Artikelilmiahs
Menampilkan 45.121-45.140 dari 48.758 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45121 | 48489 | C1L021005 | Pengaruh Kecerdasan Emosional, Status Sosial Ekonomi, dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap Kesiapan menjadi Guru pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan kepada mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, status sosial ekonomi, dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap kesiapan menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2021 dan 2022 yang sudah lulus mata kuliah microteaching sebanyak 94 mahasiswa. Teknik penentuan sampel yaitu total sampling dan analisis data berupa uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan SPSS. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup, wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa 1) Kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap kesiapan menjadi guru, 2) Status sosial ekonomi berpengaruh positif terhadap kesiapan menjadi guru, 3) Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) berpengaruh positif terhadap kesiapan menjadi guru. | This is a quantitative study conducted ton students of Economics Education at Jenderal Soedirman University with the aim of analyzing the influence of emotional intelligence, socio-economic status, and Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) on the readiness to become teachers in Economics Education students. The population taken in this study were economics education students from the 2021 and 2022 intakes who had passed the microteaching course, totaling 94 students. The sampling technique was total sampling and data analysis in the form of instrument tests, classical assumption tests, and hypothesis tests using SPSS. The data collection technique in this study used closed questionnaires, interviews, and documentation. In this study, the results obtained were that 1) Emotional intelligence has a positive effect on readiness to become teachers, 2) Socio-economic status has a positive effect on readiness to become teachers, 3) Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) has a positive effect on readiness to become teachers. | |
| 45122 | 48342 | B1A021100 | Kandungan Polifenol Daun Lobak (Raphanus sativus L.) pada Media Salin dengan Penambahan Metil Jasmonat | Tanaman lobak (Raphanus sativus L.) memiliki manfaat pada bidang kesehatan karena kandungan polifenol yang dimiliki dan banyak ditemukan pada bagian daun. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan intensifikasi budidaya lobak untuk meningkatkan produksi lobak. Upaya tersebut dengan memanfaatkan media salin untuk budidaya tanaman lobak. Kendati demikian, budidaya pada media salin mempengaruhi kondisi fisiologis, morfologi, dan biokimia tanaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meminimalkan dampak negatif cekaman salinitas seperti cekaman osmotik, toksisitas ion, dan peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS), dengan menambahkan Metil Jasmonat (MJ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi NaCl dengan Metil Jasmonat terhadap kandungan polifenol daun lobak dan menentukan konsentrasi NaCl yang dapat meningkatkan kandungan polifenol daun lobak dengan penambahan Metil Jasmonat. Penelitian dilakukan di Greenhouse dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial. Penelitian dilakukan dari bulan November 2024 hingga Februari 2025. Adapun variabel terikat pada penelitian ini adalah kandungan polifenol daun lobak dan variabel bebasnya adalah konsentrasi penambahan NaCl dan Metil Jasmonat. Parameter utama penelitian yang diukur adalah kadar polifenol total daun lobak. Parameter pendukung yang diukur antara lain bobot basah, bobot kering, laju pertumbuhan daun, luas daun, jumlah daun, panjang dan lebar daun. Metode analisis yang digunakan adalah two-way anova dengan taraf signifikansi 5% dan 1%. Hasil yang didapatkan berpengaruh sangat nyata pada taraf signifikansi 1%, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan 200 mM NaCl dengan penambahan 100 µM Metil Jasmonat dan termasuk perlakuan terbaik untuk meningkatkan kandungan polifenol daun lobak sebesar 15,38 mg/mL. | The radish plant (Raphanus sativus L.) has benefits in the health field because of the polyphenol content it has, which is widely found in the leaves. In this regard, it is necessary to intensify radish cultivation to increase radish production. This effort is by utilizing saline media for the cultivation of radish plants. However, cultivation in saline media affects the physiological, morphological, and biochemical conditions of plants. Therefore, efforts are needed to minimize the negative impact of salinity stress such as osmotic stress, ion toxicity, and an increase in Reactive Oxygen Species (ROS), by adding Methyl Jasmonate (MJ). This study aims to determine the effect of NaCl interaction with Methyl Jasmonate on the polyphenol content of horseradish leaves and determine the concentration of NaCl that can increase the polyphenol content of horseradish leaves with the addition of Methyl Jasmonate. The research was conducted in the Greenhouse and Plant Physiology Laboratory, Faculty of Biology, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto using a Completely Randomized Design with a Factorial pattern. The research was conducted from November 2024 to February 2025. The dependent variable in this study is the polyphenol content of radish leaves and the independent variable is the concentration of NaCl and Methyl Jasmonate addition. The main research parameter measured was the total polyphenol content of radish leaves. Supporting parameters measured included wet weight, dry weight, leaf growth rate, leaf area, number of leaves, leaf length, and width. The analysis method used was two-way ANOVA with a significance level of 5% and 1%. The results obtained had a very significant effect at the 1% significance level, then continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The results showed an interaction between the treatment of 200 mM NaCl with the addition of 100 µM Methyl Jasmonate and included the best treatment to increase the polyphenol content of radish leaves by 15.38 mg/mL. | |
| 45123 | 48490 | J1E021053 | THE ROLE OF USING MODEL UNITED NATIONS AS AN ENGLISH LEARNING MODEL FOR INTERNATIONAL RELATION STUDENTS (A Case Study of ESP Implementation in International Relation Students Study Program Batch 2022 at Universitas Jenderal Soedirman) | Model United Nations (MUN) merupakan model pembelajaran yang berbentuk simulasi peran yang meniru diplomasi internasional untuk menyelesaikan isu-isu dunia nyata. Banyak mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Jenderal Soedirman yang menghadapi kesulitan dalam penguasaan bahasa Inggris, khususnya dalam keterampilan membaca dan berbicara, meskipun sudah terdapat mata kuliah bahasa Inggris. Untuk mengatasi tantangan tersebut, MUN diimplementasikan sebagai model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL) dalam kurikulum Hubungan Internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran MUN sebagai model pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa Hubungan Internasional dengan mengidentifikasi kebutuhan target mereka dalam konteks ESP serta menganalisis mengapa MUN dapat menjadi model pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan analisis tematik, mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga mahasiswa Hubungan Internasional yang memiliki tingkat kemahiran bahasa Inggris berbeda (A2, B1, dan B2), seorang pengembang kurikulum, dan seorang asisten praktikum. