Artikel Ilmiah : A1D021091 a.n. ROSINTA FABIAN

Kembali Update Delete

NIMA1D021091
NamamhsROSINTA FABIAN
Judul ArtikelEFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK NPK TERHADAP
SIFAT KIMIA TANAH, PERTUMBUHAN, DAN HASIL TANAMAN
JAGUNG (Zea mays L.) PADA ULTISOL
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jagung menjadi tanaman pangan yang penting, selain gandum dan padi sebagai
sumber karbohidrat utama. Rendahnya produktivitas tanaman jagung disebabkan oleh
faktor tanah dan unsur hara. Permasalahan dalam pengembangan tanah Ultisol untuk
kegiatan budidaya tanaman jagung yaitu Ultisol mempunyai kemasaman tanah rendah,
kejenuhan Al tinggi, dan miskin kandungan hara. Alternatif yang dapat dikembangkan
untuk meningkatkan produktivitas jagung pada tanah Ultisol adalah dengan penggunaan
pupuk organik cair yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik. Penelitian ini dilakukan
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 9 perlakuan dan 3
kali ulangan sehingga terdapat 27 petak dengan ukuran 5 m x 5 m. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi pupuk organik cair dan pupuk anorganik berpengaruh
nyata terhadap pH KCl (3,81), KTK (15,46 cmol(+) kg-1
), N-tersedia (247,24 ppm), P-
tersedia (5,75 ppm), tinggi tanaman 4 MST (52,16 cm), 6 MST(111,66 cm), dan 8 MST
(172,06 cm), jumlah daun 8 MST (10,60 helai), bobot tongkol berkelobot (181,73 g), bobot
tongkol tanpa kelobot (118,53 g), bobot tongkol ubinan (3386,66 g), dan bobot pipilan
kering (49,93 g). Perlakuan kombinasi pupuk terbaik dalam meningkatkan sifat kimia tanah
adalah P4 (75% NPK + 100% POC) dan kombinasi pupuk terbaik dalam meningkatkan
pertumbuhan dan hasil tanaman jagung adalah P8 (100% NPK + 150% POC). Nilai RAE
(Relative Agronomic Efectiveness) pupuk organik cair pada dosis 15 L ha-1
sebesar 392 %
yang artinya 3,92 kali lebih efektif dibandingkan dengan pemupukan NPK standar.
Abtrak (Bhs. Inggris)Corn is an important food crop, besides wheat and rice as the main sources of
carbohydrates. The low productivity of corn plants is caused by soil and nutrient factors.
The problem in developing Ultisol soil for corn cultivation activities is that Ultisol has low
soil acidity, high Al saturation, and is poor in nutrients. An alternative that can be
developed to increase corn productivity on Ultisol soil is the use of liquid organic fertilizer
combined with inorganic fertilizer. This study was conducted using a non-factorial
Randomized Complited Design (RAK) with 9 treatments and 3 replications so that there
were 27 plots with a size of 5 m x 5 m. The results of the study showed that the combination
of liquid organic fertilizer and inorganic fertilizer had a significant effect on KCl pH (3.81), CEC (15.46 cmol(+) kg-1
), N-available (247.24 ppm),P- available (5.75 ppm), plant height
4 weeks after planting (52.16 cm), 6 weeks after planting (111.66 cm), and 8 weeks after
planting (172.06 cm), number of leaves 8 weeks after planting (10.60 strands), weight of
cobs with husks (181.73 g), weight of cobs without husks (118.53 g), weight of tiled cobs
(3386.66 g), and weight of dry shells (49.93 g). The best fertilizer combination treatment
in improving soil chemical properties is P4 (75% NPK + 100% Liquid Organic Fertilizer)
and the best fertilizer combination in improving corn plant growth and yield is P8 (100%
NPK + 150% Liquid Organic Fertilizer). The RAE (Relative Agronomic Effectiveness)
value of liquid organic fertilizer at a dose of 15 L ha-1 is 392% which means 3.92 times
more effective than standard NPK fertilization.
Kata kunciPupuk organik cair, pupuk NPK, jagung, Ultisol
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Tamad, M. Si.
Pembimbing 2Ir. Joko Maryanto, M. Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2025-03-20 15:09:27.740037
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.