Artikelilmiahs

Menampilkan 44.901-44.920 dari 48.759 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4490148262A1D021078POTENSI EKSTRAK DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) SEBAGAI MOLUSKISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) PADA TANAMAN PADIKeong mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi. Pada umumnya, pengendalian hama ini dilakukan secara mekanis dan kimiawi. Namun, kedua pengendalian tersebut masih kurang efektif sehingga perlu dicari pengendalian alternatif yang efektif dan ramah lingkungan, yaitu dengan moluskisida nabati dari kirinyuh (Chromolaena odorata L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun kirinyuh dalam menyebabkan mortalitas pada keong mas, memperoleh konsentrasi efektif ekstrak daun kirinyuh dalam mengendalikan keong mas, mengetahui sejauh mana ekstrak daun kirinyuh mampu menekan intensitas serangan keong mas, dan mengetahui apakah aplikasi ekstrak daun kirinyuh dapat menyebabkan fitotoksik terhadap tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025. Penelitian ini terdiri dari empat uji, yaitu uji pendahuluan, uji pengaruh konsentrasi ekstrak daun kirinyuh terhadap mortalitas keong mas, uji pengaruh ekstrak daun kirinyuh terhadap intensitas serangan keong mas pada tanaman padi, dan uji fitotoksisitas ekstrak daun kirinyuh terhadap tanaman padi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel yang diamati yaitu mortalitas keong mas, intensitas serangan keong mas, dan fitotoksisitas ekstrak daun kirinyuh terhadap tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kirinyuh mampu menyebabkan mortalitas keong mas. Ekstrak daun kirinyuh 17,27% merupakan konsentrasi efektif dalam mengendalia keong mas karena mampu menimbulkan mortalitas hingga 95%. Konsentrasi tersebut juga mampu menekan 96,87% intensitas serangan keong mas yang setara dengan kemampuan moluskisida kimia sintetik. Aplikasi ekstrak daun kirinyuh pada tanaman padi tidak menimbulkan fitotoksisitas karena tidak terdapat gejala nekrosis maupun penghambatan pertumbuhan tanaman.Golden snail (Pomacea canaliculata L.) is one of the main pests of rice plants. In general, this pest control is done mechanically and chemically. However, control with both methods is still less effective so it is necessary to look for alternative controls that are effective and environmentally friendly, namely with plant molluscicides from kirinyuh (Chromolaena odorata L.). This study aims to determine the potential of kirinyuh leaf extract in causing mortality in golden snails, obtain effective concentrations of kirinyuh leaf extract in controlling golden snails, determine the extent to which kirinyuh leaf extract is able to suppress the intensity of golden snail attacks, and determine whether the application of kirinyuh leaf extract can cause phytotoxicity to rice plants. The research was conducted in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from October 2024 to January 2025. This study consisted of four tests, namely preliminary tests, tests of the effect of kirinyuh leaf extract concentration on the mortality of carp golden snails, tests of the effect of kirinyuh leaf extract on the intensity of carp golden snail attack on rice plants, and phytotoxicity tests of kirinyuh leaf extract on rice plants. The experimental design used was Randomized Group Design (RAK). The variables observed were the mortality of golden snails, the intensity of golden snail attack, and the phytotoxicity of kirinyuh leaf extract on rice plants. The results showed that kirinyuh leaf extract was able to cause mortality of golden snails. The 17.27% kirinyuh leaf extract is an effective concentration in controlling snails because it is able to cause mortality up to 95%. This concentration is also able to suppress 96.87% of the intensity of the carp snail attack which is equivalent to the ability of synthetic chemical molluscicides. The application of kirinyuh leaf extract on rice plants did not cause phytotoxicity because there were no symptoms of necrosis or inhibition of plant growth.
4490248201I1D021056Total Flavonoid, Protein Terlarut, dan Sensori Hedonik Yocanserah untuk Penderita DMT-2Latar Belakang: Diabetes mellitus dapat menginduksi terjadinya stres oksidatif dan peningkatan asupan makan, sehingga perlu mengonsumsi pangan tinggi antioksidan dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi susu kecambah kacang tanah (Sucamkata) dan skim, serta penambahan ekstrak jahe emprit dan serai terhadap kadar protein terlarut, total flavonoid, sensori hedonik, formula terbaik, dan serving size Yocanserah.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak kelompok (RAK) faktorial dengan 3 faktor percobaan, yaitu proporsi Sucamkata:skim (90:10, 80:20, 70:30), ekstrak jahe emprit (1%, 1,5%), dan ekstrak serai (1,5%, 2%). Yocanserah dianalisis protein terlarut (Lowry), total flavonoid (kolorimetri), dan sensori hedonik (skoring).
Hasil Penelitian: Proporsi Sucamkata:skim berpengaruh terhadap protein terlarut serta sensori rasa, aroma, dan kekentalan Yocanserah. Ekstrak serai meningkatkan protein terlarut (p=0,004) dan total flavonoid (p=0,041), serta berpengaruh terhadap sensori warna (p=0,014), sedangkan ekstrak jahe emprit menurunkan total flavonoid (p=0,044) dan berpengaruh terhadap sensori aroma (p=0,027). Interaksi ketiga perlakuan berpengaruh terhadap protein terlarut (p=0,005), total flavonoid (p=0,0001), dan sensori hedonik Yocanserah. Formula terbaik terbuat dari 90:10 Sucamkata:skim, ekstrak jahe emprit 1% dan serai 2% yang mengandung flavonoid 710,76 mgQE/100g, protein terlarut 49,7%, dan probiotik 6,7 × 108 CFU/mL.
Kesimpulan: Yocanserah dapat menjadi alternatif minuman fungsional penderita diabetes mellitus tipe-2.
Background: Diabetes mellitus can induce oxidative stress and increased food intake, therefore it is necessary to consume foods high in antioxidants and protein. This study aims to determine the effect of the proportion of peanut sprout milk (Sucamkata) and skimmed milk, as well as the addition of ginger and lemongrass extracts, on soluble protein content, total flavonoids, hedonic sensory, optimal formula, and serving size of Yocanserah.
Methods: This study used a factorial Randomized Block Design (RBD) method with 3 experimental factors, namely the proportion of Sucamkata:skim (90:10, 80:20, 70:30), ginger extract (1%, 1,5%), and lemongrass extract (1,5%, 2%). Soluble protein (Lowry), total flavonoids (colorimetric), and hedonic sensory (scoring) are analyzed.
Results: The proportion of Sucamkata:skim had effect on the soluble protein and sensory attributes such as taste, aroma, and viscosity of Yocanserah. Lemongrass extract improved soluble protein (p=0,004) and total flavonoids (p=0,041), while affecting color perception (p=0,014) of Yocanserah. On the other hand, ginger extract decreases total flavonoids (p=0,044) and influences aroma perception (p=0,027). The treatment interaction affected the soluble protein (p=0,005), total flavonoids (p=0,0001), and hedonic sensory of Yocanserah. The best formula consisted of a 90:10 Sucamkata:skim, 1% ginger extract, and 2% lemongrass extract, which contained 710.76 mgQE/100g flavonoids, 49.7% soluble protein, and 6.7 × 108 CFU/mL probiotics.
Conclusion: Yocanserah can be used as an alternative functional drink for patients with type-2 diabetes mellitus.
