Artikel Ilmiah : F2C023017 a.n. AMALIA FAJARSARI

Kembali Update Delete

NIMF2C023017
NamamhsAMALIA FAJARSARI
Judul ArtikelI Can’t Speak: Analisis Kendala Berbicara Pada Pendengar Program
Belajar Bahasa Inggris Di Radio Pesona Fm Wonosobo
Abstrak (Bhs. Indonesia)Abstrak
Diskominfo Wonosobo, LPPL Radio Pesona FM Wonosobo bersama Fakultas bahasa dan Sastra
Universitas Sains dan Ilmu Qur’an (FBS UNSIQ) Wonosobo berkolaborasi menciptakan sebuah
program siaran radio yang bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris masyarakat
Wonosobo melalui pendekatan yang inovatif dan mudah diakses, yakni “I Can Speak”. Tapi
sayangnya, partisipasi dari pendengar terbilang rendah. Menganalisis kendala internal dan eksternal
yang dihadapi pendengar dan mengevaluasi bentuk komunikasi pembelajaran yang telah dilakukan,
serta yang tepat dibutuhkan pendengar merupakan tujuan dari penelitian ini. Memanfaatkan
pendekatan kualitatif dengan paradigma post-positivistik, dimana data diperoleh dengan cara
observasi, wawancara, dan FGD dengan 12 informan. Penelitian ini menghasilkan temuan yakni,
meskipun program ini telah menyediakan kanal interaktif seperti line telepon tetapi tetap muncul
kendala. Kendala internal pendengar sebagian besar berkaitan dengan psikologis seperti kurang
percaya diri, dan keterbatan kosa kata, sedangkan kendala eksternal pendengar berasal dari
lingkungan sekitar seperti perkembangan teknologi yang menggeser kebiasaan pendengar dalam
berinteraksi dengan penyiar dan program siaran, stigma keminggris di masyarakat dan segala hal
yang berkaitan dengan format siaran makin melemahkan minat pendengar untuk berbicara atau
berpartisipasi melalui telepon. Selama ini program “I Can Speak” berjalan dengan menerapkan
bentuk komunikasi persuasif, informatif, dan motivasional dengan pendekatan bilingual. Sementara
itu, bentuk komunikasi yang lebih dibutuhkan yaitu komunikasi partisipatif, transaksional, serta
motivasional yang mengakomodasi aspek psikologis pendengar. Melalui teori Encoding/Decoding
dari Stuart Hall, menemukan bahwa pesan yang dikodekan dalam siaran “I Can Speak” tidak selalu
didekodekan dengan makna yang sesuai oleh pendengar. Beberapa pendengar berada dalam posisi
negotiated reading, dimana mereka memahami tujuan edukatif program tetapi masih merasa kurang
percaya diri untuk berpartisipasi aktif. Sebagian pendengar mengalami oppositional reading, mereka
tidak merasa konten siaran baik tema maupun pemilihan lagi relevan dengan mereka. Penelitian ini
merekomendasikan format siaran yang lebih sesuai secara sosial-budaya, penyiar yang inklusif, serta
optimalisasi dan integrasi media pendukung untuk menciptakan ruang belajar berbicara bahasa
Inggris yang aman, relevan, dan memberdayakan seluruh kalangan pendengar.
Kata Kunci: Kendala berbicara, partisipasi pendengar, siaran radio, komunikasi pembelajaran,
bahasa inggris.
Abtrak (Bhs. Inggris)Abstract
Diskominfo Wonosobo, LPPL Radio Pesona FM Wonosobo and the Faculty of Language and Literature
of the University of Science and Qur'an (FBS UNSIQ) Wonosobo collaborated to create a radio broadcast
program aimed at improving the English language skills of the Wonosobo community through an
innovative and accessible approach, namely “I Can Speak”. Unfortunately, participation from listeners
was low. Analyzing the internal and external constraints faced by listeners and evaluating the forms of
learning communication that have been carried out, as well as the right ones needed by listeners are the
objectives of this study. Utilizing a qualitative approach with a post-positivistic paradigm, data was
obtained through observation, interviews, and FGDs with 12 informants. This research resulted in the
findings that, although this program has provided interactive channels such as telephone lines, obstacles
still arise. The internal constraints of listeners are mostly related to psychology such as lack of
confidence, and limited vocabulary, while the external constraints of listeners come from the
surrounding environment such as technological developments that shift the habits of listeners in
interacting with broadcasters and broadcast programs, the stigma of English in society and everything
related to the broadcast format further weakens the interest of listeners to speak or participate via
telephone. So far, the “I Can Speak” program has been running by applying persuasive, informative, and
motivational forms of communication with a bilingual approach. Meanwhile, a more needed form of
communication is participatory, transactional, and motivational communication that accommodates
the psychological aspects of listeners. Through Stuart Hall's Encoding/Decoding theory, it was found
that the messages encoded in the “I Can Speak” broadcast were not always decoded with the appropriate
meaning by the listeners. Some listeners are in a negotiated reading position, where they understand
the educational purpose of the program but still feel less confident to actively participate. Some listeners
experience oppositional reading, where they do not feel that the content of the broadcast, both the theme
and the selection, are relevant to them. This research recommends a more socio-culturally appropriate
broadcast format, inclusive broadcasters, as well as optimization and integration of supporting media
to create a safe, relevant and empowering space for learning to speak English for all audiences.
Keywords: Speaking constraints, listener participation, radio broadcasting, learning communication,
English.
Kata kunciKata Kunci: Kendala berbicara, partisipasi pendengar, siaran radio, komunikasi pembelajaran, bahasa inggris.
Pembimbing 1Prof. Dr. Mite Setiansah, S.IP., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Edi Santoso, S.Sos., M.Si.
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-05-22 09:34:53.900028
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.