Artikelilmiahs
Menampilkan 45.141-45.160 dari 48.758 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45141 | 48512 | A1C021023 | KARAKTERISTIK BIOPELET NON-KARBONISASI TEMPURUNG KELAPA MENGGUNAKAN METODE OIL COATING MICROPARTICLE BERBASIS MINYAK JELANTAH | Pencemaran udara akibat emisi bahan bakar fosil dan keterbatasan cadangannya mendorong pengembangan energi alternatif seperti biopelet berbasis biomassa, salah satunya dari tempurung kelapa yang melimpah di Indonesia namun masih perlu ditingkatkan kualitasnya. Penelitian ini menggunakan metode oil coating microparticle berbasis minyak jelantah untuk meningkatkan karakteristik biopelet non-karbonisasi, termasuk densitas, efisiensi pembakaran, serta penurunan kadar air dan abu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium TSTET Universitas Jenderal Soedirman pada Januari-Maret 2025 dengan bahan tempurung kelapa, minyak jelantah, tepung kanji, dan air, serta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf perlakuan waktu pencelupan: T0, T1, T2, dan T3. Parameter yang diamati meliputi kadar air, abu, volatile matter, laju pembakaran, densitas, shatter index, dan nilai kalor, dianalisis menggunakan ANOVA dan DMRT. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan oil coating mampu meningkatkan kualitas biopelet secara signifikan, dengan perlakuan RT3 memberikan hasil terbaik pada sebagian besar parameter utama, mengindikasikan bahwa metode ini efektif sebagai pendekatan selektif untuk meningkatkan kualitas biopelet berbasis tempurung kelapa. | Air pollution caused by fossil fuel emissions and their limited reserves has driven the development of environmentally friendly and sustainable alternative energy sources, such as biomass-based bio-pellets. Coconut shell, which is abundant in Indonesia, serves as a potential raw material but requires quality improvement to compete with other fuels. This study applied an oil coating microparticle method using used cooking oil to enhance the characteristics of non-carbonized bio-pellets, including density, combustion efficiency, and the reduction of moisture and ash content. The research was conducted at the Thermal System and Renewable Energy Engineering Laboratory (TSTET), Jenderal Soedirman University, from January to March 2025, using coconut shells, used cooking oil, starch, and water, and employed a Completely Randomized Design (CRD) with four treatment levels of oil immersion time: T0, T1, T2, and T3. Observed parameters included moisture content, ash content, volatile matter, combustion rate, density, shatter index, and calorific value, analyzed using ANOVA and further tested with Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the oil coating treatment significantly improved the bio-pellet quality, with the RT3 treatment yielding the best results across most parameters, indicating that this method is effective as a selective approach for enhancing the quality of coconut shell-based biopellets | |
| 45142 | 48513 | C1A021021 | Analisis Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Beras di Kabupaten Cilacap Tahun 2003-2023 | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa angka ketersediaan beras di Kabupaten Cilacap mencapai di atas 100% dan menjadi pemasok utama produsen beras di Provinsi Jawa Tengah. Namun, angka konsumsi beras masyarakat Kabupaten Cilacap relatif masih tinggi dan jumlah penduduk juga mengalami peningkatan tiap tahun. Hal ini mengancam kecukupan beras jika tidak diimbangi dengan produksi beras yang cukup juga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel luas panen padi, tenaga kerja di sektor pertanian, jumlah penduduk, dan curah hujan terhadap ketersediaan beras di Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder berupa data time series dengan periode tahun penelitian 2003-2023. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel luas panen padi, tenaga kerja di sektor pertanian, jumlah penduduk, dan curah hujan berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan beras di Kabupaten Cilacap tahun 2003-2023. Secara parsial, variabel luas panen padi dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketersediaan beras, sedangkan variabel tenaga kerja di sektor pertanian dan curah hujan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan beras di Kabupaten Cilacap. Implikasi dalam penelitian ini adalah dengan mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian, pengendalian pertumbuhan penduduk, serta peningkatan produktivitas pertanian untuk meningkatkan produksi beras agar menjaga ketahanan pangan daerah. | This research is motivated by the fact that the rice availability rate in Cilacap Regency reaches above 100% and is the main supplier of rice producers in Central Java Province. However, the rice consumption rate of the Cilacap Regency community is still relatively high and the population also increases every year. This threatens the sufficiency of rice if it is not balanced with sufficient rice production.The purpose of this research is to analyze the effect of the variables of rice harvest area, labor in the agricultural sector, population, and rainfall on rice availability in Cilacap Regency. This type of research is quantitative descriptive using secondary data in the form of time series data with a research period of 2003-2023. The analytical method used in this research is multiple linear regression analysis. The results of this research indicate that together the variables of rice harvest area, labor in the agricultural sector, population, and rainfall have a significant effect on rice availability in Cilacap Regency in 2003-2023. Partially, the variables of rice harvest area and population have a positive and significant effect on rice availability, while the variables of labor in the agricultural sector and rainfall do not have a significant effect on rice availability in Cilacap Regency. The implications of this research are to optimize agricultural land management, control population growth, and increase agricultural productivity to increase rice production in order to maintain regional food security. | |
| 45143 | 48520 | F1C021055 | PERAN VIDEO EDITOR DALAM PENCIPTAAN KARYA FILM ”LESTARI: KETULUSAN PENGRAJIN WAYANG” SEBUAH VIDEO FEATURE TENTANG PELESTARIAN TRADISI DAN BUDAYA WAYANG DI KARANGTENGAH BANYUMAS | Di zaman modern saat ini, banyak generasi muda yang lebih aktif menggunakan gadget, seperti media sosial dan permainan daring, sehingga mereka mulai melupakan tradisi serta warisan budaya seperti wayang. Bapak Miarto adalah seorang perajin wayang yang masih aktif berkarya di Desa Karang Tengah, Banyumas. Uniknya, beliau membuat wayang bukan dari kulit hewan atau kayu jati, melainkan menggunakan bahan kardus duplex yang masih layak pakai. Karya ini dibuat untuk memperkenalkan sosok Bapak Miarto sebagai perajin wayang dari kardus melalui video feature berjudul “Lestari: Keikhlasan Pengrajin Wayang” dengan durasi 15 menit 8 detik. Video tersebut mengangkat isu rendahnya minat generasi muda terhadap tradisi wayang, namun menyoroti semangat Bapak Miarto yang meskipun sudah lanjut usia, tetap aktif membuat wayang dengan pendekatan inovatif. Cerita ini juga didukung oleh wawancara dengan beberapa narasumber lain dan diperkaya dengan narasi Voice Over oleh pembuat karya. | In today’s digital age, many young people are deeply engaged with gadgets, including social media and online gaming, often at the expense of appreciating traditional cultural heritage like wayang. Mr. Miarto, a dedicated wayang craftsman from Karang Tengah Village in Banyumas, continues to practice this art form. Rather than using conventional materials like animal hide or teak wood, he innovatively creates wayang figures from reusable duplex cardboard. This project was developed to highlight Mr. Miarto’s work and dedication through a video feature titled “Lestari: Keikhlasan Pengrajin Wayang”, which runs for 15 minutes and 8 seconds. The video addresses the declining interest among the younger generation in wayang traditions, showcasing Mr. Miarto’s commitment despite his advanced age. It also features insights from other sources and includes narration provided by the creator through voice-over. | |