4490348264K1C021040MIKROZONASI INDEKS KERENTANAN SEISMIK BERBASIS METODE HORIZONTAL TO VERTICAL SPECTRAL RATIO DI KAPANEWON PRAMBANAN, KABUPATEN SLEMANKapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman berada di cekungan Yogyakarta yang memiliki kondisi geologi kompleks dengan ketebalan sedimen yang tebal sehingga menyebabkan tingginya aktivitas seismik. Pada Gempa Bumi Yogyakarta Tahun 2006 Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman mengalami kerusakan berat sehingga perlu dilakukan penelitian mikrozonasi kerentanan seismik untuk mitigasi gempa bumi dengan menggunakan data mikrotremor. Metode yang digunakan yaitu metode HVSR untuk menghasilkan nilai frekuensi dominan, faktor amplifikasi dan kerentanan seismik. Kurva H/V dari metode HVSR juga dilakukan inversi untuk mendapatkan nilai V_s30. Hasil penelitian menunjukkan distribusi nilai frekuensi dominan berkisar 0,98 Hz – 17,13 Hz, faktor amplifikasi berkisar 1,06 – 11,69, V_s30 berkisar 114 m/s – 726 m/s dan nilai kerentanan seismik berkisar 0,18 – 7,46. Daerah yang memiliki nilai kerentanan seismik rendah berada di Desa Boko Harjo, Desa Madu Rejo, dan Desa Sumber Rejo. Sementara itu, daerah yang memiliki nilai kerentanan seismik sedang hingga tinggi berada di Desa Boko Harjo, Desa Madu Rejo, dan Desa Sumber Rejo.
Kapanewon Prambanan, Sleman Regency is in the Yogyakarta basin which has complex geological conditions with thick sediment thickness, which causes high seismic activity. In the 2006 Yogyakarta Earthquake, Kapanewon Prambanan, Sleman Regency experienced heavy damage so it was necessary to carry out research on seismic vulnerability microzonation to mitigate earthquakes using microtremor data. The method used is the HVSR method to produce dominant frequency values, amplification factors and seismic susceptibility. The H/V curve from the HVSR method was also inverted to obtain the V_s30 value. The research results show that the distribution of dominant frequency values ranges from 0.98 Hz – 17.13 Hz, the amplification factor ranges from 1.06 – 11.69, V_s30 ranges from 114 m/s – 726 m/s and seismic vulnerability values range from 0.18 – 7 .46. Areas that have low seismic vulnerability values are in Boko Harjo Village, Madu Rejo Village, and Sumber Rejo Village. Meanwhile, areas with moderate to high seismic vulnerability values are Boko Harjo Village, Madu Rejo Village and Sumber Rejo Village.

4490448266A1D019158PENGARUH PENGAPLIKASIAN PUPUK KASGOT DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Barassica rapa L.)Penurunan produktivitas akibat degradasi lahan dan penggunaan pupuk anorganik berlebihan mendorong perlunya alternatif pemupukan berbasis organik. Pupuk kasgot dan pupuk kandang sapi merupakan dua jenis pupuk organik yang berpotensi meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh pupuk kasgot dan pupuk kandang sapi untuk meningkatkan produksi dan hasil pada tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Persiapan dan analisis dalam penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agronomi & Hortikultura dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, dimulai Mei 2024 sampai dengan Juni 2024. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang melibatkan dua faktor utama dengan total 9 kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk kasgot (K) dengan 2 taraf (10 ton/ha dan 20 ton/ha), sedangkan faktor kedua adalah pupuk kendang sapi (S) dengan 2 taraf (10 ton/ha dan 20 ton/ha). Variabel pengamatan yang dikaji diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, volume akar, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot basah akar, dan bobot basah akar. Hasil penelitian menghasilkan himpunan data yang kemudian dianalisis melalui pengujian ANOVA dengan tingkat signifikansi 95% dan kemudian dilakukan Uji DMRT tingkat signifikansi 95% jika pengaruhnya nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kasgot dapat meningkatkan jumlah daun, luas daun dan kehijauan daun. Aplikasi pupuk kandang sapi dapat meningkatkan tinggi tanaman pakcoy. Terdapat interaksi antara pupuk kasgot dan kandang sapi pada kehijauan daun tanaman pakcoy.The decline in productivity due to land degradation and excessive use of inorganic fertilizers highlights the need for alternative organic-based fertilization methods. Maggot frass fertilizer and cow manure are two types of organic fertilizers that have the potential to improve soil fertility and crop productivity. The objective of this study is to evaluate the effect of maggot frass fertilizer and cow manure on the growth and yield of pak choy plant. The research was conducted in the screenhouse of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Preparations and laboratory analyses were carried out at the Agronomy & Horticulture Laboratory and the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research was conducted for two months, from May 2024 to June 2024. The study used Completely Randomized Block Design (CRBD), involving two main factors with a total of nine treatment combinations. The first factor was maggot frass fertilizer (K) with two levels (10 tons/ha and 20 tons/ha), and the second factor was cow manure (S) with two main factors (10 tons/ha and 20 tons/ha). The observed variables included plant height, number of leaves, leaf area, leaf green, root volume, plant weight, dry plant weight, root weight, and dry root weight. The collected data were analyzed using ANOVA at a 95% significance level, and if significant effects were found, further analysis was conducted using the Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 95% significance level.The results showed that the application of maggot frass fertilizer increased the number of leaves, leaf area, and leaf green. The application of cow manure increased the height of pak choy plants. There was also an interaction between maggot frass fertilizer and cow manure on the leaf green of pak choy plants
4490548267C1C021025PENGARUH PENGUNGKAPAN ENVIRONMENTAL, SOCIAL, DAN GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN KOMISARIS INDEPENDEN SEBAGAI PEMODERASI
(Studi pada Perusahaan Sektor Pertambangan di Indonesia yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan environmental, pengungkapan social, dan pengungkapan governance terhadap kinerja keuangan perusahaan, serta mengetahui peran komisaris independen dalam memoderasi pengaruh tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 2021-2023 sebagai populasi. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan dan diperoleh 30 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel penelitian sehingga didapatkan sebanyak 90 data observasi (30 x 3 tahun). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi data panel. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) pengungkapan environmental tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan melalui ROA, (2) pengungkapan social berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan melalui ROA, (3) pengungkapan governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan melalui ROA, (4) komisaris independen tidak mampu memoderasi pengaruh pengungkapan environmental terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan melalui ROA, (5) komisaris independen mampu memoderasi pengaruh pengungkapan social terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan melalui ROA, (6) komisaris independen tidak mampu memoderasi pengaruh pengungkapan governance terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan melalui ROA.This study was to determine the effect of environmental disclosure, social disclosure, and governance disclosure on the company's financial performance, and to determine the role of independent commissioners in moderating this influence. This research is a quantitative study conducted on mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) throughout the 2021-2023 period as the population. The sample selection in this study used a purposive sampling method with certain predetermined criteria and obtained 30 companies that met the research sample criteria so that 90 observation data were obtained (30 x 3 years). The data used in this study are secondary data obtained from annual reports and sustainability reports. Data analysis was carried out using the panel data regression method. The results of this study state that: (1) environmental disclosure has no effect on the company's financial performance as proxied by ROA, (2) social disclosure has a positive and significant effect on the company's financial performance as proxied by ROA, (3) governance disclosure has a positive and significant effect on the company's financial performance as proxied by ROA, (4) independent commissioners are unable to moderate the effect of environmental disclosure on the company's financial performance proxied through ROA, (5) independent commissioners are able to moderate the effect of social disclosure on the company's financial performance proxied through ROA, (6) independent commissioners are unable to moderate the effect of governance disclosure on the company's financial performance proxied through ROA.
