Artikelilmiahs
Menampilkan 44.741-44.760 dari 48.759 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44741 | 48105 | D1A021002 | KECERNAAN LEMAK DAN TOTAL DIGESTIBLE NUTRIENT PADA KAMBING YANG MENDAPAT PAKAN BASAL BERCHROMIUM YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung rumput laut terhadap kecernaan lemak dan total digestible nutrient. Perlakuan yang diberikan : R0 sebagai pakan basal yang mengandung Chromium organik (64,49% konsentrat + 30% hijauan + ampas tahu 5,51%) + Chromiumorganik 1.5 ppm, dan R1 (R0 + tepung rumput laut 2%). Penelitian dilaksanakan mulai 11 Maret – 2 Juni 2024 di Melon Farm, Kabupaten Banyumas, dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 18 ekor Kambing Jawarandu jantan dengan rataan bobot badan 25,45±2,41 kg. Pakan yang diberikan sebesar 4% BK/kg BB. Metode penelitian yang digunakan adalah in vivo dengan 2 perlakuan dan dilakukan pengulangan sebanyak 9 kali. Data penelitian yang diperoleh dianalisis dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung rumput laut 2% pada pakan kambing yang mengandung Chromium memberikan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan lemak dan kecernaan total digestible nutrient. Rataan kecernaan lemak: R0 sebesar 94.16±0.74% dan R1 sebesar 95.20±1.37%. Rataan kecernaan total digestible nutrient: R0 sebesar 81.85±2.87% dan R1 sebesar 83.89±3.03%. Kesimpulan, suplementasi tepung rumput laut 2% dalam pakan basal berchromium pada kambing tidak memengaruhi kecernaan lemak kasar dan total digestible nutrient. | This study aims to determine the effect of seaweed flour suplementation on extract ether and total digestible nutrient digestibility of goats. Treatment given: R0 as a basal feed containing organic chromium (64.49% concentrate + 30% forage + 5.51% tofu dregs) + organic chromium 1.5 ppm, and R1 (R0 + seaweed flour 2%). The research was carried out from March 11 – June 2, 2024 at Melon Farm, Banyumas Regency, and the Animal Feedstuff Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University. The material used in this study was 18 male Jawarandu Goats with an average body weight of 25.45±2.41 kg. The feed given is 4% DM/kg BW. The research method used was in vivo consist of two treatments and was repeated 9 times. The research data obtained was analyzed by T test. The results showed that 2% seaweed flour supplementation in chromium-containing goat feed had no significant effect (P>0.05) on increasing extract ether and total digestible nutrient digestibility of goats. In conclusion, seaweed suplementation 2% in Chromium basalt feed in goats can't increase extract ether and total digestible nutrient digestibility in goats. | |
| 44742 | 48106 | E1A021089 | KAJIAN YURIDIS HAK WARGA NEGARA DALAM MENDAPAT BANTUAN KONSULER MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi tentang Kasus Kulbhushan Suhdri Jadhav 2017) | Bantuan konsuler merupakan bantuan yang diberikan oleh perwakilan konsuler kepada warga negara dari negara pengirim yang berada di wilayah negara penerima, salah satunya adalah dalam bentuk bantuan hukum. Akses untuk bantuan konsuler wajib diberikan oleh negara penerima apabila terdapat warga negara dari negara pengirim yang membutuhkannya, sebagaimana diatur dalam Pasal 36 Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler. Pelanggaran akses bantuan konsuler terdapat dalam kasus Kulbhushan Sudhir Jadhav, seorang warga negara India yang dijatuhi pidana mati oleh Pakistan pada 2017. Jadhav tidak diberitahu atas haknya untuk mendapatkan bantuan konsuler. India yang merasa dirugikan, mengajukan permasalahan ini ke Mahkamah Internasional pada 2017. Tujuan penelitian ini adalah agar dapat mengetahui pengaturan hak warga negara asing dalam mendapat bantuan konsuler menurut hukum internasional serta menganalisis penyelesaian pelanggaran hak warga negara asing dalam mendapat bantuan konsuler dalam kasus pidana mati yang diterapkan oleh Pakistan kepada Jadhav berdasarkan hukum internasional. Penelitian ini merupakan tipe penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan data sekunder untuk sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hak warga negara asing dalam mendapat bantuan konsuler telah diatur melalui Pasal 36 Konvensi Wina 1963. Negara pihak dari Konvensi tersebut juga dapat melakukan perjanjian bilateral atau regional antarnegara untuk menambah atau menegaskan ketentuan pada Konvensi Wina 1963. Mahkamah Internasional pada kasus ini, menyatakan Pakistan bersalah karena telah melanggar Pasal 36 ayat (1) huruf a, b, dan c Konvensi Wina 1963. Mahkamah Internasional memutuskan Pakistan bersalah karena mengabaikan permohonan akses bantuan konsuler oleh India untuk Jadhav. Tindakan Pakistan dianggap mengabaikan Pasal 14 Kovenan Hak Sipil dan Politik 1966. Mahkamah Internasional juga menyatakan Pasal 6 Perjanjian Bilateral antara Pakistan dan India 2008 mengenai Akses Konsuler dikesampingkan dalam penjatuhan putusan ini. | Consular aid is assistance provided by consular representatives to citizens of the sending state who are in the territory of the receiving state, which included of providing legal assistance. Access to consular aid must be provided by the receiving state if there are citizens of the sending state who need it, as regulated in Article 36 of the 1963 Vienna Convention on Consular Relations. Breach of access to consular aid occurred in the case of Kulbhushan Sudhir Jadhav, an Indian citizen who was sentenced to death by Pakistan in 2017. Jadhav was never informed of his rights to receive consular aid. India, which felt aggrieved, submitted this issue to the International Court of Justice in 2017. The aim of this research is to find out the regulations of the rights of foreign citizens to receive consular aid according to international law and to analyze the resolution of violations of the rights of foreign citizens to receive consular aid in the death penalty case applied by Pakistan to Jadhav based on international law. This is a normative legal research with statutory approach method and secondary data for data resources. Result of this research show that the regulation of the rights of foreign citizens to receive consular aid has been regulated through Article 36 of the 1963 Vienna Convention. States parties of the Convention can also conclude themselves into bilateral or regional agreements between countries to supplementing or confirming the provisions of the 1963 Vienna Convention. International Court of Justice in this case, stated that Pakistan was guilty of breaching Article 36 paragraph (1) letters a, b, and c of the 1963 Vienna Convention. International Court of Justice found Pakistan guilty of ignoring India’s request for access to consular aid for Jadhav. Pakistan’s actions were considered to ignore Article 14 of the 1966 Covenant on Civil and Political Rights. International Court of Justice stated that Article 6 of the 2008 Bilateral Agreement between Pakistan and India on Consular Access was set aside in making this decision. | |
| 44743 | 48107 | H1B021034 | PERBANDINGAN MODEL RESPONS SPEKTRUM ROTD100, GEOMEAN, DAN SRSS PADA STRUKTUR SINGLE DEGREE OF FREEDOM | Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik dengan aktivitas seismik tinggi akibat pertemuan tiga lempeng tektonik utama, sehingga memerlukan analisis struktur bangunan terhadap gempa. Penelitian ini membandingkan hasil analisis riwayat waktu dengan tiga model respons spektrum, yaitu RotD100, Geomean, dan SRSS. RotD100 lebih akurat untuk struktur berperiode pendek (T < 0,5 detik), sementara SRSS lebih andal untuk periode menengah hingga panjang (T > 0,5 detik). Geomean menghasilkan respons paling kecil dan dinilai kurang optimal dibandingkan dua model lainnya. Secara keseluruhan, SRSS menunjukkan keandalan terbaik untuk struktur berperiode lebih panjang. | Indonesia, located within the Pacific Ring of Fire, faces a high earthquake risk due to the convergence of three major tectonic plates. This study compares time history analysis with three response spectrum models: RotD100, Geomean, and SRSS, to evaluate building structural performance under seismic loads. RotD100 provides more accurate estimates for short-period structures (T < 0.5 seconds), while SRSS is more reliable for medium to long periods (T > 0.5 seconds). Geomean produces the lowest response values and is considered less optimal compared to the other models. Overall, SRSS demonstrates the highest reliability for longer-period structures. | |