| 45144 | 48514 | J1D019031 | Pengukuran Resepsi Sastra Utas Sewu Dino Karya Simpleman di SMA Negeri 2 Purbalingga | Resepsi sastra adalah respons atau tanggapan pembaca terhadap suatu karya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resepsi dan tanggapan pembaca berdasarkan teori resepsi Segers. Responden dalam penelitian ini yakni 200 siswa kelas XII SMA Negeri 2 Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, berdasarkan aspek intelektual, resepsi siswa kelas XII SMA Negeri 2 Purbalingga terhadap utas Sewu Dino karya Simpleman berkategori tinggi (79%), sedang (14%), dan rendah (5,75%). Kedua, berdasarkan aspek emosional diantaranya kategori tinggi (64,5%), sedang (31,9%), dan rendah (3,5%). | Literary reception is the reader's response to a work of literature. This research aims to determine the level of reception and readers' responses based on Segers' reception theory. The respondents in this study were 200 students of class XII of SMA Negeri 2 Purbalingga. This research uses quantitative and qualitative methods. Data collection techniques used questionnaires and interviews. The results of the study are as follows. First, based on the intellectual aspect, the reception of class XII students of SMA Negeri 2 Purbalingga towards the Sewu Dino thread by Simpleman is categorized as high (79%), medium (14%), and low (5.75%). Second, based on the emotional aspect, the categories are high (64.5%), medium (31.9%), and low (3.5%). Based on the results of this study, it can be concluded that XII grade students of SMA Negeri 2 Purbalingga can understand the story structure, language, theme, and conflict in the thread. Students also received the thread well and felt the tension from the conflict that was built. | |
| 45145 | 48516 | J1A021050 | Georgia Miller's Murderous Acts in Ginny & Georgia (2021): An Extreme Portrayal of Narcissistic Personality Disorder | Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gangguan kepribadian narsistik (Narcissistic Personality Disorder/NPD) dengan tindakan pembunuhan yang dilakukan secara sadar oleh karakter Georgia Miller dalam serial Netflix *Ginny & Georgia* (2021). Melalui teori psikologi sastra, khususnya teori psikoanalisis Sigmund Freud dan teori narsisme Heinz Kohut, artikel penelitian ini berfokus pada bagaimana kebutuhan Georgia untuk mempertahankan citra diri yang ideal dan kendali mutlak atas lingkungannya mendorongnya untuk melakukan pembunuhan terhadap Anthony Green, Kenny Drexel, dan Tom Fuller. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengamatan terhadap adegan-adegan relevan dalam serial *Ginny & Georgia* (2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pembunuhan yang dilakukan Georgia bukan sekadar bentuk perlindungan sebagai seorang ibu, melainkan ekspresi dari gangguan kepribadian narsistik yang ekstrem, dominasi dorongan id yang impulsif, superego yang lemah, serta kurangnya empati. Georgia menunjukkan ciri khas penderita NPD seperti keagungan diri (grandiosity), manipulasi, dan kecenderungan menyimpang demi mempertahankan kendali dan citra diri. Artikel ini menyimpulkan bahwa gangguan kepribadian narsistik dapat memengaruhi individu untuk melakukan tindakan kriminal ekstrem tanpa rasa bersalah, serta memberikan gambaran pentingnya representasi gangguan kepribadian dalam karya sastra modern sebagai refleksi dari fenomena psikologis yang kompleks. | This article aims to analyze the relationship between narcissistic personality disorder and the act of murder committed consciously by the character Georgia Miller in the Netflix series Ginny & Georgia (2021). Through the theory of literary psychology, especially Sigmund Freud's psychoanalytic theory and Heinz Kohut's narcissism theory, this research article focuses on how Georgia's need to maintain an ideal self-image and absolute control over her surroundings then drove her to commit the murders of Anthony Green, Kenny Drexel, and Tom Fuller. The method used is descriptive qualitative with observations of relevant scenes contained in the series Ginny & Georgia (2021). The results of the study show that Georgia's act of murder is not just a form of protection as a mother, but rather an expression of an extreme narcissistic personality, impulsive id dominance, weak superego, and lack of empathy. Georgia shows typical characteristics of NPD sufferers such as grandiosity, manipulation and a tendency to deviate to maintain control and self-image. This article concludes that narcissistic personality disorder can influence individuals to commit extreme criminal acts without feeling guilty, and provides an overview of the importance of the representation of personality disorders in modern literary works as a reflection of complex psychological phenomena. | |
| 45146 | 48517 | F1F021051 | ANALISIS EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI CITY BRANDING DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA PEKALONGAN SEBAGAI KOTA KREATIF DUNIA (2023-2024) | Saat ini, tengah terjadi kemunculan fenomena persaingan antar kota di dunia yang terus meningkat secara signifikan yang berdampak langsung terhadap citra kota. Melalui city branding berbagai kota di dunia mulai merumuskan strategi dan implementasi city branding yang berakar pada orisinalitas seperti warisan budaya. Dimana kota kreatif dunia oleh UNESCO menjadi instrumen yang strategis untuk membentuk city branding. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektifitas implementasi city branding pariwisata Kota Pekalongan sebagai kota kreatif dunia (2023-2024). Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan analisis teknik qualitative scaling. Narasumber dalam penelitian ini adalah aktor-aktor yang berperan secara langsung dan menjadi bagian dari proses implementasi city branding pariwisata Kota Pekalongan sebagai kota kreatif dunia (2023-2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi city branding pariwisata Kota Pekalongan sebagai kota kreatif dunia (2023-2024) berjalan efektif. Meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi. Oleh karena itu, temuan ini mengindikasikan perlunya perhatian dan kesadaran seluruh elemen Kota Pekalongan untuk menjaga keberlanjutan city branding kota kreatif dunia. | In the contemporary era, there is an emergent global trend of increasing competition between cities, which exerts a direct influence on the image of the city. The implementation of city branding has become increasingly prevalent in various urban centers worldwide. These cities have initiated the development of strategies that are rooted in the concept of originality, particularly in the context of their cultural heritage. The designation of a city as a World Creative City by UNESCO serves as a strategic instrument for the development of city branding. The objective of this study is to assess the efficacy of the implementation of the tourism city branding of Pekalongan City as a world creative city during the period 2023-2024. The research method employed is a combination of interviews and an analysis of qualitative scaling techniques. The individuals who have been selected to serve as resource persons in this study are actors who play a direct role in the implementation of the city branding of Pekalongan City tourism as a world creative city (2023-2024). The results demonstrated the efficacy of the implementation of the tourism city branding of Pekalongan City as a world creative city (2023-2024). However, there are still some issues that require further evaluation. Consequently, these findings underscore the necessity for all stakeholders of Pekalongan City to prioritize the elements that contribute to the city's global reputation as a creative hub. | |
