Artikelilmiahs

Menampilkan 44.541-44.560 dari 48.759 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4454147916D1A020019PREVALENSI, IDENTIFIKASI, DAN PENGARUH JENIS KELAMIN TERHADAP KEJADIAN
NEMATODIASIS PADA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN SOMAGEDE
KABUPATEN BANYUMAS
Latar belakang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Somagede Kabupaten
Banyumas untuk mengetahui hubungan jenis kelamin yang berbeda terhadap kejadin
nematodiasis pada ternak kambing. Sampel feses kambing sebanyak 99 diambil sebanyak
3 gram/sampel kemudian diuji di Laboratorium Kesehatan Ternak Tipe-B Purwokerto
menggunakan metode sedimentasi dengan larutan Methylen blue 1%. Sasaran penelitian
ini adalah peternak dan ternak kambing di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode
survei dan purposive sampling. Data yang didapat dianalisis menggunakan analisis Chi-
square. Hasil pemeriksaan sampel feses pada ternak kambing terdapat jenis cacing
nematoda yang teridentifikasi yaitu Strongyle sp, Capillaria sp, Strongyloides sp, Cooperia
sp, Bunostomum sp, Trichostrongylus sp, Trichuris sp, dan Haemonchus sp. Hasil
pemeriksaan didapatkan rata-rata ternak kambing yang terinfeksi adalah jantan dengan
persentase 39,39% dan betina dengan persentase 42,2% dari 99 sampel feses yang
terinfeksi dengan persentase 81,81%. Hasil analisis data Chi-square menunjukkan P > 0,05
yang menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian
nematodiasis pada ternak kambing di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas.
Background. A study was conducted in Somagede District, Banyumas Regency to
determine the relationship between different sexes and the incidence of nematodiasis in
goats. Ninety-nine goat fecal samples, each weighing 3 grams, were collected and tested at
the Type-B Animal Health Laboratory in Purwokerto using the sedimentation method with
a 1% Methylene blue solution. The targets of this research were goat farmers and goats in
Somagede District, Banyumas Regency. The data collection methods used in this study
were survey and purposive sampling. The data obtained were analyzed using Chi-square
analysis. The results of the examination of goat fecal samples revealed that the identified
types of nematode worms were Strongyle sp, Capillaria sp, Strongyloides sp, Cooperia sp,
Bunostomum sp, Trichostrongylus sp, Trichuris sp, and Haemonchus sp. The examination
results showed that the average infected goats were males with a percentage of 39.39%
and females with a percentage of 42.2% out of 99 fecal samples, with an overall infection
percentage of 81.81%. The results of the Chi-square data analysis showed P > 0.05,
indicating that sex had no significant effect on the incidence of nematodiasis in goats in
Somagede District, Banyumas Regency.
4454247917G1A020100Hubungan Sikap Pencegahan dengan Kejadian Karier Enterobacteriaceae Penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase pada Tenaga Kesehatan di Rumah SakitLatar Belakang: Infeksi yang disebabkan oleh Enterobacteriaceae penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) menjadi masalah serius dalam dunia kesehatan, terutama di lingkungan rumah sakit. Bakteri Gram negatif seperti Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae dapat menghasilkan ESBL yang membuatnya resisten terhadap berbagai antibiotik beta-laktam, sehingga menyulitkan penanganan infeksi. Penyebaran bakteri ESBL sering dikaitkan dengan praktik pencegahan infeksi yang kurang optimal di fasilitas kesehatan, terutama dari tenaga kesehatan yang berperan sebagai faktor dalam penyebaran patogen ini.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara sikap dengan kejadian karier Enterobacteriaceae penghasil extended spectrum beta-lactamase (ESBL) pada tenaga kesehatan di rumah sakit.
Metode: Penelitian ini diambil dari data sekunder. Analisis data menggunakan uji Exact fisher sebagai uji database.
Hasil: Uji hipotesis Exact fisher terhadap sikap dan kejadian karier ESBL tidak berhubungan karena hasil menunjukkan nilai yaitu p=1,000.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara sikap dengan kejadian karier Enterobacteriaceae penghasil ESBL pada tenaga kesehatan di RSI Banjarnegara.
Background: Infections caused by Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL)-producing Enterobacteriaceae have become a serious health issue, particularly in hospital environments. Gram-negative bacteria such as Escherichia coli and Klebsiella pneumoniae can produce ESBL, making them resistant to various beta-lactam antibiotics, thus complicating infection treatment. The spread of ESBL-producing bacteria is often associated with suboptimal infection prevention practices in healthcare facilities, particularly among healthcare workers who act as vectors in transmitting these pathogens.
Objective: To determine the relationship between attitudes and the incidence of ESBL-producing Enterobacteriaceae carriers among healthcare workers in hospitals.
Method: This research is based on secondary data. Data analysis uses the Fisher Exact test as a database test.
Results: The Fisher's Exact hypothesis test showed no relationship between attitudes and the incidence of ESBL carriers, as the result indicated a p-value of 1.000.
Conclusion: There is no relationship between attitude and the incidence of carriers of ESBL-producing Enterobacteriaceae in health workers at RSI Banjarnegara.
4454347918H1A021015 RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN PENGENDALIAN OTOMATIS IKLIM MIKRO DAN PENCAHAYAAN PADA GREENHOUSE BERBASIS INTERNET OF THINGS
MENGGUNAKAN ESP32 WROOM-32U
Indonesia memiliki dua musim yaitu kemarau dan penghujan, yang menyebabkan cuaca ekstrem dan perubahan iklim tidak menentu. Hal tersebut berdampak pada sektor pertanian sebagai komoditas utama di Indonesia. Greenhouse, merupakan solusi dari permasalahan tersebut, namun pengaturan manual pada greenhouse memerlukan banyak waktu dan tenaga petani. Sehingga, penelitian ini dilakukan unruk merancang sistem monitoring dan pengendalian otomatis iklim mikro serta pencahayaan pada greenhouse berbasis IoT dengan mikrokontroler ESP32 WROOM-32U. Hasil perancangan menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi dengan baik, dengan tingkat akurasi sensor suhu 99,73%, kelembapan 98,30%, dan intensitas cahaya 99,81%. Monitoring dan pengendalian greenhouse dapat dilakukan melalui protokol MQTT dengan antarmuka pada Node-RED dan IoT MQTT Panel, sehingga memudahkan petani untuk memantau dan mengontrol greenhouse dari jarak jauh. Aktuator dapat bekerja dalam mode manual maupun otomatis, dimana kipas menyala saat suhu >30°C, sprayer menyala saat kelembapan <70%, dan LED grow light menyala jika pencahayaan tanaman <10 jam per hari. Dengan begitu, adanya sistem memberikan kemudahan kepada petani dalam mengelola greenhouse dan dapat meningkatkan produktivias tanaman pada greenhouse.Indonesia has two seasons, namely dry and rainy, which cause extreme weather and unpredictable climate change. This has an impact on the agricultural sector as the main commodity in Indonesia. Greenhouse is a solution to this problem, but manual settings in the greenhouse require a lot of time and energy for farmers. Thus, this study was conducted to design an automatic monitoring and control system for microclimate and lighting in an IoT-based greenhouse with an ESP32 WROOM-32U microcontroller. The design results show that the system can function well, with a temperature sensor accuracy level of 99.73%, humidity 98.30%, and light intensity 99.81%. Greenhouse monitoring and control can be done via the MQTT protocol with an interface on Node-RED and IoT MQTT Panel, making it easier for farmers to monitor and control the greenhouse remotely. The actuator can work in manual or automatic mode, where the fan turns on when the temperature is >30°C, the sprayer turns on when the humidity is <70%, and the LED grow light turns on if the plant lighting is <10 hours per day. Thus, the existence of the system provides convenience to farmers in managing greenhouses and can increase plant productivity in greenhouses.