| 44744 | 47800 | I1B021073 | Hubungan Adaptasi Psikologis dengan Self-care Management pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di WIlayah Kerja Puskesmas 1 Sumbang | Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis yang dapat dikontrol dengan cara melakukan self-care management. Salah satu elemen yang memengaruhi self-care adalah adaptasi psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara adaptasi psikologis dan self-care management pada pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas 1 Sumbang. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian melibatkan 83 pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas 1 Sumbang yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai dengan Januari 2025 menggunakan instrumen PAS untuk adaptasi psikologis dan instrumen DSMQ untuk self-care management. Data dianalisis menggunakan uji Somers’d. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara adaptasi psikologis dan self-care management pada pasien DM tipe 2 (p = 0,000) dengan kekuatan korelasi lemah (r = 0,333) dan arah korelasi positif. Mayoritas pasien DM tipe 2 memiliki adaptasi psikologis yang maladaptif dan self-care management baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara adaptasi psikologis dan self-care management pada pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas 1 Sumbang. Semakin baik adaptasi psikologis, maka semakin baik pula self-care management pada pasien DM tipe 2. | Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a metabolic disease characterized by chronic hyperglycemia that can be controlled through self-care management. One of the elements that influences self-care management is psychological adaptation. The purpose of this study is to determine the relationship between psychological adaptation and self-care management in patients with T2DM in the working area of Puskesmas 1 Sumbang. Methodology: This study employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The study included 83 T2DM patients, selected through convenience sampling. Data were collected from December 2024 to January 2025 using the PAS instrument for psychological adaptation and the DSMQ instrument for self-care management. Data were analyzed using the Somers' D test. Results: The findings revealed that there was a significant relationship between psychological adaptation and self-care management in patients with T2DM (p = 0.000) with weak correlation strength (r = 0.333) and positive correlation direction. The majority of patients with T2DM have maladaptive psychological adaptations and good self-care management. Conclusion: There is a relationship between psychological adaptation and self-care management in patients with T2DM in the working area of Puskesmas 1 Sumbang. The better the psychological adaptation, the better the self-care management in patients with T2DM. | |
| 44745 | 48108 | D1B023005 | PERBANDINGAN ANALISIS FINANSIAL USAHA AYAM NIAGA PETELUR DI KANDANG YANG BERBEDA PT WIJAYA FARM KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT | Latar Belakang. Usaha peternakan ayam niaga petelur merupakan salah satu sektor agribisnis yang berperan penting dalam penyediaan protein hewani di Indonesia. Efisiensi manajemen usaha, khususnya dalam aspek finansial, sangat diperlukan guna memastikan keberlanjutan dan profitabilitas usaha. Perbedaan kapasitas kandang dan populasi ayam diduga dapat memengaruhi performa finansial pada masing-masing unit usaha. Materi dan Metode. Penelitian dilakukan di PT Wijaya Farm, Kabupaten Kuningan selama periode magang dari 26 Juli hingga 23 November 2024. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Objek penelitian terdiri dari dua kandang ayam petelur, yaitu kandang A dan kandang B, yang memiliki populasi lebih dari 2.000 ekor ayam. Analisis finansial dilakukan terhadap masing-masing kandang meliputi perhitungan biaya, penerimaan, keuntungan, BEP, R/C ratio, dan rentabilitas. Hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandang B memiliki performa finansial yang lebih baik dibandingkan kandang A. Total penerimaan kandang B sebesar Rp 376.668.000 dengan laba sebesar Rp 149.088.000 dan nilai rentabilitas sebesar 25,40%. Sementara kandang A memperoleh penerimaan sebesar Rp 299.815.200 dengan laba sebesar Rp 96.604.534 dan rentabilitas sebesar 18,29%. Nilai R/C ratio pada kandang B sebesar 1,65, lebih tinggi dibandingkan kandang A sebesar 1,48. Kedua kandang menunjukkan nilai R/C ratio >1, yang menandakan usaha layak dijalankan. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis finansial, Kandang B lebih efisien dibandingkan kandang A, baik dari segi penerimaan, keuntungan, efisiensi biaya, maupun pemanfaatan modal yang tercermin dalam nilai rentabilitas. | Background. Commercial layer poultry farming is one of the agribusiness sectors that plays an important role in providing animal protein in Indonesia. Efficient business management, particularly in financial aspects, is essential to ensure the sustainability and profitability of the business. Differences in cage capacity and chicken population are suspected to influence the financial performance of each production unit. Materials and Methods. This research was conducted at PT Wijaya Farm, Kuningan Regency during the internship period from July 26 to November 23, 2024. The study used both primary and secondary data, collected through interviews, observations, and documentation. The research objects were two commercial layer poultry cages, namely Cage A and Cage B, each housing more than 2.000 chickens. Financial analysis was conducted for each cage, covering cost calculation, revenue, profit, break-event point (BEP), R/C ratio, and profitability. Results. The results showed that Cage B had better financial performance compared to Cage A. Total revenue for Cage B was Rp 376,668,000 with a profit of Rp 149,088,000 and a profitability rate of 25.40%. Meanwhile, Cage A earned Rp 299,815,200 in revenue with a profit of Rp 96,604,534 and a profitability rate of 18.29%. The R/C ratio for Cage B was 1.65, higher than Cage A’s ratio of 1.48. Both cages showed R/C values greater than 1, indicating that the business is feasible. Conclusion. Based on the financial analysis, Cage B is more efficient than Cage A in terms of revenue, profit, cost efficiency, and capital utilization as reflected in the profitability value. | |
