Artikelilmiahs
Menampilkan 45.741-45.760 dari 48.749 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45741 | 48933 | K1C021079 | Pemodelan dan Optimasi Parameter CT-Scan Menggunakan Teknik Multiple Scan Average Dose (MSAD) untuk Pemeriksaan Kanker Nasofaring Berbasis Metode Monte Carlo | Penelitian ini difokuskan pada pemodelan dan optimasi parameter pesawat CT-Scan untuk pemeriksaan kanker nasofaring stadium I menggunakan pendekatan teknik Multiple Scan Average Dose (MSAD) berbasis metode Monte Carlo. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak PHITS versi 3.30, yang berhasil merepresentasikan sistem CT-Scan berbasis model Siemens serta phantom kepala-leher berdasarkan model MIRD. Variasi parameter yang dioptimalkan meliputi tegangan tabung sebesar 125, 130, dan 135 kV, dengan arus tetap 215 mA dan tanpa memperhitungkan waktu penyinaran. Arah penyinaran dilakukan secara menyeluruh dari 0° hingga 360° dengan interval 15°, serta lebar pemindaian (scan length) sebesar 2 cm. Pemodelan berhasil memvisualisasikan komponen penting seperti gantry, sumber sinar-X, dan detektor, serta menghasilkan spektrum sinar-X yang terdiri dari komponen diskrit dan kontinyu. Optimasi dengan metode MSAD menunjukkan bahwa tegangan tabung 125 kV dan sudut penyinaran 0°, 180°, dan 360° memberikan hasil paling optimal, dengan paparan radiasi yang mencapai target kanker namun tetap dalam ambang batas aman sesuai standar BAPETEN. Penelitian ini tidak mempertimbangkan kualitas citra, namun memberikan kontribusi penting dalam pengembangan protokol CT-Scan yang aman dan efektif untuk deteksi dini kanker nasofaring. | This research focuses on the modeling and optimization of CT-Scan parameters for stage I nasopharyngeal cancer detection using the Multiple Scan Average Dose (MSAD) approach based on the Monte Carlo method. The goal of this study is to optimize the CT-Scan parameters to ensure safe and effective radiation exposure for the early detection of nasopharyngeal cancer. Modeling was performed using PHITS software version 3.30, successfully representing a Siemens-based CT-Scan system and a head-neck phantom based on the MIRD model. The parameters optimized include tube voltages of 125, 130, and 135 kV, with a constant current of 215 mA and no consideration of exposure time. Irradiation was conducted at angles from 0° to 360° in 15° intervals, with a scan length set to 2 cm. The modeling successfully visualized key components such as the gantry, X-ray source, and detector, and generated an X-ray spectrum consisting of both discrete and continuous components. MSAD optimization showed that a tube voltage of 125 kV and an irradiation angle of 0°, 180°, and 360° provided the most optimal results, delivering radiation exposure that reached the cancer target while remaining within the safe limits set by BAPETEN standards. Although this study did not evaluate image quality, it makes a significant contribution to the development of safe and effective CT-Scan protocols for the early detection of nasopharyngeal cancer. | |
| 45742 | 49112 | I1B018026 | Gambaran Perilaku Merokok pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto | Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan sebagai calon profesional kesehatan memiliki posisi unik untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat yang mejadikan mereka agen perubahan yang efektif dalam edukasi, konseling, dan advokasi pencegahan merokok, yang pada akhirya berkontribusi signifikan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Perilaku merokok di kalangan mereka masih menjadi perhatian serius yang secara tidak langsung telah melemahkan perannya sebagai pemberi pelayanan kesehatan promotif dan prevetif di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perilaku merokok pada mahasiswa keperawatan Universitas Jendera Soedirman Purwokerto. Metodologi: Desain penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional dengan total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan universitas Jenderal Soedirman berjenis kelamin laki-laki. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil Penelitian: Dari total 44 mahasiswa yang bersedia menjadi responden, sebanyak 19 mahasiswa (43,2%) memiliki perilaku merokok. Mayoritas mahasiswa yang merokok (94,7%) merupakan perokok ringan dan mereka mulai merokok sejak SMA (57,9%) serta sebagian dari mereka sering melakukannya di tempat pribadi (52,6%). Selain itu, meskipun memiliki perilaku merokok, pada dasarnya mereka memiliki pengatahuan yang tinggi tentang bahaya merokok (89,5%). Kemungkinan yang menyebabkan mereka merokok antara lain pengaruh orang tua (10,5%), pengaruh teman (68,4%), kepribadian (89,5%) dan faktor iklan (15,8%). Kesimpulan: Hampir sebagian dari mahasiswa keperawatan memiliki perilaku merokok dengan kategori perokok ringan. | Background : As aspiring healthcare professionals, nursing students hold a unique position for direct community engagement, enabling them to be effective agents of change in smoking prevention through education, counseling, and advocacy, thereby making a significant contribution to improving public health outcomes. The prevalence of smoking behavior among this group continues to be a serious concern, having indirectly undermined their effectiveness as providers of promotive and preventive healthcare within the community. This study aims to offer insights into the smoking behavior of nursing students at Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Methodology : This quantitative descriptive research employed a cross-sectional approach with total sampling. The study population consisted of male nursing students from Jenderal Soedirman University. Univariate data analysis was presented in the form of frequency distribution tables and percentages. Result :Of the 44 students who participated as respondents, 19 students (43,2%) exhibited smoking behavior. The majority of these smoking students (94,7%) were light smokers, and they began smoking in high school (57,9%). A portion of them frequently smoked in private places (52,6%). Furthermore, despite their smoking behavior, they generally possessed a high level of knowledge regarding the dangers of smoking (89,5%). Posibble contributing factors to their smoking included parental influence (10,5%), peer influence (68,4%), personality (89,5%), and advertising factors (15,8%). Conclution : Almost half of nursing students exhibit smoking behavior, categorized as light smokers. | |
| 45743 | 49113 | A1F021023 | Analisis preferensi produk pangan olahan dengan pengawet bubuk kecombrang dalam kemasan aluminium pouch | Meal Ready to Eat adalah makanan siap konsumsi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kalori, protein, karbohidrat, dan lemak secara seimbang dalam menghadapi situasi tertentu seperti bencana alam, operasi militer, atau kegiatan luar ruangan lainnya. Beberapa contohnya seperti ayam balado, rendang. gulai ikan yang dikemas dalam alumunium pouch lengkap dengan nasi kemudian disterilisasi (retort) untuk memperpanjang umur simpan. Namun, ada beberapa permasalahan yang tidak sempurna ketika sebelum dan sesudah produk di sterilisasi. Untuk mencegah kontaminasi dan pertumbuhan mikroorganisme pada produk pangan, maka diperlukan penambahan pengawet alami agar produk dapat tahan lama dan aman dikonsumsi dalam tubuh seperti bubuk kecombrang yang dikenal sebagai antimikroba karena mengandung senyawa aktif. Penelitian ini tentang analisis preferensi produk pangan dengan pengawet bubuk kecombrang yang bertujuan ingin mengetahui karakteristik konsumen dan keputusan pembelian terhadap kombinasi atribut yang disukai oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan teknik sampling nonprobability sampling dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu