Artikelilmiahs
Menampilkan 44.761-44.780 dari 48.759 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44761 | 48128 | D1A021095 | KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK KAMBING YANG MENDAPAT PAKAN BASAL BERCHROMIUM YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) | Penelitian telah dilaksanakan pada Bulan Maret-Juni 2024 di Melon Farm, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp.) pada pakan basal berchromium terhadap konsumsi bahan kering serta bahan organik dan kecernaan bahan kering serta bahan organik. Materi pada penelitian ini menggunakan 18 ekor kambing jantan lokal dengan rataan bobot badan 25,45 ± 2,41 Kg. Pakan yang diberikan sebanyak 4% BK/Kg BB. Pakan perlakuan yang diberikan yaitu : R0 (64,49% konsentrat yang telah dicampur dengan Chromium organik sebanyak 1,5 ppm + 30% hijauan + 5,51% ampas tahu) dan R1 (R0 + 2% suplementasi tepung rumput laut Gracilaria sp.). Metode penelitian yang digunakan adalah in vivo dengan 2 perlakuan dan dilakukan pengulangan sebanyak 9 kali. Data penelitian yang diperoleh dianalisis dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung rumput laut Gracilaria sp. 2% pada pakan basal Chromium terhadap ternak kambing tidak memberikan pengaruh yang nyata (P > 0,05) terhadap konsumsi bahan kering serta bahan organik dan kecernaan bahan kering serta bahan organik. Rataan konsumsi bahan kering yaitu : R0 989,15 ± 102,44 gram/hari dan R1 1092,18 ± 133,15 gram/hari. Rataan konsumsi bahan organik yaitu : R0 896,26 ± 84,33 gram/hari dan R1 981,35 ± 105,79 gram/hari. Rataan kecernaan bahan kering yaitu : R0 79,43% ± 2,70% dan R1 79,50% ± 3,51%. Rataan kecernaan bahan organik yaitu : R0 72,80% ± 1,95% dan R1 74,69% ± 5,53%. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini bahwa suplementasi tepung rumput laut Gracilaria sp. sebanyak 2% dalam pakan basal berchromium pada kambing tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan konsumsi bahan kering serta bahan organik dan kecernaan bahan kering serta bahan organik, tetapi dapat meningkatkan konsumsi bahan kering (103,03 gram/hari atau 10,42%), konsumsi bahan organik (85,09 gram/hari atau 9,49%), kecernaan bahan kering (0,07%) dan kecernaan bahan organik (1,89%). | The research was conducted from March to June 2024 at Melon Farm, Banyumas Regency and Feedstuff Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jenderal Soedirman. This study aims to determine the effect of supplementation of seaweed flour (Gracilaria sp.) on basal feed with Chromium on dry matter consumption and organic matter and digestibility of dry matter and organic matter. The material in this study used 18 local male goats with an average body weight of 25.45 ± 2.41 Kg. The feed given was 4% DMI/Kg BW. The feed treatments given were: R0 (64.49% concentrate mixed with 1.5 ppm organic Chromium + 30% forage + 5.51% tofu dregs) and R1 (R0 + 2% supplementation of Gracilaria sp. seaweed flour). The research method used was in vivo with 2 treatments and repeated 9 times. The results showed that the supplementation of Gracilaria sp. 2% seaweed flour in Chromium basal feed to goats did not have a significant effect (P > 0.05) on dry matter consumption and organic matter and digestibility of dry matter and organic matter. Average dry matter consumption is: R0 989,15 ± 102,44 grams/day and R1 1092,18 ± 133,15 grams/day. Average consumption of organic matter is: R0 896,26 ± 84,33 grams/day and R1 981,35 ± 105,79 grams/day. The average digestibility of dry matter is: R0 79,43% ± 2,70% and R1 79,50% ± 3,51%. The average digestibility of organic matter is: R0 72,80% ± 1,95% and R1 74,69% ± 5,53%. The conclusion obtained in this study is that the supplementation of Gracilaria sp. seaweed flour as much as 2% in the basal feed with Chromium in goats does not significantly affect the increase in dry matter consumption and organic matter and digestibility of dry matter and organic matter, but can increase dry matter consumption (103.03 grams/day or 10.42%), organic matter consumption (85.09 grams/day or 9.49%), dry matter digestibility (0.07%) and organic matter digestibility (1.89%). | |
| 44762 | 48136 | L1A021012 | KEBIASAAN MAKAN DAN ASPEK REPRODUKSI IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata Bleeker, 1982) YANG TERTANGKAP DI WADUK PB SOEDIRMAN | Kebiasaan makan dan reproduksi ikan merupakan hal yang perlu dikaji lebih lanjut untuk kegiatan pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebiasaan makan dan reproduksi ikan betutu yang ditangkap oleh nelayan di Waduk PB Soedirman, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, antara Juni hingga Agustus 2024. Metode yang digunakan adalah random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan betutu memiliki nilai panjang usus relatif kurang dari 1 (tergolong karnivora), dengan persentase ikan lambung berisi (PILB) mencapai 97,1%. Indeks kepenuhan lambung ikan betutu tergolong rendah, berkisar antara 0,04% hingga 3,8%. Udang merupakan makanan utama ikan ini, tercermin dengan nilai indeks relatif penting (IRP) antara 5,7% hingga 87,2%, dengan nilai tertinggi sebesar 67% untuk udang. Rasio kelamin ikan betutu jantan dan betina tidak seimbang dengan rasio kelamin jantan dan betina 1 : 1,02, dengan betina didominasi oleh tingkat kematangan gonad (TKG) III dan IV, sementara jantan dominan pada TKG I dan II. Indeks gonadosomatik (IGS) jantan berkisar antara 0,02% hingga 1,52%, sedangkan betina antara 0,06% hingga 3,99%. Ikan betutu memiliki fekunditas berkisar 2.075 - 13.646 butir, dengan diameter telur 0,34 mm hingga 0,78 mm. | The food habits and reproduction of fish needed to be further studied for sustainable fisheries resource management. This study aimed to examine the feeding habits and reproduction of marble goby (Oxyeleotris marmorata) caught by fishermen in PB Soedirman Reservoir, Banjarnegara Regency, Central Java, between June and August 2024. The method used was random sampling. The results showed that marble goby had a relative length of gut (RLG) value of less than 1 (categorized as carnivorous), with a percentage of fish with stomach contents reaching 97.1%. The index stomach content (ISC) was low, ranging from 0.04% to 3.8%. Shrimp was identified as the primary food item, reflected in the relative importance index (RII) values ranging from 5.7% to 87.2%, with the highest value of 67% for shrimp. The sex ratio of male and female marble goby was unbalanced at 1:1.02, with females predominantly at gonadal maturity stages (GMS) III and IV, while males were mostly at stages I and II. The gonadosomatic index (GSI) of males ranged from 0.02% to 1.52%, while that of females ranged from 0.06% to 3.99%. The fecundity of marble goby ranged from 2,075 to 13,646 eggs, with egg diameters between 0.34 mm and 0.78 mm. | |
