Artikelilmiahs

Menampilkan 44.821-44.840 dari 48.759 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4482148417F1A021075Upaya Menurunkan Angka Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat (Studi di Kelurahan Tritih Kulon Kecamatan Cilacap Utara)Permasalahan stunting menjadi isu penting yang menghambat pencapaian Indonesia Emas
2045. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sejak kehamilan
hingga usia dua tahun. Kabupaten Cilacap, khususnya Kelurahan Tritih Kulon, menjadi
wilayah prioritas program penurunan stunting. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kader Posyandu,
tenaga kesehatan, ibu balita, serta tokoh masyarakat.
Upaya pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui edukasi gizi di Kelas Balita, sosialisasi
di forum RT/RW, pelatihan memasak, sistem jemput bola, dan pemberian makanan
tambahan (PMT). Kader Posyandu dan bidan desa berperan penting dalam edukasi dan
pendampingan ibu balita. Program ini berhasil menurunkan angka stunting dari 109 kasus
pada Januari 2023 menjadi 53 kasus pada September 2024.
Faktor pendukung keberhasilan meliputi keterlibatan aktif kader dan tenaga kesehatan,
dukungan pemerintah melalui program dan dana desa, serta meningkatnya kesadaran
masyarakat. Faktor penghambat meliputi rendahnya pendidikan, hal ini dapat diatasi
dengan adanya upaya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya
menjaga kesehatan anak. Kemudian keterbatasan waktu ibu bekerja, dan ketidakhadiran
konsisten di Posyandu, dapat diatasi dengan sistem jemput bola yang telah dilakukan.
Penelitian menekankan pentingnya keberlanjutan program, peningkatan kapasitas kader,
dan penguatan edukasi gizi berbasis keluarga untuk keberhasilan pencegahan stunting di
komunitas urban.
The issue of stunting is a significant challenge hindering the achievement of Indonesia Emas
2045. Stunting is a condition of impaired growth due to chronic malnutrition, beginning in
pregnancy and continuing until the child is two years old. Cilacap Regency, particularly Tritih
Kulon Sub-district, has been designated as a priority area for stunting reduction programs.
This research employs a qualitative approach using interviews, observations, and
documentation, involving Posyandu cadres, health workers, mothers of toddlers, and
community leaders.
Community empowerment efforts are carried out through nutrition education in toddler
classes, socialization in neighborhood forums (RT/RW), cooking training, a door-to-door
2
approach, and the provision of supplementary feeding (PMT). Posyandu cadres and village
midwives play a vital role in educating and assisting mothers of toddlers. The program
successfully reduced the number of stunting cases from 109 in January 2023 to 53 in September
2024.
Supporting factors for the program’s success include the active involvement of cadres and
health workers, government support through programs and village funds, and increased
community awareness. Inhibiting factors include low levels of education—which can be
addressed through ongoing education efforts and raising awareness about the importance of
child health as well as the limited time available for working mothers and inconsistent
attendance at Posyandu. These challenges are being mitigated through a proactive door-todoor system. This study highlights the importance of program sustainability, capacity-building
for cadres, and strengthening family-based nutrition education to ensure the long-term
success of stunting prevention in urban communities
4482248997I1C021096FORMULASI LIPSTIK SARI BUAH STROBERI (Fragaria X ananassa) SEBAGAI PEWARNA DAN ANTIOKSIDANPenggunaan pewarna sintetis dalam sediaan lipstik sering dikaitkan dengan risiko iritasi kulit, sehingga dibutuhkan alternatif pewarna terutama menggunakan bahan alam. Stroberi (Fragaria × ananassa) memiliki warna merah pekat yang dihasilkan oleh senyawa antosianin,. Antosianin juga berpotensi sebagai antioksidan yang dapat mencegah radikal bebas. Antosianin memiliki sentitifitas terhadap suhu yang dapat menyebabkan terjadi degradasi kadar sehingga proses pengeringan dilakukan menggunakan metode freeze drying. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sifat fisik dan aktivitas antioksidan lipstik sari buah stroberi dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, daya lekat, titik leleh, dan stabilitas. Kandungan antosianin dianalisis dengan metode pH differensial, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Hasil menunjukkan seluruh formula (Formula I, II, dan III) memiliki stabilitas fisik yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa formula III memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 92,24 ppm, sedangkan formula II dan formula I memiliki aktivitas antioksidan sedang, dengan nilai IC50 sebesar 103,1 ppm dan 104,5 ppm. Kesimpulan penelitian ini adalah sari buah stroberi dapat diformulasikan sebagai pewarna alami sediaan lipstik dan memiliki aktivitas antioksidan dan memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong sedang hingga kuat.The application of synthetic colorants in lipstick formulations has been frequently associated with adverse dermatological effects, including skin irritation, thereby necessitating the exploration of safer, natural alternatives. Strawberries (Fragaria × ananassa) are known for their vibrant red coloration, primarily attributed to the presence of pigments anthocyanins. Among these, anthocyanins possess not only coloring properties but also potent antioxidant activity capable of neutralizing free radicals. However, anthocyanins are thermolabile and susceptible to degradation under elevated temperatures, To address this, a freeze- drying technique was employed to preserve the integrity of anthocyanins in strawberry. This study aimed to evaluate the physicochemical properties and antioxidant activity of lipstick formulations at concentrations 5%, 10%, and 15%. The evaluation included organoleptic characteristics, pH, homogeneity, adhesiveness, melting point, and physical stability. Total anthocyanin content was quantified using the pH differential method, while antioxidant capacity was assessed through the DPPH radical scavenging assay. All three formulations (Formulas I, II, and III) demonstrated satisfactory physical stability. Antioxidant analysis revealed that Formula III exhibited strong antioxidant activity, with an IC50 value of 92.24 ppm, whereas Formulas II and I showed moderate activity, with IC50 values of 103.1 ppm and 104.5 ppm, respectively. Strawberry fruit demonstrates potential as a natural colorant in lipstick formulations while exhibiting moderate to strong antioxidant activity.