sampel telah sesuai dengan kriteria yang ditentukan peneliti. Atribut yang dinilai dalam kuisioner adalah tekstur nasi, tekstur daging/ikan, warna produk, aroma rempah, flavor kecombrang, tingkat kepedasan, berat produk, dan harga. Penelitian ini menggunakan 100 responden dengan pembagian profesi seperti mahasiswa, PNS, Karyawan, Polri/TNI, hingga ke Pedagang Masakan Padang. Pengambilan sampel melalui penyebaran 3 kuisioner berbeda jenis produk (ayam balado, rendang, dan gulai ikan) kepada responden. Data yang didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif dan analisis konjoin yang diolah dengan bantuan software SPSS versi 25. Hasil dari penelitian 3 jenis produk ini, peringkat atribut dalam penetapan keputusan pembelian nasi ayam balado, nasi rendang sapi, nasi gulai ikan 3 peringkat teratas adalah tekstur nasi (pulen), flavor kecombrang (tidak menyengat), dan tingkat kepedasan (agak pedas: ayam balado, pedas: rendang sapi dan gulai ikan). Konsumen telah dipastikan menerima penambahan bubuk kecombrang, dalam hal ini bubuk kecombrang tidak mengubah karakteristik organoleptik produk pangan secara negatif. Diantara ketiga produk, konsumen menunjukkan antusiasme terbesar pada menu rendang dilihat dari tingginya jawaban rasa yang sangat disukai, aroma rempahnya sangat kuat, dan kemasannya yang sangat menarik sehingga konsumen lebih dominan yakin memilih untuk membeli produk MRE menu rendang lalu diikuti dengan ayam balado dan gulai ikan. | Meal Ready to Eat is a ready-to-eat food designed to meet the needs of calories, protein, carbohydrates, and fat in a balanced manner in dealing with certain situations such as natural disasters, military operations, or other outdoor activities. Some examples are balado chicken, rendang, fish curry packed in aluminum pouches complete with rice and then sterilized (retort) to extend shelf life. However, there are some imperfect problems before and after the product is sterilized. To prevent contamination and growth of microorganisms in food products, it is necessary to add natural preservatives so that the product can last a long time and is safe to consume in the body such as torch ginger powder which is known as an antimicrobial because it contains active compounds. This study is about the analysis of food product preferences with torch ginger powder preservatives which aims to determine consumer characteristics and purchasing decisions regarding the combination of attributes preferred by consumers. This study uses a nonprobability sampling technique using a purposive sampling method, namely the sample has met the criteria determined by the researcher. The attributes assessed in the questionnaire are rice texture, meat/fish texture, product color, spice aroma, torch ginger flavor, spiciness level, product weight, and price. This study used 100 respondents with a division of professions such as students, civil servants, employees, police/military, to Padang food traders. Sampling was done by distributing 3 different types of product questionnaires (balado chicken, rendang, and fish curry) to respondents. The data obtained were then analyzed descriptively and conjointly analyzed using SPSS software version 25. The results of the study of these 3 types of products, the attribute ranking in determining the purchasing decision of balado chicken rice, beef rendang rice, fish curry rice, the top 3 rankings are rice texture (soft), torch ginger taste (not pungent). and level of spiciness (slightly spicy: balado chicken, spicy: beef rendang and fish curry). Consumers have been confirmed to accept the addition of torch ginger powder, in this case torch ginger powder does not change the organoleptic characteristics of food products negatively. Among the three products, consumers showed the greatest enthusiasm for the rendang menu as seen from the high number of answers that were very much liked, the aroma of the spices was very strong, and the packaging was very attractive so that consumers were more dominant in choosing to buy the product MRE rendang followed by balado chicken and fish curry | |
| 45744 | 49114 | K1C021045 | PEMODELAN DAN PERHITUNGAN PARAMETER MIKRODOSIMETRI BNCT PADA SINGLE DAN MULTI CELL MENGGUNAKAN SENYAWA PEMBAWA BORON BPA DAN BSH SECARA SIMULTAN | Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) merupakan metode terapi kanker yang menggunakan reaksi nuklir antara Boron-10 dengan neutron untuk menghancurkan sel kanker. Penelitian dilakukan dalam skala mikrodosimetri untuk mengevaluasi efek radiasi pada tingkat sel. Penelitian mengenai pemodelan dan perhitungan mikrodosimetri BNCT ini bertujuan untuk memodelkan sel kanker dalam bentuk single dan multi cell, menentukan jangkauan partikel α dan ⁷Li dan nilai Linear Energy Transfer (LET), serta menentukan distribusi dosis partikel α dan ⁷Li. Penelitian dilakukan menggunakan senyawa Boronophenylalanine (BPA) dan Sodium Borocaptate (BSH) secara simultan dengan tahapan meliputi tahap persiapan, pemodelan single dan multi cell, penyusunan listing program dan simulasi menggunakan program Particle Heavy lon Transport System (PHITS), serta analisis data. Hasil penelitian berupa model sel kanker single dan multi cell berbentuk bola dalam bentuk 2D dan 3D, jangkauan partikel α sebesar 10 μm dan partikel ⁷Li sebesar 4 μm, nilai LET partikel α sebesar 251,19 KeV/µm dan partikel ⁷Li sebesar 363,08 KeV/µm. Distribusi dosis partikel α dan ⁷Li model single cell pada inti sel sebesar 3,9275 Gy, sitoplasma A sebesar 4,1257 Gy, sitoplasma B sebesar 4,1514 Gy, dan membran sel sebesar 2,39303 Gy. Dosis rata-rata pada model single cell sebesar 3,29 Gy. Sedangkan distribusi dosis model multi cell diperoleh diperoleh dosis pada bagian inti sel sebesar 3,1893 Gy, sitoplasma A sebesar 4,964 Gy, sitoplasma B sebesar 5,3359 Gy, dan membran sel sebesar 2,85581 Gy. Dosis rata-rata pada model multi cell sebesar 4,087 Gy. Hal tersebut menunjukkan penggunaan senyawa BPA dan BSH secara simultan lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan senyawa BPA dan BSH secara terpisah untuk terapi BNCT. | Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) is a cancer therapy method that uses nuclear reactions between Boron-10 and neutrons to destroy cancer cells. The study was conducted on a microdosimetric scale to emit radiation effects at the cellular level. The study on modeling and calculating BNCT microdosimetry aims to model cancer cells in single and multi-cell forms, determine the range of α and ⁷Li particles and Linear Energy Transfer (LET) values, and determine the dose distribution of α and ⁷Li particles. The research was conducted using Boronophenylalanine (BPA) and Sodium Borocaptate (BSH) compounds simultaneously with stages including the preparation stage, single and multi-cell modeling, compilation of listing programs and simulations using the Particle Heavy Ion Transport System (PHITS) program, and data analysis. The results of the study were single and multi-cell cancer cell models in the form of balls in 2D and 3D, the range of α particles was 10 μm and ⁷Li particles was 4 μm, the LET value of α particles was 251.19 KeV/µm and ⁷Li particles was 363.08 KeV/µm. The dose distribution of α and ⁷Li particles in the single cell model in the cell nucleus was 3.9275 Gy, cytoplasm A was 4.1257 Gy, cytoplasm B was 4.1514 Gy, and the cell membrane was 2.39303 Gy. The average dose in the single cell model was 3.29 Gy. While the dose distribution of the multi-cell model obtained a dose in the cell nucleus of 3.1893 Gy, cytoplasm A was 4.964 Gy, cytoplasm B was 5.3359 Gy, and the cell membrane was 2.85581 Gy. The average dose in the multi-cell model was 4,087 Gy. This shows that the use of BPA and BSH compounds simultaneously is more effective than the use of BPA and BSH compounds separately for BNCT therapy. | |
