digital payments, and digital marketing on income growth in MSMEs in Bekasi City. The theory used in this study is Social Exchange Theory (SET) proposed by Homans (1974). This study uses a quantitative approach with a survey method. The data used in this study are primary data obtained from the distribution of questionnaires. The calculation used in the selection of research samples is the Slovin formula. The sample used in this study consists of 99 MSME actors who implement digital payments and digital marketing located in Bekasi City. The method of measuring variables uses a Likert scale for the variables of financial literacy, digital payments, digital marketing, and MSME income growth. The data analysis methods used in this study include research instrument testing (validity and reliability testing), classical assumption testing (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity testing), multiple linear regression analysis, and hypothesis testing (simultaneous test/f-test, coefficient of determination (R²), and partial/t-test). Based on the research results and data analysis using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS), evidence was obtained that: (1) financial literacy has a positive and significant effect on increasing SME income, (2) digital payments have a positive and significant effect on increasing SME income, and (3) digital marketing does not have a significant effect on increasing SME income. | |
| 45605 | 49606 | F1F019080 | Strategi Diplomasi Indonesia dalam Pembebasan Papua Tahun 1949-1962 | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang strategi diplomasi Indonesia dalam membebaskan papua tahun 1949-1962. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian Sejarah (historis). Langkah-langkah yang digunakan antara lain: Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam membebaskan papua meliputi beberapa cara, yaitu diplomasi terbuka, dan diplomasi tertutup. Namun upaya diplomasi terbuka yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui Sidang Umum Perserikatan BangsaBangsa dan Konferensi Asia Afrika mengalami kegagalan, karena Belanda memang tidak mau menyelesaikan kasus papau. Dengan alasan Belanda ingin memberi kedaulatan sendiri bagi wilayah Papua langsung di bawah kekuasaan Belanda. Sehingga membuat pemerintah Indonesia bertindak tegas untuk mengerahkan kekuatan nasionalnya dengan melakukan konfrontasi dalam merebut papua, yaitu kekuatan militer. Akhirnya, pengerahan kekuatan militer ini berhasil membuat Belanda mau membuka kembali perundingan dengan pemerintah Indonesia dalam rangka penyelesaian sengketa papua. Sehingga diplomasi yang terpadu dengan kekuatan milier ini berhasil memaksa Belanda untuk menyerahkan wilayah papua kepada pemerintah Indonesia melalui persetujuan New York melalui diplomasi tertutup, melalui perantara badan perwakilan PBB yaitu UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority). | This research aims to describe Indonesia’s diplomatic strategies in liberating Papua during the period of 1949–1962. The research method used is the Historical research method. The steps applied include: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results show that the diplomatic strategies undertaken by the Indonesian government to liberate Papua involved several approaches, namely open diplomacy and closed diplomacy. However, the open diplomacy efforts carried out by the Indonesian government through the United Nations General Assembly and the Asian-African Conference ended in failure, as the Netherlands was unwilling to resolve the Papua issue. The Dutch argued that they intended to grant Papua its own sovereignty directly under Dutch authority. This prompted the Indonesian government to take decisive action by mobilizing its national strength through confrontation to reclaim Papua, namely by using military force. Ultimately, this military mobilization succeeded in compelling the Netherlands to reopen negotiations with the Indonesian government to resolve the Papua dispute. Consequently, diplomacy integrated with military power succeeded in forcing the Netherlands to hand over Papua to the Indonesian government through the New York Agreement, via closed diplomacy, with the mediation of the United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA). | |
| 45606 | 48972 | C1L021009 | IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GOOGLE SITES TERHADAP PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 4 PURWOKERTO | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen yang dilakukan terhadap siswa kelas XI SMA Negeri 4 Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2024/2025 dan dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konseptual siswa pada mata pelajaran ekonomi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan konseptual siswa yang menggunakan media pembelajaran Google Sites dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan Non-equivalent control group design, melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi penelitian berjumlah 179 siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Purwokerto, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Sampel yang diperoleh terdiri dari 71 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pemahaman konseptual antara siswa yang menggunakan media pembelajaran Google Sites dan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Implikasi dari penelitian ini adalah Peserta didik dapat pengalaman belajar baru dengan pembelajaran google sites sehingga lebih aktif dalam pembelajaran. Oleh sebab itu diperlukan persiapan untuk kegiatan pembelajaran media digital berbentuk google sites. Kata Kunci: Google Sites, Pemahaman Konseptual, dan Penelitian Eksperimen | This research is a quantitative research with an experimental method conducted on students of class XI of SMA Negeri 4 