| 44746 | 48109 | F1C021050 | STRATEGI KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BANYUMAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI PEMILIH PILKADA BANYUMAS 2024 | Pilkada Banyumas adalah satu dari daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2024 se-Indonesia. Pelaksanaan Pilkada Banyumas 2024 menjadi sejarah pertama bagi pilkada Banyumas karena dilaksanakan serentak se-Indonesia untuk pertama kalinya. Selain itu, untuk pertama kalinya pelaksanaan pilkada dilaksanakan di tahun yang sama dengan pilpres dan pileg. Ditambah pada Pilkada Banyumas 2024 untuk pertama kalinya hanya terdapat satu pasangan calon tunggal untuk pemilihan bupati dan wakil bupati. Keadaan ini menjadi hal yang menarik untuk dikaji dalam sebuah penelitian. Bagaimana kemudian strategi komunikasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas sebagai penyelenggara kepemiluan menyikapi keadaan ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah dengan wawancara untuk mengetahui strategi komunikasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas pada Pilkada Banyumas 2024. Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi komunikasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas sebagai upaya peningkatan partisipasi pemilih Pilkada Banyumas 2024 terdapat dua cara yakni melalui sosialisasi konvensional melalui tatap muka langsung dan sosialisasi menggunakan perantara media. Didapatkan hasil, sosialisasi melalui media sosial menjadi pilihan optimal yang sudah diterapkan oleh KPU Kabupaten Banyumas. Sedangkan sosialisasi melalui media cetak menjadi strategi yang tidak optimal. | Pilkada Banyumas is one of the regions that will hold the 2024 simultaneous pilkada throughout Indonesia. The Implementation of Pilkada Banyumas 2024 is the first history for Pilkada Banyumas because it was held simultaneously for the first time. In addition, for the first time the implementation of the pilkada was held in the same year as the presidential and legislative elections. Plus, in Pilkada Banyumas 2024 for the first time there was only one single candidate pair for the election of the regent and mayor. This situation is an interesting thing to study in a research. How then is the communication strategy carried out by KPU Kabupaten Banyumas as the election organizer in responding to this situation. The method used in this study is descriptive research with a qualitative approach. The data collection technique used was by interview to determine the communication strategy of KPU Kabupaten Banyumas in Pilkada Banyumas 2024. From this study, it can be concluded that the communication strategy of KPU Kabupaten Banyumas in increasing voter participation in Pilkada Banyumas 2024 consists of two methods, namely through conventional socialization through direct face to face meetings and socialization using media intermediaries. The results obtained, socialization through social media is the optimal choice that has been implemented by KPU Kabupaten Banyumas. While socialization through print media is a non-optimal strategy. | |
| 44747 | 48110 | L1A021002 | Perbedaan Durasi dan Kepadatan Transportasi Metode Semi Basah Terhadap Sintasan, Lipid dan Protein Kerang Hijau (Perna viridis) | Kerang hijau merupakan sumberdaya akuatik perairan yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta merupakan komoditi ekspor di Indonesia. Salah satu teknik ekspor yang biasa digunakan yaitu metode “live transport”. Namun seiring berjalannya waktu muncul permasalahan yaitu penurunan kualitas kerang hijau akibat transportasi hidup. Transportasi hidup menyebabkan stress pada kerang hijau akibat paparan udara, perubahan suhu, keracunan ammonia serta kepadatan yang berlebihan. Berdasarkan pernyataan berikut maka skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh durasi serta kepadatan pada transportasi hidup kerang hijau dilihat dari parameter sintasan kerang hijau serta menganalisis efektivitas metode semi basah dalam pengiriman kerang hijau. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan perlakuan durasi dan kepadatan dalam tiga kali ulangan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa perlakuan durasi dan kepadatan menyebabkan nilai sintasan bervariasi dari 88,5±1,5% sampai 100±0%. Transportasi hidup metode semi basah efektif untuk diaplikasikan karena nilai mortalitas rendah pada kerang hijau setelah di transportasikan. | Green mussels are aquatic resources that have high economic value and are export commodities in Indonesia. One of the export techniques commonly used is the "live transport" method. However, over time, problems have arisen, namely the decline in the quality of green mussels due to live transportation. Live transportation causes stress to green mussels due to air exposure, temperature changes, ammonia poisoning and excessive density. Based on the following statement, this thesis aims to explain the effect of duration and density on the transportation of green mussels seen from the survival parameters of green mussels and the analysis of the effectiveness of the semi-wet method in shipping green mussels. This study used the Factorial Completely Randomized Design method with duration and density treatments in three replications. Based on the research that has been done, the results showed that the duration and density treatments caused the survival value to vary from 88.5 ± 1.5% to 100 ± 0%. The semi-wet live transportation method is effective to apply because the mortality value is low in green mussels after being transported. | |
| 44748 | 48415 | A1D021151 | PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON (Cucumis melo L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI DAN CARA APLIKASI PUPUK KNO3 DALAM SISTEM HIDROPONIK IRIGASI TETES | Peningkatan produksi melon dapat diupayakan dengan budidaya hidroponik sistem irigasi tetes dengan peningkatan pertumbuhan dan kualitas buah melon dapat dilakukan pemupukan KNO3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan cara aplikasi pupuk KNO3 serta interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil melon sistem hidroponik irigasi tetes. Penelitian ini dilaksanakan di screen house yang terletak di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas 2 faktor, yaitu konsentrasi dan cara aplikasi pupuk KNO3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk KNO3 6 g/L dapat mempercepat umur berbunga dan meningkatkan bobot segar tajuk tanaman, bobot kering tajuk tanaman, bobot buah segar per tanaman, indeks panen, hasil per luas lahan, diameter buah, serta tingkat kemanisan buah. Cara aplikasi pupuk KNO3 dikocor dapat meningkatkan bobot segar dan kering tajuk tanaman, diameter buah, dan tingkat kemanisan buah, sedangkan cara aplikasi pupuk KNO3 disemprot dapat meningkatkan indeks panen. Pemberian pupuk KNO3 konsentrasi 6 g/L dan cara aplikasi kocor merupakan interaksi terbaik untuk meningkatkan diameter buah dan tingkat kemanisan buah. | Increasing melon production can be achieved through hydroponic cultivation using a drip irrigation system, where applying potassium nitrate (KNO3) fertilizer enhances growth and quality. This research aimed to investigate the effects of concentrations and methods of KNO3 application on the growth and yield of melons within a hydroponic system. The study was conducted in a screen house in Pasir Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, and at the Laboratory of Agronomy and Horticulture at Jenderal Soedirman University. A Randomized Complete Block Design (RCBD) was utilized, incorporating two factors: the concentration of KNO3 and the application method. Results indicated that a KNO3 concentration of 6 g/L significantly improved various parameters, including flowering time, fresh and dry weight of the plants, fruit weight per plant, harvest index, yield per land area, fruit diameter, and fruit sweetness. The application method also played a role; pouring KNO3 increased the fresh and dry weight of plants, fruit diameter, and fruit sweetness level, while spraying KNO3 enhanced the harvest index The combination of KNO3 fertilizer at a concentration of 6 g/L, used with the pouring method, was the most effective for increasing both fruit diameter and sweetness. | |