| 45745 | 49115 | F1C018076 | Strategi Tim Redaksi Program Berita "WARTA" Di Satelit Tv Purwokerto Dalam Meningkatkan Kualitas Pemberitaan | Persaingan industri media televisi lokal semakin meningkat di era digital, namun kepercayaan publik terhadap berita televisi masih tergolong rendah, termasuk pada program berita lokal. Satelit TV Purwokerto sebagai stasiun televisi lokal menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas program beritanya agar mampu bersaing dan dipercaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi tim redaksi program berita “Warta” dalam meningkatkan kualitas pemberitaan. Teori yang digunakan adalah kerangka News Media Quality dari Bachmann, Eisenegger, dan Ingenhoff (2022), yang mencakup dimensi relevansi, kontekstualisasi, profesionalisme, dan keberagaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi editorial tim redaksi “Warta” dilakukan secara sistematis melalui rapat redaksi, pemilihan isu berdasarkan kebutuhan masyarakat, verifikasi sumber informasi, serta penyusunan berita berbasis prinsip jurnalistik. Redaksi juga menerapkan pendekatan konvergensi media untuk menjangkau audiens digital. Strategi ini berhasil meningkatkan relevansi dan kredibilitas program “Warta” serta memperkuat fungsinya sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah daerah. Saran yang diberikan adalah perlunya peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan jurnalistik dan memperkuat interaksi audiens melalui platform digital agar kualitas dan jangkauan berita semakin optimal. | Competition in the local television media industry intensified in the digital era, yet public trust in television news remained relatively low, including in local news programs. Satelit TV Purwokerto, a local television station, faced challenges in improving the quality of its news programming to compete and gain public trust. This study aimed to analyze the strategies used by the editorial team of the "Warta" news program to improve the quality of its reporting. The theory used was the News Media Quality framework by Bachmann, Eisenegger, and Ingenhoff (2022), which encompassed the dimensions of relevance, contextualization, professionalism, and diversity. The study employed a descriptive qualitative approach with a case study method and data collection techniques through in-depth interviews and documentation. The results showed that the editorial strategy of the "Warta" team was implemented systematically through editorial meetings, issue selection based on community needs, verification of information sources, and compilation of news based on journalistic principles. The editorial team also applied a media convergence approach to reach digital audiences. This strategy successfully increased the relevance and credibility of the "Warta" program and strengthened its function as a liaison between the community and local government. The study recommended improving human resource capacity through journalism training and enhancing audience engagement through digital platforms to optimize news quality and reach. | |
| 45746 | 49116 | L1A018015 | PENGARUH UMUR TERHADAP PIGMENTASI LARVA IKAN KOI (Cyprinus carpio) | Ikan Koi (Cyprinus carpio) merupakan ikan hias yang memiliki bentuk dan corak warna yang indah. Warna pada tubuh ikan terbentuk akibat proses pigmentasi yang berkembang seiring bertambahnya umur. Proses pigmentasi tersebut dapat diamati dengan menggunakan aplikasi digital ImageJ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh umur terhadap luas tutupan warna dan kepadatan warna larva ikan koi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan teknik pengambilan data purposive random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan luas tutupan warna merah, hijau, dan biru pada larva ikan koi umur pemeliharaan 20, 28, 36 hari dengan peningkatan tertinggi pada warna hijau. Kepadatan warna larva ikan koi menunjukkan penurunan pada tiap umur pemeliharaan, dengan penurunan terendah pada kepadatan warna biru. | Koi fish (Cyprinus carpio) are ornamental fish that have beautiful shapes and color patterns. The color on the fish's body is formed due to the pigmentation process that develops with age. The pigmentation process can be observed using the ImageJ digital application. The purpose of this study was to determine how age affects the color coverage area and color density of koi fish larvae. This study used a survey research method with a purposive random sampling technique. The results of this study indicate that there was an increase in the area of red, green, and blue color coverage in koi fish larvae aged 20, 28, 36 days with the highest increase in green. The color density in koi fish larvae showed a decrease at each fish rearing age, with the lowest decrease in the density of blue. | |
| 45747 | 49099 | F2A023003 | COLLABORATIVE GOVERNANCE PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS EKONOMI KREATIF | Abstrak Pertumbuhan pariwisata yang pesat membawa konsekuensi serius terhadap keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya. Kabupaten Banyumas sebagai wilayah yang memiliki kekayaan alam dan budaya, menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian sumber daya. Sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, dampak negatif terhadap lingkungan, sosial, dan budaya menjadi tantangan serius yang tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, pendekatan collaborative governance menjadi sangat relevan untuk diterapkan dalam menjawab kompleksitas pengelolaan sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran para pemangku kepentingan dalam penerapan collaborative governance, mengidentifikasi tantangan dalam integrasi antara pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi collaborative governance telah berjalan pada beberapa aspek, seperti terbentuknya rute wisata yang terintegrasi, keterlibatan komunitas kreatif, serta dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan subsektor unggulan seperti seni pertunjukan dan kuliner. Namun, kolaborasi tersebut masih menghadapi kendala seperti lemahnya koordinasi lintas sektor, ketimpangan kapasitas antar pelaku, dan belum optimalnya peran masyarakat dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menemukan bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan di Banyumas sangat bergantung pada efektivitas kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat lokal, akademisi, dan media sebagai elemen pentahelix. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip triple bottom line yakni keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan pembangunan pariwisata dapat diarahkan untuk tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian budaya serta kualitas lingkungan. Dalam konteks ini, ekonomi kreatif berperan strategis sebagai penggerak inovasi dan diferensiasi destinasi wisata yang otentik, sekaligus memberikan ruang ekspresi budaya dan penciptaan lapangan kerja lokal. Kata Kunci: Collaborative Governance, Pariwisata Berkelanjutan, Ekonomi Kreatif. | ABSTRACT The rapid growth of tourism brings serious consequences for environmental, social, and cultural sustainability. Banyumas Regency, as a region rich in natural and cultural wealth, faces challenges in maintaining the balance between economic development and resource preservation. Where sustainable tourism has become a strategic issue in regional development, especially in areas with potential natural and cultural wealth like Banyumas Regency. Although the tourism sector significantly contributes to local economic growth, the negative impacts on the environment, society, and culture pose serious challenges that cannot be ignored. Therefore, the approach of collaborative governance becomes highly relevant to address the complexities of managing this sector. This research aims to examine the role of stakeholders in the implementation of collaborative governance, identify challenges in the integration of sustainable tourism and the creative economy, and develop an ideal collaboration model to support sustainable tourism development in Banyumas Regency. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation of related institutions such as the Department of Tourism, Culture, Youth, and Sports, the Department of Transportation, the Department of Environment, MSME actors, and creative economy actors in the region. The research results show that the implementation of collaborative governance has progressed in several aspects, such as the formation of integrated tourism routes, the involvement of creative communities, and the support of local government in the development of leading subsectors like performing arts and culinary. However, this collaboration still faces challenges such as weak cross-sector coordination, disparities in capacity among actors, and the suboptimal role of the community in decision-making. This study found that the development of sustainable tourism in Banyumas heavily relies on the effectiveness of collaboration between the government, the private sector, local communities, academics, and the media as elements of the pentahelix. By adopting the principles of the triple bottom line, namely economic, social, and environmental sustainability, tourism development can be directed not only to improve economic welfare but also to preserve cultural heritage and environmental quality. In this context, the creative economy plays a strategic role as a driver of innovation and differentiation of authentic tourist destinations, while also providing space for cultural expression and the creation of local jobs. Keywords: Collaborative Governance, Sustainable Tourism, Creative Economy, Inclusive Development. | |
| 45748 | 49119 | K1B020040 | Grup Faktor pada Subgrup Fuzzy | Konsep grup faktor pada teori grup klasik dapat diperluas ke dalam konsep grup faktor pada teori grup fuzzy. Skripsi ini membahas tentang pembentukan grup faktor pada subgrup fuzzy. Pada teori grup fuzzy, grup faktor dapat dibentuk melalui himpunan yang beranggotakan koset fuzzy. Selain itu, dapat juga dengan mendefinisikan suatu subhimpunan fuzzy. Hasil yang diperoleh adalah himpunan semua koset fuzzy yang dilengkapi dengan operasi biner pada koset fuzzy membentuk grup yang disebut grup faktor dari suatu grup yang relatif terhadap subgrup normal fuzzy. Selain itu, suatu subhimpunan fuzzy atas grup faktor dari suatu grup oleh subgrup normal merupakan subgrup fuzzy yang disebut subgrup faktor fuzzy dari subgrup fuzzy yang relatif terhadap subgrup normal pada grup dan suatu subhimpunan fuzzy atas grup faktor dari suatu grup yang relatif terhadap subgrup normal fuzzy merupakan subgrup normal fuzzy yang disebut grup faktor fuzzy yang ditentukan oleh subgrup normal fuzzy. Selain itu, diperoleh sifat keisomorfikan antara grup faktor dari suatu grup yang relatif terhadap subgrup normal fuzzy dengan grup faktor dari suatu grup yang relatif terhadap kernel homomorfisma. | The concept of factor groups in classical group theory can be expanded to the concept of factor groups in fuzzy group theory. This thesis discusses the formation of factor groups in fuzzy subgroups. In fuzzy group theory, factor groups can be formed through associations consisting of fuzzy cosets. In addition, it can also be done by defining a fuzzy subset. The result obtained is a set of all fuzzy cosets equipped with binary operations on fuzzy cosets forming a group that is called the factor group of a group relative to the fuzzy normal subgroup. In addition, a fuzzy subset of the factor group of a group by a normal subgroup is a fuzzy subgroup called the fuzzy factor subgroup of the fuzzy subgroup relative to the normal subgroups in the group and a fuzzy subset of the factor group of a group relative to the fuzzy normal subgroup is a fuzzy normal subgroup called the fuzzy factor group determined by the fuzzy normal subgroup. In addition, the isomorphism property between the factor group of a group relative to the fuzzy normal subgroup and the factor group of a group relative to the kernel homomorphism is obtained. | |
| 45749 | 49120 | H1B021066 | Analisis Hubungan Kapasitas Sungai Terhadap Kala Ulang Hujan Pada Sungai Tuntang di Dusun Pangkalan Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak | Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Demak pada awal tahun 2024 menjadi peringatan serius terhadap pentingnya pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara terintegrasi. Luapan Sungai Tuntang yang menyebabkan jebolnya beberapa tanggul berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, dengan total 89 desa di 11 kecamatan terendam dan lebih dari 93.000 jiwa terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kapasitas tampung sungai terhadap debit banjir rencana yang dihitung berdasarkan kala ulang hujan. Fokus lokasi penelitian adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tuntang yang berada di wilayah Kecamatan Wonosalam, sebagai salah satu daerah paling terdampak banjir. Perhitungan debit banjir rencana dilakukan secara statistic berdasarkan data debit Bendung Glapan. Metode Hidrograf Aliran Soil Conservation Service (Hidrograf Aliran SCS) digunakan untuk menkonversi debit harian rencana menjadi hidrograf banjir jam-jaman. Nilai debit yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam model HEC-RAS untuk mensimulasikan tinggi muka air pada masing-masing penampang sungai. Data sekunder yang digunakan mencakup peta penggunaan lahan, data jenis tanah (HSG), data debit harian, serta data topografi berupa Digital Elevation Model (DEM) resolusi tinggi.Debit andalan bulanan yang dihasilkan dari metode Mock digunakan sebagai input (debit masuk) dalam perhitungan neraca air. Sementara itu, debit keluar meliputi: kebutuhan domestik sebesar 1,25 liter/detik, kebutuhan irigasi maksimum sebesar 8,153 liter/detik, dan kebutuhan air untuk wisata sebesar 12,023 liter/detik. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kemampuan saluran sungai untuk menampung debit banjir rencana pada berbagai titik penampang. Pada penampang RS 1271 dan RS 1772, kapasitas saluran dinyatakan cukup aman dan mampu mengalirkan debit hingga kala ulang 5 tahun (Q5 = 1058,216 m3/det) tanpa terjadi limpasan. Kedalaman dan bentuk saluran yang simetris menjadi faktor utama efisiensi hidraulik di kedua lokasi tersebut. Namun, pada penampang RS 1560 ditemukan bahwa elevasi tebing kanan yang lebih rendah serta bentuk dasar sungai yang tidak simetris meningkatkan potensi luapan, terutama saat debit melebihi kala ulang 10 tahun (Q10 = 1221,448 m3/det). Hal ini menunjukkan bahwa ketidaksesuaian antara debit banjir rencana dan kapasitas saluran sungai menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir yang terjadi di Dusun Pangkalan, Desa Kalianyar, Wonosalam, Demak. | Abstract. Flood events in Demak Regency, particularly in early 2024, underscored the urgency of integrated watershed management in flood-prone areas. The overflow of the Tuntang River, which caused multiple levee failures, severely impacted the region—submerging 89 villages across 11 subdistricts and displacing over 93,000 residents. This study investigates the relationship between river channel capacity and design flood discharge, with a focus on return period-based rainfall scenarios. The Tuntang Watershed in Wonosalam District was selected as the primary study area due to its significant exposure to flooding impacts. The calculation of the planned flood discharge is carried out statistically based on the Glapan Dam discharge data. The Soil Conservation Service's Stream Hydrograph (SCS Stream Hydrograph) method is used to convert the plan's daily discharge into an hourly flood hydrograph. The resulting discharge values are then entered into the HEC-RAS model to simulate the water level in each river cross-section. The secondary data used included land use maps, soil type data (HSG), daily discharge data, and topographic data in the form of high-resolution Digital Elevation Model (DEM). The findings indicate substantial variation in channel capacity among river cross-sections. River Stations 1271 and 1772 exhibit symmetric and deep profiles, effectively conveying flood discharges for return periods of up to 5 years (Q5 = 1058,216 m3/det). Conversely, River Station 1560 demonstrated a higher risk of overtopping, particularly for return periods exceeding 10 years (Q10 = 1221,448 m3/det). Due to its asymmetric geometry and lower right bank elevation. These disparities suggest that channel inadequacy at specific locations significantly contributes to flood risk in the region. | |