| 44763 | 48137 | C1L021004 | PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DIGITAL TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain nonequivalent control group yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media permainan ular tangga digital terhadap keaktifan belajar siswa. Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2024/2025 di SMA Negeri 1 Purwokerto. Data penelitian diperoleh dari hasil pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan angket. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Purwokerto, dengan sampel sebanyak 68 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan tes. Analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan independent sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keaktifan belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan media ular tangga digital dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional, Implikasi penelitian ini adalah sekolah dapat menggunakan model TGT berbantuan ular tangga digital untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. | This study is a quantitative research using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design, aiming to analyze the effect of the cooperative learning model of Teams Games Tournament (TGT) assisted by digital snakes and ladders on students' learning activeness. The study was conducted in the 2024/2025 academic year at SMA Negeri 1 Purwokerto. Data collection was carried out through pre-test, post-test, observations, interviews, and questionnaires. The population consisted of 11th-grade students at SMA Negeri 1 Purwokerto, with a sample of 68 students selected using purposive sampling. Data collection techniques included observation, interviews, questionnaires, documentation, and tests. Data analysis was conducted using validity tests, reliability tests, normality tests, homogeneity tests, independent sample t-tests, and simple linear regression. The results show a difference in learning activeness between students who used the TGT model assisted by digital snakes and ladders and those who used conventional learning models. The implication of this study is that schools can utilize the TGT model supported by digital snakes and ladders to enhance student engagement, making the learning process more interactive and enjoyable. | |
| 44764 | 48143 | G1A021025 | HUBUNGAN ANTARA METODE PERSALINAN PERVAGINAM, PARITAS, DAN BIAYA PERAWATAN PADA PASIEN RETENSI URIN PASCA PERSALINAN RSUD MARGONO SOEKARJO TAHUN 2018-2023 | Latar Belakang: Retensi urin pasca persalinan (RUPP) merupakan kondisi ketidakmampuan berkemih yang sering terjadi setelah melahirkan, dengan prevalensi berkisar antara 1,7–17,9%. Faktor risiko seperti metode persalinan dan paritas diketahui berkontribusi signifikan terhadap kejadian RUPP, yang dapat meningkatkan biaya perawatan rumah sakit. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara metode persalinan, paritas, dan biaya perawatan pada pasien RUPP di RSUD Margono Soekarjo. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan antara metode persalinan pervaginam dan paritas terhadap kejadian RUPP serta pengaruhnya terhadap biaya perawatan pasien di RSUD Margono Soekarjo pada tahun 2018-2023. Metodologi : Penelitian menggunakan desain case-control retrospektif dengan 62 kasus dan 62 kontrol yang disesuaikan berdasarkan usia dan metode persalinan. Data diambil dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan menggunakan uji univariat dan bivariat dengan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa metode persalinan instrumen meningkatkan risiko RUPP hingga 6,391 kali dibandingkan persalinan spontan (p < 0,001; OR = 6,391; 95% CI: 2,873–14,219). Primipara juga memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan multipara (p < 0,001; OR = 5,168; 95% CI: 2,401-11,126). Rata-rata biaya perawatan pada pasien RUPP adalah Rp3.894.380,24, lebih tinggi dibandingkan kontrol(Rp3.789.959,68). Kesimpulan: Metode persalinan instrumen dan paritas primipara merupakan faktor risiko signifikan untuk kejadian RUPP, yang berdampak pada peningkatan biaya perawatan. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan pencegahan dan pengelolaan RUPP untuk menurunkan morbiditas serta biaya perawatan. Kata Kunci: retensi urin pasca persalinan, metode persalinan, paritas, biaya perawatan | Background: Postpartum urinary retention (PUR) is a condition characterized by the inability to urinate after childbirth, with a prevalence ranging from 1.7% to 17.9%. Risk factors such as delivery method and parity are known to significantly contribute to the occurrence of PUR, which can lead to increased hospitalization costs. This study aims to analyze the relationship between delivery method, parity, and treatment costs in PUR patients at RSUD Margono Soekarjo. Objective: To identify the relationship between vaginal delivery method and parity with the incidence of PUR and its impact on treatment costs in patients at RSUD Margono Soekarjo from 2018 to 2023. Methodology: This study employed a retrospective case-control design with 62 cases and 62 controls matched by age and delivery method. Data were collected from medical records of patients meeting the inclusion and exclusion criteria. Analysis was conducted using univariate and bivariate tests with SPSS version 27 software. Results: The findings indicated that instrumental vaginal delivery increased the risk of PUR by 6.391 times compared to spontaneous delivery (p < 0.001; OR = 6.391; 95% CI: 2.873–14.219). Primiparity was also associated with a higher risk compared to multiparity (p < 0.001; OR = 5,168; 95% CI: 2,401-11,126). The average treatment cost for PUR patients was Rp3,894,380.24, which was higher than that of the control group (Rp3.789.959,68). Conclusion: Operative vaginal delivery and primiparity are significant risk factors for PUR, contributing to increased treatment costs. This study provides a foundation for developing preventive and management policies for PUR to reduce morbidity and healthcare expenses. Keywords: postpartum urinary retention, delivery method, parity, treatment cost | |
| 44765 | 48130 | C1C021082 | PENGARUH DEBT TAX SHIELD DAN NON-DEBT TAX SHIELD TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI FAKTOR PEMODERASI | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh debt tax shield dan non-debt tax shield terhadap nilai perusahaan dengan good corporate governance sebagai faktor pemoderasi pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan hubungan kausalitas. Pemilihan sampel perusahaan dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan total sebanyak 12 perusahaan BUMN yang memenuhi kriteria. Persamaan regresi dalam penelitian ini adalah Moderated Rergession Analysis (MRA) yang digunakan untuk menguji apakah variabel moderasi dapat memperkuat hubungan antara variabel-variabel independent terhadap variabel dependen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan aplikasi EViews 12. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu (1) debt tax shield berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (2) non-debt tax shield tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (3) good corporate governance memperkuat pengaruh debt tax shield terhadap nilai perusahaan, dan (4) good corporate governance tidak memperkuat pengaruh non-debt tax shield terhadap nilai perusahaan. | This study aims to analyze the effect of debt tax shield and non-debt tax shield on company value with good corporate governance as a moderating factor in BUMN companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020-2023 period. This study uses a quantitative approach with a causal relationship. The selection of company samples in this study was carried out using the purposive sampling method with a total of 12 BUMN companies that met the criteria. The regression equation in this study is Moderated Regression Analysis (MRA) which is used to test whether the moderating variable can strengthen the relationship between the independent variables and the dependent variable. The data analysis technique used is panel data regression analysis using the EViews 12 application. The research results obtained were: (1) debt tax shield has a positive effect on company value, (2) non-debt tax shield does not have an effect on company value, (3) good corporate governance strengthens the effect of debt tax shield on company value, and (4) good corporate governance does not strengthen the effect of non-debt tax shield on company value. | |