| 44749 | 48111 | H1D020049 | IMPLEMENTASI SIMPLE MULTI ATTRIBUTE RATING TECHNIQUE EXPLOITING RANKS DALAM SISTEM REKOMENDASI PELANGGAN TERBAIK DI CV FIRMOS | CV FIRMOS, sebagai perusahaan berkembang yang bergerak di bidang percetakan, sangat bergantung pada kepuasan dan loyalitas pelanggan. Oleh karena itu, CV FIRMOS memberikan berbagai manfaat dan potongan harga sebagai penghargaan untuk para pelanggan setianya. Namun, sampai saat ini CV FIRMOS masih menggunakan cara manual dalam memilih pelanggan-pelanggan yang tepat untuk mereka berikan manfaat dan potongan harga tersebut, sehingga menyita sebagian waktu karyawan-karyawannya. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pendukung keputusan yang dapat memberikan rekomendasi secara otomatis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada penelitian ini, metode Simple Multi Attribute Rating Technique Exploiting Ranks (SMARTER) digunakan untuk menghasilkan rekomendasi tersebut dengan kriteria Jumlah Nota, Jumlah Belanja, dan Jumlah Bulan Non-Aktif. Setelahnya, algoritma dari metode tersebut dibuat menjadi sebuah aplikasi berbasis web menggunakan bahasa pemrograman Typescript, framework React.js dan Express.js, runtime Node.js, serta DBMS MySQL. Dari data penjualan pada tahun 2023, didapatkan pelanggan terbaik adalah Su****, dengan skor akhir mencapai 81,83%. Seluruh pengujian dari aplikasi yang menggunakan metode Blackbox Testing tertanda valid, sehingga dapat disimpulkan penelitian ini sukses mengimplementasikan metode SMARTER menjadi sebuah aplikasi sistem rekomendasi pelanggan terbaik yang siap pakai. | CV FIRMOS, as a growing company engaged in the printing industry, places great emphasis on customer satisfaction and loyalty. To express appreciation for its loyal customers, CV FIRMOS offers various benefits and discounts. However, the company currently relies on manual methods to identify suitable customers for these rewards, which consumes a significant amount of employee time. Therefore, a decision support system is needed to provide automatic recommendations based on specific criterias in order to address this issue. In this study, the Simple Multi-Attribute Rating Technique Exploiting Ranks (SMARTER) method is chosen to generate such recommendations, using the criteria of Number of Invoices, Total Spending, and Number of Inactive Months. The algorithm based on this method is implemented in a web-based application developed using the TypeScript programming language, the React.js and Express.js frameworks, the Node.js runtime, and the MySQL DBMS. Based on sales data from the year 2023, the top customer identified was Su****, with a final score of 81.83%. All application tests, conducted using the Blackbox Testing method, passed successfully. It can therefore be concluded that this study has successfully implemented the SMARTER method into a ready-to-use customer recommendation system. | |
| 44750 | 48112 | C1C021108 | PENGARUH MANAGERIAL ABILITY, STRUKTUR MODAL, KOMPENSASI BONUS, KUALITAS AUDIT, DAN PANDEMI COVID-19 TERHADAP MANAJEMEN LABA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh managerial ability, struktur modal, kompensasi bonus, kualitas audit, dan pandemi COVID-19 terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018–2023, dengan menggunakan agency theory sebagai landasan teoritis. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan keuangan tahunan delapan perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi data panel, uji koefisien determinasi, uji F, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa managerial ability dan struktur modal berpengaruh positif terhadap manajemen laba, sedangkan kompensasi bonus berpengaruh negatif. Kualitas audit dan pandemi COVID-19 tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba. | This study aims to analyze the effect of managerial ability, capital structure, bonus compensation, audit quality, and the COVID-19 pandemic on earnings management in healthcare sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2018–2023 period, using agency theory as the theoretical foundation. The data used in this research are secondary data obtained from the annual financial reports of eight companies selected through purposive sampling. The data analysis techniques employed include descriptive statistics, classical assumption tests, panel data regression analysis, coefficient of determination test, F-test, and hypothesis testing. The results indicate that managerial ability and capital structure have a positive effect on earnings management, while bonus compensation has a negative effect. On the other hand, audit quality and the COVID-19 pandemic do not have a significant impact on earnings management practices. | |
| 44751 | 48113 | A1D021082 | Aplikasi Marka SSR (Simple Sequence Repeats) dan CYTP450 (Cytochrome P450) pada Keragaman Genetik 12 Aksesi Kunyit (Curcuma longa L.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman genetik kunyit dari beberapa daerah dengan marka SSR dan CYTP450 yang didukung dengan informasi karakter morfologinya. Analisis morfologi dilakukan dengan pedoman DUS (Distinctiveness, Uniformity, and Stability) dan Munsell, analisis keberadaan pita DNA dilakukan dengan skoring, frekuensi alel dihitung menggunakan rumus dari Wallace (2003), keefektifan marka (PIC) menggunakan software iMEC(Interuniversity MicroElectronics Center), dan analisis kekerabatan menggunakan software NTSYS dengan koefisien Jaccard. Hasil analisis morfologi 12 aksesi kunyit menunjukkan keragaman yang nyata dengan adanya variasi antarvariabel yang diamati. Berdasarkan hasil amplifikasi, ukuran alel dari keseluruhan primer berkisar antara 150-2.000 bp dengan frekuensi terendah 25% dan tertinggi 100%. Marka SSR maupun CYTP450 menunjukkan efektivitas yang baik dalam menganalisis keragaman genetik pada 12 aksesi kunyit. Nilai PIC tertinggi pada primer SSR yaitu 0,37, sedangkan pada primer CYTP450 adalah 0,36. Nilai PIC tersebut mengindikasikan bahwa kedua marka yang digunakan cukup informatif untuk mengidentifikasi variasi genetik pada populasi kunyit. Keragaman genetik 12 aksesi kunyit berdasarkan karakter morfologi dan molekuler menunjukkan variasi yang signifikan dengan koefisien kemiripan tiap aksesi antara 44% (aksesi Purwokerto dengan aksesi lainnya) hingga 94% (aksesi Jambi dan Koyabarat, aksesi Tanjung Pandan dan Tanggamus) yang mengindikasikan adanya keragaman genetik yang luas antaraksesi kunyit yang diteliti. | The purpose of this study is to use CYTP450 and SSR markers to determine the genetic diversity of turmeric from various places. Morphological analysis was conducted using the DUS (Distinctiveness, Uniformity, and Stability) and Munsellguidelines, DNA band presence was scored, allele frequencies were calculated using Wallace’s formula (2003), marker effectiveness (PIC) was assessed using iMEC software (Interuniversity MicroElectronics Center), and clustering analysis was performed using NTSYS software with Jaccard's similarity coefficient. The morphological analysis of 12 turmeric accessions revealed significant diversity with variations across the observed variables. Based on the amplification results, allele sizes from all primers ranged from 150 to 2,000 bp, with the lowest frequency at 25% and the maximum being 100%. Both SSR and CYTP450 markers proved effective in analyzing genetic diversity in the 12 turmeric accessions. The highest PIC value for SSR primers was 0.37, while for CYTP450 primers it was 0.36. These PIC values indicate that both markers are sufficiently informative for identifying genetic variation within the turmeric population. The genetic diversity of the 12 turmeric accessions based on both morphological and molecular characteristics showed significant variation, with similarity coefficients ranging from 44% (between the Purwokerto accession and other accessions) to 94% (between the Jambi and Koyabarat accessions, and the Tanjung Pandan and Tanggamus accessions), indicating a wide genetic diversity among the turmeric accessions studied. | |