4490648268D1A021003PENGARUH CELUP PUTING (TEAT DIPPING) IODIN 1% PADA SAPI PERAH TERHADAP KEJADIAN MASTITIS SUBKLINIS, KERUSAKAN SUSU, DAN JUMLAH TOTAL BAKTERI SUSU SEGAR DI KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMASTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh celup puting (teat dipping) menggunakan larutan iodin 1% terhadap tingkat kejadian mastitis subklinis berdasarkan hasil uji CMT, kerusakan susu berdasarkan hasil uji alkohol, dan jumlah mikroba berdasarkan nilai TPC pada sapi perah. Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Limpakuwus dan Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah yang tergabung menjadi anggota KOPERASI PESAT dan mau melakukan perlakuan celup puting (teat dipping). Materi yang digunakan adalah susu segar dari 21 ekor sapi perah laktasi. Analisis data menggunakan analisis uji T berpasangan (paired student test). Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian mastitis subklinis, kerusakan susu, dan jumlah total bakteri susu sebelum adanya celup puting lebih tinggi dibandingkan setelah adanya celup puting. Hasil analisis uji T menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sangat nyata (P<0,01) antara celup puting dengan kejadian mastitis subklinis berdasarkan hasil uji CMT. Sedangkan hasil analisis uji T antara celup puting dengan kerusakan susu dan celup puting dengan jumlah total bakteri menunjukan adanya pengaruh nyata (P<0,05). Dengan demikian sebaiknya celup puting (teat dipping) dapat diterapkan sebagai salah satu rangkaian manajemen pemerahan wajib yang dilakukan oleh para peternak di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas sehingga kasus mastitis subklinis, dan kerusakan susu dapat berkurang, serta jumlah total bakteri susu selalu dalam batas normal menurut SNI.The purpose of this research is to determine the effect of teat dipping using 1% iodine solution on the incidence rate of subclinical mastitis based on the results of the CMT test, milk damage based on the alcohol test results, and microbial count based on TPC values in dairy cows. The location determination was based on purposive sampling. This study was conducted in Limpakuwus Village and Susukan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The research target was dairy farmers who are members of KOPERASI PESAT and are willing to perform teat dipping treatment. The material used was fresh milk from 21 lactating dairy cows. Data analysis was performed using a paired T-test. The obtained data were analyzed through descriptive statistics and presented in tabular form. Research results indicate that the incidence of subclinical mastitis, milk damage, and total bacteria count in milk prior to teat dipping is higher compared to after teat dipping. The results of the T-test analysis show a very significant effect (P<0.01) of teat dipping on the incidence of subclinical mastitis based on the CMT test results. Meanwhile, T-test analysis between teat dipping and milk damage and between teat dipping and total bacteria count indicates a significant effect (P<0.05). Therefore, teat dipping should be implemented as a part of the mandatory milking management practices by farmers in Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency, in order to reduce cases of subclinical mastitis and milk damage, as well as to maintain the total bacteria count in milk within normal limits according to SNI
4490748269F2C023011RETORIKA KEPALA DESA DALAM KAMPANYE PEMILIHAN KEPALA DESA
BABAKAN LOSARI LOR TAHUN 2023
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji penggunaan retorika oleh kepala desa terpilih dalam
kampanye Pilkades Babakan Losari Lor tahun 2023 sebagai strategi komunikasi politik
untuk membangun opini publik. Fokus utama penelitian ini adalah analisis elemen
retorika Aristotelian, yaitu ethos (kredibilitas), pathos (emosi), dan logos (logika), dalam
membentuk persepsi masyarakat terhadap calon kepala desa. Metode penelitian yang
digunakan adalah studi kasus eksplanatori dengan pendekatan kualitatif. Teknik
pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan Focus
Group Discussion (FGD) terhadap sepuluh informan kunci.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa terpilih menggunakan
strategi retorika yang kuat dalam membangun citra positif, terutama melalui
pendekatan emosional dan kredibilitas personal. Namun, ketidaksesuaian antara janji
kampanye dan realisasi pasca-terpilih menimbulkan fragmentasi opini publik dan
ketegangan sosial. Praktik politik uang (money politic) juga ditemukan berperan
signifikan dalam memengaruhi hasil pemilihan, melemahkan efektivitas komunikasi
verbal yang berbasis pada nilai dan program kerja. Penelitian ini memberikan
kontribusi penting dalam memahami komunikasi politik lokal dan menyarankan
perlunya penerapan retorika etis dalam kampanye politik desa.
Kata Kunci: Retorika, Pilkades, Komunikasi Politik, Desa Babakan Losari Lor
ABSTRACT

This study examines the use of rhetoric by the elected village head during the 2023 Babakan Losari Lor Village Head Election (Pilkades) as a political communication strategy to shape public opinion. The main focus of this research is the analysis of Aristotelian rhetorical elements—ethos (credibility), pathos (emotion), and logos (logic)— in shaping the public’s perception of the village head candidate. This study employs an explanatory case study method with a qualitative approach. Data collection techniques include participant observation, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGDs) with ten key informants.
The findings reveal that the elected village head employed strong rhetorical strategies to build a positive image, primarily through emotional appeals and personal credibility. However, the discrepancy between campaign promises and post-election realities led to fragmented public opinion and social tension. The practice of money politics was also found to play a significant role in influencing the election outcome, thereby undermining the effectiveness of value-based and program-oriented verbal communication. This study contributes to a deeper understanding of local political communication and highlights the importance of applying ethical rhetoric in village-level political campaigns.
Keyword: Rhetoric, Village Head Election, Political Communication, Babakan Losari Lor Village
4490848270I1D021050EFEK YOGURT KECAMBAH KACANG TANAH PLUS SERAI JAHE UNTUK LINGKAR PERUT DAN TEBAL LEMAK DMT-2Latar Belakang: Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT-2) merupakan penyakit yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia yang dapat menimbulkan komplikasi penyakit. Obesitas seringkali menyertai kondisi DMT-2 yang menyebabkan stress oksidatif. Wanita yang memiliki lingkar perut berlebih (≥80 cm) termasuk kategori obesitas, sedangkan tebal lemak subskapula pada wanita obesitas sentral adalah ≥18,93 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Yo-Canserah terhadap lingkar perut dan tebal lemak wanita penderita DMT-2.

Metodologi: Penelitian true experimental ini menggunakan desain pre-post test control group design dengan responden 17 wanita penderita DMT-2, dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok intervensi terdiri dari 9 responden diberi Yo-Canserah, sedangkan kelompok kontrol terdiri dari 8 responden diberi plasebo sebanyak 200 ml/hari, selama 2 bulan. Sebelum dan setelah intervensi, responden diukur lingkar perut dan tebal lemaknya. Analisis data diawali dengan uji normalitas menggunakan uji Saphiro-Wilk, dilanjutkan dengan paired sample t-test.

Hasil Penelitian: Terjadi penurunan lingkar perut dari 99,39 cm menjadi 96,42 cm (p=0,033) dan tebal lemak dari 24,74 mm menjadi 21,61 mm (p=0,031) pada kelompok responden yang diintervensi Yo-Canserah.
Kesimpulan: Yo-Canserah dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional untuk mengontrol lingkar perut dan tebal lemak wanita penderita DMT-2.
Background: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a disease characterized by hyperglycemia, which can lead to various complications. Obesity often accompanies T2DM and contributes to oxidative stress. Women with an abdominal circumference of ≥80 cm are categorized as obese, while the subscapular fat thickness in women with central obesity is ≥18.93 mm. This study aims to determine the effect of Peanograss-Yo supplementation on abdominal circumference and fat thickness in women with T2DM.