| 44766 | 48131 | C1C021081 | ANALISIS PENGARUH LEVERAGE, LIKUIDITAS, DAN PENGUNGKAPAN EMISI KARBON TERHADAP IMBAL HASIL OBLIGASI BERKELANJUTAN DI INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, likuiditas, dan pengungkapan emisi karbon terhadap imbal hasil obligasi berkelanjutan pada obligasi berkelanjutan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Penilai Harga Efek Indonesia pada tahun 2021, 2022, dan 2023. Penelitian ini dilakukan berlandaskan pada dua teori, yatu teori sinyal dan teori legitimasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari bond book, laporan keuangan, laporan tahunan, dan laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel dalam penelitian ini dipilih berdasarkan metode purposive sampling sehingga menghasilkan sebanyak 343 obligasi berkelanjutan yang dijadikan sampel penelitian yang berasal dari perusahaan-perusahaan penerbit di sektor energi dan bahan dasar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asusmsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji kelayakan model, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa leverage yang diproksikan dengan debt-to equity-ratio dan likuiditas yang diproksikan dengan current ratio berpengaruh positif terhadap imbal hasil obligasi berkelanjutan di Indonesia yang diproksikan dengan yield to maturity, sedangkan pengungkapan emisi karbon berpengaruh signifikan terhadap imbal hasil obligasi berkelanjutan di Indonesia. Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa semakin tinggi leverage dan likuiditas perusahaan, semakin tinggi pula imbal hasil obligasi berkelanjutan yang diharapkan. Sementara itu, semakin rendah pengungkapan emisi karbon, imbal hasil obligasi berkelanjutan akan semakin tinggi. | This study aims to analyze the influence of leverage, liquidity, and carbon emission disclosure on the returns of sustainable bonds listed on the Indonesia Stock Exchange and the Indonesia Securities Price Assessment for the years 2021, 2022, and 2023. This research is grounded in two theories: signaling theory and legitimacy theory. The type of data used in this study is secondary data sourced from bond books, financial statements, annual reports, and corporate sustainability reports. The sample in this study was selected using the purposive sampling method, resulting in a total of 343 sustainable bonds as research samples, originating from companies in the energy and basie materials sectors. The data analysis techniques employed include descriptive statistical analysis, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, model feasibility tests, and hypothesis testing. The results of this study indicate that leverage, proxied proxied by the debt-to-equity ratio, and liquidity, proxied by the current ratio, have a positive influence on the returns of sustainable bonds in Indonesia, proxied by yield to maturity. Meanwhile, carbon emission disclosure has a significant influence on the returns of sustainable bonds in Indonesia. Based on this research, it can be concluded that the higher the leverage and liquidity of a company, the higher the expected returns of sustainable bonds. Conversely, the lower the carbon emission disclosure, the higher the returns of sustainable bonds. | |
| 44767 | 48132 | D1A021196 | KONSUMSI LEMAK DAN TOTAL DIGESTIBLE NUTRIENT PADA KAMBING YANG MENDAPAT PAKAN BASAL BERKROMIUM YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung rumput laut terhadap konsumsi lemak dan total digestible nutrien pada kambing. Perlakuan yang diberikan : R0 sebagai pakan basal yang mengandung kromium organik (64,49% konsentrat + 30% hijauan + ampas tahu 5,51%) + kromium organik 1.5 ppm, dan R1 (R0 + tepung rumput laut 2%). Penelitian dilaksanakan mulai 11 Maret – 2 Juni 2024 di Melon Farm, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 18 ekor Kambing Jawarandu jantan dengan rataan bobot badan 25,45±2,41 kg. Pakan yang diberikan sebesar 4% BK/kg BB. Metode penelitian yang digunakan adalah in vivo dengan 2 perlakuan dan dilakukan pengulangan sebanyak 9 kali. Data penelitian yang diperoleh dianalisis dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung rumput laut 2% pada pakan kambing yang mengandung chromium memberikan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi lemak dan konsumsi total digestible nutrient. Rataan konsumsi lemak: R0 sebesar 48,01±5,21 g dan R1 sebesar 50,33±7,36 g. Rataan kecernaan total digestible nutrient: R0 sebesar 716,11±37.83 g dan R1 sebesar 817,65 ± 134.71 g. Kesimpulan, suplementasi tepung rumput laut sp. 2% dalam pakan basal berchromium pada kambing tidak mempengaruhi konsumsi lemak kasar dan total digestible nutrient. | This study aims to determine the effect of seaweed flour supplementation on fat consumption and total digestible nutrients in goats. The treatments given: R0 as basal feed containing organic chromium (64.49% concentrate + 30% greens + 5.51% tofu dregs) + 1.5 ppm organic chromium, and R1 (R0 + 2% seaweed flour). The study was conducted from March 11 to June 2, 2024 at Melon Farm, Purwokerto, Banyumas Regency, and the Animal Feed Science Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The material used in this study was 18 male Jawarandu goats with an average body weight of 25.45 ± 2.41 kg. The feed given was 4% BK / kg BW. The research method used was in vivo with 2 treatments and repeated 9 times. The research data obtained were analyzed by T test. The results showed that supplementation of 2% seaweed flour in goat feed containing chromium had no significant effect (P>0.05) on fat consumption and total digestible nutrient consumption. Average fat consumption: R0 of 48.01 ± 5.21 g and R1 of 50.33 ± 7.36 g. Average digestibility of total digestible nutrients: R0 of 716.11 ± 37.83 g and R1 of 817.65 ± 134.71 g. In conclusion, supplementation of 2% seaweed flour sp. in basal feed containing chromium in goats did not affect crude fat consumption and total digestible nutrients. | |
| 44768 | 48133 | C1C018031 | Efektivitas Distribusi Zakat Produktif Dalam Peningkatan Kesejahteraan Mustahik di Kabupaten Cilacap | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan efektivitas distribusi zakat produktif dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik di Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dengan pendekatan studi kasus pada BAZNAS dan LAZISMU Kabupaten Cilacap. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus lembaga zakat dan mustahik. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Shariah Enterprise Theory (SET) dan Zakat Core Principles (ZCP) untuk mengevaluasi implementasi dan efektivitas distribusi zakat produktif berdasarkan regulasi dan tata kelola yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas distribusi zakat produktif di BAZNAS dan LAZISMU Cilacap telah memenuhi standar regulasi, namun masih terdapat tantangan dalam aspek transparansi, pengawasan, dan pendampingan mustahik. BAZNAS memiliki efektivitas distribusi sekitar 80 persen, sementara LAZISMU berkisar antara 70-89 persen dengan perbedaan dalam mekanisme penyaluran dan evaluasi mustahik. Risiko penyaluran, seperti kesalahan alokasi dan fraud, menjadi kendala utama dalam optimalisasi zakat produktif. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam sistem pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi transparansi dan pengawasan untuk meningkatkan dampak zakat produktif dalam pengentasan kemiskinan. | This study aims to analyze the implementation and effectiveness of productive zakat distribution in improving the welfare of mustahik in Cilacap Regency. The method used is qualitative exploratory with a case study approach at BAZNAS and LAZISMU Cilacap Regency. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving zakat institution administrators and mustahik. The analysis was conducted using the Shariah Enterprise Theory (SET) and Zakat Core Principles (ZCP) approaches to evaluate the implementation and effectiveness of productive zakat distribution based on applicable regulations and governance. The research results indicate that the effectiveness of productive zakat distribution at BAZNAS and LAZISMU Cilacap has met regulatory standards. However, challenges remain in aspects of transparency, supervision, and mustahik assistance. BAZNAS has an estimated distribution effectiveness of around 80 percent, while LAZISMU ranges between 70-89 percent, with differences in distribution mechanisms and mustahik evaluation. Distribution risks, such as allocation errors and fraud, are the main obstacles in optimizing productive zakat. Therefore, improvements in the assistance system, capacity building of human resources, as well as optimization of transparency and supervision, are necessary to enhance the impact of productive zakat in poverty alleviation. | |
