Artikelilmiahs

Menampilkan 45.661-45.680 dari 48.751 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4566148873A1F021015Pengaruh Paparan Ozon dan Hot Water Treatment Terhadap Kualitas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Selama PenyimpananPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Hot Water Treatment (HWT), ozon, serta kombinasi keduanya terhadap mutu cabai rawit (Capsicum frutescens L.) selama penyimpanan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu jenis perlakuan (kontrol, HWT, ozon, kombinasi HWT&ozon) dan lama penyimpanan (0, 4, 8, 12, 16, 20 hari). Variabel yang diamati meliputi susut bobot, tekstur (kekuatan kulit dan elastisitas), total mikroba, kadar air, dan kadar capsaicin. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan ANOVA dengan bantuan SPSS versi 27 dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan dan lama penyimpanan memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar variabel, kecuali kadar capsaicin. Perlakuan hot water treatment terbukti mempertahankan tekstur cabai rawit hingga hari ke-20, dengan kekuatan kulit mencapai 451,11 gforce dan elastisitas 4,67 mm. Perlakuan ozon efektif menekan pertumbuhan mikroba dengan hasil 5,95 log CFU/ml pada hari ke-16. Kombinasi hot water treatment dan ozon selama 16 hari menghasilkan cabai rawit dengan susut bobot 7,58%; skin strength 295,11 gforce; elastisitas 4,16 mm; total mikroba 7,55 log CFU/ml; kadar air 79,72%; dan capsaicin 0,58%.This study aimed to determine the effect of Hot Water Treatment (HWT), ozone, and their combination on the quality of bird’s eye chili peppers (Capsicum frutescens L.) during storage. A Completely Randomized Design (CRD) with two factors was used: type of treatment (control, HWT, ozone, and HWT-ozone combination) and storage duration (0, 4, 8, 12, 16, and 20 days). Observed variables included weight loss, texture (skin strength and elasticity), total microbial count, moisture content, and capsaicin level. Data were statistically analyzed using ANOVA with the aid of SPSS version 27, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed that both treatment type and storage duration had significant effects on most variables, except capsaicin content. HWT treatment effectively maintained the texture of chili peppers until day 20, with skin strength reaching 451.11 gforce and elasticity at 4.67 mm. Ozone treatment was effective in suppressing microbial growth, achieving 5.95 log CFU/ml on day 16. The combination of HWT and ozone after 16 days resulted in chili with 7,58% weight loss; 295,11 gforce skin strength; 4,16 mm elasticity; 7,55 log CFU/ml total microbial count; 79,72% moisture content; and 0,58% capsaicin content.
4566249031B1A021048Keanekaragaman dan Hubungan Kemiripan Anggota Genus Hibiscus Berdasarkan Karakter Morfologi di Kecamatan Bumiayu Kabupaten BrebesHibiscus merupakan salah satu genus dari famili Malvaceae yang terdiri atas lebih dari 250 spesies dan tumbuh di daerah tropis hingga subtropis di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini memiliki bunga lengkap dengan beragam variasi bentuk dan warna. Keanekaragaman Hibiscus yang luas ini tercermin dalam berbagai penelitian di berbagai wilayah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman anggota Hibiscus yang terdapat di Kecamatan Bumiayu dan mengetahui hubungan kemiripan Hibiscus berdasarkan karakter morfologi yang ditemukan di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati 63 karakter morfologi dari 8 spesies anggota Hibiscus, kemudian dilakukan analisis UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmatic Mean) menggunakan software MEGA 11. Hasil penelitian didapatkan 8 spesies Hibiscus yang ditemukan di wilayah Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yaitu H. macrophyllus, H. tiliaceus, H. sabdariffa, H. radiatus, H. acetosella, H. mutabilis, H. rosa-sinensis, dan H. schizopetalus. Hubungan kemiripan paling dekat yaitu antara H. acetosella dan H. radiatus, dengan nilai indeks ketidakmiripan sebesar 0,264. Hubungan kemiripan paling jauh yaitu antara H. schizopetalus dan H. macrophyllus dengan indeks ketidakmiripan sebesar 0,736.Hibiscus is a genus of the mallow family (Malvaceae) comprising more than 250 species that grow in tropical and subtropical regions worldwide, including Indonesia. These plants have complete flowers with a wide variety of shapes and colors. This wide diversity of Hibiscus I reflected in various studies in different regions. This study aims to determine the diversity and similarity relationship of Hibiscus members based on morphological characters in Bumiayu Sub-district, Brebes Regency. The research was conducted by observing 63 morphological characteristics of 8 species of Hibiscus, then UPGM (Unweighted Pair Group Method with Arithmatic Mean) analysis using MEGA 11 software. The results of the study obtained eight Hibiscus species found in the Bumiayu Sub-district, Brebes Regency, namely H. macrophyllus, H. tiliaceus, H. sabdariffa, H. radiatus, H. acetosella, H. mutabilis, H. rosa-sinensis, dan H. schizopetalus. The closest similarity relationship is between H. acetosella and H. radiatus, with a dissimilarity index value of 0,264. The most distant similarity relationship is between H. schizopetalus and H. macrophyllus with a dissimilarity index of 0,736.
4566349033B1A021049Eksplorasi Keanekaragaman Tumbuhan Paku Terestrial di Sepanjang Jalan Raya Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Paku terestrial merupakan tumbuhan vaskular yang hidup di atas tanah dengan berbagai habitat seperti hutan, di tepian jalan, tepi sungai, dan daerah lainnya dengan kelembapan yang cukup. Jalan Raya Melung, yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng, memiliki panjang sekitar 5 km dengan ketinggian 400–600 mdpl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, perbedaan karakteristik morfologi, dan indeks keanekaragaman tumbuhan paku terestrial yang tumbuh di daerah tepian sepanjang Jalan Raya Melung. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling di sepanjang tepi Jalan Raya Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Tempat pengambilan sampel dibagi menjadi 6 stasiun di tepi kanan dan kiri jalan dengan ketinggian yang berbeda. Interval ketinggian 350 - 450 mdpl untuk stasiun I dan II, ketinggian 451 - 550 mdpl untuk stasiun III dan IV, serta ketinggian 551 - 650 mdpl untuk stasiun V dan VI. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 9 spesies paku terestrial dari 6 familia. Paku terestrial yang ditemukan di sepanjang Jalan Raya Melung yaitu Deparia boryana, D. petersenii, Nephrolepis biserrata, Phymatosorus scolopendria, Pteris vittata, Tectaria incisa, Macrothelypteris torresiana, Thelypteris dentata, dan T. hispidula. Perbedaan karakteristik morfologi paling jelas diantara 9 spesies paku terestrial yaitu karakteristik bangun daun dan letak sorus. Nilai indeks keanekaragaman
spesies paku terestrial di sepanjang Jalan Raya Melung tergolong ke dalam kategori sedang dengan nilai sebesar 2,001. Nilai indeks keanekaragaman paling tinggi pada interval ketinggian 450 - 550 mdpl dengan nilai sebesar 1,594.