| 45147 | 48484 | A1D021085 | FORMULA BIOPESTISIDA Bacillus subtilis NPA6 SEBAGAI PENGENDALI Fusarium oxysporum f.sp. cepae DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG MERAH | Penyakit penting pada bawang merah yang dapat menimbulkan banyak kerugian, salah satunya adalah penyakit busuk pangkal atau yang dikenal dengan penyakit moler yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp cepae (Foc). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kimia formula biopestisida B. subtilis NPA6, efektifitas B. subtilis NPA6 dalam formula sebagai pengendali Foc in vitro, dan efektivitasnya terhadap pertumbuhan bawang merah. Perlakuan pada penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL), terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu F0 (kontrol), F1 (air kelapa), F2(air leri), F3(formula padat) dan F4(fungisida). Uji pada tanaman disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (air kelapa), P2(air leri) dan P3(formula padat). Variabel yang diamati meliputi karakter kimia formula cair dan padat biopestisida, daya tahan B. subtilis dalam formula, persentase hambatan biopestisida terhadap Foc, bobot kering miselium, dan daya tumbuh bawang merah dan komponen pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar, dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan F2 (air leri) dengan persentase hambatan 63,162% tertinggi yang termasuk kategori hambatan kuat dibanding dengan perlakuan lainnya. Bobot kering miselium pada perlakuan F1(air kelapa) menunjukkan bobot yang lebih sedikit dibandingkan perlakuan lainnya dengan bobot kering 60 miligram. Perlakuan P1(air kelapa) efektif memacu daya tumbuh bawang merah 40 % pada 48 jam namun belum efektif meningkatkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar dan bobot kering). | An important disease in shallots that can cause many losses, one of which is root rot disease or what is known as moler disease which is caused by Fusarium oxysporum f.sp onions (Foc). This research aims to determine the chemical characteristics of biopesticide formulas B fine NPA6, effectiveness B. subtilis NPA6 in the formula as Foc operator in vitro, and its effectiveness on shallot growth. The treatments in this study were arranged in a completely randomized design (CRD), consisting of 5 treatments with 4 replications. The treatments were F0 (control), F1 (coconut water), F2 (leri water), F3 (solid formula) and F4 (fungicide). Tests on plants were arranged in a completely randomized design (CRD), consisting of 4 treatments, namely P0 (control), P1 (coconut water), P2 (leri water) and P3 (solid formula). The variables observed included the chemical characteristics of liquid and solid biopesticide formulas, durability B. subtilis in the formula, the percentage of biopesticide resistance to Foc, the dry weight of mycelium, and the growth capacity of shallots and growth components which include plant height, number of leaves, fresh weight, and plant dry weight. The research results showed that treatment F2 (leri water) had the highest percentage of barriers of 63.162%, which was included in the strong barrier category compared to other treatments. The dry weight of mycelium in treatment F1 (coconut water) showed less weight than other treatments with a dry weight of 60 milligrams. Treatment P1 (coconut water) was effective in increasing shallot growth by 40% in 48 hours but was not effective in increasing plant growth (plant height, number of leaves, fresh weight and dry weight). | |
| 45148 | 48524 | J1E020043 | A DESCRIPTIVE-QUALITATIVE STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TO DEVELOP READING SKILLS IN TEACHING DESCRIPTIVE TEXTS AT THE GRADE XI-2 OF SMAN 1 BAWANG IN THE ACADEMIC YEAR 2024/2025 | ABSTRAK Damayanti, Hesa, 2024. A Descriptive-Qualitative Study on The Implementation of Teams Games Tournament (TGT) To Develop Reading Skills in Teaching Descriptive Texts at The Grade XI-2 of SMAN 1 Bawang in The Academic Year 2024/2025. Pembimbing Skripsi 1: Drs. Ashari, M.Pd., Pembimbing Skripsi 2: Ahsanu, S.Pd., M.Sc., M.Hum., Ph.D., Ketua Penguji Eksternal: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., Penguji Eksternal: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto. Teams Games Tournament (TGT) adalah metode pembelajaran kooperatif yang menggabungkan kerja sama tim, permainan, dan turnamen akademik untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini untuk: (1) Menganalisis penerapan metode TGT dalam mengembangkan keterampilan membaca dalam pengajaran teks deskriptif di kelas XI-2 SMAN 1 Bawang pada tahun ajaran 2024/2025, (2) Memahami respon siswa terhadap metode TGT dalam mengembangkan keterampilan membaca dalam pengajaran teks deskriptif di kelas XI-2 SMAN 1 Bawang pada tahun ajaran 2024/2025, dan (3) Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapan metode TGT untuk mengembangkan keterampilan membaca dalam pengajaran teks deskriptif di kelas XI-2 SMAN 1 Bawang pada tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif, dengan sampel 36 siswa dari kelas XI-2 yang melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumen. Analisis data mengikuti model analisis tematik Braun and Clarke serta deskriptif statistik oleh Larson. Observasi dilakukan untuk menangkap dinamika kelas saat pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis TGT. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 100% siswa setuju atau sangat setuju bahwa TGT menciptakan suasana kompetitif (pertanyaan 4), membuat pembelajaran teks deskriptif menjadi menyenangkan (pertanyaan 7), dan memotivasi mereka untuk meningkatkan keterampilan membaca (pertanyaan 8). Namun, terdapat tantangan seperti 13,89% siswa mengalami kesulitan dalam kerja tim (pertanyaan 11), 19,44% merasa terganggu selama aktivitas TGT (pertanyaan 14), dan 66,67% mengalami kesulitan mengatur waktu (pertanyaan 15). Analisis dokumen berupa rencana pelajaran dan lembar kerja siswa menunjukkan adanya perencanaan terstruktur, partisipasi aktif siswa, serta aspek keterbacaan dan kosakata yang perlu didukung lebih lanjut. Metode TGT diimplementasikan secara efektif melalui lima tahapan terstruktur yaitu: presentasi kelas, pembentukan tim, permainan akademik, turnamen, dan pemberian penghargaan kelompok. Siswa merespons dengan positif, menganggap proses pembelajaran menjadi kompetitif, menarik, dan memotivasi. Namun demikian, tantangan dalam kerja tim, gangguan kelas, dan pengelolaan waktu selama fase turnamen masih perlu perhatian lebih. | ABSTRACT Damayanti, Hesa, 2024. A Descriptive-Qualitative Study on The Implementation of Teams Games Tournament (TGT) To Develop Reading Skills in Teaching Descriptive Texts at The Grade XI-2 of SMAN 1 Bawang in The Academic Year 2024/2025. Thesis Supervisor 1: Drs. Ashari, M.Pd., Thesis Supervisor 2: Ahsanu, S.Pd., M.Sc., M.Hum., Ph.D., Chief External Examiner: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., External Examiner: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Ministry of Higher Education, Science, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Education Study Program, Purwokerto. Teams Games Tournament (TGT) method is a cooperative learning method that combines teamwork, games, and academic tournaments to foster active and enjoyable learning. The research objectives are to: (1) Analyze the implementation of TGT method to develop reading skills in teaching descriptive texts at the Grade XI-2 of SMAN 1 Bawang in the academic year of 2024/2025, (2) Understand students responses to TGT method to develop reading skills in teaching descriptive texts at the Grade XI-2 of SMAN 1 Bawang in the academic year of 2024/2025, and (3) Identify the challenges faced in implementation of TGT method to develop reading skills in teaching descriptive texts at the Grade XI-2 of SMAN 1 Bawang in the academic year of 2024/2025. A descriptive-qualitative research design was used, and a sample of 36 students from Grade XI-2 was selected through purposive sampling. The data were collected through observation, questionnaires, and documents. The data analysis followed Braun and Clarke’s thematic analysis model and descriptive statistic by Larson. Observations captured classroom dynamics during both conventional and TGT-based instruction. Questionnaire results revealed that 100% of students agreed or strongly agreed that TGT created a competitive environment (Q4), made descriptive text learning enjoyable (Q7), and motivated them to improve their reading skills (Q8). On the other hand, 13.89% experienced difficulties working in teams (Q11), 19.44% felt distracted during TGT activities (Q14), and 66.67% found time management challenging (Q15). Document analysis of lesson plans and worksheets showed structured planning, active participation, and areas where comprehension and vocabulary could be further supported. The method was effectively applied through five structured steps: class presentation, team formation, academic games, tournament, and group rewards. Students responded positively, describing the learning process as competitive, engaging, and motivating. However, they also encountered challenges related to teamwork, distractions, and time management during the tournament phase. | |
