Home
Login.
Artikelilmiahs
48417
Update
AFLAKHA NURMADINA
NIM
Judul Artikel
Upaya Menurunkan Angka Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat (Studi di Kelurahan Tritih Kulon Kecamatan Cilacap Utara)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Permasalahan stunting menjadi isu penting yang menghambat pencapaian Indonesia Emas 2045. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sejak kehamilan hingga usia dua tahun. Kabupaten Cilacap, khususnya Kelurahan Tritih Kulon, menjadi wilayah prioritas program penurunan stunting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kader Posyandu, tenaga kesehatan, ibu balita, serta tokoh masyarakat. Upaya pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui edukasi gizi di Kelas Balita, sosialisasi di forum RT/RW, pelatihan memasak, sistem jemput bola, dan pemberian makanan tambahan (PMT). Kader Posyandu dan bidan desa berperan penting dalam edukasi dan pendampingan ibu balita. Program ini berhasil menurunkan angka stunting dari 109 kasus pada Januari 2023 menjadi 53 kasus pada September 2024. Faktor pendukung keberhasilan meliputi keterlibatan aktif kader dan tenaga kesehatan, dukungan pemerintah melalui program dan dana desa, serta meningkatnya kesadaran masyarakat. Faktor penghambat meliputi rendahnya pendidikan, hal ini dapat diatasi dengan adanya upaya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan anak. Kemudian keterbatasan waktu ibu bekerja, dan ketidakhadiran konsisten di Posyandu, dapat diatasi dengan sistem jemput bola yang telah dilakukan. Penelitian menekankan pentingnya keberlanjutan program, peningkatan kapasitas kader, dan penguatan edukasi gizi berbasis keluarga untuk keberhasilan pencegahan stunting di komunitas urban.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The issue of stunting is a significant challenge hindering the achievement of Indonesia Emas 2045. Stunting is a condition of impaired growth due to chronic malnutrition, beginning in pregnancy and continuing until the child is two years old. Cilacap Regency, particularly Tritih Kulon Sub-district, has been designated as a priority area for stunting reduction programs. This research employs a qualitative approach using interviews, observations, and documentation, involving Posyandu cadres, health workers, mothers of toddlers, and community leaders. Community empowerment efforts are carried out through nutrition education in toddler classes, socialization in neighborhood forums (RT/RW), cooking training, a door-to-door 2 approach, and the provision of supplementary feeding (PMT). Posyandu cadres and village midwives play a vital role in educating and assisting mothers of toddlers. The program successfully reduced the number of stunting cases from 109 in January 2023 to 53 in September 2024. Supporting factors for the program’s success include the active involvement of cadres and health workers, government support through programs and village funds, and increased community awareness. Inhibiting factors include low levels of education—which can be addressed through ongoing education efforts and raising awareness about the importance of child health as well as the limited time available for working mothers and inconsistent attendance at Posyandu. These challenges are being mitigated through a proactive door-todoor system. This study highlights the importance of program sustainability, capacity-building for cadres, and strengthening family-based nutrition education to ensure the long-term success of stunting prevention in urban communities
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save