Artikelilmiahs
Menampilkan 44.881-44.900 dari 48.759 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44881 | 48187 | I1A021066 | Analisis Faktor yang Berpengaruh terhadap Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Petani Padi di Kecamatan Patikraja | Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan suatu kelainan akibat penekanan saraf medianus pada terowongan karpal di pergelangan tangan dengan gejala utama berupa kesemutan dan rasa nyeri yang menjalar ke jari serta tangan yang dipersarafi oleh saraf medianus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap CTS pada petani padi di Kecamatan Patikraja. Metode: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petani padi di Kecamatan Patikraja. Pengambilan sampel dengan metode cluster random sampling sebanyak 99 petani padi. Analisis data dengan uji chi-square atau fisher exact dan regresi logistik ganda. asil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah gerakan berulang (p=0,031), sikap kerja (p=0,003), dan jenis kelamin p=0,010). Variabel yang tidak berpengaruh adalah usia (p=0,401), IMT (p=0,094), masa kerja (p=0,636), dan lama kerja (p=0,869). Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah gerakan berulang karena memiliki nilai OR paling besar yaitu 16,598 yang artinya petani padi dengan gerakan berulang berisiko (≥30 kali/menit) memiliki peluang 16,598 kali lebih besar untuk mengalami CTS dibandingkan petani padi dengan gerakan berulang tidak berisiko (<30 kali/menit). Petani padi disarankan untuk melakukan istirahat berkala dan menerapkan sikap kerja yang ergonomis. Kata Kunci: Carpal Tunnel Syndrome, Petani Padi, Gerakan berulang, Sikap Kerja, Jenis Kelamin | Background: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) is a disorder caused by compression of the median nerve in the carpal tunnel of the wrist. Its main symptoms are tingling, pain radiating to the finger and hand innervated by the median nerve. This study aims to determine what factors influence CTS among rice farmers in Patikraja District. Method: The type of research used is quantitative with a cross-sectional study design. The study population was all rice farmers in Patikraja District. Sampling was conducted using the cluster random sampling on 99 rice farmers. Data analysis with chi-square or fisher exact test and multiple logistic regression. Keywords: Carpal Tunnel Syndrome, Rice Farmers, Repetitive Movement, Work Attitude, Gender Results: The variables significantly associated with CTS were repetitive movement (p=0.031), work attitude (p=0.003), and gender (p=0.010). The variables that do not influence are age (p=0.401), BMI (p=0.094), work period (p=0.636), and length of work (p=0.869). Conclusion: The most influential factor on Carpal Tunnel Syndrome (CTS) is repetitive movement because it has the largest OR value of 16.598, which means that rice farmers with risky repetitive movement (30 times or more per minute) have a 16.598 times greater chance of experiencing CTS compared to rice farmers with non-risky repetitive movement (less than 30 times per minute). It is recommended for rice farmers to take regular breaks and implement an ergonomic work attitude. | |
| 44882 | 48244 | C1L021011 | PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF- DIRECTED LEARNING (SDL) BERBANTUAN MEDIA ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS (Studi Kasus Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Purwokerto) | Berdasarkan studi pendahuluan pada kelas XI SMA Negeri 1 Purwokerto, ditemukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ekonomi masih rendah hingga sedang. Indikator situation berada dalam kategori sangat rendah (40%), reason (57,5%), focus(45%), dan overview (52,5%) dalam kategori sedang. Sementara itu, indikator inference (62,5%) dan clarity (75%) termasuk kategori tinggi. Oleh karena itu, peningkatan perlu difokuskan pada indikatorindikator yang masih rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimental yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran SelfDirected Learning (SDL) berbantuan media Artificial Intelligence (AI) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Purwokerto Tahun Pelajaran 2024/2025. Populasi penelitian terdiri dari 144 siswa kelas XI peminatan ekonomi. Sampel sebanyak 68 siswa dari dua kelas dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data meliputi analisis instrumen, uji prasyarat, independent sample t-test, method sucsessive interval (MSI), dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis antara siswa yang menggunakan model Self-Directed Learning (SDL) berbantuan media Artificial Intelligence (AI) dengan siswa yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL); dan (2) model Self-Directed Learning (SDL) berbantuan media Artificial Intelligence (AI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. | A preliminary study conducted in Grade XI of SMA Negeri 1 Purwokerto revealed that students’ critical thinking skills in economics were mostly in the very low to moderate category. The situation indicator was in the very low category (40%), while reason (57.5%), focus (45%), and overview (52.5%) were categorized as moderate. Meanwhile, inference (62.5%) and clarity (75%) were in the high category. Therefore, improvement efforts should focus on the weaker indicators. This quantitative research employed a Quasi-Experimental method to analyze the effect of the Self-Directed Learning (SDL) model assisted by Artificial Intelligence (AI) on students' critical thinking skills in economics at SMA Negeri 1 Purwokerto for the 2024/2025 academic year. The population consisted of 144 Grade XI students majoring in economics. A total of 68 students from two classes were selected using purposive sampling. Data analysis techniques included instrument testing, prerequisite tests, independent sample t-test, Method Successive Interval (MSI), and simple regression analysis. The findings show that: (1) there is a significant difference in critical thinking skills between students taught using the AI-assisted SDL model and those taught using the Problem Based Learning (PBL) model; and (2) the AI-assisted Self-Directed Learning (SDL) model has a positive and significant effect on students' critical thinking skills. | |
| 44883 | 48242 | A1F021057 | Optimasi Suhu dan Waktu Penyeduhan Teh Hitam Celup Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) dengan Penambahan Daun Mint | Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) merupakan tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena mengandung senyawa bioaktif antara lain saponin, polifenol, sapofonin, myoinositol, orthosipon glikosida, minyak atsiri, dan garam kalium (Riska, 2024). Kandungan polifenol pada daun kumis kucing diketahui dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan antara lain dapat menurunkan kadar asam urat, meningkatkan efek antioksidan, anti inflamasi, antihipertensi, antidiabetes, dan antimikroba serta memiliki efek diuretik. Akan tetapi, polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan sangat rentan terhadap perlakuan panas. Oleh karena itu, kondisi penyeduhan berupa suhu dan waktu pada teh perlu diperhatikan agar kadar polifenol tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui model optimum suhu dan waktu penyeduhan teh hitam celup daun kumis kucing dengan penambahan daun mint 2) mengetahui suhu dan waktu penyeduhan optimum terhadap kadar polifenol teh hitam celup daun kumis kucing dengan penambahan daun mint, dan 3) mengetahui karakterisasi produk optimum dari suhu dan waktu penyeduhan teh hitam celup daun kumis kucing dengan penambahan daun mint. Penelitian ini menggunakan metode Respon Surface Methodology (RSM) dengan rancangan Central Composite Design (CCD) yang dianalisis menggunakan software Design Expert versi 13. Faktor yang diteliti meliputi suhu penyeduhan pada rentang 60 – 90°C dan waktu penyeduhan pada rentang 1 – 5 menit. Respon utama yang diteliti yaitu kadar polifenol. Terdapat empat tahap penelitian yaitu pembuatan produk, optimasi produk, verifikasi dan validasi, serta karakterisasi. Verifikasi dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Setelah data dikatakan valid, dilakukan karakterisasi pada kondisi optimum berupa uji sensori (warna, aroma, rasa, dan overall) dan