| 45149 | 48525 | H1A021039 | IMPLEMENTASI DESAIN MPPT BERBASIS FUZZY LOGIC PADA SOLAR PHOTOVOLTAIC SYSTEM DENGAN REAL-TIME MONITORING SYSTEM MENGGUNAKAN IOT | Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan di Indonesia masih belum optimal, meskipun potensinya sangat besar. Salah satu kendala utama adalah efisiensi panel surya yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan intensitas cahaya yang berubah-ubah, sehingga diperlukan teknologi yang mampu melacak titik daya maksimum (MPPT). Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan algoritma MPPT berbasis fuzzy logic menggunakan perangkat lunak Matlab Simulink, serta mengintegrasikan sistem pemantauan berbasis IoT dengan antarmuka Blynk. Rangkaian buck converter dirancang untuk mengatur tegangan keluaran, sedangkan mikrokontroler ESP32 digunakan sebagai pusat kendali dan pengirim data ke antarmuka IoT. Pengujian dilakukan dengan variasi intensitas iradiasi antara 100–1000 W/m² untuk mengamati kinerja sistem terhadap perubahan kondisi lingkungan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma MPPT berbasis fuzzy logic mampu melacak titik daya maksimum dengan efisiensi rata-rata sebesar 94,43%, dengan efisiensi tertinggi 96,28% dan efisiensi terendah 92,22%. Sistem pemantauan IoT menunjukkan deviasi standar pembacaan tegangan ±0,92% dan arus ±4,99%, yang masih dalam batas toleransi. Secara keseluruhan, sistem ini terbukti efektif dalam memaksimalkan efisiensi panel surya dan memungkinkan pemantauan jarak jauh secara real-time. | The utilization of solar energy as a renewable energy source in Indonesia is still not optimal, even though its potential is very large. One of the main obstacles is the efficiency of solar panels which is affected by weather conditions and changing light intensity, so technology is needed that is able to track the maximum power point (MPPT). This study aims to design and simulate a fuzzy logic-based MPPT algorithm using Matlab Simulink software, and integrate an IoT-based monitoring system with the Blynk interface. The buck converter circuit is designed to regulate the output voltage, while the ESP32 microcontroller is used as a control center and data sender to the IoT interface. Tests were carried out with variations in irradiation intensity between 100–1000 W/m² to observe system performance against changes in environmental conditions. The test results show that the fuzzy logic-based MPPT algorithm is able to track the maximum power point with an average efficiency of 94.43%, with the highest efficiency of 96.28% and the lowest efficiency of 92.22%. The IoT monitoring system shows a standard deviation of voltage readings of ±0.92% and current of ±4.99%, which are still within the tolerance limit. Overall, this system has proven to be effective in maximizing solar panel efficiency and enabling real-time remote monitoring. | |
| 45150 | 48515 | I1D021023 | Hubungan Antara Pola Konsumsi Lemak dan Kualitas Tidur dengan Fungsi Kognitif Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Prolanis Puskesmas Purwokerto Barat | HUBUNGAN ANTARA POLA KONSUMSI LEMAK DAN KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI KOGNITIF PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PROLANIS PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT Fitri Hidayatul Ni’mah, Yovita Puri Subardjo, Atikah Proverawati Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit yang memiliki prevalensi penderita yang tinggi yang dapat berdampak pada gangguan fungsi kognitif melalui gangguan pembuluh darah termasuk pembuluh darah di otak. Gangguan fungsi kognitif pada penderita diabetes dihubungkan dengan adanya stres oksidatif dan akumulasi advanced glycation and products (AGEs). Selain itu, pola konsumsi lemak dan kualitas tidur juga dapat mempengaruhi fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi lemak dan kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Prolanis Puskesmas Purwokerto Barat. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Purwokerto Barat pada bulan September 2024. Sampel penelitian sebanyak 43 orang yang diambil menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner FFQ untuk pola konsumsi lemak, PSQI untuk kualitas tidur, dan MoCA-Ina untuk fungsi kognitif. Hasil Penelitian : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian responden berusia ≥60 tahun (69,8%), berjenis kelamin perempuan (76,7%), tingkat pendidikan SD dan SMA (32,6%), lama menderita ≤5 tahun (58,1%), dan kadar glukosa darah yang tinggi (65,1%). Hasil bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola konsumsi lemak dan kualitas tidur dengan fungsi kognitif dengan masing-masing p-value 0,03 dan 0,035. Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola konsumsi lemak dan kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Prolanis Puskesmas Purwokerto Barat. | RELATIONSHIP BETWEEN FAT CONSUMPTION PATTERNS AND SLEEP QUALITY WITH COGNITIVE FUNCTION OF TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS AT THE WEST PURWOKERTO HEALTH CENTER PROLANIS Fitri Hidayatul Ni'mah, Yovita Puri Subardjo, Atikah Proverawati Background: Diabetes mellitus is a disease that has a high prevalence of sufferers which can have an impact on cognitive function disorders through blood vessel disorders including blood vessels in the brain. Cognitive dysfunction in people with diabetes is associated with oxidative stress and accumulation of advanced glycation and products (AGEs). Cognitive function is also influenced by fat consumption patterns and sleep quality. This study aims to determine the relationship between fat consumption patterns and sleep quality with cognitive function in people with type 2 diabetes mellitus at Prolanis Purwokerto Barat Health Center. Methodology : This research is an observational study with an approachcross sectional. The research was conducted at the West Purwokerto Health Center in September 2024. The research sample was 43 people who were taken usingpurposive sampling. Data collection using FFQ questionnaire for fat consumption patterns, PSQI for sleep quality, and MoCA-Ina for cognitive function. Research result : The results of the univariate analysis showed that most respondents were aged ≥60 years (69.8%), female (76.7%), elementary and high school education (32.6%), duration of suffering ≤5 years (58.1%), and high blood glucose levels (65.1%). The bivariate results showed that there was a relationship between fat consumption patterns and sleep quality with cognitive function with eachpvalue0.03 and 0.035. Conclusion : This study shows that there is a relationship between fat consumption patterns and sleep quality with cognitive function in patients with type 2 diabetes mellitus at the Prolanis Health Center of West Purwokerto. | |
| 45151 | 48505 | K1A021010 | AMOBILISASI ENZIM UREASE DARI KACANG KEDELAI HITAM MENGGUNAKAN NANOPARTIKEL KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT | Enzim urease merupakan biokatalisator yang berperan dalam berbagai bidang industri, termasuk pertanian, medis, dan pengolahan limbah. Salah satu sumber alami urease yang potensial adalah kacang kedelai hitam. Penggunaan enzim dari kacang kedelai hitam dalam bentuk bebas memiliki keterbatasan stabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode amobilisasi urease dari kacang kedelai hitam yang telah difraksinasi menggunakan amonium sulfat dengan nanopartikel kitosan-tripolifosfat untuk meningkatkan stabilitas dan efisiensi enzim. Nanopartikel kitosan-tripolifosfat disintesis dan digunakan sebagai matriks untuk amobilisasi urease dengan optimasi konsentrasi kitosan dan tripolifosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amobilisasi urease menghasilkan aktivitas enzim tertinggi sebesar 1,546 U/g pada konsentrasi kitosan 0,7% dan tripolifosfat 1% dengan rata-rata ukuran partikel 1156,3 nm. Aktivitas optimum enzim amobil tercapai pada pH 7 dan suhu inkubasi 35 °C dengan aktivitas 1,538 U/g. Studi kinetika menunjukkan efisiensi reaksi enzimatis yang lebih baik dibandingkan enzim dalam bentuk bebas, dengan nilai Km 0,00354 M dan Vmax 2,146 ppm/menit. Analisis termodinamika enzim amobil menunjukkan energi aktivasi sebesar 16,859 kJ/mol, ∆H = 14,34 kJ/mol, ∆S = -0,195 kJ/mol, dan ∆G = 72,713 kJ/mol. Karakterisasi FTIR dan SEM-EDX menunjukkan