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber data dan teori, dengan analisis kebutuhan berdasarkan kerangka kerja Hutchinson dan Waters, serta didukung oleh Hipotesis Affective Filter dari Krashen dan Hipotesis Output dari Swain. Temuan penelitian menunjukkan bahwa MUN menyediakan konteks penggunaan bahasa Inggris yang autentik, mendorong keterampilan berbicara aktif dan berpikir kritis, serta menciptakan lingkungan belajar dengan tingkat kecemasan rendah. Para partisipan menunjukkan peningkatan dalam kompetensi linguistik, kepercayaan diri, dan keterampilan komunikasi, yang mengindikasikan bahwa MUN cocok untuk memenuhi kebutuhan kognitif dan afektif, sehingga menjadikannya model yang sangat sesuai untuk pembelajaran ESP dalam pembelajaran Bahasa inggris untuk Hubungan Internasional. | Model United Nations (MUN) is a learning model consisting of role-playing simulations that replicate international diplomacy to solve real-world issues. Many International Relations students at Universitas Jenderal Soedirman struggle with English proficiency, particularly in reading and speaking skills, despite existing English courses. To address these challenges, MUN has been implemented as a project-based learning (PBL) model within the International Relations curriculum. This study aims to investigate the role of using MUN as an English learning model for International Relations students by identifying their target needs in the ESP context and analyzing why using MUN can serve as a suitable learning model. This research employed a qualitative case study method with thematic analysis, collecting data through semi-structured interviews with three International Relations students of varying English proficiency levels (A2, B1, and B2), a curriculum developer, and a practicum assistant. The data were validated through triangulation by data source and theory, with needs analysis based on Hutchinson and Waters’ framework, supported by Krashen’s Affective Filter Hypothesis and Swain’s Output Hypothesis. The findings revealed that the used of MUN provides an authentic context for English use, encourages active speaking and critical thinking, and fosters a low-anxiety learning environment. Participants showed improvements in linguistic competence, confidence, and communication skills, indicating that MUN is suitable to addresses both cognitive and affective needs, making it a highly suitable model for ESP learning in International Relations education. | |
| 45124 | 48491 | J1D021026 | Analisis Kesalahan Konjungsi pada Laman Berita unsoed.ac.id | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan konjungsi dalam penulisan berita yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan makna serta perbaikan kesalahan penggunaan konjungsi pada laman berita unsoed.ac.id periode Juli–September 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan bentuk dan makna pada penggunaan konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi antarkalimat, dan konjungsi antarparagraf yang mengakibatkan kalimat menjadi tidak efektif. Maka dari itu, dibutuhkan perbaikan penggunaan konjungsi pada berita dalam laman unsoed.ac.id periode Juli–September 2024 agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas oleh pembaca. | This research is motivated by the application of conjunctions in news writing that deviates from linguistic norms. The objective of this research is to examine and describe the forms, meanings, and corrections of conjunction errors found on the unsoed.ac.id news portal during the period from July to September 2024. The findings indicate the presence of errors in form and meaning across various conjunction types, including coordinating, subordinating, correlative, inter-sentence, and inter-paragraph conjunctions, which compromise sentence effectiveness. Consequently, rectifying conjunction usage in news articles on the unsoed.ac.id portal during the period from July to September 2024 is essential to ensure clear communication of information to readers. | |
| 45125 | 48493 | L1A020044 | PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN TOTAL FENOLIK PADA Padina australis SEGAR DAN KERING DARI PANTAI KRAKAL | Padina australis diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti fenol dan karotenoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan dan kandungan total fenolik dari ekstrak P. australis segar dan kering yang diperoleh dari Pantai Krakal, Yogyakarta. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak segar memiliki persen inhibisi lebih tinggi sebesar 21,02%–86,13% dan nilai IC₅₀ sebesar 199 µg/mL. Sementara itu, ekstrak kering memiliki persen inhibisi sebesar 8,81%–33,00% dan IC₅₀ sebesar >1000 µg/mL. Kandungan total fenolik pada ekstrak segar juga lebih tinggi yaitu 108,25 mg GAE/g dibandingkan dengan ekstrak kering yang hanya sebesar 11,80 mg GAE/g. Analisis spektroskopi UV-Vis dan FTIR mendukung temuan ini dengan menunjukkan intensitas spektrum dan keberadaan gugus fungsi –OH, C=C aromatik, serta gugus konjugasi yang terkait dengan senyawa fenolik, flavonoid, dan karotenoid. Pengolahan P. australis segar lebih optimal dalam mempertahankan senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan, sehingga berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Kata kunci: Padina australis, antioksidan, total fenolik, ekstrak segar dan kering | Padina australis is known to contain bioactive compounds such as phenols and carotenoids that have potential as antioxidants. This study aims to compare the antioxidant activity and total phenolic content of fresh and dried P. australis extracts obtained from Krakal Beach, Yogyakarta. The results showed that the fresh extract had higher percent inhibition of 21.02%-86.13% and IC₅₀ value of 199 µg/mL. Meanwhile, the dry extract has a percent inhibition of 8.81%-33.00% and IC₅₀ of >1000 µg/mL. The total phenolic content in the fresh extract was also higher at 108.25 mg GAE/g compared to the dried extract which was only 11.80 mg GAE/g. UV-Vis and FTIR spectroscopic analysis supported these findings by showing the intensity of the spectra and the presence of -OH, C=C aromatic, and conjugate groups associated with phenolic compounds, flavonoids, and carotenoids. Fresh P. australis processing is more optimal in retaining bioactive compounds that act as antioxidants, so it has the potential as a source of natural antioxidants. Keywords: Padina australis, antioxidant, total phenolic, fresh and dried extracts | |
| 45126 | 48494 | F1A021056 | PERSEPSI MAHASISWA FISIP UNSOED MENGENAI FENOMENA THE NURULS DI TIKTOK | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa FISIP Universitas Jenderal Soedirman mengenai fenomena The Nuruls di media sosial TikTok. Fenomena ini menjadi perbincangan luas di kalangan pengguna TikTok Indonesia karena menggambarkan gaya berpakaian tertentu yang dikaitkan dengan aktivitas populer seperti mengunjungi Mie Gacoan dan warung seblak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 82 responden mahasiswa FISIP angkatan 2021 dengan teknik proportional random sampling dan tingkat kesalahan 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang hampir seimbang terhadap fenomena ini, dengan 53,57% responden memiliki persepsi positif dan 46,43% negatif. Temuan ini dianalisis menggunakan teori sistem Niklas Luhmann, yang menjelaskan bahwa persepsi dapat terbentuk dengan adanya elemen informasi (pengetahuan), pesan (interpretasi dan pengalaman), pemahaman (sudut pandang). Temuan ini mencerminkan bahwa fenomena populer seperti The Nuruls yang berada di bawah payung budaya populer fashion ini dipahami secara dinamis dan dipengaruhi oleh pengalaman individu, lingkungan sosial, dan konsumsi media. | This study aims to examine the perceptions of students at the Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, regarding the The Nuruls phenomenon on TikTok. This trend has gained significant attention among Indonesian TikTok users for depicting a distinct fashion style often associated with activities like visiting Mie Gacoan or seblak street vendors. The research uses a descriptive quantitative method, with data collected through an online questionnaire distributed to 82 students from the 2021 cohort using proportional random sampling and a 10% margin of error. The results show that student perceptions are nearly balanced, with 53.57% expressing positive views and 46.43% negative. The findings are analyzed using Niklas Luhmann’s systems theory, which suggests that perception is shaped by elements of information (knowledge), message (interpretation and experience), and understanding (point of view). This study concludes that popular phenomena like The Nuruls, as part of fashion-based popular culture, are understood dynamically and influenced by individual experiences, social environments, and media consumption. | |
