Artikelilmiahs
Menampilkan 45.581-45.600 dari 48.751 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45581 | 48946 | K1B021040 | QUASI-HIPERIDEAL PADA SEMIHIPERGRUP DAN SIFAT-SIFATNYA | Pada skripsi ini dibahas mengenai definisi, contoh, serta sifat-sifat quasi-hiperideal dan (m,n)-quasi-hiperideal pada semihipergrup. Quasi-hiperideal Q pada semihipergrup H adalah subhimpunan tak kosong Q dari semihipergrup H yang memenuhi (Q∘H)∩(H∘Q)⊆Q. Salah satu contoh quasi-hiperideal pada semihipergrup berupa interval 0 hingga 1 yang dilengkapi dengan hiperoperasi biner interval dari 0 hingga hasil kali dua elemen semihipergrup adalah interval 0 hingga t dengan t elemen pada semihipergrup. Quasi-hiperideal dan (m,n)-quasi-hiperideal pada semihipergrup mempunyai beberapa sifat sebagai berikut. Setiap quasi-hiperideal pada semihipergrup merupakan (m,n)-quasi-hiperideal; irisan antara (m,n)-quasi-hiperideal dan subsemihipergrup pada semihipergrup adalah himpunan kosong atau (m,n)-quasi-hiperideal; irisan dari semua (m,n)-quasi-hiperideal pada semihipergrup juga merupakan (m,n)-quasi-hiperideal; serta irisan antara m-hiperideal kiri dan n-hiperideal kanan adalah (m,n)-quasi-hiperideal, dengan m,n bilangan bulat positif. | This research discusses the definition, examples, and properties of quasi-hyperideals and (m,n)-quasi-hyperideals on semihypergroups. A quasi-hyperideal Q on a semihypergroup H is a nonempty subset Q of a semihypergroup H that satisfies (Q∘H)∩(H∘Q)⊆Q. An interval from 0 to 1 equipped with interval binary hyperoperation from 0 to the product of two elements in the interval is a semihypergroup. An example of a quasi-hyperideal on this semihypergroup is the interval from 0 to t in which t is an element in the semihypergroup. Quasi-hyperideals and (m,n)-quasi-hyperideals on semihypergroups have the following properties. Every quasi-hyperideal on a semihypergroup is (m,n)-quasi-hyperideal; the intersection of (m,n)-quasi-hyperideal and subsemihypergroup on a semihypergroup is either the empty set or (m,n)-quasi-hyperideal; The intersection of all (m,n)-quasi-hyperideals in semihypergroups is also (m,n)-quasi-hyperideal; and the intersection of m-left hyperideal and n-right hyperideal is (m,n)-quasi-hyperideal, in which m,n are positive integers. | |
| 45582 | 48947 | K1C020005 | SIMULASI KUANTUM INTERAKSI ANTARA FENOL DENGAN MoS2 BERBASIS DENSITY FUNCTIONAL THEORY | Penelitian ini membahas simulasi kuantum terkait interaksi antara fenol (C6H5OH) terhidrasi dengan permukaan katalis MoS2 menggunakan metode Density Functional Theory. Dalam penelitian ini, gugus hidroksil pada fenol dihidrodeoksigenasi dengan katalis MoS2 hingga membentuk benzena, yang kemudian diteliti lebih lanjut untuk dikonversi menjadi sikloheksana, senyawa yang berpotensi sebagai biofuel. Katalis MoS2 dipilih karena telah terbukti efektif dalam proses hidrodeoksigenasi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi konfigurasi interaksi paling stabil serta memahami mekanisme interaksi antara molekul fenol terhidrasi dan MoS2 dalam variasi permukaan katalis, yaitu tipe basal, edge-sulfur, dan vacancy-sulfur. Hasil simulasi menunjukkan pada permukaan tipe basal, konfigurasi paling stabil adalah konfigurasi horizontal dengan jarak 3,01 Å dan energi interaksi sebesar -1,22 eV. Pada tipe edge-sulfur, konfigurasi paling stabil terletak pada konfigurasi vertikal dengan jarak 2,78 Å dan energi interaksi sebesar -2,89 eV, sedangkan pada vacancy-sulfur konfigurasi paling stabil terletak pada konfigurasi tegak lurus dengan jarak 3,11 Å dan energi interaksi sebesar -3,69 eV. Mekanisme interaksi yang diamati menunjukkan adanya pola yang konsisten di seluruh jenis permukaan, yaitu adanya pelemahan pada ikatan C-O, yang mendukung peristiwa hidrodeoksigenasi. | This research discusses quantum simulation related to the interaction between hydrated phenol (C6H5OH) and MoS2 catalyst surface using Density Functional Theory method. In this study, the hydroxyl group on phenol is hydrodeoxygenated with MoS2 catalyst to form benzene, which is then further studied for conversion into cyclohexane, a compound with potential as a biofuel. MoS2 catalyst was chosen because it has been proven effective in the hydrodeoxygenation reaction. The main objective of this research is to identify the most stable interaction configuration as well as to understand the interaction mechanism between hydrated phenol molecules and MoS2 in a variety of catalyst surfaces, namely basal, edge-sulfur, and vacancy-sulfur types. The simulation results show that on the basal-type surface, the most stable configuration is the horizontal configuration with a distance of 3.01 Å and an interaction energy of -1.22 eV. On the edge-sulfur type, the most stable configuration lies in the vertical configuration with a distance of 2.78 Å and an interaction energy of -2.89 eV, while on the vacancy-sulfur the most stable configuration lies in the perpendicular configuration with a distance of 3.11 Å and an interaction energy of -3.69 eV. The observed interaction mechanism shows a consistent pattern across all surface types, namely the weakening of the C-O bond, which supports hydrodeoxygenation reactions. | |
| 45583 | 48948 | L1C018041 | Sebaran Spasial Temporal Suhu dan Salinitas di Laut Sulawesi Periode 2019-2023 | Suhu dan salinitas merupakan parameter oseanografi fundamental yang menentukan struktur kolom air, dinamika sirkulasi laut, serta keseimbangan energi di lautan. Laut Sulawesi, sebagai bagian dari wilayah maritim Indo-Pasifik, memainkan peran strategis dalam sistem sirkulasi laut global. Fenomena ENSO secara signifikan memengaruhi variabilitas suhu permukaan laut dan salinitas di Laut Sulawesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial-temporal suhu dan salinitas di Laut Sulawesi selama periode 2019–2023 serta mengevaluasi pengaruh fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terhadap dinamika oseanografi kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui analisis data sekunder suhu dan salinitas dari Copernicus Marine Service serta indeks Oceanic Niño Index (ONI). Hasil menunjukkan sebaran spasial-temporal suhu dan salinitas permukaan laut di Laut Sulawesi selama 2019–2023 serta pengaruh fenomena ENSO. Hasil menunjukkan variasi suhu dan salinitas yang signifikan antar wilayah dan musim. Suhu tertinggi tercatat di wilayah selatan (Titik C), sedangkan salinitas terendah di Titik C saat Musim Barat. Fase El Niño cenderung meningkatkan suhu dan salinitas akibat penguapan dan curah hujan rendah, sementara La Niña menurunkan salinitas karena curah hujan tinggi, meskipun suhu tetap tinggi. Pola musiman, khususnya pada Peralihan II dan Musim Timur. Temuan ini mencerminkan pengaruh gabungan ENSO, arus laut, angin muson dan dinamika regional terhadap kondisi oseanografi Laut Sulawesi. | Temperature and salinity are fundamental oceanographic parameters that influence water column structure, ocean circulation dynamics, and energy balance in the oceans. The Sulawesi Sea, located within the Indo-Pacific maritime region, plays a strategic role in the global ocean circulation system. The El Niño–Southern Oscillation (ENSO) phenomenon significantly affects the variability of sea surface temperature (SST) and salinity in this area. This study aims to analyze the spatial-temporal distribution of SST and salinity in the Sulawesi Sea during 2019–2023 and evaluate the influence of ENSO on its oceanographic dynamics. A descriptive approach was employed using secondary SST and salinity data from the Copernicus Marine Service and the Oceanic Niño Index (ONI). Results reveal significant spatial-temporal variations in SST and salinity across regions and seasons. The highest SST was recorded in the southern region (Point C), while the lowest salinity occurred at Point C during the Northwest Monsoon. El Niño events tended to increase SST and salinity due to higher evaporation and lower precipitation, whereas La Niña decreased salinity due to increased rainfall, although SST remained high. These findings reflect the combined influence of ENSO, ocean currents, monsoonal winds and regional dynamics on the oceanographic conditions of the Sulawesi Sea. | |