| 44769 | 48129 | K1B021060 | ANALISIS PERBANDINGAN METODE SELF ORGANIZING MAP (SOM) DAN K-MEANS DALAM PENGELOMPOKAN TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023 | Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak penduduk miskin di Indonesia. Provinsi Jawa Tengah terdiri dari 29 kabupaten dan 6 kota yang memiliki karakteristik kondisi kemiskinan masyarakat yang berbeda-beda di masing-masing wilayah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengelompokan tingkat kemiskinan tiap kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Dua metode pengelompokan yang dapat digunakan adalah Self Organizing Map (SOM) dan K-Means. Pada hasil pengelompokan dengan metode SOM, terdapat 4 kabupaten/kota yang memiliki kondisi kemiskinan relatif rendah, 19 kabupaten/kota yang memiliki kondisi kemiskinan relatif tinggi, dan 12 kabupaten/kota yang memiliki kondisi kemiskinan relatif sedang. Pada hasil pengelompokan dengan metode K-Means, terdapat 8 kabupaten/kota yang memiliki kondisi kemiskinan relatif rendah, 18 kabupaten/kota yang memiliki kondisi kemiskinan relatif sedang, dan 9 kabupaten/kota yang memiliki kondisi kemiskinan relatif tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai rasio rata-rata simpangan baku dalam klaster dan simpangan baku antar klaster pada metode SOM dan K-Means, yaitu 0,4665 dan 0,6601. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode SOM lebih baik daripada metode K-Means. | Central Java Province is one of the regions with a large number of poor people in Indonesia. Central Java Province consists of 29 districts and 6 cities that have different characteristics of poverty conditions in each region. Therefore, it is necessary to group the poverty levels of each district/city in Central Java Province. Two grouping methods that can be used are Self Organizing Map (SOM) and K-Means. In the results of the grouping using the SOM method, there are 4 districts/cities that have relatively low poverty conditions, 19 districts/cities that have relatively high poverty conditions, and 12 districts/cities that have relatively moderate poverty conditions. In the results of the grouping using the K-Means method, there are 8 districts/cities that have relatively low poverty conditions, 18 districts/cities that have relatively moderate poverty conditions, and 9 districts/cities that have relatively high poverty conditions. Based on the calculation results, the value of the ratio of the average standard deviation within a cluster and the standard deviation between clusters in the SOM and K-Means methods are 0.4665 and 0.6601. Thus, it can be concluded that the SOM method is better than the K-Means method. | |
| 44770 | 48124 | D1A021097 | PENGARUH FORTIFIKASI MINERAL MAGNESIUM (Mg) DAN SULFUR (S) DALAM PAKAN TERHADAP KONSENTRASI VFA TOTAL DAN N-NH3 CAIRAN RUMEN DOMBA SECARA IN VITRO | Judul. Penelitian ini berjudul pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan terhadap konsentrasi VFA Total dan N-NH3 cairan rumen secara In vitro. Latar Belakang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan terhadap konsentrasi VFA Total dan N-NH3 cairan rumen secara In vitro yang dilaksanakan pada 04 November – 03 Desember 2024. Materi dan Metode. Materi yang digunakan yaitu cairan rumen yang berasal dari 3 ekor domba segera setelah dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Sokaraja. Bahan yang digunakan adalah pakan dan larutan kimia untuk in vitro. Pakan berupa jerami padi amoniasi 50% dan konsentrat 50%. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental secara in vitro menurut Sutardi, (1979) yang dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) One Way Classification dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga diperlukan 18 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari P1: Jerami padi amoniasi (50%) + Pakan Konsentrat (50%), P2: P1 + Mg 0,11% berdasarkan BK pakan, P3: P2 + S 0,82% berdasarkan BK pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan anasilis variansi dan uji Beda Nyata Jujur. Hasil. Rata- rata konsentrasi VFA total pada penelitian berkisar antara 108,33 ± 9,83 mM sampai 140,00 ± 12,65 mM. Rataan konsentrasi nitrogen amonia (N-NH₃) yang diperoleh selama penelitian berkisar antara 7,83 ± 0,41 sampai 8,33 ± 0,52. Simpulan. Fortifikasi mineral magnesium dapat meningkatkan konsentrasi VFA total cairan rumen, sementara itu fortifikasi mineral sulfur dan magnesium secara bersamaan menurunkan konsentrasi VFA total cairan rumen domba. Fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan tidak dapat meningkatkan konsentrasi N-NH3 cairan rumen domba. | Heading. This study is entitled the effect of magnesium and sulfur mineral fortification in feed on the concentration of total VFA and N-NH3 of rumen fluid in vitro. Background. The study aimed to determine the effect of magnesium and sulfur mineral fortification in feed on the concentration of total VFA and NNH3 of rumen fluid in vitro carried out on November 04 - December 03, 2024. Materials and Methods. The material used was rumen fluid from 3 sheep immediately after slaughter at the Sokaraja Slaughterhouse (RPH). The materials used were feed and chemical solutions for in vitro. The feed was 50% ammoniated rice straw and 50% concentrate. The research method used was experimental in vitro according to Sutardi, (1979) which was designed according to a Completely Randomized Design (CRD) One Way Classification with 3 treatments and each treatment was repeated 6 times so that 18 experimental units were needed. Treatments consisted of P1: Ammoniated rice straw (50%) + Concentrated Feed (50%), P2: P1 + 0.11% Mg based on feed BK, P3: P2 + 0,82% based on feed BK.. The data obtained were analyzed using variance analysis and the Honest Significant Difference test. Result. The average total VFA concentration in the study ranged from 108.33 ± 9.83 mM to 140.00 ± 12.65 mM. The average concentration of ammonia nitrogen (N-NH₃) obtained during the study ranged from 7.83 ± 0.41 to 8.33 ± 0.52. Conclusion. Magnesium mineral fortification can increase the total VFA concentration of rumen fluid, while sulfur and magnesium mineral fortification simultaneously reduce the total VFA concentration of sheep rumen fluid. Magnesium and sulfur mineral fortification in feed could not increase the N-NH3 concentration of sheep rumen fluid. | |
