Artikelilmiahs

Menampilkan 44.501-44.520 dari 48.759 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4450147870E1A021079KEPATUHAN HUKUM PERAWAT TERHADAP PRINSIP MORAL DALAM KODE ETIK KEPERAWATAN (STUDI DI RSUD CILACAP)Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis atau memperoleh pemahaman mengenai tingkat kepatuhan hukum perawat terhadap prinsip moral dalam Kode Etik Keperawatan serta pengaruh faktor kedisiplinan kerja, fasilitas kerja, dan masa kerja terhadap kepatuhan hukum perawat pada prinsip moral dalam Kode Etik Keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitin ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap dengan responden sebanyak 74 perawat yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan metode angket, kepustakaan, dan dokumenter. Pengolahan data dengan menggunakan metode editing, coding, dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi, dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan hukum perawat terhadap prinsip moral dalam Kode Etik Keperawatan adalah tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan 3 (tiga) indikator meliputi tingginya tingkat kepatuhan hukum terhadap prinsip moral advokasi, tingginya tingkat kepatuhan hukum terhadap prinsip moral akuntabilitas, dan tingginya tingkat kepatuhan hukum terhadap prinsip moral loyalitas. Faktor kedisiplinan kerja dan fasilitas kerja berpengaruh secara positif terhadap tingkat kepatuhan hukum perawat terhadap prinsip moral dalam Kode Etik Keperawatan, namun untuk faktor masa kerja tidak berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan hukum perawat terhadap prinsip moral dalam Kode Etik Keperawatan. Artinya semakin tinggi kedisiplinan kerja, semakin baik fasilitas kerja maka semakin tinggi kepatuhan hukum perawat terhadap prinsip moral dalam Kode Etik Keperawatan.This research aims to analyze or gain an understanding of the level of legal compliance of nurses with moral principles in the Nursing Code of Ethics, as well as the influence of work discipline, work facilities, and length of service on nurses' legal compliance with moral principles in the Nursing Code of Ethics at the Cilacap Regional General Hospital. This research adopts a quantitative research method with a juridical-sociological approach and descriptive research specification. The research was conducted at the Cilacap Regional General Hospital, with 74 nurses working at the hospital as respondents. The sampling method used was simple random sampling. The types and sources of data include primary and secondary data obtained through questionnaires, literature review, and documentary methods. Data processing was conducted using editing, coding, and tabulation methods, and analyzed with frequency distribution analysis, cross-tabulation analysis, content analysis, and comparative analysis. The results of the study show that the level of legal compliance of nurses with moral principles in the Nursing Code of Ethics is high. This is evident in three indicators, including the high level of legal compliance with the moral principle of advocacy, the high level of legal compliance with the moral principle of accountability, and the high level of legal compliance with the moral principle of loyalty. The factors of work discipline and work facilities have a positive influence on the level of nurses' legal compliance with moral principles in the Nursing Code of Ethics, while the factor of length of service does not affect the level of nurses' legal compliance with moral principles in the Nursing Code of Ethics. This means that the higher the work discipline and the better the work facilities, the higher the nurses' legal compliance with moral principles in the Nursing Code of Ethics.
4450247871D1A021185EVALUASI PENGOBATAN ALBENDAZOLE PADA KASUS NEMATODIASIS TERNAK DOMBA DAN KAMBING DI EXPERIMENTAL FARM FAKULTAS PETERNAKAN, UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN, PURWOKERTOLatar Belakang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat pravalensi nematodiasis, mengetahui jenis cacing nematoda, dan Menganalisis penggunaan albendazole pada kasus nematodiasis dombaa dan kambing di Experimental Farm Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2024 – 9 Januari 2025 di Experimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu convenience sampling dan dilanjutkan dengan uji laboratorium menggunakan uji apung dan Mc Master.
Jumlah sampel yang diambil sebanyak 25 sampel, yang terdiri dari 5 ekor Domba Ekor Gemuk, 5 ekor domba Saanen, 5 ekor domba Peranakan Ettawah, 5 ekor domba Sapera, dan 5 ekor domba Kacang. Sampel fases domba dan kambing kemudian diperiksa di Laboratorium Kesehatan Hewan Tipe B, Kabupaten Banyumas secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode apung dan Mc Master. Variabel penelitian yang diamati yaitu persentase prevalensi nematodiasis dan jenis nematoda pada ternak domba dan kambing. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji T. Hasil identifikasi nematoda menunjukan bahwa terdapat 8 jenis nematoda yang menginfeksi ternak domba dan kambing di Experimental Farm, di antaranya Ostertagia sp, Trichuris sp, Strongyle sp, Cooperia sp, Haemonchus sp, Oesophagustomum sp, Bunostomum sp, dan Tricostrongyle Sp. Prevalensi nematodiasis pada domba dan kambing di Experimental Farm sebelum pengobatan sebesar 96% dan hari ke-15 setelah pengobatan sebesar 56%. Hasil uji t untuk mengetahui pengaruh pemberian albendazole pada kejadian nematodiasis menunjukan hasil (P<0,01) dengan t hitung > t tabel 0,01 sehingga diambil kesimpulan dari penelitian ini pemberian albendazole berpengaruh sangat signifikan terhadap kasus nematodiasis pada ternak domba dan kambing di Experimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman.
Kata Kunci : nematodiasis, albendazole, prevalensi, domba, kambing
Background. The study was conducted to determine the prevalence rate of nematodiasis, identify the types of nematode worms, and analyze the use of albendazole in nematodiasis cases of sheep and goats at the Experimental Farm of Jenderal Soedirman University. This research was conducted from December 9, 2024 to January 9, 2025 at the Experimental Farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The sampling technique used was convenience sampling followed by laboratory tests using flotation and Mc Master tests.
The number of samples taken was 25 samples , consisting of 5 Fat-tailed Sheep, 5 Saanen Sheep, 5 Etawah Crossbred Sheep, 5 Sapera Sheep, and 5 Kacang Sheep. These samples were then qualitatively and quantitatively examined at the Animal Health Laboratory Type B, Banyumas Regency, using the flotation and McMaster methods. The research variables observed were the percentage of nematodiasis prevalence and the types of nematodes present in the sheep. The data were analyzed using descriptive analysis and T-tests. The nematode identification results revealed eight different species of nematodes infecting the sheep at the Experimental Farm, namely Ostertagia sp, Trichuris sp, Strongyle sp, Cooperia sp, Haemonchus sp, Oesophagostomum sp, Bunostomum sp, and Tricostrongyle sp. The prevalence of nematodiasis in sheep at the Experimental Farm before treatment was 96%, and 15 days after treatment, it was 56%. The results of the t-test to determine the effect of albendazole administration on the incidence of nematodiasis showed a significant difference (P<0.01), with the calculated t-value being greater than the t-table value at 0.01. Therefore, this study concluded that albendazole administration had a highly significant effect on nematodiasis cases in sheep at the Experimental Farm, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University.
Key Words : nematodiasis, albendazole, prevelence, sheep, goat
4450347872L1C020082Analisis Spasial Dan Temporal Kerapatan Mangrove Dan Garis Pantai di BrebesPesisir Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah merupakan daerah yang memiliki luasan yang
cukup luas, namun telah mengalami kerusakaan akibat alih guna lahan menjadi tambak. Hal tersebut
akan mempengaruhi tingkat perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
pengaruh kerapatan mangrove terhadap perubahan garis pantai pada tahun 2016, 2020, dan 2024.
