Artikelilmiahs

Menampilkan 45.761-45.780 dari 48.749 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4576149129K1B021045PEMBENTUKAN DAN SIFAT RUANG VEKTOR FUZZY ATAS LAPANGAN FUZZY
Penelitian ini bertujuan untuk membahas pembentukan lapangan fuzzy dan ruang vektor fuzzy atas lapangan fuzzy, beserta beberapa sifatnya. Pembentukan lapangan fuzzy dilakukan dengan cara membentuk himpunan fuzzy atas lapangan klasik yang memenuhi beberapa aksioma. Selanjutnya, lapangan fuzzy tersebut digunakan untuk membentuk ruang vektor fuzzy yang didefinisikan berdasarkan himpunan fuzzy atas ruang vektor klasik. Selain itu, ditunjukkan juga sifat yang berkaitan dengan elemen nol serta elemen satuan lapangan klasik dan vektor nol pada ruang vektor klasik. Hasil yang diperoleh adalah struktur lapangan fuzzy dan struktur ruang vektor fuzzy atas lapangan fuzzy. Struktur lapangan klasik merupakan kejadian khusus dari lapangan fuzzy dan ruang vektor klasik merupakan kejadian khusus dari ruang vektor fuzzy. Sifat yang diperoleh pada lapangan fuzzy adalah derajat keanggotaan tertinggi berturut-turut dimiliki oleh elemen nol dan elemen satuan. Sifat yang diperoleh pada ruang vektor fuzzy adalah derajat keanggotaan tertinggi dimiliki oleh vektor nol.This study aims to discuss the formation of fuzzy fields and fuzzy vector spaces over fuzzy fields, along with some of their properties. The formation of fuzzy fields is carried out by forming fuzzy sets over classical fields that satisfy several axioms. Subsequently, these fuzzy fields are used to form fuzzy vector spaces defined based on fuzzy sets over classical vector spaces. Additionally, properties related to the zero element, one element of the classical field, and the zero vector in the classical vector space are also demonstrated. The results obtained are the structure of fuzzy fields and the structure of fuzzy vector spaces over fuzzy fields. The structure of classical fields is a special case of fuzzy fields, and classical vector spaces are a special case of fuzzy vector spaces. The properties obtained in fuzzy fields are that the highest membership degrees are successively held by the zero element and one element. The properties obtained in fuzzy vector spaces are that the highest membership degree is held by the zero vector.
4576249130B1A020101Kajian Potensi Tiram Saccostrea spp. Sebagai Bioindikator Pencemaran Mikroplastik di Perairan Pesisir Kota Semarang Sampah plastik yang terus bertambah dapat terbawa hingga ke daerah perairan, yang berbahaya bagi organisme laut dan manusia. Sampah plastik mengalami degradasi menjadi mikroplastik. Perairan yang tercemar dengan mikroplastik memerlukan bioindikator sebagai alat pemantau kualitas lingkungan. Salah satu organisme yang digunakan sebagai bioindikator adalah tiram Saccostrea spp. dengan sifat sebagai filter feeder. Perairan yang memerlukan pengujian bioindikator salah satunya adalah di pesisir Semarang. Tujuan penelitian untuk membandingkan jumlah dan jenis mikroplastik pada tiram, sedimen dan air laut berdasarkan karakteristik fisik dan komposisi kimia serta menghitung Bio Concetration Factor (BCF) pada tiram sebagai spesies bioindikator pencemaran mikroplastik di perairan pesisir Semarang.
Penelitian dilakukan pada empat stasiun berbeda di pesisir Semarang dengan metode purposive sampling. Pelaksanaan dilakukan dari bulan Oktober 2024 hingga April 2025. Variabel yang digunakan adalah total jumlah, karakteristik berdasarkan fisik, komposisi kimia partikel mikroplastik dan penghitungan faktor biokonsentrasi (BCF). Data jumlah, kelimpahan, ukuran, bentuk, warna, dan jenis polimer partikel mikroplastik dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-wilk dilanjutkan korelasi pearson bila data terdistribusi secara normal dengan dua variabel yaitu data rata- rata panjang tiram setiap replikasi dan rata-rata ukuran partikel mikroplastik setiap replikasi.
Hasil penelitian menunjukan jumlah mikroplastik pada tiram 171 partikel, sedimen 134 partikel dan air laut 56 partikel. Ukuran mikroplastik yang bervariasi dari 38,47 hingga 4949,34 μm. Tiga bentuk teramati adalah fiber, fragmen dan film dengan warna berbeda merah, hijau, transparan, biru, ungu, coklat, hitam. putih, dan kuning. Komposisi kimia mikroplastik berupa tiga polimer yang mendominasi polypropylene, polyethylene dan polyethylene terephthalate. Hasil pengujian antara rata-rata panjang tiram dengan rata-rata ukuran partikel mikroplastik berdistribusi secara normal, tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan.
Plastic waste that continues to accumulate can be carried into aquatic environments, posing a threat to marine organisms and humans. Plastic waste undergoes degradation into microplastics. Waters contaminated with microplastics require bioindicators to monitor environmental quality. One organism commonly used as a bioindicator is the oyster (Saccostrea spp.), which acts as a filter feeder. One of the coastal areas that requires bioindicator assessment is the coast of Semarang. The aim of this study is to compare the abundance and types of microplastics found in oysters, sediments, and seawater based on their physical characteristics and chemical composition, and to calculate the Bio-Concentration Factor (BCF) in oysters as a bioindicator species for microplastic pollution in the coastal waters of Semarang.
The study was conducted at four different stations on the coast of Semarang using a purposive sampling method. The implementation was carried out from October 2024 to April 2025. The variables used were the total number, characteristics based on fisiks, chemical composition of microplastic particles and calculation of the bioconcentration factor (BCF). Data on the number, abundance, size, shape, color, and type of microplastic particle polymers were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test followed by Pearson correlation if the data was normally distributed with two variables, namely the average oyster length data for each replication and the average size of microplastic particles for each replication.
The results of the study showed that the number of microplastics in oysters was 171 particles, sediment 134 particles and seawater 56 particles. The size of microplastics varied from 38.47 to 4949.34 μm. Three forms were observed fiber, fragments and films with different colors red, green, transparent, blue, purple, brown, black, white, and yellow. The chemical composition of microplastics is in the form of three polymers that dominate polypropylene, polyethylene and polyethylene terephthalate. The test results between the average length of oysters and the average size of microplastic particles were normally distributed, but there was no significant relationship.
4576349131C1B021010PENGARUH WORK FAMILY CONFLICT DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS KEHIDUPAN KERJA PADA WANITA BEKERJA DI PT. KERETA API INDONESIA (Persero) DAOP V PURWOKERTOTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari role conflict dan dukungan keluarga, terhadap kualitas kehidupan kerja di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto. Kebebasan hak wanita memberikan dampak signifikan, terutama wanita karir. Namun, peran wanita seringkali bermasalah karena mereka harus memikul tanggung jawab ganda, yang dapat meningkatkan emosi dan menciptakan ketidakseimbangan antara pekerjaan di rumah dan di tempat kerja. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi oleh wanita karir dalam menyeimbangkan peran ganda sebagai pekerja dan anggota keluarga, yang sering memicu role conflict dan ketidakseimbangan antara kehidupan pekerjaan dan dirumahDukungan yang diberikan oleh perusahaan dapat meningkatkan keberlanjutan kesejahteraan karyawan wanita menikah khususnya di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto. Populasi penelitian ini terdiri dari karyawan wanita yang sudah menikah di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto dengan sampel sebanyak 56 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis data menggunakan SEM-PLS (Structural Equation Modelling-Partial Least Square). Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Role conflict tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja (p-value = 0,064). (2) Dukungan keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja (p-value = 0,000).