4482348150D1A021018PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria Sp) PADA PAKAN BASAL KAMBING YANG MENGANDUNG MINERAL CHROMIUM TERHADAP KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASARPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp) pada pakan basal kambing yang mengandung mineral Chromium terhadap Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar. Penelitian dilakukan di Melon farm, Jl. Gunung Tugel, Gg. Melon, Desa Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto selama 4 bulan dimulai dari tanggal 11 Maret – 2 Juni 2024. Materi yang digunakan yaitu Kambing Jawarandu jantan berjumlah 18 ekor dengan bobot badan rata-rata 25,42 ± 2,41 kg. Pakan yang diberikan berdasarkan 4% BB kambing yang terdiri dari 2 perlakuan dan 9 kali pengulangan. Perlakuan pakan terdiri dari pakan basal yang mengandung Chromium tanpa suplementasi dan pakan basal yang mengandung Chromium dengan suplementasi tepung rumput laut. Metode yang digunakan adalah Uji T (test t). Parameter yang diukur yaitu kecernaan protein kasar dan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung rumput laut memberikan pengaruh yang signifikan (P<0.05) terhadap kecernaan protein kasar. Rataan kecernaan protein kasar : R0 sebesar 83,13 ± 1,26% dan R1 sebesar 78,11 ± 3,81%. Rataan kecernaan kecernaan serat kasar : R0 sebesar 69,63 ± 4,03% dan R1 sebesar 65,75 ± 5,97%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi tepung rumput laut pada pakan basal kambing yang mengandung mineral Chromium menurunkan kecernaan protein kasar namun tidak mempengaruhi kecernaan serat kasar.This study aims to determine the effect of seaweed flour (Gracilaria sp) supplementation in goat basal feed containing Chromium minerals on Crude Protein and Crude Fiber Digestibility. The study was conducted at Melon farm, Jl. Gunung Tugel, Gg. Melon, Karangklesem Village, South Purwokerto District, Banyumas Regency and the Feedstuff Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto for 4 months starting from March 11 - June 2, 2024. The material used was 18 male Jawarandu goats with an average body weight of 25.42 ± 2.41 kg. The feed given was based on 4% of goat body weight consisting of 2 treatments and 9 repetitions. The feed treatment consisted of basal feed containing Chromium without supplementation and basal feed containing Chromium with seaweed flour supplementation. The method used was the T-test. The parameters measured were the digestibility of crude protein and crude fiber. The results showed that seaweed flour supplementation had a significant effect (P<0.05) on crude protein digestibility. The average crude protein digestibility: R0 was 83.13 ± 1.26% and R1 was 78.11 ± 3.81%. The average crude fiber digestibility: R0 was 69.63 ± 4.03% and R1 was 65.75 ± 5.97%. The results of the study concluded that seaweed flour supplementation in goat basal feed containing Chromium minerals decreased the digestibility of crude protein but uneffected crude fiber digestibility.
4482448189A1D021194Studi Penampilan Morfologi Mutan M1 Kacang Hijau Pada Beberapa Dosis Hasil Iradiasi Sinar GammaKacang hijau adalah jenis tanaman Leguminosae yang populer di Indonesia dan menempati urutan ketiga setelah kacang tanah dan kacang kedelai. Tanaman ini memiliki potensi pasar yang menjanjikan karena memiliki keunggulan mudah disimpan dan daya tahan yang lama. Teknik pemuliaan tanaman yang digunakan untuk meningkatkan varietas unggul adalah dengan mutasi radiasi sinar gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutasi terhadap keragaman penampilan morfologi mutan kacang hijau dan menduga keragaman fenotipe dari hasil radiasi sinar gamma. Dosis radiasi yang diberikan, yaitu 0 Gy/kontrol, 150 Gy, 300 Gy, 450 Gy, 600 Gy, dan 750 Gy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian energi radiasi sinar gamma berpengaruh secara nyata pada semua parameter pengamatan. Secara umum, energi sinar gamma yang diberikan semakin besar menyebabkan penurunan respon morfologi tanaman sehingga hanya variabel jumlah cabang primer yang meningkat pada dosis 750 Gy. Dosis 300 Gy lebih efektif digunakan untuk meningkatkan keragaman genetik dilihat dari tingkat produktivitas tanaman kacang hijau yang ditandai dengan nilai rataan yang meningkat, ragam yang luas, dan jumlah genotipe paling banyak. Dosis tersebut berada dibawah LD₅₀ kacang hijau yang ada pada dosis 449,11 Gy yang dianalisis berdasarkan persentase perkecambahan kacang hijau. Variabel lain yang diamati mengalami perubahan yang acak pada setiap dosisnya sehingga perubahan yang terjadi tidak tergantung pada tingginya dosis yang digunakan. Beberapa mutan diduga memiliki keragaman morfologi lebih baik dari tetuanya karena memiliki keunggulan pada beberapa variabel, diantaranya mutan B1N172D150, B2N121D300, B3N86D450, B4N25D600, dan B5N172D750.Mung beans are a popular Leguminosae crop in Indonesia, ranking third after peanuts and soybeans. This plant has promising market potential because it has the advantage of easy storage and long durability. The plant breeding technique used to improve superior varieties is gamma radiation mutation. This study aims to determine the effect of mutation on the diversity of morphological appearance of mung bean mutants and to estimate the phenotypic diversity of the results of gamma radiation. The radiation doses given were 0 Gy/control, 150 Gy, 300 Gy, 450 Gy, 600 Gy, and 750 Gy. The results showed that the provision of gamma radiation energy had a significant effect on all observation parameters. In general, the greater the energy of gamma rays given caused a decrease in plant morphological responses so that only the variable number of primary branches increased at a dose of 750 Gy. A dose of 300 Gy is more effectively used to increase genetic diversity as seen from the level of productivity of mung bean plants which is characterized by an increased average value, a wide variety, and the highest number of genotypes. This dose is below the LD₅₀ of mung bean which is at a dose of 449.11 Gy analyzed based on the percentage of mung bean germination. Other variables observed experienced random changes at each dose so that the changes that occurred did not depend on the high dose used. Some mutants are thought to have better morphological diversity than their parents because they have advantages in several variables, including mutants B1N172D150, B2N121D300, B3N86D450, B4N25D600, and B5N172D750.
4482548188K1C021036Analisis Perfoma Aerodinamika Pada Propeller Drone Menggunakan Pendekatan Blade Element Momentum Theory (BEMT)Drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti pemetaan, logistik, dan pertanian. Propeller berperan penting
dalam menghasilkan gaya angkat (lift) dan gaya dorong (thrust), sehingga analisis
aerodinamika diperlukan untuk mengoptimalkan performanya. Penelitian ini menganalisis distribusi koefisien gaya angkat (cl), gaya dorong (ct), dan gaya torsi
(cq) pada propeller drone menggunakan metode Blade Element Momentum Theory (BEMT). Simulasi dilakukan dengan MATLAB menggunakan model propeller APC 10x7 Thin Electric. Simulasi dilakukan pada rentang kecepatan udara 10-23,5 m/s untuk memperoleh grafik cl, ct, dan cq terhadap advance ratio (J), serta pada kecepatan 18 m/s untuk mendapatkan grafik distribusi cl, ct, dan cq terhadap blade span (r/R). Hasil menunjukkan metode BEMT memberikan estimasi aerodinamika yang cukup akurat dengan error rata-rata 0,0880% (cl), 0,1234% (ct), dan 0,0574% (cq). Grafik performa aerodinamika terhadap advance ratio menunjukkan tren penurunan, sedangkan grafik distribusi aerodinamika menurun mendekati ujung bilah dengan nilai maksimum di sekitar pertengahan bilah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam desain dan optimasi propeller drone guna meningkatkan efisiensi aerodinamika drone.
