Artikelilmiahs

Menampilkan 44.781-44.800 dari 48.759 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4478148152C1C021049Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Karakteristik Auditor tehadap Audit DelayPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik perusahaan dan karakteristik auditor terhadap audit delay pada sektor barang konsumen non-primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2022 – 2023. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang tersedia di situs web BEI. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling sehingga menghasilkan 152 data dari 76 perusahaan selama dua tahun. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh negatif terhdap audit delay. (2) Profitabilitas tidak berpengaruh negatif terhadap audit delay. (3) Komite audit tidak berpengaruh negatif terhadap audit delay. (4) Gender auditor tidak berpengaruh positif terhadap audit delay. (5) Reputasi audit berpengaruh negatif terhadap audit delay. (6) Audit tenure berpengaruh negatif terhadap audit delay.This study aims to analyze the effect of company characteristics and auditor characteristics on audit delay in the consumer cyclicals sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2022 - 2023. The type of data used in this study is secondary data obtained from the company's annual financial statements available on the IDX website. Sampling was carried out using purposive sampling method resulting in 152 data from 76 companies for two years. Based on the research results and data analysis, the following results are obtained: (1) Company size has no negative effect on audit delay. (2) Profitability has no negative effect on audit delay. (3) The audit committee has no negative effect on audit delay. (4) Auditor gender has no positive effect on audit delay. (5) Audit reputation has a negative effect on audit delay. (6) Audit tenure has a negative effect on audit delay.
4478248153F1A021049Strategi Guru untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di SD "Nusa Bangsa" Motivasi belajar dalam Kurikulum Merdeka menjadi suatu persoalan yang penting untuk mendapat perhatian. Kurikulum ini memberikan kebebasan lebih besar bagi guru untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa, serta berpusat pada peningkatan keaktifan siswa dalam proses belajar. Hal tersebut menuntut adanya inovasi strategi pembelajaran dari guru agar siswa dapat terlibat secara aktif dan termotivasi untuk belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam penerapan Kurikulum Merdeka di sebuah sekolah dasar negeri di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang. Informan tersebut terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Data selanjutnya dianalisis dengan metode analisis interaktif yang mencakup tahapan kondensasi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat enam strategi yang dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, yaitu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, menyediakan pojok baca, mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, memahami minat dan kebutuhan siswa, melakukan variasi metode pembelajaran, serta memberikan apresiasi dan penghargaan kepada siswa. Learning motivation in the Independent Curriculum is an important issue to pay attention to. This curriculum provides greater freedom for teachers to design learning according to student needs, and focuses on increasing student activity in the learning process. This requires innovation in learning strategies from teachers so that students can be actively involved and motivated to learn. This study aims to describe teacher strategies to increase student learning motivation in implementing the Independent Curriculum in a public elementary school in the Banyumas Regency, Central Java. The method used in this study is qualitative with a field study approach. Data collection methods include in-depth interviews, observation, and documentation. The sampling technique was carried out through purposive sampling with a total of 15 informants. The informants consisted of the principal, teachers, students, and parents of students. The data was then analyzed using an interactive analysis method including the stages of data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study found that there were six strategies used by teachers to increase student learning motivation, namely creating a pleasant learning atmosphere, providing a reading corner, encouraging active student involvement in learning, understanding student interests and needs, varying learning methods, and providing appreciation and awards to students.
4478348154F1A021052Peran Komunitas Seni Mural Soloissolo dalam Pembentukan Ruang Publik di SurakartaMural sebagai salah satu bentuk seni jalanan berperan penting untuk memperkuat identitas tempat serta berperan untuk pembentukan ruang publik di perkotaan. Tidak hanya digunakan untuk mengindahkan wilayah perkotaan, kehadiran mural juga menciptakan pemaknaan bagi tiap-tiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran dari komunitas seni SOLOISSOLO dalam menciptakan ruang publik baru di Kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dengan data yang didapatkan melalui wawancara mendalam. Penelitian ini mengungkapkan bahwa mural tidak hanya digunakan untuk menambah nilai estetika, namun juga sebagai media komunikasi yang mendorong partisipasi masyarakat. Selain itu, mural juga digunakan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali ruang publik. Penelitian ini memberikan kebaruan bahwa seni publik khususnya seni mural dapat menjadi upaya untuk revitalisasi suatu kawasan yang berkelanjutan dan memberikan dampak yang luas pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.Mural as a form of street art plays an important role in strengthening the identity of a place as well as in shaping public space in urban areas. Not only used to heed the urban area, the presence of murals also creates meaning for each individual. This research aims to examine how the role of SOLOISSOLO art community in creating new public spaces in Surakarta City. The method used in this research is descriptive qualitative with a case study approach, with data obtained through in-depth interviews. This research reveals that murals are not only used to add aesthetic value, but also as a medium of communication that encourages community participation. In addition, murals are also used as an effort to revive public space. This research provides a novelty thatpublic art, especially mural art, can be an effort to revitalize an area that is sustainable and has a broad impact on the social and economic life of the community.
4478448155F1A021057Diskriminasi Sosial dalam Pendidikan pada Anak Sekolah di Perkampungan Marjinal Purwokerto, Jawa TengahHak untuk mendapatkan pendidikan adalah hak dasar bagi setiap anak, tetapi sayangnya masih terdapat diskriminasi yang menghalangi anak-anak dari kelompok tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diskriminasi sosial yang dialami oleh anak-anak sekolah di sebuah perkampungan marjinal di Purwokerto, Jawa Tengah. Nama kampung tersebut disamarkan menjadi “Kampung Amanah”. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif berbasis data lapangan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini melibatkan 9 orang informan, yang terdiri atas dua siswi jenjang SMK, satu siswa jenjang SMP, tiga informan orang tua, dan tiga informan guru kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan, anak sekolah di perkampungan marjinal tersebut mengalami diskriminasi sosial di sekolahnya secara terselubung. Mereka mengalami perundungan dan pengucilan, baik yang dilakukan oleh teman-teman mereka sendiri maupun guru. Diskriminasi tersebut menimbulkan dampak psikologi, sosial, dan akademik yang buruk. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya intervensi kebijakan dan program pendidikan inklusif yang menekankan kesetaraan, pemberdayaan, serta penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap anak-anak dari kampung marjinal.The right to education is a basic right for every child, but unfortunately there is still discrimination that hinders children from certain groups. This research aims to describe the social discrimination experienced by school children in a marginalized village in Purwokerto, Central Java. The research method used is a qualitative method based on field data. The data in this study were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation. The data analysis method used is interactive data analysis technique. Data validity in this study uses source triangulation. This study involved 9 informants, consisting of two female students at SMK level, one student at junior high school level, three parent informants, and three class teacher informants. The results of this study show that school children in the marginalized village experience social discrimination in their school in a covert manner. They experience bullying and exclusion, both by their peers and teachers. This discrimination has adverse psychological, social and academic impacts. The findings of this study indicate the need for inclusive education policy and program interventions that emphasize equality, empowerment, and the elimination of stigma and discrimination against children from marginalized villages.