aktivitas antioksidan. Hasil kondisi optimum berdasarkan software yaitu pada suhu penyeduhan 90°C dengan waktu 5 menit dengan nilai desirability sebesar 0,83. Model dari penelitian ini adalah linear dengan nilai p-value dinyatakan signifikan. Hasil perhitungan ANOVA yaitu lack of fit tidak signifikan, R^2 sebesar 0,7731, selisih antara adjusted R^2 dan predicted R^2 sebesar 0,1591, adeq precision sebesar 12,0028, dan nilai VIF 1. Kadar polifenol pada kondisi optimum sebesar 4367,68 mg/kg. Kadar air dari bubuk teh hitam daun kumis kucing dengan penambahan daun mint sebesar 14%. Karakterisasi sensori seduhan pada kondisi optimum yaitu warna 3,5 (cokelat), warna 2,15 (tidak hijau), aroma 3,35 (agak khas teh), rasa 2,45 (tidak sepat), rasa 3,4 (agak khas kumis kucing), dan overall 3,6 (suka), serta aktivitas antioksidan (% inhibisi) sebesar 84,42%. | Cat's whisker leaves (Orthosiphon aristatus) are plants that are often used as traditional medicine because they contain bioactive compounds, including saponins, polyphenols, saponins, myoinositol, orthosiphon glycosides, essential oils, and potassium salts (Riska, 2024). The polyphenol content in cat's whisker leaves is known to provide various health benefits, including lowering uric acid levels, increasing antioxidant, anti-inflammatory, antihypertensive, antidiabetic, and antimicrobial effects, and having diuretic effects. However, polyphenols that function as antioxidants are very susceptible to heat treatment. Therefore, the brewing conditions in the form of temperature and time in tea need to be considered so that polyphenol levels are maintained. This study aims to 1) determine the optimum model of temperature and time for brewing black tea with cat's whiskers leaf bags with the addition of mint leaves 2) determine the optimum temperature and time for brewing on the polyphenol content of black tea with cat's whiskers leaf bags with the addition of mint leaves, and 3) determine the optimum product characterization of the temperature and time for brewing black tea with cat's whiskers leaf bags with the addition of mint leaves. This study uses the Response Surface Methodology (RSM) method with the Central Composite Design (CCD) design, which is analyzed using Design Expert software version 13. The factors studied include brewing temperature in the range of 60 - 90 ° C and brewing time in the range of 1 - 5 minutes. The main response studied is the polyphenol content. There are four stages of research, namely product manufacturing, product optimization, verification and validation, and characterization. Verification is carried out 3 times. After the data is said to be valid, characterization is carried out under optimum conditions in the form of sensory tests (color, aroma, taste, and overall) and antioxidant activity. The optimum condition results based on the software are at a brewing temperature of 90°C, with a time of 5 minutes, with a desirability value of 0,83. The model of this study is linear, with a p-value stated as significant. The results of the ANOVA calculation are lack of fit is not significant, R^2 is 0,7731, the difference between adjusted R^2and predicted R^2 is 0,1591, adeq precision is 12,0028, and the VIF value is 1. The polyphenol content at optimum conditions is 4367.68 mg/kg. The water content of black tea powder from cat's whiskers leaves, with the addition of mint leaves, is 14%. The sensory characterization of the brew at optimum conditions was color 3,5 (brown), color 2,15 (not green), aroma 3,35 (slightly tea-like), taste 2,45 (not astringent), taste 3,4 (slightly cat's whisker-like), and overall 3.6 (like), and antioxidant activity (% inhibition) of 84.42%. | |
| 44884 | 48245 | F1C021036 | STRATEGI RADIO REPUBLIK INDONESIA PROGRAMA 3 PADA PORTAL BERITA RRI.CO.ID SEBAGAI MEDIA INFORMASI PUBLIK TERPERCAYA (STUDI KASUS TERHADAP PEMBERITAAN PILKADA 2024) | Pemilihan Kepala Daerah 2024 merupakan proses demokrasi untuk memilih kepala daerah seperti gubernur, bupati, dan wali kota yang dilaksanakan serentak pada 27 November 2024. Pilkada dapat mempengaruhi arah politik suatu daerah dan memiliki implikasi yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat. Selama masa Pilkada, media pemberitaan merilis berbagai informasi terkait Pilkada termasuk Radio Republik Indonesia yang merilis berita melalui portal berita rri.co.id. Sebagai media informasi publik terpercaya RRI selalu mengawal rangkaian kegiatan Pilkada 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh Radio Republik Indonesia Programa 3 pada portal berita rri.co.id sebagai media informasi publik terpercaya terhadap pemberitaan Pilkada 2024. Penelitian ini menggunakan strategi penyiaran oleh Susan Tyler Eastman untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh RRI sebagai media informasi publik terpercaya terhadap pemberitaan Pilkada 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif yang pengumpulan datanya dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh RRI PRO 3 yaitu menentukan angle pemberitaan Pilkada 2024, strategi mendapatkan kepercayaan publik, dan mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada. Strategi tersebut berlandaskan pada strategi kesesuaian, strategi pembentukan kebiasaan, dan strategi pengendalian arus pendengar. Dampak dari berjalannya strategi tersebut RRI berhasil dinobatkan sebagai radio terpopuler tahun 2024 dalam layanan siaran Pemilu dan Pilkada, serta portal berita rri.co.id berada di peringkat 30 pada tingkat nasional untuk kategori news dan publisher. | The 2024 Regional Head Election is a democratic process to elect regional heads such as governors, regents, and mayors that will be held simultaneously on November 27, 2024. Pilkada can influence the political direction of a region and has significant implications for the lives of local communities. During the election period, the news media released various information related to the elections, including Radio Republik Indonesia, which released news through the rri.co.id news portal. As a trusted public information media, RRI always oversees a series of 2024 Pilkada activities. This study aims to analyze the strategies carried out by Radio Republik Indonesia Programa 3 on the rri.co.id news portal as a trusted public information media for the 2024 Pilkada news. This research uses Susan Tyler Eastman's broadcasting strategy to analyze the strategies carried out by RRI as a trusted public information media on the news of the 2024 Pilkada. The research method used is descriptive qualitative which data collection is carried out using interview, observation, and documentation methods with purposive sampling techniques. The results of the study show that the strategies carried out by RRI PRO 3 are determining the angle of the 2024 Pilkada news, strategies to gain public trust, and optimizing existing human resources. The strategy is based on the suitability strategy, habit formation strategy, and listener flow control strategy. The impact of the strategy is that RRI has been named the most popular radio in 2024 in the Election and Pilkada broadcast service, and the rri.co.id news portal is ranked 30th at the national level for the news and publisher category. | |