Drones or Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) are widely used in various fields, such as mapping, logistics, and agriculture. Propellers play a crucial role in
generating lift and thrust, making aerodynamic analysis essential for optimizing their performance. This study will analyze the distribution of lift coefficient (cl), thrust coefficient (ct), and torque coefficient (cq) on drone propellers using the Blade Element Momentum Theory (BEMT) method. Simulations were conducted in
MATLAB using the APC 10x7 Thin Electric propeller model. The simulations were
performed over an airflow velocity range of 10-23,5 m/s to obtain cl, ct, and cq
graphs against the advance ratio (J) and at a velocity of 18 m/s to analyze the
distribution of cl, ct, and cq along the blade span (r/R). The results show that the
BEMT method provides an accurate aerodynamic estimation, with an average error of 0,0880% (cl), 0,1234% (ct), and 0,0574% (cq). The aerodynamic performance graphs indicate a decreasing trend with the advance ratio, while the aerodynamic distribution decreases toward the blade tip, with maximum values near the middle of the blade. This research is expected to serve as a reference for designing and optimizing drone propellers to enhance aerodynamic efficiency.
4482648190C1C021015Pengaruh Return On Equity, Earnings Per Share, Debt to Equity Ratio dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Sektor Teknologi Yang Terdaftar di Indonesia dan Malaysia Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji pengaruh Return On Equity,
Earnings Per Share, Debt to Equity Ratio dan pertumbuhan perusahaan terhadap return saham
di Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan
data sekunder yang diperoleh melalui website Bursa Efek Indonesia dan Bursa Malaysia.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor teknologi di Indonesia dan Malaysia
periode 2020-2023. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling.
Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan hasilnya menunjukkan bahwa (1)
Return On Equity berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham perusahaan
sektor teknologi Indonesia dan Malaysia, (2) Earnings Per Share berpengaruh positif dan tidak
signifikan terhadap return saham perusahaan Indonesia, (3) Earnings Per Share berpengaruh
negatif dan tidak signifikan terhadap return saham perusahaan Malaysia, (4) Debt to Equity
Ratio berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham perusahaan Indonesia,
(5) Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham
perusahaan Malaysia, (6) Pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif dan tidak signifikan
terhadap return saham perusahaan Indonesia dan Malaysia.
This study aims to analyze and examine the effect of Return On Equity, Earnings Per
Share, Debt to Equity Ratio and company growth on stock returns in Indonesia and Malaysia.
This research uses a quantitative approach using secondary data obtained through the
Indonesia Stock Exchange website and Malaysia Exchange. The population in this study are
technology sector companies in technology sector companies in Indonesia and Malaysia for
the period 2020-2023. Research sample determined using purposive sampling method. Data
analysis using multiple linear regression and the results show that (1) Return On Equity has a
positive and insignificant on stock returns of companies in the technology sector companies in
Indonesia and Malaysia, (2) Earnings Per Share has a positive and insignificant effect on stock
returns of Indonesian companies, (3) Earnings Per Share has a negative and insignificant
effect on stock returns of technology sector companies in Malaysia companies, (4) Debt to
Equity Ratio has a positive and insignificant effect on the stock return of Indonesian companies,
(5) Debt to Equity Rasio has a negative and insignificant effect on stock returns of Malaysian
compamies, (6) Company growth has a positive and insignificant effect on stock returns of
Indonesian and Malaysian companies
4482748191E1A021087PERTIMBANGAN REKOMENDASI PIDANA PENJARA TERHADAP PENUNTUTAN DAN PENJATUHAN PUTUSAN PENGADILAN DALAM PERKARA ANAK (Studi di Balai Pemasyarakatan Purwokerto, Pengadilan Negeri Banyumas, dan Kejaksaan Negeri Banyumas)Penelitian Kemasyarakatan merupakan laporan hasil pengamatan dan penelitian yang dibuat oleh Pembimbing Kemasyarakatan untuk memberikan saran kepada Jaksa dan Hakim dalam menentukan sanksi bagi anak yang melakukan tindak pidana. Akan tetapi, kebanyakan sanksi yang dijatuhkan terhadap anak adalah sanksi pidana penjara. Sanksi pidana penjara merupakan upaya pilihan sanksi terakhir yang dilakukan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pertimbangan Balai Pemasyarakatan Purwokerto dalam merekomendasikan sanksi pidana penjara terhadap anak serta pertimbangannya terhadap penuntutan oleh Jaksa di Kejaksaan Negeri Banyumas dan penjatuhan putusan Hakim di Pengadilan Negeri Banyumas. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi deskriptif analitis. Sumber data bahan hukum primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara dan studi kepustakaan. Disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel, serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa rekomendasi pidana penjara terhadap anak dibuat dengan berbagai pertimbangan dan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, dan menjadi pertimbangan serta diikuti oleh Jaksa di Kejaksaan Negeri Banyumas dan Hakim di Pengadilan Negeri Banyumas dalam melakukan proses peradilan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penentuan sanksi yang terbaik bagi anak.Community Research is a report of observations and research results made by Community Guidance Officers to provide advice to Prosecutors and Judges in determining sanctions for children who commit crimes. However, most of the sanctions imposed on children are imprisonment. Imprisonment is the last resort for children in conflict with the law. The purpose of this study was to examine the considerations of the Purwokerto Correctional Center in recommending imprisonment for children and its considerations for prosecution by Prosecutors at the Banyumas District Attorney's Office and the imposition of decisions by Judges at the Banyumas District Court. The method used is a sociological legal approach with analytical descriptive specifications. Primary and secondary legal data sources collected through interviews and literature studies. Presented in the form of narrative text and tables, and analyzed qualitatively. The results of the study indicate that recommendations for imprisonment for children are made with various considerations and still prioritize the best interests of the child, and are considered and followed by Prosecutors at the Banyumas District Attorney's Office and Judges at the Banyumas District Court in conducting the trial process. This study is expected to contribute to determining the best sanctions for children.
4482848192E1A021030TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DIIKUTI DENGAN TINDAK PIDANA LAIN DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Kasus Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN Kag)Anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perlindungan khusus, termasuk dalam sistem peradilan pidana. Namun, dalam beberapa kasus, anak dapat melakukan tindakan yang melanggar hukum, termasuk tindak pidana berat seperti pembunuhan. Penelitian ini berfokus pada analisis penerapan unsur-unsur tindak pidana pembunuhan yang disertai tindak pidana lain serta pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pada Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN Kag. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus, perundang-undangan, dan analitis. Jenis penelitian bersifat peskriptif analitis dengan sumber data sekunder, yang dianalisis secara normatif kualitatif melalui studi kepustakaan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan Pasal 339 KUHP dalam Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN Kag tidak sepenuhnya tepat. Meskipun hakim mempertimbangkan adanya tindak pidana lain setelah pembunuhan, fakta hukum menunjukkan bahwa pembunuhan tersebut dilakukan dengan perencanaan, sehingga lebih tepat dikenakan Pasal 340 KUHP. Selain itu, pidana yang dijatuhkan masih tergolong ringan dibandingkan dengan tingkat keseriusan dan kekejaman perbuatan yang dilakukan. Hal ini menimbulkan ketidaksesuaian dengan prinsip keadilan dan kepastian hukum dalam sistem peradilan pidana anak.Children are a group that requires special protection, including within the criminal justice system. However, in certain cases, children may engage in unlawful acts, including serious crimes such as murder. This research focuses on analyzing the application of the elements of murder accompanied by other criminal acts, as well as the judge’s considerations in delivering the verdict in Decision Number 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN Kag. This study uses a normative juridical method with case, statutory, and analytical approaches. The type of research is descriptive-analytical, relying on secondary data sources analyzed qualitatively and normatively through a literature study. The findings reveal that the application of Article 339 of the Indonesian Criminal Code (KUHP) in Decision Number 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN Kag is not entirely appropriate. Although the judge considered the existence of other criminal acts following the murder, the legal facts indicate that the murder was premeditated, making Article 340 of the Criminal Code more applicable. Furthermore, the sentence imposed is relatively lenient considering the severity and brutality of the act committed. This raises concerns regarding inconsistencies with the principles of justice and legal certainty within the juvenile criminal justice system.