| 45584 | 50385 | E1A018198 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN KARTU HALO TELKOMSEL BERDASARKAN UNDANG- UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (PUTUSAN NOMOR 90/PDT.SUS-BPSK/2021PN MDN) | Perlindungan konsumen merupakan segala upaya untuk menjamin adanya kepastian hukum dan memberikan perlindungan kepada konsumen. Tujuan perlindungan konsumen adalah untuk melindungi hak – hak konsumen dan menjamin keseimbangan kedudukan antara konsumen dan pelaku usaha agar tidak ada ketimpangan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen Kartu Halo Telkomsel berdasarkan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen pada Putusan Nomor 90/Pdt.Sus-BPSK/2021/PN Mdn. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data skunder yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data yang digunakan yaitu metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pihak konsumen belum memperoleh perlindungan hukum karena tidak terpenuhi hak konsumen untuk mendapatkan infomasi yang transparan mengenai mekanisme sistem tagihan kartu halo sehingga timbul kerugian. Akibat hukum bagi pelaku usaha adalah untuk meberikan ganti rugi sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap hak – hak konsumen. PT Telkomsel berkewajiban memberikan ganti rugi sesuai putusan BPSK yang telah dieperkuat oleh putusan PN Medan, ganti rugi berupa pengaktifan kembali layanan kartu halo milik konsumen dan membatasi tagihan sesuai kesepakatan. | Consumer protection refers to all efforts to ensure legal certainty and provide protection to consumers. The purpose of consumer protection is to protect consumer rights and ensure a balance between consumers and businesses so that there is no imbalance. The research aims to determine how legal protection for Telkomsel Halo Card consumers is applied based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection in Decision Number 90/Pdt.Sus-BPSK/2021/PN Mdn. The research method used is normative juridical with a descriptive analytical research specification. The data source used is secondary data obtained through literature review. The data obtained is presented in narrative text form, with the data analysis method used being qualitative normative analysis. The research results indicate that consumers have not received legal protection because their right to transparent information about the Halo Card billing system mechanism has not been fulfilled, resulting in losses. The legal consequences for businesses are to provide compensation as a form of accountability for consumer rights. PT Telkomsel is obligated to provide compensation in accordance with the BPSK decision, which has been reinforced by the Medan District Court decision, in the form of reactivating the consumer's Halo card service and limiting the billing in accordance with the agreement. | |
| 45585 | 50384 | J1D021009 | Komparasi Gaya Bahasa pada Puisi Karya Siswa SMA dan SMK | Turokhmah, Lutfiah. “Komparasi Gaya Bahasa pada Puisi Karya Siswa SMA dan SMK”. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragam bentuk gaya bahasa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan komparasi gaya bahasa pada puisi karya siswa SMA dan SMK. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari 68 puisi karya siswa yang terdiri dari 32 puisi karya siswa SMA Negeri 1 Purwonegoro, dan 36 puisi karya siswa SMK Negeri 1 Purwokerto. Data dalam penelitian ini adalah penggalan puisi karya siswa yang mengandung gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 60 data pada puisi karya siswa SMA, dan 54 data pada puisi karya siswa SMK pada setiap bait penggalan puisi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan gaya bahasa pada puisi karya siswa SMA dan SMK, meskipun keduanya sama-sama ditemukan gaya bahasa personifikasi, metafora, hiperboal, simile, irono, antonomasia, dan hipalase tetapi terdapat ciri khas penggunannya, siswa SMA mengaitkan dengan percintaan, kerinduan, dan kasih sayang. Sedangkan penggunaan gaya bahasa siswa SMK lebih luas karena mencakup tentang pengorbanan para pahlawan, perjuangan, keindahan alam, semangat patriotisme, dan persahabatan. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan tema yang digunakan pada puisi karya siswa tersebut. | Turokhmah, Lutfiah. " Comparison of Language Styles in Poetry by High School and Vocational School Students ". Thesis. Purwokerto: Faculty of Humanities, Jenderal Soedirman University. This research is motivated by various forms of language styles. The purpose of this study is to describe the forms and comparison of language styles in poetry written by high school and vocational high school students. The form of this research is qualitative research. The data source in this study comes from 68 poems written by students consisting of 32 poems written by students of SMA Negeri 1 Purwonegoro, and 36 poems written by students of SMK Negeri 1 Purwokerto. The data in this study are fragments of poetry written by students that contain language styles. The results show that there are 60 data in poetry written by high school students, and 54 data in poetry written by vocational high school students in each stanza of poetry fragments. Thus, this study shows that there are differences in the use of language styles in poetry written by high school and vocational high school students, although both are found in the language styles of personification, metaphor, hyperbole, simile, irony, antonomasia, and hypalase but there are characteristics of their use, high school students associate it with romance, longing, and affection. While the use of language styles of vocational high school students is broader because it includes the sacrifices of heroes, struggle, natural beauty, the spirit of patriotism, and friendship. Thus, this study shows that there are differences in the use of themes used in the students' poems. | |
| 45586 | 48953 | C1C021100 | PENGARUH KUALITAS AKUNTANSI DAN ADOPSI IFRS TERHADAP INDEKS PERSEPSI KORUPSI DI NEGARA ASEAN | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas akuntansi dan adopsi IFRS terhadap Indeks Persepsi Korupsi di negara-negara ASEAN. Korupsi merupakan tantangan serius yang mengikis kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi di kawasan ini, dengan kasus-kasus besar yang terjadi di Indonesia, Vietnam, dan Malaysia menunjukkan perlunya pengawasan keuangan dan transparansi akuntansi yang lebih ketat. Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam mengenai hubungan ini, teori agensi mengindikasikan bahwa kualitas akuntansi yang baik dan adopsi IFRS dapat mengurangi asimetri informasi dan konflik kepentingan, sehingga berpotensi menurunkan korupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dari 10 negara ASEAN selama periode 2009-2019. Variabel independen adalah kualitas akuntansi dan adopsi IFRS, sedangkan variabel dependen adalah Korupsi. Data dianalisis menggunakan regresi linear data panel dengan uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier untuk menentukan model terbaik (Common Effect, Fixed Effect, atau Random Effect). Selain itu, dilakukan uji multikolinearitas untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai peran kualitas akuntansi dan adopsi IFRS dalam upaya pemberantasan korupsi di negara-negara ASEAN. Temuan ini akan berkontribusi pada literatur akuntansi dan tata kelola, serta memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi anti-korupsi yang lebih efektif melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas keuangan. Keterbatasan penelitian ini mungkin terletak pada ketersediaan data dan kompleksitas faktor-faktor yang mempengaruhi korupsi di setiap negara | This study aims to analyze the impact of accounting quality and IFRS adoption on the Corruption Perception Index in ASEAN countries. Corruption represents a serious challenge that erodes public trust and economic stability in this region, with major cases occurring in Indonesia, Vietnam, and Malaysia highlighting the need for stricter financial supervision and accounting transparency. Although previous research has shown mixed results regarding this relationship, agency theory suggests that good accounting quality and IFRS adoption can reduce information asymmetry and conflicts of interest, potentially decreasing corruption levels. This research employs a quantitative approach using panel data from 10 ASEAN countries over the period 2009-2019. The independent variables are accounting quality and IFRS adoption, while the dependent variable is corruption. Data analysis utilizes panel data linear regression with Chow, Hausman, and Lagrange Multiplier tests to determine the best model (Common Effect, Fixed Effect, or Random Effect). Additionally, multicollinearity tests are conducted to ensure model validity. The research findings are expected to provide empirical evidence regarding the role of accounting quality and IFRS adoption in anti-corruption efforts in ASEAN countries. These findings will contribute to accounting and governance literature while providing practical implications for policymakers in formulating more effective anti-corruption strategies through enhanced financial transparency and accountability. The limitations of this study may lie in data availability and the complexity of factors influencing corruption in each country. | |
| 45587 | 48954 | A1C018036 | ANALISIS KINERJA DAN KARAKTERISTIK PENGERINGAN KOPI ROBUSTA MENGGUNAKAN PENGERING TIPE RAK BERPUTAR | Kopi Robusta (Coffea canephora) merupakan varietas penting dalam industri kopi global, dikenal dengan rasa kuat, kadar kafein tinggi (2,2–2,7%), serta ketahanan terhadap hama dan produktivitas yang tinggi. Hal ini menjadikannya banyak dibudidayakan di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja alat pengering tipe rak berputar dalam proses pengeringan kopi Robusta. Penelitian dilakukan pada Mei–Juli 2023 di Laboratorium TSTET, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Tiga perlakuan waktu pengeringan (P1, P2, P3) diuji dengan parameter kadar air, suhu, kelembaban, lama dan laju pengeringan, serta efisiensi energi. Hasil menunjukkan efisiensi pengeringan tertinggi sebesar 6,9% dicapai pada perlakuan P2 (6 jam), dengan penurunan kadar air dari 31% menjadi 11,5% — kadar air akhir paling optimal. Pengeringan terlama (P3 – 7 jam) justru memiliki efisiensi terendah (5,7%). Temuan ini menunjukkan bahwa alat pengering rak berputar cukup efektif dalam mempercepat proses pengeringan dan mencapai kualitas mutu kopi yang diinginkan. | Robusta coffee (Coffea canephora) is a significant variety in the global coffee industry, known for its strong flavor, high caffeine content (2.2–2.7%), resistance to pests, and high productivity. These characteristics make it widely cultivated in tropical regions, including Indonesia. This study aims to evaluate the performance of a rotary rack-type dryer in drying Robusta coffee beans. The research was conducted from May to July 2023 at the TSTET Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Three drying treatments (P1, P2, P3) were tested, observing parameters such as moisture content, drying temperature, humidity, drying duration, drying rate, and energy and drying efficiency. The results showed that the highest drying efficiency (6.9%) was achieved in treatment P2 (6 hours), with moisture content reduced from 31% to 11.5%—the most optimal final moisture level. The longest drying treatment (P3 – 7 hours) resulted in the lowest efficiency (5.7%). These findings indicate that the rotary rack-type dryer is effective in accelerating the drying process while achieving the desired coffee quality. | |
| 45588 | 48955 | L1B021010 | LAJU PERTUMBUHAN BERAT RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) dan (Gracilaria verrucosa) DENGAN METODE LONGLINE KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN BBPBAP JEPARA | Rumput laut Eucheuma cottonii dan Gracilaria verrucosa merupakan komoditas rumput laut bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan, salah satunya dengan metode longline pada keramba jaring apung (KJA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan kedua spesies tersebut yang dibudidayakan di perairan BBPBAP Jepara selama 31 hari. Metode yang digunakan adalah metode survei, dengan pengukuran bobot awal dan bobot akhir selama masa pemeliharaan. Data dianalisis secara deskriptif untuk dilihat selisih laju pertumbuhan spesifik (% per hari). Hasil penelitian ini menunjukkan berat akhir Eucheuma cottonii 233 gram dan Gracilaria verrucosa 146 gram. Laju pertumbuhan spesifik Eucheuma cottonii sebesar 2,82% per hari, lebih tinggi dibandingkan Gracilaria verrucosa yaitu 1,27% per hari. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan laju pertumbuhan antara kedua spesies tersebut. Kondisi perairan di BBPBAP Jepara mendukung budidaya Eucheuma cottonii. Namun untuk Gracilaria verrucosa, kondisi ini kurang sesuai karena salinitas yang melebihi kisaran optimal untuk pertumbuhannya. | Eucheuma cottonii and Gracilaria verrucosa seaweeds are high-value economic commodities that are widely cultivated, one of which is using the longline method in floating net cages (KJA). The objective of this study was to determine the growth rate of these two species cultivated in the waters of BBPBAP Jepara for 31 days. The method used was a survey method, involving measurements of initial and final weights during the cultivation period. Data were analyzed descriptively to determine the difference in specific growth rates (% per day). The results of this study showed that the final weight of Eucheuma cottonii was 233 grams and that of Gracilaria verrucosa was 146 grams. The specific growth rate of Eucheuma cottonii was 2.82% per day, higher than that of Gracilaria verrucosa, which was 1.27% per day. The analysis results showed a difference in growth rates between the two species. The water conditions at BBPBAP Jepara support the cultivation of Eucheuma cottonii. However, for Gracilaria verrucosa, these conditions are less suitable due to salinity levels exceeding the optimal range for its growth. | |
| 45589 | 48956 | K1B021016 | INCREASING ANNUITY DAN DECREASING ANNUITY PADA TINGKAT BUNGA TETAP MENGGUNAKAN DERET GEOMETRI | Selama ini konsep anuitas yang umum digunakan adalah pembayaran dengan jumlah tetap. Namun, dalam kehidupan sehari-hari terdapat anuitas yang nilainya meningkat atau menurun. Oleh karena itu, muncul konsep increasing annuity dan decreasing annuity. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kedua jenis anuitas tersebut pada tingkat bunga tetap dengan pendekatan deret geometri. Hasil penelitian ini memperoleh model increasing annuity dan decreasing annuity dengan tingkat bunga tetap dengan ragam pembayaran menggunakan deret geometri, baik dalam perhitungan nilai sekarang maupun nilai akumulasinya. | The concept of annuities commonly used so far involves fixed payments. However, in everyday life, there are annuities whose values increase or decrease over time. This has led to the development of the concepts of increasing annuity and decreasing annuity. This study aims to develop models for both types of annuities using a geometric series approach under a fixed interest rate. The results of this research provide models for increasing annuity and decreasing annuities with fixed interest rates and varying payments based on geometric sequences, considering both their present value and accumulated value. | |