keberadaan enzim urease serta perubahan komposisi unsur pada nanopartikel setelah diamobilisasi. Enzim yang diamobilisasi menggunakan nanopartikel kitosan-tripolifosfat dapat digunakan hingga enam kali dengan aktivitas residual sebesar 50,795%. | Urease enzyme is a biocatalyst that plays a crucial role in various industries, including agriculture, medicine, and waste treatment. One potential natural source of urease is black soybean. However, the use of free urease from black soybean has stability limitations. This study aims to develop an immobilization method for urease extracted from black soybean, fractionated using ammonium sulfate, and immobilized with chitosan-tripolyphosphate nanoparticles to enhance its stability and efficiency. Chitosan-tripolyphosphate nanoparticles were synthesized and utilized as a matrix for urease immobilization by optimizing the concentrations of chitosan and tripolyphosphate. The results indicate that urease immobilization achieved the highest enzyme activity of 1,546 U/g at chitosan concentration of 0,7% and a tripolyphosphate concentration of 1%, with an average particle size of 1156,3 nm. The optimum activity of the immobilized enzyme was observed at pH 7 and an incubation temperature of 35 °C with an activity of 1,538 U/g. Kinetic studies demonstrated a higher enzymatic reaction efficiency compared to free urease, with a Km value of 0,00354 M and Vmax of 2,146 ppm/minute. Thermodynamic analysis of the immobilized enzyme revealed activation energy of 16,859 kJ/mol, ∆H 14,34 kJ/mol, ∆S -0,195 kJ/mol, and ∆G 72,713 kJ/mol. FTIR and SEM-EDX characterization confirmed the presence of urease and changes in the elemental composition of the nanoparticles after immobilization. The immobilized urease using chitosan-tripolyphosphate nanoparticles remained functional for up to six cycles with a residual activity of 50.795%. | |
| 45152 | 48519 | I1E021033 | Analisis Pembinaan Prestasi Atlet Pencak Silat Dewasa Pada Perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate | Latar belakang: pembinaan prestasi olahraga adalah suatu upaya peningkatan prestasi melalui pencarian bakat, pembibitan, pengembangan dan pendidikan keolahragaan. Pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga yang mulai berkembang dan menunjukan pencapaian prestasi yang membanggakan, tentunya untuk terus dapat mencapai prestasi haruslah melakukan pembinan sedini mungkin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pembinaan prestasi yang dilakukan oleh perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate. Metodologi: penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan model pendekatan Context, Input, Process, Product (CIPP). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi sumber. Key informan pada penelitian ini adalah pengurus PSHT Cabang Kabupaten Brebes, atlet, pelatih, orang tua atlet dan masyarakat sekitar. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasil Penelitian: hasil penelitian menerangkan bahwa pembinaan yang dilaksanakan oleh PSHT Cabang Kabupaten Brebes dari aspek context sudah baik, ini ditunjukan dengan keseriusan pengurus cabang yang mempunyai tujuan untuk mencapai prestasi. Aspek input juga sudah berjalan baik sarana prasarana cukup memadai, ketersediaan SDM yang melimpah, pengelolaan dana yang baik dan dukungan dari orang tua serta masyarakat. Aspek process sudah baik hal ini didukung dengan program latihan yang baik. Dari aspek product juga baik dilihat dari prestasi 4 tahun terakhir yang mampu loloskan ke PORPROV dan selalu mendominasi di kejuaraan pencak silat Kabupaten Brebes. Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan CIPP, menyimpulkan bahwa program pembinaan yang dilakukan oleh perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kabupaten Brebes sudah berjalan dengan baik. Kata Kunci: Pembinaan Prestasi, Pencak Silat, PSHT, CIPP | Background: sports achievement coaching is an effort to improve performance through talent scouting, nurturing, development, and sports education. Pencak silat is one of the sports branches that is starting to develop and show impressive achievements, of course, to continue achieving accomplishments, it is necessary to conduct training as early as possible. The purpose of this research is to understand the achievement training conducted by the Persaudaraan Setia Hati Terate organization. Methodology: this research is a qualitative descriptive study, using the Context, Input, Process, Product (CIPP) model approach. Data collection techniques used include observation, interviews, documentation, and source triangulation. The key informants in this study are the PSHT Management of Brebes Regency, athletes, coaches, athletes' parents, and the surrounding community. Data analysis uses the Miles and Huberman model. Research Results: The research results explain that the training conducted by PSHT in Brebes Regency from the context aspect is good, as evidenced by the seriousness of the branch management who have the goal of achieving achievements. The input aspect is also running well, with adequate facilities and infrastructure, abundant human resources, good fund management, and support from parents and the community. The process aspect is good, supported by a well-structured training program. And from the product aspect, it is also good, as seen from the achievements of the last 4 years, which have managed to qualify for PORPROV and always dominate the pencak silat championships in Brebes Regency. Conclusion: based on the research results using the CIPP approach, it is concluded that the coaching program conducted by the Persaudaraan Setia Hati Terate in Brebes Regency has been running well. Keywords: Achievement Development, Pencak Silat, PSHT, CIPP | |
| 45153 | 48518 | I1D021035 | Hubungan Antara Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik, dan Kualitas Tidur dengan Kejadian Hiperkolesterolemia (Case Control Study pada Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman) | Latar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolisme lemak yang dapat memicu masalah kardiovaskular lain seperti penyakit jantung koroner (PJK). Seiring berkembangnya zaman, hiperkolesterolemia dapat terjadi pada usia muda. Tingginya prevalensi hiperkolesterolemia pada usia muda disebabkan karena adanya perubahan pola makan dan pola hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubugan konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan kualitas tidur terhadap kejadian hiperkolesterolemia pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi : Penelitian case control terhadap 72 mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman yang dipilih dengan metode purposive sampling dan matching status tempat tinggal. Pengambilan data menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) untuk mengetahui kadar kolesterol serta wawancara untuk mengumpulkan data frekeunsi konsumsi fast food menggunakan kuesioner FFQ Fastfood, tingkat aktivitas fisik menggunakan IPAQ, dan kualitas tidur menggunakan PSQI. Analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil Penelitian : Terdapat hubungan antara konsumsi fastfood (p = 0,000; OR = 7,95; CI = 2,760 – 22,924) dan kualitas tidur (p = 0,002; OR = 7,15; CI = 2,096 – 24,446) dengan kejadian hiperkolesterolemia pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman, sedangkan aktivitas fisik tidak memiliki hubungan dengan kejadian hiperkolesterolemia pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman (p = 0,312). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara konsumsi fastfood dan kualitas tidur dengan kejadian hiperkolesterolemia pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hiperkolesterolemia pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. | Background : Hypercholesterolemia is lipid metabolism abnormality that leading other cardiovascular problems such as coronary heart disease (CHD). Hypercholesterolemia may occur in young adults. The high prevalence of hypercholesterolemia at a young age is due to changes in diet and lifestyle. This study aims to determine the relationship of fast food consumption, physical activity, and sleep quality to the incidence of hypercholesterolemia in female students of Jenderal Soedirman University. Methode : Case control method with a sample of 72 female students of Jenderal Soedirman University selected by purposive sampling with matching student residential status. Data collected are total cholesterol levels using Point of Care Testing (POCT), fast food consumption with Food Frequency Questionnaire, physical activity levels with IPAQ, and sleep quality with PSQI. Bivariate analysis was performed with chi square test. Result : The results of this study showed that there was a relationship between fast food consumption (p = 0,000; OR = 7,95; CI = 2,760 – 22,924) and sleep quality (p = 0,002; OR = 7,15; CI = 2,096 – 24,446) with the incidence of hypercholesterolemia in female students of Jenderal Soedirman University. However physical activity had no relationship with the incidence of hypercholesterolemia in female students of Jenderal Soedirman University (p = 0,312).. Conclusion : There was a relationship between fast food consumption and sleep quality with the incidence of hypercholesterolemia in female students of Jenderal Soedirman University. There is no relationship between physical activity with the incidence of hypercholesterolemia in female students. | |