4482948194H1A021026IMPLEMENTASI MAXIMUM POWER POINT TRACKING (MPPT) BERBASIS ALGORITMA INCREMENTAL CONDUCTANCE PADA BUCK CONVERTER UNTUK PENGISIAN BATERAI MOBIL LISTRIK DENGAN FOTOVOLTAICPemanfaatan energi terbarukan untuk sistem pengisian baterai mobil listrik menggunakan photovoltaic (PV) dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan emisi karbon. Photovoltaic yang dipengaruhi oleh pada kondisi lingkungan seperti intensitas cahaya dan suhu, memerlukan sistem Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk mengoptimalkan daya keluaran yang dihasilkan oleh photovoltaic. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan MPPT dengan algoritma incremental conductance pada DC-DC Buck Converter untuk menurunkan tegangan PV agar sesuai dengan kebutuhan pengisian baterai. Perancangan mencakup simulasi di software MATLAB/Simulink dan perancangan hardware protoype sistem pengisian baterai mobil listrik tipe on-board charger, dengan PV terpasang pada atap mobil. Pengujian akan dilakukan dengan membandingkan kinerja sistem menggunakan MPPT dan tanpa MPPT terhadap variasi nilai iradiasi matahari dan berbagai kondisi PV. Hasil pengujian baik simulasi maupun prototype, model sistem yang dilengkapi MPPT memiliki efisiensi pengisian baterai yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem tanpa MPPT. Pada simulasi menghasilkan peningkatan efisiensi pengisian sebesar 0,3%/detik dibandingkan sistem tanpa MPPT, sedangkan pada prototype peningkatan efisiensi sebesar 0,19%/detik. MPPT algoritma incremental conductance mampu mengoptimalkan pemanfaatan daya dari PV terhadap perubahan lingkungan.Utilizing renewable energy for electric car battery charging systems using photovoltaic (PV) can reduce dependence on fossil fuels and carbon emissions. Photovoltaic which is dependent on environmental conditions such as light intensity and temperature, requires a Maximum Power Point Tracking (MPPT) system to optimize the output power generated by photovoltaic. This research aims to implement MPPT with incremental conductance algorithm on DC-DC buck converter to reduce PV voltage to fit the battery charging needs. The design includes simulation in MATLAB/Simulink software and hardware design of an electric car battery charging system protoype type on-board charger, with PV installed on the roof of the car. Testing will be carried out by comparing the performance of the system using MPPT and without MPPT against variations in solar irradiation values and various PV conditions. The results of both simulation and prototype testing, the system model equipped with MPPT has a higher battery charging efficiency compared to the system without MPPT. The simulation resulted in an increase in charging efficiency of 0.3%/second compared to the system without MPPT, while the prototype increased efficiency of 0.19%/second. MPPT incremental conductance algorithm is able to optimize the utilization of power from PV against environmental changes.
4483048195H1A021049RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN MANAJEMEN PENGISIAN BATERAI MOBIL LISTRIK MENGGUNAKAN PHOTOVOLTAIC BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN BLYNKDengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia sebagai bagian dari upaya mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, dibutuhkan teknologi yang menjamin efisiensi dan keselamatan dalam pengisian daya. Karena kendaraan listrik bergantung pada baterai sebagai sumber energi utama, pemantauan parameter seperti tegangan, arus, suhu, dan kapasitas baterai menjadi penting untuk mencegah risiko overcharge dan overheating. Mengingat pengisian daya konvensional masih bergantung pada energi fosil yang tidak ramah lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan seperti photovoltaic menjadi solusi berkelanjutan. Penelitian ini merancang dan mengembangkan sistem integrasi photovoltaic dengan Internet of Things (IoT) berbasis platform Blynk untuk memungkinkan pemantauan pengisian daya secara real-time dan jarak jauh. Parameter yang dipantau meliputi tegangan input dan output, arus input dan output, State of Charge (SoC) baterai, suhu baterai, serta duty cycle dan frekuensi switching MOSFET. Akurasi sensor diuji dengan membandingkan hasil pembacaan sistem terhadap alat ukur referensi menggunakan parameter RMSE (Root Mean Squared Error) dan MAPE (Mean Absolute Percentage Error). Setelah kalibrasi, sensor tegangan masukan dan keluaran menunjukkan RMSE sebesar 0,24 V dan 0,05 V serta MAPE sebesar 1,39% dan 0,43%, sedangkan sensor arus mencatat RMSE sebesar 0,012 A dan 0,011 A serta MAPE sebesar 1,52% dan 1,15%. Sensor suhu tidak memerlukan kalibrasi dengan RMSE sebesar 0,15ºC dan MAPE sebesar 0,46%. Sistem proteksi terhadap overheat dan overcharge bekerja sesuai perancangan, dan sistem monitoring berhasil terintegrasi dengan IoT serta dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi Blynk.With the increasing use of electric vehicles in Indonesia as part of the effort to achieve Net Zero Emission by 2060, technology is needed to ensure efficiency and safety in charging. Because electric vehicles rely on batteries as their main energy source, monitoring parameters such as voltage, current, temperature, and battery capacity becomes important to prevent the risks of overcharge and overheating. Considering that conventional charging still relies on fossil fuels, which are not environmentally friendly, the utilization of renewable energy such as photovoltaic becomes a sustainable solution. This research designs and develops a photovoltaic integration system with the Internet of Things (IoT) based on the Blynk platform to enable real-time and remote charging monitoring. The monitored parameters include input and output voltage, input and output current, battery State of Charge (SoC), battery temperature, as well as the duty cycle and switching frequency of the MOSFET. The accuracy of the sensors is tested by comparing the system's readings against a reference measuring instrument using the RMSE (Root Mean Squared Error) and MAPE (Mean Absolute Percentage Error) parameters. After calibration, the input and output voltage sensors showed an RMSE of 0.24 V and 0.05 V, and a MAPE of 1.39% and 0.43%, while the current sensors recorded an RMSE of 0.012 A and 0.011 A, and a MAPE of 1.52% and 1.15%. The temperature sensor does not require calibration with an RMSE of 0.15ºC and a MAPE of 0.46%. The protection system against overheating and overcharging works as designed, and the monitoring system has successfully integrated with IoT and can be monitored in real-time through the Blynk application.
