Artikelilmiahs
Menampilkan 44.841-44.860 dari 48.759 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44841 | 48204 | D1A020012 | PENGARUH SUPLEMENTASI SUMBER FITOGENIK TERHADAP KONSUMSI DAN KONVERSI PAKAN AYAM NIAGA PETELUR | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi sumber fitogenik berupa tepung bawang putih, sambiloto, jahe dan campuran ketiganya terhadap konsumsi dan konversi pakan ayam niaga petelur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 ekor ayam niaga petelur. Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam niaga petelur strain Hyline Brown sebanyak 100 ekor berumur 50 minggu. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan sumber fitogenik yang terdiri atas P0 : Pakan basal (kontrol), P1 : Pakan basal + 2% tepung bawang putih, P2 : Pakan basal + 2% tepung sambilto, P3 : Pakan basal + 2% tepung jahe dan P4 : Pakan basal + 2% campuran tepung bawang putih, sambiloto dan jahe. Peubah yang diukur meliputi konsumsi pakan dan konversi pakan. Analisis data menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil rataan konsumsi pakan yaitu 118,91 ± 0,67 gram/ekor/hari. Hasil rataan konversi pakan yaitu 2,05 ± 0,74. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi sumber fitogenik berupa tepung bawang putih, sambiloto, dan jahe berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap konsumsi dan konversi pakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi sumber fitogenik belum mampu menurunkan konsumsi dan konversi pakan ayam niaga petelur. | The purpose of the research was to exmine the effects of phytogenic source supplementation, including garlic powder, andrographis powder, ginger powder, and a mixture of all three, on feed consumption and feed conversion in commercial laying hens. The research used a completely randomized design consisting of five treatments and five replications, resulting in 25 experimental units. Each experimental unit contained 4 commercial laying hens. The research material used was 100 Hyline Brown laying hens, aged 50 weeks. The treatments applied were: P0: Basal feed (control), P1: Basal feed + 2% garlic powder, P2: Basal feed + 2% andrographis powder, P3: Basal feed + 2% ginger powder, and P4: Basal feed + 2% mixture of garlic, andrographis, and ginger powders. The measured variables included feed consumption and feed convertion. Data analysis was performed using analysis of variance (ANOVA). The average feed consumption was 118,91 ± 0,67 gram/bird/day, and the average feed convertion ratio was 2,05 ± 0,74. The ANAVA results indicated that the supplementation of phytogenic sources, including garlic, andrographis, and ginger powders, did not significantly affect (P > 0,05) feed consumption or feed conversion. Based on the findings, it can be concluded that phytogenic source supplementation has not been able to reduces feed consumption and convertion commercial laying hens. | |
| 44842 | 48205 | C1L021038 | PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN, NORMA SUBJEKTIF, DAN EFIKASI DIRI TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA MAHASISWA FEB ANGKATAN 2021 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey yang dilakukan pada mahasiswa program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2021 Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan, norma subjektif, dan efikasi diri terhadap intensi berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2021 Universitas Jenderal Soedirman. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2021 Universitas Jenderal Soedirman yang telah mengambil mata kuliah kewirausahaan yang berjumlah 185 mahasiswa dengan jumlah sampel yaitu 126 mahasiswa. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan proportional stratified random sampling dan analisis data berupa uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan SPSS. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa 1) Pendidikan Kewirausahaan berpengaruh positif terhadap intensi berwirausaha, 2) Norma Subjektif tidak berpengaruh terhadap intensi berwirausaha, 3) Efikasi diri berpengaruh positif terhadap intensi berwirausaha. | This research is aquantitative research with a survey method conducted on undergraduate students of the Faculty of Economics and Business, batch 2021, Jenderal Soedirman University. The purpose of this study was to analyze the effect of entrepreneurship education, subjective norms, and self-efficacy on the entrepreneurial intention of students of the Faculty of Economics and Business, batch 2021, Jenderal Soedirman University. The population in this study were undergraduate students of the Faculty of Economics and Business, batch 2021, Jenderal Soedirman University who had taken entrepreneurship courses totaling 185 students with a sample size of 126 students. The sampling technique used purposive sampling and proportional stratified random sampling techniques and data analysis in the form of instrument tests, classical assumption tests, and hypothesis tests using SPSS. In this study, the results obtained were that 1) Entrepreneurship Education has a positive effect on entrepreneurial intention, 2) Subjective Norms have a positive effect on entrepreneurial intention, 3) Self-efficacy has a positive effect on entrepreneurial intention. | |
| 44843 | 48206 | I1A021046 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA GURU WALI KELAS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN TAHUN 2024 | ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA GURU WALI KELAS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN TAHUN 2024 Zahra Aminy Tanjung1, Nur Ulfah2, Suryanto2 Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Hipertensi dapat dialami siapa saja, termasuk guru wali kelas yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada guru wali kelas. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru wali kelas Sekolah Menengah Pertama yang berjumlah 132 guru. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 110 orang. Analisis yang digunakan adalah uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pada variabel beban kerja mental (p-value = 0,004), riwayat keluarga (p-value = 0,006), dan Indeks Massa Tubuh (p-value = 0,012). Sedangkan, variabel yang tidak berpengaruh yaitu usia (p-value = 0,199), jenis kelamin (p-value = 0,111), stres kerja (p-value = 0,901), durasi kerja (p-value = 0,884), aktivitas fisik (p-value = 0,247), asupan natrium (p-value = 1,000) dan kebiasaan merokok (p-value = 0,091). Kesimpulan: Beban kerja mental merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan nilai OR = 4,278, artinya guru wali kelas dengan beban kerja mental berlebih memiliki peluang 4,278 kali lebih besar berisiko mengalami kejadian hipertensi dibandingkan dengan guru wali kelas dengan beban kerja mental normal. | ABSTRACT ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE INCIDENCE OF HYPERTENSION AMONG HOMEROOM TEACHERS IN JUNIOR HIGH SCHOOLS IN SOUTH PURWOKERTO DISTRICT 2024 Zahra Aminy Tanjung1, Nur Ulfah2, Suryanto2 Background: Hypertension is one of the non-communicable diseases that remains a global public health issue. Hypertension can affect anyone, including homeroom teachers who have significant responsibilities in educating students. This study aims to identify the factors that influence the incidence of hypertension among homeroom teachers. Methods: This research used a quantitative approach with a cross-sectional study design. The population consisted of all junior high school homeroom teachers in South Purwokerto District, totaling 132 teachers. Sampling was conducted using a total sampling technique, resulting in 110 respondents. Data analysis included chi-square tests and multiple logistic regression tests. Results: The study found significant associations between hypertension and the variables mental workload (p-value = 0.004), family history (p-value = 0.006), and Body Mass Index (BMI) (p-value = 0.012). Meanwhile, variables such as age (p-value = 0.199), gender (p-value = 0.111), work stress (p-value = 0.901), working hours (p-value = 0.884), physical activity (p-value = 0.247), sodium intake (p-value = 1.000), and smoking habits (p-value = 0.091) did not show significant associations. Conclusion: Mental Workload is the most influential factor, with an odds ratio (OR) of 4.278, meaning that homeroom teachers with excessive workloads are 4.278 times more likely to develop hypertension compared to those with normal workloads. | |