Metode penelitian adalah observasi dengan penginderaan jarak jauh yang memanfaatkan citra Sentinel
2A menggunakan indeks vegetasi NDVI dan NDWI serta menggunakan perangkat lunak DSAS untuk
menganalisis perubahan garis pantai. Hasil yang didapatkan berupa luasan mangrove, tingkat
kerapatan mangrove, dan pergeseran garis pantai di Pesisir Kaliwlingi, Brebes. Tahun 2016 memiliki
luas vegetasi sebesar 378,35 hektar, tahun 2020 memiliki luas vegetasi sebesar 457,04 hektar, dan
tahun 2024 memiliki luas vegetasi sebesar 462,15 hektar. Pada ketiga periode tersebut didominasi
dengan tingkat kerapatan kategori lebat. Perubahan garis pantai pada tahun 2016-2020 didapat ratarata laju perubahan garis pantai sebesar 15,26 m/tahun dengan rata-rata total pergeseran sebesar
127,5 m serta abrasi dengan rata-rata laju perubahan garis pantai sebesar 4,29 m/tahun dan rata-rata
total pergeseran sebesar 35,88 m. Pada tahun 2020-2024 terjadi akresi dengan rata-rata laju perubahan
garis pantai sebesar 18,26 m/tahun dan rata-rata total pergeseran sebesar 71,48 m serta abrasi dengan
rata-rata laju perubahan garis pantai sebesar 5,98 m/tahun dan rata-rata total pergeseran sebesar
23,42 m. Hal ini disebabkan oleh rehabilitasi mangrove yang dilakukan sejak tahun 2005 dan juga
fenomena alam yang terjadi pada periode penelitian.
The Kaliwlingi coastline in Brebes district, Central Java, is a large area that has experienced significant
degradation due to land-use changes for shrimp ponds. This has impacted the shoreline dynamics. This
study aims to evaluate the influence of mangrove density on shoreline changes in the years 2016, 2020,
and 2024. The research method involves observation using remote sensing, specifically utilizing
Sentinel 2A imagery and vegetation indices such as NDVI and NDWI, along with the DSAS software to
analyze shoreline changes. The results provide insights into the mangrove area, mangrove density, and
shoreline shifts in the Kaliwlingi coastal area, Brebes. In 2016, the mangrove area was 378,35 hectares;
in 2020, it increased to 457,04 hectares; and by 2024, it reached 462,15 hectares. In all three periods,
the mangrove density was predominantly classified as dense. Shoreline change from 2016 to 2020
showed an average shoreline change rate of 15,26 meters/year, with a total shift of 127,5 meters, and
abrasion at an average rate of 4,29 meters/year, resulting in a total shift of 35,88 meters. From 2020 to
2024, accretion occurred with an average shoreline change rate of 18,26 meters/year, resulting in a total
shift of 71,48 meters, while abrasion had an average rate of 5,98 meters/year, with a total shift of 23,42
meters. These changes were influenced by mangrove rehabilitation efforts that began in 2005, as well
as natural phenomena during the study periods.
4450447873K1B021046PEMODELAN PELUANG KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN ASURANSI MENGGUNAKAN PERSAMAAN INTEGRO-DIFERENSIALKebangkrutan merupakan salah satu risiko dalam industri asuransi yang terjadi ketika surplus perusahaan bernilai negatif akibat akumulasi klaim yang melebihi modal awal dan perolehan premi. Oleh karena itu, pemodelan peluang kebangkrutan menjadi aspek penting dalam manajemen risiko. Penelitian ini menggunakan persamaan integro-diferensial untuk memodelkan peluang kebangkrutan dengan asumsi besar klaim mengikuti distribusi kombinasi dari dua distribusi eksponensial. Perhitungan numerik dilakukan menggunakan Python dan divisualisasikan dalam tabel serta grafik untuk mendukung analisis. Model diterapkan pada tiga kasus berbeda untuk menggambarkan pengaruh parameter terhadap peluang kebangkrutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model peluang kebangkrutan dinyatakan sebagai kombinasi dari dua fungsi eksponensial. Selain itu, peluang kebangkrutan memiliki hubungan terbalik dengan modal awal dan premium loading, tetapi sebanding dengan nilai harapan klaim. Artinya, peluang kebangkrutan menurun seiring dengan meningkatnya modal awal, semakin besar premium loading, dan semakin kecil nilai harapan klaim. Oleh karena itu, semakin besar surplus perusahaan asuransi, semakin kecil peluang kebangkrutan.Ruin is one of the risks in the insurance industry that occurs when a company's surplus becomes negative due to accumulated claims exceeding the initial capital and premium income. Therefore, modeling ruin probability is a crucial aspect of risk management. This study employs an integro-differential equation to model the ruin probability, assuming that claim sizes follow a combination of two exponential distributions. Numerical calculations are performed using Python and visualized in tables and graphs to support the analysis. The model is applied to three different cases to illustrate the impact of parameters on ruin probability. The results show that the ruin probability model is expressed as a combination of two exponential functions. Moreover, ruin probability has an inverse relationship with initial capital and premium loading but is directly proportional to the expected claim value. This implies that the ruin probability decreases as initial capital increases, premium loading becomes higher, and the expected claim value decreases. Consequently, the greater the insurance company's surplus, the lower the ruin probability.
4450547874C1C021004PENINGKATAN KOMPETENSI MELALUI PEROLEHAN KEJUARAAN PADA KOMPETISI AUDIT DAN AKUNTANSI CPA DAYS 2024 YANG DISELENGGARAKAN OLEH IAPIKeikutsertaan dalam suatu kompetisi merupakan salah satu cara efektif untuk mengembangkan kompetensi diri. CPA Days merupakan lomba tahunan yang diadakan oleh IAPI yang salah satu cabang lombanya adalah Kompetisi Audit dan Akuntansi. Kompetisi Audit dan Akuntansi CPA Days 2024 dilaksanakan melalui empat tahap perlombaan dengan jumlah peserta mencapai 63 tim. Tahap pertama, babak penyisihan I dilakukan dengan mengerjakan soal multiple choice. Pada babak penyisihan II dilakukan dengan menyusun paper problem solving. Selanjutnya, babak semifinal dilakukan dengan presentasi hasil papar problem solving. Tahap terakhir, yaitu babak final, dilakukan dengan metode cerdas cermat untuk menentukan pemenang dari Kompetisi Audit dan Akuntansi CPA Days 2024. Materi yang diujikan pada kompetisi ini, yaitu pengantar auditing dan assurance, pengantar ekonomi makro dan mikro, akuntansi keuangan, akuntansi biaya, akuntansi manajemen, manajemen keuangan, sistem informasi akuntansi, serta perpajakan. Hasil dari keikutsertaan dalam perlombaan ini, yaitu memperoleh juara 1 pada Kompetisi Audit dan Akuntansi CPA Days 2024. Perolehan kejuaraan ini memiliki berbagai implikasi positif. Prestasi ini dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pribadi di bidang audit dan akuntansi. Perolehan kejuaraan ini juga dapat memotivasi mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai perlombaan, baik tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, perolehan kejuaraan pada kompetisi ini juga berkontribusi dalam meningkatkan reputasi dan daya saing Universitas Jenderal Soedirman serta mendorong terciptanya budaya akademik yang kompetitif dan inovatif.Participation in a competition is one of the effective ways to develop self-competence. CPA Days is an annual competition held by IAPI, one of which is the Audit and Accounting Competition. The CPA Days 2024 Audit and Accounting Competition was held through four stages of competition with 63 teams participating. The first stage, preliminary round I was carried out by working on multiple choice questions. In the second stage, the preliminary round was carried out by compiling a problem solving paper. Furthermore, the semifinal round was carried out by presenting the results of the problem solving paper. The last stage, which is the final round, is carried out by the quiz method to determine the winner of the CPA Days 2024 Audit and Accounting Competition. The materials tested in this competition were introduction to auditing and assurance, introduction to macro and micro economics, financial accounting, cost accounting, management accounting, financial management, accounting information systems, and taxation. As a result of participating in this competition, we won 1st place in the CPA Days 2024 Audit and Accounting Competition. The acquisition of this championship has various positive implications. This achievement can improve personal competence and professionalism in the field of auditing and accounting. This achievement can also motivate students to actively participate in various competitions, both at the national and international levels. In addition, the acquisition of championships in this competition also contributes to improving the reputation and competitiveness of Universitas Jenderal Soedirman and encourages the creation of a competitive and innovative academic culture.