Terrestrial ferns are ferns that live on the ground in various habitats such as forests, roadsides, river banks, and other areas with sufficient moisture. Jalan Raya Melung is located in Kedungbanteng Subdistrict with a road section of 5 km and is located at an altitude of 400 - 600 masl. The sampling site was divided into 6 stations on the right and left banks of the road with different heights. The altitude interval was 350 - 450 masl for stations I and II, 451 - 550 masl for stations III and IV, and 551 - 650 masl for stations V and VI. The results obtained as many as 9 species of terrestrial ferns from 6 families. Terrestrial ferns found along Jalan Raya Melung are Deparia boryana, D. petersenii, Nephrolepis biserrata, Phymatosorus scolopendria, Pteris vittata, Tectaria incisa, Macrothelypteris torresiana, Thelypteris dentata, and T. hispidula. The most obvious differences in morphological characteristics among the 9 terrestrial fern species are the characteristics of leaf shape and sorus shape. The diversity index value of terrestrial fern species along Jalan Raya Melung is classified into the medium category with a value of 2.001. The highest diversity index value in the altitude interval 450 - 550 meters above sea level with a value of 1.594.
4566449034I1C021028SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAN FRAKSI-FRAKSI DAUN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)

Daun kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan limbah melimpah dari industri perkebunan kelapa sawit yang potensinya belum dimanfaatkan secara optimal. Daun ini diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid dan senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi
potensi daun kelapa sawit sebagai sumber antioksidan alami melalui
skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antioksidan. Ekstraksi dilakukan
menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol, dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air. Uji kualitatif fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa fenol, flavonoid, tanin, terpenoid, steroid, dan alkaloid, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH untuk menentukan persen inhibisi dan nilai IC₅₀. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak metanol serta fraksi etil asetat dan air mengandung senyawa fenol, flavonoid, terpenoid, dan tanin. Fraksi air menunjukkan persen inhibisi tertinggi sebesar 76,58% pada konsentrasi 50 ppm dengan nilai IC₅₀ sebesar 28,67
ppm, sementara ekstrak metanol memiliki nilai IC₅₀ paling rendah sebesar 10,13 ppm, yang menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan fraksi air dari daun kelapa sawit memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang efektif, serta mendukung pemanfaatan limbah daun kelapa sawit dalam pengembangan produk farmasi seperti kosmetik untuk mengatasi stres oksidatif.
Oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) leaves are an abundant byproduct of the
palm oil plantation industry, yet their potential remains underutilized.
These leaves are known to contain various bioactive compounds such as
flavonoids and phenolic compounds with significant antioxidant activity.
This study aimed to explore the potential of oil palm leaves as a natural
antioxidant source through phytochemical screening and antioxidant
activity assays. Extraction was performed using maceration with methanol,
followed by liquid-liquid fractionation using n-hexane, ethyl acetate, and
water. Qualitative phytochemical tests were conducted to identify the
presence of phenolics, flavonoids, tannins, terpenoids, steroids, and
alkaloids. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH method to
determine the percentage of inhibition and IC₅₀ values. The results showed
that the methanolic extract, ethyl acetate fraction, and aqueous fraction
contained phenolics, flavonoids, terpenoids, and tannins. The aqueous
fraction exhibited the highest inhibition percentage of 76.58% at a
concentration of 50 ppm, with an IC₅₀ value of 28.67 ppm, while the
methanolic extract had the lowest IC₅₀ value of 10.13 ppm, indicating very
strong antioxidant activity. These findings suggest that methanolic extract
and aqueous fraction of oil palm leaves possess strong potential as effective
natural antioxidants and support the utilization of oil palm leaf waste in the
development of pharmaceutical products such as cosmetics to combat
oxidative stress
4566548904K1B021034Penyelesaian Persamaan Adveksi Menggunakan Metode Variasi IterasiPersamaan diferensial parsial, khususnya persamaan adveksi satu dimensi, sering kali muncul dalam berbagai permasalahan fisika dan teknik, seperti perpindahan panas dan aliran fluida. Dalam penelitian ini, digunakan metode Variasi Iterasi untuk menyelesaikan persamaan adveksi satu dimensi. Metode Variasi Iterasi dipilih karena keunggulannya dalam memberikan solusi pendekatan yang konvergen secara cepat tanpa memerlukan linearisasi yang kompleks. Penelitian ini, bertujuan menganalisis keefektifan metode Variasi Iterasi dalam menghasilkan solusi analitik dan membandingkannya dengan solusi eksak untuk kasus tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solusi yang diperoleh dengan metode Variasi Iterasi mendekati solusi eksak dengan tingkat kesalahan yang relatif kecil, sehingga metode ini dapat menjadi alternatif yang efisien dalam menyelesaikan masalah adveksi satu dimensi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Variasi Iterasi mampu menyederhanakan proses penyelesaian dan memberikan hasil yang akurat dalam iterasi awal dengan hanya 4 iterasi. Bentuk solusinya yang divisualisasikan menggunakan program komputer MAPLE. Meskipun kompleksitas aljabar meningkat seiring jumlah iterasi, hal ini bisa diatasi dengan bantuan program MAPLE untuk melihat profile dari solusinya baik dalam formula aljabarnya maupun visualisasinya.Partial differential equations, particularly one-dimensional advection equations, frequently arise in various physics and engineering problems, including heat transfer and fluid flow. In this study, the Iteration Variation method was used to solve the one-dimensional advection equation. The Iteration Variation method was chosen due to its advantages in providing a solution that converges quickly without requiring complex linearisation. This study aims to analyse the effectiveness of the Iteration Variation method in producing analytical solutions and compare them with exact solutions for specific cases. The results show that the solutions obtained by the Iteration Variation method are close to the exact solution, with a relatively small error rate. Therefore, this method can be an efficient alternative for solving one-dimensional advection problems. The results of this study demonstrate that the Iteration Variation method can simplify the completion process and provide accurate results in the initial iteration, requiring only four iterations. The form of the solution is visualised using the MAPLE computer program. Although the complexity of the algebra increases with the number of iterations, it can be achieved with the help of the MaPLE program, which allows for the visualisation of the solution both in its algebraic formula and in its graphical representation.