| 44844 | 48238 | J1D021041 | Tindak Tutur Direktif pada Ekstrakurikuler Pramuka di SMP Negeri 4 Purwokerto | Penelitian ini mengkaji bentuk dan fungsi tindak tutur direktif pada ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 4 Purwokerto menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan pembina pramuka, Dewan Penggalang (DP), dan Calon Dewan Penggalang (CDP). Teknik pengumpulan data menggunakan metode sadap dengan teknik lanjutan SBLC, teknik catat, dan teknik rekam. Analisis data menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik PUP dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok. Penelitian menemukan 76 bentuk dan fungsi tindak tutur direktif yang meliputi bentuk perintah, permintaan, ajakan, nasihat, kritikan, dan larangan. Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan mencakup memerintah, menyuruh, menginstruksikan, menyilakan, meminta, menawarkan, mengajak, menasihati, menyarankan, mengarahkan, mengimbau, mengingatkan, menegur, marah, dan mencegah. Bentuk tindak tutur direktif terbanyak adalah bentuk perintah langsung, didominasi oleh tuturan DP kepada CDP. Sedangkan fungsi tindak tutur direktif terbanyak adalah fungsi menegur, yang umumnya disampaikan oleh DP kepada CDP untuk mengoreksi atau mencegah kesalahan dalam kegiatan ekstrakurikuler. | This study investigates directive speech acts in scouting extracurricular activities at SMP Negeri 4 Purwokerto using qualitative descriptive methods. Data collection involved observing communications between scout leaders, Scout Council members, and Scout Council Candidates through listening, note-taking, and recording techniques.The research identified 76 instances of directive speech acts categorized into six forms: commands, requests, invitations, advice, criticism, and prohibitions. These acts fulfilled fifteen distinct functions, including ordering, instructing, requesting, advising, suggesting, reminding, and reprimanding.Command forms dominated the findings, primarily issued by Scout Council members to Scout Council Candidates, expecting immediate compliance with direct instructions. The reprimand function appeared most frequently, with Scout Council 2 members correcting mistakes or preventing their recurrence among candidates.The pragmatic analysis reveals how authority structures operate within scouting activities, where directive speech acts serve as essential communication tools that reinforce hierarchical relationships while facilitating skill development and discipline among younger scouts. | |
| 44845 | 49404 | K1B018048 | APLIKASI PENGOLAHAN DATA METODE REGRESI LINIER SEDERHANA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN JAVASCRIPT DAN MYSQL | Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pengolahan data regresi linier sederhana berbasis web menggunakan JavaScript dan MySQL. Aplikasi ini dirancang untuk mengatasi masalah regresi linier sederhana yang seringkali memakan waktu dalam perhitungannya, terutama dengan data bervolume besar. Aplikasi yang dihasilkan dibangun dengan pendekatan modular yang memisahkan front end dan back end untuk mempermudah pengembangan dan debugging. Aplikasi ini mampu melakukan perhitungan regresi linier sederhana secara otomatis serta menampilkan persamaan regresi, nilai koefisien determinasi, serta visualisasi Scatter plot. Selain itu, aplikasi ini juga mengimplementasikan empat jenis uji asumsi klasik, yang meliputi uji normalitas (metode Jarque-Bera), uji heteroskedastisitas (metode Breusch-Pagan), uji autokorelasi (metode Durbin-Watson), dan uji linieritas (Scatter plot). Hasil dari setiap uji ditampilkan secara real-time dalam bentuk angka statistik, p-value, dan interpretasi warna untuk kemudahan pemahaman pengguna. Penggunaan flowchart berbasis kode dengan Mermaid.js turut membantu dalam penggambaran alur sistem yang kompleks secara efisien dan terstruktur dalam dokumentasi. Pengujian dengan data dummy menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu menangani berbagai kondisi data dengan baik dan memberikan hasil perhitungan yang konsisten dengan perhitungan manual maupun perangkat lunak statistik pembanding. | This research aims to develop a web-based simple linear regression data processing application using JavaScript and MySQL. This application is designed to overcome simple linear regression problems that are often time-consuming in calculating large volumes data. The application was successfully built with a modular approach that separates the front end and back end to facilitate development and debugging. The aplication is capable of performing simple linear regression calculations automatically as well as displaying regression equations, coefficient of determination values, and Scatter plot visualisation. In addition, the application also implements four types of classical assumption tests, including normality test (Jarque-Bera method), heteroscedasticity test (Breusch-Pagan method), autocorrelation test (Durbin-Watson method), and linearity test (Scatter plot). The results of each test are displayed in real-time in the form of statistical figures, p-value, and colour interpretation for ease of user understanding. The use of code-based flowcharts with Mermaid.js also contributes to the ease of user understanding. | |
| 44846 | 48000 | E1A021209 | TINJAUAN YURIDIS PENJATUHAN SANKSI PIDANA PADA TINDAK PIDANA PEMUFAKATAN JAHAT TRANSAKSI NARKOTIKA OLEH ANAK SEBAGAI PERANTARA (Studi Putusan Nomor 17/Pid.Sus.Anak/2021/Pn. Sak) | Tindak pidana narkotika merupakan kejahatan transnasional dan dilakukan secara terorganisasi. Permasalahan peredaran narkotika tidak hanya meibatkan orang dewasa saja melainkan anak yang berusia remaja ikut terlibat dalam jaringan peredaran narkotika. Salah satu kasus anak yang terlibat dalam tindak pidana narkotika pada Putusan Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura nomor 17/Pid.Sus.Anak/2021/Pn.Sak. Seorang terdakwa Anak telah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat narkotika yang dijatuhi dengan putusan pidana penjara da sanksi tindakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana penerapan Pasal 114 jo Pasal 132 UU Narkotika serta menjelaskan pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana. Jenis penelitian ini adalah Yuridis Normatif dengan pendekatan kasus dan undang- undang dengan spesifikasi penelitian preskripitif, menggunakan data sekunder dengan