4450647875H1C021075GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPENCER DI TEBING SUNGAI KLAWING, KECAMATAN KALIGONDANG, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAHDaerah penelitian berada di Daerah Sungai Klawing dan Sekitarnya, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi geologi dan kestabilan lereng pada longsor yang ada pada daerah penelitian. Metode penelitian berupa pemetaan geologi dan analisa kestabilan lereng menggunakan metode spencer. Satuan geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi dua satuan berdasarkan klasifikasi bentuk muka bumi Budi Brahmantyo dan Bandono (2006), yaitu Satuan Dataran Aluvial Kembaran Wetan dan Satuan Dataran Teras Sungai Klawing. Urutan stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi 3 satuan dari tua ke muda, yaitu Satuan Batupasir Halus (Anggota Lempung Formasi Ligung), Satuan Batupasir Kasar (Anggota Lempung Formasi Ligung), dan Satuan Breksi Andesit (Endapan Lahar Gunung Slamet) dengan lingkungan pengendapan di darat. Berdasarkan hasil analisis kestabilan lereng, kondisi lereng yang ada pada daerah penelitian memiliki nilai faktor keamanan yang termasuk ke dalam lereng labil atau longsoran sering atau biasa terjadi karena memiliki nilai faktor keamanan kurang dari 1,07 (FK < 1,07). Penyebab utama longsor yang terjadi pada daerah penelitian yaitu disebabkan karena adanya erosi yang terjadi pada tebing sungai yang terjal yang menyebabkan lereng pada tepi sungai tidak mampu menahan air sungai yang menyebabkan sungai menjadi berkelok dan menyebabkan pengikisan pada bagian lereng, sehingga terjadi longsor pada daerah penelitian.The research area is located in Klawing River and its surrounding area, Kaligondang Sub-district, Purbalingga Regency, Central Java Province. The purpose of this research is to determine the geological conditions and slope stability of landslide in the research area. The research method is geological mapping and slope stability analysis using Spencer method. The geomorphological unit of the research area is divided into two units based on Budi Brahmantyo and Bandono (2006) classification of landforms, namely the Kembaran Wetan Alluvial Plain Unit and the Klawing River Terrace Plain Unit. The stratigraphic sequence of the research area is divided into 3 units from old to young, namely the Fine Sandstone Unit (Member of the Ligung Formation), the Coarse Sandstone Unit (Member of the Ligung Formation), and the Andesite Breccia Unit (Mount Slamet Lahar Deposits) with the depositional environment on land. Based on the results of the slope stability analysis, the existing slope conditions in the study area have a safety factor value that is included in unstable slopes or landslides often or commonly occur because it has a safety factor value less 1.07 (FK < 1.07). The main cause of the landslide that occurred in the study area is due to the erosion that occurred on the steep river clift which caused the slope on the river to be unable to hold the river water which caused the river to meander and caused erosion on the slope, resulting in a landslide in the study area.
4450747876C1A018006Analisis pengaruh capital buffer, non performing loan, debt to equity ratio, dan total asset turnover terhadap return on equityTujian dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh capital buffer, non performing
loan, debt to equity ratio dan total asset turnover terhadap return on equity pada kelompok
bank berdasarkan modal inti keempat (KBMI IV) periode 2020-2022.
Hasil analisis menggunakan data panel menunjukkan bahwa non performing loan dan debt
to equity ratio berpengaruh terhadap return on equity, capital buffer dan total asset
turnover tidak berpengaruh terhadap return on equity, dan secara bersama-sama capital
buffer, non performing loan, debt to equity ratio, dan total asset turnover berpengaruh
terhadap return on equity.
The purpose of this study is to analyze the effect of capital buffer, non-performing loan,
debt to equity ratio and total asset turnover on return on equity in the bank group based on
the fourth core capital (KBMI IV) for the period 2020-2022.
The results of the analysis using panel data show that non-performing loans and debt to
equity ratio affect return on equity, capital buffer and total asset turnover have no effect
on return on equity, and together capital buffer, non-performing loans, debt to equity ratio,
and total asset turnover affect return on equity.
Keywords: Capital Buffer, Non Performing Loan, Debt to Equity Ratio, Total Asset
Turnover, and Return on Equity
4450847877C1L021006Pengaruh Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Literasi Keuangan, dan Self Efficacy Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas X SMA Negeri 1 SokarajaPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh proyek penguatan profil pelajar Pancasila, literasi keuangan, dan self efficacy terhadap minat berwirausaha. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 1 Sokaraja tahun ajaran 2024/2025 sejumlah 351 siswa. Menggunakan teknik simple random sampling yang kemudian menghasilkan sejumlah sampel sebanyak 187 siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Data kuesioner penelitian ditransformasi menjadi data interval menggunakan Method of Successive Intervals (MSI) berbantuan Microsoft Excel, dan analisis data menggunakan program SPSS versi 26. Hasil penelitian yaitu: (1) P5 berpengaruh berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha, (2) literasi keuangan berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha, (3) self efficacy berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha, (4) P5, literasi keuangan, dan self efficacy berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha. Implikasi dari penelitian ini adalah sekolah hendaknya meningkatkan proyek kewirausahaan, terutama melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), mengintegrasikan pendidikan literasi keuangan ke dalam mata pelajaran yang relevan, seperti Ekonomi, serta siswa perlu membangun keyakinan diri dalam menghadapi tantangan kewirausahaan ketika mengikuti kegiatan proyek kelompokThis research is a quantitative study which aims to analyze the influence of the project to strengthen student profiles of Pancasila, financial literacy and self-efficacy on interest in entrepreneurship. Data collection techniques use closed questionnaires, observation, interviews and documentation. The population in this study was 351 students in class Using a simple random sampling technique which then produced a sample of 187 students. The data analysis techniques used in this research are validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, coefficient of determination tests, F tests, and t tests. The research questionnaire data was transformed into interval data using the Method of Successive Intervals (MSI) assisted by Microsoft Excel, and data analysis used the SPSS version 26 program. The research results were: (1) P5 had a positive effect on interest in entrepreneurship, (2) financial literacy had a positive effect on interest in entrepreneurship, (3) self efficacy had a positive effect on interest in entrepreneurship, (4) P5, financial literacy, and self efficacy had a positive effect on interest in entrepreneurship. The implication of this research is that schools should increase entrepreneurial projects, especially through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), integrating financial literacy education into relevant subjects, such as Economics, and students need to build self-confidence in facing entrepreneurial challenges when participating in group project activities.
4450947878I1E021044PENGARUH FARTLEK TRAINING TERHADAP PENINGKATAN
KARDIORESPIRATORI PADA KARATEKA KUMITE
UNIT KEGIATAN MAHASISWA GOKASI UNSOED
Latar Belakang: Penurunan performa atlet kumite Unit Kegiatan Mahasiswa Karate Gokasi Unsoed
disebabkan oleh kondisi fisik, terutama daya tahan kardiorespiratori, yang masih kurang optimal,
sementara daya tahan ini sangat penting untuk mendukung performa dalam pertandingan yang intens
dan berdurasi lama. Salah satu metode latihan yang efektif untuk meningkatkan daya tahan
kardiorespiratori adalah fartlek training, yang dapat meningkatkan VO2Max dan kapasitas aerobik
atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fartlek training terhadap peningkatan
kardiorespiratori pada karateka kumite Unit Kegiatan Mahasiswa Gokasi Unsoed.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain Quasi
Experimental Nonequivalent Control Group Design dengan sampel terdiri dari 20 karateka yang
dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi kelompok treatment dan
kontrol menggunakan teknik ordinal pairing (rumus A-B-B-A). Data kardiorespiratori diukur
menggunakan tes MFT (Multi-Stage Fitness Test) sebelum dan sesudah perlakuan (pretest-posttest).
Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik untuk menentukan pengaruh latihan
fartlek terhadap peningkatan kardiorespiratori.
Hasil Penelitian: Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan bahwa kelompok treatment
memiliki taraf signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan pengaruh yang signifikan
dari Fartlek Training terhadap kemampuan kardiorespiratori. Sementara itu, kelompok kontrol
memiliki taraf signifikansi sebesar 0,651 (> 0,05), yang menunjukkan tidak adanya pengaruh
signifikan pada kelompok tersebut. Hasil uji independent sample t-test pada data posttest
menunjukkan nilai p sebesar 0,047, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok
treatment dan kelompok control.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pada metode fartlek training terhadap peningkatan
kapasitas kardiorespiratori karateka kumite Unit Kegiatan Mahasiswa Gokasi Unsoed.