The purpose of this research is to determine the impact of role conflict and family support on the quality of work life at PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto. The freedom of women's rights has a significant impact, especially on career women. However, women's roles are often problematic because they have to bear dual responsibilities, which can heighten emotions and create an imbalance between work at home and at the workplace. This research is motivated by the challenges faced by career women in balancing dual roles as workers and family members, which often triggers role conflict and an imbalance between work and home life. The support provided by the company can enhance the sustainability of the well-being of married female employees, particularly at PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto. The population of this study consists of married female employees at PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto, with a sample size of 56 respondents. The research method used is quantitative with data analysis using SEM-PLS (Structural Equation Modelling-Partial Least Square). The research findings indicate that: (1) Role conflict does not have a significant effect on the quality of work life (p-value = 0.064). (2) Family support has a significantly positive effect on the quality of work life (p-value = 0.000).
4576449133B1A020067KAJIAN POTENSI TERITIP INTERTIDAL Amphibalanus amphitrite
SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN MIKROPLASTIK DI
PERAIRAN PESISIR KOTA SEMARANG
Perairan Pesisir Kota Semarang merupakan wilayah yang padat akan aktivitas manusia dan memungkinkan pencemaran mikroplastik yang tinggi. Mikroplastik memiliki ukuran yang kecil berkisar 1-5 mm menyebabkan penyebarannya yang sangat cepat sehingga membutuhkan pengendalian dan monitoring. Dalam hal tersebut, teritip merupakan salah satu organisme makrozoobentos yang berpotensi sebagai biomonitoring pencemaran mikroplastik.
Penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling di Perairan Pesisir Kota Semarang di 4 stasiun yaitu Kampung Nelayan Tambakrejo (1), Pantai Marina (2), Pantai Tirang (3) dan Semarang Mangrove Center dengan pertimbangan keberadaan habitat teritip. Sampel yang diteliti berupa sampel teritip, sampel air, dan sampel sedimen. Pengambilan sampel mikroplastik dari perairan laut menggunakan plankton net, sampel dari sedimen menggunakan bottom grab, sedangkan sampel teritip menggunakan palu dan pahat. Pengambilan sampel air dan sedimen dilakukan sebanyak lima kali pengulangan untuk tiap lokasi. Identifikasi dan karakterisasi mikroplastik pada sampel air, sedimen dan teritip berdasarkan bentuk, warna dan ukuran dilakukan di laboratorium riset. Pengujian komposisi kimia mikroplastik dianalisis menggunakan FTIR-ATR di laboratorium BRIN. Data mikroplastik teritip, sedimen dan air dianalisis secara deskriptif. Konsentrasi mikroplastik dihitung menggunakan faktor biokonsentrasi (BCF).
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 399 partikel mikroplastik, terdiri atas 4 bentuk yaitu fiber, fragment, film dan granula dan 9 warna berbeda yang didominasi hitam dan biru. Ukuran mikroplastik yang mendominasi pada rentang 100-500 μm dan 500-1000 μm dan ditemukan 10 polimer yang didominasi oleh Polypropylene (PP), Polyethylene (PE), dan Polyethylene Terephthalate (PET). Mikroplastik yang ditemukan sebanyak 399 partikel dengan distribusi 209 partikel pada teritip dengan rata-rata konsentrasi 77,07 partikel/g, 134 partikel pada sedimen dengan rata-rata konsentrasi 0,0418 partikel/g, dan 56 partikel dengan rata-rata konsentrasi 0,0646 partikel/g. Nilai BCF Amphibalanus amphitrite pada air memiliki rata-rata 711,349 dan pada sedimen 844,367.
The coastal waters of Semarang City are areas that are dense with human activities and allow for high microplastic pollution. Microplastics have a small size ranging from 1-5 mm causing their very rapid spread so that they require control and monitoring. In this case, barnacles are one of the macrozoobentos organisms that have the potential to biomonitor microplastic pollution.
The research was carried out using the purposive sampling method in the coastal waters of Semarang City at 4 stations, namely Tambakrejo Fishing Village (1), Marina Beach (2), Tirang Beach (3) and Semarang Mangrove Center with consideration of the existence of barnacle habitat. The samples studied were barnacle samples, water samples, and sediment samples. Microplastic samples from marine waters were taken using plankton nets, samples from sediments were used bottom grabs, while barnacle samples were used with hammers and chisels. Water and sediment sampling was carried out five times for each location. Identification and characterization of microplastics in water, sediment and barnacle samples based on shape, color and size was carried out in the research laboratory. Testing of the chemical composition of microplastics was analyzed using FTIR-ATR in the BRIN laboratory. Data on barnacle, sediment and water microplastics were analyzed descriptively. Microplastic concentrations are calculated using bioconcentration factor (BCF).
Based on the results of the study, 399 microplastic particles were found, consisting of 4 forms, namely fiber, fragment, film and granules and 9 different colors dominated by black and blue. The size of microplastics dominated in the range of 100-500 μm and 500-1000 μm and 10 polymers were found dominated by Polypropylene (PP), Polyethylene (PE), and Polyethylene Terephthalate (PET). The microplastics found were 399 particles with a distribution of 209 particles in barnacles with an average concentration of 77.07 particles/g, 134 particles in sediments with an average concentration of 0.0418 particles/g, and 56 particles with an average concentration of 0.0646 particles/g. BCF values of Amphibalanus amphitrite in water had an average of 711,349 and in sediments 844,367.
4576549141K1A021007Sintesis dan Karakterisasi Aerogel Komposit Berbasis Karbon Terdekorasi Hidroksida Logam sebagai Adsorben Zat Warna Malachite GreenPenerapan nanoteknologi dalam bidang lingkungan telah membuka peluang besar dalam pengembangan material fungsional dengan kemampuan adsorpsi yang tinggi untuk mengatasi polutan berbahaya. Malachite green merupakan pewarna sintetis beracun yang sulit terdegradasi, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis dan mengkarakterisasi aerogel komposit berbasis karbon yang terdekorasi hidroksida logam sebagai adsorben untuk menghilangkan malachite green. Karakterisasi dilakukan menggunakan XRD, FTIR, Raman, dan SEM-EDX, yang secara keseluruhan menunjukkan keberhasilan pembentukan struktur aerogel dengan adanya interaksi kuat antarkomponen. Optimasi proses adsorpsi menunjukkan efisiensi maksimum pada pH 9, waktu kontak 360 menit, dan konsentrasi awal 50 mg/L dengan kapasitas adsorpsi sebanding dengan adsorben lain yang telah dilaporkan pada penelitian-penelitian terdahulu. Hasil ini menunjukkan bahwa aerogel komposit berbasis karbon dan hidroksida logam memiliki potensi sebagai adsorben untuk remediasi limbah zat warna.The application of nanotechnology in the environmental field has opened up significant opportunities for developing functional materials with high adsorption capacities to address hazardous pollutants. Malachite green is a toxic synthetic dye that is resistant to degradation, posing potential threats to both the environment and human health. This study aims to synthesize and characterize a carbon-based composite aerogel decorated with metal hydroxides as an adsorbent for the removal of malachite green. Characterization was conducted using XRD, FTIR, Raman spectroscopy, and SEM-EDX, which collectively confirmed the successful formation of the aerogel structure with strong interactions among its components. Adsorption optimization showed maximum efficiency at pH 9, a contact time of 360 minutes, and an initial concentration of 50 mg/L, with an adsorption capacity comparable to other adsorbents previously reported in the literature. These results suggest that the carbon-based composite aerogel decorated with metal hydroxides holds promising potential as an adsorbent for dye wastewater remediation.