pengumpulan data studi kepustakaan dan menggunakan analisis kualitatif yang disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian ini bahwa menyatakan anak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat menjadi perantara dalam jual beli narkotika jenis shabu yang telah memenuhi rumusan Pasal 114 jo Pasal 132 Undang-Undang Narkotika. Oleh karena perbuatanya terdakwa dijatuhi sanksi pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan sanksi tindakan 2 (dua) bulan. Berdasarkan fakta persidangan bahwa perbuatan anak selain melakukan pemufakatan jahat terdakwa juga pernah mengkonsumsi narkotika. Terhadap sanksi tindakan yang dijatuhkan hakim terlalu singkat karena tidak mempertimbangkan ketentuan rehabilitasi penyalahguna narkotika pada anak. | Drug crimes are transnational crimes and are carried out in an organized manner. The problem of drug trafficking does not only involve adults but also teenagers who are involved in the drug trafficking network. One of the cases of children involved in drug crimes in the Siak Sri Indrapura District Court Decision number 17/Pid.Sus.Anak/2021/Pn.Sak. A child criminal has committed a crime of conspiracy to commit narcotics which was sentenced to imprisonment and sanctions. The purpose of this study is to determine and explain how Article 114 in conjunction with Article 132 of the Narcotics Law is applied and to explain the judge's legal considerations in imposing criminal sanctions. This type of research is Normative Juridical with a case and statutory approach with prescriptive research specifications, using secondary data with literature study data collection and using qualitative analysis presented in the form of narrative text. The results of this study state that the child was legally proven and promised to commit a criminal act of conspiracy to become an intermediary in the sale and purchase of narcotics of the type of crystal methamphetamine which has fulfilled the formulation of Article 114 in conjunction with Article 132 of the Narcotics Law. Because of his actions, the perpetrator was subject to a criminal penalty of 3 (three) years in prison and a 2 (two) month action sanction. Based on the conference facts, the child's actions in addition to committing a conspiracy to deceive also used narcotics. The effect of the action sanction imposed by the judge was too short because it did not consider the provisions for the rehabilitation of drug abusers in children. | |
| 44847 | 48207 | E1A021102 | MODUS OPERANDI PRAKTIK MAFIA PERADILAN KASUS SUAP DAN GRATIFIKASI HAKIM (Studi Kasus Putusan Bebas Ronald Tannur) | Korupsi di lingkungan peradilan, khususnya yang melibatkan praktik suap dan gratifikasi terhadap hakim, merupakan salah satu bentuk penyimpangan hukum yang mengancam prinsip keadilan dan integritas lembaga peradilan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modus operandi praktik mafia hukum yang terjadi dalam proses peradilan, dengan fokus pada studi kasus putusan bebas terdakwa Ronald Tannur di Pengadilan Negeri Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan metode studi kepustakaan, yang mengkaji bahan hukum primer dan sekunder guna memperoleh gambaran sistematis mengenai pola-pola praktik mafia hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah pola yang mengindikasikan adanya praktik mafia hukum dalam proses peradilan, antara lain manipulasi komposisi majelis hakim, keterlibatan pihak ketiga atau makelar perkara, penggunaan mata uang asing dalam transaksi tidak sah, intervensi dalam proses hukum di tingkat banding maupun kasasi, serta rekayasa putusan. Temuan ini mencerminkan adanya sistem yang memungkinkan praktik-praktik tersebut berlangsung secara terstruktur. Untuk mencegah terulangnya praktik serupa di masa mendatang, diperlukan langkah-langkah strategis, antara lain melalui penguatan integritas hakim, penerapan sistem pengawasan independen, optimalisasi transparansi sistem peradilan guna meminimalkan celah intervensi, serta penerapan sanksi yang bersifat tegas dan transparan. Pencegahan praktik mafia hukum harus menjadi prioritas dalam pembaruan sistem peradilan pidana agar tercipta keadilan yang substansial dan akuntabel bagi seluruh warga negara. | Corruption within the judiciary, particularly in the form of bribery and gratuities involving judges, represents a serious deviation from the principles of justice and undermines the integrity of the judicial system in Indonesia. This study aims to analyze the modus operandi of judicial mafia practices, focusing on the case of the acquittal of defendant Ronald Tannur at the Surabaya District Court. The research employs a normative juridical approach through a literature study method, examining primary and secondary legal materials to obtain a systematic understanding of the patterns of judicial mafia practices. The findings reveal several patterns indicative of systemic malpractice within the judicial process, including manipulation of the composition of the panel of judges, involvement of third parties or case brokers, the use of foreign currency in illicit transactions, interference in appellate and cassation proceedings, and engineered verdicts. These findings suggest that such practices are enabled by structural vulnerabilities within the judicial system. To prevent the recurrence of similar incidents in the future, strategic measures are required, including strengthening judicial integrity, implementing independent oversight mechanisms, optimizing transparency within the judicial system to reduce opportunities for interference, and enforcing firm and transparent sanctions. The prevention of judicial mafia practices must be prioritized as part of broader judicial reform efforts to ensure substantive and accountable justice for all citizens. | |
| 44848 | 48208 | E1A021095 | IMPLEMENTASI HUKUM DALAM PROGRAM ANAK CERIA JIPAT SEBAGAI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (Studi di Pusat Kesehatan Masyarakat Kutasari, Purbalingga) | Setiap kelahiran wajib dilaporkan oleh penduduk kepada instansi pelaksana setempat paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak kelahiran. Fakta empiris menunjukan adanya kelalaian dan kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya mencatatkan kelahiran anak, yang menyebabkan anak tersebut tidak memiliki dokumen kependudukan. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melakukan inovasi dengan menghadirkan program Anak Ceria Jipat yang bertujuan untuk memudahkan para orang tua dalam mengurus dokumenkependudukan bagi anak baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penyelenggaraan Program Anak Ceria Jipat sebagai pelayanan administrasi kependudukan di Puskesmas Kutasari. Penelitian hukum ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengolahan data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan klasifikasi data. Data disajikan dalam bentuk teks naratif dan matriks kualitatif, yang dianalisis dengan metode analisi isi dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi hukum dalam program Anak Ceria Jipat di Puskesmas Kutasari sudah terlaksana dengan baik, dibuktikan dengan terlaksananya pendataan peserta, terlaksananya Program Anak Ceria Jipat serta terlaksananya monitoring secara berkala. Faktor pendorong implementasi Program Anak Ceria Jipat yaitu adanya partisipasi masyarakat, manfaat program Anak Ceria Jipat, sarana dan prasarana yang baik, persyaratan yang mudah, penyerahan dokumen kependudukan baru yang lebih hemat biaya tenaga dan waktu, adanya sosialisasi dan kemudahan akses. Sementara itu, faktor penghambatnya yaitu belum ada regulasi khusus yang mengatur program Anak Ceria Jipat, kurangnya pemahaman masyarakat, belum maksimalnya pelaporan dan pemantauan secara langsung, lamanya proses pengumpulan persyaratan dari masyarakat akibat dari budaya ketergantungan.Kata Kunci: Implementasi Hukum, Administrasi Kependudukan, Program Anak Ceria Jipat | Every birth must be reported by the resident to the local implementing agency no later than 60 (sixty) days after the birth. Empirical facts show the negligence and lack of awareness of parents about the importance of registering the birth of a child, which causes the child to not have legal identity documents. In response to this, the Purbalingga Regency Government made an innovation by presenting the Anak Ceria Jipat program which aims to facilitate parents in taking care of population documents for newborn children. This study aims to determine the legal implementation and influencing factors in the implementation of the Anak Ceria Jipat Program as a population administration service at the Kutasari Health Center. This legal research uses qualitative research methods with an empirical juridical approach and descriptive research specifications. The data sources in this research are primary data and secondary data. Data processing techniques use data reduction techniques, data presentation and data classification. The data is presented in the form of narrative text and qualitative matrices, which are analyzed by content analysis and comparative analysis methods. The results showed that the implementation of the law in the Anak Ceria Jipat program at the Kutasari Health Center was well implemented, as evidenced by the implementation of participant data collection, the implementation of the Anak Ceria Jipat Program and the implementation of regular monitoring. The driving factors for the implementation of the Anak Ceria Jipat Program are community participation, the benefits of the Anak Ceria Jipat program, good facilities and infrastructure, easy requirements, submission of new population documents that are more cost-effective in energy and time, socialization and ease of access. Meanwhile, the inhibiting factors are that there is no specific regulation governing the Anak Ceria Jipat program, lack of community understanding, not maximizing direct reporting and monitoring, the lengthy process of collecting requirements from the community due to a culture of dependence.Keywords: Legal Implementation, Population Administration, Anak Ceria Jipat Program | |
| 44849 | 48209 | C1L020041 | PENGARUH PROGRAM KAMPUS MENGAJAR, MOTIVASI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP MINAT MENJADI GURU PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN EKONOMI FEB UNSOED | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Kampus Mengajar, motivasi, dan efikasi diri terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman (1). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2020-2022 yang berjumlah 142 orang. Sampel penelitian berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup dengan skala likert 1 sampai 5 dan data dianalisis menggunakan regresi linear berganda (2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kampus Mengajar berpengaruh positif terhadap minat menjadi guru. Selain itu, motivasi dan efikasi diri juga berpengaruh positif dan signifikan, dengan motivasi menunjukkan kontribusi paling dominan dalam mempengaruhi minat mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan minat mahasiswa untuk menjadi guru dapat dicapai melalui pengalaman lapangan seperti Program Kampus Mengajar, serta dengan membangun motivasi dan keyakinan terhadap kemampuan diri (3). Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan minat menjadi guru dapat dilakukan dengan memaksimalkan pelaksanaan Program Kampus Mengajar. Selain itu, penting bagi institusi pendidikan untuk menumbuhkan motivasi dan efikasi diri mahasiswa, agar mereka semakin yakin terhadap kemampuan diri dan terdorong untuk menekuni profesi guru secara sungguh-sungguh sebagai bagian dari upaya memajukan kualitas pendidikan nasional (4). | This research is a quantitative study aimed at analyzing the influence of the Teaching Campus Program, motivation, and self-efficacy on the interest in becoming a teacher among students of the Economics Education Study Program, Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University (1). The population in this study consists of all students from the 2020-2022 cohort, totaling 142 individuals. The research sample consisted of 47 respondents selected using purposive sampling technique. Data collection was conducted through closed questionnaires with a Likert scale of 1 to 5, and the data were analyzed using multiple linear regression (2). The research results show that the Campus Teaching Program has a positive influence on the interest in becoming a teacher. Additionally, motivation and self-efficacy also have a positive and significant impact, with motivation showing the most dominant contribution in influencing students' interest. These findings indicate that increasing students' interest in becoming teachers can be achieved through field experiences such as the Campus Teaching Program, as well as by building motivation and self-efficacy (3). The implications of this research indicate that efforts to increase interest in becoming teachers can be achieved by maximizing the implementation of the Campus Teaching Program. Moreover, it is important for educational institutions to foster motivation and self-efficacy among students, so they become more confident in their abilities and are encouraged to pursue the teaching profession earnestly as part of efforts to advance the quality of national education (4). | |
| 44850 | 48210 | E1A021217 | ASAS ULTRA PETITA DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN PUTUSAN NOMOR 108/Pid.B/2023/PN. PWT | Ultra petita merupakan penjatuhan putusan atas perkara yang tidak dituntut atau mengabulkan lebih daripada yang diminta. Putusan Nomor: 108/Pid.B/2023/PN.Pwt bahwa Penuntut Umum mengajukan tuntutan pidana penjara selama 15 (lima belas) tahun, sedangkan Hakim memutus dengan menjatuhkan pidana penjara selama 20 (dua puluh) tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis asas ultra petita dalam tindak pidana pembunuhan putusan nomor 108/Pid.B/2023/PN.Pwt serta untuk mengetahui dan menganalisis akibat hukum asas ultra petita dalam Putusan Nomor: 108/Pid.B/2023/PN.Pwt. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan pendekatan kasus, konseptual dan Undang-Undang, kemudian spesifikasi preskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan asas ultra petita dalam tindak pidana pembunuhan putusan nomor 108/Pid.B/2023/PN.Pwt, yaitu hakim dalam memutus ultra petita putusan in casu mencerminkan nilai keadilan bagi korban dan aturan mengenai ultra petita belum diatur secara eksplisit di KUHAP, sehingga hakim memutus ultra petita berpedoman Pasal 487 KUHP dengan status terdakwa yang residivis, lalu akibat hukum diterapkannya asas ultra petita dalam putusan in casu, yaitu tetap sah selama memenuhi ketentuan yang diatur KUHAP. | Ultra-petita is the imposition of a verdict on a case that is not prosecuted or grants more than what is requested. Decision Number: 108/Pid. B/2023/PN.Pwt that the Public Prosecutor filed a charge of imprisonment for 15 (15) years, while the judge decided to impose imprisonment for 20 (20) years. The purpose of this study is to determine and analyze the ultra-petita principle in the crime of murder in Decision Number 108/Pid. B/2023/PN.Pwt, and to determine and analyze the legal consequences of the ultra-petita principle in Decision Number 108/Pid. B/2023/PN.Pwt. This study uses a normative juridical approach, with case, conceptual, and legal approaches, and prescriptive specifications. The results of the study show that the principle of ultra-petita in the crime of murder is verdict number 108/Pid. B/2023/PN.Pwt, namely the judge in deciding the ultra petita verdict in casu, reflects the value of justice for the victim, and the rules regarding ultra petita have not been explicitly regulated in the Criminal Procedure Code, so the judge decided ultra petita based on Article 487 of the Criminal Code with the status of the recidivist defendant; then, the legal consequences of applying the principle of ultra petita in the verdict in casu, which is still valid as long as it fulfills the provisions stipulated in the Criminal Procedure Code. | |
| 44851 | 48211 | I1D021048 | Kadar Vitamin C, Nilai pH, dan Total Padatan Yo-canserah: Minuman Fungsional Penderita DMT-2 | Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT-2) merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan oleh stress oksidatif. Pemanfaatan pangan fungsional yang mengandung antioksidan dipercaya dapat mengatasi stress oksidatif bagi penderita DMT-2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh proporsi susu kecambah kacang tanah (Sucamkata) dan susu skim, ekstrak serai, ekstrak jahe, dan interaksinya terhadap kadar vitamin C, nilai pH, dan total padatan Yocanserah. Metodologi: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan proporsi Sucamkata:susu skim (90:10; 80:20; 70:30), ekstrak serai (1,5%, 2%), dan ekstrak jahe (1%, 1,5%). Kadar vitamin C diuji menggunakan metode titrasi iodimetri; nilai pH menggunakan pH meter Eutech Thermo Scientific; total padatan menggunakan metode gravimetri. Data dianalisis menggunakan uji Anova dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5% apabila terdapat pengaruh yang signifikan (p<0,05). Formula terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil Penelitian:Proporsi Sucamkata:susu skim menurunkan nilai pH (p=0,000) dan meningkatkan total padatan (p=0,026), tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar vitamin C (p=0,955). Ekstrak serai dan jahe meningkatkan kadar vitamin C (p=0,020 dan p=0,000) dan total padatan (p=0,026), tetapi tidak berpengaruh terhadap pH (p=0,933 dan p=0,795). Interaksi ketiganya dapat meningkatkan kadar vitamin C (p=0,025), total padatan (p=0,000), dan menurunkan pH (p=0,001). Formula terbaik Yo-canserah terbuat dari 70:30 Sucamkata:susu skim, 2% ekstrak serai, dan 1,5% ekstrak jahe, dengan kandungan vitamin C 88,54 mg/100g, nilai pH 4,63, total padatan 13,91%, dan probiotik 3,6x109 CFU/mL. Kesimpulan: Yo-canserah bermanfaat sebagai minuman fungsional bagi penderita DMT-2 dengan takaran saji 140 mL/hari. | Background: Type-2 Diabetes Mellitus (T2DM) is Noncommunicable diseases (NCDs) caused by oxidative stress. The use of functional foods containing antioxidants is believed to be able to overcome oxidative stress for T2DM patients. This research aimed to determine the effect of peanut sprout milk (Sucamkata) and skim milk proportion, lemongrass extract, ginger extract, and their interactions on vitamin C, pH, and total solids of Yo-canserah. Methods: This research used factorial randomized block design with treatment proportion of Sucamkata:skim milk (90:10, 80:20, 70:30), lemongrass extract (1,5%, 2%), and ginger extract (1%, 1,5%). Vitamin C levels was analyzed using the iodimetric titration method; pH values using the Eutech Thermo Scientific pH meter; total solids using the gravimetric method. Data analyzed using Anova and continued with 5% DMRT if significance (p<0,05). The best formula was determined using the effectiveness index method. Result: Proportion of Sucamkata:skim milk decreased pH (p=0,000) values and increased total solids (p=0,026), but had no effect on vitamin C levels (p=0,955). Lemongrass and ginger extract increased vitamin C levels (p=0,020 dan p=0,000), and total solids (p=0,026), but had no effect on pH values (p=0,933 dan p=0,795). Interaction of three significantly increased vitamin C levels (p=0,025), total solid (p=0,000), and decrease pH values (p=0,001). The best Yo-canserah formula made from 70:30 Sucamkata:skim milk, 2% lemongrass extract, and 1,5% ginger extract which contains vitamin C 88,54 mg/100g, pH 4,63, total solids 13,91%, and probiotics 3,6x109 CFU/mL. Conclution: Yo-canserah is useful as functional drink for T2DM patients with a serving size of 140 mL/day. | |
| 44852 | 48212 | C1L021031 | Pengaruh Teaching Factory, Internal Locus of Control, dan Informasi Dunia Kerja terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Purbalingga | Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja profesional yang siap memasuki dunia kerja, namun kenyataannya banyak lulusan yang belum terserap secara optimal oleh DUDI, tercermin dari tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berdasarkan jenjang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teaching factory, internal locus of control, dan informasi dunia kerja terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK Negeri 1 Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Sampel penelitian adalah siswa kelas XII SMK Negeri 1 Purbalingga dengan jumlah 147 siswa dari jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga dan Pemasaran yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) teaching factory berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa dengan nilai thitung 3,680 > ttabel 1,656, (2) internal locus of control berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai thitung 3,559 > ttabel 1,656, dan (3) informasi dunia kerja berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai thitung 2,888 > ttabel 1,656. . Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kerja sama antara sekolah dan industri, penguatan karakter internal siswa, serta optimalisasi pemanfaatan informasi dunia kerja untuk meningkatkan kesiapan lulusan SMK dalam menghadapi dunia kerja. | Vocational High Schools (SMK) are designed to produce professional workers who are ready to enter the workforce. However, in reality, many graduates are not optimally absorbed by the business and industrial sectors (DUDI), as reflected in the high Open Unemployment Rate (TPT) based on education level. This study aims to analyze the influence of teaching factory, internal locus of control, and labor market information on the work readiness of 12th-grade students at SMK Negeri 1 Purbalingga. The study employs a quantitative approach using a survey method, and the data were analyzed using multiple linear regression. The research sample consisted of 147 12th-grade students majoring in Accounting and Financial Institutions and Marketing, selected through purposive sampling. The results show that: (1) the teaching factory has a positive and significant effect on students' work readiness with a t-value of 3.680 > t-table 1.656, (2) internal locus of control has a positive and significant effect with a t-value of 3.559 > t-table 1.656, and (3) labor market information has a positive and significant effect with a t-value of 2.888 > t-table 1.656. The implication of this study is the need to strengthen collaboration between schools and industry, enhance students' internal character, and optimize the use of labor market information to improve SMK graduates’ readiness to enter the workforce. | |