Kata Kunci: Karate, Kumite, Fartlek Training, Kardiorespiratori, VO2Max
Background: The decline in performance of kumite athletes from the Karate Gokasi Student Activity
Unit at Unsoed is caused by physical condition, particularly cardiorespiratory endurance, which is
still not optimal. This endurance is very important to support performance in intense and long
duration matches. One of the effective training methods to improve cardiorespiratory endurance is
fartlek training, which can enhance the VO2Max and aerobic capacity of athletes. This study aims
to analyze the effect of fartlek training on the improvement of cardiorespiratory endurance in kumite
karate athletes of the Gokasi Student Activity Unit at Unsoed.
Research Methodology: This study uses a quantitative descriptive method with a Quasi
Experimental Nonequivalent Control Group Design, with a sample consisting of 20 karate
practitioners selected using purposive sampling technique. The sample was divided into treatment
and control groups using the ordinal pairing technique (A-B-B-A formula). Cardiorespiratory data
were measured using the MFT (Multi-Stage Fitness Test) before and after the treatment (pretest
posttest). Data analysis was conducted using statistical tests to determine the effect of fartlek
training on the improvement of cardiorespiratory fitness.
Research Results: The analysis of the paired sample t-test shows that the treatment group has a
significance level of 0.000 (< 0.05), indicating a significant effect of Fartlek Training on
cardiorespiratory ability. Meanwhile, the control group has a significance level of 0.651 (> 0.05),
indicating no significant effect in that group. The results of the independent sample t-test on the
posttest data showed a p-value of 0.047, indicating a significant difference between the treatment
group and the control group.
Conclusion: There is a significant influence of the fartlek training method on the improvement of
the cardiorespiratory capacity of karate kumite practitioners in the Gokasi Student Activity Unit at
Unsoed.
Keywords: Karate, Kumite, Fartlek Training, Cardiorespiratory, VO2Max
4451047879A1D021091EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK NPK TERHADAP
SIFAT KIMIA TANAH, PERTUMBUHAN, DAN HASIL TANAMAN
JAGUNG (Zea mays L.) PADA ULTISOL
Jagung menjadi tanaman pangan yang penting, selain gandum dan padi sebagai
sumber karbohidrat utama. Rendahnya produktivitas tanaman jagung disebabkan oleh
faktor tanah dan unsur hara. Permasalahan dalam pengembangan tanah Ultisol untuk
kegiatan budidaya tanaman jagung yaitu Ultisol mempunyai kemasaman tanah rendah,
kejenuhan Al tinggi, dan miskin kandungan hara. Alternatif yang dapat dikembangkan
untuk meningkatkan produktivitas jagung pada tanah Ultisol adalah dengan penggunaan
pupuk organik cair yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik. Penelitian ini dilakukan
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 9 perlakuan dan 3
kali ulangan sehingga terdapat 27 petak dengan ukuran 5 m x 5 m. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi pupuk organik cair dan pupuk anorganik berpengaruh
nyata terhadap pH KCl (3,81), KTK (15,46 cmol(+) kg-1
), N-tersedia (247,24 ppm), P-
tersedia (5,75 ppm), tinggi tanaman 4 MST (52,16 cm), 6 MST(111,66 cm), dan 8 MST
(172,06 cm), jumlah daun 8 MST (10,60 helai), bobot tongkol berkelobot (181,73 g), bobot
tongkol tanpa kelobot (118,53 g), bobot tongkol ubinan (3386,66 g), dan bobot pipilan
kering (49,93 g). Perlakuan kombinasi pupuk terbaik dalam meningkatkan sifat kimia tanah
adalah P4 (75% NPK + 100% POC) dan kombinasi pupuk terbaik dalam meningkatkan
pertumbuhan dan hasil tanaman jagung adalah P8 (100% NPK + 150% POC). Nilai RAE
(Relative Agronomic Efectiveness) pupuk organik cair pada dosis 15 L ha-1
sebesar 392 %
yang artinya 3,92 kali lebih efektif dibandingkan dengan pemupukan NPK standar.
Corn is an important food crop, besides wheat and rice as the main sources of
carbohydrates. The low productivity of corn plants is caused by soil and nutrient factors.
The problem in developing Ultisol soil for corn cultivation activities is that Ultisol has low
soil acidity, high Al saturation, and is poor in nutrients. An alternative that can be
developed to increase corn productivity on Ultisol soil is the use of liquid organic fertilizer
combined with inorganic fertilizer. This study was conducted using a non-factorial
Randomized Complited Design (RAK) with 9 treatments and 3 replications so that there
were 27 plots with a size of 5 m x 5 m. The results of the study showed that the combination
of liquid organic fertilizer and inorganic fertilizer had a significant effect on KCl pH (3.81), CEC (15.46 cmol(+) kg-1
), N-available (247.24 ppm),P- available (5.75 ppm), plant height
4 weeks after planting (52.16 cm), 6 weeks after planting (111.66 cm), and 8 weeks after
planting (172.06 cm), number of leaves 8 weeks after planting (10.60 strands), weight of
cobs with husks (181.73 g), weight of cobs without husks (118.53 g), weight of tiled cobs
(3386.66 g), and weight of dry shells (49.93 g). The best fertilizer combination treatment
in improving soil chemical properties is P4 (75% NPK + 100% Liquid Organic Fertilizer)
and the best fertilizer combination in improving corn plant growth and yield is P8 (100%
NPK + 150% Liquid Organic Fertilizer). The RAE (Relative Agronomic Effectiveness)
value of liquid organic fertilizer at a dose of 15 L ha-1 is 392% which means 3.92 times
more effective than standard NPK fertilization.
4451146966I1C020003Uji Sitotoksisitas Nanopartikel Ekstrak Etanol Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) Berbasis Kitosan terhadap Sel Raw Makrofag 264.7 Sambiloto adalah tanaman obat yang termasuk genus Andrographis mengandung senyawa aktif utama andrografolid yang memiliki aktivitas farmakologis sebagai antiinflamasi. Andrografolid memiliki kelarutan yang rendah di dalam air dan bioavailabilitas yang rendah. Salah satu strategi untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan membuat nanopartikel dengan polimer alami berupa kitosan. Nanopartikel dilakukan uji sitotoksisitas untuk menilai apakah toksik terhadap sel Raw 264.7. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan efek sitotoksisitas nanopartikel ekstrak etanol sambiloto berbasis kitosan terhadap sel Raw 264.7. Nanopartikel ekstrak etanol sambiloto berbasis kitosan dibuat dengan metode gelasi ionik dengan cross linker Tripolyphosphate (TPP). Nanopartikel dikarakterisasi ukuran partikel dan distribusi ukuran nanopartikel, zeta potensial, dan morfologinya. Nanopartikel diuji sititoksisitas menggunakan metode uji 3-(4,5-dimethylthiazol-2-,5-diphenyl-2H-tetrazolium bromide (MTT). Nanopartikel ekstrak etanol sambiloto berbasis kitosan memiliki ukuran partikel sebesar 356,3 ± 20,2 nm, polydispersity index (PDI) sebesar 0,3179 ± 0,0365, dan zeta potensial sebesar -25,97 ± 0,97 mV, berbentuk rod tidak simetris dan seperti jarum. Toksisitas nanopartikel ditunjukkan dengan nilai % viabilitas sel pada semua perlakuan yaitu lebih dari 50% sehingga tidak toksik terhadap sel Raw 264.7. Nanopartikel ekstrak etanol sambiloto berbasis kitosan mempunyai karakteristik nanopartikel yang baik. Nanopartikel ekstrak etanol sambiloto berbasis kitosan tidak toksik terhadap sel dikarenakan nilai % viabilitas sel lebih dari 50%.