4478548156A1D021086Analisis Keragaman Genetik Populasi Kunyit (Curcuma longa L.) berdasarkan Marka Cytochrome P450 (P450) dan Simple Sequence Repeats (SSR)Pengembangan kunyit (Curcuma longa L.) yang unggul secara luas dapat dilakukan dengan adanya pengetahuan terkait keragaman genetik pada kunyit yang dapat membantu pemulia dalam mengenali potensi yang ada. Analisis keragaman genetik dapat dilakukan dengan penggunaan marka molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi 12 aksesi kunyit yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Indonesia, mengetahui tingkat efektivitas marka Simple Sequence Repeats (SSR) dan Cytochrome P450 (CYTP450) dalam mengidentifikasi keragaman genetik pada populasi kunyit, serta mengetahui tingkat kekerabatan populasi kunyit. Karakteristik morfologi kunyit diobservasi secara visual dengan didasarkan pada pedoman untuk melakukan tes kekhasan, keseragaman, dan stabilitas pada kunyit yang dikembangkan oleh PPV&FRA (Protection Of Plant Varieties and Farmers Rights Authority) India (2007). Efektivitas marka molekuler diuji dengan memperkirakan nilai Polymorphic Information Content (PIC) berdasarkan hasil skoring pita DNA yang teramplifikasi pada proses PCR. Analisis kekerabatan populasi kunyit dilakukan dengan menggunakan perangkat NTSYSpc versi 2.11a dengan metode Sequential Agglomerative Hierarchical and Nested-Unweighted Pair-Group Method with Arithmetic (SAHN-UPGMA). Berdasarkan analisis, terdapat keragaman karakteristik morfologi pada populasi kunyit yang diujikan. Nilai PIC tertinggi adalah 0,37 (CSSR 38) pada marka SSR dan 0,36 (CYP2C19F/heme2B6) pada marka CYTP450, yang menandakan bahwa kedua marka cukup informatif dalam mengidentifikasi keragaman. Hasil analisis kekerabatan populasi kunyit tersedia dalam bentuk dendogram dengan koefisien kemiripan antar aksesi yang digunakan berkisar antara 0,36-0,87, menandakan keragaman genetik antar aksesi tergolong tinggi dan perbedaan genetik yang luas.The development of superior turmeric (Curcuma longa L.) can be widely carried out with knowledge related to genetic diversity in turmeric which can help breeders in recognizing the existing potential. Genetic diversity analysis can be done using molecular markers. This study aims to determine morphological characteristics of 12 turmeric accessions collected from various regions in Indonesia, the effectiveness level of Simple Sequence Repeats (SSR) and Cytochrome P450 (CYTP450) markers in identifying genetic diversity, and to determine phylogenetic relationship in turmeric populations.Morphological characteristics of turmeric are visually observed based on the guidelines for conducting distinctiveness, uniformity and stability tests on turmeric developed by PPV&FRA (Protection of Plant Varieties and Farmers Rights Authority) India (2007). The effectiveness of the molecular markers used was tested by estimating Polymorphic Information Content (PIC) value based on the results of scoring amplified DNA bands in the PCR process. The phylogenetic analysis of turmeric population was carried out using the NTSYSpc version 2.11a device with the Sequential Agglomerative Hierarchical and Nested-Unweighted Pair-Group Method with Arithmetic (SAHN-UPGMA) method. Based on the results of the analysis, there was a diversity of morphological characteristics in the tested turmeric population. The highest PIC value was 0.37 (CSSR 38) on the SSR marker and 0.36 (CYP2C19F/heme2B6) on the CYTP450 marker, indicating that both markers were quite informative in identifying diversity. The results of phylogenetic analysis of turmeric population are available in the form of a dendogram which shows that the similarity coefficient between the accessions used ranges from 0.36-0.87 which indicates that the genetic diversity between the accessions is relatively high and the genetic differences are wide.
4478648157H1B021018EVALUASI PENERAPAN GREEN CAMPUS DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MENGGUNAKAN PERANGKAT PENILAIAN UI GREENMETRIC KATEGORI LIMBAH DAN AIRPemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya global mengurangi dampak pemanasan global. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong partisipasi civitas academica dalam penerapan konsep bangunan berkelanjutan atau green campus. Universitas Jenderal Soedirman, khususnya Fakultas Teknik, menggunakan UI GreenMetric sebagai alat evaluasi untuk menilai keberlanjutan kampus. Penelitian ini dilakukan karena masih rendahnya kesadaran civitas academica terhadap pentingnya pembangunan berkelanjutan dalam menghadapi pemanasan global. Hal ini tercermin dari kurangnya infrastruktur yang mendukung keberlanjutan, khususnya pada aspek pengelolaan limbah dan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan gambaran yang mendalam mengenai fenomena yang terjadi berdasarkan data empiris di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi yang menginterpretasikan kondisi aktual terkait pengelolaan limbah dan air di Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman, dengan mengacu pada indikator UI GreenMetric. Hasil penelitian pada kategori limbah (waste) adalah 375 poin dari total 1800 poin, dengan capaian persentase sebesar 20,83%. Sementara itu, kategori air (water) memperoleh 100 poin dari 1000 poin, dengan persentase capaian sebesar 10%. Untuk meningkatkan skor dan keberlanjutan kampus, rekomendasi yang diberikan meliputi penyediaan tempat sampah terklasifikasi, fasilitas air minum isi ulang, daur ulang air, pemanfaatan kembali limbah, pembangunan Water Treatment Plant (WTP), pemasangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kerja sama dengan pihak ketiga terkait limbah beracun, serta edukasi bagi civitas akademika. Rekomendasi yang diberikan diharapkan dapat membantu meningkatkan peringkat UI GreenMetric serta mendukung terciptanya lingkungan kampus yang lebih berkelanjutanThe Indonesian government has committed to play an active role in global efforts to reduce the impact of global warming. One of the steps taken is to encourage the participation of the academic community in the application of the concept of sustainable buildings or green campus. Universitas Jenderal Soedirman, especially the Faculty of Engineering, uses UI GreenMetric as an evaluation tool to assess campus sustainability. This research was conducted because of the low awareness of the academic community towards the importance of sustainable development in the face of global warming. This is reflected in the lack of infrastructure that supports sustainability, especially in the aspects of waste and water management. The method used in this research is to use a descriptive qualitative approach with a case study method. This approach was chosen to provide an in-depth description of the phenomena that occur based on empirical data in the field. Data were collected through direct observation, interviews, and documentation that interpreted the actual conditions related to waste and water management at the Faculty of Engineering, Universitas Jenderal Soedirman, with reference to UI GreenMetric indicators.The research results in the waste category are 375 points out of a total of 1800 points, with a percentage achievement of 20.83%. Meanwhile, the water category obtained 100 points out of 1000 points, with a percentage achievement of 10%. To improve the score and sustainability of the campus, the recommendations provided include the provision of classified waste bins, refillable drinking water facilities, water recycling, waste reutilization, construction of a Water Treatment Plant (WTP), installation of a wastewater treatment plant (IPAL), cooperation with third parties related to toxic waste, and education for the academic community. The recommendations provided are expected toc help improve the UI GreenMetric ranking and support the creation of a more sustainable campus environment.