4576650425A1C018044IDENTIFIKASI KEMURNIAN MINYAK NILAM YANG DICAMPUR MINYAK KELAPA DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR GAS MICRO ELECTRO MECHANICAL SYSTEMS (MEMS) DAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA)Indonesia merupakan produsen utama minyak nilam dunia dengan kontribusi sekitar 90% pasokan global. Nilai ekonominya yang tinggi membuat komoditas ini rentan terhadap adulterasi, terutama pencampuran dengan minyak kelapa yang secara fisik serupa dan tidak beraroma kuat. Praktik tersebut berpotensi merugikan pelaku usaha, konsumen, dan reputasi ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi minyak nilam murni dan yang teradulterasi menggunakan sistem sensor Micro-Electro-Mechanical Systems (MEMS) serta mengevaluasi respons dan akurasi klasifikasinya sebagai alternatif yang lebih objektif dibandingkan penilaian organoleptik pada skala UMKM.
Rancangan penelitian bersifat eksperimental. Sampel meliputi minyak nilam murni, minyak kelapa murni, minyak nilam adulterasi, serta campuran nilam–kelapa pada konsentrasi 1–20% (1, 5, 10, 15, 20%). Dua kondisi diuji tanpa pemanasan dan dengan pemanasan menggunakan Corning PC-4200 dengan parameter atsiri measurement (Ag) dan sensitivitas (S = Ro/Rg). Data dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA) (Minitab) untuk reduksi dimensi dan pemisahan kelas, serta metode Center of Gravity (CoG) dan Euclidean Distance (ED) guna mengkuantifikasi jarak antarkelompok dan menghitung akurasi klasifikasi.
Pengujian disusun dalam empat skenario: (A) pembedaan nilam murni vs kelapa murni; (B) nilam murni vs nilam adulterasi; (C) nilam murni vs nilam tercampur kelapa; dan (D) nilam murni vs campuran nilam–kelapa pada variasi konsentrasi. Pemodelan dilakukan pada data kedua kondisi perlakuan untuk menilai konsistensi respons sensor terhadap keberadaan dan tingkat campuran, sehingga dapat menggambarkan batas kemampuan pemisahan kelas oleh sistem pada rentang konsentrasi yang diuji.
Hasil loading plot PCA menunjukkan sensor M6814, M4541, C811, dan M5524 paling responsif, sedangkan M9541 kurang responsif. Akurasi klasifikasi yang diperoleh melalui score plot PCA, CoG, dan ED mencapai 98,1% (A), 85,6% (B), 85,6% (C), dan 66,7% (D). Temuan ini menegaskan potensi sistem sensor MEMS multi-elemen sebagai pendekatan deteksi adulterasi yang lebih objektif, cepat, dan terstandar untuk pengendalian mutu minyak nilam khususnya pada skala UMKM. Ke depan, optimasi kombinasi sensor, penajaman strategi praperlakuan termal, serta perluasan variasi konsentrasi dan jumlah sampel berpeluang meningkatkan sensitivitas dan akurasi sistem.
Indonesia is a leading producer of patchouli oil, contributing approximately 90% of global supply. Its high economic value renders the commodity vulnerable to adulteration, most commonly through blending with coconut oil, which exhibits similar physical characteristics and a weak odor profile. Such practices risk harming producers, consumers, and export reputation. This study aims to identify both pure and adulterated patchouli oil using a Micro-Electro-Mechanical Systems (MEMS) sensor array and to evaluate sensor responses and classification accuracy as a more objective alternative to organoleptic assessment at the small and medium enterprise (SME) scale.
The research employed an experimental design. Samples comprised pure patchouli oil, pure coconut oil, adulterated patchouli oil, and patchouli coconut mixtures at 1%, 5%, 10%, 15%, and 20% concentrations. Two treatment conditions were applied without heating and with heating using a Corning PC-4200 hot plate. The recorded parameters included the essential-oil measurement (Rg) and sensitivity (S = Ro/Rg), where Ro denotes the baseline measurement. Data were analyzed using Principal Component Analysis (PCA) (Minitab) for dimensionality reduction and class separation, alongside Center of Gravity (CoG) and Euclidean Distance (ED) to quantify inter-group distances and compute classification accuracy.
Four classification scenarios were evaluated: (A) pure patchouli vs. pure coconut; (B) pure patchouli vs. adulterated patchouli; (C) pure patchouli vs. patchouli mixed with coconut oil; and (D) pure patchouli vs. patchouli–coconut mixtures across the 1–20% range. Modeling was conducted on data from both thermal conditions to assess the consistency of sensor responses to the presence and level of blending, thereby delineating the system’s class-discrimination limits across the tested concentration range.
PCA loading plots indicate that sensors M6814, M4541, C811, and M5524 are the most responsive for patchouli identification, whereas M9541 is comparatively less responsive. Classification accuracies derived from PCA score plots followed by CoG and ED were 98.1% (A), 85.6% (B), 85.6% (C), and 66.7% (D). These findings underscore the potential of a multi-element MEMS sensor system as a more objective, rapid, and standardized approach for detecting patchouli oil adulteration particularly for SME-level quality control. Future work should optimize sensor combinations, refine thermal pre-treatment strategies, and expand concentration ranges and sample sizes to further enhance sensitivity and overall accuracy.
4576749134F2A023004Evaluasi Pelaksanaan Pendampingan Keluarga Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten BanyumasPendampingan keluarga merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan, serta fasilitasi pemberian bantuan sosial kepada keluarga dan/atau keluarga berisiko stunting. Pendampingan keluarga dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari unsur kesehatan, Kader PKK, dan Kader KB. Pelaksanaan pendampingan keluarga di Kabupaten Banyumas dihadapkan dengan berbagai tantangan antara lain banyaknya jumlah target sasaran dan angka prevalensi stunting yang masih di atas target. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendampingan keluarga di Kabupaten Banyumas, melalui 5 (lima) dimensi kerangka kerja RE-AIM yaitu jangkauan (reach), efektivitas (effectiveness), adopsi (adoption), implementasi (implementation), dan pemeliharaan (maintenance). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan telaah dokumen, Teknik analisis data menggunakan Model Interaktif, dengan alat bantu software NVivo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan keluarga di Kabupaten Banyumas sudah berjalan dengan cukup baik. Kelompok sasaran utama (calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, dan balita) sudah berhasil dijangkau. Pendampingan keluarga menunjukkan kontribusi positif terhadap penurunan stunting melalui peningkatan pengetahuan masyarakat yang diikuti dengan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Program telah diadopsi secara luas dan merata pada seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan pendampingan keluarga berlangsung rutin dan fleksibel. Peran anggota TPK dan kerja sama lintas sektoral menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan pendampingan keluarga. Program ini memiliki potensi untuk terus berlanjut di masa depan. Meskipun demikian, keberlanjutan pelaksanaannya tetap memerlukan dukungan yang memadai, khususnya dalam bentuk anggaran, tindak lanjut pasca pendampingan, ketersediaan modul, dan kebijakan pusat yang konsisten.