| 45127 | 48496 | F1C021067 | Strategi Komunikasi Antarpribadi Pelatih Muaythai & Kickboxing "Satria Training Camp" dalam Mempersiapkan Mental Atlet yang Baru Pertama Kali Bertanding | Kemampuan komunikasi merupakan salah satu aspek fundamental yang harus dimiliki oleh seorang pelatih, terutama dalam konteks olahraga bela diri seperti Muaythai dan Kickboxing. Komunikasi yang baik menjadi jembatan utama antara pelatih dan atlet dalam menyampaikan instruksi, membangun kepercayaan, dan menciptakan iklim pelatihan yang kondusif. Tanpa komunikasi yang efektif, pesan-pesan penting seperti teknik gerakan, strategi bertanding, serta motivasi mental sulit untuk diterima dan dipahami dengan optimal oleh atlet, terutama mereka yang masih pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi antarpribadi pelatih Muaythai & Kickboxing “Satria Training Camp dalam mempersiapkan mental atlet yang baru pertama kali bertanding serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga pelatih dan tiga atlet pemula. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif, serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatih menerapkan tiga strategi utama dalam komunikasi antarpribadi, yaitu penggunaan komunikasi verbal & nonverbal, pendekatan personal serta kegiatan gathering bersama atlet, dan pemberian motivasi. Faktor pendukung strategi komunikasi yaitu atlet yang memiliki dasar beladiri, lingkungan sehat Satria Training Camp, dan pengalaman pelatih. Sedangkan faktor penghambat strategi komunikasi yaitu ketidakdisiplinan atlet dan kurangnya rasa percaya diri atlet. | Communication skills are one of the fundamental aspects that a coach must possess, particularly in the context of combat sports such as Muaythai and Kickboxing. Effective communication serves as the primary bridge between coaches and athletes in delivering instructions, building trust, and fostering a conducive training environment. Without effective communication, key messages such as movement techniques, match strategies, and mental motivation are difficult to convey and fully comprehend, especially for novice athletes. This study aims to describe the interpersonal communication strategies employed by Muaythai and Kickboxing coaches at "Satria Training Camp" in preparing the mental readiness of athletes facing their first competition, as well as to analyze the supporting and inhibiting factors involved. The informants in this study consisted of three coaches and three beginner-level athletes. This research adopts a descriptive qualitative approach, grounded in the theory of symbolic interactionism, with data collection methods including observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that coaches implement three primary strategies in interpersonal communication: the use of verbal and nonverbal communication, personal approaches combined with gathering activities, and the provision of motivational support. The supporting factors identified include athletes prior martial arts experience, the positive environment of Satria Training Camp, and the coaches experience. Meanwhile, the inhibiting factors include athletes' lack of discipline and low self-confidence. | |
| 45128 | 48495 | E1A021027 | IMPLEMENTASI HUKUM PENGAWASAN PEMBUATAN DAN PEREDARAN KOSMETIK (Studi di Balai POM Banyumas) | Kosmetik memegang peranan penting dalam kehidupan modern, khususnya untuk meningkatkan penampilan dan kepercayaan diri. Meningkatnya permintaan kosmetik diiringi dengan maraknya peredaran produk ilegal yang mengandung bahan berbahaya. Penelitian ini menganalisis implementasi hukum pengawasan pembuatan dan peredaran kosmetik oleh Balai POM Banyumas dan faktor yang mempengaruhi implementasi dalam pengawasan pembuatan dan peredaran kosmetik. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan metode pendekatan kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumenter. Informan dipilih melalui purposive sampling. Analisis data menggunakan metode analisis content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Banyumas dalam pengawasan pembuatan dan peredaran kosmetik telah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari parameter sebagai berikut: terlaksananya sasaran pemeriksaan dengan baik; terlaksananya objek pemeriksaan dengan baik; terlaksananya mekanisme pemeriksaan dengan baik; terlaksananya kewenangan Balai POM Banyumas dalam melakukan pemeriksaan dengan baik; terlaksanaya penanganan dan pelanggaran pemeriksaan dengan baik; terlaksanaya kerjasama antar instansi atau bersama masyarakat dengan baik. Regulasi UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan BPOM No. 12 Tahun 2023 tentang Pengawasan Pembuatan dan Peredaran Kosmetik menjadi dasar hukum pelaksanaan pengawasan ini. Faktor pendukung dalam pengawasan pembuatan kosmetik meliputi adanya regulasi yang jelas dan koordinasi antar lembaga, serta beberapa faktor penghambat seperti, keterbatasan SDM; minimnya fasilitas laboratorium; rendahnya kesadaran masyarakat, serta peredaran kosmetik ilegal secara daring turut mempersulit pengawasan. | Cosmetics play an important role in modern life, especially to improve appearance and self-confidence. The increasing demand for cosmetics is accompanied by the rampant circulation of illegal products containing hazardous materials. This research analyses the legal implementation of the supervision of the manufacture and circulation of cosmetics by the Banyumas POM Office and the factors that influence the implementation in the supervision of the manufacture and circulation of cosmetics. This research is an empirical juridical research with a qualitative approach method with descriptive research specifications. The types of data used are primary data and secondary data collected by interviews, literature studies and documentary studies. Informants were selected through purposive sampling. Data analysis uses content analysis and comparative analysis methods. The results showed that the Banyumas POM Centre in supervising the manufacture and circulation of cosmetics has been well implemented. This can be seen from the following parameters: The implementation of inspection targets well; the implementation of inspection objects well; the implementation of inspection mechanisms well; the implementation of the authority of Balai POM Banyumas in conducting inspections well; the implementation of handling and inspection violations well; Implementation of the authority of Balai POM Banyumas in conducting inspections properly; Implementation of handling and inspection violations properly; Implementation of cooperation between agencies or with the community properly. Regulation of Law No. 17 of 2023 concerning Health and BPOM Regulation No. 12 of 2023 concerning Supervision of the Manufacture and Distribution of Cosmetics are the legal basis for the implementation of this supervision. Supporting factors in the supervision of cosmetics manufacturing include clear regulations and inter-agency coordination, as well as several inhibiting factors such as, limited human resources. | |