Methods: True experimental study with pre-post test control group design. The respondents are 17 women with T2DM, divided into 2 groups randomly. The intervention group consisted of 9 respondents who were given Peanograss-Yo, while the control group consisted of 8 respondents who were given a placebo of 200 ml/day for 2 months. Before and after the intervention, the respondents' abdominal circumference and skinfold thickness were measured. Data analysis begins with a normality test using the Shapiro-Wilk test, followed by a paired sample t-test.

Result: There was a s decrease in the abdominal circumference from 99.39 cm to 96.42 cm (p=0.033) and skinfold thickness from 24.74 mm to 21.61 mm (p=0.031) in the group that received the Peanograss-Yo intervention.

Conclusion: Peanograss-Yo can be used as a functional drink to control abdominal circumference and skinfold thickness on women with T2DM.
4490948371H1B021080Analisis Imbangan Air untuk Optimalisasi Penggunaan Irigasi di Kutai KartanegaraAnalisis imbangan air menggunakan Metode Mock di 120 daerah irigasi Kutai Kartanegara dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan irigasi di tengah ketidakseimbangan air dan sektor pertanian yang berkembang. Pemodelan ini mengaitkan kebutuhan air tanaman, curah hujan, dan sistem irigasi guna memberikan gambaran kondisi imbangan air dan rekomendasi pengelolaan irigasi yang efisien.
Hasil analisis menunjukkan fluktuasi ketersediaan air tahunan yang signifikan, kontras dengan kebutuhan air irigasi yang relatif stabil. Debit andalan 80% rerata DAS Mahakam sebesar 1.607,3 m³/detik mengalami puncak pada periode 7-8 dan penurunan tajam pada periode 15-20. Perbandingan ketersediaan dan kebutuhan air irigasi mengungkap ketidakseimbangan besar, dengan kebutuhan maksimum mencapai 42,951 m³/detik, menekankan urgensi pengelolaan air yang lebih efisien.
Disimpulkan bahwa pengelolaan air irigasi adaptif dan efisien krusial bagi keberlanjutan pertanian di Kutai Kartanegara. Rekomendasi meliputi pengembangan sistem irigasi fleksibel, penjadwalan berbasis data, pembangunan infrastruktur penyimpanan air, dan integrasi perikanan dalam sistem irigasi untuk mengelola total 30.380 hektar lahan pertanian yang terlayani.
An analysis of water balance using the Mock method was conducted across 120 irrigation areas in Kutai Kartanegara to optimize irrigation water use amidst water imbalances and a developing agricultural sector. This modeling correlated crop water requirements, rainfall, and the irrigation system to provide insights into water balance conditions and recommendations for efficient irrigation management.
The analysis results revealed significant annual fluctuations in water availability, contrasting with the relatively stable irrigation water demand. The average 80% dependable discharge of the Mahakam River Basin, at 1,607.3 m³/second, peaked during periods 7-8 and sharply declined during periods 15-20. A comparison between water availability and irrigation needs highlighted a substantial imbalance, with the maximum irrigation requirement reaching 42,951 m³/second, underscoring the urgency of more efficient water management.
In conclusion, adaptive and efficient irrigation water management is crucial for the sustainability of agriculture in Kutai Kartanegara. Recommendations include developing flexible irrigation systems, implementing data-driven irrigation scheduling, constructing water storage infrastructure, and integrating the fisheries sector with the irrigation system to manage a total of 30,380 hectares of agricultural land served by irrigation.
4491048271F1F021037ANALISIS KEBERHASILAN GASTRODIPLOMASI INDONESIA
DALAM PROGRAM INDONESIA SPICE UP THE WORLD (ISUTW) DI
BELANDA (2021 – 2024)
Pada tahun 2021, Kemenparekraf meluncurkan program gasrodiplomasi,
yaitu Indonesia Spice Up The World (ISUTW). Program tersebut menargetkan pada
tahun 2024, Indonesia dapat menghadirkan 4.000 restoran di luar negeri dan
meningkatkan ekspor rempah dan produk bumbu. Salah satu negara target program
ini adalah Belanda yang memiliki hubungan historis, salah satu eksportir rempah
terbesar, dan memiliki sebaran diaspora Indonesia yang besar. Menparekraf
Sandiaga Uno, dalam Weekly Brief With Sandi Uno pada 19 Juni 2023 menyatakan
bahwa sebanyak 10 persen dari target dalam program ISUTW telah diserap oleh
Belanda. Hal ini menunjukkan keberhasilan Belanda dalam berkontribusi terhadap
target dari program ISUTW. Oleh karena itu, penulis ingin menganalisis
keberhasilan gastrodiplomasi Indonesia di Belanda dalam program ISUTW dari
tahun 2021 hingga tahun 2024 menggunakan konsep strategi gastrodiplomasi
Zhang Juyan.
In 2021, Kemenparekraf launched a gasrodiplomacy program, namely
Indonesia Spice Up The World (ISUTW). The program targets that by 2024,
Indonesia will have 4,000 restaurants abroad and increase exports of spices and
seasoning products. One of the target countries for this program is the Netherlands,
which has a historical relationship, is one of the largest exporters of spices, and
has a large distribution of the Indonesian diaspora. Menparekraf Sandiaga Uno, in
the Weekly Brief With Sandi Uno on June 19, 2023 stated that as much as 10 percent
of the target in the ISUTW program had been absorbed by the Netherlands. This
shows the success of the Netherlands in contributing to the target of the ISUTW
program. Therefore, the author wants to analyze the success of Indonesia's
gastrodiplomacy in the Netherlands in the ISUTW program from 2021 to 2024
using Zhang Juyan's concept of gastrodiplomacy strategy.
4491148272I1D021010PROPORSI BISKUIT BIJI DURIAN, KECAMBAH KORO PEDANG PUTIH, DAN CHIA SEBAGAI MPASI BADUTA UNDERWEIGHT Latar Belakang: Underweight dapat mempengaruhi penurunan kekebalan tubuh dan berakibat pada meningkatnya resiko terjadinya infeksi serta gangguan perkembangan baduta, sehingga dibutuhkan MPASI dengan kandungan energi dan protein yang adekuat untuk mencegah terjadinya pemburukan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung biji durian, tepung kecambah koro pedang putih, dan biji chia terhadap kandungan protein, lemak, abu, air, karbohidrat, hedonik, mutu hedonik, formula terbaik, dan serving size biskuit.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 proporsi biskuit, dengan perbandingan tepung biji durian:tepung kecambah koro pedang putih:biji chia (35%:45%:5%), (45%:35%:5%), (55%:20%:5%). Beberapa analisis yang dilakukan pada biskuit yaitu analisis protein total (Kjeldahl), lemak (Soxhlet), hedonik (skoring), dan mutu hedonik (skoring).
Hasil Penelitian: Proporsi biskuit tepung biji durian, tepung kecambah koro pedang putih, dan biji chia berpengaruh terhadap peningkatan kadar protein (p=0,00), peningkatan kadar lemak (p=0,01), mutu warna (p=0,00), mutu aroma (p=0,00), mutu aftertaste (p=0,00), mutu tekstur (p=0,00), kesukaan aroma (p=0,00), kesukaan aftertaste (p=0,00), kesukaan tekstur (p=0,00), dan kesukaan keseluruhan (p=0,00) biskuit. Biskuit formula terbaik yaitu biskuit dengan perbandingan tepung biji durian:tepung kecambah koro pedang putih:biji chia 45%:45%:5% yang mengandung energi 459,28 kkal, protein 15,33%bk, lemak 16,72%bk, karbohidrat by difference 61,87%bk, air 4,82%bb, dan abu 1,26%bk.
