Home
Login.
Artikelilmiahs
48596
Update
NOVITASARI
NIM
Judul Artikel
Problematika Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah Dalam Praktik Pernikahan Pada Masyarakat Muslim Di Kelurahan Blimbing
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pada saat ini pendaftaran dapat dilaksanakan secara online melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika aplikasi sistem informasi manajemen nikah dalam praktik pernikahan pada masyarakat muslim di Kelurahan Blimbing. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi masyarakat Kelurahan Blimbing ialah terdapat kategori sedikit memahami, memahami, dan sangat memahami mengenai aplikasi SIMKAH. Penerapan aplikasi SIMKAH dalam praktik pernikahan digunakan oleh masyarakat muslim yakni calon pengantin, pengantin yang sudah menikah, keluarga calon pengantin, serta kepala KUA Kecamatan Paciran. Problematika aplikasi SIMKAH adalah sebagian masyarakat muslim kurang memahami aplikasi SIMKAH, masalah tidak sinkronnya data, janda dibawah 19 tahun diminta surat izin dispen dari Pengadilan Agama dan tidak ada menu hapus ketika sudah masuk cetak akta nikah atau setelah selesai pemeriksaan yang batal menikah. Peran pemerintah dalam menangani problematika tersebut adalah memberikan sosialisasi, bimbingan, pendampingan, dan evaluasi secara berkalan. Kesimpulannya adalah problematika aplikasi SIMKAH dalam praktik pernikahan pada masyarakat muslim di Kelurahan Blimbing perlu untuk diatasi disertai bantuan oleh pemerintah agar praktik pernikahan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Currently registration can be done online through the Marriage Management Information System (SIMKAH) application. This study aims to identify problems of the application of marriage management information systems in marriage practices in the muslim community in Blimbing Village. This study uses a descriptive qualitative research method. Data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentatiton. Data analysis tchniques through data collection, data condensation, data presentation, and conclusions. The results of the study indicate that the condition of the Blimbing Village community is that there are categories of understanding a little, understanding, and very understanding of the SIMKAH application. The application of the SIMKAH application in marriage practices is used by the Muslim community, namely prospective brides and grooms, married brides and grooms, families of prospective brides and grooms, and the head of the KUA Paciran District. The problems with the SIMKAH application are that some muslims do not understand the SIMKAH application, the problem of data unsynchronization, widows under 19 years old are asked for a dispen permit from the religious court and there is no delete menu when the marriage certificate has been printed or after the examination is complete which is canceled. The role of the government in dealing with these problems is to provide socialization, guidance, assistance, and periodic evaluation. The conclusion is that the problematic application of SIMKAH in marriage practices in the muslim community in Blimbing Village needs to be resolved with assistance from the government so that marriage practices can run well and smoothly.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save