| 45129 | 48502 | I1D021025 | Hubungan Tingkat Stres dan Perilaku Makan dengan Premenstrual Syndrome (PMS) pada Siswi SMA Negeri 4 Purwokerto | Latar Belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan gangguan yang ditandai gejala emosional, fisik, dan perilaku. Prevalensi PMS di Indonesia mencapai 85%, dari jumlah tersebut sekitar 60-70% terjadi pada remaja, dengan 60-75% mengalami gejala sedang hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan perilaku makan dengan PMS pada siswi SMA Negeri 4 Purwokerto. Metodologi: Desain penelitian cross sectional, yang dilakukan di SMA Negeri 4 Purwokerto dengan jumlah sampel 87 siswi, yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner karakteristik responden, Depresssion Anxiety Stres Scale 21 (DASS-21), Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ), dan Premenstrual Assesment Form (SPAF). Data pada penelitian bivariat dianalisis dengan uji korelasi Spearmen. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stres yang normal (59,8%), perilaku external eating (52,9%), dan seluruh responden mengalami PMS, dengan sebagian besar pada tingkat sedang (41,4%). Hasil penelitian uji Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres (p=0,001 dan r=0,359), serta perilaku emotional eating (p=0,007 dan r=0,286) dengan PMS. Tidak terdapat hubungan antara perilaku restrained eating (p=0,429) dan external eating (p=0,427) dengan kejadian PMS. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat stres dan perilaku emotional eating dengan PMS. Namun, tidak terdapat hubungan antara perilaku restrained eating dan external eating dengan PMS. Kata kunci : emotional eating, external eating, premenstrual syndrome, restrained eating, tingkat stres | Background: Premenstrual Syndrome (PMS) is a disorder characterized by emotional, physical, and behavioral symptoms. The prevalence of PMS in Indonesia reaches 85%, with approximately 60–70% occurring among adolescents, and 60–75% have moderate to severe symptoms. This study aimed to determine the correlation between stress levels and eating behavior with PMS among female students at SMA Negeri 4 Purwokerto. Methodology: This study used a cross-sectional design and was conducted at SMA Negeri 4 Purwokerto with a total sample of 87 female students, selected using simple random sampling. The research instruments included a respondent characteristics questionnaire, the Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS-21), the Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ), and Premenstrual Assessment Form (SPAF). Correlation analysis was performed using the Spearman correlation test. Research Results: The results showed that most of respondents experienced normal stress levels (59,8%), demonstrated external eating behavior (52,9%), and all respondents experienced PMS, and most of them (41,4%) had moderate symptomsThe Spearman correlation test showed a significant correlation between stress levels (p=0,001, r=0,359) and emotional eating behavior (p=0,007, r=0,286) with PMS. There was no correlation between restrained eating behavior (p=0,429) and external eating behavior (p=0,427) and PMS. Conclusion: Stress levels and emotional eating behaviors are correlated with PMS. But, there is no correlated between restrained eating and external eating behavior with PMS. Keywords: emotional eating, external eating, premenstrual syndrome, restrained eating, stress levels | |
| 45130 | 48497 | I1E020033 | EVALUASI PEMBINAAN PRESTASI ATLET TAEKWONDO DI DOJANG PUTRA BANGSA WANGON KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Pada Dojang Putra Bangsa Wangon belum melakukan evaluasi pembinaan prestasi. Dari masalah tersebut peneliti tertarik untuk melakukan studi evaluasi pembinaan prestasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hail evaluasi pembinaan prestasi atlet taekwondo di Dojang Putra Bangsa Wangon Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini menggunakan penelitian metode deskiptif kuantitatif dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pada penelitian ini terdapat populasi yang berjumlah 56 orang yang terdiri dari 25 atlet, 25 orang tua atlet, 3 pelatih, dan 3 pengurus. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah evaluasi pembinaan prestasi atlet taekwondo meliputi aspek Context, Input, Process, dan Product. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis dan presentase. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa pada aspek Contexs 85%, aspek Input 82%, aspek Process 78%, aspek Product 84%. Rata-rata persentase yang diperoleh dari ke empat aspek tersebut adalah 82% dan masuk kategori sangat baik. Kesimpulan: Evaluasi Pembinaan Prestasi Atlet Taekwondo di Dojang Putra Bangsa Wangon Kabupaten Banyumas sebesar 82% atau masuk pada kategori sangat baik. | Background: At Dojang Putra Bangsa Wangon has not yet carried out achievement coaching. From this problem, researchers are interested in conducting an evaluation an evaluation study of achievement coaching. The purpose of this research is to find out how the results of the evaluation of the achievement coaching of taekwondo. Methodology: This research uses quantitative descriptive research methods using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. In this study there was a population of 56 people consisting of 25 athletes, 25 parents of athletes, 3 coaches, and 3 administrators. The sampling technique in this study used total sampling technique. The variable in this study is the evaluation of taekwondo athlete achievement coaching which includes aspects od Context, Input, Process, and Product. The research instrument used a questionnaire. Data analysis using analysis and percentage. Research Result: The result showed that in the Context aspect 85%, the Input aspect 82%, the Process aspect 78%, the Product aspect 84%. The average percentage obtained from the four aspects is 82% and is categorized as very good. Conclusion: Evaluation of the development of taekwondo athletes’ achievements at Dojang Putra Bangsa Wangon, Banyumas Regency is 82% or in the very good category | |
| 45131 | 48499 | E1A021135 | PERBUATAN BERLANJUT DALAM TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRI (Studi Putusan Nomor 280/Pid.Sus/2022/PN. Yyk) | PERBUATAN BERLANJUT DALAM TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRI (Studi Putusan Nomor 280/Pid.Sus/2022/PN. Yyk) Oleh: Aura Ananda Daradinanty E1A021135 ABSTRAK Pencabulan terhadap anak dimungkinkan terjadi beberapa kali termasuk dilakukan oleh ayahnya sendiri sebagaimana Putusan Nomor 280/Pid.Sus/2022/PN Yyk. Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa anak Indonesia berada dalam posisi terancam terhadap tindak pidana kesusilaan. Bobot sanksi pidana yang ringan bagi pelaku pencabulan anak berpotensi merusak psikologis anak sebagai generasi penerus bangsa. Penelitian ini menganalisis bagaimana penerapan ajaran perbuatan berlanjut dalam putusan tersebut, serta pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhan pidana. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, mengkaji teori-teori hukum terhadap data sekunder dan metode kualitatif sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencabulan yang dilakukan Terdakwa selaku ayah tiri dari anak korban secara berulang kali dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan berlanjut karena telah memenuhi syarat adanya satu kehendak, perbuatan sejenis, dan waktu yang berdekatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hakim tidak menerapkan konsep ajaran perbuatan berlanjut dalam Putusan Nomor 280/Pid.Sus/2022/PN Yyk serta pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana penjara hanya menggunakan alasan memberatkan dan meringankan tanpa menjadikan konsep perbuatan berlanjut sebagai faktor pemberat pidana. Kata kunci: Perbuatan Berlanjut; Pencabulan; Anak. | CONTINUOUS ACTS IN THE CRIME OF CHILD SEXUAL ABUSE COMMITTED BY A STEPFATHER (Study of Decision Number 280/Pid.Sus/2022/PN. Yyk) Oleh: Aura Ananda Daradinanty E1A021135 ABSTRACT Child molestation can occur multiple times, including by the child's own father, as evidenced by Decision Number 280/Pid.Sus/2022/PN Yyk. This phenomenon illustrates that Indonesian children are in a vulnerable position regarding indecent acts. The light criminal sanctions imposed on perpetrators of child molestation have the potential to damage the psychological well-being of children as the nation's future generation. This research analyzes the application of the voortgezette handeling (continued act) doctrine in the aforementioned decision, as well as the Judge's legal considerations in imposing the sentence. This research employs a normative juridical method with a statutory approach and a case approach, examining legal theories against secondary data and utilizing qualitative methods for data analysis. The research findings show that the repeated molestation committed by the Defendant, who is the stepfather of the child victim, can be qualified as a continued act because it meets the requirements of a single intent, similar acts, and a close time frame. This research concludes that the Judge did not apply the concept of the continued act doctrine in Decision Number 280/Pid.Sus/2022/PN Yyk, and the Judge's considerations in imposing the prison sentence only used aggravating and mitigating reasons without making the concept of a continued act an aggravating factor in the penalty. Keywords: Continued Act; Molestation; Child. | |
| 45132 | 48500 | J1E018021 | EFL Teachers' Perception on Digital-Based Teaching Media Advancement | Bahasa Inggris adalah bahasa yang signifikan secara global yang digunakan secara luas dalam pendidikan dan berbagai bidang kehidupan lainnya. Kemahiran dalam bahasa Inggris memfasilitasi perolehan pengetahuan dan praktik bahasa aktif. Akibatnya, siswa dari semua tingkat pendidikan perlu belajar bahasa Inggris. Hal ini bertujuan untuk mengetahui media pengajaran berbasis digital yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dan untuk mengeksplorasi perspektif guru bahasa Inggris tentang kemajuan media pengajaran berbasis digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus ganda. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner. Temuan penelitian ini adalah guru-guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Banyumas, menggunakan media pengajaran berbasis digital untuk mengajar bahasa Inggris. Mereka berfokus pada penggunaan media pengajaran berbasis digital untuk penilaian interaktif dan sumber media pembelajaran. Data diperoleh melalui interview dan kuisioner dan menggunakan analisis tematik untuk pengujian data. Media digital yang dipakai oleh para guru adalah video, platform digital, canva, permainan interaktif, smart tv, dan juga rekaman audio. Sebagian besar guru puas dengan penggunaan media digital sebagai bahan ajar. Masalah yang ditemui para guru ialah: pemilihan media, kepantasan media, timbal balik dari para siswa, dan medianya harus yang menarik. Peneliti menyarankan agar para guru memilih media berdasar tujuan objektif, usia siswa dan konteks dalam kelas, serta para siswa agar lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. | English is a globally significant language used extensively in education and various other spheres of life. Proficiency in English facilitates knowledge acquisition and active language practice. Consequently, students from all level of education need to learn English. This aimed to find out the digital-based teaching media used by EFL teahers and to explore the EFl teachers’ perspective on digital-based teaching media advancement. This study used multiple case study qualitative method. The data were collected through interview and questionnaire. This research finding was the teachers from different school in Banyumas regency, that used the digital based teaching media to teach English. They focused on using digital-based teaching media for interactive assessment and source of learning media. The data were collected through interview and questionnaire and used thematic analysis to examine the data. The digital based teaching media used by the teacher were videos, e learning platforms, canva, interactive games, smart tv, and also audio recordings. Most teachers satisfied with the use of digital based teaching media. The problem found that teachers encountered were: the selection of their media, appropriateness of the media, feedback from their students, and the media must be interesting. The researcher suggest that the teachers should select media based on instructional objectives, the age group of learners, and the classroom context, furthermore for the students to be more actively encouraged during class activities. | |
| 45133 | 48501 | C1C021071 | Pengaruh Leverage, Volume Perdagangan, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Earning volatility terhadap Volatilitas Harga Saham (Studi pada Perusahaan Sektor Teknologi di BEI tahun 2021-2023) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami pengaruh leverage, volume perdagangan saham, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan volatilitas laba terhadap volatilitas harga saham. Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Penelitian ini mendasarkan kajiannya pada teori sinyal. Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Sebanyak 63 data perusahaan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, analisis regresi data panel, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan bantuan software Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Leverage tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham, (2) Volume perdagangan saham berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas harga saham, (3) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham, (4) Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham, dan (5) Volatilitas laba berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volatilitas harga saham. | This research aims to analyze and understand the impact of leverage, stock trading volume, firm size, profitability, and earning volatility on stock price volatility. The population of this study consists of technology sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2021 to 2023. This research bases its study on the signalling theory. The population of this study consists of technology sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2021 to 2023. A total of 63 company data were selected using the purposive sampling method. The data analysis techniques used are descriptive statistical analysis, panel data regression analysis, classical asssumption test, and hypothesis testing with the help of Eviews 12 software. The research results indicate that: (1) Leverage does not affect stock price volatility, (2) Stock trading volume has a positive and significant effect on stock price volatility, (3) Firm size does not affect stock price volatility, (4) Profitability does not affect stock price volatility, and (5) Earning volatility has a negative and significant effect on stock price volatility. | |