4483149287A1D021001Fisiologi dan Hasil Tanaman Kubis Terpapar Salinitas Udara pada Berbagai Waktu dan Volume Pembilasan dengan Media Tanah Pasir PantaiPasir pantai dijadikan solusi untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia, mengingat adanya penyempitan lahan akibat pembangunan infrastuktur. Kondisi lingkungan yang ekstrem perlu diperhatikan untuk menjaga tanaman tetap tumbuh optimal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan pengaruh volume pembilasan terhadap pertumbuhan, fisiologi dan hasil tanaman kubis terpapar salinitas udara pada media tanah pasir pantai; 2) menentukan pengaruh waktu pembilasan terhadap pertumbuhan, fisiologi dan hasil tanaman kubis terpapar salinitas udara pada media tanah pasir pantai; 3) menentukan pengaruh volume dan waktu pembilasan yang memberikan hasil terbaik bagi tanaman kubis terpapar salinitas udara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari faktor, dengan tiga taraf perlakuan volume pembilasan (0; 3,5; 7,0 mm) dan tiga taraf perlakuan waktu pembilasan (0; 45; 90 menit). Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan, fisiologi tanaman, dan hasil tanaman kubis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan apalagi berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan volume pembilasan 0 mm memberikan hasil terbaik terhadap kadar prolin vegetatif dan generatif, 3,5 mm memberikan hasil terbaik terhadap bobot keirng daun, 7 mm meningkatkan bukaan dan kerapatan stomata generatif. Waktu pembilasan 0 menit memberikan hasil terbaik terhadap unit kehijauan daun vegetatif. Penelitian ini memberikan informasi mengenai teknologi adaptif yang dapat diterapkan di lahan pasir pantai.Coastal sand is being explored as a potential solution to support food security in Indonesia, particularly in response to the decreasing availability of arable land due to infrastructure development. However, the extreme environmental conditions associated with coastal areas must be carefully managed to ensure optimal plant growth. This study aims to: (1) evaluate the effect of leaching volume on the growth, physiology, and yield of cabbage plants exposed to air salinity in coastal sandy soil; (2) assess the effect of leaching time on the same parameters; and (3) determine the most effective combination of leaching volume and time to support cabbage growth under air salinity stress. The results indicated that a leaching volume of 0 mm resulted in the highest proline content during both vegetative and generative stages. A volume of 3.5 mm yielded the highest dry leaf weight, while 7.0 mm enhanced stomatal aperture and density during the generative stage. In terms of leaching time, the 0-minute treatment produced the highest chlorophyll unit value in the vegetative phase. This study provides valuable insights into adaptive technologies applicable to coastal sandy soils.
4483248193D1A021202PENGARUH BANGSA SAPI LOKAL YANG DIBERI PAKAN YANG SAMA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIKSetiap bangsa sapi lokal di Indonesia memiliki potensi genetik dan fisiologis yang berbeda dalam memanfaatkan pakan, termasuk dalam hal kecernaan bahan kering dan bahan organik. Oleh karena itu, identifikasi terhadap bangsa sapi lokal dengan tingkat kecernaan paling optimal perlu dilakukan dengan cara memberikan pakan dan lingkungan yang sama. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bangsa sapi lokal terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada kondisi pakan dan lingkungan yang sama. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan bangsa sapi yang berbeda Bali Flores (R1), Madura Flores (R2), Peranakan Ongol (R3), dan Madura (R4) dengan perlakuan pemberian pakan yang sama berupa jerami padi secara adlibitum dan konsentrat 2,5% dari bobot tubuh. Peubah yang diukur yaitu kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Kecernaan pada ternak sapi Bali (R1) mampu mencerna bahan kering dan bahan organik lebih baik (P<0.01) dibandingkan ternak lain. Kecernaan bahan kering pada jenis sapi Bali Flores, Madura Flores, Pernakan Ongole, dan Madura masing-masing adalah R1: 83,78 ± 2,00%, R2: 81,09 ± 2,27%, R3: 78,57 ± 2,26% dan R4: 77,11 ± 1,41, sedangkan untuk kecernaan bahan organik masing-masing adalah R1: 84,50 ± 1,19%, R2: 82,57 ± 2,44%, dan R3: 80,08 ± 2,13%, dan R4: 78,60 ± 1,24. Kesimpulan penelitian ini bahwa sapi Bali Flores merupakan jenis sapi lokal terbaik berdasarkan kecernaan bahan kering dan bahan organik pada pakan dan lingkungan yang sama.Each indigenous cattle breed in Indonesia possesses distinct genetic and physiological potentials in utilizing feed, including differences in dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). Therefore, identifying the local cattle breed with the most optimal digestibility under uniform feeding and environmental conditions is essential. This study aims to evaluate the effect of different local cattle breeds on dry matter and organic matter digestibility under the same feeding and environmental conditions. The research was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with four different cattle breeds as treatments: Bali Flores (R1), Madura Flores (R2), Peranakan Ongole (R3), and Madura (R4). All groups received the same feed treatment, consisting of ad libitum rice straw and concentrate at 2.5% of body weight. The variables measured were dry matter digestibility and organic matter digestibility. The results showed that Bali cattle (R1) had significantly higher (P<0.01) dry matter and organic matter digestibility compared to the other breeds. The dry matter digestibility values were as follows: R1: 83.78 ± 2.00%, R2: 81.09 ± 2.27%, R3: 78.57 ± 2.26%, and R4: 77.11 ± 1.41%, while the organic matter digestibility values were: R1: 84.50 ± 1.19%, R2: 82.57 ± 2.44%, R3: 80.08 ± 2.13%, and R4: 78.60 ± 1.24%. In conclusion, Bali Flores cattle are the most efficient among the tested local breeds in terms of dry matter and organic matter digestibility under identical feeding and environmental conditions.
4483348196D1A021163Pengaruh Pakan Kambing Berkromium yang Disuplementasi Tepung Rumput Laut (Gracilaria sp.) Terhadap Total VFA dan Glukosa Darah.Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp.) pada pakan kambing terhadap produksi total VFA dan kadar glukosa darah. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 Maret sampai 2 Juni 2024, di Melon Farm, Jl Gunung Tugel, Karangklesem, Purwokerto Selatan, Banyumas, Jawa Tengah dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu Kambing Jawarandu jantan berjumlah 18 ekor dengan bobot badan rata-rata 25,42 ± 2,41 kg. Pakan yang diberikan sebanyak 4% dari bobot badan kambing berdasarkan bahan kering. Pakan diberikan imbangan 30% hijauan dan 70% konsentrat, mikro mineral Chromium organik sebanyak 1,5 ppm, serta tepung rumput laut (Gracilaria sp.) sebanyak 2%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental in vivo dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu Uji T yang dilakukan dengan 2 perlakuan dan 9 kali ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu R0 (Pakan basal + 1,5 ppm Chromium organic) dan R1 (R0 + 2% tepung rumput laut Gracilaria sp.). Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu produksi total VFA (Volatile Fatty Acid) dan kadar glukosa darah. Hasil rataan total VFA adalah 117 ± 10,94 dan 72 ± 3,2 untuk kadar glukosa darah. Hasil analisis uji T menunjukkan bahwa suplementasi rumput laut (Gracilaria sp.) pada pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total VFA dan kadar glukosa darah. Kesimpulan penelitian ini adalah suplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp.) cenderung berpengaruh terhadap total VFA dan menjaga kadar glukosa darah berada dalam keadaan normal.