4454447928C1A021083DETERMINAN PREVALENSI STUNTING DI JAWA TENGAH TAHUN 2021-2023Penelitian ini didasarkan pada prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan serius di Jawa Tengah, dengan prevalensi stunting tinggi. Jawa Tengah, sebagai salah satu lumbung pangan nasional, memiliki produksi pangan lokal yang cukup tinggi, akan tetapi tingginya produksi pangan belum sepenuhnya diikuti oleh pervalensi stunting, yang tercermin dari masih tingginya prevalensi stunting di Jawa Tengah. Hal ini mengindikasikan bahwa ketersediaan pangan belum tentu berbanding lurus dengan akses dan pemanfaatannya, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal. Penelitian ini menganalisis faktor ekonomi dan sosial terhadap prevalensi stunting di Jawa Tengah menggunakan data sekunder. Hasilnya menunjukkan bahwa ketahanan pangan dan pendidikan ibu berpengaruh signifikan dalam menurunkan stunting, sementara ketimpangan pendapatan, pendapatan per kapita, dan COVID-19 tidak memiliki dampak yang signifikan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan produksi dan distribusi pangan lokal untuk memastikan ketersediaan pangan bergizi yang merata di seluruh daerah disertai dengan program dukungan. Di sisi lain, perluasan akses pendidikan bagi perempuan, terutama di daerah dengan angka stunting tinggi, menjadi prioritas disertai dengan program dukungan untuk keberlanjutan.This study is based on the high prevalence of stunting, which remains a serious challenge in Central Java. As one of the nation’s food-producing regions, Central Java has a relatively high level of local food production. However, the high production levels have not been fully reflected in stunting prevalence, as the region continues to experience high stunting rates. This indicates that food availability does not necessarily translate into equal access and effective utilization, particularly in meeting children's nutritional needs optimally. This research analyzes the economic and social factors influencing stunting prevalence in Central Java using secondary data. The findings reveal that food security and maternal education significantly contribute to reducing stunting, whereas income inequality, per capita income, and COVID-19 do not have a significant impact. The study's implications highlight the importance of enhancing local food production and distribution to ensure equitable access to nutritious food across all regions, supported by targeted programs. Additionally, expanding access to education for women, particularly in areas with high stunting rates, should be prioritized, along with sustained support programs to ensure long-term effectiveness.
4454547957L1C021034Hubungan Faktor Fisika-Kimia Perairan terhadap Kandungan Karbohidrat Oyster (Crassostrea sp.) di Laguna Segara Anakan CilacapLaguna Segara Anakan memiliki aktivitas antropogenik tinggi akibat buangan limbah pelabuhan dan industri, sehingga memengaruhi biota yang hidup di dalamnya seperti oyster. Oyster memiliki kandungan nutrisi tinggi, salah satunya karbohidrat. Faktor fisika-kimia perairan dapat memengaruhi kandungan karbohidrat pada oyster. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan karbohidrat dan parameter fisika-kimia perairan, serta menganalisis hubungan faktor fisika-kimia terhadap kandungan karbohidrat oyster Crassostrea sp. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan dilakukan di 3 stasiun penelitian. Penentuan karbohidrat total dianalisis menggunakan metode by difference dan glukosa menggunakan metode Luff-schoorl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat total dan glukosa oyster Crassostrea sp., berkisar antara 15,8350 – 18,3033% dan 1,71 – 2,85%. Parameter fisika-kimia perairan seperti suhu, salinitas, kecerahan, kedalaman, pH, DO, dan BOD berada pada kisaran baku mutu optimal. Kandungan karbohidrat total memiliki nilai korelasi sangat kuat (r = 0,928) dengan kedalaman; suhu dan DO sedang (r = -0,541); salinitas sedang (r = 0,541); kecerahan lemah (r = 0,390); BOD sangat lemah (r = -0,191); pH sangat lemah (r = 0,087). Kandungan glukosa memiliki nilai korelasi sangat kuat (r = -0,866) dengan suhu dan DO; salinitas kuat (r = 0,866); kecerahan kuat (r = 0,768); kedalaman sedang (r = -0,655); BOD sedang (r = -0,619); pH lemah (r = -0,378).Segara Anakan Lagoon has high anthropogenic activity due to port and industrial waste discharge, thus affecting the biota living in it such as oysters. Oysters have high nutrient content, one of which is carbohydrates. Physicochemical factors of waters can affect the carbohydrate content of oysters. The purpose of this study was to analyze the carbohydrate content and physicochemical parameters of waters, as well as to analyze the relationship of physicochemical factors to the carbohydrate content of Crassostrea sp. oysters. The research method used was the survey method and was conducted at 3 research stations. Determination of total carbohydrates was analyzed using the by difference method and glucose using the Luff-schoorl method. The results showed that the total carbohydrate and glucose content of Crassostrea sp. oysters ranged from 15.8350 - 18.3033% and 1.71 - 2.85%. Physicochemical parameters of waters such as temperature, salinity, brightness, depth, pH, DO, and BOD were within the optimal quality standard range. Total carbohydrate content had a very strong correlation value (r = 0.928) with depth; moderate temperature and DO (r = -0.541); medium salinity (r = 0.541); weak brightness (r = 0.390); very weak BOD (r = -0.191); very weak pH (r = 0.087). Glucose content has a very strong correlation value (r = -0.866) with temperature and DO; strong salinity (r = 0.866); strong brightness (r = 0.768); medium depth (r = -0.655); medium BOD (r = -0.619); weak pH (r = -0.378).
4454647919C1C021111PENGARUH GREEN ACCOUNTING, CARBON EMISSION DISCLOSURE, DAN