4478748158E1A021031IMPLEMENTASI HUKUM LAYANAN SURAT REKOMENDASI PERKAWINAN USIA ANAK DALAM PENANGGULANGAN PERKAWINAN USIA ANAK
(Studi di Pusat Pembelajaran Keluarga Wonosobo)
Layanan surat rekomendasi perkawinan usia anak merupakan layanan yang ditujukan terhadap Calon Pengantin (Catin) usia anak yang hendak mengajukan dispensasi kawin. Layanan tersebut bertujuan sebagai upaya penanggulangan perkawinan usia anak di Wonosobo dengan cara memberikan tes psikologi, konseling dan motivasi tentang pengetahuan fungsi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum layanan surat rekomendasi perkawinan usia anak dalam penanggulangan perkawinan usia anak serta, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan metode pendekatan kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Informan dipilih melalui purposive sampling. Analisis data menggunakan metode analisis content analysis dan comparative analisysis. Pelaksanaan layanan surat rekomendasi perkawinan usia anak dalam penanggulangan perkawinan usia anak di Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Wonosobo terimplementasikan dengan baik hal ini dapat dilihat dari prosedur layanan, produk layanan, pengelolaan layanan, pengaduan dan evaluasi layanan yang telah terimplementasi dengan baik. Penanggulangan perkawinan usia anak yang dilakukan Puspaga juga dibuktikan dengan sebagian besar memberikan rekomendasi belum memenuhi kriteria menikah bahkan tidak direkomendasikan untuk menikah. Faktor pendukung implementasi hukum layanan antara lain kopetensi volunteer, sarana dan prasarana yang memadai, Surat Edaran Bupati Wonosobo Nomor 40024/0573 Tahun 2024, Nota kesepakatan antara Puspaga Wonosobo dengan Pengadilan Agama Wonosobo tentang penyelenggaraan Dispensasi Kawin dalam Rangka Pengendalian Perkawinan Usia Anak, dan alur perkawinan yang sudah pasti. Faktor yang menghambat layanan antara lain: ada lembaga lain yang mengeluarkan surat rekomendasi, kebudayaan masyarakat Wonosobo yang menganggap perkawinan usia anak merupakan hal yang umum terjadi, pendidikan catin dan surat rekomendasi tidak menjadi pertimbangan utama oleh hakim.Child marriage recommendation letter is a service for children under the age of 19 who applying for a marriage dispensation. The service intended to overcome the high rate of early marriage by giving psychological tests, counseling, and motivation about the function of family. This study aims to analyze the implementation of the law of child marriage recommendation letter in order to tackling early marriage and factors that support and hinder the implementation of the law. This study classified as empirical juridical research used qualitative method with descriptive research specification. Informan chosen by purposive sampling method. Data analysis used content analysis dan comparative analysis. The results showed that the service of Child marriage recommendation letter in order to overcome early marriage in Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Wonosobo has been implemented well. The implementation of the child marriage recommendation letter service in overcoming child marriage at the Wonosobo Family Learning Center (Puspaga) has been implemented well, this can be seen from the service procedures, service products, service management, complaints and service evaluations that have been implemented well. Evidence that Puspaga has participated in efforts to prevent children marriage is provide letters recommendation that are largerly categorized not yet met the criteria and do not meet the criteria. Factors that support this implementation ofs service are the circular letter from the regent of Wonosobo Factors that support the service are the competence of volunteer, adequate facilities and infrastructure, circular letter from Wonosobo Regent No. 40024/0573 Year 2024, agreement note between Puspaga Wonosobo with Pengadilan Agama Wonosobo about Marriage Dispensation in order to Control Child Marriage, and marriage procedures. Factor that hinder the service are: existence of other institution that produces recommendation letter, culture of Wonosobo society that considers child marriage to be commonplace, educational background of the prospective brides and recommendation letter are not the main consideration from judges.
4478848159C1C021097PENGARUH GREEN ACCOUNTING DAN ENVIRONMENTAL MANAGEMENT SYSTEM TERHADAP NILAI PERUSAHAAN: STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN DI NEGARA-NEGARA ASEANTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh meningkatkan nilai perusahaan melalui green accounting dan environmental management system. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yaitu annual report perusahaan Penelitian ini mencakup 69 perusahaan yang telah menjadi finalis Asia Sustainability Reporting Awards (ASRA) tahun 2021-2023, yang dipilih berdasarkan keterbiasaan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Hasil dari penelitian ini menunjukan: (1) Penggunaan air berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (2) Konsumsi energi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (3) Karbon emisi berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (4) Environmental management system tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa investor cenderung merespons positif transparansi perusahaan dalam efisiensi penggunaan air dan pengurangan emisi karbon, karena keduanya mudah diukur dan dampaknya jelas. Sementara itu, environmental management system tidak berpengaruh signifikan karena dianggap bersifat administratif tanpa evaluasi efektivitas. Oleh karena itu, perusahaan perlu tidak hanya merancang kebijakan lingkungan, tetapi juga mengevaluasi dan mengomunikasikan implementasinya secara aktif untuk membangun kepercayaan investor dan meningkatkan nilai jangka panjang.This study aims to examine the influence of green accounting and environmental management systems on firm value. This research adopts a quantitative approach using secondary data obtained from company annual reports. The study covers 69 companies that were finalists in the Asia Sustainability Reporting Awards (ASRA) for the years 2021–2023, selected based on data availability. The findings of the study indicate the following: (1) water usage has a significant effect on firm value, (2) energy consumption does not have a significant effect on firm value, (3) carbon emissions have a significant effect on firm value, and (4) the environmental management system does not have a significant effect on firm value. The implications of these findings suggest that investors tend to respond positively to corporate transparency regarding water efficiency and carbon emission reduction, as these aspects are relatively easy to measure and have clear, tangible impacts. In contrast, environmental management systems appear to have no significant effect, likely due to perceptions that such policies are merely administrative and lack thorough evaluation of their effectiveness. Therefore, companies should not only formulate environmental policies but also actively measure, evaluate, and communicate their implementation to foster investor trust and enhance long-term firm value.
4478948160H1B021004EVALUASI PENERAPAN GREEN CAMPUS (WASTE AND WATER CATEGORY) BERDASARKAN UI GREENMETRIC (STUDI KASUS : BANGUNAN KAMPUS DI KAWASAN GRENDENG UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN)Pemanasan global (Global Warming) terjadi akibat peningkatan emisi gas rumah kaca yang berasal dari
aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industrialisasi. Emisi karbon dioksida (CO₂),
metana (CH₄), dan gas rumah kaca lainnya menyebabkan peningkatan suhu bumi yang berdampak pada perubahan iklim
ekstrem, naiknya permukaan air laut, dan kerusakan ekosistem. Untuk mengurangi dampak negatif ini, konsep Green
Campus diterapkan di berbagai institusi pendidikan sebagai langkah mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Dengan menggunakan standar UI GreenMetric, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memberikan
rekomendasi perbaikan tentang penerapan konsep Green Campus pada kategori Limbah (WS) dan Air (WR) pada
bangunan kampus di kawasan Grendeng Universitas Jenderal Soedirman.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
yang berbentuk penelitian lapangan yaitu dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi yang berkaitan dengan pengelolaan limbah dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa aspek
pengelolaan limbah, seperti program 3R, pengurangan sampah kertas dan plastik, serta pembuangan limbah cair telah
diterapkan namun masih belum maksimal dan perlu ditingkatkan lagi, sedangkan untuk sampah organik, anorganik, dan
B3 masih belum diterapkan sesuai dengan standar UI GreenMetric. Pada aspek pengelolaan air, program dan
implementasi konservasi air dapat dikatakan sudah terlaksana dengan baik. Namun untuk program daur ulang, alat hemat
air, konsumsi air diolah, pengendalian pencemaran air di area kampus masih belum diterapkan, sehingga efisiensi
penggunaan air perlu ditingkatkan. Nilai yang diperoleh berdasarkan UI GreenMetric kategori Limbah (WS)
mendapatkan nilai 375 poin dari 1800 poin maksimum, dan kategori Air (WR) mendapatkan nilai 100 poin dari 1000
poin maksimum. Untuk hasil nilai secara keseluruhan pada Kawasan Grendeng Universitas Jenderal Soedirman masih
terbilang sangat rendah, maka dari itu perlu ditingkatkan lagi agar mencapai dengan standar UI GreenMetric.