| 45134 | 48503 | J1E018039 | INVESTIGATING THE ICT TOOLS AND PLATFORMS USED BY THE ENGLISH TEACHERS IN EFL CLASSROOM AT SMP ISTIQOMAH SAMBAS PURBALINGGA IN THE ACADEMIC YEAR OF 2024/2025 | Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara signifikan memengaruhi lanskap pendidikan, khususnya dalam konteks pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Dalam situasi pascapandemi, integrasi TIK menjadi penting dalam mendukung efektivitas proses belajar mengajar. Namun, di lingkungan pendidikan tertentu—seperti pesantren di mana akses siswa ke perangkat digital terbatas—implementasi TIK menimbulkan tantangan khusus bagi para pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi perangkat dan platform TIK yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris di Kelas EFL di SMP Istiqomah Sambas Purbalingga pada tahun ajaran 2024/2025; (2) menyelidiki tantangan yang dihadapi oleh guru saat menggunakan perangkat dan platform TIK di Kelas EFL di SMP Istiqomah Sambas Purbalingga pada tahun ajaran 2024/2025; dan (3) mengeksplorasi bagaimana guru menanggapi tantangan saat menggunakan perangkat dan platform TIK di Kelas EFL di SMP Istiqomah Sambas Purbalingga pada tahun akademik 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui observasi kelas non-partisipan dan wawancara semi-terstruktur dengan tiga guru bahasa Inggris. Berdasarkan observasi dan wawancara, temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa: (1) perangkat dan platform TIK yang digunakan oleh guru bahasa Inggris termasuk laptop, proyektor LCD, speaker, PowerPoint, Wordwall , Liveworksheet , Quizizz , Kahoot , Canva , dan Learn English Kids; (2) Penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru, yang meliputi kurangnya kepercayaan diri dan pengalaman terbatas dalam menggunakan platform tertentu di tingkat guru, sedangkan tantangan tingkat sekolah meliputi fasilitas terbatas, masalah teknis, masalah listrik, dan kendala waktu; dan (3) strategi yang diterapkan oleh guru untuk mengatasi tantangan ini melibatkan membawa peralatan pribadi, menggunakan papan tulis sebagai layar proyektor, melakukan kegiatan pemecah kebekuan selama keterlambatan teknis, dan berpartisipasi dalam pelatihan atau pembelajaran mandiri untuk meningkatkan keterampilan TIK mereka. Penelitian ini menyoroti bahwa penggunaan TIK yang efektif dalam pengajaran EFL bergantung pada infrastruktur yang memadai, kesiapan guru, dan lingkungan belajar yang mendukung. Temuan ini diharapkan dapat memandu pengembangan strategi integrasi TIK yang lebih efektif dan sesuai konteks. | The advancement of Information and Communication Technology (ICT) significantly influences the educational landscape, particularly in the context of English as a Foreign Language (EFL) instruction. In the post-pandemic setting, the integration of ICT becomes essential in supporting the effectiveness of teaching and learning processes. However, in certain educational environments—such as Islamic boarding schools where student access to digital devices is limited—the implementation of ICT poses specific challenges for educators. This research aimed to: (1) identify the ICT tools and platforms used by the English teachers in the EFL Classroom at SMP Istiqomah Sambas Purbalingga in the academic year of 2024/2025; (2) investigate the challenges faced by the teachers when using ICT tools and platforms in the EFL Classroom at SMP Istiqomah Sambas Purbalingga in the academic year of 2024/2025; and (3) explore how the teachers respond to the challenges when using ICT tools and platforms in the EFL Classroom at SMP Istiqomah Sambas Purbalingga in the academic year of 2024/2025. The research employed a descriptive-qualitative method, with data collected through non-participant classroom observations and semi-structured interviews with three English teachers. Based on observation and interview, The findings of this research revealed that: (1) the ICT tools and platforms used by the English teachers included laptops, LCD projectors, speakers, PowerPoint, Wordwall, Liveworksheet, Quizizz, Kahoot, Canva, and Learn English Kids; (2)This research identified the challenges faced by the teachers, which included a lack of confidence and limited experience in using specific platforms at the teacher level, while the school level challenges included limited facilities, technical issues, electricity problems, and time constraints; and (3) the strategies implemented by the teachers to overcome these challenges involved bringing personal equipment, using a whiteboard as a projector screen, conducting ice-breaking activities during technical delays, and participated in training or self-learning to improve their ICT skills. The research highlighted that the effective use of ICT in EFL instruction relies on adequate infrastructure, teacher readiness, and a supportive learning environment. The findings are expected to guide the development of more effective and contextually appropriate ICT integration strategies. | |
| 45135 | 48504 | H1B021014 | Pengendalian Banjir Pada Sungai Serayu Desa Cindaga Kabupaten Banyumas Menggunakan Kombinasi Pemodelan HEC-RAS 1D dan 2D | Sungai adalah wadah alami atau buatan yang memanjang dari hulu ke hilir yang dibatasi kanan dan kiri oleh garis sempadan. Sungai memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Namun sungai dapat menjadi penyebab banjir yang dapat merugikan, terutama ketika alirannya meluap dengan debit air yang meningkat sehingga terjadi genangan yang luas. Salah satu daerah rawan terjadi bencana banjir yaitu Desa Cindaga yang berada di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas yang terletak di sepanjang aliran Sungai Serayu. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan melalui analisis hidrologi dan analisis hidraulika dengan bantuan software HEC-RAS. Data debit dianalisis untuk menghasilkan debit rencana melalui HSS SCS Segitiga Berdimensi, sedangkan data topografi dilakukan untuk mensimulasikan tinggi muka air dan penyebaran banjir di Desa Cindaga. Dalam melakukan analisis hidraulika, digunakan pemodelan HEC-RAS menggunakan kombinasi 1D dan 2D untuk mensimulasikan banjir sebagai langkah awal dalam mengambil kebijakan dan pencegahan bencana banjir di Desa Cindaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis hidrologi yang dilakukan didapatkan debit kala ulang rancangan dengan periode ulang 25 dengan metode analisis frekuensi dan diperoleh debit sebesar 1884,14 m3/detik. Analisis hidraulika dilakukan menggunakan kombinasi pemodelan HEC-RAS 1D dan 2D dengan simulasi unsteady flow menunjukkan bahwa kondisi eksisting semua penampang mengalami banjir dan diperoleh luas genangan sebesar 163,49 ha. Pengendalian banjir dilakukan dengan cara normalisasi sungai dan pembuatan tanggul. Hasil simulasi menunjukkan bahwa normalisasi sungai hanya mengurangi luas genangan sebesar 2,83%. Setelah dilakukan pengendalian banjir berupa pembuatan tanggul, sungai tidak mengalami limpasan ke Desa Cindaga dan mengurangi luas genangan sebesar 36,42%. | A river is a natural or artificial container that extends from upstream to downstream bounded on the right and left by a border line. Rivers play an important role in human life. However, rivers can cause flooding that can be detrimental, especially when the flow overflows with increased water discharge resulting in extensive inundation. One of the areas prone to flooding is Cindaga Village in Kebasen District, Banyumas Regency, which is located along the Serayu River. This research was conducted using an approach through hydrological analysis and hydraulic analysis with the help of HEC-RAS