Family assistance is a series of activities that include education, facilitation of referral services, and the provision of social assistance to families and/or those at risk of stunting. Family assistance is carried out by the Family Assistance Team (Tim Pendamping Keluarga/TPK), which consists of representatives from the health sector, PKK cadres, and Family Planning (KB) cadres. In Banyumas Regency, the implementation of family assistance faces several challenges, including the large number of target beneficiaries and a stunting prevalence rate that remains above the national target. This study aims to evaluate the implementation of family assistance in Banyumas Regency using the five dimensions of the RE-AIM framework: Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, and Maintenance. A qualitative research method was employed. Data collection was conducted through interviews, observations, and document reviews. Data analysis followed the Interactive Model, assisted by NVivo software.
The results show that the family assistance program in Banyumas Regency has been implemented fairly well. The main target groups (prospective brides and grooms, pregnant women, postpartum mothers, and toddlers) have been successfully reached. The program has contributed positively to reducing stunting through increased community knowledge, followed by behavioral changes in a more positive direction. The program has been widely adopted and implemented across all sub-districts in Banyumas Regency. Family assistance activities are conducted regularly and flexibly. The roles of TPK members and cross-sector collaboration are key factors in the successful implementation of family assistance. This program has the potential to be sustained in the future. However, its continuity requires adequate support, particularly in the form of budget allocation, follow-up activities after assistance, the availability of modules, and consistent national-level policy.
4576849135H1D021007IMPLEMENTASI ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING DALAM PENGELOMPOKAN DATA PENJUALAN MINUMAN KOPI KEMASAN SIAP MINUM PADA TOSERBA MAESO JENARPesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya jumlah toko swalayan atau toserba di Indonesia mendorong persaingan dalam industri perdagangan eceran. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh toserba adalah memahami pola konsumsi konsumen serta mengelola produk yang beragam, khususnya pada kategori minuman kopi kemasan siap minum. Dengan semakin banyaknya merek dan jenis produk yang tersedia, diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengoptimalkan stok produk serta meningkatkan strategi pemasaran. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan algoritma K-Means Clustering dalam pengelompokan data penjualan minuman kopi kemasan siap minum pada Toserba Maeso Jenar. Hasil pengelompokan ini kemudian divisualisasikan dalam sebuah dashboard berbasis Streamlit, yang dirancang untuk mempermudah internal toserba dalam memahami pola penjualan serta preferensi konsumen. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan berbasis data guna meningkatkan efisiensi dan profitabilitas bisnis Toserba Maeso Jenar.The rapid development of technology and the increasing number of supermarkets or convenience stores in Indonesia are encouraging competition in the retail trade industry. One of the main challenges faced by convenience stores is understanding consumer consumption patterns and managing various products, especially in the ready-to-drink packaged coffee drink category. With the increasing number of brands and product types available, a data-driven approach is needed to optimize product stock and improve marketing strategies. Therefore, this research applies the K-Means Clustering algorithm in grouping data on sales of ready-to-drink packaged coffee drinks at Maeso Jenar Department Store. The results of this grouping are then visualized in a Streamlit-based dashboard, which is designed to make it easier for department store internals to understand sales patterns and consumer preferences. Thus, it is hoped that this research can contribute to data-based decision making to increase the efficiency and profitability of the Maeso Jenar Department Store business.
4576949136K1A021018SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIOPLASTIK DARI SELULOSA KULIT KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.), KITOSAN, PATI KULIT SINGKONG, DAN GLISEROL UNTUK KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN
Bioplastik merupakan plastik yang berasal dari bahan yang dapat diperbaharui seperti dari bahan-bahan yang ada di alam. Pada penelitian ini bioplastik terbuat dari selulosa kulit kacang tanah, pati kulit singkong, dan kitosan kulit udang dengan penambahan plasticizer gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan selulosa kulit kacang tanah terhadap karakteristik bioplastik yang dihasilkan. Bioplastik dibuat dengan menggunakan variasi penambahan selulosa yaitu 0; 0,5; 1; dan 1,5 gram. Hasil penelitian menunjukkan seiring dengan penambahan selulosa, cenderung meningkatkan nilai ketebalan, kadar air, densitas, dan ketahanan air namun nilai kuat tarik dan biodegradasi cenderung turun seiring dengan penambahan selulosa. Bioplastik dengan variasi selulosa 1,5 g menunjukkan karakteristik terbaik dengan nilai paling baik berturut-turut pada sifat ketebalan sebesar 0,24 mm, densitas sebesar 0,96 g/mL, kadar air sebesar 10,81%, ketahanan air sebesar 83,45%, Kuat tarik sebesar 9,91 MPa dan biodegradasi sebesar 85,45%. Hasil yang didapat pada uji biodegradasi menandakan bahwa bioplastik yang dihasilkan ramah lingkungan, karena sudah sesuai standar ASTM yaitu dapat terdegradasi lebih dari 80% selama 10 hari.Bioplastic was a type of plastic derived from renewable materials found in nature. In this study, bioplastic was made from cellulose of peanut shells, starch of cassava peels, and chitosan of shrimp shells with the addition of glycerol as a plasticizer . This research aimed to determine the effect of adding peanut shell cellulose on the characteristics of the resulting bioplastic. Bioplastic was produced using variations in cellulose addition, namely 0, 0.5, 1, and 1.5 grams. The results showed that as cellulose content increased, the thickness, moisture content, density, and water resistance tended to increase, while tensile strength and biodegradability tended to decrease. Bioplastic with 1.5 grams of cellulose showed the best characteristics with thickness of 0.24 mm, density of 0.96 g/mL, moisture content of 10.81%, water resistance of 83.45%, tensile strength of 9,91 MPa and biodegradability of 85.45%. The biodegradability test results indicated that the produced bioplastic was environmentally friendly, as it met the ASTM standard, which requires degradation of more than 80 percent within 10 days.
4577049137K1A021024SINTESIS METIL ESTER SULFONAT MINYAK BIJI
KETAPANG SEBAGAI SURFAKTAN NANOPARTIKEL
MASKER GEL PEEL-OFF DENGAN PENAMBAHAN
EKSTRAK DAUN KETAPANG SEBAGAI ANTIOKSIDAN
Ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki aktivitas antioksidan
untuk menangkal radikal bebas yang menyebabkan masalah kulit seperti wajah
kusam, berminyak, dan komedo. Upaya untuk mencegah dampak dari radikal bebas
dikembangkan masker gel peel-off berbahan aktif ekstrak daun ketapang dan
menggunakan surfaktan metil ester sulfonat (MES) dari minyak biji ketapang. MES
diperoleh dari sulfonasi metil ester produk optimasi sintesis dengan variasi suhu 60,
70, 80 ºC dan waktu 5, 6, 7 jam. Formula masker gel peel-off dilakukan dengan
variasi konsentrasi MES 1, 3, dan 5% serta variasi ekstrak metanol daun ketapang
3, 5, dan 7%. Masker gel peel-off dengan karakteristik terbaik dibuat dalam sediaan
nanopartikel. Aktivitas antioksidan masker gel peel-off diuji menggunakan metode
DPPH. Hasil penelitian didapatkan metil ester optimum dengan rendemen sebesar
73,84% pada variasi suhu 60 ºC dan 5 jam. Formula masker gel peel-off
karakteristik terbaik dengan variasi MES sebesar 1% dan ekstrak metanol daun
ketapang 3% memiliki karakteristik yang homogen, pH 6, daya sebar 5,83 cm dan
waktu sediaan mengering 17,72 menit. Nanopartikel masker gel peel-off diuji
ukuran partikelnya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) sebesar 308 nm
sebanyak 96,3%. Hasil menunjukkan aktivitas antioksidan nanopartikel masker gel
peel-off sebesar 24,06 ppm dan non-nanopartikel masker gel peel-off 62,64 ppm.