| 44752 | 48114 | K1C021033 | PENGARUH PENAMBAHAN NANOSILIKA PADA ELEKTROLIT PADAT BATERAI LITHIUM BERBASIS NANOSELULOSA | Pengembangan elektrolit padat/ solid polymer electrolyte (SPE) untuk baterai lithium telah dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan performa dan siklus hidup baterai. Penelitian ini membahas terkait peran nanosilika dalam matriks polimer sebagai pengisi yang dapat menggeser transisi gelas, mengurangi derajat kristalinitas, dan memperbaiki jalur ionik melalui peningkatan nilai transference number. Nanosilika juga terbukti dapat membentuk lapisan tambahan (interlayer) yang efektif menghambat pembentukan dendrit litium, sehingga memperpanjang siklus hidup baterai. Namun, nanosilika memiliki keterbatasan dalam mempertahankan performa untuk siklus hidup panjang, misalnya pada 10.000 siklus. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa formulasi SPE dengan tambahan asam lemah (mild acid) memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan SPE yang mengandung nanosilika, terutama dalam memperpanjang siklus hidup baterai lithium. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa SPE-Mild acid memberikan potensi lebih besar untuk digunakan dalam aplikasi baterai lithium dengan siklus hidup panjang, sehingga direkomendasikan untuk optimalisasi formulasi lebih lanjut. | The development of solid polymer electrolytes (SPE) for lithium batteries has been carried out to enhance battery performance and cycle life. This study investigates the role of nanosilica in the polymer matrix as a filler capable of shifting the glass transition, reducing crystallinity, and improving ionic pathways by increasing the transference number. Nanosilica has also been shown to form an additional interlayer that effectively inhibits lithium dendrite formation, thereby extending the battery's cycle life. However, nanosilica exhibits limitations in maintaining performance over extended cycles, such as at 10.000 cycles. Further research indicates that SPE formulations with mild acid additives demonstrate higher effectiveness compared to SPEs containing nanosilica, particularly in prolonging the cycle life of lithium batteries. The findings of this study suggest that SPE with mild acid offers greater potential for application in lithium batteries with extended cycle life, making it a promising candidate for further formulation optimization. | |
| 44753 | 48116 | G1A021069 | ANALISIS HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Self-management diabetes melitus (SMDM) menjadi faktor penting dalam pengendalian kadar glukosa darah dan pencegahan komplikasi yang dapat memperburuk kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-management dengan kualitas hidup pada pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 55 pasien DM tipe 2 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) untuk menilai self-management dan kuesioner WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas responden berusia 45-64 tahun (70,9%) dan berjenis kelamin perempuan (81,8%) dengan tingkat pendidikan terakhir SD (47,3%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (56,4%). Sebagian besar responden memiliki self-management yang baik (98,2%) dan kualitas hidup yang cukup (76,4%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-management dengan kualitas hidup pada pasien DM tipe 2 (p = 0,643; p > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara selfmanagement diabetes melitus dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. | Introduction: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a non-communicable disease with an increasing prevalence that can affect patients' quality of life. Diabetes self-management (DSM) is an essential factor in controlling blood glucose levels and preventing complications that may worsen patients' quality of life. This study aims to analyze the relationship between self-management and quality of life in T2DM patients in Sumbang District, Banyumas Regency. Method : This study uses a cross-sectional design with a total sample of 55 T2DM patients selected using purposive sampling. Data were collected using the Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) to assess self-management and the WHOQOL-BREF questionnaire to assess quality of life. Data analysis was performed using Spearman correlation test. Results: The majority of respondents were aged 45-64 years (70.9%) and female (81.8%), with elementary school as their last education level (47.3%) and working as housewives (56.4%). Most respondents had good self-management (98.2%) and a moderate quality of life (76.4%). The Spearman correlation test showed no significant relationship between self-management and quality of life in T2DM patients (p = 0.643; p > 0.05). Conclusion: There is no significant relationship between diabetes self-management and the quality of life of T2DM patients in Sumbang District. | |
| 44754 | 48117 | D1A021180 | Pengaruh Perbedaan Gradien Percoll dan Lama Inkubasi terhadap Konsentrasi dan Viabilitas Spermatozoa Y hasil Separasi Seks pada Domba Sakub | Domba Sakub jantan memiliki potensi untuk membantu meningkatkan produksi daging dalam negeri. Separasi seks merupakan teknologi yang digunakan untuk mendapatkan jumlah anak jantan lebih banyak dengan cara memisahkan spermatozoa pembawa sifat kelamin jantan (sperma Y) dan spermatozoa pembawa sifat kelamin betina (sperma X). Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian dilakukan dengan tujuan : (1) Mengetahui adanya interaksi perbedaan konsentrasi gradien Percoll dan lama inkubasi terhadap konsentrasi dan viabilitas spermatozoa Y domba Sakub; (2) Mengetahui pengaruh separasi seks menggunakan gradien Percoll terhadap konsentrasi dan viabilitas spermatozoa Y domba Sakub; (3) Mengetahui pengaruh lama inkubasi yang berbeda terhadap konsentrasi dan viabilitas spermatozoa Y domba Sakub. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 kombinasi perlakuan (g1t1 = Medium percoll gradien 30:75 dengan lama inkubasi 30 menit, g1t2 = Medium percoll gradien 30:75 dengan lama inkubasi 45 menit, g1t3 = Medium percoll gradien 30:75 dengan lama inkubasi 60 menit, g2t1 = Medium percoll gradien 45:90 dengan lama inkubasi 30 menit, g2t2 = Medium percoll gradien 45:90 dengan lama inkubasi 45 menit, g2t3 = Medium percoll gradien 45:90 dengan lama inkubasi 60 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama inkubasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap viabilitas spermatozoa Y dengan nilai viabilitas tertinggi pada perlakuan lama inkubasi 30 menit (t1) dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi spermatozoa Y, sementara gradien Percoll menunjukan hasil berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi spermatozoa Y dengan nilai konsentrasi tertinggi pada perlakuan 45:90% (g2) dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi spermatozoa Y dan tidak terdapat interaksi antara gradien dan lama inkubasi terhadap konsentrasi dan viabilitas spermatozoa Y. Dapat disimpulkan bahwa gradien Percoll 45:90% (g2) dan lama inkubasi 30 menit (t1) direkomendasikan untuk proses separasi seks domba sakub karena memiliki tingkat pemisahan yang tinggi serta mampu menjaga konsentrasi dan viabilitas spermatozoa untuk memperoleh anakan pejantan lebih banyak. | Sakub male sheep have the potential to help increase domestic meat production. Sex separation is a technology used to obtain more male offspring by separating spermatozoa carrying male sex traits (Y sperm) and spermatozoa carrying female sex traits (X sperm). Based on this background, the research was conducted with the following objectives: (1) To determine the interaction of different concentrations of Percoll gradient and incubation duration on the concentration. and viability of Y spermatozoa of Sakub sheep; (2) To determine the effect of sex separation using Percoll gradient on the concentration and viability of Y spermatozoa of Sakub sheep; (3) To determine the effect of different incubation duration on the concentration and viability of Y spermatozoa of Sakub sheep. This study used a Randomized Group Design (RAK) with 6 treatment combinations (g1t1 = Medium percoll gradient 30:75 with 30 minutes incubation time, g1t2 = Medium percoll gradient 30:75 with 45 minutes incubation time, g1t3 = Medium percoll gradient 30: 75 with 60 minutes incubation time, g2t1 = Medium percoll gradient 45:90 with 30 minutes incubation time, g2t2 = Medium percoll gradient 45:90 with 45 minutes incubation time, g2t3 = Medium percoll gradient 45:90 with 60 minutes incubation time). The results showed that the length of incubation had a very significant effect (P<0.01) on the viability of Y spermatozoa with the highest viability value in the treatment of 30 minutes incubation (t1) and a significant effect (P<0.05) on the concentration of Y spermatozoa, while the Percoll gradient showed very significant effect (P<0.01) on the concentration of Y spermatozoa with the highest concentration value in the treatment of 45: 90% (g2) and a real effect (P <0.05) on the concentration of Y spermatozoa and there is no interaction between the gradient and the length of incubation on the concentration and viability of Y spermatozoa. It can be concluded that a Percoll gradient of 45:90% (g2) and an incubation time of 30 minutes (t1) is recommended for the process of sex separation of saccharified sheep because it has a high level of separation and is able to maintain the concentration and viability of spermatozoa to obtain more male puppies. | |