| 45590 | 48957 | F1C021043 | MANAJEMEN RELASI SEBAGAI STRATEGI PUBLIC RELATIONS TOKO BESI DUNIA BAJA KAYU PUTIH UNTUK MEMBANGUN BRAND AWARENESS | Penelitian ini didasarkan pada ulasan Google Maps pada Toko Besi Dunia Baja Kayu Putih yang menerima rating sebesar 4,8 dari skala 5,0 dengan topik ulasan terbanyak terkait dengan pelayanan. Manajemen relasi dan kualitas layanan pelanggan menjadi dua hal yang saling berkaitan dalam dunia bisnis. Brand awareness Toko Besi Dunia Baja Kayu Putih selama ini terbentuk dari pengenalan terhadap produk yang dijual, bukan dari identitas atau nama toko itu sendiri. Masyarakat cenderung mengingat kualitas dan ketersediaan produk dibanding merek toko. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam membangun brand awareness toko. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen relasi sebagai strategi public relations dalam membangun brand awareness Toko Besi Dunia Baja Kayu putih di pasar baja Indonesia. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu public relations zona 15, marketing mobile, dan pelanggan. Metode analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah Dunia Baja Kayu Putih dalam manajemen relasinya menerapkan melalui program seperti penerapan SOP Basic Service Step (BSS), penggunaan media sosial, metode canvassing, program membership dan aplikasi sobat baja, dan layanan customer care. Implementasi program tersebut adalah untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang positif dan menjalin hubungan personal dengan pelanggan. Pengalaman pelanggan yang positif sangat berpengaruh dalam membangun brand awareness bagi Dunia Baja Kayu Putih melalui rekomendasi pelanggan dan ulasan positif di platform digital seperti Google Maps. | ABSTRACT This research is based on a Google Maps review of Toko Besi Dunia Baja Kayu Putih which received a rating of 4.8 out of a scale of 5.0 with the most review topics related to service. Relationship management and customer service quality are two interrelated things in the business world. The brand awareness of Toko Besi Dunia Baja Kayu Putih has been formed from the recognition of the products sold, not from the identity or name of the store itself. People tend to remember the quality and availability of products compared to store brands. This is a challenge in building store brand awareness. Based on this background, the purpose of this study is to analyze relationship management as a public relations strategy for building brand awareness of Toko Besi Dunia Baja Kayu Putih in the Indonesian steel market. The approach in this study is a qualitative approach with a descriptive analysis method. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The informants in this study are public relations zone 15, mobile marketing, and customers. The data analysis methods used are data reduction, data presentation, and conclusions drawn. The result of this research is that Dunia Baja Kayu Putih in its relationship management implements programs such as the implementation of SOP Basic Service Step (BSS), the use of social media, canvassing methods, membership programs and sobat baja applications, and customer care services. The implementation of the program is to create a positive customer experience and establish a personal relationship with customers. A positive customer experience is very influential in building brand awareness for Dunia Baja Kayu Putih through customer recommendations and positive reviews on digital platforms such as Google Maps. | |
| 45591 | 48958 | I1C021012 | Formulasi Losion Kombinasi Ekstrak Bunga Telang (_Clitoria ternatea_ L.) dan Lidah Buaya (_Aloe vera_) Sebagai Tabir Surya | Kesehatan kulit perlu dijaga karena selain fungsi estetika, kulit melindungi tubuh dari radiasi UV yang dapat menyebabkan pigmentasi, penuaan dini, dan kerusakan kulit. Salah satu perlindungan yang efektif adalah penggunaan tabir surya. Pemanfaatan bahan alam dalam formulasi tabir surya terus berkembang. Bunga telang mengandung antosianin sebagai antioksidan, sementara lidah buaya berfungsi melembabkan dan meredakan kulit terbakar. Kombinasi keduanya berpotensi memberikan perlindungan sinergis terhadap sinar UV. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menghasilkan sunscreen losion yang efektif dan stabil. Metodologi: Preparasi ekstrak bunga telang dengan maserasi dan menyisir daun lidah buaya untuk mendapatkan gel lidah buaya, dilanjutkan formulasi sediaan dengan variasi konsentrasi ekstrak bunga telang sebesar 1%, 3%, dan 5%. Kemudian dilakukan evaluasi fisik sediaan dan stabilitas sediaan. Selain itu, kadar antosianin total dalam sediaan diukur menggunakan metode pH differensial serta dilakukan pengukuran aktivitas tabir surya menggunakan spektrofotometer UV-Visibel. Hasil Penelitian: Formulasi losion kombinasi ekstrak bunga telang dan gel lidah buaya memiliki sifat fisik yang memenuhi persyaratan. Akan tetapi, pada pengujian stabilitas dipercepat FIII mengalami creaming. Pada pengukuran kadar antosianin total, ekstrak memiliki kadar sebesar 80,66±9,98 mg/L. Sedangkan pada sediaan losion dengan konsentrasi 1%, 3%, dan 5% mengandung rata-rata antosianin total sebesar 0,36; 1,81; 4,11 mg/L. Secara berurutan nilai SPF yang diperoleh dari FI, FII, dan FIII yakni 17,64±6,42; 37,99±4,34; 112,48±12,96. Kesimpulan: Formula losion dengan sifat fisik dan stabilitas yang paling baik adalah FII dengan nilai SPF sebesar 37,99. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak bunga telang, semakin tinggi kadar antosianin total dan aktivitas tabir surya yang diberikan. | Background: Skin health needs to be maintained because in addition to its aesthetic function, the skin protects the body from UV radiation that can cause pigmentation, premature aging, and skin damage. One effective protection is the use of sunscreen. The use of natural ingredients in sunscreen formulations continues to grow. Butterfly pea flowers contain anthocyanins as antioxidants, while aloe vera functions to moisturize and relieve sunburn. The combination of the two has the potential to provide synergistic protection against UV rays. Therefore, research is needed to produce an effective and stable sunscreen lotion. Method: Preparation of butterfly pea flower extract by maceration and combing aloe vera leaves to obtain aloe vera gel, followed by formulation of the preparation with variations in butterfly pea flower extract concentration of 1%, 3%, and 5%. Then the physical evaluation of the preparation and the stability of the preparation were carried out. In addition, the total anthocyanin content in the preparation was measured using the differential pH method and the sunscreen activity was measured using a UV-Visible spectrophotometer. Results: The lotion formulation of the combination of butterfly pea flower extract and aloe vera gel has physical properties that meet the requirements. However, in the accelerated stability test, FIII experienced creaming. In the measurement of total anthocyanin levels, the extract had a level of 80,66 ± 9,98 mg/L. While the lotion preparations with concentrations of 1%, 3%, and 5% contained total anthocyanins of 0,36; 1,81; 4,11 mg/L. In sequence, the SPF values obtained from FI, FII, and FIII were 17,64 ± 6,42; 37,99 ± 4,34; 112,48 ± 12,96. Conclusion: The lotion formula with the best physical properties and stability is FII with an SPF value of 37,99. The higher the concentration of butterfly pea flower extract, the higher the total anthocyanin content and sunscreen activity provided. | |