Ketapang leaf extract (Terminalia catappa L.) has antioxidant activity to counteract
free radicals that cause skin problems such as dullness, oiliness, and blackheads.
Efforts to prevent the impact of free radicals have developed a peel-off gel mask
with the active ingredient of ketapang leaf extract and using methyl ester sulfonate
(MES) surfactant from ketapang seed oil. MES was obtained from the sulfonation
of methyl ester synthesis optimization results with temperature variations of 60, 70,
80 ºC and time of 5, 6, 7 hours. The peel-off gel mask formula was carried out with
variations in MES concentration of 1, 3, and 5% and variations in methanol extract
of ketapang leaves of 3, 5, and 7%. The peel-off gel mask with the best
characteristics was made into nanoparticle preparations. Antioxidant activity of
peel-off gel mask was tested by DPPH method. The results obtained optimum
methyl ester with yield of 73.84% at temperature variation of 60 ºC and time of 5
hours. The peel-off gel mask formula with 1% MES variation and 3% ketapang leaf
methanol extract has homogeneous characteristics, pH 6, spreadability 5.83 cm and
drying time 17.72 minutes. The peel-off gel mask nanoparticles were tested for
particle size using Particle Size Analyzer (PSA) 308 nm as much as 96.3%. The
results showed the antioxidant activity of peel-off gel mask nanoparticles was 24.06
ppm and non-nanoparticle peel-off gel mask was 62.64 ppm.
4577149139A1D021077Sifat Fisika Tanah Inceptisol dan Pertumbuhan Tanaman Kedelai dengan
Kombinasi Aplikasi Pupuk Hayati dan Pupuk NPK
Produktivitas kedelai dalam negeri masih rendah sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkannya. Tanah Inceptisol memiliki sebaran yang luas di Indonesia, namun dianggap tidak subur. Pemupukan merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap sifat fisika Inceptisol dan pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 10 rancangan percobaan dengan jenis tanah Inceptisol. Variabel yang diamati meliputi berat jenis isi (BJI), berat jenis partikel (BJP), porositas tanah, batas-batas Atterberg, serta pertumbuhan tanaman kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ini berpengaruh nyata terhadap berat jenis isi, batas lekat, jangka, tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman. Perlakuan terbaik adalah kombinasi 0,75 NPK + 2 pupuk hayati untuk meningkatkan sifat fisika tanah, sedangkan 1 NPK + 1 pupuk hayati terbaik untuk pertumbuhan tanaman. Keseluruhan hasil menunjukkan interaksi positif antara kombinasi pupuk yang diterapkan dengan peningkatan kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman.Domestic soybean bags are still low, so efforts are needed to increase them. Inceptisol soil has a wide distribution in Indonesia, but it is considered infertile. Fertilization is one of the efforts that can be used to increase plant productivity and soil fertility. This study aims to determine the effect of the combination of biological fertilizer and NPK fertilizer on the physical properties of Inceptisol and the growth of soybean plants. The study used a non-factorial Group Random Design (RAK) method with 10 experimental designs with Inceptisol soil type. The observed variables included content specific gravity (BJI), particle density (BJP), soil porosity, Atterberg boundaries, as well as soybean plant growth. The results of the study showed that this combination had a significant effect on the specific weight of the content, the adhesive limit, the duration, the height of the plant and the number of leaves of the plant. The best treatment is a combination of 0.75 NPK + 2 biological fertilizers to improve the physical properties of the soil, while 1 NPK + 1 biological fertilizer is best for plant growth. The overall result showed a positive interaction between the combination of applied fertilizers and improved soil quality and plant growth.
4577249138D1A018153PENGARUH KEPADATAN KANDANG TERHADAP PERFORMA AYAM NIAGA PEDAGING DI CV PURBAZ FARM KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASTujuan penelitian ini ialah mengetahui performa ayam niaga pedaging yang dipelihara dengan kepadatan kandang yang berbeda. Materi yang digunakan adalah ayam niaga pedaging yang dipelihara di kandang closed house dengan populasi 20.000 ekor dan 25.000 ekor. Ayam yang diamati adalah ayam strain Cobb 500, pengamatan dilakukan di CV Purbaz Farm, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada 19 September – 19 Desember 2022. Variabel yang diamati adalah mortalitas, FCR, IP, pendapatan, dan R/C. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh nilai mortalitas sebesar 2,69% pada populasi 20.000 ekor sementara pada populasi 25.000 ekor sebesar 3,15%. FCR yang diperoleh pada populasi 20.000 ekor sebesar 1,55 sementara dengan populasi 25.000 ekor sebesar 1,48. Nilai IP yang diperoleh pada populasi 20.000 ekor sebesar 340, sementara populasi 25.000 ekor diperoleh IP sebesar 334. Pendapatan yang diperoleh pada populasi 20.000 ekor sebesar Rp. 146.679.929 sementara pada populasi 25.000 ekor diperoleh Rp. 188.729.929. R/C pada populasi 20.000 ekor sebesar 1,22 sementara untuk populasi 25.000 ekor sebesar 1,25. Kepadatan kandang berpengaruh terhadap performa ayam niaga pedaging, tetapi populasi yang terlalu padat dapat meningkatkan nilai mortalitas, pendapatan, R/C, dapat menurunkan nilai IP dan FCR ayam niaga pedaging.
The aim of this research is to determine the performance of broiler chickens kept under different stocking densities. The materials used are broiler chickens raised in a closed house with populations of 20,000 and 25,000 birds. The observed chickens are of the Cobb 500 strain, and the observation was conducted at CV Purbaz Farm, Kembaran District, Banyumas Regency, Central Java. The research was carried out from September 19 to December 19, 2022. The observed variables include mortality, FCR, IP, income, and R/C. Based on the observations, the mortality rate was 2.69% for the population of 20,000 birds, while for the population of 25,000 birds it was 3.15%. The FCR obtained for the population of 20,000 birds was 1.55, while for the population of 25,000 birds it was 1.48. The IP value obtained from a population of 20,000 individuals is 340, while from a population of 25,000 individuals, the IP is 334. The income generated from a population of 20,000 individuals is Rp. 146,679,929, while for a population of 25,000 individuals, it is Rp. 188,729,929. The R/C for a population of 20,000 individuals is 1.22, while for a population of 25,000 individuals, it is 1.25. Cage density affects the performance of broiler chickens, but an overly dense population can increase mortality rates, income, R/C, can lower IP values and FCR values in broiler chickens.
4577349140K1A021029PENGARUH (S)-(−)-𝜶-METHYLBENZYLAMINE DAN
(R)-(+)-𝜶-METHYLBENZYLAMINE TERHADAP ADSORPSI
SENYAWA HYDROXYCHLOROQUINE MENGGUNAKAN
CARBON NANOPARTICLES
Kebutuhan akan material adsorben selektif untuk senyawa farmasi seperti
hydroxychloroquine (HCQ) mendorong pengembangan carbon nanoparticles
(CNPs) berbasis D-glukosa yang dimodifikasi dengan ligan kiral
S-(−)-α-Methylbenzylamine dan R-(+)-α-Methylbenzylamine. Penelitian ini
bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi CNPs termodifikasi tersebut,
serta mengevaluasi efisiensinya sebagai adsorben selektif untuk HCQ. Sintesis
dilakukan dengan metode microwave-assisted pada 200 °C selama 100 menit.