Kesimpulan: Biskuit tepung biji durian, tepung kecambah koro pedang putih, dan biji chia dapat menjadi alternatif MPASI pada baduta underweight.
Kata Kunci: Biskuit MPASI, kecambah koro pedang putih, biji durian, biji chia, baduta, underweight
Background: Underweight can affect the decrease in body strength and result in an increased risk of infections and developmental disorders in infants, thus requiring complementary feeding with adequate energy and protein content to prevent the deterioration of nutritional status. This study aims to determine the effect of the proportion of durian seed flour, jack bean sprout flour, and chia seeds on the protein content, fat, ash, water, carbohydrate, hedonic, hedonic quality, best formula, and serving size of biscuits.
Methods: This study uses the Completely Randomized Design (CRD) method with 3 biscuit proportions, with the ratio of durian seed flour:jack bean sprout flour:chia seeds (35%:45%:5%), (45%:35%:5%), (55%:20%:5%). Several analyses conducted on the biscuits include total protein analysis (Kjeldahl), fat (Soxhlet), hedonic (scoring), and hedonic quality (scoring).
Results: The proportion of durian seed flour, jack bean sprout flour, and chia seed flour in the biscuits affects the increase in protein content (p=0.00), increase in fat content (p=0.01), color quality (p=0.00), aroma quality (p=0.00), aftertaste quality (p=0.00), texture quality (p=0.00), aroma preference (p=0.00), aftertaste preference (p=0.00), texture preference (p=0.00), and overall preference (p=0.00) of the biscuits. The best formula biscuit is biscuit with a ratio of durian seed flour: jack bean sprout flour: chia seeds 45%:45%:5%, containing 459.28 kcal of energy, 15.33% protein, 16.72% fat, 61.87% carbohydrates by difference, 4.82% water, and 1.26% ash.
Conclusion: Durian seed flour, jack bean sprout flour, and chia seeds can be an alternative complementary food for underweight toddlers.
Keywords: MPASI biscuits, jack bean sprouts, durian seeds, chia seeds, toddlers, underweight
4491248273C1B021046Determinan Cash Holdings pada Perusahaan Properti dan Real Estate di Indonesia Sebelum, Saat dan Setelah Pandemi Covid-19Penelitian ini menganalisis pengaruh firm size, cash flow, growth opportunity, tangibility, leverage, dan liquidity terhadap cash holding pada perusahaan properti dan real estate di Indonesia. Data triwulanan dari 10 perusahaan (360 observasi) periode 2016–2024 dianalisis menggunakan regresi data panel dengan software stata. Data dibagi ke dalam tiga periode: sebelum COVID-19 (2016–2019) sebanyak 160 observasi, saat COVID-19 (2020–kuartal II 2023) sebanyak 140 observasi, dan setelah COVID-19 (kuartal III 2023–2024) sebanyak 60 observasi. Hasil menunjukkan firm size berpengaruh positif secara konsisten, sedangkan cash flow dan growth opportunity hanya signifikan selama pandemi. Tangibility berpengaruh positif sebelum pandemi tetapi berbalik negatif setelahnya, sementara leverage dan liquidity kehilangan signifikansi pasca-pandemi. Kemudian pada model seluruh periode, seluruh variabel berpengaruh positif terhadap cash holding. Implikasinya, perusahaan perlu mempertimbangkan faktor jangka panjang dalam kebijakan cash holding, menjaga stabilitas arus kas selama krisis, serta mengevaluasi efisiensi aset dan utang. Temuan ini juga berguna bagi investor dan kreditor dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan.This study analyzes the effect of firm size, cash flow, growth opportunity, tangibility, leverage, and liquidity on cash holding in property and real estate companies in Indonesia. Quarterly data from 10 companies (360 observations) for the period 2016-2024 were analyzed using panel data regression with Stata software. The data is divided into three periods: before COVID-19 (2016-2019) with 160 observations, during COVID-19 (2020-quarter II 2023) with 140 observations, and after COVID-19 (third quarter 2023-2024) with 60 observations. The results show that firm size has a consistently positive effect, while cash flow and growth opportunity are only significant during the pandemic. Tangibility has a positive effect before the pandemic but turns negative afterwards, while leverage and liquidity lose significance post-pandemic. Then in the whole period model, all variables have a positive effect on cash holding. The implication is that companies need to consider long-term factors in cash holding policy, maintain cash flow stability during the crisis, and evaluate the efficiency of assets and debt. The findings are also useful for investors and creditors in assessing the company's financial health.
4491348274J1C021007Representasi Keluarga Ideal dalam Anime Chibi Maruko ChanPenelitian ini berfokus pada bagaimana representasi keluarga ideal Jepang pasca-
Perang Dunia II dalam anime Chibi Maruko Chan. Penelitian ini berusaha
mengungkap seperti apakah bentuk dan nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga
ideal Jepang pasca-Perang Dunia II. Metode penelitian yang digunakan adalah
analisis kualitatif dengan mengkaji sepuluh episode yang relevan, mengidentifikasi
tema, karakter, dan nilai-nilai kekeluargaan yang ditampilkan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa bentuk keluarga ideal Jepang pasca-Perang Dunia II berhasil
menggambarkan interaksi positif antar anggota keluarga, menekankan pentingnya
keharmonisan, saling menghormati, dan dukungan emosional. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah bahwa anime ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi
juga sebagai cermin aspirasi masyarakat Jepang terhadap nilai-nilai kekeluargaan
yang ideal
This research focuses on how the ideal post-World War II Japanese family is
represented in the anime Chibi Maruko Chan. This research seeks to reveal what
forms and values prevail in the ideal Japanese family after World War II. The
research method used is qualitative analysis by examining ten relevant episodes,
identifying the themes, characters and family values displayed. The research results
show that the post-World War II Japanese ideal family successfully depicts positive
interactions between family members, emphasizing the importance of harmony,
mutual respect and emotional support. The conclusion of this research is that this
anime not only functions as entertainment, but also as a reflection of the aspirations
of Japanese society towards ideal family values.
4491448275E1A018243PERAN KEPALA DESA DALAM PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA MENURUT UNDANG UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA (Studi di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga)Pengelolaan keuangan desa merupakan tanggung jawab utama kepala desa
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala desa dalam pengelolaan
dana desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, dan mengkaji dan
menganalisis prosedur pengelolaan dana desa sesuai dengan kerangka hukum yang
berlaku serta hambatan Kepala Desa dalam menjalankan peran sebagai pengelola
keuangan desa melalui APBDes di Desa Cipaku. Penelitian ini menggunakan
metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data
dilakukan melalui studi kepustakaan, yang melibatkan kajian terhadap buku,
peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen terkait, serta
wawancara untuk memperkuat data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala desa dalam perencanaan,
penganggaran, pelaksanaan, dan pelaporan dana desa telah sesuai dengan Undang-
Undang Nomor 6 Tahun 2014, Permendagri Nomor 113 Tahun 2014, dan
Permendes Nomor 2 Tahun 2015. Namun, terdapat kendala dalam pengelolaan dana
desa, khususnya terkait kurangnya transparansi yang menyebabkan potensi
penyalahgunaan dana dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan.
Penelitian ini menyarankan peningkatan kapasitas kepala desa dalam memahami
regulasi, penguatan mekanisme transparansi, serta pengawasan partisipatif untuk
memastikan akuntabilitas pengelolaan dana desa.