Andrographis paniculata is a medicinal plant belonging to the genus Andrographis containing the main active compound andrografolid which has pharmacological activity as an anti-inflammatory. Andrografolid has low solubility in water and low bioavailability. One strategy to overcome this is to make nanoparticles with natural polymers in the form of chitosan. The nanoparticles were subjected to a cytotoxicity test to assess whether they were toxic to Raw 264.7 cells. This study aims to determine the characteristics and cytotoxicity effects of chitosan-based Andrographis paniculata ethanol extract nanoparticles against Raw 264.7 cells. Chitosan-based Andrographis paniculata ethanol extract nanoparticles were prepared by ionic gelation method with Tripolyphosphate (TPP) cross linker. Nanoparticles were characterized for particle size and nanoparticle size distribution, zeta potential, and morphology. The nanoparticles were tested for cytotoxicity using the 3-(4,5-dimethylthiazol-2-,5-diphenyl-2H-tetrazolium bromide (MTT) assay method. Nanoparticles of chitosan-based Andrographis paniculata ethanol extract have a particle size of 356.3 ± 20.2 nm, polydispersity index (PDI) of 0.3179 ± 0.0365, and zeta potential of -25.97 ± 0.97 mV, unsymmetrical rod-shaped and needle-like. The toxicity of nanoparticles is indicated by the value of % cell viability in all treatments which is more than 50% so that it is not toxic to Raw 264.7 cells. Chitosan-based Andrographis paniculata ethanol extract nanoparticles have good nanoparticle characteristics. Nanoparticles of chitosan-based Andrographis paniculata ethanol extract are not toxic to cells because the % cell viability value is more than 50%.
4451247882C1C021113PENGARUH MASA KERJA AUDIT, KETERLAMBATAN AUDIT, BIAYA AUDIT, DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP KUALITAS AUDITPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh masa kerja audit, keterlambatan audit, biaya audit, dan financial distress terhadap kualitas audit pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021-2023. Penelitian ini berlandaskan pada teori agensi sebagai landasan penelitian karena menjelaskan bagaimana konflik kepentingan antara agen dan prinsipal. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keuangan yang telah diaudit, dan laporan auditor independen. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 163 perusahaan yang termasuk dalam sektor consumer cyclicals karena memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. Penentuan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, dengan total sampel sebanyak 174 data penelitian yang dikumpulkan dari 58 perusahaan selama tiga tahun observasi. Teknik analisis data yang diterapkan meliputi uji multikolinearitas, uji kelayakan model, uji keseluruhan model,uji koefisien determinasi, uji matriks klasifikasi, analisis regresi logistik dan uji hipotesis.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa: (1) Masa kerja audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, (2) Keterlambatan audit berpengaruh negatif terhadap kualitas audit, (3) Biaya audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, dan (4) Financial distress berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. Implikasi dari kesimpulan diatas memberikan wawasan kepada perusahaan untuk memperhatikan waktu penyampaian laporan auditan dan memperhatikan stabilitas kondisi keuangan, bagi kantor akuntan publik dapat memperkuat regulasi dalam penyampaian waktu laporan keuangan dan mengembangkan kebijakan pengelolaan risiko independensi, bagi otoritas jasa keuangan dapat memperkuat regulasi penyampaian laporan keuangan dan mendorong penerapan dan pengawasan kebijakan indepensi auditor, bagi bursa efek Indonesia dapat memperkat kebijakan penyampaian laporan keuangan bagi emiten dan mengembangkan mekanisme yang mendorong untuk menjaga stabilitas perusahaan, dan terakhir bagi institut akuntan publik indonesia dapat memperkuat standar audit dan pedoman dalam penyampaian laporan keuangan dan menyediakan pelatihan untuk auditor dalam menghadapi tekanan independensi.
This research aims to test and analyze the effect of audit tenure, audit delay, audit fees, and financial distress on audit quality in consumer cyclicals sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021-2023 period. This study is based on agency theory as a research foundation because it explains how conflicts of interest between agents and principals. The data used in this study are secondary data collected from annual reports, audited financial statements, and independent auditor reports. The population in this study consisted of 163 companies included in the consumer cyclicals sector because it has a high level of volatility. The sample selection was made by purposive sampling method, with a total sample of 174 research data collected from 58 companies for three years of observation. The data analysis techniques applied include multicollinearity test, model fit test, overall model test, coefficient of determination test, classification matrix test, logistic regression analysis and hypothesis test.

Based on the results of research and data analysis using logistic regression, the results show that: (1) Audit tenure has no effect on audit quality, (2) Audit delay has a negative effect on audit quality, (3) Audit fees have no effect on audit quality, and (4) Financial distress has a negative effect on audit quality. The implications of the conclusions described above provide insights for companies to pay attention to the timing of submitting audited reports and pay attention to the stability of financial conditions, for public accounting firms can strengthen regulations in submitting financial reports and developing independence risk management policies, for the financial services authority can strengthen regulations for submitting financial reports and encourage the implementation and supervision of auditor independence policies, for the Indonesian stock exchange can tighten financial reporting policies for issuers and develop mechanisms that encourage maintaining company stability, and finally for the indonesian institute of public accountants can strengthen audit standards and guidelines in submitting financial reports and providing training for auditors in dealing with independence pressures.
4451347883F2C023008TINJAUAN KOMUNIKASI TERHADAP KONSEP ETIKA FRANZ MAGNIS
SUSENO DALAM SIDANG SENGKETA PILPRES DI MK
ABSTRAK
Pemilu memainkan peran penting dalam proses rotasi kekuasaan untuk membatasi
kekuasaan agar tidak terakumulasi dalam satu tangan atau kelompok untuk jangka
waktu yang Panjang. Franz Magnis Suseno, adalah seorang akademisi yang sejak awal
meyoroti pelanggaran etika berat dalam proses Pilpres ini. Bagi Franz Magnis suseno
legitimasi pemilu melibatkan lebih dari sekadar legitimasi hukum, melainkan dengan
memperhatikan juga penilaian kualitatif dari segi moral dan etika. Kepatuhan hukum
adalah salah satu aspek, tetapi tidak menjamin bahwa pemilu akan dianggap adil dan
sah secara moral. Dalam sidang sengketa Pilpres di MK Franz Magnis Suseno
menegaskan ada beberapa poin pelanggaran etika serius dalam Pilpres 2024. Tujuan
penelitian ini adalah menganalisis dan memahami gagasan etika Franz Magnis Suseno
dalam menyikapi Pilpres serta menganalisis posisi dan peran Franz Magnis-Suseno
dalam konteks ruang publik dengan menggunakan kerangka konsep ruang publik yang
dikemukakan oleh Jürgen Habermas. Metode penelitian menggunakan analisis teks
Hermeneutika Hans Georg Gadamer melalui konsep "penggabungan cakrawala" (fusion
of horizons). Artinya dalam proses membaca dan memahami teks Franz Magnis ini akan
melibatkan dialog serta pembentukan sintesis antara tiga aspek: dunia teks, dunia
pengarang, dan dunia pembaca. Selain itu, tinjauan komunikasi akan mengacu pada
konsep ruang publik menurut Jurgen Habermas.Habermas membagi ruang publik
menjadi dua wilayah: informal dan formal. Dari sini akan dikaji posisi Franz Magnis baik
dalam ruang public formal yaitu dalam persidangan MK dan ruang public informal yakni
masyarakat luas, agar terbangun diskursus public yang rasional (masyarakat yang
argumentatif) Dari hasil penelitian teks tersebut Franz Magnis menekankan bahwa etika
merupakan norma tertinggi yang melampaui hukum positif. Etika digunakan sebagai alat
untuk memantau dan memberi penilaian terhadap produk hukum. Keadilan bukan
sekadar soal prosedur hukum yang bersifat legalitas semata, melainkan harus
menyentuh substansi kebenaran yang berpijak pada pedoman etis dalam kehidupan
bernegara.
Kata kunci: Franz Magnis Suseno, Etika, Pilpres, MK
ABSTRACT
Presidential Elections play an important role in the process of power rotation to prevent
power from accumulating in the hands of one individual or group for an extended period.
Franz Magnis Suseno, an academic, has consistently highlighted serious ethical violations
in the Presidential Election process. According to Franz Magnis Suseno, the legitimacy of
elections involves more than just legal legitimacy; it also takes into account qualitative
assessments from moral and ethical perspectives. Legal compliance is one aspect, but it
does not guarantee that an election will be considered fair and morally legitimate. In the
Presidential Election dispute hearings at the Constitutional Court, Franz Magnis Suseno
emphasized several points of serious ethical violations in the 2024 Presidential Election.
