Home
Login.
Artikelilmiahs
48193
Update
AMELIA AUGUSTINE
NIM
Judul Artikel
PENGARUH BANGSA SAPI LOKAL YANG DIBERI PAKAN YANG SAMA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Setiap bangsa sapi lokal di Indonesia memiliki potensi genetik dan fisiologis yang berbeda dalam memanfaatkan pakan, termasuk dalam hal kecernaan bahan kering dan bahan organik. Oleh karena itu, identifikasi terhadap bangsa sapi lokal dengan tingkat kecernaan paling optimal perlu dilakukan dengan cara memberikan pakan dan lingkungan yang sama. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bangsa sapi lokal terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada kondisi pakan dan lingkungan yang sama. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan bangsa sapi yang berbeda Bali Flores (R1), Madura Flores (R2), Peranakan Ongol (R3), dan Madura (R4) dengan perlakuan pemberian pakan yang sama berupa jerami padi secara adlibitum dan konsentrat 2,5% dari bobot tubuh. Peubah yang diukur yaitu kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Kecernaan pada ternak sapi Bali (R1) mampu mencerna bahan kering dan bahan organik lebih baik (P<0.01) dibandingkan ternak lain. Kecernaan bahan kering pada jenis sapi Bali Flores, Madura Flores, Pernakan Ongole, dan Madura masing-masing adalah R1: 83,78 ± 2,00%, R2: 81,09 ± 2,27%, R3: 78,57 ± 2,26% dan R4: 77,11 ± 1,41, sedangkan untuk kecernaan bahan organik masing-masing adalah R1: 84,50 ± 1,19%, R2: 82,57 ± 2,44%, dan R3: 80,08 ± 2,13%, dan R4: 78,60 ± 1,24. Kesimpulan penelitian ini bahwa sapi Bali Flores merupakan jenis sapi lokal terbaik berdasarkan kecernaan bahan kering dan bahan organik pada pakan dan lingkungan yang sama.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Each indigenous cattle breed in Indonesia possesses distinct genetic and physiological potentials in utilizing feed, including differences in dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). Therefore, identifying the local cattle breed with the most optimal digestibility under uniform feeding and environmental conditions is essential. This study aims to evaluate the effect of different local cattle breeds on dry matter and organic matter digestibility under the same feeding and environmental conditions. The research was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with four different cattle breeds as treatments: Bali Flores (R1), Madura Flores (R2), Peranakan Ongole (R3), and Madura (R4). All groups received the same feed treatment, consisting of ad libitum rice straw and concentrate at 2.5% of body weight. The variables measured were dry matter digestibility and organic matter digestibility. The results showed that Bali cattle (R1) had significantly higher (P<0.01) dry matter and organic matter digestibility compared to the other breeds. The dry matter digestibility values were as follows: R1: 83.78 ± 2.00%, R2: 81.09 ± 2.27%, R3: 78.57 ± 2.26%, and R4: 77.11 ± 1.41%, while the organic matter digestibility values were: R1: 84.50 ± 1.19%, R2: 82.57 ± 2.44%, R3: 80.08 ± 2.13%, and R4: 78.60 ± 1.24%. In conclusion, Bali Flores cattle are the most efficient among the tested local breeds in terms of dry matter and organic matter digestibility under identical feeding and environmental conditions.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save