| 44885 | 48247 | H1A021020 | PERANCANGAN KONVERTER DC-DC (BUCK-BOOST CHOPPER) PADA SISTEM MIKROGRID PLN-PLTS STASIUN PENGISIAN BATERAI MOBIL LISTRIK | Mobil listrik merupakan kendaraan ramah lingkungan yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak, menggantikan mesin berbahan bakar fosil. Pengisian baterai mobil listrik secara fleksibel dan ramah lingkungan dapat dilakukan dengan memanfaatkan energi dari panel surya yang dioptimalkan melalui rangkaian buck-boost chopper untuk menyesuaikan tegangan output. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja sistem buck-boost chopper yang dirancang menggunakan perangkat lunak PSIM, dengan kontrol PI dan PWM yang diprogram menggunakan Arduino, serta prototipe sistem yang dirancang menggunakan Proteus. Pada simulasi PSIM, tegangan keluaran konverter telah mencapai setpoint 24 volt untuk proses pengisian baterai. Sistem mikrogrid terdiri dari dua sumber, yaitu PLTS dan PLN, masing-masing dilengkapi MCB sebagai proteksi awal serta relay otomatis yang menghubungkan suplai PLN saat daya dari PV tidak mencukupi. Prototipe sistem dirancang menggunakan software Proteus, mencakup skematik rangkaian, desain mikrogrid, dan layout PCB. Hasil perancangan menunjukkan sistem mampu mengisi baterai dari 10% hingga 100% menggunakan modul charger boost CCCV yang mengatur arus dan tegangan pengisian sesuai karakteristik baterai lithium-ion. Baterai yang digunakan berkapasitas 440 mAh dan disusun secara seri (6S) dengan tegangan maksimum 25,2 volt, serta dilengkapi BMS untuk proteksi dan manajemen sel. | Electric vehicles are environmentally friendly vehicles that use electric motors for propulsion, replacing fossil fuel engines. Battery charging for electric vehicles in an eco-friendly and flexible manner can be achieved by utilizing energy from solar panels, optimized through a buck-boost chopper to adjust the output voltage. This research aims to evaluate the performance of a buck-boost chopper system designed using PSIM software, with PI control and PWM programmed using Arduino, and a system prototype designed using Proteus. In the PSIM simulation, the output voltage of the converter successfully reached the setpoint of 24 volts for battery charging. The microgrid system consists of two power sources, PV and the utility grid (PLN), each equipped with an MCB for initial protection and an automatic relay that connects the utility supply when PV power is insufficient. The prototype system was designed using Proteus software, including the schematic circuit, microgrid design, and PCB layout. The hardware implementation showed that the system can charge the battery from 10% to 100% using a boost CCCV charger module, which regulates the charging current and voltage according to the lithium-ion battery specifications. The battery used has a capacity of 440 mAh, configured in a 6-series (6S) arrangement with a maximum voltage of 25.2 volts, and is equipped with a BMS for cell protection and management. | |
| 44886 | 48248 | D1A021047 | HUBUNGAN TRIGLISERIDA DAN KOLESTEROL DARAH DENGAN LEMAK SUSU KAMBING SAPERA | Kambing Sapera merupakan kambing penghasil susu dengan kandungan lemak yang tinggi. Kandungan lemak dalam susu merupakan komponen penting selain protein yang mempengaruhi harga jual. Informasi mengenai hubungan trigliserida dan kolesterol darah dengan kadar lemak dalam susu masih terbatas padahal penting dalam evaluasi pakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji hubungan antar parameter tersebut pada kambing Sapera khususnya di daerah Wonosobo dan Banyumas. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sebanyak 30 ekor. Sampel darah diambil melalui vena jugularis dan di tampung pada tabung EDTA dan susu sebanyak 100ml. data dianalisis menggunakan deskriptip, korelasi pearson dan regresi linear, sedangkan uji-t digunakan untuk mengetahui perbedaan kedua wilayah. Hasil nilai rata-rata, maksimum, minimum, secara berurutan diperoleh pada trigliserida (19,78; 36,13; 1,33 mg/dl), kolesterol (145,09; 248,05; 93,45 mg/dl), lemak susu (4,58; 6,12; 3,43%). Kadar trigliserida memiliki hubungan negative dengan lemak susu (R2 = -0,2467), sedangkan kadar kolesterol memiliki hubungan positive dengan lemak susu (R2= 0,1789). Uji-t menunjukkan bahwa trigliserida, kolesterol dan lemak susu antara kedua farm tidak berbeda nyata (P>0,05). | Sapera goats are goats that produce milk with high fat content. The fat content in milk is an important component besides protein that affects the selling price. Information on the relationship between triglycerides and blood cholesterol with fat content in milk is still limited even though it is important in feed evaluation. This study was conducted to examine the relationship between these parameters in Sapera goats, especially in the Wonosobo and Banyumas areas. Samples were taken using a purposive technique of 30 goats. Blood samples were taken through the jugular vein and collected in EDTA tubes and 100 ml of milk. Data were analyzed using descriptive, Pearson correlation and linear regression, while the t-test was used to determine the differences between the two regions. The results of the average, maximum, minimum values, respectively, were obtained for triglycerides (19.78; 36.13; 1.33 mg/dl), cholesterol (145.09; 248.05; 93.45 mg/dl), milk fat (4.58; 6.12; 3.43%). Triglyceride levels have a negative relationship with milk fat (R2 = -0.2467), while cholesterol levels have a positive relationship with milk fat (R2 = 0.1789). The t-test showed that triglycerides, cholesterol and milk fat between the two farms were not significantly different (P>0.05). | |
| 44887 | 48246 | H1A021046 | PERANCANGAN SISTEM MONITORING DAN PENGATURAN MIKRO GRID PLN-PLTS STASIUN PENGISIAN BATERAI MOBIL LISTRIK BERBASIS IOT | Perkembangan Electric Vehicle (EV) menuntut sistem pengisian daya yang andal dan efisien. Penelitian ini merancang sistem monitoring dan pengaturan mikrogrid PLN–PLTS berbasis IoT menggunakan ESP32. PLTS menjadi sumber utama, sedangkan PLN sebagai cadangan otomatis saat daya PLTS tidak mencukupi. Pemantauan dilakukan melalui aplikasi MQTT Panel dan ditampilkan di LCD 20x4 serta perangkat seluler. Parameter yang diamati meliputi tegangan, arus, suhu, kapasitas baterai, waktu pengisian, dan duty cycle dari buck-boost converter (PLTS) serta rectifier (PLN). Sensor tegangan berbasis voltage divider menghasilkan error ±0,42%, dan sensor arus ACS712 ±2,27%. Suhu maksimum selama pengisian tercatat 32,3°C, masih di bawah batas proteksi 45°C. Duty cycle rectifier PLN menurun dari 82,50% ke 66,45% saat beban aktif. Pengisian berhenti otomatis saat baterai penuh. Sistem terbukti stabil, efisien, dan mendukung pemanfaatan energi terbarukan untuk pengisian EV. | The development of Electric Vehicles (EVs) requires a reliable and efficient charging system. This study designs an IoT-based monitoring and control system for a PLN–PV microgrid using ESP32. PV serves as the main power source, with PLN as an automatic backup when PV power is insufficient. Monitoring is done via the MQTT Panel app and displayed on a 20x4 LCD and mobile device. Key parameters observed include voltage, current, temperature, battery capacity, charging time, and the duty cycle of the buck-boost converter (PV) and rectifier (PLN). The voltage sensor using a voltage divider shows ±0.42% error, and the ACS712 current sensor ±2.27%. The maximum charging temperature recorded was 32.3°C, below the 45°C safety threshold. The PLN rectifier duty cycle dropped from 82.50% to 66.45% under load. Charging stops automatically when the battery is full. The system proved stable, efficient, and supports renewable energy use in EV charging. | |
| 44888 | 48249 | D1A021057 | HUBUNGAN KADAR PROTEIN SUSU DENGAN PROTEIN DAN ALBUMIN DARAH KAMBING SAPERA | Kambing merupakan hewan penghasil susu dengan protein sebagai salah satu nutrien penting yang dihasilkan. Hubungan antara total protein dan albumin darah dengan kadar protein dalam susu belum banyak diketahui padahal sangat diperlukan dalam evaluasi pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parameter tersebut khususnya pada kambing Sapera di wilayah Wonosobo dan Banyumas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive yang dilakukan pada 30 ekor kambing Sapera dengan kriteria tertentu. Sampel yang diambil berupa darah yang ditampung pada tabung EDTA dan susu sebanyak 100ml. Analisis deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear digunakan dalam pengolahan data, Uji-t digunakan pula untuk mengetahui perbedaan di antara kedua wilayah farm. Hasil yang diperoleh menunjukkan rata-rata, maksimum, dan minimum secara berurutan pada total protein darah (8,21;10,48;6,82g/dL), albumin (3,98;3,80;5,42g/dL), protein susu (4,11;2,98;3,41g/dL). Total protein darah dengan kadar protein susu memiliki hubungan yang lemah (R=0,227), albumin darah dengan total protein darah memiliki hubungan yang lemah (R=0,303), total protein dengan albumin darah memiliki hubungan yang lemah (R=0,317). Total protein mempengaruhi albumin darah dan susu secara berurutan sebesar 10% dan 5% serta albumin darah mempengaruhi protein susu sebesar 9,2%. Pengaruh perbedaan antar wilayah mengenai hubungan total protein dengan albumin darah adalah berpengaruh nyata (P<0,05) dan protein susu adalah tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah protein