This study was conducted to determine the effect of seaweed flour (Gracilaria sp.) supplementation in goat feed on total VFA production and blood glucose concentration. This study was conducted from March 11 to June 2, 2024, at Melon Farm, Jl Gunung Tugel, Karangklesem, South Purwokerto, Banyumas, Central Java and feedstuff Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used in this study was 18 male Jawarandu goats with an average body weight of 25.42 ± 2.41 kg. The feed given was 4% of the goat's body weight based on dry matter. The feed was given a balance of 30% forage and 70% concentrate, 1.5 ppm of organic Chromium micro minerals, and 2% seaweed flour (Gracilaria sp.). This study used an in vivo experimental method with a research design used, namely the T Test which was carried out with 2 treatments and 9 replications. The treatments tested were R0 (Basal feed + 1.5 ppm Chromium organic) and R1 (R0 + 2% Gracilaria sp. seaweed flour). The variables observed in this study were total VFA (Volatile Fatty Acid) production and blood glucose concentration. The average results of total VFA were 117 ± 10.94 and 72 ± 3.2 for blood glucose concentration. The results of the T-test analysis showed that seaweed (Gracilaria sp.) supplementation in feed had a significant effect (P <0.05) on total VFA and blood glucose concentration. The conclusion of this study is that seaweed (Gracilaria sp.) flour supplementation tends to affect total VFA and maintain blood glucose concentration at normal concentration.
4483448198C1H021017The Effect of Family Ownership and Profitability on Tax Avoidance With Independent Commissioner As a Moderating VariablePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan keluarga dan profitabilitas terhadap penghindaran pajak dengan komisaris independen sebagai variabel pemoderasi. Subjek penelitian ini adalah perusahaan sektor barang konsumsi primer khususnya subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2022. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan yang diperoleh dari situs resmi BEI.

Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan moderasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepemilikan keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, sedangkan profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penghindaran pajak. Selain itu, variabel komisaris independen tidak mampu memoderasi hubungan antara kepemilikan keluarga dan penghindaran pajak.

Temuan ini menyatakan bahwa perusahaan keluarga cenderung memiliki transparansi yang lebih besar dan mengutamakan reputasi, sehingga tidak terdorong untuk melakukan koordinasi dalam penghindaran pajak. Selain itu, perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi lebih cenderung mematuhi peraturan perpajakan untuk menjaga stabilitas bisnis jangka panjang. Namun, efektivitas komisaris independen dalam mengawasi kebijakan pajak perusahaan masih terbatas.
This study aims to analyze the effect of family ownership and profitability on tax avoidance with independent commissioners as moderating variables. The subjects of this research are primary consumer goods sector companies, especially the food and beverage subsector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2019-2022 period. The data used is secondary data in the form of financial reports and annual reports obtained from the official IDX website.

The analysis method used is panel data regression with a moderation approach. The results revealed that family ownership has no significant effect on tax avoidance, while profitability has a negative and significant effect on tax avoidance. In addition, the independent commissioner variable is unable to moderate the relationship between family ownership and tax avoidance.

This finding stipulates that family firms tend to have bigger transparency and prioritize reputation, so they are not encouraged to coordinate in tax avoidance. In addition, companies with high profitability are more likely to acquiesce with tax regulations to maintain long-term business stability. However, the effectiveness of independent commissioners in overseeing corporate tax policies is still limited.
4483548199H1A021076Rancang Bangun Buck Converter Berbasis MOSFET Untuk Pengisian Baterai Mobil Listrik Dengan PhotovoltaicPemanfaatan energi terbarukan, khususnya photovoltaic (PV), semakin penting
sebagai solusi atas krisis energi dan masalah lingkungan. Salah satu penerapannya adalah penggunaan
PV untuk mengisi baterai pada kendaraan listrik. Skripsi ini bertujuan untuk merancang dan
membangun buck converter berbasis MOSFET sebagai sistem pengisian baterai mobil listrik on
board. Penelitian ini difokuskan pada pencapaian efisiensi tinggi dan stabilitas pengisian baterai agar
kendaraan lebih andal dan berkelanjutan. Metode penelitian melibatkan perancangan rangkaian buck
converter dan sistem kontrol menggunakan Pulse Width Modulation (PWM). Pengujian dan simulasi
dilakukan untuk mengevaluasi performa rangkaian, termasuk analisis tegangan keluaran, ripple arus,
dan pengaruh duty cycle terhadap efisiensi pengisian. Uji coba juga mempertimbangkan fluktuasi
daya input dari PV, baik pada kondisi penuh maupun parsial, untuk memastikan sistem dapat
beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Setelah dilakukan pengujian, konverter ini dinilai cukup
mampu memberikan tegangan keluaran yang stabil dengan ripple arus minimal, meningkatkan
efisiensi pengisian, serta memperpanjang umur baterai. Dengan desain yang tepat, sistem ini cukup
mampu mendukung kinerja optimal kendaraan listrik dan memaksimalkan pemanfaatan energi
terbarukan dari PV secara efektif.
The use of renewable energy, especially photovoltaic (PV), has become essential to address the
energy crisis and environmental concerns. This thesis aims to design and develop a MOSFET-based buck
converter for on-board battery charging in electric vehicles (EVs). The study focuses on achieving high
efficiency and stable charging performance to ensure reliable and sustainable operation .The research involves
designing the converter circuit and controlling it using Pulse Width Modulation (PWM). Simulations and
testing analyze key performance aspects such as output voltage, current ripple, and duty cycle. It also examines
how the system adapts to fluctuations in PV input under different conditions to optimize performance.After the
buck converter is tested, the circuit can deliver stable output voltage with minimal ripple while maximizing
battery lifespan and charging efficiency. The system is designed to support the EV’s performance and
effectively harness PV energy for sustainable transport solutions.