| 44771 | 48135 | I1E020013 | PENGARUH LATIHAN MEDICINE BALL SLAMS TERHADAP POWER OTOT LENGAN DAN KEKUATAN OTOT PERUT PADA ATLET BOLA VOLI SRIKANDI VOLLEYBALL CLUB BANYUMAS | Latar Belakang: Olahraga bola voli marupakan cabang olahraga yang memerlukan kemampuan fisik yang optimal. Latihan pada bola voli identik dengan latihan plyometric. Salah satu contoh latihan plyometric adalah medicine ball slams. Namun belum ada penelitian yang secara khusus meneliti pengaruh latihan medicine ball slams terhadap kondisi fisik atlet bola voli. Metodologi: Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Design, karena dalam penelitian ini masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Model penelitian ini menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design di mana dua kelompok dibagi dengan teknik pairing ordinal. Hasil Penelitian: Data dianalisa menggunakan independent sample t-test. Menunjukkan hasil p-value (0,034) lebih kecil dari 0,05 pada posttest sit-up kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, yang megindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest sit-up masing-masing kelompok. Kemudian hasil pada posttest medicine ball throw menunjukkan hasil p-value (0,542) lebih besar dari 0,05, yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil posttest Medicine Ball Throw Test kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa medicine ball slams meningkatkan kekuatan otot perut, tetapi tidak secara signifikan meningkatkan power otot lengan. | Background: Volleyball is a sport that is growing rapidly in Indonesia. Volleyball is a sport that requires optimal physical strength. Volleyball training is identical to plyometric training. One example of a plyometric exercise is medicine ball slams. However, there has been no research that specifically examines the effect of medicine ball slams training on the physical condition of volleyball athletes. Methodology: This research uses Pre-Experimental Design, because in this design there are still external variables that influence the formation of the dependent variable. This research model uses a Pretest-Posttest Control Group Design. In this design there are two groups divided using the ordinal pairing technique. Research Results: Data were analyzed using the independent sample t-test. Shows the results of the p-value (0.034) being smaller than 0.05 in the sit-up posttest for the treatment group and the control group, which indicates that there is a significant difference between the results of the sit-up posttest for each group. Then the results of the medicine ball throw posttest showed a p-value (0.542) bigger than 0.05, which means there was no significant difference between the average MBTT posttest results of the treatment group and the control group. Conclusion: This study provides evidence that medicine ball slams are effective in increasing abdominal muscle strength, but do not have a significant effect on arm muscle power. | |
| 44772 | 48138 | C1L021043 | Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis dan Berpikir Kreatif Terhadap Hasil Belajar Ekonomi pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Purwokerto | Penelitian ini menggunakan metode survei pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Purwokerto. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif terhadap hasil belajar ekonomi pada peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Purwokerto. Populasi pada penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Purwokerto yang berjumlah 392 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 106 siswa. Teknik penentuan sampel yaitu purposive sampling dan analisis data berupa uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan SPSS. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa 1) Kemampuan berpikir kritis berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, 2) Kemampuan berpikir kreatif tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, 3) Kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. | This study used a survey method on students of class X SMA Negeri 1 Purwokerto. The study aims to analyze the influence of critical thinking and creative thinking skills on economic learning outcomes in class X students of SMA Negeri 1 Purwokerto. The population in this study were all class X students of SMA Negeri 1 Purwokerto totaling 392 students with a sample of 106 students. The sampling technique was purposive sampling and data analysis in the form of instrument tests, classical assumption tests, and hypothesis tests using SPSS. In this study, the results obtained were that 1) Critical thinking skills have a positive effect on student learning outcomes, 2) Creative thinking skills do not affect student learning outcomes, 3) Critical thinking and creative thinking skills simultaneously have a positive effect on student learning outcomes. | |
| 44773 | 48139 | E1A021108 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK PENYANDANG DISABILITAS SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL (Studi Perbandingan Hukum Indonesia dan Australia) | Kekerasan seksual terhadap anak penyandang disabilitas seringkali terjadi di berbagai belahan dunia tidak terkecuali di Indonesia dan Australia. Anak penyandang disabilitas seringkali dianggap sebagai pihak yang lemah dan mudah dikontrol sehingga lebih rentan menjadi korban kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi anak penyandang disabilitas sebagai korban tindak pidana kekerasan seksual di Indonesia dan Australia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis komparatif dengan spesifikasi penelitian perbandingan hukum. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dengan metode studi kepustakaan dan diolah menggunakan metode display data dan kategorisasi data. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel, serta analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi anak penyandang disabilitas sebagai korban tindak pidana kekerasan seksual di Indonesia, diatur dalam berbagai undang-undang seperti UU HAM, UU SPPA, UU Perlindungan Anak, UU Penyandang Disabilitas, hingga UU TPKS. Sementara itu, di Australia, regulasi terkait tersebar di berbagai ketentuan federal dan negara bagian seperti Sex Discrimination Act 1984, Disability Discrimination Act 1992, dan Victims of Crimes Act 2001 of South Australia. Terdapat pula sejumlah persamaan dalam perlindungan hukum di kedua negara, seperti hak atas perlindungan dari kekerasan seksual, diskriminasi, dan eksploitasi, hak atas bantuan hukum, rehabilitasi, restitusi, serta proses peradilan yang ramah anak. Namun terdapat pula perbedaan signifikan seperti hak atas penerjemah, service animals, perlindungan dalam proses pembebasan bersyarat, serta adanya children’s court di Australia. Ketentuan perlindungan hukum di Australia lebih lengkap apabila dibandingkan dengan Indonesia. Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa hak korban yang belum diakomodir dalam hukum positif Indonesia. | Sexual violence against children with disabilities often occurs in various parts of the world, including Indonesia and Australia. Children with disabilities are often considered as weak and easily controlled parties so that they are more vulnerable to becoming victims of sexual violence. This study aims to determine the legal protection for children with disabilities as victims of sexual violence in Indonesia and Australia. The research method used is comparative juridical with the specification of comparative legal research. The data source used is secondary data collected by literature study method and processed using data display method and data categorization. The data is then presented in the form of narrative text and tables, and data analysis is carried out normatively qualitative. Legal protection for children with disabilities as victims of sexual violence in Indonesia has several similarities and differences. The results showed that legal protection for children with disabilities as victims of sexual violence in Indonesia is regulated in various laws such as the Human Rights Law, SPPA Law, Child Protection Law, Law on Persons with Disabilities, and TPKS Law. Meanwhile, in Australia, related regulations are scattered in various federal and state provisions such as the Sex Discrimination Act 1984, the Disability Discrimination Act 1992, and the Victims of Crimes Act 2001 of South Australia. There are also a number of similarities in legal protection in both countries, such as the right to protection from sexual violence, discrimination and exploitation, the right to legal aid, rehabilitation, restitution and child-friendly justice processes. However, there are also significant differences such as the right to interpreters, service animals, protection in the parole process, and the existence of a children's court in Australia. The legal protection provisions in Australia are more complete when compared to Indonesia. This is because there are several victims' rights that have not been accommodated in Indonesian positive law. | |