4566649035H1B021081NIP. 19770326 200112 1 003 Ir. Gathot Hery Sudibyo, S.T., M.T., IPU
NIP. 19720222 200003 1 001
ANALISIS TINGKAT INTENSITAS GEMPA PADA STRUKTUR
BANGUNAN BETON BERDASARKAN JMA-SIS MENGGUNAKAN
METODE NON LINEAR TIME HISTORY ANALYSIS
Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap bencana gempa bumi karena terletak
di wilayah Ring of Fire, sehingga memiliki aktivitas seismik yang sangat tinggi. Gempa bumi di Indonesia dapat
disebabkan oleh aktivitas tektonik maupun vulkanik, yang keduanya berdampak signifikan terhadap kerentanan
struktur bangunan, khususnya di kawasan perkotaan. Dalam upaya meningkatkan ketahanan struktur terhadap gempa,
metode Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) telah banyak digunakan untuk mengevaluasi respons dinamis
bangunan, karena mampu mempertimbangkan perilaku non-linear material serta karakteristik gelombang gempa yang
kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat intensitas gempa pada struktur bangunan beton
bertulang 8 lantai berdasarkan Japan Meteorological Agency Seismic Intensity Scale (JMA-SIS) menggunakan metode
NLTHA. Simulasi dilakukan untuk mengetahui nilai intensitas gempa maksimum yang dapat diterima struktur hingga
mencapai kondisi collapse. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan desain
bangunan tahan gempa yang lebih akurat dan adaptif terhadap karakteristik seismik di Indonesia.
Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa model struktur bangunan memiliki nilai intensitas gempa
(mSIL) untuk berbagai jenis gempa yang diuji diperoleh sebagai berikut: untuk gempa sesar dangkal, nilai mSIL
berkisar antara 7,5825 hingga 7,8932; untuk gempa Benioff, nilai mSIL berkisar antara 7,8273 hingga 8,1098; dan
untuk gempa megathrust, nilai mSIL berkisar antara 7,6907 hingga 8,0744. Rata-rata nilai mSIL dari seluruh gempa
adalah 7,8389, yang termasuk dalam kategori tertinggi pada Japan Meteorological Agency Seismic Intensity Scale
(JMA-SIS), yaitu Skala 7. Hasil ini menunjukkan bahwa struktur bangunan yang dianalisis memiliki ketahanan yang
baik terhadap beban gempa hingga mencapai kondisi collapse.
Indonesia is one of the countries most vulnerable to earthquake disasters due to its location in the Ring of
Fire, resulting in very high seismic activity. Earthquakes in Indonesia can be caused by both tectonic and volcanic
activities, both of which have significant impacts on the vulnerability of building structures, especially in urban areas.
In an effort to improve structural resilience against earthquakes, the Nonlinear Time History Analysis (NLTHA)
method has been widely used to evaluate the dynamic response of buildings, as it is capable of considering the
nonlinear behavior of materials as well as the complex characteristics of earthquake waves. This study aims to analyze
the earthquake intensity level on an eight-story reinforced concrete building structure based on the Japan
Meteorological Agency Seismic Intensity Scale (JMA-SIS) using the NLTHA method. Simulations are conducted to
determine the maximum earthquake intensity value that the structure can withstand until collapse occurs. The results
of this research are expected to contribute to the development of more accurate and adaptive earthquake-resistant
building design in accordance with the seismic characteristics of Indonesia.
The analysis results show that model 3 has the best structural performance in all cities because the shear wall
configuration provides good effective stiffness in both directions (X and Y) thus reducing the target displacement. In
addition, Pekanbaru city shows the best overall structural performance based on lower drift ratio values and structural performance levels that fall into the IO (Immediate Occupancy) or LS (Life Safety) category in most models. For the
drift ratio value, the ATC-40 method shows a larger value when compared to the FEMA 356/440 method. The
difference in the results of the two methods is due to the processing of pushover curve data in each method using
different calculation approaches. Thus, the combination of the right shear wall configuration and location
considerations based on the design spectrum greatly affects the performance of the building structure.
4566749036L1C021053Karakteristik Morfometri dan Model Pertumbuhan Ikan Gobiidae di Kawasan Mangrove Karangtalun, Cilacap Peningkatan populasi ikan Gobiidae di kawasan ekosistem mangrove dapat
memicu kompetisi dalam memperoleh makanan, yang berdampak pada
karakteristik morfometri dan model pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui karakteristik morfometri antara jantan dan betina, model
pertumbuhan, faktor kondisi, kondisi kualitas air, dan tekstur sedimen. Metode
yang digunakan meliputi pengukuran Truss morfometri, model pertumbuhan
Von Bertalanffy Growth Function, hubungan panjang-berat, faktor kondisi, dan
persentase fraksi sedimen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa
perbedaan karakteristik morfometri yang signifikan antara ikan Gobiidae
jantan dan betina. Model pertumbuhan menunjukkan pola allometrik positif (b
> 3), dan faktor kondisi ikan jantan dan betina tergolong kurang pipih sebesar
100% dari kedua stasiun (0 < K < 2). Kondisi kualitas air sudah sesuai baku
mutu biota laut di ekosistem mangrove. Tekstur sedimen di kawasan
mangrove Karangtalun, Cilacap didominasi oleh fraksi pasir sebesar 31,88%.
The increase in the Gobiidae fish population in the mangrove ecosystem area
triggered competition in obtaining food, which affected their morphometric
characteristics and growth models. This study aimed to examine the
morphometric characteristics between male and female fish, growth models,
condition factors, water quality conditions, and sediment texture. The methods
used included Truss morphometric measurements, the Von Bertalanffy Growth
Function model, length-weight relationships, condition factors, and sediment
fraction percentages. The results showed that there were several significant
differences in morphometric characteristics between male and female Gobiidae
fish. The growth model demonstrated a positive allometric pattern (b > 3), and
the condition factors of both male and female fish were classified as less flat,
with 100% of the values from both stations falling within the range of 0 < K < 2.
Water quality conditions complied with marine biota quality standards in the
mangrove ecosystem. The sediment texture in the Karangtalun mangrove area,
Cilacap, was dominated by a sand fraction of 31.88%.