| 45592 | 48959 | I1B019006 | HUBUNGAN KEJADIAN DEPRESI PERINATAL IBU USIA REMAJA DENGAN MOTIVASI PEMBERIAN ASI PADA BAYI | Latar Belakang: Masih rendahnya cakupan pemberian ASI Ekslusif di Indonesia disebabkan karena kesadaran masyarakat dalam mendorong peningkatan ASI masih rendah. Ibu usia remaja merupakan salah satu kelompok yang berisiko mengalami kegagalan dalam proses pemberian ASI dikarenakan kurangnya kematangan dalam berpikir, sehingga akan menyebabkan kurang siapnya mental ibu dalam mengurus anak yang memicu terjadinya depresi perinatal. Ibu yang mengalami depresi perinatal mayoritas memiliki motivasi yang rendah dalam memberikan ASI. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian depresi perinatal ibu usia remaja dengan motivasi pemberian ASI pada bayi. Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan metode pendekatan cross-sectional menggunakan teknik total sampling. Jumlah sampel penelitian 33 orang. Analisa data univariat untuk menguji karakteristik usia, pendidikan, pekerjaan, paritas. Analisis bivariat menggunakan analisa uji korelasi Kendall Tau. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara kejadian depresi perinatal dengan motivasi pemberian ASI pada bayi (p<0,001), dengan nilai koefisiensi korelasi -0,761 yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan arah hubungan negatif atau ke arah berbanding terbalik. Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat risiko depresi perinatal maka semakin rendah tingkat motivasi menyusui bayi. | ABSTRACT The Relationship Between The Insidence Of Perinatal Depression in Andolescent Mothers And The Motivation Of Breastfeeding in infants Waasi Karima Al Mughniy1 . Haryatiningsih Purwandari2. Aprilia Kartikasari3 Jl. Dr. Soeparno, Karangwangkal, Purwokerto Utara 53123 Telp (0281) 642838 E-mail: wasikarima@gmail.com Background: The low coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia is due to the low public awareness in encouraging increased breastfeeding. Adolescent mothers are one of the groups at risk of failure in the breastfeeding process due to lack of maturity in thinking, This causes the mother to be mentally unprepared to care for her child, which triggers perinatal depression. The majority of mothers who experience perinatal depression have low motivation in breastfeeding. Therefore, this study aims to determine the relationship between the incidence of perinatal depression in adolescent mothers and the motivation of breastfeeding in babies. Methodology: This research is quantitative. The design of this research is an analytical survey with a cross-sectional approach method, using total sampling techniques. Univariate data analysis to test the characteristics of age, education, occupation, parity. Bivariate analysis using the Kendall Tau correlation test. Research Results: There was a relationship between the incidence of perinatal depression and the motivation to breastfeed in infants (p<0.001). The correlation coefficient value is -0.761 which shows a very strong relationship and the direction of the relationship is negative or in the inverse direction. Conclusion: The higher the risk level of perinatal depression, the lower the level of motivation to breastfeed the baby. Keywords: Breastfeeding, Perinatal Depression, Breastfeeding Motivation, Teenage | |
| 45593 | 48960 | F1B019094 | Inovasi Pelayanan Publik Melalui Identitas Kependudukan Digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi digital dalam pelayanan administrasi kependudukan melalui inovasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Inovasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik, namun masih menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi pelayanan publik melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas berdasarkan lima karakteristik difusi inovasi menurut Everett Rogers, yaitu keunggulan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemudahan uji coba, dan kemudahan diamati. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKD memiliki keunggulan relatif dan kemudahan diamati yang tinggi karena mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas layanan digital. Aspek kesesuaian menunjukkan kecocokan dengan kebutuhan masyarakat, meskipun masih terkendala pengakuan dokumen digital. Pada aspek kerumitan, ditemukan hambatan teknis di kalangan pengguna, sedangkan kemudahan uji coba masih rendah karena belum tersedia fitur simulasi layanan. Inovasi ini dinilai cukup berhasil, namun memerlukan penguatan sistem, peningkatan literasi digital, dan perluasan sosialisasi agar optimal dan merata. | This research is motivated by the digital transformation in population administration services through the innovation of the Digital Population Identity (IKD) at the Department of Population and Civil Registration of Banyumas Regency. This innovation aims to improve the efficiency and quality of public services but still faces several implementation challenges. The purpose of this research is to analyze public service innovation through the Digital Population Identity (IKD) at the Department of Population and Civil Registration of Banyumas Regency based on the five characteristics of innovation diffusion theory by Everett Rogers: relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. This research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques including in-depth interviews, observation, and documentation. Informants were selected using purposive and snowball sampling techniques, while data were analyzed using an interactive model. The findings show that IKD demonstrates high levels of relative advantage and observability, as it enhances the efficiency, transparency, and accessibility of digital services. The compatibility aspect aligns fairly well with community needs, though hindered by limited institutional recognition of digital documents. Complexity remains an issue for some user groups, particularly during the initial activation process and service navigation. Trialability is considered low due to the absence of simulation features or gradual introduction. Overall, the IKD innovation is considered fairly successful but requires system improvement, increased digital literacy, and broader outreach to achieve optimal and equitable implementation. | |