The purpose of this study is to analyze and understand Franz Magnis Suseno's ethical
ideas in addressing the Presidential Election and to analyze his position and role within
the public sphere using the public sphere concept framework proposed by Jürgen
Habermas. The research method uses Hans Georg Gadamer's Hermeneutic text analysis
through the concept of "fusion of horizons." This means that the process of reading and
understanding Franz Magnis Suseno's text will involve dialogue and the formation of a
synthesis between three aspects: the world of the text, the world of the author, and the
world of the reader. Additionally, the communication review will refer to Jürgen
Habermas's concept of the public sphere.Habermas divides the public sphere into two
areas: informal and formal. From this, Franz Magnis's position will be examined in both
the formal public sphere, such as in the Constitutional Court trial, and the informal public
sphere, namely the wider society, in order to develop rational public discourse (an
argumentative society). Based on the research of this text, Franz Magnis emphasizes
that ethics is the highest norm that transcends positive law. Ethics is used as a tool to
monitor and assess legal products. Justice is not just about legal procedures based on
legality; it must also touch the substance of truth based on ethical guidelines in state life.
Keywords: Franz Magnis, Ethics, Presidential Election, Constitutional Court.
4451447885D1A021199Perbedaan Performa Produksi Ayam Niaga Petelur Strain Isa Brown dan Lohmann Brown Setelah Umur 40 MingguLatar Belakang: Ayam niaga petelur adalah jenis ayam yang dibudidayakan secara khusus untuk memproduksi telur konsumsi. Jenis strain ayam niaga petelur yang umum dibudidayakan oleh peternak di Indonesia antara lain Isa Brown dan Lohmann Brown. Ayam strain Isa Brown memiliki ciri khas berupa bulu berwarna coklat kemerahan serta menghasilkan telur dengan kerabang berwarna cokelat. Ayam strain Lohmann Brown memiliki beberapa karakteristik, seperti bulu berwarna coklat dengan sedikit krem pada bagian leher dan ekor, pial berwarna merah segar, tubuh yang penuh dan memanjang, serta telur berwarna coklat dengan ukuran cukup besar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan performa produksi, meliputi bobot telur, HDP, dan FCR pada ayam niaga petelur strain Isa Brown dan Lohmann Brown setelah umur 40 minggu. Metode: Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah ayam niaga petelur strain Isa Brown dan Lohmann Brown dengan umur 52-63 dan 44-55 minggu dengan populasi masing-masing sebanyak 920 ekor dan 540 ekor. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji t-student pada tingkat signifikansi 5% dengan alat bantu SPSS. Jika nilai P<0,05 maka berbeda nyata sedangkan jika nilai P>0,05 maka berbeda tidak nyata. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan strain berbeda nyata (P<0,05) pada hen day production (HDP) dan berbeda tidak nyata (P>0,05) pada bobot telur dan feed conversion ratio (FCR) ayam niaga petelur. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara strain Isa Brown dan Lohmann Brown menunjukkan bahwa bobot telur serta feed conversion ratio (FCR) yang dihasilkan relatif sama, sementara hen day production (HDP) pada strain Isa Brown lebih tinggi dibandingkan strain Lohmann Brown pada umur lebih dari 40 minggu.Background: Commercial laying hens are a type of hen cultivated specifically to produce eggs for consumption. Common strains of commercial laying hens cultivated by farmers in Indonesia include Isa Brown and Lohmann Brown. Isa Brown strain hens are characterized by reddish-brown feathers and produce eggs with brown shells. Lohmann Brown strain hens have several characteristics, such as brown feathers with a little beige on the neck and tail, fresh red wattle, a full and elongated body, and brown eggs with a fairly large size. Purpose: T This study aims to determine the differences in production performance, including egg weight, HDP, and FCR in commercial laying hens of Isa Brown and Lohmann Brown strains after 40 weeks of age. Methods: The materials used in this study were commercial laying hens of Isa Brown and Lohmann Brown strains aged 52-63 and 44-55 weeks with a population of 920 and 540 birds, respectively. The data obtained were then analyzed using the t-student test at a significance level of 5% with SPSS tools. If the P value is <0.05, it is significantly different while if the P value is>0.05, it is not significantly different. Results: The results showed that strain differences were significantly different (P<0,05) on hen day production (HDP) and not significantly different (P>0,05) on egg weight and feed conversion ratio (FCR) of commercial laying hens. Conclusion: From the results of this study it can be concluded that the difference between Isa Brown and Lohmann Brown strains shows that the egg weight and feed conversion ratio (FCR) produced are relatively the same, while hen day production (HDP) in Isa Brown strain is higher than Lohmann Brown strain at the age of more than 40 weeks.
4451547888F1F020034Agritech dalam Transformasi Sektor Kelapa Sawit sebagai Upaya Diplomasi Ekonomi Indonesia terhadap European Union Deforestation RegulationPenelitian ini menganalisis peran agritech dalam transformasi sektor kelapa sawit Indonesia sebagai instrumen diplomasi ekonomi untuk menghadapi European Union Deforestation Regulation (EUDR). Industri kelapa sawit merupakan pilar ekonomi Indonesia, akan tetapi menghadapi tantangan signifikan dari regulasi Uni Eropa yang membatasi impor produk terkait deforestasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis data primer dan sekunder untuk mengeksplorasi strategi Indonesia dalam memanfaatkan teknologi pertanian guna memenuhi standar keberlanjutan EUDR.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa agritech berperan krusial dalam meningkatkan transparansi rantai pasok melalui teknologi blockchain, AI-Remote Sensing, dan sistem pelacakan geografis. Inovasi ini membantu petani kecil mengoptimalkan produktivitas, mengurangi deforestasi, serta memenuhi kriteria ketertelusuran EUDR. Diplomasi ekonomi Indonesia diformulasikan melalui kolaborasi multistakeholder (pemerintah, swasta, petani), negosiasi dalam Joint Task Force UE-Indonesia-Malaysia, dan upaya pengakuan sertifikasi ISPO di tingkat global. Namun, fragmentasi kebijakan domestik, rendahnya kapasitas petani, dan ketidakseimbangan kriteria deforestasi antara ISPO-EUDR menjadi tantangan utama.
Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya integrasi agritech dalam kebijakan nasional untuk memperkuat daya saing ekspor sekaligus keberlanjutan lingkungan. Rekomendasi mencakup pembentukan lembaga koordinasi khusus, penguatan basis data petani kecil berbasis digital, serta diplomasi proaktif melalui koalisi global produsen sawit. Penelitian ini berkontribusi pada literasi strategi diplomasi ekonomi berbasis teknologi dalam merespons dinamika regulasi perdagangan hijau global.
This study examines the role of agritech in transforming Indonesia’s palm oil sector as an instrument of economic diplomacy to address the European Union Deforestation Regulation (EUDR). As a cornerstone of Indonesia’s economy, the palm oil industry faces significant challenges from EU regulations restricting imports of deforestation-linked products. Using qualitative methods, the research analyzes primary data and secondary sources to explore Indonesia’s strategies in leveraging agricultural technology to comply with EUDR sustainability standards.
The findings reveal that agritech plays a critical role in enhancing supply chain transparency through blockchain, AI-remote sensing, and geographic tracking systems. These innovations help smallholder farmers optimize productivity, reduce deforestation, and meet EUDR traceability criteria. Indonesia’s economic diplomacy is shaped by multistakeholder collaboration (government, private sector, farmers), negotiations within the EU-Indonesia-Malaysia Joint Task Force, and efforts to gain global recognition for the Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) certification. However, challenges persist, including domestic policy fragmentation, limited farmer capacity, and discrepancies between ISPO and EUDR deforestation criteria.
The study concludes that integrating agritech into national policies is vital to strengthen export competitiveness and environmental sustainability. Recommendations include establishing a dedicated coordination body, developing digital databases for smallholders, and proactive diplomacy through a global coalition of palm oil producers. This research contributes to understanding technology-driven economic diplomacy strategies in responding to global green trade regulations.