4566849038I1C021055Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.) dengan Variasi Konsentrasi PVP K-30 dan Magnesium Stearat Menggunakan Simplex Lattice DesignDaun teh hijau dapat mencegah penumpukan plak gigi sehingga dapat dikembangkan menjadi sediaan tablet hisap. Formulasi tablet hisap membutuhkan kombinasi bahan pengikat dan lubrikan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi PVP K-30 dan magnesium stearat terhadap respon yang dianalisis dan mengetahui formula optimumnya. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi PVP K-30 dan magnesium stearat dengan optimasi menggunakan metode Simplex Lattice Design. Respon yang dianalisis adalah kekerasan, kerapuhan, dan waktu melarut. Penentuan formula optimum menggunakan Design Expert dengan menganalisis persamaan hubungan antara komponen dan contour plot setiap respon untuk mendapatkan nilai desirability tertinggi. Formula optimum yang dihasilkan adalah formula dengan kombinasi 4,009% PVP K-30 dan 1,241% magnesium stearat dengan nilai desirability 0,758. Konsentrasi PVP K-30 dan magnesium stearat mempengaruhi sifat fisik granul dan tablet hisap ekstrak daun teh hijau yaitu semakin tinggi konsentrasi PVP K-30 dan magnesium stearat akan meningkatkan kekerasan, kerapuhan, dan waktu melarut. Green tea leaves have the potential to prevent dental plaque accumulation and can be developed into lozenge formulations. The formulation of lozenges requires an appropriate combination of binder and lubricant. This study aimed to investigate the effect of varying concentrations of PVP K-30 and magnesium stearate on the analyzed responses and to determine the optimum formulation. The study was conducted by varying the concentrations of PVP K-30 and magnesium stearate, followed by optimization using the Simples Lattice Design method. The responses analyzed included hardness, friability, and dissolution time. The optimum formula was determined using Design Expert by analyzing the relationship equations between components and generating contour plots for each response to obtain the highest desirability value. The optimum formulation was achieved with a combination of 4.009% PVP K-30 and 1.241% magnesium stearate, yielding a desirability value of 0.758. The concentrations of PVP K-30 and magnesium stearate significantly influenced the physical properties of both granules and lozenges of green tea extract. Increasing concentrations of both excipients led to improvements in hardness, friability, and dissolution time.
4566949039I1C021094ANALISIS TOTAL FLAVONOID, TOTAL FENOLIK, SERTA AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL SELEDRI (Apium graveolens) TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923 DAN ATCC 33591Infeksi Staphylococcus aureus, khususnya Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) menjadi tantangan dalam pengobatan akibat resistensi antibiotik yang meningkat. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri adalah seledri (Apium graveolens) yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar total fenolik dan flavonoid serta mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol herba seledri terhadap S. aureus ATCC 25923 dan MRSA ATCC 33591. Ekstrak disiapkan menggunakan metode maserasi dan dievaluasi kandungan fenoliknya dengan metode Folin–Ciocalteu dan flavonoid dengan metode AlCl3. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid total sebesar 11,92 ± 0,74 mgQE/g dan fenolik total sebesar 23,80 ± 2,34 mgGAE/g. Pada konsentrasi 10%, ekstrak menunjukkan zona hambat sebesar 1 ± 0 mm terhadap S. aureus ATCC 25923 dan 0,5 ± 0,71 mm terhadap MRSA ATCC 33591 yang tergolong dalam kategori lemah.Infection caused by Staphylococcus aureus, particularly Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), poses a significant challenge in treatment due to increasing antibiotic resistance. One of the plants with potential antibacterial properties is celery (Apium graveolens), which contains bioactive compounds such as flavonoids and phenolics. This study aimed to determine the total phenolic and flavonoid contents and to evaluate the antibacterial activity of ethanolic extract of A. graveolens herb against S. aureus ATCC 25923 and MRSA ATCC 33591. The extract was prepared using the maceration method, and phenolic content was determined using the Folin–Ciocalteu method, while flavonoid content was measured using the AlCl₃ method. Antibacterial activity was tested using the disk diffusion method. The results showed that the extract contained a total flavonoid content of 11.92 ± 0.74 mgQE/g and a total phenolic content of 23.80 ± 2.34 mgGAE/g. At a concentration of 10%, the extract exhibited an inhibition zone of 1 ± 0 mm against S. aureus ATCC 25923 and 0.5 ± 0.71 mm against MRSA ATCC 33591, indicating weak antibacterial activity
4567049040F2A023020IMPLEMENTASI PROGRAM POSYANDU INTEGRASI
LAYANAN PRIMER (ILP) DI DESA KELANGDEPOK
KECAMATAN BODEH KABUPATEN PEMALANG
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul "Implementasi Program Posyandu Integrasi Layanan
Primer (ILP) di Desa Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang."
Program ILP merupakan transformasi layanan kesehatan berbasis pemberdayaan
masyarakat yang menyasar semua kelompok usia, dengan fokus pada upaya promotif
dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan Program
Posyandu ILP di Desa Kelangdepok, menilai kesesuaiannya dengan kebijakan
nasional, serta mengetahui peningkatan layanan kesehatan di pedesaan.
Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards
III yang mencakup empat aspek: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur
birokrasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik
purposive sampling untuk memilih informan yang relevan. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data
dilakukan secara interaktif melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data,
tampilan data, dan penarikan kesimpulan secara berkesinambungan untuk
memperoleh hasil yang valid.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Posyandu ILP di
Desa Kelangdepok berjalan cukup baik. Aspek komunikasi terlaksana efektif melalui
berbagai media, mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat. Namun,
aspek sumber daya masih mengalami kendala, terutama kekurangan tenaga
kesehatan, kader, dan sarana prasarana. Dari sisi disposisi, pelaksana menunjukkan
komitmen tinggi dan didukung partisipasi masyarakat. Struktur birokrasi juga
menunjukkan koordinasi yang baik, meski dukungan anggaran masih perlu
ditingkatkan. Secara umum, program diterima positif oleh masyarakat dan
meningkatkan akses layanan kesehatan, namun keberlanjutannya memerlukan
penguatan SDM, fasilitas, dan dukungan dana.
Kata Kunci: Implementasi, Program Posyandu, Integrasi Layanan Primer.
ABSTRACT
This study is entitled "Implementation of Integrated Primary Service Posyandu
Program (ILP) in Kelangdepok Village, Bodeh District, Pemalang Regency." The
ILP program is a transformation of health services based on community
empowerment that targets all age groups, with a focus on promotive and
preventive efforts. This study aims to understand the implementation of the ILP
Posyandu Program in Kelangdepok Village, assess its suitability with national
policies, and determine the improvement of health services in rural areas.
This study uses George C. Edwards III's policy implementation theory which
includes four aspects: communication, resources, disposition, and bureaucratic
structure. The method used is descriptive qualitative with purposive sampling
technique to select relevant informants. Data were collected through in-depth
interviews, observations, and documentation studies. Data analysis was carried
out interactively through the stages of data collection, data condensation, data
display, and continuous conclusion drawing to obtain valid results.
The results of the study showed that the implementation of the ILP Posyandu
Program in Kelangdepok Village went quite well. The communication aspect was
carried out effectively through various media, facilitating the delivery of
information to the community. However, the resource aspect still experiences
obstacles, especially the lack of health workers, cadres, and infrastructure. In
terms of disposition, the implementers showed high commitment and were
supported by community participation. The bureaucratic structure also showed
good coordination, although budget support still needs to be improved. In general,
the program was received positively by the community and increased access to
health services, but its sustainability requires strengthening of human resources,
facilities, and financial support.