| 45594 | 48961 | I1C021092 | Analisis Metabolomik Jamur Penicillium citrinum yang Dikultur dengan Metode OSMAC dan Aktivitas Antibakterinya Terhadap Staphylococcus epidermidis | Eksplorasi metabolit sekunder Penicillium citrinum terus berkembang karena potensinya dalam menghasilkan senyawa kandidat antibiotik. Strategi OSMAC (One Strain Many Compounds) melalui penambahan NaBr terbukti memperkaya profil metabolit dan menghasilkan senyawa aktif baru. Untuk mengidentifikasi senyawa potensial, digunakan pendekatan metabolomik tidak tertarget berbasis LC-MS/MS, serta evaluasi aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. P. citrinum difermentasi pada media beras selama 30 hari dalam dua kondisi: dengan dan tanpa OSMAC, kemudian diekstraksi dengan etil asetat. Ekstrak difraksinasi menggunakan metanol dan n-heksan, dianalisis menggunakan LC-MS/MS, serta diuji aktivitas antibakterinya secara in vitro. Senyawa antibakteri potensial diidentifikasi melalui kajian literatur. Hasil menunjukkan hanya terdapat tiga senyawa yang sama antara ekstrak etil asetat dari kedua perlakuan, menandakan keberhasilan OSMAC dalam memperkaya metabolit. Seluruh sampel menunjukkan aktivitas antibakteri dengan zona hambat 8,33–13,5 mm. Berdasarkan literatur, fraksi metanol OSMAC mengandung senyawa antibakteri terbanyak. Strategi OSMAC terbukti meningkatkan keragaman metabolit dan menghasilkan ekstrak dan fraksi yang aktif terhadap S. epidermidis. | The exploration of secondary metabolites from Penicillium citrinum continues to grow due to its potential to produce antibiotic candidate compounds. The OSMAC (One Strain Many Compounds) strategy, involving the addition of NaBr, has been proven to enrich metabolite profiles and generate novel active compounds. A non-targeted metabolomic approach based on LC-MS/MS was used to identify potential compounds, alongside antibacterial evaluation against Staphylococcus epidermidis. P. citrinum was fermented on rice medium for 30 days under two conditions: with and without OSMAC, then extracted with ethyl acetate. The extract was fractionated using methanol and n-hexane, analyzed by LC-MS/MS, and tested for antibacterial activity in vitro. Potential antibacterial compounds were identified through literature review. Results showed only three shared compounds between ethyl acetate extracts of both treatments, indicating successful metabolite enrichment by OSMAC strategy. All samples exhibited antibacterial activity with inhibition zones of 8.33 to 13.5 mm. Based on the literature review, the OSMAC methanol fraction contained the highest number of antibacterial compounds. OSMAC strategy effectively enhanced metabolite diversity and yielded active extracts and fractions against S. epidermidis. | |
| 45595 | 48962 | I1C021067 | ANALISIS PCA PADA SPEKTRUM UV-VIS UNTUK AUTENTIKASI MINYAK ALPUKAT | Minyak alpukat dapat digunakan dalam industri makanan, industri kosmetik, serta bersifat sebagai antikanker dan antimikroba. Namun, nilai komersialnya yang tinggi menjadikan minyak alpukat rentan terhadap pencampuran tanpa mempertimbangkan keamanan untuk tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan PCA pada spektrum UV-Vis dalam mengidentifikasi keaslian minyak alpukat. Sampel minyak diukur absorbansinya pada panjang gelombang 200-400 nm. Data spektrum yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan PCA untuk mengelompokkan sampel. Model Principal Component Analysis (PCA) yang dibuat tidak mampu membedakan minyak alpukat dari minyak nabati lainnya, yaitu minyak jagung, minyak zaitun, minyak kanola, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari. Analisis dilakukan menggunakan software RStudio, dengan hasil komponen utama pertama (PC1) sebesar 93,8% dan komponen utama kedua (PC2) sebesar 4,6%, sehingga total variasi yang dijelaskan mencapai 98,4%. Hasil score plot PCA menunjukkan adanya pemisahan sampel minyak alpukat dengan minyak alpukat E-commerce dan minyak nabati lainnya (minyak jagung, minyak kanola, minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak zaitun) ke dalam beberapa kelompok. Selain itu, sifat fisikokimia minyak yang tertera pada CoA masing-masing minyak, seperti indeks refraktif, nilai iodin, nilai peroksida, dan kadar asam lemak bebas tidak dapat menjelaskan pengelompokkan minyak pada score plot PCA. | Avocado oil can be used in the food and cosmetic industries and also possesses anticancer and antimicrobial properties. However, its high commercial value makes it susceptible to adulteration without regard to health safety. This study aims to evaluate the capability of PCA applied to UV-Vis spectra in identifying the authenticity of avocado oil. The absorbance of oil samples was measured at wavelengths of 200–400 nm.The resulting spectral data were analyzed using PCA to classify the samples. The constructed Principal Component Analysis (PCA) model was unable to distinguish avocado oil from other vegetable oils, namely corn oil, olive oil, canola oil, soybean oil, and sunflower oil. The analysis was performed using RStudio software, yielding a contribution of 93.8% for the first principal component (PC1) and 4.6% for the second principal component (PC2), thus explaining a total variance of 98.4%. The PCA score plot indicated a separation of avocado oil samples from e-commerce avocado oils and other vegetable oils into several clusters. Furthermore, the physicochemical properties stated in the certificate of analysis (CoA) for each oil—such as refractive index, iodine value, peroxide value, and free fatty acid content—were unable to explain the grouping patterns observed in the PCA score plot. | |
| 45596 | 48964 | H1C021009 | GEOLOGI DAN EVALUASI KESTABILAN TEROWONGAN PADA SISTEM PENYANGGAAN AKTUAL TERHADAP REKOMENDASI PENENTUAN PENYANGGAAN BERDASARKAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN RMR DAN Q-SYSTEM DI HEADING 5 STOCKPILE 10 PT BUMI SUKSESINDO | PT. Bumi Suksesindo yang berlokasi di wilayah Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur telah menerapkan sistem penambangan bawah tanah (underground) yang dilakukan dengan penggalian terowongan menggunakan metode drill and blast. Saat ini terowongan dalam kondisi maintenance dan telah digali hingga kedalaman 270 meter dengan panjang total 1,89 km. Terowongan yang telah dibentuk perlu diperhatikan dengan baik untuk memastikan kestabilan dan keamanan penyanggaan. Penelitian dilakukan melalui analisis geologi underground, analisis geomorfologi permukaan berbasis citra satelit, penentuan kondisi massa batuan, dan pemodelan numerik menggunakan Software Phase 2 versi 8.0 untuk menghitung faktor keamanan (FK) yang berlandaskan Kepmen ESDM Nomor 1827 Tahun 2018. Kemudian memverifikasi hasil analisis dengan pengukuran konvergensi terowongan. Didapatkan geomorfologi daerah penelitian termasuk dalam bentuk asal Antropogenik yang terbagi menjadi empat satuan bentuk lahan, menurut Szabó (2010) terbagi ke dalam Satuan Open Cast pits, Satuan Road cuts, Satuan Navvy pits, dan Satuan Waste tips. Sedangkan menurut Verstappen (1985) terbagi ke dalam Satuan Lahan Bukaan Tambang, Satuan Hauling Road, Satuan Sump, dan Satuan Waste Dump. Satuan litologi tergolong ke dalam Satuan Diorit Batuampar dengan kandungan alterasi Hsi-Cy dan masuk ke dalam kelompok Kaolin-Illit. Menurut Streckeisen (1967) tergolong ke dalam Granodiorite, Tonalite, dan Quartz-rich Granitoid Rocks yang telah teralterasi dengan intensitas alterasi kuat. Pada studi kasus geologi teknik, didapatkan hasil klasifikasi massa batuan data primer dan primer modifikasi pada RMR tergolong kelas buruk (poor) dan menurut data sekunder tergolong kelas cukup (fair). Sedangkan data Q-System primer dan primer modifikasi tergolong kelas buruk (poor) dan menurut data sekunder tergolong cukup (fair). Setelah dibandingkan dari ketiga data tersebut perlu diperdetail pemetaan joint untuk kedepannya, karena terdapat anomali dalam pengambilan nilai di beberapa paremeter pada data sekunder. Setelah dilakukan perbandingan rekomendasi penyanggaan, ternyata penyangga aktual memiliki FK lebih tinggi dengan nilai 6,03 dan tidak ditemukan adanya retakan, sehingga terdapat indikasi over support. Selain itu, dari data konvergen didapatkan area penelitian tergolong ke dalam kriteria stabil dengan penyanggaan yang sudah terpasang. Sehingga perlu dikaji lebih lanjut mengenai spesifikasi penyanggaan aktual, apakah benar diperlukan atau bisa dioptimalkan dengan hasil rekomendasi RMR dan Q-System. Berdasarkan hasil pemodelan dengan Phase 2, rekomendasi penyanggaan memiliki nilai faktor keamanan yaitu 3,69 yang artinya FK ≥ 2, maka dinyatakan aman untuk fixed facility. | PT. Bumi Suksesindo, located in the Tujuh Bukit area of Banyuwangi, East Java, has implemented an