| 44853 | 48213 | H1D018029 | SISTEM INFORMASI SEKOLAH BERBASIS WEB DILENGKAPI DENGAN FITUR BOT TELEGRAM STUDI KASUS SD NEGERI 1 KUTASARI | SD Negeri Kutasari merupakan salah satu sekolah yang masih belum menerapkan komputerisasi. Pada sekolah tersebut dalam mengolah nilai masih menggunakan excel. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan komputerisasi pada sekolah tersebut dengan membangun sistem informasi akademik dan menerapkan fitur bot telegram dalam sistem informasi akademik. Pada sistem ini terdapat fitur pengelolaan data sekolah, mengolah nilai rapor, dan menampilkan data rapot pada bot telegram. Sistem ini dirancang menggunakan metode waterfall. Bahasa pemprograman yang digunakan pada sistem ini yaitu PHP dengan menggunakan framework codeigniter | SD Negeri 1 Kutasari is one of the schools that still has not implemented computerisation. In this school, the assessment process still uses excel. The objective of this research is to implement computerisation at the school by constructing an academic information system and integrating Telegram bot functionalities into the academic information system. In this system contains features for the management of school data, the processing of report cards, and displaying report card data on telegram bots. This system is designed using the waterfall method. The programming language used in this system is PHP combination with the CodeIgniter framework. | |
| 44854 | 48214 | E1A021071 | Implementasi Hukum Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Banyumas. | Pasal 28 H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin hak-hak warga negara yang salah satunya adalah mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Fakta empiris menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan primer belum cukup kuat dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat. Untuk merespon kondisi tersebut, Menteri Kesehatan menetapkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum ILP dan faktor-faktor yang memengaruhi implementasi ILP sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data yang digunakan berupa data sekunder dan data primer dengan metode analisis data berbentuk analisis kualitatif. Lokasi penelitian dalam penelitian ini meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Puskesmas Purwokerto Barat, dan Puskesmas Cilongok I. Hasil penelitian menunjukkan implementasi hukum ILP sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Banyumas telah terlaksana dengan baik dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta pertanggungjawaban dan pelaporan. Faktor pendukung implementasi ILP meliputi komitmen pimpinan Puskesmas, manajemen yang baik, tim Puskesmas yang solid, adanya regulasi Kepmenkes, sarana memadai, Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, dan dukungan anggaran. Sedangkan faktor penghambat mencakup ketiadaan peraturan lokal yang bersifat teknis, keterbatasan anggaran dan SDM, fokus desa pada pembangunan fisik, kurangnya sarana luar gedung, dan sistem informasi yang belum selaras dengan ILP. Kata Kunci: Implementasi Hukum; Pelayanan Kesehatan; Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. | Article 28 H paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia guarantees citizens' rights, one of which is to receive quality healthcare services. Empirical evidence shows that primary healthcare services have not been sufficiently robust in addressing public health issues. In response to these conditions, the Minister of Health established the Primary Healthcare Service Integration (ILP) to strengthen healthcare services in Indonesia, including in Banyumas Regency. This research aims to determine the legal implementation of ILP and the factors influencing ILP implementation as an effort to improve public health in Banyumas Regency. This research employs a qualitative research method with an empirical juridical approach. The data used consists of secondary and primary data with a qualitative analysis method. Research locations in this study include the Banyumas Regency Health Office, West Purwokerto Community Health Center, and Cilongok I Community Health Center. Research results show that the legal implementation of ILP as an effort to improve public health in Banyumas Regency has been well executed in the aspects of planning, implementation, monitoring and evaluation, as well as accountability and reporting. Supporting factors for ILP implementation include commitment from Community Health Center leadership, good management, solid Community Health Center teams, the existence of Ministry of Health regulations, adequate facilities, qualified human resources, and budget support. Meanwhile, inhibiting factors include the absence of technical local regulations, limitations in budget and human resources, villages' focus on physical development, lack of outreach facilities, and information systems that are not yet aligned with ILP. Keywords: Legal Implementation; Healthcare Services; Primary Healthcare Integration. | |
| 44855 | 48215 | C1I021014 | The Effect of Lifestyle, Social Environment, Financial Literacy, And Intellectual Intelligence on Financial Management | Penelitian ini mengkaji pengaruh gaya hidup, lingkungan sosial, literasi keuangan, dan kecerdasan intelektual terhadap pengelolaan keuangan. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis PLS-SEM melalui SmartPLS, penelitian ini mengumpulkan data dari 308 mahasiswa akuntansi melalui kuesioner berbasis skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan, (2) lingkungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan, (3) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan, sedangkan (4) kecerdasan intelektual berpengaruh negatif signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan literasi keuangan di perguruan tinggi, serta perlunya pendekatan praktis dalam membangun kebiasaan keuangan yang sehat bagi mahasiswa. | This study examines the effect of lifestyle, social environment, financial literacy, and intellectual intelligence on financial. Using a quantitative method and PLS-SEM analysis with SmartPLS, this research collected data from 308 accounting students through a Likert scale-based questionnaire. The results indicate that: (1) Lifestyle has a positive and significant effect on financial management. (2) Social environment has a positive and significant effect on financial management. (3) Financial literacy has a positive and significant effect on financial management. (4) Intellectual intelligence has a significant negative effect on financial management. The implications of this study highlight the importance of financial literacy education in higher education and the need for a practical approach to fostering healthy financial habits among students. | |
