Home
Login.
Artikelilmiahs
48189
Update
DIAH PUTRI AGUSTINA
NIM
Judul Artikel
Studi Penampilan Morfologi Mutan M1 Kacang Hijau Pada Beberapa Dosis Hasil Iradiasi Sinar Gamma
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kacang hijau adalah jenis tanaman Leguminosae yang populer di Indonesia dan menempati urutan ketiga setelah kacang tanah dan kacang kedelai. Tanaman ini memiliki potensi pasar yang menjanjikan karena memiliki keunggulan mudah disimpan dan daya tahan yang lama. Teknik pemuliaan tanaman yang digunakan untuk meningkatkan varietas unggul adalah dengan mutasi radiasi sinar gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutasi terhadap keragaman penampilan morfologi mutan kacang hijau dan menduga keragaman fenotipe dari hasil radiasi sinar gamma. Dosis radiasi yang diberikan, yaitu 0 Gy/kontrol, 150 Gy, 300 Gy, 450 Gy, 600 Gy, dan 750 Gy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian energi radiasi sinar gamma berpengaruh secara nyata pada semua parameter pengamatan. Secara umum, energi sinar gamma yang diberikan semakin besar menyebabkan penurunan respon morfologi tanaman sehingga hanya variabel jumlah cabang primer yang meningkat pada dosis 750 Gy. Dosis 300 Gy lebih efektif digunakan untuk meningkatkan keragaman genetik dilihat dari tingkat produktivitas tanaman kacang hijau yang ditandai dengan nilai rataan yang meningkat, ragam yang luas, dan jumlah genotipe paling banyak. Dosis tersebut berada dibawah LD₅₀ kacang hijau yang ada pada dosis 449,11 Gy yang dianalisis berdasarkan persentase perkecambahan kacang hijau. Variabel lain yang diamati mengalami perubahan yang acak pada setiap dosisnya sehingga perubahan yang terjadi tidak tergantung pada tingginya dosis yang digunakan. Beberapa mutan diduga memiliki keragaman morfologi lebih baik dari tetuanya karena memiliki keunggulan pada beberapa variabel, diantaranya mutan B1N172D150, B2N121D300, B3N86D450, B4N25D600, dan B5N172D750.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Mung beans are a popular Leguminosae crop in Indonesia, ranking third after peanuts and soybeans. This plant has promising market potential because it has the advantage of easy storage and long durability. The plant breeding technique used to improve superior varieties is gamma radiation mutation. This study aims to determine the effect of mutation on the diversity of morphological appearance of mung bean mutants and to estimate the phenotypic diversity of the results of gamma radiation. The radiation doses given were 0 Gy/control, 150 Gy, 300 Gy, 450 Gy, 600 Gy, and 750 Gy. The results showed that the provision of gamma radiation energy had a significant effect on all observation parameters. In general, the greater the energy of gamma rays given caused a decrease in plant morphological responses so that only the variable number of primary branches increased at a dose of 750 Gy. A dose of 300 Gy is more effectively used to increase genetic diversity as seen from the level of productivity of mung bean plants which is characterized by an increased average value, a wide variety, and the highest number of genotypes. This dose is below the LD₅₀ of mung bean which is at a dose of 449.11 Gy analyzed based on the percentage of mung bean germination. Other variables observed experienced random changes at each dose so that the changes that occurred did not depend on the high dose used. Some mutants are thought to have better morphological diversity than their parents because they have advantages in several variables, including mutants B1N172D150, B2N121D300, B3N86D450, B4N25D600, and B5N172D750.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save