4483649295A1A021045ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI KENTANG DI WILAYAH DAS SERAYU HULU (Studi Kasus di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo)Risiko dan pertanian merupakan dua hal yang saling berkaitan erat. Kegiatan usahatani, termasuk budidaya kentang, tidak lepas dari berbagai ketidakpastian yang sering dihadapi petani selama proses produksi berlangsung. Kentang merupakan salah satu tanaman dengan potensi ekonomi yang cukup besar. Tanaman kentang dapat tumbuh subur di daerah dengan suhu antara 15-20°C untuk mendukung mendukung proses fisiologi tanaman kentang. Kondisi cuaca yang sejuk dan jenis tanah yang subur di wilayah Jawa Tengah mendukung tanaman kentang dapat tumbuh secara optimal di wilayah tersebut, salah satunya di Desa Dieng, Kabupaten Wonosobo. Secara topografis, Desa Dieng memiliki karakteristik lahan yang berlereng atau miring, dengan ketinggian sekitar 1.500-2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi wilayah yang didominasi oleh perbukitan dan lereng yang cukup curam menjadikan lahan desa ini memiliki potensi yang tinggi terhadap terjadinya erosi. Erosi ini dapat menurunkan kualitas tanah dan hasil produksi, serta menyebabkan pencemaran air di DAS Serayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji risiko produksi usahatani kentang di Desa Dieng, Wonosobo, dengan fokus pada tingkat risiko produksi serta faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksinya.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan dengan wawancara bersama anggota kelompok tani di Desa Dieng Wetan pada bulan Februari 2025. Metode pengambilan sampel secara Simple Random Sampling. Variabel yang diamati adalah produksi kentang serta penggunaan input produksi seperti luas lahan, benih, pupuk kandang, pupuk phonska, pestisida, tenaga kerja, dan penerapan konservasi lahan. Penelitian ini menggunakan fungsi risiko produksi Just and Pope untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksi, serta koefisien variasi untuk menganalisis tingkat risiko produksi yang dihadapi petani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi yang dihadapi petani kentang di Desa Dieng Wetan tergolong rendah dengan nilai koefisien variansi sebesar 0,18. Risiko produksi yang rendah ini mencerminkan stabilitas usaha tani kentang di Desa Dieng Wetan pada saat penelitian dilakukan. Secara simultan, variabel input produksi memiliki pengaruh yang tidak nyata terhadap risiko produksi. Secara parsial, variabel benih berpengaruh signifikan terhadapi risiko produksi kentang di Dieng Wetan dengan nilai signifikansi sebesar 0,099. Penggunaan benih merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko produksi. Petani kentang di Desa Dieng Wetan menggunakan benih yang didapatkan secara turun-temurun sehingga dapat meningkatkan potensi terjadinya serangan hama dan penyakit. Semakin banyak benih yang digunakan, semakin besar risiko produksi yang dihadapi petani. Kemudian variabel tenaga kerja berpengaruh terhadap risiko produksi kentang di Dieng dengan nilai signifikansi sebesar 0,030. Penggunaan tenaga kerja merupakan faktor yang dapat menurunkan risiko produksi. Lahan yang dikontrol secara rutin cenderung memiliki tingkat serangan hama dan penyakit yang lebih rendah, sehingga dapat mengurangi terjadinya risiko.
Risk and agriculture are two closely related aspects. Farming activities, including potato cultivation, are inherently associated with various uncertainties that farmers often face during the production process. Potatoes are a crop with significant economic potential. They grow optimally in areas with temperatures ranging from 15–20°C, which support the physiological processes of potato plants. The cool climate and fertile soil in Central Java provide favorable conditions for potato cultivation, including in Dieng Village, Wonosobo Regency. Topographically, Dieng Village features sloped or hilly terrain at an altitude of approximately 1,500–2,000 meters above sea level. This landscape, dominated by steep hills and slopes, makes the area highly prone to erosion. Such erosion can degrade soil quality, reduce yields, and lead to water pollution in the Serayu watershed (DAS Serayu).
The objective of this study is to assess the production risk of potato farming in Dieng Village, Wonosobo, with a focus on the level of production risk and the factors influencing it. This research employed a case study method and was conducted through interviews with members of farmer groups in Dieng Wetan Village in February 2025. Sampling was carried out using simple random sampling. The variables observed included potato production and input usage such as land area, seed, manure, Phonska fertilizer, pesticides, labor, and land conservation practices. The Just and Pope production risk function was used to identify factors influencing production risk, while the coefficient of variation was applied to analyze the level of production risk faced by farmers.
The results show that the production risk faced by potato farmers in Dieng Wetan Village is relatively low, with a coefficient of variation of 0.18. This low level of risk reflects the stability of potato farming in Dieng Wetan at the time of the study. Simultaneously, the input variables did not have a statistically significant effect on production risk. However, partially, the seed variable had a significant effect on production risk, with a significance value of 0.099. Seed use is a factor that may increase production risk. Farmers in Dieng Wetan typically use seeds passed down from previous harvests, which increases the potential for pest and disease attacks. The greater the quantity of seed used, the higher the production risk faced. On the other hand, labor had a significant effect on reducing production risk, with a significance value of 0.030. The use of labor is a factor that can mitigate production risk. Fields that are routinely monitored tend to have lower levels of pest and disease infestation, thereby reducing the likelihood of production losses.
4483748197G1A021107HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN
GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS
DI RSUD BANYUMAS
Latar Belakang: Gagal ginjal kronik adalah kerusakan ginjal yang terjadi secara progresif dan irreversible dengan LFG <60 ml/menit/1,73 m2 selama 3 bulan atau lebih. Pasien gagal ginjal kronik memerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis seumur hidup, yang dapat berdampak terhadap kecemasan dan kualitas hidup pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Banyumas. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan
penelitian cross sectional menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan WHOQOL-BREF. Analisis data akan dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan bivariat untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang bermakna
antar variabel, menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil bivariat menunjukkan bahwa koefisien korelasi -0,080 dengan p-value (<0,05) 0,501. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan
yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Banyumas.
Background: Chronic kidney disease is a progressive and irreversible kidney damage with LFG <60 ml/minute/1.73 m2 for 3 months or more. Chronic kidney disease patients require renal replacement therapy such as lifelong hemodialysis, which can affect the patient's anxiety and quality of life. Objective: To determine the relationship between anxiety levels and quality of
life of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis at RSUD Banyumas. Research Methods: This study used a cross-sectional study design using the Hamilton Anxiety Rating
Scale (HARS) and WHOQOL-BREF questionnaires. Data analysis will be carried out univariately to describe the characteristics of respondents and bivariately to determine whether there is a significant relationship between variables, using the Spearman correlation test. Results: The bivariate results showed that the correlation coefficient was -0.080 with a p-value (<0.05) of 0.501. Conclusion: There is no significant relationship between anxiety levels and quality of life of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis at RSUD Banyumas.
4483848200G1A021042KORELASI TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR KORTISOL SALIVA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang: Mahasiswa kedokteran mengalami stressor yang lebih berat dibandingkan mahasiswa fakultas lain. Tingkat stres dapat diukur menggunakan paramater kadar kortisol saliva. Aktivitas fisik diduga berpengaruh terhadap tingkat stres yang dapat dilihat pada kadar kortisol. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk melihat korelasi tingkat aktivitas fisik dengan kadar kortisol saliva yang merupakan parameter stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini dilakukan dilakukan pada variabel penelitan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman berusia 18-25 tahun. Subjek penelitian sebanyak 50 mahasiswa dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengukuran diambil data sekunder meliputi tingkat aktivitas fisik menggunakan kuesioner International Physical Activity Questioner-Long Form (IPAQ-LF) dan kadar kortisol saliva menggunakan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Uji korelasi yang digunakan adalah uji korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata aktivitas fisik dan kadar kortisol saliva responden
adalah 1334,31±552,10 MET-menit/minggu dan 9,76±2,97 ng/mL. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara aktivitas fisik dan kadar kortisol saliva (p = 0,507). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara tingkat aktivitas fisik dengan kadar kortisol saliva pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Background: Medical students experience heavier stressors compared to students from other faculties. Stress levels can be measured using salivary cortisol levels as a parameter. Physical activity is suspected to influence stress levels, which can be observed through cortisol levels. Objective: This study aimed to examine the correlation between the level of physical activity and salivary cortisol levels, which serve as a stress parameter among medical students at the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University. Methodology: The study was conducted on medical students at the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, aged 18–25 years. A total of 50 students were selected using purposive sampling. Secondary data were used, including physical activity levels measured with the International Physical Activity Questionnaire-Long Form (IPAQ-LF), and salivary cortisol levels measured using the Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) method. The correlation was tested using Pearson’s correlation test with a significance level of p<0.05. Results: The results show that the average physical activity level and salivary cortisol level of the respondents are 1334.31±552.10 MET-minutes/week and 9.76±2.97 ng/mL, respectively. Bivariate analysis indicates no significant correlation between physical activity and salivary cortisol levels (p = 0.507). Conclusion: There is no correlation between the level of physical activity and salivary cortisol levels in medical students at the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University.