ECO EFFICIENCY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada perusahaan di sektor basic material yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020 – 2023. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Green Accounting, Carbon Emission Disclosure, dan Eco Efficiency terhadap Nilai Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Kontrol (Studi pada Perusahaan Sektor Basic Material periode 2020 – 2023)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh green accounting, carbon emission disclosure, dan eco efficiency terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan di sektor basic material yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020 – 2023. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 27 perusahaan. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Eviews 12 menunjukkan bahwa: (1) Green accounting berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (2) Carbon emission disclosure tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (3) Eco efficiency tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Implikasi dari kesimpulan penelitian ini adalah diharapkan dapat membantu perusahaan sektor basic material untuk meningkatkan nilai perusahaan dengan memperhatikan faktor – faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan, sehingga dapat menarik minat investor untuk terus berinvestasi dan dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya terkait nilai perusahaan.
This research is a quantitative study on companies in the basic material sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2020 - 2023. This study takes the title “The Effect of Green Accounting, Carbon Emission Disclosure, and Eco Efficiency on Firm Value with Company Size as a Control Variable (Study on Basic material Sector Companies for the period 2020 - 2023)”. The purpose of this study was to determine the effect of green accounting, carbon emission disclosure, and eco efficiency on firm value. The population in this study are companies in the basic material sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2020-2023. The total population in this study were 27 companies. The sample selection technique used is purposive sampling technique.
Based on the results of research and data analysis using Eviews 12, it shows that: (1) Green accounting has a positive effect on firm value, (2) Carbon emission disclosure has no effect on firm value, (3) Eco efficiency has no effect on firm value. The implication of the conclusion of this study is that it is expected to help basic material sector companies to increase firm value by paying attention to factors that affect firm value, so as to attract investors to continue investing and can be used as a reference for further research related to firm value.
4454747921C1B021049Pengaruh God Locus of Control dan Love of Money terhadap Unethical Behavior (Studi pada Pegawai Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah)Meningkatnya perilaku tidak etis di tempat kerja mulai menjadi sorotan dunia. Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) merupakan salah satu lembaga yang dibentuk sebagai konsekuensi dari reformasi birokrasi yang bertujuan untuk menciptakan lembaga yang terbebas dari pelanggaran. Dalam beberapa penelitian terdahulu ditemukan bahwa locus of control Tuhan merupakan salah satu faktor yang memberikan pengaruh positif terhadap persepsi etika manusia. Sementara itu, love of money pada penelitian terdahulu ditemukan menjadi faktor pemicu terjadinya tindak pidana dan pelanggaran etika, pada beberapa penelitian lainnya ditemukan bahwa love of money tidak memiliki hubungan dengan tindakan tidak etis. Berdasarkan analisis, penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang negatif dan signifikan antara god locus of control terhadap perilaku tidak etis, sedangkan variabel love of money terbukti tidak memberikan pengaruh terhadap perilaku tidak etis.The increase in unethical behavior in the workplace is starting to come into the global spotlight. The Directorate General of Treasury (DJPb) is one of the institutions that was formed as a consequence of bureaucratic reform which aims to create an institution that is free from violations. In several previous studies, it was found that God's locus of control is one of the factors that has a positive influence on human ethical perceptions. Meanwhile, love of money in previous research was found to be a triggering factor for crime and ethical violations, in several other studies it was found that love of money has nothing to do with unethical acts. Based on the analysis, this research proves that there is a negative and significant influence between god locus of control on unethical behavior, while the love of money variable is proven to have no influence on unethical behavior.
4454847920E1A021226PENJATUHAN PUTUSAN BEBAS EKS BUPATI LANGKAT DALAM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG
(Analisis Putusan Nomor 555/Pid.Sus/2023/PN Stb)
Di Indonesia, perdagangan manusia marak terjadi dan beroperasi dalam jaringan kriminal domestik dan internasional yang mengabaikan hak asasi manusia dan merusak nilai-nilai dan konvensi masyarakat. Penelitian ini berupaya untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim yang digunakan oleh majelis hakim dalam menjatuhkan putusan bebas bagi terdakwa, mantan bupati Langkat, dalam kasus perdagangan manusia yang diputus berdasarkan putusan nomor 555/Pid.Sus/2023/PN Stb. Selanjutnya, untuk mengetahui akibat hukum dari adanya putusan bebas nomor 555/Pid.Sus/2023/PN Stb terhadap penegakan hukum bagi pelaku perdagangan manusia di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan memanfaatkan pendekatan perundang-undangan, kasus dan konseptual. Spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder yang dilakukan studi kepustakaan. Bahan hukum disajikan dalam bentuk uraian yang kemudian dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah mengetahui bahwa alat bukti yang diajukan dalam persidangan sudah terpenuhi sehingga semestinya hakim menyatakan terdakwa bersalah. Selain itu, adanya putusan bebas berakibat hukum adanya disparitas putusan dalam kasus yang serupa.In Indonesia, human trafficking is prevalent and operates within a domestic and international criminal network that disregards human rights and undermines societal values and conventions. This study seeks to identify and examine the legal factors employed by the panel of judges in rendering an acquittal for the defendant, the former regent of Langkat, in a human trafficking case adjudicated under decision number 555/Pid.Sus/2023/PN Stb. Furthermore, to ascertain the legal ramifications of the acquittal ruling number 555/Pid.Sus/2023/PN Stb concerning law enforcement against human trafficking offenders in Indonesia. This study employs a normative legal framework, utilizing both legislative and case law approaches. Specifications for descriptive analytical research. The legal documents utilized are derived from secondary data obtained through scholarly reviews. Legal materials are conveyed through descriptions, and qualitative normative methodologies are employed for their analysis. The findings of this study suggest that the judge is obligated to declare the prisoner guilty due to the adequacy of the trial evidence. Furthermore, the acquittal decision illustrates the variability of rulings in such circumstances.
4454947922I1A021091Analisis Faktor Risiko Low Back Pain pada Pekerja PT Serasi Gaya Busana PurbalinggaLatar Belakang: Low Back Pain (LBP) adalah gangguan muskuloskeletal yang sering dialami pekerja terutama di industri dengan durasi duduk lama dan postur kerja tidak ergonomis. Faktor yang mempengaruhi LBP meliputi usia, IMT, kebiasaan olahraga, lama kerja dan postur kerja. PT Serasi Gaya Busana, industri garmen di Purbalingga, memiliki risiko tinggi terhadap LBP. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap LBP pada pekerja di perusahaan tersebut.

Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 120 sampel yang dihitung menggunakan rumus Issac dan Michael. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner, Visual Analog Scale (VAS), dan lembar RULA. Analisis data mencakup univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik ganda).

Hasil: Variabel yang berpengaruh adalah kebiasaan olahraga (0,018). Variabel yang tidak berpengaruh adalah usia (0,079), postur kerja (0,122), masa kerja (0,088), dan Indeks Massa Tubuh (0,528).

Kesimpulan : Variabel yang paling berpengaruh adalah kebiasaan olahraga sehingga pekerja disarankan untuk melakukan kombinasi olahraga antara latihan penguatan otot inti, peregangan, yoga atau Pilates, dan berjalan kaki secara teratur.

Kata Kunci: Low Back Pain, Pekerja Garmen, Kebiasaan Olahraga
Background: Low Back Pain (LBP) is a musculoskeletal disorder commonly experienced among workers, especially in industries with prolonged sitting durations and non-ergonomic work posture. Factors influencing LBP include age, Body Mass Index (BMI), exercise habits, work duration, and working posture. PT Serasi Gaya Busana, a garment manufacturing company in Purbalingga, has a high risk of LBP. This study aims to identify the factors affecting LBP among workers in the company.

Methods: The study employed a cross-sectional design with size of sample 120, calculated using the Isaac and Michael formula. The instruments used included a questionnaire, Visual Analog Scale (VAS), and RULA sheet. Data analysis comprised univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (multiple logistic regression) analyses.

Results: The most significant factor influencing LBP was exercise habits (p = 0.018). The variables that did not show a significant effect were age (p = 0.079), work posture (p = 0.122), working period (p = 0.088), and body mass index (p = 0.528).

Conclusion: The most significant factor influencing LBP was exercise habits so workers are advised to do a combination of exercises between core muscle strengthening exercises, stretching, yoga or Pilates, and regular walking.

Keywords: Low Back Pain, Garment Workers, Exercise Habits
4455047923I1A021020Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kapasitas Vital Paru Pekerja Produksi PT Pundi Indokayu Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Proses pengolahan kayu menghasilkan partikel debu yang mencemari lingkungan dan menyebabkan penurunan kapasitas vital paru. PT Pundi Indokayu Industri mempunyai 3 bagian produksi yang menghasilkan debu di lingkungan kerja. Partikel debu yang beterbangan dapat menyebar, sehingga memengaruhi pekerja disebabkan tempat produksi yang terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kapasitas vital paru pada pekerja produksi PT Pundi Indokayu Industri Kabupaten Banyumas.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 114 responden dengan teknik proportioned random sampling. Variabel dependen yaitu kapasitas vital paru. Variabel independen yaitu umur, status gizi, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, masa kerja, lama paparan, riwayat penyakit paru, penggunaan masker, dan kadar debu. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, timbangan berat badan, microtoice, spirometer, personal dust sampler, alat tulis, dan kamera. Uji statistik yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat.

Hasil Penelitian: Terdapat hubungan kebiasaan merokok (p-value 0,000), kebiasaan olahraga (p-value 0,040), masa kerja (p-value 0,048), dan penggunaan masker (p-value 0,000) dengan kapasitas vital paru. Variabel yang berpengaruh terhadap kapasitas vital paru yaitu penggunaan masker (OR 14,578), kebiasaan merokok (OR 7,860), dan kebiasaan olahraga (OR 7,469). Diantara variabel yang dianalisis, penggunaan masker menunjukkan pengaruh terbesar terhadap kapasitas vital paru.

Kesimpulan dan Saran: Variabel yang berpengaruh terhadap kapasitas vital paru yaitu penggunaan masker, kebiasaan merokok, dan kebiasaan olahraga. Pekerja disarankan untuk menggunakan masker, berhenti merokok atau mengurangi paparan asap rokok, dan rutin berolahraga (3-5 kali dalam seminggu) agar fungsi paru-paru meningkat.

Kata Kunci: Kapasitas Vital Paru, Debu, Penggunaan Masker
Background: The wood processing process produces dust particles that pollute the environment and cause a decrease in lung vital capacity. PT Pundi Indokayu Industri has three production areas that produce dust in the work environment. Airborn dust particles may disperse, exposing additional workers to the open production area. This study aims to determine the factors that influence lung vital capacity of production workers at PT Pundi Indokayu Industri, Banyumas Regency.

Method: Quantitative research with a cross-sectional research design. The research sample was 114 respondents with a proportioned random sampling technique. The research instruments used questionnaires, weight scales, microtoice, spirometers, personal dust samplers, stationery, and cameras. The statistical tests used were univariate, bivariate, and multivariate analysis.

Research Results: There are three variables that affect lung vital capacity was mask use (OR 14.578), smoking habits (OR 7.860), and exercise habits (OR 7.469). Variables that do not affect lung vital capacity are length of service, nutritional status, age, history of lung disease, duration of exposure, and dust levels.

Conclusion: Variables that affect lung vital capacity are mask use, smoking habits, and exercise habits.