Purwokerto. This research was conducted in the 2024/2025 academic year and was motivated by the low conceptual understanding of students in economics subjects. The purpose of this study was to determine the differences in conceptual abilities of students who use Google Sites learning media compared to students who use conventional learning models. The method used is Quasi Experimental Design with Non-equivalent control group design, involving experimental and control classes. The study population was 179 students of class XI at SMA Negeri 4 Purwokerto, with a Purposive Sampling sampling technique. The sample obtained consisted of 71 respondents. The results of the study showed differences in conceptual understanding between students who used Google Sites learning media and students who used conventional learning models. The implication of this study is that students can have new learning experiences with Google Sites learning so that they are more active in learning. Therefore, preparation is needed for digital media learning activities in the form of Google Sites. Keywords: Google Sites, Conceptual Understanding, and Experimental Research | |
| 45607 | 48974 | A1D021019 | PENGGUNAAN TEKNIK MULTIPLEX PCR BERBASIS MARKA UNTUK SELEKSI SIFAT KANDUNGAN ANTOSIANIN DAN AMILOSA SEDANG PADA TANAMAN PADI | Seleksi yang berperan krusial dalam pemuliaan tanaman terkendala oleh tingginya keragaman varietas padi dan keterbatasan metode konvensional berbasis fenotip, karena ekspresi fenotipik bukan hanya dipengaruhi oleh faktor genetik tapi juga dipengaruhi faktor agronomi dan variasi lingkungan. Oleh karena itu, penerapan Marker Assisted Selection (MAS) melalui teknik multiplex PCR menjadi solusi efektif yang memungkinkan seleksi simultan untuk beberapa sifat seperti kandungan antosianin dan amilosa secara akurat, efisien, dan tidak bergantung pada kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendapatkan marka molekuler yang efektif untuk digunakan dalam multiplex PCR sebagai alat seleksi secara simultan untuk sifat kandungan antosianin dan amilosa sedang pada tanaman padi, (2) Memvalidasi penggunaan teknik multiplex PCR berbasis marka molekuler sebagai alat seleksi secara simultan untuk sifat kandungan antosianin dan amilosa sedang pada padi. Metode yang dilakukan yaitu dengan penentuan konsentrasi primer dan DNA cetakan yang paling efektif melalui metode singleplex, diikuti dengan optimasi menggunakan metode multiplex. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multiplex PCR menggunakan primer RM336 dan Wx-Exon6 terbukti efektif sebagai penanda molekuler untuk seleksi kandungan antosianin dan kadar amilosa sedang pada tanaman padi. | Selection, which plays a crucial role in plant breeding, is constrained by the high diversity of rice varieties and the limitations of conventional phenotype-based methods, as phenotypic expression is influenced not only by genetic factors but also by agronomic practices and environmental variations. Therefore, the implementation of Marker-Assisted Selection (MAS) through multiplex PCR techniques provides an effective solution, enabling simultaneous selection for multiple traits such as anthocyanin content and amylose levels accurately, efficiently, and independently of environmental conditions. This study aims to: (1) Obtain effective molecular markers for use in multiplex PCR as a tool for simultaneous selection of anthocyanin content and intermediate amylose content in rice plants, (2) Validate the use of molecular marker-based multiplex PCR as a tool for simultaneous selection of anthocyanin content and intermediate amylose content in rice. The method was carried out by determining the most effective primer and DNA template concentrations using the singleplex method, followed by optimization using the multiplex method. The research results demonstrate that multiplex PCR using RM336 and Wx-Exon6 primers proves effective as molecular markers for selecting anthocyanin content and intermediate amylose levels in rice plants. | |
| 45608 | 48976 | K1B021088 | Analsis Mengenai Faktor yang Mempengaruhi Minat Penggunaan QRIS Sebagai Metode Pembayaran pada Mahasiswa Matematika UNSOED Menggunakan Regresi Logistik Ordinal | Pesatnya kemajuan teknologi membuat sistem pembayaran turut bertransformasi menjadi digital. Jumlah pengguna QRIS terus bertambah seiring berjalannya waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat penggunaan QRIS pada mahasiswa Matematika UNSOED menggunakan regresi logistik ordinal. Faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap minat penggunaan QRIS yaitu persepsi kemudahan, manfaat, risiko, dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap variabel respon adalah persepsi kemudahan, risiko, dan kepercayaan. Nilai odds ratio untuk persepsi kemudahan yaitu 1,24, untuk risiko yaitu 1,318, dan untuk kepercayaan yaitu 1,45. Hal ini menyatakan bahwa penambahan satu persen pada persepsi kemudahan akan meningkatkan odds kategori minat 1,24 kali lipat, penambahan satu persen pada kemungkinan tidak berisiko akan meningkatkan minat sebesar 1,318 kali lipat dan penambahan satu persen pada kepercayaam akan meningkatkan minat 1,45 kali lipat. | The rapid advancement of technology has made the payment system also transformed into digital. the number of QRIS users has continued to grow over time. This study aims to analyze the factors that influence interest in using QRIS on UNSOED Mathematics students using ordinal logistic regression. Factors that are thought to affect interest in using QRIS are perceived convenience, benefits, risk, and trust. The results showed that the variables that affect the response variable are perceived convenience, risk, and trust. The odds ratio value for perceived convenience is 1.24, for risk is 1.318, and for trust is 1.45. This states that the addition of one percent on perceived ease will increase the odds of interest category 1.24 times, the addition of one percent on the possibility of no risk will increase interest by 1.318 times and the addition of one percent on trust will increase interest 1.45 times. | |