dalam darah mempengaruhi protein susu dan protein susu tidak hanya disintesis dari protein darah tetapi dapat berasal dari banyak sumber. | Goats are milk-producing animals with protein as one of the important nutrients they produce. Relationship between total protein and blood albumin with the protein content in milk is not well understood, yet it is very much needed in feed evaluation. This study aims to determine the relationship between these parameters, particularly in Sapera goats in Wonosobo and Banyumas regions. Sampling was conducted using purposive technique on 30 Sapera goats with specific criteria. The samples taken included blood collected in EDTA tubes and 100ml of milk. Descriptive analysis, Pearson correlation, and linear regression were used in data processing, and the t-test was also used to determine the differences between the two farm areas. The results obtained show the average, maximum, and minimum in sequence for blood protein total (8.21; 10.48; 6.82 g/dL), albumin (3.98; 3.80; 5.42 g/dL), and milk protein (4.11; 2.98; 3.41 g/dL). Blood protein total with milk protein levels has a weak relationship (R=0.227), blood albumin with total blood protein has a weak relationship (R=0.303), total protein with blood albumin has a weak relationship (R=0.317). Total protein affects blood and milk albumin by 10% and 5% respectively, and blood albumin affects milk protein by 9.2%. The influence of regional differences on the relationship between total protein and blood albumin is significant (P<0.05), while the influence on milk protein is not significant (P>0.05). The conclusion of this study is blood protein affects milk protein, and milk protein is not only synthesized from blood protein but also come from many sources. | |
| 44889 | 48250 | I1A021078 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF (15-59 TAHUN) DI WILAYAH PUSKESMAS KALIBAGOR | Latar Belakang: Data Riskesdas (2018) menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi usia produktif di Indonesia meningkat dari 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1% pada tahun 2018. Umumnya hipertensi diderita oleh lansia, tetapi di wilayah Kalibagor didominasi oleh usia produktif (53%). Hipertensi usia produktif yang tidak dikendalikan dapat menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskuler dan kematian saat memasuki usia lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi usia produktif di wilayah Puskesmas Kalibagor. Metode: Penelitian menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan metode kasus kontrol. Variabel yang diteliti yaitu, riwayat hipertensi keluarga, paparan informasi, aktivitas fisik, pola makan, manajemen stres, kualitas tidur, pendidikan, dan pendapatan keluarga. Sampel kasus sebanyak 50 responden dipilih menggunakan simple random sampling dan kontrol 100 responden menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil Penelitian: Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi usia produktif di wilayah Puskesmas Kalibagor yaitu, paparan informasi yang kurang baik (p-value=0.033, OR=2.993, CI 95%=1.092–8.202), aktivitas fisik yang berisiko (p-value=0.001, OR=8.305, CI 95%=2.901-23.776), pola makan yang kurang baik (p-value=0.001, OR=5.893, CI 95%=2.322–14.956), dan manajemen stres yang kurang baik (p-value=0.001, OR=6.481, CI 95%=2.219–18.931). Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian hipertensi usia produktif di wilayah Puskesmas Kalibagor adalah aktivitas fisik yang berisiko (p-value=0.001, OR=8.305, CI 95%=2.901–23.776). | Background: Data from Riskesdas (2018) indicate that the prevalence of hypertension among individuals of productive age in Indonesia increased from 25.8% in 2013 to 34.1% in 2018. Although typically more prevalent in the elderly, hypertension in Kalibagor predominantly affects individuals of productive age (53%). Uncontrolled hypertension in productive-age individuals may increase the risk of cardiovascular disease and mortality later in life. This study aims to identify risk factors for hypertension among the productive-age population in the Kalibagor Public Health Center area. Method: This study employed an analytical observational research design using a case-control method. The variables studied were family history of hypertension, information exposure, physical activity, diet, stress management, sleep quality, education, and family income. The case sample consisted of 50 respondents selected through simple random sampling, while the control group included 100 respondents chosen through accidental sampling. Data were collected through interviews using a questionnaire and analyzed using logistic regression Results: The risk factors associated with the incidence of hypertension among individuals in the productive age group in the Kalibagor Health Center area are poor exposure to health information (p-value=0.033, OR=2.993, 95% CI=1.092–8.202), high-risk physical activity (p-value=0.001, OR=8.305, 95% CI=2.901–23.776), unhealthy dietary habits (p-value=0.001, OR=5.893, 95% CI=2.322–14.956), and poor stress management (p-value=0.001, OR=6.481, 95% CI=2.219–18.931). Conclusion: High-risk physical activity is the most significant factor associated with the incidence of hypertension among individuals in the productive age group in the Kalibagor Health Center area (p-value=0.001, OR=8.305, 95% CI=2.901–23.776). | |
| 44890 | 48251 | G1A021120 | Hubungan Diabetes Distress dengan Self-Management pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas | Latar belakang: diabetes distress merupakan bentuk kecemasan, kekhawatiran, ketakutan, dan ancaman yang terkait dengan perjuangan yang dihadapi oleh mereka yang menderita diabetes melitus. Adanya diabetes distress dikaitkan dengan berkurangnya perawatan diri (self-management). Self-management diabetes mellitus merupakan serangkaian tindakan yang dilakukan individu untuk mengelola kondisi medis mereka yang terdiri dari pengaturan pola makan, pengaturan aktivitas fisik, pengonsumsian obat DM secara rutin dan teratur, pemantauan glukosa darah serta perawatan kaki secara rutin. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diabetes distress dengan self-management pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan bentuk studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 55 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa self-management pasien DM tipe 2 mayoritas berada pada kategori cukup yaitu 25 orang (45,5%) dan diabetes distress pasien DM tipe 2 pada kategori ringan yaitu 35 orang (63,6%). Ada hubungan antara diabetes distress dengan self-management pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas (p =0,000). Kesimpulan: diabetes distress berhubungan dengan self-management pada pasien diabetes melitus tipe 2. | Background: Diabetes distress is a form of anxiety, worry, fear, and perceived threat related to the struggles experienced by individuals living with diabetes mellitus. The presence of diabetes distress is associated with reduced self-care (self-management). Diabetes mellitus self-management refers to a series of actions taken by individuals to manage their medical condition, including dietary regulation, physical activity management, regular and consistent intake of diabetes medication, blood glucose monitoring, and routine foot care. Objective: This study aims to determine the relationship between diabetes distress and self- management in patients with type 2 diabetes mellitus in Sumbang District, Banyumas. Method: This research uses an analytical observational study with a cross sectional approach. The sampling technique used was a total sampling of 55 people. Data analysis using the chi-square test. Research Results: The results of the research showed that self-management of type 2 DM patients was mostly in the sufficient category, namely 25 people (45.5%) and diabetes distress of type 2 DM patients is in the mild category, namely 35 people (63.6%). There is a relationship between diabetes distress and self-management in type 2 diabetes mellitus patients in Sumbang District, Banyumas (p = 0.000). Conclusion: diabetes distress is related to self-management in type 2 diabetes mellitus patients | |