Global warming occurs due to the increase in greenhouse gas emissions resulting from human activities,
such as fossil fuel combustion, deforestation, and industrialization. Emissions of carbon dioxide (CO₂), methane (CH₄),
and other greenhouse gases cause a rise in Earth's temperature, leading to extreme climate changes, rising sea levels,
and ecosystem damage. To mitigate these negative impacts, the Green Campus concept has been implemented in various
educational institutions as a climate change mitigation and adaptation strategy. Using the UI GreenMetric standards,
this study aims to evaluate and provide recommendations for improving the implementation of the Green Campus
concept in the Waste (WS) and Water (WR) categories at campus buildings in the Grendeng area of Universitas Jenderal
Soedirman.This research employs a qualitative method in the form of field studies by collecting data through interviews,
observations, and documentation related to waste and water management. The findings indicate that several waste
management aspects, such as the 3R program (Reduce, Reuse, Recycle), reduction of paper and plastic waste, and liquid
waste disposal, have been implemented but remain suboptimal and need improvement. Meanwhile, the management of organic, inorganic, and hazardous (B3) waste has not yet been implemented according to UI GreenMetric standards.Regarding water management, conservation programs and their implementation are considered to be well-executed. However, recycling programs, water-saving devices, processed water consumption, and water pollution control on campus have not been implemented, indicating a need for improved water use efficiency. Based on UI GreenMetric assessments, the Waste (WS) category scored 375 points out of a maximum of 1800, while the Water (WR) category scored 100 points out of a maximum of 1000. The overall score for the Grendeng area of Universitas Jenderal Soedirman is still relatively low, highlighting the need for further improvements to meet UI GreenMetric standards.
4479048161C1C021070PENGARUH FINANCIAL LITERACY, RISK PERCEPTION, DAN RETURN TERHADAP MINAT
INVESTASI CRYPTOCURRENCY PADA MAHASISWA DI PURWOKERTO
Penelitian ini dirancang dengan tujuan mengetahui pengaruh financial literacy, risk perception, dan return terhadap minat investasi cryptocurrency. Teori yang digunakan adalah Theory of Planned Behavior (TPB). Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa dari perguruan tinggi di Purwokerto. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dan jawaban responden diperoleh dengan penyebaran kuesioner. Data dari 98 responden kemudian diolah menggunakan software SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) Financial literacy berpengaruh negatif terhadap minat investasi mahasiswa terhadap cryptocurrency; (2) Risk perception berpengaruh positif terhadap minat investasi mahasiswa terhadap cryptocurrency; (3) Return berpengaruh positif terhadap minat investasi mahasiswa terhadap cryptocurrency; (4) Return paling berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa terhadap cryptocurrency.This research is designed with the aim of determining the influence of financial literacy, risk perception, and return on cryptocurrency investment interest. The theory used in this research is the Theory of Planned Behavior (TPB). The population in this study consists of all university students in Purwokerto. The sampling technique uses purposive sampling, and the respondents’ answers are collected through questionnaire distribution. Data from 98 respondents are processed using SPSS software. The results of the study show that: (1) Financial literacy has a negative influence on students’ interest in investing in cryptocurrency; (2) Risk perception has a positive influence on students’ interest in investing in cryptocurrency; (3) Return has a positive influence on students’ interest in investing in cryptocurrency; (4) Return is the most influential factor on students’ interest in investing in cryptocurrency.
4479148162G1B021001HUBUNGAN SERUM FERITIN DAN KADAR KALSIUM SALIVA TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK TALASEMIA BETA MAYOR USIA 12-15 TAHUN (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RSUD BANYUMAS)Latar Belakang. Talasemia beta mayor merupakan jenis kelainan darah secara genetik yang mempengaruhi hemoglobin. Akumulasi zat besi akibat transfusi darah berulang menyebabkan peningkatan kadar serum feritin dan peradangan kelenjar saliva. Laju alir saliva yang rendah mempengaruhi penurunan kadar kalsium saliva dan meningkatkan risiko karies gigi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kadar serum feritin dan kalsium saliva terhadap kejadian karies gigi pada anak talasemia beta mayor. Metode. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 50 penyintas talasemia beta mayor usia 12-15 tahun di Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas. Kadar kalsium saliva diukur dengan metode kolorimetri menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis, kadar serum feritin diperoleh dari rekam medis, dan karies gigi dinilai berdasarkan indeks DMF-T. Hasil. Rerata kadar kalsium saliva didapatkan 2,14 mg/dL (di bawah normal), rerata kadar serum feritin didapatkan 5.580,92 ng/mL (di atas normal), dan rerata indeks DMF-T pada penyintas talasemia beta mayor adalah 7,52 (kategori sangat tinggi). Terdapat korelasi negatif yang lemah antara kadar kalsium saliva dan skor karies gigi (p = 0,01; r = -0,34), serta terdapat korelasi negatif yang kuat antara kadar serum feritin dan kalsium saliva (p = 0,00; r = -0,76). Kadar serum feritin dan karies gigi tidak berkorelasi signifikan (p = 0,13). Simpulan. Kadar kalsium saliva yang rendah dapat mempengaruhi kondisi rongga mulut termasuk karies gigi sedangkan kadar serum feritin tidak berhubungan langsung dengan karies gigi. Diperlukan adanya pemantauan dan evaluasi rutin mengenai kadar kalsium saliva, serum feritin, dan upaya preventif karies gigi terhadap anak talasemia beta mayor.Background. Beta thalassemia major is a genetic blood disorder that affects hemoglobin. Iron accumulation due to repeated blood transfusions causes increased serum ferritin levels and inflammation of salivary glands. Low salivary flow rate affects decreased salivary calcium levels and increases the risk of dental caries. Purpose. This study aims to analyze the relationship between serum ferritin and salivary calcium levels and the occurence of dental caries in children with beta thalassemia major. Methods. A cross-sectional study was conducted on 50 beta thalassemia major survivors aged 12-15 years at the Integrated Thalassemia Service Installation of RSUD Banyumas. Salivary calcium levels were measured using colorimetric method using a UV-Vis spectrophotometry device, serum ferritin levels were obtained from medical records, and dental caries were assessed based on the DMF-T index. Results. The mean salivary calcium levels was 2,14 mg/dL (below normal), the mean serum ferritin levels was 5.580,92 ng/mL (above normal), and the mean DMF-T index in beta thalassemia major survivors was 7,52 (very high category). There was a weak negative correlation between salivary calcium levels and dental caries scores (p = 0,01; r = -0,34), and there was a strong negative correlation between serum ferritin levels and salivary calcium (p = 0,00; r = -0,76). Serum ferritin levels and dental caries were not significantly correlated (p = 0,13). Conclusions. Low salivary calcium levels can affect oral cavity conditions including dental caries, while serum ferritin levels are not directly related to dental caries. Routine monitoring and evaluation of salivary calcium levels, serum ferritin, and dental caries prevention efforts are needed in children with beta thalassemia major.