4483948202H1B021006ANALISIS PENGARUH SEBARAN INTRUSI AIR LAUT TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI KUTO KABUPATEN KENDAL MENGGUNAKAN SOFTWARE DELFT3D Intrusi air laut merupakan salah satu fenomena yang signifikan memengaruhi kualitas air sungai di wilayah pesisir, termasuk di Kabupaten Kendal. Fenomena ini terjadi ketika air laut masuk ke aliran sungai akibat perbedaan densitas dan dipengaruhi oleh faktor pasang surut serta debit sungai. Intrusi air laut dapat menyebabkan peningkatan salinitas dan penurunan kualitas air, yang berdampak pada ekosistem perairan dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang pola dan dampak intrusi air laut diperlukan untuk merancang strategi pengelolaan sumber daya air yang efektif. Penelitian ini menggunakan pemodelan numerik dengan software Delft3D untuk menganalisis pengaruh intrusi air laut terhadap kualitas air sungai di pesisir Kabupaten Kendal. Data yang digunakan meliputi pasang surut, debit sungai, salinitas, dan suhu, yang diintegrasikan ke dalam model hidrodinamika tiga dimensi. Simulasi dilakukan untuk mempelajari distribusi salinitas dan pola intrusi air laut dalam berbagai skenario, termasuk kondisi pasang tinggi (spring tide) dan pasang rendah (neap tide), serta variasi debit sungai. Model ini divalidasi menggunakan data lapangan untuk memastikan keakuratan hasil simulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intrusi air laut menyebabkan peningkatan salinitas secara signifikan di bagian hilir sungai, dengan nilai salinitas mencapai 0,56 ppt pada kondisi pasang tinggi. Pola sebaran intrusi air laut dipengaruhi oleh debit sungai, di mana debit rendah memperluas jangkauan intrusi hingga beberapa kilometer ke arah hulu. Selain itu, area sekitar muara sungai teridentifikasi sebagai zona paling rentan terhadap penurunan kualitas air. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan rutin dan pengelolaan debit sungai untuk mengurangi dampak intrusi air laut. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air dan mitigasi dampak intrusi air laut di wilayah pesisir Kabupaten Kendal.Seawater intrusion is one of the phenomena that significantly affects river water quality in coastal areas, including in Kendal District. This phenomenon occurs when seawater enters a river due to density differences and is influenced by tidal factors and river discharge. Seawater intrusion can lead to increased salinity and decreased water quality, which impacts aquatic ecosystems and the availability of clean water for the community. Therefore, an in-depth understanding of the patterns and impacts of seawater intrusion is needed to design effective water resources management strategie. This study uses numerical modeling with Delft3D software to analyze the effect of seawater intrusion on river water quality in coastal Kendal Regency. The data used included tides, river discharge, salinity and temperature, which were integrated into a three-dimensional hydrodynamic model. Simulations were conducted to study salinity distribution and seawater intrusion patterns under various scenarios, including spring tide and neap tide conditions, and river discharge variations. The model was validated using field data to ensure the accuracy of the simulation results. The results showed that seawater intrusion caused a significant increase in salinity in the lower reaches of the river, with salinity values reaching 0,56 ppt at high tide conditions. The distribution pattern of seawater intrusion is influenced by river discharge, where low discharge extends the intrusion range up to several kilometers upstream. In addition, the area around the river mouth was identified as the most vulnerable zone to water quality degradation. This study emphasizes the importance of regular monitoring and management of river discharge to reduce the impact of seawater intrusion. The results of this study can serve as a reference in water resources management planning and mitigating the impacts of seawater intrusion in the coastal areas of Kendal Regency.
4484048203C1C021032The Effect Of Restaurant Taxes And Hotel Taxes On Economic Growth With Local Revenue As An Intervening VariableABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pajak Restoran dan Pajak Hotel terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan pendapatan asli daerah sebagai variabel intervening di Kabupaten Banyumas tahun 2014-2023. Penelitian ini didasarkan pada teori penatalayanan dan teori pengabdian. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa Laporan Tahunan Kabupaten Banyumas tahun 2014-2023, dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang yang diambil dengan menggunakan metode time series. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji t, uji f, uji r kuadrat, dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pajak Restoran berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah. (2) Pajak Hotel berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah. (3) Pajak Restoran berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. (4) Pajak Hotel berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. (5) Pendapatan asli daerah berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. (6) Pajak Restoran berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi melalui pendapatan asli daerah. (7) Pajak Hotel berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi melalui pendapatan asli daerah. Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) Pemerintah daerah dapat menggunakan temuan ini untuk merancang kebijakan pajak restoran dan hotel yang lebih efektif untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, yang dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan program publik yang mendukung pertumbuhan ekonomi. (2) Pengusaha diharapkan lebih patuh pajak, berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan mendapatkan manfaat dari kebijakan insentif pajak potensial yang diterapkan oleh pemerintah. (3) Masyarakat dapat memperoleh manfaat dari peningkatan infrastruktur dan layanan publik yang didanai oleh pendapatan pajak, dan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pajak.ABSTRACT: This study aims to examine the impact of Restaurant Tax and Hotel Tax on Economic Growth with locally-generated revenue as an intervening variable in Banyumas Regency from 2014-2023. The study is based on stewardship theory and dedication theory. The data used is secondary data from the Annual Reports of Banyumas Regency for the years 2014-2023, with a total of 40 samples taken using the time series method. Data analysis includes descriptive statistics, classical assumption tests, t-tests, f-tests, r-square tests, and Sobel tests.
The results show that: (1) Restaurant Tax significantly affects locally-generated revenue. (2) Hotel Tax significantly affects locally-generated revenue. (3) Restaurant Tax significantly affects Economic Growth. (4) Hotel Tax significantly affects Economic Growth. (5) locally-generated revenue significantly affects Economic Growth. (6) Restaurant Tax significantly affects Economic Growth through locally-generated revenue. (7) Hotel Tax significantly affects Economic Growth through locally-generated revenue.
The implications of this study are: (1) Local governments can use these findings to design more effective restaurant and hotel tax policies to increase locally-generated revenue, which can be allocated for infrastructure development and public programs supporting economic growth. (2) Entrepreneurs are expected to be more tax compliant, contributing to local development and benefiting from potential tax incentive policies implemented by the government. (3) The public can benefit from improved infrastructure and public services funded by tax revenue, and encourage transparency and accountability in tax fund management.