| 45609 | 48977 | I1B021002 | Pengaruh Edukasi dengan Media Video Animasi terhadap Sikap dan Perilaku Pencegahan Seksual Berisiko pada Remaja | Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan untuk melakukan perilaku seksual berisiko. Hal ini dikarenakan minimnya pendidikan kesehatan reproduksi sehingga mendukung remaja untuk mencoba perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi dengan media video animasi terhadap sikap dan perilaku pencegahan seksual berisiko pada remaja. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment with control group pretest and posttest design. Sampel berjumlah 132 responden dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 66 responden, yang ditentukan melalui teknik stratified random sampling. Kelompok intervensi diberikan edukasi melalui video animasi sebanyak satu kali. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap dan perilaku pencegahan seksual berisiko. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon, uji paired t-test, dan uji Mann-Whitney. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada skor sikap dan perilaku pencegahan seksual berisiko pada kelompok intervensi (p>0,05). Sebaliknya, pada kelompok kontrol terdapat perbedaan signifikan pada skor sikap dan perilaku pencegahan seksual berisiko (p<0,05). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dalam skor posttest sikap p=0,555, tetapi terdapat perbedaan yang signifikan pada skor posttest perilaku pencegahan perilaku seksual berisiko p=0,001. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh edukasi dengan video animasi terhadap peningkatan sikap dan perilaku seksual berisiko pada remaja | Background: Adolescents are a vulnerable age group to engage in risky sexual behavior. This is due to the lack of reproductive health education, which encourages adolescents to try such behavior. This study aims to analyze the effect of education using animated video media on attitudes and behaviors toward risky sexual prevention in adolescents. Method: The study design used was a quasi-experiment with a control group pretest and posttest design. The sample consisted of 132 respondents, with 66 respondents in each group, determined using stratified random sampling. The intervention group received education through animated video media once. Data were collected using a questionnaire on attitudes and behaviors toward risky sexual prevention. Data were analyzed univariately and bivariately using the Wilcoxon test, paired t-test, and Mann-Whitney test. Results: The analysis showed no significant difference in attitude and behavior scores of risky sexual preventions in the intervention group (p>0,05). In contrast, the control group showed a significant difference in attitude and behavior scores (p<0,05). The Mann-Whitney test showed no significant difference between the intervention and control groups in the posttest attitude score (p=0,555), but there was a significant difference in the posttest behavior score of risky sexual prevention (p=0,001). Conclusion: Education using animated video media does not have a significant effect on attitudes and behaviors of risky sexual prevention in adolescents. | |
| 45610 | 48980 | C1L021027 | PENGARUH EKSPEKTASI KARIER, BIAYA PENDIDIKAN, DAN MINAT MEMILIH PROGRAM STUDI TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI | Penelitian ini membahas ketidaksesuaian antara jumlah peminat, daya tampung, dan jumlah mahasiswa yang melakukan pendaftaran ulang pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 128 responden dari mahasiswa angkatan 2023 dan 2024, hasil analisis menunjukkan bahwa ekspektasi karier, biaya pendidikan, dan minat terhadap program studi berpengaruh positif terhadap keputusan pemilihan program studi. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan daya tarik program studi dapat dilakukan melalui strategi promosi yang aktif, khususnya melalui media sosial dan laman resmi, serta penyediaan informasi yang transparan mengenai rincian biaya pendidikan dan peluang beasiswa, guna mendukung pertimbangan calon mahasiswa dari aspek finansial dan prospek karier. | This study discusses the discrepancy between the number of applicants, capacity, and number of students who re-register in the Economics Education Study Program at Jenderal Soedirman University. Using a quantitative approach and involving 128 respondents from students in the 2023 and 2024 intakes, the results of the analysis show that career expectations, education costs, and interest in study programs have a positive effect on the decision to choose a study program. This finding indicates that increasing the attractiveness of study programs can be done through active promotional strategies, especially through social media and official websites, as well as providing transparent information regarding details of education costs and scholarship opportunities, in order to support prospective students' considerations from a financial and career prospect perspective. | |
