Artikel Ilmiah : C1A018038 a.n. GITA PUTRI RAHMAWATI
| NIM | C1A018038 |
|---|---|
| Namamhs | GITA PUTRI RAHMAWATI |
| Judul Artikel | VALUASI EKONOMI DAMPAK NEGATIF PENAMBANGAN BATU GAMPING (STUDI KASUS KAWASAN KARST DESA REDISARI DAN KALISARI, KECAMATAN ROWOKELE, KEBUMEN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Desa Redisari dan Kalisari di Kabupaten kebumen termasuk dalam Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) yang memiliki potensi sumberdaya alam berupa batu kapur atau gamping yang melimpah. Selain dimanfaatkan sebagai media penyimpanan air bersih dan objek wisata potensi bentang alam karst dimanfaatkan sebagai bahan tambang. Penduduk rata- rata melakukan aktivitas penambangan sebagai usaha turun temurun. Usaha penambangan batu gamping dinilai mendatangkan dampak positif bagi kondisi perekonomian masyarakat setempat. Namun hal tersebut turut memiliki dampak negatif berupa kerusakan alam, menurunnya kuantitas dan kualitas air dan kesehatan masyarakat yang semakin menurun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis estimasi biaya sakit (cost of illness), biaya pengganti (replacement cost) dan nilai ekonomi total dari dampak penambangan batu gamping terhadap masyarakat desa Redisari dan Kalisari. Populasi dalam penelitian ini adalah 2.463 Kepala Keluarga (KK) di Desa Redisari dan Kalisari. Jumlah responden yang diambil sebanyak 96 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis biaya sakit (cost of illness) dan analisis biaya pengganti (replacement cost). Hasil penelitian diperoleh estimasi total biaya sakit (cost of illness) adalah sebesar Rp 37.643.959.992,00 pada tahun 2023, jadi rata-rata biaya sakit yang dikeluarkan sebesar 15.283.784,00 per KK selama satu tahun. Estimasi total biaya pengganti (replacement cost) untuk penyediaan air bersih yang berasal dari pembelian air mineral isi ulang atau galon, pemanfaatan PAMSIMAS, program swadaya masyarakat dan pembuatan sumur bor sebagai sumber air bersih yang digunakan untuk konsumsi rumah tangga di Desa Redisari dan Kalisari Kecamatan Rowokele sebesar Rp 4.417.390.500,00 pada tahun 2023 dengan biaya rata-rata yang dikeluarkan setiap KK sebesar Rp 1.793.500,00 per tahun. Dengan demikian, nilai ekonomi total dari dampak negatif penambangan batu gamping dalam penelitian ini sebesar Rp 42.061.350.492,00. Sehingga diperoleh nilai rata-rata sebesar Rp 17.077.284,00 per KK dalam satu tahun. Implikasi dalam penelitian ini adalah stakeholder, masyarakat dan pelaku tambang perlu melakukan pengelolaan lingkungan yang lebih berkesinambungan melalui limitasi kapasitas penambangan batu gamping maupun kebijakan pengelolaan lingkungan. Usaha penambangan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sumberdaya air dan kesehatan masyarakat yang semakin menuru sehingga perlu lebih cermat dalam melakukan usaha tambang. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Redisari and Kalisari villages in Kebumen Regency are located within the Southern Gombong Karst Area (KKGS), which possesses abundant natural resources in the form of limestone. Besides being utilized for clean water storage and as tourist attractions, the karst landscape's potential is also exploited for mining materials. On average, the local population engages in mining activities as a hereditary occupation. While limestone mining is perceived to bring positive impacts on the local community's economic conditions, it also poses negative impacts, including environmental damage, a decline in water quantity and quality, and deteriorating public health. This study aims to analyze the estimated cost of illness, replacement cost, and the total economic value of the impacts of limestone mining on the communities of Redisari and Kalisari villages. The population for this study consisted of 2,463 households (KK) in Redisari and Kalisari villages. A sample of 96 respondents was selected using purposive sampling. This research employed descriptive analysis, cost of illness analysis, and replacement cost analysis. The study results show that the estimated total cost of illness was IDR 37,643,959,992.00 in 2023, averaging IDR 15,283,784.00 per household annually. The estimated total replacement cost for providing clean water, sourced from purchasing refillable mineral water or gallons, utilizing PAMSIMAS, community self-help programs, and constructing boreholes for household consumption in Redisari and Kalisari villages, Rowokele District, amounted to IDR 4,417,390,500.00 in 2023, with an average cost of IDR 1,793,500.00 per household per year. Consequently, the total economic value of the negative impacts of limestone mining in this study is estimated at IDR 42,061,350,492.00, resulting in an average value of IDR 17,077,284.00 per household per year. The implications of this study suggest that stakeholders, the community, and mining operators need to implement more sustainable environmental management through the limitation of limestone mining capacity and the adoption of effective environmental management policies. Mining activities significantly affect the quality and quantity of water resources and the declining public health, necessitating a more cautious approach to mining operations. |
| Kata kunci | Dampak Negatif Penambangan Batu Gamping, Biaya Sakit (Cost of illness), Biaya Pengganti (Replacement cost), Valuasi Ekonomi |
| Pembimbing 1 | Nurul Anwar |
| Pembimbing 2 | Irma Suryahani |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2025-07-14 11:30:59.792641 |