Keywords: Lung Vital Capacity, Dust, Mask Use
4455147924E1A021086PENILAIAN CIRCUMSTANTIAL EVIDENCE SEBAGAI
DASAR KEYAKINAN HAKIM DALAM PERTIMBANGAN HUKUM
TENTANG PEMENUHAN UNSUR PASAL 340 KUHP
(Studi Komparatif Putusan Nomor 194/Pid.B/2023/PN Sit dan Putusan
Nomor 777/Pid.B/2016/PN Jkt Pst)
Circumstantial evidence telah banyak digunakan dalam pembuktian perkara pidana
Indonesia. Dimana hal ini tampak pada pembuktian perkara pembunuhan berencana
dalam Putusan Nomor 777/Pid.B/2016/PN Jkt Pst dan Putusan Nomor
194/Pid.B/2023/PN Sit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan
circumstantial evidence dalam KUHAP serta penerapannya dalam pembuktian
tindak pidana pembunuhan berencana dalam Putusan Nomor 194/Pid.B/2023/PN
Sit dan Putusan Nomor 777/Pid.B/2016/PN Jkt Pst. Penelitian ini menggunakan
metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, kasus,
komparatif, dan konseptual. Adapun spesifikasi penelitian yang digunakan yaitu
preskriptif. Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder
yang diperoleh dengan cara studi pustaka. Sumber bahan hukum dianalisis dengan
metode yuridis kualitatif untuk kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil
Penelitian menunjukan bahwa circumstantial evidence tidak di atur dalam KUHAP
baik secara eksplisit maupun implisit. Selain itu, dalam pembuktian perkara dengan
Putusan Nomor 777/Pid.B/2016/PN Jkt Pst dan Putusan Nomor 194/Pid. B/PN Sit
circumstantial evidence sama-sama dinilai sebagai bukti utama yang menjadi dasar
keyakinan hakim dalam menyatakan terpenuhinya unsur Pasal 340 KUHP. Namun,
penilaian bukti tidak langsung dalam kedua perkara tersebut belum mampu
membuktikan kesalahan terdakwa tanpa menyisakan keragu-raguan.
Circumstantial evidence has been widely used in proving criminal cases in
Indonesia. Where this can be seen in the proof of premeditated murder cases in
Decision Number 777/Pid.B/2016/PN Jkt Pst and Decision Number
194/Pid.B/2023/PN Sit. This research aims to analyze the regulation of
circumstantial evidence in the Criminal Procedure Code and its application in
proving the crime of premeditated murder in Decision Number 194/Pid.B/2023/PN
Sit and Decision Number 777/Pid.B/2016/PN Jkt Pst. This research uses normative
juridical methods with statutory, case, comparative, and conceptual approaches.
The research specification used is prescriptive. The types and sources of legal
materials used are secondary data obtained by means of literature study. Sources
of legal material are analyzed by qualitative juridical methods and then presented
in the form of narrative text. The results showed that circumstantial evidence is not
regulated in the Criminal Procedure Code either explicitly or implicitly. In addition,
in proving the case with Decision Number 777/Pid.B/2016/PN Jkt Pst and Decision
Number 194/Pid.B/PN Sit circumstantial evidence is equally considered as the main
evidence that forms the basis of the judge's conviction in stating the fulfilment of
the elements of Article 340 of the Criminal Code. However, the assessment of
circumstantial evidence in both cases has not been able to prove the defendant's
guilt without leaving doubts.
4455247897E1A021078PERMOHONAN PRAPERADILAN YANG BERULANG (Studi Komparatif Putusan Nomor 3/Pid.Pra/2022/PN Srg dan Putusan Nomor 61/Pid.Pra/2023/PN Jkt.Sel)Jamak ditemui permohonan praperadilan dengan objek permohonan sah atau tidaknya penetapan tersangka diajukan lebih dari satu kali seolah-olah asas ne bis in idem sengaja disimpangi. Nihilnya aturan yang tegas menjadikan tiap hakim praperadilan yang dihadapkan dengan permohonan yang demikian menjatuhkan putusan yang berbeda-beda. Di tengah fenomena yang demikian, ditemukan hakim yang serta merta memutus permohonan praperadilan tersebut telah ne bis in idem dan ada pula hakim yang terlebih dahulu mempertimbangkan adanya fakta baru yang diajukan sebagai wujud kebaruan dari permohonan yang terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua pendapat hakim dalam memutus permohonan praperadilan yang berulang tersebut apakah benar melanggar ne bis in idem ataukah tidak serta akibat hukumnya terhadap putusan terdahulu jika putusan terbaru berbeda amarnya dengan putusan terdahulu. Melalui penelitian yuridis normatif dengan didasarkan pada data sekunder yang dikumpulkan dengan metode studi kepustakaan, akan diteliti perbandingan antara Putusan Nomor 3/Pid.Pra/2022/PN Srg dan Putusan Nomor 61/Pid.Pra/2023/PN Jkt.Sel dalam memutus permohonan praperadilan yang berulang. Berdasarkan penelitian secara preskriptif, nilai keadilan akan tercapai apabila hakim terlebih dahulu mempertimbangkan ada tidaknya fakta baru sebelum permohonan itu dinyatakan ne bis in idem. Namun, akan sangat menyalahi kepastian hukum apabila putusan tersebut menjatuhkan putusan yang berbeda namun tidak menambahkan amar yang menyatakan bahwa putusan tersebut telah membatalkan putusan terdahulu. Akibatnya akan terdapat dua putusan yang berlaku terhadap satu perkara sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum.It is common to find pretrial applications with the object of requesting whether or not the determination of a suspect is valid filed more than once as if the principle of ne bis in idem is deliberately circumvented. The absence of strict rules has led each pretrial judge faced with such requests to render different verdicts. In the midst of this phenomenon, there are judges who immediately decide that the pretrial application is ne bis in idem and there are also judges who first consider the existence of new facts submitted as a form of novelty from the previous application. This study aims to compare the two opinions of judges in deciding whether the repeated pretrial petitions violate ne bis in idem or not and the legal consequences of the previous decision if the latest decision is different from the previous decision. Through normative juridical research based on secondary data collected through desk research, a comparison between Decision Number 3/Pid.Pra/2022/PN Srg and Decision Number 61/Pid.Pra/2023/PN Jkt.Sel in deciding repeated pretrial motions. Based on prescriptive research, the value of justice will be achieved if the judge first considers whether there are new facts before the petition is declared ne bis in idem. However, it will violate legal certainty if the decision imposes a different decision but does not add a ruling stating that the decision has canceled the previous decision. As a result, there will be two decisions that apply to one case, causing legal uncertainty.
4455347925I1A021113Analisis Faktor yang Memengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Pembuat Tahu di Desa KalisariLatar Belakang : Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah keluhan yang mengenai daerah otot rangka yang membuat penderita mengalami rasa sakit dari sangat ringan hingga sangat sakit. Faktor keluhan MSDs meliputi usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, ukuran tubuh (IMT), posisi kerja, durasi kerja, dan beban kerja fisik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja pembuat tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pekerja pembuat tahu sejumlah 538 orang dan sampel sebanyak 94 orang menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Instsrumen penelitian berupa lembar kuesioner, lembar Nordic Body Map (NBM), dan lembar REBA. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda.