software. Discharge data was analyzed to produce a plan discharge through the Triangular Dimensioned HSS SCS, while topographic data was carried out to simulate the water level and flood distribution in Cindaga Village. In conducting hydraulic analysis, HEC-RAS modeling using a combination of 1D and 2D was used to simulate flooding as a first step in making policies and preventing flood disasters in Cindaga Village. The results showed that the hydrological analysis carried out obtained a design return period discharge with a return period of 25 with the frequency analysis method and obtained a discharge of 1884,14 m3/second. Hydraulic analysis conducted using a combination of HEC-RAS 1D and 2D modeling with unsteady flow simulation shows that the existing conditions of all cross sections are flooded and an inundation area of 163,49 ha is obtained. Flood control is carried out by normalizing the river and building embankments. Simulation results show that river normalization only reduces the inundation area by 2,83%. After flood control in the form of embankment construction, the river does not experience runoff to Cindaga Village and reduces the inundation area by 36,42%. | |
| 45136 | 48506 | E1A020249 | Implikasi Yuridis Pengaturan Moderasi Konten Terhadap Hak Konstitusional Warga Negara | Berkembangnya internet membentuk ruang baru untuk berekspresi dan mengakses informasi. Sebagai langkah untuk mengikuti perkembangan jaman, pemerintah telah mengeluarkan Pasal 40 dan 40A UU ITE tentang moderasi konten untuk mengatur penyebaran informasi dan berekspresi di ruang digital agar dapat melindungi hak warga negara lainnya. Penelitian ini ingin mencari tahu bagaimana pengaturan moderasi konten dalam Pasal 40 dan 40A UU ITE dari sudut pandang HAM. Lebih lanjut, penelitian ini juga mencari tahu bagaimana implikasi yuridis pengaturan moderasi konten terhadap hak konstitusional warga negara. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pengaturan moderasi konten yang terdapat pada Pasal 40 dan Pasal 40A UU ITE masih belum sesuai dengan pembatasan hak asasi manusia. Adapun dilihat implikasi yuridis aturan moderasi konten menunjukkan bahwa Pasal 40 dan Pasal 40A UU ITE mendegradasi hak konstitusional kebebasan berekspresi dan mengakses informasi. | The development of the internet has created a new space for expression and access to information. As an effort to keep pace with times, the government has enacted Articles 40 and 40A of the Electronic Information on an Transactions Law (ITE Law) on content moderation to regulate the distribution of information and expression in the digital space in order to protect the rights of other citizens. This study aims to find out how the content moderation regulations in Articles 40 and 40A of the ITE Law are regulated from a human rights perspective. Furthermore, this study also seeks to find out the legal implications of content moderation regulations on citizens' constitutional rights. This study is a normative legal study, with a legislative approach and a conceptual approach. The results of the study show that the content moderation regulations contained in Articles 40 and 40A of the ITE Law are still not in accordance with human rights restrictions. The legal implications of content moderation regulations show that Articles 40 and 40A of the ITE Law degrade the constitutional rights of freedom of expression and access to information. | |
| 45137 | 48507 | A1C018049 | PREFERENSI KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOPI ROBUSTA LERENG GUNUNG SLAMET DI KABUPATEN BANYUMAS | Kopi robusta lereng Gunung Slamet merupakan salah satu produk kopi single origin Indonesia yang memiliki potensi pasar strategis serta menghadapi persaingan ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen dalam keputusan pembelian kopi bubuk robusta asal lereng Gunung Slamet di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Desember 2023 dengan menggunakan metode non-probability sampling, yaitu purposive dan snowball sampling, terhadap 115 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif serta menggunakan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsumen berusia 20–30 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan SMA/SMK, bekerja sebagai pegawai swasta, dan memiliki pendapatan Rp1.000.000– Rp2.000.000. Frekuensi pembelian kopi sebanyak 1–2 kali per bulan, dengan ukuran kemasan 100 gram, dan umumnya dibeli di kedai kopi. Atribut yang paling memengaruhi preferensi konsumen adalah citarasa, aroma, dan harga. Kombinasi atribut yang paling disukai mencakup citarasa nikmat dan standar, aroma tajam dan khas, level roasting medium dark, tekstur halus, harga Rp15.000/100 gram, kemasan aluminium foil, serta label produk yang lengkap dan informatif. | Robusta coffee from the slopes of Mount Slamet is one of Indonesia's single-origin coffee products with strategic market potential, yet it faces intense competition. This study aims to analyze consumer preferences in purchasing decisions for ground robusta coffee from the slopes of Mount Slamet in Banyumas Regency. The research was conducted from May to December 2023 using a non-probability sampling method, specifically purposive and snowball sampling, involving 115 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed descriptively as well as using conjoint analysis. The results indicate that most consumers are aged 20–30 years, male, with a high school education (SMA/SMK), employed as private- sector workers, and earn between IDR 1,000,000 and IDR 2,000,000 /month. Coffee is purchased 1–2 times/month, predominantly in 100-gram packages, and mostly from coffee shops. The most influential product attributes affecting consumer preference are taste, aroma, and price. The most preferred attribute combination includes pleasant and standard taste, strong and distinctive aroma, medium dark roast level, smooth texture, a price of IDR 15,000 per 100 grams, aluminum foil packaging, and complete, informative product labeling. | |
| 45138 | 48509 | I1A021050 | ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN PEMETAAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS | Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menjadi daktor risiko terjadinya berbagai penyakit. Terdapat kenaikan hampir dua kali lipat dalam 30 tahun terakhir di dunia. Analisis faktor risiko dan pemetaan dapat memberi informasi mengenai faktor risiko yang paling berpengaruh serta sebaran distribusi kasus. Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 74 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, pengukuran tekanan darah, dan pengambilan titik koordinat rumah penderita. Analisis data menggunakan SPSS dan Arcgis, dengan analisis univariat, analisis bivariat, analisis multivariat, dan analisis spasial. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi yaitu pendidikan 15-55 (p-value=0,019, OR=5,904), dan riwayat penyakit keluarga hipertensi (p-value=0,014, OR=4,252). Kesimpulan : Responden yang memiliki pendidikan rendah dan riwayat penyakit keluarga hipertensi akan meningkatkan risiko kejadian hipertensi. | Hypertension is a non-communicable disease that can be a risk factor for various diseases. It has almost doubled in the last 30 years worldwide. Risk factor analysis and mapping can provide information on the most influential risk factors and the distribution of cases. Methods: Quantitative research with a cross-sectional approach. The sample in this study was 74 samples. Data collection was carried out by interviewing, measuring blood pressure, and taking the coordinates of the patient's house. Data analysis using SPSS and Arcgis, with univariate analysis, bivariate analysis, multivariate analysis, and spatial analysis. Results: The results showed that the factors that influence the incidence of hypertension are education 15-55 (p-value=0,019, OR=5,904),), and family history of hypertension (p-value=0,014, OR=4,252). Conclusion: Respondents who have low education and a family history of hypertension will increase the risk of hypertension. | |