Keywords: Implementation, Posyandu Program, Primary Service Integration.
4567149041J0B022004Penerapan Metode Penerjemahan Komunikatif dalam Panduan Kerja Laminasi Kaca di PT Xinyi Glass IndonesiaPanduan Kerja Laminasi Kaca merupakan dokumen berisi instruksi dan prosedur yang diperlukan agar pekerja dapat menyelesaikan pekeraan dengan baik sesuai dengan langkah-langkah yang sudah ditetapkan. Dalam hal ini, PT Xinyi Glass Indonesia memiliki panduan kerja yang harus dipahami oleh karyawan Indonesia, tetapi panduan kerja yang ada di perusahaan masih berbahasa Mandarin. Peneliti melakukan beberapa penelitian dan menemukan bahwa penggunaan metode penerjemahan komunikatif akan menghasilkan terjemahan yang efektif dan lebih mudah dipahami. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode penerjemahan komunikatif dalam penerjemahan panduan kerja laminasi kaca ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi padanan istilah teknis dan menyusun susunan kalimat yang sesuai, lalu peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa metode jelajah internet, wawancara, observasi. Hasil dari penelitian ini berupa panduan kerja laminasi kaca berbahasa Indonesia dengan menerapkan metode penerjemahan komunikatif.The Glass Lamination Work Instruction is a document containing guidelines and procedures to help workers perform their tasks effectively and in accordance with established steps. At PT Xinyi Glass Indonesia, such work instructions must be understood by Indonesian employees. However, the existing documents are still written in Chinese. Based on preliminary research, the use of the communicative translation method was found to produce more effective and easily understood translations. Therefore, this study aims to apply the communicative translation method in translating the glass lamination work instruction into Indonesian. Using a qualitative descriptive approach and content analysis, the research focuses on finding appropriate equivalents for techincal terms and grammatical. Data collection methods used in this research include internet research, interviews, and observation. The result of this study is an Indonesian version of the glass lamination work instruction that applies the communicative translation method.
4567249042F1C018095STRATEGI PERSONAL BRANDING FREELANCER DI PLATFORM FIVERRPerkembangan teknologi dan internet telah membuka peluang baru bagi para freelancer, khususnya illustrator, untuk memasarkan jasanya secara global melalui platform daring seperti Fiverr. Namun, tingginya persaingan di platform tersebut menuntut setiap freelancer untuk memiliki strategi personal branding yang kuat agar mampu menonjol dan menarik perhatian klien potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi personal branding yang diterapkan oleh freelance illustrator dalam menjual jasanya di platform Fiverr. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan yang aktif sebagai freelancer di Fiverr. Penelitian ini mengacu pada teori personal branding dari Peter Montoya yang terdiri atas delapan prinsip utama: spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, kenampakan, kesatuan, keteguhan, dan nama baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga informan secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam membangun dan mempertahankan citra profesional mereka di Fiverr. Strategi yang dilakukan meliputi penentuan gaya desain khas, penggunaan portofolio yang menarik, menjaga komunikasi dengan klien, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi tambahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa personal branding yang kuat dan konsisten dapat meningkatkan visibilitas dan kepercayaan klien, sehingga berdampak positif terhadap keberhasilan penjualan jasa di platform digital. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi freelancer lain dalam mengembangkan strategi branding yang efektif.The advancement of technology and the internet has created new opportunities for freelancers, particularly illustrators, to market their services globally through online platforms such as Fiverr. However the high level of competition on the platform requires each freelancer to develop a strong personal branding strategy to stand out and attract potential clients. This study aims to examine the personal branding strategies employed by freelance illustrators in selling their services on Fiverr. Using a descriptive qualitative method with a case study approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation of three informants actively working as freelancers on Fiverr. The study refers to Peter Montoya's theory of personal branding, which consists of eight key principles: specialization, leadership, personality, distinctiveness, visibility, unity, persistence, and goodwill. The findings show that all three informants consistently apply these principles to build and maintain their professional image on Fiverr. Their strategies include identifying a distinctive design style, using attractive portfolios, maintaining effective communication with clients, and utilizing social media as an additional promotional tool. The study concludes that strong and consistent personal branding can enhance visibility and client trust, positively impacting service sales on digital platforms. These findings are expected to serve as a reference for other freelancers in developing effective branding strategies
4567349043H1B018048ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BENCANA BANJIR
DI SUNGAI WULAN KABUPATEN DEMAK
Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah di pesisir utara Jawa Tengah yang kerap dilanda banjir,
terutama akibat luapan Sungai Wulan. Terjadinya banjir untuk kedua kalinya pada tahun 2024 dalam waktu yang
berdekatan mengakibatkan setidaknya 11 kecamatan terdampak banjir serta sebanyak 93.149 jiwa terdampak dan
22.725 diantaranya mengungsi. di seitar aliran sungai Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan
bencana banjir di Sungai Wulan dengan menggunakan model hidraulik dua dimensi (2D) berbasis perangkat lunak
HEC-RAS. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data topografi (DEM), data penggunaan lahan,, serta
data debit aliran sungai. Simulasi dilakukan untuk memetakan sebaran dan kedalaman genangan banjir serta
mengklasifikasikan tingkat kerawanan sesuai dengan pedoman Perka BNPB No. 2 Tahun 2012. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa setidaknya 4 Kecamatan terdampak banjir, diantaranya Kecamatan Dempet, Kecamatan Gajah,
Kecamatan Karanganyar, dan Kecamatan Mijen. Dari 4 Kecamatan tersebut Kecamatan Karanganyar merupakan
wilayah paling terdampak dengan luas genangan mencapai 1615,57 ha (62,80% dari total genangan), disusul oleh
Kecamatan Mijen, Dempet, dan Gajah. Jenis lahan yang paling terdampak adalah lahan sawah (91,79%), pemukiman
(6,39%), dan badan air (1,77%). Berdasarkan Peraturan Kepala BNPB No 2 Tahun 2012, sebagian besar wilayah di
sekitar aliran Sungai Wulan merupakan wilayah dengan tingkat bahaya banjir tinggi, dimana seluas 1536,31 ha atau
59,72% lahan tergenang banjir dengan ketinggian lebih dari 1,5 m. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam
penentuan kebijakan mitigasi bencana banjir dan pengelolaan DAS Wulan secara berkelanjutan.