Hasil : Variabel yang berpengaruh adalah usia (0,003), posisi kerja (0,032), dan durasi kerja (0,001). Variabel yang tidak berpengaruh adalah jenis kelamin (0,519), kebiasaan merokok (0,702), ukuran tubuh (IMT) (0,548), dan beban kerja fisik (0,846).

Simpulan dan saran : Variabel yang berpengaruh adalah usia, posisi kerja, dan durasi kerja. Variabel yang paling berpengaruh adalah usia. Pekerja pembuat tahu disarankan untuk melakukan penyesuaian pekerjaan dan posisi kerja ergonomis serta melakukan peregangan. Pemilik industri disarankan untuk mengatur durasi kerja seimbang.

Kata Kunci : Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs), Faktor Individu, Faktor Pekerjaan, Pekerja Pembuat Tahu.
Background: : Musculoskeletal Disorders (MSDs) are complaints that affect skeletal muscle areas that make sufferers experience pain from very mild to very painful. Factors of MSDs complaints include age, gender, smoking habits, body size (BMI), work position, work duration, and physical workload. The purpose of the study was to determine the factors that influence Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints in tofu workers in Kalisari Village, Cilongok District, Banyumas Regency.

Method: This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The population of tofu workers was 538 people and a sample of 94 people using cluster sampling technique. Data collection was done by observation and interview. The research instruments were questionnaire sheets, Nordic Body Map (NBM) sheets, and REBA sheets. Data analysis used was univariate analysis, bivariate analysis with chi square test, and multivariate analysis with multiple logistic regression test.

Results: The influential variables were age (0,003), work position (0,032), and work duration (0,001). Variables that were not influential were gender (0,519), smoking habit (0,702), body size (BMI) (0,548), and physical workload (0,846).

Conclusion and Suggestions: The influential variables are age, work position, and duration of employment. The most influential variable is age. Tofu workers are advised to make work adjustments and ergonomic work positions and stretch. Industry owners are advised to set a balanced work duration.

Keywords: Musculoskeletal Disorders, Individual Factors, Occupational Factors, Tofu Workers.
4455447926E1A021068Kesadaran Hukum Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) (Studi di Pengadilan Agama Banyumas Kelas 1B)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap pemanfaatan Pos Bantuan Hukum serta pengaruh faktor motivasi, faktor komunikasi, dan faktor intensitas sosialisasi terhadap kesadaran hukum masyarakat terhadap pemanfaatan Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Banyumas Kelas 1B. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kuantitatif dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Pengadilan Agama Banyumas Kelas 1B dengan responden sebanyak 50 (lima puluh) masyarakat. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter, dan kepustakaan. Pengolahan data menggunakan metode coding, editing, dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi, dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap pemanfaatan Pos Bantuan Hukum adalah rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (empat) indikator meliputi rendahnya pengetahuan hukum masyarakat, rendahnya pemahaman hukum masyarakat, banyaknya sikap hukum masyarakat yang setuju, dan banyaknya pola perilaku masyarakat yang sesuai terhadap pemanfaatan Pos Bantuan Hukum. Faktor motivasi, faktor komunikasi, dan faktor intensitas sosialisasi berpengaruh secara negatif terhadap kesadaran hukum masyarakat terhadap pemanfaatan Pos Bantuan Hukum. Artinya semakin rendah motivasi, komunikasi, dan intensitas sosialisasi maka akan semakin rendah pula tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap pemanfaaran Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Banyumas Kelas 1B. This study aims to determine the level of public legal awareness of the utilization of Legal Aid Posts and the influence of motivational factors, communication factors, and socialization intensity factors on public legal awareness of the utilization of Legal Aid Posts at the Banyumas Class 1B Religious Court. This research uses empirical juridical research method with quantitative approach and descriptive research specification. This research took place at the Banyumas Class 1B Religious Court with 50 (fifty) community respondents. Sampling using accidental sampling method. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained by questionnaire, documentary, and literature methods. Data processing uses coding, editing, and tabulation methods and is analyzed by frequency distribution analysis, cross table analysis, content analysis, and comparative analysis. The results showed that the level of public legal awareness of the utilization of Legal Aid Post is low. This is evidenced by the results of research on 4 (four) indicators including the low level of legal knowledge of the community, the low level of legal understanding of the community, the number of legal attitudes of the community that agree, and the number of appropriate community behavior patterns towards the utilization of Legal Aid Posts. Motivation factors, communication factors, and socialization intensity factors negatively affect public legal awareness of the utilization of Legal Aid Posts. This means that the lower the motivation, communication, and intensity of socialization, the lower the level of public legal awareness of the utilization of the Legal Aid Post at the Banyumas Class 1B Religious Court.
4455547927C1B021007Pengaruh Green Lean Industry dan Sustainable Value Stream Mapping Terhadap Environment Waste Dengan Total Quality Management Sebagai Variabel Mediasi di Konveksi Yeay Apparel Penelitian ini berjudul “Pengaruh Green Lean Industry dan Sustainable Value Stream Mapping Terhadap Environment Value Dengan Total Quality Management Sebagai Variabel Mediasi di Konveksi Yeay Apparel Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan efisiensi dalam industri bisnis, konsep Green Lean Industry (GLI), menggabungkan praktik ramah lingkungan dengan Sustainable Value Stream Mapping (SVSM) untuk mengenali proses yang tidak efisien, melakukan perbaikan yang berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas dengan peran Total Quality Management (TQM) sebagai konsistensi kualitas produk dan proses dalam mengurangi adanya pemborosan lingkungan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan dan konsumen yang terlibat di Konveksi Yeay Apparel. Data diperoleh melalui tahap observasi dan
kuisioner dengan pihak-pihak terkait dalam rantai nilai di Konveksi Yeay Apparel. Analisis menunjukan adanya pengaruh Green Lean Industry (GLI) dan Sustainable Value Stream Mapping (SVSM), serta Total Quality Management (TQM) sebagai variabel mediasi terhadap beberapa jenis Environment Waste (EW) yang dihasilkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan operasional konveksi dengan fokus pada strategi yang dapat mengintegrasikan lean industry , keberlanjutan lingkungan dan manajemen kualitas total dalam proses produksi. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Green Lean Industry dan Sustainable Value Stream Mapping Terhadap Environment Value Dengan Total Quality Management Sebagai Variabel Mediasi di Konveksi Yeay Apparel.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan efisiensi dalam industri bisnis, konsep Green Lean Industry (GLI), menggabungkan praktik ramah lingkungan dengan Sustainable Value Stream Mapping (SVSM) untuk mengenali proses yang tidak efisien, melakukan perbaikan yang berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas dengan peran Total Quality Management (TQM) sebagai konsistensi kualitas
produk dan proses dalam mengurangi adanya pemborosan lingkungan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan dan konsumen yang terlibat di Konveksi Yeay Apparel. Data diperoleh melalui tahap observasi dan kuisioner dengan pihak-pihak terkait dalam rantai nilai di Konveksi Yeay Apparel. Analisis menunjukan adanya pengaruh Green Lean Industry (GLI) dan Sustainable Value Stream Mapping (SVSM), serta Total QualityManagement (TQM) sebagai variabel mediasi terhadap beberapa jenis Environment Waste (EW) yang dihasilkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan operasional konveksi dengan fokus pada strategi yang dapat mengintegrasikan lean industry , keberlanjutan lingkungan dan manajemen kualitas total dalam proses produksi.
The title of this research is “The Influence of Green Lean Industry and Sustainable Value Stream Mapping on Environmental Value with Total Quality Management as a Mediating Variable at Yeay Apparel Garment.” In line with the growing awareness of the importance of sustainability and efficiency in business industries, the concept of Green Lean Industry (GLI) integrates environmentally friendly practices with Sustainable Value Stream Mapping (SVSM) to identify inefficient processes, implement continuous improvements, and enhance productivity. This is supported by the role of Total Quality Management (TQM) in ensuring consistent product and process quality to reduce environmental waste.The population in this study consists of employees and consumers involved at Yeay Apparel Garment. Data were obtained through observation and questionnaires involving stakeholders within the value chain of Yeay Apparel. The analysis shows that Green Lean Industry (GLI) and Sustainable Value Stream Mapping (SVSM), along with Total Quality Management (TQM) as a mediating variable, have an influence on several types of Environmental Waste (EW) generated. The results of this study are expected to improve the operational sustainability of the garment business by focusing on strategies that integrate lean industry, environmental sustainability, and total quality management into the production process.
4455647929J1B019004STRUKTUR DALAM IKLAN PRODUK KECANTIKAN MS GLOW DI YOUTUBE
(Kajian Wacana Kritis)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis sturktur. Penelitian ini berjudul “Analisis Sturktur dalam Iklan Produk Kecantikan Ms Glow di YouTube”. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik penyediaan data dalam penelitian ini adalah mengunakan teknik dokumentasi, simak bebas libat cakap dan teknik catat sebagai teknik lanjutannya. Analisis data pada penelitian ini menggunakan penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa iklan produk kecantikan Ms Glow merupakan iklan YouTube yang dikemas dengan pesan pesuatif dengan cara yang implisit yaitu langsung menyatakan makna, pesan, atau memberikan pemahaman kepada audiens atau calon konsumen. Sehingga lebih mudah dipahami oleh para audiens atau calon konsumen mengenai penggunaan produk, manfaat, keuggulan serta keamanan pada produk Ms Glow.Abstract