| 44856 | 48217 | H1B021062 | Analisis Proyeksi Penurunan Muka Tanah dan Sebaran Banjir Rob di Kabupaten Kendal Jawa Tengah | Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah pesisir yang terancam tenggelam. Wilayah Kabupaten Kendal terletak di pesisir (coastal area) yang menjadikan wilayah tersebut sangat kompleks dengan segala aktivitas dan fenomena alamnya. Penurunan muka tanah dan banjir rob merupakan beberapa contoh aktivitas dan fenomena alam yang kerap terjadi di wilayah pesisir. Penurunan muka tanah adalah fenomena yang disebabkan oleh pengambilan air tanah yang berlebihan, pengambilan gas dan minyak bumi, serta beban bangunan. Sedangkan banjir rob merupakan banjir akibat pasangnya air laut. Apabila pasangnya air laut ini disertai dengan penurunan muka tanah, maka dampak yang dirasakan semakin signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proyeksi besar penurunan muka tanah dan sebaran banjir rob di Kabupaten Kendal untuk 5 tahun ke depan serta menentukan rekomendasi untuk mengatasi penurunan muka tanah dan banjir rob. Metode yang digunakan dalam pemodelan penurunan muka tanah adalah metode DInSAR (Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar) dengan bantuan perangkat lunak SNAP. Kemudian untuk pemodelan sebaran banjir rob dilakukan dengan perangkat lunak HEC-RAS 2D. Hasil penelitian terhadap dua fenomena tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Kendal mengalami penurunan muka tanah dengan laju rata-rata 2,87 cm/tahun dan mengalami banjir rob dengan kedalaman hingga 1,21 m yang menggengani 4.63% wilayah Kabupaten Kendal. Proyeksi pada tahun 2030 mengindikasikan penurunan muka tanah mencapai 14,36 cm dan kedalaman banjir rob hingga 138,23 cm yang menggenangi hingga 10,68% wilayah Kabupaten Kendal. Rekomendasi yang diusulkan meliputi pemantauan terhadap penurunan muka tanah dan banjir rob, konservasi air tanah, pembangunan infrastruktur pengendali banjir rob, penanaman mangrove, pelaksanaan kebijakan dan regulasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat. | Kendal District is one of the coastal areas threatened by drowning. Kendal District is located on the coastal area, which makes the area very complex with all its activities and natural phenomena. Land subsidence and tidal flooding are some examples of activities and natural phenomena that often occur in coastal areas. Land subsidence is a phenomenon caused by excessive groundwater extraction, gas and oil extraction, and building loads. Tidal flooding, on the other hand, is flooding caused by tidal surges. If this tidal surge is accompanied by land subsidence, the impact is even more significant. This study aims to determine the projected amount of land subsidence and the distribution of tidal floods in Kendal District for the next 5 years and determine recommendations to overcome land subsidence and tidal floods. The method used in modelling land subsidence is the DInSAR (Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar) method with the help of SNAP software. Then for modelling the distribution of tidal floods was carried out with HEC-RAS 2D software. The results of the research on these two phenomena show that Kendal District is experiencing land subsidence at an average rate of 2.87 cm/year and experiencing tidal flooding with a depth of up to 1.21 m which affects 4.63% of Kendal District. Projections for 2030 indicate land subsidence of up to 14.36 cm and tidal flood depth of up to 138.23 cm, inundating up to 10.68% of Kendal District. Recommendations include monitoring of land subsidence and tidal flooding, groundwater conservation, construction of tidal flood control infrastructure, mangrove planting, implementation of policies and regulations, and increased public awareness. | |
| 44857 | 48218 | D1A021009 | Pengaruh Penambahan Persentase Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) yang Berbeda Terhadap Indeks Warna dan Aktivitas Antioksidan pada Keju Susu Kambing | Penelitian dengan judul “Pengaruh Penambahan Persentase Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) Yang Berbeda Terhadap Indeks Warna Dan Aktivitas Antioksidan Pada Keju Susu Kambing” dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada tanggal 12 Februari sampai dengan 18 Februari 2025. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pengaruh penambahan ekstrak kayu manis (Cinnamomum Burmannii) yang berbeda terhadap warna dan aktivitas antioksidan keju susu kambing. Materi penelitian yang digunakan yaitu 20.000 g susu kambing, 200 g kayu manis, 20 g rennet, 0,2 g bakteri mesofilik (Lactococcus lactis), dan 4 g CaCl2. Merode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan kontrol (P0), penambahan ekstrak kayu manis 0,5% (P1), penambahan ekstrak kayu manis 1% (P2), penambahan ekstrak kayu manis 1,5% (P3), penambahan ekstrak kayu manis 2% (P4). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dengan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil analisis menunjukkan penambahan ekstrak kayu manis berpengaruh nyata terhadap whiteness index (WI) dan aktivitas antioksidan. Rataan WI adalah 88,99 ± 0,68 (P0), 88,22 ± 1,08 (P1), 86,26 ± 1,25 (P2), 86,53 ± 1,43 (P3), 84,62 ± 3,25 (P4) dan rataan aktivitas antioksidan adalah 38,13 ±14,83 (P0), 43,82 ± 11,91 (P1), 57,54 ± 2,17 (P2), 61,17 ± 6,06 (P3), 72,45 ± 7,08 (P4). Kesimpulan, penambahan ekstrak kayu manis yang semakin tinggi menurunkan nilai WI dan meningkatkan aktivitas antioksidan keju susu kambing. | The study entitled "The Effect of Adding Different Percentages of Cinnamon Extract (Cinnamomum Burmannii) on the Color Index and Antioxidant Activity in Goat Milk Cheese" was carried out at the Laboratory of Animal Product Technology, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from February 12 to February 18, 2025. The purpose of the study was to determine the effect of the addition of different cinnamon extract (Cinnamomum Burmannii) on the color and antioxidant activity of goat's milk cheese. The research materials used were 20,000 g of goat's milk, 200 g of cinnamon, 20 g of rennet, 0.2 g of mesophilic bacteria (Lactococcus lactis), and 4 g of CaCl2. The research was conducted experimentally with a Complete Random Design (RAL) with 5 treatments and 4 replicates. The treatment given was a control treatment (P0), the addition of 0.5% cinnamon extract (P1), the addition of 1% cinnamon extract (P2), the addition of 1.5% cinnamon extract (P3), the addition of 2% cinnamon extract (P4). Data were analyzed using variance analysis with orthogonal polynomial follow-up tests. The results of the analysis showed that the addition of cinnamon extract had a real effect on the whiteness index (WI) and antioxidant activity. The mean WI was 88.99 ± 0.68 (P0), 88.22 ± 1.08 (P1), 86.26 ± 1.25 (P2), 86.53 ± 1.43 (P3), 84.62 ± 3.25 (P4) and the mean antioxidant activity was 38.13 ±14.83 (P0), 43.82 ± 11.91 (P1), 57.54 ± 2.17 (P2), 61.17 ± 6.06 (P3), 72.45 ± 7.08 (P4). In conclusion, the addition of cinnamon extract which is higher lowers the WI value and increases the antioxidant activity of goat's milk cheese | |