Karakterisasi menggunakan SEM–EDX dan XRD menunjukkan bahwa CNPs-S
memiliki ukuran partikel lebih kecil (63,96 nm) dibanding CNPs-R (95,82 nm),
dengan keduanya menunjukkan aglomerasi dan morfologi tidak beraturan. EDX
mengonfirmasi unsur C dan O, dan XRD menunjukkan struktur amorf khas material
karbon. Uji adsorpsi HCQ (50 ppm) dianalisis dengan HPLC menunjukkan
kapasitas adsorpsi CNPs-S sebesar 0,596 mg/g (11,92%), lebih tinggi dibandingkan
CNPs-R sebesar 0,425 mg/g (8,5%). Simulasi molecular docking mendukung hasil
ini, menunjukkan energi bebas pengikatan yang lebih negatif untuk CNPs-S (–2,5
kcal/mol) dibanding CNPs-R (–2,4 kcal/mol). Temuan ini menunjukkan bahwa
konfigurasi stereokimia ligan kiral memengaruhi efisiensi dan selektivitas adsorpsi
HCQ oleh CNPs, serta mendukung aplikasinya dalam sistem pemisahan enantiomer
dan penghantaran obat berbasis pengenalan stereospesifik.
The demand for selective adsorbent materials for pharmaceutical
compounds such as hydroxychloroquine (HCQ) has motivated the development of
carbon nanoparticles (CNPs) derived from D-glucose and modified with the chiral
ligands S-(−)-α-Methylbenzylamine and R-(+)-α-Methylbenzylamine. This study
aimed to synthesize and characterize these modified CNPs and evaluate their
efficiency as selective adsorbents for HCQ. The synthesis was performed using a
microwave-assisted method at 200 °C for 100 minutes. Characterization by
SEM-EDX and XRD revealed that the CNPs-S had a smaller particle size
(63.96 nm) compared to CNPs-R (95.82 nm), with both showing agglomeration and
irregular morphology. EDX confirmed the presence of C and O elements, and XRD
indicated a characteristic amorphous structure typical of carbon materials. HCQ
adsorption tests (50 ppm) analyzed by HPLC demonstrated that CNPs-S achieved
an adsorption capacity of 0.596 mg/g (11.92%), higher than CNPs-R at 0.425 mg/g
(8.5%). Molecular docking simulations supported these results, showing more
favorable binding energies for CNPs-S (–2.5 kcal/mol) compared to CNPs-R (
2.4 kcal/mol). These findings suggest that the stereochemistry of the chiral ligands
influences the efficiency and selectivity of HCQ adsorption by CNPs, supporting
their potential application in enantiomer separation and stereospecific drug
delivery systems.
4577449142J1C020013Alih Wahana anime BanG Dream! ke game BanG Dream! Girls Band Party!Penelitian ini membahas proses alih wahana dari anime BanG Dream! ke dalam game BanG Dream! Girls Band Party! dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami perubahan yang terjadi dalam penyampaian cerita akibat perbedaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 178 perubahan yang dikategorikan menjadi tujuh bentuk: perubahan awal cerita, penghapusan karakter, penghapusan dan penambahan dialog, penghapusan dan penambahan adegan, serta perubahan karakter. Perubahan ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian dari media visual animasi ke media visual novel dalam game. Meskipun terdapat perubahan signifikan dalam aspek naratif, keseluruhan alur utama tetap dipertahankan, sehingga pengalaman cerita inti tidak terganggu. This study examines the transmedial adaptation of the anime BanG Dream! into the rhythm game BanG Dream! Girls Band Party! using a descriptive qualitative approach. The objective is to understand the narrative changes caused by the shift in media format. The study identifies 178 changes, classified into seven categories: changes in the story’s opening, removal of characters, addition and removal of dialogues, addition and removal of scenes, and character modifications. These alterations serve to adapt the narrative delivery from full animation in the anime to visual novel format in the game. Despite these changes, the main storyline remains intact, preserving the core narrative experience.
4577549143H1D018050RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KASIR DAN PENGELOLAAN STOK
BARANG BERBASIS WEBSITE UNTUK EFISIENSI OPERASIONAL TOKO
KELONTONG
Digitalisasi UMKM menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi operasional, termasuk di toko
kelontong. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi kasir dan pengelolaan stok berbasis website
menggunakan Laravel, guna menggantikan proses manual yang rawan kesalahan dan tidak efisien. Pengembangan
sistem dilakukan dengan metode Waterfall, serta menggunakan arsitektur client-server. Laravel digunakan sebagai
backend, MySQL sebagai database, dan Apache melalui XAMPP sebagai web server. Sistem menerapkan
algoritma FIFO untuk memastikan pengambilan stok berdasarkan urutan barang masuk saat transaksi penjualan.
Pengujian menggunakan metode blackbox testing, dan seluruh fitur berjalan sesuai fungsinya. Fitur utama sistem
meliputi login multi-level, manajemen barang, transaksi penjualan, laporan PDF, dan notifikasi stok minimum.
Hasil penelitian menunjukkan sistem mampu meningkatkan kecepatan, akurasi, dan efisiensi operasional toko
kelontong.
The digitalization of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) is an essential step to improve operational
efficiency, including in traditional grocery stores. This study aims to design a web-based cashier and inventory
management information system using Laravel to replace manual processes that are prone to errors and
inefficiency. The system was developed using the Waterfall method and adopts a client-server architecture. Laravel
serves as the backend framework, MySQL as the database, and Apache via XAMPP as the web server. The system
implements the FIFO (First In First Out) algorithm to ensure that stock is deducted based on the order of entry
during sales transactions. System testing was conducted using the blackbox testing method, and all features
functioned as expected. Key features include multi-level login, product management, sales transactions, PDF
report generation, and minimum stock notifications. The results of the study indicate that the system effectively
improves the speed, accuracy, and overall operational efficiency of grocery store activities.
4577649144J1C020016Representasi Internet dalam Video Musik Internet Overdose dan Internet YameroPerkembangan media digital tidak hanya mengubah cara manusia berkomunikasi, tetapi juga memengaruhi cara individu membentuk dan menampilkan identitasnya. Penelitian ini mengkaji representasi internet dalam video musik Internet Overdose dan Internet Yamero, dua lagu orisinal dari game Needy Streamer Overload yang menggambarkan kehidupan streamer bernama Ame. Dalam video tersebut, Ame menciptakan persona daring bernama Chouten-chan untuk tampil di internet dengan ceria, sementara dirinya yang asli mengalami tekanan mental dan keinginan untuk diakui. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk mengurai makna denotasi, konotasi, dan mitos dari simbol visual dan lirik yang ditampilkan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan model analisis Spradley, melalui tahap domain, taksonomi, komponensial, dan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internet tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang simbolik yang menjadi tempat pelarian, pencitraan, dan eksistensi. Internet direpresentasikan sebagai ruang yang memungkinkan dualitas identitas, di mana persona ideal dibangun untuk menutupi sisi asli yang rapuh. Representasi ini mencerminkan konsep budaya Jepang ura omote, yaitu dua wajah yang saling bertentangan, sisi luar (omote) yang menyenangkan dan sisi dalam (ura) yang disembunyikan dari publik.The development of digital media has not only changed how people communicate but also how individuals form and display their identities. This study examines the representation of the internet in Internet Overdose and Internet Yamero, original songs from the game Needy Streamer Overload, which depict the life of a streamer named Ame. In the videos, Ame creates an online persona called Chouten-chan to appear cheerful on the internet, while her true self struggles with mental pressure and the desire to be recognized. This research applies Roland Barthes’s semiotic theory to analyze the denotative, connotative, and mythological meanings of visuals and lyrics. The method used is qualitative, with Spradley’s model involving domain, taxonomic, componential, and thematic analysis. The findings show that the internet is represented as more than just a communication tool—it is a symbolic space for escapism, self-construction, and dual identity. Ame’s online persona masks her inner struggles, reflecting the Japanese cultural concept of ura omote, the contrast between one’s public face and hidden self.