This study aims to describe the structural analysis. This study is entitled "Structural Analysis in Ms Glow Beauty Product Advertisements on YouTube". This type of research is qualitative descriptive research. The data provision technique in this study is using documentation techniques, free listening and speaking techniques and note-taking techniques as a follow-up technique. Data analysis in this study uses the presentation of data analysis results using informal methods. The results of this study conclude that Ms Glow beauty product advertisements are YouTube advertisements that are packaged with persuasive messages in an implicit way, namely directly stating the meaning, message, or providing understanding to the audience or prospective consumers. So that it is easier for the audience or prospective consumers to understand the use of products, benefits, advantages and safety of Ms Glow products.
4455747930E1A021057EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM ELECTRONIC COURT (E-COURT) DALAM MEMPERCEPAT PROSES PERADILAN PIDANA
(Studi di Pengadilan Negeri Banyumas)
Penerapan sistem Electronic Court (e-Court) di Pengadilan Negeri Banyumas merupakan tindakan inovatif dalam Upaya pembaruan sistem peradilan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan e-Court dalam mempercepat proses peradilan pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-Court telah sukses meningkatkan efisiensi proses peradilan, menmperpendek waktu yang dibutuhkan untuk pengajuan izin penyitaan dan perpanjangan penahanan, serta meningkatkan kemudahan akses bagi para pihak yang terlibat. Dengan sistem e-Court, pengajuan dokumen dan administrasi perkara dapat dilakukan secara elektronik, yang mengurangi beban kerja pengadilan dan mempercepat pelimpahan berkas dari kejaksaan ke pengadilan. Prosedur yang dahulu membutuhkan waktu berhari-hari kini bisa diselesaikan dalam beberapa jam, sehingga mempercepat keseluruhan tahapan peradilan, mulai dari penyelidikan hingga pelaksanaan putusan. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem e-Court. Studi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan sistem peradilan yang lebih efektif dan efisien di masa depan.The implementation of Electronic Court (e-Court) system in Banyumas District Court is an innovative effort to reform the judicial system in Indonesia. This research aims to analyse the effectiveness of e-Court implementation in accelerating criminal justice process. The research method used is empirical juridical with qualitative approach. The result of the research shows that the implementation of e-Court has successfully increased the efficiency of the judicial process, shortened the time needed to apply for confiscation permit and detention extension, and increased the ease of access for the parties involved. With the e-Court system, the filing of documents and case administration can be done electronically, which reduces the court's workload and speeds up the transfer of files from the prosecution to the court. Procedures that used to take days can now be completed in a few hours, thus speeding up the entire judicial process, from investigation to judgement. Nevertheless, there are several obstacles faced, such as limited technological infrastructure and lack of public understanding of the e-Court system. This study is expected to contribute to the improvement of a more effective and efficient justice system in the future.
4455847933E1A021131KEABSAHAN PENCATATAN PERKAWINAN LINTAS PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA BERDASARKAN SEMA NOMOR 2 TAHUN 2023 DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini membahas keabsahan pencatatan perkawinan lintas penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Kabupaten Banyumas serta dampak diterbitkannya SEMA Nomor 2 Tahun 2023 terhadap pencatatan tersebut. Pencatatan perkawinan bagi Penghayat Kepercayaan masih menimbulkan interpretasi yang beragam dalam pencatatan perkawinan terutama dalam kasus perkawinan lintas Penghayat Kepercayaan setelah terbitnya SEMA No. 2 Tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami keabsahan pencatatan perkawinan lintas Penghayat Kepercayaan serta menganalisis dampak SEMA No. 2 Tahun 2023 terhadap pencatatan perkawinan lintas Penghayat Kepercayaan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menerapkan metode yuridis-normatif dengan pendekatan yang bersifat deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan terkait serta wawancara dengan pejabat Disdukcapil Banyumas dan ketua MLKI Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan lintas Penghayat Kepercayaan tetap sah dan dapat dicatatkan oleh Disdukcapil karena administrasi kependudukan tidak membedakan aliran kepercayaan dalam KTP. SEMA Nomor 2 Tahun 2023 tidak berdampak pada pencatatan perkawinan antar sesama Penghayat yang berbeda kepercayaan, karena untuk pencatatan tidak perlu melakukan permohonan ke pengadilan, tidak seperti perkawinan beda agama.