4479248163G1B021022HUBUNGAN SERUM FERITIN DAN KADAR MALONDIALDEHYDE SALIVA TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK TALASEMIA BETA MAYOR USIA 12-15 TAHUN (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RSUD BANYUMAS)Latar Belakang. Talasemia beta mayor merupakan kondisi kelainan darah pada hemoglobin yang didapatkan secara genetik. Tranfusi darah berulang dapat menyebabkan peningkatan kadar serum feritin akibat akumulasi zat besi. Akumulasi zat besi dalam tubuh dapat memicu kondisi stres oksidatif yang meningkatkan kadar malondialdehyde (MDA) saliva. Stres oksidatif memengaruhi kesehatan rongga mulut dan meningkatkan risiko karies gigi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar serum feritin dan kadar MDA saliva terhadap kejadian karies gigi pada penyintas talasemia beta mayor. Metode. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 50 anak penyintas talasemia beta mayor usia 12-15 tahun di Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas. Kadar serum feritin diperoleh dari rekam medis, kadar MDA saliva diukur dengan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS), dan karies gigi diperoleh dari skor DMFT. Hasil. Rerata kadar serum feritin yaitu 5.580,92 ng/mL (di atas normal), rerata kadar MDA saliva yaitu 1,03 µM (di atas normal), dan rerata skor DMFT yaitu 7,52 (kategori sangat tinggi). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar serum feritin dan kadar MDA saliva (p = 0,001; r = 0,43); terdapat hubungan yang signifikan antara kadar MDA saliva dan karies gigi (p = <0,001; r = 0,48); dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar serum feritin dan karies gigi (p = 0,13; r = 0,21). Simpulan. Kadar MDA saliva yang tinggi berhubungan dengan tingginya karies gigi dan kadar serum feritin. Namun, kadar serum feritin tidak berhubungan langsung dengan karies gigi. Hal ini menunjukkan peran stres oksidatif terhadap kesehatan gigi anak talasemia beta mayor.Background. Beta thalassemia major is a genetic disorder that affects hemoglobin. Frequent blood transfusions can lead to an increase in serum ferritin due to iron accumulation. Excess iron in the body trigger oxidative stress, which elevates salivary malondialdehyde (MDA) levels. Oxidative stress influences oral health and increases the risk of dental caries. Purpose. The aims of this study was to determine the relationship between serum ferritin and salivary MDA levels with the incidence of dental caries in children with beta thalassemia major. Methods. A cross-sectional study was conducted on 50 children aged 12-15 years with beta thalassemia major at Instalasi Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas. Serum ferritin were obtained from medical records, salivary MDA levels were measured using the Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS) method, and dental caries were assessed using the DMFT score. Results. The mean serum ferritin level was 5,580.82 ng/mL (above the reference range), salivary MDA level was 1.03 µM (higher than normal), and DMFT score was 7.52 (categorized as very high). The results showed a significant relationship between serum ferritin and salivary MDA levels (p = 0.001; r = 0.43), as well as salivary MDA levels and dental caries (p = <0.001; r = 0.48), and no significant relationship between serum ferritin and dental caries (p = 0.13; r = 0.21). Conclusions. This study conludes that elevated salivary MDA levels are associated with both higher dental caries and serum ferritin levels. Howefer, serum ferritin is not directly associated with dental caries. This suggest a role of oxidative stress in oral health of children with beta thalassemia major.
4479348164G1B021017HUBUNGAN SERUM FERITIN DAN KADAR SUPEROKSIDA DISMUTASE SALIVA TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK TALASEMIA BETA MAYOR USIA 12-15 TAHUN (PENELITIAN CROSS-SECTIONAL DI RSUD BANYUMAS)Latar Belakang. Anak talasemia beta mayor berisiko tinggi mengalami karies
akibat gangguan fungsi saliva dan stres oksidatif. Karies dapat disebabkan oleh
kurangnya peran superoksida dismutase sebagai antioksidan dalam melindungi gigi
dari stres oksidatif. Stres oksidatif yang tinggi diduga berhubungan dengan kadar
serum feritin sebagai indikator jumlah zat besi dalam tubuh. Tujuan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar serum feritin dan SOD saliva dengan
kejadian karies pada anak talasemia beta mayor. Metode. Penelitian cross
sectional dengan sampel 50 penyintas talasemia beta mayor usia 12-15 tahun di
Instalasi Pelayanan Talasemia Terpadu RSUD Banyumas. Kadar SOD saliva diukur
menggunakan spektrofotometer UV-Vis, kadar serum feritin diperoleh dari rekam
medis, dan kejadian karies dinilai dengan indeks DMF-T. Analisis statistik
dilakukan dengan uji korelasi bivariat Pearson Product Moment. Hasil. Rerata
kadar SOD saliva adalah 161,97 U/mL (lebih rendah dari normal), rerata kadar
serum feritin 5.580,92 ng/mL (lebih tinggi dari normal), dan rerata DMF-T
penyintas talasemia beta mayor 7,52 (kategori karies sangat tinggi). Hasil penelitian
menunjukkan tidak terdapat korelasi antara kadar serum feritin dengan kejadian
karies gigi (r= 0,214 p= 0,136), terdapat korelasi negatif signifikan antara SOD
saliva dengan karies gigi (r= -0,430; p= 0,002), dan terdapat korelasi negatif
signifikan antara serum feritin dan SOD saliva (r= -0,690; p= 0,001). Simpulan.
Rendahnya SOD saliva berhubungan dengan kejadian karies gigi, sementara kadar
serum feritin tidak berhubungan langsung dengan kejadian karies gigi, namun kadar
serum feritin berhubungan dengan kadar SOD saliva. Temuan ini menekankan
perlunya evaluasi rutin kadar SOD saliva serta upaya preventif karies pada anak
talasemia beta mayor.
Kata kunci: Karies gigi, serum feritin, stres oksidatif, superoksida dismutase
saliva, talasemia beta mayor
Background: Children with beta-thalassemia major are highly susceptible to dental
caries due to impaired salivary function and increased oxidative stress. A deficiency
in superoxide dismutase (SOD), a key antioxidant enzyme in saliva, may contribute
to caries development by failing to protect against oxidative damage. Oxidative
stress is suspected to correlate with elevated serum ferritin, an indicator of iron
overload. Purpose: To examine the relationship between serum ferritin levels,
salivary SOD levels, and dental caries in children with beta-thalassemia major.
Methods: This cross-sectional study involved 50 beta-thalassemia major survivors
aged 12–15 years at the Integrated Thalassemia Service Unit, Banyumas General
Hospital. Salivary SOD levels were measured using a UV-Vis spectrophotometer,
serum ferritin data were retrieved from medical records, and caries were assessed
using the DMF-T index. Data were analyzed using Pearson’s correlation test.