| 44774 | 48140 | F1D021042 | SUSTAINABILITY GERAKAN SOSIAL Studi Kasus Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (PERPAG) di Kebumen | ABSTRAK Artikel ini dibuat untuk menjelaskan terkait keberlanjutan organisasi gerakan sosial PERPAG dalam mengawal dan mencapai tujuannya. Secara khusus tulisan ini menguraikan bagaimana Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (PERPAG) dapat bertahan dalam menghadapi dinamika perubahan lingkungan, fluktuasi isu gerakan, serta perubahan struktur dan sumber daya yang ada berdasarkan teori contentious politics. Dengan menggunakan paradigma kritis dan metode kualitatif, penelitian ini menerapkan pendekatan studi kasus. Strategi yang diterapkan oleh PERPAG dalam konteks keberlanjutan ialah demonstrasi, sosialisasi upaya peningkatan kesadaran, dan pengorganisasian komunitas lokal telah berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dan konsistensi pengurus organisasi dalam kampanye berkelanjutan pada Masyarakat lokal dalam konflik agraria. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya adaptasi dan inovasi dalam strategi gerakan sosial untuk mencapai tujuan jangka panjang di tengah tantangan yang terus berubah. | ABSTRACT This article was created to explain the sustainability of the PERPAG social movement organization in guarding and achieving its goals. Specifically, this paper describes how Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (PERPAG) can survive in the face of dynamic environmental changes, fluctuations in movement issues, and changes in existing structures and resources based on the theory of social movements and resource mobilization. Using a critical paradigm and qualitative method, this research applies a case study approach. The strategies applied by PERPAG in the context of sustainability are demonstrations, socialization of awareness-raising efforts, and organizing local communities have succeeded in increasing community participation and consistency of the organization's management in sustainable campaigns on local communities in agrarian conflicts. This research provides insight into the importance of adaptation and innovation in social movement strategies to achieve long-term goals amidst ever-changing challenges. | |
| 44775 | 48141 | K1C021016 | PENINGKATAN AKURASI POSISI DRONE SPRAYER MENGGUNAKAN METODE EXTENDED KALMAN FILTER DALAM SISTEM NAVIGASI BERBASIS GLOBAL POSITIONING SYSTEM | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Extended Kalman Filter (EKF) guna meningkatkan akurasi posisi drone sprayer dalam sistem navigasi berbasis GPS serta membandingkan kinerja EKF dengan metode pemfilteran konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data GPS (latitude, longitude, dan altitude) dan data accelerometer (percepatan pada sumbu x, y, dan z) yang dikumpulkan dari serangkaian uji terbang drone sprayer milik PT Frogs Solusi Indonesia. Uji terbang dilaksanakan di lapangan terbuka untuk merepresentasikan kondisi operasional yang sebenarnya. Data mentah terlebih dahulu diproses melalui tahap preprocessing yang meliputi penghapusan data tidak valid (nilai 0 dan NaN) dan konversi koordinat dari sistem geografis (derajat) ke sistem Universal Transverse Mercator (UTM, meter). Dalam implementasi EKF digunakan model sistem Constant Acceleration (CA) yang mengasumsikan accelerometer drone relatif konstan dalam interval waktu yang singkat. Parameter-parameter kunci EKF yaitu variansi noise proses dan variansi noise pengukuran dioptimalkan melalui analisis sensitivitas menggunakan metode grid search. Kombinasi parameter yang menghasilkan nilai Root Mean Square Error (RMSE) posisi terendah dipilih sebagai parameter optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EKF berhasil meningkatkan akurasi posisi drone sprayer secara signifikan. RMSE posisi rata-rata berkurang dari 0,0842 meter menjadi 0,0110 meter setelah penerapan EKF. Peningkatan akurasi yang dicapai adalah 86,94% untuk data GPS dihitung berdasarkan perbandingan RMSE. EKF terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi data accelerometer dengan peningkatan akurasi sebesar 77,16%. Analisis visual terhadap data lintasan drone estimasi EKF terlihat jauh lebih halus dan lebih konsisten dibandingkan dengan data GPS mentah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa EKF merupakan metode yang sangat efektif untuk meningkatkan akurasi posisi drone sprayer yang sangat krusial untuk mendukung aplikasi pertanian presisi yang lebih efisien, efektif, dan ramah lingkungan | This study aims to test the application of the Extended Kalman Filter (EKF) method to improve the positioning accuracy of sprayer drones in GPS-based navigation systems and compare the performance of EKF with conventional filtering methods. The data used in this study include GPS data (latitude, longitude, and altitude) and accelerometer data (acceleration in the x, y, and z axes) collected from a series of flight tests of sprayer drones owned by PT Frogs Solusi Indonesia. The flight tests were conducted in an open field to represent actual operational conditions. The raw data was first processed through a preprocessing stage which included the removal of invalid data (0 and NaN values) and the conversion of coordinates from the geographic system (degrees) to the Universal Transverse Mercator system (UTM, meters). In the implementation of the EKF, the Constant Acceleration (CA) system model is used, which assumes that the accelerometer of the drone is relatively constant in a short time interval. The main parameters of the EKF, namely process noise variance and measurement noise variance, are optimized through sensitivity analysis using the grid search method. The parameter combination that produces the lowest position Root Mean Square Error (RMSE) value is selected as the optimal parameter. The results showed that the EKF significantly improved the positioning accuracy of the drone sprayer. The average position RMSE was reduced from 0.0842 meters to 0.0110 meters after the application of EKF. The accuracy improvement achieved is 86.94% for GPS data calculated based on RMSE comparison. EKF proved to be effective in improving the accuracy of accelerometer data with an accuracy improvement of 77.16%. Visual analysis of the drone trajectory data estimated with EKF looks much smoother and consistent compared to the raw GPS data. This study concludes that EKF is a highly effective method to improve the accuracy of drone spraying positions which is critical to support more efficient, effective and environmentally friendly precision agriculture applications. | |