Kata kunci: Peran Kepala Desa, Anggaran Desa, Desa
The management of village finances is a primary responsibility of the village
head, as stipulated in Law No. 6 of 2014 on Village. This research aims to analyze
the role of the village head in managing village funds under Law No. 6 of 2014,
examine and assess the procedures for village fund management in accordance with
the applicable legal framework, and identify challenges faced by the village head
in executing financial management duties through the Village Budget (APBDes) in
Cipaku Village. This study employs a normative juridical method with a descriptive
approach. Data collection was conducted through library research, involving the
review of books, statutory regulations, scientific articles, journals, and relevant
documents, complemented by interviews to support the data.
The findings reveal that the village head’s role in planning, budgeting,
executing, and reporting village funds complies with Law No. 6 of 2014, Ministry
of Home Affairs Regulation No. 113 of 2014, and Ministry of Villages Regulation
No. 2 of 2015. However, challenges persist in village fund management,
particularly regarding transparency issues, which contribute to potential fund
misuse and limited community participation in supervision. This research
recommends enhancing the village head’s regulatory understanding, strengthening
transparency mechanisms, and fostering participatory oversight to ensure
accountability in the management of village funds.
4491548276E1A021130PERBUATAN MELAWAN HUKUM TERHADAP JUAL BELI HAK ATAS TANAH SECARA DI BAWAH TANGAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 27/Pdt.G/2023/PN LBH)Penjualan hak atas tanah secara di bawah tangan sering menimbulkan persoalan hukum. Hal ini terjadi dalam Putusan Nomor 27/Pdt.G/2023/PN LBH, dimana Tergugat I (penjual) menjual tanah tanpa hak namun tetap menerima pembayaran. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir perbuatan melawan hukum dan pertimbangan hukum hakim dalam menyelesaikan ganti rugi. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus, perundang-undangan, dan konsep. Data yang digunakan berupa data primer berisikan bahan hukum primer dan sekunder dengan analisis preskriptif. Hakim belum secara rinci mengkualifisir perbuatan Tergugat I (penjual) dan penyelesaian ganti rugi. Hasil penelitian menunjukkan Tergugat I (penjual) melanggar hak subjektif Penggugat (pembeli) berupa hak atas harta kekayaannya berdasarkan Pasal 570 KUHPerdata, serta melakukan hal yang bertentangan kewajiban hukum Tergugat I (penjual) berdasarkan Pasal 1360 KUHPerdata dengan tidak mengembalikan uang tersebut pada Penggugat (pembeli). Hakim tidak menjabarkan syarat ganti rugi berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, namun perbuatan Tergugat I (penjual) telah memenuhi seluruh syarat tersebut yaitu adanya perbuatan melawan hukum, adanya kesengajaan menjual tanah tanpa hak, adanya kerugian yang dialami Penggugat (pembeli) senilai Rp20.000.000,- serta penjualan tanah tanpa hak menimbulkan kerugian secara langsung. Sehingga, hakim menjatuhkan ganti kerugian senilai Rp190.000.000,- yang diakumulasikan dengan nilai emas setara sifat harga tanah yang terus meningkat.
Kata Kunci: Jual Beli Hak atas Tanah, Di Bawah Tangan, Perbuatan Melawan Hukum, Ganti Rugi.
Informal sales of land rights often lead to legal disputes. In Decision No. 27/Pdt.G/2023/PN LBH, Defendant I (the seller) sold land without legal ownership but still accepted payment. This study analyzes the judge’s legal reasoning in qualifying tortious acts and determining compensation. Using a normative juridical method with case, statutory, and conceptual approaches, the research is based on primary and secondary legal materials with prescriptive analysis. The judge did not clearly qualify Defendant I (the seller) actions or provide detailed reasoning for the compensation awarded. The findings show that Defendant I (the seller) violated the Plaintiff’s (the buyer) property rights under Article 570 of the Indonesian Civil Code and breached legal obligations under Article 1360 by failing to return the money. Although the judge did not explicitly assess the elements of Article 1365, Defendant I (the seller) actions met the requirements for tortious acts, there was an unlawful act, intent to sell land without rights, actual loss of IDR 20,000,000 suffered by the Plaintiff (the buyer), and a direct causal relationship. The judge awarded IDR 190,000,000 in compensation, considering the increasing value of land through its equivalence with gold prices.
Keywords: Sale and Purchase of Land Rights, Informal Agreements, Tortious Acts, Compensation.
4491648277E1A021097ANALISIS YURIDIS PERBUATAN MELAWAN HUKUM TERHADAP PEMBATALAN KESEPAKATAN PERDAMAIAN SECARA SEPIHAK (STUDI PUTUSAN NOMOR 118/PDT.G/2024/PN SBY)Sifat mengikatnya kesepakatan perdamaian tidak menjamin kesempurnaan dalam pelaksanaannya. Hal ini terlihat dalam Putusan Nomor 118/Pdt.G/2024/Pn Sby dimana terjadi perbuatan melawan hukum karena pembatalan sepihak oleh Tergugat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir kriteria perbuatan melawan hukum dan pertimbangan hukum hakim dalam menentukan ganti rugi atas pembatalan kesepakatan perdamaian secara sepihak. Jenis penelitian adalah yuridis normatif. Menggabungkan metode pendekatan undang-undang, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian bersifat preskriptif analitis bersumber dari data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data diolah dan disajikan dalam bentuk teks naratif dengan analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa hakim tidak mengkualifisir kriteria perbuatan melawan hukum yang dilakukan. Pembatalan sepihak oleh Tergugat memenuhi tiga kriteria perbuatan melawan hukum yaitu melanggar hak kebendaan Penggugat, melanggar Pasal 1266 ayat (2) KUHPerdata dan melanggar kepatutan karena dilandasi itikad buruk. Hakim dalam menentukan ganti rugi mengabulkan gugatan Penggugat dengan menghukum Tergugat untuk kembali melaksanakan isi kesepakatan perdamaian, meski tidak menguraikan syarat ganti rugi pada Pasal 1365 KUHPerdata. Perbuatan tergugat telah memenuhi syarat dalam pasal tersebut yaitu adanya perbuatan melawan hukum, kesengajaan Tergugat melakukan pembatalan, kerugian Penggugat berupa biaya peralihan aset dan uang, serta pembatalan sepihak oleh Tergugat secara langsung mengakibatkan kerugian Penggugat.
Kata Kunci : Perbuatan Melawan Hukum, Pembatalan Sepihak, Kesepakatan Perdamaian, Ganti Rugi
A peace agreement’s binding nature doesn’t guarantee flawless implementation, as shown by Decision Number 118/Pdt.G/2024/Pn Sby, where a Tort occurred due to the Defendant’s unilateral cancellation of the agreement. This research aims to analyze the judge’s legal reasoning in qualifying the tort criteria and the legal considerations of judges in determining compensation. Using a normative juridical method with statutory, conceptual, and case approaches, the study relies on secondary data from literature, processed and presented in narrative text form through qualitative normative analysis. The findings reveal that the judge didn’t elaborate on the tort criteria. The unilateral cancellation satisfies three criteria. Violation of Plaintiff’s property rights, breach of Article 1266(2) of the Indonesian Civil Code, and conduct contrary to propriety due to bad faith. In awarding compensation, the judge granted the Plaintiff’s claim by ordering the Defendant to resume the implementation of peace agreement, despite not explicitly elaborate the requirements under Article 1365 of the Indonesian Civil Code. The Defendant’s actions fulfilled all the requirements, the existence of tort, Intent in unilaterally canceling the agreement, the Plaintiff’s losses in transfer costs and payment made and the causal relationship in which the Defendant’s unilateral cancellation directly resulted in losses suffered by the Plaintiff.