| 44755 | 47900 | E1A021002 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMBERIAN IZIN POLIGAMI DENGAN ALASAN CALON ISTRI KEDUA HAMIL DI LUAR NIKAH (Studi Perbandingan Putusan Nomor 136/Pdt.G/2024/PA Br dan Putusan Nomor 1348/Pdt.G/2024/PA Smdg) | Perkawinan pada umumnya bersifat monogami tetapi poligami diperbolehkan dalam kondisi tertentu. Permohonan izin poligami seringkali diajukan pada alasan yang tidak sesuai aturan seperti Putusan PA Barru dan Putusan PA Sumedang dengan alasan kehamilan calon istri kedua namun menghasilkan putusan yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis, menggunakan data sekunder melalui studi kepustakaan yang dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan pertimbangan hakim berbeda pada Putusan PA Barru dengan Putusan PA Sumedang. Putusan PA Barru mengabulkan izin dengan mempertimbangkan kehamilan calon istri kedua tetapi tidak sesuai dengan Pasal 4 ayat (2) UUP jo Pasal 57 KHI sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum. Sedangkan Putusan PA Sumedang menolak izin dengan mempertimbangkan tidak terpenuhinya syarat alternatif dan kumulatif sehingga telah memberikan kepastian hukum. Akibat hukum dari Putusan PA Barru yaitu perkawinan poligami sah, hak dan kewajiban dalam perkawinan poligami dan monogami sama, pemisahan harta bersama yang jelas serta anak calon istri kedua termasuk anak luar kawin. Sedangkan berbeda akibat hukum dari Putusan PA Sumedang yaitu tidak dapat menikahi calon istri kedua, timbul hak dan kewajiban dalam perkawinan monogami, calon istri kedua tidak berhak atas harta bersama dan anak calon istri kedua termasuk anak luar kawin. | Marriage is generally monogamous but polygamy is allowed under certain conditions. Applications for polygamy permits are often submitted for reasons that are not in accordance with the rules, such as the PA Barru Decision and the PA Sumedang Decision on the grounds of the pregnancy of the second wife-to-be but result in different decisions. The research method used is normative juridical with analytical prescriptive research specifications, using secondary data through literature studies which are analyzed normatively qualitatively. Based on the results of research and discussion, it shows that the judge's consideration is different in the PA Barru Decision and the PA Sumedang Decision. PA Barru's decision granted permission by considering the pregnancy of the second wife-to-be but was not in accordance with Article 4 paragraph (2) UUP jo Article 57 KHI, causing legal uncertainty. Whereas the Sumedang PA Decision denied permission by considering the non-fulfillment of alternative and cumulative requirements so that it has provided legal certainty. The legal consequences of the PA Barru Decision are that the polygamous marriage is valid, the rights and obligations in polygamous and monogamous marriages are the same, the separation of joint property is clear and the child of the second wife candidate is included as an extra-marital child. Meanwhile, the different legal consequences of the Sumedang PA Decision are that the second wife candidate cannot marry, the rights and obligations in a monogamous marriage arise, the second wife candidate is not entitled to joint property and the second wife candidate's child is included as an unmarried child. | |
| 44756 | 48119 | E1A021189 | PERLINDUNGAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP PENYALAHGUNAAN DATA PRIBADI DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN | Permasalahan mengenai penyalahgunaan data pribadi masih marak terjadi di masyarakat Indonesia, seperti pencatutan NIK KTP, peretasan, pencurian identitas pribadi, penggunaan data secara ilegal, dan lain-lain. Maka dari itu, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana bentuk sinkronisasi hukum dan bentuk perlindungan hukum masyarakat terhadap penyalahgunaan data pribadi dalam pelayanan administrasi kependudukan. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, analitis, dan konseptual. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan, penelitian taraf sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum In Concreto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dengan studi pustaka. Pengolahan data dilakukan dengan reduksi data, klasifikasi data, dan display data yang selanjutnya disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa pengaturan perlindungan hukum masyarakat terhadap penyalahgunaan data pribadi dalam pelayanan administrasi kependudukan telah menunjukkan adanya sinkronisasi vertikal dan horizontal, artinya peraturan yang lebih rendah telah didasarkan pada peraturan yang lebih tinggi dan peraturan tersebut tidak saling bertentangan dalam kedudukan yang sederajat. Kemudian perlindungan hukum masyarakat terhadap penyalahgunaan data pribadi dalam pelayanan administrasi kependudukan telah memiliki pengaturan meliputi upaya perlindungan hukum secara preventif yang secara garis besar mengatur mengenai jaminan pengaturan perlindungan data perseorangan, jaminan pengaturan pengelolaan manajemen risiko, dan jaminan pengaturan perlindungan data pribadi yang dilindungi oleh negara. Upaya perlindungan hukum secara represif yang secara garis besar mengatur mengenai jaminan pengaturan pemberian hak akses data kependudukan, jaminan pengaturan penyelenggaraan pengawasan dan rekam jejak audit, serta jaminan pengaturan peran pemerintah dalam penyelenggaraan perlindungan data pribadi. | Problems regarding the misuse of personal data are still rampant in Indonesian society, such as national identification number profiteering, hacking, personal identity theft, illegal use of data, and others. Therefore, the author is interested in examining how the form of legal synchronization and the form of legal protection of the community against misuse of personal data in population administration services. The type of legal research used is normative juridical with statutory, analytical, and conceptual approach methods. The research specifications used are research on the inventory of laws and regulations, research on the level of legal synchronization, and legal discovery in concreto. Concreto. The type of data used in this research is secondary data. secondary data taken by literature study. Data processing is done by data reduction, data classification, and data display which is then presented in the form of narrative text. Based on the results of the research, it can be seen that the regulation of public legal protection against misuse of personal data in population administration services has shown vertical and horizontal synchronization, meaning that lower regulations have been based on higher regulations and these regulations do not contradict each other in an equal position. Then the legal protection of the community against misuse of personal data in population administration services The legal protection of the public against the misuse of personal data in population administration services already has arrangements covering preventive legal protection efforts, which broadly regulates the guarantee of individual data protection arrangements, guarantee of risk management arrangements, and guarantee of personal data protection arrangements protected by the state. Repressive legal protection efforts, which outline the guarantee of arrangements for granting access rights to population data, guarantee arrangements for organizing surveillance and audit trails, and guarantee arrangements for protecting personal data protected by the state. supervision and audit trail, and the role of the government in the implementation of personal data protection. | |