| 44891 | 48252 | H1A021023 | IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC CONTROLLER UNTUK MENGATUR NUTRISI PADA GREENHOUSE TANI MANUNGGAL DESA BANSARI, KEC. BANSARI, TEMANGGUNG | Dalam era pertanian modern, kontrol kecerdasan buatan (AI) menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan presisi dalam pengelolaan sumber daya pertanian. Gapoktan Rahayu Makmur di Desa Bansari, Kabupaten Temanggung, menghadapi tantangan dalam pengaturan nutrisi karena, sistem irigasi tetes yang digunakan masih dioperasikan secara manual tanpa mempertimbangkan variabel dinamis seperti kepekatan larutan (EC/TDS), sehingga sering terjadi ketidaktepatan dalam pemberian nutrisi. Penelitian ini mengusulkan penerapan Fuzzy Logic Controller (FLC) untuk mengatur pemberian nutrisi secara otomatis pada sistem irigasi tetes di greenhouse. FLC memanfaatkan data sensor EC untuk mendeteksi kepekatan larutan dan mengontrol pompa nutrisi agar takaran yang diberikan tetap optimal. Penerapan FLC, diharapkan sistem fertigasi dapat berjalan lebih efisien dan presisi, mengurangi pemborosan sumber daya, serta meningkatkan produktivitas pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan FLC pada ESP32 memiliki akurasi tinggi dengan rata-rata error output sebesar 0,56 % dibandingkan simulasi Matlab. Kontrol berbasis fuzzy juga mampu menjaga kestabilan nilai TDS pada set point 1000 ppm, dengan rata-rata error output sebesar 0,66%. Selain itu, metode kontrol fuzzy terbukti lebih hemat dalam penggunaan larutan nutrisi dibandingkan metode manual, dengan efisiensi yang meningkat yaitu dari 11,06% hingga 45,05% seiring bertambahnya nilai ppm awal. Dengan demikian, implementasi FLC pada sistem irigasi tetes greenhouse terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi dan presisi pengelolaan nutrisi tanaman. | In the era of modern agriculture, artificial intelligence (AI) control has become an innovative solution to enhance efficiency and precision in agricultural resource management. Gapoktan Rahayu Makmur in Bansari Village, Temanggung Regency, faces challenges in nutrient regulation because the drip irrigation system used is still operated manually without considering dynamic variables such as solution concentration (EC/TDS), often leading to inaccuracies in nutrient delivery. This study proposes the implementation of a Fuzzy Logic Controller (FLC) to automatically regulate nutrient distribution in the drip irrigation system within a greenhouse. FLC utilizes EC sensor data to detect solution concentration and control the nutrient pump to ensure optimal dosing. With FLC implementation, the fertigation system is expected to operate more efficiently and precisely, reducing resource wastage and improving agricultural productivity. The research results indicate that implementing FLC on the ESP32 microcontroller achieves high accuracy, with an average output error of only 0.56 % compared to Matlab simulations. The fuzzy-based control system also maintains the stability of TDS values at the 1000 ppm set point, with an average output error of 0.66%. Additionally, the fuzzy control method has proven to be more efficient in nutrient solution usage than manual methods, with efficiency improvements ranging from 11.06% to 45.05% as the initial ppm value increases. Thus, the implementation of FLC in the greenhouse drip irrigation system has been proven effective in enhancing the efficiency and precision of plant nutrient management. | |
| 44892 | 48253 | H1C020070 | GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK ALTERASI MINERALISASI DAERAH SRATI DAN SEKITARNYA , KECAMATAN AYAH, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH | Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya alam, hal ini didasari dimana letak Indonesia secara geologis yaiu pada Cincin Api Asia-pasifik (Ring Of Fire) yang menghasilkan banyak sumberdaya mineral. Salah satu contoh sumberdaya alam tersebut adalah endapan logam yang berkaitan dengan magma seperti endapan sistem hidrotermal. Endapan logam yang terbentuk dapat berasal dari sistem hidrotermal yang beragam di Indonesia mulai dari epitermal, porfiri, dan skarn. Untuk mengidentifikasi endapan logam yang terbentuk, dilakukan metode penelitian berupa Analisis Petrografi, Analisis Ore Microscopy, Analisis Slab, Analisis XRD (X-Ray Diffraction), Analisis SEM (Scanning Electron Microscopy), dan Analisis FA-AAS (Fire Assay – Atomic Absorbtion). Berdasarkan hasil pengambilan dan pengolahan data, kondisi geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Perbukitan Denudasional bergelombang sedang – kuat, Perbukitan Intrusi, dan Perbukitan Karst. Kemudian kondisi stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda terdiri dari Breksi Dasitik Tuf, Breksi Diatrem, Breksi Hidrotermal, Lava Andesit, Intrusi Andesit, dan Batugamping. Alterasi yang berkembang berupa Silisifikasi, Argilik Lanjut (Kuarsa +Alunit +Illit ±Diaspor), Argilik (Kuarsa+Kaolinit+Illit), dan Propilitik (Kuarsa +Klorit +Kalsit -Illit). Keberadaan mineral bijih seperti enargit, kalkosit, kovellit, pyrit, galena, sphalerit, dan kalkopirit merupakan indikator bahwa mineralisasi jenis endapan sulfidasi tinggi berkembang di daerah ini. Alterasi dan mineralisasi di daerah penelitian dikontrol oleh struktur geologi dan litologi batuan, dimana terdapat sesar mendatar berarah tenggara-barat laut dan sesar mendatar berarah barat daya-timur laut. Berdasarkan analisis AAS juga terdapat kadar mineral yang bernilai ekonomis terutama emas (Au) berkisar antara 0,14 – 0,18 ppm dan tembaga (Cu) berkisar antara 19 – 27 ppm. Berdasarkan karakteristik alterasi dan mineralisasi dari hasil analisis yang dilakukan, endapan epitermal di daerah penelitian memiliki tipe sulfidasi yang tinggi. | Indonesia is a country endowed with abundant natural resources, a condition primarily attributed to its position along the Asia-Pacific Ring of Fire, which generates a wealth of mineral resources. One example of such natural resources is metallic ore deposits associated with magmatic activity, particularly those formed through hydrothermal systems. These metallic deposits in Indonesia can originate from various types of hydrothermal systems, including epithermal, porphyry, and skarn systems. To identify the formed ore deposits, several analytical methods were employed, including Petrographic Analysis, Ore Microscopy, Slab Analysis, X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), and Fire Assay – Atomic Absorption Spectroscopy (FA-AAS). Based on data collection and interpretation, the geomorphological conditions of the study area comprise moderately to strongly undulating denudational hills, intrusive hills, and karst hills. Stratigraphically, the rock units in the study area, from oldest to youngest, consist of Dacitic Tuff Breccia, Diatreme Breccia, Hydrothermal Breccia, Andesite Lava, Andesite Intrusion, and Limestone. The observed alteration types include Silicification, Advanced Argillic (Quartz + Alunite + Illite ± Diaspore), Argillic (Quartz + Kaolinite + Illite), and Propylitic (Quartz + Chlorite + Calcite – Illite). The presence of ore minerals such as enargite, chalcocite, covellite, pyrite, galena, sphalerite, and chalcopyrite serves as an indicator of the development of a high-sulfidation style of mineralization in the area. Both alteration and mineralization processes in the study area are structurally and lithologically controlled, with strike-slip faults trending southeast–northwest and southwest–northeast. Furthermore, based on AAS analysis, the study area contains economically valuable mineral content, particularly gold (Au) with concentrations ranging from 0.14 to 0.18 ppm, and copper (Cu) ranging from 19 to 27 ppm. Based on the characteristics of alteration and mineralization derived from the conducted analyses, the epithermal deposit in the study area is classified as a high-sulfidation type. | |
