Artikel Ilmiah : F1A021075 a.n. AFLAKHA NURMADINA

Kembali Update Delete

NIMF1A021075
NamamhsAFLAKHA NURMADINA
Judul ArtikelUpaya Menurunkan Angka Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat (Studi di Kelurahan Tritih Kulon Kecamatan Cilacap Utara)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Permasalahan stunting menjadi isu penting yang menghambat pencapaian Indonesia Emas
2045. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sejak kehamilan
hingga usia dua tahun. Kabupaten Cilacap, khususnya Kelurahan Tritih Kulon, menjadi
wilayah prioritas program penurunan stunting. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kader Posyandu,
tenaga kesehatan, ibu balita, serta tokoh masyarakat.
Upaya pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui edukasi gizi di Kelas Balita, sosialisasi
di forum RT/RW, pelatihan memasak, sistem jemput bola, dan pemberian makanan
tambahan (PMT). Kader Posyandu dan bidan desa berperan penting dalam edukasi dan
pendampingan ibu balita. Program ini berhasil menurunkan angka stunting dari 109 kasus
pada Januari 2023 menjadi 53 kasus pada September 2024.
Faktor pendukung keberhasilan meliputi keterlibatan aktif kader dan tenaga kesehatan,
dukungan pemerintah melalui program dan dana desa, serta meningkatnya kesadaran
masyarakat. Faktor penghambat meliputi rendahnya pendidikan, hal ini dapat diatasi
dengan adanya upaya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya
menjaga kesehatan anak. Kemudian keterbatasan waktu ibu bekerja, dan ketidakhadiran
konsisten di Posyandu, dapat diatasi dengan sistem jemput bola yang telah dilakukan.
Penelitian menekankan pentingnya keberlanjutan program, peningkatan kapasitas kader,
dan penguatan edukasi gizi berbasis keluarga untuk keberhasilan pencegahan stunting di
komunitas urban.
Abtrak (Bhs. Inggris)The issue of stunting is a significant challenge hindering the achievement of Indonesia Emas
2045. Stunting is a condition of impaired growth due to chronic malnutrition, beginning in
pregnancy and continuing until the child is two years old. Cilacap Regency, particularly Tritih
Kulon Sub-district, has been designated as a priority area for stunting reduction programs.
This research employs a qualitative approach using interviews, observations, and
documentation, involving Posyandu cadres, health workers, mothers of toddlers, and
community leaders.
Community empowerment efforts are carried out through nutrition education in toddler
classes, socialization in neighborhood forums (RT/RW), cooking training, a door-to-door
2
approach, and the provision of supplementary feeding (PMT). Posyandu cadres and village
midwives play a vital role in educating and assisting mothers of toddlers. The program
successfully reduced the number of stunting cases from 109 in January 2023 to 53 in September
2024.
Supporting factors for the program’s success include the active involvement of cadres and
health workers, government support through programs and village funds, and increased
community awareness. Inhibiting factors include low levels of education—which can be
addressed through ongoing education efforts and raising awareness about the importance of
child health as well as the limited time available for working mothers and inconsistent
attendance at Posyandu. These challenges are being mitigated through a proactive door-todoor system. This study highlights the importance of program sustainability, capacity-building
for cadres, and strengthening family-based nutrition education to ensure the long-term
success of stunting prevention in urban communities
Kata kunciStunting, Pemberdayaan Masyarakat, Posyandu
Pembimbing 1Sotyania Wardhianna
Pembimbing 2Hariyadi
Pembimbing 3Tri Rini Widyastuti
Tahun2025
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2025-05-19 12:15:40.192679
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.