4577749145I1C021029FORMULASI ORAL FAST-DISSOLVING FILM EKSTRAK
JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) SEBAGAI
TERAPI MUAL MUNTAH
Jahe merah mengandung senyawa gingerol yang memiliki aktivitas farmakologis sebagai antiemetik dan antimual. Sediaan jahe merah yang beredaran saat ini masih memiliki keterbatasan seperti obat tradisional seduhan memiliki rasa yang kurang disukai oleh sebagian orang dan obat konvensional tablet memiliki ukuran sediaan yang relatif besar dapat menjadi kendala bagi individu dengan kesulitan menelan dan lansia. Oleh karena itu, diperlukan suatu pengembangan sediaan oral fast dissolving film (OFDF). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan OFDF ekstrak jahe merah sebagai terapi mual muntah dengan variasi konsentrasi krospovidon. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Pembuatan sediaan OFDF dilakukan dengan menggunakan metode solvent casting, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi sifat fisik serta uji stabilitas fisik untuk mengetahui karakteristik sediaan. Sediaan yang dibuat menunjukkan bahwa uji sifat fisik sediaan telah memenuhi syarat, namun bobot sediaan tidak seragam terdapat penyimpangan dengan bobot rata-rata. Sediaan OFDF dengan waktu hancur paling cepat yaitu F3 dengan konsentrasi krospovidon 4% dengan waktu hancur 35 detik. Kecepatan ini akan menghasilkan onset aksi yang lebih cepat, sehingga efektif meredakan gejala mual dan muntah lebih cepat dibanding sediaan konvensional.Red ginger contains gingerol compounds that have pharmacological activity as antiemetics and antinausea. Currently available red ginger preparations still have limitations, such as traditional herbal teas that have a taste that is not preferred by some people, and conventional tablets have a relatively large dosage size that can be an obstacle for individuals with difficulty swallowing and the elderly. Therefore, the development of oral fast dissolving film (OFDF) preparations is needed. This study aims to formulate OFDF red ginger extract as a therapy for nausea and vomiting with varying concentrations of crospovidone. Extraction was carried out using the maceration method. The OFDF preparation was made using the solvent casting method, followed by evaluation of physical properties and physical stability tests to determine the characteristics of the preparation. The preparations made showed that the physical properties of the preparation had met the requirements, but the weight of the preparation was not uniform, there was a deviation from the average weight. The OFDF preparation with the fastest disintegration time was F3 with a crospovidone concentration of 4% with a disintegration time of 35 seconds. This speed will result in a faster onset of action, thus effectively relieving symptoms of nausea and vomiting more quickly than conventional preparations.
4577849146A1A021013Pengaruh Pengembangan Karyawan dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan Kelompok Tani Nira Sari MurniPenelitian ini dilatarbelakangi oleh sektor perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, dengan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulannya. Salah satu produk dari kelapa adalah gula kelapa kristal yang saat ini sedang mengalami kenaikan permintaan dalam pasar ekspor. PT Coco Sugar Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam ekspor gula kelapa kristal dan bermitra dengan Kelompok Tani Nira Sari Murni sebagai mitra dan pemasok terbesar. Dikarenakan permintaan yang terus naik, Kelompok Tani Nira Sari Murni, menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan karena keterbatasan tenaga kerja dan motivasi karyawan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan karyawan dan motivasi terhadap kinerja karyawan di Kelompok Tani Nira Sari Murni, salah satu mitra utama PT Coco Sugar Indonesia yang bergerak dalam produksi dan ekspor gula kelapa kristal. Meningkatnya permintaan ekspor mendorong kelompok tani untuk memenuhi target produksi harian dalam jumlah besar. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan dalam pengembangan sumber daya manusia serta rendahnya tingkat motivasi kerja yang ditandai dengan tingginya permintaan izin dan minimnya semangat karyawan dalam mencapai target produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga metode yaitu kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di dapur Kelompok Tani Nira Sari Murni yang beralamat di Pulasari, Desa Batuanten, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas pada bulan Februari-Maret 2025. Objek penelitian ini adalah pengaruh pengembangan karyawan dan motivasi terhadap kinerja karyawan dengan subjek seluruh karyawan KT. Sampel penelitian mencakup seluruh karyawan tetap yang terbagi dalam enam divisi kerja dengan metode sensus sebagai teknik pengambilan sampel. Pengukuran data dilakukan menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis dengan pendekatan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karyawan dan motivasi memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Tingkat motivasi berada pada kategori tinggi dengan rata-rata total 76,7% dan tingkat kinerja karyawan berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata total 85%. Nilai R-Square pada penelitian ini sebesar 0,390 menunjukkan bahwa variabel pengembangan karyawan dan motivasi mampu menjelaskan variabel kinerja karyawan sebesar 39%. Kualitas model penelitian dikonfirmasi dengan nilai Goodness of Fit (GoF) sebesar 0,4918 yang menunjukkan tingkat kelayakan yang baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Kelompok Tani Nira Sari Murni perlu terus meningkatkan pelatihan, evaluasi serta memperkuat sistem penghargaan dan motivasi agar mampu bersaing dan mempertahankan kualitas produksi untuk memenuhi permintaan ekspor.This research is motivated by the plantation sector’s significant role in Indonesia’s economy, with coconut being one of its leading commodities. One of the main coconut-based products is crystal coconut sugar, which is currently experiencing growing demand in the export market. PT Coco Sugar Indonesia is one of the companies engaged in the export of crystal coconut sugar and partners with Kelompok Tani Nira Sari Murni as its largest supplier. Due to the increasing demand, Kelompok Tani Nira Sari Murni faces challenges in meeting production targets because of limited labor and suboptimal employee motivation. This study aims to analyze the influence of employee development and motivation on employee performance at the Kelompok Tani Nira Sari Murni, one of the main partners of PT Coco Sugar Indonesia engaged in the production and export of crystal coconut sugar. The increasing export demand drives the farmer group to meet daily production targets in large quantities. However, field conditions show an imbalance in human resource development as well as a low level of work motivation, indicated by a high number of leave requests and a lack of employee enthusiasm in achieving production targets. This research uses a quantitative approach with a survey method and data collection was conducted using three methods: questionnaires, interviews and documentation. The study was conducted at the Kelompok Tani Nira Sari Murni production kitchen located in Pulasari, Batuanten Village, Cilongok District, Banyumas Regency from January to March 2025. The object of the research is the influence of employee development and motivation on employee performance, with all employees as the subjects. The research sample included all permanent employees divided into six work divisions, using a census method as the sampling technique. Data measurement was conducted using a five-point Likert scale and analyzed with the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) approach using SmartPLS 4.0 software. The results show that employee development and motivation have a direct, positive, and significant effect on employee performance. The motivation level falls into the high category with an average total of 76,7%, and employee performance falls into the very high category with an average total of 85%. The R-Square value in this study is 0.390, indicating that the variables of employee development and motivation can explain 39% of the variance in employee performance. The quality of the research model is confirmed by a Goodness of Fit (GoF) value of 0,4918, indicating a good level of feasibility. Based on these results, Kelompok Tani Nira Sari Murni needs to continuously improve training, evaluation and strengthen the reward and motivation systems to be able to compete and maintain production quality to meet export demands.