| 45611 | 48981 | C2C023009 | PENGARUH KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG KARYAWAN DENGAN TURNOVER INTENTION SEBAGAI VARIABEL MEDIASI | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompensasi dan kepuasan kerja terhadap perilaku menyimpang karyawan, dengan Turnover Intention sebagai variabel mediasi. Studi dilakukan di Rumah Sakit XYZ, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jalur. Hasilnya menunjukkan bahwa kompensasi dan kepuasan kerja secara negatif mempengaruhi perilaku menyimpang secara langsung maupun tidak langsung melalui Turnover Intention. Studi ini memperkaya literatur manajemen SDM dengan menggabungkan teori pertukaran sosial, keadilan, motivasi dua faktor, dan perilaku menyimpang dalam organisasi. | This research aims to examine the influence of compensation and job satisfaction on employee deviant behavior, with turnover intention acting as a mediating variable. The study was conducted at XYZ Hospital, employing a quantitative approach with path analysis as the methodological framework. The findings indicate that both compensation and job satisfaction negatively affect deviant behavior, both directly and indirectly through turnover intention. This study enriches the human resource management literature by integrating social exchange theory, equity theory, two-factor motivation theory, and organizational deviant behavior. | |
| 45612 | 48982 | A1D021005 | ISOLASI DAN KARAKTERISASI Bacillus sp. ENDOFIT AKAR PUTRI MALU DATARAN MENENGAH UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA CABAI RAWIT | Penyakit antraknosa merupakan penyakit penting pada tanaman cabai rawit, yang dapat menyebabkan dengan hingga 65%. Pengendalian menggunakan agensia hayati Bacillus sp. endofit pada akar putri malu merupakan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakter Bacillus sp. endofit akar putri malu asal dataran menengah, mengetahui kemampuan antagonis Bacillus sp. endofit dalam menekan pertumbuhan patogen, dan memacu pertumbuhan tanaman, serta untuk mengetahui kemampuan Bacillus sp. endofit dalam mengendalikan antraknosa pada cabai rawit. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini terdiri dari 4 tahapan yaitu isolasi dan pengkarakteran Bacillus sp. endofit yang diambil dari akar putri malu sehat, pengujian antagonis secara in vitro, pengujian kemampuan bakteri sebagai PGPE, dan pengujian kemampuan bakteri pada cabai rawit. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap, pada uji antagonis menggunakan 15 isolat Bacillus sp. yang diulang sebanyak 2 kali. Pengujian PGPE menggunakan air steril dan15 suspensi isolat yang diulang sebanyak 10 kali, dan pengujian kemampuan bakteri pada cabai terdiri dari 5 perlakuan yang diulang lima kali dengan masing-masing tiga unit buah cabai. Hasil eksplorasi Bacillus sp. endofit memiliki karakter koloni berbentuk bulat dengan tepi undulate hingga lobate, sel berbentuk bacil, bakteri Gram positif, uji katalase dan oksidase positif, serta mampu menghasilkan endospora. Berdasarkan uji antagonis dari 15 isolat terdapat 3 isolat terbaik yaitu Bacillus sp. BEM14, Bacillus sp. BEM15, dan Bacillus sp. BEM24. Pada pengujian antagonis 3 jamur patogen persentase daya hambat dari ketiga isolat sebesar 38,26 hingga 65,00%. Pada uji antagonis 2 bakteri patogen, zona bening yang terbentuk sebesar 7,85 mm hingga 27,50 mm. Pada uji PGPE, terdapat tiga isolat berpengaruh nyata terhadap variabel panjang akar yaitu Bacillus sp. BEM12 (12,27cm), Bacillus sp. BEM31 (12,80cm), dan Bacillus sp. BEM33 (13,00cm). Hasil aplikasi pada buah cabai rawit isolat Bacillus sp. BEM14 mampu menekan munculnya gejala 16,67% lebih lama dibanding dengan kontrol. | Anthracnose, a significant disease in chili peppers caused by the fungal infection Colletotrichum sp., leads to substantial yield losses, sometimes reaching as high as 65%. An innovative approach to managing this disease involves using biological agents, specifically Bacillus sp., which can exist as endophytes within the roots of sensitive plants (Mimosa invisa Mart. ex Colla ). This research aimed to isolate and characterize endophytic Bacillus sp. from roots found in medium-altitude regions. Furthermore, the study determine the antagonistic capabilities of these endophytic Bacillus sp. in suppressing pathogen growth and their potential to promote plant growth. Ultimately, the research aimed to evaluate the effectiveness of endophytic Bacillus sp. in controlling anthracnose in chili peppers. Conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study consisted of four stages: isolation and characterization of endophytic Bacillus sp. from healthy sensitive plant roots, in vitro antagonistic testing, evaluation of bacterial ability as PGPE (Plant Growth-Promoting Endophytes), and assessment of bacterial performance on chili peppers. A Completely Randomized Design was used in the study. The antagonistic assay involved 15 Bacillus sp. isolates, each replicated twice. The PGPE test involved sterile water and 15 bacterial suspensions, each replicated ten times. The bacterial performance on chili fruit involved five treatments, each replicated five times, using three chili fruits per replication. The exploration results showed that the endophytic Bacillus sp. isolates exhibited round colonies with undulate to lobate margins, bacillus-shaped cells, Gram-positive reaction, positive catalase and oxidase tests, and the ability to produce endospores. Based on the antagonistic test, three isolates showed the best performance: Bacillus sp. BEM14, BEM15, and BEM24. Against three fungal pathogens, these isolates exhibited inhibition percentages ranging from 38.26% to 65.00%. In the test against two bacterial pathogens, the inhibition zones formed ranged from 7.85 mm to 27.50 mm. In the PGPE assay, three isolates significantly affected root length: Bacillus sp. BEM12 (12.27 cm), BEM31 (12.80 cm), and BEM33 (13.00 cm). Crucially, when applied to chili pepper fruits, isolate Bacillus sp. BEM14 proved effective in delaying the onset of anthracnose symptoms by half a day compared to the control. | |