Keywords: Tort, Unilateral Cancellation, Peace Agreement, Compensation
4491748278D1A021183EFEKTIVITAS SISTEM MIXED CROPPING RED NAPIER-GAMAL TERHADAP PRODUKSI SEGAR DAN BAHAN KERING SERTA KANDUNGAN BAHAN ORGANIK RED NAPIER PADA BERBAGAI UMUR PANEN ABSTRAK
judul. Penelitian ini berjudul “Efektivitas Sistem Mixed cropping Red napierGamal Terhadap Produksi Segar dan Bahan Kering, serta Kandungan Bahan Organik Red napier Pada Berbagai Umur Panen”. Latar Belakang. Fluktuasi produksi hijauan menjadi permasalahan utama bagi pengembangan usaha peternakan. Masalah alih fungsi lahan menyebabkan keterbatasan areal penanaman hijauan yang berdampak pada penurunan produksi rumput. Sistem tanam mixed cropping merupakan pola penanaman menggabungkan antara rumput Red napier (Pennisetum purpureum cv. Red) dan legum Gamal (Gliricidia sepium). Gamal dapat menyediakan kebutuhan nitrogen melalui proses fiksasi untuk mendukung pertumbuhan vegetatif rumput, meningkatkan kesuburan tanah, dan efisiensi penggunaan lahan dengan memproduksi lebih dari satu hasil tanam. Peningkatan produktivitas hijauan dipengaruhi pertambahan umur panen. Meningkatnya umur panen akan menghasilkan peningkatan total biomassa secara optimal. Materi dan Metode. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) berbasis Split Plot Design pola faktorial 2 x 3 dengan 4 kelompok sehingga terdapat 24 unit percobaan. Perlakuan faktor yang pertama (main plot) yaitu sistem tanam monocropping (T1) dan sistem tanam mixed cropping (T2). Perlakuan faktor kedua yaitu umur panen (U) 42 ; 56; 70 hari setelah tanam (HST). Hasil. Penerapan sistem mixed cropping berpengaruh nyata (P<0,05) menunjukan hasil yang lebih unggul sebesar 18kg/2,8m2 dibandingkan sistem monocropping sebesar 13,01 kg/2,8m2.Perlakuan umur panen berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi segar Red napier. Rata rata produksi segar tertinggi diperoleh pada umur 70 HST sebesar 63,96 ton/ha/panen. Perlakuan sistem tanam campuran berpengaruh signifikan terhadap produksi BK sebesar 9,93 ton/ha/panen . Perlakuan taraf umur panen 42,56, dan 70HST meningkatkan rata rata produksi BK sebesar 5,68 ; 9,04 ; 10,71 ton/ha/panen.Perlakuan sistem tanam tidak berpengaruh nyata terhadap presentase Bahan Organik Red napier, sedangkan taraf umur panen berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase produksi bahan organik Red napiersecara berurutan pada usia 42;56;70 HST sebesar 82,06;83,18;83,70%. Simpulan. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa sistem mixed cropping Red napier-gamal efektif meningkatkan produksi segar, kandungan bahan kering dan kandungan bahan organik rumput Red napier.
Heading. This study is titled “Effectiveness of the Red napier–Gamal Mixed cropping System on Fresh and Dry Yield, and Organic Matter Content at Different Harvest Ages.. Background. Fluctuations in forage production represent a major challenge for the development of the livestock sector. Land-use change has led to reduced areas for forage cultivation, resulting in lower grass yields. The mixed cropping system, which integrates Red napier grass (Pennisetum purpureum cv. red) with the legume Gliricidia sepium, offers a strategy to improve land-use efficiency. The legume provides nitrogen through biological nitrogen fixation, supporting the vegetative growth of grasses, enhancing soil fertility, and enabling the simultaneous production of multiple crops. Forage productivity is also influenced by the age at harvest, as increased harvest age typically leads to higher total biomass accumulation.Materials and Methods. The study employed a Randomized Block Design (RBD) with a split-plot factorial arrangement of 2 × 3 and four replications, resulting in a total of 24 experimental units. The first factor (main plot) was the cropping system: monocropping (T1) and mixed cropping (T2). The second factor was harvest age (U): 42, 56, and 70 days after planting (DAP). Result. The implementation of the mixed cropping system had a significant effect (P<0.05), producing a higher fresh yield of 18 kg per 2.8 m² compared to 13.01 kg per 2.8 m² in the monocropping system. Harvest age also had a significant effect (P<0.05) on the fresh yield of Red napier, with the highest average yield recorded at 70 DAP, reaching 63.96 tons/ha/harvest. The mixed cropping system significantly increased dry matter yield to 9.93 tons/ha/harvest. Harvest age treatments at 42, 56, and 70 DAP resulted in increasing average dry matter yields of 5.68, 9.04, and 10.71 tons/ha/harvest, respectively. The cropping system did not significantly affect the organic matter content of Red napier. However, harvest age had a highly significant effect (P<0.01), with organic matter content increasing sequentially at 42, 56, and 70 DAP to 82.06%, 83.18%, and 83.70%, respectively. Conclusion. The conclusion of this study is that the Red napier–Gliricidia mixed cropping system is effective in improving fresh yield, dry matter content, and organic matter content of Red napier grass.
Keywords: Red napier, mixed cropping, monocropping , fresh biomass, dry matter , organic matters.
4491848294I1D021061PENGARUH METODE MAKE A MATCH TERHADAP
PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM MEMBACA LABEL
INFORMASI NILAI GIZI PADA MAKANAN KEMASAN DI
SMAN 1 PURWOKERTO
Latar Belakang : Overweight dan obesitas merupakan kondisi kelebihan berat badan akibat penyimpanan lemak yang berlebih karena ketidakseimbangan jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh dari jumlah energi yang dikeluarkan. Pemberian edukasi terkait cara membaca label informasi nilai gizi merupakan salah satu tindakan preventif untuk mencegah overweight dan obesitas. Make a Match merupakan metode pembelajaran menarik dengan memasukan permainan, seperti menemukan pasangan jawaban pada kartu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Make a Match terhadap pengetahuan dan sikap dalam membaca label informasi nilai gizi pada makanan kemasan di SMAN 1 Purwokerto.
Metodologi : Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan desain penelitian quasy experiment melalui pendekatan one group pre-test and post-test design. Penelitian ini berupa edukasi gizi menggunakan metode Make a Match yang dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah purposive sampling sejumlah 36 responden di SMAN 1 Purwokerto. Analisis data pada variabel pengetahuan menggunakan uji Wilcoxon dan pada variabel sikap menggunakan uji Paired T-test.
Hasil Penelitian : Terdapat peningkatan pengetahuan membaca label informasi nilai gizi dengan skor median sebesar 1 serta terdapat peningkatan sikap membaca label informasi nilai gizi dengan selisih nilai rata-rata sebelum dan sesudah edukasi sebesar 2,45. Terdapat pengaruh metode Make a Match terhadap pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) dalam membaca label informasi nilai gizi pada makanan kemasan.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh metode Make a Match terhadap pengetahuan dan sikap dalam membaca label informasi nilai gizi pada makanan kemasan di SMAN 1 Purwokerto.