4451647890E1A020251Analisis Yuridis Terhadap Perkara Wanprestasi Dalam Jual Beli Tanah di Bawah Tangan (Studi Terhadap Putusan Nomor:1/Pdt.G.S/PN.Ban)Jual beli tanah merupakan proses peralihan hak milik atas suatu bidang tanah dari penjual kepada pembeli, yang mana berbeda dengan jual beli pada umumnya yaitu harus dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga yang berwewenang yaitu Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam pembuatan Akta Jual Beli sebagai alat pembuktian yang sah. Jual beli yang dilakukan tanpa melibatkan PPAT disebut sebagai jual beli tanah di bawah tangan. Sengketa wanprestasi seringkali dijumpai dalam suatu perjanjian di mana tidak berjalan sesuai dengan isi yang telah diperjanjikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keabsahan jual beli hak atas tanah di bawah tangan atau yang dilakukan tidak dihadapan PPAT dan untuk menganalisis pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan gugatan wanprestasi dalam putusan ini.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang. Spefikiasi penelitian deskriptif analitis yang dikaitkan dengan teori. Menggunakan data sekunder dengan pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan yang kemudian diuraian secara logis dan sistematis berupa teks naratif, yang selanjutnya dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan temuan penelitian bahwa perjanjian jual beli yang dibuat oleh Penggugat dan Tergugat hanya sah menurut Pasal 1320 KUHPer atau yang sah hanya perjanjian konsensuilnya untuk mengadakan jual beli sedangkan perjanjian jual beli hak atas tanahnya tidak sah karena tidak memenuhi syarat formil jual beli hak atas tanah yang diatur dalam PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, karena jual beli tersebut tidak ditindaklanjuti dengan pembuatan Akta Jual Beli oleh PPAT. Kedua, Hakim dalam memutus Tergugat wanprestasi dalam Putusan Nomor:1/Pdt.G.S/2024/PN. Ban karena telah adanya perjanjian yang sah dan mengikat berdasarkan Pasal 1320 KUHPer dan telah adanya kelalaian dari Tergugat berdasar Pasal 1234 KUHper dengan tidak melaksanakan prestasi yaitu melanjutkan jual beli tanah. Menurut penulis, wanprestasi yang dilakukan Tergugat hanya terhadap perjanjian konsensuil bukan terhadap jual beli hak atas tanah.
Land sale and purchase is the process of transferring ownership rights over a piece of land from the seller to the buyer, which differs from regular sales because it must involve a third party with authority, namely the Land Deed Official (PPAT), in creating the Sale and Purchase Deed as a valid proof instrument. A sale conducted without involving the PPAT is called an underhand sale. Disputes over breach of contract (wanprestasi) are often found in agreements where the terms are not fulfilled as agreed. The purpose of this research is to analyze the validity of an underhand land sale or one that is not conducted in the presence of the PPAT and to analyze the legal considerations of the judge in granting the breach of contract claim in this decision.
The research employs a normative juridical method with a statutory approach. It is descriptive-analytical, correlating with theoretical frameworks. Secondary data is utilized, collected through literature studies, and presented systematically and logically in narrative text form, followed by normative qualitative analysis.
Based on the research findings, the sale and purchase agreement made by the Plaintiff and the Defendant is only valid according to Article 1320 of the Civil Code (KUHPer) or only the consensual agreement to conduct the sale and purchase is valid, while the sale and purchase of land rights is not valid because it does not meet the formal requirements for the sale and purchase of land rights as regulated in Government Regulation No. 24 of 1997, because the sale and purchase was not followed up with the creation of a Sale and Purchase Deed (AJB) by the PPAT. Second, according to the author, the judge's decision in ruling the Defendant in breach of contract (wanprestasi) in Decision No: 1/Pdt.G.S/2024.PN.Ban was in accordance with the elements of wanprestasi. According to the author, the breach of contract committed by the Defendant was only regarding the consensual agreement, not regarding the sale and purchase of land rights
4451747886D1A021159PERBANDINGAN GRADE DAY OLD CHICK (DOC) AYAM BROILER PADA KANDANG BERBEDA TERHADAP MORTALITAS DAN FEED CONVERSION RATIO (FCR)Artikel berjudul “Perbandingan Grade Day Old Chick (DOC) Ayam Broiler pada Kandang Berbeda terhadap Mortalitas dan Feed Convertion Ratio (FCR)” Artikel bertujuan mengetahui dan mengkaji pnegaruh perbedaan bobot awal ayam broiler terhadap mortalitas dan feed convertion ratio. Magang dilaksanakan selama 1 Periode dimulai pada tanggal 30 September – 22 Desember 2023 di Desa Arresie, Kecamatan Paleteang, Pinrang, Sulawesi Selatan. Variabel yang diamati yaitu tentang mortalitas dan FCR. Materi dan Metode. Materi yang digunakan adalah ayam broiler dengan strain Lohmann grade platinum pada kandang 1 dengan populasi 7.500 ekor, kandang kedua menggunakan ayam broiler strain Lohmann grade silver dengan populasi 7.500 ekor. Metode yang digunakan ialah metode observasi. Variabel yang diukur adalah mortalitas dan FCR pada dua kandang yang berbeda dengan jumlah populasi yang sama. Metode analisis yang digunakan indipendent T-Test. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan bobot doc terhadap mortalitas dan feed convertion ratio (FCR) memiliki perbedaan yang tidak nyata (p>0,05). Simpulan. Perbedaan bobot DOC terhadap mortalitas dan feed convertion ratio (FCR) pada kandang yang berbeda tidak berbeda nyata (p>0,05).
The article entitled "Comparison of Grade Day Old Chick (DOC) of Broiler Chickens in Different Cages on Mortality and Feed Conversion Ratio (FCR)" The article aims to find out and study the influence of differences in initial weight of broiler chickens on mortality and feed conversion ratio. The internship will be held for 1 period starting from 30 September – 22 December 2023 in Arresie Village, Paleteang District, Pinrang, South Sulawesi. The variables observed were mortality and FCR. Materials and Methods. The material used was broiler chickens with the platinum grade Lohmann strain in cage 1 with a population of 7,500, the second cage used silver grade Lohmann strain broiler chickens with a population of 7,500. The method used is the observation method. The variables measured were mortality and FCR in two different cages with the same population size. The analysis method used is the independent T-Test. Results. The research results showed that the difference in doc weight on mortality and feed conversion ratio (FCR) had no significant differences (p>0.05). Conclusion. The difference in doc weight on mortality and feed conversion ratio (FCR) in different cages was not significantly different (p>0.05).
4451847887E1A021076HAMBATAN PENYIDIKAN DALAM PERKARA KONEKSITAS TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN OLEH OKNUM PRAJURIT DAN SIPIL DI SOKARAJA
(Studi Kasus di Detasemen Polisi Militer IV/1 Purwokerto)
Proses awal penegakan hukum pidana pasti melalui tahap penyidikan. Sebagai pintu gerbang penegakan hukum pidana, penyidikan memegang peranan yang penting guna menemukan tersangka dan mencari serta mengumpulkan bukti. Dalam hal terjadi tindak pidana yang melibatkan pelaku sipil dan prajurit, maka secara normatif proses penyidikan dilakukan secara koneksitas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan acara pemeriksaan koneksitas dalam penegakan hukum pidana seakan sulit untuk diwujudkan hingga dewasa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Detasemen Polisi Militer IV/1 Purwokerto terhadap oknum prajurit dalam perkara koneksitas tindak pidana penganiayaan di salah satu tempat hiburan malam di Sokaraja beserta faktor-faktor yang menghambat proses penyidikan perkara a quo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap penyidikan perkara a quo tidak dilaksanakan dengan acara pemeriksaan koneksitas atau dilaksanakan secara splitsing (terpisah), namun tetap mempedomani ketentuan hukum acara yang termuat dalam Undang-Undang Peradilan Militer dan KUHAP. Penyidikan secara terpisah tersebut terjadi karena beberapa faktor, yaitu faktor kekosongan hukum mengenai petunjuk teknis penyidikan perkara koneksitas, faktor penegak hukum yang menganggap acara koneksitas sulit dilaksanakan, dan faktor ketiadaan tim tetap daerah. Sekalipun demikian, secara yuridis penanganan perkara koneksitas yang dilakukan terpisah tetap dianggap sah meskipun tidak memberikan kepastian hukum. The initial process of criminal law enforcement must go through the investigation stage. As the gateway to criminal law enforcement, investigation plays an important role in finding suspects and searching for and collecting evidence. In the event of a criminal offense involving civilian perpetrators and soldiers, then normatively the investigation process is carried out by connexity. This research is motivated by the application of the connexity examination event in criminal law enforcement which seems difficult to be realized until now. This study aims to determine the investigation process carried out by investigators of the Detasemen Polisi Militer IV/1 Purwokerto against unscrupulous soldiers in the case of connexity of persecution in one of the nightspots in Sokaraja and the factors that hinder the investigation process of the case a quo. The research method used in this research is normative juridical with data collection methods through literature study and interviews. The results showed that the investigation of the case a quo was not carried out with a connexity examination program or carried out in a splitsing (separate) manner while still guiding the provisions of the procedural law contained in the Military Justice Law and the Criminal Procedure Code. The separate investigation occurred due to several factors, namely the legal vacuum regarding technical guidelines for the investigation of connexity cases, the factor of law enforcers who considered connexity events difficult to implement, and the factor of the absence of a permanent regional team. Even so, juridically, the handling of connexity cases conducted separately is still considered valid even though it does not provide legal certainty.