| 45613 | 48983 | D1A018158 | PENGARUH WAKTU PEMBERIAN PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN (PBBH) DOMBA EKOR TIPIS | Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu pemberian pakan yang berbeda terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan harian (PBBH) domba Ekor Tipis. Penelitian telah dilaksanakan pada 25 September – 25 Desember 2024 di Amerta Farm, Bogor. Materi yang digunakan yaitu 12 ekor domba ekor tipis dengan umur 6 – 7 bulan yang dipelihara di kandang individu selama 3 bulan. Perlakuan yang diberikan yaitu cara pemberian pakan yang berbeda. Variabel yang diukur yaitu konsumsi pakan dan PBBH. Hasil penelitian pada domba yang diberi pakan dengan kombinasi waktu pagi dan sore hari menunjukkan nilai konsumsi pakan sebesar 804 ± 40 g/ekor/hari dan PBBH sebesar 123,91 ± 5,62 g/ekor/hari, sedangkan domba yang diberi pakan sepanjang hari menunjukkan nilai konsumsi pakan sebesar 806 ± 18 g/ekor/hari dan PBBH sebesar 118,64 ± 3,54 g/ekor/hari. Berdasarkan hasil uji T menunjukkan bahwa cara pemberian pakan yang berbeda berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan domba, namun berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH) domba. | The purpose of this study is to determine the effect of different feeding times on feed consumption and daily body weight gain (ADG) of Thin-tailed sheep. The research was carried out on September 25 – December 25, 2024 at Amerta Farm, Bogor. The materials used are 12 thin-tailed sheep aged 6 - 7 months that were kept in individual pens for 3 months. The treatment given is a different way of feeding. The variables measured were feed consumption and PBBH. The results of the study on sheep fed with a combination of morning and evening time showed a feed consumption value of 804 ± 40 g/head/day and PBBH of 123.91 ± 5.62 g/head/day, while sheep fed throughout the day showed a feed consumption value of 806 ± 18 g/head/day and PBBH of 118.64 ± 3.54 g/head/day. Based on the results of the T test, it was shown that different feeding methods had a significant effect (P>0.05) on sheep feed consumption, but had no significant effect (P<0.05) on daily body weight gain (PBBH) of sheep. | |
| 45614 | 48985 | K1B021029 | PERAMALAN KECEPATAN ANGIN DI PLTB JENEPONTO MENGGUNAKAN METODE LONG SHORT TERM MEMORY (LSTM) | Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Jeneponto sering menghadapi kendala operasional karena turbin angin dinyalakan saat kecepatan angin ternyata tidak mencukupi. Hal ini menyebabkan pemborosan energi dan kerugian operasional. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini dilakukan guna meramalkan kecepatan angin menggunakan metode Long Short-Term Memory (LSTM), serta mengetahui seberapa akurat hasil peramalan tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan data kecepatan angin periode 2000–2024 dengan dua variabel utama, yaitu u100 dan v100. Data diolah menggunakan bahasa pemrograman Python di platform Kaggle. Model LSTM dibangun dengan empat variasi pembagian data training dan testing, yaitu 60:40, 70:30, 80:20, dan 90:10. Akurasi model diuji menggunakan nilai Root Mean Square Error (RMSE). Hasil menunjukkan bahwa RMSE terendah untuk u100 sebesar 0,0541 ditemukan pada pembagian 90:10, sedangkan untuk v100 sebesar 0,0567 pada pembagian 70:30. Model terbaik dari masing-masing variabel digunakan untuk meramalkan kecepatan angin selama 120 hari ke depan. Hasil peramalan menunjukkan bahwa kecepatan angin berada pada kisaran yang memungkinkan turbin beroperasi secara optimal, sehingga model LSTM ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan operasional di PLTB Jeneponto. Karena turbin PLTB dapat beroperasi mulai dari kecepatan angin 2 m/s, hasil peramalan ini menunjukkan bahwa kondisi angin selama rentang waktu prediksi berada dalam batas operasional yang aman bagi turbin. | The Jeneponto PLTB often faces operational issues due to turbines being activated when wind speeds are insufficient, resulting in energy waste and financial losses. To address this problem, this study aims to forecast wind speed using the Long Short-Term Memory (LSTM) method and to evaluate the accuracy of the predictions. The study uses wind speed data from 2000 to 2024, with two primary variables: u100 and v100. The data were processed using the Python programming language on the Kaggle platform. The LSTM model was developed with four variations in training and testing data splits: 60:40, 70:30, 80:20, and 90:10. Model accuracy was evaluated using the Root Mean Square Error (RMSE). The results show that the lowest RMSE for u100 is 0.0541 (from the 90:10 split), while for v100 it is 0.0567 (from the 70:30 split). The best-performing models for each variable were then used to forecast wind speed for the next 120 days. The forecast results indicate that wind speeds fall within a range that allows the turbines to operate optimally, suggesting that the LSTM model can be a reliable basis for operational decision-making at the Jeneponto PLTB. Since the turbines can operate at wind speeds starting from 2 m/s, the forecast indicates that wind conditions during the prediction period remain within a safe and operationally viable range. | |
| 45615 | 48987 | K1A021028 | Penambatan Molekul Peptida Antikanker Dari Hidrolisat Protein Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata L. Walp) Terhadap Reseptor Epidermal Growth Factor (EGF) | Kanker merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali yang tumbuh secara abnormal serta merusak bentuk dan fungsi awalnya. Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang banyak terjadi dan sering menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penambatan molekul menggunakan HADDOCK dan CABS-dock terhadap reseptor protein EGFR (PDB ID: 1XKK) yang merupakan protein target proliferasi sel kanker payudara. Metode penelitian meliputi preparasi sekuen reseptor dan peptida, analisis sisi aktif reseptor dengan prankweb, proses penambatan, penentuan nilai energi afinitas serta visualisasi 2D menggunakan Ligplot. Hasil penambatan molekul HADDOCK menunjukkan bahwa nilai energi afinitas yang diperoleh dari masing-masing peptida P1− P12 terhadap protein EGFR berturut-turut -9,0 kkal/mol, -8,6 kkal/mol, -7,7 kkal/mol, -7,7 kkal/mol, -10,4 kkal/mol, -8,4 kkal/mol, -11,4 kkal/mol, -13,3 kkal/mol, -9,8 kkal/mol, -9,0 kkal/mol, -8,2 kkal/mol, -8,6 kkal/mol. Berdasarkan nilai energi afinitas ini P8 memiliki nilai energi afinitas terendah dengan tingkat kestabilan yang paling baik. Hasil penambatan molekul menggunakan CABS-dock diperoleh hasil pada P1−P12 dengan jumlah interaksi berturut-turut 24 interaksi, 24 interaksi, 19 interaksi, 43 interaksi, 32 interaksi, 42 interaksi, 34 interaksi, 60 interaksi, 30 interaksi, 38 interaksi, 43 interaksi, dan 24 interaksi. Berdasarkan hasil CABS-dock P8 memiliki jumlah interaksi paling banyak diantara peptida yang lain, residu asam amino Lys823, Ser969, Tyr801, dan Ser995 sebagai ikatan hidrogen serta Val819, His850, Ala972, Arg973, Gln849, Tyr813, Pro848, Asn771, Ile965, Tyr827, Phe997, His805, Tyr998, Phe795, Met987, Gln812, Asn808, Asn816, Asn826 sebagai ikatan hidrofobik. Ikatan hidrogen dan ikatan hidrofobik memiliki peran penting dalam menentukan interaksi antara protein-peptida, semakin banyak jumlah ikatannya interaksi protein-peptida semakin stabil. | Cancer is a disease caused by uncontrolled cell growth, which proliferated abnormally and damaged the original structure and function. Breast cancer is one of the most prevalent cancers and frequently led to death. This study aimed to assess the molecular docking results obtained using HADDOCK and CABS-dock on the EGFR protein receptor (PDB ID: 1XKK), which served as a protein target of breast cancer cell proliferation. The research method included preparation of receptor and peptide sequences, analysis of the active side of the receptor with prankweb, docking procedures, determination of affinity energy values and 2D visualization using Ligplot. HADDOCK molecular docking results showed that the affinity energy values obtained from each peptide P1- P12 against EGFR protein were -9.0 kcal/mol, -8.6 kcal/mol, -7.7 kcal/mol, -7.7 kcal/mol, -10.4 kcal/mol, -8.4 kcal/mol, -11.4 kcal/mol, -13.3 kcal/mol, -9.8 kcal/mol, -9.0 kcal/mol, -8.2 kcal/mol, -8.6 kcal/mol. Based on this affinity energy value, P8 exhibited the lowest affinity energy and the highest stability. The CABS-dock molecular docking results revealed that peptides P1-P12 with the number of interactions respectively 24 interactions, 24 interactions, 19 interactions, 43 interactions, 32 interactions, 42 interactions, 34 interactions, 60 interactions, 30 interactions, 38 interactions, 43 interactions, and 24 interactions. Based on the CABS-dock results P8 had the most number of interactions among other peptides, amino acid residues Lys823, Ser969, Tyr801, and Ser995 as hydrogen bonds and Val819, His850, Ala972, Arg973, Gln849, Tyr813, Pro848, Asn771, Ile965, Tyr827, Phe997, His805, Tyr998, Phe795, Met987, Gln812, Asn808, Asn816, Asn826 as hydrophobic bonds. Hydrogen bonds and hydrophobic bonds had an important role in determining the interaction between protein-peptides, the more the number of bonds the more stable protein-peptide interactions. | |
| 45616 | 48988 | F1F021064 | Analisis Keputusan Keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA di Era Donald Trump (2017-2021) | Keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari Joint Comprehensive Plan of Action pada tahun 2018 di bawah pemerintahan Donald Trump menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Iran. Sebelumnya, AS telah menempuh berbagai jalur diplomasi dengan Iran terkait program nuklir negara tersebut hingga akhirnya tercapai JCPOA, yaitu perjanjian internasional yang bertujuan membatasi program nuklir Iran guna menjaga stabilitas kawasan dan mencegah proliferasi senjata nuklir. Dalam perjanjian tersebut, Iran menyetujui pembongkaran sebagian fasilitas nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi dari Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Namun, transisi kekuasaan ke pemerintahan Trump membawa perubahan kebijakan yang signifikan, termasuk keputusan untuk menarik diri dari perjanjian tersebut. Melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teori decision-making dari Richard C. Snyder, penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan keluarnya AS didorong oleh faktor internal, seperti tekanan dari kelompok kepentingan domestik serta nilai dan pandangan pribadi Trump terhadap Iran. Sementara itu, faktor eksternal seperti aktivitas rudal Iran dan tekanan dari sekutu seperti Israel dan Arab Saudi turut memperkuat keputusan tersebut. Dinamika yang terjadi menunjukkan pentingnya peran faktor domestik dalam pembentukan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. | The United States decision to withdraw from the Joint Comprehensive Plan of Action in 2018 under the administration of Donald Trump marked a significant shift in U.S. foreign policy toward Iran. Before that, the U.S. had engaged in various diplomatic efforts with Iran regarding its nuclear program, culminating in the JCPOA, an international agreement aimed at limiting Iran’s nuclear activities to ensure regional stability and prevent nuclear weapons proliferation. Under the agreement, Iran agreed to dismantle parts of its nuclear facilities in exchange for sanctions relief from the United States and other world powers. However, the transition to the Trump administration brought major policy changes, including the decision to unilaterally withdraw from the deal. Using a qualitative approach with a case study method and Richard C. Snyder’s decision-making theory, this research finds that the U.S. withdrawal was primarily driven by internal factors, such as pressure from domestic interest groups and Trump’s personal values and views toward Iran. External factors, including Iran’s missile activities and pressure from allies like Israel and Saudi Arabia, further reinforced the decision. These dynamics highlight the dominant role of domestic factors in shaping U.S. foreign policy. | |