Demak Regency is one of the regions along the northern coast of Central Java that is frequently affected by
flooding, particularly due to the overflow of the Wulan River. The recurrence of flooding in 2024 within a short time
span resulted in at least 11 sub-districts being affected, with a total of 93,149 people impacted and 22,725 of them
displaced. This study aims to analyze the flood disaster vulnerability level along the Wulan River using a twodimensional (2D) hydraulic model based on the HEC-RAS software. The method used includes the collection of
topographic data (DEM), land use data, and river discharge data. The simulation was conducted to map the extent
and depth of flood inundation and to classify vulnerability levels based on the BNPB Regulation No. 2 of 2012.The
results showed that at least four sub-districts were affected by flooding, namely Dempet, Gajah, Karanganyar, and
Mijen. Among these, Karanganyar Sub-district was the most affected area with an inundation extent of 1,615.57
hectares (62.80% of the total inundation), followed by Mijen, Dempet, and Gajah. The most affected land uses were
rice fields (91.79%), residential areas (6.39%), and water bodies (1.77%). Based on BNPB Regulation No. 2 of
2012, most areas along the Wulan River are categorized as high flood hazard zones, where 1,536.31 hectares or
59.72% of the flooded area experienced inundation with depths greater than 1.5 meters.These results are expected
to serve as a reference in determining flood disaster mitigation policies and in supporting sustainable management
of the Wulan watershed (DAS Wulan).
4567448979B1A021031Karakterisasi Mikromorfologi dan Analisis Kandungan Flavonoid pada Marchantia emarginata Reinw., Blume & Nees di Kebun Raya Baturraden Berdasarkan Ketinggian TempatMarchantia emarginata Reinw., Blume & Nees merupakan salah satu anggota Hepaticopsida yang memiliki bentuk talus berbentuk pita dengan percabangan dikotomis. M. emarginata memiliki potensi dalam bidang farmakologi karena kandungan senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai ketinggian tempat terhadap karakter mikromorfologi dan kandungan flavonoid M. emarginata di Kebun Raya Baturraden, serta menentukan ketinggian tempat di Kebun Raya Baturraden dengan kandungan flavonoid paling tinggi pada ekstrak M. emarginata. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei eksploratif dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel M. emarginata diambil pada tiga stasiun pengamatan di Kebun Raya Baturraden yaitu stasiun pengamatan 1 (601-700 mdpl), stasiun pengamatan 2 (701-800 mdpl) dan stasiun pengamatan 3 (801-900 mdpl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian tempat tumbuh lumut berpengaruh terhadap ukuran talus, spora dan kadar flavonoid ekstrak M. emarginata. Semakin tinggi tempat tumbuh lumut maka ukuran talus, spora dan kadar flavonoid ekstrak M. emarginata semakin meningkat. Hasil ANOVA dan uji lanjut DMRT menunjukkan pengaruh ketinggian tempat terhadap kadar flavonoid ekstrak M. emarginata dengan kadar flavonoid tertinggi ada di stasiun 3 pada ketinggian 801-900 mdpl sebesar 53,44 mg QE/g.Marchantia emarginata Reinw., Blume & Nees is a member of the class Hepaticopsida, characterized by its ribbon-shaped thallus with dichotomous branching. M. emarginata has potential in the field of pharmacology due to its secondary metabolite content, particularly flavonoid. This study aimed to examine the effect of different altitudes on the micromorphological characteristics and flavonoid content of M. emarginata extract. The research was conducted using an exploratory survey method and purposive sampling technique. M. emarginata samples were collected from there observation stations in Baturraden Botanical Garden: station 1 (601-700 masl), station 2 (701-800 masl) and station 3 (801-900 masl). The research results show that the difference in elevation where the moss grows affects the size of the thallus, spores, and flavonoid content of M. emarginata extract. The higher the growth location of the moss, the larger the size of the thallus, spores, and the flavonoid content of the M. emarginata extract. The results of ANOVA and the DMRT post hoc test showed the influence of altitude on the flavonoid content of M. emarginata extract, with the highest flavonoid content found at station 3 at an altitude of 801-900 masl, amounting to 53.44 mg QE/g.
4567549045I2A023011Pengembangan Aplikasi Sibesti Mobile sebagai Media Pemberdayaan Masyarakat Kader Jider Jiteng dalam Upaya Menurunkan Kematian Ibu di Kabupaten BanyumasLatar belakang: Kematian ibu masih menjadi permasalahan di dunia, termasuk di Indonesia. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah dengan angka kematian ibu (AKI) yang masih tinggi, dan sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan deteksi dini komplikasi kehamilan pada ibu hamil risiko tinggi. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan aplikasi Sibesti Mobile sebagai media pemberdayaan kader Jider Jiteng dalam pemantauan ibu hamil risiko tinggi, serta menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil serta pengetahuan kader

Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode Research and Development (R&D) yang dikombinasikan dengan desain kuasi eksperimen the non equivalent control group design. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kembaran I (kelompok intervensi) dan Puskesmas Wangon I (kelompok kontrol) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sasaran penelitian adalah 105 ibu hamil dan 14 kader Jider Jiteng yang terlibat dalam pemantauan kehamilan risiko tinggi di setiap kelompoknya. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan dan sikap ibu hamil, serta pengetahuan kader terkait deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon.

Hasil penelitian: Aplikasi Sibesti Mobile dinilai sangat layak oleh para ahli dan pengguna, serta dilengkapi fitur yang mendukung pemantauan dan edukasi ibu hamil risiko tinggi. Hasil pada kelompok intervensi menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil (p=0,000), sikap ibu hamil (p=0,000), dan pengetahuan kader (p=0,010).

Kesimpulan: Aplikasi Sibesti Mobile layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta sikap pengguna terkait deteksi dini komplikasi kehamilan dalam upaya penanganan dan penurunan kejadian kematian ibu di Kabupaten Banyumas.
Background: Maternal mortality remains a global health problem, including in Indonesia. Banyumas Regency is one of the regions with a high maternal mortality rate (MMR), mostly caused by delays in the early detection of pregnancy complications among high-risk pregnant women. This study is important to develop and assess the feasibility of the Sibesti Mobile application as a tool for empowering Jider Jiteng cadres in monitoring high-risk pregnancies, and to analyze its effect on improving the knowledge and attitudes of pregnant women, as well as the knowledge of cadres.
Methods: This quantitative research employed the Research and Development (R&D) method combined with a quasi-experimental design using a the non equivalent control group design. The study was conducted at Kembaran I Primary Health Center (intervention group) and Wangon I Primary Health Center (control group), Banyumas Regency, Central Java. The research subjects included 105 pregnant women and 14 Jider Jiteng cadres involved in high-risk pregnancy monitoring in each group. The variables studied were the knowledge and attitudes of pregnant women, and the knowledge of cadres regarding early detection of high-risk pregnancies. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon signed-rank test
Results: The Sibesti Mobile application was rated highly feasible by both experts and users, and is equipped with features that support the monitoring and education of high-risk pregnant women. In the intervention group, the use of the application significantly improved pregnant women’s knowledge (p<0.001), attitudes (p<0.001), and cadres’ knowledge (p=0.010).