| 45139 | 48510 | A1G022011 | Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kopi Arabika (Coffea arabica) (Studi Kasus di Desa Krinjing Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo) | Petani di Desa Krinjing Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo melakukan usahatani kopi jenis arabika. Penggunaan faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi kopi arabika meliputi luas lahan, tenaga kerja, jumlah pohon, umur tanaman, jumlah pupuk kompos, jumlah pupuk urea, sedangkan untuk faktor sosial ekonomi yang mempengaruhu produksi kopi arabika yaitu pengalaman usahatani dan tingkat pendidikan formal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik petani kopi arabika di Desa Krinjing Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo, dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi dari usahatani kopi arabika. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Lokasi penelitian di Desa Krinjing Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo dilaksanakan pada Bulan Oktober 2024. Jumlah sampel petani diambil secara sensus dengan jumlah petani kopi arabika sebanyak 83 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode deskriptif dan analisis fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani yang berusahatani kopi arabika di Desa Krinjing Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo yaitu rata-rata petani berjenis kelamin laki-laki, usia produktif produktif 15 sampai 64 tahun, memiliki pendidikan tamat SD atau sederajat, memiliki pengalaman usahatani lebih dari 10 tahun, memiliki luas lahan kurang 0,5 hektar, dan memiliki jumlah tanggungan keluarga 3 sampai 4 orang. Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi kopi arabika yaitu luas lahan, jumlah pohon, dan umur tanaman. Elastisitas produksi variabel luas lahan yaitu 0,309 yang dimana jika dilihat melalui kurva Neo-Klasik, variabel luas lahan berada di daerah 2 karena 0 < 0,309 < 1 yang merupakan daerah rasional. Elastisitas produksi dari variabel jumlah pohon yaitu 1,043 yang berdasarkan kurva Neo-Klasik, variabel jumlah pohon berada di daerah 1 karena 1,043 > 1 yang merupakan daerah irasional. Elastisitas produksi variabel umur tanaman yaitu 0,839 yang mana jika dilihat melalui kurva Neo-Klasik, variabel umur tanaman berada di daerah 2 karena 0 < 0,309 < 1 yang merupakan daerah rasional. | Farmers in Krinjing Village, Watumalang Subdistrict, Wonosobo Regency conduct arabica coffee farming. The use of production factors that affect arabica coffee production includes land area, labor, number of trees, plant age, amount of compost fertilizer, amount of urea fertilizer, while for socio-economic factors that affect arabica coffee production are farming experience and formal education level. The purpose of this study was to determine the characteristics of arabica coffee farmers in Krinjing Village, Watumalang Subdistrict, Wonosobo Regency, and to determine what factors affect the production of arabica coffee farming. The basic method used in this research is a case study with sampling using the census method. The research location was Krinjing Village, Watumalang Subdistrict, Wonosobo Regency and was conducted in October 2024. The number of farmer samples was taken by census with a total of 83 arabica coffee farmers. The analysis method used in this research is by using descriptive method and Cobb-Douglas function analysis. The results showed that the characteristics of farmers who cultivate arabica coffee in Krinjing Village, Watumalang Subdistrict, Wonosobo Regency are that the average farmer is male, productive productive age is 15 to 64 years, has elementary school education or equivalent, has farming experience of more than 10 years, has a land area of less than 0.5 hectares, and has a number of family dependents of 3 to 4 people. Production factors that significantly affect Arabica coffee production are land area, number of trees, and plant age. The production elasticity of the land area variable is 0.309 which when viewed through the Neo-Classical curve, the land area variable is in region 2 because 0 < 0.309 < 1 which is a rational area. The production elasticity of the number of trees variable is 1.043 which based on the Neo-Classical curve, the number of trees variable is in region 1 because 1.043 > 1 which is an irrational region. The production elasticity of the plant age variable is 0.839 which when viewed through the Neo-Classical curve, the plant age variable is in region 2 because 0 < 0.309 < 1 which is a rational area. | |
| 45140 | 48511 | F1A019008 | MELAWAN STANDAR KECANTIKAN (Analisis Makna Kecantikan Perempuan Pada Channel Youtube Narasi Seri "Kalau Cewek Mah Bebas" | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan makna kecantikan perempuan pada channel Youtube Narasi seri “Kalau Cewek Mah Bebas”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualititaf interpretatif dengan pendekatan studi dokumen berupa video dalam seri “Kalau Cewek Mah Bebas” yang membahas topik kecantikan. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kecantikan dalam seri “Kalau Cewek Mah Bebas” ditampilkan secara lebih luas dan beragam sebagai usaha menentang standar kecantikan konvensional yang hanya memaknai kecantikan dari fisik semata. Posisi subjek dalam seri ini adalah ketujuh narasumber perempuan yang menyampaikan secara langsung gagasannya dalam memaknai kecantikan. Posisi objek dalam seri ini adalah masyarakat secara umum serta orang-orang yang berada di sekitar narasumber meliputi keluarga, teman sebaya, dan rekan kerja. Terdapat tiga makna kecantikan perempuan yang ditemukan dalam penelitian ini. Pertama, kecantikan perempuan dimaknai sebagai mampu berkarya dan menggerakkan orang lain. Kedua, penerimaan diri dipandang sebagai bagian dari kecantikan. Ketiga, kecantikan perempuan dimaknai sebagai mampu mengembangkan diri di berbagai bidang. Pemaknaan kecantikan ini dapat mendorong inklusivitas kecantikan dengan menghargai perbedaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan. | This study aims to describe and explain the meaning of female beauty on the Narasi Youtube channel series "Kalau Cewek Mah Bebas". The research method used is an interpretive qualitative method with a document study approach in the form of videos in the "Kalau Cewek Mah Bebas" series that discuss the topic of beauty. This study uses Sara Mills' critical discourse analysis in analyzing the data. The results of the study show that the meaning of beauty in the "Kalau Cewek Mah Bebas" series is presented more broadly and diversely as an effort to challenge conventional beauty standards that only interpret beauty from the physical. The subject position in this series is the seven female informants who directly convey their ideas in interpreting beauty. The object position in this series is society in general and people around the informants including family, peers, and coworkers. There are three meanings of female beauty found in this study. First, female beauty is interpreted as being able to work and move others. Second, self-acceptance is seen as part of beauty. Third, female beauty is interpreted as being able to develop oneself in various fields. This interpretation of beauty can encourage inclusivity of beauty by respecting differences which can ultimately improve women's welfare. |