| 45617 | 48989 | I1B021026 | Gambaran Peran dan Pengambilan Keputusan Orang Tua Dalam Pemberian MPASI Anak Usia 6-24 Bulan | Latar belakang : Peran dan pengambilan keputusan orang tua dalam pemberian MPASI penting bagi anak karena apabila ada kekeliruan, dapat menyebabkan hal buruk terjadi pada anak seperti menyebabkan stunting pada anak. Peran dan pengambilan keputusan orang tua dalam pemberian MPASI harus seimbang. Namun, fakta yang terjadi di masyarakat peran pemberian MPASI lebih condong ke ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peran dan pengambilan keputusan orang tua dalam pemberian MPASI. Metodologi : Penelitian deskriptif yang melibatkan 57 responden orang tua dan menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dengan pengisian kuesioner peran orang tua dalam pemberian MPASI dan pengambilan keputusan orang tua dalam pemberian MPASI, serta diolah dengan analisis univariat. Hasil penelitian : Mayoritas responden berusia 20-35 tahun, bekerja sebagai buruh, tingat pendidikan SMA/sederajat, berpenghasilan dibawah UMR, dan memiliki dua anak. Mayoritas orang tua memiliki kategori peran dalam pemberian MPASI baik (68,4%) dan pengambilan keputusan dalam pemberian MPASI berfungsi (52,6%) Kesimpulan : Sebagian besar sudah melakukan peran dan pengambilan keputusan dalam pemberian MPASI dengan baik dan dilakukan bersama-sama. Kata kunci : Orang tua, MPASI, pengambilan keputusan, peran | Introduction : The role and decision-making of parents in providing complementary feeding is crucial for children, as any errors may lead to adverse outcomes such as stunting. Parents should strike a balance between the role and decision-making in complementary feeding provision. However, in reality, the responsibility for complementary feeding tends to fall more heavily on mothers. This study aims to describe the role and decision-making process of parents in providing complementary feeding. Method : This descriptive study involved 57 parent respondents using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires on the role of parents and their decision-making in providing suplementary feeding, and were analyzed using univariate analysis. Research Result : The majority of respondents were aged 20–35 years, worked as laborers, had a senior high school education or equivalent, earned below the minimum regional wage, and had two children. Most parents had a good role in providing supplementary feeding (68.4%) and demonstrated functional decision-making in suplementary feeding provision (52.6%). Conclusions : Most parents had a good role and made decisions together in providing supplementary feeding. Keyword : Decision making, parents, supplementary food, role. | |
| 45618 | 48990 | C1C021019 | PENGARUH COLLATERALIZABLE ASSETS, FREE CASH FLOW, DAN LEVERAGE TERHADAP PEMBAYARAN DIVIDEN | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh collateralizable assets, free cash flow, dan leverage terhadap pembayaran dividen pada perusahaan barang primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021– 2023. Sampel penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling yang telah ditentukan kriterianya sehingga menghasilkan 75 data yang diobservasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel menggunakan program E-Views. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa collateralizable assets dan leverage masing masing berpengaruh negatif terhadap pembayaran dividen. Sementara itu free cash flow tidak berpengaruh terhadap pembayaran dividen. | . This study aims to analyze the effect of collateralizable assets, free cash flow, and leverage on dividend payments in primary goods sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2023 period. The research sample was selected using a purposive sampling method based on predetermined criteria, resulting in 75 observed data points. The analytical method used in this study is panel data regression analysis using the E-Views program. The results show that collateralizable assets and leverage each have a negative effect on dividend payments, while free cash flow has no significant effect on dividend payments. | |
| 45619 | 48996 | C2C023025 | ANALISIS PERSEPSI IMPLEMENTASI RESEP ELEKTRONIK TERHADAP KUALITAS PELAYANAN FARMASI DAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSU SINAR KASIH PURWOKERTO | Kepuasan pasien adalah salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Tingkat kepuasan pasien yang tinggi atau rendah dapat mencerminkan kualitas pelayanan yang bisa berdampak bagi pelayanan kesehatan tersebut dalam meningkatkan jumlah kunjungan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh persepsi implementasi resep elektronik terhadap kualitas pelayanan farmasi dan kepuasan pasien rawat jalan di RSU Sinar Kasih Purwokerto. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan Rumah Sakit Umum (RSU) Sinar Kasih Purwokerto dengan menggunakan metode pengambilan purposive sampling. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 341 dengan alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian membuktikan bahwa 1) persepsi implementasi resep elektronik berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien 2) persepsi implementasi resep elektronik berpengaruh positif terhadap waktu tunggu pelayanan obat 3) waktu tunggu pelayanan obat tidak berpengaruh terhadap kepuasan pasien 4) persepsi implementasi resep elektronik berpengaruh negatif terhadap kesalahan pemberian obat 5) kesalahan pemberian obat berpengaruh negatif terhadap kepuasan pasien 6) persepsi implementasi resep elektronik berpengaruh positif terhadap komunikasi interpersonal apoteker dan pasien 7) komunikasi interpersonal apoteker dan pasien berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien 8) persepsi implementasi resep elektronik berpengaruh positif terhadap ketersediaan obat 9) ketersediaan obat berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien. Implikasi dari kesimpulan tersebut yaitu dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien maka rumah sakit perlu meningkatkan kualitas implementasi resep elektronik, menekan kesalahan pemberian obat, meningkatkan komunikasi interpersonal apoteker dan pasien serta meningkatkan ketersediaan obat. Petugas farmasi perlu memperkuat kontrol mutu pada tahap akhir pelayanan farmasi, RSU Sinar Kasih perlu mengadakan pelatihan berkelanjutan bagi apoteker dalam hal komunikasi efektif dan mengoptimalkan pengelolaan stok obat berbasis elektronik | Patient satisfaction is one of the important indicators that need to be considered in health services. High or low levels of patient satisfaction can reflect the quality of service that can have an impact on health services in increasing the number of patient visits. Research This aiming to find out and analyze the influence of perception of electronic prescription implementation on the quality of pharmaceutical services and outpatient satisfaction at RSU Sinar Kasih Purwokerto. This study is a quantitative study with descriptive method. The population in this study were outpatients of Sinar Kasih Purwokerto General Hospital using a purposive sampling method . The number of respondents used in this study was 341 with a data collection tool using a questionnaire. The data analysis method in this study used SEM-PLS. The results of the study prove that 1) perception of electronic prescription implementation has a positive effect on patient satisfaction 2) perception of electronic prescription implementation has a positive effect on waiting time for drug services 3) waiting time for drug services does not affect patient satisfaction 4) perception of electronic prescription implementation has a negative effect on medication administration errors 5) medication administration errors have a negative effect on patient satisfaction 6) perception of electronic prescription implementation has a positive effect on interpersonal communication between pharmacists and patients 7) interpersonal communication between pharmacists and patients has a positive effect on patient satisfaction 8) perception of electronic prescription implementation has a positive effect on drug availability 9) drug availability has a positive effect on patient satisfaction The implications of this conclusion are that in an effort to improve patient satisfaction, hospitals need to improve the quality of electronic prescription implementation, reduce medication errors, improve interpersonal communication between pharmacists and patients, and increase drug availability. Pharmacy staff need to strengthen quality control at the final stage of pharmaceutical services, RSU Sinar Kasih needs to hold ongoing training for pharmacists in terms of effective communication and optimizing electronic-based drug stock management. | |
| 45620 | 48991 | I1C021001 | KAJIAN KETEPATAN TERAPI ANTIBIOTIK DEFINITIF DAN CLINICAL OUTCOME PADA PASIEN DEWASA DENGAN HOSPITAL ACQUIRED PNEUMONIA DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Hospital-acquired pneumonia (HAP) merupakan infeksi saluran napas bawah yang muncul ≥48 jam setelah pasien dirawat di rumah sakit dan berdampak signifikan terhadap morbiditas serta mortalitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketepatan pemilihan dan pendosisan antibiotik definitif serta hubungannya dengan clinical outcome pasien HAP dewasa di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan desain observasional deskriptif analitik retrospektif menggunakan data rekam medis periode Januari–Desember 2024. Ketepatan terapi dievaluasi berdasarkan hasil kultur bakteri dan kesesuaian dengan pedoman IDSA (2016), PNPK (2023), serta DIH (2021), dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 5%. Dari 35 sampel, ditemukan 62 regimen antibiotik mayoritas berupa monoterapi (82,4%) dengan meropenem paling sering digunakan, ketepatan berdasarkan hasil kultur sebesar 48,6%, berdasarkan guideline 24,2%, dan ketepatan dosis 44,3%. Sebanyak 53,2% pasien tercatat mengalami perbaikan klinis, di mana pasien yang mendapat terapi tepat cenderung memiliki outcome klinis lebih baik, meskipun hubungan ini tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Hasil ini menunjukkan perlunya optimalisasi penggunaan antibiotik berbasis kultur dan guideline untuk meningkatkan efektivitas terapi serta mencegah resistensi antimikroba. | Hospital-acquired pneumonia (HAP) is a lower respiratory tract infection occurring ≥48 hours after hospitalization, increasing morbidity and mortality. This descriptive-analytic observational retrospective study aimed to evaluate the appropriateness of definitive antibiotic selection and dosing and its relationship with clinical outcomes in adult HAP patients at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto using medical records from January to December 2024. Appropriateness was assessed based on bacterial culture results and guidelines (IDSA 2016, PNPK 2023, DIH 2021), with univariate and bivariate analysis using the Chi-square test at a 5% significance level. Among 35 samples with 62 antibiotic regimens, most antibiotics were given as monotherapy (82.4%), with meropenem being most frequently used. Appropriateness of definitive antibiotics was 48.6% based on culture, 24.2% based on guidelines, and 44.3% for dosing accuracy. Clinical improvement was observed in 53.2% of patients, with a trend toward better outcomes in those receiving appropriate antibiotics, although no statistically significant relationship was found (p > 0.05). These results indicate that while the appropriateness of definitive antibiotic therapy was relatively low, rational antibiotic use remains crucial to improve outcomes and prevent resistance. |