| 45750 | 49121 | C1C021114 | Pengaruh Kinerja Keuangan, Kinerja Lingkungan, dan Kepemilikan Saham Institusional terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan, kinerja lingkungan, dan kepemilikan saham institusional terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Pada penelitian ini mengukur variabel kinerja keuangan dengan menggunakan Return on Assets (ROA), variabel kinerja lingkungan dengan menggunakan penghargaan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup, serta variabel kepemilikan saham institusional dengan persentase saham yang dimiliki oleh institusi dibagi dengan total saham yang beredar. Objek penelitian ini meliputi seluruh perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021 hingga 2023. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian, sehingga diperoleh sebanyak 53 perusahaan sebagai sampel akhir. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi data panel yang diolah melalui perangkat lunak Eviews 12. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) kinerja keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR, (2) kinerja lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR, serta (3) kepemilikan saham institusional tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan CSR. | This study aims to analyze the effect of financial performance, environmental performance, and institutional ownership on Corporate Social Responsibility (CSR) disclosure. Financial performance is measured using Return on Assets (ROA), environmental performance is assessed based on the PROPER rating issued by the Ministry of Environment and Forestry, and institutional ownership is calculated as the percentage of shares held by institutions divided by the total number of outstanding shares. The objects of this study are all manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2023 period. The sample was selected using a purposive sampling method based on specific criteria aligned with the research objectives, resulting in a final sample of 53 companies. Data were analyzed using panel data regression with the aid of Eviews 12 software. The findings indicate that: (1) financial performance has no significant effect on CSR disclosure, (2) environmental performance has a significant effect on CSR disclosure, and (3) institutional ownership does not have a significant effect on CSR disclosure. | |
| 45751 | 49122 | A1C021043 | Deteksi dan Klasifikasi Kerusakan Mekanis pada Buah Pisang Cavendish dengan Metode Convolutional Neural Network dan Support Vector Machine | Pisang Cavendish merupakan salah satu komoditas dalam sektor pertanian yang mempunyai banyak nilai komersial yang menjanjikan. dan sangat rentan terhadap kerusakan, terutama kerusakan mekanis yang menyebabkan memar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kerusakan mekanis akibat benturan pendulum terhadap luas memar dan susut bobot pisang serta mengevaluasi kinerja metode CNN dan SVM dalam mendeteksi dan mengklasifikasikan kerusakan memar pada buah pisang Cavendish.. Metode pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan melakukan percobaan benturan pendulum dari ketinggian 30 cm pada bagian tengah pisang Cavendish dengan variasi berat pendulum 50 gram, 100 gram, dan 150 gram. Kemudian pisang disimpan selama 3 hari pada suhu ruang (±24℃) dan pengambilan data dilakukan di 0 jam, 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Data luas memar di analisis ANOVA untuk mengetahui perbedaan signifkan, data citra yang diperoleh dianalisis menggunakan algoritma CNN serta data luas memar, susut bobot, dan nilai rata-rata RGB dianalisis menggunakan algoritma SVM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan mekanis akibat benturan bola pendulum berpengaruh signifikan terhadap luas memar pisang Cavendish, namun perbedaan berat pendulum tidak berpengaruh signifikan terhadap susut bobot. Metode SVM menunjukkan kinerja yang lebih optimal, dengan akurasi mencapai 94% dan memiliki nilai rata-rata macro precision sebesar 94%, recall sebesar 91%, dan F1-score sebesar 92%. Sedangkan metode CNN menghasilkan akurasi sebesar 82% dengan nilai rata-rata macro precision sebesar 83%, recall sebesar 82%, dan F1-score sebesar 82%. | Cavendish banana is one of the commodities in the agricultural sector that has a high commercial value and is very vulnerable to damage, especially mechanical damage that causes bruising. This study aims to determine the impact of mechanical damage caused by pendulum impact on bruise area and banana weight loss, as well as evaluate the performance of CNN and SVM methods in detecting and classifying bruise damage in Cavendish bananas. The sampling method in this study was carried out by conducting a pendulum impact test from a height of 30 cm on the center of Cavendish bananas with variations in pendulum weight of 50 grams, 100 grams, and 150 grams. The bananas were then stored for 3 days at room temperature (±24°C), and data were collected at 0 hour, 24 hours, 48 hours, and 72 hours. The bruised area data were analyzed using ANOVA to determine significant differences; the acquired image data were analyzed using CNN algorithm, and the bruised area, weight loss, and average RGB value were analyzed using SVM algorithm. The results showed that mechanical damage caused by pendulum impact significantly affected the bruised area on Cavendish bananas; however, the difference in pendulum weight did not significantly affect weight loss. The SVM method showed more optimal performance, with 94% accuracy, 94% macro precision, 91% recall, and 92% F1-score. Meanwhile, the CNN method resulted an accuracy of 82%, with a macro precision of 83%, recall of 82%, and an F1-score of 82%. | |