Conclusion: The Sibesti Mobile application is feasible and effective in improving users' knowledge and attitudes regarding early detection of pregnancy complications, as part of efforts to manage and reduce maternal mortality in Banyumas Regency.

4567649046I1C021052EVALUASI DOSIS OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS CILONGOK 1Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi di Indonesia termasuk di Kabupaten Banyumas. Penanganan hipertensi memerlukan terapi antihipertensi yang rasional salah satunya dosis yang sesuai untuk memastikan efektivitas terapi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menilai kesesuaian dosis. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan prospektif selama dua bulan. Data diambil berupa obat antihipertensi, nila tekanan darah.. Data dikumpulkan melalui rekam medis, dan resep obat, Evaluasi dosis dilakukan dengan membandingkan resep yang diberikan dengan PNPK 2021. Penelitian dilakukan pada 94 pasien dengan total 32,98% pasien menerima monoterapi dan 67,02% menerima terapi kombinasi. Evaluasi kesesuaian dosis menunjukkan bahwa sebanyak 87,23% pasien menerima dosis obat antihipertensi yang sesuai dengan PNPK 2021. Pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Cilongok 1 menerima terapi antihipertensi dengan tingkat kesesuaian dosis sebesar 87,23% sehingga perlu dilakukan evaluasi berkala untuk menjamin efekivitas dan keamanan terapi.



Abstract
Hypertension is one of the non-communicable diseases with high prevalence in Indonesia affecting 30.8% of patients, including in Banyumas Regency. Management hypertension requires rational antihypertensive therapy, one of which is the appropriate dose to ensure the effectiveness of therapy. Therefore, this study was conducted to assess the appropriateness of the dose. This study is a descriptive observational study with a prospective approach for two months. Data were collected through medical records, drug prescriptions,. Dosage evaluation was carried out by comparing the prescription given with 2021 National Clinical Practice Guidelines (PNPK) for Adult Hypertension Management.. Among 94 patients, 32.98% received monotherapy and 67.02% combination therapy. A total of 87.23% received antihypertensive doses in accordance with the PNPK 2021. Outpatients with hypertension at Cilongok 1 primary health care center received antihypertensive therapy with a dose compliance rate of 87,23, so periodic evaluations are needed to ensure the effectiveness and safety of the therapy.
4567748986I1C021072Pengaruh Ekstrak Ikan Gabus (Channa striata) terhadap Migrasi Sel RAW 264.7 yang Diinduksi LipopolisakaridaPeradangan merupakan respon imun terhadap infeksi atau cedera yang mengaktivasi makrofag untuk bermigrasi ke lokasi infeksi. Makrofag dapat terstimulasi menjadi tipe M1 (pro-inflamasi) atau M2 (antiinflamasi), keseimbangan keduanya penting
dalam mengendalikan inflamasi. Penggunaan NSAID jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping yang merugikan, sehingga diperlukan alternatif alami, seperti ekstrak ikan gabus (Channa striata). Ekstrak ini mengandung albumin dan asam lemak yang diketahui mampu menekan sitokin proinflamasi. Namun, mekanisme antiinflamasinya pada tingkat selular belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme selular antiinflamasi ekstrak ikan gabus melalui migrasi sel RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida sebagai model inflamasi in vitro dan mengetahui toksisitasnya. Metodologi: Penelitian ini menggunakan lima sampel ekstrak ikan gabus (Channa striata) dengan bentuk fisik berbeda, sehingga dilakukan penentuan kadar albumin menggunakan metode Lowry. Uji toksisitas variasi konsentrasi ekstrak ikan gabus dilakukan terhadap sel RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida menggunakan metode uji 3-(4,5- dimethylthiazol-2-,5-diphenyl-2H-tetrazolium bromide) (MTT). Pengaruh ekstrak terhadap migrasi sel dilakukan melalui metode scratch assay dengan pengukuran luas area migrasi pada jam ke-0 dan jam ke-24. Ekstrak ikan gabus kode 12 dan 17 memiliki kadar albumin tinggi sebesar 27,794% dan 28,887%. Uji MTT menunjukkan bahwa ekstrak ikan gabus tidak memberikan efek toksik terhadap sel RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida, berdasarkan %viabilitas selnya yang lebih dari 50%. Ekstrak ikan gabus mampu menurunkan migrasi sel RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida, yang mengindikasikan berpotensi sebagai antiinflamasi. Ekstrak ikan gabus Channa striata) tidak bersifat toksik terhadap sel RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida dan menunjukkan pengaruh terhadap migrasi sel melalui penurunan aktivitas migrasi sel.
Inflammation is an immune response to infection or injury that activates macrophage to migrate to the site of infection. Macrophages can be stimulated into M1 (pro-inflammatory) or M2 (anti-inflammatory) types, the balance of which is important in controlling inflammation. Long-term use of NSAIDs risks adverse side effects, so natural alternatives are needed, such as snakehead fish (Channa striata) extract. This extract contains albumin and fatty acids that are known to suppress pro-inflammatory cytokines. However, its anti-inflammatory mechanism at the cellular levels has not been widely studied. This study aims to determine the cellular anti-inflammatory mechanism of snakehead fish extract through the migration assay of LPS-induced RAW 264.7 cells as an in vitro model of inflammation, and determine its toxicity. This study used five snakehead fish (Channa striata) extract sampels with different physical forms, so that the determination of albumin levels using the Lowry
method. Toxicity test of various concentrations of the snakehead fish extract was conducted on LPS-induced RAW 264.7 cells using the 3-(4,5-dimethylthiazol-2-,5-diphenyl-2Htetrazolium bromide) (MTT) assay method. The effect of extract on cell migration was carried out through the scratch assay method by measuring the area of migration at 0 and 24 hours. Snakehead fish (Channa striata) extract code 12 and 17 have high albumin levels of 27,794% and 28,887%. The MTT assay showed that snakehead fish extract did not have toxic effect on LPS-induced RAW 264.7 cells, based on their cell viability % which was more than 50%. Snakehead fish extract was able to reduce the migration of LPS-induced RAW 264.7 cells, indicating its potential as an anti-inflammatory. Snakehead fish (Channa striata) extract is not toxic to LPS-induced RAW 264.7 cells and shows an effect on cell migration through a decrease in cell migration activity.