| 45154 | 48521 | E1A021073 | PELAKSANAAN PROGRAM REUNIFIKASI KELUARGA BAGI ANAK TERLANTAR DALAM RANGKA PENANGANAN PENYAKIT MASYARAKAT (Studi di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap) | Penelitian ini mempunyai 2 (dua) tujuan yaitu menganalisis pelaksanaan program reunifikasi keluarga bagi anak terlantar dalam rangka penanganan penyakit masyarakat dan menganalisis faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pelaksanaan program reunifikasi keluarga bagi anak terlantar dalam rangka penanganan penyakit masyarakat di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu wawancara dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program reunifikasi keluarga bagi anak terlantar oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap telah diatur dengan baik, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala-kendala. Hal tersebut dapat dilihat melalui 5 (lima) parameter meliputi: penelusuran keluarga asal, verifikasi dan validasi data, asesmen, penyiapan keluarga, dan serah terima ke keluarga asal. Dari ke-5 (lima) parameter tersebut, parameter yang sudah baik yaitu parameter penelusuran keluarga asal, verifikasi dan validasi data, dan asesmen. Sedangkan untuk parameter yang belum maksimal yaitu parameter penyiapan keluarga asal dan parameter serah terima anak terlantar dan pemantauan. Pelaksanaan program reunifikasi keluarga bagi anak terlantar dalam rangka penanganan penyakit masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung seperti adanya rumah singgah, pekerja sosial yang ahli dalam bidangnya, faktor masyarakat yang aktif dalam membantu proses penelusuran keluarga, adanya kerjasama antar stakeholder, serta beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan jumlah pekerja sosial, anak terlantar menolak aturan, serta pola pikir keluarga menganggap panti solusi terbaik. | This research has 2 (two) objectives, namely analyzing the implementation of the family reunification program for abandoned children in the context of handling community diseases, and analyzing the factors that encourage and hinder the implementation of the family reunification program for abandoned children in the context of handling community diseases at the Cilacap Regency Social Service, Women's Empowerment and Child Protection. This research uses empirical juridical research methods. The data used in this research are primary data, namely interviews and secondary data. The results showed that the implementation of the Family Reunification Program for Displaced Children by the Cilacap Regency Social Service, Women's Empowerment and Child Protection has been well regulated, but in its implementation there are still obstacles, this can be seen through 5 (five) parameters including: tracing the family of origin, verification and validation of data, assessment, family preparation, and handover to the family of origin. Of the 5 (five) parameters, the parameters that have been good are the parameters of tracing the family of origin, verification and validation of data, and assessment. Meanwhile, the parameters that have not been maximized are the parameters of preparing the family of origin and the parameters of handing over abandoned children and monitoring. The implementation of the Family Reunification Program for Displaced Children in the Context of Handling Community Diseases is influenced by several supporting factors such as the existence of halfway houses, social workers who are experts in their fields, active community factors in helping the family tracing process, cooperation between stakeholders, as well as several inhibiting factors such as the limited number of social workers, displaced children refusing rules, and the mindset of families considering orphanages the best solution. | |
| 45155 | 48522 | F1C021058 | PERAN SCRIPTWRITER DALAM PENCIPTAAN KARYA VIDEO”LESTARI:KETULUSAN PENGRAJIN WAYANG” SEBUAH VIDEO FEATURE TENTANG PELESTARIAN TRADISI DAN BUDAYA WAYANG DI KARANGTENGAH BANYUMAS | Di era modern ini banyak generasi muda yang aktif dalam dunia gadget seperti sosial media dan game online. Hingga mereka melupakan tradisi dan budaya peninggalan sejarah yaitu wayang. Bapak miarto adalah seorang pengrajin wayang yang masih aktif dalam pengrajinan wayang di desa karang tengah banyumas. Beliau membuat wayang bukan dari kulit hewani ataupun kayu jati, tetapi dari bahan kardus duplex yang masih layak digunakan. Penciptaan karya ini bertujuan untuk memperkenalkan sosok bapak miarto sebagai pengrajin wayang kardus, melalui Karya Video Feature “Lestari:Keikhlasan Pengrajin Wayang” dengan durasi 15 menit 8 detik. Karya video feature ini menceritakan alur dari permasalahan generasi muda dengan kurangnya minat pada tradisi dan budaya wayang. Tetapi, narasumber dengan usai nya yang cukup tua masih aktif untuk membuat kerajin wayang dengan modifikasi dengan bahan kardus menjadi wayang kardus dan disampaikan juga oleh pihak-pihak narasumber lainnya dan disampikan juga melalui Voice Over oleh pencipta karya. | In this modern era, many young generations are active in the world of gadgets such as social media and online games. Until they forget the traditions and culture of historical heritage, namely wayang. Mr. Miarto is a wayang craftsman who is still active in wayang crafts in Karang Tengah Village, Banyumas. He makes wayang not from animal skin or teak wood, but from duplex cardboard that is still suitable for use. The creation of this work aims to introduce the figure of Mr. Miarto as a cardboard wayang craftsman, through the Video Feature Work "Lestari: Keikhlasan Pengrajin Wayang" with a duration of 15 minutes 8 seconds. This video feature work tells the story of the problems of the younger generation with a lack of interest in the tradition and culture of wayang. However, the resource person with his fairly old age is still active in making wayang crafts with modifications with cardboard materials into cardboard wayang and is also conveyed by other resource persons and also conveyed through Voice Over by the creator of the work | |
| 45156 | 48523 | F1C021078 | PERAN DIRECTOR OF PHOTOGRAPHY PENCIPTAAN KARYA “LESTARI: KETULUSAN PENGRAJIN WAYANG” SEBUAH VIDEO FEATURE TENTANG PELESTARIAN TRADISI DAN BUDAYA WAYANG DI KARANGTENGAH BANYUMAS | Di era modern ini banyak generasi muda yang aktif dalam dunia gadget seperti sosial media dan game online. Hingga mereka melupakan tradisi dan budaya peninggalan sejarah yaitu wayang. Bapak miarto adalah seorang pengrajin wayang yang masih aktif dalam pengrajinan wayang di desa karang tengah banyumas. Beliau membuat wayang bukan dari kulit hewani ataupun kayu jati, tetapi dari bahan kardus duplex yang masih layak digunakan. Penciptaan karya ini bertujuan untuk memperkenalkan sosok bapak miarto sebagai pengrajin wayang kardus, melalui Karya Video Feature “Lestari:Ketulusan Pengrajin Wayang” dengan durasi 15 menit 8 detik. Karya video feature ini menceritakan alur dari permasalahan generasi muda dengan kurangnya minat pada tradisi dan budaya wayang. Tetapi, narasumber dengan usai nya yang cukup tua masih aktif untuk membuat kerajin wayang dengan modifikasi dengan bahan kardus menjadi wayang kardus dan disampaikan juga oleh pihak-pihak narasumber lainnya dan disampikan juga melalui Voice Over oleh pencipta karya | In this modern era, many young generations are active in the world of gadgets such as social media and online games. Until they forget the traditions and culture of historical heritage, namely wayang. Mr. Miarto is a wayang craftsman who is still active in wayang crafts in Karang Tengah Village, Banyumas. He makes wayang not from animal skin or teak wood, but from duplex cardboard that is still suitable for use. The creation of this work aims to introduce the figure of Mr. Miarto as a cardboard wayang craftsman, through the Video Feature Work "Lestari: Keikhlasan Pengrajin Wayang" with a duration of 15 minutes 8 seconds. This video feature work tells the story of the problems of the younger generation with a lack of interest in the tradition and culture of wayang. However, the resource person with his fairly old age is still active in making wayang crafts with modifications with cardboard materials into cardboard wayang and is also conveyed by other resource persons and also conveyed through Voice Over by the creator of the work. | |