underground mining system using tunnel excavation with the drill and blast method. Currently, the tunnel is under maintenance and has been excavated to a depth of 270 meters with a total length of 1.89 km. The formed tunnel requires careful attention to ensure the stability and safety of the support structure. The research was conducted through underground geological analysis, surface geomorphological analysis based on satellite imagery, determination of rock mass conditions, and numerical modeling using Phase 2 Software version 8.0 to calculate the factor of safety (FoS) based on Ministry of Energy and Mineral Resources Regulation No. 1827 of 2018. The results of the analysis were then verified through tunnel convergence measurements. The geomorphology of the study area was found to be of anthropogenic origin, divided into four landform units, according to Szabó (2010) Open Cast Pits, Road Cuts, Navvy Pits, and Waste Tips. According to Verstappen (1985), they are divided into Mining Open Pit Units, Hauling Road Units, Sump Units, and Waste Dump Units. The lithological units belong to the Diorite Batuampar Unit with Hsi-Cy alteration content and are classified into the Kaolin-Illite group. According to Streckeisen (1967), it is classified into Granodiorite, Tonalite, and Quartz-rich Granitoid Rocks that have undergone strong alteration. In the technical geological case study, the classification of primary and modified primary rock mass data at RMR was classified as poor, and according to secondary data, it was classified as fair. Meanwhile, the primary and modified primary Q-System data are classified as poor, and according to secondary data, they are classified as fair. After comparing the three sets of data, it is necessary to detail the joint mapping for the future, as there are anomalies in the value extraction of several parameters in the secondary data. After comparing the support recommendations, it was found that the actual support has a higher FK value of 6.03 and no cracks were found, indicating over-support. Additionally, based on convergent data, the study area is classified as stable with the installed support. Therefore, it is necessary to further examine the specifications of the actual support, whether it is truly necessary or can be optimized with the results of the RMR and Q-System recommendations. Based on the modeling results with Phase 2, the support recommendation has a safety factor value of 3.69, which means that the safety factor (FoS) is ≥ 2, so it is deemed safe for a fixed facility. | |
| 45597 | 48963 | H1C021006 | GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG BERDASARKAN MASSA BATUAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROCK MASS RATING & SLOPE MASS RATING PADA QUARRY CLAY PT SINAR TAMBANG ARTHALESTARI, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH. | Lokasi penelitian yang terdapat pada Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pada daerah penelitian termasuk kedalam formasi halang dengan litologi yang terdapat pada daerah penelitian berupa perselingan batupasir dengan batulempung hal ini dimanfaatkan sebagai tempat penambangan terbuka yaitu sistem Quarry, penelitian ini memiliki tujuan untuk megetahui kondisi geologi daerah penelitian dan untuk mengetahui kestabilan lereng pada Quarry Clay daerah penelitian yang menggunakan metode Rock Mass Rating & Slope Mass Rating yang mana pada daerah penelitian terdapat tiga titik scanline yang mewakili karakteristik massa batuan di lapangan. Pemetaan geologi yang dilakukan diatas permukaan didukung oleh beberapa analisis diantaranya adalah, analisis petrografi, analisis mikropaleontologi dan uji kuat tekan. Hasil interpretasi dan penarikan satuan geomorfologi pada daerah penelitian terdiri atas morfologi Satuan Punggungan Antiklin, Satuan Dataran Denudasional dan Satuan Lembah Sinklin. Tatanan stratigrafi pada daerah penelitian diurutkan dari satuan paling tua lalu menuju pada satuan yang termuda yaitu, Satuan batupasir, Perselingan batupasir batulempung, Tuff dan Endapan Alluvium. Pada pengambilan data geologi teknik didapatkan jenis longsoran pada lereng 1 scanline 1 berupa longsoran baji dengan nilai RMR baik, pada lereng 2 scanline 2 berupa longsoran guling dan lereng 3 scanline 3 berupa longsoran baji. Dilakukan rekomendasi arah aman dari keruntuhan yang dapat terjadi serta dilakukan perhitungan serta rekomendasi dari faktor keamaanan pada lereng-lereng daerah penelitian. Rekomendasi geologi teknik berguna untuk mengetahui saran serta perbaikan dari lereng guna untuk mencegah terjadinya longsor yang dapat terjadi pada daerah penelitian. | The research was conducted in Karangbawang Village, Ajibarang District, Banyumas Regency, Central Java. Geologically, the study area belongs to the Halang Formation, which is characterized by interbedded sandstone and claystone. This area is utilized as an open-pit mining site using the quarry system. The main objectives of this study are to determine the geological conditions of the study area and to assess the slope stability of the Quarry Clay using the Rock Mass Rating (RMR) and Slope Mass Rating (SMR) methods. Three scanline points were selected to represent the rock mass characteristics in the field. Surface geological mapping was supported by petrographic analysis, micropaleontological analysis, and uniaxial compressive strength testing. The geomorphological interpretation identified three morphological units: Anticline Ridge Unit, Denudational Plain Unit, and Syncline Valley Unit. The stratigraphic sequence, from the oldest to the youngest unit, consists of the Sandstone Unit, Interbedded Sandstone–Claystone Unit, Tuff, and Alluvial Deposits. Based on engineering geological data, wedge failure was identified on slope 1 (scanline 1) with a good RMR value, topple failure on slope 2 (scanline 2), and wedge failure again on slope 3 (scanline 3). Recommendations were made regarding the safe direction from potential failures and calculations of slope safety factors. These geotechnical recommendations are intended to provide guidance for slope improvements and to prevent potential landslides in the study area | |
| 45598 | 48928 | A1A019020 | Strategi Pengembangan Usahatani Markisa ungu Studi Kasus: Desa Kutaliman Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas | Usahatani markisa di Desa Kutaliman, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas didominasi oleh petani berusia lanjut dengan pengalaman terbatas, yaitu sekitar dua tahun dalam budidaya markisa. Budidaya dilakukan secara sederhana di pekarangan rumah dengan memanfaatkan lahan yang ada. Untuk mendukung keberlanjutan, petani menjalin kemitraan dengan P4S Sida Mukti guna mendorong pengembangan desa sebagai sentra markisa di wilayah Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani markisa yang dapat meningkatkan produksi, memperluas pasar, dan memberdayakan petani secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi usahatani. Selanjutnya, digunakan metode QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan strategi prioritas berdasarkan bobot dan skor yang paling efektif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petani yang tergabung dalam kemitraan, dengan tujuan memberikan dasar pertimbangan strategis bagi pengembangan sektor pertanian lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang paling efektif adalah perluasan lahan budidaya untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan budidaya markisa diperlukan untuk memperkuat Desa Kutaliman sebagai sentra markisa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. | Passion fruit farming in Kutaliman Village, Kedungbanteng Sub-district, Banyumas Regency is dominated by elderly farmers with approximately two years of farming experience. Cultivation is conducted in home yards by utilizing available land. To support sustainability, farmers have established partnerships with P4S Sida Mukti to promote the development of the village as a passion fruit production center in Banyumas. This study aims to formulate development strategies to improve production, expand market reach, and empower farmers in a sustainable manner The research employed a descriptive quantitative method using SWOT analysis to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats influencing the farming activities. Subsequently, the QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) method was used to determine the most effective priority strategies based on weighted scores. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving farmers engaged in the partnership, with the aim of providing a strategic basis for the development of the local agricultural sector. The findings indicate that the most effective development strategy is to expand cultivation land to support sustainable production and meet market demand. Additionally, improving human resource capacity through passion fruit cultivation training is essential to strengthen Kutaliman Village as a passion fruit center and to support sustainable local economic development. | |
| 45599 | 48965 | F1A021086 | FENOMENA PAKSEL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA JAWA BANYUMASAN DI KALANGAN MAHASISWA FISIP UNSOED ASLI BANYUMAS | Hadirnya mahasiswa dari wilayah Jabodetabek membawa keragaman budaya yang signifikan di lingkungan Fisip Universitas Jenderal Soedirman, terutama dalam aspek bahasa. Interaksi intens antara mahasiswa asli Banyumas dan mahasiswa pendatang mendorong terjadinya percampuran gaya bahasa yang dikenal sebagai fenomena "paksel" (ngapak Jaksel), yaitu gabungan antara bahasa Jawa Banyumasan dan bahasa gaul Jakarta Selatan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan terjadinya fenomena paksel dan dampaknya terhadap penggunaan bahasa Jawa Banyumasan pada mahasiswa Fisip Unsoed asli Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik Snowball Sampling dan melibatkan 8 informan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis model interaktif dan validasi data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya fenomena paksel disebabkan oleh beberapa faktor, seperti dominasi mahasiswa dari Jabodetabek, anggapan bahwa Jakarta sebagai simbol kemoderenan, pengaruh media sosial, adanya stigma bahwa bahasa Jawa Banyumasan terdengar ndeso atau kurang keren. Stigma ini membuat mahasiswa asli Banyumas merasa kurang percaya diri dalam menggunakan bahasa daerahnya. Fenomena paksel menunjukkan adanya adaptasi dalam penggunaan bahasa di kalangan mahasiswa yang mengakibatkan menurunya penutur bahasa Jawa Banyumasan, jika terus dibiarkan, hal ini bisa membuat bahasa Jawa Banyumasan kehilangan ciri khasnya dan bisa menyebabkan generasi muda kehilangan kemampuan dalam menggunakan bahasa daerahnya secara lancar. | The presence of students from the Jabodetabek area brings significant cultural diversity in the Fisip Universitas Jenderal Soedirman, especially in the aspect of language. The intense interaction between native Banyumas students and newcomer students encourages the mixing of language styles known as the "paksel" (ngapak Jaksel) phenomenon, which is a combination of Banyumasan Javanese and South Jakarta slang. The purpose of this study is to explain the occurrence of the paksel phenomenon and its impact on the use of Banyumasan Javanese among Banyumas native Fisip Unsoed students. This research used qualitative method with snowball sampling technique and involved 8 informants. Data collection was conducted through participant observation, in-depth interviews, and documentation, with analysis interactive model and data validation through source triangulation. The results show that the emergence of the paksel phenomenon is caused by several factors, such as the dominance of students from Jabodetabek, the assumption that Jakarta is a symbol of modernity, the influence of social media, the stigma that the Banyumasan Javanese language sounds ndeso or less cool. This stigma makes native Banyumas students feel less confident in using their local language. This phenomenon shows that there is an adaptation in the use of language among students which results in the decline of Banyumasan Javanese speakers, if left unchecked, this can make Banyumasan Javanese lose its characteristics and can cause the younger generation to lose the ability to use their local language fluently. | |
| 45600 | 48966 | C1B018020 | PENGARUH SAFETY CULTURE TERHADAP SAFETY PERFORMANCE DENGAN SAFETY COMMUNICATION SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA KARYAWAN CV. ASO) | Kinerja keselamatan (safety performance) menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya dalam sektor konstruksi yang memiliki risiko tinggi kecelakaan kerja. CV. ASO, perusahaan kontraktor dan penyewaan alat berat di Karanggintung, menunjukkan peningkatan kasus kecelakaan dalam tiga tahun terakhir, yang mengindikasikan rendahnya safety performance akibat lemahnya safety culture dan kurangnya efektivitas safety communication. Studi ini bertujuan dalam melakukan analisis antara pengaruh safety culture terhadap safety performance dengan safety communication sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif digunakan dalam studi ini, dengan data survei terhadap 75 pekerja lapangan. Instrumen berupa kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk menganalisis data, dengan bantuan software SmartPLS. Hasil analisis mengindikasikan bahwa safety culture memiliki pengaruh signifikan terhadap safety performance, safety culture juga berpengaruh signifikan terhadap safety communication, dan safety communication berpengaruh signifikan terhadap safety performance. Selain itu, terdapat pengaruh mediasi parsial dari safety communication pada hubungan antara safety culture dan safety performance. Hal ini menandakan bahwa penguatan budaya keselamatan dan peningkatan efektivitas komunikasi keselamatan sangat penting untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan K3 di perusahaan konstruksi. | Safety performance is an essential indicator in assessing the success of Occupational Health and Safety (OHS) programs, especially in the construction sector, which carries a high risk of work-related accidents. CV. ASO, a contractor and heavy equipment rental company located in Karanggintung, has experienced an increase in workplace accidents over the past three years, indicating low safety performance due to weak safety culture and ineffective safety communication. The purpose of this study is to examine the impact of safety culture on safety performance with safety communication as a mediating variable. A quantitative research design was utilized in this study, with data collected through surveys involving 75 field workers. The research instrument was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through SmartPLS software. The analysis indicated that safety culture had a significant effect on safety performance, safety culture also significantly influenced safety communication, and safety communication significantly affected safety performance. Moreover, safety communication was found to partially mediate the relationship between safety culture and safety performance. This study concludes that strengthening safety culture and improving the effectiveness of safety communication are crucial to enhancing workplace safety performance. These findings may serve as a basis for OHS policy-making in construction companies. |