| 45752 | 50413 | J1A021003 | A Pragmatics Analysis of Interjections Used in LINE Webtoon Comic: So Childish | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan interjeksi dalam Komik Webtoon So Childish, dengan fokus pada klasifikasi interjeksi dan keadaan emosional yang diungkapkan melalui interjeksi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif terhadap 71 episode, dengan fokus pada transkrip Bahasa Inggris Standar yang diadaptasi dari Bahasa Inggris Vernakular Afrika-Amerika (AAVE). Analisis dilakukan menggunakan kerangka klasifikasi interjeksi dari Ameka (2006) bersama dengan kerangka klasifikasi keadaan emosional dari Jovanović (2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interjeksi emotive merupakan kategori yang paling dominan, yaitu sebesar 35,63%. Selain itu, keadaan emosional berupa desire for attention merupakan emosi yang paling sering muncul dalam data, dengan persentase sebesar 17,24%. Penelitilian ini berkontribusi untuk kajian pragmatik dengan mengusulkan kategorisasi baru pada keadaan emosioanl yang diekspresikan melalui interjeksi, serta memperluas cakupan makna interjeksi sebagaimana yang dijelaskan dalam kerangka Jovanovic. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa interjeksi berperan sebagai alat linguistik yang efektif dalam mengungkapkan keadaan emosional, khususnya dalam percakapan tidak resmi dan dialog spontan. | This study identifies and analyzes the use of interjections in the So Childish Webtoon comic, focusing on their classification and the emotional states they reflect. The research adopted a qualitative approach and examined 71 episodes, concentrating on Standard English transcriptions adapted from African American Vernacular English (AAVE). The analysis employed Ameka’s (2006) classification of interjections alongside Jovanović’s (2004) framework for emotional categorization. The results indicate that emotive interjections emerged as the most dominant category, accounting for 35.63% of all instances. Furthermore, the emotional state of desire for attention appeared most frequently in the data, with 17.24%. This study contributes to pragmatics research by proposing a new categorization of emotional states expressed through interjections, thereby expanding the scope of interjectional meaning as outlined in Jovanović’s framework. In conclusion, the findings demonstrate that interjections function as an effective linguistic tool for conveying emotional states, particularly within informal and spontaneous dialogue. | |
| 45753 | 49123 | H1A021010 | Analisis Distribusi Kualitas Sinyal LoRa Pada Gedung Kantor X Menggunakan Algoritma K-Means Clustering | Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mendorong kebutuhan akan jaringan komunikasi nirkabel yang efisien dan andal, salah satunya adalah LoRa (Long Range) yang memiliki keunggulan dalam hal jangkauan luas dan konsumsi daya rendah. Namun, implementasinya di lingkungan indoor, seperti gedung bertingkat, menghadapi tantangan berupa penurunan kualitas sinyal akibat struktur fisik bangunan seperti dinding dan lantai. Gateway LoRa telah dipasang di beberapa lantai Gedung Kantor X, tetapi belum terdapat evaluasi sistematis terkait bagaimana sinyal terdistribusi dan apakah posisi gateway yang ada sudah optimal dalam menjangkau seluruh area dalam gedung secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi kualitas sinyal LoRa berdasarkan parameter Received Signal Strength Indicator (RSSI) dan Signal-to-Noise Rasio (SNR), serta mengevaluasi hubungan antara posisi gateway dengan persebaran sinyal. Algoritma K-Means Clustering diterapkan untuk mengelompokkan titik pengukuran berdasarkan kualitas sinyal yang diterima. Berdasarkan hasil penelitian, klasterisasi terhadap 119 titik pengukuran yang tersebar di 16 lantai Gedung Kantor X menghasilkan enam klaster yang merepresentasikan tingkat kualitas sinyal dari sangat buruk hingga sangat baik. Distribusi kualitas sinyal menunjukkan pola yang tidak merata, di mana lantai-lantai seperti 5, 9, dan 13 didominasi oleh klaster sinyal sangat baik, sementara lantai ground, mezzanine, 1, 14, dan 15 banyak ditemukan klaster dengan kualitas rendah hingga sangat buruk. Beberapa titik dengan kualitas sinyal buruk bahkan berada dekat dengan gateway. | The growth of Internet of Things (IoT) technology has driven the need for efficient and reliable wireless communication networks, one of which is LoRa (Long Range), which has advantages in terms of wide coverage and low power consumption. However, implementing this technology in indoor environments, such as high rise buildings, poses significant challenges due to signal quality degradation resulting from the physical structure of the building, including walls and floors. While LoRa gateways have been installed on various floors of Office Building X, a systematic evaluation of the signal distribution and the optimality of the existing gateway positions in terms of uniform coverage throughout the building is still not available. The objective of this research is to analyze the distribution of LoRa signal quality based on Received Signal Strength Indicator (RSSI) and Signal-to-Noise Ratio (SNR) parameters, and to evaluate the correlation between gateway position and signal distribution. The K-Means Clustering algorithm is used to group measurement points based on received signal quality. From 119 measurement points across 16 floors, six clusters were identified, representing signal quality levels from very poor to very good. The signal quality distribution was uneven, with floors 5, 9, and 13 dominated by excellent clusters, while the ground, mezzanine, 1st, 14th, and 15th floors were dominated by poor to very poor signal clusters. Notably, some points with poor signal quality were located near gateways, indicating that proximity alone does not guarantee good signal reception in complex indoor environments. | |
| 45754 | 49124 | K1A021013 | Ekstraksi, Pengendapan dan Karakterisasi Enzim Urease dari Kedelai Hitam (Glycine Max (L.) Merrill) | Enzim urease adalah enzim yang berperan menghidrolisis urea menjadi amonia dan karbondioksida. Enzim urease telah diisolasi dari berbagai biji-bijian, pada penelitian ini digunakan biji kedelai hitam. Tujuan penelitian ini adalah melakukan ekstraksi, pengendapan dan karakterisasi enzim urease dari kedelai hitam. Kedelai hitam diekstraksi menggunakan akuades untuk memperoleh ekstrak kasar yang selanjutnya diendapkan menggunakan etanol, aseton, dan amonium sulfat bertingkat F20 (0-20%); F40 (20-40%); F60 (40-60%); dan F80 (60-80%). Enzim hasil pengendapan dengan aktivitas spesifik tertinggi dikarakterisasi meliputi variasi pH, variasi suhu, stabilitas pH, stabilitas suhu dan pengaruh penambahan logam. Uji aktivitas enzim urease ini menggunakan metode Nessler dan uji kadar protein menggunakan metode Lowry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spesifik tertinggi diperoleh pada enzim hasil pengendapan dengan amonium sulfat 0-20% (F20) dengan tingkat kemurnian 4,90 kali dibandingkan ekstrak kasarnya. Hasil karakterisasi F20 menunjukkan bahwa enzim urease dari kedelai hitam memiliki aktivitas optimum pada pH 7 dan suhu inkubasi 35 ℃ dengan aktivitas spesifik sebesar 0,1880 U/mg. Stabilitas optimum pada pH 7 yang masih mempertahankan aktivitas spesifiknya hingga menit ke-60 dan stabilitas optimum pada suhu 35 ℃ yang masih mempertahankan aktivitas spesifiknya hingga menit ke-60. Penambahan ion logam Cu 2+ berperan sebagai inhibitor, sementara ion logam Mg 2+ dan Ca 2+ berperan sebagai aktivator yang meningkatkan aktivitas spesifik enzim urease. | The urease enzyme is an enzyme that hydrolyzes urea into ammonia and carbon dioxide. The urease enzyme has been isolated from various grains, in this study black soybean seeds were used. The purpose of this study was to extract, precipitate and characterize urease enzyme from black soybean. Black soybeans were extracted using distilled water to obtain a crude extract which was then precipitated using ethanol, acetone, and graded ammonium sulfate F20 (0-20%); F40 (20-40%); F60 (40-60%); and F80 (60-80%).. The precipitated enzyme with the highest specific activity was characterized including pH variation, temperature variation, pH stability, temperature stability and the ef ect of metal addition. The urease enzyme activity test used the Nessler method and the protein content test used the Lowry method. The results showed that the highest specific activity was obtained in the enzyme precipitated with 0-20% ammonium sulfate (F20) with a purity level of 4.90 times compared to the crude extract. Characterization results of F20 showed that the urease enzyme from black soybean has optimum activity at pH 7 and incubation temperature of 35 ℃ with specific activity of 0.1880 U/mg. Optimum stability at pH 7 which still maintains its specific activity until the 60th minute and optimum temperature stability at 35 ℃ which still maintains its specific activity until the 60th minute. The addition ion of Cu 2+ metal acts as an inhibitor, while Mg 2+ and Ca 2+ metal acts as an activator. | |