| 44776 | 48142 | A1D021207 | Keragaman Nematoda Parasit pada Tanaman Padi di Banyumas | Nematoda merupakan salah satu hama yang mengganggu proses fisiologistanaman padi. Keragaman dan kelimpahan populasi nematoda dipengaruhi olehberbagai faktor, seperti ketinggian tempat, kelembapan, dan pH tanah. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui keragaman dan kelimpahan nematoda parasit tanaman padaagroekosistem padi di Banyumas, serta mengetahui pengaruh ketinggian tempatterhadap keragaman dan kelimpahan populasi nematoda. Penelitian ini disusunmenggunakan metode survei, dan sampel diambil dengan metode purposive stratifiedrandom sampling yang didasarkan pada strata ketinggian tempat meliputi 0-100mdpl, >100-200 mdpl, dan >200-300 mdpl. Data populasi nematoda dianalisismenggunakan uji Mann-Whitney. Keragaman nematoda dianalisis denganmenggunakan indeks keragaman Shannon-Weiner (H’), indeks kemerataan Evenness(E), dan indeks dominansi Simpson’s (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwakeragaman genus nematoda parasit yang ditemukan pada pertanaman padi di Banyumasmeliputi Hirschmanniella, Helicotylenchus, Meloidogyne, Tylenchus, Tylenchorhynchus, Ditylenchus, dan Criconomoides. Populasi tertinggi terdapat padaKecamatan Banyumas dengan 3107,78 nematoda/2 g akar dan 1628,89 nematoda/100 gtanah. Berdasarkan perhitungan Indeks keanekaragaman Shannon-Weiner (H’), keragaman nematoda parasit tanaman padi di Banyumas dikategorikan rendah hinggasedang, dan nilai indeks kemerataan menunjukkan rendah sampai dengan tinggi. Genusyang paling dominan berasal dari genus Hirschmanniella dan Helicotylenchus. Keragaman dan kelimpahan nematoda parasit pada tanaman padi di Banyumas tidakdipengaruhi oleh ketinggian tempat. | Nematodes are one of the pests that disrupt the physiological processes of riceplants. The diversity and abundance of nematode populations is influenced by variousfactors, such as altitude, humidity and soil pH. This research aims to determine thediversity and abundance of plant parasitic nematodes in the rice agroecosystem inBanyumas, as well as determine the ef ect of altitude on the diversity and abundance ofnematode populations. This research was structured using a survey method, andsamples were taken using a purposive stratified random sampling method which wasbased on altitude strata including 0-100 masl, >100-200 masl, and >200-300 masl.1Nematode population data were analyzed using the Mann-Whitney test. Nematodediversity was analyzed using the Shannon-Weiner diversity index (H'), Evennessevenness index (E), and Simpson's dominance index (D). The research results show thatthe diversity of parasitic nematode genera found in rice plantations in Banyumasincludes Hirschmanniella, Helicotylenchus, Meloidogyne, Tylenchus, Tylenchorhynchus, Ditylenchus, and Criconomoides. The highest population was in Banyumas District with3107.78 nematodes/2 g roots and 1628.89 nematodes/100 g soil. Based on thecalculation of the Shannon-Weiner diversity index (H'), the diversity of rice plantparasitic nematodes in Banyumas is categorized as low to medium, and the evennessindex value shows low to high. The most dominant genera come from the generaHirschmanniella and Helicotylenchus. The diversity and abundance of parasiticnematodes in rice plants in Banyumas is not influenced by altitude. | |
| 44777 | 48147 | I1D021015 | MUTU SENSORI, FENOLIK, DAN SERAT YOGURT KECAMBAH KACANG TANAH PLUS SERAI JAHE UNTUK DMT-2 | Latar Belakang: Stres oksidatif dapat memicu kejadian diabetes melitus tipe-2. Produk pangan kaya antioksidan diyakini mampu mengatasi stres oksidatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh proporsi susu kecambah kacang tanah (Sucamkata) : skim, ekstrak serai, ekstrak jahe, dan interaksinya terhadap kadar fenolik, serat, dan mutu sensori yogurt berbasis kecambah kacang tanah (Yo-canserah). Metodologi: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor proporsi Sucamkata : skim (90:10; 80:20; 70:30), ekstrak serai (1,5%; 2%) dan ekstrak jahe (1%; 1,5%). Kadar fenolik Yo-canserah ditentukan menggunakan metode Folin Ciocalteu; serat menggunakan metode gravimetri; mutu sensori menggunakan metode skoring. Data dianalisis menggunakan Anova, dilanjutkan dengan DMRT bila terdapat signifikansi 0,05. Formula terbaik menggunakan indeks efektivitas. Hasil Penelitian: Proporsi Sucamkata : skim meningkatkan kadar fenolik dan serat (p<0,05). Ekstrak serai meningkatkan kadar fenolik (p<0,05). Ekstrak jahe meningkatkan kadar serat (p<0,05). Interaksi ketiganya meningkatkan kadar fenolik, serat, dan mutu sensori (rasa, aroma, dan kekentalan) (p<0,05). Formula terbaik terbuat dari Sucamkata : skim 70:30, 2% ekstrak serai, dan 1,5% ekstrak jahe yang mengandung fenolik 1.413,37 mg GAE/L, serat 2,53%, probiotik 3,6x109 CFU/mL, warna cukup putih kecokelatan, aroma cukup beraroma serai dan jahe, rasa asam, dan tekstur cukup kental. | Background: Type-2 diabetes mellitus can be triggered by oxidative stress. Food product rich in antioxidants are considered capable of overcoming oxidative stress. This research aimed to determine the effect of the proportion of Sucamkata: skim, lemongrass extract, ginger extract, and their interaction on phenolic, fiber, and sensory quality of peanut sprout yogurt. Methodology: This study used Randomized Block Design with the proportion of Sucamkata: skim (90:10, 80:20, 70:30), lemongrass extract (1.5%, 2%) and ginger extract (1%, 1.5%).Phenolic content was analyzed using Folin Ciocalteu method; fiber using gravimetric method; and sensory quality using scoring method. Data analyzed using ANOVA, followed by DMRT if significance 0.05. The best formula uses an effectiveness index. Researh Results: Proportion of sucamkata: skim increased phenolic and fiber (p<0.05). Lemongrass extract increased phenolic (p<0.05). Ginger extract increased fiber (p<0.05). Interaction of three increased phenolic content, fiber, sensory quality (taste, aroma, and viscosity) significantly (p<0.05). The best formula made from Sucamkata: skim 70:30, 2% lemongrass extract, and 1.5% ginger extract contains 1,413.37 mg GAE/L phenolics, 2.53% fiber, 3.6x109 CFU/mL probiotics, moderately brownish white, moderately aromatic with lemongrass and ginger, sour, and moderately thick. Conclusion: Yo-canserah has potential as a functional drink for type-2 diabetes mellitus. Keywords: peanut sprout yogurt, extract of lemongrass and ginger, phenolic, fiber, sensory quality | |
| 44778 | 48148 | D1A019115 | KINERJA EKONOMI USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DENGAN PENGGUNAAN TIPE KANDANG YANG BERBEDA PADA KEMITRAAN DI KABUPATEN KEBUMEN | Peternakan ayam broiler perlu dilakukan pengembangan guna memberikan nilai tambah bagi peternak. Penggunaan jenis kandang semi closed house dan closed house menunjukkan respon yang lebih positif yaitu pertumbuhan ayam yang lebih cepat, ayam tidak gampang stres dari faktor luar, suhu di dalam kandang dapat diatur, serta daya pakai kandang lebih lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui serta membandingkan kinerja ekonomi usaha suatu peternakan ayam broiler dengan jenis kandang semi closed house dan closed house pada kemitraan di Kabupaten Kebumen. Pengambilan data di Kandang Tumiran dan Kandang Musriyanti pada bulan September-Desember 2021. Data tersebut dianalisis melalui metode analisis ekonomi serta deskriptif. Menurut hasil pendapatan kandang tipe closed house lebih besar (Rp 324.080.007,-) dibanding dengan kandang jenis semi closed house (Rp 138.898.789,-). Rentabilitas kandang semi closed house lebih besar (6,41%) dibandingkan dengan kandang closed house (5,41%). Payback Periode kandang semi closed house 16 periode sedangkan kandang closed house 18 periode. | The development of broiler farming is necessary to give farmers more value. The application of closed-house and semi closed-house cage varieties shows a more positive response, namely faster chicken growth, less stress from external factors, adjustable temperature in the cage, and longer cage life. This study aims to identify and compare the economy of broiler farming business profits with semi closed-house and closed-house cage types in partnerships in Kebumen Regency. Data were collected at Tumiran Cage and Musriyanti Cage in September-December 2021. The data were analyzed using descriptive and economic analysis methods. Based on the results of the study, the income of the closed house type cage was higher (IDR 324,080,007) compared to the semi-closed house cage (IDR 138,898,789). The profitability of the semi-closed house cage is greater (6.41%) compared to the closed house cage (5.41%). Payback period of semi-closed house cage is 16 periods while closed-house cage is 18 periods. | |