| 45157 | 48526 | J0A021052 | TRANSLATING THE COMPANY PROFILE E-BOOKLET OF “SAHABAT WISATA” TOUR & TRAVEL PURWOKERTO | Laporan ini membahas tentang penerjemahan e-booklet profil “Sahabat Wisata Tour & Travel Purwokerto (Sawit)”. Penerjemahan dilakukan sebagai projek praktik kerja yang dilaksanakan pada tanggal 20 April hingga 20 Juli tahun 2024. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan e-booklet profil “Sawit”, menerapkan ilmu penerjemahan yang didapatkan selama kuliah, dan menjelaskan kendala serta solusi dalam menerjemahkan e-booklet tersebut. Penerjemahan dilakukan guna membantu “Sawit” menjangkau calon klien internasional, meningkatkan brand awareness perusahaan, dan membangun kredibilitas perusahaan di pasar internasional. Proyek penerjemahan dilakukan berdasarkan teori proses penerjemahan oleh Nida dan Taber, serta teori teknik penerjemahan oleh Molina dan Albir. Metode yang dignakan dalam proyek penerjemahan ini adalah observasi, wawancara, dan hands on practice. Dalam pelaksanaannya, penerjemahan dilakukan melalui proses analisis, transfer, dan restrukturisasi. Teks diterjemahkan menggunakan delapan (8) teknik penerjemahan yakni amplifikasi linguistik, variasi, literal, peminjaman, transposisi, padanan lazim, reduksi, dan amplifikasi. Kendala yang dihadapi dalam menerjemahkan e-booklet tersebut salah satunya adalah sulitnya menghasilkan terjemahan yang berterima meskipun terdapat beberapa kesalahan dalam teks sumber seperti pencampuran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, heading yang tidak sesuai dengan isi, dan pemborosan kata. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan meminimalisir penggunaan teknik penerjemahan literal, serta mengoptimalkan penggunaan teknik lainnya yang dapat menghasilkan terjemahan yang lebih natural seperti teknik variasi. Dari laporan ini, dapat disimpulkan bahwa menerjemahkan tidak semata-mata mengubah teks dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Dibutuhkan pengetahuan dan praktik untuk menerjemahkan teks terutama e-booklet profil perusahaan. Perbaikan teks sumber oleh pemilik teks sebelum proses penerjemahan sangat disarankan karena hal ini dapat mempermudah proses penerjemahan. Selain itu, memperluas pengetahuan dan memperbanyak praktik penerjemahan juga sangat dianjurkan bagi seorang penerjemah. | This report discusses the translation of the company profile e-booklet for “Sahabat Wisata Tour & Travel Purwokerto (Sawit)”. The translation was carried out as a job training project conducted from April 20 to July 20, 2024. The purposes of this job training are to translate the company profile e-booklet, apply the translation knowledge gained during college, and explain the challenges and solutions encountered during the translation process of the e-booklet. This translation aims to help “Sahabat Wisata” reach potential international clients, enhance the company’s brand awareness, and build its credibility in the international market. The translation is conducted based on the translation process theory by Nida and Taber, as well as the translation techniques theory by Molina and Albir. The methods used in this translation project includes observation, interviews, and hands-on practice. In its implementation, the translation was carried out through the processes of analysis, transfer, and restructuring. The text was translated using eight (8) translation techniques, namely linguistic amplification, variation, literal translation, borrowing, transposition, established equivalent, reduction, and amplification. One of the challenges faced in translating the e-booklet was the difficulty in producing an acceptable translation, despite several errors in the source text, such as the mixing of Indonesian and English, headings that does not match the content, and wordiness. The solution to overcome these challenges was to minimize the use of the literal translation technique and optimize the use of other techniques that could produce more natural translations, such as the variation technique. From this report, it can be concluded that translation is not merely about converting text from a source language to target language. It requires knowledge and practice of translation to effectively translate texts, especially a company profile e-booklet. Improvements to the source text by the text owner prior to the translation process are highly recommended, as this can facilitate the translation process. Additionally, expanding knowledge and gaining more translation practice are strongly encouraged for translators. | |
| 45158 | 48527 | A1D021125 | Uji Konsorsium Bacillus sp. Rhizosfer Padi Terhadap Penekanan Penyakit Hawar Daun Bakteri dan Peningkatan Pertumbuhan Padi | Hawar daun bakteri (HDB) merupakan salah satu penyakit utama tanaman padi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Salah satu teknik pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan pemanfaatan konsorsium Bacillus sp. rhizosfer. Tujuan penelitian ini yaitu (a) Mengetahui konsorsium Bacillus sp. rhizosfer untuk penekanan penyakit hawar daun bakteri dan pertumbuhan padi; (b) Mendapatkan konsorsium Bacillus sp. terbaik dalam penekanan penyakit hawar daun bakteri dan pertumbuhan padi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, dan di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2024 sampai Agustus 2024. Tahapan awal penelitian ini yaitu peremajaan Bacillus sp., kemudian dilanjutkan dengan penyiapan formula Bacillus sp., budidaya tanaman padi, aplikasi perlakuan, serta pengamatan dan analisis akhir. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 9 perlakuan yaitu K = kontrol, A = Bacillus sp. T2T4, B = Bacillus sp. T2T8, C = Bacillus sp. T2T9, D = Bacillus sp. T4T8, E = Bacillus sp. T4T9, F = Bacillus sp. T8T9, G = Bacillus sp. T2T4T8, dan H = Bacillus sp. T2T4T8T9. Teknik pengambilan dan analisis data menggunakan uji ragam ANOVA yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test/DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsorsium Bacillus sp. rhizosfer dapat menekan penyakit hawar daun bakteri yang ditunjukkan dengan intensitas penyakit yang berkisar antara 27,77% - 42,59%, laju infeksi yang berkisar antara 0,010 – 0,023 per unit per hari, dan AUDPC yang berkisar antara 56,93 – 79,61 %.hari, serta meningkatkan pertumbuhan padi yang ditunjukkan oleh tinggi tanaman yang berkisar antara 86,44 – 95,1 cm dan jumlah anakan yang berkisar antara 28,04 – 20,08 anakan. Konsorsium Bacillus sp. rhizosfer yang memberikan hasil terbaik pada penekanan penyakit hawar daun bakteri adalah isolat T2T4T8T9 yang ditunjukkan dengan nilai intensitas penyakit sebesar 27,77%, laju infeksi sebesar 0,0,10 per unit per hari, dan AUDPC sebesar 56,93%.hari. Konsorsium Bacillus sp. yang memberikan hasil terbaik pada peningkatan pertumbuhan tanaman padi adalah isolat T4T9 yang ditunjukkan dengan tinggi tanaman sebesar 95,1 cm dan isolat T2T4 yang ditunjukkan dengan jumlah anakan sebanyak 20,08 anakan. | Bacterial leaf blight (BLB) is one of the main diseases affecting rice plants, caused by the gram-negative bacterium Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo).One of the techniques for controlling this disease can be done by utilizing a consortium of Bacillus sp. rhizosphere.The objectives of this