| 45755 | 42829 | H1D021008 | Analisis Sentimen Terhadap Pembaca Buku Grit: The Power of Passion and Perseverance serta Korelasinya dengan Sikap Pantang Menyerah dan Motivasi Hidup Berbasis Website | Minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, sehingga diperlukan pendekatan inovatif dalam mendorong budaya literasi. Salah satu caranya dengan menganalisis pengaruh buku-buku motivasi populer terhadap pembacanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sentimen pembaca terhadap buku Grit karya Angela Duckworth dengan aspek psikologis seperti sikap pantang menyerah (grit), motivasi, dan pencapaian pribadi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis sentimen berbasis algoritma Naïve Bayes Classifier serta uji korelasi Spearman. Data diperoleh dari ulasan pembaca dari platform goodreads dan survei kuesioner dengan google form. Hasil analisis menunjukkan bahwa model Naïve Bayes memiliki performa sangat baik dengan akurasi, presisi, recall, dan f1-score sebesar 100%. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara sentimen pembaca dan ketiga variabel psikologis, dengan korelasi tertinggi pada motivasi sebesar 0,750 diikuti oleh sikap pantang menyerah (grit) sebesar 0,617 dan pencapaian pribadi sebesar 0,591. Temuan ini mengidentifikasi bahwa persepsi positif terhadap buku Grit berasosiasi kuat dengan peningkatan motivasi, sikap pantang menyerah (grit), dan pencapaian pribadi pembaca. Selain itu, dashboard berbasis website berhasil diimplementasikan menggunakan python dan framework streamlit. Seluruh fitur telah diuji menggunakan metode blackbox testing dan terbukti semua fitur berfungsi dengan baik sesuai tujuan yang diharapkan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan literasi berbasis data, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam mengevaluasi dampak psikologis dari bahan bacaan. | The reading interest of Indonesians is still relatively low, so an innovative approach is needed to promote a culture of literacy. One way to do this is by analyzing the influence of popular motivational books on their readers. This study aims to determine the relationship between readers' sentiments toward Angela Duckworth's book Grit and psychological aspects such as grit, motivation, and personal achievement. The methods used in this study include sentiment analysis based on the Naïve Bayes Classifier algorithm and Spearman's correlation test. Data was collected from reader reviews on the Goodreads platform and a questionnaire survey using Google Forms. The analysis results indicate that the Naïve Bayes model performs exceptionally well, achieving accuracy, precision, recall, and F1-score of 100%. The Spearman correlation test showed a significant positive relationship between reader sentiment and the three psychological variables, with the highest correlation in motivation at 0.750, followed by grit at 0.617 and personal achievement at 0.591. These findings identify that positive perceptions of the book Grit are strongly associated with increased motivation, grit, and personal achievement among readers. Additionally, the web-based dashboard was successfully implemented using Python and the Streamlit framework. All features were tested using blackbox testing methods and proven to function properly as intended. This research is expected to serve as a reference for the development of data-based literacy and encourage the use of technology in evaluating the psychological impact of reading materials. | |
| 45756 | 50417 | C1A021028 | PENGARUH SELF-EMPLOYMENT TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA | Fenomena self-employment di Indonesia terus meningkat seiring dengan keterbatasan lapangan kerja formal dan perubahan struktur ekonomi pasca pandemi COVID-19. Pada tahun 2023, proporsi pekerja mandiri mencapai 54,05% dari total tenaga kerja. Namun, kontribusi self-employment terhadap pertumbuhan ekonomi masih diperdebatkan, mengingat hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-employment, tenaga kerja formal, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2000–2023, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, serta menguji hubungan kausalitas dan kontribusi terbesar antar variabel. Dengan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM), hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek ketiga variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, dalam jangka panjang self-employment, tenaga kerja formal, dan PMTB berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Analisis kausalitas Granger menemukan bahwa PMTB secara signifikan menyebabkan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan hasil perhitungan elasitistas menunjukkan bahwa tenaga kerja formal memiliki kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi, diikuti PMTB, sedangkan self-employment memberikan kontribusi paling kecil. Implikasi dari penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja formal, pemberdayaan self-employment agar lebih produktif, serta penguatan investasi melalui PMTB untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. | The rise of self-employment in Indonesia reflects limited formal job opportunities and structural economic shifts in the post-COVID-19 era, with self-employed workers accounting for 54.05% of the total labor force in 2023. This study examines the impact of self-employment, formal employment, and gross fixed capital formation (GFCF) on Indonesia’s economic growth during 2000–2023 using the Vector Error Correction Model (VECM). The findings indicate that none of the variables significantly affect economic growth in the short run. However, in the long run, all three variables—self-employment, formal employment, and GFCF—exert a positive and significant influence. Granger causality results reveal a unidirectional causality from GFCF to economic growth. Elasticity estimates suggest that formal employment contributes the most to economic growth, followed by GFCF, while self-employment contributes the least. The results underscore the need for policies aimed at enhancing the quality of formal employment, promoting more productive self-employment, and strengthening investment through GFCF to foster sustainable economic growth. | |
| 45757 | 49126 | C1C021098 | Pengaruh Integritas, Independensi, dan Profesionalisme Terhadap Kualitas Audit | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas, independensi, dan profesionalisme terhadap kualitas audit pada auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada 53 auditor sebagai sampel dari total populasi 113 auditor. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas dan profesionalisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan independensi tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan nilai etika dan profesionalisme dalam pelaksanaan audit sektor publik, serta perlunya pembinaan berkelanjutan bagi auditor untuk menjaga integritas dan meningkatkan profesionalisme. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis dalam memperkuat relevansi teori Ethical-Decision Making (EDM) dalam konteks audit sektor publik di Indonesia. | This study analyzes the impact of integrity, independence, and professionalism on audit quality among auditors at the BPK West Java Representative Office. Using a quantitative approach with a survey method, 53 auditors were surveyed from a population of 113. Data analysis with multiple linear regression shows that integrity and professionalism positively affect audit quality, while independence does not. The findings highlight the importance of reinforcing ethical values and professionalism in public sector audits and the need for continuous development to maintain integrity and professionalism. Additionally, the study contributes to reinforcing Ethical-Decision Making (EDM) theory in public sector auditing in Indonesia. | |