4451947889F2A023022PENATAAN PEGAWAI NON-ASN DITINJAU DARI ETIKA
BIROKRASI
Abstrak
Pelayanan publik yang prima memerlukan integritas, akuntabilitas, dan profesionalisme dari
Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu tantangan terbesarnya adalah dari segi kualitas
maupun kuantitas ASN yang ada. Jumlah ASN per 30 Juni 2023 adalah 4.282.429, terdiri dari
PNS (89%) dan PPPK (11%). Terbatasnya rekrutmen ASN dan pensiun ASN setiap tahun dapat
menyebabkan pelayanan publik terganggu. Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) mengangkat
pegawai non-ASN untuk mengatasi kekurangan sumber daya manusia. Meskipun diskresi
untuk mengangkat pegawai non-ASN telah dicabut, instansi pemerintah tetap melakukannya.
Terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah pegawai non-ASN dari 400.000 pada 2018
menjadi 2,4 juta pada 2022. Kehadiran pegawai non-ASN memberikan kontribusi pada
pelayanan publik, tetapi juga membawa kendala seperti lemahnya seleksi dan beban kerja yang
tidak seimbang dengan PNS. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 mencakup tujuh agenda
transformasi, salah satunya adalah penataan pegawai non-ASN. Tujuan dari transformasi
tersebut adalah menciptakan birokrasi yang profesional dan berkelas dunia. Pemerintah harus
menata pegawai non-ASN paling lambat Desember 2024, menggantikan batas waktu yang
sebelumnya pada 28 November 2023. Diperlukan pengambilan kebijakan berdasarkan etika
birokrasi untuk menangani masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan
penelitian pustaka untuk menjelaskan teori dan konsep terkait penataan pegawai non-ASN.
Etika birokrasi berperan sebagai pedoman untuk memastikan perilaku integritas dan keadilan
dalam administrasi publik. Penataan pegawai non-ASN harus memperhatikan nilai dasar
"BerAKHLAK," yang merupakan akronim dari orientasi pelayanan, akuntabilitas, kompetensi,
harmoni, loyalitas, adaptabilitas, dan kolaborasi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penataan
pegawai non-ASN adalah isu penting yang perlu perhatian serius dan Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2023 menjadi upaya untuk menangani masalah ini. Kesuksesan penataan
membutuhkan penerapan etika birokrasi yang konsisten dan mengutamakan kepentingan
masyarakat di atas kepentingan individu atau kelompok.
Kata Kunci: Undang-Undang ASN, pegawai non-ASN, etika birokrasi
Abstract
Excellent public services require integrity, accountability, and professionalism from the State
Civil Apparatus (ASN). One of the biggest challenges is the quality and quantity of existing
ASN. The number of ASN as of June 30, 2023 is 4,282,429, consisting of civil servants (89%)
and PPPK (11%). Limited ASN recruitment and ASN retirement every year can cause public
services to be disrupted. The Civil Service Supervisory Officer (PPK) appoints non-ASN
employees to overcome the shortage of human resources. Although the discretion to appoint
non-ASN employees has been revoked, government agencies continue to do so. There has been
a significant increase in the number of non-ASN employees from 400,000 in 2018 to 2.4 million
in 2022. The presence of non-civil servants contributes to public services, but also brings
constraints such as weak selection and unequal workloads with civil servants. Law No. 20 of
2023 includes seven transformation agendas, one of which is the structuring of non-civil
servants. The goal of the transformation is to create a professional and world-class
Vol. 14, No. 7, Desember, 2023
825
https://journal.ikopin.ac.id
bureaucracy. The government must organize non-civil servants by December 2024, replacing
the previous deadline of November 28, 2023. Policy-making based on bureaucratic ethics is
needed to deal with the problem. This research uses descriptive and desk research methods to
explain theories and concepts related to the arrangement of non-ASN employees. Bureaucratic
ethics acts as a guideline to ensure integrity and fairness in public administration. The
arrangement of non-ASN employees must pay attention to the basic value of "BerAKHLAK,"
which is an acronym for service orientation, accountability, competence, harmony, loyalty,
adaptability, and collaboration. The conclusion of this research is that the structuring of non-
ASN employees is an important issue that needs serious attention and Law No. 20 of 2023 is an
effort to deal with this issue. The success of the arrangement requires consistent application of
bureaucratic ethics and prioritizing the interests of the community over the interests of
individuals or groups.
Keywords: ASN law, non-ASN employees, bureaucratic ethics
4452047891F2A023006PENERAPAN E-GOVERNMENT MELALUI ONLINE SINGLE SUBMISSION RISK
BASED APPROACH (OSS RBA) STUDI KASUS DI KABUPATEN BANYUMAS
ABSTRAK
Penelitian ini bermula dari suatu kondisi rendahnya jumlah kepemilikan nomor induk
berusaha (NIB) di Kabupaten Banyumas dibandingkan dengan jumlah keseluruhan pelaku
usaha mikro kecil di Kabupaten Banyumas. Pelayanan perizinan untuk mendapatkan NIB di
Indonesia telah menerapkan sistem digital melalui Online Single Submission Risk Based
Approach (OSS RBA) dengan tujuan agar pelayanan perizinan yang telah berbasis risiko dapat
diakses dengan mudah oleh masyarakat dimanapun dan kapanpun tanpa harus mengunjungi
instansi secara offline. OSS RBA dalam pelaksanaanya di tingkat daerah dikelola oleh
DPMPTSP.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana penerapan e-government melalui
OSS RBA studi kasus di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teori milik
Dunleavy dengan aspeknya yaitu reintegration, need based holism dan digitization change.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik
pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan
wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan
adalah metode analisis interaktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan e-government melalui OSS RBA
di Kabupaten Banyumas sudah baik namun belum optimal, hal tersebut dikarenakan
peningkatan jumlah NIB terbit lebih banyak dibandingkan sebelum adanya sistem OSS RBA
yang mempermudah, namun bersifat fluktuatif kenaikannya tidak konsisten, kemudian pada
pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala seperti rendahnya literasi digital masyarakat,
sistem yang belum stabil, NIB rentan untuk dimanipulasi oleh oknum tidak bertanggung jawab
dan terjadi kebocoran data pengguna.
Kata Kunci: e-government, Nomor Induk Berusaha, OSS RBA
ABSTRACT
This study began with a condition of the low number of business registration numbers
(NIB) in Banyumas Regency compared to the total number of micro and small business actors
in Banyumas Regency. Licensing services to obtain NIB in Indonesia have implemented a
digital system through the Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) with
the aim that risk-based licensing services can be easily accessed by the public anywhere and
anytime without having to visit agencies offline. OSS RBA in its implementation at the regional
level is managed by DPMPTSP.
The purpose of this study is to see how the implementation of e-government through
OSS RBA case studies in Banyumas Regency. This study uses Dunleavy's theory with its
aspects, namely reintegration, need-based holism and digitization change. The method used in
this study is a descriptive qualitative method. The informant selection technique uses purposive
sampling. Data collection uses in-depth interviews, observation and documentation. The data
analysis method used is the interactive analysis method.
The results of this study indicate that the implementation of e-government through OSS
RBA in Banyumas Regency is good but not optimal, this is because the increase in the number
of NIBs issued is greater than before the OSS RBA system made it easier, but the increase is
fluctuating and inconsistent, then in its implementation there are still several obstacles such as
low digital literacy in the community, an unstable system, NIBs are vulnerable to manipulation
by irresponsible individuals and user data leaks occur.
Keywords: e-government, Business Identification Number, OSS RBA