research are (a) to determine the consortium of Bacillus sp. rhizosphere for the suppression of bacterial leaf blight disease and rice growth; (b) to obtain the best consortium of Bacillus sp. for the suppression of bacterial leaf blight disease and rice growth.The research was conducted at the Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, and in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency.The research was conducted from May 2024 to August 2024.The initial stages of this research are the rejuvenation of Bacillus sp., followed by the preparation of the Bacillus sp. formula, rice plant cultivation, treatment application, and final observation and analysis.This research was conducted using a randomized block design (RBD) consisting of 9 treatments: K = control, A = Bacillus sp. T2T4, B = Bacillus sp. T2T8, C = Bacillus sp. T2T9, D = Bacillus sp. T4T8, E = Bacillus sp. T4T9, F = Bacillus sp. T8T9, G = Bacillus sp. T2T4T8, and H = Bacillus sp. T2T4T8T9.The data collection and analysis technique used the ANOVA variance test followed by the Duncan's Multiple Range Test (DMRT).The research results show that the Bacillus sp. rhizosphere consortium can suppress bacterial leaf blight disease, indicated by disease intensity ranging from 27.77% to 42.59%, infection rates ranging from 0.010 to 0.023 per unit per day, and AUDPC ranging from 56.93 to 79.61%.day, as well as improve rice growth, indicated by plant heights ranging from 86.44 to 95.1 cm and the number of tillers ranging from 28.04 to 20.08 tillers.The Bacillus sp. rhizosphere consortium that provided the best results in suppressing bacterial leaf blight disease was the T2T4T8T9 isolate, indicated by a disease intensity value of 27.77%, an infection rate of 0.010 per unit per day, and an AUDPC of 56.93% .day.The Bacillus sp. consortium that provided the best results in enhancing rice plant growth was the T4T9 isolate, indicated by a plant height of 95.1 cm, and the T2T4 isolate, indicated by a number of tillers amounting to 20.08 tillers | |
| 45159 | 48528 | J1A021017 | Analysis of stuttering and associated behaviors in the Matice Ahnjamine youtube channel. | Gangguan bicara adalah kondisi yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk menghasilkan ujaran secara normal. Penelitian ini menyelidiki jenis-jenis gagap dan perilaku yang menyertainya yang ditampilkan oleh seorang YouTuber, Matice Ahnjamine, yang membagikan pengalamannya sebagai seorang yang gagap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan data dikumpulkan dari tiga video YouTube: “Two Stutters Talk About Dating: Quarantine Edition,” “Stuttering in A Pandemic and Other Questions,” dan “Stuttering and Siblings: A Mukbang Q&A.” Terdapat 112 ujaran yang mengandung jenis gagap yang dikumpulkan dari video Matice. Jenis-jenis tersebut meliputi pengulangan sebagian kata, pengulangan kata, pengulangan frasa, perpanjangan suara, penyumbatan (blocking), dan sisipan (interjection). Sisipan dan pengulangan kata merupakan jenis yang paling sering muncul dalam ujarannya, sedangkan pengulangan frasa adalah yang paling jarang. Terdapat 197 perilaku yang menyertai gagap, di antaranya gerakan tubuh dan lengan, gerakan kepala, serta perilaku mata. Perilaku mata merupakan perilaku yang paling sering muncul saat ia gagap. Penelitian ini menyoroti kompleksitas gagap dalam media digital dan menyarankan agar penelitian lebih lanjut mengenai penutur yang beragam dan konten digital dapat memperkaya pemahaman tentang bagaimana gagap dialami dan diekspresikan di ruang publik daring. | Speech Disorder is a condition that affects an individual’s ability to produce speech normally. This study investigates the types of stuttering and associated behaviors displayed by a YouTuber, Matice Ahnjamine, who shares her experiences with stuttering. This study used a descriptive qualitative method, and the data were collected from three YouTube videos: “Two Stutters Talk About Dating: Quarantine Edition,” “Stuttering in A Pandemic and Other Questions,” and “Stuttering and Siblings: A Mukbang Q&A.” There were 112 utterances of types of stuttering collected from Matice’s videos. There was part-word repetition, word repetition, phrase repetition, prolongation, blocking, and interjection. Interjections and word repetition occur frequently in her utterances; phrase repetition is the least. There were 197 associated behaviors. There were torso and arm movements, head behavior, and eye behavior. Eye behavior is the most frequently associated behavior while she is stuttering. This study highlights the complexity of stuttering in media digital and suggests that further studies on diverse speakers and digital content can enrich the understanding of how stuttering is experienced and expressed in the public online space. | |
| 45160 | 48529 | A1D021055 | Potensi Formula Konsorsium Bacillus sp. Asal Rhizosfer Padi Terhadap Penekanan Penyakit Blas | Penyakit blas merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi yang disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan aplikasi formula konsorsium Bacillus sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula konsorsium Bacillus sp. asal rhizosfer terhadap penekanan penyakit blas, dan mendapatkan formula konsorsium Bacillus sp. terbaik dalam menekan penyakit blas. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, serta Lahan Sawah di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Waktu penelitian dimulai pada bulan April hingga Agustus 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati antara lain intensitas penyakit, indeks penyakit, laju infeksi, AUDPC (Area Under the Disease Progress Curve), tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, kandungan klorofil, dan serapan N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula konsorsium Bacillus sp. dapat menekan penyakit blas padi dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Perlakuan H atau konsorsium T2T4T8T9 merupakan perlakuan terbaik dan potensial untuk menekan perkembangan penyakit blas pada tanaman padi. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan variabel intensitas penyakit dan laju infeksi dengan nilai terendah serta variabel tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, dan total klorofil daun dengan nilai tertinggi dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan lainnya. Perlakuan H memiliki intensitas penyakit sebesar 13.07% dengan laju infeksi sebesar 0.0022 per unit/hari. Perlakuan H memiliki tinggi tanaman sebesar 108.73 cm dengan anakan produktif sejumlah 19.67, dan total klorofil sebesar 46.98 mg L-1. | Blast disease is one of the important diseases of rice plants caused by the fungus Pyricularia grisea. One of the efforts that can be made to overcome these problems is the application of Bacillus sp. consortium formula. This research aims to determine the effect of Bacillus sp. consortium formula of rhizosphere origin on the suppression of blast disease, and get the best Bacillus sp. consortium formula in suppressing blast disease. This research was conducted at Laboratory of Plant Protection and Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, and Rice Fields in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency. The research was conducted from April to August 2024. The method used in this research was Randomised Group Design (RAK) consisting of 9 treatment levels and 3 replications. Variables observed included disease intensity, disease index, infection rate, AUDPC (Area Under the Disease Progress Curve), plant height, number of productive tillers, chlorophyll content, and N uptake. The results showed that the Bacillus sp. consortium formula could suppress rice blast disease and increase plant growth. Treatment H or consortium T2T4T8T9 is the best and potential treatment to suppress the development of blast disease in rice plants. This is indicated by the results of the calculation of the variable disease intensity and infection rate with the lowest value and the variable plant height, number of productive tillers, and total leaf chlorophyll with the highest value compared to the control and other treatments. Treatment H had a disease intensity of 13.07% with an infection rate of 0.0022 per units/day. Treatment H had a plant height of 108.73 cm with productive tillers of 19.67, and total chlorophyll of 46.98 mg L-1. |