| 45758 | 49127 | H1A021086 | ANALISIS PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP EFISIENSI TRANSFORMATOR UNIT 1&2 DI PLTA TULIS | Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan sumber energi terbarukan yang berperan penting dalam sistem ketenagalistrikan nasional. Transformator dalam PLTA berfungsi menaikkan tegangan output generator, namun efisiensinya sangat dipengaruhi oleh kondisi pembebanan. Beban yang tidak optimal dapat menimbulkan rugi daya seperti rugi tembaga dan rugi inti, sehingga menurunkan efisiensi sistem. Penelitian ini menganalisis pengaruh pembebanan terhadap efisiensi transformator Unit 1 dan Unit 2 di PLTA Tulis, berdasarkan data logsheet Desember 2024. Perhitungan mencakup daya semu, rugi-rugi, dan efisiensi transformator. Hasil menunjukkan efisiensi meningkat seiring bertambahnya beban hingga titik optimal, lalu menurun. Efisiensi teoritis maksimum Unit 1 sebesar 99,44% pada beban 52,03%, dan Unit 2 sebesar 99,43% pada beban 35–45%. Efisiensi aktual Unit 1 berkisar antara 95,00%–95,72%, sedangkan Unit 2 antara 92,67%–95,69%. Selisih antara nilai ideal dan aktual menunjukkan pentingnya pengelolaan beban yang optimal untuk menjaga kinerja sistem transformator di lapangan. | Hydroelectric Power Plant (PLTA) is a renewable energy source that plays an important role in the national electricity system. The transformer in a PLTA functions to increase the generator output voltage, but its efficiency is greatly influenced by loading conditions. Suboptimal loads can cause power losses such as copper losses and core losses, thereby reducing system efficiency. This study analyzes the effect of loading on the efficiency of transformers Unit 1 and Unit 2 at the Tulis PLTA, based on logsheet data from December 2024. The calculation includes apparent power, losses, and transformer efficiency. The results show that efficiency increases with increasing load to the optimal point, then decreases. The maximum theoretical efficiency of Unit 1 is 99.44% at a load of 52.03%, and Unit 2 is 99.43% at a load of 35–45%. The actual efficiency of Unit 1 ranges from 95.00%–95.72%, while Unit 2 is between 92.67%–95.69%. The difference between ideal and actual values shows the importance of optimal load management to maintain the performance of transformer systems in the field. | |
| 45759 | 49125 | K1A021082 | DESAIN DAN PEMBUATAN SPEKTROFOTOMETER UV PORTABEL BERBASIS ARDUINO UNO UNTUK ANALISIS KADAR TIROSIN | Spektrofotometer UV portabel berbiaya rendah merupakan alat penting untuk analisis kuantitatif, khususnya di lingkungan pendidikan, penelitian skala kecil, dan wilayah dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini mengembangkan spektrofotometer UV portabel berbasis Arduino Uno yang dirancang agar ekonomis, ringkas, dan mudah digunakan. Perangkat ini menggunakan LED UV 275 nm, sensor fotodioda S1226-B5Q, layar LCD I2C 2x16, serta diprogram menggunakan Arduino IDE agar dapat bekerja secara mandiri tanpa komputer. Seluruh komponen dirakit dalam wadah yang dicetak menggunakan teknologi 3D printing berbahan PLA. Validasi metode dilakukan menggunakan larutan standar tirosin melalui uji linieritas, LOD, LOQ, presisi, akurasi, dan selektivitas. Hasil menunjukkan linieritas sangat baik (R² = 0,999, y = 0,0073x + 0,0546), dengan LOD sebesar 2,271 ppm dan LOQ sebesar 7,569 ppm. Uji presisi menghasilkan RSD sebesar 1,07% dan HORRAT sebesar 0,0999. Uji akurasi menunjukkan persen perolehan kembali sebesar 101,70%, sedangkan selektivitas menunjukkan interferensi fenilalanin <20%. Alat ini juga berhasil digunakan untuk mengukur aktivitas enzim protease dari ekstrak kasar bromelin, dengan hasil 0,096 U/mL. | Portable low-cost UV spectrophotometers are essential tools for quantitative analysis, especially in educational settings, small-scale research, and resource-limited areas. This study developed a portable UV spectrophotometer based on Arduino Uno, designed to be low-cost, compact, and user-friendly. The device uses a 275 nm UV LED, an S1226-B5Q photodiode sensor, and a 2x16 I2C LCD, and was programmed with the Arduino IDE to function independently. All components were assembled in a PLA 3D-printed case. Method validation was performed using tyrosine standard solutions, evaluating linearity, LOD, LOQ, precision, accuracy, and selectivity. Results showed excellent linearity (R² = 0.999; y = 0.0073x + 0.0546), LOD of 2.271 ppm, and LOQ of 7.569 ppm. Precision yielded an RSD of 1.07% and a HORRAT of 0.0999. Accuracy indicated 101.70% recovery, and selectivity showed <20% interference from phenylalanine. The device also successfully measured protease activity in crude bromelain extract, yielding 0.096 U/mL. | |
| 45760 | 49128 | E1A021014 | PERBARENGAN DALAM TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK TERHADAP BEBERAPA ANAK (Studi Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2024/PN Jkt.Pst) | Meningkatnya kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak sebagai pelaku menunjukkan pergeseran serius dalam dinamika kejahatan kesusilaan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan unsur tindak pidana persetubuhan secara berlanjut oleh anak terhadap anak serta menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2024/PN Jkt.Pst. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi putusan. Hasil menunjukkan bahwa perbuatan pelaku yang dilakukan secara berkali-kali terhadap dua anak korban dapat dikategorikan sebagai perbarengan perbuatan. Hakim dalam putusan tersebut mempertimbangkan aspek keadilan, usia pelaku, dan perlindungan anak sebagaimana diatur dalam UU SPPA. Simpulan dari penelitian ini adalah hakim tidak mengaitkan konsep perbarengan dalam putusan sebagai pemberatan sanksi pidana dan hakim telah menjalankan rekomendasi pembimbing kemasyarakatan sebagai dasar pertimbangan penjatuhan sanksi pidana bagi Anak Pelaku. Penulissosial menyarankan agar perbarengan tindak pidana dapat digunakan sebagai dasar pemberatan penjatuhan pidana dengan menerapkan juga pidana pelatihan kerja sebagai bagian dari upaya pembinaan dan reintegrasi sosial. | The increasing number of sexual violence cases involving children as perpetrators indicates a serious shift in the dynamics of crimes against morality in the digital era. This study aims to examine the application of the elements of the crime of continued sexual intercourse by a child against a child and to analyze the judge's legal considerations in Decision Number 10/Pid.Sus-Anak/2024/PN Jkt.Pst. The research method used is normative juridical with a statutory approach and decision study. The results indicate that the perpetrator's repeated acts against two child victims can be categorized as concurrent acts. The judge, in this decision, considered aspects of justice, the perpetrator's age, and child protection as stipulated in the Child Protection and Child Protection Law. The conclusion of this study is that the judge did not link the concept of concurrent acts in the decision as a means of increasing criminal sanctions and that the judge implemented the recommendations of the community counselor as the basis for considering the imposition of criminal sanctions on the perpetrator's father. The author suggests that concurrent acts can be used as a basis for increasing the sentence by also implementing job training as part of social development and reintegration efforts. |