| 44779 | 48149 | C1L021008 | Pengaruh TPACK, Kreativitas Guru, dan Interaksi Edukatif terhadap Minat Belajar Ekonomi Siswa SMAN 3 Purwokerto | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), kreativitas guru, dan interaksi edukatif terhadap minat belajar ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 3 Purwokerto yang berjumlah 386 siswa. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 198 responden. Proportionate random sampling digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 26 menunjukkan bahwa: (1) TPACK berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar ekonomi, semakin baik guru dalam mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten dalam pembelajaran, semakin tinggi pula minat siswa untuk belajar ekonomi, (2) Kreativitas guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar ekonomi, semakin kreatif guru dalam menyajikan pembelajaran, semakin tinggi pula minat belajar siswa terhadap mata pelajaran ekonomi, (3) Interaksi edukatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar ekonomi, semakin baik interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran, maka minat siswa dalam mempelajari mata pelajaran ekonomi semakin meningkat. Penelitian ini memberikan implikasi bagi guru, sekolah, dan siswa. Guru ekonomi diharapkan dapat mulai mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, seperti menggunakan media interaktif dan kuis digital, serta menyajikan materi secara kreatif agar lebih relevan. Interaksi dua arah juga penting untuk meningkatkan partisipasi siswa. Bagi pihak sekolah, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam mendukung proses pembelajaran ekonomi melalui penyediaan fasilitas teknologi, pelatihan guru secara rutin, serta evaluasi metode mengajar. Sementara itu, siswa kelas X diharapkan lebih aktif mengikuti pembelajaran, baik dalam diskusi kelas, proyek ekonomi sederhana, maupun penggunaan media digital. Keterlibatan aktif siswa akan membuat materi ekonomi terasa lebih menarik dan mudah dipahami, sehingga minat belajar dapat meningkat. | The purpose of this study was to analyze the effect of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), teacher creativity, and educational interaction on interest in learning economics. This research is a quantitative research with survey method on class X students of SMA Negeri 3 Purwokerto. The population in this study were all class X students of SMA Negeri 3 Purwokerto totaling 386 students. The number of respondents taken in this study was 198 respondents. Proportionate random sampling was used in determining respondents. Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) version 26 shows that: (1) TPACK has a positive and significant effect on interest in learning economics, the better the teacher integrates technology, pedagogy, and content in learning, the higher the students' interest in learning economics, (2) Teacher creativity has a positive and significant effect on interest in learning economics, the more creative the teacher is in presenting learning, the higher the students' interest in learning economic subjects, (3) Educational interaction has a positive and significant effect on interest in learning economics, the better the interaction between teachers and students in the learning process, the more students' interest in learning economic subjects increases. This research provides implications for teachers, schools and students. Economics teachers are expected to start integrating technology in learning, such as using interactive media and digital quizzes, as well as presenting materials creatively to make them more relevant. Two-way interaction is also important to increase student participation. For schools, the results of this study can serve as a basis in supporting the learning process of economics through the provision of technology facilities, regular teacher training, and evaluation of teaching methods. Meanwhile, grade X students are expected to be more active in learning, both in class discussions, simple economic projects, and the use of digital media. The active involvement of students will make economic material more interesting and easy to understand, so that interest in learning can increase. | |
| 44780 | 48151 | F1A018060 | Strategi Keluarga Miskin Dalam Mencegah Stunting | Penelitian ini secara eksplisit mengeksplorasi strategi yang digunakan oleh keluarga berpenghasilan rendah untuk mencegah stunting secara efektif di Desa Sempor Lor, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Tujuan utamanya adalah untuk mengungkap bagaimana keluarga-keluarga ini menangani pencegahan stunting dan persepsi mereka terhadap isu tersebut. Berdasarkan teori tindakan rasional Max Weber dan kerangka kerja analisis SWOT, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengambilan sampel yang bertujuan untuk pengumpulan data. Sumber data berasal dari wawancara terhadap informan yang kemudian dilengkapi data hasil pengamatan. Hasil penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa (1) perspektif ibu hamil dan anggota keluarga dari latar belakang berpenghasilan rendah memainkan peran penting dalam membentuk upaya mereka untuk mencegah stunting. Ada kesadaran yang kuat dan perhatian yang signifikan tentang pentingnya mengatasi stunting di keluarga-keluarga ini. (2) Strategi mereka meliputi (a) memastikan bahwa ibu hamil mendapat informasi dan memenuhi kebutuhan gizi mereka, dan (b) memupuk solidaritas keluarga bersama dengan dukungan dari petugas kesehatan, seperti bidan, yang sangat penting dalam memerangi stunting. Masalah sosial yang tersisa dan tantangan yang belum terselesaikan dalam bentuk kenaikan harga pangan dan kemiskinan struktural yang mengakar merupakan ancaman serius yang membayangi upaya pencegahan stunting. Diperlukan kepedulian dari banyak pemangku kepentingan agar masalah stunting dapat teratasi dengan lebih baik. | This study explicitly explores the strategies used by low-income families to effectively prevent stunting in Sempor Lor Village, Kaligondang District, Purbalingga Regency. The main objective is to uncover how these families deal with stunting prevention and their perceptions of the issue. Based on Max Weber's rational action theory and the SWOT analysis framework, this study used a descriptive qualitative method with purposeful sampling for data collection. Data sources come from interviews with informants which are then supplemented with observational data. The results clearly show that (1) the perspectives of pregnant mothers and family members from low-income backgrounds play a significant role in shaping their efforts to prevent stunting. There is a strong awareness and significant concern about the importance of addressing stunting in these families. (2) Their strategies include (a) ensuring that pregnant mothers are informed about and meet their nutritional needs, and (b) fostering family solidarity along with support from health workers, such as midwives, which are critical in combating stunting. Remaining social problems and unresolved challenges in the form of rising food prices and deep-rooted structural poverty are serious threats that overshadow stunting prevention efforts. Concern from many stakeholders is needed so that the problem of stunting can be better addressed. |