| 44757 | 48118 | D1A021212 | HUBUNGAN UKURAN LINEAR TUBUH TERHADAP BOBOT BADAN KAMBING YANG DIBERIKAN PAKAN BASAL BERCHROMIUM YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp.) dalam pakan basal yang mengandung Chromium terhadap ukuran linear tubuh, Body Condition Score (BCS), serta pertambahan bobot badan kambing Jawarandu jantan. Penelitian dilaksanakan pada 24 Maret 2024 hingga 31 Mei 2024 di Melon Farm, Desa Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, dengan menggunakan 18 ekor kambing Jawarandu jantan berbobot awal rata-rata 25,46 ± 2,41 kg. Perlakuan yang diuji meliputi R0 (pakan basal + 1,5 ppm mineral Chromium organik) dan R1 (R0 + 2% tepung rumput laut Gracilaria sp.), masing-masing dengan sembilan ulangan. Data yang dikumpulkan mencakup bobot badan, lingkar dada, dan panjang badan, dianalisis menggunakan analisis deskriptif, regresi linear, korelasi, serta uji keakuratan dan uji t. Hasil menunjukkan bahwa suplementasi tepung rumput laut pada perlakuan R1 menghasilkan bobot badan rata-rata 28,09 ± 3,03 kg, lingkar dada 70,33 ± 2,45 cm, dan panjang badan 63 ± 2,55 cm. Koefisien korelasi dan determinasi yang diperoleh masing-masing sebesar 0,891 dan 79,3%. Persamaan regresi pada perlakuan R1 adalah Y = -49,851 + 1,186 X1 - 0,086 X2, sedangkan pada R0 diperoleh Y = -14,915 - 0,441 X1 + 1,225 X2, dengan Y sebagai bobot badan, X1 sebagai lingkar dada, dan X2 sebagai panjang badan. Lingkar dada memberikan pengaruh terbesar terhadap bobot badan dengan kontribusi 99,42%, sedangkan tinggi pundak hanya 0,58%. Korelasi antara lingkar dada dan bobot badan mencapai 0,890, sementara korelasi panjang badan terhadap bobot badan sebesar 0,809. Hubungan antara BCS dan bobot badan menunjukkan tingkat signifikansi tinggi (p = 0,001; p < 0,05), mengindikasikan korelasi yang sangat kuat pada kambing Jawarandu jantan yang di suplementasi tepung rumput laut. Kesimpulannya, suplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp.) dalam pakan basal yang mengandung Chromium terbukti secara signifikan meningkatkan bobot badan, ukuran linear tubuh, serta Body Condition Score (BCS) pada Kambing Jawarandu jantan. | This study aims to evaluate the effect of seaweed flour supplementation (Gracilaria sp.) in basal feed containing Chromium on body linear size, Body Condition Score (BCS), and body weight gain of male Jawarandu goats. The research was carried out from March 24, 2024 to May 31, 2024 at Melon Farm, Karangklesem Village, South Purwokerto District, Banyumas Regency, using 18 male Jawarandu goats with an average initial weight of 25.46 ± 2.41 kg. The treatments tested included R0 (basal feed + 1.5 ppm organic Chromium minerals ) and R1 (R0 + 2% Gracilaria sp. seaweed flour ), each with nine replicates. The data collected included body weight, chest circumference, and body length, analyzed using descriptive analysis, linear regression, correlation, as well as accuracy tests and t-tests. The results showed that seaweed flour supplementation in the R1 treatment resulted in an average body weight of 28.09 ± 3.03 kg, a chest circumference of 70.33 ± 2.45 cm, and a body length of 63 ± 2.55 cm. The correlation and determination coefficients obtained were 0.891 and 79.3%, respectively. The regression equation in the R1 treatment is Y = -49.851 + 1.186 X1 - 0.086 X2, while in R0 Y = -14.915 - 0.441 X1 + 1.225 X2, with Y as body weight, X1 as chest circumference, and X2 as body length. Chest circumference has the greatest influence on body weight with a contribution of 99.42%, while shoulder height is only 0.58%. The correlation between chest circumference and body weight reached 0.890, while the correlation of body length to body weight was 0.809. The relationship between Body Condition Score (BCS) and body weight showed a high level of significance (p = 0.001; p < 0.05), indicating a very strong correlation in male Jawarandu goats receiving seaweed flour supplementation. The conclusion, the supplementation of seaweed flour (Gracilaria sp.) in basal feed containing Chromium was proven to significantly increase body weight, linear body size, and Body Condition Score (BCS) in male Jawarandu Goats. | |
| 44758 | 48121 | C1C021022 | PERAN MEDIASI MANAJEMEN LABA PADA PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SUSTAINABILITY REPORTING TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR PADA INDEKS SRI-KEHATI DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2022-2023 | Penelitian ini mengeksplorasi Peran Mediasi Manajemen Laba Pada Pengaruh Pengungkapan Corporate Sustainability Reporting Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Yang Terdaftar Pada Indeks Sri-Kehati Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2022-2023. Corporate Sustainability Reporting (CSR) mengacu pada komitmen perusahaan untuk beroperasi secara etis dan berkelanjutan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis regresi menggunakan metode kausal step. Dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling, Sumber data penelitian ini merupakan data sekunder yang didapatkan langsung dari perusahaan yang terdaftar di indeks SRI-KEHATI melalui web BEI atau web resmi perusahaan terkait. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa; (1) Pengungkapan Corporate Sustainability Reporting (CSR) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan; (2) Pengungkapan Corporate Sustainability Reporting (CSR) tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba; (3) Pengungkapan manajemen laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan; dan (4) Pengungkapan Corporate Sustainability Reporting (CSR) yang dimediasi oleh manajemen laba tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. | This study explores the Mediating Role of Earnings Management on the Effect of Corporate. Sustainability Reporting Disclosure on the Financial Performance of Companies Listed on the Sri-Kehati Index on the Indonesia Stock Exchange in 2022-2023. Corporate Sustainability Reporting (CSR) refers to a company's commitment to operate ethically and sustainably. This type of research is quantitative with a regression analysis method using the causal step method. With the sampling method, namely purposive sampling, the data source of this research is secondary data obtained directly from companies listed on the SRI-KEHATI index through the IDX website or the official website of the relevant company. The results of the research analysis show that; (1) Disclosure of Corporate Sustainability Reporting (CSR) has no significant effect on financial performance; (2) Disclosure of Corporate Sustainability Reporting (CSR) has no significant effect on earnings management; (3) Disclosure of earnings management has a positive and significant effect on financial performance; and (4) Disclosure of Corporate Sustainability Reporting (CSR) mediated by earnings management has no significant effect on financial performance. | |