This research explores the legal validity of registering inter-faith marriages among adherents of belief systems in the One Almighty God in Banyumas Regency, as well as the implications of SEMA No. 2 of 2023 on these registrations. The registration of marriages involving belief system adherents has led to varied interpretations, particularly in cases of inter-faith marriages after the issuance of SEMA No. 2 of 2023. This study aims to analyze the legality of registering inter-faith marriages among belief system adherents and assess the impact of SEMA No. 2 of 2023 on such registrations in Banyumas Regency. Employing a juridical-normative method with a descriptive-analytical approach, data were gathered through a literature review of pertinent laws and regulations, along with interviews conducted with officials from the Banyumas Civil Registry Office (Disdukcapil) and the chairman of the Banyumas Regency MLKI. The findings show that inter-faith marriages among belief system adherents remain legally valid and can be registered by the Civil Registry Office since population administration does not differentiate between belief streams in the KTP. Supreme Court Circular Letter (SEMA) Number 2 of 2023 does not affect the registration of marriages between followers of different indigenous beliefs, as such registration does not require a court petition, unlike interfaith marriages
4455947938D1A020181ANALISIS PENGARUH SUHU DAN KELEMBAPAN UDARA TERHADAP PRODUKSI SUSU DAN JUMLAH SAPI SAKIT DI BETSUKAI MILK WORLD CO., LTD., BETSUKAI, HOKKAIDO, JEPANGProduksi susu dan kesehatan sapi merupakan faktor penting pada suatu industri peternakan sapi perah. Analisis data bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu rata-rata harian dan kelembapan udara terhadap produksi susu dan jumlah sapi sakit di Betsukai Milk World Co., Ltd., Hokkaido, Jepang, selama satu tahun (Mei 2023 – April 2024). Data diperoleh melalui pencatatan suhu, kelembapan, produksi susu, dan jumlah sapi sakit, yang dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa suhu dan kelembapan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi susu (P-value>0.05), dengan koefisien determinasi (R2= 30,87%) dan jumlah sapi sakit (R2= 12,53%). Namun, produksi susu tertinggi tercatat pada musim semi dengan rata-rata 45,6 kg/ekor/hari, sementara jumlah sapi sakit meningkat pada musim panas dengan kelembapan tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen kandang, seperti ventilasi, pendinginan, dan pemberian pakan yang disesuaikan musim, dalam meminimalkan dampak lingkungan terhadap produktivitas sapi. Hasil ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan efisiensi peternakan sapi perah di wilayah beriklim sedang. Milk production and cow health are important factors in the dairy farming industry. Data analysis aims to evaluate the effect of daily average temperature and humidity on milk production and the number of sick cows at Betsukai Milk World Co., Ltd., Hokkaido, Japan, for one year (May 2023 – April 2024). Data were obtained by recording temperature, humidity, milk production, and the number of sick cows, which were analyzed using multiple linear regression. The results showed that temperature and humidity had no significant effect on milk production (P-value>0.05), with a coefficient of determination (R2= 30.87%) and the number of sick cows (R2= 12.53%). However, the highest milk production was recorded in spring with an average of 45.6 kg/head/day, while the number of sick cows increased in summer with high humidity. These findings emphasize the importance of barn management, such as ventilation, cooling, and seasonally adjusted feeding, in minimizing environmental impacts on cow productivity. These results can be used as a reference to improve the efficiency of dairy farming in temperate regions.
4456047937D1A020116Perbandingan Produksi Susu pada Musim Dingin dan Musim Panas di Betsukai Milk World. Co., LtdPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi susu musim dingin dan musim panas sapi perah di perusahaan Betsukai Milk World Co., Ltd, Jepang dari tanggal 23 Mei 2023 – 13 Mei 2024. Materi dalam penelitian adalah sapi perah laktasi jenis Friesien Holstein (FH) dan Jersey sebanyak 800 ekor. Jenis pakan yang diberikan di BMW Farm adalah pakan komplit atau TMR (total mixed ratio) yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan produksi. Metode yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Pemerahan 4 kali sehari secara otomatis dengan sistem Milking Parlour. Penelitian dilakukan pada musim dingin dan musim panas. Hasil penelitian menunjukkan Jumlah produksi susu rata-rata sekitar 39,40 kg per hari per ekor. Rata-rata produksi susu dalam satu bulan yaitu mencapai 917.217,3 kg. Tidak ada perbedaan yang signifikan produksi susu musim dingin dan musim panas. Hal ini dikarenakan BMW Farm sudah menggunakan peralatan kandang yang dibutuhkan sapi sehingga mikroklimat didalam kandang dapat diatur sesuai kondisi.This research aims to determine the difference in winter and summer milk production of dairy cows at the Betsukai Milk World Co., Ltd, Japan from May 23 2023 – May 13 2024. The material in the research is lactating dairy cows of the Friesien Holstein (FH) and Jersey as many as 800 heads. The type of feed provided at BMW Farm is complete feed or TMR (total mixed ratio) which has been adjusted to production needs. The methods used are interviews and observation. Milking 4 times a day automatically with the Milking Parlor system. Research was carried out in winter and summer. The research results showed that the average milk production was around 39.40 kg per day per head. The average milk production in one month is 917,217.3 kg. There was no significant difference in winter and summer milk production. This is because BMW Farm already uses the housing equipment needed by cows so that the microclimate in the cage can be adjusted according to conditions.