| 44893 | 48254 | C1L020015 | PENGARUH PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN, KETERAMPILAN BERWIRAUSAHA DAN SIKAP MANDIRI TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi berwirausaha di SMK NU 1 Slawi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan kewirausahaan, keterampilan berwirausaha dan sikap mandiri terhadap motivasi berwirausaha siswa SMK NU 1 Slawi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa SMK NU 1 Slawi tahun ajaran 2023/2024 yang memperoleh mata pelajaran ekonomi sebanyak 402 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik proprotionate random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 200 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif terhadap motivasi berwirausaha; (2) keterampilan berwirausaha tidak berpengaruh terhadap motivasi berwirausaha; (3) sikap mandiri berpengaruh positif terhadap motivasi berwirausaha. Implikasi dari penelitian ini diharapkan: (1) Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan kewirausahaan perlu ditingkatkan sebagai prioritas pembelajaran di SMK karena berpengaruh pada motivasi, melalui pelatihan, seminar, dan kunjungan industri.; (2) Penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan berwirausaha harus dikaitkan dengan pengalaman langsung dan praktik nyata, dengan strategi pembelajaran berbasis proyek dan inkubasi bisnis agar lebih memotivasi; (3) Penelitian ini menunjukkan bahwa sikap mandiri perlu diperkuat lewat kegiatan yang melatih tanggung jawab dan pengambilan keputusan, seperti program mentoring dan penugasan individu, karena berpengaruh positif terhadap motivasi berwirausaha. | This study was motivated by the low entrepreneurial motivation at SMK NU 1 Slawi. This study aims to analyse the effect of entrepreneurial knowledge, entr epreneurial skills and independent attitude towards entrepreneurial motivation of students of SMK NU 1 Slawi. This research is a quantitative study with a survey method using a questionnaire. The population in this study were students of SMK NU 1 Slawi in the academic year 2023/2024 who obtained economics subjects as many as 402 students. Sampling in this study using proprotionate random sampling technique so that a sample of 200 students was obtained. The method used in this research is multiple linear regression analysis. Based on the results of research and data analysis, it shows that: (1) entrepreneurial knowledge has a positive effect on entrepreneurial motivation; (2) entrepreneurial skills have no effect on entrepreneurial motivation; (3) independent attitude has a positive effect on entrepreneurial motivation. The implications of this study are expected to be: (1) This research shows that entrepreneurship knowledge needs to be improved as a learning priority in SMKs as it affects motivation, through training, seminars, and industry visits; (2) This research shows that entrepreneurship skills should be linked to hands-on experience and real practice, with project-based learning and business incubation strategies to make it more motivating; (3) This research shows that independent attitude needs to be strengthened through activities that train responsibility and decision-making, such as mentoring programs and individual assignments, as it positively affects entrepreneurship motivation. Translated with DeepL.com (free version) | |
| 44894 | 48255 | C1A021085 | FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PAJAK REKLAME DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini merupakan penelitian yang menganalisis beberapa faktor - faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak reklame di Kabupaten Banyumas. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu karena belum adannya penelitian yang dilakukan di Kabupaten Banyumas mengenai pajak reklame, selain itu rendahnya penerimaan pajak reklame terhadap pendapatan asli daerah, padahal fakta di lapangan banyak ditemui macam-macam jenis reklame di sepanjang jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk, jumlah industri, PDRB, dan inflasi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda agar dapat mengetahui apakah terdapat pengaruh beberapa variabel terhadap penerimaan pajak reklame. Selain menggunakan analisis regresi, penelitian ini juga menggunakan analisis tren yang dapat meramalkan penerimaan pajak reklame di masa yang akan mendatang. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi linier berganda menunjukkan bahwa: Jumlah Penduduk dan PDRB berpengaruh positif terhadap penerimaan pajak reklame di Kabupaten Banyumas, sedangkan jumlah industri dan inflasi berpengaruh negatif terhadap penerimaan pajak reklame di Kabupaten Banyumas. Ramalan Tren penerimaan pajak reklame dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan dan realisasinya melebihi target. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu kebijakan pemerintah mengenai optimalisasi zona reklame guna memastikan distribusi yang lebih merata dan optimal, serta mengurangi ketimpangan dalam penerimaan pajak. Selain itu dengan strategi pengelolaan reklame yang lebih terarah dan transparan, serta memberikan insentif/fasilitas tertentu bagi industri yang aktif dalam pemenuhan pajak reklame. | This research analyzes several factors that influence billboard tax revenue in Banyumas Regency. The research problem arises due to the absence of prior studies on billboard tax in Banyumas Regency and the relatively low contribution of billboard tax to the region's locally-generated revenue (PAD), despite the widespread presence of various types of billboards along the roads. The purpose of this study is to analyze the effect of population size, number of industries, Gross Regional Domestic Product (GRDP), and inflation on billboard tax revenue. The research method employed is multiple linear regression analysis to determine whether these variables significantly affect billboard tax revenue. In addition to regression analysis, the study also uses trend analysis to forecast future billboard tax revenue. Based on the results of data analysis using multiple linear regression, it is found that population size and GRDP have a positive influence on billboard tax revenue in Banyumas Regency, while the number of industries and inflation have a negative effect. The trend forecast shows that billboard tax revenue increases from year to year and its realization consistently exceeds the target. The implications of these findings suggest that government policies should focus on optimizing billboard zoning to ensure a more equitable and effective distribution, thereby reducing disparities in tax revenue. Moreover, a more structured and transparent management strategy for billboards, along with incentives or specific facilities for industries that actively comply with billboard tax regulations, is recommended. | |
| 44895 | 48256 | L1B020070 | SUBSTITUSI KONSENTRAT PROTEIN YANG DIBUAT DARI IKAN SAPU SAPU (Hypostomus sp.) DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepenus) | Penggunaan konsentrat protein ikan sapu-sapu (Hypostamus sp.) dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan ikan lele (Clarias gariepenus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pertumbuhan ikan lele sangkuriang setelah diberi perlakuan pakan dengan substitusi konsentrat protein yang dibuat dari ikan sapu-sapu dengan persentase yang berbeda, serta mengetahui persentase substitusi konsentrat protein yang dibuat dari ikan sapu-sapu yang optimal pada pakan terhadap pertumbuhan ikan lele sangkuriang. Ikan lele dipelihara pada box kontainer selama 30 hari. Perlakun yang digunakan terdiri dari 4 perlakuan dan 3 pengulangann meliputi perlakuan kontrol, 10% tambahan konsentrat protein ikan sapu-sapu, 20% tambahan konsentrat protein ikan sapu-sapu, dan 30% tambahan konsentrat protein ikan sapu-sapu. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan konsentrat protein ikan sapu-sapu pada pakan membuat pertumbuhan ikan lele meningkat secara signifikan dimana perlakuan 10% membuat ikan lele mengalami pertambahan panjang 0,47 cm dan berat 1,74 gram, perlakuan 20% mengalami pertumbuhan pajang 1,23 cm dan berat 4,15 gram, dan perlakuan 30% mengalami pertambahan panjang 2 cm dan berat 5,64 gram. Pertumbuhan ini berbeda nyata (<0,05) dibanding perlakuan kontrol yang hanya mengalami pertambahan panjang 0,1 cm dan berat 0,31. Hasil ini menunjukan bahwa penambahan konsentrat protein ikan sapu-sapu berpengaruh nyata pada pertumbuhan ikan lele dengan persentase terbaik ada di persentase 30%. | The use of broom fish protein concentrate (Hypostamus sp.) can be a solution to increase the growth of catfish (Clarias gariepenus). The purpose of this study was to assess the growth of sangkuriang catfish after being fed with protein concentrate substitution made from broom fish with different percentages, and to determine the percentage of protein concentrate substitution made from broom fish that is optimal in feed for the growth of sangkuriang catfish. Catfish were reared in a container box for 30 days. The treatments used consisted of 4 treatments and 3 repetitions including control treatment, 10% additional broom fish protein concentrate, 20% additional broom fish protein concentrate, and 30% additional broom fish protein concentrate. The results showed that the addition of broomrape protein concentrate to the feed made the growth of catfish increase significantly where the 10% treatment made the catfish experience an increase in length of 0.47 cm and weight of 1.74 grams, 20% treatment experienced growth of 1.23 cm in length and weight of 4.15 grams, and 30% treatment experienced an increase in length of 2 cm and weight of 5.64 grams. This growth is significantly different (<0.05) compared to the control treatment which only experienced an increase in length of 0.1 cm and weight of 0.31. These results show that the addition of broom fish protein concentrate has a real effect on catfish growth with the best percentage at 30%. Keywords: Fish Protein Concentrate, Broom Fish, Catfish, Growth | |
| 44896 | 48257 | D1A021198 | KAJIAN PENERAPAN MIXED CROPPING RUMPUT PAKCHONG-GAMAL TERHADAP PRODUKSI SEGAR DAN BAHAN KERING SERTA KANDUNGAN BAHAN ORGANIK RUMPUT PAKCHONG PADA PERBEDAAN DEFOLIASI | Latar Belakang. Ketersediaan hijauan dan lahan yang terbatas merupakan salah satu permasalahan peternak untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu sistem tanam dan umur panen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi segar, produksi bahan kering, dan kandungan bahan organik rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand) akibat pengaruh perbedaan sistem tanam dan umur defoliasi. Materi dan Metode. Tanaman yang digunakan berupa tanaman pakchong dan gamal yang ditaman pada petak seluas 9,6 m2 dengan total luas lahan yang digunakan 316,16 m2. Metode eksperimental berbasis Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola split plot dan diulang sebanyak 4 kali. Faktor main plot adalah sistem tanam yaitu Tunggal (T) dan campuran (C). Faktor sub plot adalah umur panen 42 hari (D1), 56 hari (D2), dan 70 hari (D3). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sistem tanam berpengaruh nyata (P<0,05) dan faktor umur panen berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi segar dan produksi bahan kering rumput pakchong, sedangkan kandungan bahan organik hanya faktor umur panen yang berpengaruh nyata (P<0,05). Produksi segar yang optimal didapatkan pada umur panen 56 hari dengan sistem tanam mixed cropping dan produksi bahan kering tertinggi didapatkan pada rumput pakchong dengan sistem penanaman mixed cropping umur panen 70 hari. Kandungan bahan organik tertinggi didapatkan pada rumput pakchong dengan sistem penanaman monokultur pada umur 56 hari. Simpulan. Sistem tanam mixed cropping dapat meningkatkan produksi segar dan produksi bahan kering rumput pakchong. Produksi optimal didapatkan pada sistem tanam mixed cropping umur panen 56 hari. | Background. Limited availability of forage and land is one of the problems of problems for farmers to meet forage needs. One of the factors that affect productivity is the planting system and harvest age. Objective of this study was to determine the fresh production, dry matter production, and organic matter content of pakchong grass (Pennisetum purpureum cv. Thailand) due to the influence of different planting systems and defoliation age. Materials and Methods. The plants used were pakchong and gamal plants planted in plots of 9.6 m2 with a total land area of 316.16 m2. Experimental method based on Randomized Group Design (RAK) split plot pattern and repeated 4 times. The main plot factor was the cropping system, namely single (T) and mixed (C). Sub plot factors were harvest age 42 days (D1), 56 days (D2), and 70 days (D3). Result. The results showed that the planting system factor had a significant effect (P < 0.05) and the harvest age factor had a very significant effect (P < 0.01) on fresh production and dry matter production of pakchong grass, while the percentage of organic matter was only the harvest age factor that had a significant effect (P < 0.05). Optimal fresh production was obtained at harvest age 56 days with a mixed cropping planting system and the highest dry matter production was obtained in pakchong grass with a mixed cropping planting system at harvest age 70 days. The highest percentage of organic matter was obtained in pakchong grass with a monoculture planting system at the age of 56 days. Conclusion. The mixed cropping system can increase fresh and dry matter production of pakchong grass. Optimal production is obtained in the mixed cropping system at harvest age 56 days | |
| 44897 | 48258 | F1C021034 | STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN SOSIAL DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BANYUMAS DALAM PELESTARIAN WAYANG GAGRAG BANYUMAS | Wayang gagrag Banyumas adalah wayang dengan ciri khas pedalangan yang hanya ada di wilayah Karesidenan Banyumas. Namun seiring perkembangan zaman, keberadaan wayang gagrag Banyumas mulai meluntur sehingga perlu dilakukannya pelestarian. Dinporabudpar kabupaten Banyumas sebagai lembaga pemerintah memegang peran utama dalam pelestarian wayang gagrag Banyumas melalui berbagai strategi, khususnya melalui komunikasi pemasaran sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran sosial yang dilakukan Dinporabudpar dalam pelestarian wayang gagrag Banyumas. Selain itu, untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat sehingga dapat mengoptimalkan strategi di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan lima narasumber yang memenuhi kriteria. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 strategi komunikasi pemasaran sosial utama yang dilakukan Dinporabudpar dalam melestarikan wayang gagrag Banyumas yaitu menjalin kemitraan, menampilkan di hari-hari besar, khususnya hari besar Banyumas, dan optimalisasi media online. Adapun faktor pendukung utama adalah semangat dari sumber daya manusia Dinporabudpar dan faktor pendukung utama adalah keterbatasan anggaran. Berdasarkan analisis dengan konsep integrated marketing communication (IMC), strategi yang dilakukan Dinporabudpar tergolong dalam aktivitas public relations, pemasaran langsung, dan internet marketing. | Wayang gagrag Banyumas, a distinct form of puppetry only found in the Banyumas region. However, as time went on, the existence of Wayang gagrag Banyumas started to fade, which calls for efforts to preserve it. The Youth, Sports, Culture, and Tourism Office in Banyumas is key in preserving Wayang gagrag Banyumas through various strategies, primarily through social marketing communication. This research aims to analyze the social marketing communication strategies used by the Youth, Sports, Culture, and Tourism Office in preserving Wayang gagrag Banyumas and identify the factors that support and inhibit these strategies to optimize future efforts. The study uses a qualitative approach, involving five informants who meet the required criteria. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The findings revealed three main strategies used by the Youth, Sports, Culture, and Tourism Office: building partnerships, performing during major local holidays, particularly Banyumas holidays, and optimizing online media. The main supporting factor is the enthusiasm of the office’s human resources, while the primary challenge is limited funding. Based on an analysis using the Integrated Marketing Communication concept, the strategies are classified into public relations, direct marketing, and internet marketing activities. | |