Results: The mean salivary SOD level was 161.97 U/mL (below normal), serum
ferritin was 5,580.92 ng/mL (above normal), and the mean DMF-T score was 7.52
(very high). No significant correlation was found between serum ferritin and caries
incidence (r = 0.214; p = 0.136). However, a significant negative correlation was
observed between salivary SOD and caries (r = –0.430; p = 0.002), and between
serum ferritin and salivary SOD (r = –0.690; p = 0.001). Conclusion: Low salivary
SOD levels are associated with increased caries in children with beta-thalassemia
major. While serum ferritin does not directly correlate with caries, it is significantly
linked to salivary SOD levels. Monitoring SOD levels and preventive dental care
are strongly recommended.
Keywords: Beta-thalassemia major, dental caries, salivary superoxide dismutase,
serum ferritin, oxidative stress
4479448166H1A021011ANALISIS PENERAPAN SMART SWITCH BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK MENDUKUNG EFISIENSI ENERGI: STUDI KASUS DI TELKOM JAKARTA SELATANPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis hasil penerapan smart switch berbasis Internet of Things (IoT) dalam mendukung efisiensi energi di Telkom Jakarta Selatan. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi energi serta mengurangi penggunaan energi yang tidak diperlukan. Pemborosan energi listrik sering terjadi pada penggunaan lampu yang tidak terkendali. Oleh karena itu, smart switch diterapkan untuk memantau dan mengelola sistem pencahayaan secara optimal. Namun, perangkat ini perlu diuji untuk memastikan kelayakannya dalam mendukung proyek efisiensi energi yang berkelanjutan. Pendekatan penelitian dilakukan dengan menganalisis aspek teknis dan ekonomi untuk menilai efektivitas serta kelayakan penggunaan smart switch. Melalui penerapan smart switch yang terhubung dengan jaringan IoT, data yang dikumpulkan akan memberikan gambaran mengenai pola konsumsi energi listrik pada sistem pencahayaan di lokasi studi, yang kemudian dianalisis secara mendalam. Selain itu, dampak ekonomi dari penerapan smart switch ini juga diperhitungkan, mulai dari biaya investasi awal hingga pemeliharaan sistem, disertai peningkatan efisiensi energi dan produktivitas. Berdasarkan hasil analisis, penerapan smart switch berbasis IoT untuk mendukung efisiensi energi di Telkom Jakarta Selatan dinilai layak dan direkomendasikan. Konsumsi energi listrik menunjukkan penurunan setelah penerapan smart switch, dengan nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) pada Desember 2023, atau setelah penerapan smart switch, tercatat sebesar 7,95 yang masuk dalam kategori efisien. Analisis ekonomi proyek menunjukkan Return on Investment (RoI) sebersar 210% dengan payback period selama 11 bulan 18 hari dari durasi proyek yang direncanakan selama 3 tahun (sekitar 32% dari total durasi proyek). Selain itu, perhitungan Net Present Value (NPV) sebesar Rp2.643.422,13 menunjukkan nilai positif, yang mengindikasikan kelayakan proyek secara finansial.This research was conducted to analyze the results of the implementation of Internet of Things (IoT)-based smart switches in supporting energy efficiency at Telkom South Jakarta. The main problem behind this research is the need to improve energy efficiency and reduce unnecessary energy use. Waste of electrical energy often occurs in the uncontrolled use of lights. Therefore, smart switches were implemented to optimally monitor and manage the lighting system. However, these devices need to be tested to ensure their feasibility in supporting sustainable energy efficiency projects. The research approach is to analyze the technical and economic aspects to assess the effectiveness and feasibility of using smart switches. Through the implementation of smart switches connected to the IoT network, the data collected will provide an overview of the electrical energy consumption patterns in the lighting system at the study site, which is then analyzed in depth. In addition, the economic impact of implementing smart switches is also taken into account, ranging from initial investment costs to system maintenance, along with increased energy efficiency and productivity. Based on the results of the analysis, the application of IoT-based smart switches to support energy efficiency at Telkom South Jakarta is considered feasible and recommended. Electric energy consumption shows a decrease after the implementation of smart switches, with the value of Energy Consumption Intensity (IKE) in December 2023, or after the implementation of smart switches, recorded at 7.95 which is included in the efficient category. The economic analysis of the project shows a Return on Investment (RoI) of 210% with a payback period of 11 months and 18 days from the planned project duration of 3 years (about 32% of the total project duration). In addition, the Net Present Value (NPV) calculation of Rp2,643,422.13 showed a positive value, indicating the financial viability of the project.
4479548167J1C020022IMPLEMENTASI KONSEP BUDAYA JEPANG KAIZEN DALAM MEMINIMALISASI 3M (MUDA, MURA, MURI) PADA FILM GEKIJOUBAN SHIROBAKO KARYA SUTRADARA TSUTOMU MIZUSHIMAPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi konsep budaya Jepang kaizen dalam meminimalisasi 3M (Muda, Mura, Muri) dalam proses produksi animasi pada film Gekijouban Shirobako oleh pekerja Musashino Animation. Data penelitian ini diambil dari dialog dan gambar dalam film. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh sepuluh data yang mengimplementasikan penerapan prinsip kaizen dalam meminimalisasi 3M tersebut pada berbagai tahapan produksi film. Dengan pendekatan kualitatif dan metode observasi, penelitian ini menganalisis bagaimana penerapan prinsip kaizen, khususnya meminimalisasi 3M di dunia kerja yang mempengaruhi efisiensi dan kualitas produksi. Hasil penelitian adanya implementasi prinsip kaizen berupa mencegah terjadinya 3M agar tercapainya efisiensi proses produksi, meningkatkan produktivitas, dan pengorganisasian yang rapih. Prinsip kaizen membantu mengelola waktu, sumber daya, dan kemampuan tim untuk mencapai hasil yang optimal dalam pembuatan animasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi konsep kaizen dalam meminimalisasi 3M ini memberikan dampak positif dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan meningkatkan kualitas produk akhir.This research aims to describe the implementation of the Japanese cultural concept of kaizen in minimizing 3M (Muda, Mura, Muri) in the production process of animated films on the film Gekijouban Shirobako by Musashino Animation workers. The data of this research is taken from the dialog and pictures in the film. Based on the analysis, ten data were obtained that implemented the application of kaizen principles in minimizing 3M at various stages of film production. With a qualitative approach and observation method, this research analyzes how the application of the kaizen principle, especially minimizing 3M in the workplace, affects production efficiency and quality. The result of the research is the implementation of the kaizen principle in the form of preventing the occurrence of 3M in order to achieve the efficiency of the production process, increase productivity, and neat organization. The kaizen principle helps manage time, resources, and team capabilities to achieve optimal results in animation creation. The conclusion of this research is that the implementation of the kaizen concept in minimizing 3M has a positive impact in creating a more conducive work environment and improving the quality of the final product.