Kata Kunci : informasi nilai gizi, Make a Match, pengetahuan, sikap
Background: Overweight and obesity were conditions of excessive body weight due to excess fat storage caused by an imbalance between the amount of energy intake and the amount of energy expended. Providing education on how to read nutritional information labels is one of the preventive measures to prevent overweight and obesity. Make a Match was an engaging learning method that incorporated games, such as finding matching answers on cards. This study aimed to assess the effect of the Make a Match method on knowledge and attitudes regarding reading nutrition label information on packaged foods at SMAN 1 Purwokerto.

Methods: This type of research employs a quantitative method and utilizes a quasi-experimental design that includes a one-group pre-test and post-test approach. This research involves nutrition education using the Make a Match method conducted in two sessions. The sampling technique used was purposive sampling with a total of 36 respondents at SMAN 1 Purwokerto. Data analysis on the knowledge variable used the Wilcoxon test, and on the attitude variable, the paired t-test.


Results: There was an increase in knowledge of reading nutrition label information, with a median score of 1, and an increase in attitudes toward reading nutrition label information, with an average difference of 2.45 before and after the education. There was an effect of the Make a Match method on knowledge (p=0.000) and attitudes (p=0.000) in reading nutrition label information on packaged foods.

Conclusion: There was an effect of the Make a Match method on knowledge and attitudes regarding reading nutrition label information on packaged foods at SMAN 1 Purwokerto.

Keywords: nutrition information, make a match, knowledge, attitude.
4491948263D1A021120Respon Pemupukan Terhadap Tinggi Tanaman Jumlah Tunas Produksi Rumput Signal (Brachiaria decumbens) Defoliasi Kedua pada Lahan Reklamasi Tambang KapurJudul. Penelitian ini berjudul “Respon Pemupukan Terhadap Tinggi Tanaman, Jumlah Tunas, Dan Produksi Rumput Signal (Brachiaria decumbens) Defoliasi Kedua Pada Lahan Reklamasi Tambang Kapur”. Latar Belakang. Ketersediaan lahan hijauan yang selalu menurun setiap tahunnya akibat adanya peralihan fungsi. Lahan pascatambang kapur dapat menjadi alternatif lahan tanam hijauan dengan penyebaran lahan galian seluas 15.4 juta hektar seluruh Indonesia. Tanah pascatambang kapur memiliki karakteristik dengan kandungan unsur hara yang rendah yaitu, kandungan karbon organik yang sangat rendah yaitu sebesar 0,52%, N sebesar 0,24% (rendah), dan P 16,13 ppm (rendah). Rumput Signal (Brachiaria decumbens) merupakan jenis tanaman dari keluarga graminae yang mampu tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan 1000-3000 mm/tahun. Pengolahan tanah ditujukan untuk memperbaiki struktur tanah yang keras, dan komposisi tanah yang rendah. Pemupukan menggunakan pupuk NPK dan pupuk kandang ditujukan untuk memperbaiki kondisi mikronutrien tanah dan menstabilkan pH sehingga mampu menunjang pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksinya Materi dan Metode. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode experimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 3 kali ulangan sehingga didapatkan sebanyak 36 unit percobaan. Faktor pertama berupa pemberian pupuk kandang (K) 0;5,10 ton/ Ha. Faktor kedua yaitu berupa pemberian pupuk NPK (N) 0; 100; 200; 300 Kg/Ha. Hasil. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang dan NPK secara tunggal berpengaruh sangat nyata (P<0.01) pada tinggi tanaman, jumlah tunas/rumpun, dan produksi segar. Hasil rata-rata tertinggi pada parameter tinggi tanaman didapatkan nilai sebesar 92.14 pada perlakuan K1N3, jumlah tanaman sebanyak 67.73 tanaman pada perlakuan K2N3, serta produksi segar seberat 8.47 kg pada perlakuan K2N3. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi penggunaan pupuk kandang dengan NPK pada tinggi tanaman, jumlah tunas, dan produksi Rumput Signal (Brachiaria decumbens). Pupuk kandang dan pupuk NPK yang ditambahkan dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah tunas, dan produksi Rumput Signal (Brachiaria decumbens) secara parsial. Secara umum, perlakuan terbaik diperoleh pada pemberian pupuk kandang dengan dosis 1 kg/m2/defoliasi dan pupuk NPK pada dosis 300 gram/m2/defoliasi.
Kata kunci: Tanah kapur, rumput signal, pupuk kandang, pupuk NPK.
Heading. This study is entitled "Fertilization Response to Plant Height, Number of Shoots, and Signal Grass Production (Brachiaria decumbens) Second Defoliation on Lime Mining Reclamation Land". Background. The availability of green land that always decreases every year due to the change of function. Post-lime mining land can be an alternative for green planting land with the distribution of quarry land covering an area of 15.4 million hectares throughout Indonesia. Post-lime mining soil has characteristics with low nutrient content, namely, very low organic carbon content of 0.52%, N of 0.24% (low), and P 16.13 ppm (low). Signal Grass (Brachiaria decumbens) is a type of plant from the graminae family that can grow well in areas with rainfall of 1000-3000 mm/year. Soil processing is intended to improve hard soil structure and low soil composition. Fertilization using NPK fertilizer and manure is intended to improve soil micronutrient conditions and stabilize pH so that it can support plant growth and increase production. Materials and Methods. The method used in the study was the experimental method of Randomized Block Design (RAK) factorial pattern 3 x 4 with 3 replications so that 36 experimental units were obtained. The first factor was the provision of manure (K) 0; 5.10 tons / Ha. The second factor was the provision of NPK fertilizer (N) 0; 100; 200; 300 Kg / Ha. Results. The results of the analysis of variance showed that the treatment of manure and NPK alone had a very significant effect (P <0.01) on plant height, number of shoots / clump, and fresh production. The highest average results in plant height parameters were obtained with a value of 92.14 in the K1N3 treatment, the number of plants was 67.73 plants in the K2N3 treatment, and fresh production weighing 8.47 kg in the K2N3 treatment. Conclusion. Based on the research, it can be concluded that the provision of manure and NPK can increase the growth of Signal Grass (Brachiaria decumbens) which is indicated by very significant growth results and fresh production.
Keywords: Post-lime mining, signal grass, manure, NPK fertilizer.
4492048279F1A021034Pengalaman Sosial Pengguna Aplikasi Line Pada Fitur "People Nearby" di Kalangan Mahasiswa FISIP UNSOEDPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pengalaman yang diperoleh dari mahasiswa yang menggunakan aplikasi terutama pada fitur people nearby. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana mahasiswa menggunakan fitur people nearby dalam aplikasi Line untuk meningkatkan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis domain atau analisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur ini memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk menemukan dan berinteraksi dengan teman baru untuk mengatasi rasa kesepian. Ada beberapa pengalaman sosial yang mereka alami selama menggunakan fitur people nearby. Terdapat beberapa pengalaman menyenangkan maupun tidak menyenangkan yang dialami mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga merasakan manfaat dalam membangun jaringan sosial baru dan memperluas relasi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika sosial yang terbentuk melalui pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. This study aims to describe the form of experience obtained from students who use this application, especially the people nearby feature. In addition, this study aims to explore how students use the people nearby feature in the line application to improve social interaction. This research uses a phenomenological approach. The data collection technique used purposive sampling technique. Data collection methods are interviews and documentation. The data analysis technique uses domain analysis or interactive analysis. The results showed that this feature made it easy for students to find and interact with new friends to overcome loneliness. The are several social experiences they have while using the people nearby feature. There are some pleasant and unpleasant experiences experienced by students. In addition, students also feel the benefits in building new social networks and expanding relationships. This research provides insight into the social dynamics formed through the use of technology in students daily lives.