| 44898 | 48259 | C1C021053 | Pengaruh Dewan Komisaris Terhadap Kinerja Keuangan Dimediasi oleh Pengungkapan Green Banking | Penelitian ini menganalisis pengaruh dewan komisaris terhadap kinerja keuangan melalui mediasi pengungkapan green banking pada bank umum Indonesia yang terdaftar di BEI periode 2021–2023, dengan dasar teori keagenan dan pemangku kepentingan untuk memahami hubungan tata kelola, praktik perbankan hijau, dan kinerja keuangan. Data sekunder dari laporan keuangan dan keberlanjutan 42 bank dikumpulkan menggunakan purposive sampling, menghasilkan 126 data yang dianalisis dengan Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM) menggunakan SmartPLS 3.0, mencakup PLS Algorithm, Bootstrapping, dan Blindfolding. Hasil menunjukkan dewan komisaris berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan namun positif terhadap pengungkapan green banking, sementara pengungkapan green banking berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan, sehingga mampu memediasi dampak dewan komisaris. Temuan ini menyoroti pentingnya tata kelola yang efektif, penerapan perbankan hijau, dan peningkatan kesadaran akan produk keuangan berkelanjutan bagi akademisi, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. | This study analyzes the influence of the board of commissioners on financial performance through the mediation of green banking disclosure in commercial banks in Indonesia listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021–2023, grounded in agency theory and stakeholder theory. Secondary data from the financial and sustainability reports of 42 banks were collected using purposive sampling, resulting in 126 data points analyzed with Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM) using SmartPLS 3.0. The results indicate that the board of commissioners negatively impacts financial performance but positively affects green banking disclosure, while green banking disclosure contributes positively to financial performance, thus mediating the board's impact. These findings highlight the importance of effective governance, the implementation of green banking, and increased awareness of sustainable financial products for academics, companies, the government, and society. | |
| 44899 | 48260 | F1F021025 | Analisis Tantangan Sekuritisasi Ancaman Shadow Tanker di Selat Malaka Tahun 2023 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa ancaman shadow tanker belum diakui sebagai isu keamanan eksistensial oleh Indonesia, Malaysia, dan Singapura di kawasan Selat Malaka. Shadow tanker merupakan kapal tanker tua yang dimiliki secara anonim dan kerap digunakan untuk menghindari sanksi internasional, terutama oleh negara-negara seperti Rusia, Iran, dan Venezuela. Fenomena ini membawa risiko besar terhadap keamanan maritim, keselamatan pelayaran, serta pencemaran lingkungan, sebagaimana tercermin dalam insiden meledaknya MV Pablo pada Mei 2023 di perairan Malaysia. Penelitian ini menggunakan teori sekuritisasi dari Ralf Emmers untuk mengevaluasi hambatan-hambatan dalam proses pembingkaian ancaman shadow tanker sebagai ancaman eksistensial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah tantangan dalam sekuritisasi shadow tanker, termasuk lemahnya respons kebijakan nasional, tidak adanya konsensus di tingkat regional, serta pertimbangan kepentingan ekonomi dan politik domestik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kerja sama maritim dan pembingkaian kolektif terhadap shadow tanker sebagai isu keamanan lintas batas yang mendesak. | This study aims to analyze why the threat of shadow tankers has not been recognized as an existential security issue by Indonesia, Malaysia, and Singapore in the Malacca Strait. Shadow tankers are aging vessels owned anonymously and often used to evade international sanctions, particularly by countries such as Russia, Iran, and Venezuela. This phenomenon poses serious risks to maritime security, navigational safety, and environmental sustainability, as demonstrated by the explosion of the MV Pablo in Malaysian waters in May 2023. Using the securitization theory by Ralf Emmers, this research evaluates the obstacles in framing shadow tankers as existential threats. The study employs a qualitative method and a case study approach focusing on Indonesia, Malaysia, and Singapore. The findings reveal several challenges in the securitization process, including weak national policy responses, lack of regional consensus, and domestic economic and political considerations. This study recommends enhanced maritime cooperation and collective framing of shadow tankers as an urgent transboundary security issue. | |
| 44900 | 48261 | A1D019052 | PENGARUH APLIKASI PUPUK NANO SILIKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS BUAH MELON (Cucumis melo L.) PADA SISTEM HIDROPONIK | Melon (Cucumis melo L.) termasuk dalam komoditas hortikultura dari famili Cucurbitaceae dengan nilai ekonomi tinggi. Hidroponik adalah metode budidaya tanaman tanpa tanah untuk mendukung pertumbuhan, yaitu kontrol lebih baik pada tanaman, peningkatan produktivitas, risiko serangan hama dan penyakit lebih rendah. Silika adalah unsur hara mikro untuk meningkatkan toleransi tanaman terhadap berbagai cekaman, sehingga disebut multi-talented micronutrient karena memberikan manfaat bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aplikasi pupuk nano silika terhadap pertumbuhan dan kualitas buah tanaman melon. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse Lara’s Melon Hidroponik di Dusun Dua Pasir Kulon, Kec. Karanglewas, Kab. Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama, yaitu konsentrasi pupuk nano silika (S0 = 0 g/l (kontrol), S1 = 0,15 g/l; S2 = 0,30 g/l; S3 = 0,45 g/l) dan faktor kedua adalah waktu aplikasi (A1 = setiap 5 hari, 3 kali aplikasi; A2 = setiap 10 hari, 3 kali aplikasi; A3 = setiap 15 hari, 3 kali aplikasi). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nano silika 0,15 g/l air berpengaruh nyata pada diameter horizontal buah dan kemanisan buah. Konsentrasi nano silika 0,30 g/l air berpengaruh nyata pada ketebalan kulit buah melon. Perlakuan waktu aplikasi 5 hari, 3 kali aplikasi berpengaruh nyata pada diameter horizontal buah dan taraf 10 hari, 3 kali aplikasi berpengaruh pada kemanisan buah. Kombinasi perlakuan konsentrasi nano silika dan waktu aplikasi untuk memperoleh diameter horizontal buah terbaik adalah S1A1 dengan total pupuk 0,45 g/l air dan waktu 5 hari, 3 kali aplikasi. Sedangkan kombinasi untuk memperoleh kemanisan buah terbaik adalah S1A2 dengan total pupuk 0,45 g/l air dan waktu 10 hari, 3 kali aplikasi. | Melon (Cucumis melo L.) is one of the horticultural commodities from the Cucurbitaceae family with high economic value and is highly favored by the public. Hydroponics is a soilless plant cultivation method developed to support optimal plant growth, offering several advantages, including better control over plant growth, increased productivity, and lower risks of pest and disease attacks. Silica is a micronutrient that plays a role in enhancing plant tolerance to various stress conditions, often referred to as a multi-talented micronutrient due to its multiple benefits for stressed plants. This study aims to examine the application of nano-silica fertilizer on the growth and fruit quality of melon plants. The research was conducted at the Lara’s Melon Hydroponic screen house in Dusun Dua Pasir Kulon, Karanglewas District, Banyumas Regency, and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. A Completely Randomized Block Design (CRBD) was used with two treatment factors and three replications. The first factor was the concentration of nano-silica fertilizer (S0 = 0 g/L (control), S1 = 0,15 g/L; S2 = 0,30 g/L; S3 = 0,45 g/L), and the second factor was the application frequency (A1 = every 5 days, 3 applications; A2 = every 10 days, 3 applications; A3 = every 15 days, 3 applications). The results showed that the S1 (0,15 g/L) nano-silica concentration significantly affected fruit horizontal diameter and melon sweetness. The S2 (0,30 g/L) nano-silica concentration significantly influenced the fruit rind thickness. The A1 application interval (every 5 days, 3 applications) significantly affected the horizontal diameter of the melon fruit, while the A2 interval (every 10 days, 3 applications) significantly influenced melon sweetness. The best combination of nano silica concentration and application interval for obtaining the optimal fruit horizontal diameter was S1A1, with a total fertilizer application of 0,45 g/L and an interval of 5 days with three applications. Meanwhile, the best combination for achieving the highest melon sweetness was S1A2, with a total fertilizer application of 0,45 g/L and an interval of 10 days with three applications. |