4479648168E1A020267EFEKTIVITAS KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI) DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PENCABULAN ANAKKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) adalah lembaga negara yang bertugas untuk melindungi hak-hak anak di Indonesia sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. KPAI diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang kemudian diperbaharui dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014. Pengaturan ini memastikan bahwa KPAI dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan efektif, demi mewujudkan Indonesia yang lebih aman dan ramah bagi anak.Pelaku pencabulan terhadap anak adalah suatu perbuatan yang memenuhi unsur pidana dalam hal yang bersinggungan dengan kesopanan dan kesusilaan,korbannya berusia di bawah umur 18 tahun. Kekerasan seksual yang disoroti hari-hari ini adalah merupakan pembuktiaan bahwa bentuk eksploitasi terhadap anak dilakukan oleh pelaku yang memiliki kekuatan fisik lebih, hal itu dilakukan demi kepuasan seksual orang dewasa.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam memberikan bentuk perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pencabulan anak.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Spesifikasi yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi tak berperan, dan studi pustaka. Pengolahan data digunakan metode reduksi data, display data, dan kategorisasi data, serta analisis data dilakukan secara kualitatif.Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa KPAI tidak secara fisik langsung melindungi korban tetapi hanya melakukan pengawasan, jika perlindungan hukum terhadap anak tidak terproses secara cepat atau terhambat maka KPAI akan membantu untuk segera di proses agar anak dapat mendapatkan keadilan dan perlindungan.The Indonesian Child Protection Commission (KPAI) is a state institution responsible for safeguarding the rights of children in Indonesia in accordance with applicable laws and regulations. KPAI is governed by Law No. 23 of 2002 concerning Child Protection, which was later amended by Law No. 35 of 2014. This regulation ensures that KPAI can carry out its duties and functions effectively, aiming to create a safer and more child-friendly Indonesia. Sexual abuse of children is an act that constitutes a criminal offense, particularly in relation to decency and morality, where the victim is under 18 years of age. The forms of sexual violence being highlighted today are proof of the exploitation of children by perpetrators who possess greater physical strength, carried out for the sexual gratification of adults. The aim of this research is to examine the effectiveness of the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) in providing legal protection for victims of child sexual abuse. This study adopts a sociological juridical approach. The research specification is descriptive qualitative, utilizing both primary and secondary data sources. Data collection techniques include interviews, non-participant observation, and literature review. Data processing uses methods of data reduction, data display, and categorization, while data analysis is conducted qualitatively.The research findings indicate that KPAI does not provide direct physical protection to victims but instead conducts oversight. If legal protection for children is not processed promptly or is delayed, KPAI intervenes to ensure that the legal process proceeds swiftly, so that children can receive justice and protection.
4479748169C1G021030Analysis Of The Effect Of Capital Expenditure and Labor Force On Economic Growth In Central JavaPertumbuhan ekonomi merupakan faktor krusial dalam menjaga kontinuitas pembangunan ekonomi suatu negara. Hal ini menggambarkan peningkatan kekayaan yang dimiliki negara selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi di setiap wilayah berbeda-beda termasuk di Jawa Tengah. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah belanja modal dan angkatan kerja. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal peralatan dan mesin, belanja modal gedung dan bangunan, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan serta angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi data panel dengan 10 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dari tahun 2017 hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja modal peralatan dan mesin serta belanja gedung dan bangunan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Selanjutnya, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Sedangkan angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.Economic growth is a crucial factor in maintaining the continuity of a country's economic development. It describes the increase in wealth owned by the country over a certain period. Economic growth in each region is different, including in Central Java. One of the factors that influence economic growth is capital expenditure and the labor force. Thus this study aims to analyze the effect of capital expenditure on equipment and machinery, capital expenditure on buildings and construction, capital expenditure on roads, irrigation, and networks, and the labor force on economic growth in Central Java. The research method used is panel data regression with 10 regencies/cities in Central Java from 2017 to 2022. The results showed that capital expenditure on equipment and machinery and capital expenditure on buildings and structures had a positive and insignificant effect on economic growth in Central Java. Furthermore, capital expenditure on roads, irrigation, and networks has a negative and significant effect on economic growth in Central Java. Meanwhile, the labor force has a positive and significant effect on economic growth in Central Java.
4479848170I1D021007Hubungan Pola Konsumsi Makanan Indeks Glikemik Tinggi dan Aktivitas Fisik Terhadap Kadar HbA1c Pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 (Studi di Prolanis Puskesmas Purwokerto Barat)Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi di Indonesia yang semakin meningkat. Pola konsumsi dan aktivitas fisik merupakan faktor yang berhubungan dengan terjadinya DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi indeks glikemik tinggi dan aktivitas fisik terhadap kadar HbA1c pada penyandang DM tipe 2 di Prolanis Puskesmas Purwokerto Barat.
Metodologi: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Total sampel sebanyak 43 penyandang DM tipe 2 berusia 36-80 tahun dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Data didapatkan dengan wawancara menggunakan FFQ, GPAQ, dan hasil pemeriksaan HbA1c. Hasil dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil Penelitian: Mayoritas responden sering konsumsi makanan indeks glikemik tinggi (65,1%), melakukan aktivitas fisik ringan-sedang (62,8%), dan memiliki kadar HbA1c yang buruk (51,2%). Terdapat hubungan pola konsumsi indeks glikemik tinggi terhadap HbA1c (p=0,042) dan terdapat hubungan aktivitas fisik terhadap kadar HbA1c (p=0,020).
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi indeks glikemik tinggi dan aktivitas fisik terhadap kadar HbA1c.
Kata Kunci: aktivitas fisik, DM tipe 2, HbA1c, indeks glikemik tinggi
Background: Diabetes Mellitus (DM) is a global health problem with an increasing prevalence in Indonesia. Consumption patterns and physical activity are factors associated with the occurrence of type 2 DM. This study aims to determine the relationship of high glycemic index consumption patterns and physical activity to HbA1c levels in people with type 2 DM at Prolanis Puskesmas Purwokerto Barat.
Methodology: Quantitative research with analytic observational design with a cross-sectional approach. The total sample was 43 type 2 DM aged 36-80 years with inclusion and exclusion criteria. Data were obtained by interview using the FFQ, GPAQ, and HbA1c examination results. The results were analyzed using the chi-square test.
Results: The majority of respondents often consume high glycemic index foods (65,1%), do light-moderate physical activity (62,8%), and have poor HbA1c levels (51,2%). There is a relationship between high glycemic index consumption patterns and HbA1c (p-0,042) and there is a relationship between physical activity and HbA1c levels (p=0,020).
Conclusion: There is a significant relationship between high glycemic index consumption patterns and physical activity on HbA1c levels.