| 44759 | 48126 | A1F021066 | Analisis Tingkat Kepentinga dan Tingkat Kepuasan Konsumen Tape Ketan Pamella dan Strategi Perbaikannya | Tape ketan Pamella merupakan salah satu IKM yang memproduksi tape ketan khas Kuningan. Tape ketan khas Kuningan berbeda dari tape ketan pada umumnya, tape ketan ini menggunakan daun katuk sebagai pewarna hijau serta menggunakan daun jambu sebagai bahan pengemasnya. Saat ini sudah banyak IKM tape ketan yang berdiri seiring dengan semakin terkenalnya tape ketan khas Kuningan sebagai oleh-oleh. Akan tetapi di sisi lain tape ketan Pamella justru mengalami penurunan jumlah produksi dan tidak pernah melakukan perbaikan produk serta usahanya. Oleh karena itu perlu dilakukan survei terkait tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan konsumen untuk mengetahui atribut apa yang perlu diperbaiki dan perbaikan seperti apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan usaha. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen beserta perbaikannya adalah dengan melalukan survei dengan menggunakan instrumen survei berupa kuesioner, observasi, serta studi pustaka. Data yang didapatkan kemudian akan dianalisis menggunakan metode Costumer Satisfaction Indeks (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan diagram fishbone. Berdasarkan hasil analisis CSI tape ketan Pamella telah berada pada kategori ‘puas’ dengan nilai indeks kepuasan 0.793 sedangkan dari hasil analisis IPA terdapat 5 atribut yang perlu diperbaiki yakni aroma fruity dari daun jambu pada tape yang kurang kuat, warna hijau pada tape yang kurang cerah, desain label kemasan saat ini yang tidak menarik, tidak ada informasi cara penyimpanan pada label kemasan saat ini, dan tidak adanya promosi melalui media sosial. Kurang kuatnya aroma fruity pada tape terjadi karena penggunaan daun jambu yang sudah tua, waktu pelayuan yang tidak tepat, dan suhu pelayuan yang tidak stabil akibat penggunaan kayu bakar. Atribut tersebut dapat dilakukan perbaikan dengan menggunakan daun jambu muda dengan proses pengukusan pada suhu stabil dalam lama waktu yang tepat untuk meningkatkan aroma fruity dari daun jambu pada tape, menggunakan daun katuk kualitas terbaik, membuat ekstrak pewarna daun katuk dan menentukan SOP jumlah pewarna untuk memperbaiki warna hijau pada tape, menggunakan jasa desain grafis untuk mendesain label kemasan, merekrut pegawai khusus promosi produk untuk merencanakan serta mengelola promosi terutama promosi pada media sosial. | Tape ketan Pamella is one of the small and medium enterprises (SMEs) that produces the traditional Kuningan tape ketan. This tape ketan is unique because it uses katuk leaves as a green coloring agent and guava leaves as packaging material. Despite the increasing popularity of Kuningan tape ketan as a food souvenir. Tape ketan Pamella has experienced a decline in production and never done product development. Therefore, a survey on the level of importance and consumer satisfaction is necessary to identify which attributes need improvement and what kind of improvements should be made to enhance the business. The research method used to determine the level of importance and consumer satisfaction, along with the necessary improvements, involves conducting surveys using questionnaires, observations, and literature studies. The collected data will then be analyzed using the Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), and fishbone diagram methods. Based on the CSI analysis, tape ketan Pamella has achieved a 'satisfied' category with a satisfaction index score of 0.793. However, the IPA analysis identified five attributes that require improvement: the fruity aroma of guava leaves in the tape is not strong enough, the green color of the tape is not vibrant, the current packaging label design is unattractive, there is no storage information on the current packaging label, and there is no promotion through social media. The attributes can be improve by using young guava leaves that should be used with a steaming process at a stable temperature for the appropriate duration to enhance the fruity aroma of the guava leaves in the tape. To improve the green color of the tape, the best quality katuk leaves should be used, make katuk leaves ekstrak,, and make a SOP for the amount of dye should be established. To improve the label have to served graphic designer. To improve the sosial media promotion a dedicated product promotion staff should be recruited to plan and to manage promotions, especially through social media. By implementing these improvements, it is expected that tape ketan Pamella can enhance its quality and customer satisfaction. | |
| 44760 | 48127 | F1F020022 | Otonomi Masyarakat Kurdi di Suriah sebagai Bagian dari Hak Menentukan Nasib Sendiri pada Tahun 2020—2022 | Masyarakat Kurdi di Suriah telah terlibat dalam Perang Saudara Suriah selama lebih dari satu dekade. Kelompok masyarakat minoritas yang kerap mengalami diskriminasi dari pemerintah Suriah ini telah mengalami banyak perkembangan dalam perang saudara tersebut, seperti dengan mendirikan dan memimpin sebuah pemerintahan otonom di Suriah, yaitu Administrasi Otonom Utara dan Timur Suriah (AANES). Akan tetapi, hingga akhir tahun 2019, pemerintahan otonom tersebut masih bersifat de facto karena belum diakui oleh Suriah dan negara-negara lain. Dalam tahun-tahun berdirinya AANES, masyarakat Kurdi dan masyarakat AANES lain juga telah mendapatkan banyak serangan dan campur tangan dari pihak luar dalam menjalani kehidupan dan mengatur pemerintahan otonomnya secara bebas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat berbagai peristiwa yang dialami dan tindakan yang dilakukan masyarakat Kurdi di Suriah pada tahun 2020—2022 untuk menentukan nasibnya sendiri secara bebas. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan konsep hak menentukan nasib sendiri (the right to self-determination) dan dibantu dengan penggunaan teori poskolonialisme karena banyaknya pihak asing yang terlibat dengan masyarakat Kurdi di Suriah. Untuk menjelaskan berbagai aspek dari kehidupan masyarakat Kurdi di Suriah, yang datanya diambil dari studi pustaka, maka penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan juga dengan memaksimalkan daya eksplanasi dari konsep dan teori yang digunakan. Berdasarkan temuan dari hasil penelitian, penulis berargumen bahwa masyarakat Kurdi di Suriah telah menerapkan hak menentukan nasib sendirinya dengan mempertahankan otonomi AANES pada tahun 2020—2022 melalui berbagai kebijakan dan tindakan, mulai dari militer, politik, ekonomi, hingga kesehatan. Meski begitu, penerapan hak menentukan nasib sendiri tersebut belum dapat dijalankan dengan keleluasaan yang penuh karena masih adanya pengaruh-pengaruh yang bersifat poskolonial dari berbagai pihak luar, yaitu Suriah, Turki, Daesh, hingga Amerika Serikat beserta sekutunya, di AANES. | The Kurds in Syria have been involved in the Syrian Civil War for more than a decade. This minority community, which is often discriminated against by the Syrian government, has experienced many progresses in the civil war, such as establishing and leading an autonomous administration in Syria, namely the Autonomous Administration in North and East Syria (AANES). However, by the end of 2019, the autonomous administration was still de facto in nature, for Syria and other states hadn’t recognised it. In the years since the AANES’s establishment, the Kurds in Syria and the other AANES citizens also have been the subjects of many attacks and interferences from outside parties in living their lives and administering their autonomous administration freely. Therefore, this research aims to look at the various events experienced by and actions taken by the Kurds in Syria in 2020—2022 to determine their own fates freely. The analysis in this research is conducted by using the concept of the right of self-determination and aided by the use of postcolonialism theory due to the number of foreign parties that are involved with the Kurds in Syria. In order to explain the many aspects of the life of the Kurds in Syria, whose data are sourced from literature studies, the research is conducted with a descriptive qualitative approach and also by maximising the explanatory power of the concept and theory that are used. Based on the findings of the result of the research, the author argues that the Kurds in Syria have implemented their right of self-determination by defending the AANES’s autonomy in 2020—2022 through various policies and actions, ranging from military, political, economic, to health. However, the implementation of the right of self-determination still cannot be conducted with full discretion, for there are many influences that are postcolonial in nature from various outside parties, namely Syria, Turkey, Daesh, and the United States and its allies, in the AANES. |