4577949147A1A021009Efisiensi Teknis Usahatani Kentang pada Wilayah DAS Serayu Hulu (Studi Kasus di Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo) Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu Hulu di Desa Dieng merupakan salah satu sentra produksi kentang di dataran tinggi. Petani kentang di wilayah ini tetap melakukan kegiatan produksi meskipun terdapat beberapa permasalahan yang dialami, diantaranya kurangnya akses terhadap teknologi dan informasi, rendahnya pendidikan atau pengetahuan teknis petani dalam mengelola usahatani kentang secara efisien, serta kualitas dan ketersediaan sarana produksi. Penelitian pada wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu Hulu di Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo bertujuan untuk 1) mengetahui proses budidaya dan penggunaan input produksi kentang 2) menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani kentang 3) mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi inefisiensi teknis usahatani kentang. Penelitian dilakukan pada wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu Hulu di Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo pada bulan Februari 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dan diperoleh responden sebanyak 42 petani. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Alat bantu yang digunakan yaitu wawancara, kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji asumsi klasik, serta analisis menggunakan fungsi produksi Stochastic Frontier Analysis (SFA) melalui pendekatan Cobb-Douglass untuk mengetahui pengaruh faktor produksi dengan hasil produksi dan mengetahui tingkat efisiensi serta inefisiensi kegiatan usahatani kentang. Hasil penelitian mengenai kegiatan usahatani kentang di Desa Dieng menunjukkan bahwa : 1) Proses budidaya kentang melalui beberapa tahapan yaitu persiapan benih, pengolahan lahan, penanaman, penyulaman, pemupukan, penyiangan dan pembumbunan, penyiraman, pengendalian HPT, panen, dan pascapanen. Rata-rata penggunaan input per hektar dalam satu musim tanam diantaranya benih 1.839,71 kg, pupuk kandang 11.135,56 kg, phonska 336,23 kg, pestisida padat 80,35 kg, pestisida cair 23,05 liter, dan tenaga kerja 1.427,62 HKO. 2) Hasil perhitungan tingkat efisiensi teknis diperoleh nilai efisiensi teknis sebesar 0,88, nilai tersebut lebih dari 0,7 sehingga kegiatan usahatani kentang efisien secara teknis. 3) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil produksi kentang terdiri atas luas lahan, benih, pupuk kandang, phonska, dan pestisida padat. Faktor yang tidak berpengaruh nyata yaitu pestisida cair dan tenaga kerja. Faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi usahatani kentang yang berpengaruh nyata terdiri atas usia, jumlah anggota keluarga, dan frekuensi penyuluhan, sedangkan faktor inefisiensi yang tidak berpengaruh nyata yaitu pendidikan dan pengalaman berusahatani. The Upper Serayu Watershed (DAS) area in Dieng Village is one of the main potato production centers in the highland region. Potato farmers in this area continue their farming activities despite facing several challenges, including limited access to technology and information, low levels of education or technical knowledge in managing potato farming efficiently, and issues related to the quality and availability of production facilities. This research, conducted in the Upper Serayu Watershed area in Dieng Village, Kejajar District, Wonosobo Regency, aims to: (1) examine the cultivation process and the use of production inputs in potato farming, (2) analyze the level of technical efficiency in potato farming, and (3) identify the factors that influence technical inefficiency in potato farming. The research was conducted in the Upper Serayu Watershed (DAS) area in Dieng Village, Kejajar District, Wonosobo Regency, in February 2025. The research method used was a survey method. Sampling was carried out using simple random sampling, resulting in 42 farmer respondents. The types of data used were both primary and secondary data. Data collection tools included interviews, questionnaires, observations, and literature studies. The analytical methods employed consisted of descriptive analysis, classical assumption tests, and analysis using the Stochastic Frontier Analysis (SFA) production function with a Cobb-Douglas approach to determine the effect of production factors on output and to assess the level of technical efficiency and inefficiency in potato farming activities. The results of the research on potato farming activities in Dieng Village show that: 1) The potato cultivation process involves several stages, namely seed preparation, land preparation, planting, replanting, fertilizing, weeding and hilling, watering, pest and disease control, harvesting, and post-harvest handling. The average input use per hectare in one planting season includes 1,839.71 kg of seed, 11,135.56 kg of manure, 336.23 kg of Phonska fertilizer, 80.35 kg of solid pesticides, 23.05 liters of liquid pesticides, and 1,427.62 workdays (HKO) of labor. 2) The technical efficiency score was calculated at 0.88, which is higher than the threshold of 0.7, indicating that potato farming activities are technically efficient. 3) The factors that significantly affect potato production include land area, seed, manure, Phonska fertilizer, and solid pesticides. Liquid pesticides and labor were found to have no significant effect. The factors that significantly influence technical inefficiency are age, number of family members, and frequency of extension participation, while education and farming experience do not have a significant effect on inefficiency.
4578049148L1A018003PEMANFAATAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE SEBAGAI KAWASAN
EKOWISATA DI PANTAI ALAMI INDAH KOTA TEGAL
Ekosistem hutan mangrove memiliki nilai ekologis dan ekonomi penting bagi wilayah
pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemanfaatan hutan
mangrove sebagai kawasan ekowisata dan non-ekowisata di Pantai Alam Indah, Kota
Tegal. Metode yang digunakan adalah kombinasi kualitatif dan kuantitatif (mixed
methods), dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara,
dokumentasi, dan kuesioner. Uji statistik dilakukan menggunakan uji normalitas dan
uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara
kedua kawasan: ekowisata memiliki pengelolaan yang lebih baik, kesadaran
lingkungan yang tinggi, dan nilai ekonomi yang lebih besar. Sebaliknya, kawasan non-
ekowisata lebih menonjol dalam fungsi ekologis. Kajian ini menegaskan pentingnya
integrasi konservasi dan pemanfaatan ekonomi untuk pengelolaan mangrove yang
berkelanjutan.
Kata kunci: Hutan mangrove, ekowisata, ekologi pesisir, Pantai Alam Indah, Tegal
Mangrove forests play a crucial role in maintaining the balance of coastal ecosystems
while providing both ecological and economic benefits to surrounding communities.
This study aims to analyze the differences in mangrove forest conditions between areas
used for ecotourism and those not designated for tourism at Alam Indah Beach, Tegal
City. A mixed-methods approach combining qualitative and quantitative analyses was
employed. Data were collected through observations, interviews, documentation, and
questionnaires distributed to local communities and visitors. The quantitative analysis
included normality tests and paired sample t-tests to compare utilization levels and
community perceptions between the two areas. The results revealed significant
differences: ecotourism areas exhibited better management, higher environmental
awareness, and greater economic contributions, while non-tourism areas
demonstrated stronger ecological functions. These findings underscore the importance of sustainable management that balances economic and ecological aspects in the
utilization of mangrove forests.Keywords: ecotourism, mangrove forest,
environmental conservation, Alam Indah Beach,
Tegal Keywords: ecotourism, mangrove forest, environmental conservation, Alam
Indah Beach