Keywords: physical activity, type 2 DM, HbA1c, high glycemic index
4479948171D1A021008HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN UMUR PETERNAK
DENGAN ADOPSI TEKNOLOGI PETERNAKAN SAPI POTONG PO KEBUMEN
Kabupaten Kebumen merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah dengan populasi sapi potong PO terbanyak. Kabupaten Kebumen telah ditetapkan sebagai kabupaten sentra sapi potong PO. Penelitian dilakukan di enam kecamatan dengan populasi sapi potong PO tertinggi di Kabupaten Kebumen meliputi, Kecamatan Puring, Kecamatan Mirit, Kecamatan Ambal, Kecamatan Petanahan, Kecamatan Klirong, dan Kecamatan Buluspesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan dan umur peternak sapi potong PO Kebumen, mengetahui adopsi teknologi peternakan sapi potong PO Kebumen, dan mengetahui hubungan antara pendidikan dan umur peternak dengan adopsi teknologi peternakan sapi potong PO Kebumen. Metode yang digunakan adalah survey, penentuan lokasi penelitian berdasarkan purposive sampling, sedangkan untuk menentukan 96 responden menggunakan simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan dan umur peternak sapi potong PO Kebumen bervariasi mulai dari yang berpendidikan tinggi hingga pendidikan rendah dengan umur peternak yang beragam mulai dari muda hingga tua. Pendidikan peternak sapi potong PO Kebumen rata-rata 9,41 tahun sedangkan rata-rata umur peternak 47,03 tahun yang termasuk dalam usia produktif. Peternak sapi potong PO Kebumen sebagian memiliki tingkat adopsi teknologi peternakan yang cukup tinggi dalam menjalankan usaha peternakannya. Adopsi teknologi yang sudah diterapkan oleh peternak adalah manajemen kandang sedangkan adopsi teknologi yang belum diterapkan adalah pembuatan pakan silase dan recording ternak. Pendidikan dan umur peternak memiliki hubungan signifikan dengan adopsi teknologi peternakan sapi potong PO Kebumen. Pendidikan berkorelasi positif dengan adopsi teknologi peternakan sapi potong PO Kebumen yang artinya semakin tinggi pendidikan maka tingkat adopsi teknologi peternakan semakin tinggi, sedangkan umur peternak berkorelasi negatif dengan adopsi teknologi peternakan sapi potong PO Kebumen yang artinya semakin tua umur peternak maka tingkat adopsi teknologi peternakan semakin rendah.
Kebumen Regency is one of the regencies in Central Java with the largest PO beef cattle population. Kebumen Regency has been designated as a PO beef cattle center district. The study was conducted in six sub-districts with the highest PO beef cattle population in Kebumen Regency, including Puring District, Mirit District, Ambal District, Petanahan District, Klirong District, and Buluspesantren District. This study aims to determine the education and age of PO Kebumen beef cattle farmers, to determine the adoption of PO Kebumen beef cattle farming technology, and to determine the relationship between education and age of farmers with the adoption of PO Kebumen beef cattle breeder technology. The method used is a survey, the determination of the research location is based on purposive sampling, while to determine 96 respondents using simple random sampling. The data analysis used is descriptive analysis and spearman rank correlation analysis. The results of the study showed that the education and age of PO Kebumen beef cattle bredeer vary from highly educated to low educated with a variety of farmer ages ranging from young to old. The average education of PO Kebumen beef cattle farmers is 9.41 years while the average age of breeder is 47.03 years which is included in the productive age. Some PO Kebumen beef cattle breeder have a fairly high level of adoption of livestock technology in running their livestock business. The adoption of technology that has been applied by bredeer is pen management while the adoption of technology that has not been applied is the manufacture of silage feed and livestock recording. The education and age of bredeer have a significant relationship with the adoption of PO Kebumen beef cattle breeder technology. Education is positively correlated with the adoption of PO Kebumen beef cattle breeder technology, which means that the higher the education, the higher the adoption of livestock technology, while the age of farmers is negatively correlated with the adoption of PO Kebumen beef cattle breeder technology, which means that the older the bredeer, the lower the adoption of livestock technology.
4480048173C1C021096Pengaruh Dividen Payout Ratio, Profitabilitas, dan Corporate Social Responsibility terhadap Return Saham (Studi pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI
Tahun 2021 – 2023)
Penelitian ini meneliti pengaruh Dividend Payout Ratio (DPR), Profitabilitas, dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap return saham, dengan fokus pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2022 hingga 2023. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Teori Signaling digunakan sebagai kerangka konseptual yang menyatakan bahwa perusahaan menggunakan kebijakan dividen, indikator profitabilitas, dan inisiatif CSR sebagai sinyal bagi investor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPR yang lebih tinggi dapat memberikan sinyal stabilitas keuangan dan menarik minat investor, yang dapat berdampak positif pada return saham. Namun, DPR yang terlalu tinggi juga dapat menandakan keterbatasan peluang investasi, yang berpotensi berdampak negatif pada kinerja saham. Profitabilitas, yang diukur dengan Return on Equity (ROE), memiliki hubungan positif dengan return saham, karena perusahaan dengan profitabilitas tinggi cenderung menunjukkan kinerja saham yang lebih baik. ROE yang tinggi menunjukkan efisiensi dalam pemanfaatan modal, yang dapat meningkatkan kepercayaan investor. Selain itu, CSR memiliki pengaruh yang beragam terhadap return saham. Inisiatif CSR yang kuat dapat meningkatkan persepsi investor dan valuasi perusahaan, tetapi dampaknya terhadap return saham dapat berbeda-beda di antara bank yang berbeda.
Hasil penelitian ini sejalan dengan studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa kebijakan dividen, profitabilitas, dan pengungkapan CSR memiliki dampak signifikan terhadap return saham. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa fluktuasi return saham di sektor perbankan dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, tingkat suku bunga, dan perubahan regulasi. Investor cenderung memilih bank dengan kebijakan dividen yang stabil dan profitabilitas yang kuat karena faktor-faktor ini mencerminkan stabilitas keuangan dan potensi pertumbuhan yang lebih baik. Namun, hasil penelitian sebelumnya yang tidak konsisten menunjukkan bahwa pengaruh faktor-faktor ini terhadap return saham dapat bervariasi tergantung pada kondisi keuangan dan periode waktu tertentu.
Studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur yang ada dengan memberikan bukti empiris terbaru tentang sektor perbankan di Indonesia, serta menekankan pentingnya faktor keuangan dan non-keuangan dalam mempengaruhi keputusan investor. Penelitian ini menyarankan bahwa bank perlu menyeimbangkan kebijakan dividen, menjaga profitabilitas yang kuat, dan mengintegrasikan strategi CSR secara efektif untuk meningkatkan kinerja saham dan menarik investasi.
This study examines the effect of Dividend Payout Ratio (DPR), Profitability, and Corporate Social Responsibility (CSR) on stock returns, with a focus on banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2022 to 2023. This study uses a quantitative approach with secondary data obtained from financial reports and corporate sustainability reports. Signaling theory is used as a conceptual framework which states that companies use dividend policy, profitability indicators, and CSR initiatives as signals to investors.
The results show that higher DPR can signal financial stability and attract investor interest, which can have a positive impact on stock returns. However, too high a DPR may also signal limited investment opportunities, which could potentially have a negative impact on stock
performance. Profitability, as measured by Return on Equity (ROE), has a positive relationship with stock returns, as companies with high profitability tend to show better stock performance. A high ROE indicates efficiency in capital utilization, which can increase investor confidence. In addition, CSR has a mixed influence on stock returns. Strong CSR initiatives can improve investor perceptions and company valuations, but the impact on stock returns may vary among different banks.
The results of this study are in line with previous studies which show that dividend policy, profitability, and CSR disclosure have a significant impact on stock returns. This study also shows that fluctuations in stock returns in the banking sector are influenced by macroeconomic factors, interest rates, and regulatory changes. Investors tend to choose banks with stable dividend policies and strong profitability as these factors reflect better financial stability and growth potential. However, the inconsistent results of previous studies suggest that the influence of these factors on stock returns may vary depending on the financial conditions and time period.
This study contributes to the existing literature by providing recent empirical evidence on the banking sector in Indonesia, as well as emphasizing the importance of financial and non-financial factors in influencing investor decisions. The study suggests that banks need to balance dividend policy, maintain strong profitability, and integrate CSR strategies effectively to improve stock performance and attract investment.