4567849048H1E021050Redesign Kemasan Produk Gula Semut Menggunakan Metode Kano dan Quality Function Deployment (QFD) (UD. XYZ)Persaingan pasar yang ketat mengharuskan perusahaan untuk meningkatkan daya tarik produk, salah satunya melalui desain kemasan. UD. XYZ, produsen gula semut di Banyumas, menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya tarik kemasan agar lebih efektif menarik perhatian konsumen. Survei pra-penelitian menunjukkan bahwa 83,3% konsumen ingin memperbaiki desain kemasan yang dinilai kurang menarik dan informatif. Penelitian ini menggunakan Metode Kano dan Quality Function Deployment (QFD) untuk mendesain ulang kemasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut fungsionalitas, informasi yang jelas, dan perlindungan produk termasuk dalam kategori One-dimensional, sedangkan desain yang menarik dan ukuran yang sesuai termasuk dalam kategori Attractive. Desain baru ini menggunakan gusset bag berukuran 21 × 6 × 9 cm dengan warna hijau-coklat dan font TAN Nimbus dan Helvetica. Desain ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik visual, efektifitas komunikasi informasi, dan kepuasan konsumen terhadap produk UD. XYZ.Tight market competition requires companies to increase product attractiveness, one of which is through packaging design. UD. XYZ, an ant sugar producer in Banyumas, faces challenges in improving the attractiveness of its packaging to more effectively attract consumers' attention. A pre-research survey showed that 83.3% of consumers wanted to improve the packaging design, which was considered less attractive and informative. This study used the Kano Method and Quality Function Deployment (QFD) to redesign the packaging. The analysis showed that the attributes of functionality, clear information, and product protection belonged to the One-dimensional category, while attractive design and appropriate size belonged to the Attractive category. The new design uses a 21 × 6 × 9 cm gusset bag with green-brown color and TAN Nimbus and Helvetica fonts. This design is expected to increase visual appeal, effectiveness of information communication, and consumer satisfaction with UD. XYZ.
4567949050H1E021056FORMULATION OF DEVELOPMENT STRATEGIES FOR
GRANULATED PALM SUGAR SMES WITH SWOT AND QSPM
METHODS (CASE STUDY OF UD XYZ)
Di era industri 4.0, persaingan bisnis semakin ketat, sehingga diperlukan strategi
pengembangan yang tepat, terutama bagi Industri Kecil Menengah (IKM). UD Sari
Manggar, salah satu IKM gula semut di Kabupaten Banyumas, menghadapi
beberapa kendala dari faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan
merancang strategi pengembangan menggunakan metode SWOT dan QSPM. Hasil
analisis menunjukkan kekuatan utama UD Sari Manggar adalah kualitas produk
yang telah bersaing di pasar internasional, sementara kelemahan utama adalah
keterbatasan alat produksi yang belum optimal. Adapun peluang utama adalah
ketersediaan bahan baku yang cukup tinggi, sedangkan ancaman utama adalah
meningkatnya persaingan pemasaran gula semut dan musim hujan dapat
menyebabkan kesulitan akses terhadap bahan baku. Berdasarkan hasil QSPM,
strategi dengan skor TAS terbesar yakni 7,28 berupa peningkatan kapasitas
produksi dan efisiensi operasional, sedangkan strategi dengan skor TAS terkecil
yakni 6,66 berupa ekspansi jaringan distribusi dan kemitraan. Strategi ini
diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis UD Sari
Manggar.
In the Industry 4.0 era, business competition
is becoming increasingly fierce, requiring appropriate
development strategies, especially for Small and Medium
Enterprises (SMEs). UD XYZ, a palm sugar SME in
Banyumas Regency, faces internal and external
challenges. This study aims to design a development
strategy using SWOT and QSPM methods. The analysis
shows that UD XYZ's main strength is its high-quality
products, which compete internationally, while its main
weakness is limited production equipment. The main
opportunity is the high availability of raw materials, while
the main threats include increased competition and
difficulty in accessing raw materials during the rainy
season. According to the QSPM results, the strategy with
the highest score (TAS 7.28) is increasing production
capacity and operational efficiency, while the strategy with
the lowest score (TAS 6.66) is expanding distribution
networks and partnerships. These strategies are expected to
improve UD XYZ's competitiveness and sustainability.
4568049049H1C021050Karakteristik Batuan Induk dan Lingkungan Pengendapannya Berdasarkan Analisis Geokimia Organik Pada Sumur BT-1, Pulau Buton, Provinsi Sulawesi TenggaraPulau Buton diketahui sebagai daerah penghasil hidrokarbon, dengan adanya kemunculan aspal bitumen dan bocoran minyak di berbagai lokasi. Pada Pulau Buton sendiri terdapat Formasi Tondo yang diketahui sebagai secondary Source Rock. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik geokimia pada batuan induk pada sumur BT-1 yang berada pada kedalaman 50-3787 m dan melewati formasi Upper Tondo, Sampolakosa, dan Middle Tondo. Berdasarkan analisis geokimia pada Formasi Upper Tondo (50-400 m) memiliki jumlah material organik buruk (poor) dengan tipe material organik Tipe II, dan tingkat kematangan Immature. Pada Formasi Sampolakosa (400-600 m) memiliki jumlah material organik cukup hingga sangat baik (fair-very good) dengan Tipe material organik Tipe II/III, dan tingkat kematangan Immature. Pada Formasi Middle Tondo (600- 3787 m) memiliki jumlah material organik buruk hingga sangat baik (fair-very good) dengan tipe material organik Tipe II, dan tingkat kematangan Immature dan semakin dalam semakin mature hingga peak mature. Pada Formasi Middle Tondo juga dilakukan analisis data biomarker untuk menentukan material asalnya yaitu berupa mixed source, serta lingkungan pengendapannya marine (neritik dalam-dangkal (200-40 mdpl)) yang dipengaruhi lingkungan pengendapan terestrial dengan lingkungan yang sub-oksik hingga oksik.Buton Island is known as a hydrocarbon producing area, with the appearance of bitumen and oil leaks in various locations. On Buton Island itself there is the Tondo formation which is known as a secondary Source Rock. This study was conducted to determine the geochemical characteristics of the host rock in the BT-1 well which is at a depth of 50-3787 m and passes through the Upper Tondo, Sampolakosa, and Middle Tondo formations. Based on geochemical analysis, the Upper Tondo Formation (50-400 m) has poor organic material richness with Type II organic material quality, and Immature maturity level. The Sampolakosa Formation (400-600 m) has fair to very good organic material richness with Type II/III organic material quality, and Immature maturity level. The Middle Tondo Formation (600-3787 m) has a wealth of poor to very good organic material (fair-very good) with Type II organic material quality, and Immature maturity level and the deeper the more mature to peak mature. In the Middle Tondo Formation, biomarker data analysis was also carried out to determine the material of origin, which is mixed source, and the deposition environment is marine (deep-shallow neritic (200-40 masl)) influenced by terrestrial deposition environments with sub-oxic to oxic environments.