| 44858 | 48219 | F1F021022 | Kebijakan Temporary Protection Directive oleh Common European Asylum System dalam Menangani Permasalahan Pengungsi Ukraina 2022 | Penelitian ini menganalisis implementasi Temporary Protection Directive (TPD) oleh Common European Asylum System (CEAS) dalam penanganan pengungsi Ukraina pada tahun 2022. Dengan menggunakan kerangka teoretis permintaan rezim dari Robert O. Keohane, penelitian ini berfokus pada aspek kurangnya otoritas pemerintah dan ketidakpastian informasi sebagai faktor utama yang mendorong kebutuhan akan rezim internasional dalam manajemen krisis pengungsi. Fenomena menarik yang dikaji adalah perubahan signifikan sikap negara-negara Eropa Timur—khususnya Polandia, Hungaria, Slovakia, dan Romania—yang pada tahun 2015 menolak penerimaan pengungsi Timur Tengah namun pada 2022 justru menjadi penerima utama pengungsi Ukraina. Melalui analisis dokumen, data statistik pengungsi, dan kebijakan migrasi Uni Eropa, penelitian ini menunjukkan bahwa TPD berperan krusial dalam mengurangi ketidakpastian informasi dengan menyediakan kerangka hukum yang jelas bagi status pengungsi, mengaktifkan mekanisme pembagian tanggung jawab, dan memobilisasi sumber daya kolektif. Temuan penelitian mengonfirmasi bahwa TPD diaktifkan karena kurangnya otoritas dari institusi pemerintah dalam penanganan krisis serta munculnya ketidakpastian informasi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana kurangnya otoritas pemerintah dan ketidakpastian informasi dalam konteks migrasi dapat diatasi melalui kerangka rezim internasional dan menyoroti peran penting koordinasi kebijakan regional dalam penanganan krisis kemanusiaan. Hasil penelitian juga menggaris bawahi perlunya evaluasi kritis terhadap inkonsistensi kebijakan pengungsi di Eropa dan mendorong pengembangan sistem yang lebih adil, efektif, dan konsisten dalam merespons krisis pengungsi di masa depan. Kata Kunci: Temporary Protection Directive, Common European Asylum System, Pengungsi Ukraina, Teori Permintaan Rezim, Kurangnya Otoritas Institusi Pemerintah, Ketidakpastian Informasi, Uni Eropa, Krisis Pengungsi. | This research analyzes the implementation of the Temporary Protection Directive (TPD) by the Common European Asylum System (CEAS) in handling Ukrainian refugees in 2022. Using Robert O. Keohane's theoretical framework of regime demand, this research focuses on aspects of lack of governmental authority and information uncertainty as key factors driving the need for international regimes in refugee crisis management. The interesting phenomenon examined is the significant change in attitude of Eastern European countries—particularly Poland, Hungary, Slovakia, and Romania—which in 2015 rejected the acceptance of Middle Eastern refugees but in 2022 became the main recipients of Ukrainian refugees. Through analysis of documents, refugee statistical data, and European Union migration policies, this research shows that the TPD played a crucial role in reducing information uncertainty by providing a clear legal framework for refugee status, activating responsibility-sharing mechanisms, and mobilizing collective resources. The research findings confirm that the TPD was activated due to the lack of authority from governmental institutions in crisis management and the emergence of information uncertainty. This research contributes to the understanding of how the lack of governmental authority and information uncertainty in the context of migration can be addressed through international regime frameworks and highlights the important role of regional policy coordination in handling humanitarian crises. The research results also underline the need for a critical evaluation of inconsistencies in refugee policies in Europe and encourage the development of a more fair, effective, and consistent system in responding to refugee crises in the future. Keywords: Temporary Protection Directive, Common European Asylum System, Ukrainian Refugees, Regime Demand Theory, Lack of Governmental Institution Authority, Information Uncertainty, European Union, Refugee Crisis | |
| 44859 | 48220 | C1C021038 | PENGARUH STRUKTUR MODAL, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, DAN LIKUIDITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2020-2023 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, dewan direksi, komisaris independen, dan likuiditas terhadap kinerja keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh 58 perusahaan dengan total data sampel sebanyak 157. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian dengan menggunakan EVIEWS menunjukkan bahwa: (1) Struktur modal tidak berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan, (2) Dewan direksi tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, (3) Komisaris independen berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, dan (4) Likuiditas berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. | This study aims to analyze the effect of capital structure, board of directors, independent commissioners, and liquidity on financial performance. The population in this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2020-2023. The sampling technique used was purposive sampling and obtained 58 companies with a total of 157 sample data. This study uses secondary data in the form of company annual reports. The data analysis technique used is panel data regression analysis. The results of the study using EVIEWS show that: (1) Capital structure does not have a negative effect on financial performance, (2) The board of directors does not have a positive effect on financial performance, (3) Independent commissioners have a positive effect on financial performance, and (4) Liquidity has a negative effect on financial performance. | |
| 44860 | 48221 | H1D018003 | PEMODELAN SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING) UNTUK PENJURUSAN PESERTA DIDIK MTSN 3 PURBALINGGA | Penerimaan peserta didik baru merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk kerberlanjutan manajemen peserta didik. MTSN 3 Purbalingga merupakan salah satu Lembaga Pendidikan yang mengadakan kegiatan penerimaan peserta didik baru yang dilakukan dengan dua metode yaitu luring dan daring. Pada MTS 3 Purbalingga, terdapat proses seleksi untuk penjurusan. Pada proses seleksi, perhitungan nilai dan pembuatan keputusan yang dilakukan oleh penanggung jawab Penerimaan Peserta Didik Baru di MTSN 3 Purbalingga belum bisa dilakukan secara efisien. Sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan tersebut, peneliti membuat penelitian Pemodelan SAW (Simple Additive Weighting) untuk Sistem Pendukung Keputusan Penjurusan Peserta Didik MTSN 3 Purbalingga yang mampu memberikan gambaran perhitungan berdasarkan metode SAW dengan implementasi perhitungan otomatis menggunakan excel, dan pemodelan basis data pada tahap ERD yang dapat dijadikan referensi pengembangan sistem perhitungan yang lebih efisien untuk penentuan rekomendasi jurusan pada peserta didik baru di MTSN 3 Purbalingga. | Admission of new students is one of the efforts made for the sustainability of student management. MTSN 3 Purbalingga is one of the educational institutions that holds new student admission activities carried out by two methods, namely offline and online. At MTS 3 Purbalingga, there is a selection process for majors. In the selection process, the calculation of scores and decision making carried out by the person in charge of new student admissions at MTSN 3 Purbalingga cannot be done efficiently. As an effort to overcome these shortcomings, the researcher made a SAW (Simple Additive Weighting) Modelling for decision support system of student majors in MTSN 3 Purbalingga which is able to provide an overview of calculations based on the SAW method with the implementation of automatic calculations using excel, and database modeling at the ERD stage which can be used as a reference for developing a more efficient calculation system for determining major recommendations for new students at MTSN 3 Purbalingga. |